Manchester - Kalau memang mau dijual, jual saja tanpa pilih-pilih. Demikian isyarat Gabriel Heinze kepada Manchester United, sampai-sampai ia berniat mengadukan nasibnya ke badan arbitrasi Liga Inggris.
Heinze telah kembali ke Manchester setelah menyelesaikan tambahan masa liburannya di Argentina usai tampil di Copa Amerika. Namun ia pulang ke Old Trafford dengan membawa agenda hukum lewat agen dan pengacaranya.
Dilansir The Sun, Selasa (7/8/2007), Heinze minta digelar hearing dengan panel arbitrasi Premier League terkait adanya pembatasan pihak MU yang membolehkannya pindah klub tapi hanya yang di luar Inggris.
Secara khusus pemain berusia 29 tahun itu dilarang hijrah ke tiga pesaing utama MU di Liga Inggris (Chelsea, Arsenal, dan Liverpool). Padahal Liverpool sudah menawar sesuai patokan harga, 6,8 juta poundsterling, untuk memboyong dia ke Anfield.
Panel tersebut nantinya terdiri dari tiga orang, yaitu hakim atau pengacara, representasi Premier League, dan pihak ketiga yang berpengalaman di bidang administrasi sepakbola.
Manajer Sir Alex Ferguson sebelumnya mengingatkan Heinze bahwa MU selalu memperlakukan Heinze dengan sangat baik -- seraya meminta dia menghormati kebijakan klub, termasuk bahwa kontraknya masih berlaku dua tahun lagi.
Diingatkan Ferguson, MU merawat Heinze dengan penuh perhatian sewaktu ia dioperasi lutut tahun lalu. Permintaan si pemain menjalani rehabilitasi di Spanyol juga telah dipenuhi.
"Saya pikir, kalau kita mengenyahkan peran agen (Heinze), maka takkan ada keadaan dahsyat yang salah dalam posisi Gabi di klub ini," tukasnya.
Heinze, yang digaet MU dari Paris St Germain tiga tahun lalu, bisa menadi pemain pertama yang pindah dari Old Trafford ke Anfield sejak Phil Chisnall di tahun 1964. (a2s/krs)
Fans MU Pilih Eropa
Manchester - Dibandingkan mempertahankan titel juara Premiership di musim 207/2008, fans Manchester United tampaknya lebih menginginkan trofi Liga Champions untuk diboyong lagi ke Old Trafford.
Keinginan itu tercermin dari jajak pendapat di situs resmi MU, yang mana 68 persen dari 10 ribu pemilih menyatakan ingin melihat Gary Neville cs menjadi juara Eropa untuk kali ketiga.
Semenjak terakhir kali meraih trofi Liga Champions dalam capaian treble winner musim 1998/1999, "Setan Merah" memang tidak pernah lagi mampu hadir di partai puncak, apalagi memenangkannya. Padahal tetangganya Liverpool mampu jadi jawara kompetisi elit se-Eropa itu dan jadi runner-up dalam tiga musim belakangan.
Sementara itu dari jumlah pemilih jajak pendapat tersebut hanya 30 persen yang lebih memilih kesuksesan di Liga Primer. Sedangkan dua persen sisanya mengharuskan kemenangan di salah satu kompetisi tersebut.
Setelah merogoh kocek dalam-dalam untuk mendatangkan Nani, Anderson dan Owen Hargreaves ditambah dengan kemungkinan datangnya Carlos Tevez, jelas MU memiliki ambisi besar untuk meraih sukses. Winger Cristiano Ronaldo pun sebelumnya sudah menyatakan ingin meraih, setidaknya, double winner.
"Selalu sulit memenangkan Liga Primer, tapi kami sudah membeli pemain hebat jadi kami tidak hanya ingin memenangkan liga, kami juga ingin juara Liga Champions," tukas Ronaldo suatu ketika.
Juventus Selesai Berbelanja
Turin - Gara-gara persiapan pra-musim tidak impresif, muncul isu bahwa Juventus masih memerlukan pemain baru. Tapi menurut sang pelatih, masa berbelanja "Si Nyonya Tua" sudah berakhir.
Juventus disoroti tifosinya karena tak pernah menang dalam empat laga terakhirnya melawan tim-tim mancanegara. Kalah dari Newcastle United dan Hamburg, mereka juga dipaksa bermain 1-1 oleh Sunderland. Alessandro del Piero dkk hanya menang dari tim Olimpiade Cina dengan skor 4-0.
Lini yang dinilai masih perlu dibenahi dari skuad Claudio Ranieri adalah belakang. Kedatangan pemain Portugal Jorge Andrade dari Deportivo La Coruna dan bek Republik Ceko Zdenek Grygera dari Ajax dirasa belum cukup.
"Tidak. Kami tidak sedang membeli siapa-siapa lagi," demikian ditegaskan Ranieri dalam jumpa pers di markas timnya seperti dikutip AFP, Selasa (7/8/2007).
"Ada yang bilang kami butuh seorang bek, seorang gelandang atau penyerang. Tapi saya katakan bahwa pasar telah ditutup," tambah mantan pelatih Roma, Parma, Valencia, dan Chelsea itu.
Di musim panas ini Juve, yang telah kembali ke Seri A setelah musim lalu dilempar ke Seri B karena skandal calciopoli, telah merekrut enam pemain "jadi". Selain Andrade dan Grygera, Bianconeri menggaet Tiago, Hasan Salihamidzic, Vincenzo Iaquinta, dan Almiron.
Belakangan Ranieri dikabarkan sedang mendekati defender Stuttgart asal Portugal, Fernando Meira. Namun pernyataannya di atas menyangkal rumor tersebut. Ia juga membantah akan menjual bek kiri timnas Italia U-21 Giorgio Chiellini ke Manchester City.
Agenda persiapan Juve selanjutnya adalah friendly game melawan Roma (11/8), TIM Trophy dengan Inter Milan dan AC Milan (14/8), serta Luigi Berluconi Trophy melawan AC Milan (17/8).
'Robben ke Real Pekan Ini'
London - Arjen Robben bakal segera menuntaskan kepindahannya dari Chelsea ke Real Madrid. Kesepakatan antara kedua klub akan segera rampung pekan ini, walau masih ada sedikit kekurangsesuaian harga.
Adalah ayahanda Robben, Hans, yang meyakini hal itu. Menurutnya kedua klub telah menyetujui semua detil transfer kendati kedua klub belum menemukan kesepakatan harga. Saat ini The Blues bersikukuh dengan banderol 33 juta euro (sekitar Rp 419 miliar) buat melepas winger Belanda itu.
"Kami berharap segera akan ada kesepakatan antara Real Madrid dan Chelsea hari ini (Selasa 7/8/2007). Antara hari Selasa dan Rabu kami pikir semuanya akan segera tuntas," ujar Hans seperti dilansir Goal.
Hans juga menambahkan kalau anaknya masih belum bisa memberikan keterangan apa-apa seputar transfer tersebut, karena pihak klubnya memang tidak memperbolehkan.
"Anak saya tidak bisa membuat deklarasi apa-apa atau melakukan wawancara saat belum ada kesepakatan antara Real dan Chelsea. Klubnya saat ini tidak memperkenankan dia untuk bicara kepada pers Spanyol jika kesepakatan belum tercapai.
"Chelsea adalah klub yang melindungi para pemainnya. Saat sudah sesuatu yang kongkret barulah dia boleh bicara," tuntas Hans.
Nonton EPL Harus Bayar, Fans Makin Kompak
Jakarta - Ditayangkannya EPL lewat televisi berbayar mungkin berat bagi para pecinta sepakbola. Namun bagi kelompok suporter, hal tersebut justru bisa memunculkan kebersamaan.
Efek positif ini bisa terjadi karena fans klub tertentu akan terdorong untuk nonton bareng, karena enggan berlangganan TV kabel. Bagi fans Manchester United misalnya, menyaksikan Cristiano Ronaldo dkk mungkin sudah wajib hukumnya.
Namun di awal musim ini pasti akan berbeda karena mereka tidak dapat menyaksikan pertandingan secara gratis seperti di musim-musim sebelumnya. Meski demikian, berpindahnya siaran EPL ke TV kabel tetap punya nilai positif bagi yang tidak berlangganan.
"Ya solusi terakhir dengan nonton bareng. Jujur saja dengan hal ini bisa menambah kedekatan dengan para anggota United," kata Arie, Ketua United Indonesia saat dihubungi detiksport, Selasa (7/8/2007).
Arie juga berharap Astro bisa lebih aktif kepada para pelanggannya. "Astro sebaiknya bisa membuat acara off air sehingga ada unsur kedekatan, selama ini yang terjadi hanya sebagai penyedia acara, sedangkan acara off airnya tidak ada," harapnya.