-
Megatransfer 9,4 Triliun
@ 2007-09-12 – 13:53:01

Megatransfer 9,4 TriliunMeningkatnya pendapatan klub-klub Premier League dari hak siar menjadi total 300 juta pound musim ini membuat tren pembelian pemain meningkat. Pada jendela transfer pertama yang baru berakhir, tercatat nilai keseluruhan ongkos transfer pemain mencapai 500 juta pound alias 9,4 triliun rupiah!
Nilai megatransfer tersebut adalah rekor baru yang meningkat 60% dari jumlah belanja pemain musim lalu. Daya tarik global Liga Premier terhadap para pemain bintang asing juga semakin menguat lantaran dari jumlah tersebut sekitar 50% mengalir pada klub dari luar Inggris.
Namun, menurut analisis firma konsultan keuangan olahraga Deloitte, klub-klub lower league juga memperoleh keuntungan dari kenaikan nilai transfer musim ini. Sekurangnya 110 juta pound tercurah ke klub-klub Football League, yang pemainnya hijrah lantaran dibeli klub divisi utama.
Musim lalu lower league hanya beroleh total 40 juta pound dari proses belanja pemain tersebut. Manchester United dicatat Deloitte sebagai klub yang paling royal dengan membelanjakan 51 juta pound, diikuti Liverpool (50), dan Tottenham (40).
Secara umum fenomena ini dinilai bakal turut menggembungkan nilai rata-rata gaji pemain di Premier League. “Kami memprediksi nilai gaji pemain akan banyak meningkat, tapi hanya sedikit yang bakal mencapai kenaikan hingga 80%,” kata Paul Rawnsley, Direktur Deloitte, pada Guardian. (Darojatun)
Supreme Court rejects final Amrozi appeal
The Jakarta Post, Jakarta
The Supreme Court announced here Friday it has rejected a case review appeal from Amrozi bin Nurhasyim, a convicted bomber in the 2002 terrorist attacks on Kuta, Bali.
Separately, Vice President Jusuf Kalla was quoted by AP as saying the ruling "abides by the law" and it was up to the attorney general to decide when to carry out the death penalty.
The 2002 bombings are considered one of the most high-profile cases in the country's judicial history. 202 people, mostly foreigners, were killed in the blasts.
The Supreme Court's verdict was issued by a team of judges led by Iskandar Kamil. The team also included panel members Bahauddin Qoudry and Djoko Sarwoko.
The verdict, issued on Aug. 30, upheld the death sentence issued by the Denpasar District Court against Amrozi in August 2003. The sentence was upheld by the Bali High Court in late 2003 and then by the Supreme Court in January 2004.
Justice Djoko Sarwoko, who is also spokesman for the Supreme Court, said the court had decided to reject Amrozi's request for a review of the court's January 2004 verdict on the grounds that Amrozi had failed to provide any new evidence.
In his statement, Amrozi quoted a ruling by the Constitutional Court establishing that the 2003 law on antiterrorism could not be applied retroactively. Amrozi argued that he could not be convicted under the 2003 law since the Bali bombing occurred in the previous year.
"However, the Constitutional Court's verdict does not automatically negate the verdicts of the Denpasar District Court and the Bali High Court, both of which sentenced him to death," Djoko said as quoted by Antara news wire.
"The Court's panel of justices decided that the Constitutional Court's ruling was not new evidence in the case. It also concluded that there had been no mistakes (committed by the Denpasar Court and the Bali High Court) in issuing the death sentence," he added.
Djoko said the Supreme Court was aware the 2003 antiterrorism law was not without its flaws, including articles in contradiction to other legislation.
Djoko added that the court believed the verdicts of the District Court, the Bali High Court and the Supreme Court met all the stipulations of the Criminal Code Procedures.
The other two men currently serving sentences for the Bali bombing -- Imam Samudra and Amrozi's brother Ali Gufron -- have also filed for a case reviews with the Supreme Court.
The Supreme Court has yet to issue its ruling on the two convicts' plea.
Amrozi, Imam Samudra, and Ali Ghufron are currently serving their jail terms at Batu Prison in Nusakambangan, Central Java.
The 2002 Bali bombings were blamed on the Al-Qaeda-linked Jamaah Islamiyah terror network. None of the three condemned convicts has expressed remorse over the attacks.
Saat Ikut Opspek
435 Mahasiswa IAIN Ambon KeracunanOleh
Izaac TulalessyAmbon - Sebanyak 435 mahasiswa baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) angkatan 2007 keracunan makanan yang dikonsumsi saat mengikuti Orientasi Program Studi dan Pengenalan Kampus (Opspek), Jumat (7/9).
Satria (18), salah satu mahasiswa baru yang juga mengalami keracunan, kepada wartawan di Rumah Sakit (RS) Alfatah mengatakan, makanan yang dikonsumsi oleh mereka saat makan siang sekitar pukul 14.00 WIT berupa nasi bungkus dengan lauk berupa ikan, mi goreng dan sayur lodeh.
“Sesaat setelah makan kami tidak merasa apa-apa, nanti waktu mau apel sekitar pukul 18.00 WIT baru tiba-tiba satu per satu jatuh dan muntah-muntah,” ujarnya.Senada dengan rekannya Satria, Nurbaya yang juga keracunan kepada wartawan mengaku, saat dirinya makan makanan tersebut sudah bau dan nasinya terasa basi namun dirinya tidak berani berhenti untuk makan sebab dipaksakan oleh pihak panitia.
Nurbaya menduga makanan yang dipesan panitia pelaksana Opspek sudah dimasak dari malam sehingga sudah terasa basi. “Sebenarnya setelah selesai makan siang itu perut saya sudah terasa mual, namun karena takut dimarahi jika muntah maka saya menahan rasa mual tersebut. Makanan tersebut tidak tahu asalnya dari mana sebab kita hanya peserta Opspek yang hanya tahu makan saja, soal makan dari mana kita tidak tahu,” jelas Nurbaya.
Akibat banyaknya mahasiswa baru yang keracunan, pihak kampus segera mengevakuasi para korban ke RS Alfatah, RSUD dr M Haulussy, RS Al Mukadam, RS dr Latumeter, Klinik Al Aksa Kebun Cengkeh, RS Bhayangkara Tantui dan RS Sumber Hidup.
Saat ini pihak Satuan Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease telah mengamankan sampel makanan yang dikonsumsi para mahasiswa yang keracunan guna selanjutnya diteliti di Balai Pengawasan Obat dan Makanan.
Sebenarnya jumlah mahasiswa baru IAIN Ambon angkatan 2007 sebanyak 800 orang, namun yang mengikuti Opspek pada Jumat (7/9) hanya berjumlah 659 orang, sedangkan yang mengalami keracunan sebanyak 435 orang.
Dimasak Panitia
Makanan yang dikonsumsi mahasiswa baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) angkatan 2007 yang keracunan saat mengikuti Opspek ternyata dimasak oleh panitia pelaksana sendiri. “Makanan yang dimakan para mahasiswa yang keracunan tersebut tidak dipesan, namun dimasak sendiri oleh panitia dalam hal ini seksi konsumsi,” ungkap Abdul Rivai Tehuwayo, salah satu panitia Opspek IAIN Ambon kepada wartawan di Ambon, Jumat.Menyangkut adanya pemaksaan dari panitia kepada para mahasiswa baru agar harus mencicipi makanan tersebut, Tehuwayo mengatakan, pemaksaan tersebut merupakan satu hal yang biasa dalam suasana Opspek. “Soal ditekan saat makan itu biasa saat Opspek, sedangkan makanan ini dimasak sendiri oleh bagian konsumsi panitia,” ujarnya.
Senada dengan Tehuwayo, salah satu panitia lainnya, Husein Lessy me-ngungkapkan, yang mengalami keracunan ini bukan saja mahasiswa baru peserta Opspek, tetapi juga dari panitia. “Sebagian besar korban itu muntah, namun ada juga yang tidak muntah tetapi seluruh badan mereka lemah seperti orang yang tak bertulang,” ungkapnya.Gerrard: McClaren Bakal Pusing
Wembley - Gelandang Inggris Steven Gerrard memperkirakan bahwa pelatih Steve McClaren bakal pusing menjelang laga melawan Rusia.
Gerrard bukan hendak mengatakan tim Inggris sedang bermasalah. Justru pemain Liverpool itu menilai seluruh anggota The Three Lions sangat siap, termasuk para pemain yang dipanggil karena pilihan reguler berhalangan.
Saat menekuk Israel 3-0 di Wembley akhir pekan lalu, pemain yang "baru" dipanggil seperti Emile Heskey dan Gareth Barry tampil menawan.
"Saya pikir Steve akan pusing menentukan susunan tim. Tetapi ini adalah masalah yang memang bagus untuk dialami," ujar Gerrard seperti dilansir Sky, Selasa (11/9/2007).
"Gareth Barry bermain sangat bagus. Kerjasama kami sangat efektif, mengingat kami hanya dua kali berlatih bersama sebelum pertandingan. Saya juga terkejut dengan penampilan Heskey. Dia adalah orang yang anda inginkan ada di tim," tambahnya.
Selain dua nama di atas, Gerrard menilai seluruh pemain pilihan McClaren di pertandingan akhir pekan lalu tampil luar biasa. Kalaupun harus diganti karena alasan tertentu, tidak ada kekhawatiran terhadap pemain pengganti karena cukup berkualitas.
"Michael Carrick, yang di Manchester United merupakan pemain tengah utama, masih belum pernah dimainkan di timnas. Apakah ini merupakan awal dari kekuatan baru Inggris? Sebagai pemain anda pasti ingin demikian," tandasnya. (lom/lom)
Rooney Sudah di Bench Pekan Ini
Manchester - Diprediksi baru akan pulih dalam dua bulan, cedera Wayne Rooney kini jauh membaik. Striker andalan Manchester United itu akan duduk di bench saat bertandang ke Everton.
Rooney mengalami cedera retak tulang kaki kiri di pekan pertama Liga Inggris saat MU menghadapi Reading di Old Trafford (11/8/2007). Akibat cedera tersebut dia diprediksi minimal butuh dua bulan untuk memulihkan kondisinya seperti semula.
Namun memasuki pekan kelima pasca cedera, kemajuan pesat sudat didapat striker kelahiran Liverpool itu. Diberitakan Guardian, Selasa (11/9/2007), kondisinya kini jauh lebih baik bahkan sudah akan berada di daftar pemain cadangan Sir Alex Ferguson saat bertandang Everton akhir pekan ini.
Namun demi menghindari risiko pemainnya kembali mendapat cedera, Fergie diyakini belum akan memaninkan Rooney dalam laga tersebut. Comeback Rooney diprediksi baru akan terjadi di Old Trafford sepekan setelahnya saat menjalani big match menjamu Chelsea.
"Wayne dalam kondisi fit, masih sangat muda, dan tak sabar untuk kembali bermain. Tapi pemain harus mampu untuk menahan diri demi menghindari cedera yang lebih parah. Jika anda kembali terlalu cepat akan ada risiko pada tulangnya dan itu sebuah langkah mundur," ungkap Profesor Chris Moran yang menangani cedera metatarsal Ronney sebelum Piala Dunia lalu seperti diberitakan Dailymail. (din/lom)
-
Tak Dipakai tapi Tak Dijual
@ 2007-09-12 – 12:38:57
Tak Dipakai tapi Tak Dijual
Newcastle - Bos Newcastle United Sam Allardyce belum memperhitungkan Emre sebagai salah satu pemain yang bisa diandalkan. Namun untuk melepas gelandang Turki itu ia pun belum memikirkannya.
Emre baru satu kali beraksi di musim ini sejak The Magpies mengangkat Allardyce sebagai manajer. Yang satu kali itu pun tidak di level Premiership melainkan di ajang Piala Carling, saat Newcastle menang 2-0 atas Barnsley.
Dengan reputasi yang dimiliki, banyak klub menaruh minat pada pemain bertubuh mungil berusia 27 tahun itu. Terakhir, Galatasaray dikabarkan ingin memudikkan salah satu alumnusnya itu.
"Tidak ada peluang buat dia kembali ke Turki karena bursa transfer sudah tutup. Jadi, dia tak bisa ke mana-mana," ujar Allardyce tentang spekulasi Emre, seperti dilansir Sportinglife.
Emre sebenarnya cukup disukai publik St James Park sejak tiba dari Inter Milan pada Juli 2005. Ia dinilai cepat beradaptasi dengan gaya sepakbola Inggris serta memiliki determinasi tinggi sebagai seorang pemenang.
Pemain kidal yang pernah tiga kali terkena tuduhan melontarkan kata-kata rasis kepada pemain lawan itu -- tapi selalu tidak terbukti -- beberapa kali menegaskan komitmennya untuk Newcastle.
Pada 21 April ia menyatakan ingin bertahan bersama The Toons walaupun digosipkan diincar Bayern Munich dan Galatasaray. Sebulan kemudian ia kembali didekati Bayern dan juga Fenerbahce, tapi kembali memilih merampungkan kontraknya di Newcastle.
EPL Segera Kembali ke TV Lokal?
Jakarta - Bagi Anda yang sudah rindu dengan siaran Liga Inggris, mungkin tak lama lagi rasa kangen itu bakal terbayar setelah Astro Malaysia membagi hak siarnya pada televisi terestrial di tanah air.
"Ada offer dari Astro Malaysia. Tapi itu commercial terms (kesepakatan bisnis) dengan stasiun televisi lokal yang mau," ungkap Dirjen SKDI (Sarana Komunikasi dan Diseminasi) Departemen Komunikasi dan Irformatika, Fredy Tulung, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (11/9/2007).
Dilanjutkan Fredy Tulung, tawaran yang datang dari Astro Malaysia itu berupa paket khusus untuk televisi lokal yang terdiri dari siaran langsung, siaran tunda serta acara pendukung lainnya.
"Saya tidak tahu kesepakatannya bakal seperti apa, commercial terms adalah domain bisnis buat stasiun televisi yang mau mengambilnya, pemerintah tidak campur tangan dalam urusan itu. Tapi tawaran itu berupa paket khusus yang terdiri dari siaran live, delay dan program higlights," lanjut Fredy.
Selain dari Astro Malaysia, PT Direct Vison selaku pengendali siaran Astro di Indonesia juga sudah diminta membuka akses siaran Liga Inggris kepada publik melalui Lembaga Penyiaran Swasta Televisi. PT Direct Vision setidaknya mau membagi siaran tunda pada televisi lokal.
"Setiap perusahaan kan memiliki commercial term dan non commercial term atau tanggung jawab sosial. Di sinilah kita harap tanggung jawab sosial itu bisa dipenuhi jika commercial termgagal dicapai.
Sebagai televisi yang memikiki daya jangkau paling luas, sepertinya TVRI paling pas untuk mendapatkannya. Tapi itu kembali lagi pada commercial terms dan pemerintah tidak berhak campurtangan dalam hal itu," ungkap anggota KPI, Bimo Nugroho. (din/lom)
Depkominfo Minta KPPU Tindaklanjuti Kasus Astro
Jakarta - Sanksi cukup berat bakal ditanggung Astro jika terbukti bersalah menyalahi ketentuan Komisi Pengawas Persaingan Usaha. Siaran Liga Inggris di televisi berbayar itu bisa dihentikan.
Janji Menkominfo M.Nuh untuk terus melobi Astro soal Liga Inggris mulai ditindaklanjuti. Bersama Komisi Penyiaran Indonesia, Menkominfo secara terpisah sudah memanggil PT Direct Vision selaku pengendali siaran Astro di Indonesia untuk dimintai keterangan soal hak siar Liga Inggris.
Usaha pemerintah melaui Menkominfo dan KPI tidak berhenti sampai pemanggilan tersebut. Karana secara legal masalah tersebut masuk domain Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Menkominfo dan KPI juga telah mengirim surat pada KPPU untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
"Depkominfo telah mengirim surat kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha yang meminta KPPU menyikapi ketidakpuasan sebagian besar masyarakat pencinta sepakbola yang tidak dapat menikmati siaran Liga Inggris karena hanya disiarkan oleh PT Direct Vision," ungkap Dirjen SKDI (Sarana Komunikasi dan Diseminasi) Departemen Komunikasi dan Irformatika, Fredy tulung.
Sambil menunggu keputusan KPPU, tanggal 7 September lalu Menkominfo juga sudah menyurati PT Direct Vision untuk segera membuka akses kepada publik terkait siaran Liga Inggris.
"Secara legal ini adalah hak KPPU dan itu butuh waktu. Namun dalam selang waktu itu hingga menunggu keputusan final kami mendesak agar akses dibuka pada publik," ungkap Anggota KPI, Bimo Nugroho dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (11/9/2007).
Dilanjutkan Bimo, jika himbauan tersebut diacuhkan PT Direct Vision (Astro), maka bisa saja KPI berhak menghentikan program tersebut di Astro. KPI akan menunggu tanggapan PT Direct Vision sepanjang bulan September ini.
"KPI memiliki wewenang itu dari pemerintah. Kami bisa menghentikan program dan isi siaran (Liga Inggris) di Astro. Kami pernah melakukannya saat melarang siaran smack down di televisi," lanjut Bimo.
Meski demikian Bimo menambahkan kalau PT Direct Vision sudah menunjukkan itikad baik untuk membuka akses siaran Liga Inggris pada televisi terestrial. (din/lom)
Cassano Belum Akan Tampil di Seri A
Sampdoria - Antonio Cassano masih harus menunggu lebih lama lagi untuk kembali tampil di Seri A. Striker Sampdoria itu cedera saat pertandingan ujicoba.
Cassano yang dipinjam dari Real Madrid itu, hanya tampil 44 menit saat Sampdoria melakoni pertandingan persahabatan dengan klub Swiss Bellinzona akhir pekan lalu.
Pemain Italia itu kemudian diketahui mengalami cedera otot kaki kanan, dan diprediksi butuh istirahat setidaknya dua minggu. Tentu saja ini sangat mencewakan bagi mantan pemain Bari dan AS Roma itu. Saat baru mendarat di Sampdoria Agustus lalu ia juga sudah berlatih intensif selama dua minggu.
"Sebaiknya kami tidak terlalu memaksa dia," ujar pelatih EL Samp Walter Mazzarri seperti dilansir Channel4, Selasa (11/9/2007).
Jika prediksi tim dokter klub benar, maka kemungkinan Cassano akan tampil saat Sampdoria menghadapi Inter Milan pada 26 September. (lom/lom)
Indahnya Persahabatan Tak Perlu Dinodai ....
INDAHNYA PERSABAHATAN TAK PERLU DINODAI
OLEH GORESAN LUKA PERSELISIHANAlkisah dua orang anak manusia menjalin persahabatan, seorang A dan seorang B yang memiliki
berperangai buruk sedang bercengkrama. A dengan sabar menyampaikan suatu pesan pada si B.
Dia memberikan sekantung berisi paku dan meminta si B memaku satu batang pada batang
pohon besar di muka rumah mereka untuk setiap ketidaksabaran dan keselisihpahaman dengan
orang lain.Di hari-hari awal si B telah memaku sebanyak 50 batang. Minggu-minggu berikutnya dia mencoba
belajar untuk bersabar dan menahan diri. Jumlah paku yang ditancapkan semakin lama semakin
berkurang hingga si B merasa lebih mudah menahan diri ketimbang memaku batang pohon. Dengan
gembira disampaikan hal ini pada ayahnya dan tidak perlu melakukannya lagi.Kemudian si A memintanya mencabut paku-paku kembali satu batang setiap hari. Si B dengan sabar
mematuhi perintah si A sampai pada akhirnya dia telah menyelesaikan mencabut semua paku yang ada.
Dengan bijak si A berkata, "kamu telah melakukan kebaikan teman, tetapi coba kamu lihat lubang-lubang
bekas paku yang kamu tancapkan". "Batang pohon yang terlubangi tidak akan kembali seperti sediakala
seperti halnya kamu bertengkar atau berselisih dengan orang lain pasti akan meninggalkan luka".Renungan :
Kita dapat menghunjamkan dan mencabut pisau ke punggung orang lain tetapi luka tetaplah luka yang
tertinggal disana. Tak perduli beratus-ratus ucapan kata maaf keluar dari bibir bahkan penyesalan.
Luka ucapan sama seperti luka fisik.Sahabat adalah permata langka yang mesti kita jaga.
Sahabat membuat kita tertawa lepas dan api semangat ketika kita terhempas
Sahabat selalu mendengarkan apa yang ingin kita sampaikan kapanpun kita perlukan
Sahabat bagaikan payung meneduh ketika hujan menerpa tubuh.
Keindahan sebuah persahabatan adalah ketika kita tahu dengan benar kepada siapa
kita mempercayai rahasia.Cobalah kita periksa persahabatan yang pernah kita rajut dengan ketulusan. Jangan biarkan
dia hanyut begitu saja tertelan waktu. Jadikan ia sebagai pelumas yang melembutkan kerasnya
benturan dalam kehidupan kerja anda. Rasakan sebuah kekayaan hidup yang tak terkira.
Simak saja sebuah pepatah bijak, "hidup tanpa sabahat, mati pun dengan kesendirian."Betapa bangganya aku memiliki banyak sahabat yang baik..............(MY)
Kado Apa yang Terindah ?
Aneka kado ini tidak dijual di toko.Anda bisa menghadiahkannya setiap saat dan tak perlu membeli! Meski begitu, delapan (8) macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.
KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yg
tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir
dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks.
Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat
berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secara
lebih utuh dan intensif.
Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting.
Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab,
kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang
mendengarkan sudah lama diketahui
bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat
ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan
kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada
segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah
menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa
mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan
betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang
disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela,
mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia
menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan
tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa
diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun
akan terdengar manis baginya.DIAM
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan.
Diam bisa dipakai untuk
menghukum,mengusir, atau membingungkan orang. Tapi
lebih dari segalanya, Diam juga bisa menunjukkan
kecintaan kita pada seseorang karena memberinya
"ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa
gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan
mengomel.KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak
penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang
bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang
jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan
adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan
bukanlah "Kau bebas berbuat semaumu".
Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah
memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab
atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi
tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil
indah dan rupawan juga merupakan kado lho.
Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari!
Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa
menghadiahkan keindahan suasana di
rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga
atau meja makan yg tertata indah, misalnya.TANGGAPAN POSITIF
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif
terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yg kita
sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar
dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita.
Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan
dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat,
berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan
terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi
Anda.Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua
hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga
permintaan maaf) adalah kado indah yang sering
terlupakan.KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran.
Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya
Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta
dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan
itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap
memberikan kado "kesediaan mengalah". Okelah, Anda
mungkin kesal atau marah karena dia telat datang
memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali
itu, kenapa musti jadi pemicu pertengkaran yg
berlarut- larut?
Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit
hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada
manusia yg sempurna di dunia ini.SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa.
Senyuman, terlebih yg diberikan dengan tulus, bisa
menjadi pencair hubungan yg beku, pemberi semangat
dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan
obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan
syarat untuk
membuka diri dengan dunia sekeliiling kita.
Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis
pada orang yg dikasihi? -
Jelang Kualifikasi Euro 2008
@ 2007-09-12 – 12:20:07
Jelang Kualifikasi Euro 2008
Terry: Rusia Lebih TangguhLondon - John Terry berharap skuad Inggris dapat mengulangi performa mereka saat melawan Rusia seperti mengalahkan Israel. Namun ia menyadari Rusia adalah lawan yang lebih berat.
Inggris bermain sangat baik dan mendominasi pertandingan saat menundukkan Israel 3-0 tiga hari lalu. Kemenangan tersebut membuat peluang Inggris di babak kualifikasi Euro 2008 Grup E lebih terbuka.
Kini Rusia akan menjadi lawan Inggris selanjutnya dan Terry menyadari lawan kali ini lebih berat. "Tidak mengecilkan Israel, namun Rusia adalah tim yang lebih terorganisir dan mungkin lebih bagus," ungkap sang kapten seperti dilansir Sky.
"Ini akan menjadi pertandingan yang sangat berat dan kami menyadari hal itu kami bisa melewati tantangan tersebut sekali lagi. Jika kami dapat melakukan sesuatu yang sama, maka kami akan menghentikan permainan mereka," kata Terry.
Meski demikian bek Chelsea ini yakin Inggris bisa meraih kemenangan. "Kami tidak bisa tinggal diam. Kami memiliki satu hasil yang baik dan satu perfoma yang cukup bagus. Namun kami butuh empat hasil yang cukup baik dan juga empat performa yang bagus." (key/a2s)
Waduh, Fergie Diserang
Jakarta - Sir Alex Ferguson lagi apes. Secara tidak terduga manajer Manchester United ini diserang orang tak dikenal di stasiun kereta api London Utara.
Seperti dilaporkan AFP, Rabu (12/9/2007), Fergie yang diduga bersama rekannya itu mendapat serangan di Stasiun Euston sekitar 4.30 sore Senin waktu setempat. Serangan tersebut membuat Fergie sedikit mengalami cedera.
"Kami bisa memastikan bahwa salah satu korbannya adalah Sir Alex Ferguson dan ia mengalami cedera pada kakinya," ujar jurubicara British Transport Police yang datang ke TKP.
Untungnya orang yang melakukan penyerangan tersebut langsung ditangkap. Belum diketahui alasan pasti adanya penyerangan itu, namun pria yang diketahui berusia 40 tahun ini langsung didakwa melakukan penyerangan, penghinaan dan mengganggu ketertiban umum.
Jelang Kualifikasi Euro 2008
Donadoni Ganti Taktik Hadapi UkrainaMilan - Pelatih Italia Roberto Donadoni menyatakan dirinya tidak dalam tekanan karena harus menang melawan Ukraina. Namun yang pasti ia akan mengubah taktiknya.
Donadoni dan juga para skuadnya mendapatkan kritikan dari media lokal atas hasil imbang tanpa gol saat melawan Prancis. Hasil tersebut membuat Gli Azzuri berada di posisi ketiga di bawah Prancis dan Skotlandia di kualifikasi Euro 2008.
"Tidak ada tekanan, setiap pertandingan membutukan kemenangan. Setiap waktu berakhir kita mengulangi kata yang sama. Setiap pertandingan adalah penting dan kritis untuk memastikan perjalanan kami terus mendapat hasil positif," ungkap Donadoni.
Donadoni memang mendapatkan kritik dari pemilihan skuadnya, taktik dan juga pengalaman internasionalnya. Namun menghadapi Andriy Shevchenko dkk di Kiev, Donadoni akan melakukan perubahan mendasar dalam skuadnya.
"Ini akan menjadi pertandingan yang beat melawan musuh yang juga ingin menang. Kami berada di sini untuk mendapatkan hasil dan kami berperang dengan segalanya dengan yang kami miliki," ujar dia seperti dilansir Football Italia.
Kali ini Donadoni kemungkinan akan memainkan 4-2-3-1 yang biasa digunakan oleh AS Roma dengan Andrea Pirlo dan Daniele De Rossi berkreasi dari lapangan tengah. De Rossi menggantikan Gennaro Gattuso yang terkena hukuman.
Sementara Alessandro Del Piero akan start dari kursi cadangan menyusul performanya yang kurang memuaskan di San Siro. Sementara Cristiano Lucarelli akan bersaing dengan Vincenzo Iaquinta guna mendapatkan posisi striker. (key/ian)
POHON APEL & ANAK LELAKI
Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang
bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya
hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang
daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian
pula, pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi
bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi
pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,"
pinta pohon apel itu."Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi." jawab anak
lelaki itu. "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk
membelinya."Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau
boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang
untuk membeli mainan kegemaranmu. "Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada
dipohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak
pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya
datang. "Ayo bermain-main denganku lagi." kata pohon apel."Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk
keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau
menolongku?" "Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang
semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu." kata pohon apel.Kemudian, anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu
dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak
lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel
itu merasa kesepian dan sedih.Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa
sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi denganku." kata
pohon apel."Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang.Aku
ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk
pesiar?""Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan
menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan
bersenang-senanglah ."Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal
yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui
pohon apel itu.Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.
"Maaf, anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi
untukmu.""Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu." jawab
anak lelaki itu."Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat." kata pohon
apel."Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu." jawab anak lelaki itu.
"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu.Yang
tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini." kata pohon
apel itu sambil menitikkan air mata."Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang." kata anak lelaki. "Aku hanya
membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama
meninggalkanmu. ""Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik
untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan
akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat
gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua
kita.Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.
Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika
kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan
apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin
berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu,
tetapi kadang begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan. Dan, yang
terpenting: cintailah orang tua kita.Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan
berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada
kita.Anista Marie
RIYADH, 6 September 2007 — Just over three weeks ago a woman called up Arab News claiming to be a Sri Lankan maid who has been imprisoned and abused in the home of her sponsor for the past decade. Yesterday, Riyadh police, working with the Sri Lankan Embassy, rescued Anista Marie, 40, who has not received her salary since 1999.
“I still cannot believe that I am out of this ordeal that I have undergone for the past 10 years,” Marie told Arab News with tears flowing down her cheeks.
The rescue took place at a villa in Khansalallilah district, some 12 km away from the Riyadh city center. The maid’s sponsor refused to give up her passport to police, and it is unclear what if any punitive actions will be taken by authorities against the woman who Marie alleged has been her abusive overseer in what the maid earlier claimed was an all-woman household.
“We are thankful to the Saudi authorities for rendering necessary assistance to redeem the woman from this house where she has been a virtual slave for more than a decade,” said W.S.M.S. Wijesundera, charge d’affaires at the Sri Lankan Embassy.
He said the mission had to send a team of officials with the Saudi police to take her out from the clutches of the sponsors who were reluctant to send the maid. Police did not detain the sponsor yesterday for alleged illegal imprisonment and violation of labor laws. It is not known if Marie’s working visa is current, or if the sponsor also violated the law for allowing the visa to lapse.
Meanwhile, Marie said that she has been confined indoors during daylight hours for most of the past decade and that the bright Saudi sun is hard on her eyes. “They only took me out at night so that I could not locate the house,” she said.
When this reporter received a phone call on Aug. 14 from Marie, she told Arab News that she didn’t know where she was located. She said that the only reason why she knew she was somewhere in Riyadh was because a maid of a visiting family once told her of her general location. Now Marie, a widow with four children from an impoverished fishing family in Chilaw, 70 km from Colombo, just wants to go home.
“I do not want anything now but to fly home to see my children who have been suffering like orphans without their parents,” Marie said.
In the Aug. 14 phone call, Marie said she was paid for the first two years of her employment, and that she was allowed to go out with the family. At the time, she was under the impression that she would be eventually allowed a home visit. She said she even bought clothes for her children planning for that trip.
“Back then I bought things for my children,” she said. “They’re still packed in two suitcases and the clothes can’t be used by my children now because they’ve grown out of them.”
During this time, her husband passed away and her children have been in the care of extended family. She said it took two years for her to hear news that her husband had died.
Sri Lankan Embassy officials are making arrangements for Marie to speak to her children over the phone. Marie is currently in the care of the Sri Lankan Embassy, which like other South Asian missions, has facilities to care for runaway and abused domestic staff, mainly women working as housemaids.
According to the maid, the household consists of three women with four teenage daughters. “There were no men in the house,” she said. “They assaulted me when I would say that I wanted to go home. It was worse when I talked about the salary.”
Marie said a sympathizer helped her get in contact with Arab News.
Wijesundera said that the mission would negotiate with the sponsor to pay her past dues including her salary, holiday pay and other allowances due to her according to the local regulations.
“She comes from a poor family and she needs some money to send home. I will request my community members and the Sri Lankan Expatriates Society (SLES) in Riyadh to give her help in whatever form to rehabilitate her family back home,” the diplomat said.
It was unclear yesterday if the maid’s sponsor will face criminal charges or whether anything more than negotiating for nonpayment of eight years of salary will take place.
-
Russia arms old and new friends in Asia
@ 2007-09-12 – 11:17:20
Russia arms old and new friends in Asia
HONG KONG: On the way to the annual summit meeting of Asia-Pacific leaders in Australia, President Vladimir Putin of Russia has scheduled a brief stop-off in Jakarta on Thursday. High on Putin's agenda: the signing of a $1 billion arms deal that includes supplying Indonesia with two Kilo-class submarines, the first of a small fleet of the vessels.
It comes on the heels of other deals to sell advanced Su-27 and Su-30 combat fighters to Indonesia, Malaysia and other countries in the region, helping to entrench Russia's place as the leading arms supplier to Asia.
The signs that the Russian bear wants to return to its old stamping grounds in East Asia and the Pacific have become increasingly apparent in recent times, analysts say.
On Aug. 8, in what looked like a rehash of a Cold War script, two Russian strategic bombers flew provocatively close to a U.S. military base at Guam. According to the Russian account, U.S. fighter jets were scrambled to meet the nuclear-capable Tu-95 Bear aircraft in a ritual from past decades, the opposing pilots exchanging smiles. U.S. officials denied the interception took place.
After beating a strategic retreat from the region with the breakup of the Soviet Union in 1991, analysts say Russia is making a steady comeback with a more modern agenda for exercising regional military and economic power.
The Russian regional resurgence is still in its early stages, but it could potentially have a significant impact on the strategic environment in East Asia and the Pacific in the next two decades.
Russia, already the leading exporter of weapons to Asia, is aggressively promoting new arms sales. It has ambitious long-term plans to restore the strength of its depleted Pacific fleet and Far East forces. And it will become increasingly vital to Asia's energy security as it directs a greater share of oil and gas exports to the region.
"The West and the Pacific community must come to terms with the fact that Russia is back," said Alexey Muraviev, author of several works on Russia's military presence in the region. "Russia no longer wants to be driven by a Europe-Atlantic agenda alone."
Muraviev, a strategic analyst at Curtin University of Technology in Australia, said among the clearest manifestations of Russia's aim to once again become a "formidable Pacific player" were the growing use of weapons exports for diplomatic and commercial gain and plans to significantly increase the firepower of its own military forces deployed in Asia.
Some aspects of the Russian role in the military affairs of the region are already well entrenched.
Between 1998 and 2005, Russia struck agreements for $29.1 billion in arms sales to Asian countries, accounting for about 37 percent of the market, according to a report to the U.S. Congress on arms transfers to the developing world by the Congressional Research Service. New arms deals signed by the United States during that period accounted for about a quarter of the market.
The consumption of Russian military hardware has been led by two traditional customers, China and India, as both spend billions of dollars to rapidly expand their military capabilities by buying Russian combat aircraft, warships, submarines and missiles. Russia has been deepening both of those relationships by establishing joint-development programs of some weapons and agreeing to license the manufacture of others.
But it has also been aggressively seeking new clients.
In Asia, the congressional report said, "Russia's arms sales efforts, beyond those with China and India, are focused on Southeast Asia." It said Russia had agreed to flexible payment terms including "countertrade, offsets, debt-swapping and, in some key cases, to make significant licensed production agreements" to make weapons deals more appealing to relatively poor customers.
The latest deal with Indonesia for Kilo-class submarines, jet fighters, helicopters and tanks hinges on access to a $1 billion Russian loan to be signed during Putin's visit, the first to Indonesia by a Russian leader since the end of the Soviet Union.
Putin, who will travel on to the Asia-Pacific Economic Cooperation forum meeting in Sydney this weekend, will be discussing several economic agreements with Jakarta, including a joint aluminum smelting project. Russia has also expressed interest in building a joint satellite launching facility on the eastern Indonesian island of Biak.
But the spearhead for Russia's engagement across the region has so far been weapons exports. According to the United Nations conventional arms register, Russia has in recent years exported advanced fighter aircraft, attack helicopters, missiles, tanks and artillery to countries including Malaysia, Indonesia, Vietnam, Myanmar, Bangladesh, Laos and South Korea, usually on terms favorable to the buyers.
Payment terms aside, billion-dollar foreign contracts have helped sustain the cash-strapped Russian defense industry during times when domestic purchases of new hardware have been low.
Arms diplomacy can also help Russia rebuild diplomatic relationships and gain leverage in the region. Indonesia, which was cut off from access to U.S. military equipment and vital parts for several years because of Washington's objection to its human rights record, knows how effective arms sales can be as a diplomatic tool. The United States has since restored military ties to reward Indonesia for its cooperation in efforts against terror.
"The Russians are not indiscriminately selling arms," Muraviev said. "Russia has pursued a policy driven by strategic design. If it creates a strong client base, that can later be transformed into a larger relationship. "
Some arms sales have put Russia at loggerheads with the United States and its regional allies. In 2005, Russia made a $700 million agreement with Iran for a surface-to-air defense system. For several years from the mid-1990s, Russia had an agreement with the United States not to sell weapons to Iran.
Similarly, Russia's sale of the capable Kilo-class submarines to Indonesia might not be a welcome move for some of its neighbors.
Russia's agenda to increase its regional influence goes well beyond the role of arms dealer. It has also announced ambitious plans to restore the might of its Pacific fleet and Far East forces, which declined sharply after the collapse of the Soviet Union.
International Herald Tribune Copyright © 2007 The International Herald Tribune | www.iht.com
__._,_.___Kisah Kasih - Dara Manisku
CHRISYE : SEBUAH MEMOAR MUSIKAL
[Naga Legendaris INDONESIA]
Oleh : Alberthiene EndahBermimpilah,
sebab harapan akan memberi hidupBerkaryalah,
sebab seni akan memberi makna[Naga belajar . . . sampai menutup mata]
60. Kisah Kasih - Dara Manisku
Siapa tak kenal lagu Dara Manisku yang bernada riang. Atau lagu Kisah Kasih di sekolah milik Obbie Mesakh yang sering dinilai orang sebagai lagu cengeng, tapi toh orang dengan asyik mendendangkannya! Pongki sengaja saya pilih karena ia adalah sosok yang mewakili musisi era sekarang.
Sebuah gebrakan saya lakukan di album ini, dan ini cukup mengejutkan banyak orang. Saya memilih Sophia Latjuba untuk berduet dalam lagu Kangen! Banyak yang semula meragukan, apakah suara saya bisa ngeblend enak dengan suara Sophia yang sangat khas itu? Justru itulah yang membuat saya tertarik. Butuh aransemen dan perenungan tinggi untuk menemukan formula yang paling tepat, meleburkan suara saya dan Sophia. Dan, kami sangat puas dengan hasilnya! Album Dekade yang diluncurkan tahun 2002 mendapatkan respons yang cukup gempita. Barangkali faktor nostalgia menjadi nilai tambah album ini. Sekali lagi saya bisa membuktikan bahwa kreativitas dalam mencari konsep sanggup meledakkan album, seperti album-album awal yang menggebrak.
Sukses album ini membuat saya terdorong menggelar konser lagi. Dengan pengalaman menggelar dua konser akbar dan makin berkembangnya teknologi panggung, konser Dekade terbilang spektakuler dilihat dari efek panggung, tata cahaya, dan berbagai kreativitas pertunjukan. Menampilkan bintang tamu A. Rafiq dan Sophia Latjuba, konser ini menuai aplaus yang begitu meriah. Sukses bertubi-tubi dan album-album terakhir membuat saya terpacu lagi. Saya terobsesi melakukan kolaborasi dengan penyanyi-penyanyi muda yang berjaya di zaman ini. Niat ini semula banyak dikritik. Sebagian pihak mengatakan saya berniat mendompleng popularitas penyanyi muda untuk mendapatkan pangsa pasar baru. Sebagian lagi mengkritik saya karena sebagai penyanyi senior kok mau maunya tampil bareng dengan penyanyi kemarin sore. Saya tak terlalu menanggapi komentar sinis itu. Apa salahnya dari sebuah kolaborasi?
Niat saya murni ingin memangkas jurang pemisah antara penyanyi lama dan penyanyi baru. Sinergi yang terjadi pasti akan sangat menarik. Bahwa setelah itu, mendadak pasar penggemar saya kembali menggejolak, itulah realitas logis dan keberhasilan album. Sementara tentang komentar bahwa saya membanting gengsi karena berduet bersama penyanyi muda, wah, saya hanya bisa tertawa. Buat apa kita sombong dengan usia dan pengalaman?
Album Senyawa yang dirilis tahun 2004 terbilang sukses di pasaran. Meskipun album ini diwarnai protes dan sejumlah label yang merasa keberatan penyanyi mereka rekaman atas nama Musica, namun saya merasakan satu semangat yang sangat menggembirakan di kancah musik negeri ini. Yakni, betapa musik menjadi kekuatan yang sangat meleburkan, mempersatukan, dan melahirkan spirit untuk bersinergi. Saya membayangkan seandainya semangat berkolaborasi juga ada di dalam kancah yang lain, politik, ekonomi, sosial, maka betapa indahnya hasil dari sebuah sinergi.
Demikianlah, album demi album lahir dengan sebuah niat yang murni. Saya ingin mempertahankan apa yang sudah saya perjuangkan sejak kecil. Tidak mudah menapaki jalan walau keyakinan kita begitu solid. Ada begitu banyak senjata yang perlu dimiliki ketika kita punya niat bertarung dalam hidup.
Saya merasakan sendiri betapa kerja keras tak kenal putus asa, kemauan untuk maju, dan kelincahan pikiran mencari ide-ide baru adalah modal dasar yang harus kita miliki. Selebihnya, Tuhan akan memberikan jalan sesuai dengan niat bersih yang kita mohonkan. Bagi saya, tidak ada kebetulan dalam hidup. Semua jalan, semua peristiwa, sudah ditorehkan oleh Yang Maha Kuasa. Pertemuan saya dengan Gipsy Band, Guruh Soekarno Putra, Eros, Yockie, Musica, Addie MS, Erwin Gutawa, dan musisi-musisi lain adalah berkah yang diberikan Tuhan pada saya. Adalah sebuah keberuntungan besar, bakat saya diasah oleh lingkungan musisi yang mengerti bagaimana menampilkan saya dengan kelebihan yang saya punya.
Dan, adalah kehendak Tuhan pula, ketika tahun 2005, saat saya telah meraih begitu banyak pencapaian, Papi dan Mami wafat. Mami lebih dulu pergi, disusul Papi sebelas bulan kemudian. Saya menangis di makam mereka. Adalah izin dan restu merekalah yang membuat saya menjadi Chrisye yang dikenal luas saat ini.
______
-
title-2965630
@ 2007-09-12 – 11:16:58
Russia arms old and new friends in Asia
HONG KONG: On the way to the annual summit meeting of Asia-Pacific leaders in Australia, President Vladimir Putin of Russia has scheduled a brief stop-off in Jakarta on Thursday. High on Putin's agenda: the signing of a $1 billion arms deal that includes supplying Indonesia with two Kilo-class submarines, the first of a small fleet of the vessels.
It comes on the heels of other deals to sell advanced Su-27 and Su-30 combat fighters to Indonesia, Malaysia and other countries in the region, helping to entrench Russia's place as the leading arms supplier to Asia.
The signs that the Russian bear wants to return to its old stamping grounds in East Asia and the Pacific have become increasingly apparent in recent times, analysts say.
On Aug. 8, in what looked like a rehash of a Cold War script, two Russian strategic bombers flew provocatively close to a U.S. military base at Guam. According to the Russian account, U.S. fighter jets were scrambled to meet the nuclear-capable Tu-95 Bear aircraft in a ritual from past decades, the opposing pilots exchanging smiles. U.S. officials denied the interception took place.
After beating a strategic retreat from the region with the breakup of the Soviet Union in 1991, analysts say Russia is making a steady comeback with a more modern agenda for exercising regional military and economic power.
The Russian regional resurgence is still in its early stages, but it could potentially have a significant impact on the strategic environment in East Asia and the Pacific in the next two decades.
Russia, already the leading exporter of weapons to Asia, is aggressively promoting new arms sales. It has ambitious long-term plans to restore the strength of its depleted Pacific fleet and Far East forces. And it will become increasingly vital to Asia's energy security as it directs a greater share of oil and gas exports to the region.
"The West and the Pacific community must come to terms with the fact that Russia is back," said Alexey Muraviev, author of several works on Russia's military presence in the region. "Russia no longer wants to be driven by a Europe-Atlantic agenda alone."
Muraviev, a strategic analyst at Curtin University of Technology in Australia, said among the clearest manifestations of Russia's aim to once again become a "formidable Pacific player" were the growing use of weapons exports for diplomatic and commercial gain and plans to significantly increase the firepower of its own military forces deployed in Asia.
Some aspects of the Russian role in the military affairs of the region are already well entrenched.
Between 1998 and 2005, Russia struck agreements for $29.1 billion in arms sales to Asian countries, accounting for about 37 percent of the market, according to a report to the U.S. Congress on arms transfers to the developing world by the Congressional Research Service. New arms deals signed by the United States during that period accounted for about a quarter of the market.
The consumption of Russian military hardware has been led by two traditional customers, China and India, as both spend billions of dollars to rapidly expand their military capabilities by buying Russian combat aircraft, warships, submarines and missiles. Russia has been deepening both of those relationships by establishing joint-development programs of some weapons and agreeing to license the manufacture of others.
But it has also been aggressively seeking new clients.
In Asia, the congressional report said, "Russia's arms sales efforts, beyond those with China and India, are focused on Southeast Asia." It said Russia had agreed to flexible payment terms including "countertrade, offsets, debt-swapping and, in some key cases, to make significant licensed production agreements" to make weapons deals more appealing to relatively poor customers.
The latest deal with Indonesia for Kilo-class submarines, jet fighters, helicopters and tanks hinges on access to a $1 billion Russian loan to be signed during Putin's visit, the first to Indonesia by a Russian leader since the end of the Soviet Union.
Putin, who will travel on to the Asia-Pacific Economic Cooperation forum meeting in Sydney this weekend, will be discussing several economic agreements with Jakarta, including a joint aluminum smelting project. Russia has also expressed interest in building a joint satellite launching facility on the eastern Indonesian island of Biak.
But the spearhead for Russia's engagement across the region has so far been weapons exports. According to the United Nations conventional arms register, Russia has in recent years exported advanced fighter aircraft, attack helicopters, missiles, tanks and artillery to countries including Malaysia, Indonesia, Vietnam, Myanmar, Bangladesh, Laos and South Korea, usually on terms favorable to the buyers.
Payment terms aside, billion-dollar foreign contracts have helped sustain the cash-strapped Russian defense industry during times when domestic purchases of new hardware have been low.
Arms diplomacy can also help Ru
-
Kaka Paling Mahal di Italia
@ 2007-09-12 – 10:29:52
Kaka Paling Mahal di Italia
Roma - Populer, muda, bermain untuk klub kelas dunia, Kaka tampaknya tengah mereguk periode manis dalam hidupnya. Hasil kerjanya juga dinilai paling tinggi di kalangan pemain Negeri Pizza.
Dalam laporan Gazetta dello Sport, Selasa (11/9/2007), bintang internasional Brasil itu menduduki tempat teratas dalam daftar pesepakbola dengan gaji tertinggi di Seri A.
Kaka, yang musim lalu membawa AC Milan menjuarai Liga Champions dan menjadi topskor serta pemain terbaik kejuaraan tersebut, disebutkan memperoleh bayaran 4 juta poundsterling atau sekitar Rp 76 miliar per tahun.
Playmaker berusia 25 tahun itu, yang sudah membela Rossoneri sejak 2003, mengalahkan bintang lokal, kapten AS Roma Francesco Totti, yang berada di urutan kedua dengan gaji tahunan 3,7 juta pounds (Rp 70 miliar).
Posisi ketiga ditempati empat pemain yang sama-sama digaji 3,4 juta pounds (Rp 65 miliar) per tahun oleh klubnya masing-masing. Mereka adalah trio Inter Milan Zlatan Ibrahimovic, Patrick Vieira, dan Adriano, serta kiper Juventus Gianluigi Buffon.
Sementara itu bek Inter Cristian Chivu mengantongi 2,3 juta pounds (Rp 43 miliar) , sedikit di atas Emerson (Milan) dan rekan seklubnya yang lain, David Suazo.
Di kelompok klub, Milan penjadi pembayar pajar tertinggi dari gaji para pemainnya. Nilai tersebut mencapai 80 juta pounds (Rp 152 miliar), disusul Inter (74 juta pounds), Juventus (66 juta pounds), dan Roma (40 juta pounds).
Sedangkan klub yang paling kecil pengeluaran pajak dari gaji para pemainnya adalah Cagliari. Setahun mereka hanya membayar 7,5 juta pounds -- yang nilainya hanya cukup untuk menggaji Kaka dan Totti dalam setahun.
Skorsing untuk Penampar Kru TV
Turin - Jonathan Zebina, bek Juventus yang menampar seorang kru televisi di pinggir lapangan, dilarang tampil dalam empat pertandingan, dan membuat timnya kekurangan defender.
Skorsing tersebut dijatuhkan untuk Zebina atas ulahnya pada 2 September lalu, ketika Juventus bertanding melawan tuan rumah Cagliari di kompetisi Seri A di Stadio Sant'Elia.
Mendapat kartu merah karena memperoleh dua kartu kuning, dalam perjalanan menuju ruang ganti Zebina mendekati seorang kru televisi, lalu menempelengnya sebelum ngeloyor ke dalam tunnel.
Selain dicekal untuk empat pertandingan, pemain asal Prancis itu juga diharuskan membayar denda sebesar 15 ribu atau sekitar Rp 194 juta.
Suspensi buat Zebina ini membuat Juventus dilanda krisis pemain belakang. Sebelumnya Jean-Alain Boumsong dipastikan absen dua bulan karena cedera lutut. Pemain baru asal Republik Ceko, Zdenek Grygera, pun belum fit kondisinya.
Kondisi ini membuat pelatih Claudio Ranieri cepat bergerak untuk menyetok bek baru. Dalam waktu dekat Bianconeri diperkirakan akan berhasil membeli pemain Serbia Branislav Ivanovic dari Lokomotiv Moskow.
Menghukum Diri Sendiri
Suatu ketika, Raden Permadi didatangi sekelompok “orang kampung” dalam keadaan cemas. Kelompok orang tersebut minta pertolongan sang ksatria untuk menumpas sekawanan perampok yang sedang merajalela di kampungnya.
Terdorong rasa kemanusiaan yang mendalam, apalagi mentaati posisinya sebagai penjaga ketentraman, Raden Permadi tanpa pikir masuk ke gudang senjata, mengambil panah sebagai sarana untuk menghadapi pengacau.
Betapa terkejutnya dia, karena didapati kakaknya, Raden Yudisthira sedang memadu kasih dengan Dewi Drupadi. Suatu tindakan tidak sopan bagi adik untuk menyaksikan keadaan ini. Apa boleh buat, dia tetap memasuki gudang, mengambil senjata untuk membantu rakyat.
Setelah selesai menumpas perampok, sang adik menghadap kakaknya, mengahaturkan maaf. Sang kakak memaklumi dan membenarkan alasan kepentingan yang dihadapi adiknya, memaafkan. Sang adik yang sudah mengakui kesalahannya siap menerima hukuman, namun sang kakak tidak mau memberikan hukuman.
Menghadapi hal ini, Raden Permadi kemudian pamit pergi bertapa, mawas diri serta mencari jalan bagaimana agar tidak terjadi kesalahan yang terulang. Dia menghukum dirinya sendiri.
Itulah sekelumit kisah lama. Suri teladan yang terkandung perlu kita renungkan dan ambil hikmahnya.
Pada saat ini, banyak orang yang sulit untuk mengakui kesalahan yang pernah dilakukan, apalagi kalau ditegur oleh orang banyak.
Demi gengsi dan harga diri, dia berusaha untuk memebersihkan diri, mencari alibi dengan menunjukkan bahwa kesalahan bukan pada dirinya, namun pada pihak lain.
Kalaupun tidak ada orang yang pantas disalahkan, dia akan menyalahkan keadaan dan kondisi yang ada.
Apakah kita tidak ada usaha untuk memperbaiki paradigma baru yang masih tidak disepakati oleh orang yang punya hati nurani ?
Sudah merupakan suatu kewajiban hidup bahwa kita melaksanakan aktivitas. Mulai dari aktivitas dalam rumah kita sendiri, dalam lingkungan kampung, di tempat kerja, di tengah masyarakat, dalam lingkup negara maupun secara global, mendunia !
Kita punya kewajiban untuk menciptakan suasana yang tentram, menyenangkan dan penuh tenggang rasa dalam masyarakat.
Sebagian besar dari kita mendapatkan ajaran moral yang merupakan motivasi untuk hidup layak, sejahtera lahir batin dan meciptakan keselarasan dengan lingkungan manusia, binatang serta alam sekitar.
Suatu ekosistem bahwa kita hidup saling memerlukan dengan berbagai binatang, lingkungan dan alam. Romantika kehidupan menimbulkan bebagai masalah.
Kalau ada binatang kerbau, kuda, anjing, kucing dls yang bisa bersahabat dengan kita, da juga yang menjadi ancaman, seperti harimau, buaya, kalajengking, tikus dls.
Dengan akal sehat, kita berusaha menjadi saling membutuhkan dengan yang merugikan bagi kita, agar dapat dimanfaatkan.
Pada saat ini, saling memanfaatkan sesuai dengan “hukum alam” sudah berubah. Suatu paradigma baru yang ”valid” sudah terbentuk sesuai dengan proses kehidupan.
Kerbau, kuda, anjing, kucing dls bisa disembelih untuk dikonsumsi dagingnya, sementara harimau, buaya, kalajengking, tikus dls dijadikan binatang peliharaan, berarti mernjadi sahabat manusia.
Aliran sungai sudah tidak lagi memerlukan selokan, karena jalan raya sudah mempunyai dwi fungsi, tempat berlalu lalangnya kendaraan yang berisi manusia dengan segala keperluannya dan tempat belalunya air di kala hujan. Selokan sudah tidak mampu menampung air, sebagian air sudah melalui jalan raya baik di kota maupun di desa.
Kalau semasa “normal” wilayah pegunungan tidak pernah ada banjir, maka pada abad ke 21 ini tersebutlah banjir melanda wilayah Ungaran, Parakan serta beberapa wilayah pegunungan.
Dalam keadaan yang demikian, pada masa kini kita hidup, marilah kita mencari kesalahan pada diri kita sendiri.
Sudah layakkah kita hidup sebagai manusia yang punya cipta, rasa dan karsa ? Sudah benarkah kita bertindak sehingga kita tidak menyalahi norma susila maupun norma agama ? Sudah benarkah kita memelihara lingkungan dengan sesama manusia, binatang serta dengan alam ?
Sudah sanggupkah kita dengan potensi kecil yang kita miliki tidak membuang sampah sembarangan sehingga selokan tidak tersumbat ?
Sudahkah kita berani mengakui kesalahan yang kita perbuat dan memutuskan untuk menghukum diri kita sendiri agar masyarakat sekitar kita menjadi trentram dan damai ?
Mulai dari saat ini, hari ini seyogyangyalah kita menyadari bahwa diri kita masing-masing mempunyai potensi untuk memperbaiki keadaan menyedihkan yang kita alami.
Dengan penuh kerendahan hati, kita coba mengingat ajaran moral yang diajarkan ayah ibu kita. Sedikit apapun pesan beliau, diamanatkan pada kita untuk dilaksanakan.
Dengan penuh kekuatan nurani, kita bertekad untuk mempraktekkan ajaran agama yang penuh dengan nuansa perdamaian, pengorbanan serta perjuangan untuk sesama manusia.
Marilah kita bertekad (bukannya cuma nekad) untuk membuat diri kita lebih baik, menjauhkan semua perbuatan tercela untuk mengganti dengan perbuatan terpuji.
Kita dipuji tetap jangan sombong. Ingatlah ilmu padi, makin berisi makin tunduk.
Kita bertekad untuk memperbaiki diri sendiri, sekaligus akan memperbaiki Indonesia. Tidak usah ada rasa iri kalau orang lain tidak melakukan, tapi bertekadlah untuk melakukan.
D. Henry Basuki
henrybasuki@gmail.comSukses Itu Meninggalkan Petunjuk
Ya, sukses itu meninggalkan petunjuk, kata Anthony Robbins. Ada pola-pola tertentu, cara-cara tertentu, sistem tertentu yang kalau diikuti akan menghasilkan output yang kurang lebih sama dengan orang lain yang melakukannya. Masuk akal kan?Buku klasik berjudul The Science of Getting Rich karya Wallace D. Wattles menawarkan cara-cara menjadi kaya dengan pendekatan ilmiah dan matematis. Intinya, kita tinggal mengikuti saja cara-cara itu dan hasilnya akan kurang lebih sama. Sayangnya, di sekolah kita tidak diajari ilmu-ilmu ini.
Bahkan diharamkan untuk mencontek kesuksesan orang lain. Padahal, di dunia bisnis, mana ada sih orang yang bisa sukses tanpa mencontek (baca: terinspirasi) dari orang lain?
Anda ingin membentuk tubuh jadi kekar? Carilah Ade Rai.
Anda ingin jadi juara Indonesian Idol? Ikuti Elfa Secioria.
Anda ingin jago memasak? Kenapa tidak berguru kepada Rudi Choirudin?
Anda ingin sukses? Kenapa tidak berguru kepada orang yang sudah sukses?
Ingin belajar properti, ada pakarnya. Ingin belajar bisnis, banyak ahlinya. Jadi, tinggal ikutin aja pola-pola yang telah mereka rintis dan terbukti sukses itu. Simple kan?Secara umum, ada tiga cara mencari petunjuk untuk sukses itu, kata Canfield:
1. Carilah seorang guru, pelatih, pembimbing, manual, buku, atau program audio; atau sumber dari internet untuk membantu anda mencapai salah satu tujuan utama anda.
2. Carilah seseorang yang sudah melakukan apa yang ingin anda lakukan, dan tanyai orang itu apakah anda bisa mewawancaranya selama setengah jam tentang cara terbaik melakukan rencana anda.
3. Minta izin mengikuti seseorang selama satu hari dan melihat cara mereka bekerja. Atau menawarkan diri untuk menjadi sukarelawan, asisten, atau pekerja magang untuk seseorang yang menurut anda bisa mengajari anda.
Sebenarnya yang saya tulis ini sudah "basi" sih. Sudah banyak diulang-ulang. Tapi juga diulang lagi di buku The Success Principles-nya Jack Canfield yang menjadi salah satu buku favoritnya Joe Vitale. Pengulangan adalah induk cara belajar, kata Ghazali (kalau tidak salah).
Maka, tak heran kalau di masyarakat sekitar kita ada Pak Haji yang kaya dari berjualan ikan bakar, maka akan ditiru dan diikuti oleh sanak familinya yang lain. Seorang anak belajar kepada ayahnya, kemenakan belajar kepada pamannya, seorang adik kepada kakaknya, dan seterusnya. Rupanya hal seperti ini adalah "science" atau "ilmiah" menurut Wallace, puluhan tahun lalu. Dan itu juga diamini oleh Anthony Robbins dan Jack Canfield.
Selalu Ada Pagi bagi Suwarti
Tidak ada pagi yang tak cerah bagi Suwarti. Pagi adalah matahari bagi hidupnya. Angin yang basah dan dingin, mendung, kabut bahkan hujan, tak pernah menjadi penghalang baginya menyongsong pagi dan matahari hidupnya. Setiap pagi, tak pernah lewat dari pukul 6:30, ketika banyak ibu rumah tangga masih bersiap-siap memberangkatkan putra-putrinya ke sekolah, ketika orang-orang yang akan ke kantor mungkin masih belum menyiapkan baju kerjanya, Suwarti sudah beredar di jalanan kompleks perumahan kami di Ciputat. Suaranya yang nyaring tetapi dengan nada rendah sudah kami kenal dengan akrab. "Kue….kue…..Kue Pak? Kue Bu?" Suara itu berkumandang diiringi dengan langkah kakinya yang cepat dan suara sandalnya yang kadang seperti terseret.Menggendong kue jualannya, ia berjalan kaki sepanjang perumahan berisi ratusan rumah itu. Suaranya masih terdengar terus bahkan dari kejauhan. Pertama kali saya tertarik pada Suwarti adalah karena wanita ini masih demikian muda, 30 tahun, tetapi ia benar-benar berwajah orang Jawa tempo dulu. Menggendong jualannya dengan busana seperti mbok-mbok jamu, dengan langkah yang gesit, dan, ya, ia selalu hadir dalam ukuran waktu yang tak pernah meleset. Tak urung saya menyetopnya sekali waktu, sepulang ia menjajakan jualannya. Dan, ia dengan kesopanan seorang ibu yang tak mau menaruh curiga kepada siapa pun, melayani pertanyaan-pertanyaan saya.
Suwarti adalah seorang wanita kelahiran Solo. Ibu dari dua orang anak, berumur 10 tahun dan enam tahun, ia bagi saya adalah potret wanita Indonesia yang seharusnya membuat kita selalu bangga jadi orang Indonesia. Tiga tahun terakhir ia jalani hidupnya dengan menjajakan kue di perumahan kami di Vila Dago Tol, dengan berjalan kaki. Dengan mengambil 150 potong kue dari juragannya yang tinggal di belahan lain daerah Ciputat, ia mengantongi keuntungan Rp 25 ribu setiap hari. Dari rumah ia berangkat subuh-subuh, untuk mengejar pagi yang penuh rejeki di perumahan kami itu. Ketika hari sudah menunjukkan jam 10, ia biasanya menuntaskan `perjalanannya' sebagai penjaja kue hari itu. Jam 11, ia sudah tiba di rumah kontrakannya seharga Rp 200 ribu per bulan, untuk kembali sebagai ibu rumah tangga. Suaminya seorang pekerja bangunan yang rajin, tetapi tak selalu ada proyek yang membutuhkan tenaganya. Dengan kombinasi profesi yang demikian, ia dan suaminya bisa menyekolahkan kedua anaknya, satu di kelas empat SD satu lagi di kelas satu. Kedua anak itu dititipkan di kampung mertuanya, Purwodadi. Setiap bulan mereka mengirimkan uang untuk biaya sekolah anak-anaknya itu.
Suwarti dulunya adalah pembantu rumah tangga. Perkawinannya dengan suaminya yang dia kenal di Jakarta ini, membuat ia lama-lama berpikir untuk menyudahi saja pekerjaannya sebagai PRT, yang ia istilahkan `ikut orang.' Setelah pernah mencoba berjualan macam-macam barang, akhirnya ia menemukan juragan kue yang bagi dia memberikan harapan. Dari juragannya itu ia mengambil kue setiap pagi lalu menjualnya dengan harga yang ia tetapkan sendiri. Setiap hari ia menyetor kepada juragannya Rp 50 ribu. Kue yang tersisa dapat ia kembalikan. Dan ini, bagi Suwarti adalah sistem yang benar-benar ia sukai. Makin hari makin besar keuntungan yang ia peroleh. Tiga tahun terakhir ia rasakan sebagai tahun yang penuh pertumbuhan, menyebabkan ia selalu memandang pagi sebagai pagi yang penuh pengharapan.
Tidak menamatkan SD, anak bungsu dari empat bersaudara, pada tahun 1995 Suwarti meninggalkan orang tuanya di kampung halamannya yang hidup sebagai petani kecil. Seperti kebanyakan cerita orang-orang marginal, ia kala itu tak punya pilihan selain menjadi PRT untuk bisa bertahan di Jakarta. Kota ini bagi Suwarti adalah kota yang keras, tetapi kota yang selalu memberikan harapan. Hidup sebagai orang yang termarginalkan tidak dihabiskannya dengan kemarahan dan dendam kepada hidup. Ia, sebagaimana yang dapat saya lihat dari bagaimana ia bekerja, menjalani hari-harinya dengan ketekunan seorang yang menikmati apa yang dapat ia nikmati. Mensyukuri kesehatannya yang menyebabkan ia tampak tak pernah kelelahan di terik Jakarta. Dan, ia tak pernah merasa ada yang perlu ia menangkan karena ia tak pernah menganggap ada yang harus ia taklukkan.
Ketika makin banyak pedagang roti mengendarai motor bahkan mobil, ia tak merasa dagangannya bakal tersingkir. Justru dengan berjalan kaki, ia bisa mengetok pintu demi pintu, bisa berbicara dan berbasa-basi dengan tiap rumah. Ia tidak seperti pedagang roti yang mengendarai mobil, yang sapaannya terkadang terdengar angkuh lewat klakson atau lagu-lagu dari rekaman kaset yang membosankan. "Bu…. Kuenya Bu?" adalah sapaannya yang khas. Lalu dengan cepat ia akan membeberkan dagangannya dari gendongannya. Tahu dan tempe goreng, onde-onde, lepat pisang, lontong, kroket, dadar gulung, kue lapis, bertebaran tinggal pilih. Walau pun ia tahu, tak semua rumah akan sudi menyetopnya dan membeli dagangannya, senyumnya selalu mengembang.
"Tiap orang ada rezekinya Pak. Alhamdulilah, selama tiga tahun ini, saya merasa makin banyak langganan. Makin hari makin baik-baik saja orang-orang kepada saya. Syukur alhamdulillah, tidak ada yang marah-marah. Tidak ada anjing yang mengejar-ngejar saya," kata dia.
Pagi bagi Suwarti adalah harapan. Seburuk apa pun cuaca, seberat apa pun perjalanan yang harus ia tempuh, ia selalu pasti bahwa rezekinya ada pada pagi. Payungnya akan ia kembangkan manakala hujan turun kepagian. Ketika saya menduga bahwa hujan adalah malapetaka baginya karena itu akan menghambat perjalanannya, apalagi ia harus berjalan kaki memutar kompleks kami, ia malah tersenyum.
"Justru kalau turun hujan Pak, orang malas keluar cari sarapan. Kue saya malahan lebih laku kalau turun hujan," katanya. Sebuah jawaban yang bagi saya penuh optimisme dan pengharapan.
Pertanyaan klasik yang sesungguhnya tak perlu lagi dilontarkan manakala berkenalan dengan orang seperti Suwarti adalah untuk apa dan mengapa ia bekerja membanting tulang. Sudah barang tentu orang seperti dia harus membanting tulang. Untuk makan-minum dirinya. Untuk menyambung hidupnya anak beranak. Tetapi toh, saya harus menanyakan itu, untuk mengeksplorasi siapa tahu ada lagi yang membuat dirinya mempunyai energi yang luar biasa. Dan, ternyata memang ada.
Dua anaknya, semuanya diasuh oleh keluarga mertuanya dengan biaya dari suami dan dirinya, adalah energi yang tak pernah habis. Ia selalu membayangkan anak-anaknya itu kelak mendapat pendidikan yang baik. Ia ingin mereka kelak dapat menikmati hidup lebih dari yang dinikmatinya kini. Kemana pun dan sampai setinggi apa pun, ia ingin mendukung anak-anaknya, sepanjang itu berarti menempuh pendidikan yang baik dan lebih tinggi.
"Saya sepenuhnya tergantung mereka. Kalau mereka bersekolah dengan baik, mereka belajar dengan baik, saya akan usahakan. Tidak ada kata berhenti bagi saya, Pak," kata dia. Senyumnya pasti.
Tentulah berat bagi Suwarti menggali energi itu. Anak-anak itu tinggal di tempat yang jauh, yang mungkin hanya bisa ia temui sekali dalam setahun manakala lebaran tiba. Tetapi semakin ia pikirkan itu, semakin besar ia rasakan tenaga yang bisa ia gunakan. Ia bayar kerinduannya kepada anak-anaknya itu dengan bekerja lebih antusias. Menyapa anak-anak di kompleks kami seperti ia menyapa anaknya sendiri. Menjajakan kue kepada orang-orang dengan keyakinan kue-kue itu akan jadi sumber energi juga bagi orang-orang yang bekerja untuk anak-anak mereka.
Tidak kecewa dengan harga-harga yang mulai naik, dan BBM yang membubung?, tanya saya sedikit menggoda pemikirannya untuk berpikir menyalahkan keadaan. Tetapi Suwarti rupanya tak tertarik membicarakan apa yang ia rasa bukan urusannya. "Saya tidak mau memikirkan yang membuat pusing kepala saya Pak," kata dia. Menurut dia, sepanjang ia masih bisa menabung, dan sepanjang uang yang harus ditabungnya setiap bulan tak berkurang, ia tak mau berpikir susah-susah. Walau pun untuk itu ia mungkin harus mencukupkan uang sisa setelah tabungan itu untuk makan ala kadarnya bersama suaminya. Dan, berarti juga, ia tak boleh sakit. Kalau pun sakit, ia harus berpura-pura tidak sakit.
Lebaran ini Suwarti tidak mudik. Menurut dia, beberapa bulan lalu suaminya telah mudik karena mertuanya laki-laki berpulang. Itu artinya sang suami telah mudik yang berarti pula kemewahan untuk mudik tahun ini telah terpakai, walau pun bukan pada waktunya. Kerinduannya kepada anak-anaknya, mungkin harus ia bayar pada lebaran tahun depan, atau di suatu masa di bulan-bulan depan, manakala ada rezeki yang berlebih.
Ketika saya mengatakan terimakasih banyak, sudah mau saya ajak berbincang-bincang, ia tersenyum dan juga mengucapkan terimakasih. Ketika saya silakan, teh manis yang disuguhkan istri saya ia habiskan sekali teguk, pertanda ia mungkin sudah kehausan sejak tadi. Saya menyalahkan diri sendiri, betapa egoisnya saya tak mempersilakannya minum dari tadi, dan lebih medahulukan kepentingan saya menanyai dia. Ia kemudian merapikan keranjang kuenya dan menggendongnya kembali. Hari masih jam 10 lewat sedikit, ketika ia akan pulang ke rumahnya, lebih kurang lima kilometer dari tempat kami. "Mari Pak," katanya mengangguk. Senyumnya itu, akan selalu membuat saya bangga sebagai orang Indonesia.***
Sumber: Selalu Ada Pagi bagi Suwarti oleh Eben Ezer Siadari, wartawan, pemimpin redaksi majalah WartaBisnis dan BisnisKita, tinggal di Jakarta |
-
Berani Berbahasa
@ 2007-09-12 – 10:17:35

Inem ingin memutuskan hubungan dengan pacarnya lalu mengirimkan surat
dalam bahasa Inggeris yang berbunyi:

Hi..my motive write dis leter to you to gif know you someting. i wan to
cut
connection us. I saw you play wood tree in front my eyes. So i break
connection to pull my body away from dis luv. i have think very
cook-cook.I know I clap one hand only. i dont trust you again. You are really
crocodile land. i dont want you to play - play with my ! liver. I have
been
crying until no more eye water.I dont want banana to fruit two
times..safe walk..The moral of the story is.......jadilah orang yang berani mencoba walau
pun orang akan mentertawakan kita karena dibalik tertawa orang lain , lebih
banyak lagi orang yang akan mengikuti apa yang kita lakukan...posted by Dodi - Ryan @ 10:06:00 AM 0 comments
Thursday, May 10, 2007
Semangat Kerja
Pagi ini Murti sedang asyik bermain game di komputernya, di kantor.
Dari tadi gagal melulu, sekarang sudah hampir menang. Tanpa disangka, ada orang yang berdiri di belakangnya dan memandangi game tersebut.
Murti tetap konsentrasi penuh. Paling-paling Yudi yang berdiri di belakangnya, pikirnya. Beberapa menit kemudian, akhirnya Murti menang. Aduh senangnya. Sampai-sampai dia berteriak:"Yes!!!", sambil mengepalkan tangan kanannya.Orang yang berdiri di belakangnya tertawa lalu berkata: "Kalau semangat kerjamu seperti ini, wah perusahaan akan sangat maju". Murti tertegun. "Celaka," pikirnya. Itu bukan suara Yudi, tapi suara Pak Yanto, sang direktur utama. "Mati aku". Murti segera mengambil napas dan menengok ke arah Pak Yanto sambil tertawa malu. Betul-betul malu.
Pak Yanto tersenyum dan berkata:"Betul. Kalau semangat kerjamu sama seperti semangatmu bermain game. Wah! Hebat sekali. Keinginanmu untuk menang sangat tinggi. Tidak mudah menyerah. Berkali-kali gagal, kau coba lagi dan coba lagi. Cobalah mempraktekkannya dalam pekerjaan.
Dalam segala hal. Okay?" Sambil berjalan pergi, beliau masih sempat berkata:"Tapi jangan main game melulu." Aduh! Tambah malu lagi. Murti hanya bisa tersenyum nyengir.Cepat-cepat dia mematikan game komputernya dan kembali menghadapi pekerjaannya yang tadi sedang dikerjakan sebelum main game. Tadi dia sedang membuat laporan mingguan. Sebagai supervisor bagian penjualan, dia harus membuat laporan perkembangan kinerja tim yang dipimpinnya.
Dipandanginya layar komputer yang berisi laporan yang sedang dibuatnya. Aduh, malasnya. Setiap minggu itu-itu saja. Kalimatnya juga mirip begitu-begitu lagi. Paling-paling hanya angka penjualan saja yang berubah. Lagipula laporan dari dua anak buahnya belum masuk. Dari kemarin sudah diminta tapi belum juga diserahkan. Murti kesal. Tidak setiap minggu ada hal baru yang perlu dilaporkan.
Tak bersemangat
Sambil termenung-menung di depan komputer, Murti mengakui bahwa perkataan Pak Yanto tadi memang benar. Tadi Murti bisa bermain dengan sepenuh hatinya. Semangatnya menggebu. Dia ingin menang. Pokoknya harus menang. Tapi begitu menghadapi pekerjaan membuat laporan, wah seluruh semangatnya hilang. Jadi malas. Murti jadi heran sendiri.
Mengapa dia bisa bersikap seperti itu? Kalau sikapnya sebagai penyelia seperti itu, bagaimana dia bisa memberi teladan kepada anak buahnya?Murti mencari apa penyebab semangatnya menurun. Mungkin karena pekerjaan tersebut tidak menyenangkan. Game lebih menyenangkan. Tapi membuat laporan terasa membosankan dan seperti formalitas saja.
Padahal, dia tahu bahwa laporan itu penting bagi atasan. Bukan sekadar formalitas. Murti sadar dia tidak mungkin bersikap seperti ini terus menerus. Dia ingin mengubah keadaan. Membuat laporan yang selama ini menjadi beban, harus diubah. Kalau tidak, bisa repot sendiri.Murti merasa lega karena Pak Yanto tidak memarahinya. Memang dia ditegur, tapi tidak dengan marah. Beliau memang bijaksana. Satu hal yang dipelajarinya dari Pak Yanto adalah, beliau selalu mengerjakan segala sesuatu dengan senang dan penuh semangat. Jadi, siapapun yang berada dekat beliau, selalu merasa bersemangat. Beliau bisa menularkan semangat kerjanya. Murti ingin seperti beliau. Murti ingin lebih bersemangat. Kalau semangat kerjanya sama dengan semangatnya bermain game, wah, asyik juga. Dia sudah bisa seperti Pak Yanto dong.
Murti segera mengambil keputusan. Dia langsung menghapus semua game yang ada di komputernya. Tidak ada game lagi. Sama sekali. Kemudian dia mencoba mencari hal yang dapat membuatnya menyukai pekerjaan lain seperti membuat laporan, mencatat penjualan, mencatat setiap perkembangan pelanggan, dan sebagainya.
Murti baru sadar, catatan data pelanggan sudah dua bulan tidak diperbarui. Jadinya pekerjaannya menumpuk. Akibatnya, dia semakin malas. Akhirnya jadilah lingkaran setan yang membuatnya selalu menunda pekerjaan yang tidak menyenangkan itu.
Hari ini Murti berniat meluangkan waktu untuk memperbarui semua data pelanggan. Memang cukup banyak sih. Habis, sudah dua bulan. Tapi kalau tidak dilakukan sekarang, kapan lagi. Semakin ditunda, semakin menumpuk. Semakin menumpuk, semakin membuatnya malas. Semakin malas, semakin ingin menunda. Lingkaran setan ini harus dipatahkan.
Sampai sore, ternyata belum selesai juga. Tapi Murti menemukan kesenangan baru. Dia jadi asyik bekerja. Dengan tidak adanya game di komputernya, dia tidak tergoda untuk main game lagi. Seluruh waktu kerjanya bisa dimanfaatkan secara lebih efisien. Ternyata enak juga.
Malah lebih enak rasanya. Besok tinggal membereskan sisa datanya lalu mulai memperbaiki hal-hal lainnya yang selama ini diabaikan. Do your job! Never run away! Never delay!Sumber: Potensi Diri - Semangat Kerja oleh Lisa Nuryanti, Director Expands Consulting & Training Specialist
-
Toisutta Jadi Pangkostrad
@ 2007-09-12 – 09:23:37
Toisutta Jadi Pangkostrad
JAKARTA, (PR).-
Mayjen TNI George Toisutta dipromosikan menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis TNI AD (Pangkostrad) menggantikan Letjen TNI Erwin Sujono.Sedangkan Erwin yang juga kakak ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menempati posisi baru sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI.
Sementara itu, Mayjen TNI Suroyo Gino yang sebelumnya menjabat Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) akan menjadi Pangdam III/Siliwangi menggantikan Mayjen TNI George Toisutta. Pergantian tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, Nomor Kep/172/IX/2007 tanggal 4 September 2007.
Menurut Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen, di Jakarta, Kamis (6/9), mutasi di tubuh TNI kali ini menyangkut 129 perwira tinggi, terdiri atas 76 perwira tinggi TNI AD, 20 perwira tinggi TNI AL dan 33 perwira TNI AU.
"Selain itu, 32 orang memasuki pensiun. Di antaranya, Kasum TNI Letjen Endang Suwarya, Wakil KSAD Letjen TNI Herry Tjahjana, Wakil KSAL Laksdya TNI Waldi Murad, Asintel Kasum TNI Mayjen TNI Eddy Budianto," katanya.
Mayjen TNI George Toisutta akan segera mendapatkan tambahan bintang menjadi bintang tiga atau letnan jenderal. George Toisutta merupakan salah seorang dari 46 perwira tinggi yang mendapat promosi.
Selain George, yang mendapat promosi adalah Mayjen TNI Bambang Darmono (Asops Kasum TNI menjadi Dankodiklatad) , Marsda TNI Subandrio (Aslog KSAU) menjadi Wakil KSAU, Brigjen TNI Soenarko (Kasdiv-1 Kostrad) menjadi Danjen Kopassus. Brigjen TNI Suwarno (Danpussenkav Kodiklatad) menjadi Danpaspampres, Brigjen TNI Haryadi Soetanto (Kasdam IV/Diponegoro) menjadi Pangdam XVII/Trikora, Brigjen TNI Darpito P. (Kasdam Jaya) menjadi Danpusterad.
Selain itu, Brigjen TNI Hatta Syafrudin (Waaster KSAD) menjadi Pangdivif-1 Kostrad, Brigjen TNI Azmyn Yusri Nasution (Kadisjasad) menjadi Pangdivif-2 Kostrad, Marsma TNI Yushan Sayuti (Danlanud Abdul Rahman Saleh) menjadi Pangkoopsau II.
Selanjutnya, Kolonel Kav. Suharsono (Paban III/Binorg Sopsad) menjadi Danpussenkav Kodiklatad, Kolonel Inf. Wisnu Bawatenaya (Inspektur Kostrad) menjadi Wadanjen Kopassus. Kolonel Pnb. Sru A. Andreas (Pamen Sahli KSAU Bid. SDA
menjadi Dan Pomau, Kolonel CBA Yunif Effendi (Irlog Itjenad) menjadi Kadisbintalad, Kolonel Arm. Hadi Lukmono (Paban I/Ren Spersad) menjadi Kadispsiad, Kolonel Laut (S) Iskandar Sitompul dari Sekdispotmar menjadi Kadispenal.Sedangkan 51 perwira yang mengalami mutasi antarjabatan dengan pangkat sama, selain Letjen TNI Erwin Sujono dari Pangkostrad menjadi Kasum TNI, juga Letjen TNI Cornel Simbolon, dari (Dankodiklatad) menjadi Wakil KSAD.
Kemudian, Laksdya TNI Yosaphat Didik Herupurnomo (Irjen TNI) menjadi Wakil KSAL, Marsdya TNI M. Basri Sidehabi (Dansesko TNI) menjadi Irjen TNI, Marsdya TNI Wresniwiro (Wakil KSAU) menjadi Pati Mabes TNI AU dan Mayjen TNI Suroyo Gino (Danpaspampres) menjadi Pangdam III/Siliwangi.
Sementara itu, Mayjen TNI Zamroni (Pangdam XVII/Trikora) menjadi Asops Kasum TNI, Mayjen TNI Hotmangaradja Pandjaitan (Danpusterad) menjadi Aster KSAD, Mayjen TNI Bambang Suranto (Kaskostrad) menjadi Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI M. Noer Muis ( Pangdivif-1 Kostrad) menjadi Kaskostrad.
Kemudian, Mayjen TNI Djoko S. Utomo (Pangdivif-2 Kostrad) menjadi Pangdam VII/Wirabuana, Mayjen TNI Heryadi (Pa Sahli Tk. III Bid. Hubint Panglima TNI) menjadi Asintel Kasum TNI. Laksda TNI Ir. Yoedoko (Aslog KSAL) menjadi Aspers KSAL, Laksda TNI Adi Prabawa (Asops KSAL) menjadi Pangarmatim, Laksda TNI Moekhlas Sidik (Pangarmatim) menjadi Asops KSAL, Brigjen TNI Pramono Edhie Wibowo (Wadanjen Kopassus) menjadi Kasdam IV/Diponegoro.
Sementara itu, Brigjen TNI Dahler Sjaiful Hasibuan (Wagub Akmil) menjadi Kasdam III/Siliwangi, Brigjen TNI Agung Revulton (Kapusdalops TNI) menjadi Waasops KSAD, Marsma TNI Djubaedi (Pangkosekhanudnas IV) menjadi Kadissurpotrudau dan Marsma TNI Ignatius Basuki dari Danlanud Atang Sanjaya menjadi Pangkosekhanudnas IV. (A-83)***
Orang Dekat SBY Ditaruh Di BUMN
Refleksi: Kata sang Iblis bin Seytan: "yang dekat dengan aku akan selalu naik pangkat penuh rejeki".
http://www.poskota. co.id/news_ baca.asp? id=38082&ik=6
Orang Dekat SBY Ditaruh Di BUMN
Kamis 6 September 2007, Jam: 20:38:00
JAKARTA (Pos Kota) – Anggota DPR mengaku tidak tahu pertimbangan apa, ada mantan pejabat atau orang dekat presiden diangkat sebagai komisaris di BUMN.“Kalau menurut saya biasa saja, tidak ada masalah dan tidak perlu dipersoalkan, itu kan sifatnya hanya hadiah saja dari SBY kepada mereka,” kata anggota Komisi VI DPR Safrin Romas.
Hal sama dikemukakan anggota DPR dari Komisi XI Uray Faisal Hamid. “Setahu saya di perusahaan umumnya ada komisaris, komisaris utama dan komisaris independen. Sejauh ini saya tidak tahu posisi yang dipertanyakan itu ada di mana,” kata anggota DPR dari FPPP ini.
Menurutnya, masuknya para pejabat atau mantan pejabat di jajaran komisaris sebuah perusahaan khususnya BUMN atau milik pemerintah sudah biasa.
Mereka masuk sebagai komisaris independen. Komisaris independen ini tidak harus mempunyai keahlian tertentu. Berbeda bila komisaris utama biasanya dari para pensiunan yang punya keahlian di bidang perusahaan itu.
DINO & SAEFULLAH
Mengenai masuknya mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Saefullah Yusuf sebagai komisaris BRI dan Dino Pati Djalal sebagai komisaris Danareksa, dia mengaku belum tahu alasannya secara rinci