Search blog.co.uk

Posts archive for: 26 September, 2007
  • Neraca Untung Rugi Kasus Korupsi Soeharto

    cantiky6
    Neraca Untung Rugi Kasus Korupsi Soeharto

    George Junus Aditjondro

    Pernahkah terbayang oleh Soeharto, bahwa dunia -dan tidak hanya masyarakat Indonesia- tidak akan henti-hentinya menuntut pertanggungjawabann ya atas korupsinya yang memecahkan rekor semua diktator yang pernah memerintah sebuah negara di dunia? Saya kira tidak.

    Baru saja dimenangkan oleh Mahkamah Agung (MA) dalam menghadapi Time, kini ada lawan yang lebih tangguh yang harus dihadapi oleh mantan jenderal berbintang lima itu, yakni PBB dan Bank Dunia melalui StAR (Stolen Asset Recovery) Initiative, atau Prakarsa Penemuan Kembali Kekayaan Curian. Prakarsa itu sepenuhnya disokong Ban Ki-moon, Sekjen PBB yang baru, serta didukung oleh UNODC (UN Office for Drug and Crime) dan Bank Dunia. Senin, 17 September lalu, Sekjen PBB telah "menobatkan" Soeharto sebagai mantan kepala negara atau kepala pemerintahan yang paling banyak mencuri kekayaan rakyatnya.

    Berapa yang dicurinya dari rakyat Indonesia selama berkuasa selama 32 tahun? Antara 15 sampai 35 miliar dolar AS. Jumlah minimalnya, mirip sekali taksiran majalah Time, edisi Asia, 24 Mei 1999, yang digugat oleh Soeharto itu, yakni 15 miliar dolar AS. Sedang jumlah tertinggi, tampaknya mengakomodasi taksiran bahwa kekayaan Soeharto tidak hanya terkait dengan kekayaan keenam orang anaknya, seperti patokan majalah Time, tapi juga dengan kekayaan keluarga-keluarga besannya, keluarga adik-adik Soeharto sendiri, serta keluarga saudara-saudara kandung Tien Soeharto.

    Korea Selatan

    Sedikitnya ada dua hal yang menarik dari prakarsa ini. Pertama, prakarsa ini muncul di saat Sekjen PBB dipegang oleh Ban Ki-moon, diplomat dari Korea Selatan. Hal ini sangat signifikan, sebab Korea Selatan adalah satu-satunya negara Asia di mana dua orang mantan presiden yang juga mantan jenderal, Roh Dae-woo dan Chun Do-hwan, pernah diseret ke pengadilan, dan dijatuhi hukuman yang sangat berat karena korupsi yang mereka lakukan sewaktu ber- kuasa. Bentuk korupsinya, antara lain adalah memberikan kemudahan-kemudahan bagi chaebol (konglomerat) dari daerah asal kedua presiden itu.

    Memang, pada akhirnya kedua mantan jenderal itu mendapat keringanan hukuman dari Kim Young-sam, presiden sipil pertama di Korea Selatan setelah serangkaian presiden militer. Sayangnya, Kim Young-sam kemudian mengalami nasib buruk, termakan oleh usaha penegakan hukum antikorupsi yang dipeloporinya sendiri. Ia digulingkan dari takhta kepresidenan, setelah terbukti anak kandungnya sendiri menggunakan kedekatannya dengan sang presiden untuk memberikan kemudahan kepada salah satu chaebol yang lebih kecil, yakni Hanbo Steel.

    Korea Selatan, juga berkepentingan untuk mendorong pengusutan korupsi di Indonesia. Sebab dalam rangka persaingan di antara para produser mobil di sana, Indonesia juga "kecipratan" sogokan dari sana, berwujud kongsi antara Kia Mobil dan Tommy Soeharto, yang didukung oleh ayahnya. Hal itu menimbulkan kecemburuan Bambang Trihatmodjo, yang juga ingin mendapat fasilitas kredit untuk "mobil nasional", berkongsi dengan Hyundai, raksasa mobil Korea yang lain.

    Dari sudut korupsi tingkat tinggi, yang penting adalah bagaimana persaingan di antara tiga raksasa mobil Korea, yakni Kia, Hyundai, dan Daewoo, dimanifestasikan dengan masing-masing perusahaan mobil itu berusaha menggandeng seorang anak atau cucu Soeharto.

    Kia dengan Tommy, Hyundai dengan Bambang, sedangkan Daewoo dengan Ari Sigit. Tapi hanya anak kesayangan Soeharto, Tommy Soeharto, mendapatkan fasilitas kredit khusus dari bank-bank pemerintah dan swasta untuk mendirikan PT Timor Putra Nasional, produsen mobil Timor. Fasilitas itu menjadi "sasaran tembak" WTO, karena bertentangan dengan kaidah-kaidah perdagangan bebas.

    Peranan Deplu

    Kembali ke StAR Initiative, hal kedua yang menarik dari acara di Markas Besar PBB, Senin lalu, adalah bahwa prakarsa PBB itu memberikan posisi "ujung tombak" kepada Deplu, khususnya Direktur Perjanjian Internasional Deplu RI, Arif Havas Oegroseno. Ini menarik, sebab di awal proses reformasi pasca-Soeharto, Deplu di bawah Menlu Ali Alatas juga gigih melaksanakan inventarisasi penyebaran aset-aset keluarga dan kroni Soeharto di mancanegara.

    Hal ini saya temukan waktu berada di London, bulan September 1999, dalam perjalanan empat bulan untuk mendokumentasi penyebaran aset-aset keluarga dan kroni Soeharto, dalam rangka sabbatical leave (cuti untuk kepentingan penelitian) dari Universitas Newcastle, tempat saya mengajar waktu itu di Australia.

    Waktu itu saya berkenalan dengan staf KBRI di London yang sedang melakukan hal yang sama: meneliti penyebaran harta jarahan kerabat dan sahabat Soeharto. "Ini perintah langsung dari Menlu," kata diplomat itu. Diplomat itu membantu saya menemukan lapangan golf mewah milik Tommy Soeharto di Ascott, London, bungalo mewah Bambang Tri di Brighton, di tepi laut sebelah selatan kota London, serta hobi belanja Tutut di London dan Jenewa, bersama Paula Alexander.

    Ternyata lapangan golf mewah dengan 18 lubang yang dikelilingi bungalo-bungalo mewah memang milik Tommy Soeharto, tapi disembunyikan lewat empat lapis perusahaan, serta nama dua orang proxy Tommy, yang waktu itu menduduki posisi Direktur Utama dan Direktur Pemasaran PT Timor Putra Na- sional.

    Tahun berikut, ketika Gus Dur terpilih menggantikan Habibie, dan Marzuki Darusman diangkat menjadi Jaksa Agung, informasi itu, lengkap dengan fotokopi dokumen-dokumen pemilikan lapangan golf di Ascott saya berikan kepada Jaksa Agung. Tapi tampaknya, data itu tidak ditindaklanjuti.

    Singkat ceritera, untuk kesekian kalinya, kita akan lihat apakah rezim SBY-JK tidak hanya akan menutup-nutupi akumulasi kekayaan kerabat dan sahabat Soeharto, seperti rezim-rezim pasca-Soeharto sebelumnya. Ataukah Deplu betul akan menjadi ujung tombak usaha repatriasi harta jarahan oligarki Soeharto, dengan dukungan Sekjen PBB, Ban Ki-moon?

    Semoga itulah yang akan terjadi, mengingat pengembalian harta jarahan itu sangat diperlukan oleh rakyat miskin di Indonesia. Khususnya mereka yang dimiskinkan akibat pemerkosaan hak-hak asasi mereka oleh rezim Soeharto dan rezim-rezim penerusnya. Amin.

    Penulis mengamati korupsi Soeharto beserta keluarga dan kroninya sejak 1994.Bukunya, Korupsi Kepresidenan: Reproduksi Oligarki Berkaki Tiga: Istana,Tangsi, dan Partai Penguasa, ditebitkan oleh LKiS, Mei tahun lalu. Iadapat dihubungi di: georgejunus

    ditjondro@gmail. com

    'We Love You Jose Mourinho'

    Manchester - Roman Abramovich berhak melakukan perubahan di klubnya termasuk memutuskan siapa yang melatih Chelsea, meskipun hati fans Chelsea sudah terlanjur kepincut Jose Mourinho.

    Cuma butuh satu musim buat Mourinho untuk menghapus 50 tahun kerinduan Chelsea akan gelar Premiership. Hebatnya di tahun pertamanya itu dia total menyumbang dua gelar, di susul empat tropi lainnya sebelum akhirnya putus hubungan midweek lalu.

    Sebuah raihan fenomenal, yang bahkan tak mampu diraih Sir Alex Ferguson di tiga tahun pertamanya menukangi Manchester United dan Arsene Wenger bersama Arsenal-nya.

    Dipecat, mengundurkan diri, atau apapun alasan di belakang hengkangnya Mourinho dari Stamford Bridge, pendukung Chelsea sudah dipaksa jatuh hati pada pelatih asal Portugal itu. Memang gelontoran uang Abramovich punya peran dalam sukses tersebut, tapi dengan tangan dingin (dan mulut tajam) Mourinho The Blues berhasil dibawa ke level teratas.

    Sukses tersebut jelas meninggalkan kesan mendalam di hati fans Chelsea. Kesan dan perasaan cinta yang coba mereka tunjukkan saat Chelsea untuk kali pertama dalam tiga tahun terakhir berlaga tanpa di dampingi Mourinho di kursi pelatih.

    "We Love You Jose", tulis fans Chelsea di selembar bendera Inggris di tribun penonton Old Trafford saat The Blues ditaklukkan MU 0-2, Minggu (23/9/2007).

    Sementara di bagian tribun lain sebuah spanduk panjang berwarna putih dengan teks biru bertuliskan "Jose Mourinho Simply The Best" seakan menyindir debut Avram Grant yang berakhir kecut. Ada juga poster ucapan "Thank You Jose" yang seakan jadi salam perpisahan buat the special one.

    Tak cuma spanduk dan poster, pendukung Chelsea juga masih meneriakkan nama Jose Mourinho dalam pertandingan tersebut.

    Suka atau tidak, Mourinho sudah menancapkan kharismanya di Stamford Bridge dan masih akan dirindukan oleh fans Chelsea untuk beberapa waktu mendatang. (din/krs)

    Kesamaan Grant dan Mourinho

    Manchester - Avram Grant sudah "menyamai" Jose Mourinho, kendati hanya dalam urusan protes. Seperti pendahulunya, Grant menuding wasit melakukan kesalahan yang menguntungkan buat Manchester United.

    Di Old Trafford, Chelsea harus menyerah dari rivalnya, MU, dengan skor 2-0. Tidak hanya itu, The Blues juga harus kehilangan John Obi Mikel yang dikartu merah wasit Mike Dean.

    Atas kekalahan itu, Grant meletakkan seluruh kesalahan di pundak wasit. Bukan hanya soal kartu merah buat Mikel, dua gol MU pun digugatnya

    "Keputusannya mempengaruhi hasil. Dia membuat tiga kesalahan: kartu merah, gol (Tevez) di menit tambahan dan penalti. Adanya tiga kesalahan dari wasit agak aneh," keluh dia seperti dilansir Guardian, Senin (24/9/2007).

    Mikel mendapat kartu merah akibat mengganjal Patrice Evra di menit 32. Grant tampaknya tidak setuju kalau pelanggaran itu layak menuai kartu merah langsung. Untuk masalah ini, kubu The Blues dikabarkan sudah melayangkan banding.

    Gol Tevez yang lahir di injury time dikritik Grant karena waktu saat itu dianggapnya sudah melebihi dua menit tambahan yang diumumkan ofisial keempat. Sementara pelanggaran Tal Ben Haim atas Louis Saha pun dilihatnya tidak layak mendapat penalti, hanya karena sentuhan ringan bek Chelsea itu.

    "Saya rasa Alex Ferguson bakal sangat bergembira dengan wasit hari ini," cibir Grant.

    Untuk urusan kemampuan, Grant masih harus membuktikan diri bisa menyamai Mourinho. Namun kalau memprotes wasit, manajer asal Israel itu tampaknya tidak kalah dari Mourinho yang kerap melayangkan protes dan juga pernah mengkritik wasit yang menjadi pengadil lapangan ketika Chelsea bertemu dengan MU.

  • title-3040957

    cantiky6
    Neraca Untung Rugi Kasus Korupsi Soeharto

    George Junus Aditjondro

    Pernahkah terbayang oleh Soeharto, bahwa dunia -dan tidak hanya masyarakat Indonesia- tidak akan henti-hentinya menuntut pertanggungjawabann ya atas korupsinya yang memecahkan rekor semua diktator yang pernah memerintah sebuah negara di dunia? Saya kira tidak.

    Baru saja dimenangkan oleh Mahkamah Agung (MA) dalam menghadapi Time, kini ada lawan yang lebih tangguh yang harus dihadapi oleh mantan jenderal berbintang lima itu, yakni PBB dan Bank Dunia melalui StAR (Stolen Asset Recovery) Initiative, atau Prakarsa Penemuan Kembali Kekayaan Curian. Prakarsa itu sepenuhnya disokong Ban Ki-moon, Sekjen PBB yang baru, serta didukung oleh UNODC (UN Office for Drug and Crime) dan Bank Dunia. Senin, 17 September lalu, Sekjen PBB telah "menobatkan" Soeharto sebagai mantan kepala negara atau kepala pemerintahan yang paling banyak mencuri kekayaan rakyatnya.

    Berapa yang dicurinya dari rakyat Indonesia selama berkuasa selama 32 tahun? Antara 15 sampai 35 miliar dolar AS. Jumlah minimalnya, mirip sekali taksiran majalah Time, edisi Asia, 24 Mei 1999, yang digugat oleh Soeharto itu, yakni 15 miliar dolar AS. Sedang jumlah tertinggi, tampaknya mengakomodasi taksiran bahwa kekayaan Soeharto tidak hanya terkait dengan kekayaan keenam orang anaknya, seperti patokan majalah Time, tapi juga dengan kekayaan keluarga-keluarga besannya, keluarga adik-adik Soeharto sendiri, serta keluarga saudara-saudara kandung Tien Soeharto.

    Korea Selatan

    Sedikitnya ada dua hal yang menarik dari prakarsa ini. Pertama, prakarsa ini muncul di saat Sekjen PBB dipegang oleh Ban Ki-moon, diplomat dari Korea Selatan. Hal ini sangat signifikan, sebab Korea Selatan adalah satu-satunya negara Asia di mana dua orang mantan presiden yang juga mantan jenderal, Roh Dae-woo dan Chun Do-hwan, pernah diseret ke pengadilan, dan dijatuhi hukuman yang sangat berat karena korupsi yang mereka lakukan sewaktu ber- kuasa. Bentuk korupsinya, antara lain adalah memberikan kemudahan-kemudahan bagi chaebol (konglomerat) dari daerah asal kedua presiden itu.

    Memang, pada akhirnya kedua mantan jenderal itu mendapat keringanan hukuman dari Kim Young-sam, presiden sipil pertama di Korea Selatan setelah serangkaian presiden militer. Sayangnya, Kim Young-sam kemudian mengalami nasib buruk, termakan oleh usaha penegakan hukum antikorupsi yang dipeloporinya sendiri. Ia digulingkan dari takhta kepresidenan, setelah terbukti anak kandungnya sendiri menggunakan kedekatannya dengan sang presiden untuk memberikan kemudahan kepada salah satu chaebol yang lebih kecil, yakni Hanbo Steel.

    Korea Selatan, juga berkepentingan untuk mendorong pengusutan korupsi di Indonesia. Sebab dalam rangka persaingan di antara para produser mobil di sana, Indonesia juga "kecipratan" sogokan dari sana, berwujud kongsi antara Kia Mobil dan Tommy Soeharto, yang didukung oleh ayahnya. Hal itu menimbulkan kecemburuan Bambang Trihatmodjo, yang juga ingin mendapat fasilitas kredit untuk "mobil nasional", berkongsi dengan Hyundai, raksasa mobil Korea yang lain.

    Dari sudut korupsi tingkat tinggi, yang penting adalah bagaimana persaingan di antara tiga raksasa mobil Korea, yakni Kia, Hyundai, dan Daewoo, dimanifestasikan dengan masing-masing perusahaan mobil itu berusaha menggandeng seorang anak atau cucu Soeharto.

    Kia dengan Tommy, Hyundai dengan Bambang, sedangkan Daewoo dengan Ari Sigit. Tapi hanya anak kesayangan Soeharto, Tommy Soeharto, mendapatkan fasilitas kredit khusus dari bank-bank pemerintah dan swasta untuk mendirikan PT Timor Putra Nasional, produsen mobil Timor. Fasilitas itu menjadi "sasaran tembak" WTO, karena bertentangan dengan kaidah-kaidah perdagangan bebas.

    Peranan Deplu

    Kembali ke StAR Initiative, hal kedua yang menarik dari acara di Markas Besar PBB, Senin lalu, adalah bahwa prakarsa PBB itu memberikan posisi "ujung tombak" kepada Deplu, khususnya Direktur Perjanjian Internasional Deplu RI, Arif Havas Oegroseno. Ini menarik, sebab di awal proses reformasi pasca-Soeharto, Deplu di bawah Menlu Ali Alatas juga gigih melaksanakan inventarisasi penyebaran aset-aset keluarga dan kroni Soeharto di mancanegara.

    Hal ini saya temukan waktu berada di London, bulan September 1999, dalam perjalanan empat bulan untuk mendokumentasi penyebaran aset-aset keluarga dan kroni Soeharto, dalam rangka sabbatical leave (cuti untuk kepentingan penelitian) dari Universitas Newcastle, tempat saya mengajar waktu itu di Australia.

    Waktu itu saya berkenalan dengan staf KBRI di London yang sedang melakukan hal yang sama: meneliti penyebaran harta jarahan kerabat dan sahabat Soeharto. "Ini perintah langsung dari Menlu," kata diplomat itu. Diplomat itu membantu saya menemukan lapangan golf mewah milik Tommy Soeharto di Ascott, London, bungalo mewah Bambang Tri di Brighton, di tepi laut sebelah selatan kota London, serta hobi belanja Tutut di London dan Jenewa, bersama Paula Alexander.

    Ternyata lapangan golf mewah dengan 18 lubang yang dikelilingi bungalo-bungalo mewah memang milik Tommy Soeharto, tapi disembunyikan lewat empat lapis perusahaan,

  • Ronaldinho Undang Chelsea

    cantik5t
    Ronaldinho Undang Chelsea

    Barcelona - Ronaldinho rupanya mulai tak tertarik meneruskan karirnya di Nou Camp. Bukan hanya itu, bintang Barcelona asal Brasil itu juga membuka pintu bagi Chelsea untuk meminangnya.

    Ronaldinho memang sedang merasakan kemurungan di saat rekan setimnya Lionel Messi mendapatkan pujian atas aksinya mencetak dua gol ke gawang Sevilla. Saat pertandingan tersebut ia tidak dimainkan karena cedera otot.

    Namun bukan karena cedera Ronaldinho mendapatkan sorotan. Pemain terbaik dunia 2004 dan 2005 itu juga sedang dispekulasikan bahwa hubungannya dengan pelatih Frank Rijkaard sedang tidak harmonis gara-gara diganti ketika menghadapi Lyon di Liga Champions.

    Itu merupakan pergantian ketiga kalinya yang dilakukan oleh Rijkaard dalam musim ini. Kabarnya pelatih asal Belanda ini tak suka dengan sikap Ronaldinho yang suka keluar dan berpesta malam sehingga membuat kondisinya kurang bugar saat akan dimainkan.

    Bagi Ronaldinho berita tersebut tentu akan memunculkan citra buruk di mata fansnya. Namun yang paling mengecewakan adalah Rijkaard mencoret namanya hanya kurang dari 48 jam sebelum menjamu Sevilla di Nou Camp.

    Rasa kecewa Ronaldinho pun diungkapkan oleh sang agen dan juga kakak kandungnya, Roberto de Assis. "Saya yakin ini kampanye untuk melawan Ronaldinho. Saya telah banyak membaca cerita yang tak masuk akal akan kehidupan malamnya," ungkapnya seperti dilansir The Sun.

    Bahkan The Sun juga memberitakan Ronaldinho telah memberikan isyarat kepada De Assis untuk membuka penawaran dengan Chelsea. Pemilik Chelsea Roman Abramovich memang sempat mengajukan penawaran 50 juta poundsterling saat bertemu dengan De Assis bulan lalu. (key/a2s)

    Roma 2007 Susuri Jejak 2001

    Roma - Posisi AS Roma di kursi pucuk pimpinan sementara Serie A belum goyah. Belum terkalahkan dalam empat laga, Roma siap menapaktilasi perjalanan musim 2000/2001.

    Musim gugur mungkin belum pernah seindah ini bagi Luciano Spaletti. Pelatih Roma itu sekarang sedang mengendalikan sebuah tim yang memimpin Serie A. 10 poin hasil dari tiga kemenangan dan satu hasil seri membawa Roma mantap di puncak.

    Padahal tahun ini Roma tidak terlalu agresif dalam berburu pemain. Belanja mereka tidaklah spektakuler. Hanya Cicinho, Juan dan Ludovic Giuly yang bisa dianggap sebagai pemain bintang. Yang ada, I Giallorossi malah kehilangan pilar belakang Christian Chivu yang hijrah ke Inter Milan.

    Dipimpin Il Principe Francesco Totti, Roma melaju mantap. Di saat para rival banyak tersandung, tiga kemenangan dalam tiga laga adalah cemerlang. Bahkan, hingga tiga partai tersebut, gawang yang dijaga kiper Doni masih belum kebobolan.

    Meski kemudian pada partai keempat rekor 100% mereka putus karena tertahan Juventus 2-2, sikap Spaletti tetap tenang. "Kami tetap bekerja seperti musim lalu. Mental kami tidak akan turun hanya karena peluang yang terbuang seperti ini. Mungkin kami harus belajar untuk tidak membiarkan antusiasme kami melarutkan penampilan baik kami," ujar pelatih berkepala plontos itu kepada Channel 4.

    Dengan permulaan yang bagus, Roma menempatkan diri setara dengan para kandidat scudetto lainnya seperti Inter, Milan dan Juventus. Malah sejujurnya, boleh jadi Roma-lah yang terdepan saat ini.

    Lihat saja perjalanan Inter. Mereka diimbangi tim lemah Livorno setelah juga ditahan Udinese di pekan pertama. Milan dan Juve pun setali tiga uang. Milan baru sukses satu kali meraup tiga poin, sementara di tiga laga harus puas diimbangi lawan-lawannya. Sedangkan Juventus meraup hasil dua kali menang, satu kali imbang dan satu kekalahan.

    Roma terakhir kali menjuarai Serie A pada musim 2000/2001. Saat itu, Il Lupo diracik oleh Sang Raja Midas, Fabio Capello. Roma musim ini memang bagai sedang menapaktilasi perjalanan enam tahun silam. Mampukah Roma benar-benar mengulangi prestasi tersebut? (arp/a2s)

    Mimpi Buruk Hampiri Andrade

    Turin - Belum dua bulan berada di Italia, baru tiga kali tampil membela Juventus, bek Portugal Jorge Andrade sudah diancam akan didatangi mimpi buruk berkepanjangan.

    Pemain yang dibeli Juve dari Deportivo La Coruna itu mengalami cedera lutut dan ditarik keluar lapangan dengan tandu saat timnya bermain 2-2 melawan AS Roma di Stadion Olimpico hari Minggu (23/9/2007).

    Skenario terburuk dari cederanya itu adalah ia harus beristirahat sampai enam bulan. Jika demikian, maka Andrade paling cepat hanya kebagian kompetisi di ujungnya saja alias bisa absen sampai hampir satu musim.

    "Saya khawatir Andrade mengalami cedera pada ligamen lutut kaki kirinya," demikian pelatih Claudio Ranieri menerangkan kondisi pemain berusia 29 tahun itu dilansir Channel4.

    Cedera yang dialami Andrade membuat lini belakang Bianconeri berkurang stoknya. Jonathan Zebina sedang menjalani skorsing karena memukul seorang juru kamera TV, sementara Domenico Criscito masih terlihat minim pengalaman. Buktinya ia ikut berperan atas lahirnya kedua gol Roma tadi malam.

    Selain Andrade, pemain lain yang juga terjerat cedera adalah Mauro Camoranesi. Otot pahanya tertarik dan diperkirakan baru pulih setelah istirahat sekitar enam minggu.

    Owen Kembali Khawatirkan Allardyce

    London - Kekhawatiran akan cedera rupanya masih menghampiri Michael Owen. Striker Inggris ini kembali harus menjalani scan setelah mengeluhkan rasa sakit saat menghadapi West Ham United.

    Owen mengalami rasa sakit pada pangkal pahanya saat menghadapi West Ham dalam pertandingan yang berakhir 3-1 bagi kemenangan Newcastle. Ia minta diganti saat babak kedua berjalan enam menit di St James Park, Minggu (23/9/2007).

    "Kami akan tahu pada hari Senin ini. Masalahnya masih di bagian pangkal paha. Kami akan melihat itu sedikit lebih dalam karena cedera seperti ini menetap," ungkap manajer Sam Allardyce seperti dilansir Eurosport.

    "Saya khawatir saat dia minta digantikan karena dia merasakan sakit. Meskipun hasil scan baik, ini adalah areal yang menetap yang bisa menjadi penyebab masalah," tukasnya.

    Jika hasil scan menunjukkan masalah dan harus dilakukan operasi hernia, Allardye pun menegaskan mereka akan bergerak cepat. "Dia aset kami termahal, maka kami tidak tidak perlu waktu lama dari yang dibutuhkan, kami harus segera memulihkan dia dari cedera."

    Kabar kondisi Owen tersebut bukan hanya membuat pusing Newcastle. Manajer Inggris Steve McClaren juga khawatirkan akan kondisi Owen di saat Inggris akan melakukan pertandingan kualifikasi Euro 2008 yang sangat penting menghadapi Estonia dan Rusia. (key/a2s)

    PUASA Ramadhan kali ini kita dikejutkan oleh peristiwa aneh yaitu putusan Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan gugatan mantan Presiden Soeharto atas majalah Time. MA bahkan mengharuskan Time membayar ganti rugi kepada Soeharto Rp 1 Triliun.

    Keputusan itu patut disesali sebab akan menjadi preseden hukum yang dapat mematikan kebebasan pers. Putusan MA itu tidak menggunakan UU Pers (UU 40/ 1999) tetapi memakai KUHPerdata peninggalan Belanda yang jelas jelas bersemangat kolonial. Putusan MA itu juga bertolak belakang dengan putusan peradilan sebelumnya.

    Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 6 Juni 2000 memutuskan menolak seluruh gugatan mantan Presiden Soeharto terhadap majalah Time. Berita Time dinilai majelis hakim bukan penghinaan terhadap Soeharto, tapi digolongkan sebagai informasi yang berguna bagi kepentingan umum dan sesuai dengan tuntutan zaman. Putusan itu dibacakan ketua majelis hakim Sihol Sitompul, dan hakim anggota Endang Sumarsih dan Endang Sri Mulwati. Putusan PN Jakarta Pusat dikuatkan kembali oleh putusan banding Pengadilan Tinggi DKI Jakarta 16 Maret 2001.

    Sejak dimintakan kasasi ke MA tahun 2001, kasus Soeharto vs Time bak hilang ditelan bumi. Kasus itu mengendap di MA hingga enam tahun, dan tiba-tiba muncul kembali 31 Agustus 2007 dalam bentuk putusan MA yang justru memenangkan Soeharto secara telak.

    Kasasi MA diputus majelis Hakim Agung yang dipimpin Mayor Jenderal TNI (Purn) German Hoediarto (Ketua Muda MA Bidang Peradilan Militer) dengan anggota M. Taufik dan Bahaudin Qaudry. Sungguh aneh jika kasus besar semacam itu tidak segera diputus dan diendapkan hingga enam tahun, serta disidangkan oleh majelis yang dipimpin hakim peradilan militer.

    Dengan menghukum Time membayar ganti rugi Rp 1 Triliun, maka terasa sekali putusan MA itu bersifat represif, bahkan berpotensi membinasakan kebebasan pers. Kalau para Hakim Agung itu menilai Time bersalah, semestinya cukup diberi sanksi pembelajaran sesuai Pasal 18 UU 40/1999 yaitu denda maksimal Rp 500 Juta.

    UU Pers (UU 40/1999) bersifat khusus dan lebih baru. Dalam hukum ada dalil 'Lex specialis derogat lex generalis' artinya ketentuan undang-undang yang bersifat khusus (UU Pers) mengalahkan undang-undang yang bersifat umum (KUHPerdata) . Juga ada dalil 'Lex posteriori derogat lex priori' artinya ketentuan undang-undang yang lebih baru (UU Pers) mengalahkan undang-undang yang lama (KUHPerdata) .

    Kasus Soeharto vs Time bermula dari pemberitaan majalah Time edisi 14 Mei 1999 tentang kekayaan Presiden Soeharto dengan judul "Soeharto Inc : How Indonesia?" Longtime Boss Built a Family Fortune". Pada tanggal 17 Mei 1999 majalah Time-Asia memberitakan adanya transfer dana 9 Miliar dollar AS dari Swiss ke Austria yang diduga milik Presiden Soeharto, serta mengungkap harta kekayaan anak-anak Soeharto di luar negeri. Selanjutnya Time-Asia edisi 24 Mei 1999 menurunkan hasil investigasi tentang harta kekayaan Soeharto dan keluarganya yang ditaksir mencapai 15 Miliar dollar AS.

    Setelah muncul putusan MA yang aneh itu, kita dikejutkan lagi oleh adanya laporan PBB dan Bank Dunia yang menempatkan mantan Presiden Soeharto sebagai kepala negara terkorup di dunia dengan harta jarahan 15-35 Miliar dollar AS. Taksiran ini lebih besar dari perkiraan Time tahun 1999 yaitu 15 Miliar dollar AS. Urutan kedua diduduki mendiang Presiden Marcos dari Filipina dengan harta jarahan 5-10 Miliar dollar AS.

    Laporan PBB dan Bank Dunia itu dirilis Senin (17-9-2007) di Markas Besar PBB, New York, saat peluncuran program 'Stolen Asset Recovery Initiative" (Prakarsa Pengembalian Harta Negara Yang Dicuri), yang dihadiri Sekjen PBB Ban Ki Moon dan Presiden Bank Dunia Robert B. Zoellick.

    Pemberantasan korupsi sudah menjadi tren global. China dan Vietnam sangat gencar memberantas korupsi. Mantan PM China Zhu Rong Ji bahkan berani menyediakan 100 peti mati bagi para koruptor, termasuk satu peti mati bagi dirinya jika melakukan korupsi.

    Negara miskin seperti Bangladesh berani mengadili para politisi termasuk dua mantan PM (Syeikh Hasina dan Khalida Zhia) yang diduga korupsi. Militer Bangladesh mendukung penuh tekad Pemerintah membersihan dunia politik dari para politisi korup. Mahkamah Agung Filipina menghukum seumur hidup Presiden Estrada karena korupsi. Pemerintah Filipina juga tetap memburu harta mendiang Presiden Marcos di luar negeri.

    Di Korea Selatan, dua mantan Presiden (Jenderal Chun Doo Hwan dan Jenderal Roh Tae Woo) yang terbukti korup masing-masing divonis mati dan penjara 22 tahun. Kedua mantan Presiden itu kemudian diampuni dan diwajibkan hidup dalam biara Buddha. Bos Hyundai, Chung Mong Koo, juga dijatuhi hukuman tiga tahun penjara karena suap. Karena pertimbangan khusus, Bos Hyundai itu tidak dipenjara tapi hanya diwajibkan kerja sosial. Apa yang terjadi di Korsel adalah pembelajaran hukum yang mendidik.

    Negara-negara di atas adalah contoh 'Negara Ajaib' karena dalam waktu singkat dapat merubah diri dari negara korup menjadi negara yang gencar memberantas korupsi.

    Sayang di tengah tren dunia yang justru menggalakkan pemberantasan korupsi, MA malah membuat putusan aneh membela mantan penguasa yang diduga korup, bahkan dengan memberi 'hadiah pesangon'? Rp 1 Triliun. Putusan MA itu akan menjadi bahan tertawaan dunia dan hanya akan memperburuk citra Indonesia sebagai 'Negara Aneh'. MA benar-benar telah menjadi 'Mahkamah Aneh'! (*)

    Serfianto D P, Penulis adalah Pemerhati Masalah Bangsa

    Soeharto Inc. Versus Time
    Oleh: Benny Rhamdani

    MAJALAH Time Asia, yang berkantor di Hongkong, baru saja divonis bersalah karena mencemarkan nama baik Soeharto dalam edisi 24 Mei 1999. Kasus ini sendiri telah mengendap sejak 2001. Dalam laporan yang diberi judul ‘Soeharto Inc’, Time memperkirakan harta kekayaan keluarga Soeharto mencapai US$ 15 miliar (atau Rp 141,7 triliun).

    Dalam tulisan Majalah Tempo (17-23 September), yang juga pernah dibredel oleh orang yang sama, Time dituduh bersalah karena dua hal. Pertama, Ilustrasi majalah itu yang menggambarkan Soeharto memeluk rumah besar adalah pencemaran nama baik karena itu bukan milik Soeharto. Kedua, isi berita yang menyebut ada transfer US$ 9 miliar milik Soeharto dari bank Swiss ke rekening di Austria ternyata hanya isapan jempol, alias tak bisa dibuktikan. Baik Tempo sendiri vonis Mahkamah Agung terhadap Majalah Time ini, yang keluarkan tiga hakim agungnya, adalah vonis atas kreativitas dan karya jurnalistik. Sebuah lonceng kematian bagi kebebasan pers!

    Soeharto tampaknya akan terus menjadi ‘fenomena multidimensi’ di tanah air. Makna multidimensional itu memberi pengertian bahwa Soeharto selalu menarik dilihat dari banyak sudut pandang. Dari sudut pandang (antropo-logi) politik, misalnya, Niels Mulder (dalam Ruang Batin Masyarakat Indonesia, 1999), Soeharto adalah figur anak manusia Jawa, yang bukan turunan anak bangsawan, yang mampu menjadikan tiga dasawarsa kehidupan politik sebagai ruang bagi manifestasi konsepsi politik Jawa. Tiga da-sawarsa adalah buah dari politik Jawa seorang Soeharto.
    Dari sudut pandang sejarah Republik, Soeharto terus menjadi teka-teki di balik tragedi pembantaian massal PKI 1965’. Peran Soeharto terus menjadi misteri, termasuk ke-wenangan dia atas Supersemar yang surat aslinya entah berada di mana. Dengan Tap MPRS, teori-teori Marxisme haram dipelajari, seolah-olah buah pikiran dalam Marxisme akan mengajak manusia Indonesia berbondong-bondong memasuki api neraka.

    Dalam sudut pandang korupsi, Soeharto tak tersentuh. Kasus vonis MA atas Majalah Time adalah daftar panjang dari riwayat susahnya institusi hukum kita menjerat dan memasukkan Soeharto ke sumpeknya hotel prodeo. Hal yang sama tidak terjadi pada barisan kroninya seperi Bob Hasan, bahkan saudara tirinya sendiri, Probosutedjo mesti menikmati ‘ketidakbebasan’ dalam kamar prodeo. Jadi, Soeharto bukan saja ‘the Smiling General’, tapi juga, ‘the Untouchable General’.

    Soeharto dan Agenda Reformasi yang Terbajak
    Soeharto jelas nama yang sangat populer. Mungkin hanya Soeharto seorang yang paling sering dihujat jutaan demonstran yang turun ke jalan-jalan sebelum sang tiran itu jatuh Mei 1998. Tak ada penguasa di Indonesia yang begitu dihujat menjelang masa jatuhnya.

    Dalam sudut pandang ama-nah reformasi, bagi penulis, susahnya menjerat seorang Soeharto menjadi pesakitan hukum, merefleksikan tiga hal: Pertama, benarlah dalil dari teori struktural yang mengatakan bahwa kejatuhan seorang Soeharto barulah menyentuh ‘sisi personifikasi, sisi figuritas’. Benar pula bahwa sejak jatuhnya Seoharto, secara gradual, terjadi proses penataan struktural, mungkin lebih tepatnya: ‘persesuaian struktural’ yang mengubah ‘tata politik, ekonomi dan hukum’ nasional. Sistem politik nasional menjadi sangat ‘liberal’, partai-partai tumbuh layaknya jamur di musim penghujan. Bahkan, dalam putusan Mahkamah Konstitusi terbaru, dimungkinkan calon perseorangan ikut dalam pemilihan umum.

    Pemerintah juga mulai menangkap para koruptor, mulai dari penjahat keuangan kelas pimpinan DPRD hingga tokoh kaliber nasional. Presiden SBY bahkan pernah dianugerahi penghargaan sebagai salah satu pemimpin yang bersinar di Asia oleh Asia Week karena usaha pemberantasan korupsinya. Namun Soeharto adalah Soeharto, the Untouchable General! Dia tetap tak tersentuh, bahkan menurut Aditjondro, Soeharto adalah satu-satunya diktator di dunia yang tak tersentuh hukum, tidak seperti Marcos dan yang lainnya.

    Ternyata reformasi hukum baru menangkap ‘koruptor kelas ikan teri’, belum berani menangkap ‘kelas Kakap’. Dalam konteks ini, perubahan struktural-politik, yang terjadi secara berangsur-angsur, hanyalah melahirkan elit politik yang datang dari ‘golongan tua’, atau ‘mereka yang menunggu di tikungan jalan’. Singkatnya, reformasi politik hanya melahirkan ‘kaum establish baru’ dan ‘kaum oportunis baru’. Reformasi politik tak melahirkan elit nasional yang berani bersikap tegas terhadap masa lalu!
    Kedua, dalam gambar analisa yang demikian, maka strategi menjatuhkan rezim politik yang tiranik-despotik dan korup mestilah dipahami sebagai pintu masuk saja. Teori Perubahan dengan jalan revolusioner tampaknya mesti mulai dikikis dari cita-cita dan mimpi perubahan untuk kasus Indonesia. Dalam suasana dan sistem politik Liberal kayak sekarang, jalan ‘Sosial-Demokrat atau Parlementarian’ telah menjadi mekanisme utama. Hanya saja Friederich Engels telah mengingatkan, jika para sosialis memenangi pemilu, sesungguhnya para kapitalis tak akan pernah rela. Mereka akan menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan rezim sosialis. Inilah teori politik yang dibuktikan Arief Budiman (1987) ketika meneliti Rezim Sosialis Cili di bawah Salvadore Allende. Termasuk juga terhadap gerakan angkatan 98 dan angkatan-angkatan sebelumnya yang telah memberi jasa pada perubahan di Indonesia. Dalam pertemuan nasional angkatan 98 di Jakarta, Agustus silam, wacana ‘Merebut Kekuasaan’ jelas menyiratkan semangat ‘politik parlementarian’ dan ‘kegeraman pada politik konservatisme kaum tua’. Hanya saja gagasan itu mesti dikonkretkan dengan strategi perubahan yang tepat, tak lagi mengulang ‘model perubahan lama’ yang sesungguhnya hanya mencerminkan ‘perang dan perebutan kekuasaan antarelit nasional’ dan gerakan terbajak di dalamnya.

    Ketiga, walau suasana dan sistem politik telah sangat liberal, itu tak berimplikasi nyata terhadap terbentuknya ‘massa partai yang terdidik, ideologis dan kritis’. Pendekatan politik mobilisasi (Mobs politics) masih menjadi instrumen utama. Perkaderan internal partai tidak juga dibangun. Dalam banyak suksesi internal partai yang lebih sering terjadi hanyalah memapankan oligarki atau dinasti keluarga dan kelompok, pada struktur inti kepengurusan. Begitulah partai yang dipelihara model politik Orde Baru.

    Walau demikian situasi kepartaian nasional, tak lantas bahwa partai baru yang bermunculan menjadi alternatif jalan keluar dari kebuntuan demokrasi liberal. Cita-cita Hatta tentang partai berbasis Kader juga Tan Malaka dengan Persatuan Perjuangan, mesti direvitalisasi lagi ke dalam kultur dan strategi politik nasional. Tanpa ideologi, kader dan politik lintas golongan/aliran, niscaya tak bakal bermanfaat bagi masa depan Indonesia yang lebih baik sebagaimana dahulu di jalanan terus diteriakkan jutaan demonstran.

    Penutup

    Fenomena Soeharto memang multidimensional. Dalam tulisan ini, Soeharto hendak diposisikan dalam ‘refleksi politik dan amanah reformasi’ yang, sesungguhnya, telah sejak lama terbajak ‘kaum Mapan Baru’ dan ‘para oportunis di tikungan jalan’. Masih banyak kerja yang mesti dilakukan untuk memperbaiki keadaan. Semoga momentum puasa ini dapat menjadi momentum perenungan dan otokritik bersama atas apa saja yang telah dilakukan terhadap tanah Pertiwi. Ibu pertiwi mungkin belum hamil tua, namun yang jelas dia mesti mengandung benih-benih anak muda yang amanah menjadi mandat sosial rakyatnya. Semoga.

    (Penulis: Anggota DPRD Propinsi Sulawesi Utara, Ketua GP Ansor Sulawesi Utara)

  • Dinho Dikritik, Dinho Dibela

    cantikk
    Dinho Dikritik, Dinho Dibela

    Barcelona - Ronaldinho dikritik oleh fans dan media. Menurut mereka, Dinho tampil di bawah top form-nya. Rekan-rekan Dinho di Barcelona ramai-ramai membela.

    Playmaker asal Brasil itu sempat disiuli sebagian fans Barca di Camp Nou saat diganti di babak ke-II partai Liga Champion melawan Lyon. Fans Los Cules merasa Dinho tampil buruk.

    Itulah kali ketiga secara berturut-turut Dinho diganti di tengah laga oleh pelatih Frank Rijkaard. Tampaknya, Dinho tidak senang dengan pergantian itu. Media pun tak kalah galak memojokkan Dinho.

    Seperti dilansir YahooSports, Sabtu (22/9/2007), harian El Mundo menulis, pemain bergigi kelinci itu tak lagi untouchable alias tak tersentuh di skuad Barca.

    Kegiatan pemuda berusia 27 tahun itu saat di luar lapangan ikut disorot. Koran La Vanguardia melaporkan, 48 jam sebelum partai kandang melawan Osasuna, Minggu (16/9/2007), Dinho terlihat berkeliaran di sebuah klub malam di Barcelona.

    Tapi pembelaan kemudian datang dari rekan-rekan setimnya. Lionel Messi bilang, "Saya tidak bisa mengerti, mengapa fans menyiuli Dinho. Dia adalah pemain terbaik dunia dan pemain kunci di dalam tim."

    Bomber baru Thierry Henry juga ikut bicara. "Dia adalah pemain yang luar biasa," bela Henry lagi. (arp/lom)

    WASHINGTON, Sep 17 (IPS) - The United Nations and World Bank launched a bid Monday to strip crooked leaders of the money they steal from poor countries, and to plough the sums into health and development efforts.
    :>>
    "From now on it should be harder for kleptocrats to steal the public's money, and easier for the public to get its money back," said Antonio Maria Costa, executive director of the U.N. Office on Drugs and Crime (UNODC), the world body's agency in charge of the initiative.:crazy:

    Bent leaders cheat developing countries of 1 trillion-1.6 trillion dollars a year through smuggling, corruption and tax evasion, according to a report released to mark the launch of the Stolen Asset Recovery Initiative.

    Recovering even a portion of the stolen assets could provide financing for social programmes or infrastructure.

    "Every 100 million dollars recovered could fund full vaccinations for 4 million children, provide water connections for some 250,000 households, or fund treatment for over 600,000 people with HIV/AIDS for a full year," the report said.

    The initiative will seek to prevent the theft by helping developing countries to improve governance and accountability and by urging wealthy countries to stop providing safe havens for the loot.

    It exhorts countries to ratify the U.N. Convention against Corruption, a 2003 treaty that obliges governments to counter graft of all sorts. Among members of the G-8 wealthy countries, Canada, Germany, Italy and Japan have yet to ratify.

    Half of the 30 free-market democracies in the Organisation for Economic Cooperation and Development have ratified the treaty, as have 13 of the 54 jurisdictions classified by the International Monetary Fund as offshore financial centres. These include British crown dependencies such as Guernsey and the Isle of Man; Bermuda and the Bahamas among others in the Caribbean; European states such as Liechtenstein and Monaco; Pacific island states including Samoa and Vanuatu; and parts or all of Djibouti, Malaysia, Panama, and the United States.

    As with many international pacts, the corruption convention has not been high among many parliaments' priorities. Finance firms and regulators also have voiced concern about reconciling the treaty's requirements against national laws and standards.

    Efforts to clean up also have been hamstrung by scandals involving allegations of fraud and nepotism at the World Bank and in the U.N. system.

    Even so, Monday's initiative sets out to bring financial centres into compliance with anti-money laundering legislation that would detect and deter laundering of illicit proceeds, and to strengthen financial intelligence units' capacity to enhance cooperation across the globe.

    Developing countries will be able to tap the initiative for help in beefing up prosecuting agencies, officials said. Loans and grants will be made available alongside advice to countries lacking sufficient capacity to pursue stolen assets.

    The initiative also is intended to monitor the use of recovered assets so that repatriated loot is used for development purposes.

    "Tough safeguards will be needed to ensure that returned assets do not get stolen again by a new generation of leaders," Costa, the UNODC chief, said in a published commentary. "That means monitoring the use of recovered funds by officially recording the receipt of the assets, declaring their intended use, and reporting on expenditure. "

    Significant sums have been siphoned off: Public officials in developing and former Soviet-bloc countries pocket bribes worth at least 20 billion-40 billion dollars a year -- roughly 20-40 percent the value of all official development aid, said the report released Monday.

    Anti-corruption group Transparency International has estimated that Suharto, who was forced to resign as Indonesian president in 1998, embezzled 15 billion-35 billion dollars from his compatriots. Deceased former heads of state Ferdinand Marcos of the Philippines, Mobutu Sese Seko of the former Zaire, and Sani Abacha of Nigeria pocketed as much as 5 billion dollars each, the watchdog added.

    Africa loses 148 billion dollars -- 25 percent of its economic output -- to corruption every year, according to the African Union.

    U.N. agencies said that in the 1990s, corrupt officials pocketed 5.5 billion dollars in Nigeria and three billion dollars in Kenya.

    Recovering stolen assets can be a time-consuming business: It took the Philippines 18 years to get back 624 million dollars that Marcos had secreted in Swiss bank accounts.

    10 advantages of not having lover

    Hope u r a single.

    1. Save time.

    2. Can sleep well.

    3. Don't have 2 bother abt missed calls..

    4. Don't have to worry abt how u look..

    5. Can eat in any restaurant..

    6. No boring sms in the middle of night..

    7. Can talk with any boy/gal...

    8. You won't hear "aaw.. U r dull today"..

    9. Can go anywhere with any one..

    10. Don't have 2 listen same old crap jokes..

    BONUS:- U will live a long life.......so be aware of LOVER

    Never search your happiness in others which will make you feel ALONE..

    Search it in yourself, you feel happy even when you are left alone..

    Proud to be SINGLE Heheh!!

  • Rp 1 Triliun Buat Wenger

    CANTIK-DI TAMAN
    Rp 1 Triliun Buat Wenger

    London - Semakin tebalnya pundi-pundi Arsenal bakal berimbas positif buat Arsene Wenger yang bisa kebagian "jatah" 70 juta pound tunai atau sekitar Rp 1,2 triliun untuk belanja pemain, meski dengan catatan.

    Semenjak pindah dari Highbury ke stadion Emirates, Arsenal tambah kaya. Pendapatan per pertandingan meningkat akibat tambahan kapasitas stadion yang kini menjadi 60 ribu.

    Senang dengan performa keuangan "Gudang Peluru", Direktur Pengelola Arsenal, Keith Edelmen, mengumumkan kalau keuntungan klub bisa dipergunakan Wenger untuk menambah amunisi pemain.

    "Kami punya daya finansial berlebih untuk digunakan Arsene Wenger dalam transfer pemain," bangga Edelmen, seperti Goal, Selasa (25/9/2007).

    Tambahan uang buat Wenger itu siap diberikan dengan syarat: jika Wenger menginginkannya. "Kami punya lebih dari 70 juta (poundsterling) tunai di akhir tahun dan jika Wenger mau, kami bakal langsung menyediakannya."

    Belum tentu uang itu bakal diminta Wenger mengingat manajer asal Prancis itu tampaknya cukup puas dengan materi pemainnya saat ini. Apalagi performa Arsenal juga sangat positif, terutama di Liga Primer dimana mereka untuk sementara memuncaki klasemen.

    Hal itu pun disadari Edelmen dan diamini pula olehnya. "Saya pikir kami dalam posisi bagus. Penampilan Arsene dan tim di lapangan sangat luar biasa, yang juga didukung oleh posisi keuangan yang sangat bagus."

    Mau (Rp 1 triliun) tidak, Wenger?

    Inter dan Milan Hadapi Tuntutan Hukum

    Milan - AC Milan dan Inter Milan terancam menghadapi tuntutan hukum. Dua klub tersebut diduga melalukan pemalsuan laporan keuangan terkait penjualan dan pembelian pemain.

    Diberitakan Yahoosports, Selasa (25/9/2007), penuntut Kota Milan memanggil Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani dan Wakil Presiden Inter Rinaldo Ghelfi serta mantan direktur Inter Mauro Gambaro.

    Dua klub tersebut diduga memalsukan laporan keuangan dengan cara membesarkan pendapatan yang mereka dapat dari penjualan pemain antara keduanya sepanjang musim 2003 hingga 2005 untuk menyeimbangkan neraca keuangan klub. Hal itu dilakukan untuk menutupi kondisi keuangan klub yang sebenarnya dalam keadaan tidak sehat.

    Bagaimana nasib pejabat teras dua klub papan atas Italia itu kini tinggal menunggu keputusan hakim. Namun tidak diketahui kapan putusan itu bakal dibuat pengadilan setempat.

    Sementara itu kedua klub sudah mengeluarkan bantahan atas tuduhan yang disangkakan pada mereka. "Laporan keuangan kami tidak bermasalah," demikian penyataan resmi Rossoneri.

    Bulan Janurai lalu Galliani dan Presiden Inter, Massimo Moratti sebenarnya sudah menjalani pemeriksaan dengan tuduhan serupa. Namun hari Senin (24/9/2007) kemarin waktu Italia, jaksa penuntut justru membatalkan sangkaannya pada Moratti dan mengalihkannya pada Ghelfi dan Gambaro, sementara status Galliani tetap. (din/krs)

    Inggris 'Kembali' ke Sekolah

    Cheshire - Untuk menyiapkan diri dalam kunjungannya ke kandang Rusia pada bulan Oktober mendatang, tim nasional Inggris bakal berlatih secara khusus di sebuah sekolah.

    Demi menjaga peluang lolos dari Grup E menuju babak utama Euro 2008 di Swis dan Austria, Inggris harus bisa memetik tiga poin ketika diuji tuan rumah Rusia di Moskow pada 17 Oktober mendatang.

    Meski dalam pertemuan pertama pada 12 September silam di Wembley Three Lions menang meyakinkan 3-0, mereka tidak mau lengah karena nanti akan tampil di kandang lawan. Ditambah lagi dalam lawatannya nanti Inggris dipastikan bakal bermain di atas permukaan artifisial di Stadion Luzhny.

    Untuk membiasakan diri dengan kondisi lapangan tersebut, pelatih Steve McLaren pun mencari tempat berlatih yang memiliki permukaan serupa. Permukaan sintetis di lapangan latihan Arsenal dan Manchester United urung dipakai karena dinilai kurang identik dengan permukaan yang akan dimainkan di Rusia nanti.

    Untung McLaren akhirnya berhasil menemukan permukaan lapangan yang dimaksud di Blessed Thomas Holford Catholic College. Sekolah yang terletak di kawasan Altrincham itu memiliki fasilitas olahraga modern dimana terbentang permukaan lapangan artifisial yang pembangunannya konon menyedot biaya sebesar 1 juta pound (sekitar Rp 1 triliun).

    Terhadap rencana latihan tim nasional Inggris tersebut, pihak sekolah tentu menerima dengan baik. "Sangat fantastis. Bisa memainkan peran dalam usaha Inggris lolos babak kualifikasi adalah hal luar biasa buat sekolah kami," ujar kepala sekolah John Cornally, seperti dilansir In The News, Selasa (25/9/2007).

    "Proses belajar mengajar mungkin akan jadi terganggu pada hari-H namun kami harus fleksibel. Kami juga tidak ingin menjadi pengganggu, artinya Inggris akan berlatih tanpa gangguan. Kami akan menjamin itu, dengan balasan sedikit tandatangan, mungkin juga tandatangan di kaus," tuntas Cornally setengah berharap.

    Sebelum menghadapi Rusia di Moskow, Inggris juga harus menjamu Estonia pada tanggal 8 Oktober. Satu partai terakhir akan dijalani Inggris pada tanggal 21 November menghadapi Kroasia. John Terry cs saat ini duduk di posisi dua Grup E di bawah Kroasia, dengan berselisih tiga poin.

    'Gerrard Tak Maksimal Karena Inggris'

    Liverpool - Kapten Liverpool Steven Gerrard tampil tak maksimal belakangan ini. Manajer Rafael Benitez pun menuding tim nasional Inggris jadi biang keladinya.

    Kendati dibayangi cedera patah jari kaki, Gerrard tetap memperkuat Inggris dalam kualifikasi Euro 2008 melawan Israel dan Rusia.

    Menghadapi Israel, Gerrard bermain selama 71 menit sebelum akhirnya ditarik karena kram. Empat hari kemudian, gelandang Three Lions itu tampil penuh ketika menghadapi Rusia.

    Semenjak kembali dari membela negara, Gerrard belum bisa kembali ke performa puncaknya. Sejalan dengan itu klubnya, Liverpool, juga sudah tiga kali hanya mampu memetik hasil imbang ketika melawan Portsmouth dan Birmingham di Liga Primer serta FC Porto di Liga Champions.

    Gerrard yang biasanya jadi pemecah kebuntuan tim The Reds kali ini tidak mampu bicara banyak walau bermain dalam ketiga laga tersebut --Gerrard tidak turun penuh hanya ketika menghadapi Portsmouth.

    "Itu (buruknya penampilan Gerrard) bisa dikarenakan akibat bermain dua kali bagi Inggris. Mereka (Inggris) tahu perasaan saya (mengenai Gerrard bermain dua kali) namun semua orang bicara betapa pentingnya situasi saat ini buat Inggris," keluhnya seperti diberitakan Liverpool Echo, Selasa (25/9/2007).

    Tidak masalah jika Gerrard bermain buat negaranya. Namun yang bikin Benitez jengkel adalah Steve McLaren tampak enggan menarik gelandang 27 tahun itu dan mungkin juga berniat memainkannya selama 90 menit penuh dalam dua pertandingan.

    "Tim nasionalnya adalah Inggris namun jelas para pemain ini tidak bisa terus menerus bermain selama 90 menit. Gerrard tidak dalam kondisi segar 100 persen. Dalam pertandingan seperti ini, Anda perlu menjaga tempo tinggi dan jika Anda bermain penuh secara penuh, terutama saat Anda sedang tidak segar, umumnya Anda akan bermasalah," pungkas Benitez.

  • Schalke-Hamburg Tempel Bayern

    sexuy 009
    Schalke-Hamburg Tempel Bayern

    Borussia - Menang 3-0 atas Borussia Dortmund, Hamburg SV langsung menempel ketat Bayern Munich dalam perolehan poin. Schalke 04 juga tak ketinggalan terus menekan.

    Hamburg SV memang berjaya saat tandang ke Westfallen, Rabu (26/9/2007) dinihari. Tiga gol sukses disarangkan pemain-pemain Hamburg tanpa mampu dibalas Dortmund yang bertindak sebagai tuan rumah.

    Alhasil tiga angka penuh diboyong Hamburg SV, yang membuat perolehan angka mereka menjadi 13 hingga laga keenam. Dengan poin tersebut, Hamburg pun naik tingkat ke posisi runner up, berselisih satu poin dengan Bayern Munich yang baru akan memainkan laga mereka besok.

    Paulo Guererro yang pertama menjebol gawang Dortmund ketika pertandingan baru berjalan tujuh menit. Rafael Van Der Vaart menggandakannya tiga menit menjelang babak pertama rampung.

    Bukannya membalas, Dortmund malah semakin terpuruk karena harus bermain dengan 10 orang pemain sejak menit ke-51 setelah Florian Kringe mendapat kartu kuning kedua yang berujung pada keluarnya kartu merah.

    Dan akhirnya Ivica Olic melengkapi kegetiran Dortmund lewat golnya di menit 65. Hamburg pun menang telak 3-0 di depan pendukung pasukan 'Kuning-Hitam' itu.

    Schalke Membayangi

    Raihan tiga angka juga dibukukan Schalke 04 yang dijamu Duisburg di MSV Arena. Gol Hamit Altintop di menit ketiga dan Kevin Kuranyi di menit 75 membuat Schalke unggul 2-0.

    Alhasil posisi Schalke langsung terkatrol naik ke posisi runner up dengan total koleksi 13 poin, satu angka lebih baik dari perolehan angka Hertha Berlin yang takluk 1-3 dari Hansa Rostock di Olympic Stadium.

    Laga lainnya berlangsung antara Wolfsburg dan Werder Bremen yang berkesudahan 1-1. Tak banyak perubahan pada posisi kedua tim ini di klasemen.

    Soeharto Rela Bagi Aset
    Kejagung Didesak Cabut SP3 Soeharto

    Jakarta – Sejumlah kalangan mendesak Kejaksaan Agung (Kejaksaan Agung) bersikap proaktif menindaklanjuti pengusutan kasus dugaan korupsi mantan Presiden Soeharto. Peluang Kejagung menarik kembali aset hasil korupsi Soeharto tersebut semakin terbuka melalui program StAR (Stolen Asset Recovery Initiative) yang diluncurkan Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut.

    Jaksa Agung Hendarman Supandji harus berani melanjutkan perkara dugaan tindak pidana korupsi Soeharto dengan mencabut Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) yang pernah dikeluarkan mantan Jaksa Agung sebelumnya Abdul Rahman Saleh. “Kalau berani Jaksa Agung Hendarman Supandji mencabut SP3 kasus Soeharto. Persoalannya mau nggak. Itu kan inti untuk bisa meminta bantuan PBB dan semua pihak peratifikasi United Nations Convention Against Corruption (UNCAC),” kata Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Patra M Zen kepada SH, di kantornya, Kamis (20/9).

    Ia juga mengatakan pemerintah bisa meminta bantuan kepada International Court of Justice di Den Haag, Belanda untuk memeriksa kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan orang nomor satu di masa rezim Orde Baru (Orba) itu.

    Pasalnya, dalam hukum perdata, perbuatan melawan hukum tidak akan dapat diputus apabila belum ada pembuktian terjadinya tindak pidana yang diputus di pengadilan.

    Belum Ambil Sikap

    Saat ini menurutnya, adalah momentum yang tepat bagi Kejagung mencabut SP3 kasus Soeharto. Dasarnya adalah gugatan Soeharto kepada Time yang beberapa waktu lalu dimenangkan Mahkamah Agung (MA) di tingkat kasasi. Gugatan tersebut menurutnya menunjukkan sebenar-benarnya kondisi kesehatan Soeharto yang cukup stabil. “Tidak mungkin kuasa hukumnya tiba-tiba mengajukan gugatan tanpa ada permintaan dari Soeharto dan mendiskusikannya. Ini jelas-jelas menunjukkan dia (Soeharto) sehat,” jelasnya.

    Sementara itu, Jaksa Agung Muda pada Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Kemas Yahya Rahman yang dimintai menyikapi soal pencabutan SP3 kasus dugaan korupsi Soeharto, enggan berkomentar banyak. Kemas mengaku sejauh ini pihaknya belum mendengar wacana yang diserukan Patra Zen. “Kita belum dengar itu. Tapi nanti kita pelajari dulu apa maksudnya,” kata Kemas kepada SH , Jumat (21/9).

    Di tempat terpisah, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid juga meminta agar Kejaksaan proaktif menyikapi laporan PBB dan Bank Dunia yang menyebutkan bahwa mantan Presiden Soeharto adalah pemimpin dunia yang paling banyak melakukan korupsi dan melarikan uangnya keluar negeri.

    Pun, Ketua DPR Agung Laksono juga menyatakan senada. Presiden perlu mengetahui kejelasan laporan Bank Dunia tersebut. Ini supaya tersebut tidak dibuat tanpa alasan yang jelas. Selanjutnya, presiden harus menjelaskan hasil klarifikasinya itu kepada publik.

    “Saya minta Kejaksaan proaktif dalam menyikapi laporan StAR tersebut,” kata Nur Wahid saat ditemui di sela-sela buka puasa ke rumah Ketua DPR Agung Laksono di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Kamis (20/9).

    Pendapat senada diutarakan pakar hukum pidana Universitas Padjajaran Romli Atmasasmita, Kamis (20/9). Romli menilai program StAR (Stolen Asset Recovery Initiative), kerja sama United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) dan Bank Dunia (World Bank) ini menjadi tekanan dari dunia internasional agar pemerintah Indonesia serius menegakkan hukum. Namun demikian, keberhasilan program itu tergantung dari kesungguhan aparat penegak hukum di Indonesia.

    "Dengan kata lain, dunia internasional mempertanyakan apa yang telah dilakukan pemerintah sehingga kasus Soeharto tidak pernah tuntas," tegasnya.

    Dia menyayangkan pernyataan Jaksa Agung Hendarman Supandji yang sepertinya kurang tertarik dengan program ini. Menurut Ketua Tim Perumus RUU Pengadilan Tipikor itu, justru merendahkan komitmen Indonesia dalam memberantas korupsi di mata dunia internasional.

    Senada dengan Romli, Koordinator ICW Teten Masduki menyatakan dengan jaringannya, PBB dapat melacak transaksi yang dicurigai sebagai tindak pidana pencucian uang. Dia mendesak pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono segera mengambil langkah-langkah meminta bantuan kerja sama dengan PBB dan bank dunia untuk pengembalian aset. "Sudah ada kerangka hukum, seperti peraturan perundangan dan ratifikasi UNCAC," paparnya.

    Soeharto Rela
    Sebaliknya, pengacara Soeharto Indriyanto Senoadjie menyilakan kepada pihak manapun untuk menelusuri aset-aset Soeharto, termasuk melalui program StAR. Tetapi dia menjamin, rencana itu akan sia-sia.
    Indriyanto mengatakan, "Kalau memang ada, silakan sita saja. Kalau dapat, Pak Harto rela untuk dibagikan pada rakyat. Tapi saya jamin nggak ada."

    Dia menambahkan, jika nanti ditemui, masalah pemilikan harus dibuktikan secara hukum lebih dulu. Jika tidak ada relasinya, buat apa disita, urainya. Menurut Indriyanto, yang dia ketahui temuan StAR itu baru dugaan yang dikumpulkan sebagai bukti dalam pengertian hukum. Itu harus ditelusuri lagi tidak masalah kalau mau ditelusuri sampai luar negeri. (dina sasti damayanti/tutut herlina

    Inter Tidak Krisis

    Milan - Inter Milan krisis? Krisis apa? Penampilan Javier Zanetti dan kawan-kawan memang belum terlalu meyakinkan, tapi kiper Julio Cesar menolak timnya dinilai sedang krisis.

    Pekan kemarin bukanlah pekan yang menyenangkan bagi skuad Nerazzuri. Setelah ditekuk Fenerbahce 1-2 di Liga Champions, mereka lalu ditahan imbang tim lemah Livorno 2-2 di Serie A.

    Tuduhan krisis ditolak mentah-mentah Cesar. Hasil di kandang Livorno bukanlah bencana. "Kami menunjukkan sikap yang lebih baik ketimbang saat menghadapi Fenerbahce," papar Cesar kepada Channel 4.

    "Bahkan dengan 10 orang kami bisa bermain dengan baik. Bahkan kami masih bisa memburu gol ketiga," lanjut kiper berusia 28 tahun itu.

    Partai lanjutan Serie A melawan Sampdoria, Kamis (27/9/2007) dinihari WIB, adalah peluang bagus bagi pasukan I Beneamata untuk benar-benar membuktikan bahwa tak ada krisis di sana.

    Sampdoria selalu kesulitan melawan Inter. Kemenangan terakhir tim yang bermarkas di Stadion Luigi Ferraris itu terjadi delapan tahun silam. Pada 21 Maret 1999 I Blucerchiati menang telak 4-0.

    Tapi sesudah itu Inter-lah yang mendominasi. Pertemuan terakhir kedua tim pada Januari 2007 dimenangi Inter 2-0. Padahal partai itu digelar di kandang Sampdoria.

    "Musim ini masih panjang. Masih banyak pertandingan yang harus dijalani. Yang penting adalah kami tetap percaya pada diri sendiri dan bekerja keras melewati saat-saat sulit seperti ini," yakin Cesar.

  • Hat-trick Torres Menangkan Liverpool

    cantik 008
    Piala Carling
    Hat-trick Torres Menangkan Liverpool

    Reading - Liverpool meraih kemenangan meyakinkan 4-2 atas Reading di babak ketiga Piala Carling. Fernando Torres menjadi bintang The Reds dengan tiga gol yang dilesakkannya.

    Hasil tersebut bukan hanya mengantar Liverpool lolos ke babak 16 besar Piala Carling. Kemenangan ini sekaligus menjadi kebangkitan kembali The Kop setelah pada tiga pertandingan terakhirnya cuma bermain imbang.

    Buat Reading, kekalahan ini menjadi sebuah langkah mundur. Akhir pekan lalu The Royals baru meraih kemenangan pertamanya setelah pada tiga laga sebelumnya selalu menjadi tim yang dipecundangi lawan-lawannya.

    Menjalani laga tandang di Madejski Stadium, Rabu (26/9/2007), dan tampil dengan banyak pemain cadangan, Liverpool tetap tampil dominan. Gol pertama berhasil mereka cetak saat laga memasuki menit 23 melalui Yossi Benayoun.

    Gelandang yang lebih banyak dibangkucadangkan ini membuktikan dirinya layak menjadi pilihan utama Rafael Benitez dengan ,mencetak sebuah gol indah. Menusuk dari tengah lapangan, Benayoun menggiring bola memasuki kotak penalti, mengecoh seorang bek Reading dan melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau kiper Adam Federici.

    Reading langsung bereaksi dengan gol tersebut. Lima menit berselang gawang The Kop yang dinihari ini dikawal Charles Itandje dijebol Bobby Convey melalui tendangan dari luar kotak penalti.

    Liverpool baru mampu mencetak gol keduanya di menit 50. Umpan terukur Sebastian Leto mampu diterima dengan sempurna oleh Torres, sepakan striker Spanyol itu usai melewati Ulises De la Cruz membawa tim tamu kembali unggul 2-1.

    Namun Reading lagi-lagi mampu menyamakan kedudukan melalui aksi John Halls di menit 64. Untungnya Liverpool punya Torres, dia menyumbang dua gol tambahan yang menggenapi hat-trick pertamanya sekaligus memastikan kemenangan pasukan Rafael Benitez.

    Eksekusi sempurnanya meneruskan umpan John Arne Riise membawa Liverpool kembali memimpin di menit 72. Sementara gol penutupnya lahir empat menit sebelum bubaran setelah sukses melepaskan diri dari jebakan off side.

    Susunan Pemain
    Liverpool: Charles Itandje, Alvaro Arbeloa, Fabio Aurelio (Riise '69), Jamie Carragher, Steve Finnan, Yossi Benayoun, Sebastian Leto, Leiva Lucas (Hobbs '80), Mohamed Sissoko, Peter Crouch (Gerrard '77), Fernando Torres

    Reading: Adam Federici, Andre Bikey, Ulises De la Cruz, Michael Duberry, John Halls (Kitson '80), Nicky Shorey, Bobby Convey (Hunt '90), Emerse Fae, James Harper, Leroy Lita, Shane Long (Henry '79)

    Piala Carling
    Young Guns Beri Arsenal Kemenangan

    London - Tampil dengan materi Young Guns yang jarang diturunkan, Arsenal tampil dominan ketika menggulung Newcastle United dengan skor 2-0 di ronde ketiga Piala Carling.

    Di stadion Emirates, Rabu (26/9/2007), manajer Arsene Wenger memilih materi pemain muda lapis keduanya untuk menghadapi Newcastle yang justru tampil dengan kekuatan penuhnya.

    Pada menit awal, tim tamu langsung mengejutkan pendukung tuan rumah. Sekitar sepuluh menit pertandingan berjalan, Newcastle melalui Obafemi Martins mengancam gawang Arsenal. Melewati Philippe Senderos, usaha Martins menjebol gawang tuan rumah kandas di tangan kiper muda Polandia, Lukasz Fabianski.

    Setelah itu, Arsenal mampu mendominasi perolehan bola kendati belum mampu menghasilkan peluang emas. Baru di menit 17 penyerang muda kelahiran Denmark, Nicklas Bendtner, mendapat peluang meski sundulannya meneruskan umpan silang Armand Traore, belum bisa mengubah kedudukan.

    Di menit 30, Martins kembali membuat repot pertahanan Arsenal. Tetapi tendangan lambung kaki kirinya masih melebar. Lima menit berselang, sepak pojok James Milner ke arah tiang jauh dapat diantisipasi dengan baik oleh Fabianski.

    Tiga menit memasuki paruh kedua pertandingan, Emmanuel Eboue melepaskan tendangan keras kaki kiri ke arah gawang. Tetapi Shola Ameobi mengintervensi dengan melakukan blok.

    Arsenal terus menekan, kali ini melalui Bendtner di menit 52. Tetapi sekali lagi tendangannya dari sebelah kanan wilayah penalti belum bisa membuahkan gol.

    Bendtner akhirnya sukses menggoyang jala gawang Shay Given tujuh menit sebelum bubaran. Umpan silang Traore disambarnya dengan tandukan untuk membuat Arsenal unggul.

    Semenit menjelang peluit akhir dibunyikan, Neves Denilson menggandakan keunggulan dari sebelah kanan gawang Given dengan sepakan kaki kanannya. Skor pun tidak berubah dengan kemenangan 2-0 buat tuan rumah.

    Sementara itu tim Premiership lainnya, Manchester City harus bersusah payah menekuk tim divisi Championship, Norwich. The Citizens baru bisa memastikan kemenangan di menit-menit akhir pertandingan melalui Georgios Samaras.

    Sodoran umpan pemain pengganti, Kelvin Etuhu, dituntaskan dengan sempurna oleh Samaras untuk memastikan satu tempat di babak 16 besar.

    Susunan Pemain:

    Arsenal: Lukasz Fabianski, Emmanuel Eboue (V Diaby '64), Justin Hoyte, Philippe Senderos, Armand Traore, Neves Denilson, Lassana Diarra, Alexandre Song Billong, Nicklas Bendtner, Da Silva Eduardo (F Perez '90), Theo Walcott.

    Newcastle: Shay Given; Habib Beye, Sanchez Jose Enrique, David Rozehnal, Steven Taylor, Abdoulaye Faye, James Milner (N Butt '70), Charles N'Zogbia, Shola Ameobi (B Emre '60), Obafemi Martins, Alan Smith.

    Man City: Joe Hart; Michael Ball, Richard Dunne, Sun Jihai, Shaleum Logan, Nedum Onuoha, Fernandes Gelson (K Etuhu '68), Deiberson Geovanni (C Evans '79), Stephen Ireland, Rolando Bianchi, Georgios Samaras.

    Norwich: David Marshall; Gary Doherty, Rossi Jarvis, Jon Otsemobor, Lee Croft, Simon Lappin, Ian Murray, Darel Russell, Michael Spillane, Chris Brown, Jamie Cureton.

    Hasil Pertandingan Piala Carling, Rabu (26/9/2007) dinihari WIB:

    Arsenal-Newcastle United: 2-0
    Blackpool-Southend: 2-1 (ET)
    Burnley-Portsmouth: 0-1
    Luton-Charlton Athletic: 3-1 (ET)
    Manchester City-Norwich City: 1-0
    Reading-Liverpool: 2-4
    Sheffield United-Morecambe: 5-0
    West Brom-Cardiff City: 2-4

    Bulatkan tekadmu dari sekarang untuk meraih pendidikan internasional di Australia selepas SMA-mu!

    Atau kalo kamu pengen lebih cepat lagi meraih sukses, selesai kelas 2 SMA saja kamu udah bisa lanjut kuliah di jenjang Diploma. Dijamin kamu bisa lebih cepat dapat gelar Bachelormu (S1) dan mendahului seangkatanmu mengenakan toga wisuda!

    Ngga mahal kok! Asli, beneran! Paling murah uang kuliah di Aussie itu ada yang cuma A$2,000an/semester (sekitar 15 jutaan perak doang persemesternya! Bandingkan dengan uang kuliah universitas swasta di sini, sama kan ???)

    Mau belajar mandiri? Kelebihan studi di Aussie kamu bisa sambil kerja lho! Lumayan, income kerja casual kamu bisa untuk menutup biaya hidup or biaya kuliahmu. Bakti sama ortu dikit nape hehe.... J

    Or kalo kamu punya kaka en sodara yang sekolah or kuliahnya udah lama lulus or bahkan malah kalo mereka ngga sampe selesain studinya tersebut, mereka juga masih bisa lanjut sekolah di Aussie tanpa harus malu ketuaan, coz di Aussie banyak kok yang udah berumur tapi masih semangat sekolah! Lumayan kan mereka bisa memperoleh masa depan yang lebih cerah dengan menyelesaikan studi mereka di luar negri, sambil kerja pula.

    Konsul gratis yok di Lighthouse Student Network supaya kamu bisa lebih jelas lagi dan ngga menyesal di kemudian hari melihat temen-temenmu sukses tersebar di berbagai belahan dunia sedangkan kamu masih manyun terus di Bogor tercinta... Belum terlambat kok!

    Kalo tau dari dulu studi di Aussie itu ngga mahal...

    Lighthouse Student Network

    ABN 89 217 640 200

    Australia

    17/34-38 Kerrs Road, Lidcombe, NSW 2141

    Phone/Fax +61 2 9643 7029, Mobile +61 410 635 977

    E-mail lighthousesn@yahoo.com

    Indonesia

    Level 2 Josh Production Building, Bogor 16143

    Mobile +62 888 90 78910

    "STUDY & WORK IN AUSTRALIA - PANDUAN BELAJAR & BEKERJA DI AUSTRALIA"

    heart revival

    Bulan-bulan terakhir ini sudah dua kali saya membaca artikel tentang kemajuan dalam usaha2 menyelamatkan pasien yang terkena serangan jantung. Satu di Newsweek, satu lagi kalau tidak di the Economics ya di Newsweek atau Times. Prosedur yang sekarang dipakai dokter ternyata malah berbahaya untuk keselamatan para pasien itu.

    Dokter seringkali heran bahwa pasien yang berhasil di revive lagi jantungnya dan tampaknya tidak ada masalah, tidak lama kemudian kondisinya langsung memburuk dan meninggal. Oksigen yang diberikan setelah jantung kembali bekerja ternyata malah membuat sel-sel menangkap sinyal yang salah lalu memicu sistem bunuh dirinya. Salah satu metode yang dapat dipakai untuk mengatasi dan memperbaiki kemungkinan hidup pasien serangan jantung adalah dengan mendinginkan tubuh pasien sampai 33 Celcius.

  • 10 Time Management Myths

    10 Time Management Myths

    1. We can manage time. We cannot manage time. Nor can we save it. Time ticks away relentlessly in spite of our efforts to control it. We are provided with 24 hours of time each day to use as we like. The key is in how we use that time. We can use it wisely, or we can waste it, but we can never save it. At the end of the day, it's gone.

    2. Time management involves getting more done in less time. Some people may believe that, but effective time management refers to getting done fewer things of greater importance. We cannot possibly do everything we want to do, or all the things there are to do. But if we prioritize what there is to do, and focus on completing the priorities to the exclusion of everything else, we will be more effective.

    3. "To do" lists help get things done. "To do" lists do nothing to further a project or task. They simply remind us that they are not done yet. Scheduling time in your planner, as appointments with yourself, to work on the tasks helps get them done. "To do" lists are intentions; scheduled blocks of time are commitments.

    4. People need a "Personal Organizer" or other time management system to get organized. People are not organized because they use a time management system, they use a time management system because they are organized. Personal organization involves breaking old habits and forming new, effective ones. It is a state of mind as opposed to a state of the office. Some people are more organized using a 65-cent steno pad than others are using a 65-dollar organizer.

    5. A "Quiet Hour" is a great time management tool. A "quiet hour" is a figment of time management writers' imaginations. There is no such thing as a "quiet hour". We can reduce interruptions, but never eliminate them. To be effective we must learn to work in spite of the interruptions. Frequently, interruptions are not time wasters, but opportunities arriving at inopportune times.

    6. Keeping a time log to determine where your time is going, is the place to start. A time log should be done last, not first. All we need is more paperwork and interruptions when we're already inundated with them! We should get organized first, adopt effective habits, schedule time properly, put into practice time-reducing techniques and procedures, and once we have the time, keep a time log to effect further refinements.

    7. The biggest time wasters include telephone interruptions, visitors, meetings and rush jobs. These are not time wasters, they are time obligations -- they come with the job. The biggest time wasters are self-imposed, such as procrastination, making mental notes, interrupting ourselves, searching for things, perfectionism, and spending time on trivial tasks. We are our own worst enemies. Being effective involves managing ourselves, not placing the blame on others.

    8. It's more efficient to stick to one task until it's completed. It may be more efficient, but it's not more effective, for seldom will you have time to finish it. It's more effective to break large projects into small one or two-hour chunks and work at them for a brief period each day. Working on priorities involves frequent brief sprints, not occasional marathons.

    9. We should have one planner for the office, and a separate planner for the home. We should have one planner, period. We are only one person, sharing our lives with people and activities at work, at home, at school, etc. Since we only have one life, we should only have one planner. Both business and personal activities should be scheduled in the same planner so business activities don't take precedence over personal and family activities.

    10. Time is money. Time is more than money, it's life. You can always get more money, but you can never get more time. It's an irreplaceable resource. When time's gone, you're gone.

    Sekolah Gratis...

    Jika tidak berkeberatan forward di milis2 di mana anda bergabung. Kalau kenal atau mengetahui ada anak miskin atau dari golongan kurang mampu, lulus SD (berijasah) tetapi tidak dapat meneruskan ke SMP, umur max 18 tahun, tinggal di Jakarta Selatan, dapat menghubungi Ibu Ade, Pancoran Timur VIII no. 4B Jakarta 12770 telp. 7990412 HP. 085691500258, Untuk selanjutnya akan disurvei. Jika tidak ada halangan tahun ini akan dibuka sekolah rakyat (SMP terbuka) gratis di Jakarta Selatan khusus untuk anak miskin dan dari golongan tidak mampu .. Best Regards, Ade Andria Outreach Sampoerna Foundation Sampoerna Strategic Square Tower A, 27th Floor Jl. Jendral Sudirman Kav. 45 Jakarta 12930

    Tulisan Meresahkan

    Tulisan meresahkan, membuat Anda gelisah dan tak nyenyak tidur..

    Weha

    Palmerah

    Harta Karun Untuk Semua

    oleh Dewi Lestari

    Hari ini kiriman buku yang saya pesan dari Amazon.com datang. Ada satu buku
    yang langsung saya sambar dan baca seketika. Judulnya: "Stuff ? The Secret
    Lives of Everyday Things". Buku itu tipis, hanya 86 halaman, tapi informasi
    di dalamnya bercerita tentang perjalanan ribuan mil dari mana barang-barang
    kita berasal dan ke mana barang-barang kita berakhir.

    Dimulai sejak SD, saat saya pertama kali tahu bahwa plastik memakan waktu
    ratusan tahun untuk musnah, saya sering merenung: orang gila mana yang
    mencipta sesuatu yang tak musnah ratusan tahun tapi masa penggunaannya hanya
    dalam skala jam-bahkan detik? Bungkus permen yang hanya bertahan sepuluh
    detik di tangan, lalu masuk tong sampah, ditimbun di tanah dan baru hancur
    setelah si pemakan permen menjadi fosil.

    Sukar membayangkan apa jadinya hidup ini tanpa plastik, tanpa cat, tanpa
    deterjen, tanpa karet, tanpa mesin, tanpa bensin, tanpa fashion. Dan sebagai
    konsumen dalam sistem perdagangan modern, sejak kita lahir rantai
    pengetahuan tentang awal dan akhir dari segala sesuatu yang kita konsumsi
    telah diputus. Kita tidak tahu dan tidak dilatih untuk mau tahu ke mana
    kemasan styrofoam yang membungkus nasi rames kita pergi, berapa banyak
    pohon yang ditebang untuk koran yang kita baca setengah jam saja, beban
    polutan yang diemban baju-baju semusim yang kita beli membabi-buta.

    Untuk aktivitas harian yang kita lewatkan tanpa berpikir, yang terasa
    wajar-wajar saja, pernahkah kita berhitung bahwa untuk hidup 24 jam kita
    bisa menghabiskan sumber daya bumi ini berkali-kali lipat berat tubuh kita
    sendiri?

    Untuk menyiram 200 cc air kencing, kita memakai 3 liter air. Untuk mencuci
    secangkir kopi, kita butuh air sebaskom. Untuk memproduksi satu lapis daging
    burger yang mengenyangkan perut setengah hari dibutuhkan sekitar 2,400 liter
    air. Produksi satu set PC seberat 24 kg yang parkir di atas meja kerja kita
    menghasilkan 62 kg limbah, memakai 27,594 liter air, dan mengonsumsi listrik
    2,300 kwh. Bagaimana dengan chip kecil yang bekerja di dalamnya?Limbah yang
    dihasilkan untuk memproduksinya 4,500 kali lipat lebih berat daripada berat
    chip itu sendiri.

    Mengetahui mata rantai tersembunyi ini bisa menimbulkan berbagai reaksi.
    Kita bisa frustrasi karena terjepit dalam ketergantungan gaya hidup yang tak
    bisa dikompromi, kita bisa juga semakin apatis karena tidak mau pusing. Yang
    jelas, sesungguhnya ini adalah pengetahuan yang sudah saatnya dibuka.
    Pelajaran Ilmu Alam, selain belajar penampang daun dan membedah jantung
    katak, dapat dibuat lebih empiris dengan mempelajari hulu dan hilir dari
    benda-benda yang kita konsumsi, sehingga tanggung jawab akan alam ini telah
    disosialisasikan sejak kecil.

    Pernahkah kita merenung, saat kita memasuki gedung FO empat lantai, Pasar
    Baru, atau berjalan-jalan ke Gasibu pada hari Minggu di mana ada lautan PKL:
    tidakkah semua baju dan barang-barang itu mampu memenuhi kecukupan penduduk
    satu kota? Tapi kenapa barang-barang ini tidak ada habisnya diproduksi?
    Setiap hari selalu ada jubelan pakaian baru yang menggelontori pasar.
    Pernahkah kita merenung, saat kita memasuki hypermarket dan melihat ratusan
    macam biskuit, ratusan varian mie instan, dan ratusan merk sabun: haruskah
    kita memiliki pilihan sebanyak itu?

    Pernahkah kita merenung, apa yang kita inginkan sesungguhnya jauh melebihi
    apa yang kita butuhkan?
    Atas nama kecukupan, satu manusia bisa hidup dengan lima pasang baju dalam
    setahun, bahkan lebih. Atas nama fashion, jumlah itu menjadi tidak berbatas.
    Atas nama kebutuhan, satu manusia bisa hidup dengan beberapa pilihan
    panganan dalam sehari. Atas nama selera dan nafsu, seisi Bumi tidak akan
    sanggup memenuhi keinginan satu manusia.

    Permasalahan ini memang bisa dilihat dari berbagai kaca mata. Seorang ekonom
    mungkin akan menyalahkan sistem kapitalisme dan globalisasi. Seorang
    sosialis akan mengatakan ini masalah distribusi dan pemerataan. Tapi jika
    kita runut, satu demi satu, bahwa Bumi adalah kumpulan negara, negara adalah
    kumpulan kelompok, dan kelompok adalah kumpulan individu, permasalahan ini
    akan kembali ke pangkuan kita. Dan kesadaran serta kemauan kitalah yang pada
    akhirnya akan memungkinkan sebuah perubahan sejati.

    Belum pernah dalam sejarah kemanusiaan keputusan harian kita menjadi sangat
    menentukan. Tidak perlu menunggu Amerika menyepakati protocol Kyoto, tidak
    perlu juga menunggu penjarah hutan tertangkap, setiap langkah kita-memilih
    merk, kuantitas, tempat, gaya hidup-adalah pilihan politis dan ekologis yang
    menentukan masa depan seisi Bumi.

    Saya belum bisa mengorbankan komputer karena itulah instrumen saya bekerja,
    tapi saya bisa lebih awas dengan jam penggunaan dan mematikannya jika tidak
    perlu. Saya belum bisa mengorbankan kebutuhan akan informasi, tapi saya bisa
    memilih membaca berita lewat internet atau membaca koran di tempat publik
    ketimbang berlangganan langsung.

    Bagaimana dengan fashion?
    Di dunia citra ini, dengan profesi yang mengharuskan banyak tampil di muka
    publik, saya pun belum bisa mengorbankan keperluan fashion (baca:membeli
    busana lebih sering dari yang dibutuhkan), tapi saya bisa membuat komitmen
    dengan lemari pakaian, yakni baju yang saya miliki tidak boleh melebihi
    kapasitas lemari saya. Jika lebih, maka harus ada yang keluar. Dan setiap
    beberapa bulan saya dihadapkan pada kenyataan bahwa ada baju yang tidak saya
    pakai setahun lebih atau baju yang cuma sekali dipakai dan tak pernah lagi.
    Bukan cuma baju, ada juga buku, pernik rumah, alat dapur, bahkan sabun dan
    sampo yang utuh tak disentuh.
    Alhasil, dalam rumah saya ada semacam peti-peti 'harta karun', yang
    berisikan barang-barang yang harus keluar dari peredaran, karena jika
    dipertahankan hanya menjadi kelebihan tanpa lagi unsur manfaat. Harta karun
    ini lantas harus dicarikan lagi outlet untuk penyaluran. Pada waktu perayaan
    17 Agustus, di kompleks saya diselenggarakan bazaar.
    Para warga menyewa stand untuk berjualan. Saya ikut berpartisipasi, dan
    sayalah satu-satunya penjual barang bekas di antara penjual barang-baru
    baru. Karena bukan demi cari untung, barang-barang itu saya lepas dengan
    harga sangat murah. Yang membeli bukan cuma warga kompleks, tapi juga dari
    kampung sekitar. Hari pertama, saya sudah kehabisan dagangan. Terpaksa saya
    mengontak saudara-saudara saya yang barangkali juga punya barang bekas untuk
    disalurkan. Sama dengan saya, mereka pun punya timbunan harta karun yang
    entah harus diapakan. Stand saya menjadi salah satu stand paling laris
    selama bazaar berlangsung. Dan kakak saya terkaget-kaget dengan penghasilan
    yang ia dapat dari tumpukan barang yang sudah dianggap sampah.

    Berjualan di bazaar tentu bukan satu-satunya jalan, ada aneka cara kreatif
    lain untuk memanfaatkan harta karun kita, termasuk juga disumbangkan. Namun
    yang lebih sukar adalah memulai membuat komitmen-komitmen pembatasan diri.
    Berkomitmen dengan rak buku, dengan lemari pakaian, dengan rak kamar mandi,
    dengan laci dapur, dan pada intinya... dengan diri sendiri.
    Siapkah kita menentukan batasan dan berjalan dalam koridor itu?

    Dan, yang lebih susah lagi, adalah pengendalian diri dari awal bersua aneka
    pilihan yang membombardir kita setiap hari, lalu sadar dan mawas akan rantai
    sebab-akibat yang menyertai pilihan kita. Membuka diri untuk info dan
    pengetahuan ekologi adalah salah satu cara pembekalan yang baik.

    Walaupun sekilas tampak merepotkan dan bikin frustrasi, tapi kantong kresek
    yang kita buang tadi pagi tidak akan hilang oleh sihir, dan hamburger yang
    kita makan tidak dipetik dari pohon. Rantai yang menyertai barang-barang itu
    tidak akan hilang hanya karena kita enolak tahu. Banyak orang yang
    berkomentar pada saya, "Aduh, Wi. Kamu bikin hidup tambah susah saja." Dan
    mereka benar. Hidup ini tak mudah. Untuk itu kita justru harus belajar
    menghargai setiap jengkalnya. Memilih hidup yang lebih sederhana, hidup
    dengan tempo yang lebih pelan, hidup dengan pengasahan kesadaran, tak hanya
    membantu kita lebih eling dan terkendali, tapi juga membantu Bumi ini dan
    jutaan manusia yang dijadikan alas kaki oleh industri demi pemenuhan nafsu
    konsumsi kita sendiri.

    Lingkaran setan? Ya. Tapi tidak berarti kita tak sanggup berubah.

    Selama ini kita adalah pembeli yang berlari. Dalam kecepatan tinggi kita
    bertransaksi, sabet sana sabet sini, tanpa tahu lagi apa yang sesungguhnya
    kita cari.

    Berhentilah sejenak. Marilah kita berjalan.

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.