Search blog.co.uk

Posts archive for: 6 September, 2007
  • Arti Seorang Teman

    :oops: Matahari sudah mulai nampak. Kehidupan berpacu dengan cepat. Rutinitas menghampiri. Ditengah kegalauan, nada lembut seorang teman menghampiri untuk menyapa. Setelah bercerita sedikit, teman bertutur menentramkan hati.:??: Dikala suka maupun duka teman selalu memiliki arti di dalam kehidupan. Sekalipun sekedar sapaan dipagi hari, bagai embun pagi ditengah kemarau panas yang berkepanjangan. Perbuatan kecil namun memiliki makna yang berarti dalam hidup. Itulah arti seorang teman. :yawn: 'Keruntuhan' Hegemoni Partai:crazy: SALAH satu perkembangan paling menarik dari studi politik lokal di Indonesia baru-baru ini adalah adanya transformasi sistem politik yang di dominasi oleh partai menuju sistem yang lebih terbuka. Pembaharuan di arena politik ini dapat diidentikkan dengan ketidakpuasan masyarakat terhadap partai yang selama ini menjadi satu-satunya jalur rekrutmen politik. Dalam demokrasi yang sehat, partai merupakan representasi konstituen. Jika seseorang ingin mencalonkan diri menjadi presiden atau kepala daerah maka harus melalui penyaringan calon pemimpin yang dilakukan oleh partai politik. Partai politik telah menjadi ’dewan juri‘ untuk meloloskan seseorang dalam pencalonan menjadi pemimpin. Namun pada kenyataannya, dalam setiap momen pemilihan (dari kepala desa sampai presiden) kita banyak menemukan praktik politik uang (money politic) dan penyimpangan lainnya. Para calon presiden, gubernur, bupati, walikota dan kepala desa tak segan-segan mengeluarkan dana dalam jumlah yang sangat besar sebagai setoran untuk mendapat dukungan partai politik yang memang memerlukan dana untuk pergerakannya. Bahkan tak heran partai politik sekarang ini menjadi ’mesin uang‘ dengan mematok harga yang cukup fantastis. Dari sinilah gejala awal money politic akan muncul dari kalangan elite politik hingga sampai pada tingkatan grassroots. Beberapa ratus tahun yang lalu George Washington sendiri dengan tegas menyatakan bahwa partai politik senantiasa mengacaukan masyarakat melalui tindakan-tindakan yang tidak bertanggung jawab serta mengadu domba satu kelompok dengan kelompok lainnya. Bahkan menurut George Washington, partai seringkali mengundang campur tangan asing dengan menumbuhkan budaya korupsi dalam tubuh pemerintahan. Inilah yang sedang diperlihatkan oleh partai selama ini. Partai-partai lebih sering sibuk dengan diri mereka sendiri. Partai hanya membicarakan kepentingan publik pada saat awal kampanye, kemudian rakyat hanya menjadi tawar-menawar kekuasaan. Dengan wajah seperti itu, tak mengherankan jika Lembaga Survey Indonesia beberapa waktu lalu menemukan data 81,3 persen warga Indonesia menginginkan calon kepala daerah berasal dari kalangan independen, bukan calon dari partai. Kemunduran partai politik di Indonesia pada umumnya diakibatkan oleh gagalnya partai politik dalam menerjemahkan aspirasi masyarakat. Partai selama ini menjadi lembaga yang memonopoli peran politik di daerah ataupun nasional, kini telah kehilangan eksistensinya terhadap kepercayaan publik. Dijatuhkannya keputusan uji materi Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah yang mengabulkan sebagian permohonan uji materi dan membolehkan calon independen mengikuti pemilihan kepala daerah telah memicu perdebatan tentang calon indenden. Demokrasi yang ’normal‘ tetap membutuhkan partai, karena dari sinilah akan melahirkan rekrutmen politik yang teratur dapat berjalan. Namun hakikat demokrasi sesungguhnya adalah memberikan kesetaraan warga untuk mendapatkan haknya. Dalam demokrasi ’ideal‘ tidak ada warga yang diistimewakan, dan tak ada pula hak warga yang dikekang, termasuk hak warga untuk dipilih. Kehadiran calon independen telah mengurangi hegemoni partai dalam rekrutmen politik. Ketika partai tidak lagi mempresentasikan konstituennya, publik lebih memilih golongan putih atau memilih calon
  • title-2934482

    Arti Seorang Teman

    Matahari sudah mulai nampak. Kehidupan berpacu dengan cepat.
    Rutinitas menghampiri. Ditengah kegalauan, nada lembut seorang teman
    menghampiri untuk menyapa. Setelah bercerita sedikit, teman bertutur
    menentramkan hati.

    Dikala suka maupun duka teman selalu memiliki arti di dalam
    kehidupan. Sekalipun sekedar sapaan dipagi hari, bagai embun pagi
    ditengah kemarau panas yang berkepanjangan. Perbuatan kecil namun
    memiliki makna yang berarti dalam hidup. Itulah arti seorang teman.

    'Keruntuhan' Hegemoni Partai

    SALAH satu perkembangan paling menarik dari studi politik lokal di Indonesia baru-baru ini adalah adanya transformasi sistem politik yang di dominasi oleh partai menuju sistem yang lebih terbuka. Pembaharuan di arena politik ini dapat diidentikkan dengan ketidakpuasan masyarakat terhadap partai yang selama ini menjadi satu-satunya jalur rekrutmen politik.

    Dalam demokrasi yang sehat, partai merupakan representasi konstituen. Jika seseorang ingin mencalonkan diri menjadi presiden atau kepala daerah maka harus melalui penyaringan calon pemimpin yang dilakukan oleh partai politik. Partai politik telah menjadi ?dewan juri? untuk meloloskan seseorang dalam pencalonan menjadi pemimpin.

    Namun pada kenyataannya, dalam setiap momen pemilihan (dari kepala desa sampai presiden) kita banyak menemukan praktik politik uang (money politic) dan penyimpangan lainnya. Para calon presiden, gubernur, bupati, walikota dan kepala desa tak segan-segan mengeluarkan dana dalam jumlah yang sangat besar sebagai setoran untuk mendapat dukungan partai politik yang memang memerlukan dana untuk pergerakannya. Bahkan tak heran partai politik sekarang ini menjadi ?mesin uang? dengan mematok harga yang cukup fantastis. Dari sinilah gejala awal money politic akan muncul dari kalangan elite politik hingga sampai pada tingkatan grassroots.

    Beberapa ratus tahun yang lalu George Washington sendiri dengan tegas menyatakan bahwa partai politik senantiasa mengacaukan masyarakat melalui tindakan-tindakan yang tidak bertanggung jawab serta mengadu domba satu kelompok dengan kelompok lainnya. Bahkan menurut George Washington, partai seringkali mengundang campur tangan asing dengan menumbuhkan budaya korupsi dalam tubuh pemerintahan.

    Inilah yang sedang diperlihatkan oleh partai selama ini. Partai-partai lebih sering sibuk dengan diri%2

  • Are you a master of manipulation?

    DAVINA1
    Are you a master of manipulation?
    :crazy:
    By Michelle Duval
    :lalala:
    As I opened one of my clients weekly coaching emails this week, I laughed out loud, as I read her opening line; "Hi, my name is Cindy and I am a Master Manipulator! " Cindy's email went on to detail, to her complete amazement and more giggles from me, at least 24 different occasions she had discovered her covert attempts to get her own way, and all in only a 24 hour time frame. As my week continued I discovered a similar trend amongst a number of my executive clients and each one of them have begun an incredibly empowering transformation.

    The stark, and as they said, "cruel realization" for these seemingly loving, honest, and successful men and women is they are being far from direct, forthright, and real in their communication as a manager, parent, lover, or friend. That, in fact, they, as we all can, often attempt to manipulate people and situations to get their own needs and values met.

    As one of my clients said, "the paradox of manipulation is that we are often so masterful at it; we actually delude and deceive ourselves that we can even do it! In reality we may even rely upon it as our default, yet we will kick and scream if you accused us of such."

    Given we have all attempted manipulation at some time or other (yes, even me and you!) what is it that recruits otherwise intelligent, kind, and mindful people to such primitive behaviour? How can you detect if you have been seduced into such, well before others let you know how disgusted they are in your approach?

    Step 1. STOP and listen

    Do you come directly to the point and express what you want and expect from others?

    Or, do you hint, imply, and hope through your "unseen" tactics your prey (staff member, manager, lover, child, etc.) will come to meeting your expectations, seemingly without you having to make a request?

    When you feel the possibility of conflict in the air, do you tune your ears, alert your eyes, and notice the opportunities for masterfully navigating and "managing" the situation to your desired outcome? Do you applaud yourself for such skill? Do you even reward yourself for your expert ability?

    Do you almost always avoid disagreeing? Do you almost always attempt to please people with the hope they find you accommodating and will do the same for you?

    Do you think through strategically who you need to have like you, believe in you, and then focus on how to win them over so you can get them onside for your next move? Do you identify who you need to keep out, who you need to make look "bad" in order for you to look your best?

    Do you react and/or express anger, hurt and resentment when others don't do what you wanted them to do, even when you did not ask? Have they now learnt to try and avoid your wrath, by trying to please you, even when you won't tell them what you need and want?

    If you answered these with brute honesty, and said YES to any of these questions apart from the first one; you have the real possibility of attempting to manipulate others with your behaviours.

    Step 2. Okay so you do it!

    In order to adopt and sustain new choices in behaviour, firstly having awareness of when, where and how you attempt to manipulate is critical. According to early psychologists Freud, Adler, and Jung awareness alone can be curative. As you heard from my client Cindy, this step can be confronting, disturbing, and ultimately even liberating when you can see, hear, and feel the extent and consequence of your manipulative behaviour.

    Make a journal, share with a friend, coach, partner etc. the extent of this behaviour. You will know you have achieved awareness and acceptance when you can easily identify your unique attempts at manipulation and can recognise these behaviours; after you have done them, then while you do it, and eventually before you do it.

    Remember, acceptance does not mean you like, love or even condone the behaviour. It simply means your recognise and can deal with the reality of your speech and actions.

    Step 3. Stop personalising.

    Until we know better, it can be easy to get our behaviour and sense of self confused so that we treat them as the same. You have often heard people turning a limited behaviour into an identity, haven't you? Eg "I am a drunk", rather than I drink too much. "I am a failure" rather than I did not succeed in a specific project and in our context; "I am a manipulator" rather than I have some manipulative behaviours.

    Each time you make the error of labeling your behaviour as your identity you make the process of change one hundred times harder. Think about it… when you do this you have unnecessarily put your whole sense of self and identity on the line, to the degree you have locked yourself in the constraints of the label you have given yourself. You are in fact, more than your behaviours, are you not? If you do not succeed in one project that does not make you a complete human failure, does it? The correct answer is; of course not!

    As you label yourself this way, does it help you feel resourceful and strong in yourself as you attempt to create change in your life? For most of us, it is obvious it does not.
    Therefore taking on the identity of being a manipulator rather than keeping it as a behaviour for most of us will not help us feel resourceful, strong and courageous to develop new behaviours.

    Notice what you are saying to yourself and others about your limited manipulative behaviour. If you start to hear yourself labeling and personifying the behaviour, you may need to stay at this step until you are clear your behaviour is separate from who you are . Repeat after me, "I am more than my speech and behaviours…" Do this until you believe it. Got it?

    Step 4. Make a decision.

    Okay… now you know when, where, and with whom you attempt to manipulate, you have accepted the reality that you, like many of us attempt to manipulate, and you know it is just a behaviour and not who you are. So, what are you going to do about it? Have you stopped to make a decision to give it up? Have you decided to be direct and forthright and real in your speech and actions?

    For some of you this will be enough and you will be on your way to already seeing the new choices you have for being direct and forthright. Yet for others, you may have internal voices inside screaming or even quietly objecting that if you stop this old way of dealing with people and situations you will…. ? You could…? They will or could…?

    Explore all of these objections and ask yourself if you wish to take counsel of these. Extract anything useful from them. Identify the consequences of the consequences if you continue with the limited few choices of behaviour you seem to choose from in getting your needs and values met. Keep the spotlight on the consequences of these consequences until you see and feel how restricted you really are in getting your needs and values met.

    When you reach this point, you will know because you will feel that you want to change. You want to give up this old way of operating. Breathe in, let go of any of the other objections, and step through the door way to the new world where you can have many empowering choices for getting your needs and values met.

    Step 5. Try on the new choices

    If you were free to be transparent, direct, and forthright in your communication, what personal principles would guide you? What would you believe to be able to respond this way? What would be important to you? What would you value?

    Spend time creating new internal awareness that supports and reinforces how you want to speak and act. This will require you to be encouraging with yourself as you try on this new way of thinking and feeling. It may not feel familiar and you may feel like it is not immediately solid. This is the time to only focus on adding the reinforcing ideas, beliefs, and evidence for such.

    You may start to look for others in the world for which thinking this way is a piece of cake in getting their needs and values mostly met. If possible observe them, interview them, and find out how they think and feel about such. Take onboard anything that you can that will help reinforce your thinking and feeling for speaking and acting in this seeming new way.

    Step 6. Start in with small steps

    Now you have strong beliefs and values that guide your new way of operating, identify a list of new ways of speaking and acting for all the different situations you were once seduced into that old attempt at manipulating.

    With your list in hand, start with the tiniest step where you believe you can absolutely now achieve the new actions or words. Remember, this will require choosing the smallest new step first, before attempting the ones you feel may be more of a stretch.

    As you try these new behaviours on, remember to recognise and acknowledge yourself that you are responding differently to how you once did. Celebrate and applaud your new behaviour no matter how small your first steps are. Based on the evidence from the work of Skinner, Watson, and Pavolv from the field of behaviorism we know that the more that you can count, validate, and reinforce the smallest improvement in behaviour, the faster you will create and sustain a behavioural change.

    For those of you who also like external reinforcement, ask others to support you, to help you see and hear your new empowering actions and words.

    While we often do not realize it, we have many new options and choices to respond to business, people, and ourselves than the few options we usually default and rely upon.

    As you now explore new choices for yourself in speaking directly, responding forthrightly and empowering yourself and others, how will your world change? What will open up for you as a manager, lover, parent and friend? Who will be the first person to notice these changes in you? And what will be different about you?

    Michelle Duval is a pioneer coach, writer, and speaker whose primary focus is on leadership, heath-energy, relationships and coaching. She is the co-author of Coaching Conversations and Meta-Coaching Vol 1 , the co-developer of the Axis of Change Model, the co-founder of the Meta-Coach Foundation, the co-developer of the international Meta-Coach Training System and the founder and CEO of Equilibrio, a international leadership and personal coaching firm.

  • " Pendaki Gunung "

    Suatu ketika, ada seorang pendaki gunung yang sedang bersiap-siap
    melakukan perjalanan. Di punggungnya, ada ransel carrier dan beragam
    carabiner (pengait) yang tampak bergelantungan. Tak lupa tali-temali
    yang disusun melingkar di sela-sela bahunya. Pendakian kali ini cukup
    berat, persiapan yang dilakukan pun lebih lengkap.

    Kini, di hadapannya menjulang sebuah gunung yang tinggi. Puncaknya tak
    terlihat, tertutup salju yang putih. Ada awan berarak-arak disekitarnya,
    membuat tak seorangpun tahu apa yang tersembunyi didalamnya. Mulailah
    pendaki muda ini melangkah, menapaki jalan-jalan bersalju yang
    terbentang di hadapannya. Tongkat berkait yang di sandangnya, tampak
    menancap setiap kali ia mengayunkan langkah.

    Setelah beberapa berjam-jam berjalan, mulailah ia menghadapi dinding
    yangterjal. Tak mungkin baginya untuk terus melangkah. Dipersiapkannya
    tali temali dan pengait di punggungnya. Tebing itu terlalu curam, ia
    harus mendaki dengan tali temali itu. Setelah beberapa kait
    ditancapkan, tiba-tiba terdengar gemuruh yang datang dari atas. Astaga,
    ada badai salju yang datang tanpa disangka. Longsoran salju tampak deras
    menimpa tubuh sang pendaki. Bongkah-bongkah salju yang mengeras, terus
    berjatuhan disertai deru angin yang membuat tubuhnya terhempas-hempas ke
    arah dinding.

    Badai itu terus berlangsung selama beberapa menit. Namun,
    untunglah,tali- temali dan pengait telah menyelamatkan tubuhnya dari
    dinding yang curam itu. Semua perlengkapannya telah lenyap, hanya ada
    sebilah pisau yang ada di pinggangnya. Kini ia tampak tergantung
    terbalik di dinding yang terjal itu. Pandangannya kabur, karena semuanya
    tampak memutih. ia tak tahu dimana ia berada.

    Sang pendaki begitu cemas, lalu ia berkomat-kamit, memohon doa kepada
    Tuhan agar diselamatkan dari bencana ini. Mulutnya terus bergumam,
    berharap ada pertolongan Tuhan datang padanya.

    Suasana hening setelah badai. Di tengah kepanikan itu, tampak terdengar
    suara dari hati kecilnya yang menyuruhnya melakukan sesuatu. "Potong
    tali itu.... potong tali itu."

    Terdengar senyap melintasi telinganya. Sang pendaki bingung, apakah ini
    perintah dari Tuhan? Apakah suara ini adalah pertolongan dari Tuhan?
    Tapi bagaimana mungkin, memotong tali yang telah menyelamatkannya,
    sementara dinding ini begitu terjal? Pandanganku terhalang oleh salju
    ini, bagaimana aku bisa tahu? Banyak sekali pertanyaan dalam dirinya.
    Lama ia merenungi keputusan ini, dan ia tak mengambil keputusan
    apa-apa...

    Beberapa minggu kemudian, seorang pendaki menemukan ada tubuh yang
    tergantung terbalik di sebuah dinding terjal. Tubuh itu tampak
    membeku,dan tampak telah meninggal karena kedinginan. Sementara itu,
    batas tubuh itu dengan tanah, hanya berjarak 1 meter saja....

    Teman, kita mungkin kita akan berkata, betapa bodohnya pendaki itu, yang
    tak mau menuruti kata hatinya. Kita mungkin akan menyesalkan tindakan
    pendaki itu yang tak mau memotong saja tali pengaitnya. Pendaki itu
    tentu akan bisa selamat dengan membiarkannya terjatuh ke tanah yang
    hanya berjarak 1 meter. Ia tentu tak harus mati kedinginan karena tali
    itulah yang justru membuatnya terhalang.

    Begitulah, kadang kita berpikir, mengapa Sang Pencipta tampak tak
    melindungi hamba-Nya? Kita mungkin sering merasa, mengapa ada banyak
    sekali beban,masalah, hambatan yang kita hadapi dalam mendaki jalan
    kehidupan ini. Kita sering mendapati ada banyak sekali badai-badai salju
    yang terus menghantam tubuh kita. Mengapa tak disediakan saja, jalan
    yang lurus, tanpa perlu menanjak, agar kita terbebas dari semua halangan
    itu?

    Namun teman, cobaan yang diberikan Sang Pencipta buat kita, adalah
    latihan,adalah ujian, adalah layaknya besi-besi yang ditempa, adalah
    seperti pisau-pisau yang terus diasah. Sesungguhnya, di dalam semua
    ujian, dan latihan itu,ada tersimpan petunjuk-petunjuk, ada tersembunyi
    tanda-tanda, asal KITA PERCAYA.

    Ya, asal kita percaya.

    Seberapa besar rasa percaya kita kepada Sang Pencipta, sehingga mampu
    membuat kita "memotong tali pengait" saat kita tergantung terbalik?
    Seberapa besar rasa percaya kita kepada Sang Pencipta, hingga kita mau
    menyerahkan semua yang ada dalam diri kita kepada-Nya?

    Karena percaya adanya di dalam hati, maka tanamkan terus hal itu dalam
    kalbumu. Karena rasa percaya tersimpan dalam hati,maka penuhilah
    nuranimu dengan kekuatan itu.Percayalah, akan ada petunjuk-petunjuk Sang
    Pencipta dalam setiap langkah kita menapaki jalan kehidupan ini.
    Carilah, gali, dan temukan rasa percaya itu dalam hatimu. Sebab, saat
    kita telah percaya, maka petunjuk itu akan datang dengan tanpa disangka.

  • Anda Memilikinya, Jadi Gunakanlah!

    BIG RESTRICT
    " Anda Memilikinya, Jadi Gunakanlah! "

    Keraguan selalu saja menjadi bagian dari kehidupan kita yang selalu
    membatasi dan menahan langkah kita untuk berbuat yang terbaik. keraguan
    membatasi "fighting" dalam semua situasi dan memulai sesuatu yang baru.
    Terlebih terhadap situasi-situasi yang mengharuskan anda untuk bersaing
    dan berlomba dengan pihak lain. Keraguan anda dalam melakukan ini
    biasanya bersumber ke ratusan bahkan jutaan pertanyaan yang sebenarnya
    mengarah kembali kepada anda. Semua pertanyaan tadi pada intinya adalah
    besarnya perasaan rendah diri dan ketakutan yang teramat sangat untuk
    menjadi orang yang kalah.

    Rendah diri atau ketakutan itu biasanya muncul karena anda merasa bahwa
    anda tidak memiliki kemampuan dan keahlian sehebat orang yang ada
    disekitar anda. Anda merasa anda tidak sepantasnya untuk ikut bertarung
    dan berkecimpung di dalam dunia persaingan yang sangat ketat dan butuh
    perjuangan. Anda selalu beranggapan bahwa anda adalah makhluk inferior
    dan makhluk kelas dua di dalam dunia ini. Stop! Itu adalah hal terbodoh
    yang telah anda lakukan dalam hidup anda, yang telah menghancurkan dan
    meruntuhkan satu persatu kemampuan luar biasa yang anda miliki.

    Sebenarnya anda diberikan kemampuan yang luar biasa di dalam pikiran
    anda. Anda di berikan karunia oleh Allah SWT, suatu pemberian yang luar
    biasa yang kalau kita mau menyukurinya mungkin tidak cukup bagi anda
    untuk mengucapkan kata syukur dalam 1 kali 24 jam. Dalam Buku Brian
    Tracy "Change Your Mind Change Your Life", mengatakan bahwa anda
    diberikan otak yang mengagumkan yang memiliki lebih dari 18 miliar sel.
    Masing-masing terhubung dengan dan saling menyambung dengan paling
    sedikit 20.000 sel yang lain. Ini berarti jumlah pemikiran yang mungkin
    anda hasilkan bisa lebih banyak dari pada jumlah molekul yang ada di
    alam semesta. Jadi apa lagi yang anda ragukan tentang diri anda? Kalau
    seorang Tukul mengetahui mengenai hal ini pasti dia akan mengatakan,
    bahwa anda memiliki processor yang tiga juta miliar tahun di depan yang
    lebih canggih dibandingkan dengan yang di buat oleh seorang Bill Gates.
    Jadi bodohlah anda bila anda meragukan kemampuan anda untuk melangkah
    maju dengan alat super canggih yang anda miliki..

    Nah sekarang anda sudah tahu bahwa anda memiliki sesuatu yang luar biasa
    di dalam diri anda. Jadi buat apa anda ragu? Saya tidak melihat lagi
    alasan yang kuat bagi anda untuk tidak memulai sesuatu yang luar biasa
    di dalam diri anda.

    Orison Sweet Marden pernah menyatakan dalam suatu kesempatan,

    "Tidak ada keberanian besar yang tidak disertai dengan rasa percaya diri
    dan kepastian, dan sebagian dari perjuangan kita terdapat dalam
    keyakinan diri bahwa kita mampu menghadapi apa yang sedang kita lakukan"

    Jadi marilah kita bangkit dari pemikiran bodoh kita terhadap kemampuan
    kita sendiri, mari bangun dari keterpurukan dan kalahkan perasaan itu
    untuk masa depan dan dunia anda yang lebih baik.

    Sikap sehari-hari :

    1. Wake Up (Bangunlah) – ambil keputusan untuk menyambut setiap hari baru dengan penuh sukacita.

    ~ “Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya.” (Mazmur 118:24)

    2. Dress Up (Berdandanlah) – cara yang paling baik untuk berdandan adalah dengan tersenyum. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal untuk membuat penampilan Anda menjadi lebih baik, yang perlu Anda lakukan hanyalah TERSENYUM.

    ~ “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” (1 Samuel 16:7)

    3. Shut Up (Berdiamlah) – ucapkanlah hal-hal yang baik dan belajarlah untuk mendengar. Tuhan memberikan kepada kita dua telinga dan satu mulut dengan maksud agar kita mendengarkan dua kali lebih banyak daripada berbicara.

    ~ “Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya.” (Amsal 13:3)

    ~ “Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut.” (Amsal 20:19)

    ~ “Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.” (Amsal 19:20)

    4. Stand Up (Berdirilah) – dan pegang teguh apa yang Anda percayai. Jika Anda tidak berpegang teguh pada sesuatu, maka Anda akan mudah jatuh dalam hal apa pun.

    ~ “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” ( Galatia 6:9-10)

    5. Look Up (Pandanglah) – kepada Tuhan.

    ~ “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13)

    6. Reach Up (Raihlah) – atau kejarlah sesuatu yang lebih tinggi. Berusahalah selalu untuk membuat diri Anda menjadi lebih baik.

    7. Lift Up (Angkatlah) – Doa-doa Anda.

    ~ “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6)

  • Pandang Lurus Ke Masa Depan

    CARIEN
    Pandang Lurus Ke Masa Depan

    Lebih sering melihat ke kaca spion daripada kaca depan mobil anda?

    Hidup anda akan menuju ke arah mana pikiran anda didominasi. Jika
    pikiran anda fokus kepada masa lalu, pikiran itu menahan pengembangan
    diri anda. Pikiran itu menarik anda untuk kembali mengalami lagi hal-hal
    yang sudah terjadi di masa lalu, berulang-ulang. Tetapi bila anda
    melihat lurus ke masa depan yang telah Tuhan rancang untuk hidup anda
    maka anda akan mampu melangkah maju. Persis seperti menyetir mobil. Jika
    kaca spion anda sama besar dengan kaca depan mobil anda, pastilah anda
    tak mampu maju cepat. Cenderung melihat apa yang ada di belakang akan
    mendominasi pikiran dan sikap anda. Tetapi bila anda fokuskan mata anda
    ke masa depan, masa lalu anda akan berlalu.

    Ketika kekerasan yang saya alami dalam rumah tangga selama lima belas
    tahun akhirnya berhenti tiga tahun yang lalu, saya seringkali kembali
    kepada kebiasaan lama yaitu mengasihi diri sendiri dan merasa hidup saya
    tidak berarti. Berhentinya kekerasan tidak membuang pengaruh kekerasan
    itu dalam hidup saya, tertatih-tatih melangkah maju meraih visi pribadi.
    Sampai suatu hari saya mendengar bahwa memaafkan suami sebagai pelaku
    kekerasan adalah satu-satunya kunci menuju kebebasan luka batin.

    Hidup adalah pilihan. Pilihlah untuk melihat lurus ke masa depan dengan
    memaafkan orang-orang yang telah menyakiti anda. Tidak masalah apakah
    kejadiannya bertahun-tahun lalu atau baru terjadi kemarin. Memaafkan
    bukan saja telah melakukan kebaikan bagi mereka, memberi maaf akan
    membebaskan anda dari pengaruh sakit hati yang mereka perbuat. Pilihlah
    untuk melihat lurus ke masa depan dan memenuhi panggilan tujuan hidup
    yang telah Tuhan rancang bagi anda.

    Salam,
    Grace Sabarus

    Refleksi: Apakah yang telah terkubur lama di hati saya namun pengaruh
    negatifnya tetap mewarnai pikiran dan sikap saya dan telah menghalangi
    fokus pandangan saya untuk mampu melihat masa depan?

    10 Langkah Aman Naik Motor

    Kemacetan lalu lintas belakangan ini membuat banyak orang mengalihkan pilihan kendaraan ke sepeda motor. Tapi jangan sembarang meluncur ke jalan tanpa tahu cara aman berkendara dengan sepeda motor. Simak dulu tips ini!

    1. Peralatan keamanan pastinya penting dipersiapkan. Helm dan jaket adalah atribut wajib. Selain itu nggak ada salahnya juga menggunakan sarung tangan agar ketika mengatur gas, tangan tidak licin oleh keringat. Sebelum berangkat, pastikan lampu sen, lampu depan dang belakang, serta klakson kendaraan bisa berfungsi dengan baik. Oh iya, periksa dulu kedua ban. Apakah tekanan anginnya cukup atau perlu ditambanh.

    2. Sekarang anda siap turun ke jalan. Nah, yang penting diingat adalah jangan berpikir kalau pengendara lain selalu melihat anda. Anggap saja anda tak terlihat oleh pengendara lain. Berpikiran demikian membuat anda berkendara lebih hati-hati. Ketika ingin mendahului atau memotong jalan, sebaiknya anda merasa pengendara lain belum tentu melihat anda.

    3. Sisakan jarak aman. Walau kendaraan padat dan macet, pastikan motor anda tak terlalu dekat dengan kendaraan lainnya. Ruang ini membuat pandangan anda lebih jelas dan bisa lebih baik dalam merespon situasi yang terjadi. Apalagi dalam keadaan kecepatan tinggi, jaga jarak dengan kendaraan lain sebagai antisipasi jika ada pengereman mendadak.

    4. Antisipasi kecelakaan. Jika berada di belakang truk bermuatan besar atau bis kota yang ugal-ugalan tetaplah berhati-hati. Antisipasi risiko yang akan datang ketika berada di dekat dua kendaraan tersebut. Bus kota sering tak melihat kanan kiri jika ingin menyalip, pastikan motor anda tak berada di tempat yang berbahaya. Begitu juga dengan truk, jaga jarak sehingga jika terjadi sesuatu anda bisa melakukan antisipasi tindakan dengan cepat.

    5. Berhati-hati melewati belokan. Seringkali pada sebuah belokan, motor berada tertutup di belakang mobil. Hal ini sangat berbahaya. Kendaraan dari arah yang berbeda bisa saja tak melihat dan mengakibatkan kecelakaan. Usahakan agar anda selalu terlihat oleh pengendara sekitar. Begitu juga ketika ada belokan ke kiri. Seringkali motor yang berada di jalur kiri dan mengarah lurus tidak mengantisipasi mobil yang akan berbelok ke kiri. Selalu perhatikan keadaan sekitar. Jika berada di jalur kiri, antisipasi kendaraan yang berbelok dan kendaraan dari arah belokan. Bunyikan klakson dan kedipkan lampu untuk memberi tanda. Pelankan kendaraan setiap berbelok, kadang kita tidak bisa melihat apakah ada truk atau lubang besar yang bisa membahayakan di belokan tersebut.

    6. Stop kebut-kebutan. Dalam cuaca panas, bisa saja keadaan emosi ikutan panas. Hindari konflik di jalan karena akan mengacaukan pikiran dan mengurangi konsentrasi. Tetap tenang dan fokus pada tujuan anda. Jangan mudah terpancing juga pada pengendara lain yang menantang untuk kebut-kebutan. Jika keadaan sangat emosional, lebih baik berhenti sebentar. Minum air jika memungkinkan dan lanjutkan perjalanan jika sudah tenang.

    7. Beri jalan pada kendaraan yang ingin lebih cepat. Jika di belakang ada mobil yang mengklakson, beri jalan dengan sedikit menempi dan memperlambat laju motor. Usahakan juga jangan mengekor kendaraan di depan anda. Jika kendaraan di depan tak melihat motor anda, maka bisa saja terjadi bahaya jika dia berbelok atau berhenti mendadak.

    8. Hati-hati berkendara di terik matahari. Terik matahari sering membuat orang silau. Beberapa helm dilengkapi dengan kaca film untuk mengurangi teriknya sinar matahari atau gunakan kacamata hitam yang sebisa mungkin tak menghalangi pandangan mata. Jika cahaya sangat menyilaukan sebaiknya anda menepi dahulu untuk melihat situasi. Jika memungkinkan ubah arah ke tempat yang lebih teduh.

    9. Hindari berkendara di tengah malam terutama di malam Sabtu dan malam Minggu. Pada kedua malam tersebut, biasanya banyak orang yang baru keluar dari klub dalam keadaan mabuk. Jika sangat terpaksa, pastikan lampu motor anda menyala dan gunakan helm berwarna terang yang bisa menyala dalam gelap.

    10. Terakhir, jangan lupa selalu bawa surat-surat kendaraan untuk memudahkan jika terjadi masalah di tengah jalan. Seringkali ada razia yang memeriksa surat-surat kendaraan. Lengkapi juga motor anda dengan kunci pengaman tambahan apalagi jika anda sering meninggalkan kendaraan di tempat umum dalam waktu yang cukup lama. Oh iya, kapasitas motor maksimal hanya dua orang. So, jangan coba-coba membahayakan diri dengan berkendara lebih dari jumlah tersebut.(fta)

  • Ibunda Impian

    cuplikan_film_selamanya_-20070718-006-wawan
    Ibunda Impian

    Sosok ibunda adalah sosok yang begitu berkesan bagi semua orang. Perjuangan bundalah yang membuat kita semua menjadi ada di dunia ini. Kasih sayang bundalah yang membuat kita menjadi dewasa mengarungi kehidupan. Semua akan dilakukan bunda demi kita anaknya, tanpa berharap balas dari sang anak. Bundalah yang selalu tersenyum ketika bertemu dengan anak-anaknya.
    Esok hari adalah hari ibu. Apa yang biasa kita lakukan untuk memperingatinya? Memberi ucapkan selamat pada bunda kita? Membelikan kado buat untuk bunda kita? Ya semuanya itu berarti sesuatu. Tetapi kita bisa menciptakan momen terindah di hari ibu dengan menciptakan dialog dari hari ke hati dengan bunda tersayang, momen yang akan menyatukan hati kita semua. Caranya mudah, ajukan pertanyaan dibawah ini, galilah setiap cerita serinci mungkin.

    1. Bunda, ceritakanlah kejadian ketika saya lahir dulu!

    1. Bagaimana kejadiannya bunda?
    2. Apa yang bunda rasakan ketika mendengarkan tangisan pertamaku?
    3. Apa yang ayah-bunda lakukan, rasakan dan harapkan pada saat itu?

    2. Bunda sebagai ibu pasti telah mengalami berbagai kejadian, baik kejadian sedih maupun kejadian suka. Bunda, ceritakanlah kejadian terindah yang pernah bunda alami sebagai seorang ibu!

    1. Bagaimana kejadiannya bunda?
    2. Apa yang bunda lakukan, rasakan dan harapkan pada saat itu?

    3. Bunda, ceritakanlah tindakanku yang paling membanggakan buat bunda?

    1. Bagaimana kejadiannya bunda?
    2. Apa yang bunda rasakan pada saat itu?
    3. Apa tindakanku yang membuat bunda bangga?
    4. Apa yang telah bunda lakukan sehingga anak bunda ini melakukan tindakan tersebut?

    4. Bunda, apa yang paling bunda hargai dari

    1. Diri bunda sendiri sebagai ibu
    2. Aku sebagai anak
    3. Keluarga

    5. Bayangkan bunda diajak ke suatu tempat yang bunda idam-idamkan oleh anak-anak bunda.

    1. Tempat semacam apa yang bunda kunjungi?
    2. Apa yang bunda lihat, dengar dan rasakan?

    6. Bayangkan bunda diberi kesempatan untuk mengajukan 3 permohonan yang pasti dikabulkan mengenai anak-anak bunda. Apa permohonan yang bunda ajukan agar anak bunda menjadi anak yang luar biasa?

    Catatan:
    Set pertanyaan appreciative inquiry (AI) ini dirancang bagi setiap orang untuk berdialog dengan ibundanya Apabila ada kawan-kawan yang tidak sempat bersua dengan ibundanya, maka dialog bisa dilakukan antara dua orang atau dua anak dengan menggunakan pertanyaan yang dimodifikasi. Atau apabila ingin mendapatkan kemudahan bisa menghubungi bukikpsi@gmail. com

  • Hitzfeld Masih Tanda Tanya

    LUCYU
    Hitzfeld Masih Tanda Tanya:roll:

    Munich - Dari simbiosis keduanya Ottmar Hitzfeld memang berjodoh dengan Bayern Munich. Namun sampai kapan perjodohan itu berlangsung, sang pelatih belum mau mengatakannya.

    Hitzfeld, yang tengah menjalani periode kedua masa kepemimpinannya di Bavaria, mengaku belum membuat keputusan perihal kontrak baru yang amat mungkin bakal disodori pihak klub.

    Sebagaimana diketahui, pria Jerman berusia 58 tahun itu kembali ke Munich Februari lalu, menggantikan Felix Magath yang dipecat. Saat itu ia dikontrak hanya sampai musim lalu berakhir.

    Namun belakangan ia setuju meneruskan pekerjaannya satu musim lagi. Berarti kontrak tersebut akan habis pada musim panas 2008. Nah, saat ditanya akankah meneken perpanjangan kontrak lagi, ia belum tahu.

    "Kami takkan membuat keputusan sampai Maret atau April (tahun depan)," ungkap Hitzfeld kepada Bild yang dikutip Skysport, Rabu (5/9/2007).

    "Tergantung perasaan saya nanti. Apakah tubuh saya masih bisa mengatasi semuanya? Seberapa banyak saya akan stres? Banyak faktor penting," sambungnya.

    Pada periode pertama (1998-2004) Hitzfeld mempersembahkan delapan gelar juara untuk Hollywood FC, termasuk empat titel Bundesliga dan satu tropi Liga Champions.

    Musim lalu ia tak mampu menyulap peninggalan buruk Magath dan Bayern hanya finis di urutan keempat. Musim ini mereka tampil menjanjikan lagi berkat kedatangan beberapa bintang seperti Luca Toni dan Franck Ribery. (a2s/key)
    Rabu, 5 September 2007 Upper Top Line

    Suara Pembaca Detiksport Tentang Tayangan EPL
    Andi Abdullah Sururi - detikSport

    Jakarta - Sudah satu bulan kompetisi Liga Inggris bergulir tanpa disaksikan oleh sebagian besar fans Indonesia, karena hak siar dimiliki stasiun TV berbayar, Astro.

    Redaksi detiksport kebanjiran email dari pembaca seputar fenomena ini. Walaupun sebagian besar tetap kesal dan menyayangkan, tapi ada pula yang mulai pasrah dan memaklumi keadaan. Astro juga diminta memperbaiki dan meningkatkan pelayanannya.

    Karena jumlahnya sangat banyak, kami mohon maaf tidak bisa menampilkan semuanya. Berikut beberapa di antaranya:

    Achmad, Bangintapan, Yogyakarta
    Tolong kontak dengan FA, diajak diskusi dan mencari jalan keluar agar rakyat Indonesia bisa nonton EPL secara gratis. Klub-klub peserta EPL diajak mogok main sampai dengan rakyat Indonesia bisa nonton gratis. Atau gimana caranya lah. Sebenarnya membayar sih ndak pa-pa, asal tidak dengan Malaysia !

    Totok, totok@inus.co.id
    Aku sangat setuju Liga Inggris tidak disiarkan di TV bebas agar masyarakat Indonesia lebih mencintai Liga Indonesia. Soalnya kalau setelah nonton Liga
    Inggris rata rata terus males nonton Ligina, malahan selalu menjelek jelekkan liga sendiri, padahal kita ini orang mana?

    Nelvian Hamid, onelgading@yahoo.com
    Saya heran saja dengan bangsa Indonesia kita ini! Di Indonesia ini 'kan banyak konglemerat hebat. Alangkah nistanya bangsa ini/pengusaha kita yg tidak bisa mengambil kesempatan ini untuk mensponsori acara liga Inggris biar bisa dinikmati lagi di Tanah Air. Jangan kalah dengan perusahaan Malaysia(Astro) yang bisa memonopoli hak siar tayang Liga Inggris.

    Agus, agus@femaleradio.com
    Saya juga ikut pasrah saja dengan hak siar EPL yang dikuasai Astro, mudah-mudahan tidak bisa bertahan lama sehingga rakyat yang ekonomi pas-pasan bisa
    menikmatin acara seperti sebelumnya. Tapi dengan adanya detik.com saya masih merasa sedikit bisa menggikutin perkembangan liga inggris harapan saya sekarang ini di detik.com supaya update liga inggris lebih di giatkan dan jangan sampai terlewatkan.

    Rokhman Ali, ir.rokhman@gmail.com
    Saya dan teman-teman kantor yang setiap senin ramai membicarakan pertandingan EPL menjadi sedih sekarang dan hanya bisa mengakses berita detiksport.com saja. Tanpa bisa berbagi cerita tentang jalannya pertandingan dan kepemimpinan wasit. Ini adalah musim terburuk bagi pecinta EPL di Indonesia, terutama bagi orang-orang seperti kami.

    Ita Octavia, ita_oct@yahoo.co.id
    Ngeluarin duit cuma mau nonton Liga Inggris? Sepertinya nggak penting deh. Masih banyak cara lain yang bisa dilakukan. Contek aja para gibol tetanggaku. Salah satu dari mereka kebetulan berlangganan Astro sudah sejak lama, bukan gara-gara Liga Inggris. Dan setiap sabtu dan minggu dia ngadain open house di rumahnya khusus buat nonton bareng para gibol tetangganya. Dari para gibol dikutip iuran Rp 1.500 perak, katanya sih kompensasi buat istrinya gara-gara tidurnya terganggu. Selain murah, dijamin para gibol akan semakin bersemangat, dan tidak perlu khawatir soal kehabisan cerita.

    Putu Widiantara, putu.widiantara@gmail.com
    Saya sebenarnya tidak begitu masalah kalau harus berlangganan, tapi caranya itu lho! Astro sudah memegang hak "monopoli" di Indonesia, tapi kok pelayanannya masih kelas kadal? Jadi senewen saya. Tunggu seminggu gak aktif-aktif, sampai akhirnya harus inisiatif telepon Astro untuk membatalkan niat saya berlangganan. Sangat tidak profesional. Layaknya BUMN kita yang pegang hak monopoli, seenak udel dalam menjalankan bisnisnya.

    Heru Martinus Salim, heru_m_salim@yahoo.co.id
    Menurut saya, warga indonesia harus belajar menerima kondisi yang sudah gak bisa di-afford lagi, dan bisa menerima kondisi diri mereka, bukan hanya terus menuntut orang lain, tapi lebih belajar untuk menuntut diri sendiri.

    Saya agak merasa aneh kalau akhirnya Astro "diomelin", dan dituduh monopoli. Padahal setau saya, sekalipun Astro punya siaran liga inggris, kalau misalnya salah satu stasiun televisi lain mau membeli siaran tersebut, diperbolehkan juga. Atau saya salah? Apa itu bisa disebut monopoli?

    Kalau memang semua orang Indonesia merasa Astro memonopoli, silahkan gak berlangganan Astro. Saya rasa akhirnya semua sama-sama gak bisa nonton EPL
    lagi. Saya rasa, yang ada hanyalah "yang tidak mampu" iri kepada "yang mampu", dan mengharapkan "yang mampu" sama-sama merasakan penderitaan mereka.

    Saya pelajar di negeri orang, dan sebagai fans sepakbola, sudah dua tahun belakangan gak melihat siaran liga inggris ataupun liga italia, karena gak punya duit untuk menyewa siaran TV berbayar. Yang ada hanya liga negara setempat (yang di Indonesia kurang dianggap menarik). Lalu, apakah saya harus komplain kepada yang punya duit? Mau gak mau saya belajar menerima bahwa saya tidak mampu. Sudah bagus masih ada Liga Italia, Liga Spanyol di Indonesia, bahkan saya dengar ada juga Liga Belanda. Wuih.. Dah kayak bos itu, bisa nonton.

    Marcell Tapobali, mtapobali@yahoo.com
    Sebulan berlalu dengan sejuta cerita tentang seru dan aktraktifnya Liga Inggris yang hanya aku tonton satu menit di siarang berita Olahraga Sport Trans 7 dan Lensa Olahraga ANTV. hanya itu yang aku dapat setiap pagi bangun pagi untuk menghilangkan rasa penasaran dan kangenku kepada Liga Inggris. Sedih memang ketika semuanya yang dulunya gratis sekarang harus bayar kepada TV berbayar yang sangat monopoli itu.

    Bagi kalangan tertentu mungkin tak jadi soal karena kelebihan uang, tapi aku... sudah tinggal di kos, belum mikir bayar angkot pulang pergi kerja, makan dan sebagainya. Tak cukup memang duit di kantong untuk bayar TV berbayar buat nonton EPL. Jangankan saya, saudara-saudara kita di luar sana yang tukang bakso, sopir, tukang ojek, pelajar, mahasiswa yang biasanya nongkrong untuk bicara EPL, sekarang sudah tak keliatan lagi antusias untuk cerita soal liga inggris.

    Harapan saya semoga pemerintah bisa membantu masyarakat kecil yang sangat merindukan tayangan gratis yang sudah dari dulu mereka nikmati. Bravo trus Manchester United, walau aksimu hanya aku tonton 1 menit di saat aku bangun pagi.

    promo@quelle-enterprise.com
    Duh, pemerintah kita itu aneh. Yang lebih penting gak diurusin, ngurusin sekunder. Gak nonton bola gak akan mati, malah ngurusin lobi astro. Jangan-jangan ada anggaran tersendiri lagi ntar, ck..ck..ck..

    Mending diurusin sarana umum lain yang gak jalan sebagaimana mestinya. Itu bikin rakyat sengsara, susah dapat duit cepat. Kalo udah cepet dapet duit, ntar juga pada langganan tivi kabel.

    Pemerintah Terus Lobi Astro Soal Liga Inggris

    Jakarta - Hilangnya tayangan liga inggris dari TV swasta nasional menuai protes masyarakat. Untuk itu pemerintah mengupayakan agar tayangan itu bisa dinikmati kembali.

    "Kita dorong hak eksklusif tidak dinikmati sendirian," kata Menkominfo M. Nuh usai penandatanganan MOU dengan Polri di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Rabu (5/9/2007).

    Menurut Nuh, saat ini pihaknya tengah menjalani negosiasi dengan pihak Astro TV terkait hak siar Liga Inggris tersebut. Dan dalam 1-2 hari akan kembali berunding dengan pihak TV berbayar tersebut.

    "Saya kira hak masyarakat untuk menikmati indahnya sepakbola, kalau bisa hak siarnya dibagi kepada TV terrestrial," jelas Nuh.

    Dia berharap pada perundingan berikutnya persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik. "Esensinya apa yang biasa dinikmati masyarakat termasuk sepakbola tidak bisa serta merta menjadi siaran hak ekslusif," tegasnya.

    Ada Siaran Tunda EPL di TV Lokal

    Jakarta - Tak bisa menonton siaran langsung, pecinta Liga Inggris di Indonesia masih bisa menyaksikan beberapa pertandingan yang disiarkan tunda oleh dua stasiun televisi lokal.

    Di tengah kontroversi hak siar English Premier League (EPL) -- kini bernama resmi Barclay Premier League (BPL) -- yang dimiliki oleh stasiun TV berbayar asal Malaysia, Astro, masih ada TV swasta nasional yang mencoba menghadirkan pertandingan kompetisi tersebut di rumah Anda.

    Meskipun sebatas pertandingan tunda, namun apa yang diprogramkan Lativi dan Trans 7 mungkin bisa sedikit mengobati kerinduan pecandu EPL. Dari situ masyarakat dapat menyaksikan aksi Cecs Fabregas memimpin serangan Arsenal, misalnya.

    Lativi telah menayangkan pertandingan tunda klub-klub Liga Inggris setiap minggu. Mereka mengklaim telah mendapatkan izin untuk menayangkan empat klub EPL dari distributor klub channel.

    "Setiap minggu kita ada pertandingan tunda Arsenal, Tottenham Hotspur, Newcastle United dan Manchester City," ungkap Antariksawan Yusuf, Acquisition Manager Lativi saat dihubungi detiksport, Rabu (5/9/2007).

    Hari Senin kemarin, misalnya, ditayangkan duel Arsenal versus Portsmouth di Emirates Stadium, yang berkesudahan 3-1 untuk tuan rumah. Di pojok layar televisi Lativi tercantum logo Arsenal TV.

    "Kita sudah tetapkan mulai 17 September nanti akan ditayangkan dari hari Senin sampai Kamis pada jam 18.30 WIB sampai jam 21.30. Sehari rata-rata dua pertandingan, satu EPL satu laga klub di ajang lainnya," papar Antariksawan.

    Sementara Trans7, pemegang hak siar EPL sebelumnya, juga masih menyiarkan pertandingan tunda. Klub yang mereka dapat izin untuk ditayangkan hanya Aston Villa.

    "Setiap pertandingan Aston Villa kami akan siarkan," ungkapnya Produser Ekseklutif Trans 7, Andi Chairil.

    Hak siaran tunda itu didapat sebagai "bonus" paket dari distributor mereka saat membeli hak siar Seri A Liga Italia.

    "Sejauh ini kami akan melakukan pertimbangan karena banyak faktor. Orang kangen dengan EPL, sedangkan Liga Italia menunjukan performa menarik. Hal yang menarik ini bisa membuat mereka pindah dari EPL ke Seri A," sambung Andi.

  • title-2932283

    LUCYU
    Hitzfeld Masih Tanda Tanya

    Munich - Dari simbiosis keduanya Ottmar Hitzfeld memang berjodoh dengan Bayern Munich. Namun sampai kapan perjodohan itu berlangsung, sang pelatih belum mau mengatakannya.

    Hitzfeld, yang tengah menjalani periode kedua masa kepemimpinannya di Bavaria, mengaku belum membuat keputusan perihal kontrak baru yang amat mungkin bakal disodori pihak klub.

    Sebagaimana diketahui, pria Jerman berusia 58 tahun itu kembali ke Munich Februari lalu, menggantikan Felix Magath yang dipecat. Saat itu ia dikontrak hanya sampai musim lalu berakhir.

    Namun belakangan ia setuju meneruskan pekerjaannya satu musim lagi. Berarti kontrak tersebut akan habis pada musim panas 2008. Nah, saat ditanya akankah meneken perpanjangan kontrak lagi, ia belum tahu.

    "Kami takkan membuat keputusan sampai Maret atau April (tahun depan)," ungkap Hitzfeld kepada Bild yang dikutip Skysport, Rabu (5/9/2007).

    "Tergantung perasaan saya nanti. Apakah tubuh saya masih bisa mengatasi semuanya? Seberapa banyak saya akan stres? Banyak faktor penting," sambungnya.

    Pada periode pertama (1998-2004) Hitzfeld mempersembahkan delapan gelar juara untuk Hollywood FC, termasuk empat titel Bundesliga dan satu tropi Liga Champions.

    Musim lalu ia tak mampu menyulap peninggalan buruk Magath dan Bayern hanya finis di urutan keempat. Musim ini mereka tampil menjanjikan lagi berkat kedatangan beberapa bintang seperti Luca Toni dan Franck Ribery. (a2s/key)
    Rabu, 5 September 2007 Upper Top Line

    Suara Pembaca Detiksport Tentang Tayangan EPL
    Andi Abdullah Sururi - detikSport

    Jakarta - Sudah satu bulan kompetisi Liga Inggris bergulir tanpa disaksikan oleh sebagian besar fans Indonesia, karena hak siar dimiliki stasiun TV berbayar, Astro.

    Redaksi detiksport kebanjiran email dari pembaca seputar fenomena ini. Walaupun sebagian besar tetap kesal dan menyayangkan, tapi ada pula yang mulai pasrah dan memaklumi keadaan. Astro juga diminta memperbaiki dan meningkatkan pelayanannya.

    Karena jumlahnya sangat banyak, kami mohon maaf tidak bisa menampilkan semuanya. Berikut beberapa di antaranya:

    Achmad, Bangintapan, Yogyakarta
    Tolong kontak dengan FA, diajak diskusi dan mencari jalan keluar agar rakyat Indonesia bisa nonton EPL secara gratis. Klub-klub peserta EPL diajak mogok main sampai dengan rakyat Indonesia bisa nonton gratis. Atau gimana caranya lah. Sebenarnya membayar sih ndak pa-pa, asal tidak dengan Malaysia !

    Totok, totok@inus.co.id
    Aku sangat setuju Liga Inggris tidak disiarkan di TV bebas agar masyarakat Indonesia lebih mencintai Liga Indonesia. Soalnya kalau setelah nonton Liga
    Inggris rata rata terus males nonton Ligina, malahan selalu menjelek jelekkan liga sendiri, padahal kita ini orang mana?

    Nelvian Hamid, onelgading@yahoo.com
    Saya heran saja dengan bangsa Indonesia kita ini! Di Indonesia ini 'kan banyak konglemerat hebat. Alangkah nistanya bangsa ini/pengusaha kita yg tidak bisa mengambil kesempatan ini untuk mensponsori acara liga Inggris biar bisa dinikmati lagi di Tanah Air. Jangan kalah dengan perusahaan Malaysia(Astro) yang bisa memonopoli hak siar tayang Liga Inggris.

    Agus, agus@femaleradio.com
    Saya juga ikut pasrah saja dengan hak siar EPL yang dikuasai Astro, mudah-mudahan tidak bisa bertahan lama sehingga rakyat yang ekonomi pas-pasan bisa
    menikmatin acara seperti sebelumnya. Tapi dengan adanya detik.com saya masih merasa sedikit bisa menggikutin perkembangan liga inggris harapan saya sekarang ini di detik.com supaya update liga inggris lebih di giatkan dan jangan sampai terlewatkan.

    Rokhman Ali, ir.rokhman@gmail.com
    Saya dan teman-teman kantor yang setiap senin ramai membicarakan pertandingan EPL menjadi sedih sekarang dan hanya bisa mengakses berita detiksport.com saja. Tanpa bisa berbagi cerita tentang jalannya pertandingan dan kepemimpinan wasit. Ini adalah musim terburuk bagi pecinta EPL di Indonesia, terutama bagi orang-orang seperti kami.

    Ita Octavia, ita_oct@yahoo.co.id
    Ngeluarin duit cuma mau nonton Liga Inggris? Sepertinya nggak penting deh. Masih banyak cara lain yang bisa dilakukan. Contek aja para gibol tetanggaku. Salah satu dari mereka kebetulan berlangganan Astro sudah sejak lama, bukan gara-gara Liga Inggris. Dan setiap sabtu dan minggu dia ngadain open house di rumahnya khusus buat nonton bareng para gibol tetangganya. Dari para gibol dikutip iuran Rp 1.500 perak, katanya sih kompensasi buat istrinya gara-gara tidurnya terganggu. Selain murah, dijamin para gibol akan semakin bersemangat, dan tidak perlu khawatir soal kehabisan cerita.

    Putu Widiantara, putu.widiantara@gmail.com
    Saya sebenarnya tidak begitu masalah kalau harus berlangganan, tapi caranya itu lho! Astro sudah memegang hak "monopoli" di Indonesia, tapi kok pelayanannya masih kelas kadal? Jadi senewen saya. Tunggu seminggu gak aktif-aktif, sampai akhirnya harus inisiatif telepon Astro untuk membatalkan niat saya berlangganan. Sangat tidak profesional. Layaknya BUMN kita yang pegang hak monopoli, seenak udel dalam menjalankan bisnisnya.

    Heru Martinus Salim, heru_m_salim@yahoo.co.id
    Menurut saya, warga indonesia harus belajar menerima kondisi yang sudah gak bisa di-afford lagi, dan bisa menerima kondisi diri mereka, bukan hanya terus menuntut orang lain, tapi lebih belajar untuk menuntut diri sendiri.

    Saya agak merasa aneh kalau akhirnya Astro "diomelin", dan dituduh monopoli. Padahal setau saya, sekalipun Astro punya siaran liga inggris, kalau misalnya salah satu stasiun televisi lain mau membeli siaran tersebut, diperbolehkan juga. Atau saya salah? Apa itu bisa disebut monopoli?

    Kalau memang semua orang Indonesia merasa Astro memonopoli, silahkan gak berlangganan Astro. Saya rasa akhirnya semua sama-sama gak bisa nonton EPL
    lagi. Saya rasa, yang ada hanyalah "yang tidak mampu" iri kepada "yang mampu", dan mengharapkan "yang mampu" sama-sama merasakan penderitaan mereka.

    Saya pelajar di negeri orang, dan sebagai fans sepakbola, sudah dua tahun belakangan gak melihat siaran liga inggris ataupun liga italia, karena gak punya duit untuk menyewa siaran TV berbayar. Yang ada hanya liga negara setempat (yang di Indonesia kurang dianggap menarik). Lalu, apakah saya harus komplain kepada yang punya duit? Mau gak mau saya belajar menerima bahwa saya tidak mampu. Sudah bagus masih ada Liga Italia, Liga Spanyol di Indonesia, bahkan saya dengar ada juga Liga Belanda. Wuih.. Dah kayak bos itu, bisa nonton.

    Marcell Tapobali, mtapobali@yahoo.com
    Sebulan berlalu dengan sejuta cerita tentang seru dan aktraktifnya Liga Inggris yang hanya aku tonton satu menit di siarang berita Olahraga Sport Trans 7 dan Lensa Olahraga ANTV. hanya itu yang aku dapat setiap pagi bangun pagi untuk menghilangkan rasa penasaran dan kangenku kepada Liga Inggris. Sedih memang ketika semuanya yang dulunya gratis sekarang harus bayar kepada TV berbayar yang sangat monopoli itu.

    Bagi kalangan tertentu mungkin tak jadi soal karena kelebihan uang, tapi aku... sudah tinggal di kos, belum mikir bayar angkot pulang pergi kerja, makan dan sebagainya. Tak cukup memang duit di kantong untuk bayar TV berbayar buat nonton EPL. Jangankan saya, saudara-saudara kita di luar sana yang tukang bakso, sopir, tukang ojek, pelajar, mahasiswa yang biasanya nongkrong untuk bicara EPL, sekarang sudah tak keliatan lagi antusias untuk cerita soal liga inggris.

    Harapan saya semoga pemerintah bisa membantu masyarakat kecil yang sangat merindukan tayangan gratis yang sudah dari dulu mereka nikmati. Bravo trus Manchester United, walau aksimu hanya aku tonton 1 menit di saat aku bangun pagi.

    promo@quelle-enterprise.com
    Duh, pemerintah kita itu aneh. Yang lebih penting gak diurusin, ngurusin sekunder. Gak nonton bola gak akan mati, malah ngurusin lobi astro. Jangan-jangan ada anggaran tersendiri lagi ntar, ck..ck..ck..

    Mending diurusin sarana umum lain yang gak jalan sebagaimana mestinya. Itu bikin rakyat sengsara, susah dapat duit cepat. Kalo udah cepet dapet duit, ntar juga pada langganan tivi kabel.

    Pemerintah Terus Lobi Astro Soal Liga Inggris

    Jakarta - Hilangnya tayangan liga inggris dari TV swasta nasional menuai protes masyarakat. Untuk itu pemerintah mengupayakan agar tayangan itu bisa dinikmati kembali.

    "Kita dorong hak eksklusif%2

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.