
Fiorentina Imbangi Roma 2-2
Florence - AS Roma kembali gagal meraih poin maksimal dalam lanjutan Liga Italia. Bertandang ke Fiorentina, Giallorossi kembali cuma meraih satu poin setelah ditahan 2-2.
Inilah hasil imbang kedua Roma secara beruntun setelah akhir pekan lalu juga meraih hasil serupa kala ditahan Juventus. Meski cuma menambah satu poin, posisi pasukan Luciano Spalletti di puncak klasemen belum terusik. Roma kini mengoleksi 11 poin.
Buat Fiorentina, tambahan satu poin membuat posisi mereka turun tiga strip ke urutan enam dengan total angka sembilan, digeser Napoli dan Palermo yang pada laga lain mampu menundukkan lawan-lawannya. Dengan hasil ini La Viola juga gagal meraih kemenangan pertama atas Roma yang terakhir mereka raih tahun 2001.
Pertandingan yang dilangsungkan di Artemio Franchi, Kamis (27/9/2007) dinihari WIB berlangsung sengit. Kedua kubu silih berganti melancarkan serangan.
Roma lebih dulu membuka keunggulan di menit 19 melalui aksi brilian Alessandro Mancini. Menerima bola dari Cicinho, gelandang Brasil itu sepertinya akan melepaskan crossing, namun bola justru yang di-chip-nya malah mengarah ke gawang dan membuat Sebastien Frey hanya bisa terpaku.
Keunggulan Roma tak bertahan lama, lima menit setelah gol Mancini, Alessandro Gamberini menyamakan kedudukan. Gol terbantu oleh kiper Alexander Doni yang salah mengnatisipai bola umpan tendangan sudut.
Penampilan Frey dalam laga tersebut layak mendapat acungan jempol. Kiper Prancis itu beberapa kali mematahkan serangan Roma yang mengarah ke gawangnya, diantaranya saat dia memblok usaha Daniele De Rossi dan Mirco Vucinic.
Namun delapan menit sebelum turun minum, tim tamu kembali memimpin. Gerakan menipu yang dilakukan Aquilani saat menerima umpan Vucinic membuat Ludovic Giuly berada dalam posisi bebas, sepakan rendah mantan bintang Barcelona itu tak kuasa dihadang Frey.
Di babak kedua tekanan Roma tak berkurang, untungnya di saat bersaman Frey tetap tampil gemilang di bawah gawangnya. Diving header Aquilani bisa dimentahkannya, sepakan Vucinic pun gagal menerobos gawang karena antisipasi sigapnya, semetara tendangan spkekulasi David Pizarro dari jarak 20 meter bisa juga gagal berujung gol berkaki kaki kanan eks kiper Parma itu.
Tujuh menit setelah masuk lapangan, Christian Vieri langsung memberi kontribusi saat pelanggarab Matteo Ferrari pada dirinya berbuah hadiah penalti. Adrian Muttu yang maju sebagai eksekutor mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Di lima menit terakhir pertandingan Fiorentina harus bermain dengan 10 orang setelah Marco Donadel dikartu merah wasit. Namun kondisi tersebut tak mampu dimanfaatkan Roma untuk menambah jumlah golnya. Skor akhir pun bertahan di angka 2-2. (din/ian)
Jelang Roma vs Inter
Totti Setengah Hati Karena Dendam
Roma - Dendam bisa dijadikan motivasi untuk tampil maksimal. Tapi karena dendam, Francesco Totti justru mungkin tidak akan menunjukkan performa terbaiknya saat menghadapi Inter Milan.
Laga menghadapi Inter punya nilai kepentingan yang sangat besar buat Roma. Selain demi mempertahankan posisi puncak klasemen, banyak yang memprediksikan hasil bentrok ini bisa dijadikan gambaran persaingan kedua tim hingga akhir musim mendatang.
Roma yang pada pertandingan sebelumnya cuma ditahan imbang 2-2 Fiorentina pantas merasa optimis. Selain bakal merumput di kandang sendiri, mereka akan kembali diperkuat Totti absen pada laga sebelumnya.
Tapi sang kapten justru mengaku tak terlalu menaruh perhatian besar pada big match tersebut. Totti sudah terlanjur terbakar dendam pada Manchster United yang bakal mereka sambangi di Liga Champions midweek pekan depan.
"Saya ingin membalaskan dendam. Di antara pertandingan dengan Inter hari Sabtu dan menghadapi Manchester, saya memilih bisa memenangi laga di Inggris," ungkap Totti di Goal, Jumat (28/9/2007).
Totti bukanya memandang remeh Inter dan mengesampingkan balapan menuju Scudetto. Tapi coreng yang ditinggalkan The Red Devils saat mempecundangi Giallorossi 1-7 di Liga Champions musim lalu sepertinya masih sulit dilupakan pesepakbola yang Kamis (27/9/2007) kemarin merayakan hari jadinya yang ke-31 itu.
"Tentu saja saya sadar kalau pertandingan menghadapi Nerazzurri sangat penting jika kami ingin berkompetisi memperebutkan Scudetto musim ini, tapi kami ingin pembalasan dendam yang hebat dan indah atas Manchester," pungkas Totti. (din/din)
Liga Inggris Pekan Ini
Menunggu Janji Grant & Chelsea
Jakarta - Usai kekalahan pertamanya ketika membesut Chelsea, manajer Avram Grant menjanjikan 'Si Biru" akan mulai berproses untuk jadi lebih hebat. Adakah itu akan mulai terlihat pekan ini?
Debut Grant mengisi posisi Jose Mourinho berlangsung bak mimpi buruk. Sudah dikalahkan rival beratnya, Manchester United, John Obi Mikel juga menuai kartu merah sehingga bakal terkena tiga kali larangan bermain. Ditambah lagi, kubu Stamford Bridge juga masih dibayangi hukuman dari FA akibat beberapa insiden dalam pertandingan tersebut.
Namun Grant yakin kalau perlahan-lahan penampilan Chelsea bakal membaik, bahkan lebih bagus dari awal musim ini ketika masih ditangani Mourinho. "Ini sebuah proses yang tidak datang dalam sehari," tegasnya usai melawan MU.
Kemarin, Kamis (27/9/2007) dinihari WIB, The Blues sukses menang telak 4-0 atas Hull di ajang Piala Carling, kendati hasil itu diraih atas tim divisi Championship. Mampukah hasil serupa diraih dalam lanjutan Liga Primer ketika menjamu Fulham, Sabtu (29/9/2007)?
Meski Fulham duduk di urutan 17 klasemen sementara, Chelsea yang ada di posisi enam harus mewaspadai lawannya. Fulham boleh jadi tim kedua dengan jumlah kebobolan paling banyak --14 gol, lebih sedikit enam gol dari Derby County.
Namun yang harus diingat lini belakang Chelsea adalah Fulham saat ini adalah tim dengan produktivitas terbaik kedua setelah Arsenal --Fulham sudah membukukan 12 gol sementara Arsenal 15. Apalagi musim lalu Fulham juga mampu menahan imbang Chelsea 2-2 di Stamford Bridge.
Sementara itu MU yang dalam kurun waktu kurang dari sepekan meraih dua hasil teramat kontras --menang atas Chelsea di Liga Primer, tetapi dipermalukan Coventry di Piala Carling-- bakal melawat ke kandang tim promosi, Birmingham.
Pulihnya Wayne Rooney dan Louis Saha membuat Sir Alex Ferguson leluasa meracik skuad idealnya untuk meraih hasil positif. Di lini belakang, penampilan Edwin van Der Sar yang sudah tidak pernah kebobolan dalam lima laga juga menambah pede Fergie untuk menempel ketat pemuncak klasemen Arsenal.
Lawan tangguh justru harus dihadapi Arsenal yang bakal dijamu West Ham. Statistik menunjukkan kalau pasukan Arsene Wenger tidak pernah bisa menang atas The Hammers dalam dua musim terakhir --"Tim Gudang Peluru" kalah tiga kali dan imbang sekali. Tentu ini bakal jadi tantangan buat Young Guns Arsenal untuk menghentikan capaian negatif itu.
Statistik tampaknya juga bakal jadi "lawan" buat Liverpool yang tiga penampilan dalam empat laga terakhirnya di semua kompetisi, selalu berakhir imbang. Meski begitu, di atas kertas Wigan yang jadi lawan akhir pekan ini harusnya bisa ditekuk Fernando Torres cs.
Manajer Rafael Benitez yang kerap melakukan rotasi kali ini harus ekstra hati-hati bongkar pasang pemain. Jika keliru dan berujung hasil seri apalagi kalah, The Reds bakal kehilangan peluang untuk memepet Arsenal dan MU yang untuk sementara bercokol di posisi satu dan dua. (krs/din)
bravo roma, roma pasti akan raih kemenangan yang bagus di pertandingan berikutnya Bravo AS ROMA_ZH