
Setelah saya renungkan, lalu saya rasakan dihati saya maka dapat
saya utarakan bahwa untuk dapat menjadi pribadi yang baik, yang
hormat pada diri sendiri, terlebih dahulu kita harus mengenal
pribadi kita terlebih dahulu. Kita harus menyadari untuk apa
sebenarnya kita diciptakan oleh yang Sang Pencipta turun ke dunia
ini? Bukankah dari awal kita dibentuk dalam hidup ini penuh dengan
perjuangan dan tantangan sehingga kita ada seperti saat ini?
Sebenarnya kita ini sangat berharga dimata sang Pencipta. Kalau kita
di hadapan yang Maha Pencipta ini sunggung berharga sudah seharusnya
dan selayaknyalah kita menghargai diri kita sendiri. Manakala kita
ingin menjadikan diri kita dihormati oleh orang lain, maka
hormatilah orang lain layaknya diri kita.
Kecemerlangan pribadi akan dapat kita raih, jika kita dapat
meletakkan Self respect pada posisi yang penting dalam hidup ini.
Seperti kata guru kita:
Kualitas Hidup Kita
Ditentukan Oleh Kualitas Para Sahabat Kita
(Mario Teguh)
Bila kita selalu memupuk dan menaruh rasa hormat yg tinggi pada diri
sendiri (self respect) sebenarnya kita sedang membangun persahabatan
yg baik, santun, bermartabat, penuh nilai positif dengan diri
sendiri (Becoming your own best friend) maupun dengan orang lain.
Tidak ada keberhasilan yang tidak dibangun
melalui hubungan yang baik dengan orang lain.
(Mario Teguh)
Jadi untuk menjadikan Kecemerlangan pribadi kita maka lakukanlah
kesantunan di dalam menjalani kehidupan baik bagi diri kita sendiri
maupun di dalam pergaulan hidup kita. Dengan selalu melatih
kemampuan untuk menghormati diri seendiri dan orang lain dengan
baik,setahap demi setahap maka memungkinkan tercapainya
kecemerlangan pribadi yang super.
Sebuah pikiran yang telah berkembang,
tidak akan bisa kembali ke bentuknya semula.
Pak Mario guru kami, saya merasa sangat diberkahi dengan berada di dalam ruang keluarga yang hangat ini, terlebih kesediaan Pak Mario dan Ibu Linna untuk berada di sini bersama kami.
Tanpa ada janji bahwa menjawab discourse ini adalah salah satu proses mental yang tidak memungkinkan saya kembali kepada proses mental yang lama - pun, saya senang sekali bisa ikut berperan aktif dalam discourse, karena membuat saya mengembara ke alam-alam penuh warna dan cahaya, dan membuat saya mengerti juga bahwa setelah lembah, pasti ada bukit, dan didalam gua yang gelap, pasti ada lorong-lorong menuju titik cahaya yang akan menuntun ke pintu-pintu yang bermandikan sinar mentari atau cahaya bulan yang telah menanti.
Apalagi sekarang saya tahu bahwa sebuah pikiran yang berkembang tidak akan bisa kembali ke bentuknya semula. Lega rasanya, seperti berlari-lari di sebuah padang lavender yang luas di pinggir sungai jernih dan angin yang bertiup menghantarkan wangi lavender dalam setiap tarikan udara yang dihirup. Begitu leluasa, begitu menyegarkan dan menenangkan. Kita bisa tumbuh dan berkembang dengan bebas untuk mencapai kecemerlangan yang kita cita-citakan.
Kita yang sekarang, yang sudah mengikuti discourse-discourse yang menempa pikiran kita, bukan lagi kita yang dulu. Sekarang kita adalah diri yang lain, yang semoga semakin pantas untuk dianugerahi kecemerlangan bintang dilangit oleh Yang Maha Bercahaya..
Semoga juga kita bisa terus memelihara perubahan baik yang sedikit maupun banyak sudah kita dapatkan ini, sehingga akan tetap pantas menaiki setiap jenjang tangga menuju bintang cemerlang dilangit.
Very super super thanks Pak Mario dan Ibu Linna yang berhati mulia, semoga Yang Maha Mulia, memuliakan dan menjadikan bintang yang cerlang cemerlang untuk Bapak dan Ibu senantiasa amin.
Saya mohon perkenan Pak Mario dan sahabat Super Members untuk menerima jawaban saya atas discourse kita kali ini.
Apakah peran dari Self Respect
bagi kecemerlangan pribadi Anda?
Tanda pertama bahwa Anda menghormati orang lain adalah kualitas hormat Anda kepada diri Anda sendiri.
Maka kenakanlah pakaian terbaik Anda.
Pakaian terbaik bagi kita, bukanlah sesuatu yang bisa dibeli, tetapi yang harus dibangun sepanjang waktu dalam pribadi yang bernilai. Dan pakaian itu disebut kerendahan hati.
Tetapi hati yang mendasar seperti itu tidak mudah dilihat; sehingga sebagai gantinya, orang memperhatikan perilaku Anda. Dengan itu pakaian terbaik Anda adalah perilaku yang santun. (Take A Bow)
100% Komponen pembentuk kebijakan itu adalah penghargaan.
Perhatikanlah, tidak akan ada pribadi yang akan mencapai kebijakan apapun, bila dia tidak mampu menjadikan dirinya menghargai dirinya sendiri dan orang lain.
Seseorang ditinggikan karena kebijakannya, yaitu karena penghargaannya kepada yang menghasilkan – untuk kontribusinya; karena penghargaannya terhadap yang salah – agar dia tersemangati untuk menjadi benar melalui penerimaan hukuman yang adil; karena dia menghargai dirinya sendiri – dengan menetapkan standar kebaikan yang sama kepada dirinya sendiri, sebagaimana dia menetapkannya kepada orang lain.
Dia menjadi pribadi yang dihargai karena penghargaannya kepada hal-hal yang benar.
Bisa Anda bayangkan, hormat apa yang diberikan kepada seseorang yang menghargai hal-hal yang buruk? (Time Change Everything Except Us)
Kebijakanlah yang membuat seseorang ditinggikan
Kebijakan didapat karena seseorang mampu menghargai dirinya dan orang lain.
Tanda pertama bahwa kita menghormati orang lain adalah kualitas hormat kita pada diri sendiri.
Hormat pada diri sendiri adalah dengan mengenakan pakaian terbaik kita yaitu perilaku yang santun.
Berarti dengan perilaku yang santun, membuat kita menjadi bersikap hormat pada orang lain, padahal hakikatnya, dengan itu kita menghormati diri sendiri.
Pak Mario yang baik, karena kebijakanlah maka seseorang itu ditinggikan dan dengannya Ia mencapai kecemerlangan pribadi, maka untuk mencapai kecemerlangan pribadi seseorang harus menghormati dirinya sendiri.
Karena 100% komponen pembentuk kebijakan adalah penghargaan, penghargaan kepada hal-hal yang benar, yaitu kepada yang memberinya kontribusi, yaitu dirinya dan orang lain, yang dalam setiap sikapnya adalah juga menetapkan standar yang sama kepada dirinya dan orang lain.
Maka peran self respect bagi kecemerlangan pribadi kita semua adalah setengah dari kebijakan yang membawa kita menuju kepada ketinggian atau kecemelangan pribadi, karena yang setengahnya lagi otomatis adalah hormat kepada orang lain.
Untuk menjadi bijak dan ditinggikan, mungkin keduanya seperti keeping mata uang yang tidak terpisahkan.
Hubungannya dengan:
Kualitas Hidup Kita
Ditentukan Oleh Kualitas Para Sahabat Kita
PERSONAL SUCCESS COACHING
BECOMING YOUR BEST FRIEND
in
MTSuperClub
GMG 1000
Awalnya dimulai dari rasa kagum, bahwa ada orang-orang yang begitu santun dan berhasil dengan cemerlang, ada keinginan untuk menjadi seperti itu.
Kemudian tertarik dan mencoba berkawan untuk kemudian bersahabat, bila kita berusaha dan belajar menjadi atau memang sudah santun, maka antara kita dan beliau-beliau yang santun dan cemerlang itu terjalin hatinya dalam sebuah persahabatan dan menjadi pembuka jalan bagi kecemerlangan.
Bila kita cukup menghargai diri kita, maka kita akan pilihkan teman-teman yang baik, yang akan menghidupkan dan melembutkan hati kita sehingga akan lebih rendah hati dan lebih santun lagi kemudian akan lebih menghormati diri dan otomatis orang lain, lalu menjadi lebih bijak, lalu naik ketempat yang lebih tinggi dan seterusnya siklus itu akan terus berjalan.
saya adalah mahasiswa ilmu poliitik berumur 25 tahun yang sedang
menyelesaikan studinya. insya Alloh tahun depan saya akan tuntaskan.
saya lahir dan besar dalam lingkungan yang dekat dengan dunia
politik dan birokrasi. saya mempunyai 10 orang uyut (generasi
diatas) yang berprofesi sebagai bupati, camat, lurah dan semacamnya.
saya memiliki ambisi menjadi seorang PENGUSAHA, tetapi paman saya
mengarahkan untuk menjadi POLITISI. ia ingin sekali menyekolahkan
saya sampai ke S3 asal menjadi politisi/birokrat. bahkan, ia sampai
menawarkan saya 2x untuk menjadi anggota legislatif dari partainya
karena MELIHAT potensi saya didunia tersebut. saya menjadi bimbang
ketika paman saya berkata bahwa cita-cita itu terkait
dengan 'lingkungan dan genetis'. jika diperhatikan, perkataan paman
saya sepertinya benar, karena memang tidak ada di keluarga besar
(inti) saya yang menjadi seorang pengusaha.
satu hal yang perlu diketahui, bahwa saya mengambil jurusan politik
karena saya memang senang dengan 'keunikannya', bukan karena paksaan
orang. disisi lain, saya tidak ingin hasrat menjadi pengusaha,
BATAL DITENGAH JALAN.
pertanyaan saya,
1. apakah benar lingkungan dan genetis mempunyai pengaruh terhadap
bakat dan cita-cita yang ingin dicapai?
2. apa yang harus saya pilih dahulu? menjadi politisi baru pengusaha
atau sebaliknya. sebab, PELUANG yg sudah jelas didepan mata adalah
anggota legilsatif. sedangkan untuk menjadi pengusaha, saya masih
meraba-raba. atau bisa saya jalankan keduanya sekaligus
FW: Hati - Hati di depan CHASE PLAZA (tolong sebarkan)
Ikutan share mba...
Saya juga pernah menekukan orang ini..di depan Plaza Semanggi yang tiba-tiba
minta uang ke saya....
Thank's untuk infomrasi lengkapnya.. ..
-----
Hati - Hati di depan CHASE PLAZA (tolong sebarkan)
Wed Jul 18, 2007 2:26 am (PST)
Dear All,
Mau share kejadian yang menimpa saya, hari selasa, tanggal 17 Juli 2007
sekitar jam 04.30.
Saya sedang menemani teman kantor saya, Henny menunggu bis jurusan UKI
di halte depan Chase Plaza . Tiba - tiba dari arah depan seorang wanita
berkulit hitam, rambut keriting sebahu dikuncir sedikit, berjalan dengan
tergesa - gesa menuju arah saya. Tepat di depan saya, dia mendorong
pelipis saya dengan jari telunjuknya. Kemudian dia duduk di kursi halte,
seolah menunggu saya. Seketika itu pula saya merasa pusink dan
seolah-olah terbang., tubuh saya menjadi sangat ringan seperti mau
jatuh. Hati saya langsung curiga, jangan - janga ini modus kejahatan.
Saya langsung minta teman saya menepuk2 punggung saya sambil dalam hati
menyebut nama Yesus berulang2. Kemudian berdiri seorang laki2 di depan
saya sambil tersenyum dan bertanya "Adaapa ?" Feeling saya mengatakan
kalau ini juga komplotannya. Saya langsung mengajak teman saya
meninggalkan halte dan masuk ke dalam gedung chase plaza kembali. Kepala
saya saat itu masih sangat pusink dan mual ... rasanya seperti habis
naik
komedi putar yang sangat kencang ... Saya berjalan sangat cepat kembali
ke dalam gedung. Saat hendak berbelok memasuki gedung, sekilas saya
melihat seorang bapak dengan menggunakan peci putih hitam dan jenggot di
dagunya berdiri di sana sambil menatap saya. Seingat saya, bapak itu
tadi berada di halte, saat kami tiba di sana . Saya melompat menjauhi
bapak ini dan langsung masuk ke dalam gedung. Karena masih mual, saya
diantar pulang oleh teman kantor yang lain.
Saya tidak tau apakah itu memang modus kejahatan atau apa. Tapi yang
pasti kepala saya mulai pusink setelah didorong oleh telunjuk wanita
itu. Dan menurut informasi dari teman sekantor yang lain wanita ini
memang sering berada di halte Chase Plaza , dan selalu meminta uang,
padahal dia tidak kemana - mana. Padahal dia menggunakan pakaian kerja
namunlusuh dan membawa tas jinjing hitam besar. Geak - gerik wanita dan
bapak tadi sangat mencurigakan.
Oleh karena itu saya menghimbau agar teman2 yang berada di sekitar halte
tersebut supaya berhati-hati. Dan kalau bisa saat pulang, tidak
sendirian. Karena saat ditepuk teman saya, pusink agak berkurang...
Banyak kisah menyedihkan tentang anak-anak yang dianiaya oleh orang tua
mereka sendiri.
Bukannya tidak sayang, tetapi mungkin akibat stress yang berkepanjangan,
Berhadapan dengan maasalah2 kantor dan rumah tangga sehingga orang tua
melampiaskan kepada anak mereka sendiri.
Apalagi kalo ditambah bahwa melihat anak adlah melihat
"reinkarnasi" pasangan.
Untuk kasus Ryuki, sebaiknya guru dan orang tua yang mlihat dan mendengar
hal ini segera melaporkan hal tersebut kepada ayahnya. Sehingga sang ayah
dapat segera mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan Ryuki dari derita
fisik dan psikis yang berkepanjangan.
Kasus ini harus terus dipantau oleh pihak sekolah sebagai lembaga yang
ditunjuk untuk ikut mendidik Ryuki secara formal. Pihak sekolah tidak boleh
lepas tangan dan menyerahkan masalah ini ke keluarga saja.
Apabila masalah ini ternyata tidak selesai oleh sang ayah, pihak sekolah
patut untuk mengambil langkah hukum dengan melaporkan kasus ini kepada
pihak2 yang berwenang seperti polisi dan kom perlindungan anak agar Ryuki
segera mendapatkan perlindungan.
Rasanya kuno sekali kalo kita masih bilang bahwa masalah ini adalah masalah
keluarga. Karena yang terjadi adalah penganiayaan fisik dan pada anak
(bahkan juga orang dewasa) dapat mengakibatkan trauma psikis.
Sayang sekali bila anak yang seharusnya dapat tumbuh cerdas dan memiliki
jiwa penyayang akhirnya menjadi seorang yang sadis dan tidak mengenal rasa
empati dan kasihan terhadap sesama akibat salah asuh orang tuanya.
Saya yang juga sebagai seorang ibu menghimbau rekan-rekan untuk dapat
bersama-sama membantu mengurangi kekerasan dalam rumah tangga terhadap anak
dan wanita, paling tidak menyebarluaskan email ini sehingga dapat
mengingatkan para orang tua yang selama ini telah menyalahgunakan anaknya
(menyakiti secara psikis dan fisik) dapat menyadari sebelum segalanya
terlambat.
Anak kita adalah rejeki kita di dunia dan akhirat nanti.
BCI Asia has launched a new complimentary service for its subscribers, entitled Building Starts Forecast.
The Building Starts Forecast provides advanced insight on trends in the building industry; indicating future building supply trends by geography and category. The forecast will be produced quarterly based on the floor area data for 10,000 projects collected by BCI Asia researchers in interviews with developers, project managers, architects or engineers. While every effort has been made to ensure that the information contained is accurate, BCI Asia disclaims any and all liability which may be claimed arising out of reliance upon the forecast. The 3rd Quarter 2007 Building Starts Forecast is attached.
BCI Asia forecasts a 32% rise in scheduled building starts for the combined region of China and Southeast Asia in the 3rd quarter 2007 against the same quarter last year, with the Philippines enjoying the greatest gains of any country. By building category, the fastest growth rate was recorded in the Transport category, which jumped 404% with large airport terminals and other transport buildings about to start construction in China.
We hope you find the forecast helpful.
Best regards,
Rasyid Andriko
Email: andrico@bciasia.co.id
Phone: +62 21 5790 2930
Pertanyaan : Apakah peran dari Self Respect bagi kecemerlangan pribadi Anda?
Salam super !
Ijinkan saya sedikit menanggapi atas pertanyaan diatas walaupun dengan terbata-bata.
Sebelum anda melangkah perhatikan jalan yang akan anda lalui….
Dengan kita menghargai diri kita sendiri maka kita akan sadar bahwa
Orang lainpun akan berharap yang sama dan mungkin lebih…….
Wajar jika kita berharap jika kita telah memberikan kebaikan maka
Orang lain akan membalas yang sama, akan tetapi hal itu tidak akan
Selalu berjalan beriringan...............
Syukur atas semua karunia-NYA, Ikhlas menjalani tuntunan-NYA
Dan tetap berjuang di jalan-NYA adalah kunci penghargaan atas diri
Kita dan orang lain.
Mari bersama-sama kita mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari.
Sahabat super terima kasih atas tulisan-tulisannya yang menyejukan
Dan untaian kata-kata yang menggugah hati nurani.
Sunguh luar biasa, MTBA tadi malam. Dengan tema "Determining Your Size". dan tambah luar biasa adalah, saya diberikan waktu oleh Sang Maha Kuasa mendengarkan bersama anak laki-laki saya berumur 16 tahun. Saya menyimak setiap kata-kata Bapak MT sambil memperhatikan respon wajah anak saya. Sungguh super dia berkata lirih dengan gaya anak mudanya, "Omongan ini orang enak didengar". Sebenarnya ini kali kedua Arnel (begitu nama jagoan saya), mengikuti acara ini. Minggu lalu sambil berchating diinternet, dia juga menyimak separuh-separuh. Dia sudah berkomentar, "Betul apa yang dikatakan orang ini". Rasanya meletup-letup bahagia saya bisa mendengar, bahwa anak saya bisa menilai baik hal yang baik.
Tadi malam, saya katakan "Besok minggu, pulang gereja mami mau ikut kumpul-kumpul dengan Bapak itu lho, mau ikut?", dia menjawab, "Lain kali ya." Tidak apa, proses membutuhkan waktu.
Saya biasakan mengutipkan mutiara-mutiara kata dari Bapak MT sesuai dengan hal-hal yang sedang kita bicarakan.
Dulu, Arnel pernah tersakiti hatinya oleh cap "Bodoh, malas"yang diucapkan gurunya ketika divonis tidak naik ke kelas IV, . Pasalnya, dia memang lemah di matematika, tetapi saya percaya setiap orang punya kekuatannya masing-masing. (kalau istilah saya, orang punya suatu masa untuk 'ting' dan jadi sesuatu, hanya soal waktu) Sampai kelas 2 SMPpun dia susah termotivasi, baru di awal kelas 3, saya diperlihatkan kelebihannya ditengah semua "kelemahan"nya yang dijadikan justru dijadikan standar kekuatan pada pendidikan formal di negeri ini. Kekuatannya yang tiba-tiba muncul itu adalah dia bisa memainkan piano dengan mencengangkan (buat saya), selain gitar dan drum yang selama ini dia asah sendiri. Padahal dia hanya sebentar saja kursus piano dasar dan mandeg. Kupingnya segera menangkap melodi, tangannya segera memainkannya di tuts piano. Permainannya di band sekolah atau band teman-teman gerejanya menjadi lebih matang. Padahal waktu kecil permainan piano sama sekali tidak berkembang dengan signifikan dan dia memutuskan untuk stop bermain piano, dan minta dibelikan gitar. Sekarang, 4 lagu telah berhasil diciptakannya.
Saya terharu, tidak tahu dari manan kekuatan itu.
Saya kutipkan nasehat bijak Bapak MT padanya, meski gaya penyampaiannya saya sesuaikan dengan anak seusianya,
"Wah, ada Bapak yang suka mami dengar di radio bilang gini. "Banyak orang mencipta lagu tetapi tidak dimainin", jadi orang lain ga tau karyanya. Kamu hebat, meski lagumu belum selesai, kamu sudah mau mainin minimal depan mami. Minggu depan, mami undang teman2 kerja mami makan siang di sini dan kamu mainin lagumu ya... Meski belum jadi terus mainin lagu kamu, sambil kamu selesaiin ya..."
Sebelum usai SMP, kita berdua mencari sekolah menengah musik, dan kita menemukannya di Percik. Saya kutipkan pula, kata bijak yang pernah saya dengar di obrolan bapak MT, "Dulu kamu bisa main musik, tetapi ga tau teorinya, nah sekarang kamu harus tau juga teori dari yang sudah kamu mainin, biar komplit. Banyak juga lho, orang tau teori tapi gak bisa main musiknya. Kata Bapak MT, kamu harus menteorikan apa yang kamu praktekkan, dan memprakttekkan teori yang ada, gitu katanya. benar juga ya... " Dia angguk-angguk.
Saat ini, saya merasa sedang diperlihatkan proses dia tumbuh. Mutiara-mutiara kata yang bisa menjadi pupuk dalam membangun hidup yang positif , hidup yang bersemangat dan membangun semangat untuk hidup akan terus saya selipkan dalam bincang-bincang kami.
Rasanya tidak sabar menunggu jam pulang kantor, segera pulang dan bertukar cerita dengan dia..
Terima kasih Bapak MT, bapak memberikan banyak inspirasi kepada saya untuk menjadi orang tua yang bersahabat, dan sahabat berbagi bagi anak.
Apakah kita pantas menghormati orang yang yang tak pernah samakali menghargai kita,padhal kita udh susah payah menghargai dia,dan selalu menuruti apa aja kemauannya,tapi kemauan kita ledekin,aku sangat butuh penjelasannya sekarang ini.ini udah kelewatan buat aku.