CANTIKGF

Tangan Casillas Berharga Rp 96,93 Miliar

Madrid - Status kiper termahal di dunia kini masih milik Gianluigi Buffon. Tapi nilai tangan portieri utama Italia itu mungkin kalah dari kepunyaan Iker Casilla yang diasuransikan 7,5 juta euro atau sekitar Rp 96,93 miliar.

"Setiap orang harus memiliki asuransi profesional dan dalam kasus saya adalah (ancaman) ceedera yang bisa menghabiskan karir saya," ungkap Casillas diberitakan Independent Online, Jumat (28/9/2007).

Casilas tidak menyebutkan berapa premi yang dia bayar pada perusahaan asuransi Groupama, tempat dia mengasuransikan tangganya. Namun asuransi yang hanya akan berlaku sepanjang musim 2007/2008 itu akan meng-cover klaim cedera yang terjadi di dalam atau di luar lapangan.

"Ini sangat menggembirakan dan menyenangkan. Saya harap orang menyukainya. Dan jika saya mengalami cedera lutut atau kaki, saya akan mengaku tangan sayalah yang cedera," seloroh kiper nomor satu Spanyol itu. (din/krs)

Jol: Memecat Saya Adalah Langkah Mundur

London - Meski terus digoyang karena performa yang tak juga membaik, Martin Jol enggan angkat kaki dari Tottenham Hotspur. Dia malah sangat yakin kalau Spurs bakal melangkah mundur tanpa dirinya.

"Orang harusnya realistis - Anda bisa mendatangkan siapa saja dari penjuru dunia, tapi untuk meraih yang lebih baik, posisi empat klasemen harus didapat. Fans tahu betapa sulitnya itu. Dan jika mereka mengganti menejemen lagi, mereka akan mundur kembali ke beberapa tahun lalu," ungkap Jol di BBC, Jumat (28/9/2007).

Tak bisa dipungkiri kalau Jol sudah memberikan prestasi tersendiri dalam perjalanan Spurs. Sejak kedatangannya dari RKC Waalwijk tahun 2004 lalu, Spurs diantarnya menjadi salah satu kuda hitam Premiership, posisi lima klasemen di dua musim terakhir adalah salah satu buktinya.

Sayangnya sejak laga pertama musim ini menghadapi Sunderland, Spurs hingga kini belum mampu menunjukkan kembali kelas mereka. Cuma satu kemenangan yang diraih, dua hasil imbang dan dua kekalahan yang membuat mereka terlempar di posisi 18 klasemen dengan poin lima.

Sebuah raihan yang sangat mengecewakan jika berpatokan pada skuad yang dimiliki, taret yang diusung serta hasil yang diraih dalam dua tahun terakhir. Tak mengherankan kalau berkembang isu bakal ada suksesi di White Hart Lane.

"Spekulsi itu tidak mengenakkan, tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa. Kontinuitas sangat penting - kami berada di posisi lima dalam dua tahun terakhir. Saya pikir orang lain tak bisa melakukan lebih baik lagi," ungkap Jol membela diri.

"Kami memenangi banyak poin, meraih sembilan kemenangan di Eropa dan kembali ke Eropa melalui (hasil) di liga, hasil yang mungkin tidak bisa diraih dalam 25 tahun," pungkas pria berpaspor Belanda itu.

Setelah Juande Ramos ramai diberitakan bakal menjadi suksesor, belakangan nama Jose Mourinho melambung menjadi salah satu kandidat pengganti Jol. Meski begitu hingga kini belum ada indikasi kuat dari Spurs untuk melepas pelatih yang sempat membela Bayern Munich itu. (din/ian)

Hadiah dari Tuhan Buat Munich

Munich - Terpuruk musim lalu, Bayern Munich kembali menunjukkan keperkasaannya di awal musim ini. Sukses tersebut tak lepas dari dua hadiah yang dikirimkan Tuhan pada mereka.

Luca Toni dan Miroslav Klose adalah dua hadiah kiriman Tuhan tersebut. Meski menjadi pendatang baru di Allianz Arena, keduanya cepat padu dengan penghuni lama dan langsung rajin menjebol jala lawan.

Kemenangan 5-0 Munich atas Energie Cottbus Kamis (27/9/2007) kemarin adalah pembuktian terakhir duo striker tersebut. Hat-trick Klose dalam pertandingan tersebut membuat namanya bercokol di posisi teratas daftar top skor dengan delapan gol, sementara satu gol Toni membuat koleksi golnya di Bundesliga menjadi lima.

"Luca adalah juara dunia dan Anda bisa melihat itu dari gerakan yang dibuatnya, dia selalu sensasional. Miro dalam puncak performa. Mereka berdua adalah kiriman Tuhan buat kami," ungkap pelatih Ottmar Hitzfeld di UEFA, Jumat (28/9/2007).

Khusus untuk Toni, pujian khusus dilontarkan Hitzfeld. Bukan hanya karena gol-gol hasil cepatnya dia beradaptasi di sepakbola Jerman, tapi juga sikap di dalam dan luar lapangan yang mudah bergaul hingga membuatnya jadi favorit rekan dan fans FC Hollywood.

Munich masih punya satu nama lagi yang jika melihat kontribusinya di awal musim ini bisa dibilang merupakan bagian dari hadiah Tuhan seperti yang dimaksud Hitzfeld. Meki tak banyak menyumbang gol, Franck Ribery adalah nama lain yang menjadi kunci sukses Munich di tujuh pekan perdana Liga Jerman.

"Yang terbaik adalah tidak terlalu banyak membicarakan bagaimana baiknya kondisi saya dan Luca saat ini. Satu-satunya hal yang bisa dikritisi dari kami saat ini adalah kami tidak memanfatkan semua kesempatan yang kami miliki," sahut Klose merendah. (din/ian)

Kohler Menolak Cottbus

Cottbus - Entah karena Energie Cottbus bukan klub besar atau ada alasan lain, salah satu kandidat pelatih Juergen Kohler menyatakan penolakannya meneruskan tugas Petrick Sander.

Cottbus memang sedang mencari pelatih. Usai memecat Sander dan ditinggal caretaker-nya Thomas Hossmang, Cottbus pun hanya diarsiteki oleh Heiko Weber, pelatih tim junior.

Pencarian sosok pelatih yang sesuai harapan pun terus dicari, meski pilihannya semakin sedikit. Satu dari dua kandidat utama sudah mundur dari bursa pemilihan.

"Dia (Juergen Kohler) menolak kami tanpa mau mengatakan alasannya apa," tutur manajer umum Cottbus Steffen Heidrich seperti dikutip Yahoosports, Jumat (28/9/2007).

Namun demikian rumor mengatakan bahwa status Cottbus yang bisa disebut tim penggembira saja menjadi alasan Kohler menolak menangani tim ini. Akan tetapi kabar tersebut langsung dibantah presiden klub Ulrich Lepsch.

"Masalahnya bukan karena itu mengapa tak ada pelatih yang menangani tim ini. Kami tak buruk-buruk amat," tandasnya.

Dengan demikian kandidat yang ada tinggal satu nama saja, yaitu Klaus Augenthaler. Belum diketahui apakah mantan pelatih Schalke 04 ini bersedia untuk menangani tim yang kini berada di dasar klasemen itu.