Search blog.co.uk

Posts archive for: 21 August, 2007
  • title-2842519

    Utang vs Kesejahteraan Oleh Prof. Dr. Ir. H. EDDY JUSUF Sp., M.Si. :(:>>:yes:88|:)) TERSENDATNYA roda pembangunan di negeri ini salah satu faktornya adalah keterbatasan anggaran pemerintah. Keterbatasan anggaran tersebut, sering kali ditemukan stagnasinya suatu program atau perjalanan suatu program yang berkesan setengah hati, karena persoalan finansial pemerintah. Secara teoretis akan memperlambat proses penyelenggaraan program pembangunan kesejahteraan rakyat.88|:idea: Dari berbagai kasus, di tengah lesunya iklim investasi, intervensi persoalan finansial negara merupakan hal penting guna mendinamiskan pertumbuhan perekonomian ketika dibutuhkan. Contoh kecil, penanggulangan masalah pengangguran melalui perluasan program padat karya, meski bersifat temporer. Namun, karena anggaran terbatas maka program-program seperti itu tak berlangsung lama dan kontinu. Dengan tak tertanggulanginya masalah anggaran negara ini, dampak yang muncul yakni membuahkan defisit anggaran yang dibuktikan pada setiap tahunnya negara mengalami defisit anggaran. :oops:Solusinya, untuk menutup angka defisit ini salah satunya ditutup dengan utang luar negeri.:roll: Ironis memang masalah utang luar negeri ini. Sebab bangsa ini jauh-jauh hari telah mencanangkan akan membabat habis perilaku atau kebiasaan berutang pemerintah. Tekad tersebut, misalnya, tercermin dalam pembubaran lembaga donor Consultative Group on Indonesia (CGI), Januari lalu.:D Namun, langkah tersebut rupanya tidak diimbangi dengan strategi pembiayaan program di anggaran negara. Hal itu ternyata diakui Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas bahwa pemerintah dalam waktu dekat ini berencana untuk menambah utang luar negeri. Itu karena defisit APBN 2007 meningkat akibat melesetnya realisasi pendapatan negara dan hibah. Direncanakan, defisit tersebut bakal ditambal dengan utang baru Rp 2,8 triliun.:>> Apa pun alasannya, rupanya bangsa ini belum mampu untuk bisa terlepas dari lilitan utang luar negeri. Tradisi utang yang sejak dulu ada sebagai konsekuensi logis dari hegemoni pendekatan pembangunan ekonomi yang menekankan pada pentingnya pembentukan kapital. Bila ditelaah, mengapa bangsa ini selalu bertahan dengan sejumlah utang? Dari beberapa alasan yang muncul ternyata memiliki alasan kuat. Coba saja lihat, dari model-model analisis yang diterapkan pada bidang perekonomian nasional, khususnya persoalan utang luar negeri menganut analisis sebagaimana yang cetuskan oleh Harod-Domar yang berhasil menunjukkan korelasi antara pertumbuhan investasi dan pendapatan nasional. Logikanya dalam konteks teoritis, pendekatan pembentukan kapital sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih dikenal dengan sebutan capital fundamentalism (fundamentalisme modal). Sebenarnya, bangsa ini tak perlu terhegemoni dengan pendekatan di atas, meski tidak dapat dimungkiri bahwa pembentukan kapital juga penting, namun tidak selalu paralel dengan tingkat pertumbuhan ekonomi. Solusinya adalah menanamkan kapital yang langka dan terbatas secara efektif dan dikombinasikan dengan tenaga kerja yang melimpah. Artinya, utang luar negeri bukan satu-satunya jawaban atas keterbatasan anggaran negara. Meski ada indikasi usaha dari pemerintah untuk pelunasan utang lebih serius, dengan keluarnya Indonesia dari Paris Club menjadi poin positif keseriusan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada utang luar negeri. Pemerintah juga berusaha mengurangi stok utang, yaitu dari 100% terhadap PDB (1998) menjadi 40% terhadap PDB (2005). Namun, dalam kenyataannya dalam APBN 2006 lalu dianggarkan utang 500 juta dolar AS dari Bank Dunia. Kini tahun 2007 kembali wacana berutang digulirkan pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah perlu membuktikan komitmen yakni akan adanya political will bagi penyelesaian tradisi utang, sebab utang-utang pelaku koruptor hingga kini pun masih terkatung-katung belum terselesaikan. Kalaupun recovery rate dari jaminan yang mereka bayar rendah, harus ada kepastian hukum bahwa mereka dan keluarga tetap bertanggung jawab terhadap penyelesaian utang di kemudian hari atau di-black list dari dunia usaha. Usaha dalam melepaskan dari jerat utang luar negeri perlu dilakukan secara bertahap mengingat harus lebih dulu disiapkan fondasi ekonomi berupa alternatif pembiayaan yang bersifat jangka panjang. Hampir 45 tahun ini hanya dapat dihentikan jika sistem ekonomi yang mendukung proses pengutangan tersebut direformasi. Dengan keterbatasan finansial yang dirasakan pemerintah selama ini tak lain karena ketidakefisienan anggaran negara. Terjadinya kebocoran di pintu penerimaan negara, seperti pada Ditjen Pajak dan Bea dan Cukai. Belum lagi mental korup di kalangan oknum birokrat yang masih kuat, seperti tercermin dalam penggunaan dana nonbujeter. Sumber dana lainnya, seperti BUMN hingga kini umumnya belum menunjukkan hasil positif, bahkan institusi ini tak jarang dijadikan mesin-mesin penghasil uang segar oleh sebagian elite untuk kepentingan politik sesaat. BUMN seperti ini tentunya menjadi beban keuangan negara dan bukan sebaliknya. Pilihan pemerintah untuk menambah beban utang luar negeri boleh jadi akan lebih membebankan rakyat di masa depan. Pilihan itu tentunya akan lebih pahit jika pemerintah tak mengakomodasi prinsip kemandirian penyelenggaraan negara ini, sehingga tekad pemerintah untuk mengurangi utang luar negeri tidak lagi menjadi mimpi-mimpi buruk bagi generasi bangsa masa depan. Pada sisi lain, dalam pengelolaan persoalan utang ini kecenderungan tidak accountable, sehingga dampak solusinya hanya berkutat di seputar tutup lubang gali lubang dan tidak memberikan nilai tambah secara optimal. Bukti menunjukkan tidak accountable-nya pengelolaan utang tersebut, adalah kurangnnya angka penyerapan anggaran, meski dalam anggaran ada sejumlah program yang didanai dari utang. Dampak minimnya penyerapan anggaran tersebut, tertatih-tatihnya roda pembangunan. Anggaran merupakan artikulasi dari hasil perumusan strategi perencanaan strategis yang telah dibuat. Rendahnya penyerapan anggaran -- yang sebagian ditopang utang -- menunjukkan tidak mempunyai perumusan strategis yang dibutuhkan masyarakat. Karena itu pereval pernyataan dari Samuelson (1996) bahwa proses penganggaran akan lebih efektif jika diawasi lembaga pengawas khusus (oversight body) yang bertugas mengontrol perencanaan dan pengendalian. Sikap pemerintah yang selalu berkeinginan ngutang sudah saatnya diubah jika bangsa ini tak mau terus-menerus dijajah kaum kapitalis barat. Sebenarnya, sikap tersebut bukan persoalan rasa nasionalisme sempit, melainkan lebih kepada realitas perekonomian nasional yang selalu berada di telunjuk negara donor.88| Fenomena ini tentunya harus ada perubahan paradigma dan ideologi ekonomi dari para pemimpin dan elite politik untuk menentukan arah kebijakan ekonomi yang lebih arif. Artinya, perlu ada keberanian pemerintah untuk memiliki arah ekonomi yang lebih independen, tidak sekadar mengikuti arus kapitalisme, dan tidak ada istilah gengsi jika layak mendapatkan pengampunan utang. Pemerintah membawa kepercayaan 220 juta rakyat Indonesia, perlu memaksimalkan alternatif bagaimana meningkatkan kualitas sumber dayanya. Usaha untuk melepaskan dari jeratan utang luar negeri meski dilakukan bertahap. Yang jelas, jangan hanya ritual utang. )-o Penulis, Guru Besar Kopertis Wilayah IV Jabar-Banten, dpk Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, dan Wakil Ketua LP3E Kadin Jabar. Kemerdekaan dan Nilai Kepahlawanan Oleh SUYATNO KEMERDEKAAN Indonesia adalah hasil dari semangat kepahlawanan. Dalam Pembukaan UUD 1945 dengan tegas dinyatakan hal itu. Perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampai pada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan adalah kebahagiaan yang diraih melalui perjuangan. Tanpa perjuangan kemerdekaan tidak akan pernah digenggam. Bangsa ini berhasil mengesampingkan kepentingan yang sempit guna meraih tujuan bersama yang lebih luas dan besar. Setelah diraihnya kemerdekaan berdirilah kehidupan bersama sebagai sebuah negara. Saatnya mengisi kemerdekaan dengan sejumlah upaya meraih cita-cita bersama. Kemerdekaan yang telah ada tidak akan sia-sia. Tetap dibutuhkan perjuangan untuk mengisinya dengan hal-hal yang baik. Kini setelah 62 tahun usia kemerdekaan itu, nilai kepahlawanan senantiasa tetap dibutuhkan. Nagara harus tetap dibangun dan dibawa menuju masyarakat adil makmur. Pertanyaannya, masihkah nilai kepahlawanan dimiliki oleh bangsa ini? Bagaimana kondisi kepahlawanan bangsa saat ini? Apa yang dibutuhkan oleh negara ini terkait dengan kepahlawanan guna mewujudkan cita-cita didirikannya negara? Pahlawan pada dasarnya orang yang memiliki dedikasi sosial yang tinggi. Orang yang memiliki pengorbanan dan tanggung jawab kepada orang banyak, yaitu kesadaran untuk berbuat, melakukan pekerjaan dengan baik dan ikhlas, menujukkan kesungguhan terhadap sejumlah orang yang terkait dengan peran dan pekerjaannya. Seorang pahlawan bahkan merelakan jiwanya dipertaruhkan untuk kepentingan masyarakat luas meskipun terkadang tidak ada orang yang mengetahui atau mengenangnya. Pahlawan sepi dari pamrih. Kondisi saat ini Dinamika kehidupan negara ini mengalami pasang dan surut. Tanpa menghilangkan sejumlah hal positif, banyak hal yang masih memprihatinkan terus menimpa bangsa ini. Butuh nilai juang guna meraih kebahagian selevel kemerdekaan yang semakin lama bukan kian ringan, namun sangat menuntut kesungguhan. Agaknya berkembang pola pikir bahwa setelah merdeka perjuangan telah selesai. Tanpa sadar berkembang pula jiwa individualisme yang tidak sehat. Bangsa ini mengalami karut-marut. Baik itu disebabkan oleh hukum alam ditambah dengan ulah manusia sendiri. Bencana menimpa secara berutun mengempas negeri tercinta ini. Tanpa bisa segera mengambil tindakan pasti, justru terjadi saling menyalahkan siapa yang mesti bertanggung jawab hingga dengan tega melakukan penyelewengan terhadap bantuan bagi mereka yang menjadi korban. Kalangan elite negara yang menjadi contoh dan panutan kurang menjalankan perannya dengan baik. Dalam pemilu muncul tontonan kehausan kekuasaan oleh para elite politik itu. Banyak di antara mereka menghalalkan segala cara demi memenangkan sebuah jabatan. Memunculkan pertanyaan mengapa mereka begitu getol ingin menjabat, sementara problematika masyarakat harus diselesaikan yang menjadi tugasnya begitu berat? Tuluskah mereka mengemban amanat? Sementara itu, kepentingan masyarakat justru kadang terabaikan. Bila perlu elite lantas senang mengobral janji. Apa pun akan diberikannya walaupun sangat mustahil untuk diwujudkan. Katanya waktunya selama 24 jam akan diberikan bila terpilih. Hal sangat tidak mungkin karena sebagai manusia tentu butuh waktu untuk makan, minum, istirahat, dan juga beribadah pada Tuhan. Demikian juga janji-janji yang lain. Bila kekuasaan sudah diraih lantas terjebak pada kepentingan sempit dan sesaat. Kekuasaan dipakai untuk memenuhi kepentingan pribadi dan kelompoknya. Akibatnya sangat kehilangan kekuasaan menjadi hal yang sangat menakutkan. Bila itu akan terjadi, segala daya upaya dilakukan untuk mempertahankan kekuasaan. Bila perlu memakai fitnah untuk menjatuhkan lawan politiknya. Menyampaikan hal yang belum tentu bisa dipertanggungjawabk an kebenarannya ditempuh. Atau bila sudah terpojok lalu sibuk mencari kambing hitam atau mencari teman bersalah yang lain. Dirinya boleh disalahkan, tetapi yang lain juga termasuk salah. Pada awalnya masyarakat memercayai mereka. Bahwa tidak mungkin semua rakyat menjadi pemimpin, maka dipilih di antara mereka yang terbaik dan terpercaya mengurus kehidupan bersama. Sebagian hak mereka itu direlakan pada sejumlah orang itu. Namun, apa yang mereka lihat justru pertikaian yang justru mengiris hati mereka. Masyarakat kemudian bisa tidak peduli. Mereka justru diimpit kesulitan ekonomi. Kebutuhan mereka untuk hidup dan menjamin pendidikan anak-anaknya bukan semakin mudah. Dalam upaya reorientasi nilai kepahlawanan itulah setiap tahun dilakukan peringatan HUT Kemerdekaan Republik tercinta ini. Yang terpenting bukanlah besarnya peringatan, namun kemampuan untuk menyentuh kembali rasa dan nilai kepahlawanan yang pernah ada dalam diri setiap anak bangsa ini saat meraih kemerdekaannya. Ada sejumlah nilai yang harus disegarkan dalam ingatan setiap insan Indonesia tentang apa yang hendak diraih oleh keluarga besar bangsa ini. Nilai ini akan senantiasa dibutuhkan oleh negara ini. Tidak saja pada saat meraih kemerdekaan dulu, tetapi ke depan dalam upaya menciptakan masyarakat adil dan makmur. Cita-cita tidak akan berhasil tanpa kerja keras. Para pahlawan bisa mengelola keterikatan terhadap ruang dan waktu. Keduanya tidak menjadi hambatan. Meskipun harus menempuh jarak yang jauh, tidak dijadikan masalah. Di mana pun bagian mereka berjuang toh tetap bagian dari Indonesia, negara yang kelak mereka percayai akan terbentuk. Tanpa banyak berjanji waktu mereka memang dipergunakan bagi perjuangan mereka. Tidak harus dijadwal oleh ikatan jam kerja, namun mereka menekuni bidang perjuangan mereka. Aktivitas perjuangan para pahlawan dilakukan tanpa mengharap sanjungan. Jiwa rela berkorban melandasi setiap gerak langkah para pahlawan. Satu yang melandasi tindakan mereka adalah keyakinan bahwa pada suatu saat akan tercapai cita-cita bersama meraih kemerdekaan bangsanya. Tindakan mereka juga tidak dilandasi upaya untuk menandingi atau mengalahkan pihak lain sebangsanya. Ada rasa saling menghargai. Mereka percaya bahwa yang dilakukannya akan mendukung upaya yang dilakukan anak bangsa lainnya. Demikian juga sebaliknya, yang dilakukan orang lain akan mendukung apa yang dikerjakannya. Kondisi di atas hanya akan terjadi bila ada rasa persatuan yang melandasi. Meski berada dalam wilayah yang berbeda dengan jarak yang sangat berjauhan mereka dipersatukan oleh rasa ikatan sebagai bangsa yang sama. Tidak ada upaya-upaya untuk menganggap bahwa suku yang satu lebih unggul dibanding dengan suku lainnya. Gotong royong juga menjadi kunci keberhasilan yang lain. Jiwa saling membantu yang sangat terbina akan membawa rasa persaudaraan yang kuat. Hal ini juga akan memberikan rasa nyaman seseorang berada di bagian mana pun dari wilayah negara ini. Segala kesulitan akan mendapat bantuan. Wujud kepahlawanan Kini nilai kepahlawanan penting selalu dipupuk dalam jiwa seluruh lapisan bangsa Indonesia, baik pada kalangan elite atau rakyat jelata layak memiliki nilai kepahlawanan. Tentu sesuai dengan posisi dan perannya. Dalam kalangan berbeda ada nilai kepahlawanan yang berbeda harus diperankan. Meski berbeda bila berjalan dengan baik tentu akan mendatangkan kebaikan bagi bangsa ini. Ada beberapa nilai yang patut berkembang di kalangan elite. Sikap negarawan patut dimiliki oleh setiap elite. Sikap yang lebih mendahulukan kepentingan yang lebih luas ini akan mencegah mereka terjebak pada pertikaian yang bersifat sempit dan sesaat. Tindakan dan kedudukan mereka mempunyai implikasi yang luas pada masyarakat. Oleh karena itu, pemikiran yang harus dikembangkan hendaknya sangat mempertimbangkan kondisi masyarakat.:8| Para pejabat dituntut untuk membekali diri dengan moralitas yang tinggi. Nilai kepentasan dan kepatutan senantiasa menjadi dasar dalam berpikir dan bertindak. Hal ini tidak lepas bahwa kalangan elite akan menjadi suri teladan bagi kalangan rakyat biasa. Selalu mengedepankan kepentingan umum menjadi kelayakan yang tidak bisa ditinggalkan. Elite dan pejabat dipilih untuk menjalankan tugas mengatur dan melayani kepentingan umum. Mereka adalah milik publik bukan milik pribadi atau kelompok. Demikian pula, tidak hanya pada elite dalam tataran rakyat jelata perlu dikembangkan sejumlah nilai. Bila negara ingin semakin kuat, rakyat harus memiliki rasa cinta tanah air. Sebagaimana diungkap di atas kekuatan negara akan diperoleh bila setiap insan Indonesia dipersatukan oleh rasa bangga terhadap negaranya. Dari sikap inilah, di antara rakyat Indonesia tidak mudah untuk diadu domba antara kelompok suku yang satu dan lainnya. Mereka lebih suka untuk menjadi bangsa Indonesia. Berada di bagian mana pun di wilayah negara akan dijumpai saudara sesama bangsa I
  • Isi Hati Eto’o

    Isi Hati Eto’o

    Rumor tentang transfer yang melibatkan dirinya telah surut. Namun, Samuel Eto’o mencoba menyuarakan isi hatinya perihal kritik publik menyangkut besarnya uang yang terlibat. Katanya pemain layak menerima setiap sen dari gaji yang dituding terlalu besar itu.

    Pada pengujung Juni 2005, Samuel Eto’o memperpanjang kontraknya di Barcelona hingga 2010. Kabarnya, kerja sama itu membuat sang bomber menerima gaji 4 juta euro AS per tahun. Jumlah itu meningkat dari nilai sebelumnya, 2,5 juta.

    Dua bulan sebelumnya, Liverpool menawarkan gaji 4 juta pound, hampir 6 juta euro, per tahun. Namun, jawaban Eto’o ketika itu, “Meski Liverpool menawarkan 6 juta euro per musim tetap saya tolak. Ada yang lebih penting dari uang. Kebahagiaan tak bisa dibeli.”

    Well, John Terry di Chelsea menerima 135 ribu pound (hampir 200 ribu euro) per minggu. Dalam setahun, rata-rata ada 52 minggu. Bila dikalikan dengan gaji Terry, bek Chelsea itu menerima sekitar 7 juga pound (lebih dari 10 juta euro) setiap tahun.

    Rekan Eto’o di Barcelona, Ronaldinho, dilaporkan menerima 8 juta euro per tahun. Jumlah itu setara dengan 102 miliar rupiah. Mana ada klub kecil yang sanggup membayar pemainnya sebesar itu? Jurang perbedaan pun menguak kian lebar. Di dalamnya termasuk kualitas.

    “Kalau seorang pemain bisa mendatangkan banyak uang untuk klubnya, saya pikir ia layak mendapatkan gaji besar,” ujar Eto’o seperti dilansir situs feelfootball. “Tak semua pemain di dunia menerima gaji seperti pesepakbola terbaik di dunia. Namun, sebuah tim harus membayar senilai popularitas dan performa si pemain.”

    Apakah kegagalan Liverpool dan AC Milan meminang Eto’o dipicu besarnya gaji? (wesh)

    begini neh kalo sopir angkot bawa pesawat...
    begitu dilarang terbang semua pada kebakaran jenggot..

    Metrotvnews. com, Surabaya: Administrator Bandar Udara Juanda, Surabaya, Jawa Timur, melapor ke Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Kepada KNKT dilaporkan bahwa pesawat milik Adam Air dan Batavia Air bertabrakan di bandara tersebut. Laporan tersebut dibenarkan Pelaksana Tugas Kepala Bidang Keamanan dan Keselamatan Bandara Juanda, Agus Priyanto di Surabaya, Rabu (15/8).
    Pesawat Batavia Air dan Adam Air nyaris bertabrakan pada Senin malam. Saat itu, kedua pesawat hendak tinggal landas. Tabrakan hampir terjadi lantara pesawat Adam Air yang diawaki Amir, memotong jalur pesawat Batavia melalui runway pendaratan. Tabrakan dapat dihindari setelah pihak administrator meminta pesawat Adam Air berhenti dan membiarkan pesawat Batavia lepas landas lebih dulu. Apalagi, pesawat Batavia yang lebih dulu menerima perintah dari menara kontrol untuk lepas landas.
    Kasus ini kemudian dilaporkan Administrator Bandara Juanda ke KNKT. Menurut Agus, pihaknya berharap KNKT dapat mengusut kasus tuntas kasus ini. Selain ke KNKT, administrator Bandara Juanda juga melaporkan kasus ini ke pihak Direktur Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan. (*)

    Piala Super Spanyol: Sevilla vs Madrid 1-0
    Kemenangan Teamwork

    Bersakit-sakit dahulu, juara kemudian! Inikah jalan yang akan ditempuh Bernd Schuster bersama Real Madrid? Kekalahan 0-1 dari Sevilla di Piala Super Spanyol 2007 tentu tak bisa dijadikan patokan.

    Dari sebuah pelanggaran Sergio Ramos terhadap Duda di kotak terlarang, lahirlah gol tunggal di putaran I Supercopa de Espana. Tendangan penalti Luis Fabiano ke kanan gawang Madrid gagal ditebak Iker Casillas.

    Tuan rumah Sevilla sebagai juara Copa del Rey mengalahkan juara Primera Division Real Madrid 1-0, Sabtu (11/8) di Sanchez Pizjuan. Meski lebih mendominasi permainan, Madrid kalah kemampuan membangun serangan menuju daerah berbahaya.

    Turun dengan formasi 4-4-2, pasukan Madrid harus bertarung keras dengan tuan rumah yang hanya menurunkan Luis Fabiano di lini depan. Juande Ramos tidak bisa memainkan beberapa punggawa Si Merah-Putih akibat cedera. Sabtu kemarin, tak ada Frederic Kanoute, Javi Navarro, Adriano hingga Julien Escude, yang belum jelas kontraknya.

    Namun, kembali kerja sama yang menonjol menjadi kelebihan Sevilla meladeni tamunya. Termasuk kegagalan Robinho memanfaatkan penampilan ogah-ogahan Dani Alves di rusuk kanan pertahanan Sevilla. Sebelum pertandingan, Alves berniat keluar menerima pinangan Chelsea.

    Di menit ke-27, Los Sevillitas menggembirakan penonton di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, yang berkapasitas 45 ribu orang. Tendangan penalti Luis Fabiano menjadi pembeda kedua tim.

    Masuknya Julio Baptista menggeser Gago memang membuat daya serangan Los Blancos di babak II lebih baik. Hal ini dipermudah akibat perubahan taktik Sevilla, yang menurunkan ritme permainan mereka. Kehadiran Javier Saviola menambah daya ledak lini depan sejak menit ke-62 pun gagal berbuah gol penyeimbang.

    “Sebenarnya kami belum siap untuk pertandingan ini. Begitu pula Madrid, yang berganti pelatih,” ujar pelatih Sevilla, Juande Ramos, saat jumpa pers. “Duel berjalan seimbang, seperti halnya pertandingan liga musim lalu.” Ramos pun mengakui Madrid lebih beruntung dengan skor tipis tersebut.

    Gelandang Jesus Navas memuji penampilan kerja sama timnya. Kemenangan di partai resmi pertama Sevilla musim ini dinilai akan berdampak besar dalam mengarungi kompetisi yang panjang. “Ini menjadi motivasi yang baik bagi semua pemain Sevilla,” katanya.

    Kalah Kerja Sama

    Apa kata Schuster? Kekalahan dari titik putih tak terlalu merisaukannya. Apalagi ia mengaku mengubah sistem bermain Madrid dari partai-partai uji coba sebelumnya.

    “Kerja sama Sevilla lebih baik karena pemainnya sudah berkumpul bersama dalam beberapa tahun. Pengertian di antara mereka sangat baik,” jelas sang pelatih.

    Pepe, Baptista, dan Javier Balboa sebagai starter, disusul Saviola. Inilah empat pemain Madrid yang tak ada dalam skuad Fabio Capello musim lalu. Dalam masa persiapan, Robinho pun terlambat bergabung pasca-Copa America 2007.

    Bila Schuster sudah kembali mendapatkan bomber utamanya, Ruud van Nistelrooy, sikap tenangnya di Sevilla memang menjadi ancaman nyata bagi Los Sevillitas. Kabarnya Van Nistelrooy telah dinyatakan fit setelah dihantam cedera akhir musim lalu. (Weshley Hutagalung)

    Rekaman Putaran I
    Sevilla vs Madrid 1-0
    Waktu: 11 Agustus
    Stadion: Sanchez Pizjuan
    Penonton: 40 ribu
    Pencetak Gol: Luis Fabiano 27’-pen
    Sevilla: 1-Palop, 4-Dani Alves, 23-Boulahrouz, 3-Dragutinovic, 16-Puerta, 21-Keita, 18-Marti, 7-J. Navas (25-Maresca 70’), 11-Renato (20-De Mul 56’), 5-Duda (17-Diego Capel 66’), 10-Luis Fabiano.
    Madrid: 1-Casillas, 4-Sergio Ramos, 3-Pepe, 5-Cannavaro, 22-Torres, 6-Diarra, 16-Gago (19-Baptista 46’), 28-Balboa (24-Saviola 62’), 14-Guti, 10-Robinho, 7-Raul.

  • Kedaultan Bangsa

    ;D:oops::oops::)

    Amien Rais: Kedaultan Bangsa Semakin Terkikis

    http://www.antara. co.id/arc/ 2007/8/18/ amien-rais- kedaultan- bangsa-semakin- terkikis/

    18/08/07 21:07
    Amien Rais: Kedaultan Bangsa Semakin Terkikis

    Banyumas (ANTARA News) - Mantan Ketua MPR, Amien Rais prihatin karena hingga Republik Indonesia berusia 62 tahun ada fenomena yang menggetarkan perasaan anak bangsa, dengan semakin hilangnya kedaulatan nasional dalam berbagai segi.

    "Pertama, kedaulatan ekonomi yang berupa penjajahan terselubung IMF kepada Indonesia," kata dia di Purwokerto, Jateng, Sabtu.

    Menurut dia, bangsa Indonesia belum pernah bisa lepas dari pengarahan IMF sehingga dalam pelaksanaan globalisasi persis seperti teori yang diberikan lembaga moneter tersebut.

    Ia mengatakan, semua teori IMF, antara lain deregulasi, privatisasi, dan mekanisme pasar, dilaksanakan pemerintah tanpa dikaji lebih dahulu.

    "Kedua, kedaulatan atas kekayaan alam yang kita miliki seluruhnya sudah habis karena seluruh kontrak karya pertambangan minyak dan gas bumi serta nonmigas, lebih menguntungkan perusahaan asing," kata mantan Ketua Umum PAN itu.

    Selain itu, kata dia, "Defence Cooperation Agreement" (DCA) yang telah ditandatangani Pemerintah Indonesia dan Singapura merupakan penghinaan terhadap bangsa Indonesia karena merupakan bentuk penggadaian sebagian wilayah Indonesia kepada Singapura.

    "Singapura diperbolehkan latihan perang-perangan di empat wilayah yang bernama Alfa 1, Alfa 2, Bravo, dan Baturaja dengan menggunakan peluru tajam dan boleh mengundang pihak ketiga serta tidak boleh diotak-atik sampai 12 tahun pertama," kata Guru Besar Ilmu Politik Fisipol UGM Yogyakarta itu.

    Ia mengatakan, perbuatan pemerintah dalam menghubungkan perjanjian pertahanan dengan ekstradisi merupakan sebuah kebodohan yang tidak bisa diampuni.

    Dia mengatakan, bangsa Indonesia jangan terbuai dengan kata-kata pertumbuhan ekonominya sudah mencapai 6,1 persen atau angka kemiskinan turun dua juta orang. "Mudah-mudahan hal itu benar," kata dia.

    Terkait dengan peringatan HUT RI, dia mengatakan, esensi kemerdekaan adalah otonomi kemampuan untuk mandiri dalam mencari segala penyelesaian persoalan bangsa dengan tenaga dan kreativitas sendiri tanpa didikte oleh pihak asing.

    Menurut dia, saat ini telah terjadi sebuah erosi kemandirian yang membahayakan kedaulatan nasional.

    Dia berharap, dalam sisa kepemimpinannya, Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla lebih mengutamakan program yang mengarah kepada kepentingan masyarakat banyak.(*)

    Hingis-Stepanek Putus

    Lagi-lagi kisah cinta Martina Hingis putus di tengah jalan. Kali ini dengan petenis Ceska, Radek Stepanek. Padahal sebelumnya mantan ratu tenis asal Swiss ini sudah membicarakan rencana pernikahan setelah bertunangan November silam. Kala itu Stepanek melamar dengan sebuah cincin berlian di Praha, Ceska.

    Pengumuman perpisahan kedua insan ini diumumkan di sela-sela turnamen Rogers Terbuka di Montreal, Kanada, Sabtu (11/8). Saat itu, Stepanek baru saja dikalahkan pemain nomor wahid dunia asal Swiss, Roger Federer, di semifinal.

    "Radek meminta saya menyampaikan pengumuman ini: dia telah putus dari Martina Hingis. Namun, mereka akan tetap berteman," kata seorang juru bicara Asosiasi Tenis Pro (ATP) seperti dikutip Reuters.

    Ini bukan pertama kali Hingis putus dari sesama petenis. Sebelumnya, cewek berusia 27 tahun itu pernah menjalin kasih dengan Magnus Norman (Swedia), Justin Gimelstob (AS), Julian Alonso (Spanyol), dan Ivo Heuberger (Swiss). Karier para pemain itu menjadi jeblok setelah berpacaran dengan Hingis, sehingga kolektor lima gelar grand slam itu pun dijuluki The Black Widow, sebuah legenda di mana setiap pria yang dekat dengan si widow (janda) pasti celaka atau mati. Selain dengan petenis, Hingis juga sempat diisukan lengket dengan pegolf top Spanyol, Sergio Garcia.

    Entah setelah ini siapa lagi yang bakal dekat dengan Miss Swiss itu. Yang justru lebih menarik untuk dipertanyakan adalah apakah pemuda tersebut bakal langgeng berada di sisi Hingis tanpa cedera atau terhambat kariernya. (yuk)

    Kejuaraan Dunia XVI
    Tinggal Berjuang di Lapangan

    Senyum Lilyana Natsir langsung mengembang. Pemain ganda campuran yang berpasangan dengan Nova Widianto itu tampak ceria saat ditemui BOLA, Sabtu (11/8) di Bandara Soekarno-Hatta menjelang keberangkatan tim Indonesia ke Kejuaraan Dunia Bulutangkis, 13-19 Agustus yang berlangsung di Stadion Putra, Bukit Jalil, Malaysia.

    “Ikut meliput, Mas? Wah, mudah-mudahan bisa juara lagi nih seperti tahun 2005. Pokoknya, kali ini saya akan berusaha mati-matian supaya sukses lagi,” ujar Butet, sapaan akrabnya, ketika BOLA mengiyakan pertanyaan itu.

    Ya, tak hanya bagi Butet. Nova, partnernya, dan Taufik Hidayat punya kenangan manis saat jadi juara dunia 2005 di Anaheim. California, AS. Meski kali ini tidak mudah, momen dua tahun lalu ingin sekali dirasakan kembali.

    Mengapa tak mudah? Lihat saja prestasi Nova/Butet. Dari enam turnamen super series yang diikuti sepanjang 2007, keduanya gagal total. Mereka hanya sekali juara turnamen grand prix, Bingo-Bonanza Filipina Terbuka, Juli. Begitu pula Taufik, yang urung juara di empat turnamen super series yang diikutinya. Gelar terakhirnya di Kejuaraan Asia, April silam, jadi satu-satunya prestasi terbaik tahun ini.

    “Motivasi saya sedang bagus. Kelahiran anak membuat saya lebih tenang dan fokus di kejuaraan ini,” ungkap Taufik, ayah baru yang berusia 26 tahun ini. Memang selama ini Taufik sudah membuktikan. Sepanjang ia fokus dan dibalut motivasi tinggi, semuanya berjalan lancar.

    Taufik langsung terjun di hari pertama, Senin (13/8). Ia ditantang pemain Spanyol, Jose Antonio Crespo. Sementara itu, Nova/Butet, yang mendapat bye, baru akan berlaga pada Rabu (15/8) melawan ganda campuran AS, Samantha dan Nicholas Jinadasa.

    Misi Sukses

    Yang jelas bukan hanya tiga pemain di atas yang punya misi sukses di kejuaraan dunia kali ini. Delapan belas pemain lainnya punya target yang tak jauh berbeda. Bahkan, dua singelar putra, Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso, bertekad melawan hambatan cedera yang mereka alami belakangan ini demi mengejar prestasi yang lebih baik.

    “Sudah lebih baik tapi belum pulih benar. Namun, keduanya berusaha memaksakan diri sebab ini event penting dan sayang dilewatkan begitu saja,” jelas Hendrawan, pelatih.

    Selain tunggal putra dan ganda campuran jadi andalan, tiga pasang pemain di ganda putra juga cukup memberi harapan tinggi. Selain mengandalkan Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto, asa meraih gelar justru lebih ditumpukan pada Markis Kido/Hendra Setiawan, yang prestasinya lebih konsisten di tahun 2007. Markis/Hendra dua kali jadi semifinalis di Malaysia dan Singapura Super Series serta runner-up di Cina Super Series. Satu ganda lainnya, Joko Riyadi/Hendra Gunawan, merupakan debutan di kejuaraan dunia ini.

    “Kita sudah tahu bagaimana peta persaingan sekarang ini. Pokoknya ketat. Bukan hanya Cina, tapi juga tuan rumah yang kali ini punya kekuatan yang lebih baik, baik di tunggal ataupun ganda putra,” kata Christian Hadinata, tim manajer. “Malaysia pasti ingin pula bisa juara dunia di kandangnya. Jadi, peluang anak-anak tinggal bagaimana di lapangan nanti,” lanjutnya.

    Jika cara berjuang jadi faktor menentukan, kini saatnya berusaha sekuat tenaga. Ayo! (Dede Isharrudin)

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.