Search blog.co.uk

Posts archive for: 2 August, 2007
  • title-2743108

    Satu Ofensif Multi-Posisi

    Sesaat sebelum melakoni partai Trophee des Champions melawan Sochaux akhir pekan ini, bos Lyon, Alain Perrin, mengisyaratkan perburuan pemain yang dilakukan pihaknya mendekati akhir. Hanya satu pemain lagi yang diincar, walau sebenarnya OL membutuhkan dua lagi.

    Perrin, yang menggantikan Gerard Houllier setelah 2006/07 membawa Sochaux menjadi kampiun Piala Prancis, menyebut penutup pergerakan mereka pada jendela transfer bisa berupa seorang striker atau sayap kiri.

    Tatapan mengarah ke diri pemain multiposisi, Jose Antonio Reyes. Pemain ini mampu menjalani dua peran yang disebut Perrin tadi dengan baik. Apalagi, klub yang dibela sang pemain musim silam, Real Madrid, belum kunjung memenuhi harapan si pemain untuk mengikatnya dengan kontrak permanen setelah masa peminjaman semusim.

    “Saya akan menyambut gembira bila ia datang. Akan menarik pemain dengan level kemampuan seperti dirinya bergabung dengan kami. Bila ingin memainkan 4-4-2, kami butuh penyerang. Apalagi, Reyes punya kaki kiri yang mantap hingga bisa tampil baik juga di kiri. Kenyataannya ia bisa bermain di semua sisi di depan,” ucap Perrin pada L’Equipe.

    Kontak yang dilakukan Lyon dengan kubu Reyes berlangsung positif. Agen sang penyerang, Jesus Rodriguez de Moya, mengatakan eks Arsenal dan Sevilla ini mempertimbangkan serius penawaran juara bertahan Ligue 1 ini.

    Solusi Bek Tengah

    Kesempatan Les Gones menggamit penentu titel Madrid musim lalu tersebut lumayan besar. Reyes menjadikan El Real sebagai prioritas pertama. Namun, Lyon menjadi prioritas selanjutnya setelah juara La Liga itu tidak mengajukan tawaran.

    Lyon berkali-kali dihubungkan dengan beberapa penyerang menyusul minimnya amunisi tangguh di depan. Incaran sebelumnya, Fernando Morientes, sudah menegaskan tidak ingin hijrah dari Valencia. Reyes bisa jadi akan berseragam Lyon musim depan mengingat ambisi Presiden Jean-Michel Aulas menjadikannya target setelah Morientes.

    Les Gones memang tinggal memfokuskan perburuan mereka untuk sisi depan. Bek sentral yang sebelumnya disebut pelatih paruh baya itu masih perlu pemain anyar sudah mendapat solusi dari Korea.

    “Tiga pemain yang ada (Mueller, Cris, dan Squillaci) akan bersaing ketat. Pemain muda, Sandy Paillot, tampil bagus di Peace Cup. Ia akan menjadi bek tengah pilihan keempat. Mathieu Bodmer pun bisa menjadi jawaban,” sebut Perrin.

    Tanpa banyak perekrutan, OL memang akan berharap banyak pada pemain-pemain yang ada. Reyes akan menambah paten kekuatan mereka. (Christian Gunawan)

    Korea vs Jepang 0-0 (6-5 a.p.)
    Pertahanan Jadi Kunci

    Dalam sepakbola terdapat adagium “menyerang adalah pertahanan terbaik!” Tapi, Korea menggunakan filosofi sebaliknya dalam perebutan peringkat ketiga Piala Asia di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Sabtu (28/7).

    Pertahanan solid Taeguk Warriors, ditambah penampilan heroik kiper Lee Woon-jae, membuat Jepang mati kutu dan takluk lewat adu penalti. Setelah berakhir 0-0 dalam waktu normal plus perpanjangan waktu, Korea unggul 6-5 dalam fase adu penalti.

    Disaksikan sekitar 20.000 pasang mata, termasuk Presiden FIFA, Sepp Blatter, bos AFC, Mohamed bin Hammam, Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, dan Gubernur Sulsel, Syahrial Oesman, lini belakang Korea, yang digalang kuartet muda Kim Jin-kyu, Kim Chi-woo, Kang Min-soo, dan Oh Beom-seok, tak mampu ditembus Naohiro Takahara dkk.

    Padahal, para pemain Samurai Biru mendikte pertandingan di sepanjang babak pertama. Praktis, Korsel cuma bisa sesekali mengandalkan serangan balik lewat penyerang sayap lincah, Lee Chun-soo di kanan dan Yeom Ki-hun di kiri.

    “Jepang memang lebih bagus di awal babak pertama. Kami dibuat kewalahan,” ujar pelatih Pim Verbeek seusai laga. “Di menit ke-20 baru kami mulai bisa mengontrol gim ini. Sayang ada insiden kartu merah yang mendadak mengubah jalannya pertandingan.”

    Pada menit ke-56 wasit Ali Al-Badwawi memang mengeluarkan stoper Kang Min-soo--yang sudah terkena kartu kuning di menit ke-10--karena dianggap menyikut Takahara.

    Keputusan tersebut langsung diprotes Verbeek karena persis beberapa detik sebelumnya pelanggaran Takahara terhadap Kim Chi-woo dibiarkan oleh pengadil berkepala plontos tersebut. Yang parah bukannya minta masukan hakim garis untuk merevisi keputusan, wasit asal Uni Emirat Arab itu malah mengusir Verbeek dan asistennya, Hong Myung-bo.

    Psikologis

    Kendati bermain dengan 10 orang, Si Merah tetap mampu meredam serbuan sang juara bertahan yang sudah menambah daya gedor dengan memasukkan bomber Hisato Sato dan Naotake Hanyu. Di perpanjangan waktu, pelatih Ivica Osim, yang mulai terlihat putus asa, mengganti Takahara dengan Kisho Yano.

    Gol yang diharapkan pun tak kunjung lahir, meski peluang emas kian menggunung. Tendangan keras Hanyu di menit ke-116, misalnya, masih membentur kaki Kim Chi-gon, sementara voli kaki kiri Sato dua menit menjelang akhir laga masih bisa dijangkau Woon-jae.

    Secara psikologis, Korsel lebih diuntungkan di fragmen adu penalti. Itu terbukti ketika sang kapten--yang dijuluki Tangan Laba-Laba ketika mengatasi Spanyol di adu penalti perempatfinal Piala Dunia 2002--sukses menepis eksekusi Hanyu, algojo keenam Samurai Biru yang sebetulnya nyaris jadi pahlawan pada menit-menit terakhir perpanjangan waktu.

    “Kami tak bisa bikin gol. Itu penyebab kekalahan kami,” tukas Osim, yang menyalahkan faktor keletihan sebagai alasan kenapa timnya tak bisa cukup kreatif dan berkombinasi dengan baik.

    “Kami juga tidak dipayungi kemujuran,” kilahnya dalam sesi jumpa pers yang juga dihadiri BOLA. “Padahal, tak ada lawan yang tampil lebih baik dibandingkan dengan kami di sepanjang turnamen ini.” (Barry Manembu)

    Rekaman Pertandingan
    ---------------------------
    Korsel vs Jepang 0-0 (6-5 a.p.)
    Waktu: 28 Juli
    Stadion: Gelora Sriwijaya Palembang
    Wasit: Ali Al-Badwawi (UEA)
    Kartu Kuning: 22-Min-soo (10', 56'), 27-Jang-eun (37'), 9-Jae-jin (85'); 21-Kaji (106')
    Kartu Merah: 22-Min-soo (56')
    KOREA (4-3-3): 1-Woon-jae; 3-Jin-kyu, 15-Chi-woo, 22-Min-soo, 16-Beom-sook; 17-Jung-woo, 8-Do-heon (13-Chi-gon 65'), 27-Jang-eun (6-Ho 85'); 19-Ki-hun (11-Keun-ho 39'), 9-Jae-jin, 10- Chun-soo. Pelatih: Pim Verbeek (Bld)
    JEPANG (4-3-2-1): 1-Kawaguchi; 3-Komano, 22-Nakazawa, 6-Abe, 21-Kaji; 9-Yamagushi (11-Sato 78') , 14-K. Nakamura (8-Hanyu 71'), 13-Suzuki; 7-Endo, 10-S.Nakamura; 19-Takahara (20-Yano 115') Pelatih: Ivica Osim (Bih)

    Siap Latih Indonesia

    Enam tahun bersama Korea dianggap sudah cukup buat Pim Verbeek. Begitu Taeguk Warriors gagal melangkah ke final, sang meneer langsung meminta pihak KFA (Asosiasi Sepakbola Korea) memutus kontraknya yang sebetulnya masih sampai Olimpiade 2008.

    “Saya mengalami masa-masa menyenangkan bersama timnas Korea. Namun, kini saatnya mencari tantangan baru,” ujar pria berusia 51 tahun tersebut, Sabtu (28/7). Ia resmi mengundurkan diri di Jakabaring dan mengaku bakal rihat hingga akhir tahun sebelum aktif lagi.

    Secara implisit, Verbeek mengaku tak tahan dengan tekanan publik Korea. “Setiap kali para pemain mengenakan kostum timnas, kami dituntut menang mudah. Rupanya, gara-gara lolos ke semifinal Piala Dunia 2002, masyarakat masih menganggap kami tim nomor empat dunia,” cetusnya.

    “Namun, saya bangga dengan tim ini. Mereka masih muda dan punya mental dan daya juang tinggi,” imbuhnya. “Kelemahan utama kami adalah tim ini tak mencetak cukup banyak gol. Toh dari segi pertahanan, tim ini sangat solid. Ini peningkatan pesat mengingat dulu masalah terbesar Korea adalah keroposnya lini belakang.”

    Yang menarik eks asisten Guus Hiddink dan Dick Advocaat itu mengaku takkan kapok menangani negara-negara Asia. Bahkan saat BOLA menanyakan apakah ia bersedia menukangi timnas Indonesia, Verbeek spontan tersenyum simpul.

    “Kalau memang federasi Anda datang dengan tawaran menarik, kenapa tidak?” ujarnya. “Tapi, tentu saja uang takkan jadi satu-satunya pertimbangan. Uang memang penting, tapi bukanlah hal yang terpenting.”

    Jadi, hal-hal apa saja yang akan membuat Verbeek tertarik? “Harus ada tantangan, organisasi dan liga yang baik, serta visi ataupun target yang realistis,” jawabnya.

    “Yang pasti saya menyukai Indonesia,” tegasnya. “Ini negara sepakbola yang besar. Para fan sungguh menakjubkan, demikian pula atmosfer di stadion. Saya baru sadar betapa masyarakat di sini sangat menggilai sepakbola.”

    “Terus terang saya menikmati berada di Indonesia sejak pertama kali menginjakkan kaki di sini. Saya menikmatinya menit demi menit,” ujar Verbeek. “Saya akan serius mempertimbangkan kalau memang ada tawaran untuk melatih negeri Anda.”

    Bagaimana, PSSI?

  • Dream Team Piala Asia

    Dikuasai Asia Barat

    Prediksi tentang kans besar kontingen Asia Barat pada Piala Asia 2007 memang menjadi kenyataan. Fakta bahwa sejarah berpihak pada tim-tim dari belahan barat bujur bumi dalam dua perhelatan sebelumnya di Asia Tenggara menjadi ini sebagai barometer utama.

    Setelah dua finalis Asia Barat, Irak dan Arab Saudi, bertemu di partai puncak, dan akhirnya memunculkan Irak sebagai kampiun Benua Kuning, kini giliran kita menyimak siapa-siapa saja personel yang layak berada di jajaran 11 pemain terbaik turnamen.

    Dari faktor pelakon final itu saja bisa kita kerucutkan kesimpulan bahwa kekuasaan dipegang wakil-wakil Jazirah Arab. Dalam hal ini, Irak dan Arab diwakili enam pemain. Irak ditopang empat pemain ditambah pelatih Jorvan Vieira, sedangkan Arab menyumbang dua pemain.

    Armada ras kuning, meski cuma berhasil menembus semifinal berkat kontribusi Korea dan Jepang, tetap pantas masuk hitungan. Alasannya adalah kualitas permainan serta determinasi tinggi setiap individu mereka, yang kali ini bisa dibilang tidak dipayungi dewi fortuna.

    Well, siapa saja anggota yang pantas masuk the dream team Piala Asia 2007 versi BOLA?

    Di bawah mistar, kita tak bisa menyingkirkan sosok Lee Won-jae. Kiper kawakan sekaligus kapten Korea ini dua kali menjadi pahlawan Ginseng dalam drama adu tendangan penalti. Kegagalan Lee muncul di semifinal kontra Irak. Tapi, bukan lantaran keburukannya, melainkan karena lemahnya algojo Taeguk Warriors.

    Di lini belakang, duet plontos Irak, Jasim Al Hamd dan Basem Gatea, tak tergeserkan lagi. Kehebatan mereka dalam mematikan sengatan Arab adalah acuannya. Sementara itu Oh Beom-seok (Korea) dan Yuji Nakazawa (Jepang) mendapat nilai plus karena sama-sama kuat dalam bertahan dan cukup menakutkan pula saat menyerang.

    Di tengah, pemilihan terasa cukup sulit karena melimpahnya telenta. Taiseer Al Jassam (Arab Saudi) dan Hawar Taher (Irak) akhirnya masuk karena aspek intensitas serangan yang mampu mereka terapkan hampir di setiap laga. Begitu pula dengan Shunsuke Nakamura (Jepang). Gelandang flamboyan ini pun tampil konsisten sepanjang turnamen.

    Di barisan depan, gelar top scorer yang digenggam bersama oleh trio Yasser Al Qahtani (Arab Saudi), Younes M. Khalef (Irak), dan Naohiro Takahara (Jepang) rasanya cukup menjawab soal kepantasan ketiganya duduk di sini. (shr)

    Formasi 4-3-1-2
    Kiper: Lee Won-jae (Korea)
    Bek Kanan: Oh Beom-seok (Korea)
    Bek Tengah: Jasim Al Hamd (Irak)
    Bek Tengah: Yuji Nakazawa (Jepang)
    Bek Kiri: Basem Gatea (Irak)
    Gelandang Kanan: Taiseer Al Jassam (Arab Saudi)
    Gelandang Tengah: Shunsuke Nakamura (Jepang)
    Gelandang Kiri: Hawar Taher (Irak)
    Penyerang Lubang: Yasser Al Qahtani (Arab Saudi)
    Penyerang Kanan: Younes M. Khalef (Irak)
    Penyerang Kiri: Naohiro Takahara (Jepang)
    Pelatih: Jorvan Vieira (Irak)

    Cisco Systems
    Manjakan Jurnalis Peliput

    Rasanya panitia lokal Piala Asia 2007 pantas mengacungkan jempol dan berterima kasih pada Cisco Systems. Pasalnya, sepanjang tiga pekan ke belakang, sumbangsih perusahaan koneksi internet nirkabel asal Amerika Serikat ini benar-benar memperlancar kinerja para jurnalis, baik tulis maupun foto.

    Kehadiran hotspot alias titik-titik pemancar sinyal wi-fi di tribun pers serta di dalam media centre yang terbelah di dua sisi (Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Main Media Centre gedung piramid KONI Pusat) sangat membantu para kuli disket dalam melaporkan berita secepat mungkin.

    “Jika diibaratkan, kami ini layaknya sebuah pipa. Sangat sering orang melupakan kontribusi pipa. Saat segala yang berurusan dengan pipa itu mampet, barulah tukang pipa dianggap penting,” kata Irfan Setiaputra, country manager Cisco Systems Indonesia.

    Maksudnya Irfan adalah di Piala Asia kali ini Cisco bertindak sebagai “pipa” untuk lalu lintas download dan upload informasi serta foto. So, agar perhelatan terbesar Asia ini berjalan lancar, Cisco memastikan semua layanan nirkabel dipasang dengan sistem yang terbaik.

    Implementasi infrastruktur jaringan nirkabel memakan waktu lebih singkat dibanding infrastruktur jaringan kabel. Wi-fi juga menawarkan pengelolaan sistem yang jauh lebih sederhana. Inilah yang mendasari LOC Jakarta untuk menunjuk Cisco, yang juga telah berkontribusi serupa di Piala Thomas 2004 Jakarta.

    “Kekuatan jaringan memiliki peran yang penting dalam kegiatan olahraga. Kami bangga dengan kontribusi Cisco dalam menyediakan layanan nirkabel di area stadion,” ucap Nugraha Besoes, Sekjen PSSI sekaligus Ketua LOC Asian Cup Indonesia. “Kami percaya perangkat Cisco mampu menghadirkan jaringan nirkabel yang terbaik bagi media.”

    Ucapan Nugraha terbukti. Paling tidak ini dirasakan oleh ratusan jurnalis yang malang-melintang dalam peliputan. Selain memberikan jaminan kecepatan tinggi, penyediaan wi-fi secara gratis pun pantas disyukuri. Pasalnya, dalam turnamen sekelas Piala Dunia dan Piala Eropa, media masih dipungut bayaran jika ingin memanfaatkan layanan wi-fi stadion. (shr)

  • STROKE dan POLA MAKAN

    Belakangan ini, di kota-kota besar semakin banyak kita melihat orang yang cacat karena stroke. Yang terkena bukan cuma orang-orang tua tapi juga banyak yang baru berumur 30-40 tahun. Menurut catatan, stroke menjadi penyebab kematian no. 3 di negeri kita.

    Anda mungkin sudah sering bahkan bosan membaca artikel tentang stroke. Tapi, tahukah Anda dengan pola makan, stroke bisa terjadi dan berkat pola makan pula stroke bisa dicegah.

    Selama ini yang sering dituduh sebagai biang keladi stroke adalah pola makan yang kaya kolesterol. Semua bahan makanan yang berasal dari hewan mengandung kolesterol dengan kadar yang berbeda-beda dan lemak. Namun, tidak semua lemak jahat. Lagi pula tubuh tetap membutuhkan lemak untuk berbagai kebutuhan.

    Yang sering dituding sebagai penyebab stroke adalah lemak jenuh seperti lemak pada daging sapi, babi, ayam, mentega, margarin, krim dan minyak kelapa serta lemak lainnya yang membeku pada suhu ruangan. Sebagai gantinya, kita diajak untuk melirik ikan ini - dianjurkan untuk disantap 2-3 kali seminggu - terutama yang kaya Omega 3 karena dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah.

    Selain itu, masih ada bahan makanan lainnya yang membantu mencegah stroke. Yakni buah dan sayur. European Journal of Clinical Nutrition, Mei 2000, menyebutkan kalium yang terdapat pada apel menurunkan resiko stroke. Sebenarnya, tak terbatas pada apel, buah dan sayuran lain pada umumnya kaya kalium dan mineral lain serta vitamin A dan C.

    Prof. David Schubert dari AS dalam penelitiannya melihat otak yang terpapar vitamin E akan terlindung dari stroke. Sementara itu, JoAnn E. Manson, MD dari Harvard Medical School, AS melihat karoten yang oleh tubuh diubah menjadi racun yang membentuk plak pada pembuluh darah, sebagai tanda penyebab stroke.

    Marilah mulai sekarang kita menegakan pola makan yang lebih menekankan pada sayur dan buah serta mengurangi asupan lemak jenuh demi mencegah serangan stroke.

    "Dari semua makanan yang tersedia dan dapat anda pilih, makanan vegetarian jelas merupakan yang terbaik." Willian P. Castelli, MD (Harvard Medical School).

    Tahukah anda bahwa sekarang ini pola hidup vegetarian sudah menjadi trend dan semakin banyak orang menjadi vegetarian, mulai dari dokter, ahli gizi, ilmuwan, atlit, artis, supermodel dll. Di AS terdapat lebih dari 17 juta orang bervegetarian dan bertambah 1 juta orang setiap tahunnya, demikian juga dengan negara maju lainnya.

    Para dokter dan ahli gizi terkemuka dunia sudah membuktikan bahwa vegetarian jauh lebih sehat, kuat dan berumur panjang dibanding non vegetarian. Dr. T. Colin Campbell dari Cornell University yang sangat terkenal dengan China Project Study menyimpulkan dari penelitiannya bahwa "mayoritas penyakit modern seperti serangan jantung, kanker, dan penyakit degeneratif lainnya dapat dicegah hanya dengan mengadopsi pola makan nabati." Bahkan dengan beberapa dokter lain diantaranya Dr. Dean Ornish dari University of California membuktikan bahwa penyakit atherosklrerosis (penyumbatan arteri) dapat dicegah dan disembuhkan hanya dengan pola makan vegetarian yang rendah lemak.

    Sumber : Kompas 22 November 2006 dan Indonesia Vegetarian Society

  • Kegunaan Coca-Cola

    Coca-cola nggak cuma bisa buat diminum, ternyata ada kegunaan yang lain. Simak deh
    1. Untuk membersihkan toilet : Tuangkan sekaleng Coca-Cola ke
    Dalam toilet. Tunggu sejam, kemudian siram sampai bersih. Asam sitric
    dalam Coca-Cola menghilangkan noda-noda dari keramik .

    2. Untuk membersihkan karburator mobil : Campur sekaleng
    Coca-Cola ke dalam karburator. Panaskan mesin 15-30 menit. Dinginkan mesin,
    setelah itu buang air karburator. Anda akan melihat karat yang
    rontok bersama air tersebut.

    3.Untuk menghilangkan titik-titik karat dari bumper /chrome
    mobil:
    Gosok bumper dengan gumpalan alumunium foil yang direndam dalam
    Coca-Cola .

    4.Untuk membersihkan korosi dari terminal aki mobil : Tuangkan
    sekaleng Coca-Cola di atas terminal aki untuk membersihkan korosi.

    5.Untuk melonggarkan baut yang berkarat : Gosokkan kain yang
    direndam dalam Coca-Cola pada baut yang berkarat .

    6.Untuk menghilangkan noda-noda lemak pada pakaian : Tuangkan
    sekaleng Coca-Cola ke dalam tumpukan cucian yang bernoda lemak,
    tambahkan detergent, dan putar dengan putaran normal.
    Coca-cola/Pepsi akan menolong menghilangkan noda lemak.

    Coca-Cola juga membersihkan kabut pada kaca depan mobil. Kita
    minum Coca-Cola/Pepsi! Tentu saja juga untuk ? membersihkan? sistem kita.
    Lagipula kita semua membayar untuk itu.

    Untuk Perhatian Kita

    PH rata-rata dari soft drink, a.l. Coca-Cola & Pepsi adalah 3.4.
    Tingkat keasaman ini cukup kuat untuk melarutkan gigi dan tulang!
    Tubuh kita berhenti menumbuhkan tulang pada usia sekitar 30th.
    Setelah itu tulang akan larut setiap tahun melalui urine tergantung
    dari tingkat keasaman makanan yang masuk. Semua Calcium yg larut
    berkumpul di dalam arteri, urat nadi, kulit, urat daging dan organ,
    yang mempengaruhi fungsi ginjal dalam membantu pembentukan batu
    ginjal.

    Soft drinks tidak punya nilai gizi (dalam hal vitamin dan
    mineral). Mereka punya kandungan gula lebih tinggi, lebih asam, dan banyak zat
    aditif seperti pengawet dan pewarna.

    Sementara orang suka meminum soft drink dingin setelah makan,
    coba tebak apa akibatnya? Akibatnya? Tubuh kita mempunyai suhu optimum 37
    supaya enzim pencernaan berfungsi.

    Suhu dari soft drink dingin jauh di bawah 37, terkadang mendekati
    0. Hal ini mengurangi keefektivan dari enzim dan memberi tekanan pada
    sistem pencernaan kita, mencerna lebih sedikit makanan.

    Bahkan makanan tersebut difermentasi. Makanan yang difermentasi
    menghasilkan bau, gas, sisa busuk dan racun, yang diserap oleh usus,
    diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh. Penyebaran racun ini
    mengakibatkan pembentukan macam-macam penyakit.

    Beberapa Contoh
    Dua bulan lalu, ada sebuah kompetisi di Universitas Delhi:
    Siapa dapat minum Coca-Cola paling banyak?? Pemenangnya meminum 8
    botol dan mati seketika karena kelebihan Karbondioksida dalam darah
    dan kekurangan oksigen. Setelah itu, Rektor melarang semua soft
    drink di semua kantin universitas.

    Seseorang menaruh gigi patah di dalam botol pepsi, dan dalam 10
    hari
    gigi tersebut melarut! Gigi dan tulang adalah satu-satunya organ
    manusia tetap utuh selama tahunan setelah manusia mati

    Bayangkan Apa yang minuman tersebut pasti lakukan pada usus dan
    lapisan perut kita yang halus!

    Permohonan Kepada Semua Forward kabar ini kepada teman-teman
    untuk menambah Kewaspadaan terhadap kegunaan soft drink.

    Kegunaan Coca Cola

    Sekedar koreksi kegunaan Cocacola item no.2 mestinya RADIATOR bukan KARBURATOR kali yaaa........ ......karena setahu saya di karburator seharusnya tidak boleh ada air.
    Kalo karburator dituangin cocacola apa mungkin mesin hidup ?????
    Kalo bisa hidup waaaahhh.... ...bensin bakal tak laku tuuuuhhhh... ...

    Demikian, mohon diteruskan ke pusat informasinya dari mana tips ini didapat, bagi yang sudah merasa menerima tips ini mudah2an belum pernah mencoba.

    Subject: Fw: Kegunaan Coca Cola
    Date: Fri, 24 Nov 2006 10:03:27 +0700

  • Satu Hal yang Pasti

    Satu Hal yang Pasti...President Iran tidak berubah dari rakyat jelata dimana hidup dengan kesederhanaan dan tanpa pengawalan sekarangpun setelah jadi president tetap mempertahankan hal tersebut. Terlepas dari standarisasi protokol ketatanegaraan di Indonesia dimana mentri yang baru diangkat saja dapat pengawalan, hal tersebut karena tidak terlepas dari undang2 yang dibuat oleh para politikus negara kita.

    Saya ingat sekali pada saat 1 minggu terjadi bencana Lapindo, president SBY segera meluncur ketempat kejadian dan berjanji bahwa masalah akan dituntaskan dalam 1 bulan ke depan, semua kerugiaan harta dari penduduk yang terkena dampak lapindo akan diberikan hak nya.. tetapi kenyataannya mana ?? tetap saja setelah 1 thn berlalu janji palsu itu tidak terwujud..

    Mana janji Menko Kesra yang harusnya mensejahterakan rakyatnya malah membuat sengsara rakyatnya ? inikah citra pemimpin ??

    tapi menurut saya sih Indonesia ini miskin,macam2 miskinnya uda miskin ,bodoh lagi dan tambahan sombong lagi,ini typicaly
    contohnya pd waktu bush datang kemarin itu lho, mestinya kan dekati,belajar, pintar,usaha kmudian mungkin kaya,jangan di korup lakukan dengan ihlas, setelah itu klo uda sejajar baru jajal.(amerika bisa ratakan indonesia ndak sampai 10 menit,apalagi santet ndak mempan)
    mereka yang terpilih : yang pintar,beriman, beramal dan ihclas
    wass
    rids

    UUD 45:
    Pasal 33 ayat 2: "Cabang-cabang produksi yang penting
    bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang
    banyak dikuasai oleh negara," pada ayat 3: "Bumi, air,
    dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai
    negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya
    kemakmuran rakyat,"

    Saat ini justru kekayaan alam Indonesia seperti migas,
    emas, tembaga, dsb dikeruk oleh perusahaan2 asing
    seperti Exxon, Chevron, Freeport, dsb. Di blok Gas
    terbesar di Indonesia, Natuna, Exxon hanya memberi 0%
    kepada Indonesia sementara mereka menikmati 100%.
    Tidak heran rakyat Indonesia mayoritas miskin dan
    hanya segelintir orang yang bekerja untuk perusahaan2
    asing itu saja yang kaya.

    Venezuela dulu juga begitu. Meski mereka kaya dengan
    cadangan gas lebih dari rp 700 trilyun, namun kekayaan
    alam mereka dikuasai asing.

    Seperti di Indonesia, rakyat mereka mayoritas miskin
    dan Venezuela memiliki hutang lebih dari US$ 45 milyar
    (lebih dari rp 414 trilyun).

    Meski demikian sejak Chavez berkuasa dia mengembalikan
    kekayaan alam Venezuela dari perusahaan asing ke
    negara mereka sendiri. Rakyat Venezuela bisa menikmati
    Bensin sampai rp 292 per liter. Bahkan Chavez
    menawarkan minyak murah untuk warga miskin di AS.
    Hutang mereka pun terus berkurang di bawah
    kepemimpinan Chavez. Pendapatan per orang di sana naik
    jadi US$ 4.800 /tahun atau rp 3,6 juta per bulan per
    orang. Artinya pendapatan keluarga dgn 2 anak rata2
    sekitar Rp 14 juta lebih per bulan. Sementara kita
    rata2 hanya rp 1 juta per bulan.

    Sudah saatnya rakyat Indonesia dan para pemimpinnya
    bangkit untuk mengelola sendiri kekayaan alam di
    Indonesia. Toh mayoritas pekerja di perusahaan asing
    tersebut ternyata adalah bangsa Indonesia sendiri.

    Tentu ada sebagian dari orang yang menikmati kekayaan
    alam kita dengan menjadi kaki tangan asing akan
    menentang dan membela kepentingan tuan mereka. Namun
    mudah2an itu tidak menjadi halangan.

    > Setelah Uncle Bush datang, Gas Natuna
    > menjadi 100:0 (100 utk
    > AS/Exxon : 0 utk Indonesia).. .ada komentar dari
    > Pakde Amien ttg
    > perbandingan Bolivia & Venezuela vs Indonesia... .
    > Saya saat ini sedang menunggu apa tanggapan
    > para neoliberalis di
    > LISI ini tentang fenomena keberanian Bolivia dan
    > Venezuela... .tapi belum
    > ada yang membahasnya dengan tuntas....
    > Gimana para Neoliberalis ?
    >
    > Nasionalisasi Migas ala Bolivia
    > M Amien Rais
    >
    > Evo Morales (46) memenangi pemilihan presiden atau
    > pilpres Bolivia pada
    > Desember 2005 dan dilantik Januari 2006.
    > Ia adalah penduduk asli Bolivia dari suku Indian
    > Aymara, yang dalam
    > kampanyenya menekankan perlunya pemilikan kembali
    > rakyat Bolivia atas
    > sumber daya alam, khususnya hydrocarbon (migas) yang
    > selama itu dikuasai
    > korporasi asing.
    > Cadangan gas alam Bolivia ditaksir lebih dari 50
    > triliun kaki kubik dengan
    > nilai lebih dari 70 miliar dollar AS, sementara
    > penduduknya sekitar
    > sembilan juta. Belum lagi kekayaan alam seperti
    > minyak, barang-barang
    > mineral, dan kekayaan hutan. Morales menyatakan
    > dirinya tidak gila jika
    > bercita-cita memakmurkan rakyat Bolivia sejajar
    > rakyat Swedia.
    > Selama berkampanye, Morales berjanji sumber daya
    > alam tidak dapat
    > diprivatisasi, tidak boleh dikuasai korporasi asing,
    > dan harus dilakukan
    > renegosiasi (negosiasi ulang) atas seluruh kontrak
    > karya pertambangan. Evo
    > juga setuju bila perlu melakukan nasionalisasi tanpa
    > konfiskasi,
    > nasionalisasi tanpa ekspropriasi, alias negosiasi
    > tanpa perampokan. Dengan
    > kata lain, akan ada kompensasi (ganti rugi) terhadap
    > korporasi asing bila
    > Bolivia terpaksa melakukan nasionalisasi.
    > Di Bolivia ada 20-an korporasi asing bergerak di
    > pertambangan migas, antara
    > lain Repsol YPF (Spanyol), Petrobras (Brasil), Total
    > (Perancis), Exxon
    > (Amerika), British Gas (Inggris), dan Royal Dutch
    > Shell (Belanda).
    > Mereka mencoba menakut-nakuti Morales dengan gertak
    > sambal. Katanya,
    > Bolivia dapat dibawa ke arbitrase internasional dan
    > rugi miliaran dollar AS
    > karena berani mengotak-atik, bahkan menuntut
    > negosiasi ulang berbagai
    > kontrak karya dan bagi hasil yang telah
    > ditandatangani.
    > Akan tetapi, Morales bukan Si Peragu seperti dua
    > presiden sebelumnya,
    > Gonzalo Sanches de Lozada dan Carlos Mesa yang
    > diusir rakyatnya karena
    > menempatkan diri sebagai pembela kepentingan
    > korporasi asing, bukan
    > kepentingan rakyat Bolivia.
    > Morales membangun axis of good atau poros kebaikan
    > terdiri dari Bolivia,
    > Venezuela, dan Kuba, untuk menyindir axis of evil
    > atau poros kejahatan yang
    > kata George Bush terdiri dari Korea Utara, Iran, dan
    > Irak. Dalam wawancara
    > dengan Der Spiegel, Morales mengatakan, reserve
    > moral yang ia miliki
    > terdiri dari trilogi sederhana: jangan mencuri,
    > jangan bohong, dan jangan
    > malas (do not steal, do not lie, and do not be
    > idle).
    >
    > Korporasi asing tunduk
    > Setelah lima bulan menjadi Presiden Bolivia, Morales
    > melaksanakan janjinya.
    > Tanggal 1 Mei 2006 tentara Bolivia menduduki 56
    > ladang gas dan minyak serta
    > instalasi penyulingan di seluruh negeri. Dekrit
    > Presiden Nomor 28701
    > tentang nasionalisasi industri migas diterbitkan.
    > Rakyat Bolivia lega,
    > Presiden memenuhi janji.
    > Dalam dekrit itu, antara lain ditegaskan, cadangan
    > minyak dan gas Bolivia
    > dinasionalisasi; 51 persen saham pemerintah yang
    > pernah diprivatisasi di
    > lima perusahaan migas pada tahun 1990 diambil
    > kembali; seluruh perusahaan
    > migas asing harus menyetujui kontrak baru yang
    > ditentukan Yaciementos
    > Petroliferos Fiscales Bolivianos (YPFB), perusahaan
    > negara milik Bolivia
    > dalam tempo 180 hari; gabungan pajak dan royalti
    > yang diserahkan perusahaan
    > gas asing yang memproduksi lebih dari 100 juta kaki
    > kubik dinaikkan menjadi
    > 82 persen dari sebelumnya yang hanya 50 persen dan
    > mula- mula hanya 30
    > persen; Pemerintah Bolivia melakukan audit investasi
    > dan keuntungan semua
    > perusahaan migas asing di Bolivia untuk menentukan
    > pajak, jumlah royalti
    > dan ketentuan operasi di masa depan; dan tak kalah
    > penting, migas hanya
    > boleh diekspor setelah kebutuhan domestik Bolivia
    > dipenuhi. Jika tidak
    > setuju isi dekrit, perusahaan asing itu dipersilakan
    > meninggalkan Bolivia.
    > Apa yang terjadi? Sehari sebelum tenggat, 29 Oktober
    > 2006, semua korporasi
    > besar yang beroperasi di Bolivia memilih tetap di
    > Bolivia, tunduk kepada
    > kemauan pemerintah, yang hakikatnya kemauan rakyat
    > Bolivia.
    > Evo Morales, seperti Hugo Chavez, Presiden Venezuela
    > sebelumnya,
    > membuktikan kekeliruan brain washing, menuntut
    > renegosiasi kontrak karya
    > yang merugikan rakyat mustahil dilakukan bila sudah
    > ditandatangani.
    >
    > Keuntungan Bolivia
    > Chavez dan Morales mampu menerobos kendala mental,
    > moral, politik, dan
    > ekonomi yang sengaja dipasang berbagai korporasi
    > asing. Menurut Morales,
    > berkat negosiasi ulang, Bolivia meraup satu miliar
    > dollar AS, dan empat
    > miliar dollar AS per tahun pada tahun-tahun
    > berikutnya. Belum lagi jika
    > renegosiasi kontrak nonmigas dan sumber-sumber non-
    > renewable lain juga
    > berhasil.
    > Mengingat jumlah rakyat Bolivia hanya
    > seperduapuluhdua rakyat Indonesia,
    > perolehan Bolivia seperti jika Indonesia mendapat 88
    > miliar dollar AS per
    > tahun. Rakyat Bolivia tentu lebih bahagia dibanding
    > rakyat Banglades yang
    > salah satu putra terbaiknya meraih Nobel Perdamaian.
    > Dan tentu lebih
    > berbahagia dibanding rakyat Indonesia yang diberi
    > tahu para pemimpinnya
    > bahwa kontrak karya migas dan nonmigas dengan
    > korporasi asing tidak bisa
    > diubah.
    > Mengapa? Katanya, jika menuntut negosiasi ulang,
    > apalagi nasionalisasi
    > industri migas dan pertambangan, Indonesia bisa
    > dikucilkan masyarakat
    > internasional. Katanya, investasi asing emoh masuk
    > Indonesia. Selain itu,
    > ada adagium pacta sunt servanda, sekali kontrak
    > ditandatangani, perlu
    > dihormati "kesuciannya" , meski menempatkan Indonesia
    > for sale, dijual untuk
    > umum.
    > Kita tidak perlu galak dan terlalu keras seperti
    > Bolivia dan Venezuela
    > menghadapi korporasi asing. Cukup dengan ketegasan,
    > kemandirian, dan
    > komitmen kebangsaan. Kita dapat melindungi dan
    > menomorsatukan kepentingan
    > bangsa di atas kepentingan korporasi asing. Mereka
    > adalah mitra, bukan
    > majikan kita. Namun, kepemimpinan nasional yang ada
    > harus lebih visioner,
    > lebih tegas, dan lebih berani. Kita sudah terlalu
    > lama jadi bangsa miskin
    > di tengah sumber daya alam melimpah.
    > Andaikata pemerintah, DPR, dan berbagai kekuatan
    > masyarakat bersatu
    > menjadikan korporasi pertambangan asing sebagai
    > mitra, negeri ini tidak
    > perlu menjadi bangsa musafir yang tiap tahun bingung
    > mencari utang luar
    > negeri baru. Sementara itu kekayaan sendiri
    > disodorkan untuk penjarahan asing.
    > Jika direnungkan, Exxon dan Freeport McMoran,
    > misalnya, keduanya bukan
    > seperti a state with in a state, tetapi sudah a
    > state above a state. Ingat,
    > di Indonesia ada lusinan korporasi asing yang terus
    > menyedot kekayaan migas
    > dan nonmigas bangsa Indonesia. Sampai sekarang!
    >
    > M Amien Rais Guru Besar Fisipol UGM, Yogyakarta
    >
    >
    >

    Venezuela has some of the world's largest proven oil
    deposits as well as huge quantities of coal, iron ore,
    bauxite and gold.
    Yet most Venezuelans live in poverty, many of them in
    shanty towns, some of which sprawl over the hillsides
    around the capital, Caracas.

    Venezuela's president, Hugo Chavez, says he is leading
    the country - which is enjoying a windfall from high
    oil prices - through a socialist revolution.

    A country of striking natural beauty, which ranges
    from the snow-capped Andean peaks in the west, through
    the Amazonian jungles in the south, to the beaches of
    the north, Venezuela is among the most highly
    urbanised countries in Latin America.

    AT-A-GLANCE

    Politics: President Hugo Chavez leads a self-styled
    socialist revolution but polarises domestic opinion
    Economy: Venezuela is a major oil producer; export
    revenues fund huge social programmes
    International: Mr Chavez is a vocal critic of
    Washington; the US portrays him as a security threat.
    Peru accused him of interfering in its 2006
    presidential poll
    Its economic fortunes are tied to world oil prices. A
    1970s boom largely benefited the middle classes, but a
    subsequent price collapse condemned many of this class
    to poverty while eroding the living standards of the
    already impoverished.

    Unemployment is high and, according to official
    figures, around 60% of households are poor.

    In 1998 Venezuelans broke the stranglehold of the
    discredited party system to elect the populist
    left-winger Hugo Chavez, a former army officer who has
    proclaimed a "Bolivarian revolution", named after
    South America's independence hero.

    Radical reform, political unrest and deep divisions
    have characterised the president's term in office. His
    supporters - known as "chavistas" - and his detractors
    have staged street protests.

    Venezuela under Mr Chavez has sought to strengthen its
    regional influence through diplomatic and economic
    overtures towards other South American and Caribbean
    nations. This has been seen, in part, as an effort to
    counter Washington's influence in the region.

    Full name: Bolivarian Republic of Venezuela
    Population: 26.6 million (UN, 2005)
    Capital: Caracas
    Area: 881,050 sq km (340,561 sq miles)
    Major languages: Spanish, indigenous languages
    Major religion: Christianity
    Life expectancy: 70 years (men), 76 years (women) (UN)

    Monetary unit: 1 bolivar = 100 centimos
    Main exports: Petroleum, bauxite and aluminium, steel,
    chemicals, agricultural products, basic manufactures
    GNI per capita: US $4,810 (World Bank, 2006)
    Internet domain: .ve
    International dialling code: +58
    LEADERS

    President: Hugo Chavez

    Hugo Chavez, who has survived a coup, protests,
    strikes and a referendum on his rule since coming to
    power in 1998, is the subject of both adulation and
    loathing among his divided electorate.

    Hugo Chavez has polarised political opinion

    The president, who says he wants to create a new form
    of socialism, has pursued populist policies aimed at
    helping the poor. The programmes include free health
    care, subsidised food and land reform.

    Critics have accused Mr Chavez of trying to emulate
    Cuba's communist system and of increasing state
    intervention in business.

    Mr Chavez came to prominence when he led a failed coup
    in 1992. After a spell in prison he embarked on a
    political career that swept him to power in a
    landslide election victory in 1998.

    The charismatic president often continued to wear his
    paratrooper' s red beret. He delighted the poor but
    infuriated the rich and the powerful news media with
    his rambling speeches that denounced the wealthy
    elite.

    As Mr Chavez grew more powerful, his critics said he
    was leading Venezuela towards a Cuban-style
    authoritarian government. He was criticised for
    courting countries which attracted US or international
    disapproval, namely Cuba, Saddam Hussein's Iraq and
    Libya.

    He was forced out of office by the military in April
    2002, only to be reinstated within 48 hours after a
    post-coup government collapsed in the face of a
    rebellion by loyalist troops and massive protests.

    Opposition pressure intensified in 2002 and 2003, with
    more protests, a prolonged general strike and an
    unsuccessful attempt to petition for a referendum on
    the president's rule.

    On the strength of a second petition handed in by his
    opponents, Mr Chavez faced a referendum on his rule on
    15 August 2004 and was named as the winner. He says he
    will run for another six-year term in elections in
    December 2006.

    Vice-president: Jose Vicente Rangel
    Foreign minister: Nicolas Maduro
    Defence minister: Ramon Orlando Maniglia
    Finance minister: Nelson Jose Merentes
    MEDIA

    Media watchdogs have been highly critical of the
    behaviour of the Venezuelan media, and of President
    Chavez's attitudes towards broadcasters and the press.

    The president has been accused of creating a hostile,
    intimidatory climate for journalists, while some
    private media outlets have been criticised for being
    involved in the opposition movement against him.

    "Hello President": Hugo Chavez takes to the air every
    week

    A controversial media law came into effect in 2005.
    The government said it would improve standards by
    banning the inappropriate airing of scenes of sex and
    violence. But critics of the bill, which also
    prohibits material deemed to harm national security,
    said it was an attempt to silence media criticism.

    Venezuela's many private broadcasters operate
    alongside state-run radio and TV channels. President
    Chavez has his own weekly TV and radio programme on
    the government-run networks.

    The country is the main shareholder in Telesur, a
    Caracas-based pan-American TV channel which, according
    to its chairman, aims to present Latin America's
    vision of itself to the world. The governments with a
    stake in the venture are all left wing or left of
    centre.

  • Raul: Real Tidak Lagi Tangguh di Eropa

    Madrid - Tidak pernah jadi juara lagi sejak 2001/2002, kapten Real Madrid Raul Gonzalez pun mengakui kalau timnya memang tidak lagi mengilap di Eropa.

    Musim lalu Real Madrid mampu mengakhiri paceklik gelarnya dengan menjadi nomor satu di Spanyol. Gelar itu adalah yang pertama buat El Real selama tiga musim, dalam ajang utama yang diikutinya --La Liga, Copa del Rey dan Liga Champions.

    Tetapi buat klub sebesar Real, itu jelaslah tidak cukup. Gelar lain perlu diraih. "Setelah beberapa musim tanpa trofi, musim lalu kami memenangi gelar Liga Spanyol. Sekarang kami harus mencoba meraih kembali gengsi kami di Eropa," ujar Raul seperti dikutip Tribal Football.

    Namun hal itu dijamin tidak akan semudah membalikkan tangan. Prestasi Los Blancos dalam lima musim belakangan --usai jadi juara Eropa-- memang tidak istimewa.

    Di luar babak semifinal dan perempatfinal yang mampu ditembus pada musim 2002/2003 dan 2003/2004, tiga musim selanjutnya mereka selalu kandas di babak perdelapanfinal. Tak heran kalau Raul pun menyatakan kalau timnya itu tidak lagi dipandang sebagai penantang di 'Benua Biru'.

    "Kami tidak lagi dianggap mumpuni di Eropa. Di Liga Champions terakhir, kami terlalu cepat kandas. Semoga kami bisa masuk lagi ke deretan klub terbaik Eropa," pungkas dia.

    Universitas MULTIMEDIA Nusantara sudah hadir lho !

    dgn rektornya Prof.Dr. Yohannes Surya yg sukses dgn tim muda fisika/sains Indonesia di ajang adu otak tingkat international…

    Mata kuliah yang ditawarkan, seharusnya dipertimbangkan baik** prospeknya.. .bagi lulusan SMA yg tertarik dgn dunia IT.

    Prediksi saya,….Multimedia technology is the next face of future communication…

    Very prosperous…jika adiknya mau ambil kuliah di fakultas ini…

    Lihat saja contoh multimedia technology seperti telepon selular dgn 3G sudah mulai menggebrak.

    Belon lagi robot yang sudah semakin canggih di Jepang...buat pria kesepian (robot wanita cantik) & wanita kesepian (robot anjing/kucing) ....meski tidak multimedia technology yg murni tapi,.....menselara skan respon gerak robot seperti layaknya makhluk hidup sungguh butuh penguasaan Artificial Inteligence yang sangat memadai...

    Mungkin dalam waktu 10 – 20 thn kedepan... Holywood science yg sering kita lihat di layar film barat ala Sci-Fi, ala CGI, ala James bond, ala Judge dredd, ala Star Trek / Babylon 5 / Star Wars sudah bukan lagi barang aneh...

    Hujan yang sudah ditunggu-tunggu jutaan orang akhirnya turun (paling tidak disekitar tempat tinggal saya, Surabaya).
    Celakanya hujan tersebut banyak orang membuat resah karena aliran listrik PLN (yang pelanggannya jumlahnya jutaan tapi ngaku sering rugi!), lagi-lagi, padam sampai berjam-jam! Kalau tidak salah masalah seperti ini sudah mulai kita alami dari sekian tahun yang lalu: hujan.. listrik mati, hujan.. lampu padam, hujan.. PLN gelap!
    Nah, mau disuruh bangga seperti apa kita sebagai warga negara Indonesia, yang penghasilannya dipotong pajak tiap bulan, bayar listrik nggak telat dan bayar pajak-pajak yang lain juga sering, kalo tinggal dinegara sendiri-pun nggak bisa nyaman.
    Apakah masalahnya hujan.? Saya pernah tinggal di negara lain yang sering hujan tapi listriknya GA' ADA MATINYA alias terang terus!
    Apakah masalahnya PLN rugi terus? Salah siapa kalau pelanggannya paling banyak (baca: monopoli) tapi nggak bisa untung?
    Apa ada yang mau bilang.. jangan bertanya apa yang anda dapat tapi apa yang anda berikan ke negara ini? Saya bilang, "Saya berikan sebagian pendapatan saya ke-negara ini (termasuk ke PLN dan tidak pernah telat)!" Apa saya harus bilang, "Sudah.. ambil saja listrik saya, mati'in aja terus biar PLN dapat untung dan saya tetep akan bayar dengan rutin."?
    Mau disuruh bangga bagaimana lagi kita?

  • " Jangan Pernah Berhenti "

    Sejumlah sejarahwan yakin, bahwa pidato Winston Churchill yang paling berpengaruh adalah ketika beliau berpidato di wisuda Universitas Oxford. Churchill mempersiapkan pidato ini selama berjam-jam. Dan ketika saat pidatonya tiba, Churchill hanya mengucapkan tiga kata : 'never give up' (jangan pernah berhenti).

    Sejenak saya merasa ini biasa-biasa saja. Tetapi ketika ada orang yang bertanya ke saya, bagaimana saya bisa berpresentasi di depan publik dengan cara yang demikian menguasai, saya teringat lagi pidato Churchill ini.

    Banyak orang berfikir kalau saya bisa berbicara di depan publik seperti sekarang sudah sejak awal. Tentu saja semua itu tidak benar. Awalnya, saya adalah seorang pemalu, mudah tersinggung, takut bergaul dan minder. Dan ketika memulai profesi pembicara publik, sering sekali saya dihina, dilecehkan dan direndahkan orang. Dari lafal 'T' yang tidak pernah lempeng, kaki seperti cacing kepanasan, tidak bisa membuat orang tertawa, pembicaraan yang terlalu teoritis, istilah-istilah canggih yang tidak perlu, serta segudang kelemahan lainnya.

    Tidak bisa tidur beberapa minggu, stres atau jatuh sakit, itu sudah biasa. Pernah bahkan oleh murid dianjurkan agar saya dipecat saja menjadi dosen di tempat saya mengajar.

    Pengalaman serupa juga pernah dialami oleh banyak agen asuransi jempolan. Ditolak, dibanting pintu, dihina, dicurigai orang, sampai dengan dilecehkan mungkin sudah kebal. Pejuang kemanusiaan seperti Nelson Mandela dan Kim Dae Jung juga demikian. Tabungan kesulitan yang mereka miliki demikian menggunung. Dari dipenjara,hampir dibunuh, disiksa, dikencingin, tetapi toh tidak berhenti
    berjuang.

    Apa yang ada di balik semua pengalaman ini, rupanya di balik sikap ulet untuk tidak pernah berhenti ini, sering bersembunyi banyak kesempurnaan hidup. Mirip dengan air yang menetesi batu yang sama berulang-ulang, hanya karena sikap tidak pernah berhentilah yang membuat batu berlobang.

    Besi hanya menjadi pisau setelah ditempa palu besar berulang-ulang, dan dibakar api panas ratusan derajat celsius. Pohon beringin besar yang berumur ratusan tahun, berhasil melewati ribuan angin ribut, jutaan hujan, dan berbagai godaan yang meruntuhkan.

    Di satu kesempatan di awal Juni 1999, sambil menemani istri dan anak-anak, saya sempat makan malam di salah satu restoran di depan hotel Hyatt Sanur Bali. Yang membuat kejadian ini demikian terkenang, karena di restoran ini saya dan istri bertemu dengan seorang penyanyi penghibur yang demikian menghibur.

    Pria dengan wajah biasa-biasa ini, hanya memainkan musik dan bernyanyi seorang diri. Modalnya, hanya sebuah gitar dan sebuah organ. Akan tetapi, ramuan musik yang dihasilkan demikian mengagumkan. Saya dan istri telah masuk banyak restoran dan kafe. Namun, ramuan musik yang dihadirkan penyanyi dan pemusik solo ini demikian menyentuh. Hampir setiap lagu yang ia nyanyikan mengundang kagum saya, istri dan banyak turis lainnya. Rasanya susah sekali melupakan kenangan manis bersama penyanyi ini. Sejumlah uang tip serta ucapan terimakasih saya yang dalam, tampaknya belum cukup untuk membayar keterhiburan saya dan istri.

    Di satu kesempatan menginap di salah satu guest house Caltex Pacific Indonesia di Pekan Baru, sekali lagi saya bertemu seorang manusia mengagumkan. House boy (baca : pembantu) yang bertanggungjawab terhadap guest house yang saya tempati demikian menyentuh hati saya. Setiap gerakan kerjanya dilakukan sambil bersiul. Atau setidaknya sambil bergembira dan tersenyum kecil. Hampir semua hal yang ada di kepala, tanpa perlu diterjemahkan ke dalam perintah, ia laksanakan dengan sempurna. Purwanto, demikian nama pegawai kecil ini, melakoni profesinya dengan tanpa keluhan.

    Bedanya penyanyi Sanur di atas serta Purwanto dengan manusia kebanyakan, semakin lama dan semakin rutinnya pekerjaan dilakukan, ia tidak diikuti oleh kebosanan yang kemudian disertai oleh keinginan untuk berhenti.

    Ketika timbul rasa bosan dalam mengajar, ada godaan politicking kotor di kantor yang diikuti keinginan ego untuk berhenti, atau jenuh menulis, saya malu dengan penyanyi Sanur dan house boy di atas. Di tengah demikian menyesakkannya rutinitas, demikian monotonnya kehidupan, kedua orang di atas, seakan-akan faham betul dengan pidato Winston Churchill : never give up.

    Anda boleh mengagumi tulisan ini, atau juga mengagumi saya, tetapi Anda sebenarnya lebih layak kagum pada penyanyi Sanur dan house boy di atas. Tanpa banyak teori, tanpa perlu menulis, tanpa perlu menggurui, mereka sedang melaksanakan profesinya dengan prinsip sederhana : jangan pernah berhenti.

    Saya kerap merasa rendah dan hina di depan manusia seperti penyanyi dan pembantu di atas. Bayangkan, sebagai konsultan, pembicara publik dan direktur sebuah perusahaan swasta, tentu saja saya berada pada status sosial yang lebih tinggi dan berpenghasilan lebih besar dibandingkan mereka. Akan tetapi, mereka memiliki mental never give up yang lebih mengagumkan.

    Kadang saya sempat berfikir, jangan-jangan tingkatan sosial dan penghasilan yang lebih tinggi, tidak membuat mental never give up semakin kuat.

    Kalau ini benar, orang-orang bawah seperti pembantu, pedagang bakso, satpam, supir, penyanyi rendahan, dan tukang kebunlah guru-guru sejati kita.

    Jangan-jangan pidato inspiratif Winston Churchill - sebagaimana dikutip di awal - justru diperoleh dari guru-guru terakhir.

    Oleh : Gede Prama

  • PENDAKI GUNUNG

    Suatu ketika, ada seorang pendaki gunung yang sedang bersiap-siap melakukan perjalanan. Di punggungnya, ada ransel carrier dan beragam carabiner(pengait)
    yang tampak bergelantungan. Tak lupa tali-temali yang disusun melingkar di sela-sela bahunya. Pendakian kali ini cukup berat, persiapan yang dilakukan pun lebih lengkap.

    Kini, di hadapannya menjulang sebuah gunung yang tinggi. Puncaknya tak terlihat, tertutup salju yang putih. Ada awan berarak-arak disekitarnya, membuat tak seorangpun tahu apa yang tersembunyi didalamnya. Mulailah pendaki muda ini melangkah, menapaki jalan-jalan bersalju yang terbentang di hadapannya. Tongkat berkait yang di sandangnya, tampak menancap setiap kali ia mengayunkan langkah.

    Setelah beberapa berjam-jam berjalan, mulailah ia menghadapi dinding yangterjal. Tak mungkin baginya untuk terus melangkah. Dipersiapkannya tali temali
    dan pengait di punggungnya. Tebing itu terlalu curam, ia harus mendaki dengan tali temali itu. Setelah beberapa kait ditancapkan, tiba-tiba terdengar gemuruh yang datang dari atas. Astaga, ada badai salju yang datang tanpa disangka.
    Longsoran salju tampak deras menimpa tubuh sang pendaki. Bongkah-bongkah salju yang mengeras, terus berjatuhan disertai deru angin yang membuat tubuhnya terhempas-hempas ke arah dinding.

    Badai itu terus berlangsung selama beberapa menit. Namun, untunglah,tali- temali dan pengait telah menyelamatkan tubuhnya dari dinding yang curam itu.
    Semua perlengkapannya telah lenyap, hanya ada sebilah pisau yang ada di pinggangnya.
    Kini ia tampak tergantung terbalik di dinding yang terjal itu. Pandangannya kabur, karena semuanya tampak memutih. ia tak tahu dimana ia berada.

    Sang pendaki begitu cemas, lalu ia berkomat-kamit, memohon doa kepada Tuhan agar diselamatkan dari bencana ini. Mulutnya terus bergumam, berharap ada pertolongan
    Tuhan datang padanya.

    Suasana hening setelah badai. Di tengah kepanikan itu, tampak terdengar suara dari hati kecilnya yang menyuruhnya melakukan sesuatu. "Potong tali itu....
    potong tali itu.

    Terdengar senyap melintasi telinganya. Sang pendaki bingung, apakah ini perintah dari Tuhan? Apakah suara ini adalah pertolongan dari Tuhan?
    Tapi bagaimana mungkin, memotong tali yang telah menyelamatkannya, sementara dinding ini begitu terjal? Pandanganku terhalang oleh salju ini, bagaimana aku
    bisa tahu? Banyak sekali pertanyaan dalam dirinya. Lama ia merenungi keputusan
    ini, dan ia tak mengambil keputusan apa-apa...

    Beberapa minggu kemudian, seorang pendaki menemukan ada tubuh yang tergantung terbalik di sebuah dinding terjal. Tubuh itu tampak membeku,dan tampak telah meninggal karena kedinginan. Sementara itu, batas tubuh itu dengan tanah, hanya berjarak 1 meter saja....

    ***

    Teman, kita mungkin kita akan berkata, betapa bodohnya pendaki itu, yang tak mau menuruti kata hatinya. Kita mungkin akan menyesalkan tindakan pendaki itu yang tak mau memotong saja tali pengaitnya. Pendaki itu tentu akan bisa selamat dengan membiarkannya terjatuh ke tanah yang hanya berjarak 1 meter. Ia tentu tak harus mati kedinginan karena tali itulah yang justru membuatnya terhalang.

    Begitulah, kadang kita berpikir, mengapa Sang Pencipta tampak tak melindungi
    hamba-Nya? Kita mungkin sering merasa, mengapa ada banyak sekali beban,masalah, hambatan yang kita hadapi dalam mendaki jalan kehidupan ini.
    Kita sering mendapati ada banyak sekali badai-badai salju yang terus menghantam tubuh kita.
    Mengapa tak disediakan saja, jalan yang lurus,tanpa perlu menanjak,
    agar kita terbebas dari semua halangan itu?

    Namun teman, cobaan yang diberikan Sang Pencipta buat kita, adalah
    latihan,adalah ujian, adalah layaknya besi-besi yang ditempa, adalah seperti
    pisau-pisau yang terus diasah. Sesungguhnya, di dalam semua ujian, dan latihan
    itu,ada tersimpan petunjuk-petunjuk, ada tersembunyi tanda-tanda, asal KITA
    PERCAYA.
    Ya, asal kita percaya.
    Seberapa besar rasa percaya kita kepada Sang Pencipta, sehingga mampu membuat kita "memotong tali pengait" saat kita tergantung terbalik? Seberapa besar rasa percaya kita kepada Sang Pencipta, hingga kita mau menyerahkan semua yang ada dalam diri kita kepada-Nya?

    Karena percaya adanya di dalam hati, maka tanamkan terus hal itu dalam kalbumu.
    Karena rasa percaya tersimpan dalam hati,maka penuhilah nuranimu dengan kekuatan itu.Percayalah, akan ada petunjuk-petunjuk Sang Pencipta dalam setiap langkah kita menapaki jalan kehidupan ini. Carilah, gali, dan temukan rasa percaya itu dalam hatimu. Sebab, saat kita telah percaya, maka petunjuk itu akan datang dengan tanpa disangka.

  • Bambang N Rachmadi - Mr. Tonny Mcdonald's Indonesia

    Suatu malam penghujung 1989, di sebuah restoran McDonald's di kawasan Orchard Road Singapura, seorang lelaki bertubuh subur sedang membersihkan meja. Dengan seragam T-shirt bergaris-garis merah yang agak kesempatan dan topi berlabel M khas McDonald's, lelaki yang tak lain adalah Bambang Rachmadi, mantan presdir Panin Bank tadi tampak serius bekerja. Jatuh miskinkah ia ? Bisa jadi. Karena setelah mengundurkan diri dari kursi puncak Panin Bank pada November 1988, nama Bambang nyaris tenggelam.

    Tak terdengar lagi apa kegiatannya kemudian. Bila setahun kemudian banyak pengusaha Indonesia melihatnya tiba-tiba menjadi pekerja kasar di jaringan fast-food terbesar di dunia itu, orang pun bertanya-tanya. Repotnya, Bambang pun tak bisa menjelaskan apa yang sedang ia lakukan. "Soalnya saya mesti jaga rahasia. Saya nggak ingin pers Indonesia tahu sehingga membuat MD batal memberikan lisensinya kepada saya," ucap menantu Wapres (ketika itu) Sudharmono, yang kini managing director PT Ramako Gerbangmas, pemilik dan pengelola jaringan restoran McDonald's Indonesia.

    Kehati-hatian Tonny, sapaan akrab Bambang tampaknya memang wajar. Karena MD adalah satu-satunya taruhan Tonny setelah keluar dari Panin. Apalagi, ia harus menunggu satu tahun setelah memasukkan aplikasi hanya untuk bisa dipanggil mengikuti pelatihan. Dan pelatihan di Singapura yang disebut On the Job Experience (OJE) itu, bukanlah lampu hijau untuk memperoleh lisensi MD. OJE adalah semacam tes awal bagi pelamar. Tapi itulah tes yang paling berat. Karena dalam latihan kerja pelayan, seperti melap meja, membersihkan toilet serta menjadi tukang parkir, inilah para pelamar banyak yang gugur.

    Pada Februari 1991, restoran MD milik Tonny resmi dibuka di Gedung Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta. Dibukanya outlet MD pertama di Indonesia itu sekaligus menjawab pertanyaan tentang menghilangnya Tonny selama 2,5 tahun dari dunia bisnis Indonesia. Restoran itu juga merupakan buah dari perjuangan Tonny selama hampir tiga tahun. Dia adalah salah satu dari 13 orang Indonesia yang melamar ke MD selama 10 tahun ini. Dan untuk menang, kali ini ia harus bersaing dengan 39 kandidat. Ide menjadi wirausaha bermula ketika ia mulai "bosan" menjadi pucuk pimpinan di bank milik Mu'min Ali Gunawan. Padahal sebagai bankir – ia diangkat menjadi presdir Panin Bank pada usia 35 tahun – karier Tonny tergolong pesat. Sejak 1971 hingga 1974, sembari menyelesaikan kuliahnya di FHUI Extension, kelahiran Jakarta 41 tahun silam ini bekerja di PT Cicero Indonesia.

    Setahun kemudian ia hijrah ke Bank Duta. Dari bank tersebut ia peroleh kesempatan belajar ke Negeri Paman Sam. Hasilnya pada 1978 ia berhasil menyabet dua gelar: MSc bidang internasional banking & finance dari Saint Mary's Graduate School of Business Moraga, dan gelar MBA dari John F. Kennedy University Orinda – keduanya di California. Dengan dua gelar itu, Tonny kembali ke tanah air dan kembali ke Bank Duta pada 1978. Setelah sempat manajer divisi operasi di kantor pusat, ia kemudian dikirim ke Surabaya sebagai branch manager pada awal 1979. Setahun kemudian ia dipromosikan menjadi kepala divisi pemasaran. Dia meninggalkan posisinya di Bank Duta sebagai managing director International Banking pada September 1986 untuk bergabung dengan Panin Bank.

    Sebagai orang nomor satu di Panin Bank, ketika itu Tonny sempat melakukan beberapa pembenahan; manakala kondisi Panin dikabarkan lagi tertimpa malapetaka. Menurut harian The Asian Wall Street Journal, Bank Indonesia sampai menggolongkan Panin dalam klasifikasi tidak sehat. Di tangan Tonny, perlahan-lahan bank ini mulai melesat lagi. "Tapi yang lebih penting, bank ini sekarang sudah dinyatakan sehat oleh BI," ucap Tonny suatu ketika. Kendati boleh dibilang Tonny cukup berhasil dalam mengemudikan Panin Bank, toh kursi presdir malah membuatnya gerah. "Salah satu yang mengganngu pikiran saya adalah karier saya di bank," ucap Tonny dengan lirih. Lho? Sebagai orang muda, ia merasa kariernya di perbankan sudah mentok.

    Alasan yang lebih klasik lagi adalah sudah tak ada tantangan. Dan ia ingin mencari tantangan di lahan yang lain. Apalagi, selama menjadi bankir, Tonny lebih banyak berperan sebagai penasihat bagi kalangan usaha. "Saya tergugah untuk membuktikan diri sebagai pemain," ucap lelaki yang bergabung dengan Panin Bank selama dua tahun itu. Tekadnya menjadi pengusaha sudah bulat. "Saya ingin jadi pengusaha yang sukses," katanya penuh semangat.

    Sebelum mengundurkan diri dari Panin, ia telah melakukan survei tentang beberapa bidang usaha yang potensi perkembangannya cukup bagus. Walau dalam benaknya terlintas beberapa bidang usaha, toh industri makananlah, menurut dia, yang paling pas baginya. Dan McDonald's adalah partner yang ia pilih. Alasannya, selama ini restoran MD cukup bagus, dan hampir semua outlet-nya sukses. "Saya berketetapan harus bisa memperoleh lisensi MD," ucap bapak tiga anak yang rambutnya sudah dua warna itu.

    Memperoleh lisensi MD adalah tantangan yang tak mudah. Paling tidak terlihat dari daftar pelamar dari Indonesia selama 10 tahun terakhir ini, ada 13 ribu orang, dan belum ada satu pun yang berhasil. Dan yang lebih berat, konon, MD tak menginginkan mitra kerja yang tidak memberikan komitmen 100%. Itulah sebabnya pada bulan September 1988 ia memilih mengundurkan diri dari Panin, hanya dengan satu cita-cita: memperoleh lisensi MD. Pada saat itu memang terkesan Tonny mempertaruhkan seluruh kariernya yang hampir 14 tahun di dunia perbankan. Padahal, keinginannya untuk menjadi pemegang lisensi MD Indonesia belum tentu tercapai. "Kalau waktu itu saya nggak dapat MD, ya saya harus siap mulai lagi," kenangnya. Setelah bebas dari Panin, ia mulai mengurus permohonannya ke MD. Setelah itu? "Hari-hari penantian yang menegangkan, " ucap Tonny bersemangat. Tentu saja menegangkan, karena ia harus menanti satu tahun sampai diperbolehkan mengikuti pelatihan. Menanti sesuatu yang belum pasti sangat menegangkan bagi Tonny.

    Karena itu ia selalu berusaha berkomunikasi dengan MD Pusat. "Paling tidak seminggu sekali saya berusaha menelepon mereka sekedar just to say hello," ucap lelaki yang pernah diusir dan diperlakukan kasar ketika mencoba mengunjungi MD Pusat ini. Tersinggung? Tidak. Sebab dia sadar betul bahwa semua yang ia lakukan dengan satu tujuan, "Saya harus menunjukkkan bahwa saya sangat menginginkan. " Menurut Tonny, MD adalah pemberi lisensi yang cukup ketat dalam menyeleksi calon mitra kerjanya. Konon, sebelum memilih Tonny, pihak MD ingin mengenal secara dekat keluarga besar Tonny. "Mereka ingin tahu bagaimana latar belakang dan kehidupan keluarga kami," jelasnya. Karena, MD menginginkan bisnis ini bisa diteruskan oleh anak-anak Tonny.

    Bahkan, dalam salah satu kontrak yang harus disepakati – setelah lisensi diberikan – MD mesti mengetahui segala persoalan yang terjadi dalam manajemen PT Ramako Gerbangmas (RG), sekalipun mereka tak memiliki saham di situ. Hal ini disyaratkan, karena pihak MD tak menginginkan kalau tiba-tiba saja saham RG berpindah tangan ke pihak lain yang juga memiliki bisnis fast food merek lain, misalnya. MD juga mensyaratkan bahwa pemilik saham mayoritas RG harus juga pemegang kendali bisnisnya. Maksudnya, supaya orang yang mengambil keputusan di bisnis ini nantinya adalah orang yang benar-benar menguasai bidangnya. Maka, sejak awal pihak MD telah menanyakan kepada Tonny maupun istrinya tentang siapa yang akan menjadi Mr. Atau Miss McDonald's. Begitulah. Setelah satu tahun menegangkan, datanglah keputusan bahwa ia boleh mengikuti pelatihan. Tempat pelatihan pertama sengaja dipilih di Singapura. "Karena di sana banyak orang Indonesia. Sehingga pressure-nya lebih tinggi," kata lelaki yang gemar naik motor gede ini.

    Dan benar, selama tiga bulan pertama pelatihan – di mana Tonny harus berseragam pelayan – ia selalu bertemu kenalannya dari Indonesia. Selain pelatihan yang bentuknya non manajerial, Tonny juga diuji bekerja selama 18 jam nonstop. Dari situ akan terlihat seseorang memiliki bakat melayani atau tidak. Karena, pada jam-jam pertama barangkali orang masih bisa bersikap manis. Tapi bila telah masuk jam ke-8 dan seterusnya, maka tingkat kelelahan dan stresnya sudah tinggi, hilanglah sikap manis. "Biasanya banyak yang nggak lulus di sini," ucap Tonny, lalu tertawa. Dalam pelatihan, Tonny yang sebelumnya tak pernah mengepel lantai, apalagi membersihkan kamar mandi, terpaksa melakukan semua pekerjaan – yang dalam istilah Tonny: pekerjaan tanpa otak – itu dengan hati lapang.

    Walau sering kali ia harus menerima bentakan dan mengulangi hasil kerjanya lantaran dinilai kurang bersih, misalnya. Hasilnya memang memuaskan. Dia berhasil meninggalkan 39 pelamar dan mengalahkan tiga kandidat. Dari pelatihan "kuli" tadi, baru Tonny digodok di Sekolah milik McDonald's yaitu: McDonalds Corporation Hamburger University selama 1 tahun. Sekolah itu mendidik para calon store manager MD. Sistem pelatihan yang pernah dialaminya kini ia terapkan bagi semua calon manajer di MD Indonesia. Setiap manajer yang ada di MD adalah orang yang telah dilatih dari bawah. "Jadi nggak mungkin seseorang masuk langsung jadi store manager," ucap pengusaha yang suka berbusana seadanya ini. Muti Soetoyo adalah salah seorang manajer yang sempat merasakan pelatihan gaya MD. Kelahiran Jakarta 27 tahun silam ini, termasuk karyawan pertama MD yang di-training. Lulusan IKIP Jakarta 1988 itu bergabung dengan PT RG Juli 1990, lalu dikirim ke Singapura untuk mengikuti program pelatihan.

    Sebelum diterima menjadi karyawan, lajang berpostur sedang ini diperkenalkan dengan program OJE. Dalam program ini ia diberi kesempatan mengenal pekerjaan crew dalam beberapa shift. Dari "latihan" tiga hari itulah diputuskan apakah ia bisa diterima atau tidak, untuk kemudian diperkenalkan mengikuti pelatihan selanjutnya selama lima bulan. "Saya dulu nggak pernah membayangkan kalau training-nya seperti itu," ucap Muti, first assistant store manager di MD Sarinah, Jakarta, sejak Juni lalu. Ternyata kini Muti justru sangat menikmati pekerjaannya. Bahkan, tak jarang ia harus stand by di kantor sampai pagi hanya untuk menunggu mesin yang sedang direparasi misalnya. Ketika digodok untuk menjadi training manager ™ Muti harus melalui tahap pelatihan pelayanan. Setelah lulus, Muti ditempatkan di salah satu outlet MD di Singapura. Dan pada saat MD Jakarta dibuka, single yang hingga kini masih kuliah di FEUI ini telah menjadi second assistant store manager.

    Selain Muti, masih banyak Muti-Muti lain yang telah tersebar menjadi manajer-manajer di lima outlet MD. Dan selama ini proses pendidikan terus berlangsung. Apalagi, untuk tahun 1992 Tonny menargetkan akan membuka 10 cabang di seluruh Nusantara. Hasil kerja keras Tonny selama 2,5 tahun diuji MD memang cukup menakjubkan. Setidaknya, itu terlihat ketika restoran pertama MD dibuka di Sarinah Jakarta. Begitu menggebrak pasar, Tonny mengklaim bahwa setiap hari rata-rata terjadi 4 ribu transaksi. Bahkan, majalah Fortune edisi Oktober 1991 meramalkan penjualan outlet Tonny akan menempati posisi teratas dari 12 ribu restoran MD di seluruh dunia. Setelah menjadi wirausaha dengan anak buah yang hampir 1.000 orang, masihkan ia berpikir untuk jadi bankir lagi? "Saat ini sih nggak," ucapnya serius.

    Tampaknya, saat ini Tonny lebih suka berkonsentrasi mengembangkan kewirausahaannya ketimbang kembali jadi profesional. Tapi, akhirnya Tonny tergoda juga untuk masuk ke bank lagi. Itu terjadi ketika ia mengambil oper 73% saham Bank IFI pada tahun 1995. "Sebagai pemegang saham, di Bank IFI saya hanya menjadi komisaris. Saya tetap memegang MD. Komitmen saya penuh pada MD," kata Tonny. Ya, Tonny tentu tidak akan "nekat" menjadi pengelola bank lagi. Dengan 42 outlet yang dimilikinya pada pertengahan 1996, MD memberikan arus kas yang luas biasa bagi Tonny. Transaksi MD selalu tunai.

    Siapa yang sudi melepas mesin kas seperti itu ? Dengan memiliki usaha sendiri minimal Tonny terbebas dari keharusan berpakaian rapi, berdasi dan wangi. Kini Tonny sudah terbiasa mengenakaan pakaian santai, mengendarai Harley Davidson untuk memonitor Kelima outlet yang tersebar di Jakarta. Hadirnya MD di Indonesia, ternyata tak cuma menambah "gemuk" Tonny – yang nyaris menamai kegendutan mascot MD – saja. "Berat badan saya 70 kg," ucapnya dengan mimik serius. "Itu nggak pakai tangan, kaki dan kepala. Ha…ha…ha…," sambil tertawa berderai. Yang jelas, Sarinah, gedung pertokoan bertingkat pertama di Jakarta ini juga terimbas kesuksesan MD. Sejak kebakaran pada awal 1980-an Sarinah nyaris hilang dari peredaran. Apalagi munculnya pusat-pusat perbelanjaan yang lain, semakin menenggelamkan nama Sarinah. Namun setelah MD mangkal di situ Sarinah menjadi marak kembali. Itulah Tonny, dia adalah satu diantara segelintir profesional yang berani mengambil resiko. Melepaskan atribut keprofesionalannya, kemudian memulai dari nol untuk menjadi seorang wirausaha. Dan berhasil ! Kini dia peroleh nama baru : Mr. McDonald's.

  • 7 merek permen mengandung formalin

    > JAKARTA--MIOL: Badan Pengawasan Obat dan Makanan
    > (BPOM) menemukan 7 merek permen mengandung formalin
    > dan tidak berizin edar resmi.

    => Read more!

  • Kehidupan yang mengalir

    Seringkali ketika berbincang dengan sahabat-sahabat ku, mereka sering berkata tentang kehidupan yang mereka jalani dengan berkata "ah gue mah jalani hidup ini dengan mengalir saja." Yang berarti dengan pasrah tanpa usaha mereka menjalani kehidupan tanpa usaha dan cita-cita.

    => Read more!

  • Tahun 2040 : 2.000 pulau tenggelam

    Mungkin Anda menduga, udara yang akhir-akhir ini makin panas, bukanlah
    suatu masalah yang perlu kita risaukan.

    => Read more!

  • Hati Yang Penuh Kasih Sayang

    Dear Sahabat,

    Setelah artikel Jalan Menuju Kecemerlangan Hidup dari Eko jalu Santoso, yang ternyata banyak yang memberikan tanggapan positif melalui email pribadi, berikut ini saya teruskan sebuah tulisan dari pak Eko jalu Santoso dari Motivasi Indonesia mengenai Hati Yang Penuh Kasih Sayang.

    Mudah-mudahan kedua tulisan tersebut dapat memberikan sumbangsih bagi pijakan sikap, perilaku dan menjadi bahan pertimbangan yang sama bagi kita semua dalam upaya menghantarkan diri kita ke tempat-tempat yang mulia dan cemerlang di masa depan.

    Salam,

    Clarissa Devie

    ............ ......... ......... ...

    Hati Yang Penuh Kasih Sayang

    Oleh: Eko Jalu Santoso

    Weblog: www.ekojalusantoso. com

    Bila engkau pedih melihat kepedihan orang

    Bila engkau kasihan melihat orang kesusahan

    Bila engkau iba melihat kemalangan

    Bila engkau tergerak melihat orang perlu bantuan

    Bila engkau tak segan mengulurkan tangan

    Itu pertanda hatimu penuh kasih sayang

    Bila hatimu penuh kasih sayang,
    mudah bagimu untuk merasakan kasihan,

    Mudah bagimu untuk mengulurkan tangan,

    Mudah bagimu merasakan kepedihan,

    Mudah bagimu untuk membantu orang,

    Mudah bagimu untuk berbagi kebaikan,

    Mudah bagimu peduli dengan orang kesusahan

    Bila hatimu penuh kasih sayang

    Pedih orang lain adalah pedih hatimu.
    Kesulitan orang lain adalah kesulitanmu

    Kesusahan orang lain adalah kesusahanmu

    Dan engkau peduli mengulurkan tanganmu

    Engkau peduli memberikan sebagian rejekimu

    Engkau peduli membagikan semangatmu

    Engkau peduli meski sebatas berbagi perhatian

    Bila hatimu penuh kasih sayang,
    hatimu menjadi lambang bantuan bagi yang memerlukan

    Hatimu menjadi tempat berteduh bagi mereka yang kepanasan

    Hatimu menjadi tempat berlabuh bagi mereka yang kelelahan

    Hatimu menjadi cahaya bagi mereka yang kegelapan

    Hatimu menjadi petunjuk bagi mereka yang kehilangan arah

    Hatimu menjadi tempat mengadu bagi mereka yang kegelisahan

    Bila hatimu penuh kasih sayang

    Rasa kasihmu engkau curahkan pada alam

    Rasa pedihmu engkau adukan pada Tuhan,
    Rasa pedulimu engkau tumbuhkan dalam doa

    kepada Sang Maha Pengasih dan Penyayang

    agar alam memberikan keadilan bagi yang kau kasihani

    Agar alam mensejahterakan bagi orang yang kesusahan

    Tuhanpun akan tersenyum haru kepadamu,
    karena walaupun engkau tidak mengerti alasan di balik keputusan Tuhan

    engkau tetap menuntut dan berdoa pada Tuhan
    agar alam berlaku adil dan berkasih sayang

    kepada orang-orang yang engkau kasihani

    Dan alam akan berkata kepadamu,
    alam akan memuliakan orang yang memuliakan orang lain

    Alam akan mensejaherakan orang yang mensejahterakan orang lain

    Alam akan memudahkan hidup orang yang senang membantu

    Alam akan mengalirkan rejeki bagi orang yang mudah peduli

    Alam akan memberi kekayaan bagi orang yang mengkayakan orang lain

    Alam akan meninggikan orang yang meninggikan orang lain

    Alam akan mementingkan orang yang senang mementingkan orang lain

    Ketahuilah bahwa kehidupan akan memperlakukan engkau,

    Sebagaimana perlakuanmu pada kehidupan

    kekinian adalah akibat yang menjadi sebab
    bagi kehidupan mu yang selanjutnya.

    Dan engkau,
    beserta hatimu, pikiranmu, sikapmu, perilakumu, tindakanmu,
    saat ini adalah adalah sebab bagi kehidupanmu nanti

    Adalah sebab bagi kerendahan atau kemuliaanmu nanti

    Adalah sebab bagi kegagalan atau keberhasilanmu nanti

    Bila engkau menyukai kehidupan masa depanmu

    Maka sukailah kekinian kehidupanmu

    gunakanlah sebaiknya kekinian waktumu

    Agar menjadi sebab bagi kemuliaan hidupmu

    Dan karena hatimu penuh kasih sayang

    Alam akan menyayangimu

    ------------ --------- --

    Mudah-mudahan kelembutan dan kasih sayang yang telah dianugerahkan Allah dalam hati kita dapat menjadi sebab bagi perjalanan menuju kecemerlangan hidup kita. Karena dengan kelembutan dan kasih sayang akan memudahkan kebaikan bersahabat dalam kehidupan kita.

    Saya akan merasakan kebahagiaan yang mendalam bila Anda semua berkenan menerima kelembutan dan keramahan ini.

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.