By D.R. Barton, Jr.
Yesterday (Tuesday, 2/27/2007) was a truly extraordinary day in the equity markets.
Here’s how unusual this drop was: it's only the fifth time in 100 years that the DJIA has gone from trading above its 50-day moving average on one day to dropping below the lows of the past 50 days the next. In other words, it was higher than the average price over the prior 50 days, and all of the sudden it wiped out all the gains from those days in just one single day (thanks to Jason Goepfert’s excellent work for the statistics).
Here’s another way to look at yesterday’s trading – in one day, the market wiped out almost four months of bull run, dating back to the beginning of last November (in the futures). This was no ordinary move.
But even with all of the extremes presented by the market’s activity, we have to keep some perspective. The market was only down 3.47% yesterday (for the S&P 500 cash index). And to be considered a “correction” (which is generally considered to be a 10% pullback), we would need to travel another 6% from here, all the way down to 1315.41 to move 10% from the highs.
Today’s trading (as of 2:00) has given us an inside day (the highs of today are lower and lows of today are higher than yesterday’s trading). But we are trading in the bottom third of yesterday’s range.
While the market could do many things from here, the extreme overbought levels that peaked late last week have only been partially relieved. A very likely scenario is that Tuesday’s huge drop was the trigger for a larger-scale pullback. In that scenario, Wednesday’s trading has predictably slower trading while the market catches it’s breath.
A close below yesterday’s low (1389.42 on the S&P 500 cash index) should make everyone take notice that this round of selling is not over. But until that time, the bulls can rest a bit easier.
Mengapakah kita harus terlihat dan terdengar baik?
Kebaikan hati kita tidak dapat langsung dilihat oleh mata sebagaimana isi telur yang tidak dapat langung dilihat. Untuk itulah perbuatan diri kita yang merupakan cara-cara pribadi yang ditunjukan, akan dilihat, didengar dan dinilai oleh orang lain.
Memang rasanya tidak adil, jika orang hanya melihat dan menilai lahiriah saja. Tapi perlu disadari prilaku yang kita tunjukan sengaja atau tidak sengaja menjadi bagian yang tidak dipisahkan dari kualitas diri kita yang akan dinilai oleh orang lain.
Prilaku baik yang kita tunjukan dalam kurun waktu tertentu akan dilihat, didengar, juga dinilai oleh orang lain tersebut menjadi pembentuk kualitas pribadi kita selanjutnya.
Untuk terlihat dan terdengar baik adalah bagaimana kita mempertahankan diri untuk berbuat baik secara terus menerus dan konsisten, sebab penilaian itu dapat terjadi kapan saja, di mana saja, sengaja atau tidak sengaja, sepengetahuan atau tanpa sepengetahuan kita dan titik akhirnya menjadi kesimpulan bagi orang lain tentang diri kita dan dengannya akan menjadikan citra pribadi bagi diri kita oleh orang lain.
Dengan citra diri yang baik, kita akan mudah diterima, disukai dan dipercaya oleh orang lain sehingga ini akan menjadi salah satu penghantaran menuju kesuksesan.
Mengapakah kita harus terlihat dan terdengar baik
Perhatikan awalan 'ter' pada 'terlihat' dan 'terdengar'.
Dalam bahasa Indonesia awalan 'ter' punya arti 'tidak sengaja'.
Yang saya tangkap dari kita 'harus terlihat dan terdengar baik' adalah upaya kita untuk 'meski dalam keadaan orang lain tidak sengaja melihat dan mendengarkan kita (atau tentang) kita, kita tetap dalam keadaan baik' Disitu terlihat kewaspadaan yang sadar akan arti 'baik' itu sendiri. 'baik' berarti indah, tulus, jujur,luwes namun tegas, menghargai, santun, harmonis. Bagaimana bila dalam keadaan 'ter' pun orang melihat semua yang 'baik' pada kita? Pasti tidak ada orang yang mampu 'menolak' kebaikan yang hadir diantara mereka.