0001

Brussel, Pejabat Uni Eropa mengatakan bahwa mereka telah menuduh perusahaan prosessor ternama Intel melakukan tindak monopoli bisnis. Intel diduga menghalang-halangi akses konsumen terhadap rivalnya, perusahaan prosesor Advanced Micro Devices atau AMD.

Setidaknya, terdapat tiga tindakan Intel yang dianggap menyingkirkan AMD. Salah satunya, Intel disebut-sebut memberikan potongan harga yang cukup besar kepada produsen komputer agar membeli prosesor mereka.

Kemudian, Intel juga dituduh membayar produsen agar mereka menunda atau menghentikan penggunaan AMD pada produk mereka. Selain itu, Intel juga menjual CPU (Central Processing Unit) dengan harga rendah pada konsumen server.

"Tiga tindakan Intel tersebut ditujukan untuk menyingkirkan AMD dari pasaran dan merupakan strategi yang anti kompetisi," sebut perwakilan European Comission seperti dikutip detikINET dari AP, Sabtu (28/7/2007).

Intel mempunyai waktu selama 10 minggu untuk menjawab tuduhan ini. Mereka juga bisa meminta diadakannya sebuah pertemuan untuk mengajukan pembelaan. Dengan tuduhan-tuduhan Uni Eropa tersebut, Intel pun diharapkan mengubah cara berbisnisnya atau akan terancam denda.(wsh/wsh)

Kirim MMS Mesum Sembarangan, Dicokok Polisi

Jakarta, Jangan sembarangan mengirim multimedia message (MMS) kepada siapapun. Apalagi kalau isinya gambar porno. Bisa-bisa berurusan sama Pak Polisi.

Ini kisah bukan mengada-ngada. Dua homoseksual, Brendan Russell Sinclair dan Keith Shepheard, berniat mencari laki-laki lagi untuk diajak threesome. Setelah mencari-cari, mereka mengincar seorang pemuda untuk menjadi sasarannya.

Caranya tidak dengan mengajak langsung. Melainkan dengan memanfaatkan ponsel. Setiap saat, keduanya mengirim SMS ajakan berkencan kepada si pemuda yang tak disebutkan namanya itu. Bukan hanya itu, mereka juga rutin mengirim MMS berisikan gambar porno yang merangsang.

Perbuatan tidak senonoh itu terus mereka lakukan sepanjang 1 April hingga 23 Juli 2007. Tercatat 57 SMS dan 37 MMS porno telah mereka kirimkan ke pemuda tersebut.

Kesal dengan perbuatan pasangan homo tersebut, pemuda itu melaporkan ke polisi setempat. Sinclair dan Shepheard kemudian dicokok di kediamannya, beserta ponsel mereka.

"Pesannya banyak berisi ajakan seks dalam pesan-pesan yang mereka kirimkan," kata Jaksa Joe Jellaway di muka persidangan Pengadilan Canberra, seperti diberitakan The Australian, Jumat (27/7/2007).

Keduanya sempat mengajukan penangguhan penahanan sementara. Namun Hakim John Burns menolaknya. Bahkan hakim meminta polisi terus melanjutkan penyelidikan, jika ada kemungkinan ada korban selain pemuda tersebut.

Software Forensik Pun Bisa Di-hacked

Jakarta, Software yang digunakan oleh pihak kepolisian ataupun tim sekuriti perusahaan untuk menginvestigasi sesuatu hal yang tidak beres di sebuah komputer ternyata tidak selalu aman.

Menurut peneliti keamanan dari Isec Partners Inc., yang dikutip detikINET dari PC World, Jumat (27/7/2007), software-software tersebut juga bisa di-hacked.

Dugaan perusahaan sekuriti asal San Fransisco ini bukan tanpa alasan. Sebab, selama enam bulan terakhir mereka telah melakukan penyelidikan terhadap dua program yang biasa digunakan untuk melakukan investigasi, yakni Guidance Software Inc.'s EnCase dan The Sleuth Kit yang merupakan software Open Source.

Hasilnya, menurut peneliti sekaligus pendiri Isec Partners Alex Stamos, ditemukan beberapa celah yang dapat dimanfaatkan malah untuk membuat crash program.

Sebelumnya, beberapa peneliti sebenarnya juga telah mencoba untuk 'menjajal' software forensik, namun mereka terkesan hanya fokus pada bagaimana teknik para penjahat menutupi jejak mereka sehingga dapat menghalangi bekerjanya software forensik tersebut.

Namun, kali ini tim Isec Partners menggunakan pendekatakan berbeda, yaitu mencari tahu bagaimana meng-hacking program tersebut sehingga dapat berbalik malah untuk mencari celah.

"Kami melihat bagian kecil dari fungsionaliti (software) EnCase yang mempunyai banyak celah sehingga mustahil untuk digunakan seseorang dalam menyelesaikan pekerjaan mereka," ujar Stamos.

Stamos dan timnya kini masih menyembunyikan temuan teknisnya secara detail, dan menurut rencana mereka akan mengungkapkan beberapa informasi terkait hal ini di konferensi Black Hat yang akan digelar di Las Vegas, Amerika Serikat, minggu depan.

Ijazah Palsu via Internet, Ribuan Guru Diperiksa

Seoul, Negara semaju Korea Selatan pun masih direpotkan dengan ijazah palsu. Ribuan guru di sana diperiksa polisi karena diduga membeli ijazah palsu via internet.

Polisi Korea Selatan mengatakan bahwa mereka sedang menginterogasi 13 guru dari berbagai institusi pendidikan swasta setempat. Ke 13 guru dari wilayah Daegu ini menjadi tersangka dalam pembelian ijazah palsu melalui broker penjual ijazah online.

Mereka juga sedang memeriksa kebenaran kualifikasi akademik dari ribuan guru yang lain dalam kasus pemalsuan ijazah secara online. "Sebuah investigasi sedang dilakukan di Seoul maupun kota-kota besar lainnya," kata juru bicara kepolisian nasional Korsel seperti dikutip detikINET dari AFP, Jumat (27/7/2007).

Kasus ini menyeruak saat direktur dari lembaga festival kesenian kontemporer terbesar Korsel, Gwangju Bienalle diketahui memalsukan ijazah dari universitas di Amerika Serikat. Seorang pembawa acara radio berbahasa Inggris juga diketahui menggunakan ijazah palsu dari universitas di Inggris melalui pembelian via internet.

Polisi pun segera menindaklanjuti kasus tersebut dengan memeriksa sekitar 3.000 guru institut swasta di utara Seoul setelah adanya laporan bahwa terdapat broker yang menjual ijazah palsu secara online dengan harga US$ 1643 (sekitar Rp 15 juta) per lembarnya.(wsh/wsh)