Search blog.co.uk

Posts archive for: 1 August, 2007
  • title-2737100

    Di dalam larut malam ini aku menangis Di dalam larut malam ini aku menangis Melihat gambar ku berdua dulu Kemana kucari masa indah itu Tuhan tolong kembalikan kisahku Tentang cintaku yang telah mati Cinta Jangan Kau Pergi lagi Meninggalkan perih lagi Jangan kau buat aku terbang tinggi Tetapi nanti untuk terhempas kembali Aku lelah memulai kembali cinta ini jangan kau buat ku merasa jauh hati saat kumerasa cinta berada dekat denganku Kukan menjadi kekasih yang setia kan kuberi rasa yang bernama cinta yang telah pernah ku kubur di lubuk jiwa Ku tak bisa berhenti menginginkan mu Biarkan aku mengisi lembar putih di hatimu Biarkan cinta bersemi di dalam hatimu terasa Hidupku hampa tanpamu hatiku kini terpenjara dalam cinta dan tak akan ku nodai cinta yang kupunya Walau ingin selalu mengakhiri harapan cinta ini Harus kah merasa salah didiriku untuk dapat mencintai Dirimu yang tulus aku sayangi dan sangat kuingini Dan kau telah membuat hidupku menjadi berarti
  • KEUNGGULAN PRIBADI PENUH CINTA

    Oleh: Eko Jalu Santoso, weblog: www.ekojalusantoso. com

    Menyambut hidup dengan penuh cinta merupakan salah satu pesan penting yang selalu dibawa dalam setiap ajaran Allah kepada umat manusia. Mulai Nabi Adam hingga Nabi akhir jaman Muhammad SAW, selalu membawa pesan cinta yang merupakan panduan bagi manusia agar saling mencintai, berkasih sayang dan membagikan cintanya pada seluruh kehidupan. Pesan cinta suci yang mengajarkan keikhlasan, kelembutan, ketundukan, ketulusan hati dan pengabdian total sebagai fitrah manusia mengabdi pada Tuhan Sang Pemilik Cinta.

    Dalam membangun diri menjadi pribadi agung dan unggul, pribadi yang memiliki keharuman wangi bunga cinta bagi kehidupan, manusia harus mampu merawat dan menumbuhkan suburkan setetes benih cinta dalam dirinya. Benih cinta ini kalau tumbuh subur dalam diri dapat membentuk kita menjadi pribadi penuh cinta, memiliki motivasi tinggi, yang menjadi modal utama bagi kesuksesan dan kebahagiaan hidupnya. Karena memiliki cinta dapat mempengaruhi perilaku, pemikiran, sikap, kebiasaan, motivasi, kinerja, karakter, sehingga dapat mengubah hidup seseorang menjadi pemenang.

    Marilah kita perhatikan kisah keberhasilan Rasulullah SAW dalam mengubah manusia dan mengubah wajah dunia menjadi seperti sekarang ini. Rasulullah SAW adalah pribadi yang memiliki keagungan melampaui kesuksesan. Sangat mencintai Allah, mencintai orang tuanya, mencintai anak-anak yatim, mencintai fakir miskin, mencintai keluarga dan sahabat-sahabatnya, dan mengajarkan kaum muslim untuk mencintai orang tua, sesamanya dan kehidupannya.

    Hidupnya yang senantiasa dilandasi cinta, membentuk karakter pribadinya hingga memiliki kekuatan dalam mempengaruhi banyak umat manusia dalam memperjuangkan kebenaran. Melalui kepemimpinannya yang penuh cinta, beliau dapat mempengaruhi berjuta umat manusia dan mengubah wajah dunia dalam jangka waktu 22 tahun 2 bulan dan 22 hari. Suatu prestasi yang belum bisa ditandingi oleh siapapun di dunia ini sampai saat ini.

    Ini membuktikan bahwa orang-orang yang menyambut hidup dengan penuh cinta, menjadi pribadi yang kuat, memiliki motivasi tinggi, tidak mudah menyerah. Mereka yang memelihara cinta dalam dirinya, dapat melahirkan kekuatan yang menyentuh aspek spiritualnya, hingga mendorong dirinya aktif mengembangkan diri dan melakukan optimalisasi kecerdasan (knowledge) dalam bidang yang ditekuninya.

    Mereka umumnya memiliki dedikasi yang luar biasa, mencurahkan perhatian, kesungguhan, konsistensi dalam bidang yang ditekuninya. Memiliki semangat memperbarui dirinya, berupaya meningkatkan pengetahuannya pada bidang yang dijalankannya, serta memiliki kesediaan berbagi pengetahuan dengan orang lain. Mereka tidak menjalani hidup dengan khayalan, melainkan dengan ketajaman akal pikiran dan keyakinan masa depannya.

    Menjadi Intangible Aset

    Pribadi penuh cinta dalam memandang kehidupan, terlihat bersemangat dan optimis yang tercermin dari ketajaman mata hati dan kejernihan pikiran dalam menghadapi masa depan. Memiliki keyakinan yang tinggi akan potensi diri yang dimilikinya, tanpa memiliki rasa kawatir terhadap masa depannya. Kecintaannya mendorong semangat dan kekuatan dari dalam dirinya “inner power” untuk mengatasi tantangan dan kesulitan pada bidang yang dijalaninya.

    Dalam menjalin persahabatan, mengembangkan hubungan dengan semua orang atau “network”, mereka membangun hubungan yang sehat dengan menunjukkan integritas, kejujuran, keadilan dan rasa empati yang tinggi kepada orang lain. Sifat yang paling menonjol adalah memiliki sikap toleran dan rasa empati yang dalam. Mereka senang menjalin persahabatan, membangun hubungan yang luas dengan banyak orang dari berbagai golongan. Memandang setiap kehidupan dengan sikap positif dan melihat sisi keistimewaan masing-masing pribadi.

    Pribadi penuh cinta tidak segan–segan membantu dan menolong orang lain jika diperlukan atau “compassion”. Mendengar teman yang sakit, misalnya, hatinya akan mudah tersentuh untuk segera berbagi perhatian dan mendoakan kesembuhannya. Menemukan orang yang mengalami kesusahan, hatinya akan segera tergerak untuk menolongnya dengan kemampuan yang dimilikinya. Melihat penderitaan mereka yang tertimpa bencana alam dan gempa bumi, mereka tidak segan-segan untuk meluangkan waktu, tenaga, pikiran untuk membantu mereka yang menjadi korban. Mereka memiliki keikhlasan dalam berbagi kebaikan dengan orang lain dan tidak mengharapkan imbalan.

    Inilah “intangible asset” yang merupakan aspek – aspek penting yang menjadi aset pribadi manusia dalam memenangkan hidup ini. Inilah aset pribadi yang meningkatkan nilai diri sseorang hingga mampu mempengaruhi orang lain. Pada akhirnya mereka akan mengingat sikap dan kebaikan yang kita berikan, sehingga membuat mereka menghargai kita sebagai seorang rekan ataupun pimpinan.

    Kehidupan ini penuh dengan nilai-nilai keutamaan cinta. Maka sambutlah kehidupan ini dengan penuh cinta dan ucapkan selamat tinggal kepada benci. Mulailah bangkit dan mengambil posisi menegakkan panji-panji cinta dengan mengoptimalkan potensinya dalam setiap masa kehidupan. Mulalah menaburkan benih-benih cinta bagi kehidupan, maka kehidupan akan memberikan cahaya yang terang bagi setiap jiwa yang memilikinya.

    Kehidupan sudah membuktikan bagaimana sosok pribadi yang hatinya dipenuhi cinta dapat lahir menjadi seorang pemenang dalam hidup ini. Kehidupan sudah membuktikan membuka lebar kedua tangannya, menyambut hangat kehadiran manusia-manusia yang merawat bunga cinta dengan tulus dalam hatinya. Bahkan alam dan kehidupan memberikan semua kenikmatan, rejeki, kedamaian, kebahagiaan, kesuksesan dan kedudukan yang tinggi bagi mereka yang memiliki karakter pribadi penuh cinta.

    Bagaikan mata air motivasi yang mengalir bagi kehidupan, kehadiran manusia penuh cinta membawa keharuman dan dorongan kebaikan bagi sesama kehidupan. Karakter seperti inilah yang dapat kita temukan dalam pribadi Rasulullah SAW, pribadi yang penuh dengan kelemahlembutannya, kesabarannya, kesyukurannya, keIkhlasannya, ketawakalannya dan keCintaannya yang sangat mendalam, menghiasi setiap perilaku lahir dan batinnya. Pribadi yang mengedepankan keselarasan hidup dalam keikhlasan mengharap ridha-Nya. Pribadi seperti inilah yang mampu mengubah berjuta umat manusia dan mengubah wajah dunia.

    Semoga Bermanfaat. Salam Motivasi Nurani.

    *** Eko Jalu Santoso, Penulis Buku The Art of Life Revolution, diterbitkan Elex Media Komputindo, Founder Motivasi Indonesia : motivasiindonesia- subscribe@ yahoogroups. com

  • SAMBUTLAH MASA PENUH CINTA

    Oleh: Eko Jalu Santoso, Weblog: www.ekojalusantoso. com

    Apakah Anda mengetahui kekuatan utama yang menggerakkan hidup manusia ? Tahukah Anda kekuatan utama yang mendorong seseorang memiliki semangat menjadi pemenang dalam karier, hidup dan bisnis ? Apakah kekayaan materi, kekuasaan, jabatan yang tinggi, atau popularitas ? Bukan itu semua, kekuatan utama itu adalah cinta. Ya, cinta adalah hakekat kekuatan utama yang menggerakkan semangat hidup seseorang.

    Ketika kita memperhatikan berbagai fenomena kehidupan yang terjadi dalam diri kita dan kehidupan manusia di sekitar kita, maka kita akan mendapatkan jawaban bahwa cinta merupakan inti dari kekuatan dan perkembangan hidup manusia. Cinta telah menjadi keterikatan yang melandasi perkembangan hidup manusia.

    Dalam kehidupan, cinta menjadi hukum yang mengatur keterikanan sesama manusia dalam membangun hubungan yang sehat, kuat dan penuh cinta kasih. Demikian juga dalam pekerjaan, dalam bisnis dalam berbagai bidang lainnya, cinta menjadikan keterikatan untuk membangun diri menjadi pribadi yang unggul dalam memenangkan kehidupan. Cinta menjadi elemen yang sangat penting dalam mendorong motivasi seseorang untuk meraih keberhasilan dalam pekerjaan, bisnis dan kehidupan.

    Ketika kita mencintai pekerjaan, kita akan bersungguh-sungguh dalam menjalankan pekerjaan kita, memiliki komitmen tinggi, kesungguhan hati dan bertanggungjawab untuk menghasilkan yang terbaik. Kita memiliki motivasi yang tinggi dalam mengembangkan diri untuk menjadi yang terbaik dalam pekerjaan. Memiliki kedisiplinan tinggi, tidak mudah menyerah dengan kesulitan dan kegagalan. Kedisiplinan inilah yang dapat mendorong bagi kesuksesan dalam pekerjaan kita.

    Ketika kita mencintai bidang usaha yang kita jalankan, kita akan berusaha keras untuk memajukan usaha dan memberikan yang terbaik dari diri kita utnuk usaha tersebut. Menjalankann usaha dengan penuh komitmen tinggi, bertanggungjawab, memiliki kesediaan mengembangkan diri, tidak mudah berputus asa dan memiliki kedisiplinan tinggi.

    Menjadi pribadi yang penuh cinta dapat mendorong seseorang memiliki motivasi tinggi dalam berkarya sehingga menghasilkan prestasi luar biasa. Pendapat senada juga disampaikan oleh Tim Sanders, seorang Chief Solutions Officer di Yahoo. Menurut Tim Sanders, untuk berhasil dalam pekerjaan dan bisnis, seseorang harus pintar, mampu menyenangkan orang lain, dan mencintai apa yang dikerjakannya dengan sepenuh hati.

    Memiliki cinta merupakan fondasi bagi lahirnya sebuah kekuatan untuk meraih prestasi luar biasa dalam hidup. Kisah kesuksesan Bill Gates seringkali menjadi ilustrasi bagi kesuksesan yang dilandasi oleh cinta. Bill Gates sebagai pendiri perusahaan Miscrosoft yang kini menguasai software komputer terbesar dunia, mengawali kesuksesan dengan memiliki cinta pada bidang yang ditekuninya. Kecintaannya yang mendalam pada bidang piranti lunak sejak kecil, mendorong motivasinya untuk menghasilkan karya terbaik bagi dunia. Pada usia 14 tahun dia telah berhasil menciptakan sebuah program komputer.

    Meskipun program temuannya mengalami penolakan demi penolakan dari banyak kalangan dan kegagalan demi kegagalan, dia tidak putus asa dan terus mengembangkan diri memperbaiki program temuannya. Kini dunia international mengakui hasil karyanya dan mengantarkan Bill Gates menjadi orang terkaya di dunia dalam usia yang sangat muda. Perusahaannya dibawah bendera Microsoft tersebar di berbagai negera di dunia dengan omzet milyaran US Dollar pertahunnya.

    Mencintai yang dikerjakan dengan sepenuh hati menjadikan seseorang tidak mudah putus asa dan memiliki semangat mengembangkan diri untuk bangkit dari kegagalannya. Menjalankan setiap yang dilakukannya dengan kesungguhan hati, tulus, ikhlas, penuh tanggungjawab dan berusaha memberikan yang terbaik dari dalam dirinya. Ketulusan cinta ini mampu menyentuh aspek spiritual seseorang hingga mendorong energi dari dalam dirinya. Kekuatan dari dalam diri ini sering disebut dengan “inner power”, yang memiliki peran penting dalam membangun kesuksesan hidup seseorang.

    Sambulah masa kehdiupan ini dengan penuh cinta. Karena dengan memiliki cinta, dapat membentuk sikap, karakter dan kepribadian seseorang hingga melahirkan kepekaan, kepedulian dan kesungguhan hati yang tinggi. Semua itu dapat menjadi modal bagi keberhasilan mereka dalam menempuh pekerjaan, bisnis dan kehidupan.

    Kekuatan seperti inilah sekaligus menjawab mengapa orang-orang besar dan orang-orang sukses luar biasa di dunia ini memiliki dedikasi yang tinggi dan mengagumkan pada bidang pekerjaan yang ditekuninya. Mereka ikhlas dan secara total mengabdikan hidupnya, mencintai pekerjaannya, tidak mudah menyerah dengan kesulitan dan kegagalan hingga berhasil meraih impian besarnya. Sebaliknya tanpa memiliki cinta, para pemimpin, para tokoh kehidupan dan orang-orang sukses di dunia ini tidak akan tahan lama dalam tangga kesuksesannya.

    Semoga bermanfaat. Salam Motivasi Nurani.

  • Keep Marketing You

    Rejection and job searching go hand in hand. As a writer, I can tell you something about disappointment.
    I had enough "reject" slips from New York publishers to start a bonfire. Then one
    day, an editor said, "Yes," and my world was drastically transformed.

    Ken Taylor began re-writing the Bible in a contemporary translation and had more than 60 rejections.
    He finally decided to self-publish "The Living Bible" and it became one of the greatest best-sellers in publishing
    history.

    If you're qualified for a particular job, never stop interviewing -- even if you return to the same companies
    five or six times. Meanwhile, you need to accept an interim position to keep yourself gainfully employed. When
    you add lack of funds to job rejection, it's a double-whammy. Never overlook working for a "temporary"
    employment agency. It gives you a chance to demonstrate your skills to a number of companies and can open
    some exciting doors. As a last resort, start free-lancing your skills. Who knows? You may wind up with your
    own business and be your own boss!

  • AS tingkatkan bantuan untuk militer israel

    Amerika Serikat meningkatkan paket bantuan untuk
    pertahanan Israel sebesar 25 persen. Paket bantuan
    senilai 30 milyar dollar AS itu diberikan untuk
    menjaga superioritas militer Israel di Timur Tengah.

    PM Israel Ehud Olmert mengumumkan paket bantuan baru
    dari AS itu dalam rapat kabinet mingguan. "Ada
    kenaikan 25 persen bantuan untuk militer Israel dari
    Amerika Serikat. Saya pikir ini kenaikan yang penting
    dan cukup signifikan dalam bantuan pertahanan bagi
    Israel, " kata Olmert.

    Ia mengatakan, AS menawarkan paket bantuan tersebut
    saat pertemuannya dengan Presiden AS, George W. Bush
    di Washington tanggal 20 Juni lalu.

    "Bantuan itu sangat berarti bagi keamanan Israel dan
    ini merupakan kesempatan baik untuk menyampaikan
    terima kasih pada Presiden Bush dan Menteri Luar
    Negeri Condoleezza Rice, " tambah Olmert.

    Dalam rapat kabinet itu, para menteri Israel
    menekankan perlunya Israel mengamankan "kualitas
    perannya" di tengah negara-negara tetangganya di Timur
    Tengah dan perlunya menjaga peranan AS dalam
    meningkatkan peranan Israel itu.

    "Bantuan untuk pertahanan Israel masih menjadi
    prioritas utama Amerika Serikat, " kata Olmert.

    Menurutnya, dibandingkan negara-negara lainnya di
    Timur Tengah, jumlah bantuan yang diterima Israel dari
    AS paling besar jumlahnya. "Kita telah memperbaharui
    kesepakatan dan komitmen dari AS bahwa AS akan
    membantu menjaga peran Israel di antara negara-negara
    Arab, " sambung Olmert.

    Ia juga mengutip pemberitaan di surat kabar New York
    Times dan Washington Post yang menyebutkan bahwa AS
    sedang mempertimbangkan kesepakatan penjualan senjata
    senilai 20 juta dollar dengan negara-negara Teluk
    serta sedang mempertimbangkan bantuan sebesar 13
    milyar dollar untuk militer Mesir, yang akan diberikan
    selama 10 tahun. Perjanjian penjualan senjata dengan
    negara-negara Teluk, termasuk penjualan bom-bom dengan
    penuntun satelit, pembaharuan pesawat-pesawat tempur
    dan penjualan kapal-kapal perang terbaru.

    Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran di Israel dan di
    kalangan Kongres AS yang selama ini mendukung Israel.
    Namun Olmert menyatakan, Israel sangat memahami
    kebutuhan AS untuk mendukung pembaharuan di
    negara-negara kawasan Timur Tengah.

    "Kami memahami kebutuhan AS untuk membantu
    negara-negara Arab agar lebih moderat, yaitu
    negara-negara yang satu front dengan Israel dan AS
    dalam menghadapi Iran, " tukas Olmert menyinggung
    program nuklir Iran.

    Para pejabat militer Israel menyebut kenaikan jumlah
    bantuan yang diberikan AS pada militer Israel
    merupakan "prestasi yang sangat baik. " Sumber-sumber
    di kalangan diplomat Israel mengungkapkan, detil paket
    bantuan baru itu akan dibicarakan saat kunjungan
    pejabat bidang politik pemerintahan AS, Nicholas Burns
    ke Israel pertengahan Agustus ini.

    AS memberikan paket bantuan untuk pertahanan Israel
    sejak tahun 1973. Paket bantuan ini kemudian
    dilembagakan pada tahun 1977 sebagai bagian dari
    kesepakatan damai Mesir-Israel.

    Paket bantuan tersebut, 75 persennya merupakan bantuan
    dalam bentuk peralatan militer, mulai dari amunisi
    sampai pesawat-pesawat tempur. Sedangkan 25 persennya
    diberikan dalam bentuk uang tunai yang kebanyakan
    digunakan untuk membantu Israel membuat persenjataan
    baru. (ln/arabnews)

  • PERALATAN USANG ITU BERNAMA PUTUS ASA

    Suatu hari saat sedang asik berjalan-jalan di dunia lain, saya tertarik dengan sebuah plang iklan
    yang terpampang di muka sebuah toko milik salah satu mahluk iblis. Dia menjajakan peralatan
    kerjanya yang sudah usang untuk diobral. Untuk menarik minat pembeli, si iblis memberikan
    harga badrol yang menarik dan sangat tidak mahal. Sempat tertawa ketika membaca tiap-tiap
    peralatan usang tersebut : ada yang bernama si malas, si dendam, si curang, si syirik, si iri,
    si remehkan orang lain, si tak tahu balas budi, si culas, si khianat, dan nama-nama peralatan
    lainnya.

    Mencermati satu persatu peralatan yang dijajakan, tertarik saya pada suatu peralatan sederhana
    tetapi harga paling mahal diantara seluruh peralatan yang dipajang. Terheran-heran dibuatnya
    peralatan sangat sederhana tapi sudah berkarat tapi harga selangit. Saat bertanya apa nama
    peralatan itu kepada si iblis penjual, dengan lugas dia menjawab bahwa peralatan ini bernama
    si putus asa. Dan mengapa mahal sekali harganya, dengan senyuman melebar dia menjawab
    peralatan ini sangat user friendly dan manfaatnya sangat banyak. Mudah sekali saya masuk
    ke dalam hati manusia dengan menggunakan alat ini jika dibanding alat lain. Ketika saya telah
    berada di dalam hati manusia, sangatlah tidak sulit melakukan apapun yang saya inginkan dari
    manusia. Tidaklah heran peralatan ini sudah berkarat karena sangat sering digunakan ke banyak
    manusia. Sambil tertawa menggelegak si iblis mengatakan bahwa banyak manusia yang tidak
    menyadari putus asa itu adalah punya saya.

    Bila kita masuk dalam perangkap putus asa, tak heran seringkali kita terperosok ke dalam
    lubang tindakan kebodohan dan duri penyesalan. Pertanyaannya adalah apakah kita masih ingin
    dipermainkan oleh iblis dengan segala tipu dayanya melalui sikap putus asa......

  • Maximize Your Meeting Time

    Planning Business Meeting Agendas
    Maximize Your Meeting Time

    Planning business meeting agendas is not something typically at the top of every business leader’s list of “can’t wait to-do’s”.

    Despite the tedious nature of planning a
    highly productive business meeting, the benefits of investing some quality planning time up front, should far outweigh the natural tendency to simply show up on time and “wing it”.

    Planning business meeting agendas provides an opportunity to clearly define the objectives of the meeting. A good leader will, in effect, pre-determine the outcome through proper planning.

    The many benefits of effectively planning business meeting activities include:

    Pre-positions participants for the day’s activities – provide notice in advance of the meeting as to what will be expected, encouraging attendees to come prepared to learn and participate.

    Keeps meeting moving along to stay on track - clearly defining start and stop times provides boundaries for guest speakers and activities. Always make sure someone is watching the clock and letting speakers know when their time is coming to a close.
    Typically a 10 minute reminder to the speaker will allow enough time for the speaker to wrap up their thought and close their section of the agenda.

  • To Tell The Truth

    "Who did this?" asked my teacher. Thirty children tried to think about not only what they had done, but also what our teacher may have found out. "Who did this?" asked my teacher once more. She wasn't really asking, she was demanding an answer. She seldom became angry, but she was this time. She held up a piece of broken glass and asked, "Who broke this window?"

    "Oh, oh," I thought. I was the one who broke the window. I had not done it intentionally. It was caused by an errant throw of a baseball. I was working on my knuckleball. It needed more work. Why did it have to be me? It wasn't really my fault. If I admitted guilt, I would be in a lot of trouble. How would I be able to pay for a big window like that? I didn't even get an allowance. "My father is going to have a fit," I thought. I didn't want to raise my hand, but some force much stronger than I was pulled it skyward. I told the truth. "I did it." I said no more. It was hard enough saying what I had.

    My teacher went to one of our library shelves and took down a book. She then began walking towards my desk. I had never known my teacher to strike a student, but I feared she was going to start with me and she was going to use a book for the swatting.

    "I know how you like birds," she said as she stood looking down at my guilt-ridden face. "Here is that field guide about birds that you are constantly checking out. It is yours. It's time we got a new one for the school anyway. The book is yours and you will not be punished as long as you remember that I am not rewarding you for your misdeed, I am rewarding you for your truthfulness."

    I couldn't believe it! I wasn't being punished and I was getting my very own bird field guide. The very one that I had been saving up money to buy. The money I feared would be going to the school to buy a new window. I wore out that book trying to match the live, flying birds to their depictions in that field guide. The book is gone, so is my wonderful teacher. All that remains of that day is my memory and the lesson my teacher taught me. That lesson stays with me every day and it will echo forever.

  • TEN STEPS TO LEADERSHIP DEVELOPMENT (5)

    Step Five : Understand Personalities
    (Seri VI)

    DISC Personality Test – a leadership tools that provides critical insight into the individual personalities of your employees and yourself.

    The DISC personality assessment is another useful tool that effective leaders utilize to increase self-awareness. The DISC tool helps us understand why others do what they do.

    Even more importantly, DISC provides rational for why YOU do what you do.

    It’s important to understand a person’s natural tendency of responding to different situations.

    The DISC personality test identifies natural behavioral tendencies. In other words, DISC sheds light on how we tend to operate and how we respond to various environmental challenges.

    If the DISC behavioral assessment is new to you, perhaps you are familiar with the Myers-Briggs assessment? Myers-Briggs is a well-known behavioral assessment tool used for categorizing a person using a combination of 4 letters. Each letter represents a clearly defined and detailed description.

    The problem with Myers-Briggs is that it is limited to only 16 personality types. In addition, the test is quite lengthy, consisting of over 100 questions. Just getting through the initial test is quite a challenge.

    In contrast, the DISC personality test consists of only 24 questions, but yields over 19,000 personalized responses – resulting in 384 separate behavioral descriptions. Certainly, DISC by comparison to Myers-Briggs, provides a great alternative for a quality personality assessment.

    So, is DISC for you? Remember that self-awareness leads to self-improvement, which is the pre-requisite to leadership development. DISC will provide critical feedback that can help to unleash your potential.

    The DISC personality test will assist you with improved communication in your personal and professional relationships. By understanding DISC personality profiles you will gain greater insights into those around you and how each person might react or respond in any given situation.

    The insight you gain from DISC will be quite beneficial to you in your role as a leader. DISC is a key tool that can assist you in recommending certain people for particular duties, creating teams for projects, and even in making important promotion decisions.

    Have a positive day!

    Jangan jadikan kesibukan sebagai alasan untuk meninggalkan kebiasaan
    mengembangkan diri (Stephen R. Covey)

    Keberuntungan adalah apa yang terjadi ketika persiapan bertemu dengan
    kesempatan. (Elmer Letterman)

    Kesabaran itu rasanya pahit, tetapi buahnya manis. Pahitnya di awal dan manisnya
    melebihi madu di akhir. (Jean Jacquest Rousseau)

    Semua orang menginginkan kesuksesan. Bagi saya kesuksesan hanya bisa diraih
    dengan kegagalan dan introspeksi diri (Soichiro Honda)

    Rahasia kesuksesan adalah belajar bagaimana menggunakan kesengsaraan
    dan kesenangan, bukan menjadi korban kesengsaraan atau kesenangan.
    Jika kammu melakukan ini, maka kamu akan mengontrol hidupmu, dan
    sebaliknya jika kamu tidak melakukannya. maka kamu akan dikontrol/
    menjadi korban keadaan. (Anthony Robbins)

  • Attitude ... !

    Jerry was the kind of guy you love to hate. He was always in a good mood and always had something positive to say. When someone would ask him how he was doing, he would reply, " If I were any better, I would be twins!"

    He was a unique manager because he had several waiters who had followed him around from restaurant to restaurant. The reason the waiters followed Jerry was because of his attitude. He was a natural motivator. If an employee was having a bad day, Jerry was there telling the employee how to look on the positive side of the situation.

    Seeing this style really made me curious, so one day I went up to Jerry and asked him, "I don't get it! You can't be a positive person all of the time. How do you do it?"

    Jerry replied, "Each morning I wake up and say to myself, 'Jerry, you have two choices today. You can choose to be in a good mood or you can choose to be in a bad mood.' I choose to be in a good mood. Each time something bad happens, I can choose to be a victim or I can choose to learn from it. I choose to learn from it. Every time someone comes to me complaining, I can choose to accept their complaining or I can point out the positive side of life. I choose the positive side of life."

    "Yeah, right, it's not that easy," I protested.

    "Yes, it is," Jerry said. "Life is all about choices. When you cut way all the junk, every situation is a choice. You choose how you react to situations. You choose how people will affect your mood. You choose to be in a good mood or bad mood. The bottom line: It's your choice how you live life."

    I reflected on what Jerry said. Soon thereafter, I left the restaurant industry to start my own business. We lost touch, but I often thought about him when I made a choice about life instead of reacting to it.

    Several years later, I heard that Jerry did something you are never supposed to do in a restaurant business: he left the back door open one morning and was held up at gunpoint by three armed robbers. While trying to open the safe, his hand, shaking from nervousness, slipped off the combination. The robbers panicked and shot him. Luckily, Jerry was found relatively quickly and rushed to the local trauma center.

    After 18 hours of surgery and weeks of intensive care, Jerry was released from the hospital with fragments of the bullets still in his body.

    I saw Jerry about six months after the accident. When I asked him how he was, he replied, " If I were any better, I'd be twins. Wanna see my scars?"

    I declined to see his wounds, but did ask him what had gone through his mind as the robbery took place. "The first thing that went through my mind was that I should have locked the back door," Jerry replied. "Then, as I lay on the floor, I remembered that I had two choices: I could choose to live, or I could choose to die. I chose to live."

    "Weren't you scared? Did you lose consciousness?" I asked.

    Jerry continued, "The paramedics were great. They kept telling me I was going to be fine. But when they wheeled me into the emergency room and I saw the expressions on the faces of the doctors and nurses, I got really scared. In their eyes, I read, 'He's a dead man.'

    "I knew I needed to take action."

    "What did you do?" I asked.

    "Well, there was a big, burly nurse shouting questions at me," said Jerry. "She asked if I was allergic to anything. ' Yes,' I replied. The doctors and nurses stopped working as they waited for my reply. I took a deep breathe and yelled, ' Bullets!' Over their laughter, I told them. 'I am choosing to live. Operate on me as if I am alive, not dead."

    Jerry lived thanks to the skill of his doctors, but also because of his amazing attitude. I learned from him that every day we have the choice to live fully. Attitude, after all, is everything.

    **

    You have 2 choices now:

    1. Crib about your daily life and what are you doing and be unhappy . . .

    2. Enjoy every moment of your life & give in your Best . . .

  • Kekuatan Berpikir Positif

    Suatu ketika seorang pria menelepon Norman Vincent Peale. Ia tampak sedih. Tidak ada lagi yang dimilikinya dalam hidup ini. Norman mengundang pria itu untuk datang ke kantornya.

    "Semuanya telah hilang. Tak ada harapan lagi," kata pria itu.

    "Aku sekarang hidup dalam kegelapan yang amat dalam. Aku telah kehilangan hidup ini.

    Norman Vincent Peale, penulis buku "The Power of Positive Thinking", tersenyum penuh simpati.

    "Mari kita pelajari keadaan anda," katanya Norman dengan lembut.

    Pada selembar kertas ia menggambar sebuah garis lurus dari atas ke bawah tepat di tengah-tengah halaman. Ia menyarankan agar pada kolom kiri pria itu menuliskan apa-apa yang telah hilang dari hidupnya. Sedangkan pada kolom kanan, ia menulis apa-apa yang masih tersisa.

    "Kita tak perlu mengisi kolom sebelah kanan," kata pria itu tetap dalam kesedihan.

    "Aku sudah tak punya apa-apa lagi."

    "Lalu kapan kau bercerai dari istrimu?" tanya Norman .

    "Hei, apa maksudmu? Aku tidak bercerai dari istriku. Ia amat mencintaiku!"

    "Kalau begitu bagus sekali," sahut Norman penuh antusias.

    "Mari kita catat itu sebagai nomor satu di kolom sebelah kanan "Istri yang amat mencintai". Nah, sekarang kapan anakmu itu masuk penjara?"

    "Anda ini konyol sekali. Tak ada anakku yang masuk penjara!"

    "Bagus! Itu nomor dua untuk kolom sebelah kanan "Anak-anak tidak berada dalam penjara." kata Norman sambil menuliskannya di atas kertas tadi.Setelah beberapa pertanyaan dengan nada yang serupa, akhirnya pria itu menangkap apa maksud Norman dan tertawa pada diri sendiri.

    "Menggelikan sekali. Betapa segala sesuatunya berubah ketika kita berpikir dengan cara seperti itu," katanya.

    Kata orang bijak, bagi hati yang sedih lagu yang riang pun terdengar memilukan. Sedangkan orang bijak lain berkata, sekali pikiran negatif terlintas di pikiran, duniapun akan terjungkir balik.......

    Maka mulailah hari dengan selalu berfikir positif.....

  • Komitmen, Hasrat dan Keberanian

    Namanya Hani. Hani Irmawati. Ia adalah gadis pemalu, berusia 17 tahun.
    Tinggal di rumah berkamar dua bersama dua saudara dan orangtuanya. Ayahnya
    adalah penjaga gedung dan ibunya pembantu rumah tangga. Pendapatan tahunan
    mereka, tidak setara dengan biaya kuliah sebulan di Amerika.

    Pada suatu hari, dengan baju lusuh, ia berdiri sendirian di tempat parkir
    sebuah sekolah internasional. Sekolah itu mahal, dan tidak menerima murid
    Indonesia. Ia menghampiri seorang guru yang mengajar bahasa Inggris di sana.
    Sebuah tindakan yang membutuhkan keberanian besar untuk ukuran gadis
    Indonesia.

    "Aku ingin kuliah di Amerika," tuturnya, terdengar hampir tak masuk akal.
    Membuat sang guru tercengang, ingin menangis mendengar impian gadis belia
    yang bagai pungguk merindukan bulan.

    Untuk beberapa bulan berikutnya, Hani bangun setiap pagi pada pukul lima dan
    naik bis kota ke SMU-nya. Selama satu jam perjalanan itu, ia belajar untuk
    pelajaran biasa dan menyiapkan tambahan pelajaran bahasa Inggris yang
    didapatnya dari sang guru sekolah internasional itu sehari sebelumnya. Lalu
    pada jam empat sore, ia tiba di kelas sang guru. Lelah, tapi siap belajar.

    "Ia belajar lebih giat daripada kebanyakan siswa ekspatriatku yang
    kaya-kaya," tutur sang guru. "Semangat Hani meningkat seiring dengan
    meningkatnya kemampuan bahasanya, tetapi aku makin patah semangat."

    Hani tak mungkin memenuhi syarat untuk mendapatkan beasiswa dari universitas
    besar di Amerika. Ia belum pernah memimpin klub atau organisasi, karena di
    sekolahnya tak ada hal-hal seperti itu. Ia tak memiliki pembimbing dan nilai
    tes standar yang mengesankan, karena tes semacam itu tak ada. Namun, Hani
    memiliki tekad lebih kuat daripada murid mana pun.

    "Maukah Anda mengirimkan namaku?" pintanya untuk didaftarkan sebagai
    penerima beasiswa.

    "Aku tak tega menolak. Aku mengisi pendaftaran, mengisi setiap titik-titik
    dengan kebenaran yang menyakitkan tentang kehidupan akademisnya, tetapi juga
    dengan pujianku tentang keberanian dan kegigihannya," ujar sang guru.

    "Kurekatkan amplop itu dan mengatakan kepada Hani bahwa peluangnya untuk
    diterima itu tipis, mungkin nihil."

    Pada minggu-minggu berikutnya, Hani meningkatkan pelajarannya dalam bahasa
    Inggris. Seluruh tes komputerisasi menjadi tantangan besar bagi seseorang
    yang belum pernah menyentuh komputer. Selama dua minggu ia belajar
    bagian-bagian komputer dan cara kerjanya.

    Lalu, tepat sebelum Hani ke Jakarta untuk mengambil TOEFL, ia menerima surat
    dari asosiasi beasiswa itu.
    "Inilah saat yang kejam. Penolakan," pikir sang guru.

    Sebagai upaya mencoba mempersiapkannya untuk menghadapi kekecewaan, sang
    guru lalu membuka surat dan mulai membacakannya: Ia diterima! Hani
    diterima....

    "Akhirnya aku menyadari bahwa akulah yang baru memahami sesuatu yang sudah
    diketahui Hani sejak awal: bukan kecerdasan saja yang membawa sukses, tapi
    juga hasrat untuk sukses, komitmen untuk bekerja keras, dan keberanian untuk
    percaya akan dirimu sendiri," tutur sang guru menutup kisahnya.

    Kisah Hani ini diungkap oleh sang guru bahasa Inggris itu, Jamie Winship,
    dan dimuat di buku "Chicken Soup for the College Soul", yang edisi
    Indonesianya telah diterbitkan.

    Tentu kisah ini tidak dipandang sebagai kisah biasa oleh Jack Canfield, Mark
    Victor Hansen, Kimberly Kirberger, dan Dan Clark. Ia terpilih diantara lebih
    dari delapan ribu kisah lainnya. Namun, bukan ini yang membuatnya istimewa.

    Yang istimewa, Hani menampilkan sosoknya yang berbeda. Ia punya tekad. Tekad
    untuk maju. Maka, sebagaimana diucapkan Tommy Lasorda, "Perbedaan antara
    yang mustahil dan yang tidak mustahil terletak pada tekad seseorang."

    Anda memilikinya?

    "Pressure is a word that is misused in our vocabulary. When you start thinking of pressure, it's because you've started to think of failure."

    Tommy Lasorda
    American Baseball Manager

  • Integritas

    "Uang bisa menjadi sedemikian liar. Ia hanya bisa dijinakkan dengan ramuan ajaib yang bernama integritas."

    Seorang pria berdiri di antrian loket imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta. Dilihat dari penampilannya, pastilah ia seorang pengusaha atau professional dengan jabatan tinggi. Mengenakan jas wool gelap tanpa dasi, menenteng tas kulit merk terkenal di tangan kirinya, sementara passport serta dokumen perjalanan lain di tangan kanan. Ia kelihatan gelisah karena saat itu antrian luar biasa penuh. Dua-tiga group rombongan TKI (Tenaga Kerja Indonesia) sedang antri pada saat yang bersamaan. Pria itu gelisah bukan semata-mata karena antrian panjang, tetapi karena ia berdiri di tempat yang menurutnya barangkali di tempat dan waktu yang salah: bersama-sama dengan kerumunan para TKI! Ia merasa menjadi "orang aneh" di antara hingar bingar para TKI. Kikuk dan serba salah. Penampilannya memang kontras di antara para TKI yang menggunakan jaket seragam pembagian perusahaan.

    Dari arah belakang seorang petugas imigrasi melewati baris antriannya. Seolah tidak ingin kehilangan kesempatan, pria itu meraih tangan petugas imigrasi serta membisikkan sesuatu. Entah apa yang dibisikkannya, tetapi yang jelas terdengar kata-kata petugas imigrasi itu kemudian, "Tidak bisa Pak! Bapak silahkan tetap antri di sini!". Rupanya ia mencoba "bekerjasama" (dengan mencoba memberikan uang) kepada petugas imigrasi itu agar mendapatkan prioritas antrian.

    Mendapatkan reaksi tak terduga seperti itu, air muka pria berubah, kelihatan merah padam menahan kecewa dan barangkali malu. Ego-nya tersinggung. Bagi seorang boss yang biasa memerintah orang, ditolak oleh "orang biasa" di depan umum seperti itu akan sangat memalukan.

    Saya lalu teringat akan sebuah kata-kata bijak, bahwa menjadi orang kaya / berkedudukan itu ternyata memang lebih sulit dibandingkan orang kebanyakan. Kasihan, bahkan hanya untuk
    antri bersama-sama dengan para TKI pun menjadi beban yang sangat berat. Apalagi diabaikan begitu saja oleh orang imigrasi di antara sorotan mata banyak orang! Harga dirinya pastilah
    terinjak-injak.

    Pria itu sadar, uang yang dimilikinya tidak selamanya bisa memberikannya previledge atau keistimewaan. Ada wilayah-wilayah tertentu dimana uang sama sekali menjadi tidak ada
    harganya. Yaitu ketika uang bertemu dengan sebuah "makhluk halus" yang bernama integritas. Hari itu ia membuktikannya. (Setya Rahadi)

  • Lelaki dari cara Kencingnya

    Lelaki biasa:
    Masuk ke toilet, ternyata penuh, keluar lagi dan kencing di balik pohon.

    Lelaki gaul:
    Selalu ikut teman˛nya ke toilet walaupun ia tidak ingin buang air kecil.

    Lelaki juling:
    Men-curi2 pandang lelaki di sebelahnya ketika sedang kencing.

    Lelaki pemalu:
    Jika merasa dilihat atau dilirik orang lain, air kencingnya tidak keluar,
    tapi pura2 menyiram, keluar, lalu kembali lagi kemudian.

    Lelaki suka melamun:
    Membuka rompi, mengeluarkan dasinya, lalu kencing di celana.

    Lelaki efisien:
    Meskipun sudah waktunya kencing, tapi ditahan dulu sampai kebelet
    buang air besar, baru kemudian melakukan keduanya dalam satu waktu.

    Lelaki pemabuk:
    Jempol kiri dipegang dengan tangan kanan, lalu kencing di celana.

    Lelaki palsu:
    Kencing di toilet cewek!

    Lelaki pelit:
    Kalau beol di WC umum ngakunya kencing (biar bayar murah)

    Lelaki malu˛in :
    Kencing di celana.

    Lelaki edun:
    Makai celana yang abis dikencingin.

    Lelaki sarap:
    Pakai celana yang habis dikencingin tapi dicium dulu kali2 baunya
    sudah jadi bau duren..

    Lelaki kreatif:
    Kalau kencing kakinya diangkat satu...

    Lelaki irit:
    Kagak pernah kencing seumur umur.

    Lelaki nekad:
    Suka ngencingi bini tetangga.

    Lelaki funky:
    Kencing di tempat umum.

    Lelaki sial :
    mau nya kencing air yg keluar batu

    Lelaki Enjoying:
    Kencing sambil merem-melek

    Lelaki Hemat waktu :
    Cuma Buka resleting, dikeluarin trus langsung kencing

    Lelaki moody :
    biasa pake' pampers ... hehehe ...

    Lelaki kurang ajar
    lagi kencing ..eh kentut..pura2 cuek lagi!

    Lelaki buta huruf
    di toilet sudah ada tulisan rusak masih di kencingin juga

    Lelaki turunan kucing
    gak bisa liat barang baru, diendus2 trus dikencingin

    Lelaki sabar
    nungguin air cebok gak keluar2, manteeng aja di urinoir

    Lelaki hiphop
    kencing sambil kejang2 breakdance

    Lelaki pembenci
    sesudah kencing trus ngeludahin kencingnya

    Lelaki ramah
    ngajak ngobrol sambil kencing, sampe temennya gak bisa kencing

    Lelaki percaya diri
    sudah kencing, anunya dibawa jalan2 ke wastafel mo cebok

    Lelaki pelupa
    sudah kencing, keluar wc, buru2 balik lagi, krn masih pgn kencing
    beberapa tetes lagi

    Lelaki dermawan
    kencing gak keluar tapi tetep bayar uang

  • TEN STEPS TO LEADERSHIP DEVELOPMENT

    KOREK HP
    TEN STEPS TO LEADERSHIP DEVELOPMENT
    Step Six : Get Over Yourself!
    (Seri VII)

    Free Emotional Intelligence Test – Ten steps to leadership development.

    A free emotional intelligence test is just the ticket to gaining constructive insight to understanding the way in which you react or respond to challenging situations.

    ”Anger and worry not only dwarf and depress, but sometimes kill.” - Horace Fletcher

    To REACT is to blindly indulge oneself to gain some sense of significance. An emotional reaction is actually a thoughtless act.

    To RESPOND, however, is to act only after careful consideration of your particular circumstance. A thoughtful response gains credibility with all persons that you are in contact with.

    A helpful analogy for contrasting a reaction versus a response is that of a sick patient who has just received a medicine prescription from his doctor.

    It’s ideal when a patient responds positively to the medicine. Responding to the medicine is the best outcome, correct?

    On the other hand, it would be troubling to learn that the patient experienced a bad reaction to the medicine.

    Moral to the story: To react is a negative outcome. To respond would be the best possible outcome.

    A free emotional intelligence test will assist you to positively respond to situations, and hopefully avoid reacting – or even over- reacting.

    Mastering your emotions is critical to your future success. You will know you are emotionally intelligent only after you have effectively faced some adversity with a thoughtful and effective response.

    What you accomplish in spite of a challenging situation is the true measure of your future success.

    “The best cure for indolence and suffrage is work”- Orison Swett Marden

    Keeping the body and mind busy and active will aid anyone who is facing adversity. To dwell on the negative, to allow yourself to indulge in emotions of anger, irritation, jealousy, depression, hurt feelings or even thoughts of worry – only eats away at your heart and mind and can ultimately harm you physically.

    Today give yourself the gift of peace of mind.

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.