Search blog.co.uk

Posts archive for: 2 October, 2007
  • title-3071358

    BIG RESTRICT
    Top 10 Kejadian Kebetulan yang Mencengangkan( Episode 1)

    _____

    Kutukan Mobil James Dean

    Pada bulan September 1955, James Dean tewas dalam kecelakaan mobil yang mengerikan saat ia mengemudikan mobil Porche sportnya. Sesudah itu mobilnya tampaknya menjadi mobil pembawa sial.
    a) Saat mobilnya diderek dari tempat terjadinya kecelakaan dan dibawa ke garasi, mesinnya copot dan jatuh mengenai mekaniknya, dan menghancurkan kedua kakinya.
    b) Akhirnya mesinnya dibeli oleh seorang doctor, yang memasangnya di mobil balapnya dan tewas setelah itu, saat dia balapan. Pembalap lain, di balapan yang sama, tewas dimobilnya, yang dipasangi poros kardan milik James Dean.
    c) Tempat dimana porche milik James Dean diperbaiki, yaitu sebuah garasi, rusak terbakar habis.
    d) Kemudian mobil itu dipamerkan di Scramento, namun tiba-tiba rusak berantakan dan melukai pinggul seorang remaja.
    e) Di Oregon, trailer dimana mobil itu diperbaiki terselip dan menghantam sebuah toko.
    f) Akhirnya, tahun 1959, secara misterius mobil itu rusak berantakan menjadi 11 bagian.
    Serem bangeeetttttttt. ....

    Bayi jatuh, diselamatkan dua kali oleh orang yang sama.

    Di Detroit tahun 1930an, ibu muda (yang sangat sembrono) harus berterima kasih sebesar2nya pada pria bernama Joseph Figlock. Saat Figlock sedang jalan-jalan, bayi ibu muda tersebut jatuh dari jendela dari lantai atas dan mengenai Figlock. Keduanya tidak terluka dan selamat. Sangat beruntung yah, tapi setahun setelah itu, bayi yang sama jatuh dari jendela yang sama, dan kebetulan sekali pria yang sama berjalan dibawahnya, dan lagi keduanya selamat, kayak sinetron yah.... (Source: Mysteries of the Unexplained)

    Peluru yang sampai ke target setelah bertahun-tahun.

    Henry Ziegland mengira dia pintar menghindar. Tahun 1883, dia putus dengan pacarnya, yang kemudian sangat stress dan bunuh diri. Kakak laki2 pacarnya sangat marah kemudian mendatangi Ziegland dan menembaknya. Setelah yakin dia sudah membunuh Ziegland, dia mengarahkan pistol ke dirinya sendiri dan bunuh diri. Kenyataanya Ziegland hanya tergores sedikit di wajah dan pelurunya nyasar dan nyantol di pohon. Tentu saja Ziegland merasa sangat beruntung. Bertahun-tahun kemudian dia memutuskan untuk menebang pohon itu, dengan peluru yang masih nyantol. Karena merasa pohon itu susah ditebang dia memutuskan untuk meledakkannya dengan memakai dinamit, Sial sekali ledakannya membuat peluru itu mengenai kepalanya, dan dia tewas seketika. (Source: Ripley's Believe It or Not!)

    Pria Kembar, yang hidupnya kembar.

    Cerita mengenai kembar identik yang hidupnya hampir identik memang mengejutkan, tapi mungkin tidak%2

  • Top 10 Kejadian Kebetulan yang Mencengangkan( Episode 1)

    BIG RESTRICT
    Top 10 Kejadian Kebetulan yang Mencengangkan( Episode 1)

    _____

    Kutukan Mobil James Dean

    Pada bulan September 1955, James Dean tewas dalam kecelakaan mobil yang mengerikan saat ia mengemudikan mobil Porche sportnya. Sesudah itu mobilnya tampaknya menjadi mobil pembawa sial.
    a) Saat mobilnya diderek dari tempat terjadinya kecelakaan dan dibawa ke garasi, mesinnya copot dan jatuh mengenai mekaniknya, dan menghancurkan kedua kakinya.
    b) Akhirnya mesinnya dibeli oleh seorang doctor, yang memasangnya di mobil balapnya dan tewas setelah itu, saat dia balapan. Pembalap lain, di balapan yang sama, tewas dimobilnya, yang dipasangi poros kardan milik James Dean.
    c) Tempat dimana porche milik James Dean diperbaiki, yaitu sebuah garasi, rusak terbakar habis.
    d) Kemudian mobil itu dipamerkan di Scramento, namun tiba-tiba rusak berantakan dan melukai pinggul seorang remaja.
    e) Di Oregon, trailer dimana mobil itu diperbaiki terselip dan menghantam sebuah toko.
    f) Akhirnya, tahun 1959, secara misterius mobil itu rusak berantakan menjadi 11 bagian.
    Serem bangeeetttttttt. ....

    Bayi jatuh, diselamatkan dua kali oleh orang yang sama.

    Di Detroit tahun 1930an, ibu muda (yang sangat sembrono) harus berterima kasih sebesar2nya pada pria bernama Joseph Figlock. Saat Figlock sedang jalan-jalan, bayi ibu muda tersebut jatuh dari jendela dari lantai atas dan mengenai Figlock. Keduanya tidak terluka dan selamat. Sangat beruntung yah, tapi setahun setelah itu, bayi yang sama jatuh dari jendela yang sama, dan kebetulan sekali pria yang sama berjalan dibawahnya, dan lagi keduanya selamat, kayak sinetron yah.... (Source: Mysteries of the Unexplained)

    Peluru yang sampai ke target setelah bertahun-tahun.

    Henry Ziegland mengira dia pintar menghindar. Tahun 1883, dia putus dengan pacarnya, yang kemudian sangat stress dan bunuh diri. Kakak laki2 pacarnya sangat marah kemudian mendatangi Ziegland dan menembaknya. Setelah yakin dia sudah membunuh Ziegland, dia mengarahkan pistol ke dirinya sendiri dan bunuh diri. Kenyataanya Ziegland hanya tergores sedikit di wajah dan pelurunya nyasar dan nyantol di pohon. Tentu saja Ziegland merasa sangat beruntung. Bertahun-tahun kemudian dia memutuskan untuk menebang pohon itu, dengan peluru yang masih nyantol. Karena merasa pohon itu susah ditebang dia memutuskan untuk meledakkannya dengan memakai dinamit, Sial sekali ledakannya membuat peluru itu mengenai kepalanya, dan dia tewas seketika. (Source: Ripley's Believe It or Not!)

    Pria Kembar, yang hidupnya kembar.

    Cerita mengenai kembar identik yang hidupnya hampir identik memang mengejutkan, tapi mungkin tidak ada yang lebih mencengangkan dari yang satu ini. Cerita dari saudara kembar yang berasal dari Ohio , yang dipisahkan sejak lahir, dan diadopsi oleh keluarga yang berbeda. Tidak mengenal satu sama lain, kedua keluarga menamai mereka dengan nama yang sama, James. Inilah awal dari kebetulan2 itu, Kedua James tumbuh tanpa mengenal satu sama lain, namun keduanya menjalani pelatihan pelaksana-hukum, tertarik pada mechanical drawing dan pertukangan, dan menikahi wanita dengan nama Linda. Keduanya memiliki anak laki2 yang diberi nama James Alan. Keduanya juga menceraikan istrinya dan menikahi wanita lain, keduanya memiliki nama Betty. Dan keduanya memiliki anjing dengan nama Toy. 40 tahun setelah terpisah, kedua pria ini berkumpul kembali dan berbagi kehidupan mereka yang kembar. Sinetron banget..... (Source: Reader's Digest, January 1980)

    Persis seperti bukunya Edgar Allan Poe.

    Pada abad ke 19, penulis cerita horor terkenal, Egdar Allan Poe, menulis sebuah buku berjudul 'The narrative of Arthur Gordon Pym'. Ceritanya mengenai 4 survivors dari kecelakaan kapal yang terdampar berhari2 ditengah laut sebelum memutuskan untuk membunuh dan memakan awak kabin bernama Richard Parker. Bertahun-tahun setelah itu,Tahun 1884, kapal layar Mignonette, tenggelam, dengan hanya 4 orang selamat, dan berhari-hari terdampar, akhirnya 3 senior dari kru memutuskan membunuh dan memakan awak kabinnya. Nama awak kabin itu adalah Richard Parker.

    Twin brothers, terbunuh di jalan yang sama, selisih 2 jam.

    Tahun 2002, Saudara kembar berusia 70an, tewas dengan selisih jam satu dengan lainnya pada kecelakaan yang berlainan di jalan yang sama di Finlandia selatan. Yang pertama tewas ketika ditabrak lori saat mengendarai sepedanya di Raahe, jarak 600 km ke selatan dari ibukota, Helsinki . Hanya berjarak 1,5 km dari kejadian dimana saudaranya tewas. "Ini adalah kebetulan yang bersejarah, meskipun jalannya terkenal sibuk, tapi kecelakaan jarang terjadi disini" police officer Marja-Leena Huhtala mengatakan pada Reuters. " membuat bulu kuduk berdiri waktu tahu keduanya adalah saudara.(Source: BBC News)

    3 percobaan bunuh diri, digagalkan monk yang sama.

    Joseph Aigner pelukis cukup ternama pada abad ke 19 di Austria , tampaknya , adalah orang yang tidak bahagia: dia beberapa kali mencoba bunuh diri. Percobaan pertama pada usia 18 saat dia mencoba menggantung diri, tapi digagalkan oleh kemunculan misterius seorang Capuchin monk. Pada usia 22 dia mencoba menggantung diri lagi, tapi lagi2 diselamatkan oleh monk yang sama. 8 tahun kemudian dia dibawa ke tiang gantungan karena aktifitas politiknya. Sekali lagi dia diselamatkan oleh monk yang sama. Di usia 68, Aiger akhirnya sukses melakukan bunuh diri, dengan memakai pistol. Acara pemakamannya dipimpin oleh monk yang sama, pria yang namanya tidak pernah diketahui oleh Aiger. Susah kali kalo pake pistol nyegahnya, musti ada bullet time nih.... (Source: Ripley's Giant Book of Believe It or Not!)

    Kemenangan Poker , tak disangka-sangka anaknya sendiri.

    Tahun 1858, Robert Fallon ditembak mati, aksi balas dendam dari mereka yang bermain poker dengannya. Fallon, dituduh , memenangkan $600 pot dengan bermain curang. Dengan kursi Faloon sekarang kosong dan tidak ada pemain lain yang berkeinginan menggantikannya, akhirnya mereka menemukan pemain baru untuk menggantikan Fallon. Saat polisi tiba untuk melakukan investigasi , pemain baru tersebut sudah melipatgandakan uang Fallon menjadi $2.200, polisi meminta $600 milik Fallon untuk diberikan ke kerabat dekat Fallon, hanya saja ternyata pemain baru itu adalah anak laki2 Fallon yang tidak pernah bertemu ayahnya sejak 7 tahun! (Source: Ripley's Giant Book of Believe It or Not!)

    Novel yang tidak disangka menggambarkan tetangga yang menjadi mata-mata.

    Saat Norman Mailer memulai novelnya Barbary Shore , sama sekali tidak ada rencana bahwa mata-mata Rusia yang menjadi karakter. Saat dia menggarapnya, dia memperkenalkan mata-mata Rusia ini sebagai karakter minor. Selama pekerjaan berlanjut, mata-mata ini menjadi karakter dominan di novel, setelah novelnya selesai Petugas Imigrasi U.S menahan pria yang tinggal satu lantai diatas apartemen Mailer. Dia adalah kolonel Rudolf Abel, dipercaya sebagai mata-mata Rusia kelas satu saat itu. (Source: Science Digest)

    Mark Twain dan komet Halley.

    Mark Twain lahir saat penampakan komet Halley tahun 1835, dan meninggal di penampakan komet Halley berikutnya 1910. Dia sendiri memprediksinya tahun 1909 saat dia berkata "Aku datang dengan komet Halley tahun 1835. Tahun depan komet ini datang lagi, dan aku berharap bisa pergi dengannya" hiii.......merindin g....

  • G30S/PKI dan Teori Kebisuan Spiral

    wuah cantiknya
    G30S/PKI dan Teori Kebisuan Spiral

    Oleh
    Tjipta Lesmana

    Setap orang umumnya mempunyai pendapat tentang persoalan atau masalah yang ada di sekitarnya. Pendapat tersebut bersumber pada (a) hasil interaksi sosialnya dengan orang lain, khususnya dengan peer group, dan (b) terpaan media massa.

    Dari kedua sumber ini, pada era modern yang ditandai oleh arus informasi yang begitu massif, pengaruh media massa lebih kuat daripada interaksi sosial dalam pembentukan opini kita. Pengaruh media massa begitu kuat, sehingga masyarakat modern, de facto, menjadikan media massa sebagai sumber utama informasi dan opini.

    Elizabeth Noelle Neumann, seorang sosiolog Jerman, melakukan penelitian intensif dan bertahun-tahun tentang korelasi antara terpaan media massa dan pembentukan opini publik. Hasilnya berupa sebuah teori yang kini dipakai oleh para teoretisi dan praktisi komunikasi massa di seluruh dunia. Teori itu bernama Spiral of Silence, teori kebisuan spiral.

    Teori kebisuan spiral mengajarkan kita bahwa dalam masalah-masalah penting atau kontroversial, opini publik cenderung pecah menjadi dua, tiga, atau empat blok. Dalam proses pembentukan opini publik, dengan cepat dan mudah, kita akan menyaksikan munculnya opini mayoritas dan opini minoritas. Mereka yang berada dalam kubu minoritas cenderung “merapatkan barisannya” ke tepi, karena khawatir dihukum, entah dalam bentuk perasaan malu, dikucilkan, atau diancam secara fisik.

    Akibatnya, mereka menahan diri untuk tidak bersuara (membisu). Sebaliknya, mereka yang berada dalam kubu mayoritas biasanya bersuara keras, dan tampil ke depan secara mencolok. Makin keras suara mereka didengungkan kepada publik, tingkat kebenaran opininya seakan semakin tinggi.

    Makin tinggi kebenaran yang dikesankan oleh suara mayoritas, kelompok minoritas pun makin khawatir, bahkan makin takut, sehingga mereka semakin mundur ke belakang sehingga terbentuk kebisuan spiral. Lambat-laun, suara opini minoritas nyaris sirna. Yang muncul adalah kebenaran tunggal.

    Bukan Berarti Mati

    Tapi, hasil penelitian Neumann juga membuktikan bahwa itu bukan berarti pendapat minoritas telah mati. Secara aktif dan rahasia, orang-orang di kubu minoritas sebenarnya terus “bergerilya” untuk melancarkan komunikasinya, berusaha meyakinkan orang-orang sekitar tentang kebenaran opini mereka.

    Mereka yang berada dalam kubu mayoritas pun menjadi sasaran “gerilya komunikasi” tersebut, sepanjang mereka dinilai bisa diajak berdialog. Tidak mustahil, gerilya komunikasi ini lambat-laun membuahkan hasil, yaitu makin banyak orang yang menyeberang ke kubu minoritas. Pada suatu saat tidak mustahil terjadi keseimbangan opini, bahkan yang minoritas menjadi mayoritas, dan yang semula mayoritas justru menyusut menjadi minoritas.

    Naik dan jatuhnya rezim Orde Baru merupakan salah satu contoh kasus paling bagus tentang kebenaran teori kebisuaan spiral. Selama Orde Baru, dominant opinion itu amat gamblang: bahwa pemerintahan Soeharto yang bertumpukan demokrasi Pancasila betul-betul demokratis, mekanisme kepemimpinan nasional lima tahunan adalah contoh dari demokrasi yang dimaksud, bahwa pers Indonesia bebas (Pancasila), bahwa rakyat bebas menyatakan pendapatnya, bahwa pembangunan ekonomi berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyat dan lain sebagainya.

    Pendapat minoritas di luar itu praktis habis “dibunuh” dan mereka yang kokoh dengan pendapat minoritas pun akhirnya takut menyuarakannya; atau tidak lagi ada media yang berani menyuarakannya. Toh, pada akhirnya, sejarah berbalik. Pada akhirnya, opini mayoritas berhasil dihancurkan, dan opini minoritas bangkit sehingga menjadi opini mayoritas.

    Selama Pak Harto berkuasa, kebenaran cerita tentang Gerakan 30 September/PKI cuma satu, yakni tragedi itu merupakan kudeta bersenjata Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dibantu oleh sejumlah perwira ABRI yang sudah lama disusupi oleh kader-kader PKI. Tujuannya jelas, menumbangkan kekuasaan Soekarno untuk kemudian mendirikan pemerintahan komunis di Indonesia.

    Opini Rontok
    Kira-kira tiga atau empat tahun setelah G30S/PKI pecah, sejumlah ilmuwan di Cornell University, Amerika, sebenarnya, mempublikasikan hasil penelitian mereka. Menurut mereka, G30S/PKI merupakan konspirasi banyak faktor, internal, maupun eksternal.

    Yang paling utama adalah keterlibatan Amerika untuk menghancurkan rezim Soekarno yang dinilai sangat antibarat, khususnya anti-Amerika. Melalui operasi clandestine CIA, Washington diam-diam memberikan bantuan dana maupun logistik kepada perwira-perwira probarat.

    Tatkala jenderal-jenderal pro-Amerika ini tewas dibantai oleh perwira-perwira muda pada 1 Oktober 1995 dini hari, dan ketika Mayjen Soeharto dengan cepat tampil untuk menghancurkan G30S/PKI, Amerika pun dengan cepat memberikan dukungannya kepada Soeharto.

    Versi Cornell Papers ini dijegal oleh penguasa Orde Baru, karena ia bertentangan dengan dominant opinion yang sudah diset oleh Orde Baru.

    Namun, setelah Orde Baru rontok pada Mei 1998, dengan sendirinya opini dominan tadi rontok pula. Dewasa ini, rakyat Indonesia disuguhkan oleh macam-macam versi G30S/PKI. Paling sedikit terdapat 6 versi yang bisa kita analisis, yaitu G30S/PKI (a) sesungguhnya didalangi oleh Soeharto; (b) hasil konspirasi berbagai elemen internal maupun eksternal Indonesia, terkait pula dengan suasana perang dingin waktu itu; (c) diarsiteki oleh CIA, (d) sepenuhnya masalah internal ABRI, tepatnya perseteruan antara perwira-perwira progresif dan reaksioner (baca: pro-kapitalis) ; (e) didalangi oleh Soekarno dan (f) gerakan murni PKI dengan sasaran akhir mengkomuniskan Indonesia.

    Semakin lama proses pembentukan opini tentang G30S/PKI bergulir, semakin mengkristal pula opini dominan dalam masyarakat, yaitu Seoharto-lah dalang pemberontakan bersenjata itu. Tapi, hingga kini diakui pergulatan untuk membentuk satu opini dominan mengenai G30S/PKI masih berlangsung sengit, sebab mereka yang konsisten menganut opini dominan pada masa Orde Baru masih besar jumlahnya.

    Buktinya, upaya sisa-sisa PKI, atau generasi penerus PKI, untuk bangkit kembali di permukaan masih menghadapi hambatan dan tantangan serius. Bagaimana hasil akhir dari pergulatan opini ini, sebagian besar tergantung pada sikap penguasa. Sebab bukan rahasia lagi, kebenaran selalu ada di tangan yang berkuasa…….! Aspek ini yang rupanya tidak dilihat oleh Neumann dalam teori kebisuan spiralnya.

    Penulis adalah seorang kolumnis.
    __._,_.___

  • " Belajar Dari Keledai "

    Seekor keledai yang tidak hati-hati jatuh ke dalam lobang yang dalam. Untung lobang tersebut bukan lobang perangkap yang dipasang jerat.

    Melihat hal ini, petani pemiliknya mempertimbangkan bahwa keledai tersebut sudah tua serta tidak kuat lagi menarik beban. Dengan demikian sudah tidak ada manfaatnya lagi. Petani tersebut memutuskan lebih baik keledai tersebut dibunuh saja.

    Cepat dia mengambil sekop dan mulai menimbun lobang dengan tanah. Keledai meronta ronta dan mengaduh kesakitan mendapat hantaman tanah yang dijatuhkan dengan tenaga kuat. Tanah tersebut setelah menimpa tubuh kemudian jatuh dekat kakinya. Dengan demikian dia mendapatkan bahwa timbunan tanah disekitar tubuhnya makin meninggi.

    Petani tersebut dengan perasaan benci bermaksud ingin cepat mengisi lobang agar keledai tertimbun dan mati. Keledai yang menahan dera karena ditimpa tanah, menggoyang tubuh agar tanah lebih cepat jatuh dekat kaki. Setelah agak meninggi, dia naik di atas tanah timbunan. Begitu seterusnya, hingga tanpa disadari oleh si petani, keledai dapat melompat keluar dari dalam lobang. Merasakan pancaran rasa benci dari pemiliknya, segera keledai melarikan diri. Petani termangu dengan kegagalan niat buruknya membunuh binatang yang pernah memberikan manfaat ketika masih kuat.

    Dari ceritera ini dapat dipetik pengalaman seekor keledai yang terpelosok dalam kesulitan masih dapat mencari peluang atas kejadian yang menimpa dirinya. Sering diceriterakan bahwa keledai adalah mahluk yang lamban dan bodoh. Dalam kelambanan dan kebodohannya masih ada yang dapat kita teladani untuk diambil manfaatnya.

    Menghadapi kesulitan untuk keluar dari lobang, suatu hasil karma baik baginya dengan adanya petani yang berkobar rasa benci untuk membunuh. Ini merupakan peluang emas. Petani terebut karena penuh emosi tidak melakukan kontrol akan hasil kerjanya, terus saja menimbun. Dia berpendapat bahwa keledai yang bodoh akan diam saja dan tertimbun. Inilah peluang bagi keledai untuk memperhitungkan pada ketinggian berapa dia bisa melompat. Timbunan tanah pada saat itulah dipergunakan untuk pijakan dan hentakan lompatan yang membawa hasil penyelematan.

    Dengan demikian dalam menempuh hidup dan kehidupan kita, jangan merenungi kesulitan yang kita hadapi. Kita wajib menggunakan akal dan pikiran yang berlandaskan moral etik untuk keluar dari kesulitan. Juga perlu diperhatikan bahwa akan bertambah beban bila kesulitan yang kita hadapi diselesaikan dengan tindakan tidak terpuji,

    Bila kita mengambil “jalan pintas” dengan perbuatan tercela, antara lain menipu atau mencuri, akan mendapatkan tambahan kesulitan di kemudian hari sebagai akibatnya.

    Kita punya potensi akal dan pikiran untuk menyelesaikan masalah. Inilah yang wajib kita lakukan. Potensi tanpa ada gerakan tidak berguna, ibarat korek api sebagai potensi api. Bila tetap diam, korek api tidak akan menjadi api.

    Hendaknya ada aktivitas sebagai manifestasi akal dan pikiran, aktivitas yang bersih sehingga kita akan tetap menjadi orang terpuji.

    Sukses bagi anda yang dapat menyelesaikan kesulitan dengan baik.

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.