Giampaolo Pazzini disebut sebagai Little Toni. Maksudnya adalah Luca Toni kecil. Sebutan itu muncul karena Pazzini sangat diharapkan oleh Fiorentina untuk dapat menggantikan Tonigol, yang hijrah ke Bayern Muenchen.
Para pengamat di Italia menyatakan sangat berat buat Pazzini menjadi mesin gol Fiorentina seperti Toni. Dalam dua musim, Toni mencetak 47 gol untuk La Viola. Minim pengalaman menjadi alasan kenapa Pazzini diragukan.
Pazzini belum membuktikan dapat mewujudkan harapan publik. Pada Euro U-21, Juni lalu, Italia berharap si penyerang menjadi mesin gol Gli Azzurrini. Faktanya: pemain berusia 23 tahun itu tak mencetak satu gol pun.
Meski para pengamat meragukan Pazzini, Fiorentina tetap percaya pada pemain yang berada di La Viola sejak musim 2004/05 dan mencetak 15 gol dalam 63 laga di Serie A itu. Buktinya dana 11 juta euro dari hasil penjualan Toni tak dipakai untuk mendatangkan bomber sekelas Tonigol.
Fiorentina memang menggaet Christian Vieri. Tapi, melihat catatannya dalam beberapa musim terakhir, bomber berusia 34 tahun itu jelas bukan pengganti ideal untuk Toni. Vieri lebih banyak istirahat daripada bermain karena cedera. Penyerang Italia di Piala Dunia 2002 ini lebih pas disebut sebagai pembimbing buat Pazzini.
“Dia memberikan contoh bagus untuk skuad Fiorentina,” kata pelatih Fiorentina, Cesare Prandelli, tentang Vieri setelah melihat antusiasme bomber yang akrab disapa Bobo itu dalam berlatih seperti dilansir fiorentinanews.
Supaya Pazzini sukses sebagai mesin gol, Fiorentina fokus pada servis untuk si penyerang. Kehadiran gelandang sayap Franco Semioli dari Chievo menjadi bukti. Sebelumnya Viola sudah punya dua pemain top pendukung penyerang utama, yakni Adrian Mutu dan Martin Jorgensen.
Didukung dan didampingi pemain berkualitas wahid seperti Mutu, Jorgensen, Vieri, Riccardo Montolivo, dan Fabio Liverani, kesempatan buat Pazzini untuk menjadi mesin gol lebih besar. Apalagi jika Fiorentina mendapatkan incaran mereka, yakni gelandang sayap Ricardo Quaresma (Porto) atau Jerome Rothen (PSG). (Riemantono)
"Mengapakah kita harus terlihat dan terdengar baik? "
Alasan mengapa, Pak Mario mengulur rentang waktu jawaban final discourse minggu lalu agak lama - baru terlihat dan terdengar dengan jelas dalam suatu pertemuan baru-baru ini, dan setelah saya mengerti alasan-nya; lalu saya berfikir " Dhalang Pancen ora kurang Lakon ".
Betul - selalu saja ada cara bagi Pak Mario untuk membuat orang-orang menjadi terlihat dan terdengar, bahkan harus terlihat dan terdengar baik.
Seperti yang telah saya tuliskan pada jawaban saya sebelumnya bahwa sepertinya mudah untuk menjawab pertanyaan itu - tetapi betapa demikian tidak mudahnya mengalirkan pengertian dalam susunan kata dan kalimat yang indah yang dapat mempengaruhi pembaca, mengundang kesan dan makna yang mendalam, menggugah, membangkitkan, lalu menyadarkan.
Berikut ini adalah pengertian yang berhasil saya rekam dalam daya ingat saya yang dangkal dari percakapan dengan teman-teman bersama Pak Mario Teguh, kecepatan tangan saya dalam menuliskan kata dan kalimat yang Beliau sampaikan tidak mampu mengalahkan ketertegunan saya dalam mamandang wajah Pak Mario sambil mencoba mencerna intisari pengertian yang ingin Beliau sampaikan, lalu dengan ikhlasnya Beliau mengarahkan agar kami yang mencoba mengalirkan awal dari Jawaban Final dari Discourse minggu lalu itu kepada teman-teman Super Members melalui milist.
Diri ini masih tetap merenungi, betapa tidak mudahnya walau sekedar mengalir teruskan.
Pak Mario, ijinkan saya mencoba menuangkan kembali pengertian dari Jawaban yang Bapak sampaikan ;
"Mengapakah kita harus terlihat dan terdengar baik? "
Jawabnya :
Karena kita hidup di alam bersama-sama manusia yang lain, bagi dia yang merasa tidak memerlukan untuk terlihat dan terdengar baik mungkin merasa hidupnya tidak bersama orang lain. Karena bila dicermati dengan lebih teliti - ternyata tugas dari setiap kita adalah harus memenangkan penilaian baik - terutama dalam persaingan didalam perang dengan orang-orang yang hanya tampil baik.
Bagi kita yang setia dalam membela kebaikan, kita harus menjadi juara "the champion" supaya orang yang hanya tampil baik tidak mendapat peran, mohon disadari bahwa dia yang tampil baik belum tentu setia dalam membela kebaikan.
Lalu bagaimanakah mengenali bahwa diri kita telah terlihat dan terdengar baik? mungkin disinilah sesungguhnya awal terhentinya pengertian diri ini ? bahwa yang ingin Pak Mario sampaikan kepada kita sesungguhnya bukan sekedar terlihat dan terdengar baik oleh sesama manusia, melainkan lebih jauh dari itu kita harus terlihat dan terdengar baik oleh Tuhan Yang Maha Melihat dan Yang Maha Mendengar....ketika mendengar penjelasan ini....diri ini menjadi lebih tertegun dan tertegun.
Disinilah nilai dari Do'a-do'a kita berperan, ketika kita berdoa bukankah kita berharap bahwa do'a kita didengar oleh Tuhan, tetapi pada saat yang bersamaan kita sering tidak sadar bahwa sesungguhnya Tuhan juga mendengar tentang hal-hal yang buruk yang ada pada pikiran kita sekalipun hal-hal buruk itu tidak kita ungkapkan, dan bahkan sesungguhnya kita sering lupa bahwa keburukan yang ada pada diri kita jauh lebih menumpuk dari pada lantunan do'a kita yang sering tunaikan.
Takdir kita di alam ini untuk menjadi makhluk sosial, dan untuk itu kita harus berhasil menjadi makhluk sosial yang baik, karenanya terlihat dan terdengar baik oleh orang lain sangat perlu.
Lalu bila ada yang bertanya, bukankah itu berarti pamrih ?
Memang pamrih tetapi pamrih yang baik, yaitu yang setia membela kebaikan dan sejauh mana kita dapat menjadi lebih berguna bagi orang lain bila kita terlihat dan terdengar baik - sesuatu yang kebaikannya kita tujukan untuk keuntungan lebih banyak orang dan bukan untuk semata-mata keuntungan diri pribadi kita, bukanlah sesuatu yang tepat untuk dipertanyakan apalagi dipersalahkan.
Lalu bila pertanyaan-nya bagaimana bila terlihat baik saja ? mengapa harus terdengar baik juga ? karena terlihat itu sifatnya lebih umum sedangkan terdengar itu lebih personal.
Dan bila ditelisik lebih jauh jawaban discourse ini ternyata mengacu kepada ajaran utama bahwa kita wajib membangun hubungan baik sesama manusia dan dan juga hubungan baik kepada Yang Maha Kuasa, andai saja diri ini mampu mengalirkan ulang pengertian jawaban discourse itu dalam pengertian yang lebih lengkap ?....
Ya Tuhan Engkau Yang Maha Mendengar, Engkau Yang Maha Melihat
Pak Mario.....mohon menguraikan ulang tentang jawaban Final-nya, karena dalam menyusun ulang jawaban ini - terasa sekali masih banyak pengertian-pengertian yang tercecer dan tersusun tidak sesuai urutan yang semestinya.
Sahabat Super Members yang baik, itulah yang dapat saya alirkan ulang dari apa yang saya dapatkan dalam bincang-bincang dengan teman-teman bersama Pak Mario Teguh.
"The greatest good you can do for another is not just to share your riches, but to reveal to him his own."
Benjamin Disraeli
1804-1881, Former British Prime Minister