Search blog.co.uk

Posts archive for: 29 September, 2007
  • Ulasan Buku: Dari Arsip Campur Aduk Mrs Basil E. Frankweiler

    :oops:

    Penulis/Author: E. L. Konigsburg (1967)
    Penerbit/Publisher: Gramedia
    Cetakan/Edition: April 2007
    Kategori/Category: Novel Anak-anak:wave:
    ISBN: 979-22-2773- 3

    Melarikan diri dari rumah memang bukan sesuatu yang dianjurkan, apalagi
    jika kita masih di bawah umur yang layak untuk bepergian sendiri tanpa
    pengawasan orang tua. Selain keamanan kita tidak terjamin, tentu orang
    tua akan khawatir setengah mati. Claudia Kincaid, tokoh kita dalam buku
    ini, sebal sekali atas perlakuan tidak adil orang tuanya. Sudah lama ia
    bosan menjadi anak perempuan tunggal dalam keluarga mereka dan ia pun
    anak sulung dalam keluarga dengan berbagai tugas yang tidak dibebankan
    pada adik-adiknya. Claudia memutuskan untuk melarikan diri, harap
    dicatat, BUKAN DARI rumah, melainkan UNTUK PERGI KE tempat lain.
    Perbedaan yang mendasar bukan? Karena dengan demikian, Claudia secara
    tersirat menyatakan bahwa ia bermaksud untuk pulang suatu saat nanti.

    Adik lelaki keduanya, Jamie, mendapat kehormatan untuk ikut dalam
    pelarian diri ini. Bukan tanpa sebab. Claudia adalah tipe orang senang
    membuat rencana dan ia meyukai hal-hal detail. Menurut Claudia, Jamie
    tergolong anak yang pelit sehingga bisa dijamin ia punya uang lebih
    banyak dibanding yang lain. Lalu, ia bisa diandalkan untuk mengontrol
    pengeluaran mereka, dan ia punya radio transistor untuk menghibur jika
    mereka merasa bosan.

    Buku ini seharusnya menjadi buku wajib anak-anak sekolah dasar. Dengan
    membacanya, kita belajar banyak hal dengan cara yang menyenangkan.
    Pertama, setelah membaca buku ini, kita pasti kepingin mengunjungi
    museum, terutama Museum Seni Metropolitan, New York, untuk mengecek
    kebenaran denah yang terpampang di halaman 58-59 dan mencoba hal-hal yang
    dilakukan Claudia dan Jamie semasa mereka tinggal dan bersembunyi di
    sana. Kedua, kita jadi kepingin tahu lebih jauh tentang seni Renaisans
    Italia dan karya-karya Michaelangelo yang lain. Ketiga dan mungkin paling
    mengasyikan, kita jadi kepingin memiliki rahasia penting, lalu membuat
    orang lain tahu kalau kita memiliki rahasia namun tidak bisa membaginya,
    karena hal itulah yang membuat kegiatan menyimpan rahasia semakin
    menyenangkan.

    Meskipun awalnya niat mereka sekadar melarikan diri, Claudia menginginkan
    hal yang lebih bermakna untuk dilakukan dan dialami selama acara
    melarikan diri ini, sehingga ia bisa pulang dan merasa “sedikit berbeda”.
    Claudia dan Jamie memutuskan untuk belajar dari benda-benda yang ada di
    museum. Sebuah patung Malaikat yang sangat anggun-lah yang membuat
    Claudia bertahan tidak akan pulang sebelum ia bisa memecahkan misteri
    pembuatan patung indah tersebut.

    Lalu mengapa judul buku ini “Dari Arsip Campur Aduk Mrs. Basil E.
    Frankweiler” (atau “From the Mixed-Up Files of Mrs. Basil E.
    Frankweiler”) ? Patung Malaikat yang dicurigai merupakan karya
    Michaelangelo itu tadinya milik Mrs. Basil E. Frankweiler yang kemudian
    dilelang seharga $225. Rahasia tentang patung tersebut tersembunyi di
    deretan lemari arsip Mrs Frankweiler, dan Claudia serta Jamie harus
    mencarinya sendiri untuk menyelesaikan “penelitian” mereka. Mrs
    Frankweiler adalah orang yang juga meyukai rahasia, itulah mengapa lemari
    arsipnya pun campur aduk hanya dia yang bisa memahami. Semuanya
    semata-mata karena keindahan menyimpan rahasia.

    Buku yang diterbitkan empat puluh tahun lalu ini, dan kemudian
    memenangkan Newbery Award 1968, masih digemari banyak orang. Coba deh
    browsing internet dan baca testimonial mereka, semuanya bernada positif
    karena buku ini memang lucu dan mengasyikan. Penulis EL Konigsburg memang
    layak diacungi dua jempol! Mau baca karya beliau yang lain? Cerita
    sejarah tentang lukisan Monalisa yang misterius bisa dibaca disini.

    Reygreena.
    http://reygreena. wordpress. com

  • Mall

    Mall
    :>>

    Jika anda berdiri di salah satu sudut Senayan City, anda akan tahu bagaimana malam berubah sebagaimana juga dunia berubah. Di

    ruangan yang luas dan disejukkan pengatur udara, cahaya listrik tak pernah putus. Iklan dalam gambar senantiasa bergerak,

    bunyi musik menyusup lewat ratusan iPod ke bagian diri yang paling privat, dan lorong-lorong longgar itu memajang

    bermeter-meter etalase dengan busana dan boga. Sepuluh, bukan, lima tahun yang lalu, malam tidak seperti ini. Juga dunia,

    juga kenikmatan dan kegawatannya.

    Hari itu saya duduk minum kopi di salah satu kafe di salah satu mall di Jakarta, dan tiba-tiba saya merasa bodoh: saya tak

    tahu berapa mega-kilowatt listrik dikerahk an untuk membangun kenikmatan yang tersaji buat saya hari itu. Saya merasa bodoh,

    ketika saya ingat, pada suatu hari di Tokyo, di tepi jalan yang meriah di Ginza, teman saya, seorang arsitek Jepang,

    menunjukkan kepada saya mesin jajanan yang menawarkan Coca-Cola dan kripik kentang.

    "Tahukah Tuan," tanyanya,

    "Jumlah tenaga listrik yang dipakai oleh mesin jenis ini di seluruh Jepang?" Saya menggeleng, dan ia menjawab, "Jumlahnya

    lebih besar ketimbang jumlah tenaga listrik yang tersedia buat seluruh Bangladesh."

    Ia berbicara tentang ketimpangan, tentu. Ia ingin saya membayangkan rumah-rumah sakit yang harus menyelamatkan nyawa manusia

    di sebuah negeri miskin yang ternyata tak punya daya sebanyak 10 buah mesin jajanan di negeri kaya mesin yang menawarkan

    sesuatu yang sebetulnya tak perlu bagi hidup manusia.

    Saya merasa bodoh, mungkin juga merasa salah. Seandainya bisa saya hitung berapa kilowatt energi yang ditelan oleh sebuah

    mall di Jakarta, di mana saya duduk minum kopi dengan tenang, mungkin saya akan tahu seberapa timpang jumlah itu dibandingkan

    dengan seluruh tenaga listrik buat sebuah kabupaten nun di pedalaman Flores .

    Tapi tak hanya itu sebenarnya. Kini banyak orang tahu, ketimpangan seperti itu hanya satu fakta yang gawat dan menyakitkan.

    Ada fakta lain: kelak ada sesuatu yang justru tak timpang, sesuatu yang sama: sakit dan kematian.

    Konsumsi energi berbeda jauh antara di kalangan yang kaya dan kalangan miskin, tapi bumi yang dikuras adalah bumi yang satu,

    dan ozon yang rusak karena polusi ada di atas bumi yang satu, dengan akibat yang juga mengenai tubuh siapa saja termasuk

    mereka yang tak pernah minum kopi dalam mall, di sudut miskin di Flores atau Bangladesh, orang-orang yang justru tak ikut

    mengotori cuaca dan mengubah iklim dunia.

    Dengan kata lain, tak ada pemerataan kenikmatan dan keserakahan, tapi ada pemerataan dalam hal penyakit kanker kulit yang

    akan menyerang dan air laut yang menelan pulau ketika bumi memanas dan kutub mencair. Orang India , yang rata-rata hanya

    mengkonsumsi energi 0,5 kW, akan mengalami bencana yang sama dengan orang Amerika, yang rata-rata menghabisi 11,4 kW.

    "Saya tak lagi berpikir tentang keadilan dunia," kata teman Jepang itu pula,

    "terlalu sulit, terlalu sulit."

    Beberapa tahun kemudian ia meninggalkan negerinya. Saya dengar ia hidup di sebuah dusun di negeri di Amerika Latin, membuat

    sebuah usaha kecil dengan mengajak penduduk menghasilkan sabun yang bukan jenis detergen, mencoba menanam sayuran organik

    sehingga tak banyak bahan kimia yang ditelan dan dimuntahkan. Tapi kata-katanya masih terngiang-ngiang,

    "terlalu sulit, terlalu sulit."

    Mungkin memang terlalu sulit untuk menyelamatkan dunia. Saya baca hitungan itu: dalam catatan tahun 2002, emisi karbon

    dioksida dari seluruh Amerika Serikat mencapai 24% lebih dari seluruh emisi di dunia, sedangkan dari Vanuatu hanya 0,1%, tapi

    naiknya permukaan laut di masa depan akibat cairnya es di kutub utara mungkin akan menenggelamkan negeri di Lautan Teduh itu

    dan tak menenggelamkan Amerika.

    Ingin benar saya tak memikirkan ketidakadilan dunia, tapi manusia juga menghadapi ketidakadilan antargenerasi. Mereka yang

    kini berumur di atas 50 tahun pasti telah lama menikmati segala hal yang dibuat lancar oleh bensin, batu bara, dan tenaga

    nuklir. Tapi mungkin sekali mereka tak akan mengalami kesengsaraan masa depan yang akan dialami mereka yang kini berumur 5

    tahun.

    Dalam 25 tahun mendatang, kata seorang pakar, emisi C02 yang akan datang dari Cina bakal dua kali lipat emisi dari seluruh

    wilayah Amerika, Kanada, Eropa, Jepang, Australia, Selandia Baru. Apa yang akan terjadi dengan bumi bagi anak cucu kita?

    "Terlalu sulit, terlalu sulit," kata teman Jepang itu.

    Ekonomi tumbuh karena dunia didorong keinginan hidup yang lebih layak. "Lebih layak" adalah sesuatu yang kini dikenyam dan

    sekaligus diperlihatkan mereka yang kaya . Kini satu miliar orang Cina dan satu miliar orang India memandang mobil, televisi,

    lemari es, mungkin juga baju Polo Ralph Lauren dan parfum Givenchy sebagai indikator kelayakan, tapi kelak, benda-benda

    seperti itu mungkin berubah artinya. Jika 30% dari orang Cina dan India berangsur-angsur mencapai tingkat itu seperempat abad

    lagi, ada ratusan juta manusia yang selama perjalanan seperempat abad nanti akan memuntahkan segala hal yang membuat langit

    kotor dan bumi retak. Seperempat abad lagi, suhu bumi akan begitu panas, jalan akan begitu sesak, dan mungkin mobil, lemari

    es, baju bermerek, dan perjalanan tamasya hanya akan jadi benda yang sia-sia.

    Mungkin orang harus hidup seperti di surga. Konon, di surga segala sesuatu yang kita hasratkan akan langsung terpenuhi. Itu

    berarti, tak akan ada lagi hasrat. Atau hasrat jadi sesuatu yang tak relevan; ia tak membuat hidup mengejar sesuatu yang

    akhirnya sia-sia.

    Tapi akankah saya mau, seperti teman Jepang itu, pergi ke sebuah dusun di mana tak ada mall, tak ada bujukan untuk membeli,

    dan hidup hampir seperti seorang rahib? Di mall itu, saya melihat ke sekitar. Terlalu sulit, terlalu sulit, pikir saya.

  • ATM Non Tunai BCA Rawan Pembobolan

    ATM Non Tunai BCA Rawan Pembobolan
    Pengirim: Liem Ay Tjhoe
    :yawn:
    Rabu, 25/07/07 saya ke Griya ATM Bank BCA Pemuda di Semarang (saat saya melakukan dan menutup transaksi tidak ada orang di

    samping/belakang saya) untuk melakukan 2 kali transaksi yaitu:

    1. Pembayaran rekening Halo Telkomsel (jam yang tertera di slip 09:50:18).
    2. Pemindahan uang ke rekening sesama BCA (jam yang tertera di slip 09:51:44).

    Transaksi di ATM non tunai sudah saya tutup, yang ditandai dengan keluarnya iklan BCA di layar ATM non tunai.

    Kemudian saya naik ke dalam Bank BCA untuk mengambil uang tunai di teller BCA. Setelah selesai di-print saya terkejut

    mendapati ada 2 kali pendebetan di rekening yang tidak saya lakukan. Saya langsung meminta petugas teller, Rhany, supaya

    segera mengecek transaksi tersebut. Tetapi teller mengatakan bahwa itu bukan wewenang teller.

    Bukannya saya dibantu malah petugas tersebut mengatakan "jangan-jangan ibu lupa". Saya dipersilahkan langsung ke Customer

    Service. Penanganan Customer Service yang sangat lamban membuat saya harus menunggu selama 1 jam. Pada saat dilayani,

    didapatkan bahwa rekening saya kembali digunakan atau dibobol untuk pembelian pulsa Mentari sebesar Rp 1 juta.

    Oleh Customer Service saya ditanya kronologis kejadian. Kemudian saya dipersilahkan mengisi keluhan dan rekening saya

    disarankan untuk ditutup. Berdasarkan informasi yang saya peroleh diketahui 3 kali transaksi yang tidak saya lakukan

    merupakan transaksi:

    1. Transfer ke rekening BCA atas nama Drs. Adi Nugroho no rek 658.0284696 Rp 20 juta.
    2. Transfer ke rekening Bank Permata atas nama Rudy Hartanto Rp 10 juta.
    3. Pembelian pulsa ke nomor 085885444797 Rp 1 juta.

    Semua nama tersebut di atas tidak ada satu pun yang saya kenal atau pun pernah berhubungan dengan saya. Saya juga meminta

    agar transfer ke rekening-rekening yang tidak saya kenal tersebut di atas bisa diblokir secepatnya, yang ternyata setelah

    dicek sudah terlambat. Jumlah uang sudah hilang. Dan saya menanyakan setelah mengisi surat keluhan apakah uang saya bisa

    kembali? Menurut Customer Service (nama??) "Biasanya uang tidak bisa kembali" (Saya masih di BCA sampai jam 2 sore).

    Kamis pagi 26/07/07, saya ke BCA Telogorejo untuk mengurus penutupan rekening. Di sana ditemui pula oleh pimpinan cabang,

    Bambang yang menanyakan kronologis kejadian yang serupa dengan Customer Service BCA Pemuda. Kesimpulan dari hasil diskusi

    sementara saat itu mungkin uang dibobol via internet.

    Kamis sore 26/07/07, sekitar jam 5 saya ditelepon oleh petugas BCA Pemuda, Ibu Christine yang menyatakan bahwa didapati bahwa

    transaksi dilakukan lewat internet dan hari itu ada 2 orang yang rekeningnya dibobol .

    Jumat, 03/08/07 saya datang ke BCA Telogorejo untuk menanyakan kelanjutan mengenai kasus saya. Karena pimpinan cabang sedang

    pergi, saya ditemui oleh wakil pimpinan cabang, Ibu Vonny Widjaya. I bu Vonny kemudian menelepon Ibu Christine dan mendapat

    jawaban bahwa uang saya tidak bisa kembali karena dianggap kelalaian nasabah.

    Rabu, 15/08/07, saya mendapat pernyataan resmi dari BCA, uang saya tidak bisa kembali dikarenakan dianggap kelalaian nasabah.

    Pada hari yang sama pihak BCA menelepon saya, menawarkan diri untuk datang ke rumah, untuk apa? Rencana kunjungan ini mahal

    sekali ongkosnya, saya harus kehilangan uang saya dulu. Saya akhirnya menolak rencana kunjungan yang tidak jelas tujuannya

    itu. Karena urusan seperti ini seharusnya diselesaikan di BCA, bukan di rumah nasabah.

    Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari Halo BCA (saya menelepon Halo BCA pada waktu dan hari yang berlainan) batas

    pentransferan untuk ATM GOLD adalah Rp 25 juta, sedangkan kartu saya telah digunakan untuk transfer sebesar Rp 35 juta.

    Bagaimana pertanggungjawaban BCA?

    Tidak tertutup kemungkinan bahwa mesin ATM tersebut juga mengalami kerusakan sistem, sehingga walaupun saya sudah menutup

    transaksi namun format di dalam masih tetap terbuka, sehingga dapat dibobol orang. Karena saya memperoleh informasi bahwa

    pada hari itu ada customer lain yang mengalami masalah yang sama dengan saya.

    Selain itu, putri saya telah menemukan kasus serupa di http://www.kompas. com/kompas- cetak/0.. .ni/3402695. htm dan Kompas

    tanggal 27 Agustus 2007 yang menyatakan bahwa ternyata ada kelemahan dalam ATM non tunai bahwa setelah selesai digunakan

    beberapa menit magnet masih berfungsi sehingga rawan dibobol. Bagaimana tanggung jawab BCA terhadap ketidakamanan ini?

    Sudahkah BCA berintrospeksi akan keburukan servisnya? Kalau memang servis BCA dan mesin-mesinnya yang sempurna pasti tidak

    ada complaint di surat pembaca bukan? Kelambanan Customer Service yang diakui oleh pimpinan cabang, keamanan mesin ATM non

    Tunai/Tunai BCA, beranikah BCA menjamin kalau mesin tidak pernah rusak? Adakah pihak intern BCA yg terlibat? Sudahkah BCA

    bekerja sama dengan Bank Permata untuk melacak account Rudi Hartanto? Drs Adi Nugroho yang tidak saya kenal adalah nasabah

    BCA, sudahkah dilacak account-nya.

    Berdasarkan informasi yang peroleh dari surat pembaca di surat kabar, biasanya dalam mengatasi masalah ini, BCA cenderung

    untuk tidak peduli, dalam arti BCA hanya akan mengeluarkan surat permintaan maaf dan meminta customer untuk berhati-hati

    dalam melakukan transaksi.

    Sangat mudah sekali kesalahan dilempar ke customer. Saya sangat kecewa sekali dengan penanganan pihak BCA (pelayan inikah

    yang saya dapatkan setelah sekian tahun menjadi customer) karena kerugian yang saya alami termasuk besar untuk saya.

    Berdasarkan informasi dari pihak intern BCA dan ekstern besar kemungkinan BCA tidak memberikan penggantian kepada customer.

    "Biasanya uang tidak bisa kembali". Apakah ini slogan baru? Di mana tanggung jawab BCA? Apakah tanggung jawab itu hanya

    sebatas selembar kertas permintaan untuk berhati-hati.

  • Agar Tidur Lebih Nyenyak

    :>>
    "Tidur nyenyak adalah dasar yang kuat untuk kesehatan mental dan fisik," kata David Simon, MD, Direktur Medis The Chopra Center di Carlsbad, California, AS. Sel-sel tubuh kita membutuhkan istirahat untuk berfungsi optimal.:lalala:

    Sayangnya jutaan orang menderita insomnia sehingga kelelahan, kurang awas mental, dan lemah secara fisik. Untuk menikmati tidur nyenyak, ikuti beberapa poin dari kiat dibawah ini:

    Pertama, jangan makan malam terlalu kenyangUsahakan makan malam di bawah pukul 19.00 sehingga anda tidak tidur dalam keadaan perut penuh.

    Kedua, kurangi kegiatan yang menyita mental setelah pukul 20.30

    Ketiga, matikan lampu mulai pukul 22.30Jika belum terbiasa tidur pada jam ini, majukan waktu tidur setengah jam lebih awal setiap minggu sampai akhirnya anda biasa tidur pukul 22.30.
    Keempat, mandi air panas sejam sebelum tidur Teteskan minyak esensial lavender, vanila, atau cendana ke dalam air mandi untuk membuat anda lebih rileks. Redupkan lampu dan pasang terapi aroma. Jika memungkinkan, dengarkan musik yang lembut dan menenangkan.

    Kelima, minum air hangat Bisa berupa susu atau teh chamomile.

    Keenam, menulis buku harianSesaat sebelum tidur, download isi pikiran anda yang begitu aktif ke dalam buku harian, sehingga kepala Anda tidak terlalu penuh lagi.

    Ketujuh, baca bukuJangan pilih novel dramatis atau bacaan yang membutuhkan pemikiran. Pilih buku yang memberi inspirasi.

    Kedelapan, rasakan tubuh andaKetika sudah berbaring di tempat tidur, tutup mata dan rasakan tubuh Anda. Dengan cara itu, anda membawa perhatian ke tubuh. Jika ada ketegangan di bagian tubuh tertentu, bawa rileks daerah itu.

    Kesembilan, perhatikan napas sampai tertidur. Tindakan ini bisa membantu, mengingat anda masih berbaring di tempat tidur. Diam-diam amatilah napas. Saat itu aktivitas metabolisme berada dalam keadaan lambat, sama seperti ketika kita tidur nyenyak.

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.