DAVINA
Megatransfer 9,4 Triliun

Meningkatnya pendapatan klub-klub Premier League dari hak siar menjadi total 300 juta pound musim ini membuat tren pembelian pemain meningkat. Pada jendela transfer pertama yang baru berakhir, tercatat nilai keseluruhan ongkos transfer pemain mencapai 500 juta pound alias 9,4 triliun rupiah!

Nilai megatransfer tersebut adalah rekor baru yang meningkat 60% dari jumlah belanja pemain musim lalu. Daya tarik global Liga Premier terhadap para pemain bintang asing juga semakin menguat lantaran dari jumlah tersebut sekitar 50% mengalir pada klub dari luar Inggris.

Namun, menurut analisis firma konsultan keuangan olahraga Deloitte, klub-klub lower league juga memperoleh keuntungan dari kenaikan nilai transfer musim ini. Sekurangnya 110 juta pound tercurah ke klub-klub Football League, yang pemainnya hijrah lantaran dibeli klub divisi utama.

Musim lalu lower league hanya beroleh total 40 juta pound dari proses belanja pemain tersebut. Manchester United dicatat Deloitte sebagai klub yang paling royal dengan membelanjakan 51 juta pound, diikuti Liverpool (50), dan Tottenham (40).

Secara umum fenomena ini dinilai bakal turut menggembungkan nilai rata-rata gaji pemain di Premier League. “Kami memprediksi nilai gaji pemain akan banyak meningkat, tapi hanya sedikit yang bakal mencapai kenaikan hingga 80%,” kata Paul Rawnsley, Direktur Deloitte, pada Guardian. (Darojatun)

Supreme Court rejects final Amrozi appeal

The Jakarta Post, Jakarta

The Supreme Court announced here Friday it has rejected a case review appeal from Amrozi bin Nurhasyim, a convicted bomber in the 2002 terrorist attacks on Kuta, Bali.

Separately, Vice President Jusuf Kalla was quoted by AP as saying the ruling "abides by the law" and it was up to the attorney general to decide when to carry out the death penalty.

The 2002 bombings are considered one of the most high-profile cases in the country's judicial history. 202 people, mostly foreigners, were killed in the blasts.

The Supreme Court's verdict was issued by a team of judges led by Iskandar Kamil. The team also included panel members Bahauddin Qoudry and Djoko Sarwoko.

The verdict, issued on Aug. 30, upheld the death sentence issued by the Denpasar District Court against Amrozi in August 2003. The sentence was upheld by the Bali High Court in late 2003 and then by the Supreme Court in January 2004.

Justice Djoko Sarwoko, who is also spokesman for the Supreme Court, said the court had decided to reject Amrozi's request for a review of the court's January 2004 verdict on the grounds that Amrozi had failed to provide any new evidence.

In his statement, Amrozi quoted a ruling by the Constitutional Court establishing that the 2003 law on antiterrorism could not be applied retroactively. Amrozi argued that he could not be convicted under the 2003 law since the Bali bombing occurred in the previous year.

"However, the Constitutional Court's verdict does not automatically negate the verdicts of the Denpasar District Court and the Bali High Court, both of which sentenced him to death," Djoko said as quoted by Antara news wire.

"The Court's panel of justices decided that the Constitutional Court's ruling was not new evidence in the case. It also concluded that there had been no mistakes (committed by the Denpasar Court and the Bali High Court) in issuing the death sentence," he added.

Djoko said the Supreme Court was aware the 2003 antiterrorism law was not without its flaws, including articles in contradiction to other legislation.

Djoko added that the court believed the verdicts of the District Court, the Bali High Court and the Supreme Court met all the stipulations of the Criminal Code Procedures.

The other two men currently serving sentences for the Bali bombing -- Imam Samudra and Amrozi's brother Ali Gufron -- have also filed for a case reviews with the Supreme Court.

The Supreme Court has yet to issue its ruling on the two convicts' plea.

Amrozi, Imam Samudra, and Ali Ghufron are currently serving their jail terms at Batu Prison in Nusakambangan, Central Java.

The 2002 Bali bombings were blamed on the Al-Qaeda-linked Jamaah Islamiyah terror network. None of the three condemned convicts has expressed remorse over the attacks.

Saat Ikut Opspek
435 Mahasiswa IAIN Ambon Keracunan

Oleh
Izaac Tulalessy

Ambon - Sebanyak 435 mahasiswa baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) angkatan 2007 keracunan makanan yang dikonsumsi saat mengikuti Orientasi Program Studi dan Pengenalan Kampus (Opspek), Jumat (7/9).

Satria (18), salah satu mahasiswa baru yang juga mengalami keracunan, kepada wartawan di Rumah Sakit (RS) Alfatah mengatakan, makanan yang dikonsumsi oleh mereka saat makan siang sekitar pukul 14.00 WIT berupa nasi bungkus dengan lauk berupa ikan, mi goreng dan sayur lodeh.
“Sesaat setelah makan kami tidak merasa apa-apa, nanti waktu mau apel sekitar pukul 18.00 WIT baru tiba-tiba satu per satu jatuh dan muntah-muntah,” ujarnya.

Senada dengan rekannya Satria, Nurbaya yang juga keracunan kepada wartawan mengaku, saat dirinya makan makanan tersebut sudah bau dan nasinya terasa basi namun dirinya tidak berani berhenti untuk makan sebab dipaksakan oleh pihak panitia.

Nurbaya menduga makanan yang dipesan panitia pelaksana Opspek sudah dimasak dari malam sehingga sudah terasa basi. “Sebenarnya setelah selesai makan siang itu perut saya sudah terasa mual, namun karena takut dimarahi jika muntah maka saya menahan rasa mual tersebut. Makanan tersebut tidak tahu asalnya dari mana sebab kita hanya peserta Opspek yang hanya tahu makan saja, soal makan dari mana kita tidak tahu,” jelas Nurbaya.

Akibat banyaknya mahasiswa baru yang keracunan, pihak kampus segera mengevakuasi para korban ke RS Alfatah, RSUD dr M Haulussy, RS Al Mukadam, RS dr Latumeter, Klinik Al Aksa Kebun Cengkeh, RS Bhayangkara Tantui dan RS Sumber Hidup.

Saat ini pihak Satuan Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease telah mengamankan sampel makanan yang dikonsumsi para mahasiswa yang keracunan guna selanjutnya diteliti di Balai Pengawasan Obat dan Makanan.

Sebenarnya jumlah mahasiswa baru IAIN Ambon angkatan 2007 sebanyak 800 orang, namun yang mengikuti Opspek pada Jumat (7/9) hanya berjumlah 659 orang, sedangkan yang mengalami keracunan sebanyak 435 orang.

Dimasak Panitia
Makanan yang dikonsumsi mahasiswa baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) angkatan 2007 yang keracunan saat mengikuti Opspek ternyata dimasak oleh panitia pelaksana sendiri. “Makanan yang dimakan para mahasiswa yang keracunan tersebut tidak dipesan, namun dimasak sendiri oleh panitia dalam hal ini seksi konsumsi,” ungkap Abdul Rivai Tehuwayo, salah satu panitia Opspek IAIN Ambon kepada wartawan di Ambon, Jumat.

Menyangkut adanya pemaksaan dari panitia kepada para mahasiswa baru agar harus mencicipi makanan tersebut, Tehuwayo mengatakan, pemaksaan tersebut merupakan satu hal yang biasa dalam suasana Opspek. “Soal ditekan saat makan itu biasa saat Opspek, sedangkan makanan ini dimasak sendiri oleh bagian konsumsi panitia,” ujarnya.
Senada dengan Tehuwayo, salah satu panitia lainnya, Husein Lessy me-ngungkapkan, yang mengalami keracunan ini bukan saja mahasiswa baru peserta Opspek, tetapi juga dari panitia. “Sebagian besar korban itu muntah, namun ada juga yang tidak muntah tetapi seluruh badan mereka lemah seperti orang yang tak bertulang,” ungkapnya.

Gerrard: McClaren Bakal Pusing

Wembley - Gelandang Inggris Steven Gerrard memperkirakan bahwa pelatih Steve McClaren bakal pusing menjelang laga melawan Rusia.

Gerrard bukan hendak mengatakan tim Inggris sedang bermasalah. Justru pemain Liverpool itu menilai seluruh anggota The Three Lions sangat siap, termasuk para pemain yang dipanggil karena pilihan reguler berhalangan.

Saat menekuk Israel 3-0 di Wembley akhir pekan lalu, pemain yang "baru" dipanggil seperti Emile Heskey dan Gareth Barry tampil menawan.

"Saya pikir Steve akan pusing menentukan susunan tim. Tetapi ini adalah masalah yang memang bagus untuk dialami," ujar Gerrard seperti dilansir Sky, Selasa (11/9/2007).

"Gareth Barry bermain sangat bagus. Kerjasama kami sangat efektif, mengingat kami hanya dua kali berlatih bersama sebelum pertandingan. Saya juga terkejut dengan penampilan Heskey. Dia adalah orang yang anda inginkan ada di tim," tambahnya.

Selain dua nama di atas, Gerrard menilai seluruh pemain pilihan McClaren di pertandingan akhir pekan lalu tampil luar biasa. Kalaupun harus diganti karena alasan tertentu, tidak ada kekhawatiran terhadap pemain pengganti karena cukup berkualitas.

"Michael Carrick, yang di Manchester United merupakan pemain tengah utama, masih belum pernah dimainkan di timnas. Apakah ini merupakan awal dari kekuatan baru Inggris? Sebagai pemain anda pasti ingin demikian," tandasnya. (lom/lom)

Rooney Sudah di Bench Pekan Ini

Manchester - Diprediksi baru akan pulih dalam dua bulan, cedera Wayne Rooney kini jauh membaik. Striker andalan Manchester United itu akan duduk di bench saat bertandang ke Everton.

Rooney mengalami cedera retak tulang kaki kiri di pekan pertama Liga Inggris saat MU menghadapi Reading di Old Trafford (11/8/2007). Akibat cedera tersebut dia diprediksi minimal butuh dua bulan untuk memulihkan kondisinya seperti semula.

Namun memasuki pekan kelima pasca cedera, kemajuan pesat sudat didapat striker kelahiran Liverpool itu. Diberitakan Guardian, Selasa (11/9/2007), kondisinya kini jauh lebih baik bahkan sudah akan berada di daftar pemain cadangan Sir Alex Ferguson saat bertandang Everton akhir pekan ini.

Namun demi menghindari risiko pemainnya kembali mendapat cedera, Fergie diyakini belum akan memaninkan Rooney dalam laga tersebut. Comeback Rooney diprediksi baru akan terjadi di Old Trafford sepekan setelahnya saat menjalani big match menjamu Chelsea.

"Wayne dalam kondisi fit, masih sangat muda, dan tak sabar untuk kembali bermain. Tapi pemain harus mampu untuk menahan diri demi menghindari cedera yang lebih parah. Jika anda kembali terlalu cepat akan ada risiko pada tulangnya dan itu sebuah langkah mundur," ungkap Profesor Chris Moran yang menangani cedera metatarsal Ronney sebelum Piala Dunia lalu seperti diberitakan Dailymail. (din/lom)