
Hiddink: Inggris Terlalu Pede
Moskow - Pelatih Rusia Guus Hiddink memberi tahu penyebab timnya mampu mengalahkan Inggris. Menurut dia, pasukan "Tiga Singa" terlalu percaya diri alias kelewat pede.
Bermain di kandang sendiri di Moskow, Rabu (17/10/2007) malam WIB, Rusia mengungguli Inggris 2-1. Kebobolan lebih dulu oleh gol Wayne Rooney di babak pertama, tuan rumah membalikkan keadaan lewat gol Roman Pavluchenko dalam selang empat menit di pertengahan babak kedua.
Bagi Hiddink, yang untuk pertama kalinya mampu mengalahkan sebuah tim Inggris sepanjang karirnya sebagai pelatih (klub maupun timnas), pasukan Steve McClaren seperti terlalu yakin dengan hasil babak pertama.
"Setelah babak pertama selesai saya punya feeling bahwa jika kami mampu meneruskan tekanan dan memperoleh gol penyama, maka mereka akan kesulitan. Dengan kebobolan satu gol mereka akan mulai cemas," tuturnya dikutip AFP.
"Di babak pertama Inggris berpikir bahwa mereka sedang memimpin. Jadi, seri pun adalah hasil bagus buat mereka. Tapi Anda harus menuntaskan pekerjaan sebelum Anda benar-benar mendapatkan apa yang Anda mau. Itulah yang kami lakukan."
Hiddink tentu saja tidak lupa memberi pujian pada anak-anak buahnya dan menyampaikan rasa bangga. Namun perjuangan belum selesai karena laga melawan Israel dan Andorra menjadi sangat penting.
Kroasia masih memimpin Grup E dengan 26 poin, disusul Inggris di tempat kedua dengan nilai 23. Rusia di urutan ketiga dengan 21 angka, tapi Inggris hanya menyisakan satu pertandingan (yang berat pula), yakni melawan Kroasia.
McClaren Kecam Penalti
Moskow - Kekalahan Inggris oleh Rusia terjadi, salah satunya akibat penalti kontroversial. Manajer The Three Lions Steve McClaren pun mengecam keputusan wasit itu.
Yang dimaksud McClaren adalah penalti yang dihadiahkan oleh wasit Luis Medina Cantalejo kepada Rusia di menit ke-68. Saat itu, Wayne Rooney yang sedang ikut bertahan, didakwa menarik Konstantin Zurianov di kotak penalti. Dalam tayangan ulang televisi terlihat jelas, pelanggaran Rooney terjadi di luar kotak 16.
"Kami menguasai pertandingan. Tadinya, (pertandingan) itu ada dalam genggaman kami, tapi akhirnya kami kalah. Saya melihat lagi (penalti) itu dan penalti itu jelaslah hal yang memalukan. Itu terjadi di luar kotak penalti," ketus McClaren seperti dikutip SkySports, Kamis (18/10/2007).
Lebih lanjut, McClaren masih mengeluhkan kepemimpinan wasit asal Spanyol tersebut. "Hakim garis tidak memberikannya (sinyal penalti). Wasit dalam jarak cukup jauh dan keputusannya mengubah pertandingan."
"Kami terlihat begitu nyaman. Sikap dan komitmen kami sangat bagus. Anak-anak bertahan dengan baik. Saya tidak bisa menyalahkan para pemain karena para pemain telah berupaya keras," ucap manajer berusia 46 tahun itu membela anak asuhnya.
McClaren juga enggan menimpakan kesalahan kepada lapangan sintetis di Stadion Luzhniki, Moskow. "Permukaan lapangan tak memiliki kaitan. Itu tidak menjadi alasan bagi kami. Rusia mempersiapkan diri dengan lebih baik."
Di kualifikasi Euro 2008 Grup E, Inggris berada di rangking dua di bawah Kroasia. Mereka bersaing ketat dengan Rusia yang mengintai di posisi tiga.
Michael Owen dkk akan terlibat partai do or die saat menjamu Kroasia, 21 November. Empat hari sebelumnya, tim Saint George's Cross juga harus kuat-kuat berdoa agar Israel mampu mengatasi Rusia. Satu lawan Rusia lainnya, Andorra, tak bisa diharapkan mampu berbuat banyak. (arp/a2s)
Denmark Buka Peluang, Swedia Belum Aman
Kopenhagen - Denmark membuka peluang lolos ke Euro 2008 berkat kemenangan 3-1 atas Latvia. Sementara posisi Swedia juga belum aman karena diimbangi Irlandia Utara 1-1.
Pertandingan kualifikasi Euro 2008 Grup F antara Denmark vs Latvia digelar di Parken Stadium, Kopenhagen, Kamis (18/10/2007) dinihari WIB. Denmark langsung unggul di menit ketujuh melalui gol penalti Jon Dahl Tomasson. Hadiah penalti diberikan wasit Cuneyt Cakir (Turki) karena bek Oskars Klava menyentuh bola dengan tangannya di kotak penalti.
Publik tuan rumah kembali bersorak saat Ulrik Laursen mencetak gol kedua tim "Dinamit" melalui tandukan kepala. Ulrik memanfaatkan sepak pojok Dennis Rommedahl.
Kaspars Gorkss memperkecil ketertinggalan Latvia di menit ke-80. Gol ini membuat skor jadi 1-2, masih untuk Denmark. Akhirnya, sesaat sebelum laga tuntas, gol Rommedahl menggenapkan kemenangan Denmark menjadi 3-1.
Sementara itu, Swedia yang juga bermain di kandang sendiri, Stadion Rasunda di kota Solna, justru tertahan dengan skor 1-1 oleh tamunya Irlandia Utara.
Kesebelasan Svenska sebenarnya unggul terlebih dahulu saat Olof Mellberg sukses menceploskan bola ke gawang Irlandia Utara dengan memanfaatkan umpan Kim Kallstrom di menit ke-15. 1-0 bagi tuan rumah.
Pertandingan sepertinya akan dimenangi oleh Zlatan Ibrahimovic dkk. Kemenangan artinya akan membuat Swedia jadi yang paling berpeluang lolos ke Euro 2008. Namun, gol Kyle Lafferty di menit ke-72 membuyarkan harapan itu. Irlandia Utara akhirnya membawa pulang satu poin dari Rasunda.
Konstelasi Grup F saat ini masih dipimpin oleh Swedia yang sejauh ini sudah mengoleksi nilai 23. Spanyol menyusul di posisi dua dengan 22 poin dan Denmark membuntuti di peringkat tiga dengan 17 angka.
Persaingan Swedia, Spanyol dan Denmark untuk menentukan siapa dua tim yang akan lolos ke Austria-Swiss masih sangat ketat.
Swedia dan Spanyol masih harus saling "bunuh" dalam laga di Madrid, 17 November mendatang. Lantas empat hari berikutnya, Swedia akan menjamu Latvia.
Sementara bagi Spanyol, selain masih harus bersua Swedia, tim "Matador" juga akan melawan Irlandia Utara (21/11). Sedangkan Denmark akan berjumpa Irlandia Utara (17/11) dan Islandia (21/11).
Susunan pemain:
Denmark: Sorensen; Poulsen (Gronkjaer 71'), Martin Laursen, Ulrik Laursen (Andreasen 32'), C. Sorensen; Helveg, D. Jensen, Kahlenberg, Rommedahl; Tomasson, Bendtner
Latvia: Vanins; Astafjevs, Zirnis, Laizans; Ivanovs, Gorkss, Solonicins, Visnakovs (Zigajevs 78'), Klava; Rimkus (Butriks 63'), Pahars (Kacanovs 90')
Swedia: Isaksson; Concha, Mellberg, Hansson, Edman; Linderoth, A. Svensson, Wilhelmsson (Nilsson 45'), Kallstrom (A. Johansson 85'); Ibrahimovic, Elmander (Allback 73').
Irlandia Utara: Taylor; McAuley, A. Hughes, McCartney (Capaldi 87'), Craigan; Davis, Clinghan, Brunt; Healy, Sproule, Lafferty (arp/a2s)
Skotlandia Terpeleset, Prancis Menang
Tblisi - Skotlandia terpeleset dalam pertandingannya yang ke-11 di babak kualifikasi Euro 2008 Grup B. Ditambah Prancis yang menang atas Lithuania, Skotlandia kini terancam tak lolos.
Melawat ke Lokomotivi Stadium, Tblisi, Kamis (18/10/2007) dinihari WIB, tim asuhan Alex McLeish itu menelan kekalahan 0-2. Kiper Craig Gordon dua kali dibobol oleh Levan McHedlidze di menit 16 dan David Siradze pada menit 64.
Kekalahan tersebut membuat Skotlandia, yang sebelumnya bertengger di puncak klasemen sementara, justru mulai dibayang-bayangi kegagalan meraih tiket ke putaran final di Swiss-Austria tahun depan.
Dengan tinggal menyisakan satu pertandingan, James McFadden dkk tetap dengan nilai 24. Saat ini tahta Grup B direbut Prancis berkat kemenangan 2-0 atas Lithuania di Nantes, di mana kedua gol tersebut diborong Thierry Henry di menit 80 dan 81.
Walaupun belum otomatis lolos, tapi Prancis memiliki kesempatan besar untuk lolos karena lawan terakhirnya sudah masuk kotak, yakni Ukraina. Kendati malam ini menang telak 5-0 atas Kepulauan Faroe, namun Ukraina sudah tidak berpeluang lantaran nilai maksimal yang bisa mereka raih hanya 22.
Sementara itu Skotlandia tidak punya pilihan lain kecuali memenangi partai terakhirnya melawan juara dunia Italia pada 17 November di Glasgow. Jika seri apalagi kalah, mereka bisa disalip Gli Azzurri karena empat hari kemudian menghadapi tim lemah Kepulauan Faroe.
Italia saat ini menduduki tempat ketiga dengan 23 poin, atau hanya terpaut satu angka dari Skotlandia. Pasukan Roberto Donadoni itu hari ini melangsungkan friendly game melawan Afrika Selatan di Siena, dan hasilnya menang 2-0. Cristiano Lucarelli menjadi bintang dengan mengukir kedua gol tersebut di menit 82 dan 90.
Susunan pemain:
Georgia: 90-Giorgi Makaridze; 37-G