
Rekor Chelsea yang Disambut Caci Maki
Jakarta - Chelsea sukses memperpanjang catatan tak terkalahkan di kandang sendiri menjadi 67 partai di Liga Inggris. Namun itu tidak serta merta mendatangkan kebahagiaan buat para pendukungnya.
Sebaliknya, rasa tidak puas justru jadi tema utama di Stamford Bridge saat Chelsea membuat capaian tersebut dengan bermain imbang menghadapi Fulham, Sabtu (29/9/2007). Gerutuan dan cemoohan justru berkumandang di stadion kebanggaan The Blues, apalagi setelah hasil akhir pertandingan tidak juga beranjak dari keadaan kacamata alias 0-0.
Pemilik Chelsea, Roman Abramovich, yang memilih untuk menyaksikan pertandingan dari tempat duduk fans Chelsea di Shed End, bukan di bilik VIP seperti biasa, pun ikut kena getahnya.
Dilansir Guardian, taipan Rusia itu sempat kena semprot seorang fans yang sebelumnya juga membuang kaus biru tim kesayangannya ke tanah. Yang lainnya memilih menyanyikan nama Jose Mourinho tepat ke muka Abramovich.
Sebelumnya, dalam pertandingan kedua Chelsea tanpa Mourinho, sekelompok fans menonton pertandingan dengan membawa poster bertuliskan, "Ini klub kami, Roman, bukan mainan Anda!"
Puncak kekecewaan para fans Chelsea itu terjadi usai Didier Drogba dikartu merah oleh wasit. Rasa tidak puas fans Chelsea tersebut kabarnya juga dilampiaskan kepada Chief Executive Peter Kenyon yang harus menerima kekerasan verbal alias caci maki.
Tidak bisa disangsikan kalau sumber kekecewaan adalah dilepasnya Mourinho, seorang manajer yang membawa sederet prestasi dalam tiga tahun kepemimpinan. Bahkan John Terry yang disebut-sebut jadi salah satu alasan kepergian Mourinho karena sempat adu mulut di akhir masa kepemimpinan sang manajer, tak sungkan memuji manajer lamanya meski sudah ada Avram Grant sebagai manajer baru.
"Jose Mourinho memenangkan enam trofi bersama Chelsea. Dia adalah manajer tersukses Chelsea dan yang terbaik yang pernah bekerjasama dengan saya. Latihan, persiapan, dan taktiknya luar biasa. Efek dirinya terhadap pertandingan juga nyata. Yang lebih penting dia orang yang baik, yang dikelilingi orang-orang yang baik pula," ujar Terry dikutip Goal.
Kini, disuguhkan satu kekalahan dari rival berat Manchester United dan hasil imbang atas Fulham --sebuah tim urutan 16 di klasemen-- jelas bikin kecewa fans Chelsea yang masih dipenuhi kenangan akan kesuksesan Mourinho. Kemenangan telak 4-0 atas Hull pun tidak masuk hitungan karena lawannya tak lebih dari tim sekelas divisi Championship.
Hasil yang dicapai Grant bersama Chelsea juga bertolak belakang dengan debut Mourinho yang sudah bisa langsung menang 1-0 atas MU dalam laga resmi pertamanya di Premiership musim 2004/2005 silam.
Bukan hanya itu, dari dua laga Liga Primer di bawah besutan Grant, "Si Biru" sama sekali belum bisa mencetak satu gol pun. Mereka tampaknya justru lebih jago meraih kartu merah karena sudah dua pemainnya yang mengoleksi masing-masing satu.
Kesan tidak bagus terhadap Grant konon juga dirasakan para staf pelatih di klub London tersebut. Seorang sumber dari Guardian menyatakan kalau metode kepelatihan Grant sudah sangat kuno dan tak dipakai lagi selama 25 tahun.
Apapun, Grant harus segera berbenah dalam membenahi Chelsea. Waktu semakin memburu karena pertengahan pekan ini, Kamis (4/9/2007) Valencia sudah menghadang di ajang Liga Champions.
Sebagai tambahan, Chelsea dalam waktu dekat juga harus menjalani jadwal padat. Dalam kurun waktu sepuluh hari terhitung mulai 20 Oktober mendatang, mereka harus bertanding dalam empat partai --dua di Liga Primer, satu di Liga Champions dan Piala Carling.
Entah apa yang akan terjadi kalau Grant gagal lagi membawa Chelsea meraih hasil positif.
Avram Grant Dipecat Sebelum Hari Natal?
London - Avram Grant belum bisa membawa Chelsea menampilkan permainan memuaskan. Tak heran jika bursa judi membuka taruhan kalau Grant difavoritkan bakal dipecat sebelum hari Natal.
Performa The Blues di tangan Grant saat ini tidak mewakili reputasi klub tersebut sebagai raksasa Inggris. Dari tiga laga Chelsea di tangan manajer asal Israel itu, mereka baru mencatat satu kemenangan, itupun hanya di ajang Piala Carling dari sebuah klub divisi Championship.
Bukan hanya dari segi hasil karena dari sisi penampilan, John Terry cs juga belum bisa memuaskan harapan para pendukungnya.
Menyusul hasil imbang 0-0 melawan Fulham di Stamford Bridge, Sabtu (29/9/2007), bursa taruhan Inggris, Ladbrokes, pun lebih meyakini Grant bakal segera digusur. Taruhan yang dibuka Ladbrokes pun lebih memfavoritkan pilihan itu.
Ladbrokes memberikan koefisien 2/5 Grant tidak akan lagi menjadi manajer pada hari Natal. Sebaliknya koefisien 7/4 diajukan kalau Grant masih bisa bertahan sampai 25 Desember mendatang.
Bursa judi berbasis di Harrow itu juga memangkas koefisien dari 7/1 menjadi 9/2, kalau Grant bakal jadi manajer selanjutnya yang keluar dari tim Premiersehip. Demikian dilansir Times Online.
Menurut Anda?
