
By Sinthionk
“Pak, Bu…becak,” tawar seorang tukang becak.
“Ndak Pak, naik angkot aja,” seraya menghentikan salah satu jalur angkutan.
Terlihat wajah pias Tukang becak atas penolakan itu.
Apakah ini menunjukkan kekalahan becak atas angkutan??
Becak adalah salah satu sarana transportasi yang tradisional, sebelum adanya mesin-mesin angkutan seperti saat ini. Becak merupakan alat angkutan yang ramah lingkungan karena tidak menyebabkan polusi udara. Selain itu, becak tidak menyebabkan kebisingan dan juga dapat dijadikan sebagai obyek wisata bagi turis-turis mancanegara.
Kalah bersaingnya antara becak dengan adanya angkutan membuat banyak tukang becak yang menganggur. Terlihatnya deretan becak yang mangkal di daerah Alun-alun Kota Malang, depan kantor pensiunan. Ada beberapa orang di antara mereka, bahkan terlihat tidur di dalam kendaraannya. Sementara rekan-rekannya terlihat asyik mengobrol.
Banyak tudingan yang diberikan pada tukang-tukang becak. Tudingan bahwa becak sering kali menyiptakan kesemrawutan dan merusak pemandangan, pengeksploitasian manusia (mereka bekerja sesuai dengan keinginan sendiri koq).
Bukan tudingan yang dibutuhkan tapi solusi untuk menuntaskan tudingan tersebut.
Bisa gak seh mereka dikasih rute sendiri/jalur khusus?? Tapi pemberian jalur khusus pun harus memperhatikan penumpang juga. Jangan sampe jalur khusus di perumahan yang sudah penuh dengan mobil-mobil mentereng (sama juga bohong!!). Secara cari kerja sekarang susyah....kasian bapak tukang becak neh!!
Ada yg menyanggah??
"Keindahan selalu muncul saat manusia berpikir positif"
Sinta yang lagi belajar nulis
sinthionk@yahoo. com
http://sinthionk. multiply. com
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel and lay it on us.
Membaca tulisan Ukhti Sinta, saya jadi teringat dengan pengalaman saya dengan Pak Becak, Pak Becak yang baik hati.
Suatu hari saya naik sepeda pulang dari rumah sahabat, jalannya berliku-liku. Saya sudah diberitahu arahnya tapi masih bingung juga. Saya berpikir, kira-kira siapa ya yang tahu jalur ini. Akhirnya saya melihat Pak Becak dan bertanya padanya, kemudian ditunjukkan arah sesuai pertanyaan saya.
Saya masih juga bingung, karena itu pertama kalinya di daerah tersebut. Singkat cerita, ternyata saya masih tersesat dan bertanya pada Pak Becak yang sama sampai TIGA KALI. Aduh, malunya...Akhirnya diantar sama Pak Becak...gratis. Hmm..baik ya!
Kalau di Solo, becak masih dihargai. Bahkan ada sekumpulan mahasiswa Sastra Inggris yang peduli dengan Perkumpulan Pak Becak ini. Mereka memberikan pelatihan Bahasa Inggris kepada bapak-bapak tersebut. Diharapkan, mereka tidak hanya melayani masyarakat Solo saja. Namun juga para turis yang berkunjung ke Solo. Nah, namanya jadi BECAK WISATA.
Kota Solo sekarang sedang gencar-gencarnya melakukan perbaikan kota seperti perbaikan PKL, pembenahan taman, pembangunan pasar tradisional, dll.
Walikota Solo mempunyai program Kota Solo menjadi Kota Pohon dan Kota Bunga. Termasuk pembangunan TECHNOPARK, yaitu taman kota yang dilengkapi dengan taman bermain, teknologi informasi, lapangan sepakbola mini, dan perpustakaan.
Kami masyarakat Solo berharap pada akhirnya nanti, yang dapat mengakses internet bukan hanya kalangan orang-orang mampu. Namun, anak-anak TK dan SD pun bisa mengenal internet dan mengaksesnya dengan mudah di taman ini.
O ya Ukhti Sinta dari Malang ya??
Makna Penderitaan
We are not a human being and having a spiritual experience. But we are a spiritual being and having a human experience.
Bagaimana cara kita sebagai mahluk spiritual bisa mencapai pencapaian tertinggi kita, yakni menjadi pribadi yang matang, bijaksana, tidak egosentris dan memiliki orientasi yang global universal?
Jalan satu-satunya untuk menuju ke sana adalah jalan PENDERITAAN.
Gambar pohon dengan batang dan akarnya yang kuat di samping ini menunjukkan betapa tanaman ini telah mengalami berbagai "ujian" dari alam untuk bisa bertahan hidup. Pohon yang bisa tumbuh sekokoh ini pasti sudah mengalami deraan angin kencang, hujan badai, kekeringan, dan berbagai peristiwa alam lainnya.
Kita sebagai manusia juga begitu. Kadang kita tak mengerti kenapa kita harus mengalami itu dan ini. Tapi suatu ketika nanti baru kita sadari, bahwa kita bukanlah yang dulu lagi. Ketika suatu ujian berhasil kita lalui, kita menjadi manusia yang lebih kuat, lebih tegar dan lebih bijaksana dalam menyikapi hidup.
M.Scott Peck, dalam bukunya yang sangat terkenal The Road Less Travelled menuliskan demikian:
Hidup itu sulit.
Hidup memang merupakan rentetan masalah.
Sebenarnya yang membuat hidup kita menjadi lebih sulit adalah bahwa proses menghadapi dan mengatasi masalah-masalah itu merupakan penderitaan tersendiri.. .
Ini sebenarnya karena rasa sakit yang ditimbulkan oleh kejadian atau pertentangan yang ada di dalam diri kita sendiri. Inilah yang kita sebut masalah.
Justru dalam proses menghadapi dan mengatasi masalah itulah hidup kita mempunyai makna. Masalah adalah garis pemisah antara keberhasilan dan kegagalan... .
Sebenarnya dapat kita katakan bahwa masalah itulah yang menciptakan keberanian dan kebijaksanaan kita. Hanya karena adanya masalah itulah kita bisa bertumbuh dewasa secara mental dan spiritual...
Seperti yang dikatakan Benyamin Franklin, "Hal-hal yang menyakitkan itu memberi pelajaran tertentu".
Inilah alasannya mengapa orang-orang bijaksana selalu belajar untuk tidak takut akan masalah, tetapi justru mau menghadapinya dan mau menerima penderitaan dari masalah tersebut.
Selanjutnya dari Dr. Peck, ada alat yang paling hakiki yang kita butuhkan untuk mengatasi masalah hidup yakni dengan DISIPLIN.
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan sarana, teknik, cara menderita yang konstruktif yang biasa disebut dengan DISPILIN itu? Dr. Peck menyebutkan ada 4 unsur yaitu:
1.
Menunda kepuasan
2.
Menerima tanggung jawab
3.
Menjunjung tinggi kebenaran dan
4.
Menyeimbangkan
Kemauan untuk mempergunakan sarana itu adalah CINTA.
Bila kita mencintai sesuatu, itu artinya hal itu ada maknanya bagi kita. Dan bila sesuatu itu bermakna bagi kita, kita akan menyediakan waktu untuknya, mengaguminya dan memeliharanya.
Yah, itulah kekuatan CINTA yang katanya: Beareth all things, believeth all things, hopeth all things, endureth all things.
CINTA itu menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
Mudah-mudahan kita semua diberkahi untuk mempunyai cinta yang sejati seperti ini.



