
Rp 1 Triliun Buat Wenger
London - Semakin tebalnya pundi-pundi Arsenal bakal berimbas positif buat Arsene Wenger yang bisa kebagian "jatah" 70 juta pound tunai atau sekitar Rp 1,2 triliun untuk belanja pemain, meski dengan catatan.
Semenjak pindah dari Highbury ke stadion Emirates, Arsenal tambah kaya. Pendapatan per pertandingan meningkat akibat tambahan kapasitas stadion yang kini menjadi 60 ribu.
Senang dengan performa keuangan "Gudang Peluru", Direktur Pengelola Arsenal, Keith Edelmen, mengumumkan kalau keuntungan klub bisa dipergunakan Wenger untuk menambah amunisi pemain.
"Kami punya daya finansial berlebih untuk digunakan Arsene Wenger dalam transfer pemain," bangga Edelmen, seperti Goal, Selasa (25/9/2007).
Tambahan uang buat Wenger itu siap diberikan dengan syarat: jika Wenger menginginkannya. "Kami punya lebih dari 70 juta (poundsterling) tunai di akhir tahun dan jika Wenger mau, kami bakal langsung menyediakannya."
Belum tentu uang itu bakal diminta Wenger mengingat manajer asal Prancis itu tampaknya cukup puas dengan materi pemainnya saat ini. Apalagi performa Arsenal juga sangat positif, terutama di Liga Primer dimana mereka untuk sementara memuncaki klasemen.
Hal itu pun disadari Edelmen dan diamini pula olehnya. "Saya pikir kami dalam posisi bagus. Penampilan Arsene dan tim di lapangan sangat luar biasa, yang juga didukung oleh posisi keuangan yang sangat bagus."
Mau (Rp 1 triliun) tidak, Wenger?
Inter dan Milan Hadapi Tuntutan Hukum
Milan - AC Milan dan Inter Milan terancam menghadapi tuntutan hukum. Dua klub tersebut diduga melalukan pemalsuan laporan keuangan terkait penjualan dan pembelian pemain.
Diberitakan Yahoosports, Selasa (25/9/2007), penuntut Kota Milan memanggil Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani dan Wakil Presiden Inter Rinaldo Ghelfi serta mantan direktur Inter Mauro Gambaro.
Dua klub tersebut diduga memalsukan laporan keuangan dengan cara membesarkan pendapatan yang mereka dapat dari penjualan pemain antara keduanya sepanjang musim 2003 hingga 2005 untuk menyeimbangkan neraca keuangan klub. Hal itu dilakukan untuk menutupi kondisi keuangan klub yang sebenarnya dalam keadaan tidak sehat.
Bagaimana nasib pejabat teras dua klub papan atas Italia itu kini tinggal menunggu keputusan hakim. Namun tidak diketahui kapan putusan itu bakal dibuat pengadilan setempat.
Sementara itu kedua klub sudah mengeluarkan bantahan atas tuduhan yang disangkakan pada mereka. "Laporan keuangan kami tidak bermasalah," demikian penyataan resmi Rossoneri.
Bulan Janurai lalu Galliani dan Presiden Inter, Massimo Moratti sebenarnya sudah menjalani pemeriksaan dengan tuduhan serupa. Namun hari Senin (24/9/2007) kemarin waktu Italia, jaksa penuntut justru membatalkan sangkaannya pada Moratti dan mengalihkannya pada Ghelfi dan Gambaro, sementara status Galliani tetap. (din/krs)
Inggris 'Kembali' ke Sekolah
Cheshire - Untuk menyiapkan diri dalam kunjungannya ke kandang Rusia pada bulan Oktober mendatang, tim nasional Inggris bakal berlatih secara khusus di sebuah sekolah.
Demi menjaga peluang lolos dari Grup E menuju babak utama Euro 2008 di Swis dan Austria, Inggris harus bisa memetik tiga poin ketika diuji tuan rumah Rusia di Moskow pada 17 Oktober mendatang.
Meski dalam pertemuan pertama pada 12 September silam di Wembley Three Lions menang meyakinkan 3-0, mereka tidak mau lengah karena nanti akan tampil di kandang lawan. Ditambah lagi dalam lawatannya nanti Inggris dipastikan bakal bermain di atas permukaan artifisial di Stadion Luzhny.
Untuk membiasakan diri dengan kondisi lapangan tersebut, pelatih Steve McLaren pun mencari tempat berlatih yang memiliki permukaan serupa. Permukaan sintetis di lapangan latihan Arsenal dan Manchester United urung dipakai karena dinilai kurang identik dengan permukaan yang akan dimainkan di Rusia nanti.
Untung McLaren akhirnya berhasil menemukan permukaan lapangan yang dimaksud di Blessed Thomas Holford Catholic College. Sekolah yang terletak di kawasan Altrincham itu memiliki fasilitas olahraga modern dimana terbentang permukaan lapangan artifisial yang pembangunannya konon menyedot biaya sebesar 1 juta pound (sekitar Rp 1 triliun).
Terhadap rencana latihan tim nasional Inggris tersebut, pihak sekolah tentu menerima dengan baik. "Sangat fantastis. Bisa memainkan peran dalam usaha Inggris lolos babak kualifikasi adalah hal luar biasa buat sekolah kami," ujar kepala sekolah John Cornally, seperti dilansir In The News, Selasa (25/9/2007).
"Proses belajar mengajar mungkin akan jadi terganggu pada hari-H namun kami harus fleksibel. Kami juga tidak ingin menjadi pengganggu, artinya Inggris akan berlatih tanpa gangguan. Kami akan menjamin itu, dengan balasan sedikit tandatangan, mungkin juga tandatangan di kaus," tuntas Cornally setengah berharap.
Sebelum menghadapi Rusia di Moskow, Inggris juga harus menjamu Estonia pada tanggal 8 Oktober. Satu partai terakhir akan dijalani Inggris pada tanggal 21 November menghadapi Kroasia. John Terry cs saat ini duduk di posisi dua Grup E di bawah Kroasia, dengan berselisih tiga poin.
'Gerrard Tak Maksimal Karena Inggris'
Liverpool - Kapten Liverpool Steven Gerrard tampil tak maksimal belakangan ini. Manajer Rafael Benitez pun menuding tim nasional Inggris jadi biang keladinya.
Kendati dibayangi cedera patah jari kaki, Gerrard tetap memperkuat Inggris dalam kualifikasi Euro 2008 melawan Israel dan Rusia.
Menghadapi Israel, Gerrard bermain selama 71 menit sebelum akhirnya ditarik karena kram. Empat hari kemudian, gelandang Three Lions itu tampil penuh ketika menghadapi Rusia.
Semenjak kembali dari membela negara, Gerrard belum bisa kembali ke performa puncaknya. Sejalan dengan itu klubnya, Liverpool, juga sudah tiga kali hanya mampu memetik hasil imbang ketika melawan Portsmouth dan Birmingham di Liga Primer serta FC Porto di Liga Champions.
Gerrard yang biasanya jadi pemecah kebuntuan tim The Reds kali ini tidak mampu bicara banyak walau bermain dalam ketiga laga tersebut --Gerrard tidak turun penuh hanya ketika menghadapi Portsmouth.
"Itu (buruknya penampilan Gerrard) bisa dikarenakan akibat bermain dua kali bagi Inggris. Mereka (Inggris) tahu perasaan saya (mengenai Gerrard bermain dua kali) namun semua orang bicara betapa pentingnya situasi saat ini buat Inggris," keluhnya seperti diberitakan Liverpool Echo, Selasa (25/9/2007).
Tidak masalah jika Gerrard bermain buat negaranya. Namun yang bikin Benitez jengkel adalah Steve McLaren tampak enggan menarik gelandang 27 tahun itu dan mungkin juga berniat memainkannya selama 90 menit penuh dalam dua pertandingan.
"Tim nasionalnya adalah Inggris namun jelas para pemain ini tidak bisa terus menerus bermain selama 90 menit. Gerrard tidak dalam kondisi segar 100 persen. Dalam pertandingan seperti ini, Anda perlu menjaga tempo tinggi dan jika Anda bermain penuh secara penuh, terutama saat Anda sedang tidak segar, umumnya Anda akan bermasalah," pungkas Benitez.