Search blog.co.uk

Posts archive for: 7 August, 2007
  • title-2769473

    Gratis ?...Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah...? (Efesus 2:8) Kata ?gratis? merupakan kata yang ?eye-catching" atau mena-rik perhatian banyak orang. Pasalnya, banyak orang senang dan mendapatkan sesuatu secara cuma-cuma. Terpengaruh oleh pikiran bawah sadarnya, orang berusaha mencari barang atau jasa yang gratis. Sayangnya, barang yang gratis biasanya berkualitas rendah, atau diberikan dengan embel-embel yang akhirnya bisa memberatkan. Akibatnya, kalau diberikan sesuatu yang gratis, banyak orang justru curiga atau tidak percaya. Kombinasi antar keinginan dan kecurigaan itulah yang membuat kata "gratis" menjadi begitu mempesona. Para perancang iklan sering menggunakan kata tersebut dalam iklan. Saya pun menggunakan kata itu sebagai judul dari artikel ini ... dan ternyata memang menarik perhatian Anda, bukan!?! Sebenarnya, ada banyak hal yang terbaik justru diberikan secara gratis kepada semua orang. Saya tidak menyalahkan Anda bila Anda tidak percaya karena orang bisnis bilang: There is no free lunch! Tak ada makan siang yang gratis! Tapi, believe it or not, yang berikut ini benar-benar gratis. Bulan lalu saya bertemu dengan Prof. Ken Gnanakan dari ACTS Institute Bangalore India. Beliau sedang dalam perjalanan ke Jakarta dalam rangka peluncuran bukunya Managing Yourself yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Dalam ceramahnya, beliau mengungkapkan suatu konsep yang sangat menarik: The best things in life are free! Hal yang terbaik dalam hidup ini ternyata gratis.Apa saja hal terbaik yang gratis? Semua orang telah dianugerahkan oleh Tuhan waktu, talenta, dan kesempatan secara gratis. Hal terbaik tersebut telah tersedia bagi kita semua, tinggal terserah kita untuk memanfaatkan, mengembangkan, dan mengoptimalkan penggunaannya dengan usaha terbaik kita. Sebagai contoh: Tiap hari, semua orang memperoleh waktu yang sama. Sudahkah kita memanfaatkannya secara bijak? Tiap orang telah diberikan telenta yang unik. Sudahkah kita memberdayakannya dengan optimal? Tiap hari ada begitu banyak kesempatan disediakan di hadapan kita secara gratis. Sudahkah kita meraihnya dan menciptakan nilai tambah secara signifikan? Masih ada satu hal lagi yang jauh lebih baik dibandingkan ketiga hal terbaik itu. Yang satu ini juga gratis bagi kita: Kasih Tuhan yang dinyatakan lewat anugerah penebusan dan keselamatan. Karena kasih-Nya kepada kita, Tuhan menawarkan penebusan dan keselamatan yang tidak ternilai harganya. Tuhan telah membayar harganya bagi kita dengan darah dan pengorbanan-Nya di kayu salib. Kita ditawarkan untuk menerimanya secara gratis saat kita masih berlumuran dosa, bukan karena kita orang baik atau orang suci. Sudahkah kita beriman untuk menerima anugerah gratis tersebut dan hidup sesuai dengan status baru kita sebagai anak Allah, untuk mempertahankan keselamatan yang telah kita terima secara gratis? Syukur kepada Tuhan, hal-hal yang terbaik dalam hidup ini diberikan-Nya kepada kita dengan gratis. Tuhan kita memang Maha Pengasih. Salam WISDOM! Prof. DR. Roy Sembel Penulis buku "If You REALLY Want to be Wealthy, Healthy, and Happy ? ENERGIZE YOUR LIFE!!!" (email: Smart_WISDOM@yahoogroups.com)
  • Mengapakah kita harus terlihat dan terdengar baik?

    Apakah ada yang lebih baik dari kesan yang ditimbulkan pribadi yang terlihat dan terdengar baik?

    Kita dilihat dari kesan yang kita tanamkan kedalam setiap benak orang yang kita temui, hanya kita yang dapat menciptakan kesan baik atas diri ini dengan terlihat dan terdengar baik. Kita yang selalu membiasakan diri untuk selalu terlihat dan terdengar baik akan selalu berada didepan mereka yang pandai namun tidak terlihat dan terdengar baik. Sehingga hanya pribadi-pribadi yang mampu memberikan kesan yang baik akan lebih mudah diterima dan disetujui.

    Adakah pribadi-pribadi besar yang dimuliakan tidak terlihat dan terdengar baik?

    Pribadi yang terlihat baik dan menganjurkan hal-hal yang baik akan memancarkan kekuatan pribadi dan daya tarik yang dapat memindahkan gunung sekalipun. Bagaimana kita untuk tidak menerima dan menyetujui pribadi yang terlihat dan terdengar baik? Tuhan pun ingin melihat dan mendengar kita penuh kebaikan, hingga mudah bagiNya untuk mengangkat pribadi tersebut ke tingkatan yang tinggi dan mulia. Mengapa Tuhan memberi perintah pada kita untuk menjaga kebersihan? untuk menjaga tutur kata? dan untuk menjadi pribadi yang dapat dipercaya?. Kualitas pribadi yang selalu menjaga kesan baik akan lebih mudah untuk dikenali dan didengar, bahkan oleh orang yang belum pernah ditemuinya.

  • Hubungan Kami Terhalang Kartu Kredit

    Tanya:
    Saya seorang berumur 24 tahun dan punya pacar berumur 30 tahun. Kita sudah menjalin hubungan selama 4 tahun. Saya sudah minta dilamar tapi ternyata pacarku tidak bisa memenuhinya karena memiliki hutang kartu kredit sangat banyak. Apakah saya harus tetap bertahan dan menunggunya sedangkan saya memikirkan masa depan saya dan keluarga? Walaupun saya masih mencintainya tapi saya juga tidak tega meninggalkannya. Yang membuat saya bingung lagi, hubungan kami sudah sangat jauh. Bagaimana saya harus memutuskan masalah ini? Riana, 24 tahun

    Jawab:
    Kartu Six of Sword muncul sebagai refleksi kondisinya saat ini yaitu masih melihat-lihat kemungkinan yang ada. Namun sayangnya kartu Seven of Wands terbalik mengindikasikan bahwa dia tidak memaksimalkan usahanya untuk menutupi hutang-hutangnya. Sepertinya ia akan berada dalam kondisi seperti ini agak lama karena ia kurang mau menghadapi hutangnya sedangkan hal ini akan terus mengejar-ngejar dia.

    Rasa sayang Anda yang besar tergambar dalam Ace of Cups, tapi hal ini kadang bukan yang terbaik karena kasih berlebihan tanpa alasan yang kuat dapat menjadi musibah (The Tower). Karena itu, jika Anda mau menolongnya dan menolong diri Anda sendiri, baiknya bukan dengan uang (Two of Pentacles terbalik) melainkan dengan menyadarkan diri sendiri.

    Anda punya kekuatan pikiran yang baik (Ace of Swords). Walaupun banyak yang tidak menyetujui dan bergunjing di belakang Anda (Four of Cups), namun Anda tidak tergantung orang lain. Untuk itu sebaiknya Anda memikirkan ulang apa tujuan hidup Anda dan menetapkan langkah-langkah yang sesuai untuk mencapainya. (HOT)

  • Building Trust

    ANAK SMU - MANDI
    Kebenaran dipercayakan kepada orang-orang yang dapat dipercayai.

    Kepercayaan semakin langka. Padahal semua orang menginginkan dan berusaha mendapatkannya, karena kepercayaan menjanjikan berbagai peluang. Jadilah banyak tindakan semu untuk membangun kepercayaan. Sikap artifisial yang dibuat-buat. Hasilnya? Hanya melelahkan dan itu tidak akan bertahan lama.

    SEBUAH KEPERCAYAAN TIDAK DAPAT DIPAKSAKAN

    Abraham dikenal sebagai bapa orang beriman. Abraham percaya kepada Allah, Allah lalu memperhitungkannya sebagai kebenaran. Dalam hal ini Allah tidak memaksa Abraham untuk percaya kepada-Nya, meskipun pada hakikatnya Ia adalah Allah yang mutlak untuk dipercayai. Karena kepercayaan tidak dapat dipaksakan, dalam kepercayaan tidak ada unsur tekanan, melainkan dimenangkan. Teladan ini menunjukkan kepada kita, betapa pentingnya sebuah kepercayaan. Suatu hubungan yang kokoh dan harmonis dibangun dan dilandasi oleh sikap saling percaya. Kepercayaan merupakan kunci suatu relasi dan kemitraan, baik dalam bisnis, karier, persahabatan, keluarga maupun kehidupan berbangsa dan bernegara.

    KEPERCAYAAN DIBANGUN OLEH DUA PIHAK

    Tidak ada satu pun yang dapat menjual barang yang namanya ”kepercayaan”. Karena kepercayaan tidak dapat diperjual-belikan melainkan dibangun dan dipelihara dengan baik. Suatu hubungan selalu melibatkan dua pihak, kepercayaan pun demikian. Sebuah pernikahan dibangun atas dasar komitmen saling percaya di antara suami dan istri. Persahabatan, kemitraan, network, kesepakatan bisnis, semua butuh kepercayaan dari masing-masing pihak. Ingatlah bahwa kepercayaan dibangun seumur hidup, namun bisa runtuh seketika. Jika kepercayaan luntur, hubungan pun menjadi hancur.

    5 ASPEK DASAR UNTUK MEMBANGUN KEPERCAYAAN

    Ada sebuah perumpamaan tentang dua orang yang hendak membangun rumahnya. Yang seorang membangun rumah di atas pasir yang mudah hanyut, yang lain mendirikan rumahnya di atas batu karang. Ketika hujan lebat turun, mudah ditebak rumah siapa yang akan rubuh.Saat ini banyak orang berusaha membangun kepercayaan dengan berbagai cara. Menawarkan berbagai janji, dengan teknik persuasi, penampilan atau performance yang meyakinkan. Sistem koneksi atau dengan cara-cara yang tidak sepatutnya seperti mencari muka, sikap asal bapa senang atau bahkan memanipulasi. Namun sampai kapan ini dapat bertahan? Karena semua akan teruji oleh waktu. Motivasi yang keliru dan janji yang muluk-muluk tidak akan sanggup bertahan lama. Ia seperti pasir yang segera hanyut ketika badai ujian tiba. Sedangkan rumah yang dibangun di atas batu-batu karang akan tetap kuat dan kokoh.Ada lima dasar untuk membangun kepercayaan :

    1 Integritas
    Integritas pribadi merupakan jaminan terutama untuk dipercayai orang lain. Jika kita kehilangan integritas, kita pun sulit meraih kepercayaan dari orang lain. Kejujuran selalu lebih berharga daripada kemunafikan yang paling memikat sekalipun. Orang akan menaruh respek pada sebuah kejujuran. Dan kita akan merasa sangat lega dan langgeng jika diterima dan dipercaya sebagaimana adanya kita.

    2 Kebajikan
    Kebajikan itu hakiki. Jika kita memiliki sumbernya, maka kebajikan takkan habis-habisnya. Seumpama benih yang hidup, jika ditanam ia akan menumbuhkan kepercayaan. Kebajikan ditunjukkan melalui keteladanan hidup dan perbuatan baik.

    3 Waktu
    Pepatah mengatakan, waktu adalah penguji terbaik. Melewati kurun waktu, suatu hubungan akan semakin teruji. Kepercayaan dibangun seumur hidup, jadi pertahankanlah seumur hidup.

    4 Pertanggungjawaban
    Banyak orang ingin dipercaya, namun merasa takut dengan pertanggungjawaban. Mengapa? Karena mereka tidak menjadi diri sendiri apa adanya. Padahal integritas dan pertanggungjawaban bagaikan koin dengan dua sisi. Sekali kita berintegritas, otomatis kita pasti dapat memberi pertanggungjawaban.

    5 Bukti
    Bukti adalah konfirmasi dari sebuah kepercayaan. Apakah kita dapat membuktikan kompetensi yang kita miliki? Janji-janji yang ditepati? Ucapan dan tindakan yang selaras? Konfirmasi yang positif akan membangun dan semakin memperkuat sebuah kepercayaan.

    Jakoep Ezra, MBA, CBA - Character Specialist & President Director Power Character (www.powercharacter.com)

  • Building Trust

    ANAK SMU - MANDI
    Kebenaran dipercayakan kepada orang-orang yang dapat dipercayai.

    Kepercayaan semakin langka. Padahal semua orang menginginkan dan berusaha mendapatkannya, karena kepercayaan menjanjikan berbagai peluang. Jadilah banyak tindakan semu untuk membangun kepercayaan. Sikap artifisial yang dibuat-buat. Hasilnya? Hanya melelahkan dan itu tidak akan bertahan lama.

    SEBUAH KEPERCAYAAN TIDAK DAPAT DIPAKSAKAN

    Abraham dikenal sebagai bapa orang beriman. Abraham percaya kepada Allah, Allah lalu memperhitungkannya sebagai kebenaran. Dalam hal ini Allah tidak memaksa Abraham untuk percaya kepada-Nya, meskipun pada hakikatnya Ia adalah Allah yang mutlak untuk dipercayai. Karena kepercayaan tidak dapat dipaksakan, dalam kepercayaan tidak ada unsur tekanan, melainkan dimenangkan. Teladan ini menunjukkan kepada kita, betapa pentingnya sebuah kepercayaan. Suatu hubungan yang kokoh dan harmonis dibangun dan dilandasi oleh sikap saling percaya. Kepercayaan merupakan kunci suatu relasi dan kemitraan, baik dalam bisnis, karier, persahabatan, keluarga maupun kehidupan berbangsa dan bernegara.

    KEPERCAYAAN DIBANGUN OLEH DUA PIHAK

    Tidak ada satu pun yang dapat menjual barang yang namanya ”kepercayaan”. Karena kepercayaan tidak dapat diperjual-belikan melainkan dibangun dan dipelihara dengan baik. Suatu hubungan selalu melibatkan dua pihak, kepercayaan pun demikian. Sebuah pernikahan dibangun atas dasar komitmen saling percaya di antara suami dan istri. Persahabatan, kemitraan, network, kesepakatan bisnis, semua butuh kepercayaan dari masing-masing pihak. Ingatlah bahwa kepercayaan dibangun seumur hidup, namun bisa runtuh seketika. Jika kepercayaan luntur, hubungan pun menjadi hancur.

    5 ASPEK DASAR UNTUK MEMBANGUN KEPERCAYAAN

    Ada sebuah perumpamaan tentang dua orang yang hendak membangun rumahnya. Yang seorang membangun rumah di atas pasir yang mudah hanyut, yang lain mendirikan rumahnya di atas batu karang. Ketika hujan lebat turun, mudah ditebak rumah siapa yang akan rubuh.Saat ini banyak orang berusaha membangun kepercayaan dengan berbagai cara. Menawarkan berbagai janji, dengan teknik persuasi, penampilan atau performance yang meyakinkan. Sistem koneksi atau dengan cara-cara yang tidak sepatutnya seperti mencari muka, sikap asal bapa senang atau bahkan memanipulasi. Namun sampai kapan ini dapat bertahan? Karena semua akan teruji oleh waktu. Motivasi yang keliru dan janji yang muluk-muluk tidak akan sanggup bertahan lama. Ia seperti pasir yang segera hanyut ketika badai ujian tiba. Sedangkan rumah yang dibangun di atas batu-batu karang akan tetap kuat dan kokoh.Ada lima dasar untuk membangun kepercayaan :

    1 Integritas
    Integritas pribadi merupakan jaminan terutama untuk dipercayai orang lain. Jika kita kehilangan integritas, kita pun sulit meraih kepercayaan dari orang lain. Kejujuran selalu lebih berharga daripada kemunafikan yang paling memikat sekalipun. Orang akan menaruh respek pada sebuah kejujuran. Dan kita akan merasa sangat lega dan langgeng jika diterima dan dipercaya sebagaimana adanya kita.

    2 Kebajikan
    Kebajikan itu hakiki. Jika kita memiliki sumbernya, maka kebajikan takkan habis-habisnya. Seumpama benih yang hidup, jika ditanam ia akan menumbuhkan kepercayaan. Kebajikan ditunjukkan melalui keteladanan hidup dan perbuatan baik.

    3 Waktu
    Pepatah mengatakan, waktu adalah penguji terbaik. Melewati kurun waktu, suatu hubungan akan semakin teruji. Kepercayaan dibangun seumur hidup, jadi pertahankanlah seumur hidup.

    4 Pertanggungjawaban
    Banyak orang ingin dipercaya, namun merasa takut dengan pertanggungjawaban. Mengapa? Karena mereka tidak menjadi diri sendiri apa adanya. Padahal integritas dan pertanggungjawaban bagaikan koin dengan dua sisi. Sekali kita berintegritas, otomatis kita pasti dapat memberi pertanggungjawaban.

    5 Bukti
    Bukti adalah konfirmasi dari sebuah kepercayaan. Apakah kita dapat membuktikan kompetensi yang kita miliki? Janji-janji yang ditepati? Ucapan dan tindakan yang selaras? Konfirmasi yang positif akan membangun dan semakin memperkuat sebuah kepercayaan.

    Jakoep Ezra, MBA, CBA - Character Specialist & President Director Power Character (www.powercharacter.com)

  • Cara Membaca Masalah Kita

    Masalah yang bertubi-tubi menimpa bangsa ini serta politisasi kepentingan oleh mereka yang mengatasnamakan rakyat atau kesejahteraannya kerap tidak menjernihkan cara pandang budi dan nurani kita pada masalah yang sebenarnya. Karena itu, saya bermimpi mengajak Anda duduk bersama untuk mencintai Ke-Indonesiaan yang bhinneka suku, adat, agama dan kearifan-kearifan lokalnya, yang tiap kali mau terus merajutnya menjadi kesatuan ika yang dinamis, secita, dan sesemangat para pendiri bangsa sebagaimana termuat dalam pembukaan UUD 1945.Artinya, konflik antara memperjuangkan nilai-nilai yang kita hayati selalu akan berhadap-hadapan dengan ujian “kepentingan” para penyusun ke-Indonesiaan yaitu kita semua baik sebagai individu maupun sebagai komunitas yang berproses jadi masyarakat warga dalam bernegara republik Indonesia.

    Artinya lagi, ukuran tata negara dan tata sosial berma-syarakat adalah kebhinnekaan yang menghayati ke-Tuhan-an yang maha Esa, religiositas yang toleran dan menghormati perbedaan agama-agama, dan belajar berbeda menghormati sum-bangan kekayaan kebhinnekaan itu bagi persatuan Indonesia. Untuk menguji keragaman kepentingan yang berbenturan dalam perjuangan politis yang santun, acuannya adalah ruang etis keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Jadi pedoman etis ketika adu kepentingan bukannya kepentingan yang sedang berkuasa yang menang; bukan pula mayoritas suku atau agama yang menang; bukan pula pemilik saham dan kapital yang menang, tetapi kepentingan bersama rakyat banyaklah yang menjadi pedoman etis pemenangnya. Maka demi kepentingan itu negara diberi mandat oleh rakyat untuk mengelola dan menggarap tanah, air, bumi, dan laut yang menguasai hajat hidup orang banyak. Meskipun secara teknis prosedural dilakukan dalam sistem demokrasi perwakilan atau musyawarah perundingan.

    Sekali dua kali atau berkali-kali dikhianati maka perasaan ketidakadilanlah yang membuncah dan seperti api dalam sekam, akan meledak keluar. Juga bila negara berada dalam dilema, rakyatnya sendiri atau kontrak investasi yang selama ini diperpanjang tetapi tidak memberi sumbangan apa pun untuk masyarakat sekitar (kasus Freeport), tetaplah prinsip etika keadilan sosial menjadi batu ujiannya. Bila dilanggar maka kredibilitas dan legitimitas pemerintahan akan mengalami krisis kepercayaan dan krisis legitimasi. Analoginya, bila konstitusi saja bisa diamandemen, apalagi kontrak yang ditanda-tangani di periode tertentu oleh menteri tertentu, harus bisa ditinjau kembali demi pedoman etis sila keadilan sosial!

    Bagaimana suara rakyat harus didengar dan dari mana? Pertama-tama, karena krisis mempercayai wakil resmi birokrat atau pejabat yang sejak rezim Soeharto masih terus belum pulih, bahkan bertambah-tambah karena pubertas uang, kursi, dan tega memperkaya diri sendiri, maka dengarkanlah mereka lewat masyarakat adat, pemimpin-pemimpin nonformal atau yang dituakan dan dipercayai integritasnya oleh masyarakat etnik. Kedua, pendekatan manusiawi sehari-hari dengan mendengarkan denyut nadi dan rasa hati serta derita rakyat banyak tidak mungkin lewat pendekatan elitis setiap kali kerusuhan sosial muncul. Maksudnya, formalitas kehadiran para pejabat yang seakan-akan mendatangi, mendengarkan, tetapi sesudahnya tidak ada aksi nyata perubahan untuk soal ketidakadilan dan ketidakmerataan, hanya akan menumpuk kekecewaan serta apatisme pada segala macam formalisme dan temu tokoh yang memang hanya berhenti pada upacara formal damai-damai, tetapi rakyat tetap terlantar dan miskin. Maka dengarkanlah dan beri tanggapan lewat aksi nyata, sama seperti kepercayaan mereka pada misionaris, tokoh suku atau agama yang berkorban dan hidup untuk memihak mereka, dan bukannya dari kota memintari dan mengakali dengan janji lalu memberi luka tak tersembuhkan bernama frustrasi!

    Karena itulah, saya bermimpi untuk ikut menunjukkan cara membaca dan fokus masalah-masalah pokok berikut ini.

    Kesatu, masalah Freeport, Blok Cepu, dan pengelolaan kekayaan alam bangsa Indonesia adalah masalah ketidak-adilan dan ketidakmerataan sosial. Selama pokok masalah ini tidak dicari solusinya, selama pemihakan ada pada kapital dan tega mengorbankan rakyat, maka di sana pengerukan lebih dari 30 tahun emas kita tanpa terbukti wujud-wujudnya bagi kesejahteraan bangsa Papua dan bangsa Indonesia. Wujud kesejahteraan itu nyata dalam pemajuan pencerdasan pendidikan, bukannya manipulasi teknologi iklan yang kandas begitu kelaparan menjadi bencana, begitu demo membuahkan korban tewas dari saudara-saudari sebangsa, baik dari aparat maupun masyarakat.

    Kedua, rancangan apa pun yang berbentuk regulasi atau perundangan yang mengatur hidup bersama sebagai bangsa, acuan etis sosial tetaplah sila kebhinnekaan dalam keikaan, kerakyatan dalam musyawarah dan duduk bersama membicarakan nilai pemersatu dan itu adalah Pancasila. Bukan mayoritas suku, misalnya Jawa atau mayoritas penguasa bermodal atau pun mayoritas agama.

    Ketiga, manakala kepentingan harus berbenturan dengan nilai maka jalan keluar yang harus diambil adalah kepentingan bersama demi kesejahteraan bersama menjadi pedoman “exit”nya.

    (Dr. Mudji Sutrisno, SJ - Budayawan, pengajar STF Driyarkara dan Pasca Sarjana Filsafat Universitas Indonesia)

  • The POWER of HOPE

    Kelahiran Nick Vujicic mencengangkan orangtuanya. Ia lahir tanpa tangan dan kaki. Cacat yang membuat ia harus bergantung pada orang lain. Hidupnya penuh dengan penolakan dan kepahitan. Namun di lembah kekelaman itu, ia menemukan kasih karunia Tuhan. Temuan itu membangkitkan semangat dan menjadi titik balik dalam kehidupannya. Dengan kursi roda khusus, Nick berlatih tekun agar dapat hidup mandiri. Nick berhasil meraih gelar sarjana akuntansi dan keuangan. Ia menjadi motivator terkenal di usia muda. Memiliki rumah pribadi besar dan indah serta sejumlah aset dalam bentuk saham properti. Nick Vujicic telah menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ia berhasil membangun harapan dalam dirinya. Memiliki mimpi dan cita-cita besar serta semangat pantang menyerah yang luar biasa.

    MENGAPA KITA DAPAT KEHILANGAN HARAPAN?

    1. Bersikap reaktif menghadapi tantangan.
    Bagaimana respons kita menghadapi tantangan? Orang yang rentan dan bersikap reaktif selalu menganggap tantangan sebagai musuh yang harus dihindari. Akibatnya rasa cemas dan berbagai kekhawatiran akan melumpuhkan kekuatan pengharapannya.

    2. Tidak menyadari potensi yang dimiliki.
    Banyak hal yang dapat membuat kita merasa putus asa jika bercermin hanya pada kekurangan, kelemahan bahkan kegagalan yang ada. Padahal tantangan dan ujian yang dialami tidak akan melebihi kekuatan kita. Setiap kesulitan yang dihadapi merupakan proses untuk semakin mengembangkan potensi dan kemampuan yang dimiliki.

    3. Berada di lingkungan yang pesimis.
    Pergaulan yang buruk merusak kelakuan baik. Jika kita selalu menyerap informasi yang negatif, maka pola pikir kita menjadi negatif. Lingkungan suasana yang pesimis dapat menular dan memadamkan semangat serta keyakinan.

    SELAGI HIDUP KITA SELALU MEMILIKI HARAPAN

    1. Harapan Seperti Fajar yang Merekah
    Pada Perang Dunia II, banyak anak-anak menderita kelaparan dan kehilangan tempat tinggal. Ketika perang berakhir, tentara Sekutu mengumpulkan mereka, diberi makan yang cukup dan dipelihara dengan baik. Namun akibat trauma, anak-anak ini selalu gelisah dan tidak dapat tidur nyenyak. Di bawah sadar mereka, ada ketakutan luar biasa menghadapi hari esok.

    Atas saran psikolog, pada malam hari di tempat tidur, anak-anak ini diberi sepotong roti untuk dipegang. Mereka dapat tertidur lelap. Ada rasa aman dan kepastian untuk esok hari. Pengharapan serupa fajar yang merekah di ufuk Timur. Dimulai dari seberkas kecil sinar, kemudian membi-askan cahaya yang semakin benderang. Harapan akan selalu menumbuhkan keyakinan dan kepastian.

    2. Harapan Membangkitkan Motivasi
    Seorang penderita penyakit kanker stadium lanjut divonis dokter tidak akan bertahan lama. Namun ia tetap bersemangat menjalani hidup dengan iman dan sukacita. Akhirnya ia mengalahkan penyakitnya dan mengalami kesembuhan. Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya. Semangat dan motivasi bertumbuh karena kita memiliki harapan. Semua kesulitan dan masalah adalah pemicu yang akan membangkitkan semangat juang kita.

    3. Harapan Mengembangkan Ketekunan dan Sikap Pantang Menyerah
    Dr. David J. Schwartz mengisahkan tentang Jimmy, seorang anak putus sekolah berumur empat belas tahun. Karena harus mencari uang untuk membiayai neneknya yang sakit, ia menawarkan diri membersihkan halaman dan memotong-motong kayu di rumah Dr. Schwartz. Ternyata hasil kerjanya sangat memuaskan dan pantas dihargai dengan upah yang baik. Dalam beberapa tahun Jimmy berhasil menjadikan pekerjaan ini sebuah bisnis yang berkembang pesat. Ia kini mempunyai sebuah truk, berbagai peralatan mesin dan dua orang asisten. Karena tidak kehilangan harapan, Jimmy mampu bersikap optimis dan pantang menyerah. Ia akhirnya berhasil membangun masa depannya.

    Jakoep Ezra, MBA, CBA
    Character Specialist & President Director Power Character www.powercharacter.com

  • Etika” tentang “Etos” yang “Etis”

    "Be transformed by the renewing of your mind" (Rm.12:2, NKJV)

    Dewasa ini kian sering orang — orang awam hingga para profesional pengamat berpangkat profesor — yang mengeluhkan kondisi moral orang — dari orang awam yang biasanya diasumsikan lugu, bersahaja dan tulus, maupun para aparatur negara yang kendati bersyarat bersih dan adil, hingga para profesional pengamat berpangkat profesor yang lumrahnya tak jadi alamat kritik sosial politik. Padahal sudah nyata kalau persoalannya bukanlah berpangkal dari moral orang seorang melainkan lantaran akal gagal mengenal konsep sistem yang benar. Ya, soal konsepsional memang adalah masalah salah atau benar, bukan soal culas atau bajiknya seseorang. Keluhan yang terlalu sering ditujukan pada faktor etika itupun tak lain karena gagalnya akal mengenali pangkal soal.

    Etika memang sudah hancur di mana-mana. Dan sebabnya pun berpangkal dari gagalnya akal budi dan serongnya logika. Yang namanya “Etika” sudah salah diisi, dan maka salah diperlakukan dan salah melakonkan. Etika diisi oleh rumus-rumus yang saling bertentangan — sehingga ruang qalbu harus menjadi hampa setelah positif membentur negatif dan menghasilkan nol — menyusul jatuhnya etika di bawah kaki filsafat-filsafat yang saling bertentangan dan bahkan merayakan pertentangan dalam kenisbian.

    Pikiran gagal mendasari etika, maka pikiran tak tumbuh. Etika lantas dikira hanya urusan perasaan dan bukan urusan orang yang berpikiran cemerlang, sampai etika pun dinilai sebagai mainannya orang bodoh. “Kemuliaan adalah kebodohan yang indah,” kata mereka yang merasa berpikiran maju. Etika menjadi kategori emosi, bahkan emosi yang cengeng, bukan rasio. Selebihnya etika cuma dipersepsi sebagai tatakrama, dan akhirnya hanya dihargai sebagai basa-basi etiket pergaulan.

    Menyusul dipecatnya petugas gudang yang dikenal licik namun gemar menyebut frasa “nggak etis” dalam tiap percakapannya, adik saya Fardik Rudijanto mengganti kunci pintu kantor sebab orang yang dipecat itu masih memegang sebuah anak kuncinya. Sambil mengerjakan itu, Fardik berguyon, “Tengah malam nanti orang itu datang, begitu dia cucukkan kuncinya dan ternyata nggak bisa, pasti dia marah dan bilang ‘Ini benar-benar nggak etis!’….”

    Di satu sisi, di sisi bawah, “etika” memperoleh harga yang kian di bawah. Namun di sisi lain, di sisi atas, sebagai kompensasinya, atau semacam usaha menebus dosa diri, dengan sebutan lain semisal “moral” ataupun “etos”, faktor ini ditempatkan mulia di atas awan-awan yang sangat tak mudah dicapai manusia kecuali oleh para persona sangat istimewa dari zaman lain seperti Gandhi, Fransiskus dari Asisi, Bunda Theresa, Albert Schweitzer. “Etos” dilukiskan, oleh Hegel, sebagai keberanian melepas nyawa demi membuktikan keberadaan roh. Dilukiskan oleh Weber sebagai semangat sorgawi dari para persona yang jiwanya pasti hidup abadi.

    Meski masih penuh cacat dan rawan tersesat, Kant, untuk menjawab pertanyaan “Apa yang harus saya lakukan?” dalam suratnya bertanggal 4 Mei 1793 kepada Prof.C.F.Staudlin, pengajar theologi di Gottingen, merumuskan etika sebagai dasar logis dari setiap tindakan manusia yang terintegrasi dengan upaya kodratinya di hadirat-Nya. Ya, etika adalah syarat sebenarnya dari hidup yang sebenar-benarnya (termasuk hidup yang ditujukan pada kehidupan bahagia abadi). Dengan demikian, tanggung jawab hanyalah cahaya indah yang terpancar sendirinya dari hidup keseharian yang penuh makna.

    Bukan kewajiban formal sosial yang mengharuskan tanggung jawab yang di dalamnya terdapat etika. Logika jungkir balik ini selalu harus dipaksa hadir demi menanggulangi segala permasalahan yang diakibatkan gagalnya etika yang berpangkal dari gagalnya pikiran.

    Benni E. Matindas - Pengajar, penulis tinggal di Jakarta

    "When you paint success pictures in your mind, you initiate an inner process whereby your attitudes, hopes, aspirations, and enthusiasm are elevated in response to an image of a more promising future. Every person who aspires must first sell themselves hope, the promise of a better life."

    U.S. Andersen
    Author and Speaker

  • Kuat dalam Kelemahan

    Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. (2 Kor 12: 10b)
    Minggu lalu saya dapat kiriman cerita dari sahabat saya, seorang petinggi besar di republik ini. Katanya, cerita itu pernah dimuat dalam Bits & Pieces, 15 Agustus 1996. ”Bagus sekali pelajaran yang saya petik: jangan terperangkap pada apa yang dipandang sebagai kelemahan. Ubahlah pasir itu menjadi sebuah mutiara yang berkilau,” kata sahabat saya itu sambil mengutip judul salah satu buku saya: Mengubah Pasir Menjadi Mutiara (Jakarta: Penerbit Mahardika, edisi ke-5, Juli 2006).

    Dikisahkan, seorang bocah Jepang berusia 10 tahun memutuskan belajar judo walaupun ia telah kehilangan lengan kirinya dalam sebuah kecelakaan mobil. Bocah ini benar-benar penurut, sehingga meski tidak paham, ia patuh saja walaupun selama tiga bulan gurunya hanya mengajarinya satu gerakan saja.

    “Sensei,” akhirnya si bocah bertanya, “bukankah saya seharusnya sudah belajar gerakan lainnya?” “Ini adalah satu-satunya gerakan yang kamu tahu, tapi ini juga satu-satunya gerakan yang perlu kamu ketahui,” jawab sang Sensei.

    Walau tidak begitu paham, ia tetap percaya, dan bocah ini berlatih dan terus berlatih.

    Beberapa bulan kemudian, sang Sensei mengantarkan si bocah ke turnamen pertamanya. Terkejut pada kemampuannya sendiri, si bocah dengan mudah memenangkan dua ronde pertama.Ronde ketiga lebih sulit, tapi setelah beberapa saat, lawannya hilang kesabaran dan menyerang. Si bocah dengan piawai menggunakan satu-satunya jurus miliknya. Masih heran dengan kemenangannya, si bocah diumumkan masuk final.

    Di final, lawannya lebih besar, lebih kuat, dan lebih berpengalaman. Keduanya terlihat tidak sepadan. Karena khawatir si bocah bisa cidera, wasit menyerukan time-out. Ia bermaksud menghentikan pertarungan.

    “Tidak,” sang Sensei interupsi, ”biarkan ia melanjutkan.”

    Tak lama sesudah pertarungan mulai, lawannya membuat kesalahan kritikal: ia lalai dalam pertahanannya. Dengan cepat si bocah menggunakan gerakan tunggalnya dan mengunci lawannya. Si bocah pun memenangkan pertarungan dalam kejuaraan itu. Dialah juaranya.Dalam perjalanan pulang, si bocah dan senseinya mendiskusikan kembali setiap gerakan dalam pertarungan tadi. Akhirnya, si bocah memberanikan diri menanyakan sesuatu yang terus mengganjal pikirannya.

    “Sensei, bagaimana mungkin saya bisa memenangkan kejuaraan hanya dengan satu gerakan?”

    “Kamu menang karena dua alasan!” jawab sang Sensei. “Pertama, kamu telah menguasai salah satu bantingan tersulit dari semua gerakan di judo. Ke-dua, satu-satunya pertahanan yang telah diketahui dari gerakan itu adalah jika lawanmu bisa menangkap lengan kirimu.”Kelemahan si bocah telah menjadi kekuatan terbesarnya.

    Ungkapan paradoksal seperti di atas banyak ditemui dalam Injil. Ungkapan Paulus pada awal karangan ini adalah contohnya. Dalam 2 Korintus 12, Paulus memberitahukan apa kelemahannya, yaitu ”seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku”, artinya karena gocohan itu Paulus jadi lemah. Ketika Paulus minta kepada Tuhan agar utusan Iblis itu mundur, Tuhan menjawab: ”Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Dalam kelemahan itu, kuasa Kristus turun menaungi Paulus.

    Bagaimana mekanismenya? Tidak ada penjelasan spesifik. Pemahaman saya dari yang tersirat begini: pertama, kita perlu menyadari kelemahan diri kita; kedua, kita harus menerima atau berdamai dengan kelemahan itu sebagai bagian dari kehendak (takdir) Tuhan; ketiga, dalam bekerja kita harus mengandalkan pengajaran, bimbingan, dan pimpinan Tuhan, dan dengan demikian kuasa Tuhan nyata (manifested) dalam dan melalui diri kita.

    Yang terpenting di sini, jangan menangisi kelemahan Anda, apa pun itu; hindari mengasihani diri sendiri. Jangan marah atau memberontak atas ”keadaan buruk” yang menimpa Anda. Dengan hati lapang, tengadahlah kepada Tuhan dan percayalah: sesungguhnya di balik kelemahan Anda tersebut, sesungguhnya tersedia berkah yang besar. Dengan kata lain, ubahlah pasir Anda menjadi mutiara yang berkilau. Dalam proses itulah Tuhan menolong Anda. Jadi, janganlah sedih. Bergembiralah sebab Tuhan itu baik.

    Jansen H. Sinamo
    Guru Etos Indonesia
    Pimpinan Institut Darma Mahardika
    www.insitutmahardika.com

  • Goals and Objectives

    Eleven Rules for Success

    Eleven Goals and Objectives for Success – the following eleven rules provide a quick list of the key things leaders do to ensure ongoing growth and success.

    Upon reading each item, go over it in your mind and conduct your own personal assessment of how strong or weak you are in that particular category. These eleven goals and objections for success are universal in nature. At some level, you can apply each objective to your own life and improve yourself and the environment in which you live.

    * Work smarter, not harder.It's not how much you do, but what you do and how well you do it. There are better ways to run your business than by brute force. Create a work environment where people are recognized not only for their results, but also for their character and integrity.
    * Strive for accuracy first, then build momentum. Since you do not have a second chance to make a good impression, it is important that you always do things right the first time. It is much better to introduce an excellent product a little later than planned than it is to impetuously release something that you know has problems. Your work is your signature, make sure it’s worth something very valuable!
    * Find a niche. Some goals and objectives sound simple enough, but this one can be tough to achieve. Start by become an expert in your field. Stick to what you do best. It may not be necessary to invent something brand new yourself. Take something that is already in the marketplace and improve it enough so that you can call it your own. Provide the simple twist to the product that will outsell all others.
    * Build your reputation on integrity, quality and value. Don't do anything that might compromise your integrity. Once your reputation is tarnished, it is difficult to redeem yourself in the eyes of your customers as well as your employees. Maintaining your good name must remain at the top of your goals and objectives.
    * Always better your best. Constantly strive to improve your products and services. If you have a good idea, rest assured others will work to make a product that’s even better. In order to not be outdone by others, you must continue to seek to improve your own product or service.
    * Be creative. Adapt and apply innovative techniques from outside your specific field. Step out of your comfort zone. Our goals and objectives for business should be no more intense that our goals and objectives for life. Continuous learning is key to our sense of self-fulfillment and personal growth.
    * Listen and respond to your customer's needs. Success comes when you give your customers what they want. Visit your customers and ask them what you can do to improve your product or service. Users of your product know exactly what you need to do to make it even better. They’ve already wished it could do more. Ask them to tell you about their wish-list/upgrade ideas. Sell solutions, not products.
    * Plan for Success. Know where you are going and how you are going to get there. Too many businesses
    * exist day-to-day without any long-range plans, goals and objectives. Decide where you want your company to be in one, three and five years and draw up a specific plan of action to get you there.
    * Take advantage of change. Changes in your market are inevitable -- use them to your advantage. Be a leader, not a follower. It is far better to error on the side of daring than to error on the side of inaction or complacency.
    * Think before you act and spend time wisely. There is nothing so useless as doing efficiently that which should not be done at all. Don’t spend your time on small items that are time-suckers. Focus on the BIG issues and do them first.
    * Always promise a lot . . . and then deliver even more. Provide your customers with more than they expect. Go the extra mile to give exceptional quality, exceptional service or exceptional value. Your customers will remember and reward you with their continued business.

    There you have it, our Eleven Goals and Objectives for Success. Incorporate these into your daily routine and watch your results multiply.

    Dituding Sekadar Ngopi
    Roy Suryo: Mereka Ibaratnya Tukang Kebun

    Jakarta, Roy Suryo mengaku heran dengan adanya tudingan bahwa dirinya hanya sekedar mengopi file dari harddisk milik anggota tim Air Putih. "Saya heran kenapa ada yang mengaku dari Air Putih dan membuat tudingan konyol bahwa saya sekadar ngopi," kecam Roy, seperti ditegaskannya kepada detikINET, Senin (6/8/2007).

    "Mereka (beberapa aktivis Air Putih) nggak quotable. Kenapa mereka yang di-quote tapi bukan ketuanya? Setahu saya, sepanjang saya mengerti, yang berhak bicara mewakili Air Putih hanya mas Heru Nugroho (Dewan Penasehat Air Putih - Red.)," ujarnya.

    Roy pun mengibaratkan sejumlah aktivis Air Putih tersebut sebagai tukang kebun. "Ibaratnya di Istana, SBY juga punya tukang kebun. Tapi apakah tukang kebun itu layak di-quote statement-nya? Jadi, kalau mereka tidak mengerti dan tidak tahu pasti apa yang saya dan mas Heru Nugroho lakukan, buat apa memberikan statement kalo mereka tidak mengerti," tegasnya.

    Menurut Roy, Air Putih tidak melakukan riset. "Justru saya yang melakukannya setelah mendapat bahan dari Air Putih. Apa yang saya lakukan dan mengapa saya membawa-bawa Air Putih, itu semua atas persetujuan Mas Heru Nugroho," ujar Roy.

    Masih menurut Roy, memang betul bahwa Air Putih yang memiliki dokumen itu. "Tetapi, untuk hal termasuk riset yang mendalam dan penting untuk kepentingan negara (yang saya lakukan), itu atas sepengetahuan Heru Nugroho," tambahnya.

    Roy pun kecewa dengan pendapat sejumlah orang yang mengatakan bahwa dirinya hanya sekedar mengopi. "Kalau sekedar hanya mengkopi, tentu tidak akan bisa didapatkan data-data seperti yang sekarang bermanfaat bagi masyarakat, termasuk sejarah lagu Indonesia Raya mulai tahun 1928 hingga 1945," tambahnya.

    "Saya berani mendeklarasikan sayalah penemunya (klip lagu Indonesia Raya) setelah melakukan riset mendalam, bukan hanya dari hasil sekedar download file apalagi (hanya mengopi) data-data yang ada. Saya juga sudah melakukan klarifikasi ke arsip nasional dan tokoh-tokoh masyarakat," tegasnya.

    Ketika dikonfirmasikan tentang telah beredarnya klip lagu tersebut di beberapa blog, bahkan sejak 2005, Roy mengakui apa yang dilakukannya memang hal yang biasa.

    "(Memang) tidak ada yang istimewa. Tetapi kenapa orang-orang lain yang melakukan (untuk pertama kalinya tersebut) tidak ada efeknya kepada masyarakat seperti sekarang ini? Andaikata ada orang-orang yang mengklaim sudah melakukan penelitian dan memiliki dokumen seperti itu, kenapa tidak diinformasikan
    ke masyarakat? tanya Roy.

    "Sehingga kalau saja temuan saya ini merupakan temuan lama atau sekedar cuma ngopi file, tentu tidak akan menjadi berita besar bahkan sampai menjadi perhatian petinggi-petinggi negara dan semua media masa termasuk TV nasional," tandasnya.

    Kembali ke TK

    Tetapi Yesus berkata: “Biarkan­lah anak-­anak itu, janganlah mengha­lang­-halangi mereka datang kepada­Ku; sebab orang-­orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Surga” (Matius 19:14)

    Salah satu ungkapan yang sedang populer adalah “Kembali ke laptop” nya Tukul. Sedikit berbeda dengan itu, dalam artikel ini saya ingin mengajak pembaca untuk kembali ke masa kanak-kanak. Hal ini berkaitan erat dengan pelayanan saya sebagai guru Sekolah Minggu.
    Di gereja tempat saya berbakti, banyak orang heran karena ada seorang profesor yang masih mau mengajar anak-anak Sekolah Minggu. Sebenarnya tak perlu heran, karena justru pembelajaran terpenting terjadi di masa kanak-kanak. Perhatian terhadap anak kecil juga secara khusus telah ditekankan oleh Tuhan Yesus, misalnya dalam perikop di Matius 18:1-10 dan 19:13-15.

    Pentingnya masa kanak-kanak juga bisa dipelajari dalam banyak buku populer. “Hal-hal penting tentang tata cara hidup yang benar saya pelajari di TK. Kebijakan tidak diperoleh di puncak gunung sekolah pascasarjana, melainkan di taman bermain TK”. Begitulah klaim Robert Fulghum, seorang pengarang tenar yang salah satu buku terlarisnya berjudul: All I Really Need to Know I Learned in Kindergarten. Buku ini bukan sembarang buku. Puluhan juta eksemplar telah terjual di sekitar 100 negara. Kaset dan videonya juga laris terjual seperti kacang goreng. Bahkan beberapa ilustrasi di buku itu telah dibuat versi teaternya.

    Inti dari pelajaran di TK adalah The Golden Rules atau Aturan Emas, yaitu: ”Perlakukanlah orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan oleh orang lain.” Dalam bahasa Alkitab bisa diterjemahkan menjadi: Kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri. Ada dua hal penting yang perlu digarisbawahi. Pertama, sebelum Anda bisa mengasihi orang lain, Anda perlu belajar mengasihi diri sendiri. Kedua, agar tidak terjerumus ke dalam egoisme, aturan pertama perlu dibarengi dengan orientasi ke luar, yaitu mengasihi orang lain seperti diri sendiri.

    Terjemahan sederhana dari aturan besar ini misalnya: Jagalah kesehatan; jagalah kebersihan; ucapkan salam, terima kasih, dan permisi; hindari menyakiti orang lain; minta maaf bila bersalah; tetap semangat mempelajari hal-hal baru; bermain secara jujur; berbagi, dll. Masih banyak lagi komponen pelajaran TK yang baik untuk diingat. Anda tentu bisa menambah hal-hal lain tentang pelajaran TK yang masih sangat relevan bagi kita. Pelajarannya sih saya yakin sudah kita ketahui bersama. Pertanyaannya: Apakah pelajaran itu sudah dipraktikkan? Barangkali memang sudah menjadi ciri manusia untuk diingatkan berulang-ulang tentang hal-hal baik yang baik dan perlu dilakukan.

    Lebih sedih lagi, The Golden Rules dalam dunia orang dewasa telah diplesetkan artinya menjadi: Those who have a lot of gold will rule the world (orang kayalah yang berkuasa). Jadi, sebenarnya life is simple, but we – adults - make it complicated. Saatnya kita kembali belajar dari masa kanak-kanak kita. Sayup-sayup terdengar alunan lagu dari TK di dekat rumah saya ...”. Taman yang paling indah taman kanak-kanak…”

    Prof. DR. Roy Sembel (smart_wisdom[at]yahoogroups.com)
    adalah Guru Besar di Fakultas Ekonomi UKI Jakarta, Pejabat Dekan FE Universitas Multimedia Nusantara, Jakarta

  • Saatnya (Kembali) Jadi 'Macan' dengan TIK

    Jakarta, Selain persoalan mengenai 'penemuan' lagu Indonesia Raya tiga stanza yang disebut-sebut merupakan versi asli lagu kebangsaan kita, menjelang detik-detik peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus ini, merupakan saat yang penting juga untuk melakukan introspeksi mengenai apa yang sudah dilakukan terkait dengan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Tanah Air.

    => Read more!

  • Enhancing Self Awareness - Meningkatkan Kesadaran Diri

    Jika tuan rumah tahu pada waktu mana di malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.

    KEWASPADAAN MENIPIS KETIKA KITA MERASA AMAN

    Dengan desain dan rancangan yang luar biasa hebat di awal abad ke-20, kapal Titanic berlayar dengan megah di tengah Samudera Atlantik. Semua yang menyaksikannya berdecak kagum. Semua sepakat bahwa tidak satu pun kekuatan alam yang mampu menenggelamkannya. Keyakinan sepihak yang semakin menebal, tanpa disadari menyiratkan aroma keangkuhan. Semua begitu terlena dengan kemegahan dan keperkasaan yang kasat mata. Kewaspadaan menipis dan kesiagaan jadi kehilangan makna. Di tengah kegelapan malam Samudera Atlantik, nampak di sana-sini bongkahan es berwarna putih kemilau. Terapung-apung lepas seakan menari-nari di permukaan laut.

    Tak seorang pun menyadari, di balik riak ombak, dalam kekelaman laut, menghadang dengan kokoh gunung-gunung es yang membeku. Sejarah mencatat, Titanic menabrak gunung es dan karam dengan jumlah korban yang banyak. Kewaspadaan sangat dibutuhkan justru di saat kita merasakan situasi yang paling aman. Betapa seringnya kita menjadi lengah dan akhirnya mengalami kerugian yang tak terduga.

    MENGAPA KITA PERLU MENINGKATKAN KESADARAN DIRI?

    1. Musuh Terbesar Kita Adalah Diri Sendiri
    Banyak hal yang dapat membuat kita lengah dan kurang waspada. Terjebak dalam rutinitas, berada di zona nyaman atau sikap yang terlalu bergantung pada orang lain. Hal itu membuat kita tidak siap menghadapi situasi darurat atau perubahan yang mendadak. Sebaliknya, sikap ambisi tak terkendali juga bisa membuat lupa diri dan berakibat fatal. Menurut survei karakter, ditemukan minimal 89% dari karakter kita cenderung kurang waspada.

    2. Situasi Di Sekitar Kita Berubah Setiap Saat
    Kehidupan kita bagaikan orbit alam semesta. Ketika bumi berputar pada porosnya, ia juga beredar mengelilingi matahari. Hidup kita berubah, situasi di sekitar juga berubah. Hidup adalah perubahan dan hidup adalah perjuangan. Perubahan selalu membawa dinamika dan perjuangan selalu membutuhkan kewaspadaan. Perubahan bisa menjadi sebuah kemajuan, jika diwaspadai dan disikapi dengan positif. Tapi perubahan akan menjadi musuh dan penghambat bagi kita yang tidak pernah mengantisipasi dan mewaspadainya.

    3. Kesadaran Diri Membangun Rasa Tanggung Jawab
    Kesadaran diri berarti mengetahui dengan tepat apa yang sedang kita alami. Kesadaran diri menimbulkan respons dan sikap antisipasi. Sehingga kita mempersiapkan diri dengan baik menghadapi situasi yang sedang dan yang akan terjadi. Kesadaran diri secara positif membangun sikap tanggung jawab dalam diri kita. Hanya seorang yang bersedia mengambil tanggung jawablah yang mampu memenangkan peperangan.

    TIGA GERBANG YANG HARUS DIAWASI
    Kehidupan memiliki tiga pintu gerbang:

    1. Telinga
    Kita punya sepasang telinga agar dapat mendengar dengan seimbang. Bukan sekadar mendengar, tapi mampu menyimak dengan benar. Penting untuk menyaring setiap informasi yang diterima, karena itu membentuk penafsiran dan pemahaman terhadap situasi yang terjadi.

    2. Mata
    Mata dengan cepat dapat merekam apa yang dilihat dan menyimpannya ke dalam memori otak. Pengalaman dan persepsi yang dimiliki segera menyimpulkan informasi tersebut dan menstimulasi respons.

    3. Hati
    Hati adalah sumber kehidupan. Hati nurani yang murni memiliki kepekaan intuisi yang kuat. Intuisi dapat merasakan hal-hal yang tidak dapat ditangkap oleh penglihatan dan pendengaran lahiriah. Hati yang tetap dijaga dari hal-hal negatif akan memiliki tingkat kesadaran nurani yang tinggi.

    BAGAIMANA CARA MENINGKATKAN KESADARAN DIRI?

    1. Mengenali kekuatan dan kelemahan pribadi.
    2. Melatih kepekaan untuk memahami situasi.
    3. Belajar berkonsentrasi dan bersikap fokus.
    4. Selalu mengevaluasi diri dan kondisi di sekitar kita.
    5. Memiliki nilai-nilai pribadi sebagai tolak ukur kehidupan.

    The Word of Wisdom: Kewaspadaan sangat dibutuhkan justru saat kita merasa berada pada situasi yang paling aman.

    Jakoep Ezra, MBA, CBA
    Character Specialist
    www.powercharacter.com

  • Young Russia's enemy No 1

    By Sarah E. Mendelson and Theodore P. Gerber, Los Angeles Times-Washington Post
    Published: August 05, 2007, 23:05

    Vladimir Putin's belligerent rhetoric and actions towards the United States and its allies have begun prompting pundits to debate whether a new Cold War is afoot.

    => Read more!

  • Tokoh-tokoh Cerdas Dalam Alkitab

    Orang sering rancu mempermasalahkan antara bakat, talenta, dan kecerdasan. Lantas dibuat pusing mana yang harus didahulukan. Padahal jelas ada benang merah yang tak dapat dipisahkan. Pertanyaannya bagaimana menemukan, mengembangkan, dan memaksimalkan talenta yang dimiliki setiap orang? Alkitab mencatat banyak kisah bahwa sekecil apa pun sebuah talenta, jika diasah, pasti bisa membawa hidup dalam kemaksimalan.

    PROSES MENEMUKAN TALENTA

    Tidak semua orang menyadari talenta apa saja yang ia miliki. Musa misalkan. Bahkan ia harus diyakinkan berulang-ulang oleh Tuhan bahwa ia punya kecerdasan interpersonal (kecerdasan memimpin banyak orang) sekalipun agak gagap dan berat lidah. Gideon pun sama. Dia tidak percaya diri, merasa tidak layak melakukan apa-apa hanya karena berasal dari kaum yang terkecil dan juga belum cukup umur (Hak.6:15). Tapi Tuhan tidak salah pilih. Butuh waktu saja untuk Gideon menyadari bahwa ia memiliki talenta.

    Petrus juga sebelumnya tidak pernah tahu bahwa ia memiliki kecerdasan interpersonal dan linguistik-verbal (kecerdasan bahasa). Mungkin tak pernah ia sadari bahwa pidatonya bisa membuat 3.000 orang bertobat. Yang ia tahu, ia hanya seorang nelayan. Dan nelayan kerjanya hanyalah menebar jala, menangkap sebanyak mungkin ikan untuk dijual. Itu saja. Tapi Yesus menyadarkan Petrus bahwa ia punya bakat yang perlu digali dan dimaksimalkannya. Bahwa ia bisa menjadi seorang penjala manusia (Luk.5:1–11).

    Banyak orang tidak menyadari bahwa ia memiliki talenta. Setelah sadar pun, tidak lantas orang mudah percaya diri mengembangkannya. Masa lalu, merasa tidak mampu, dan kurang percaya diri membuat orang harus diyakinkan berulang-ulang bahwa ia bisa meraih potensi maksimal dengan mengembangkan dan memaksimalkan talentanya. Terbukti, ketiga tokoh yang awalnya tidak percaya diri ini, toh akhirnya menjadi orang-orang yang menghasilkan karya besar. Musa dikenal sebagai seorang pemimpin besar dalam sejarah. Gideon dipakai Tuhan untuk menaklukkan raja-raja orang Midian—musuh yang sudah menindas Israel 7 tahun lamanya. Dan Petrus? Kisah Rasul mencatat bagaimana ia mampu menjadi pemimpin besar di gereja mula-mula.

    TALENTA: SATU ATAU LIMA SAMA SAJA

    Bayangkan kalau seorang Franky Sihombing (yang jelas-jelas punya bakat musik) menjadi pelukis! Bisakah dia? Tentu saja bisa. Tapi hasilnya tentu kalah jauh dibandingkan Affandi misalkan, yang sudah punya bakat itu sejak lahir. Atau bayangkan jika Tukul Arwana menjadi pedangdut? Tentu saja dengan ekstra kerja keras dia bisa menyanyi dangdut tapi tidak akan pernah melebihi seorang Inul yang secara bakat mudah menguasai cengkok lagu dangdut. Bahkan bisa jadi dia tidak akan menjadi Tukul yang dikenal sebagai pelawak sekaligus presenter laris. Dalam beberapa kasus, Tuhan sengaja menaruh satu bakat khusus dalam diri seseorang. Hanya satu! Tapi dengan satu bakat itu pun, Tuhan bisa pakai dengan luar biasa. Hiram contohnya (1 Raj.7:14-45). Ia tidak dikenal punya bakat lain selain kecerdasan spasial-visual. Dia tidak cerdas dalam memimpin, juga tidak cerdas dalam berbicara. Hanya satu saja yang dia punya. Tapi dari satu talenta itu saja, Hiram mampu membuat, mendesain, dan menyelesaikan semua perkakas tembaga dalam Bait Suci yang dibangun Salomo. Bezaleel dan Aholiab sama kasusnya (Kel.31:1–11). Mereka tidak punya banyak kecerdasan dan bakat. Mereka hanya punya kecerdasan spasial-visual dan natural. Tapi lewat kecerdasan itu, mereka mampu membuat berbagai benda dari emas, perak dan tembaga. Mereka juga mampu membuat segala perkakas dalam Kemah Pertemuan yang dibangun Musa.

    Pada akhirnya kita harus mampu memprioritaskan talenta mana yang me-nonjol untuk kita maksimalkan, bukan malah mencari yang kita tidak punya.

    MANUSIA MULTITALENTA

    Tak banyak memang orang yang selama hidupnya mampu mengembangkan ragam talenta yang ia miliki. Tapi bukan berarti tidak bisa. Daud adalah sosok manusia multi talenta. Gubahan mazmurnya berjumlah ratusan. Kemahiran jarinya memainkan kecapi (kecerdasan musikal) mampu memesona dan menenangkan jiwa Saul—sang raja. Kecerdasannya menyusun strategi perang (kecerdasan logis matematis dan spasial-visual) berkali-kali terbukti membuat musuh mengibarkan bendera putih. Dalam memahami dan tanggap perasaan orang (kecerdasan interpersonal), Gua Adulam menjadi saksi bisu bagaimana Daud mampu memimpin sekitar 400 orang bermasalah seperti terlibat utang, sakit hati, dan berada dalam kesukaran. Dan untuk menambah daftar panjang kecerdasannya, Daud mampu mengenali dirinya sendiri dengan sangat baik (kecerdasan intrapersonal).

    Terbukti ia tak mudah dibuat gentar oleh seorang raksasa sekaligus mudah menerima teguran ketika jatuh dalam dosa. Salomo—manusia seribu istri ini juga tidak biasa. Kecerdasan natu-ralisnya sangat tinggi. Dalam 1 Raja 5:33 dicatat jelas oleh Alkitab bagaimana Salomo mampu bersajak tentang po-hon, burung, binatang melata, ikan, bahkan tentang gunung dan hisop yang tumbuh di bukit batu. Kecerdasan linguistiknya dibuktikan dengan 3.000 amsal. Kecerdasan musiknya pun di atas rata-rata. Ia pencipta lagu yang sangat produktif karena berhasil menggubah 1.005 lagu (1 Raj.4:32). Hikmatnya tak ada yang menandingi bahkan rasa-rasanya tidak ada lagi manusia yang hikmatnya setara dengan Salomo—sampai sekarang.

    Nehemia awalnya hanya dike-nal sebagai juru minuman raja. Tapi runtuhnya tembok Yerusalem justru menjadi satu pemicu untuk Nehemia menemukan talenta-talenta yang selama ini belum digali dalam dirinya. Seiring dibangunnya kembali tembok Yerusalem, kecerdasan interpersonal maupun intrapersonal Nehemia diasah dengan maksimal. Kalau saja tidak ada peristiwa itu, bisa jadi Nehemia hanya menganggap dirinya sebagai seorang juru minum raja. Satu atau lima talenta bukanlah tolok ukurnya. Justru lebih pada bagaimana kita mengembangkan dan memaksimalkan seluruh potensi yang Tuhan sudah percayakan dalam diri kita. Punya lima talenta pun, jika tidak dikembangkan, tidak akan membuat hidup kita maksimal.

    SETIA DALAM PROSES

    Thomas Alfa Edison pernah berkata bahwa sukses itu 1% bakat ditambah 99% keringat. Bakat bawaan orok tidak lantas membuat kita mulus melenggang di “jalan tol” kesuksesan sebesar apa pun bakat tersebut. Tanpa kerja keras, komitmen untuk terus belajar mengembangkan talenta, bakat itu pun tidak akan banyak berguna.

    Untuk menggubah seribu lebih lagu, tentu Salomo membutuhkan waktu bertahun-tahun. Untuk membuat Daud mahir dalam strategi perang, itu juga tentu tidak dalam semalam. Dia harus learning by doing di medan perang. Untuk mahir mendesain, memahat, dan membuat barang dari emas atau tembaga, Hiram, Bezaleel maupun Aholiab pasti harus menjalani proses ribuan jam memakai pahatnya sampai titik ia mahir dan terampil. Dan untuk sampai pada mahir khotbah di hadapan ribuan orang, Petrus melatihnya sejak berkomitmen jadi salah satu murid Yesus. Menemukan bakat itu hanyalah poin awal. Tapi kerja keraslah yang membuat hasil akhirnya berbeda. Tuhan sudah memberikan kepada setiap orang—tanpa terkecuali talenta dalam dirinya. Namun, kita juga dituntut untuk mengembangkan dan memaksimalkan-nya. Semua orang bisa meraih keberhasilan dan kebermaknaan hidup asalkan dia tahu bakatnya dan mengembangkannya sampai titik maksimal.

    Membesut Talenta Sampai Maksimal

    Talenta ibarat pedang. Tidak diasah ia berkarat, sering diasah ia mengkilap dan tajam. Konon, pedang tajam dapat membelah tujuh seutas rambut.

    Dan Kanisius Kevin Suherman (11) menjadi “pedang” yang mengkilap saat tangannya berada di atas barisan tuts grand piano. Putra pertama pasangan Priatna Suherman-Liu Siu Ping ini menjadi pianis termuda yang memecahkan rekor MURI pada Oktober 2006. Ia memainkan 50 nomor musik dunia nonstop selama dua jam tanpa partitur. Walau masih terlalu dini untuk mengukur kemampuan Kevin, namun intuisi musiknya luar biasa. Malam itu seperti tertera di situsnya, ia bermain tanpa partitur pada komposisi terkenal milik Beethoven (Fur Elise), Sonata V dan Sonata XVI karya Mozart, Grand Valse Brillante karya Chopin, hingga Indonesia Pusaka ciptaan Ismail Marzuki, dan lain-lain.Kepiawaian pianis cilik asal Bandung itu tidak datang tiba-tiba.

    Ia mulai bermain piano sejak berusia 5 tahun, walaupun tangannya belum kuat menekan tuts. Kevin mengaku senang mendengar denting piano. “Papa dan mama mendorong saya terus berlatih bermain piano yang baik,” tulis Kevin yang setiap hari berlatih minimal 5 jam. Sejak 2005, Kevin terpilih untuk setiap tahun melatih kemampuannya bermain piano dalam program Master Class di Austria.

    MENGENAL TALENTA SEJAK DINI

    Kevin menjadi menarik jika dikaitkan dengan multiple intellegences yang dicetuskan Howard Gardner. Dari 9 jenis kecerdasan yang ada, Kevin memiliki kecerdasan musikal. Orang dengan kecerdasan ini sangat peka terhadap nada dan bunyi. Bukan hanya Kevin. Semua manusia, oleh Tuhan telah dilengkapi dengan komponen kecerdasan yang kompleks. Bagaimana kecerdasan tersebut melekat pada setiap pribadi, tetap menjadi misteri. Kevin diberi kecerdasan musikal, si Polan dikasih kecerdasan kinestetik, yang lain lagi diberi jenis kecerdasan yang berbeda, dan seterusnya. Soal siapa diberi apa, itu hak prerogatif Allah. Alkitab menyebutnya talenta. Yesus, seperti dicatat penginjil Matius (Mat.25:15) pernah bicara tentang hal ini; “Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya.”

    Anak-anak lebih gampang dideteksi bakatnya, walaupun tidak benar 100%. Kalau mendengar lagu dia langsung njoget, mungkin dia memiliki kecerdasan musikal. Atau usia 3 tahun dia sudah bisa memanjat pohon, barangkali dia cerdas kinestetikragawi. Pada dasarnya, kata Evy, jika anak betah atau enjoy melakukan sesuatu, hal itu dapat menjadi indikator jenis kecerdasan apa yang dia miliki. Maka bisa gampang, bisa juga sulit untuk mengetahui secara persis talenta atau kecerdasan seperti apa yang “dianut” seseorang. Karena secara faktual, memang banyak orang yang tidak tahu persis talenta atau kecerdasan seperti apa yang ia miliki.

    STIMULASI DAN FASILITAS

    Ada dua kemungkinan, kata Evy. Bisa jadi karena dia tidak melihat adanya kelebihan dalam dirinya, atau justru terlalu banyak sehingga bingung mau milih yang mana. Yang pertama menurut Evy karena lingkungan atau orangtua tidak memberi perhatian yang intens sehingga dia tidak tahu talentanya apa. Sementara yang banyak biasanya tidak ada yang menonjol. “Jadi dia merasa tidak ada yang kurang, tetapi juga merasa tidak ada yang lebih,” kata umat Paroki Gembala yang Baik, Surabaya itu. Kalau sudah demikian, harapan kembali pada lingkungan dan keluarga untuk memberi stimulasi dan memfasilitasi. Dengan begitu, diharapkan seseorang tahu bakatnya setelah mendapat feed back dari lingkungan di mana berada. Berkaca pada kenyataan di atas, sungguh tepat apa yang dikatakan Rinny Soegiyoharto,S.Psi, konsultan sekolah BPK Penabur Jakarta.

    Menurut dia, mengenal talenta atau kecerdasan sejak dini sangat berarti untuk perkembangan selanjutnya. “Kalau anak umur 2 tahun dengar musik langsung nyanyi, orangtua langsung mengatakan, ‘wah,musiknya kelihatan. Nanti kalau saya mengasah di bidang musik akan mudah’,” kata Rinny.Rinny yang sering diundang mem-beri seminar itu percaya semua orang berbakat, karena manusia punya otak. Belahan otak kiri yang bersifat logis-analitis dan, kanan yang penuh intuisi adalah penunjuk bakat seseorang. Ting-gal ia mau mengembangkan belahan otak yang mana. “Jadi bakat tidak bisa dibatasi. Kalaupun Gardner melakukan pengelompokan, itu supaya lebih fokus saja dalam pengasahannya,” terang Rinny. Hal itulah yang dilakukan Priatna Suherman kepada Kevin. Tahu putranya menyenangi musik dari kecil, ia memberi stimulasi dan memfasilitasi. “Saya kursuskan dia ke Sekolah Musik Yamaha,” kata Suherman.

    LUPAKAN KELEMAHAN

    Banyak dari kita yang tidak mengetahui apa sebenarnya bakat dan kekuatan kita, maka Marcus Buckingham dan Donal O.Clifton, Ph.D menulis buku Now, Discover Your Strengths (2002). Buku ini berdasarkan penelitian yang dibuat oleh lembaga riset Gallup terhadap lebih dari 2 juta orang di AS. Hasil penelitian menyimpulkan kunci utama berprestasi tinggi, sukses, dan bahagia adalah dengan mendayagunakan kekuatan, bukan dengan mengoreksi atau mengatasi kekurangan dan kelemahan. Langkah awalnya, temukan dan kenali kekuatan kita.

    Ada cerita dari A.Supratiknya, Ph.D, psikolog dan dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Darma Yogyakarta. Lampu di sebuah gudang tua mati. Anak Amerika akan mengambil senter dan masuk untuk mengetahui penyebabnya. Anak Indonesia justru tak beranjak dari tempat, takut jangan-jangan ada setan atau sejenisnya. Mengapa demikian? Menurut Pratiknya karena perbedaan kultur.

    Kultur Indonesia menurut dia tidak merangsang orang untuk kreatif. Di sekolah, kantor, rumah, masyarakat, orang tidak diberi kebebasan untuk mengekspresikan apa yang dimiliki. Dalam benaknya selalu muncul, “jangan-jangan nanti salah, jangan-jangan dimarahin, jangan-jangan ada pocongan” dan seterusnya. Dengan demikian kita tidak mengalami kemajuan dalam berpikir dan bertindak. Bahkan kalau apa yang akan kita lakukan itu benar.Hal ini kian diperburuk lagi oleh pandangan bahwa melakukan kesalahan itu aib. Maka orangtua, teman, guru, seperti mesin pengingat saja yang terus membayangi agar kita jangan membuat kesalahan dalam hidup.

    Implikasinya kata Pratiknya, seseorang diliputi keragu-raguan dalam bertindak. Energinya dihabiskan untuk menjaga supaya tidak melakukan kesalahan. Atau kalau ada kesalahan, energinya dipakai memperbaiki kesalahannya. “Jadi, seumur hidup dia hanya fokus bagaimana mengatasi kekurangan, kelemahan, yang ada dalam dirinya. Padahal mengembangkan talenta itu kan sebuah proses trial and error,” kata Pratiknya.

    FOKUS PADA KEKUATAN

    Memang, di mana saja berada, kultur kita telanjur melihat kelemahan, bukan melihat potensi-potensi terbaik di dalam diri. Maka di sekolah, tempat kerja, kita diajari untuk menganalisa dan mengatasi kelemahan supaya jadi kuat. Banyak pendidikan dan pelatihan diadakan supaya orang tampil sempurna tanpa cela.Menurut dua penulis Amerika kita di atas, hal itu tidak salah. Hanya saja potensi atau kekuatan terbaik kita tidak maksimal keluarnya. Karena seseorang dengan perspektif “melihat kelemahan” akan berbeda dengan pers-pektif “melihat kekuatan”.Dengan mengenali kekuatan, kita dapat memaksimalkan untuk mencapai sasaran dan cita-cita kita. Jangan fokus pada kelemahan-kelemahan kita, namun sebaliknya kita harus fokus pada kekuat-an, yang harus kita kembangkan.

    GABUNGAN BAKAT-PENGETAHUAN-KETERAMPILAN

    Prof. Roy Sembel, Direktur The Indonesia Learning Institute mengatakan, kekuatan atau kelebihan kita merupakan kombinasi antara bakat, pengetahuan, dan keterampilan. Kalau bakat adalah pola pikir, perasaan, atau peri laku alami yang kita miliki, maka pengetahuan adalah fakta-fakta dan pelajaran yang Pdt. Wilhelmus Latumahina,STh, A.Supratiknya, Ph.D,kita pelajari dalam hidup. Keterampilan adalah langkah-langkah yang kita kuasai karena kita melatihnya secara terus menerus. Seorang yang memiliki bakat di bidang musik, ia menulis dan belajar komposisi, berlatih terus secara konsisten minimal 6 jam sehari lebih dari sepuluh tahun, dan senantiasa fokus pada hal tersebut, dapat dipastikan dia akan menjadi musisi yang terkenal. Kalau talenta adalah sesuatu yang dianugerahkan Tuhan kepada kita, menurut Roy, maka pengetahuan dan ketrampilan adalah aspek kekuatan yang dapat ditambah, diperbaiki, dan ditingkatkan.

    Ada dua jenis pengetahuan: pengetahuan faktual dan pengetahuan berdasarkan pengalaman. Keterampilan merupakan pengetahuan eksperensial yang dilakukan secara berulang dan terus-menerus secara terstruktur sehingga membentuk kebiasaan baru seseorang. Maka gabungan bakat, pengetahuan dan keterampilan adalah kekuatan yang membuat kita menjadi yang terbaik. Maka tepat kata Pdt. Wilhelmus Latumahina, STh. Menurutnya, orang bukan tidak punya talenta, tetapi apakah talenta itu ia kembangkan atau tidak? Se-bagai orang Kristen kata Gembala Sidang GBI Bethesda, Jakarta itu, acuannya jelas, takut akan Tuhan. “Sebab takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan,” cetus Pdt. Wilhelmus kepada Robby Repi.Maka kalau Anda ingin membesut talenta hingga maksimal, ingatlah supaya Anda terus fokus pada kekuatan, terus-menerus merefleksikan impian, dan kerja keras mengembangkannya.
    (Alex Japalatu, Rob, Gie, Rum)

  • title-2767936

    Tokoh-tokoh Cerdas Dalam Alkitab

    Orang sering rancu mempermasalahkan antara bakat, talenta, dan kecerdasan. Lantas dibuat pusing mana yang harus didahulukan. Padahal jelas ada benang merah yang tak dapat dipisahkan. Pertanyaannya bagaimana menemukan, mengembangkan, dan memaksimalkan talenta yang dimiliki setiap orang? Alkitab mencatat banyak kisah bahwa sekecil apa pun sebuah talenta, jika diasah, pasti bisa membawa hidup dalam kemaksimalan.

    PROSES MENEMUKAN TALENTA

    Tidak semua orang menyadari talenta apa saja yang ia miliki. Musa misalkan. Bahkan ia harus diyakinkan berulang-ulang oleh Tuhan bahwa ia punya kecerdasan interpersonal (kecerdasan memimpin banyak orang) sekalipun agak gagap dan berat lidah. Gideon pun sama. Dia tidak percaya diri, merasa tidak layak melakukan apa-apa hanya karena berasal dari kaum yang terkecil dan juga belum cukup umur (Hak.6:15). Tapi Tuhan tidak salah pilih. Butuh waktu saja untuk Gideon menyadari bahwa ia memiliki talenta.

    Petrus juga sebelumnya tidak pernah tahu bahwa ia memiliki kecerdasan interpersonal dan linguistik-verbal (kecerdasan bahasa). Mungkin tak pernah ia sadari bahwa pidatonya bisa membuat 3.000 orang bertobat. Yang ia tahu, ia hanya seorang nelayan. Dan nelayan kerjanya hanyalah menebar jala, menangkap sebanyak mungkin ikan untuk dijual. Itu saja. Tapi Yesus menyadarkan Petrus bahwa ia punya bakat yang perlu digali dan dimaksimalkannya. Bahwa ia bisa menjadi seorang penjala manusia (Luk.5:1?11).

    Banyak orang tidak menyadari bahwa ia memiliki talenta. Setelah sadar pun, tidak lantas orang mudah percaya diri mengembangkannya. Masa lalu, merasa tidak mampu, dan kurang percaya diri membuat orang harus diyakinkan berulang-ulang bahwa ia bisa meraih potensi maksimal dengan mengembangkan dan memaksimalkan talentanya. Terbukti, ketiga tokoh yang awalnya tidak percaya diri ini, toh akhirnya menjadi orang-orang yang menghasilkan karya besar. Musa dikenal sebagai seorang pemimpin besar dalam sejarah. Gideon dipakai Tuhan untuk menaklukkan raja-raja orang Midian?musuh yang sudah menindas Israel 7 tahun lamanya. Dan Petrus? Kisah Rasul mencatat bagaimana ia mampu menjadi pemimpin besar di gereja mula-mula.

    TALENTA: SATU ATAU LIMA SAMA SAJA

    Bayangkan kalau seorang Franky Sihombing (yang jelas-jelas punya bakat musik) menjadi pelukis! Bisakah dia? Tentu saja bisa. Tapi hasilnya tentu kalah jauh dibandingkan Affandi misalkan, yang sudah punya bakat itu sejak lahir. Atau bayangkan jika Tukul Arwana menjadi pedangdut? Tentu saja dengan ekstra kerja keras dia bisa menyanyi dangdut tapi tidak akan pernah melebihi seorang Inul yang secara bakat mudah menguasai cengkok lagu dangdut. Bahkan bisa jadi dia tidak akan menjadi Tukul yang dikenal sebagai pelawak sekaligus presenter laris. Dalam beberapa kasus, Tuhan sengaja menaruh satu bakat khusus dalam diri seseorang. Hanya satu! Tapi dengan satu bakat itu pun, Tuhan bisa pakai dengan luar biasa. Hiram contohnya (1 Raj.7:14-45). Ia tidak dikenal punya bakat lain selain kecerdasan spasial-visual. Dia tidak cerdas dalam memimpin, juga tidak cerdas dalam berbicara. Hanya satu saja yang dia punya. Tapi dari satu talenta itu saja, Hiram mampu membuat, mendesain, dan menyelesaikan semua perkakas tembaga dalam Bait Suci yang dibangun Salomo. Bezaleel dan Aholiab sama kasusnya (Kel.31:1?11). Mereka tidak punya banyak kecerdasan dan bakat. Mereka hanya punya kecerdasan spasial-visual dan natural. Tapi lewat kecerdasan itu, mereka mampu membuat berbagai benda dari emas, perak dan tembaga. Mereka juga mampu membuat segala perkakas dalam Kemah Pertemuan yang dibangun Musa.

    Pada akhirnya kita harus mampu memprioritaskan talenta mana yang me-nonjol untuk kita maksimalkan, bukan malah mencari yang kita tidak punya.

    MANUSIA MULTITALENTA

    Tak banyak memang orang yang selama hidupnya mampu mengembangkan ragam talenta yang ia miliki. Tapi bukan berarti tidak bisa. Daud adalah sosok manusia multi talenta. Gubahan mazmurnya berjumlah ratusan. Kemahiran jarinya memainkan kecapi (kecerdasan musikal) mampu memesona dan menenangkan jiwa Saul?sang raja. Kecerdasannya menyusun strategi perang (kecerdasan logis matematis dan spasial-visual) berkali-kali terbukti membuat musuh mengibarkan bendera putih. Dalam memahami dan tanggap perasaan orang (kecerdasan interpersonal), Gua Adulam menjadi saksi bisu bagaimana Daud mampu memimpin sekitar 400 orang bermasalah seperti terlibat utang, sakit hati, dan berada dalam kesukaran. Dan untuk menambah daftar panjang kecerdasannya, Daud mampu mengenali dirinya sendiri dengan sangat baik (kecerdasan intrapersonal).

    Terbukti ia tak mudah dibuat gentar oleh seorang raksasa sekaligus mudah menerima teguran ketika jatuh dalam dosa. Salomo?manusia seribu istri ini juga tidak biasa. Kecerdasan natu-ralisnya sangat tinggi. Dalam 1 Raja 5:33 dicatat jelas oleh Alkitab bagaimana Salomo mampu bersajak tentang po-hon, burung, binatang melata, ikan, bahkan tentang gunung dan hisop yang tumbuh di bukit batu. Kecerdasan linguistiknya dibuktikan dengan 3.000 amsal. Kecerdasan musiknya pun di atas rata-rata. Ia pencipta lagu yang sangat produktif karena berhasil menggubah 1.005 lagu (1 Raj.4:32). Hikmatnya tak ada yang menandingi bahkan rasa-rasanya tidak ada lagi manusia yang hikmatnya setara dengan Salomo?sampai sekarang.

    Nehemia awalnya hanya dike-nal sebagai juru minuman raja. Tapi runtuhnya tembok Yerusalem justru menjadi satu pemicu untuk Nehemia menemukan talenta-talenta yang selama ini belum digali dalam dirinya. Seiring dibangunnya kembali tembok Yerusalem, kecerdasan interpersonal maupun intrapersonal Nehemia diasah dengan maksimal. Kalau saja tidak ada peristiwa itu, bisa jadi Nehemia hanya menganggap dirinya sebagai seorang juru minum raja. Satu atau lima talenta bukanlah tolok ukurnya. Justru lebih pada bagaimana kita mengembangkan dan memaksimalkan seluruh potensi yang Tuhan sudah percayakan dalam diri kita. Punya lima talenta pun, jika tidak dikembangkan, tidak akan membuat hidup kita maksimal.

    SETIA DALAM PROSES

    Thomas Alfa Edison pernah berkata bahwa sukses itu 1% bakat ditambah 99% keringat. Bakat bawaan orok tidak lantas membuat kita mulus melenggang di ?jalan tol? kesuksesan sebesar apa pun bakat tersebut. Tanpa kerja keras, komitmen untuk terus belajar mengembangkan talenta, bakat itu pun tidak akan banyak berguna.

    Untuk menggubah seribu lebih lagu, tentu Salomo membutuhkan waktu bertahun-tahun. Untuk membuat Daud mahir dalam strategi perang, itu juga tentu tidak dalam semalam. Dia harus learning by doing di medan perang. Untuk mahir mendesain, memahat, dan membuat barang dari emas atau tembaga, Hiram, Bezaleel maupun Aholiab pasti harus menjalani proses ribuan jam memakai pahatnya sampai titik ia mahir dan terampil. Dan untuk sampai pada mahir khotbah di hadapan ribuan orang, Petrus melatihnya sejak berkomitmen jadi salah satu murid Yesus. Menemukan bakat itu hanyalah poin awal. Tapi kerja keraslah yang membuat hasil akhirnya berbeda. Tuhan sudah memberikan kepada setiap orang?tanpa terkecuali talenta dalam dirinya. Namun, kita juga dituntut untuk mengembangkan dan memaksimalkan-nya. Semua orang bisa meraih keberhasilan dan kebermaknaan hidup asalkan dia tahu bakatnya dan mengembangkannya sampai titik maksimal.

    Membesut Talenta Sampai Maksimal

    Talenta ibarat pedang. Tidak diasah ia berkarat, sering diasah ia mengkilap dan tajam. Konon, pedang tajam dapat membelah tujuh seutas rambut.

    Dan Kanisius Kevin Suherman (11) menjadi ?pedang? yang mengkilap saat tangannya berada di atas barisan tuts grand piano. Putra pertama pasangan Priatna Suherman-Liu Siu Ping ini menjadi pianis termuda yang memecahkan rekor MURI pada Oktober 2006. Ia memainkan 50 nomor musik dunia nonstop selama dua jam tanpa partitur. Walau masih terlalu dini untuk mengukur kemampuan Kevin, namun intuisi musiknya luar biasa. Malam itu seperti tertera di situsnya, ia bermain tanpa partitur pada komposisi terkenal milik Beethoven (Fur Elise), Sonata V dan Sonata XVI karya Mozart, Grand Valse Brillante karya Chopin, hingga Indonesia Pusaka ciptaan Ismail Marzuki, dan lain-lain.Kepiawaian pianis cilik asal Bandung itu tidak datang tiba-tiba.

    Ia mulai bermain piano sejak berusia 5 tahun, walaupun tangannya belum kuat menekan tuts. Kevin mengaku senang mendengar denting piano. ?Papa dan mama mendorong saya terus berlatih

  • 8 Kado Terindah

    Delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak
    ternilai bagi orang-orang yang anda sayangi :

    1. KEHADIRAN
    •ť Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado
    yang tak ternilai harganya. Memang, kita bisa juga
    hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau
    faks. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia
    dapat berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang
    secara lebih utuh dan intensif. Jadikan kehadiran Anda
    sebagai pembawa kebahagiaan.

    2. MENDENGAR
    •ť Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini.
    Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan,
    ketimbang mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian
    pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga
    telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk
    bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam
    keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa
    yang disampaikan. Tatap wajahnya, tidak perlu menyela,
    mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia
    menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan
    tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa
    diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terimakasihpun
    akan terdengar manis baginya.

    3. DIAM
    •ť Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan.
    Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau
    membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, diam
    juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang
    karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari
    kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur,
    mengkritik bahkan mengomel.

    4. KEBEBASAN
    •ť Mencintai seseorang bukan berarti memberi hak penuh
    untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang
    bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang
    jika kita selalu mengekangnya ? Memberi kebebasan
    adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan
    bukanlah "kau bebas berbuat semaumu". Lebih dalam dari
    itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan
    penuh untuk bertanggungjawab atas segala hal yang ia
    putuskan atau lakukan.

    5. KEINDAHAN
    •ť Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi
    tiba-tiba tampil lebih "guanteng" atau "cuantik" ?
    Tampil indah dan rupawan juga merupakan sebuah kado
    yang indah. Selain keindahan penampilan pribadi, Anda
    pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah.
    Misalnya vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga
    atau meja makan yang tertata indah.

    6. TANGGAPAN POSITIF
    •ť Tanpa sadar, seringkali kita memberikan penilaian
    negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang
    yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar
    dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita.
    Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan
    dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali
    dalam seminggu terkahir Anda mengucapkan "terima
    kasih" atas segala hal yang dia lakukan untuk Anda.
    Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal
    itu, ucapan terima kasih dan pujian, serta permintaan
    maaf adalah kado indah yang sering terlupakan.

    7. KESEDIAAN MENGALAH
    •ťTidak semua masalah layak menjadi bahan
    pertengkaran. Apalagi sampai terjadi pertengkaran yang
    hebat. Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap
    memberikan kado "kesediaan mengalah". Kesediaan untuk
    mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan
    mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang
    sempurna di dunia ini.

    8. SENYUMAN
    •ť Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar
    biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus,
    bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi
    semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram,
    bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga
    merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia
    sekeliling kita. Kapan terakhir kali Anda
    menghadiahkan senyuman manis pada orang yang Anda
    kasihi ?

    GOD BLESS YOU !!

  • Subject: BAGI-BAGI TIPS RAHASIA KEBAHAGIAAN

    1. KETIKA AKAN MENIKAH
    Janganlah mencari isteri, tp carilah ibu
    bg anak-anak kita
    Janganlah mencari suami, tp carilah ayah
    bg anak-anak
    kita.

    2. KETIKA MELAMAR
    Anda bukan sedang meminta kepada orang
    tua/wali si gadis,
    tetapi meminta kepada Allah melalui
    orang tua/wali si
    gadis.

    3. KETIKA AKAD NIKAH
    Anda berdua bukan menikah di hadapan
    penghulu,
    tetapi menikah di hadapan Allah

    4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN
    Catat dan hitung semua tamu yang datang
    untuk mendoa\' kan
    anda, karena anda harus berfikir untuk
    mengundang mereka
    semua dan meminta maaf apabila anda
    berfikir untuk
    BERCERAI karena menyia-nyiakan do\'a mereka.

    5. SEJAK MALAM PERTAMA
    Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah
    sepasang anak
    manusia dan bukan sepasang malaikat.

    6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
    Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui
    tidak melalui
    jalan
    bertabur bunga, tp jg semak belukar yg
    penuh onak dan
    duri.

    7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
    Jangan saling berlepas tangan, tapi
    sebaliknya justru
    semakin
    erat berpegang tangan

    8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.
    Cintailah isteri atau suami anda 100%

    9. KETIKA TELAH MEMIKI ANAK.
    Jangan bagi cinta anda kepada (suami)
    isteri dan anak
    anda,
    tetapi cintailah isteri atau suami anda
    100% dan
    cintai anak-anak anda masing-masing 100%.

    10.KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK.
    Yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka
    lebar berbanding
    lurus
    dengan tingkat ketaatan suami dan isteri

    11.KETIKA EKONOMI MEMBAIK
    Jangan lupa akan jasa pasangan hidup
    yang setia
    mendampingi
    kita semasa menderita

    12.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
    Boleh bermanja-manja kepada isteri
    tetapi jangan lupa
    untuk
    bangkit secara bertanggung jawab apabila
    isteri
    membutuhkan
    pertolongan Anda.

    13.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
    Tetaplah berjalan dengan gemulai dan
    lemah lembut, tetapi
    selalu berhasil menyelesaikan semua
    pekerjaan.

    14.KETIKA MENDIDIK ANAK
    Jangan pernah berpikir bahwa orang tua
    yang baik adalah
    orang
    tua yang tidak pernah marah kepada anak,
    karena orang tua
    yang baik adalah orang tua yang jujur
    kepada anak ..

    15.KETIKA ANAK BERMASALAH
    Yakinilah bahwa tidak ada seorang
    anakpun yang tidak mau
    bekerjasama dengan orangtua, yang ada
    adalah anak yang
    merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

    16.KETIKA ADA PIL.
    Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.

    17.KETIKA ADA WIL
    Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai
    pelabuhan hati.

    18.KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA
    Pilihlah potret keluarga sekolah yang
    berada dalam proses
    pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.

    19.KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS
    Gunakanlah formula 7 K
    1 Ketaqwaan
    2 Kasih sayang
    3 Kesetiaan
    4 Komunikasi dialogis
    5 Keterbukaan
    6 Kejujuran
    7 Kesabaran

  • "HATI-HATI DGN KESELAMATAN ANDA SEKELUARGA BERBELANJA DI HYPERMART"

    SEKEDAR SHARING INFORMASI YG SANGAT BERGUNA UTK KESELAMATAN REKANS.

    Pengalaman pahit ini kami sharing kepada rekans, agar rekans selalu lebih
    berhati-hati. .berbelanja diseluruh hypermarket ato supermarket, terutama
    pada saat pembayaran di cashier.

    Adapun kejadian spt dibawah ini.

    Pada hari Sabtu lalu - tgl.4/08/07 sekitar jam 15.30 kami sekeluarga
    berbelanja di HYPERMART di CIBUBUR JUNCTION, pada saat kami mengeluarkan
    barang belanjaan di railway barang di kasirr (seingat saya kasir no.6), anak
    kami yg tertua tersengat listrik - padahal anak kami belum menyentuh railway
    cashier tersebut, dimana bekas sengatan tsb mengakibatkan hangus di jari
    telunjuk anak kami. Selang 2 menit kemudian Saya melihat suami saya
    tersengat listrik yg cukup lama - sekitar 15 detik dan akhirnya berhasil
    lepas dr sengatan tersebut krn teriakan nya. Luka yg diakibatkan sengatan yg
    cukup lama tersebut adalah pecahnya pembuluh drh di ujung jari manis tangan
    kanan - berdarah cukup banyak. Padahal suami Saya tersebut tdk/blm menyentuh
    railway brg tsb, tetapi dikarenakan arus listrik yg sangat besar tsb menarik
    tangan suami Saya secara otomatis. Pada saat kejadian tsb, kasir hanya
    terbengong-bengong tanpa tau mau berbuat apa.Saya langsung menyuruh kasir
    tsb mematikan aliran listrik di daerah tsb, krn sgt membahayakn org lain
    terutama ke 3 anak saya, kasir dan pengunjung lain yg berdekatan dgn railway
    brg tsb.

    Pada jam tersebut antrian di seluruh cashier sangat panjang &
    penuh...sementara keadaan arus listrik yg sangat besar itu bisa membahayakan
    seluruh pengunjung pada saat melakukan pembayarn.Yg sangat disayangkan
    pengetahuan tentang P3K para pegawai Hypermart sangat tidak ada, begitupun
    juga "para penonton musibah" yg dengan sangat asyiknya hanya bisa menonton
    dr jarak dekat padahal aliran listrik tsb bisa membahayakan mereka. Pihak
    security hanya bisa mengatakan "tenang saja Bu" dgn memanggil teknisi utk
    membetulkan peralatan tsb, tanpa mau melihat keadaan "korban" (suami saya).
    Saya sedikit heran dgn mereka, mrk lebih mementingkan peralatan mereka tanpa
    memperdulikan korban "KELALAIAN" mereka. Saya meminta aqua & peralatan
    standar P3K (spt betadine & plester) kepada mereka, itupun setelah Saya
    meminta berulang kali.

    Kami segera keluar dr hypermart & segera ke RS Meilia (di Cibubur) utk
    pemeriksaan lebih lanjut dgn didampingi salah satu supervisor hypermart. Yg
    saya khawatir kan suami saya yg tersengat cukup lama & menderita luka di
    jari manis kanannya.Luka yg dijari suami saya, keadaannya seperti terpecah
    mengikuti alur sidik jari. Logikanya jika aliran listrik itu hanya kecil,
    akibatnya tidak mungkin spt itu, mungkin hanya kejutan kecil umum biasanya,
    tp ini aliran listrik ini sgt besar/arus besar - dan ini diakui oleh salah
    satu manager Hypermart.Pihak medis UGD RS Meilia menyarankan utk mengecek
    keadaan jantung (EKG) suami Saya - krn tersengat cukup lama. Alhamdulillah
    24 jam setelah pemeriksaan tsb tidak ada indikasi kesehatan suami saya makin
    menurun, malah semakin membaik. Tapi cukup pengalaman pahit ini terjadi
    sekali ini saja, semoga pihak HYPERMART (khususnya seluruh HYPERMART CIBUBUR
    JUNCTION atau HYPERSTORE lainnya) lebih berhati-hati dan mengutamakan
    korban, serta mendidik standar P3K kepada karyawan2x nya.

    KESIMPULAN YG SAYA DAPATKAN DI TEMPAT KEJADIAN :

    1. Railway barang di kasir, utk beberapa hyperstore/supermar ket
    menggunakan plat stainless, dimana ini sangat berbahaya, krn stainless/besi
    adalah penghantar arus listrik, sementara dibawahnya adalah kabel-kabel
    listrik yg byk sekali. Contoh yg baik yg saya lihat di Grand Lucky
    Hyperstore (dulunya Club Store di SCBD) railway brg di kasir menggunakan
    karet hitam, jd ini sgt aman dr arus listrik.

    2. Para pekerja tidak sigap dlm keadaan kecelakaan, mereka lebih baik
    menonton, tidak ada sikap utk saling menolong atau mau membantu. Bukankah
    SAFETY FIRST atau UTAMAKAN SELAMAT adalah motto "TENAGA KERJA" di seantero
    dunia.

    3. Tidak ada standar P3K yg tersedia.

    Thks & rgds

    Brenda D. Haerun

  • China Pukul KO Indonesia

    Senin 6 Agustus 2007, Jam: 9:52:00
    JAKARTA (Pos Kota)-Masa bulan madu hubungan Indonesia-China tampaknya berakhir. 'Perang' dagang meletus. Negeri Tirai Bambu itu balas menggebuk dengan melarang produk perikanan dari Indonesia. "Berbahaya bagi kita," cetus Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) MMI Thomas Darmawan, Minggu (6/8).

    Memanasnya hubungan kedua negara bermula dari gencarnya Indonesia memublikasikan mainan anak-anak, makanan, minuman dan produk farmasi mengandung bahan berbahaya asal China, disusul diperketatnya impor komoditas tersebut.

    Serangan balasan dilancarkan Republik Rakyat China (RRC). Aksi ini cukup bikin KO Indonesia. Soalnya, seperti dikemukakan Thomas Darmawan, RRC selama ini negara tujuan ekspor Indonesia kedua terbesar, setelah Singapura.

    Nilai seluruh produk ekspor Indonesia ke China pada 2006 mencapai 8,43 milyar dolar AS. Setahun sebelumnya, hanya 6,63 milyar dolar AS. "Sedangkan nilai impor seluruh produk China ke Indonesia hanya 6,36 milyar dolar AS. Makanya, rugi besar kalau 'perang' dagang dengan China," tegasnya.

    Karenanya, dia berharap persoalan ini tidak sampai berlarut-larut. Pemerintah harus menjelaskan persoalan ini dengan memberi bukti kepada pemerintah China tentang hasil pemerikasaan terhadap produk yang dilarang dan ditarik dari peredaran tersebut.

    "Kalau produk asal China yang masuk ke Indonesia betul-betul tidak memenuhi aturan yang berlaku di Indonesia, bukan terkesan ikut-ikutan, " ujarnya.

    Sebab, ia melihat pemerintah China tidak mau tindakan pemerintah Indonesia melarang dan menarik produk makanan, obat dan kosmetik serta mainan anak-anak, "terkesan tindakan kita karena didikte Amerika Serikat," paparnya.

    Sebelumnya Ketua Umum Kadin MS Hidayat mengingatkan pemerintah bersikap hati-hati untuk menghentikan peredaran produk yang dianggap membahayakan, mengingat komoditas China sudah menguasai pasar dalam negeri.

    Karenanya, ia mengungkapkan akan mengundang kalangan industri farmasi dan menteri kesehatan untuk membahas maraknya produk beracun asal Cina.

    TETAP MELARANG
    Meski jelas-jelas bakal merugikan perang dengan China, namun Ketua Komisi VI DPR Didik J Rachbini ketika dihubungi Pos Kota, meminta pemerintah bersikap tegas melarang produk-produk China yang mengandung zat berbahaya seperti formalin.

    "Saya juga heran sampai sekarang kok belum ada larangan, mau nunggu apa lagi. Jangan sampai menunggu korban berjatuhan," katanya.

    Mestinya pemerintah cepat tanggap ketika institusi berwenang mengeluarkan peringatan atas ditemukan berbagai produk China berbahaya. Kalau pun dampaknya negara itu juga melarang produk Indonesia yang diekspor ke sana hal itu bagian dari politik dagang.

    Anggota Komisi IX DPR Zubair Safawi juga mengungkapkan hal sama. Dia juga kahwatir bahwa impor produk China itu sudah didalangi oleh importir besar sehingga aparat tidak berani bertindak. "Sungguh aneh ada produk ilegal dari luar yang beredar luas di pasaran tetapi tidak diketahui pihak pemerintah," katanya. "Apa kerja mereka selama ini.

    TEMUAN BPOM
    Perang dagang Indonesia-China berawal dari hasil temuan dan pemeriksaan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap ratusan produk makanan, obat dan kosmetik asal China yang dianggap tidak aman dikonsumsi.

    Sehingga Menteri Perdagangan (mendag) Mari Elka Pangestu dan Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib saat kepada pers di depdag, pekan lalu, mengimbau masyarakat tidak membeli produk pangan, obat dan kosmetik yang tidak memiliki izin edar dan tidak ada nomor ML (makanan luar) karena tidak dijamin keamanannya untuk dikonsumsi.

    Bahkan BPOM menyita puluhan merek permen, manisan dan pasta gigi yang diduga kuat mengandung formalin di beberapa tempat penjualan. Diperkirakan, produk tersebut masuk lewat jalur illegal.

    Produk makanan asal China diduga kuat mengandung berbahaya seperti permen Kiamboy merah, Kiamboy Putih, dan White Rabbit Creamy Candy. Cherry's Buah Plum Kering dan Kiamboy Putih. Mr. Mike Coffee Candy, Coffee Candy Huijia Food, Ginseng Candy, Crispy Candy, Corn Flavour Gelatinous Candy with Vegetable Gel, Syrup Soft Candy Ronggui Soft Candy, Kabi Candy Xin Lian Xin Rui Qun (Pink), Xioa Mi Mi Candy, Kabi Candy Xin Lian Xin Rui Qun (Green). Permen White Rabbit Creamy Candy, Citrun Peel Candy, Fuji Fruit Candy, Fei Lu Pai Apple, Huikang Holis, Suxian Peanut, Permen kana, Permen Sanca.

    Manisan Cherry Merah, Manisan Guo Dan Shan Zha Guang Qi Xiang Foods, Manisan Cap Elang Globe, Preserved Mandarin Peel Jibao, Manisan Thailand Style Zhancui Jiuzhi Ximei Plum, Manisan Thailand Style Zhancui Jiuzhi Ximei Olive, Manisan Jibao Brand Preserved Mandarin Peel, Lobster Peanut Crysp Udang Merah Kacang Ranggup. Permen Yake, Manisan Preserved Prune Jibao Chen Pi Mei, Manisan Preserved Prune Dayau (biru), Manisan Snow Flake Juice Plum Dayau (merah).

    RACUN DAN PATHOGEN
    Sikap bikin sewot pemerintah RRC. Badan Pengawas dan Karantina Cina atau General Administration of Quality Supervision, Inspection and Quarantine (GAQSIQ) melarang impor produk makanan dan minuman berair asal Indonesia, karena ditemukan kandungan racun dan pathogen penyebab penyakit.

    Pihak GAQSIQ langsung menerbitkan surat edaran agar produk makanan dan minuman berair asal Indonesia itu segera dikembalikan atau dimusnahkan.

    Petugas karantina Cina, seperti dilansir Xinhua, Sabtu lalu, mengatakan produk makanan dan minuman berair asal Indonesia tercemar merkuri, khrom (chromium), obat antibakteri nitrofual serta patogen.

    Selama semester pertama tahun ini, petugas di China sudah menyita 121 tumpukan makanan dari Indonesia seperti produk makanan dan minuman berair, minyak sawit, makanan kaleng seperti biskuit, karena mengandung obat residu yang terlalu banyak serta adanya zat tambahan dan organisme yang berbahaya.

    Kini, petugas karantina Cina juga mulai meneliti makanan dari Indonesia di sejumlah kota seperti Guangdong, provinsi selatan di Cina. Di wilayah itu dideteksi adanya salmonela dalam produk belut beku dan listeria monocytogenes pada makanan ikan beku. Sedangkan di kota Ningbo ditemukan zat pewarna untuk makanan kaleng nanas.

    Mengapakah kita harus terlihat dan terdengar baik ?

    * Orang hanya melihat yang kita perlihatkan dan tampilkan kepada orang lain. Kita hanya sebaik yang kita tampilkan. Seringkali kita diperlakukan dengan seadanya karena kita tampil seadanya, kita tidak tampil sebagaimana kita ingin di nilai orang. Kalau kita berkasih sayang dengan sesama, maka kita tidak berpenampilan ala kadarnya , melainkan kita akan menampilkan diri kita dengan sebaik-baiknya. Itulah sebabnya penting bagi kita untuk tampil baik karena dari situlah terlihat reputasi kita. Sedangan reputasi adalah pembuka pintu bagi peluang-peluang besar kita mencapai kecemerlangan hidup. Pointers : Reputation the door opener MT

    * Kita harus terdengar baik karena saat kita tampil dan berbicara kepada orang lain, kitapun didengar dari cara kita berbicara . Apakah kita berbicara dengan kata-kata yang jelas, intonasi yang baik, yang terdengar musikal karena diatur tinggi rendahnya suara, termasuk pemilihan kata-kata yang bernilai dan penyampaian dengan sikap yang santun ? Jadi selain kita harus terlihat baik, kitapun harus terdengar baik. Kedua hal tersebut akan menjadikan kita pribadi yang menyenangkan dan efektif.

    * Kita ingin menjadi pribadi yang memiliki kecemerlangan karir dan kehidupan. Untuk itu peran penampilan kita dan kesan yang diterima orang lain atas diri kita punya pengaruh yang sangat signifikan. Karena itu perlu kita men-design diri dan kehidupan kita sebaik mungkin sehingga menjadi pantas untuk menerima itu semua. Disinilah menjadi jelas pentingnya terlihat dan terdengar baik.

    Dari Sebuah Garasi

    Jutaan rupiah setiap bulan berhasil diraup dari usaha susu kedelai. Tekun, ulet, dan menyehatkan masyarakat, kata Ir. Rahayu Widowati, membeberkan kiat usahanya.
    Sedan Corolla All New Toyota hijau metalik bikinan 1997 itu bergerak langsam, masuk ke Jl. Panuluh 379A Pringwulung Yogyakarta, Sabtu sore(23/6). Senyum mengembang dari pengemudinya, Rahayu Widowati. “Maaf, wawancara kemarin saya tunda. Habis tugasnya bejibun,” ujar perempuan berkulit terang itu.

    Sehari sebelumnya wawancara terpaksa dibatalkan karena Bu Ade, sapaan akrab Widowati—mengambil nama suaminya Dr.Ir. Ade Lisantono, harus memenuhi tenggat pengumpulan tugas kuliah S2 di Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

    Sampai tahun 1996, Bu Ade adalah dosen dan ibu rumah tangga biasa saja. Sebagai pegawai negeri sipil yang ditugaskan mengajar di Akademi Pertanian, Yogyakarta di kawasan Turi, Sleman, setiap hari ia menempuh jarak 7 km dengan motor pitung, Honda keluaran tahun 1970-an. Kembali ke rumah, seperti ibu rumah tangga pada umumnya dia memasak, mencuci, mengurus anak, dan ikut arisan ibu-ibu. Sebagai dosen dia juga harus mempersiapkan bahan ajar bagi mahasiswa.

    PERISTIWA SUATU KETIKA

    Tetapi peristiwa itu datang pada suatu hari di bulan Juni 1996. Anak pertama mereka yang berkebutuhan khusus emoh minum susu bikinan pabrik. Dikasih susu kaleng atau susu sapi segar pasti ditolak. Pelbagai cara ditempuh. Akhirnya kata Bu Ade, ketemulah susu kedelai itu. Prosesnya sederhana. Dia membeli 1 kg kedelai kuning, direndam selama 10-12 jam, dikupas kulitnya, diblender, lalu diperas. Air perasan atau filtrat kedelai tadi dimasak dan di-tambahi gula. Jadilah susu kedelai yang dapat diminum hangat. Dingin-dingin pun tetap nikmat.

    Sang anak yang biasanya rewel dengan senang hati minum susu kedelai bikinan ibundanya. Tuntas sudah persoalan susu sang anak! Namun, ibu-ibu kelompok arisan tidak puas hanya menikmati segarnya susu kedelai Bu Ade. Mereka ingin melihat cara pembuatannya. Maka wanita kelahiran 20 Juni 1963 itu didaulat mendemonstrasikan keahliannya. “Sejak itu setiap hari saya membuat 30 bungkus yang dititipkan di warung. Sisanya diminum sendiri,” jelas Widowati. Hanya dengan sebuah blender dan kompor, dia memulai usahanya.

    Sebagai insinyur pertanian, Rahayu Widowati tahu persis kacang kedelai mengandung banyak senyawa yang berguna bagi kesehatan tubuh manusia. Ambil contoh Isoflavonidia, ekstrogen alami yang dapat mencegah kanker. Senyawa ini juga dapat meringankan gejala bercak-bercak karena panas pada saat menopause. Atau lesitin yang dapat membuat awet muda, meningkatkan vitalitas, menyegarkan, dan meremajakan tubuh. Masih ada peptid yang meningkatkan kekebalan tubuh, asam linoleat (Omega 3) dan asam linolenat (Omega 6) yang mampu menjaga kesegaran sel saraf otak sehingga tidak mudah pikun, dan sebagainya.

    SETELAH 11 TAHUN

    Masih seperti dulu. Garasi berukuran 4 x 6 meter, kamar makan, dan ruang tamu di rumah mereka yang mungil sudah beralih fungsi sejak pukul 03.00 dini-hari. Garasi menjadi tempat menggiling sebelum filtrat kedelai dimasak. Meja makan dan kursi ruang tamu disingkirkan sementara. Butuh ruang lapang untuk meletakkan 1.500 gelas plastik yang akan diisi beragam rasa susu kedelai. “Sekarang kami punya 66 rasa dan 15 karyawan,” ujar Rahayu Widowati yang mendapat penghargaan dari Bupati Sleman sebagai pengembang aneka susu kedelai. Di tangan jemaat Gereja Katolik St. Yohanes Rasul Pringwulung itu, kedelai seperti naik pangkat berlipat-lipat. Kecuali susunya bisa dibuat puding, es krim, dawet, dan menjadi pengganti santan, ampasnya pun dapat untuk membuat kroket, perkedel, dan kue kacamata.

    Tidak ada resep khusus bagi penerima penghargaan piagam bintang satu dari balai POM itu. Baginya ketekunan dan keuletan tetap menjadi modal utama. “Saya mulai dengan modal tidak sampai Rp500 ribu. Setelah 11 tahun kami bisa menjual 1.400 – 1.500 gelas setiap hari,” ujarnya. Asal tahu saja, satu cup susu kedelai dijual Rp1.500. Anda hitung sendirilah labanya berapa. Yang pasti, kata Bu Ade, setiap bulan dia bisa menabung minimal Rp4 juta. Penghasilan yang tidak kecil dari kerja sampingan, dari sebuah garasi. (Alex Japalatu)

  • KRISTINA, BERTAHAN DI TENGAH GODAAN DI KOREA

    Pada awalnya Kristina (39) pergi ke Korsel tanpa persetujuan suami. Ia terpaksa menjadi TKW untuk mencukupi kebutuhan tiga anaknya. Suaminya hanya bekerja buruh di pertambangan dengan gaji pas-pasan, bahkan sering kekurangan. Ia memakai jasa calo sehingga harus membayar 45 juta, yang didapat dengan berutang. Setelah bekerja di Korsel ia harus membayar utangnya. Itupun masih dipotong sebesar 120 ribu won (Rp1.150.000.-) per bulan selama 8 kali oleh perusahaan yang memberangkatkannya. Saat ini ia masih trainee bekerja di pabrik injeksi karet dengan gaji 1,6 juta won (14,5 juta rupiah). Ia bekerja 12 jam/hari dengan shift 1 minggu kerja siang, seminggu kerja malam. Hari Minggu jarang sekali libur.

    Meski hubungan dengan bossnya di pabrik lumayan bagus, tetapi dengan sesama pekerja justru kurang baik. Pekerja Korea biasanya tidak mau bekerja berat, sehingga kalau ada pekerjaan berat dikasih dia. Ia juga dikucilkan oleh sesama TKI karena ia Kristen sendiri dari 9 TKI, empat di antaranya wanita.

    Hampir semua temannya kumpul kebo di mes mereka. Satu kamar untuk 3 orang. Jadi bisa dibayangkan ketika mereka tidur dengan cowoknya dalam satu kamar. Padahal mereka ada yang punya suami atau istri di Indonesia. Ia pun selalu digoda agar mau tidur bersama, tetapi sampai hari ini masih bertahan. Sikap tegasnya ini membuat Kristina dikucilkan oleh teman TKW. ”Saya hanya bisa menangis dan ingat suami yang di rumah. Namun kalau ingat anak-anak saya yang butuh uang untuk sekolah, saya jadi semangat kerja dan melupakan omongan mereka,” ungkapnya sambil menitikkan airmata.

    Hidup memang tak selalu ramah bagi Kristina. Apalagi usianya hampir 40 tahun. Ia harus bekerja di pabrik dengan kehidupan keras dan pergaulan yang bebas. Namun, ketika ada kesem-patan ke gereja dan berkumpul dengan saudara seiman, ia merasa semua bebannya menjadi ringan. Ia bersyukur masih diberi kekuatan untuk bekerja dan kekuatan iman. Pula setiap bulan dapat mengirimkan uang bagi anak-anaknya sekalipun harus membayar utang-utangnya dahulu. Sekarang suami sudah mengerti setelah ia bercerita keadaan di Korea termasuk gereja yang menjadi pelindungnya.

    Ia berpikir kalau bisa tidak mau jadi kaburan (ilegal). Sekarang sudah 9 bulan ia bekerja di Korsel. Setelah habis kontrak 3 tahun, ia ingin pulang dan akan membuka usaha warung di rumahnya (Malang). Pelajaran berharga yang ia terima adalah harus siap jasmani dan rohani untuk bekerja di Korsel karena pekerjaan berat dan godaan juga berat.

    SRIYANTI, DIBEBASKAN DARI PENJARA DI KUWAIT

    Setelah membaca buku renungan Air Hidup yang diperoleh saat di rumah sakit, Sriyanti (32) mulai bertanya-tanya tentang Yesus. Ternyata ada harga yang harus dibayar. Ia dituduh murtad. ”Akhirnya semua keluarga membenci saya dan Tuhan membawa saya keluar dari kampung halaman. Sekarang saya kerja di Kuwait. Itulah rencana Tuhan buat saya dan keluarga saya,” ujarnya. Anak yang saat ini masih SMP ia tinggalkan.

    Sriyanti datang lewat PJTKI secara resmi pada Agustus 2003. Awalnya wanita asal Lampung Tengah ini bekerja di orang Kuwait selama 8 bulan. Tidak tahan dengan banyaknya kekerasan, ia pun kabur ke kedutaan. Esoknya ia dikembalikan ke agen kemudian diserahkan ke polisi. Ia ditahan dan dipukuli. Di tahanan ini ia bertemu Mrs. Judith dan bercerita kalau dirinya Kristen. Mrs. Judith inilah yang membantu mempertemukan dengan Pastor Wawan, Gembala Indonesian Church of Kuwait.

    ”Saya ditolong oleh Pastor Wawan dengan menebus dari penjara. Kemudian saya diberi kerjaan sebagai baby sitter di keluarga Pak Yohanes Tarigan,” urai Sriyanti. Saat ini Sriyanti juga disekolahkan ISOM oleh Pastor Jerry dan diberi tugas pendoa syafaat. ISOM (International School Of Ministry) adalah program praktis 2 tahun sekolah pelayanan melalui video yang diterjemahkan sesuai dengan bahasa asalnya. Dalam rencana Tuhan, tahun depan ia wisuda.

    NINA, ROHNYA MAKIN KUAT DI HONGKONG

    Perilaku suaminya yang tidak bertanggung jawab bahkan suka berjudi membuat rumah tangga Nina (36) mengalami krisis. Semua perabot rumah nyaris ludes dijuual untuk berjudi. Ia berusaha sekuat tenaga mengajak suaminya bertobat dan berubah. Sayang belum berhasil. Matanya berkaca-kaca saat mengenang hal itu. Apalagi bila memikirkan masa depan anak semata wayangnya yang kini menginjak SMA. Namun, demi masa depan buah hatinya, ia pun rela menjadi TKW dan meninggalkan anaknya bersama sang nenek.

    Wanita asal Jawa Timur ini sudah hampir lima tahun mengadu nasib di Hong Kong. Dibanding TKW lainnya, nasibnya terbilang baik. Ia bekerja pada sepasang kakek-nenek dan diperlakukan dengan baik. Menurut Nina, meski bukan Kristen, bahkan ada pula yang tidak beragama, warga Hong Kong relatif taat peraturan.
    Ia juga mendapat kebebasan untuk beribadah. Anggota Bethany International Church-Hong Kong ini mengaku dirinya justru lebih bertumbuh ketika di perantauan. Kerohaniannya lebih maju karena pendetanya menggembleng dengan sungguh-sungguh. Nina sudah menyelesaikan pelajaran Family Altar (FA) dan KOM (Komunitas Orientasi Melayani). Kini ia aktif menjadi pengurus perpustakaan.

    Selesai kontrak tahun ini, Nina ingin pulang ke kampung halamannya. Meski bertumpuk masalah masih menghadangnya ia ingin menata hidupnya agar bisa lebih berarti bagi masa depan anaknya. ”Saya tetap pegang janji-janji Tuhan. Pencobaan yang saya hadapi tidak melebihi kekuatan saya,” katanya mantap.

    MARNI, BANGKIT DARI KETERPURUKAN DI SINGAPURA

    Dua bulan setelah lulus SMEA tahun 2001, Marni (27) segera ingin bekerja. Bungsu dari 6 bersaudara ini lahir di tengah keluarga sederhana. “Empat kakak saya hanya lulus SD. Kakak kelima lulus SMP. Tapi saya punya tekad nggak mau hidup kayak mereka,” katanya. Singkatnya, ia ketemu agen dan ditawari kerja di Hong Kong. ”Bayangan saya 2 tahun kontrak, pulang bawa duit banyak, dan teman-teman saya pasti menyanjung saya,” pikirnya waktu itu.Ternyata Marni ditipu. ”Setelah tiba di Singapura agen kabur. Uang Rp500.000 amblas bahkan STTB saya juga hilang dibawa sponsor saya,” kenangnya perih.

    Di Singapura ia mendapat kerja, tapi pada majikan yang salah. ”Selama 4 tahun nggak boleh keluar apalagi ke gereja. Hal itu membuat saya kekeringan. Merasa hampa dan ingin pulang ke Indonesia,” tandas lajang kelahiran Salatiga ini.Pada saat kritis itu, teman sesama TKW yang bekerja di depan rumahnya memberitahu kalau bosnya akan buka perusahaan baru bidang desain interior. Kemurahan Tuhan, lowongan itu ada. Marni diterima dan disuruh belajar Autocad dan Archicad. Namun karena tidak begitu mahir, ia dipindahkan untuk mengurus kantor mebel. Dari buta urusan kantor saya belajar menulis cheque, mengurus tagihan, mengeluarkan payment voucher, improve bahasa Inggris, mengoperasikan komputer, membuka website, dsb.

    ”Saya tidak pernah membayangkan akan kerja di office, ungkapnya haru. ”Saya bersyukur banget karena bos mau mengajari pelan-pelan. Saya juga diberi kesempatan melayani. Bukan hanya hari Minggu. Sabtu latihan musik juga diizinkan. Dia baru setahun percaya Tuhan Yesus, tapi sungguh-sungguh. Dia bilang, ‘Everything for God, just do it.’,” ujarnya penuh sukacita.Di gereja ini imannya ditantang, mau biasa-biasa, suam-suam kuku atau serius. “Saya harus memilih kehidupan yang dekat sama Tuhan atau jatuh, tinggal di level rendah atau mau naik level. Itu pilihan saya. Kini Tuhan percayakan beberapa jiwa,” ujar ketua sel di Trinity Christian Center ini. (Sugiyanto/Samuel/Endyt/Wawan)

  • title-2767423

    KRISTINA, BERTAHAN DI TENGAH GODAAN DI KOREA

    Pada awalnya Kristina (39) pergi ke Korsel tanpa persetujuan suami. Ia terpaksa menjadi TKW untuk mencukupi kebutuhan tiga anaknya. Suaminya hanya bekerja buruh di pertambangan dengan gaji pas-pasan, bahkan sering kekurangan. Ia memakai jasa calo sehingga harus membayar 45 juta, yang didapat dengan berutang. Setelah bekerja di Korsel ia harus membayar utangnya. Itupun masih dipotong sebesar 120 ribu won (Rp1.150.000.-) per bulan selama 8 kali oleh perusahaan yang memberangkatkannya. Saat ini ia masih trainee bekerja di pabrik injeksi karet dengan gaji 1,6 juta won (14,5 juta rupiah). Ia bekerja 12 jam/hari dengan shift 1 minggu kerja siang, seminggu kerja malam. Hari Minggu jarang sekali libur.

    Meski hubungan dengan bossnya di pabrik lumayan bagus, tetapi dengan sesama pekerja justru kurang baik. Pekerja Korea biasanya tidak mau bekerja berat, sehingga kalau ada pekerjaan berat dikasih dia. Ia juga dikucilkan oleh sesama TKI karena ia Kristen sendiri dari 9 TKI, empat di antaranya wanita.

    Hampir semua temannya kumpul kebo di mes mereka. Satu kamar untuk 3 orang. Jadi bisa dibayangkan ketika mereka tidur dengan cowoknya dalam satu kamar. Padahal mereka ada yang punya suami atau istri di Indonesia. Ia pun selalu digoda agar mau tidur bersama, tetapi sampai hari ini masih bertahan. Sikap tegasnya ini membuat Kristina dikucilkan oleh teman TKW. ?Saya hanya bisa menangis dan ingat suami yang di rumah. Namun kalau ingat anak-anak saya yang butuh uang untuk sekolah, saya jadi semangat kerja dan melupakan omongan mereka,? ungkapnya sambil menitikkan airmata.

    Hidup memang tak selalu ramah bagi Kristina. Apalagi usianya hampir 40 tahun. Ia harus bekerja di pabrik dengan kehidupan keras dan pergaulan yang bebas. Namun, ketika ada kesem-patan ke gereja dan berkumpul dengan saudara seiman, ia merasa semua bebannya menjadi ringan. Ia bersyukur masih diberi kekuatan untuk bekerja dan kekuatan iman. Pula setiap bulan dapat mengirimkan uang bagi anak-anaknya sekalipun harus membayar utang-utangnya dahulu. Sekarang suami sudah mengerti setelah ia bercerita keadaan di Korea termasuk gereja yang menjadi pelindungnya.

    Ia berpikir kalau bisa tidak mau jadi kaburan (ilegal). Sekarang sudah 9 bulan ia bekerja di Korsel. Setelah habis kontrak 3 tahun, ia ingin pulang dan akan membuka usaha warung di rumahnya (Malang). Pelajaran berharga yang ia terima adalah harus siap jasmani dan rohani untuk bekerja di Korsel karena pekerjaan berat dan godaan juga berat.

    SRIYANTI, DIBEBASKAN DARI PENJARA DI KUWAIT

    Setelah membaca buku renungan Air Hidup yang diperoleh saat di rumah sakit, Sriyanti (32) mulai bertanya-tanya tentang Yesus. Ternyata ada harga yang harus dibayar. Ia dituduh murtad. ?Akhirnya semua keluarga membenci saya dan Tuhan membawa saya keluar dari kampung halaman. Sekarang saya kerja di Kuwait. Itulah rencana Tuhan buat saya dan keluarga saya,? ujarnya. Anak yang saat ini masih SMP ia tinggalkan.

    Sriyanti datang lewat PJTKI secara resmi pada Agustus 2003. Awalnya wanita asal Lampung Tengah ini bekerja di orang Kuwait selama 8 bulan. Tidak tahan dengan banyaknya kekerasan, ia pun kabur ke kedutaan. Esoknya ia dikembalikan ke agen kemudian diserahkan ke polisi. Ia ditahan dan dipukuli. Di tahanan ini ia bertemu Mrs. Judith dan bercerita kalau dirinya Kristen. Mrs. Judith inilah yang membantu mempertemukan dengan Pastor Wawan, Gembala Indonesian Church of Kuwait.

    ?Saya ditolong oleh Pastor Wawan dengan menebus dari penjara. Kemudian saya diberi kerjaan sebagai baby sitter di keluarga Pak Yohanes Tarigan,? urai Sriyanti. Saat ini Sriyanti juga disekolahkan ISOM oleh Pastor Jerry dan diberi tugas pendoa syafaat. ISOM (International School Of Ministry) adalah program praktis 2 tahun sekolah pelayanan melalui video yang diterjemahkan sesuai dengan bahasa asalnya. Dalam rencana Tuhan, tahun depan ia wisuda.

    NINA, ROHNYA MAKIN KUAT DI HONGKONG

    Perilaku suaminya yang tidak bertanggung jawab bahkan suka berjudi membuat rumah tangga Nina (36) mengalami krisis. Semua perabot rumah nyaris ludes dijuual untuk berjudi. Ia berusaha sekuat tenaga mengajak suaminya bertobat dan berubah. Sayang belum berhasil. Matanya berkaca-kaca saat mengenang hal itu. Apalagi bila memikirkan masa depan anak semata wayangnya yang kini menginjak SMA. Namun, demi masa depan buah hatinya, ia pun rela menjadi TKW dan meninggalkan anaknya bersama sang nenek.

    Wanita asal Jawa Timur ini sudah hampir lima tahun mengadu nasib di Hong Kong. Dibanding TKW lainnya, nasibnya terbilang baik. Ia bekerja pada sepasang kakek-nenek dan diperlakukan dengan baik. Menurut Nina, meski bukan Kristen, bahkan ada pula yang tidak beragama, warga Hong Kong relatif taat peraturan.
    Ia juga mendapat kebebasan untuk beribadah. Anggota Bethany International Church-Hong Kong ini mengaku dirinya justru lebih bertumbuh ketika di perantauan. Kerohaniannya lebih maju karena pendetanya menggembleng dengan sungguh-sungguh. Nina sudah menyelesaikan pelajaran Family Altar (FA) dan KOM (Komunitas Orientasi Melayani). Kini ia aktif menjadi pengurus perpustakaan.

    Selesai kontrak tahun ini, Nina ingin pulang ke kampung halamannya. Me

  • Newcastle Boyong 'Banteng' Spanyol

    Newcastle - Newcastle United masih belum berhenti merogoh kocek buat belanja pemain. Bek kiri Villareal, Jose Enrique, menjadi nama terbaru yang didatangkan ke St James' Park.

    Enrique resmi diboyong dengan banderol harga 9,3 juta euro atau Rp 118 miliar. Pemain asal Spanyol itu juga sudah membubuhkan tandatangannya di kontrak berdurasi lima tahun dengan tim besutan Sam Allardyce tersebut.

    "Tahun lalu saya main di St.James' Park dalam laga persahabatan dan saya putuskan ini adalah tempat yang bagus. Saya ingin berterima kasih kepada Newcastle sudah memberikan kesempatan ini," ujar Enrique seperti dikutip situs resmi Newcastle.

    Pemain yang mendapat julukan "Si Banteng" karena gaya bermainnya yang lugas dalam berebut bola itu menambahkan kalau bermain di Liga Inggris adalah bak sebuah mimpi jadi kenyataan.

    "Saya selalu bermimpi bermain di Liga Primer. Saya masih muda dan saya pikir saya bisa berkembang di sini. Liga Primer adalah yang terbaik di dunia dan saya sangat antusias bermain di Newcastle United. Saya pikir saya akan akan cocok disini, gaya saya adalah gaya Inggris," lanjut dia.

    Enrique kini menjadi nama ketujuh pemain anyar Newcastle setelah Mark Viduka, Joey Barton, David Rozehnal, Geremi, Alan Smith dan Claudio Cacapa.

  • Menagih Janji Amunisi Baru

    Jakarta - Pemain bintang datang dan pergi. Thierry Henry sudah tiada, sejumlah pemain baru tiba di tanah Inggris, mulai dari Nani, Fernando Torres, sampai Christian Wilhelmsson.

    Fenomena keluar masuk pemain lazim terjadi di setiap pergantian musim kompetisi. Malah jika tidak mengikuti tradisi ini, klub yang bersangkutan bisa-bisa dicerca pendukungnya.

    Demikian juga di Liga Inggris, salah satu kompetisi level domestik terbaik di dunia. Mulai dari Chelsea, Manchester United, Liverpool, Arsenal hingga tim promosi Sunderland mengeluarkan jutaan poundsterling untuk menambah amunisi.

    Musim ini beberapa pemain top tidak lagi beredar di Premiership. Selain Henry yang memutuskan pindah ke Barcelona, nama-nama beken lain yang hengkang di antaranya Luis Garcia, Jerzy Dudek, Khalid Boulahrouz dan Boudewijn Zenden. Beberapa juga tidak kembali setelah musim lalu dipinjamkan ke luar Inggris. Sebut saja Djibril Cisse, Jose Antonio Reyes, dan Giuseppe Rossi.

    Kini, memasuki musim kompetisi anyar, perhatian pun pantas jatuh pada para pemain baru, yang pastinya aksi dan sepak terjang mereka akan dinantikan banyak pihak. Mengingat Premiership akan berjalan panjang, patut ditunggu seberapa cepat semua pemain 'debutan' Liga Inggris akan memenuhi janjinya.

    MU adalah satu yang paling banyak menyita perhatian pers karena menambah dua Cristiano Ronaldo "muda", yaitu Nani dan Anderson. Meski diklaim bertalenta tinggi, namun diperkirakan dua pemain baru itu belum akan memperoleh porsi besar di skuad Red Devils.

    Sir Alex Ferguson juga harus memutar otak untuk merotasi barisan tengahnya. Walaupun masih memiliki Paul Scholes, John O'Shea, Park Ji-sung, Darren Fletcher dan Michael Carrick, MU telah kedatangan bintang internasional Inggris Owen Hargreaves.

    Bagaimana dengan Chelsea? Florent Malouda (Lyon) dan David Pizarro (Bayern Munich) adalah sosok yang paling dinanti. Namun ada harapan kedua pemain anyar The Blues ini tak bernasib seperti pendahulunya, Michael Ballack dan Andriy Shevchenko, yang musim lalu sinarnya redup. Tal Ben Haim pun bisa diandalkan untuk melapis duet stopper Ricardo Carvalho dan John Terry, serta mengisi tempat yang ditinggalkan Boulahrouz yang dipinjamkan ke Sevilla.

    Bintang lain yang juga ikut mengadu nasib ke Inggris adalah Fernando Torres. Liverpool menjadi tim yang dibelanya setelah ditebus dari Atletico Madrid dengan harga 21,5 juta pounds.

    Dengan reputasinya di Spanyol, Torres dipastikan menjadi salah satu striker yang paling ditakuti setiap tim lawan The Reds. Ekspektasi tinggi tentu berada di pundak Torres karena dialah pemain termahal yang pernah dibeli klub sebesar Liverpool.

    Arsenal? Eduardo da Silva diharapkan sebagai goal getter utama pegganti Henry. Ia turut mewakili pasukan muda Arsene Wenger, yang kini hanya bertumpu pada empat pemain senior: Jens Lehmann, Kolo Toure, William Gallas, dan Gilberto Silva.

    Calon bintang lain yang patut diperhatikan adalah Ryan Babel (Liverpool), Valeri Bojinov (Manchester City), Roque Santa Cruz (Blackburn Rovers) dan Cristian Wilhelmsson (Bolton Wanderers). Faktor usia muda dan juga pengalaman segudang menjadi bekal bagi mereka untuk mencuri perhatian fans Liga Inggris.

  • How wud sum common English sayings direct translate in Hindi ?

    How wud sum common English sayings direct translate in Hindi ??? Just for fun :-)

    Have a nice day! ---- Achcha din lo!

    What's up? ----- Uppar kya hai?

    You're kidding! ----- Tum bachcha bana rahe ho!

    Don't kid me! ----- Mera bachcha mat banaao!

    Yo, baby! What's up? ----- Beti Yo, uppar kya hai?

    Cool man! ----- Thandaa aadmi!

    Check this out, man! ---- Iskee chaanbeen karo, aadmi!

    Don't mess with me, dude. ----- Mere saath gandagi mat karo, e vyakti.

    She's so fine! ----- Who itnee baareek hai!

    Listen buddy, that chick's mine, okay!? ----- Suno dost, who chooza mera hai, theek?

    Hey good looking; what's cooking? ---- Arrey sundarta ki devi; kya pakaa rahee ho?

    Are you nuts? ----- Kya aap akhrot hain?

    Son of a gun. ----- Bachcha bandook ka.

    Rock the party. ---- Party mein patthar feko.

    And the best ones are.....

    How do you do? ----- Kaise karte ho?

    Keep in touch! ----- Chhoote Raho.

    Lets hang out! ----- Chalo bahar latakte hain

  • Benitez: Salah Wasit Gerrard Tampar Lawan

    Rotterdam - Liverpool terhindar dari kekalahan di partai persahabatan melawan Feyenoord berkat Steven Gerrard. Namun kapten "Si Merah" itu juga yang turut "memerahkan" pipi Theo Lucius.

    Hasil akhir 1-1 berkat gol Royston Drenthe di menit 45 sebelum disamakan Gerro 18 menit menjelang bubaran, jelas tidak menggambarkan panasnya laga. Saking panasnya, dua pencetak gol itu bahkan ikut terlibat dalam kekacauan di lapangan. Alhasil laga persahabatan Feyenoord versus Liverpool di Turnamen Rotterdam itu pun berjalan jadi kurang bersahabat.

    Diawali pelanggaran keras Drenthe terhadap Gerro, pemain Liverpool Javier Mascherano ganti membalas dengan melakukan pelanggaran terhadap gelandang Belanda itu. Sebelumnya Daniel Agger juga menendang bola ke arah Drenthe, sehingga memancing reaksi keras.

    Selanjutnya, Lucius membela Drenthe dengan cara mengintimidasi Agger. Stevie-G yang jadi kapten Liverpool pun tidak terima perlakuan Lucius kepada rekannya. Tamparan ke wajah sebelah kiri kepala Lucius pun dihadiahkan gelandang timnas Inggris itu.

    Alih-alih menegur Gerrard karena lepas kontrol manajer Liverpool, Rafael Benitez, malah membela tindakan pemainnya. Manajer asal Spanyol itu justru menuding ketidakmampuan wasit Pieter Vink memimpin pertandingan jadi penyebab tindakan Gerrard dan para pemain lainnya.

    "Sulit, karena banyak keputusan aneh dan itu sebabnya kenapa banyak pemain yang jadi gugup di akhir pertandingan. Itu bukan partai keras yang mengarah ke adu fisik, hanya banyak keputusan aneh. Saya pikir Stevie bermain bagus," opini Benitez seperti dikutip dari The Sun.

    Turnamen Rotterdam digelar di stadion De Kuip selama dua hari dan melibatkan empat tim, yakni Liverpool, Feyenoord, FC Porto dan Shanghai Shenhua. Porto akhirnya menjadi juara sementara Liverpool menempati posisi dua.

  • BERSIKAP ‘PRINCIPLE CENTERED’

    “Mas, sampeyan sebagai pemimpin harus mampu bersikap Principle Centered…” begitu kata salah seorang teman kepada saya suatu ketika. Berkata dengan begitu bersemangat. Hmm, principle centered? Apa itu? ”Berpusat kepada prinsip”!? Sesuatu yang membuat saya harus tercenung pagi itu. Terlepas dari teman saya ini tahu betul akan maksud ’Principle Centered’ seperti maunya Stephen Covey, bagaimana pun, teman saya ini telah memberikan nasihat yang begitu berharga.

    => Read more!

  • title-2767287

    BERSIKAP ‘PRINCIPLE CENTERED’

    “Mas, sampeyan sebagai pemimpin harus mampu bersikap Principle Centered…” begitu kata salah seorang teman kepada saya suatu ketika. Berkata dengan begitu bersemangat. Hmm, principle centered? Apa itu? ”Berpusat kepada prinsip”!? Sesuatu yang membuat saya harus tercenung pagi itu. Terlepas dari teman saya ini tahu betul akan maksud ’Principle Centered’ seperti maunya Stephen Covey, bagaimana pun, teman saya ini telah memberikan nasihat yang begitu berharga.

    Apa itu prinsip? Adakah ’pusat-pusat’ lain selain prinsip? Sebuah pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab. Terus terang, ketika saya membaca bukunya Covey, adalah bagian ’Principle Centered’ inilah yang sepertinya paling lama membuat saya merenung. Baca seluruh bab, berhenti, malam hari merenung, besok hari baca lagi bab ini, merenung lagi, besoknya baca lagi.

    Saya punya seorang teman, hidup di Jakarta, dan bagi saya cukup menarik untuk sedikit diintip bagaimana dia menyikapi hidup ini. Teman ini secara ekonomi sudah sangat mapan. Mobil bagus, rumah mewah, usia kepala tiga, masih bisa dibilang muda, karir menanjak pesat. Seorang pria yang masih sendiri, bekerja berangkat pagi hari, dan pulang ke rumah ketika malam telah larut, karena toh tak ada siapa-siapa di rumahnya. Kadang mampir melewati hingar bingar dunia gemerlap kehidupan malam untuk sekedar melepas stress ketika kerja. Dan itu sudah dilakoninya selama lebih dari sepuluh tahun. Tampaknya bahagia. Dia orang yang kaya secara materi, saya yakin itu. Tapi benarkah dia bahagia?

    Baru-baru ini, saya berkesempatan ngobrol dengan dia. Sementara ini saya menyimpulkan dia sebagai seorang yang ’Money Centered’. Bagaimana bisa? Dan apa pula money centered itu. Untungnya dalam memahaminya, pendekatan yang dipakai Covey agak mudah dipahami dalam saya mencoba menempatkan stempel money centered ini pada dia.

    Dalam mengenalinya, pertama saya lihat pada ’rasa aman’ (security) baginya. Seorang money centered, ’rasa aman’-nya sangat ditentukan oleh berapa –atau seberapa banyak- materi yang saat ini dia miliki dan akan diperolehnya. Sungguh teman saya ini begitu kalutnya ketika mendapati –misalnya- dia hanya membawa sepuluh ribu dikantongnya. Dan dompetnya itu –yang berisi kartu kredit dan sebagainya- ketinggalan di rumah.

    Yang kedua adalah ’arah keputusan’ (guidance) yang selalu diambilnya adalah selalu dalam rangka untuk memperbanyak materi yang dia miliki. Ada orang datang kepadanya dan mengajak dia bekerjasama melakukan sesuatu. Pertama kali yang ditanyakannya, adalah ’apa untungnya buat saya?’. Kurang lebih mungkin demikian di benaknya.

    Ketiga adalah ’dasar pertimbangan’ (wisdom), dimana segala hal selalu dihubungkan dengan kondisi keuangan, kondisi ekonomi. Bahkan menilai seseorang selalu dilihat dari ’lensa’ penglihatan akan ’seberapa mampukah’ orang lain secara materi. Mungkin dia hanya akan bicara serius dengan orang yang juga seimbang ’kaya materi’-nya dengan dia. Kembali, karena ’arah keputusan’-nya membawa dia bahwa hal itu bisa jadi menguntungkan dia secara jangka panjang. Dan mungkin dia akan merasa terganggu bila ada orang tak berpunya datang –yang mungkin hanya sekedar mengajak bicara- kepadanya.

    Dan keempat, .. power!! Ah, ternyata susah juga menemukan terjemahan yang tepat. Power diartikan sebagai kemampuan dia memimpin atau mempengaruhi orang lain, selalu diupayakannya dengan cara memperlihatkan betapa kayanya dia. Agar orang menghormati dia, tak lupa kemanapun dia pergi, selalu membawa mobilnya yang memang tergolong mewah. Masuk toko pun, berusaha bersikap agar dia tampak kaya –walaupun memang kaya- oleh para penjaga toko.

    Itu salah satu contoh yang disebut money centered. Ternyata centered atau pusat-pusat lain tidak hanya itu. Sebut saja sikap berpusat lain yang disebut sebagai ’work centered’. Dari sisi security, mudahnya mungkin bisa diartikan bahwa orang ini akan merasa aman bila dia bekerja. Orang ini akan mudah merasa resah bila suatu ketika harus menunggu di ruang tunggu, atau tiba-tiba tidak ada yang bisa dilakukannya. Guidance baginya selalu ditujukan pada kebutuhan atau ’bagaimana baiknya’ sehingga dia dapat selalu bekerja. Sedang wisdom baginya selalu melihat dari sudut pandang aturan main dalam pekerjaannya. Bila dia pekerja kantoran atau pabrik, selalu melihat aturan perusahaan sebagai seolah referensi satu-satunya yang tidak bisa ditawar lagi. Bila dia seorang ahli hukum, kemanapun dia berada selalu membawa koridor undang-undang kepada siapa pun dia berbicara. Dan apa yang dilakukan atau yang dikatakannya adalah sebagai upaya perwujudan eksistensinya (power), selalu dengan pengungkapan semacam ’saya ini pekerja keras, lho’, atau mungkin, ’dikantor saya ini seorang pimpinan dengan ribuan anak buah....’

    Semoga tergambar apa maksud ’centered’ atau ’pusat-pusat’ itu. Anda bisa lihat orang-orang di sekitar anda. Atau mungkin anda coba bercermin kepada diri anda sendiri. Dimanakah â€%

  • Maintain Your Integrity

    A while back, there was a story about Reuben Gonzolas, who was in the final match of his first professional racquetball tournament. He was playing the perennial champion for his first shot at a victory on the pro circuit. At match point in the fifth and final game, Gonzolas made a super "kill shot" into the front corner to win the tournament. The referee called it good, and one of the linemen confirmed the shot was a winner.

    => Read more!

  • Bremen Gaet Bek Muda Serbia

    Bremen - Werder Bremen menggaet bek masa depan Serbia Dusko Tosic dan mengontraknya empat tahun. Sementara itu Wolfsburg langsung kehilangan pemain barunya untuk setengah musim.

    Tosic, yang sudah tiga kali memperkuat tim senior Serbia di babak kualifikasi Euro 2008 dan jadi andalan timnas negaranya di Piala Eropa U-21 2007, diboyong ke Weserstadium dari klub Prancis Sochaux.

    Di Sochaux ia hanya satu musim tapi tampil dalam 40 pertandingan. Sebelumnya Tosic merintis karir profesionalnya di klub negaranya, OFK Beograd. Bremen akan memulai kompetisi Bundesliga musim ini dengan melawat ke markas VfL Bochum hari Sabtu mendatang.

    Dari Wolfsburg, klub besutan Felix Magath itu dipastikan takkan bisa memakai tenaga pemain barunya Ricardo Costa. Bek Portugal itu divonis harus beristirahat selama enam bulan.

    Pemain berusia 26 tahun itu, yang dibeli seharga empat juta euro dari FC Porto, mengalami cedera lutut saat Wolfsburg mengalahkan klub amatir Wuerzburger 4-0 di putaran pertama Piala Jerman akhir pekan lalu.

    "Costa takkan main sampai akhir tahun ini," kata Magath dilansir AFP, Senin (6/8/2007), yang menambahkan pihaknya takkan merekrut bek baru. Wolfsburg akan menghadapi Arminia Bielefeld di pekan pertama kompetisi.

  • Weapons Given to Iraq Are Missing

    http://www.washingt onpost.com/ wp-dyn/content/ article/2007/ 08/05/AR20070805 01299.html? wpisrc=newslette r

    Weapons Given to Iraq Are Missing
    GAO Estimates 30% of Arms Are Unaccounted For

    By Glenn Kessler
    Washington Post Staff Writer
    Monday, August 6, 2007; A01

    The Pentagon has lost track of about 190,000 AK-47 assault rifles and pistols given to Iraqi security forces in 2004 and 2005, according to a new government report, raising fears that some of those weapons have fallen into the hands of insurgents fighting U.S. forces in Iraq.

    => Read more!

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.