Search blog.co.uk

Posts archive for: 27 July, 2007
  • The Fantastic Four Barca

    Menguji Nyali Rijkaard

    Membayangkan aksi Ronaldinho, Lionel Messi, Samuel Eto’o, dan Thierry Henry dalam satu tim bakal membuat bulu kuduk lawan berdiri sebelum bertanding. Pertanyaannya adalah cukup besarkah nyali Frank Rijkaard untuk memainkan The Fantastic Four secara berbarengan?

    Pertanyaan satu ini tak hanya menyelimuti media, tapi juga tengah berkecamuk dalam kepala kuartet di atas tadi. Tak percaya? Tengok saja bagaimana intensitas Ronaldinho dalam melahap waktu demi waktu di sebuah sesi latihan. Ini suatu bukti bahwa ia ogah kehilangan posisi inti.

    Dinho sempat kehilangan gairah kompetisi karena tak ikut Brasil di Copa America baru lalu. Jadi, jika bukan karena khawatir kehilangan posisi starter, bisa jadi Dinho memang menambah porsi latihan untuk mengejar status fit 100% menjelang Primera Liga bergulir.

    Saat ini, Dinho sudah bergabung dengan skuad The Catalans, yang akan melakoni sejumlah partai pramusim di Skotlandia. Ia bertolak bareng Eto’o dan Henry. Sementara itu, Messi diizinkan pulang ke Argentina setelah terjun di Copa bersama Pasukan Tango.

    Artinya dalam rangkaian pretemporada itu, yang akan dilanjutkan dengan kunjungan ke Beijing, Tokyo, Hong Kong, lalu Muenchen, Rijkaard tak mungkin menjajal kuartet mautnya. Paling banter Los Fantasticos akan merumput bareng di Trofeo Joan Gamper kontra Internazionale.

    Meski level partai yang dimainkan untuk mengenang mendiang pendiri dan Presiden Barcelona era 1908-1923 tersebut tergolong prestisius, mengingat sang lawan adalah juara bertahan Serie A, tetap saja ujian nyali sesungguhnya baru akan tersaji pada jornada pembuka La Liga.

    Murni Masalah Efektivitas

    Dalam laga versus Racing Santander itu, gambaran asli Barca untuk mengarungi kompetisi penuh akan terbentuk. Beranikah Rijkaard mengabulkan “permintaan” Barcelonistas? Andaikan berani, cukup bijakkah langkah sang entrenador memilih strategi ini?

    Jika bicara soal kadar kekentalan sisi ofensif, tentu kuartet ini punya kapasitas membubung untuk menebar ancaman. Namun, efektif atau tidak, ini masalah yang murni berbeda. Selain saling berebut posisi, keempatnya masih sangat mungkin bertarung dalam eksekusi bola mati.

    Dinho, yang selama ini menjadi primadona (itu pun setelah “berdebat” dengan Xavi Hernandez dan Deco Souza) dalam urusan free-kick, akan mendapat pesaing pada diri Henry. Kinerja Dinho juga bakal terganggu lantaran tabiat eks kapten Arsenal ini, yang selalu menyisir sisi kiri lapangan.

    Rijkaard jelas sulit mengubah skema 4-3-3 yang kadung mengakar selama empat musim terakhir ini. Lantas siapakah yang akan dikorbankan kalau Henry mendapat prioritas starter? Satu gelandang untuk mengakomodasi Henry di depan? Ini akan menggeser Dinho ke tengah, tepat di belakang trisula.

    Namun, sekali lagi, pantaskah perjudian ini dilakukan jika keseimbangan lini tengah jadi terabaikan? Hanya Meneer Rijkaard yang punya jawabannya. (Sapto Haryo Rajasa)

  • MANAGEMENT VERSUS LEADERSHIP

    Leaders or managers? How do leaders differ from managers?

    * Leaders direct, managers execute.
    * Management is like investment - getting the best return from all resources - your own energy, talent and time plus all other resources at your disposal.
    * Management requires efficiency, profitability, depends on minimal inputs for maximum returns.
    * To manage well, regularly review your priorities, just as you would your investments.
    * The same person can both lead and manage - they are different functions.
    * Managers are like sports coaches - they inspire and develop people to get the best peformance out of them.
    * They also provide structure and meaure output.
    * Leaders champion change. They may or may not manage people.
    * Management is a role, a set of responsibilities.
    * Leadership is not a role. It is an occasional act, like creativity.
    * Managers can be inspiring, empowering, nurturing, supportive and encouraging. An inspiring leader moves us to change direction. An inspiring manager moves us to work harder.
    * Managers use open questions to draw solutions out of others as a way of reaching better decisions, fostering broader ownership and developing people.
    * By contrast, leaders propose novel solutions. They want to persuade prospective followers that they know a better way of doing things.
    * Managers occupy a role of responsibility for people. They may show leadership too, but leadership can also be shown by non-managers.

  • Kas Ches Masih Terbuka

    Sebagai salah satu pelanggan reguler zona Liga Champion, bahkan tim yang kerap difavoritkan menjuarai Primera Division La Liga, laju Valencia dalam lalu lintas altas-bajas alias bursa transfer terbilang cukup lamban.

    Praktis cuma Alexis Ruano yang datang lewat pembelian resmi. Bek tengah ini dibeli dari Getafe dengan harga 4,07 juta pound (sekitar 76,1 miliar rupiah). Sementara itu, Ivan Helguera, Javier Arizmendi, dan Timo Hildebrand mendarat dengan status bebas transfer.

    Bandingkan dengan pesaing terdekat Los Ches, misalnya juara bertahan Real Madrid, yang telah membelanjakan total 20,4 juta pound untuk Pepe. Atau dengan Barcelona serta Atletico Madrid, yang masing-masing sudah merogoh kocek sedalam 45,78 juta dan 28,31 juta pound.

    Jika kita lihat kas Mestalla sendiri, rasanya uang bukanlah isu utama. Pasalnya buku kas dari klub pimpinan Juan Bautista Soler ini bisa dikatakan sangat sehat. Dari aspek kebiasaan pun, langkah Ches sulit diterima karena mereka dikenal biasa jorjoran dalam mendatangkan amunisi anyar.

    Usut punya usut, ternyata pelatih Quique Sanchez Flores masih mempercayakan materi yang ada saat ini. “Kami memiliki basis pemain muda sarat kualitas internasional. Yang terbaik sekarang adalah kompetisi sehat di antara pemain-pemain ini,” aku Quique seperti dikutip ABC.

    Di satu sisi, ucapan Quique memang tepat. Kualitas para jugador di setiap lini memang paten. Di belakang, selain kemasukan Alexis dan Helguera, Quique masih mempunyai Miguel, Asier del Horno, Curro Torres, Carlos Marchena, Marco Caneira, Raul Albiol, dan Emiliano Moretti.

    Kepingan Pelengkap Puzzle

    Di tengah pun masih bercokol kuartet Matador: David Albelda, David Silva, Miguel Angel Angulo, dan Joaquin Sanchez. Ini masih ditambah Vicente Rodriguez, Edu, dan Ruben Baraja. Di lini depan, Ches punya trio Espana: David Villa, Fernando Morientes, dan Arizmendi.

    “Tak ada satu pemain pun, mulai kiper sampai penyerang, yang dijamin bakal mendapat posisi di tim inti,” papar Quique lagi. Untuk pertama kali sejak tiga musim, armada Ches boleh dibilang lengkap, dalam arti bebas dari cedera. Wajar sang entrenador pun kurang agresif di lantai transfer.

    Kendati begitu, pelatih kelahiran Madrid 42 tahun silam ini, tetap tidak menutup kemungkinan ada perekrutan lanjutan. “Jika diibaratkan sebuah puzzle, kami masih mencari tiga buah kepingan. Ini baru akan membuat kekuatan kami seimbang.”

    Menyelami lebih dalam maksud eks pemain El Real era medio 90-an ini, kesimpulan yang bisa ditangkap adalah jugador di posisi playmaker. Maklum, setelah zaman Pablo Aimar, Ches tak lagi mempunyai talenta bertipe pengatur serangan. Silva terus dicoba selama musim lalu, tapi kualitasnya terbukti masih kalah dari El Payaso. (Sapto Haryo Rajasa)

    VALENCIA
    Masuk: Ivan Helguera (Real Madrid), Alexis (Getafe), Arizmendi (Deportivo La Coruna), Mata (Real Madrid B), Hildebrand (VfB Stuttgart), Sunny (Poli Ejido), Caneira* (Sporting Lisboa)
    Keluar: Regueiro (Murcia), Tavano (Livorno), Ayala (Real Zaragoza), Hugo Viana (Osasuna), Pallardo (Getafe), Jorge Lopez, Butelle*, Sisi* (Real Valladolid), Aaron Níguez (Xerez), David Navarro (Real Mallorca)

  • MUTIARA

    Gosip

    Orang yang sering ngomongin kejelekan orang lain kemana-mana hanya berdasarkan asumsinya saja tidak berdasarkan data yang otentik, sebenarnya ia sedang membuka keborokan dirinya sendiri, yaitu dirinya yang angkuh, egois, sombong, mencari popularitas, merasa dirinya yang paling hebat, dll.

    Cinta
    Kamu mungkin mencintai seseorang tapi orang itu mungkin tidak mengerti cintamu padanya

    Cacat
    Cacat fisik bukan berarti membuat orang menjadi tidak mampu

    Jelek
    Sejelek apapun perbuatan seseorang, tetap masih ada kebajikannya, dengan berpikir dan berpedoman semacam ini, tidak akan berpikiran negatif walau bertemu orang jahat, ini cara berpikir dan menjaga pikiran positif

    Anggrek Biru tumbuh subur dihati

    Mentarinya adalah sinar kecintaan dan kasih sayang

    Nafasnya adalah angin keihklasan

    Makan dan minumnya adalaj ketulusan dan kesabaran

    Pagarnya adalah rusuk-rusuk kesetiaan

    Kurawat dan kujaga

    Jangan lah anggrekku layu

    Janganlah sampai lumat

    Apalagi sampai mati

    Andai suatu hari

    Ada Sang peri yang ingin mengambilnya

    Kan kucabut dari pot hatiku

    Dan kuserahkan dengan senyum termanis

    Aku Cukup bangga

    Hanya dengan merawatnya

    Walaupun setelah kucabut

    Dari pot hatiku, aku pun mati

  • Perebutan 3-4: Korea vs Jepang

    DUO CAKEP
    Palembang (28/7)
    ------------------------------
    Masih Ada Gengsi

    Jangan jadikan rekor pertemuan kedua kubu sebagai patokan baku pada perebutan tempat ketiga Piala Asia di Palembang, Sabtu (28/7). Pasalnya kita akan dengan cepat menyimpulkan Republik Korea sebagai calon pemenang. Maklum, Korea unggul 36 kemenangan berbanding 12 atas Jepang.

    Khusus untuk edisi kali ini, Jepang unggul materi, baik secara kualitas individu maupun berdasarkan kolektivitas antarlini. Namun, faktor ini juga sama sekali tak boleh dipakai sebagai acuan. Soalnya jika sudah bentrok head to head, terlalu besar isu gengsi yang ikut terseret.

    Mulai masalah politik atau lebih tepatnya invasi bergelombang Nippon ke Semenanjung Korea pada medio abad 16 dan akhir abad 19, disusul pertarungan sengit sebagai jagoan perekonomian Asia bahkan dunia, serta perebutan kasta di bidang olahraga, terutama sepakbola.

    Pendek kata, apa pun tajuk yang diusung dalam duel meet antara kedua negara, bisa dipastikan laga tersebut bakal sarat emosi. So, di stadion Jaka Baring berkapasitas 40.000 penonton, yang rampung dibangun 2004, bersiaplah untuk menyaksikan “final Piala Asia sesungguhnya”.

    Jika masih ragu, simak komentar Pim Verbeek, pelatih Korea, menanggapi pertemuan versus sang rival abadi. “Kami harus bangkit dari kekecewaan ini. Perebutan posisi ketiga dan keempat adalah partai terburuk dalam sepakbola, tapi saya jamin kami akan tampil tanpa kenal menyerah.”

    Ivica Osim, peracik strategi Jepang, juga melontarkan omongan senada. “Kami kerap tak mampu memanfaatkan peluang menjadi gol, padahal cukup banyak kans yang kami dapat. Jika ingin pulang dengan kepala tegak, hal-hal seperti ini tak boleh diulang saat melawan Korea,” ucap Osim.

    Menurut pria Bosnia itu, selain karena finishing lemah, kekalahan tipis 2-3 atas Arab Saudi itu juga terjadi karena permainan buruk dua pilarnya. Kendati tak menyebut secara spesifik, kita bisa menarik kesimpulan bahwa duet tertuduh adalah Shunsuke Nakamura dan Naohiro Takahara.

    Manfaatkan Tinggi Badan

    Maklum, tak seperti biasa, di semifinal Nakamura terlihat sulit mengembangkan permainan akibat mendapat pengawalan khusus. Takahara juga demikian. Shoot on goal sang bomber nyaris tak ada lantaran selalu kalah dalam duel melawan bek-bek Arab Saudi.

    Dalam situasi tertekan seperti ini, keduanya tampak tak bisa berkreasi. “Ketika dua pemain kunci kami dimatikan, pemain lain seolah kehabisan ide untuk keluar dari tekanan,” ujar Osim lagi. Saat Osim mencoba memasukkan beberapa pelapis, hasilnya tak jauh beda.

    Ini membuktikan betapa jomplang materi inti dengan mereka yang ada di bangku cadangan Nippon. Ironisnya, kondisi ini diciptakan sendiri oleh Osim. Bagaimana mungkin para substitute bisa cepat nyetel jika kesempatan merumput tak pernah diberikan?

    Di Palembang nanti, pemanfaatan pemain cadangan bisa jadi solusi segar bagi Jepang. Hisato Sato atau Kisho Yano boleh diberi lampu hijau sebagai starter, entah itu untuk menemani Seiichiro Maki atau Takahara. Mengacu pada tinggi badan, maka logisnya Maki dan Yano lebih pantas turun.

    Pasalnya, Korea punya kuartet bek dengan tinggi badan di atas 180 sentimeter. Maki dan Yano masing-masing memiliki tinggi 182 cm dan 185 cm. Masalahnya, cukup beranikah Osim menampilkan tandem baru, sementara dirinya dihadapkan pada partai wajib menang?

    Dari gelagatnya, Osim tampak tetap bakal memercayakan muka lama alias starter yang terus dipakai dalam lima partai beruntun. Bagi Korea, ini sebuah keuntungan karena mereka sudah cukup hafal dengan karakter tim inti Samurai Biru. Tugas Cho Jae-jin dkk. untuk mengoptimalkan situasi. (Sapto Haryo Rajasa)

  • Rencana Puncak Sederhana

    Pertandingan final Piala Asia 2007 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (29/7), adalah pertunjukan utama. Atraksi malam penutupan tidak akan tergelar wah mengalahkan kemegahan laga puncak.

    => Read more!

  • Ternyata Semut Bisa Terbang

    Apakah yang anda lakukan bila ingin menggerakan, sebuah kelereng yang berada diatas lembaran kaca? Mungkin anda akan menyentilnya dan kelereng itu akan melaju dan bergerak cepat. Bagaimana bila kita tidak boleh menyentuhnya? Maka kita akan menggoyangkan kaca tersebut. Sekali dimiringkan maka kelereng itupun akan meluncur.

    => Read more!

  • Nashat Akram

    NAH LO KOQ CAKEP GINI

    Ingin Belajar dari Keane

    Salah satu gelandang terbaik dalam Piala Asia (PA) 2007. Nashat Akram pantas mendapat pujian tersebut. Pemain yang punya peran besar membawa Irak untuk pertama kali mencapai final Piala Asia (PA) ini disebut segera bermain di Eropa.

    => Read more!

  • tentang Self Respect ( hormat pada diri sendiri).

    212155690l

    Setelah saya renungkan, lalu saya rasakan dihati saya maka dapat
    saya utarakan bahwa untuk dapat menjadi pribadi yang baik, yang
    hormat pada diri sendiri, terlebih dahulu kita harus mengenal
    pribadi kita terlebih dahulu. Kita harus menyadari untuk apa
    sebenarnya kita diciptakan oleh yang Sang Pencipta turun ke dunia
    ini? Bukankah dari awal kita dibentuk dalam hidup ini penuh dengan
    perjuangan dan tantangan sehingga kita ada seperti saat ini?
    Sebenarnya kita ini sangat berharga dimata sang Pencipta. Kalau kita
    di hadapan yang Maha Pencipta ini sunggung berharga sudah seharusnya
    dan selayaknyalah kita menghargai diri kita sendiri. Manakala kita
    ingin menjadikan diri kita dihormati oleh orang lain, maka
    hormatilah orang lain layaknya diri kita.

    => Read more!

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.