Search blog.co.uk

Posts archive for: 20 August, 2007
  • Jalannya Pertandingan

    873897675l
    Jalannya Pertandingan

    Pertandingan baru berjalan 16 menit saat Fernando Torres mengukir gol pertamanya di Premiership. Mendapat umpan dari Steven Gerrard dalam kawalan ketat dari Tal Ben Haim, Torres mampu memperdaya bek Israel itu dan melepaskan tembakan mendatar ke tiang jauh yang gagal dijangkau Petr Cech.

    Sepuluh menit berselang Salomon Kalou nyaris menyamakan kedudukan saat ia menerima bola sodoran Didier Drogba di kotak penalti. Namun karena terlalu lama menahan bola, pemain belakang Liverpool keburu mengeroyoknya dan bola mampu diamankan Gerrard.

    Di awal babak kedua, tim tamu lebih menguasai pertandingan. Di menit pertama tandukan John Obi Mikel meneruskan umpan tendangan sudut masih melayang tipis di atas gawang. Nasib serupa dialami Claudio Pizzaro yang baru masuk menggantikan Kalou saat tandukannya menerima crossing Shaun Wright Phillips dari sisi kanan cuma menyamping tipis dari gawang Reina.

    Usaha Chelsea menyamakan kedudukan akhirnya membuahkan hasil di menit 62 melalui penalti Frank Lampard menyusul insiden Steve Finnan yang berbenturan dengan Malauda.

    Keputusan wasit menunjuk titik putih mengundang protes keras dari pemain Liverpool, dalam tayangan ulang terlihat kalau benturan keduanya memang bisa diperdebatkan. Malouda terlihat melompat untuk melepaskan bola yang disodorkan SWP ke arah Drogba di belakangnya. Saat melompat itulah Finnan yang berusaha merebut bola dari arah belakang berbenturan dengannya dan membuat winger baru Chelsea itu terjatuh.

    Tiga menit setelah gol tersebut Gerrard hampir membawa Liverpool kembali unggul kalau saja tendangan kaki kanannya tidak melayang tipis di atas mistar. Usaha serupa yang dilakukan John Arne Riise juga tak berujung gol, sepakan kaki kiri yang biasanya akurat kini melebar jauh dari gawang Cech.

    Tak puas dengan satu poin Rafael Benitez memasukkan dua penyerang lainnya, Ryan Babel dan Peter Crouch. Tapi serangan yang dibangun tak satu pun yang berujung datangnya gol kedua.

    Dalam kurun lima meniet terakhir pertandingan The Reds punya tiga peluang mencetak gol. Yang pertama melalui sepakan Riise yang mentah di kaki Cech, tandukan Kuyt juga bisa ditepis kiper Republik Ceko itu, sementara tendangan spekulasi Babel cuma membentur sisi luar jala. Setelah empat menit tambahan waktu skor 1-1 tetap bertahan.

    Susunan Pemain
    Liverpool: Jose Reina, Daniel Agger, Alvaro Arbeloa, Jamie Carragher, Steve Finnan, Xabi Alonso, Steven Gerrard, Jermaine Pennant, John Arne Riise, Dirk Kuyt, Fernando Torres

    Chelsea: Petr Cech, Tal Ben-Haim, Ashley Cole, John Terry, Michael Essien, Frank Lampard, Florent Malouda, Mikel John Obi, Shaun Wright-Phillips, Didier Drogba, Salomon Kalou (din/lom)

    Eredivisie 2007/08 Dimulai
    Feyenoord Kembali Besar

    Musim lalu, tiga klub bersaing ketat sampai garis finis untuk menjadi juara Belanda. Bagaimana pada musim 2007/08 yang dimulai Jumat (17/8)? Kali ini persaingan seru akan melibatkan empat dari 18 klub di Holland Eredivisie.

    PSV Eindhoven, Ajax Amsterdam, dan AZ Alkmaar diprediksi masih akan bergantian menghuni posisi puncak klasemen. Pada akhir musim lalu, dua klub pertama memiliki poin yang sama. PSV juara karena selisih gol.

    Musim ini, Feyenoord Rotterdam, yang pada seizoen 2006/07 hanya berada di posisi ketujuh, bisa ikut bersaing bersama tiga klub di atas. Klub yang terakhir kali menjuarai Eredivisie pada tahun 1999 ini bertindak bagus dalam bursa pemain.

    “Feyenoord melakukan pekerjaan dengan sangat baik,” kata pelatih tim U-21 Belanda, Foppe de Haan, kepada BOLA, Juli di Jakarta. “Mereka dapat kembali masuk tiga besar,” sebut eks pelatih Heerenveen itu.

    Feyenoord mendapatkan dua bek kiri tim nasional Belanda, Tim de Cler (AZ) dan Giovanni van Bronckhorst (Barcelona). De club van het volk (klub rakyat) juga memperoleh bomber Roy Makaay (Bayern Muenchen).

    Hal penting lain adalah Feyenoord kini dilatih Bert van Marwijk. Ia orang paling sukses menangani klub ini dalam lima tahun terakhir. Tahun 2002, eks pelatih Borussia Dortmund ini membawa Feyenoord menjuarai Piala UEFA.

    Koeman Pilih AZ

    Kesempatan Feyenoord besar karena PSV dan Ajax tidak kuat seperti musim lalu. PSV, yang berjuluk De Boeren atau para petani, ditinggal dua pemain terpenting pada musim lalu, Phillip Cocu (pensiun) dan Alex (Chelsea).

    Pelatih Ronald Koeman pun mengatakan timnya bukan favorit juara. Bekas bek yang terkenal memiliki tendangan jarak jauh keras itu menjagokan AZ.

    Ajax baru saja ditinggal gelandang Wesley Sneijder (Real Madrid). Sebelumnya klub yang masih dilatih Henk ten Cate ini melepas penyerang muda Ryan Babel (Liverpool).

    “Kepergian Sneijder bisa membuat Ajax gagal menjuarai Eredivisie,” kata kolomnis ternama di Belanda, Johan Derksen, seperti dilansir situs Voetbal International.

    Namun, bermain tanpa gelandang andalan itu Ajax mampu mengalahkan PSV 1-0 dalam Johan Cruyff Schaal atau Piala Super Belanda, pekan lalu. “Kami masih bisa walau tanpa Wesley,” ujar Ten Cate.

    Bagaimana AZ? Musim lalu, klub yang dilatih Louis van Gaal ini semestinya menjadi juara. AZ gagal hanya karena kalah di laga pekan terakhir.

    De Cler dan penyerang Shota Arveladze (Levante) pergi, tapi AZ masih punya Danny Koevermans, yang musim lalu mencetak 22 gol. Mereka juga mendapatkan dua penyerang berbakat, Ari (Brasil) dan Graziano Pelle (Italia). (Riemantono)

    Rekor Anggaran 4,6 Triliun

    Sebuah rekor tercipta pada Holland Eredivisie 2007/08. Sampai pekan lalu, anggaran 18 klub Divisi Utama Belanda sudah mencapai 368 juta euro atau sekitar 4,6 triliun rupiah. Jumlah itu lebih banyak sekitar 25 juta dari musim lalu.

    Dalam beberapa musim terakhir klub-klub di Belanda memang mampu mengeluarkan uang lebih banyak. Musim lalu, total anggaran peserta Eredivisie lebih banyak 15 juta dari seizoen sebelumnya.

    “Klub-klub bagus dalam menjual pernik dan lebih banyak orang yang datang ke stadion. Ini perkembangan yang menggembirakan,” kata Direktur KNVB, Henk Kesler, seperti dilansir Algemeen Dagblad.

    PSV dan Ajax memiliki anggaran terbesar, yakni 65 juta euro. Pengeluaran PSV lebih banyak 10 juta dari musim lalu. De Boeren dapat melakukan itu karena musim lalu mereka mendapat 31,6 juta dari Liga Champion.

    Anggaran Ajax dapat lebih besar karena klub yang bermarkas di Amsterdam Arena ini baru saja menjual Wesley Sneijder dengan nilai 27 juta euro. Apalagi jika De Amsterdammers berhasil masuk babak utama Liga Champion.

    Meski memperoleh Roy Makaay dan Giovanni van Bronckhorst, anggaran Feyenoord tidak tergolong besar. Kedua pemain diperoleh secara cuma-cuma. Tapi, tampaknya pengeluaran klub ini akan bertambah.

    Feyenoord punya dana dari hasil penjualan Royston Drenthe ke Real Madrid (14 juta). De Rotterdammers juga mendapat banyak pemasukan karena penjualan tiket terusan berjalan sukses, yakni hampir mencapai angka 40.000. (man)

    Liga Pencetak Bintang

    Liga Belanda dikenal sebagai kompetisi yang mencetak pemain-pemain berkelas dunia. Sebut saja Johan Cruyff, Ruud Gullit, Frank Rijkaard, Marco van Basten, Ronald Koeman, Dennis Bergkamp, dan Ruud van Nistelrooy.

    Kesuksesan tersebut tidak lepas dari sistem pembinaan yang sangat bagus di Negeri Kincir Angin. Salah satu klub yang terkenal bagus dalam mencetak pemain hebat adalah Ajax.

    Ajax berani melepas pemain andalan yang baru berusia muda karena mereka punya stok cukup memadai di tim junior. Musim panas ini, De Amsterdammers berani melepas Ryan Babel (Liverpool) dan Wesley Sneijder (Real Madrid).

    Hal ini berkaitan erat dengan filosofi klub. “Ajax harus selalu memiliki pemain muda dan mereka hasil binaan sendiri, yang kemudian menjadi pemain top,” kata Direktur Ajax, Martin van Geel.

    Musim ini, Ajax memasukkan pemain muda seperti Vurnon Anita (18 tahun), Mitchell Donald (18), dan John Goossens (19) ke tim utama. Untuk pengganti Sneijder, Ajax menyiapkan Robert Schilder (21).

    Setelah Babel dan Sneijder pergi, Ajacied muda lain yang segera menyusul adalah Urby Emanuelson, John Heitinga, dan Hedwiges Maduro. Jangan lupa, penyerang Klaas-Jan Huntelaar sudah diincar banyak klub besar Eropa.

    Khusus Emanuelson, namanya bisa sangat melambung pada musim ini. Pelatih Henk ten Cate mengubah posisinya, dari bek menjadi gelandang kiri. Peran pemain berusia 21 tahun ini akan lebih dominan dalam sebuah pertandingan. (man)

  • Anup Sridhar

    Anup Sridhar
    Belajar dari Kekalahan

    From nobody to somebody. Itulah gambaran sosok pebulutangkis India, Anup Sridhar. Masuk ke lapangan 4 melawan unggulan kedelapan yang juga idola Stadion Putra, Bukit Jalil, Taufik Hidayat, hampir semua penonton meramal Anup akan jadi bulan-bulanan juara dunia 2005 itu.

    Anup Sridhar, tak pernah bosan belajar.

    Bahkan, ketika Anup memenangi gim pertama, 21-14, mayoritas masih percaya Taufik bisa membalikkan keadaan pada partai babak kedua Kejuaraan Dunia XVI. Apalagi, Taufik mampu memperlihatkan kematangan lewat kemenangan di gim kedua dengan perjuangan ketat, 26-24.

    Namun, harapan tinggal harapan. Seiring gim ketiga berjalan, Anup bukannya makin melemah. Sudah tertinggal 14-18, ia tetap tenang dan bermain sabar. Hasilnya, ia mengalahkan Taufik dengan angka 22-20. Jadilah Anup bintang baru Stadion Putra hari Rabu (15/8) siang.

    “Kunci kemenangan saya karena bermain sabar walau saya akui banyak juga kesalahan yang diperbuat Taufik. Tapi, saya belajar banyak dari kekalahan pada Kejuaraan Asia di Johor Bahru lalu. Saya senang bisa membuktikan itu,” ujar Anup. Sebelumnya, ia juga pernah kalah dari Taufik di pertandingan beregu Asian Games XV di Doha, Qatar, Desember lalu.

    Bahkan, khusus melawan Taufik, Anup, yang mengaku sebagai pemain menyerang karena memiliki tinggi tubuh sekitar 183 cm, mau mengubah pola bermain dengan bertahan.

    Target Personal

    Anup pantas senang dengan kemenangan tersebut. Meski gelar juara dunia atau mahkota di kancah super series masih jauh dari genggaman, prestasi mengalahkan Taufik tidak bisa dipandang sebelah mata. Paling tidak itulah salah satu pencapaian terbaiknya sejak menekuni olahraga tepok bulu di usia 10 tahun pada 1993.

    Menurut pelatih Gopi Chand, mantan tunggal putra India, bakat pemuda kelahiran Bangalore, 11 April 1983 itu mulai kelihatan ketika ia berusia 12 tahun. Beberapa gelar juara junior berhasil direbut, antara lain Krishnan Khaitan Tournament di Madras tahun 1995 dan 1998 saat ia berusia 12 dan 15 tahun, lalu turnamen U-16 Kwality Biscuits di Bangalore 1998 serta Sonora All India Junior Tournament di Kozhikode, India, 2000.

    Tak heran, pada usia 18 tahun, ia berhasil masuk ke Prakash Padukone Badminton Academy di Bangalore dan kemudian berkesempatan masuk ke Akademi Bulutangkis yang diselenggarakan International Badminton Federation (IBF) di Auckland, Selandia Baru, 2001.

    Keinginan kuat untuk belajar membuat Anup meresap banyak ilmu. Bahkan, bersama beberapa pemain India di tahun 2006, Anup pernah berlatih sebagai pemain tamu di Pelatnas Cipayung, Indonesia.

    “Seingat saya, waktu itu ia latihan dengan Joko Riyadi,” kata Nova Widianto, pemain ganda campuran Indonesia.

    Nafsu belajar juga diteruskan di sekolah formal. Pria yang doyan menonton film ini tengah menempuh studi di Bangalore University dengan jurusan bachelor of commerce degree. Ingin jadi apa, Anup?

    “Saat ini saya ingin tetap fokus di bulutangkis. Banyak yang belum saya capai. Soal kuliah, itu nanti jika saya sudah tidak main lagi,” tuturnya.

    Bagi Anup, bermain dan menekuni karier bulutangkis lebih penting dari apa pun juga. Selain memberikan banyak pengalaman, jika sukses banyak kemasyhuran yang dirasakan.

    “Prestasi dan juara itu tujuan saya. Pokoknya saya punya target pribadi di bulutangkis yang tak bisa saya bilang kepada Anda. Saya ingin membanggakan keluarga lewat bulutangkis,” ucapnya.

    Sanggupkah Anup membangkitkan lagi bulutangkis India, seperti di masa Prakash Padukone dulu? Kita tunggu saja! (Dede Isharrudin/Foto: Dede Isharrudin/BOLA)

    Data Diri
    Nama: Anup Sridhar
    Negara: India
    Lahir: Bangalore, 11 April 1983
    Orangtua: Sridhar/Bharaty
    Saudara: 1 (kakak perempuan)
    Postur: 183 cm/81 kg
    Peringkat BWF: 41
    Pendidikan: Bangalore University
    Mulai Main: Umur 10 Tahun
    Prestasi:
    2007: Semifinalis Skotlandia Internasional, semifinalis Jerman Terbuka, semifinalis Kejuaraan Asia di Johor, Malaysia
    2006: Juara nasional India, perempatfinal Singapura Terbuka, perdelapanfinal Indonesia Terbuka
    2005: Juara Hongaria Internasional, juara nasional India
    2004: Semifinalis Skotlandia Terbuka
    2001: Juara Prancis Internasional Junior
    2000: Juara Sonora All India Junior di Kozhikade
    1998: Juara U-16 Krishna Khaitan Tournament di Chennai, Juara U-16 Kwality Biscuits Tournament di Bangalore
    1995: Juara U-13 Krishna Khaitan Tournament di Madras
    1994: Finalis U-13 Krishna Khaitan Tournament di Chennai

    Bisikan

    Saat minum teh lambat-lambat,
    Saat kunyahan kudapan bergerak,
    Saat senyuman dilemparkan,
    Saat langkah diayunkan,
    Saat sapaan diberikan,
    Saat waktu berjalan,

    Ada suara berbisik,
    Untuk apa itu kau lakukan,
    Untuk siapa itu kau jalankan,
    Ingatkah kau siapa tujuanmu?

    Tidur,
    Duduk,
    Berdiri,
    Berjalan,
    Membuka komputer,
    Menulis email,
    Untuk apa,
    Untuk siapa?

    ....

    Duhai,
    Beginikah rasanya mengerti,
    pikiran-pikiran ini,
    lintasan hati ini,
    masihlah tercemari.

    Dearest Super Members,

    Saya ingat Pak Mario menyampaikan:

    Your pain is the breaking of the shell that encloses your understanding
    (Kahlil Gibran)

    Kultur Olahraga dan Satu Komitmen

    Masa lalu memang elok dikenang. Kita tahu bahwa di masa lalu prestasi olahraga Indonesia memang cemerlang. Di ulang tahun ke-62 kemerdekaan Indonesia ini, saya sedang mencari jawaban mengapa olahraga Indonesia yang di masa lalu cemerlang kini terjengkang.

    Lewat penelusuran literatur di sebuah perpustakaan di Malaysia untuk keperluan penelitian disertasi, saya menemukan kajian ilmiah seorang doktor filosofi olahraga asal Inggris, Iain Adams. Adams menulis jurnal Peranan Pancasila dalam Pembangunan Olahraga di Indonesia antara Ambisi dan Rintangan.

    Dengan bahasa yang terstruktur, Adams mengkaji secara gamblang sila demi sila Pancasila dalam konteks kontribusinya ke pembangunan olahraga Indonesia. Adams tak asing dengan olahraga di Indonesia sebab pernah diminta World Bank membantu pengembangan kemampuan 10 guru pendidikan jasmani (penjas) Indonesia. Ia pun diminta membantu pembuatan kurikulum penjas SMA beberapa waktu lalu.

    Seorang pakar olahraga Indonesia sempat mencibir saat tahu saya berniat membedah kemajuan olahraga Malaysia beberapa waktu lalu. ”Kok ke Malaysia? Malaysia itu dulu belajar dari kita dalam pengembangan olahraganya, lho,” ungkap pakar sepuh itu di sebuah acara pernikahan atlet basket nasional.

    Hhm, saya dan si pakar memang berbeda kohort. Zaman dia, prestasi kita di SEAG lebih hebat dibandingkan Malaysia. Namun, di zaman saya, Indonesia (mulai) tidak ada apa-apanya dibandingkan Malaysia. Mengapa demikian?

    ”Kuncinya adalah budaya olahraga (sport culture). Ketika budaya olahraga sudah menjadi bagian dari keseharian sebuah bangsa, ketika itulah prestasi olahraga akan otomatis maju,” ungkap Dato Sieh Kok Chi, tokoh senior olahraga Malaysia, di kantor Olympic Council of Malaysia.

    Belajar Sisi Gelap

    Dalam skala lebih kecil, sebuah teladan bagus ditunjukkan Liga Bola Basket Malaysia (NBL). Direktur liga, Tan Kee Hian, secara intensif berdiskusi dengan saya bagaimana membuat liga basket yang ideal. Seingat saya, dalam lima tahun terakhir kami getol membahasnya, baik via e-mail, telepon, ataupun saat bertemu muka.

    Dia selalu bertanya sisi buruk kegagalan IBL mengembangkan diri. Ini beberapa pertanyaannya. Mengapa ada kasus pinjaman 700 juta oleh Ary Sudarsono? Mengapa Agus Mauro dicopot? Mengapa konsep promotor dipaksakan? Mengapa cuma Aspac dan SM yang mendominasi liga? Mengapa pemain asing tak ada lagi?

    Sebagai sarjana pemasaran lulusan Universitas Indiana, otak bisnis Tan terus berputar. Ia pernah bekerja 2 tahun di Cleveland Cavaliers sebagai satu-satunya orang Asia di tim NBA asal state Ohio itu. Pengalaman, koneksi, dan referensi sisi gelap liga basket negara lain ia ramu menjadi konsep baru memajukan liga basket Malaysia.

    ”Saya tidak ingin hanya SM atau Aspac yang berpeluang menjadi juara liga. Pemain bagus tak boleh hanya di sebuah tim. Itu konsep saya mengatur liga NBL,” ungkap bapak dua anak ini.

    Karena itu, ia blakblakan menerangkan konsep draf NBL, yang pertama kali dilaksanakan pas saya ke Kuala Lumpur pekan lalu. Dalam acara draf, ia mengundang dan menyeleksi pebasket asing yang kebetulan tengah studi atau sedang bekerja di Malaysia. Berbondong-bondong pebasket asal Filipina, Kamerun, Nigeria, dll. mendaftarkan diri.

    Secara fair, tim terlemah mendapatkan pemain terbaik. Chris Kuete (Kamerun), mahasiswa NILAI College, akhirnya didraf Klang WCT Land. ”Tak ada pemain titipan (golden boy) di acara draf ini,” ledek Tan pada saya. Tim peringkat pertama, Segamat Rimba Timor, memutuskan tak memilih pemain asing demi meningkatkan persaingan antartim.

    Kepercayaan Penuh

    Menurut Tan, para pemilik klub menyerahkan kepercayaan penuh padanya mengurus liga. ”Mereka satu suara untuk kemajuan bersama. Tidak ada penumpukan pemain bagus di sebuah tim atau menang-menangan sendiri. One for all, all for one,” ungkap mantan kapten timnas Malaysia ini.

    Pembaca, uang NBL tidak banyak, jauh lebih sedikit dari nominal sponsorship A Mild ke IBL. Oh ya, bayaran pemain asing itu berapa sih? Tak mahal hanya sedikit di atas UMR Jakarta. Kok mereka mau dibayar murah?

    ”Itu karena kultur olahraga yang kental di Malaysia. Para pemain asing senang bisa menjadi bagian NBL walaupun bayarannya tak besar. NBL pun bertoleransi tak mengganggu kuliah maupun pekerjaan mereka sebab pendidikan dan pekerjaan adalah modal berharga mereka,” ungkap Tan.

    Jika konsep itu terus dilaksanakan dan tetap menjaga mindset, bukan tak mungkin NBL akan menyalip IBL dalam waktu dekat. ”Ah, kami tak secepat itu. Masih perlu waktu,” ungkap Kee merendah.

    Pembaca, sempatkanlah sedikit waktu untuk membaca literatur bagus berjudul Healthy Bodies, Healthy Minds’: Sport and Society in Colonial Malaya karya Janice N. Brownfoot. Percayalah, Malaysia juga belajar dari keberhasilan dan kegagalan Indonesia mempertahankan kejayaan di olahraga. Selamat ulang tahun kemerdekaan ke-62, Tanah Airku tercinta!

    eko@bolanews.com

  • Bekal Sempurna Federer & Henin

    sidang_ratu_felisha_foto_fia-20070426-003-rury
    Jakarta - Dua petenis nomor satu dunia, Roger Federer dan Justine Henin mendapat bekal sempurna jelang AS Terbuka. Federer menjadi juara di Cincinnati Masters, sementara Henin di Toronto Cup.

    Cincinnati Masters dan Toronto Cup merupakan turnamen pemanasan jelang Amerika Serikat Terbuka yang akan mulai dihelat 27 Agustus mendatang. Dan hasil yang diraih dua petenis nomor satu dunia itu jelas menjadi pertanda kesiapan mereka di seri keempat Grand Slam itu.

    Buat Federer keberhasilan menundukkan James Blake 6-1 dan 6-4, Senin (20/8/2007) dinihari WIB, merupakan raihan fenomenal. Inilah gelar ke-50-nya sepanjang keikutsertaan di tenis pro.

    Federer meraih gelar pertamanya saat ia masih remaja di sebuah turnamen di Milan pada Februari 2001. Tepat tahun lalu Federer juga menjadi juara di Cincinati yang membuat jumlah gelarnya bertambah menjadi 40.

    "Saya sangat excited dan percaya diri soal AS Terbuka," ungkap Federer yang sepanjang tahun ini sudah mengoleksi lima titel juara. "Tapi itu turnamen dan tempat yang benar-benar berbeda, itu gila."

    Kemenangan straight set juga didapat Justine Henin di final Toronto Cup. Menghadapi unggulan tiga, Jelena Jankovic, Henin memastikan meraih gelar keduanya di ajang tersebut dengan kemenangan 7-6 dan 7-5.

    "Semalam saya hampir tak punya peluang untuk bermain, saya khawatir dengan pundak saya. Sepanjang pertandingan saya yakin 100%, tapi itu akan terasa sakit dalam beberapa hari. Saya akan siap untuk AS Terbuka, tapi saya khawatir dengan kondisi saya hari ini," ungkap Henin.

    Gara-gara mengalami masalah pada pundaknya di partai semifinal lalu, Henin nyaris tak bisa bermain di laga puncak. Dia bahkan sempat menyatakan peluangnya mengayun raket cuma 50:50, beruntung ia akhirnya bisa bermain meski harus menjalani pertarungan ketat sepanjang dua jam dan 18 menit. (din/lom)

    'Ayo Tunjukkan Hidup Itu Indah'

    Cardiff - Posisi sebagai duta PBB bukan hanya sekadar status bagi Maria Sharapova. Di sela-sela waktunya yang sangat sedikit di luar lapangan, petenis jelita itu mengabdikan dirinya untuk kegiatan sosial.

    Sharapova tidak lupa dengan akarnya. Sebelum menjadi superstar, ia adalah anak dari keluarga terbatas. Bersama ayahnya, Sharapova pindah ke Florida saat usianya 9 tahun. Ibunya baru menyusul dua tahun kemudian karena keterbatasan dana.

    Salah satu kondisi sulit yang dialami keluarganya ialah ketika reaktor nuklir di Chernobyl, Ukraina, bocor 21 tahun lalu. Sharapova masih di kandungan sang ibu, Yelena. Kota asal mereka yakni Gomel -bagian barat Uni Soviet-, hanya berjarak 80 mil dari Chernobyl. Terpaksa mereka pindah ke Nyagan, Siberia, tempat Sharapova kemudian lahir.

    Gomel merupakan salah satu daerah yang paling menderita akibat tragedi Chernobyl. Sharapova bahkan menyatakan sebagian keluarganya ada di sana, termasuk kakek dan neneknya.

    "Banyak keluarga yang tidak bisa mengungsi karena tidak tahu mau ke mana. Kakek dari ibu saya saat itu bekerja di Siberia, itulah alasan kami memiliki tujuan yang lebih jelas," kenang petenis yang bakatnya ditemukan oleh Martina Navratilova itu.

    Setelah 20 tahun berlalu, Sharapova memiliki kesempatan kembali ke Chernobyl. Bukan hanya mengunjungi, tetapi melakukan kegiatan sosial yang lebih berarti sebagai duta PBB.

    "Ini adalah tahap awal dari apa yang ingin saya lakukan. Saya ingin mengunjungi fasilitas yang mereka bangun untuk anak-anak seperti laboratorium komputer dan rumahsakit," ungkapnya.

    Bagi seorang duta PBB, ongkos perjalanan mereka tanggung sendiri. Gaji satu dolar AS per tahun untuk mereka hanyalah simbol. Namun tentu saja itu bukan masalah bagi wanita yang pendapatannya mencapai sembilan juta dolar AS dari hadiah turnamen yang diikutinya. Angka tersebut akan jauh lebih besar jika dihitung pemasukan dari iklan dan sejenisnya.

    Tentu saja tiap kunjungan yang dilakukannya tidak akan lama. Dalam setahun, Sharapova hanya memiliki 28 hari di luar latihan, kompetisi. Tetapi waktu yang sedikit itu pun harus dibagi untuk kegiatan sosial juga foto sponsor.

    Sebelum menjadi duta PBB pun Sharapova sudah biasa melakukan kegiatan sosial, khususnya di daerah asalnya.

    Saat terjadi tragedi penyanderaan di sebuah sekolah di Beslan tahun 2004 yang menewaskan 334 orang dan sebagian besar anak-anak, Sharapova menyumbang hadiah yang diperolehnya di turnamen penutup WTA.

    Saat ditunjuk sebagai duta PBB Februari lalu pun, Sharapova mendonasikan 100 ribu dolas AS untuk membantu pembangunan Chernobyl.

    "Banyak hal lain yang ingin saya lakukan dalam hidup saya. Saya ingin membuka sekolah tenis untuk anak-anak di kampung halaman saya di Sochi. Jika Anda bisa menolong beberapa orang dan membuat mereka tersenyum dan menyadari hidup itu indah, maka hal itu lebih berarti daripada membeli sepasang sepatu."

    Kejuaraan Dunia Badminton 2007
    Cina Tiga, Indonesia Dua

    Kuala Lumpur - Menempatkan lima wakilnya di babak final, Cina menyabet tiga nomor dari Kejuaraan Dunia Badminton 2007. Sisa dua nomor diraih anak-anak Indonesia.

    Tiga nomor yang dimenangi Cina adalah tunggal putra, tunggal putri, dan ganda putri. Sedangkan Indonesia kebagian di nomor ganda campuran dan ganda putra.

    Lin Dan tetap membuktikan dirinya pemain terbaik dunia setelah mengalahkan pemain Indonesia Sony Dwi Kuncoro 21-7, 22-20. Ini adalah gelar juara dunia kedua buat Lin Dan setelah yang pertama didapat di Madrid, Spanyol, tahun lalu.

    Di nomor tunggal putri, unggulan kelima Zhu Lin merengkuh sukses terbesar dalam karirnya setelah menumbangkan juara Asia berusia 31 tahun asal Hong Kong, Wang Chen, dengan 21-8, 21-12.

    Wang, yang di semifinal menyingkirkan unggulan teratas Zhang Ning, harus puas menjadi runner up dalam aksi terakhirnya di Kejuaraan Dunia karena tahun ini sudah dicanangkan menjadi musim terakhirnya sebagai pemain profesional.

    Sukses Cina lainnya atas nama Yang Wei/Zhang Jiewen. Ganda putri unggulan ketiga itu mengalahkan rekan senegaranya yang juga juga bertahan, Gao Ling/Huang Sui, dengan 21-16, 21-19. Sebelumnya Yang/Zhang juga pernah jadi juara dunia di tahun 2005.

    Sementara itu penyumbang titel untuk Indonesia adalah Nova Widianto/Lilyana Natsir dan Markis Kido/Hendra Setiawan. Nova/Lily menundukkan unggulan pertama dari Cina, Zheng Bo/Gao Ling, 21-16 dan 21-12. Sedangkan Markis/Hendra menundukkan pasangan Korea Selatan, Jung Jae-sung/Lee Yong-dae dengan 21-19 dan 21-19.

    Hasil babak final, Minggu (19/8/2007):

    Tunggal putra
    Lin Dan (CHN x1) def Sony Dwi Kuncoro (INA x9) 21-11, 22-20

    Tunggal putri
    Zhu Lin (CHN x5) def Wang Chen (HKG x6) 21-8, 21-12

    Ganda putra
    Markis Kido/Hendra Setiawan (INA x3) def Jung Jae-Sung/Lee Yong-Dae (KOR x13) 21-19, 21-19

    Ganda putri
    Yang Wei/Zhang Jiewen (CHN x3) def Gao Ling/Huang Sui (CHN x2) 21-16, 21-19

    Ganda campuran
    Nova Widianto/Lilyana Natsir (INA x2) def Zheng Bo/Gao Ling (CHN x1) 21-16, 21-14

    "No matter how small and unimportant what we are doing may seem, if we do it well, it may soon become the step that will lead us to better things."

    Channing Pollock
    Actor, Writer and Composer

    Kejuaraan Dunia Badminton 2007

    Kuala Lumpur - Indonesia membawa pulang dua gelar juara dari Kejuaraan Dunia Badminton 2007. Titel kedua dipersembahkan pasangan ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan.

    Meskipun mendapat perlawanan cukup ketat dari pasangan Korea Selatan Jung Jae-sung/Lee Yong-dae, namun Markis/Hendra membuktikan mereka lebih baik dibanding unggulan ke-13 itu.

    Pada pertandingan final di Putra Stadium, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (19/8/2007), Markis/Hendra yang ditempatkan sebagai unggulan ketiga menang dua set langsung 21-19, 21-19.

    Dengan demikian Indonesia memperoleh dua gelar juara. Sebelumnya, di nomor ganda campuran, unggulan kedua Nova Widianto/Lilyana Natsir, berhasil menaklukkan unggulan pertama Zheng Bo/Gao Ling, juga dengan straight set 21-16, 21-12.

    Dari tiga wakil Indonesia di babak final, hanya Sony Dwi Kuncoro yang harus puas menjadi runner up. Pemain tunggal putra unggulan kesembilan itu menyerah di tangan pemain terbaik dunia saat ini, Lin Dan, dengan 7-21, 20-22.

  • title-2836579

    sidang_ratu_felisha_foto_fia-20070426-003-rury
    Bekal Sempurna Federer & Henin

    Jakarta - Dua petenis nomor satu dunia, Roger Federer dan Justine Henin mendapat bekal sempurna jelang AS Terbuka. Federer menjadi juara di Cincinnati Masters, sementara Henin di Toronto Cup.

    Cincinnati Masters dan Toronto Cup merupakan turnamen pemanasan jelang Amerika Serikat Terbuka yang akan mulai dihelat 27 Agustus mendatang. Dan hasil yang diraih dua petenis nomor satu dunia itu jelas menjadi pertanda kesiapan mereka di seri keempat Grand Slam itu.

    Buat Federer keberhasilan menundukkan James Blake 6-1 dan 6-4, Senin (20/8/2007) dinihari WIB, merupakan raihan fenomenal. Inilah gelar ke-50-nya sepanjang keikutsertaan di tenis pro.

    Federer meraih gelar pertamanya saat ia masih remaja di sebuah turnamen di Milan pada Februari 2001. Tepat tahun lalu Federer juga menjadi juara di Cincinati yang membuat jumlah gelarnya bertambah menjadi 40.

    "Saya sangat excited dan percaya diri soal AS Terbuka," ungkap Federer yang sepanjang tahun ini sudah mengoleksi lima titel juara. "Tapi itu turnamen dan tempat yang benar-benar berbeda, itu gila."

    Kemenangan straight set juga didapat Justine Henin di final Toronto Cup. Menghadapi unggulan tiga, Jelena Jankovic, Henin memastikan meraih gelar keduanya di ajang tersebut dengan kemenangan 7-6 dan 7-5.

    "Semalam saya hampir tak punya peluang untuk bermain, saya khawatir dengan pundak saya. Sepanjang pertandingan saya yakin 100%, tapi itu akan terasa sakit dalam beberapa hari. Saya akan siap untuk AS Terbuka, tapi saya khawatir dengan kondisi saya hari ini," ungkap Henin.

    Gara-gara mengalami masalah pada pundaknya di partai semifinal lalu, Henin nyaris tak bisa bermain di laga puncak. Dia bahkan sempat menyatakan peluangnya mengayun raket cuma 50:50, beruntung ia akhirnya bisa bermain meski harus menjalani pertarungan ketat sepanjang dua jam dan 18 menit. (din/lom)

    'Ayo Tunjukkan Hidup Itu Indah'

    Cardiff - Posisi sebagai duta PBB bukan hanya sekadar status bagi Maria Sharapova. Di sela-sela waktunya yang sangat sedikit di luar lapangan, petenis jelita itu mengabdikan dirinya untuk kegiatan sosial.

    Sharapova tidak lupa dengan akarnya. Sebelum menjadi superstar, ia adalah anak dari keluarga terbatas. Bersama ayahnya, Sharapova pindah ke Florida saat usianya 9 tahun. Ibunya baru menyusul dua tahun kemudian karena keterbatasan dana.

    Salah satu kondisi sulit yang dialami keluarganya ialah ketika reaktor nuklir di Chernobyl, Ukraina, bocor 21 tahun lalu. Sharapova masih di kandungan sang ibu, Yelena. Kota asal mereka yakni Gomel -bagian barat Uni Soviet-, hanya berjarak 80 mil dari Chernobyl. Terpaksa mereka pindah ke Nyagan, Siberia, tempat Sharapova kemudian lahir.

    Gomel merupakan salah satu daerah yang paling menderita akibat tragedi Chernobyl. Sharapova bahkan menyatakan sebagian keluarganya ada di sana, termasuk kakek dan neneknya.

    "Banyak keluarga yang tidak bisa mengungsi karena tidak tahu mau ke mana. Kakek dari ibu saya saat itu bekerja di Siberia, itulah alasan kami memiliki tujuan yang lebih jelas," kenang petenis yang bakatnya ditemukan oleh Martina Navratilova itu.

    Setelah 20 tahun berlalu, Sharapova memiliki kesempatan kembali ke Chernobyl. Bukan hanya mengunjungi, tetapi melakukan kegiatan sosial yang lebih berarti sebagai duta PBB.

    "Ini adalah tahap awal dari apa yang ingin saya lakukan. Saya ingin mengunjungi fasilitas yang mereka bangun untuk anak-anak seperti laboratorium komputer dan rumahsakit," ungkapnya.

    Bagi seorang duta PBB, ongkos perjalanan mereka tanggung sendiri. Gaji satu dolar AS per tahun untuk mereka hanyalah simbol. Namun tentu saja itu bukan masalah bagi wanita yang pendapatannya mencapai sembilan juta dolar AS dari hadiah turnamen yang diikutinya. Angka tersebut akan jauh lebih besar jika dihitung pemasukan dari iklan dan sejenisnya.

    Tentu saja tiap kunjungan yang dilakukannya tidak akan lama. Dalam setahun, Sharapova hanya memiliki 28 hari di luar latihan, kompetisi. Tetapi waktu yang sedikit itu pun harus dibagi untuk kegiatan sosial juga foto sponsor.

    Sebelum menjadi duta PBB pun Sharapova sudah biasa melakukan kegiatan sosial, khususnya di daerah asalnya.

    Saat terjadi tragedi penyanderaan di sebuah sekolah di Beslan tahun 2004 yang menewaskan 334 orang dan sebagian besar anak-anak, Sharapova menyumbang hadiah yang diperolehnya di turnamen penutup WTA.

    Saat ditunjuk sebagai duta PBB Februari lalu pun, Sharapova mendonasikan 100 ribu dolas AS untuk membantu pembangunan Chernobyl.

    "Banyak hal lain yang ingin saya lakukan dalam hidup saya. Saya ingin membuka sekolah tenis untuk anak-anak di kampung halaman saya di Sochi. Jika Anda bisa menolong beberapa orang dan membuat mereka tersenyum dan menyadari hidup itu indah, maka hal itu lebih berarti daripada membeli sepasang sepatu."

    Kejuaraan Dunia Badminton 2007
    Cina Tiga, Indonesia Dua

    Kuala Lumpur - Menempatkan lima wakilnya di babak final, Cina menyabet tiga nomor dari Kejuaraan Dunia Badminton 2007. Sisa dua nomor diraih anak-anak Indonesia.

    Tiga nomor yang%

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.