Search blog.co.uk

Posts archive for: 25 October, 2007
  • homeschooling-haruskah-eksklusif

    SEJAK revolusi industri bergulir, pendidikan manusia telah dibatasi ruang-ruang bisu yang diberi nama sekolah. Ilmu yang diberikan pun telah dibatasi hanya untuk kepentingan dunia industri. Potensi manusia kian dikekang dengan munculnya kurikulum yang menilai prestasi hanya lewat angka-angka. Itulah sejarah munculnya sekolah yang selama berabad-abad hingga kini masih dipakai dan diandalkan untuk mendidik manusia.

    Namun kini, saat revolusi industri digantikan revolusi informasi; saat belahan dunia yang terpisahkan oleh jarak bukan lagi penghalang bagi setiap orang untuk menjalin komunikasi, berbagi informasi, dan bahkan melakukan aktivitas bisnis; muncul gagasan yang bisa dikatakan paling revolusioner dalam dunia pendidikan. Meski kedengarannya klise, namun inilah konsepnya, home schooling (sekolah di rumah).

    Dari mana kita harus memulai?

    Komitmen awal amatlah penting. Artinya, dibutuhkan kesepakatan antara ayah dan ibu, bahwa rumah kita memang benar-benar akan dijadikan sekolah; tempat semua anggota keluarga melakukan aktivitas belajar.

    Tentu saja komitmen bukanlah sebuah titik yang tidak membuahkan konsekuensi. Dengan komitmen itu justru ayah-dan ibu sebagai manajer program akan dituntut banyak berkorban. Ayah dan ibu harus menekan egonya, memikirkan solusi untuk setiap persoalan yang muncul, dan juga tentu saja harus terus menambah ilmunya.

    Seorang ibu yang sudah memiliki komitmen untuk menjadikan rumahnya sebagai sekolah; terpaksa harus tetap tersenyum meski perabotan berserakan karena putri tercinta mengambilnya dari rak dan memakainya sebagai alat bermain. Atau kadangkala ayah dan ibu harus menunda jam tidur siang sang anak, karena ia sedang asyik bermain air. Kesimpulannya, memang perlu kesabaran untuk menjalankan komitmen yang kita buat. Namun bukan hal yang berlebihan jika kita berkata, "Aku Bisa!"

    Siap menerima kesalahan

    Setiap proses belajar akan memunculkan dua hal, yaitu benar tanpa ilmu dan benar dengan ilmu. Kegiatan belajar diperlukan untuk memproses sesuatu yang tadinya salah karena belum tahu ilmunya, menjadi benar karena sudah tahu ilmunya. Akan tetapi, belajar adalah proses, apa yang terjadi di dalamnya bukanlah akhir. Setiap orang yang belajar akan selalu bertemu dengan salah dan benar itu secara terus-menerus, sesuai dengan kapasitas ilmu yang diperolehnya.

    Saat anak kita belum bisa memegang sendok sendiri untuk makan atau juga saat anak kita yang berusia dua tahun masih mengucapkan "bulung" untuk menyebut "burung" mungkinkah kita mengatakannya salah. Padahal, jelas ia tidak tahu apa-apa hingga kita memberitahukannya. Maka dari itu orang tua dianjurkan untuk terus mengatakan kata-kata dengan intonasi dan artikulasi yang jelas kepada anak agar ia terus belajar mengatakannya dengan benar.

    Seringkali kita kesal dan bahkan marah karena anak kita tidak mengerti apa yang kita inginkan. Saat kita menginginkan mereka tidak ribut ketika ada tamu, atau saat kita menginginkan mereka makan dengan rapi dan bersih tanpa ceceran makanan di lantai, atau saat kita ingin mereka tak lagi pipis di celana, apa yang kita lakukan? Jika konsep belajar yang kita pegang, kita bisa ambil ucapan John F Kennedy, "What can I do for you?" (Apa yang bisa kuperbuat untukmu?) Karena sesungguhnya anak- kita sedang membutuhkan bantuan agar ia mampu melakukan sesuatu dengan benar.

    Mengapa harus marah?

    Kalau kita sepakat bahwa kesalahan dalam proses belajar adalah hal yang biasa dan bahkan pasti terjadi, kesalahan tentunya bukanlah masalah besar yang akan menghentikan aktivitas belajar. Dengan kata lain, tidak ada istilah salah ketika kita berada dalam proses belajar. Yang ada hanyalah istilah belum tahu, belum mengerti, atau belum bisa.

    Pokok pembicaraan kita ini berkaitan dengan emosi. Ada buku bagus tentang hal ini, berjudul Mengasuh Anak dengan EQ. Orang tua sebagai orang dewasa; dengan ego yang dimilikinya, harus berperang setiap saat agar mampu menghadapi anak-anaknya justru dengan menekan egonya sendiri. Mungkin kita bertanya, mengapa harus kita tekan ego kita atau emosi kita di depan anak-anak kita? Bukankah itu penipuan terhadap mereka dan bahkan terhadap diri sendiri? Saat kita ingin marah lantas kita harus menahannya.

    Memang sebuah keunikan terjadi di dunia parenting (keayahbundaan) ini. Kita bisa merujuk kepada penelitian yang sudah dilakukan para ahli di bidang ini selama bertahun-tahun. Mereka mengatakan bahwa anak belajar dengan meniru. Ketika anak-anak melakukan sesuatu, sesungguhnya mereka sedang menunggu pelajaran dari orang tuanya dengan cara melihat reaksi yang dimunculkan oleh orang tuanya.

    Ketika anak menumpahkan air di lantai misalnya dan kemudian kita memarahi atau membentaknya, anak akan belajar bahwa jika air ditumpahkan di lantai dia harus marah, dan bahkan membentak dengan gaya bentakan yang sama dengan yang kita lakukan. Dan yang harus diingat, pada tahap awal anak tidak belajar atas maksud apa yang ada di balik reaksi kita, melainkan meniru apa yang bisa dia indrai dengan indra fisik mereka (penglihatan, pendengaran, dan penciuman). Semakin konsisten kita marah atau membentak anak-anak kita untuk setiap kesalahan subjektif yang mereka perbuat, yakinlah mereka pun akan melakukan hal yang sama terhadap orang lain, termasuk terhadap orang tuanya sendiri.

    Oleh karena itu, kendatipun orang tua harus marah, marahlah dalam batasan yang wajar dan dianjurkan bagi orang tua untuk menjelaskan kepada anak tentang alasan kita marah. Mungkin anak yang masih sangat muda belum bisa memahaminya dengan cepat, tetapi katakan saja. Karena dengan proses pengulangan yang terjadi, lambat laun ia akan mengerti.

    Carilah ilmunya!

    Sesekali, karena keterbatasan ilmu kita dalam menghadapi anak mungkin saja kita masih sering kalah dan mengikuti emosi kita ketika menghadapi mereka. Hal itu bisa kita perbaiki dengan cara berburu ilmu. Karena kita harus yakin bahwa setiap hal pasti ada ilmunya, baik yang bersumber dari buku atau dari pengalaman orang lain.

    Situasi yang kurang menyenangkan, kadang-kadang terjadi di dalam rumah kita. Hal itu bisa saja menyebabkan emosi kita labil dan bahkan tidak terkendali. Demi kepentingan anak-anak kita, sebaiknya kita terlebih dahulu menetralisasi suasana hati kita sebelum menghadapi mereka. Jangan sampai kerewelan anak yang mungkin muncul secara tiba-tiba, membuat kita akhirnya lupa bahwa rumah kita adalah sekolah-tempat belajar; yang di dalamnya tidak ada kata 'salah' yang berarti pula tidak ada kata 'marah'.

    Tentu bukan perkara mudah untuk mempraktikan hal itu. Namun komitmen yang kita pegang akan membuat kesulitan yang kita hadapi bisa teratasi. Kuncinya adalah "belajar". Kita harus memelihara rasa haus untuk menimba ilmu. Jangan biarkan ketidaktahuan bersemayam dan bernaung nyaman di dalam diri kita.

    Ciptakan alat belajar

    Apa alat-alat belajar itu? Gordon Dryden dan Jeanette Vos (Revolusi Cara Belajar:2001) mengatakan, bahwa semua yang ada di alam ini adalah alat belajar. Jadi jangan batasi alat belajar bagi anak-anak kita dengan bentuk-bentuk yang kaku dan statis sebagaimana yang biasanya ada di sekolah atau di toko-toko mainan anak.

    Sendok, bantal, tepung, beras, pasir, dedaunan, ranting pohon, atau apa pun yang ada di dalam dan di sekitar rumah kita bisa dijadikan alat belajar yang menyenangkan dan sekaligus membuahkan manfaat bagi anak-anak kita. Buku Montessori untuk Prasekolah atau Rujak Kreativitas- nya Andi Yudha bisa kita jadikan panduan untuk membantu kita.

    Dokter wanita dan juga ahli psikologi dari Italia-Dr. Montessori, telah mencoba dan membuktikan bahwa proses belajar bisa dilakukan tanpa memisahkan anak-anak dari kehidupan keseharian mereka. Kurikulum pendidikan dan pengajaran tidak mesti harus centang perenang dengan aktivitas hidup orang dewasa. Anak-anak bisa memperoleh pelajaran yang banyak dari kegiatan orang dewasa, dengan cara melibatkan mereka dalam kegiatan tersebut; disesuaikan dengan kapasitas mereka.

    Dengan konsep Montessori ini, orang tua tidak mesti melarang anak-anaknya di usia dini sekalipun untuk melakukan pekerjaan sehari-hari. ***
    *****

    Sejak subsidi pendidikan nyaris ditiadakan, efek yang langsung terasa oleh masyarakat, adalah mahalnya biaya sekolah. Terbukanya peluang untuk tumbuhnya pendidikan alternatif seperti homeschooling (HS) adalah kabar baik. Dengan pertimbangan finansial, HS diharapkan bisa mengabaikan unsur-unsur tertentu yang membuat biaya pendidikan menjadi mahal. Biaya gedung, seragam, atau atribut-atribut fisik lainnya dapat ditiadakan. Pemerataan pendidikan pun diharapkan akan berjalan lebih baik.

    Sayanganya kini model pendidikan alternatif ini juga mengalami distorsi substansi. Munculnya lembaga-lembaga non sekolah yang membuka layanan belajar berbasis HS dengan biaya yang sangat-sangat mahal membuat HS terkesan ekslusif dan tak mungkin dilakukan oleh mereka yang ekonominya pas-pasan.

    Tak Perlu Mahal
    Perpindahan tempat belajar dan bervariasinya metode yang digunakan dalam bersekolah di rumah tidaklah berarti akan menambah biaya pendidikan jika seorang homeschooler bisa mengelola fasilitas yang ada di sekelilingnya dengan cermat.
    Perpustakaan, museum, toku buku dan barang-barang bekas, perabotan rumah, sawah, kebun, tanaman di halaman, hewan peliharaan, dan lain sebagainya adalah contoh-contoh media belajar yang dapat dimanfaatkan tanpa harus merogoh uang terlalu besar.

    Satu dari sekian prinsip yang diusung HS diantaranya adalah menghubungkan pengetahuan dengan dunia nyata, dan hal itu seringkali sangat murah. Anak-anak bisa belajar matematika saat mengeluarkan biscuit dari bungkusnya, bisa belajar bahasa inggris saat membaca petunjuk memasak mie instan, atau belajar biologi saat bermain di halaman; dengan mengamati serangga dan tumbuhan yang hidup bebas.

    Informasi yang memang dianggap masih kurang oleh para peminat HS adalah aspek-aspek praktis berupa gambaran kurikulum, selain juga cara mengurus legalitas, supaya anak-anak yang melakukan HS tetap bisa memperoleh ijazah resmi sesuai jenjang pendidikan yang ditempuhnya.

    Namun demikian, kalau kita mau sedikit menjelajahi internet, semua informasi itu bisa diperoleh cuma-cuma. Mengakses www.puskur.net akan membantu kita untuk mengetahui standar kurikulum nasional, sehingga kita memiliki gambaran dalam merancang kurikulum bagi anak-anak.

    Beberapa panduan belajar dan kurikulum pendukung lainnya juga sebenarnya bisa kita dapatkan murah dan bahkan gratis di internet. Dari sana kita bisa mengambil pengalaman para homeschooler yang sudah lebih dulu menerapkan HS, dan kita kombinasikan dengan sedikit sentuhan kreativitas keluarga masing-masing.
    HS akan menjadi sangat mahal jika para homeschooler serba membeli segala perangkat belajar yang semestinya tidak perlu dibeli.

    Hindari Dokotomi
    Dikotomi yang tajam antara HS dan sekolah formal sangat tidak bermanfaat untuk dikembangkan. Melihat pendidikan dalam skala makro, HS pun bisa menjadi bumerang jika hanya didefinisikan sebagai bersekolah di rumah dan tidak pergi ke sekolah. Salah-salah memberikan penjelasan, apa yang diingat dari HS justru hanyalah "tidak pergi ke sekolah", dan anak-anak malah tidak mau belajar sama sekali di manapun.

    HS mungkin masih tampak asing dan eksklusif bagi mereka yang belum mengenalnya terlalu jauh. Padahal kalau kita mau membaca beragam referensi tentang HS, kita akan melihat bahwa sesungguhnya model ini sangat akrab dengan kehidupan kita dan bermanfaat bagi semua orang, termasuk bagi mereka yang akhirnya memilih sekolah formal.

    Substansi HS adalah membuat belajar menjadi demikian menyenangkan, mandiri, dan sesuai minat. Tak peduli di mana pun tempatnya, baik di rumah, di pasar, di perpustakaan, ataupun di jalanan, anak-anak bisa belajar sesuatu tanpa harus dibatasi kisi-kisi materi yang mengikat.

    Selain itu, prinsip dasar HS yang cukup penting adalah terlibatnya orang tua secara penuh dalam pendidikan anaknya. Sekalipun anak-anak akhirnya masuk sekolah formal, peran orang tua dalam mengelola pendidikan anaknya tidak boleh berhenti.

    Meskipun HS murni (bersekolah di rumah) nampak ideal bagi sebagian orang, namun bagi orang tua lain, dengan latar belakang dan pekerjaan yang berbeda HS murni bisa jadi tidak memungkinkan. Pada kondisi inilah sekolah formal atau sekolah alternatif berupa kelas masih tetap dibutuhkan untuk mendidik anak-anak, setidaknya pada sisi koginitif. Sementara itu, menghidupkan etos belajar adalah pe er tersendiri bagi dunia sekolah.

    Referensi
    Beberapa buku yang membahas tema-tema seputar HS, pembelajaran mandiri, dan sekolah kreatif sudah terbit dalam bahasa Indonesia, seperti Tamasya Belajar (MLC:2005), Revolusi Belajar untuk Anak (Kaifa:2002) , Sekolah Para Juara (Kaifa:2004) , Belajar Tanpa Sekolah (Nuansa:2006) , Totto-Chan (Gramedia:2006) , Revolusi Cara Belajar (Kaifa:2001) , Homeschooling Keluarga Kak Seto (Kaifa:2007) , Ibuku Guruku: Belajar di Rumah dalam Balutan Kearifan dan Kehangatan (MLC:2005), Montessori untuk Sekolah Dasar (Pustaka Delapratasa: 2002), Accelerated Learning (Nuansa:2002) , dan lain-lain.

    Membaca buku-buku tersebut, setidaknya akan membantu setiap orang untuk mengenal temuan-temuan terbaru tentang pembelajaran dan mampu melihat HS tak hanya sekedar bersekolah di rumah.
    Lebih jauh menelaah HS, akan membuat kita memahami bahwa HS adalah bagian dari tanggung jawab pendidikan yang diemban orang tua. Sekalipun anak-anak kita bersekolah di sekolah formal, tidaklah hilang tanggung jawab orang tua untuk mendidik anak-anak, sehingga mereka menyukai belajar dan menjadi tumbuh positif dengan belajar.

    oleh Maya A Pujiati

    Denmark Super Series
    Berharap Ada Gelar

    Setelah hampa gelar juara pada dua turnamen terakhir, PB PBSI tentu mengharap para pemainnya bisa mendapat hasil yang lebih baik pada turnamen Denmark Super Series. Setidaknya satu gelar juara diharapkan bisa dibawa pulang dari kejuaraan berhadiah total 200 ribu dolar yang digelar di Fyn Arena, Odense, 24-28 Oktober.

    Pada dua turnamen sebelumnya di Grand Prix Makau (3-7 Oktober) dan Belanda Terbuka (17-21 Oktober), para pemain pelatnas gagal meraih satu pun mahkota juara. Kini, dengan tim penuh, seharusnya pasukan Cipayung itu bisa memperoleh prestasi yang lebih baik.

    Peluang untuk meraih gelar juara dinilai ada di tiga nomor, terutama di ganda putra dan campuran lewat juara dunia Markis Kido/Hendra Setiawan dan Nova Widhianto/Lilyana Natsir. Satu nomor lagi yang diharapkan adalah tunggal putra, yang menampilkan trio Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, dan Simon Santoso.

    "Peluang saya kira ada di ganda campuran. Kido/Hendra juga punya peluang. Luluk/Alven pun kalau lagi bagus bisa mengalahkan pemain-pemain top," ujar Kabid Binpres PB PBSI, Lius Pongoh.

    Hanya, untuk duet Luluk Hadiyanto/Alven Yulianto, menurut Lius akan bisa bermain lebih baik bila Luluk mampu menjaga mentalnya dan komunikasi kedua pemain itu di lapangan juga lebih baik. Soal permainan dinilai tidak masalah.

    Begitu juga untuk tunggal putra, sebenarnya tidak ada masalah dengan permainan. Namun, para pemain di semua nomor harus lebih bisa membuat keputusan sendiri di lapangan dan jangan hanya melulu bergantung pada pelatih.

    "Tunggal putri peluang tetap berat, sedangkan ganda putri mungkin masih bisa. Sebaiknya pemain memang tak usah diberi beban karena mereka punya tanggung jawab sendiri," tutur Lius.

    Belanda Terbuka

    Sementara itu dari turnamen Belanda Terbuka di Almere, yang berhadiah total 50 ribu dolar, pekan silam, para wakil pelatnas gagal berbicara banyak. Ardianti Firdasari sudah tersungkur di babak kedua tunggal putri. Ia dikalahkan pemain Rusia, Ekaterina Ananina, 21-17, 17-21, 10-21.

    Di ganda putri, Jo Novita/Greysia Polii tersandung di perempatfinal. Mereka menyerah di tangan wakil Singapura, Jiang Yanmei/Li Yujia, 17-21, 6-21.

    Justru yang sukses adalah pemain Indonesia yang tampil bukan atas nama pelatnas, tapi mewakili klub. Terbukti dua ganda putra yang mewakili Djarum bertemu di final, yakni Rian Sukmawan/Yonathan Suryadarma mengalahkan Rendra Wijaya/Fran Kurniawan. (Rahayu Widiyarti)

    PEMAIN KE DENMARK
    --------------------------------------
    Tunggal Putra: Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso Tunggal Putri: Adrianti Firdasari, Mari Kristin Ganda Putra: Markis Kido/Hendra Setiawan, Luluk Hadiyanto/Alven Yulianto, Joko Riyadi/Hendra Gunawan Ganda Putri: Jo Novita/Greysia Polii, Rani Mundiasti/Endang Nursugianti, Vita Marissa/Lilyana Natsir Ganda Campuran: Lilyana/Nova Widhianto, Vita M./Flandy Limpele

    HASIL FINAL BELANDA TERBUKA
    ----------------------------------------------------------
    Tunggal putra: Premislaw Wacha (Pol) vs Kendrick Lee (Sin) 22-20, 11-21, 18-21 Tunggal putri: Li Wenyan (Chn) vs Judith Meulendijks 21-18, 21-19 Ganda Putra: Rian Sukmawan/Yonathan Suryadarma 21-13, 21-12 Ganda Putri: Anastasia Rushkikh/Ekaterina Ananina (Rus) vs Nina Vislova/Valeria Sorokina (Rus) 20-22, 21-15, 21-13 Ganda Campuran: Hendra Kurniawan/Li Yujia (Sin) vs Rasmus Bond Nissen/Christina Pedersen (Den) 16-21, 14-21

    Master Madrid
    Hebatnya Nalbandian

    David Nalbandian menemukan lagi keperkasaannya. Pemain Argentina yang tahun lalu sempat mencapai peringkat ke-3 dunia itu ternyata masih bisa disetarakan dengan para pemain terbaik di jagat ini, walaupun rangkingnya sudah melorot ke angka 25.

    David Nalbandian, mimpi buruk para pemain top.

    Kehebatan Nalbandian diperlihatkan pada turnamen besar Master Madrid di Spanyol, pekan silam. Gelar juara disabet pemuda berusia 25 tahun ini. Hebatnya lagi, dalam perjalanannya ke tangga juara, ia memakan korban tiga peringkat teratas dunia secara beruntun.

    Korban pertamanya adalah pemain nomor dua dunia, Rafael Nadal. Bintang tuan rumah ini ditekuk Nalbandian di perempatfinal, Jumat (19/10). Sehari kemudian giliran peringkat tiga dunia asal Serbia, Novak Djokovic, yang menjadi korban pemain yang berultah setiap tahun baru itu.

    Puncaknya tentu saja pada final, Minggu (21/10). Korban kali ini adalah pemain terbaik sejagat asal Swiss, Roger Federer. Pemegang 12 mahkota grand slam itu dikalahkan Nalbandian dengan skor 1-6, 6-3, 6-3.

    Kemenangan yang sungguh tak terduga mengingat Nalbandian selalu kalah dari sang maestro di delapan pertemuan sebelumnya. Tapi, kemenangan ini juga bukan yang pertama karena pada November 2005 Nalbandian-lah orang yang menggagalkan ambisi Federer untuk menjuarai turnamen tutup tahun Piala Master di Shanghai. Sejak sebelum pertandingan, Federer memang telah mewaspadai Nalbandian, meskipun ia lebih sering menang.

    "Kami harus melakukan beberapa pertandingan berat belakangan ini. Dia memang jenis pemain yang saya takuti," ujar Federer, seperti dikutip Reuters.

    Nalbandian memang termasuk pemain yang bagus di segala jenis lapangan. Ia pernah juara di lapangan tanah dan keras dan menjadi finalis Wimbledon 2002, yang digelar di lapangan rumput.

    Henin Lagi

    Bila nasib pemain terbaik putra kurang bagus pada pekan lalu, tidak demikian halnya di putri. Pemain nomor satu putri, Justine Henin, masih terlalu sulit untuk dihentikan pada turnamen Zurich Terbuka di Swiss.

    Secara meyakinkan bintang Belgia itu meraih gelar juaranya yang ke-9 di tahun ini dengan menundukkan wakil Prancis, Tatiana Golovin, 6-4, 6-4 di final. Ini adalah ulangan partai final GP Porsche di Jerman, dua minggu silam, juga dengan Henin keluar sebagai pemenang. (yuk/Foto: AFP)

    Bojan Krkic
    Rekor Pengobat Luka

    Kekecewaan yang dirasakan para pemain Barcelona setelah digebuk Villarreal 1-3 di El Madrigal (20/10) sungguh tak tertahankan. Namun, Bojan Krkic punya obat mujarab yang bisa sedikit mengurangi penderitaannya.

    Bojan Krkic, pencetak gol termuda Barcelona.

    Pada hari yang sama, striker belia Barcelona ini berhasil menorehkan rekor baru dalam sejarah Barca. Ya, Krkic berhasil membukukan gol pertamanya sekaligus menjadi pencetak gol termuda Barca. Tepatnya pada usia 17 tahun satu bulan dan 20 hari.

    “Saya sangat senang bisa mencetak gol. Di sisi lain, saya juga kecewa dengan kekalahan yang kami alami,” ucap Krkic seperti dikutip situs Goal.

    Krkic berhasil mematahkan rekor yang sebelumnya diukir Lionel Messi. Pemain berkewarganegaraan Argentina itu berhasil mencetak gol perdana bagi Barcelona di usia 17 tahun sepuluh bulan dan tujuh hari dalam pertandingan melawan Albacete pada musim 2004/05.

    Sebagai catatan, kini Krkic menempati peringkat ketiga dalam daftar pencetak gol termuda La Liga setelah Xisco (Villarreal), yang membukukan gol di usia 16 tahun 11 bulan dan 18 hari pada tahun 2003, serta Mena (Valencia), yang menyarangkan gol pertama di La Liga ketika berusia 17 tahun satu bulan dan enam hari pada tahun 1941.

    Ramalan Eto’o

    Melihat aksi gemilang Krkic, rekan setimnya, yaitu Samuel Eto’o, pun tak ragu bahwa anak pesepakbola Serbia yang juga bernama Bojan itu bakal menyaingi prestasi Messi.

    “Ada seorang pemain yang terus-menerus membuat saya kagum. Namanya Bojan,” ungkap Eto’o.

    “Remaja yang satu ini bisa langsung menjadi pemain nomor satu dan pasti akan bersaing ketat dengan Messi. Saya sendiri sudah tak sabar untuk bisa merumput bersamanya,” imbuh penyerang yang terpaksa absen pada duel melawan Villarreal karena belum seratus persen pulih dari cedera itu.

    Walau menerima pujian dari sang senior, Krkic enggan bersikap sombong.

    “Messi adalah pesepakbola yang hebat. Saya bisa bekerja sama dengannya,” ucap Krkic. “Sebagai pesepakbola muda, merumput bersama tim yang hebat seperti Barcelona sudah sangat berarti. Saya yakin bisa terus berkembang secara perlahan,” lanjut pesepakbola Spanyol yang berdarah Serbia tersebut. (Wieta Rachmatia/Foto: AFP)

  • Masih Adakah Kemiskinan di Kepri?

    Oleh: Eva Amalia SH MSi*

    Ketika statistik kemiskinan Indonesia yang disajikan dalam dua kali progress report MDGs Indonesia (2004 dan 2005) angka kemiskinan menjadi perdebatan. Prosentasenya terus naik turun sesuka hati balapan dengan retorika politik yang dikemas dalam program pengentasan kemiskinan yang sama sekali tidak terintegrasi. Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan yang diadopsi menjadi Bab 16 dari Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009 agaknya merupakan rumusan sementara yang satu satunya dapat dipakai sebagai pedoman perumusan kebijakan penanggulangan kemiskinan.

    Peta Kemiskinan Tanah Melayu
    Tapi kali ini mari kita peduli dengan melihat peta kemiskinan di tanah Melayu bernama bumi Kepulauan Riau ini. Tak mungkin bila Anda demikian mudahnya melupakan potret sebuah kemiskinan di tanah Melayu yang dikemas sangat apik dalam episode Dongeng Pasir, buah karya Hoeznizar Hood yang ditayangkan RCTI beberapa tahun silam. Dikomentari sebagai salah satu dari sedikit buah karya anak negeri yang berhasil menggabungkan ide, kreativitas, semangat dari sebuah promosi budaya yang kaya namun tidak melupakan kritik sosial terhadap pembenaran ketidakadilan.

    Kontrasnya profil kehidupan Nurijah dan keluarganya dengan Winda, Prana hingga Mister Robert yang diperankan dengan meyakinkan oleh Robert Iwan Loerioux Kadispar Provinsi Kepri ketika mengayunkan stik golf, pengisi senggang orang-orang kaya menjadi dua sisi yang berbeda dalam perbandingan. Mendung pada wajah ibunda Nurijah, keluguan pada bocah plontos bersarung lusuh yang menjadi bintang pada gala sinetron tersebut adalah gambaran anatomik sebuah fakta sosial bernama kemiskinan.
    Kemiskinan bukan sekedar potret tetapi sebuah fenomena penyebab terjadinya kesenjangan atau potensiasi minus. Selain itu kemiskinan adalah sebuah proses tarik-menariknya elemen inter-struktur yang tidak seimbang sehingga memunculkan korban atau tumbal. Seperti yang ingin disampaikan Hoeznizar selayaknya diarifi tidak hanya sebagai sekedar sebuah tontonan.

    Faktanya adalah setting Dongeng Pasir yang berada di tanah Melayu ini membukakan mata dan hati bahwa masih banyak keluarga-keluarga Nurijah lain pada desa-desa pesisir di sepanjang pantai Kepulauan Riau. Walaupun ketika bicara angka dan fakta, sedikit sekali yang percaya bahwa Kepulauan Riau adalah daerah kaya yang miskin. Dengan kekayaan sumber daya alam yang luar biasa ditopang kedekatan strategis di jalur perdagangan dan sentra ekonomi bisnis Asia Tenggara memustahilkan fakta kemiskinan tersebut.

    Memahami kemiskinan yang terjadi di Kepulauan Riau secara umum tidak cukup hanya melihat tingkat pendapatan, konsumsi, daya beli atau aksesibilitas penduduk terhadap kesehatan, pendidikan atau profil demografi penduduk miskin yang disebutkan Gubernur Kepri sebagai hanya 8 persen ketika Menteri Sosial, Bachtiar Chamsyah bersafari Ramadan beberapa waktu lalu.

    Tingkat kemiskinan dan indeks ketidakmerataan pendapatan dalam konteks wilayah mencatat Provinsi Kepulauan Riau pada daerah perkotaan memiliki tingkat kemiskinan terendah. Berarti siapa yang miskin? Kemudian ketika ketidakmerataan paling terendah terjadi di provinsi Kepulauan Riau, pertanyaannya bukan lagi siapa yang miskin, tetapi mengapa mereka miskin?

    Bintan? Karimun? Mustahil dua daerah andalan BBK (Bintan Batam Karimun) si primadona SEZ ini ranking miskin. Natuna?: Fakta bahwa APBD mereka mence cah angka triliunan rupiah adalah pembenaran bahwa tak selayaknya masih ada angka kemiskinan di sana. Lingga mungkin. Tapi benarkah potret kemiskinan sebenarnya ada di sana?

    Di Balik Fakta Kemiskinan
    Secara substansial kemiskinan mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat ketika menghadapi persoalan yang menyangkut orientasi hidup saat ini dan masa yang akan datang. Miskin tidak selalu disebabkan oleh pengaruh eksternal namun lebih bergantung bagaimana masyarakat bisa melakukan tindakan kongkrit untuk mengentaskan diri mereka sendiri dari kultur dan struktur kemiskinan.
    Kemiskinan adalah problem relasi antara negara, pasar dan masyarakat. Permasalahan yang kompleks dan multidimensional. Berbagai defenisi, pengertian dan penjabaran tentang kemiskinan memposisikan kemiskinan sebagai versi sama yang berbeda, artinya pengertian tentang kemiskinan yang dilihat dari ”baju” luar dan urgensinya harus memperhatikan pengertian secara empirik tentang sebab sekaligus akibat dari problematika sosial yang saling melilit sebagai sebuah dampak dari kemiskinan karena kemiskinan tidak berdiri sendiri tetapi dipengaruhi sebuah proses kohesi yang mempengaruhi dampak sosial.

    Kemiskinan bukan cuma persoalan uang. Artinya tidak diukur dari harga sekilo tamban, ikan yang paling murah yang bisa dibeli kebanyakan nelayan miskin di desa-desa pesisir Kepulauan Riau. Kemiskinan adalah keterbatasan terhadap sumber daya produksi dan aksesibilitas terhadap alat produksi yang diwakili oleh semakin sedikitnya hasil tangkapan cumi, sotong, udang dan gonggong akibat ekploitasi pasir laut yang semakin menjadi. Atau ketidakberdayaan masyarakat desa sekitar kawasan pariwisata dan industri di Batam dan Bintan, yang dikhawatirkan akan semakin terpinggirkan dari tanah asal mereka bila ketidakterlibatan menikmati hasil pembangunan menjadi hal yang dianggap wajar.

    Miskin berarti juga keterbatasan minim terhadap akses perlindungan dan kepastian hukum, kesempatan sosial dan partisipasi politik. Secara fisik, terhadap sarana kesehatan yang berkualitas dan sarana pendidikan yang relevan pada kehidupan nyata. Puskesmas Pembantu atau Pustu pada desa-desa di kantong-kantong kemiskinan Riau lebih sering tertutup rapat hingga memustahilkan pelayanan kesehatan yang sewajarnya karena ketiadaan dana, tenaga medis dan komitmen pengabdian.

    Sekolah-sekolah dasar di beberapa desa, hampir roboh dengan kondisi mengenaskan. Guru sebagai ujung tombak sama miskinnya dengan anak didik yang tak bersepatu dan tak berseragam di beberapa desa atau pulau terpencil yang merentang sepanjang lautan Kepulauan Riau. Tidak usah bicara tentang konsep miskin terhadap prasarana produktif ‘besar’ seperti jalan, listrik dan telekomunikasi, karena itu ibarat jauh panggang dari api.

    Peta Struktur Kemiskinan
    Dalam analisis sosial, kemiskinan harus dilihat secara terstruktur dengan pengkategorian yang jelas. Dan ini menjadi penting untuk memetakan struktur kemiskinan yang terjadi di tanah Melayu ini sebagai fakta sosial yang dapat dipertanggungjawabk an bukan sekedar sebuah potret tanpa makna. Memahami struktur akan mempermudah kita melakukan analisa untuk proses recovery terhadap kemiskinan itu sendiri. Kategori struktur kemiskinan itu antara lain ; Pertama, struktur kemiskinan ekonomis ditandai oleh lemahnya sistem ekonomi kemasyarakatan yang tidak berdasarkan pada kultur ideologi kooperatif. Potret masyarakat Melayu tidak lagi dapat dipandang sebagai kelompok dominan (dominat cultural group). Anggapan non-produktif, tidak kreatif dan kurang disiplin akhirnya tidak menempatkan orang Melayu asli sebagai pusat orientasi proses dan akulturasi tersebut.

    Kedua, struktur kemiskinan sosial , kemiskinan hukum, kemiskinan religiusitas dan kemiskinan politik yang ditandai dengan tidak adanya kelembagaan sosial yang otonomi sehingga masyarakat Melayu pada umumnya menerapkan social cost yang tinggi serta melemahnya penegakan supremasi hukum. Lemahnya sistem kelembagaan akibat intervensi politik mengabaikan sistem pelembagaan religius akibat menipisnya orientasi keagamaan dan kemanusiaan. Sistim politik masyarakat yang cenderung pasif sementara di sisi lain cenderung mudah mengikut arus politik sehingga gampang meningkatkan intensitas konflik. Politisasi elit, birokrat dan sekelompok ovuntorir memanfaatkan keadaan ini untuk kepentingan sendiri.

    Ketiga, struktur kemiskinan budaya. Anggapan semakin memudarnya sistem budaya akibat kecenderungan melemahnya budaya ikatan persaudaraan, ditinggalkannya nilai-nilai sakral budaya yang sarat makna, adopsi budaya instan tanpa saring menjadi fenomena yang harus kita akui cukup mengkhawatirkan karena komunitas masyarakat Melayu di Pulau Bintan inilah yang menjadi elemen substansial dari pusat kerajaan Melayu- Johor dahulu dengan potensi latar belakang historis dan budaya yang sangat kuat.

    Keempat, struktur kemiskinan birokrasi yakni pemerintah yang memiliki dualisme sikap. Penanggulangan atau recovery kemiskinan diletakkan sebagai sebuah proyek rawan ‘bocor’ bukan suatu program dan kegiatan yang berkelanjutan. Pendekatan alternatif tidak dipusatkan pada masyarakat dan dperburuk dengan kurang memadainya kapasitas yang diperlukan oleh pemerintah untuk mengembangkan partisipasi dan memperkuat daya dan posisi tawar masyarakat. Contoh paling nyata adalah Provinsi Kepulauan Riau dari pemerintah kabupaten, kota hingga kecamatan berpotensi lebih sering bicara tentang investasi dan peningkatan PAD, bukan berbicara dan bermitra dengan masyarakat untuk mencari tahu bagaimana pendekatan dan solusi terbaik untuk permasalahan kemiskinan.

    Tidak bermaksud menjadi pengamat dan ahli dalam menawarkan solusi, tulisan ini hanya ingin memberikan masukan terhadap fakta di balik potret kemiskinan yang terjadi pada bagian masyarakat kita. Kata kunci penanggulangan kemiskinan hanya omong kosong bila tidak ditopang dengan komitmen, akuntabilitas, transparansi dan responsivitas pemerintah . Selain itu penanggulangan kemiskinan harus memberdayakan masyarakat bukan memenuhi kebutuhan masyarakat secara temporer dan insidentil.
    Mungkin ini yang ingin disampaikan melalui Dongeng Pasir bahwa community development atau pengembangan (baca: pemberdayaan) masyarakat yang ditawarkan perusahaan tempat Prana bekerja tidak memberikan hasil optimal terhadap pembangunan kampung Nurijah karena tidak terlihat peran pemerintah (daerah) menopang usaha pemilik modal menawarkan konsep pemberdayaan masyarakat.
    Pemberdayaan masyarakat tersebut harus melepaskan belenggu kemiskinan dan keterbelakangan sosial, kultural, ekonomi dan politik. ***

    *)Eva Amalia SH MSi, LEAD Fellow Indonesia, Cohort XI, Alumni Pascasarjana Sosiologi, Konsentrasi Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial, UGM.

    :>>
    Soal Pemenuhan Anggaran Pendidikan
    Isu pemenuhan anggaran pendidikan kembali menjadi polemik. Kritik dan protes pun mengiringi pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2008 menjadi undang-undang (UU), beberapa waktu lalu. Hampir semua fraksi juga memberikan catatan terhadap alokasi anggaran pendidikan dalam RAPBN 2008.:yes:

    Di luar Senayan, banyak kalangan menilai pemerintah tidak serius :crazy:memajukan sektor pendidikan. Salah satu indikasinya, RAPBN 2008 hanya mengalokasikan anggaran pendidikan 12 persen. Selain jauh di bawah amanat konstitusi, persentase itu lebih rendah daripada nota keuangan yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 16 Agustus 2007.

    Dalam nota keuangan tersebut, anggaran pendidikan dalam APBN 2008 direncanakan 12,3 persen. Ironisnya, angka itu berkurang menjadi 12 persen dalam RAPBN 2008 yang disahkan beberapa hari menjelang Idul Fitri itu.

    Senjata Pemungkas
    Dalam lima tahun terakhir, pemenuhan anggaran pendidikan menjadi polemik yang berkepanjangan. Isu krusial yang diperdebatkan hingga kini adalah perhitungan gaji pendidik. Pemerintah cenderung menganggap itu bagian dari alokasi anggaran pendidikan. Padahal, masyarakat cenderung berpendapat sebaliknya.

    Sebagaimana diketahui, ketika konstitusi mengamanatkan anggaran pendidikan minimal 20 persen dari total anggaran pendapatan dan belanja negara/ daerah (APBN/D), pemerintah dan pemerhati pendidikan (baca: masyarakat) segera berdebat tentang tafsir amanat konstitusi terkait dengan perhitungan gaji pendidik.

    Titik kompromi pun diperoleh. Pasal 49 ayat (1) Undang-undang nomor 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) menegaskan, alokasi anggaran pendidikan -yang disebut dengan istilah ”dana pendidikan”- tidak termasuk gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan. Tapi, penjelasan pasal tersebut menyatakan bahwa pemenuhan pendanaan pendidikan dapat dilakukan secara bertahap.
    Sayang, rakyat tidak bisa dibodohi lagi. Fathul Hadie Usman serta beberapa warga dari Banyuwangi dan Jember mengajukan judicial review terhadap penjelasan pasal 49 ayat (1) UU Sisdiknas kepada Mahkamah Konstitusi (MK). Hasilnya, melalui Putusan Nomor 11/PUU-III/2005, MK menyatakan bahwa penjelasan pasal 49 ayat (1) tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

    Itulah putusan pertama MK mengenai tafsir amanat konstitusi tentang anggaran pendidikan yang membuka jalan bagi proses judicial review berikutnya. Konsekuensi putusan itu adalah pemerintah tidak memiliki cantolan hukum untuk menjustifikasi kelambanan -lebih tepatnya kegagalan- memenuhi anggaran pendidikan sesuai amanat konstitusi. Sejak itu pula, isu gaji pendidik menjadi senjata pemungkas pemerintah untuk menjawab gugatan dan kritik atas kegagalan tersebut.

    Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, juga turut menggunakan senjata pemungkas tersebut. Menurut dia, gaji guru sebenarnya layak dimasukkan sebagai salah satu poin anggaran pendidikan. Apalagi, anggaran pendidikan berhubungan dengan kegiatan mencerdaskan bangsa.
    Diakui atau tidak, pernyataan Menkeu telah menegaskan keinginan kuat pemerintah untuk memasukkan gaji guru ke dalam perhitungan alokasi anggaran pendidikan. Gagasan ini juga sempat dilontarkan Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa waktu sebelumnya.

    Kemunduran
    Mengalokasikan anggaran pendidikan dalam batas minimal sebesar 20 persen dari APBN/APBD di luar gaji pendidik memang cukup berat dan sulit. Apalagi, sekitar sepertiga APBN masih tersedot untuk membayar cicilan utang dan berbagai subsidi. Tapi, itu tidak berarti bangsa ini harus melangkah mundur.
    Meski baru wacana, memasukkan gaji pendidik ke dalam perhitungan alokasi anggaran pendidikan merupakan langkah mundur. Sebab, alokasi gaji pendidik saja sebenarnya telah menyedot lebih dari 20 persen anggaran pendidikan saat ini.

    Temuan hasil analisis JPIP terhadap APBD kabupaten/ kota di Jawa Timur menunjukkan bahwa rerata alokasi gaji pendidik telah mencapai lebih dari 30 persen dari total APBD. Di daerah dengan cakupan wilayah yang luas, seperti Kabupaten Malang, gaji pendidik bahkan telah menyedot hampir separo APBD.
    Lebih dari itu, gagasan tersebut justru semakin menegaskan bahwa sektor pendidikan selama ini hanya dijadikan komoditas politik. Mengutip pernyataan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Ginandjar Kartasasmita, ketetapan anggaran pendidikan minimal 20 persen dari total APBN/APBD bernuansa politik. Saat perumusan, kepentingan pragmatis untuk meraih simpati masyarakat cukup dominan (Jawa Pos, 21/9/2007).

    Meski tidak menawarkan solusi, pernyataan tersebut merupakan sebuah ungkapan jujur pejabat tinggi negara yang patut diapresiasi. Kejujuran semacam itulah yang seharusnya disuarakan semua pemegang kebijakan terkait dengan alokasi anggaran pendidikan. Bukan malah menyampaikan gagasan yang jelas-jelas bertentangan dengan undang-undang.

    Jika memang pemerintah belum mampu mengalokasikan anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBN/APBD, mestinya dicari jalan keluar yang lebih rasional, kreatif, elegan, jujur, dan bertanggung jawab. Misalnya, merujuk kepada skenario progresif pemenuhan anggaran pendidikan yang telah disepakati pemerintah dan DPR pada 4 Juli 2005.

    Dengan anggaran yang tersedia saat ini saja, kualitas pendidikan nasional kita masih jauh berada di bawah beberapa negara tetangga. Karena itu, mempersoalkan perhitungan gaji pendidik tidak saja berarti pemerintah telah menutup mata. Lebih dari itu, ia adalah awal dari malapetaka bagi bangsa. ***

    *)Nur Hidayat, Staf Peneliti pada The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP).

    Del Piero Jadi Bapak

    Turin - Alessandro del Piero resmi berganti status menjadi 'bapak satu anak' setelah buah percintaan dan pernikahannya dengan Sonia Amoruso lahir ke muka bumi dengan selamat.

    Bayi berjenis kelamin laki-laki itu keluar dari rahim Sonia hari Senin (22/10/2007) dinihari, sekitar pukul 00:02 waktu setempat, di rumah sakit Sant'Anna, Turin. Oleh orangtuanya ia diberi nama Tobias.

    "Teman-teman, Sonia dan saya sangat bangga mengumumkan kelahiran Tobias," demikian pernyataan dalam situs pribadi Del Piero.

    "Ibu dan bayinya dalam keadaan sehat wal afiat. Kami sangat bahagia dan berterima kasih kepada Anda semua atas pesan-pesan cinta yang telah kami terima selama ini."

    Boleh dibilang ini merupakan pekan yang luar biasa indah buat pemain berusia 32 tahun itu karena sebelumnya ia memperoleh perpanjangan kontrak dari Juventus.

    Juga Del Piero bisa berada di samping istrinya saat melahirkan setelah beberapa jam sebelumnya tampil sebagai pahlawan kemenangan Bianconeri atas Genoa berkat gol tunggal yang dicetaknya.

    Surat dari Los Angeles
    Ketika Hati Harus Memilih

    Seminggu “back-to-school” di University of California Berkeley membuat saya bagai seorang yang terlahir kembali. Kuliah yang disarikan Profesor top sekolah bisnis nomor dua terbaik di AS ini berhasil menyulap saya. Setiap milimeter otak saya digosok lebih mengkilap. Hasilnya otak lebih jernih, lebih kreatif, dan decisive.

    Studi kasus pertama langsung jadi ujian berat bagi pribadi saya. Ketika ada begitu banyak pilihan olahraga yang bisa saya liput, cukup sulit membuat keputusan.

    Pilihan pertama: menonton konser JLo Jumat malam dan liputan Kobe Bryant Lakers Sabtu malam. Pilihan kedua: menonton konser JLo dan liputan El-Trio-Finale F1 di Sao Paolo, Brasil. Alonso vs Hamilton vs Raikonnen.

    Dua tiket menonton konser Jennifer Lopez dan Marc Anthony di Staples Center seharga lima ratus dolar sudah saya beli sejak tiga bulan lalu. Saat itu belum terbayang sengitnya kompetisi di F-1 antara Fernando Alonso vs Lewis Hamilton. Ketika itu meski isu tentang Kobe tidak betah di Lakers sudah mencuat, tapi belum sehangat sekarang.

    Jika setelah konser saya langsung terbang ke Sao Paolo, saya baru bisa tiba di sirkuit Interlagos Minggu pukul 11 pagi. Balap mulai pukul 2 siang. Keuntungannya? Jadi saksi Lewis Hamilton juara dunia F-1 termuda? Ini sejarah, bung! Kerugiannya? Bisa jadi saya akan terlewat jadi saksi Kobe Bryant memakai jersey Lakers untuk saat terakhir.

    Tapi, rasanya terlalu riskan untuk tiba pada hari Minggu di Brasil. Jadi mau tidak mau saya korbankan nonton konser JLo jika ingin jadi bagian sejarah Lewis Hamilton ataupun Fernando Alonso.

    Jujur saja, saya adalah pendukung Alonso. Pasalnya Alonso pernah menyupiri saya naik F-1 tandem 31 Oktober 2001 di Misano Italy. Print out telemetri yang mencatat Alonso “menerbangkan” saya dengan kecepatan 305 km/jam masih begitu lekat di benak saya. Saat itu usianya baru 19 tahun.

    Keuntungan jika tetap di Los Angeles? Bisa menonton konser JLo, bisa motret Kobe, tapi hanya bisa nikmati gambar TV hi-definition perjuangan Alonso vs Hamilton vs Raikonnen dari sofa empuk.

    Keputusan akhir saya pilih. Saya tinggal di Los Angeles, menikmati balapan F-1 dari layar TV (pilihan yang sama dengan Michael Schumacher) dan memotret Kobe Bryant. Siapa tahu jadi saksi sebagai jurnalis satu-satunya dari Indonesia yang memotret langsung Kobe Bryant memakai jersey Lakers untuk terakhir kalinya!

    Penang Chief Minister’s Cup
    Pelajaran dari Iran

    Satria Muda Britama memperoleh pelajaran berharga di hari pertama Penang Chief Minister’s Cup. Christian Ronaldo dkk. takluk 54-88 dari tim nasional junior Iran, Minggu (21/10).

    “Lawan bertinggi 190 cm ke atas, hanya dua pemain di bawah postur tersebut,” kata pelatih SM, Risdianto Ruslan. Selain soal postur tubuh, Iran juga memiliki ketajaman dalam penyerangan.

    “Anak-anak melakukan 21 kali turnover yang semua bisa dikonversikan jadi angka oleh lawan,” tuturnya. Sebenarnya dalam soal rebound pasukannya sudah bisa mengimbangi Iran.

    “Anak-anak memperoleh pelajaran melawan pemain berpostur tinggi dan mereka bisa melewati,” katanya. SM tak diperkuat sejumlah pemain nasional Indonesia, hanya Ronaldo dan Wendha Wijaya anggota pelatnas yang dilepas terbang ke Penang.

    Risdianto berharap pasukannya bisa memetik satu kemenangan dari dua pertandingan tersisa di Grup B melawan Spring Cooking Oil Filipina (22/10) dan Tim Nasional Thailand (24/10).

    “Filipina tim berpengalaman, sementara Thailand memiliki fisik bagus,” akunya. Thailand berhasil mengalahkan Spring Cooking Oil 82-73. “Keunggulan fisik yang menentukan kemenangan Thailand. Filipina sempat unggul namun terkejar di menit-menit akhir,” katanya. Di grup lain, Grup A, bertarung Tian Jin Cina, Tim Nasional India, Tim Nasional Singapura, dan tuan rumah Penang Malaysia. (erpe)

    Kejuaraan SEABA Putri
    Ada Kesempatan, Ada Perlawanan

    Kekuatan lawan tak terdeteksi, tiga besar pun tak bisa diraih. Tim nasional basket putri hanya mampu berada di tempat keempat dalam Kejuaraan Antarnegara Asia Tenggara (SEABA) di Phuket Thailand, 14-20 Oktober. Di perebutan tempat ketiga, Indonesia takluk 49-71 dari Malaysia.

    “Filipina membuyarkan prediksi. Tambahan empat pemain Fil-Am menambah kekuatan mereka,” kata Aprijadi, pelatih tim nasional. Saat melawan Malaysia, Yulinda Wati dkk. sebenarnya menunjukkan perbaikan dibandingkan saat kalah 58-99 di hari pertama.

    Filipina menjadi runner-up setelah dikalahkan tuan rumah Thailand 66-49 di laga final. Namun, dalam laga pertama babak penyisihan, mereka mampu membuat kejutan dengan menaklukkan Thailand dan Malaysia.

    Pengalaman juga jadi salah satu kunci kekalahan Indonesia. “Materi kita kurang merata, paling hanya delapan pemain yang bisa diturunkan, itu pun beberapa tak siap secara mental,” akunya ketika dihubungi sedang transit di Singapura.

    Di lain pihak, tiga negara lain di atas Indonesia benar-benar menghimpun kekuatan dengan segenap daya. “Pemain senior mereka yang sudah berusia 30 tahun dan menikah pun kembali dipanggil,” tegasnya.

    Apri yakin jika seluruh pemain terbaik nasional bisa hadir dalam pelatnas, Indonesia akan bisa mengimbangi kekuatan lawan. “Jika bisa diberangkatkan ke SEA Games, kami akan melakukan perombakan dengan memanggil pemain-pemain yang selama ini berhalangan,” kata Apri.

    Nama-nama seperti Novabella J. Massie, Marlina Herawan, dan Jaclyn Ibo, yang sempat berhalangan bergabung, akan coba dipanggil lagi, bahkan Apri menyiratkan ada pemanggilan pemain lain.

    “Kami akan lakukan evaluasi dan memberikan laporan kepada PB Perbasi, selanjutnya kami berserah pada usaha PB Perbasi,” kata Aprijadi. Jika menilik pada target dari satgas pelatnas, basket putri memang tak akan berangkat karena gagal mencapai tiga besar.

    Laporan evaluasi akan diberikan manajemen tim nasional putri kepada PB Perbasi pada hari Selasa. “Pemain kami minta berkumpul Jumat, namun kalau memang ada perintah dibubarkan, mereka akan kami beri tahu lewat telepon,” kata Aprijadi.

    Apri berharap ada kesempatan berlaga di SEA Games Thailand. Jika peluang diberikan, ia yakin bisa memberi perlawanan. (erpe)

  • title-3192448

    Masih Adakah Kemiskinan di Kepri?

    Oleh: Eva Amalia SH MSi*

    Ketika statistik kemiskinan Indonesia yang disajika

  • Sekitar G30S, Suharto, PKI dan TNI-AD (12)

    Perang kemerdekaan sama sekali bukan monopoli ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia), perang itu dilakukan seluruh rakyat, sebagian di antaranya tergabung dalam laskar rakyat bersenjata seperti PRI, BPRI, Barisan Banteng, Hisbullah, Pesindo dsb. ABRI dalam sejarahnya merupakan tentara yang dibentuk dari para bekas Peta, Heiho dan juga sejumlah perwira KNIL yang berpihak pada proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Sebenarnyalah tentara negeri ini tak dapat dipisahkan dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari berbagai serangan musuh berupa agresi Belanda dan campurtangan AS dalam pemberontakan PRRI dan Permesta. Perang gerilya hanya dapat dilakukan oleh dukungan rakyat tani di pedesaan yang memberikan perlindungan dan pasokan bahan makan serta bantuan yang lain. Bersama itu pula terdapat dukungan kaum buruh dan kaum pencinta Republik di perkotaan dan daerah pendudukan musuh. Tanpa dukungan kaum tani, tidak akan ada perang gerilya. Di samping itu ada bagian yang melakukan perjuangan diplomasi.

    Sejarah telah dinodai oleh rezim Orde Baru di sepanjang kekuasaannya yang telah membuat ABRI sebagai alat kekuasaan dengan membangun diktator militer. ABRI khususnya AD. Sejak kudeta main-main G30S di bawah Letkol Untung pada 1 Oktober 1965 yang diikuti kudeta sebenarnya (yang biasa disebut merangkak) Jenderal Suharto, selama tiga dekade rezim Orba Suharto telah menguasai segala-galanya, seluruh aspek kehidupan bangsa ini dikontrol oleh ABRI, dari Presiden RI sampai Ketua RT, sampai-sampai seorang pakar menamai ABRI sebagai partai bersenjata. Tentara pun ikut bergerak dalam bidang bisnis. Bagaimana mungkin institusi yang diberi wewenang memegang senjata untuk pertahanan negeri ini juga melakukan bisnis. Sudah menjadi rahasia umum pula bahwa oknum-oknum ABRI telah dipergunakan menjadi deking berbagai macam bisnis melanggar hukum, bisnis gelap, bisnis terang setengah gelap yang berhubungan dengan perjudian, pelacuran, senjata gelap, penyelundupan dsb.

    Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Dephan, Susilo Supanji dalam ceramahnya di Yogya pada 8 Februari 2006 menyatakan ancaman nonmiliter merupakan ancaman terbesar dalam masalah keamanan dan pertahanan di Indonesia selama ini. Ancaman itu berupa penyebaran ideologi dan politik yang tidak sesuai dengan jiwa NKRI, ekonomi, budaya global, hingga kejahatan internasional seperti terorisme, imigran gelap, narkotika, dan pencurian kekayaan alam. Petinggi ini sama sekali tidak menyebut tentang penyakit kanker berupa korupsi termasuk korupsi transnasional yang telah membuat bangkrut bangsa ini, membuat negeri ini berada di bibir jurang kebangkrutan.

    Selama rezim Orba ABRI telah disalahgunakan sebagai alat kekuasaan rezim yang mengontrol seluruh aspek kehidupan rakyat dan bangsa ini, nama ABRI telah dilumuri segala hal buruk yang berhubungan dengan kekuasaan yang sewenang-wenang dan segala macam pelanggaran HAM. Sejak reformasi nama baik itu hendak diperbaiki dengan memulihkan nama TNI (Tentara Nasional Indonesia). Tentu saja penggantian nama tidaklah serta merta dapat mengubah segalanya yang buruk.

    Menurut Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, “Secara kualitatif profesionalisme TNI (terutama AD) sudah lama mengalami penurunan akibat terlalu lamanya TNI tercebur dalam kolam politik praktis hingga menumpulkan profesionalisme, menggerus keterampilan militer, serta menggerogoti karakter keprajuritan yang sejati”. Angkatan bersenjata yang ideal yang bernama TNI tentulah merupakan tentara rakyat yang selalu membela kepentingan rakyat banyak. TNI seharusnyalah juga merupakan tentara nasional yang selalu mengacu pada kepentingan nasional Republik Indonesia. Di samping itu TNI juga menjadi tentara yang profesional dalam pengertian memiliki kemampuan dan keterampilan teknik yang prima dalam menjaga keamanan dan keutuhan serta kedaulatan RI, terus-menerus siap dan meningkatkan kemampuan dirinya dengan dukungan seluruh rakyat. Sementara itu Presiden SBY menuntut agar TNI netral dan bebas dari politik praktis, tidak bermain-main dengan politik untuk menyelamatkan kesatuan tentara.

    Tentu saja semuanya itu berhubungan dengan anggaran yang layak serta kesejahteraan yang layak pula bagi seluruh prajurit. Jika kehidupan prajurit jauh dari sejahtera maka tak mungkin menjadi tentara profesional. Jika tentara menyakiti hati rakyat maka tak mungkin mendapatkan dukungan rakyat. Keseriusan TNI untuk tidak terjun ke politik praktis serta menyerahkan seluruh urusan bisnis ke tangan negara, akan menjadi tolok ukur kesungguhan yang sebenarnya. Akan tetapi kenyataan di lapangan sering mencederai proses reformasi dan konsolidasi di tubuh TNI dan Polri. Menurut Kusnanto Anggoro dari CSIS, reformasi TNI selama ini (sampai 2007) masih sebatas reformasi internal yang dilakukan dan ditentukan sendiri oleh TNI dan bukan oleh otoritas sipil yang terpilih berdasarkan pemilihan demokratis. (Petikan dari naskah belum terbit).-

    Terbukti Masih Mahalnya Biaya Pendidikan

    SETIABUDHI, (GM).-
    Anggaran pendidikan tahun ini sudah naik walaupun belum sebesar 20% seperti yang ditentukan oleh undang-undang. Kendati demikian, biaya pendidikan masih terasa mahal bagi masyarakat.

    "Masyarakat masih mempertanyakan mahalnya pendidikan di Indonesia," ungkap Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU), K.H. Hasyim Muzadi kepada wartawan pada acara silaturahmi keluarga besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung di Masjid Al Furqon UPI Bandung, Jln. Dr. Setiabudhi, Senin (22/10).

    Menurut Hasyim, ada dua hal yang harus diatur agar biaya pendidikan di Indonesia bisa murah. Pertama, pemerintah harus seoptimal mungkin membuat pendidikan di Indonesia menjadi murah agar bisa diakses oleh seluruh masyarakat. Kedua, pemerintah harus berusaha meningkatkan income masyarakat. "Namun sampai saat ini, saya belum melihat upaya pemerintah ke arah itu," ungkapnya.

    Sedangkan solusinya, kata Hasyim, anggaran pendidikan harus mampu menekan biaya pendidikan. "Selain itu, tingkatkan kemampuan penghasilan masyarakat saat ini," tambahnya.

    Hikmah pendidikan

    Dalam tausiahnya di hadapan peserta silaturahmi, Hasyim menyatakan, bangsa Indonesia sudah melupakan hikmah pendidikan. Hal ini terbukti dengan masih mahalnya biaya pendidikan bagi masyarakat.

    "Terpuruknya pendidikan saat ini bukan hanya karena kurangnya anggaran pendidikan, tetapi juga karena bangsa kita sudah melupakan hikmah pendidikan," ujarnya.

    Menurutnya, yang membuat dunia pendidikan di negara ini terpuruk adalah orang yang mengerti pendidikan. Demikian juga yang merusak tatanan hukum di Indonesia, adalah orang yang mengerti tentang hukum. "Tidak mungkin orang yang tidak mengerti hukum mampu merusak tatanan hukum di Indonesia," ujarnya.

    Ia mengatakan, jika hikmah ilmu pendidikan terus dijaga, maka pendidikan di Indonesia tidak akan terpuruk seperti sekarang ini. Ia mencontohkan, di Malaysia, ilmu pendidikan sudah menjadi hikmah pendidikan.

    "Makanya, pendidikan di negara tersebut tidak mengalami keterpurukan, bahkan pendidikan pun bisa digratiskan, " ujarnya.

    Salah satu cara untuk mengembalikan hikmah pendidikan di Indonesia, menurut Hasyim, dengan mengembalikan hati nurani kembali ke jalan Allah. Karena itu, Hasyim meminta civitas akademika UPI Bandung bisa mengembalikan hikmah pendidikan Indonesia yang sudah hilang. "Caranya, bimbing hati nurani mahasiswa UPI dengan berbagai ilmu yang bermanfaat dan menumbuhkan rasa profesionalisme sebagai insan pendidikan," ujar Hasyim Muzadi. (B.81

    Lima Kartu Merah Sehari

    Liverpool menang 2-1 dalam derby Merseyside di Goodison Park pekan lalu. Sesudah laga, Dirk Kuyt mengakui The Reds cukup beruntung berhasil memborong dua hadiah tendangan penalti dari Mark Clattenburg setelah Everton sempat lebih dulu unggul 1-0 lantaran gol bunuh diri Sami Hyypia.

    Drama pada Sabtu (20/10) itu memang terhitung seru karena juga sempat diwarnai protes keras David Moyes. Pelatih Toffeemen ini jengkel karena Cattenburg dianggap menutup mata saat Joleon Lescott dalam dua kesempatan dikasari Steve Finnan dan Jamie Carragher di kotak penalti Liverpool.

    Tak kalah seru pula sensasi lima gol yang lahir saat Manchester United menang 4-1 atas Aston Villa di hari yang sama. Bedanya bila Kuyt di Goodison Park berhasil jadi eksekutor yang baik sebanyak dua kali, Wayne Rooney di Villa Park justru gagal menjebol gawang lawan dari titik putih.

    Meski demikian, Roo tetap mencetak jumlah gol yang sama dengan yang dibuat Kuyt lantaran striker timnas Inggris itu telah lebih dulu berhasil memperdaya kiper Scott Carson di menit ke-36 dan 44. Kesamaan lain di dua laga tersebut adalah lahirnya dua kartu merah untuk pihak yang kalah.

    Clattenburg mengusir Tony Hibbert (53’) dan Phil Neville (90’) karena alasan berbeda. Hibbert dianggap menekel Steven Gerrard dari belakang, sedangkan Neville sengaja menahan tendangan Lucas Leiva dengan tangan.

    Sementara itu, di Villa Park, Nigel Reo-Coker (60’) diberi kartu kuning kedua karena menekel Anderson dengan keras, sedangkan Carson (66’) langsung mendapatkan kartu merah akibat menjatuhkan Carlos Tevez saat sang kiper menjadi orang terakhir di lini belakang The Villans.

    Pada Sabtu itu, total lima kartu merah keluar. Pengusiran pemain lain terjadi ke Craven Cottage ketika bek kiri Fulham, Paul Konchesky, menyikut striker Derby County, Craig Fagan, di menit ke-45. Sayangnya The Rams di babak kedua tidak juga bisa mencetak gol untuk memanfaatkan keunggulan jumlah pemain tersebut (0-0).

    Gol Spesial

    Berbeda dengan kiprah Liverpool dan Manchester United, para unggulan lain, Chelsea dan Arsenal, hanya meraih kemenangan dengan skor 2-0 dalam pertandingan yang bersih dari kartu merah. Hal yang menarik, gol pertama Chelsea di Middlesbrough dicetak lewat kaki pemain yang tengah jadi bahan pergunjingan, Didier Drogba (8’).

    Sehari sebelum pertandingan, France Football sempat memuat pernyataan Drogba, yang ingin hengkang ke Internazionale, AC Milan, Real Madrid, atau Barcelona. Belakangan striker asal Pantai Gading itu menyesali pernyataan yang dibuatnya dalam kondisi emosional tersebut.

    Bila gol pertama The Blues istimewa, gol kedua Arsenal ke gawang Bolton di Stadion Emirates-lah justru yang bersifat spesial. Sang pemimpin klasemen mencetaknya di menit ke-80 lewat umpan silang Theo Walcott yang dituntaskan Tomas Rosicky. Kedua pemain ini baru dimainkan Arsene Wenger selama 18 menit di babak kedua. (Darojatun)

    Eriksson Ciptakan Sejarah

    Sejalan dengan penataan intern di kubu Liverpool dan Chelsea, yang mulai memperlihatkan hasil jempolan, daya tahan Manchester City untuk terus berada di big four dianggap tidak juga bertambah. The City dinilai masih rentan rontok bila menghadapi klub-klub kuat dengan tradisi mapan alias para pelanggan tiket ke Liga Champion.

    Mengomentari kemenangan 1-0 di kandang atas Birmingham pada Sabtu (20/10), Manchester Evening News berkomentar bahwa penampilan skuad asuhan Sven-Goran Eriksson biasa-biasa saja. Richard Dunne cs. tidak tampil dominan dan hanya mencetak gol lagi-lagi lewat pemain tengah.

    Gol kemenangan kali ini disumbangkan gelandang brilian asal Brasil, Elano Blumer, di akhir babak pertama. Ini adalah gol keempat Elano dalam tiga laga terakhir bersama City yang terasa lebih istimewa lantaran dibuat ketika Eriksson justru ragu-ragu untuk menurunkannya.

    Ya, Elano dikhawatirkan masih mengalami jet lag setelah memperkuat Selecao dan mencetak satu gol ke gawang Ekuador di kualifikasi Piala Dunia 2010 pada pertengahan minggu. Sehari sebelumnya, Eriksson menyatakan kondisi sulit memiliki pemain Latino anggota timnas seperti ini sudah dialaminya saat melatih Lazio.

    “Waktu itu Hernan Crespo, Juan Veron, dan Marcello Salas sering kembali dari timnas hanya sehari menjelang Lazio bertanding di Serie A. Hanya satu dari mereka yang sanggup langsung bermain,” ujar Eriksson.

    Pelatih asal Swedia itu pun bersyukur karena ternyata Elano merupakan sebuah pengecualian. Untuk mengantisipasi sulitnya City mencetak gol lewat pemain depan, Eriksson pun mengakui dirinya tengah mengincar pemain depan Palermo berusia 27 tahun, Amauri.

    Kehadiran pemain Brasil yang juga tengah diincar AS Roma tersebut diyakini akan menjadi solusi saat Valeri Bojinov dan Rolando Bianchi belum fit. Problem cedera dan minimnya stok penyerang berkualitas bagus memang terasa mengganggu ketika City menjamu rival sekuat Birmingham pekan lalu.

    Untuk Eriksson sendiri, raihan kemenangan keenam secara berturutan di kandang yang dikombinasikan posisi ketiga di klasemen pekan ini adalah sebuah pencapaian sejarah.

    Prestasi The Ice Man ini adalah yang terbaik sepanjang kiprah rival sekota Manchester United tersebut di Liga Inggris sejak era 70-an. So, untuk sementara, terlepas dari analisis tentang cara mereka bermain, City tetap merupakan kandidat terkuat sebagai klub yang bisa membongkar kemapanan di zona Liga Champion musim ini. (toen)

    Kobe or Not Kobe

    Musim kompetisi 2007/08 mulai digelar 30 Oktober ini. Salah satu pertandingan pembuka adalah Houston Rockets versus Los Angeles Lakers. Pertandingan bergengsi ini diibaratkan awal dari sinetron 82 episode.

    Kobe Bryant, mungkinkah terakhir kali berbaju Lakers?

    Rockets punya sutradara baru bernama Rick Adelman. Ia mantan pelatih Sacramento Kings. Peran utama Rockets dipegang Tracy McGrady dan Yao Ming. Figuran penting adalah Steve Francis, si anak hilang yang kembali lagi.

    Bagaimana Lakers? Sang sutradara, Phil Jackson, sungguh tersudut saat ini. Skenario permainan yang sebenarnya sudah baku sangat terganggu oleh isu mundurnya Kobe Bryant dari Lakers.

    Pertandingan pramusim ini boleh dibilang sebagai cuplikan adegan yang harus diedit Jackson untuk menentukan cerita di episode perdana melawan Rockets itu. Yang bikin pusing kepala adalah kemungkinan mundurnya sang aktor utama Kobe. Bayangkanlah, 93% dari penonton setia dari tahun lalu sudah membeli tiket terusan, tentunya berasumsi bahwa Kobe tetap menjadi pemeran utama di Lakers.

    Yang pasti dari sisi bayaran Kobe tidak mempermasalahkan. Sisi lain, ia ingin memperoleh juara lagi bersama Lakers. Sebagai pemeran utama, ia mengajukan beberapa skenario yang ternyata tak terealisasi.

    Usul pertamanya adalah menghadirkan Kevin Garnett. Ternyata Lakers kalah bersaing dengan Boston Celtics. Kobe kecewa? Tentu saja.

    Usul kedua adalah agar Jason Kidd diimpor dari New Jersey Nets ke Los Angeles. Nets setuju asal Kidd ditukar dengan pemain kelahiran 1987 bernama Andrew Bynum. Kobe setuju, tapi manajemen Lakers tidak rela melepas Bynum. Bagi Lakers, Bynum bagaikan permata yang jika diasah akan berkilau cemerlang dan bernilai sangat tinggi.

    Kecewa Berat

    Kecewakah Kobe? Jawabnya adalah sangat kecewa. Saking kelewat kecewa, ocehan aktor utama ini terekam oleh seorang fan: “Manajemen Lakers tidak becus. Kenapa tidak mau barter anak kemarin sore si Bynum dengan Jason Kidd?”

    Ocehan ini ditambah pula dengan ancaman Kobe bakal angkat koper dari Lakers. Bujukan Jackson agar Kobe bersabar sempat membuat reda emosinya.

    Namun, sebuah berita menggelegar dari pemilik Lakers, Jerry Buss, minggu lalu. “Silakan Anda main di tempat lain jika sudah tidak kerasan di Lakers." Berita itulah yang membuat situasi tak menentu melanda Lakers.

    Akankah Kobe pindah tim? Hingga pertandingan pramusim Minggu pagi WIB, yang diliput langsung BOLA, belum ada tanda-tanda signifikan Kobe akan meninggalkan Lakers meski konon sebagian isi loker Kobe sudah pindah alamat.

    Yang pasti Kobe masih bersemangat. Meski main 21 menit hanya mencetak 6 angka, 4 assist, dan 1 rebound serta 1 block shot, Kobe jelas masih memegang kendali.

    Derek Fisher, yang berperan sebagai anak hilang yang kembali untuk versi Lakers, mencetak 13 poin meski hanya muncul 9 menit saja. Saat namanya diumumkan sebagai pemain starter, penonton pun memberi tepukan hangat.

    Entah disengaja atau tidak Jackson tidak sekali pun memainkan Kobe dan Andrew Bynum bersamaan. Kobe dipasangkan dengan Chris Mihm, Ronny Turiaf, Brian Cook, dan Kwame Brown untuk urusan mencari bola rebound.

    Memang di NBA ada pameo segalanya mungkin bisa terjadi. Namun, dengan pertunjukan perdana 30 Oktober itu, para pendukung Lakers pasti sangat berharap Kobe hadir sebagai aktor utama. Jadi, Kobe or not Kobe? Kita tunggu saja, pembaca.

  • Wakil Presiden Akui Ekonomi Masih Jadi Masalah

    Kondisi politik selama tiga tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan
    Wakil Presiden M Jusuf Kalla diklaim stabil dan terkelola dengan baik. Keamanan dalam negeri jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
    Namun, kondisi ekonomi masih menjadi masalah pokok, terutama soal pengangguran, kemiskinan dan investasi. Meskipun demikian, pemerintahan Yudhoyono-Kalla yakin dan optimistis masalah pokok itu dapat diperbaiki dalam sisa pemerintahannya yang masih dua tahun lagi.

    Demikian dikatakan Wapres Jusuf Kalla, Sabtu (20/10) di Padang, sebelum terbang kembali ke Jakarta. Tanggal 20 Oktober 2007 adalah tepat tiga tahun pemerintahan Yudhoyono-Kalla.

    “Persoalan kita bermacam-macam. Kalau masalah politik, kita lebih stabil. Dengan DPR dan partai politik, tidak banyak masalah. Seberat apa pun persoalan politik jika kita berkomunikasi dengan baik, bisa kita kelola,” ujar Kalla. Keamanan dalam negeri pun jauh lebih baik.

    Ia melanjutkan, “Yang masih menjadi masalah pokok adalah ekonomi, seperti pengangguran, kemiskinan, dan investasi. Tetapi, pemerintah yakin dan optimistis mengingat masalah pokok yang dihadapi itu terus dikerjakan oleh pemerintah sekarang ini.”

    “Lihat saja infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, dan listrik. Itu kita kerjakan dengan merombak alokasi anggaran yang tahun ini maupun ke depan meningkat besar sekali,” kata Wapres lagi.

    Menurut Wapres, langkah perbaikan infrastruktur yang selama sembilan tahun lalu tidak dijalankan diharapkan bisa memperbaiki dan melanjutkan usaha lain dan investasi sehingga dapat meningkatkan pendapatan dalam negeri untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

    “Memang untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan, pertumbuhan ekonomi mau tidak mau tidak cukup dengan 6,0 persen. Harus di atas 7-8 persen seperti India dan Vietnam. Tidak boleh pertumbuhan kita kalah dengan mereka karena potensi bangsa kita sebenarnya jauh lebih besar,” ujar Kalla.
    Secara terpisah, pengamat ekonomi Tanri Abeng menilai, tiga tahun pemerintahan Yudhoyono-Kalla, kebijakan yang dilakukan di bidang ekonomi cukup baik. Akan tetapi, implementasinya sangat minim.

    Tanri juga menilai pemerintahan Yudhoyono-Kalla tidak fokus pada pembenahan dan pembangunan ekonomi, yaitu tidak melihat sektor yang akan ditumbuhkan secara jelas. (Kps/q)
    __._,_.___

    A promiscuous interpretation
    Is the grand imam of Al-Azhar joining in the attack against independent press, asks Mona El-Nahhas
    Tantawi

    During a religious celebration attended by President Hosni Mubarak and broadcast live on Egyptian TV last week Sheikh Sayed Tantawi, the grand imam of Al-Azhar, appeared to argue that journalists who publish libellous material should be flogged 80 times, claiming that such action was sanctioned in the Holy Quran.

    During the course of his speech Tantawi cited a verse from the Quran which states that anyone who accuses a woman of adultery without being able to produce four eyewitnesses should be flogged 80 times. A similar punishment, he went on to argue, should be meted out to anyone who damages the reputation of an honourable man.

    The state-owned Al-Akhbar newspaper, and Sawt Al-Azhar, the mouthpiece of Al-Azhar, subsequently published the text of a fatwa from Sheikh Tantawi reiterating his arguments. It has aroused controversy among Al-Azhar scholars.

    Sabri Abdel-Raouf, professor of comparative jurisprudence at Al-Azhar, told Al-Ahram Weekly that the Quran specifies the punishment only for those who accuse a woman of committing adultery without proof. It cannot, he said, be extrapolated to include other forms of libel.

    The controversial fatwa follows a series of recent cases in which seven journalists working for independent and opposition newspapers have so far received jail sentences. The seven had been accused of libelling senior figures in the ruling National Democratic Party (NDP), including President Mubarak and members of his family, and of falsely attributing statements to Justice Minister Mamdouh Marei.

    Ibrahim Eissa, the editor-in-chief of Al-Dostour, also faces charges of spreading rumours related to the health of President Mubarak.

    Tantawi's speech has been denounced by many journalists as an attempt to provide a religious justification for attempts by the regime to undermine press freedom. In pandering to the agenda of the regime, they argue, Tantawi has shown himself unfit to occupy such a senior religious post and should be dismissed.

    The Press Syndicate issued an angry statement following Tantawi's comments: "we have been shocked by the grand imam's words and the way he appears to be joining in a growing campaign of intimidation against journalists and opinion-makers. " The Press Syndicate, the statement continued, "was deeply saddened that such eccentric religious opinions will contribute in tarnishing the image of Islam."

    "The syndicate had expected that Al-Azhar would align itself with justice and freedom, principles that Islam both condones and preaches."

    A second statement, issued by the syndicate's Freedoms Committee, called upon journalists to boycott any reporting of Tantawi's activities.

    Member of parliament and editor-in-chief of the independent Al-Osbou, Mustafa Bakri, said he would submit an interpellation to Prime Minister Ahmed Nazif calling for Tantawi to be dismissed.

    Tantawi, who was appointed by presidential decree 10 years ago, is no stranger to controversy, and it is not the first time his relations with the press have been strained. In the past he has insulted journalists during interviews, demanding they leave his office after asking questions he deemed impertinent.

    Interviewed by Al-Mehwar satellite channel, Tantawi appeared to make an attempt to appease journalists when he said that his comments -- which he defended -- were not aimed at any specific group. The ruling, he said, was general. He added that he maintained a good relationship with all journalists whose aim was to tell the truth

    Rivalitas Menebal

    Sejak awal pencalonan diri, Michel Platini menjanjikan perubahan pada wajah sepakbola Eropa. Ketika sudah terpilih menjadi Presiden UEFA, ia mulai melontarkan ide-ide yang bikin gerah kemapanan klub besar bila jadi kenyataan.

    Pembatasan jumlah wakil tiap negara adalah ide awalnya. Selanjutnya Platini berniat memasukkan juara Piala Liga tiap negara untuk berkompetisi di Liga Champion walau dari fase kualifikasi. Dengan langkah ini, eks pemain Saint Etienne dan Juventus ini yakin kompetisi level atas akan lebih sulit diprediksi dan tentu lebih merata.

    Pada pertemuan terakhir mereka di markas Barcelona pekan lalu, G-14 punya kepentingan untuk membahas reformasi Liga Champion ala Platini ini dalam agenda rapat. Bisa diduga, G-14 mengkritik niat sosok asal Prancis tersebut.

    “Kompetisi tingkat tinggi Eropa membedakan dirinya dengan kualitas. Kami harus menilai kriteria itu lebih dari sekadar ada motif politik di dalamnya,” sebut General Manager G-14, Thomas Kurtz, di AFP.

    Bukan rahasia lagi bila Platini lebih bersimpati pada negara dan klub kecil ketimbang berteman dengan yang mapan. Selain memberi penegasan tak berniat duduk semeja, eks gelandang kreatif ini juga menentukan sikap bahwa dirinya dan UEFA tidak mengakui keberadaan kelompok elite itu.

    Sikap menjaga jarak UEFA yang semakin kentara ini bisa jadi erat hubungannya dengan rencana G-14 menggemukkan tubuh mereka. Akhir bulan silam, organisasi yang terbentuk pada September 2000 ini berniat menambah jumlah anggota menjadi 40. Jumlah terkini adalah 18 klub.

    Uni Eropa

    G-14 tidak kalah gertak. Selain menolak masalah ide unik dari Platini soal masuknya juara Piala Liga negara, G-14 menyuarakan beberapa keberatan berkaitan dengan uang.

    G-14 sudah lama menginginkan pembebanan biaya pada negara saat pemainnya dipanggil ke timnas. Platini merespons dengan enteng. Ia bersimpati pada sudut pandang tersebut, tapi hanya sebatas itu.

    “Saya menentang ide pemain dibayar untuk bermain di timnas,” tukas pemilik 72 cap di timnas Prancis yang dikapteninya dengan torehan terbaik kampiun Euro 1984 ini.

    Toh ada secuil titik temu yang coba ditempuh pengganti Lennart Johansson tersebut. “Kenyataan munculnya cedera saat membela timnas adalah sebuah wacana penting. Klub tidak seharusnya menanggung biayanya,” ucap Platini.

    Praktis hanya di titik itu Platini melunak. Mantan kapten Les Bleus ini mengemukakan niat membatasi gerak pembelian klub oleh pihak megakaya seperti yang sedang menjamur, terutama di tanah Inggris.

    “Banyak uang menghampiri sepakbola karena popularitasnya. Namun, saya menyesalkan tidak banyak peraturan yang dibuat sejak kedatangan uang itu,” sebut Platini.

    Platini mengaku tidak punya kekuatan besar untuk membuat peraturan meski mengepalai badan bernama UEFA. “Kami mencoba mendekati otoritas politik untuk membantu kami dalam membuat regulasi demi kepentingan sepakbola,” lanjutnya.

    Uni Eropa adalah kubu yang berusaha digandeng Platini. Keinginan itu ditentang G-14, yang memang berorientasi profit dan memiliki kekuatan untuk memuluskan orientasi tersebut. Kelompok ini balik menyurati UE untuk memperlakukan sepakbola layaknya bisnis lain.

    Adu kekuatan ini sepertinya jauh dari berakhir. Bahkan bila Platini sungguhan menjalankan pemikiran-pemikirannya, perseteruan akan bertambah. (Christian Gunawan)

    Ujian Ketegasan UEFA

    Ketegasan UEFA akan diuji dalam kasus Nelson Dida. Soalnya AC Milan sudah melayangkan banding resmi atas vonis yang dijatuhkan sehubungan insiden di matchday 2 kala sang juara bertahan menyambangi Celtic Park (3/10).

    Dida diganjar skorsing dua pertandingan oleh Komisi Pengawasan dan Disiplin UEFA lantaran aksi teatrikalnya dianggap melanggar prinsip integritas dan sportivitas.

    Bermula dari perayaan berlebihan seorang fan Celtic, yang masuk ke lapangan saat kedudukan 2-1 bagi tuan rumah di pengujung laga. Pria itu menghampiri Dida, mencoleknya di leher, dan terus berlari.

    Dida spontan menguber sang penonton namun anehnya tiba-tiba tersungkur seolah kesakitan dan harus digotong keluar lapangan padahal sebetulnya tidak apa-apa.

    Sang suporter akhirnya menyerahkan diri kepada kepolisian dan pihak klub juga langsung memberi vonis larangan menyaksikan semua pertandingan Celtic. The Bhoys sendiri didenda 25.000 pound oleh UEFA karena dianggap gagal menjaga ketertiban pertandingan.

    Kubu Rossoneri merasa sanksi terhadap kiper Brasil tersebut tak proporsional dan tidak logis. “Saya tak habis pikir dengan adanya perbedaan perlakuan. Lebih dari 10 tahun silam, lantaran lemparan botol kecil ke arah kiper, mereka menghukum kami tak boleh memainkan dua partai kandang,” keluh kapten Paolo Maldini di situs klub. “Dida memang salah, tapi saya tak paham dengan kesenjangan hukuman yang dijatuhkan.”

    Yakin Remisi

    Pengacara Milan, Leandro Cantamessa, yakin kiper berusia 34 tahun itu akan mendapat remisi. “Pandanganku sejalan dengan pihak klub,” sergah Cantamessa seperti dilansir Goal. “Pasti akan ada pengurangan hukuman. Jika tidak, berarti saya gagal.”

    “Saya sudah sampaikan secara tertulis bahwa keputusan UEFA didasari suatu akibat dari peristiwa. Justru penyebab utamanya yang menjadi sekunder dan sebaliknya. Ini yang mesti diluruskan.”

    Komisi Banding memang masih bisa menganulir vonis tersebut. Lagi pula ada preseden sebelumnya. Rangers, misalnya, pernah mengalami situasi rada mirip pada musim 2005-06.

    Ketika itu Komisi Banding menyatakan fan klub tersebut tak bersalah atas teriakan dan nyanyian diskriminatif saat partai Liga Champion melawan Villarreal. Rangers didenda 13.300 pound dan diberi peringatan keras agar lebih menjaga perilaku suporter.

    Dida sendiri takkan meninggalkan San Siro pada Januari kendati pers Italia mulai mengembuskan rumor tak sedap pascainsiden di Parkhead. Menurut agen Ernesto Bronzetti, Dida tetap merupakan kiper nomor satu Milan.

    “Hanya akan ada sedikit pergerakan pemain pada Januari nanti,” tukas Bronzetti seperti dilansir Centro Suono Sport. “Saya tahu betul Milan tak akan mengontrak kiper baru karena mereka masih percaya kepada Dida.” (Barry Manembu)

  • title-3192336

    Wakil Presiden Akui Ekonomi Masih Jadi Masalah

    Kondisi politik selama tiga tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan
    Wakil Presiden M Jusuf Kalla diklaim stabil dan terkelola dengan baik. Keamanan dalam negeri jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
    Namun, kondisi ekonomi masih menjadi masalah pokok, terutama soal pengangguran, kemiskinan dan investasi. Meskipun demikian, pemerintahan Yudhoyono-Kalla yakin dan optimistis masalah pokok itu dapat diperbaiki dalam sisa pemerintahannya yang masih dua tahun lagi.

    Demikian dikatakan Wapres Jusuf Kalla, Sabtu (20/10) di Padang, sebelum terbang kembali ke Jakarta. Tanggal 20 Oktober 2007 adalah tepat tiga tahun pemerintahan Yudhoyono-Kalla.

    “Persoalan kita bermacam-macam. Kalau masalah politik, kita lebih stabil. Dengan DPR dan partai politik, tidak banyak masalah. Seberat apa pun persoalan politik jika kita berkomunikasi dengan baik, bisa kita kelola,†ujar Kalla. Keamanan dalam negeri pun jauh lebih baik.

    Ia melanjutkan, “Yang masih menjadi masalah pokok adalah ekonomi, seperti pengangguran, kemiskinan, dan investasi. Tetapi, pemerintah yakin dan optimistis mengingat masalah pokok yang dihadapi itu terus dikerjakan oleh pemerintah sekarang ini.â€

    “Lihat saja infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, dan listrik. Itu kita kerjakan dengan merombak alokasi anggaran yang tahun ini maupun ke depan meningkat besar sekali,†kata Wapres lagi.

    Menurut Wapres, langkah perbaikan infrastruktur yang selama sembilan tahun lalu tidak dijalankan diharapkan bisa memperbaiki dan melanjutkan usaha lain dan investasi sehingga dapat meningkatkan pendapatan dalam negeri untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

    “Memang untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan, pertumbuhan ekonomi mau tidak mau tidak cukup dengan 6,0 persen. Harus di atas 7-8 persen seperti India dan Vietnam. Tidak boleh pertumbuhan kita kalah dengan mereka karena potensi bangsa kita sebenarnya jauh lebih besar,†ujar Kalla.
    Secara terpisah, pengamat ekonomi Tanri Abeng menilai, tiga tahun pemerintahan Yudhoyono-Kalla, kebijakan yang dilakukan di bidang ekonomi cukup baik. Akan tetapi, implementasinya sangat minim.

    Tanri juga menilai pemerintahan Yudhoyono-Kalla tidak fokus pada pembenahan dan pembangunan ekonomi, yaitu tidak melihat sektor yang akan ditumbuhkan secara jelas. (Kps/q)
    __._,_.___

    A promiscuous interpretation
    Is the grand imam of Al-Azhar joining in the attack against independent press, asks Mona El-Nahhas
    Tantawi

    During a religious celebration attended by President Hosni Mubarak and broadcast live on Egyptian TV last week Sheikh Sayed Tantawi, the grand imam of Al-Azhar, appeared to argue that journalists who publish libellous material should be flogged 80 times, claiming that such action was sanctioned in the Holy Quran.

    During the course of his speech Tantawi cited a verse from the Quran which states that anyone who accuses a woman of adultery without being able to produce four eyewitnesses should be flogged 80 times. A similar punishment, he went on to argue, should be meted out to anyone who damages the reputation of an honourable man.

    The state-owned Al-Akhbar newspaper, and Sawt Al-Azhar, the mouthpiece of Al-Azhar, subsequently published the text of a fatwa from Sheikh Tantawi reiterating his arguments. It has aroused controversy among Al-Azhar scholars.

    Sabri Abdel-Raouf, professor of comparative jurisprudence at Al-Azhar, told Al-Ahram Weekly that the Quran specifies the punishment only for those who accuse a woman of committing adultery without proof. It cannot, he said, be extrapolated to include other forms of libel.

    The controversial fatwa follows a series of recent cases in which seven journalists working for independent and opposition newspapers have so far received jail sentences. The seven had been accused of libelling senior figures in the ruling National Democratic Party (NDP), including President Mubarak and members of his family, and of falsely attributing statements to Justice Minister Mamdouh Marei.

    Ibrahim Eissa, the editor-in-chief of Al-Dostour, also faces charges of spreading rumours related to the health of President Mubarak.

    Tantawi's speech has been denounced by many journalists as an attempt to provide a religious justification for attempts by the regime to undermine press freedom. In pandering to the agenda of the regime, they argue, Tantawi has shown himself unfit to occupy such a senior religious post and should be dismissed.

    The Press Syndicate issued an angry statement following Tantawi's comments: "we have been shocked by the grand imam's words and the way he appears to be joining in a growing campaign of intimidation against journalists and opinion-makers. " The Press Syndicate, the statement continued, "was deeply saddened that such eccentric religious opinions will contribute in tarnishing the image of Islam."

    "The syndicate had expected that Al-Azhar would align itself with justice and freedom, principles that Islam both condones and preaches."

    A second statement, issued by the syndicate's Freedoms Committee, called upon journalists to boycott any reporting of Tantawi's activities.

    Member of parliament and editor-in-chief of the independent Al-Osbou, Mustafa Bakri, said he would submit an interpellation to Prime Minister Ahmed Nazif calling for Tantawi to be dismissed.

    Tantawi, who was appointed by presidential decree 10 years ago, is no stranger to controversy, and it is not the first time his relations with the press have been strained. In the past he has insulted journalists during interviews, demanding they leave his office after asking questions he deemed impertinent.

    Interviewed by Al-Mehwar satellite channel, Tantawi appeared to make an attempt to appease journalists when he said that his comments -- which he defended -- were not aimed at any specific group. The ruling, he said, was general. He added that he maintained a good relationship with all journalists whose aim was to tell the truth

    Rivalitas Menebal

    Sejak awal pencalonan diri, Michel Platini menjanjikan perubahan pada wajah sepakbola Eropa. Ketika sudah terpilih menjadi Presiden UEFA, ia mulai melontarkan ide-ide yang bikin gerah kemapanan klub besar bila jadi kenyataan.

    Pembatasan jumlah wakil tiap negara adalah ide awalnya. Selanjutnya Platini berniat memasukkan juara Piala Liga tiap negara untuk berkompetisi di Liga Champion walau dari fase kualifikasi. Dengan langkah ini, eks pemain Saint Etienne dan Juventus ini yakin kompetisi level atas akan lebih sulit diprediksi dan tentu lebih merata.

    Pada pertemuan terakhir mereka di markas Barcelona pekan lalu, G-14 punya kepentingan untuk membahas reformasi Liga Champion ala Platini ini dalam agenda rapat. Bisa diduga, G-14 mengkritik niat sosok asal Prancis tersebut.

    “Kompetisi tingkat tinggi Eropa membedakan dirinya dengan kualitas. Kami harus menilai kriteria itu lebih dari sekadar ada motif politik di dalamnya,†sebut General Manager G-14, Thomas Kurtz, di AFP.

    Bukan rahasia lagi bila Platini lebih bersimpati pada negara dan klub kecil ketimbang berteman dengan yang mapan. Selain memberi penegasan tak berniat duduk semeja, eks gelandang kreatif ini juga menentukan sikap bahwa dirinya dan UEFA tidak mengakui keberadaan kelompok elite itu.

    Sikap menjaga jarak UEFA yang semakin kentara ini bisa jadi erat hubungannya dengan rencana G-14 menggemukkan tubuh mereka. Akhir bulan silam, organisasi yang terbentuk pada September 2000 ini berniat menambah jumlah anggota menjadi 40. Jumlah terkini adalah 18 klub.

    Uni Eropa

    G-14 tidak kalah gertak. Selain menolak masalah ide unik dari Platini soal masuknya juara Piala Liga negara, G-14 menyuarakan beberapa keberatan berkaitan dengan uang.

    G-14 sudah lama menginginkan pembebanan biaya pada negara saat pemainnya dipanggil ke timnas. Platini merespons dengan enteng. Ia bersimpati pada sudut pandang tersebut, tapi hanya sebatas itu.

    “Saya menentang ide pemain dibayar untuk bermain di timnas,†tukas pemilik 72 cap di timnas Prancis yang dikapteninya dengan torehan terbaik kampiun Euro 1984 ini.

    Toh ada secuil titik temu yang coba ditempuh pengganti Lennart Johansson tersebut. â%8

  • Bukan Hanya Kumpulkan Bintang

    Klaas Jan Huntelaar
    Bukan Hanya Kumpulkan Bintang

    Klaas Jan Huntelaar adalah bagian dari generasi baru sepakbola Belanda di bawah era kepelatihan Marco van Basten. Huntelaar kini jadi salah satu bintang Eredivisie bersama Ajax Amsterdam.

    Klaas Jan Huntelaar, ketenaran hanya bagian dari pekerjaan.

    Tiket tim nasional pun sudah dalam genggaman The Hunter, julukannya. Banyak pengamat menilai ia bakal menjadi penerus ketajaman Ruud van Nistelrooy di Tim Oranye.

    Berikut penuturan Huntelaar tentang generasi baru tim nasional Belanda kepada fifa.com.

    Sejak era Johan Cruyff, Belanda selalu memiliki striker andal di tiap generasi. Van Basten, Patrick Kluivert, dan Van Nistelrooy contohnya. Banyak pengamat bilang Andalah berikutnya. Apakah ini memberi beban tersendiri?
    Satu-satunya beban saya rasakan adalah bila saya sendiri yang memberikan tekanan. Kehormatan besar bergabung dengan tim nasional, tapi orang lain tak akan bisa memberi beban jika saya tak menganggapnya beban.

    Marco van Basten memutuskan lebih memperhatikan pemain muda, sebuah keputusan yang banyak menuai kritik untuknya. Apakah Anda pikir generasi baru sudah mengambil alih De Oranje?
    Memang ada generasi baru dan mereka tahu ke mana harus menuju. Sekarang tergantung pada kita untuk membuat lingkaran, sesuatu yang tak bisa kita kerjakan sendiri. Kami memiliki banyak pemain berbakat besar berusia 20-24 tahun, tapi membentuk tim tak sekadar mengumpulkan pemain-pemain bagus.

    Yunani di tahun 2004 adalah contoh sempurna. Jika para bintang bergabung dengan membawa ego masing-masing, mereka hanya akan membuat repot tugas pelatih karena harus mengurusi individu.

    Anda sudah menjadi bintang di Belanda pada usia relatif muda. Bagaimana Anda menyikapinya?
    Saya hanya berkonsentrasi pada apa yang terjadi di lapangan. Saya tak mau apa yang ditulis media mengganggu permainan. Apa yang terjadi di luar lapangan tak akan mengganggu, kecuali penggemar tentunya. Menyadari di mana Anda berada terkadang susah, tapi ketenaran adalah bagian dari pekerjaan.

    Apakah memberi tanda tangan dan berfoto dengan anak-anak muda seusai latihan adalah bagian dari pekerjaan juga?
    Tentu saja dan itu normal. Saat kanak-kanak, saya biasa memasang poster pemain di kamar dan bermimpi bisa bertemu mereka. Bagi saya itu wajar. Kondisinya adalah semua atau tidak sama sekali. Jika aku memberi kesempatan pada satu anak, anak lain juga harus mendapat tanda tangan. Jika tidak, semua juga tidak.

    Sisi mana dalam permainanmu yang harus diperbaiki?
    Kebugaran fisik mutlak diperlukan terutama dalam pertandingan besar. Saya ingin selalu dalam kondisi terbaik dan memiliki kecepatan selama 90 menit, dari kick-off hingga pertandingan berakhir.

    Punya rencana untuk pindah ke liga yang lebih besar seperti Premiership?
    Naturally, saya amat ingin pergi dan bermain di luar negeri. Saya penggemar berat Premiership karena sejarah, gairah, dan antusiasme penggemar mereka. Jika sukses di sana akan memberi dampak besar pada karier. Saya juga suka Liga Spanyol dan tak pernah menutup pintu untuk Italia, Jerman, bahkan Prancis.

    Wesley Sneijder dan Ryan Babbel sudah meninggalkan Ajax. Anda menyesal tak segera mengikuti jejak mereka?
    Sebelumnya saya tak pernah berpikir Wesley meninggalkan Ajax. Ia bahkan sempat menggelar jumpa pers dan bilang tak akan pergi ke mana pun. Tapi, penawaran Real Madrid memang fantastis hingga ia mengubah pikiran. Saya tak menyesal, tapi kepergiannya memang melemahkan tim dan itu bukan sesuatu yang diharapkan. (Roosyudhi Priyanto/Foto: Post-Produktie.nl)

    Madrid dan Barcelona Tumbang
    Matinya Sexy Football

    Sabtu, 20 Oktober 2007, sepakbola seksi itu mati! Dua raksasa sepakbola Spanyol, Real Madrid dan Barcelona, tumbang untuk pertama kalinya musim ini.

    Saat dipastikan mengambil alih pekerjaan Fabio Capello, Bernd Schuster menjanjikan sepakbola yang agresif dan menghibur dalam memburu kemenangan. Pendukung Madrid mengamininya sebagai sexy football, pertunjukan yang memikat dan memberi kepuasan.

    Meski Madrid memimpin klasemen Primera Division, pasukan Schuster belum berhasil dengan stabil memperagakan permainan sentuhan halus, elegan, dan tanpa kesukaran membongkar pertahanan lawan.

    Ketika Sabtu kemarin Los Blancos dipukul 1-2 oleh tuan rumah Espanyol, pendukung Madrid seolah mengubur impian menanti hadirnya sexy football itu. Raul Gonzalez dkk. tak sanggup keluar dari tekanan Espanyol, yang gigih mempersempit ruang gerak lawan.

    Sikap ngotot Espanyol diperparah hilangnya performa terbaik sebagian besar pemain Madrid. Wesley Sneijder, yang digadang-gadang sebagai otak permainan, tampil out of perform bersama Guti.

    Sundulan Albert Riera di menit pertama menggoyahkan kepercayaan diri Los Blancos setelah tiga lawan Madrid sebelumnya di kancah domestik tak mampu menjebol gawang Iker Casillas.

    Skor menjadi 2-0 pada menit ke-52 saat umpan brilian Valdo dimanfaatkan dengan baik oleh Raul Tamudo. Tendangan chip Tamudo menorehkan luka pada juara bertahan.

    Tapi, keunggulan itu membuat pertahanan Espanyol longgar, sementara Los Blancos seperti banteng terluka membangun serangan. Sayang, gol Sergio Ramos baru datang menjelang bubaran. Madrid tidak punya cukup waktu lagi, padahal penampilan tak meyakinkan kiper Espanyol, Idriss Kameni, bisa menguntungkan El Real.

    Madrid menjadi korban keempat Espanyol secara beruntun. Sebelumnya Los Periquitos menekuk Sevilla (3-2), La Coruna (1-0), dan Valencia (2-1).

    “Espanyol tampil sangat baik,” puji Schuster dalam jumpa pers. “Saya tak ingin mencari alasan kenapa kami kalah. Bila Anda bagian dari Real Madrid, Anda akan mengalami hal seperti ini.”

    Tentu yang dimaksudkan Schuster adalah perlawanan gigih Espanyol. Artinya semua lawan ingin mengalahkan Madrid untuk mendongkrak kepercayaan diri di laga-laga berikut.

    Barcelona

    Di El Madrigal, gol cepat Santiago Carzola dan dua tendangan penalti Marcos Senna mengempaskan Barcelona 3-1. Villarreal meneruskan tradisi baik mereka saat menjamu The Catalans. Meski unggul dalam penguasaan bola dan kemampuan mengancam lawan, Barca menerima hasil pahit atas dua kali pelanggaran terhadap Robert Pires di kotak penalti.

    Peragaan possession football pun dihadang oleh performa buruk The Catalans, yang memberi kesempatan pada lawan mendekati gawang Victor Valdes.

    Seperti halnya Madrid, Barca, yang oleh banyak pihak disebut sebagai contoh terbaik sexy football saat ini, menelan kekalahan perdana musim ini.

    Namun, secara jantan Rijkaard tidak menyalahkan faktor pertandingan internasional yang membuat pasukannya keletihan. Termasuk Ronaldinho, yang telat kembali usai membela Brasil dalam perburuan tiket Piala Dunia 2010.

    Rijkaard memutuskan Dinho tak perlu tampil di El Madrigal. Tempatnya diberikan pada si bocah Bojan Krkic, yang memberi satu gol. Apakah pengorbanan itu demi mengamankan perjalanan The Catalans di kancah Liga Champion pertengahan minggu ini? (Weshley Hutagalung)

    Sevilla Tersenyum Lagi

    Dua gol Luis Fabiano ke gawang Levante dalam 13 menit bak guyuran air sejuk di padang pasir bernama Sevilla Fubol Club. Ya, inilah kemenangan pertama Sevilla setelah babak belur dalam empat jornada sebelumnya.

    Usai tumbang 1-2 di markas Barcelona (jornada 4), Sevilla kembali menelan kekalahan beruntun dari Espanyol (2-3), Zaragoza (0-2), dan La Coruna (0-1). Meski tampil bagus, pasukan Juande Ramos tak mampu mengakhirinya dengan kemenangan. Bukankah skor 2-0 atas Levante Sabtu kemarin baik sebagai modal terjun ke Liga Champion Selasa ini?

    “Kami tak lagi membuang kesempatan mencetak gol untuk meraih kemenangan,” ujar Juande Ramos pada Sportec. Tapi, Ramos masih melihat titik lemah di barisan pertahanan timnya yang memberi lawan kesempatan melakukan serangan.

    Tanpa diperkuat Frederic Kanoute, yang cedera, Ramos berharap raihan tiga poin penting di jornada 8 ini semakin membuat timnya solid dan kokoh menjaga performa di sisa kompetisi. Begitu pula harapan Luis Fabiano, “Semoga kami kembali percaya diri, memainkan sepakbola yang baik dan mulai meraih kemenangan lagi.” (wesh)

    Super Derby del Sole!

    Derby del sole (derby matahari) kembali ke Serie A dengan dahsyat. Tidak tanggung-tanggung, laga Roma-Napoli di giornata 8, Sabtu (20/10), menjadi sebuah partai super alias derby terbaik sepanjang sejarah!

    Italia sudah lama merindukan kembalinya intensitas derby del sole seperti di era 1970-an dan 1980-an. Sabtu kemarin, derby matahari pertama sejak 2000/01 berhasil menyuguhkan aksi yang jauh lebih hebat dari pendahulunya.

    Hasil 4-4 adalah skor paling ketat dengan jumlah gol terbanyak sepanjang sejarah derby del sole. Duel Bruno Conti cs. dan Diego Maradona dkk. di era 1980-an pun tak pernah menghasilkan skor seperti itu.

    Napoli memperlihatkan bahwa musim ini mereka siap bersaing dengan klub-klub papan atas. Dalam waktu hanya 120 detik, I Partenopei sudah unggul 1-0. Roma bisa bangkit dan tiga kali memimpin 2-1, 3-2, dan 4-3. Tapi, semua upaya mereka dapat dijawab pasukan Edy Reja dengan tuntas.

    Hebatnya lagi, delapan gol dibuat oleh pemain-pemain yang berbeda. Francesco Totti, Simone Perrotta, Daniele De Rossi, dan David Pizarro menjadi marcatori Roma.

    Di pihak Napoli, sekali lagi pemain-pemain baru I Vesuviani yang membuat perbedaan. Empat gol Azzurro dibuat oleh Ezequiel Lavezzi, Marek Hamsik, Walter Gargano, dan Marcelo Zalayeta. “Kami membuktikan bahwa Napoli selalu bermain untuk menyerang dan menang. Semua pemain aktif menekan lawan,” tukas Reja kepada situs Channel4.

    Makin Tertinggal

    Napoli merasa sangat puas dengan hasil 4-4 ini. Sebaliknya Roma jelas kecewa. I Giallorossi sekarang tertinggal lima angka dari Inter dalam persaingan menuju scudetto.

    “Kami butuh lebih berkonsentrasi. Hasil ini lebih disebabkan oleh kesalahan kami daripada apa yang dilakukan Napoli. Saya sendiri mengakui melakukan beberapa kesalahan,” ujar kiper Gianluca Curci seperti dirilis Football Italia.

    Nada pesimistis kini mulai mengudara di atmosfer Il Lupo. “Kita lihat saja berada di mana kami pada bulan Mei tahun depan,” tutur gelandang Daniele De Rossi. “Tim yang ingin memenangi scudetto tidak boleh membuat kesalahan seperti ini,” imbuh bek Matteo Ferrari di Goalcity.

    Duel ini disebut derby del Sud (derby Selatan) atau derby del sole (derby matahari) karena kedua klub mewakili dua kota paling penting di Italia Tengah-Selatan, wilayah yang lebih panas jika dibandingkan dengan Italia Utara.

    Penguasa Toscani

    Pada derby lain yang mentas di giornata 8, Fiorentina resmi menjadi penguasa Toscani pada putaran pertama kompetisi ini. I Viola sukses memenangi semua partai derby Toscani menghadapi Empoli, Livorno, serta Siena.

    I Gigliati sudah mengalahkan Empoli 3-1 (26/8) dan Livorno 3-0 (29/9). Minggu lalu giliran Siena yang ditebas 3-0. Kesuksesan itu sekaligus memantapkan peringkat Si Ungu.

    “Anak-anak mengekspresikan dirinya dengan sangat baik. Kami sekarang berada di posisi yang bagus. Klub-klub besar tidak akan bisa tenang. Kami ingin menyulitkan mereka,” sesumbar pelatih Cesare Prandelli di ADN. (Dwi Widijatmiko)

    Milan yang Katro

    Kalau pemain-pemain Milan menjadi tamu di acara televisi Empat Mata, mereka pasti akan mendapat ejekan khas sang pembawa acara, Tukul Arwana: “Dasar katro”. Di giornata 8, Minggu (21/10), I Rossoneri memang katro.

    Sekali lagi mereka gagal mematahkan tabu San Siro. Tak cuma gagal menang, Milan bahkan kalah! Yang menaklukkan Il Diavolo Rosso bukan klub mentereng, tapi Empoli, yang sebelum giornata 8 berada di peringkat ke-18.

    Para pemain Milan seperti kumpulan orang bodoh karena selalu mengulangi kesalahan yang sama. Mereka mati akal menghadapi lawan yang defensif dan sekali lagi kebobolan karena lemah mengantisipasi serangan balik.

    Begitu seriusnya krisis Milan, pelatih Carlo Ancelotti sampai menjadwalkan acara empat mata-nya sendiri, Senin (22/10). Sang allenatore akan bertemu dengan para pemainnya untuk mencari pangkal masalah yang dialami Milan.

    “Pikiran kami sekarang bukan lagi scudetto, tapi sekadar tampil lebih baik. Saya melihat terlalu banyak perbedaan dari kualitas penampilan kami di partai home dan away,” ungkap Ancelotti seperti dirilis oleh situs Football Italia.

    Milan bermain lebih baik saat away ketika mereka mendapat lebih banyak ruang. “Kami tim dengan dua muka. Di Lazio dua pekan lalu kami menang dengan tim yang relatif sama seperti tim yang melawan Empoli,” tambah Ancelotti.

    Memang ada perbedaan, yaitu tidak bermainnya Kaka pada Minggu kemarin. Tapi, Ancelotti tidak mau itu menjadi alasan. “Kaka memang penting, tapi kami jelas harus tampil lebih baik dari ini apabila Kaka tidak bermain. Milan tanpa diperkuat Kaka tidak boleh seperti ini,” lanjut il mister. (wid)

  • TNI AL Gelar Latihan Perang Besar Libatkan Lebih 10 Ribu Prajurit

    TNI AL Gelar Latihan Perang Besar Libatkan Lebih 10 Ribu Prajurit

    Surabaya (ANTARA News) - TNI AL hari Rabu mulai menggelar latihan perang besar bersandi "Armada Jaya XXVII/2007" yang melibatkan 10.147 prajurit, 51 kapal perang (KRI) dan empat Sukhoi TNI AU.

    Selain itu, latihan yang dibuka Kasal Laksamana TNI Slamet Soebijanto di Surabaya tersebut juga melibatkan lima pesawat Casa, dua Nomad, lima helikopter, 18 sekoci, empat hovercraft, 32 tank amphibi, 25 truck serta berbagai senjata strategis lain yang dimiliki TNI AL.

    Pada latihan itu berbagai senjata strategis KRI, seperti rudal exocet MM-38, rudal strela, meriam 120 mm, 57 mm, 40 mm, torpedo sut, bom laut, senjata RBU, dan senjata multi grad 40 laras dan senjata howitzer 120 Marinir akan diujicoba.

    Latihan terbesar yang dipimpin Laksda TNI Adi Prabawa sebagai Direktur Latihan (Dirlat) itu akan berlangsung hingga 3 Desember 2007 dan dilaksanakan di Pantai Kaimana dan Pantai Irwa di Papua.

    "Latihan ini sudah terjadwal sejak lama," kata Kasal yang juga mantan Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) itu usai membuka latihan tersebut.

    Pada latihan tersebut prajurit yang terlibat akan menjalani serial latihan, antara lain antiranjau, antikapal selam, antikapal permukaan, antiserangan udara, bantuan tembakan kapal, terjun tempur, infiltrasi Pasukan Katak dan Intai Amfibi Marinir (Taifib).

    Skenario latihan diawali dengan Komando Tugas Gabungan melaksanakan operasi amfibi dan operasi penyebaran ranjau diteruskan pendaratan administrasi di wilayah Indonesia timur dalam rangka menegakkan kedaulatan negara kesatuan RI.

    Kasal dalam sambutannya mengatakan, tujuan latihan kali ini untuk mempertahankan dan meningkatkan kesiapan komponen sistem senjata armada terpadu (SSAT) dan profesionalisme prajurit matra laut dalam menghadapi dan mengantisipasi segala ancaman.

    Ia mengingatkan para peserta agar mematuhi tugas pokok masing-masing sesuai buku petunjuk yang ada serta memperhatikan dan mengutamakan keselamatan personel dan material agar latihan dapat berjalan lancar.

    "Selain menguji profesionalisme prajurit latihan ini juga sebagai perwujudan tanggung jawab TNI AL kepada rakyat bangsa dan negara," katanya

    Musik Islami dan Yahudi Bertemu dalam Festival Berlin

    Berlin (ANTARA News) - Para musisi Islam asal Aljazair maupun dari Marseilles dan Paris, bertemu dengan rekan-rekan pemusik Yahudi, dan menjadi salah satu hal menarik yang dapat dinikmati oleh para pengunjung Festival Jazz Berlin akhir Oktober 2007.

    Pencinta musik jazz akan memperoleh satu kesempatan yang amat jarang yaitu mendengarkan "Chaabi", alunan musik yang biasanya menggentarkan dinding Casbah di Aljazair pada era tahun 40-an hingga 50-an.

    Musik tersebut akan dimainkan oleh El Gusto, orkestra yang para pemainnya kembali berkumpul setelah berpisah selama empat dekade, dan baru-baru ini memulai pertunjukan seni keliling ke berbagai negara.

    El Gusto akan tampil bermusik pada malam pembukaan JazzFest, festival yang menampilkan konser-konser sepanjang satu pekan di ibukota Jerman itu dan berlangsung hingga 4 November mendatang.

    Safinez Bousbia, seorang berdarah Aljazair yang dibesarkan di Dublin, mempersatukan kembali para anggota kelompok itu setelah melihat foto lama mereka saat dia berkunjung ke Aljazair untuk pertama kali.

    CD El Gusto yang diproduksi oleh mantan penyanyi Blues, Damon Albarn, baru-baru ini dilempar ke pasar industri musik.

    Sebagian besar dari mereka yang setuju untuk berkumpul dan bermain kembali telah berusia antara 70 hingga 90 tahu.

    Musik Chaabi dimainkan oleh pemusik-pemusik Islam maupun Yahudi, namun perang kemerdekaan Aljazair (1954-1962) telah merubah segalanya .

    Setelah bekas koloni Prancis itu merdeka,banyak pemusik Yahudi melihat prospek musik di negara itu kurang cerah dan mereka pindah ke negara lain, sebagian besar memilih menetap di Marseilles, Perancis.

    Beberapa pemusik yang bermukim di negara lain juga hadir di festival Berlin, mereka antara lain pemain klarinet asal Amerika Serikat, Michael Moore, yang kini menetap di Belanda, serta pemain gitar Finlandia, Kalle Kalima, yang kini bertempat tinggal dan bekerja di Jerman, dedmikian DPA.(*)

  • 1000 Ciuman

    :>>

    Saat ini jaman serba susah. Harga BBM naik, akibatnya
    terjadi PHK di berbagai perusahaan.:DD

    Salah satu yang terkena PHK adalah Paijo.
    Bulan ini ia tidak bisa lagi mengirim uang untuk
    istrinya di kampung halaman. Ia hanya bisa mengirim
    surat . Isinya demikian:

    Istriku Tercinta,

    Maafkan kanda sayang, bulan ini Kanda tidak bisa
    mengirim uang untuk kebutuhan keluarga di rumah.
    Kanda hanya bisa mengirimmu 1000 ciuman.

    Paling cinta,
    Kanda Paijo

    Seminggu kemudian Paijo mendapat surat balasan dari
    istri tercintanya:

    Kanda Paijo tersayang,

    Terima kasih atas kiriman 1000 ciumanmu.
    Untuk bulan ini Dinda akan menyampaikan laporan
    pengeluaran keluarga :

    Tukang minyak bersedia menerima 2 ciuman setiap kali
    membeli 5 liter minyak tanah.

    Tukang listrik mau dibayar dengan 4 ciuman per tanggal
    10 setiap bulannya.

    Pemilik kontrakan rumah mau dibayar cicil dengan 3 x
    ciuman setiap harinya.

    Engkoh pemilik toko bahan makanan tidak mau dibayar
    pakai ciuman. Ia maunya dibayar dengan yang lain.. Ya
    terpaksa Dinda berikan saja.

    Hal yang sama juga Dinda berikan buat kepala sekolah
    dan gurunya si Udin yang sudah 3 bulan nunggak uang
    sekolah..

    Besok Dinda mau ke pegadaian untuk tukerin 200 ciuman
    dengan uang tunai, karena yang punya pegadaian sudah
    bersedia menukarkan 200 ciuman + bayaran lainnya
    dengan uang 650ribu, lumayan buat ongkos sebulan.

    Keperluan pribadi Dinda bulan ini mencapai 50 ciuman.
    Kanda tersayang.. bulan ini Dinda merasa jadi orang
    yang paling kaya di kampung, karena sekarang Dinda
    memberikan piutang ciuman ke banyak pemuda di kampung
    kita dan siap ditukar kapan pun Dinda butuhkan.

    Kanda, dari kanda masih tersisa 125 ciuman, apakah
    kanda punya ide? Atau saya tabung saja ya?

    Paling sayang,
    dari Dinda seorang.:))

    Gedubrak!! Paijo pun Pingsan.:D

    :>>
    Regards,

    Selly ChaNiago

  • Assert Yourself

    You are asked to join a committee that meets over lunch every Friday. You promised yourself you would refrain from any additional committee work. This also means you need to tell Jane you can no longer join her for power walks.

    "We need you to finish the outline for the project team. John was supposed to finish it but he says he is too busy. Have it done by tomorrow, ok?"

    Do you feel as though people seem to single you out for extra work? Do you often feel like a dumping ground? Do you feel resentful, wondering why you seem to find yourself in these situations - overwhelmed and overextended?

    You have more power here than you realize. People don't know what's on your plate. And while it may be flattering that they think you'll be good for the task, that doesn't make it fit into your schedule any easier. Just because people ask doesn't mean you have to comply. It's not what other people do or ask of you but rather how you respond that causes your angst and happiness.

    Why Are You Being 'Nice'?
    What does it mean to be 'nice'? Usually, when we think about someone who is 'nice', we describe him as thoughtful, kind, considerate, warm, and welcoming. He is genuine, perhaps compassionate. A 'nice' person possesses certain qualities that make him someone we regard in a positive way.

    But, is being 'nice' always positive? Can your focus on being 'nice' get in the way of your success?

    'Nice' is one of those catch-all words that means a lot of different things. If you focus on being 'nice', you might find that you are not achieving the results you want, that people aren't treating you with the respect you want. You seem to get passed over for the promotions. People just don't seem to take you seriously.

    Being 'nice' is not the best way for a leader to lead. 'Nice' has to do with the delivery not the essence of what you say or do. 'Nice' describes how you do what you do. Leaders lead by doing the right thing and they do it in a 'nice' way.

    When you focus on being nice, you often say "yes" to things you don't want to do, saying "no" to yourself and dismissing your own values and responsibilities. Perhaps you simply don't know how to say "no" (refer to "Say Yes to You!" in Love Yourself Awake), or you may be habituated to answer "yes".

    Perhaps you simply don't want people to feel bad so you say "yes" whenever possible. You want to be liked. It scares you to consider that someone may not think fondly of you. It takes a lot of energy to concern yourself with what other people think about you. Meanwhile, you become a dumping ground. This has the opposite effect to the happiness and respect you want. As you say "yes" to everything and everyone, you have more and more to do, become more and more stressed, have less time to focus on your own work and responsibilities, and become more and more resentful and angry. Your evaluations may even suffer because you have less time to focus on your own stuff and are more focused on looking good for others. However, resentment is more about you than others; resentment is anger at yourself for not asserting yourself and for not taking care of yourself. There is always a toll when you put other people before your own well-being.

    What Do You Value?
    Consider this: What is it costing you to not honor yourself and your values? What do you lose by spending your time, energy, and effort on pleasing others by being 'nice'? How are your relationships suffering? Your health? Your work?

    The reality is that our lives are a reflection of the expression of our values. Whatever you do is what you value most in this moment. If you are busy doing things for other people and not asking yourself the hard questions about what you want and learning to turn down requests that are incongruent with your values, then you are not living true to yourself and you are hurting - even if you don't know it!

    So how do you recover from being 'nice'? Here are three steps to doing the right thing:

    1) Stop to consider what you gain by being 'nice'. What is your motive for saying "yes" to this request? How will it serve you? Is there fear here? What are you afraid of? Is your fear taking away your power to choose? So what if the person doesn't like you? It's more important for YOU to like you. YOU are the most important person in your life because at the end of the day you have no one else to answer to but YOU. YOU are responsible for the quality of your life.
    2) Define 'nice' for yourself in other terms. Come up with meaningful words that better express how you want people to feel about you. 'Nice' is not a power word. 'Compassionate' , 'thoughtful' , 'genuine' - these are more powerful and appropriate words to describe how you want to be experienced by others.
    3) Learn to say "no" to things that are not in your best interest. This can be very challenging for people; however, in order for you to bring more happiness and joy into your life, you must become willing to turn down those things that are not of value to you and that are not the best use of your time.

    It can be challenging to shift your focus away from being 'nice'. Focus on simply doing what is RIGHT. Is it the right thing to do right now? Is it the best use of your time? Are you the best person for this job or task? What do you want to do?

    This comes up in your home life as well as your work life. Sometimes it can be difficult to say "no" to family or friends when they ask for your company or your assistance. When you learn to put yourself first and check in with your Inner Self to see what you want, then you can respond with what works best for you and do so in a way that is respectful and considerate. If you want to go to the party and cook all of the hors d'oeuvres, that's fine. But if you are already have commitments and you don't want to get up at four in the morning to cook, then you need to say "no" without guilt, without feeling bad. It is the right thing to do - for you. You cannot be everything to everybody. Focus on being your best and on making yourself happy. When you honor yourself, you find that others learn to respect you and honor you. And when you assert yourself appropriately, you will be respectful of others.

  • Assert Yourself

    You are asked to join a committee that meets over lunch every Friday. You promised yourself you would refrain from any additional committee work. This also means you need to tell Jane you can no longer join her for power walks.

    "We need you to finish the outline for the project team. John was supposed to finish it but he says he is too busy. Have it done by tomorrow, ok?"

    Do you feel as though people seem to single you out for extra work? Do you often feel like a dumping ground? Do you feel resentful, wondering why you seem to find yourself in these situations - overwhelmed and overextended?

    You have more power here than you realize. People don't know what's on your plate. And while it may be flattering that they think you'll be good for the task, that doesn't make it fit into your schedule any easier. Just because people ask doesn't mean you have to comply. It's not what other people do or ask of you but rather how you respond that causes your angst and happiness.

    Why Are You Being 'Nice'?
    What does it mean to be 'nice'? Usually, when we think about someone who is 'nice', we describe him as thoughtful, kind, considerate, warm, and welcoming. He is genuine, perhaps compassionate. A 'nice' person possesses certain qualities that make him someone we regard in a positive way.

    But, is being 'nice' always positive? Can your focus on being 'nice' get in the way of your success?

    'Nice' is one of those catch-all words that means a lot of different things. If you focus on being 'nice', you might find that you are not achieving the results you want, that people aren't treating you with the respect you want. You seem to get passed over for the promotions. People just don't seem to take you seriously.

    Being 'nice' is not the best way for a leader to lead. 'Nice' has to do with the delivery not the essence of what you say or do. 'Nice' describes how you do what you do. Leaders lead by doing the right thing and they do it in a 'nice' way.

    When you focus on being nice, you often say "yes" to things you don't want to do, saying "no" to yourself and dismissing your own values and responsibilities. Perhaps you simply don't know how to say "no" (refer to "Say Yes to You!" in Love Yourself Awake), or you may be habituated to answer "yes".

    Perhaps you simply don't want people to feel bad so you say "yes" whenever possible. You want to be liked. It scares you to consider that someone may not think fondly of you. It takes a lot of energy to concern yourself with what other people think about you. Meanwhile, you become a dumping ground. This has the opposite effect to the happiness and respect you want. As you say "yes" to everything and everyone, you have more and more to do, become more and more stressed, have less time to focus on your own work and responsibilities, and become more and more resentful and angry. Your evaluations may even suffer because you have less time to focus on your own stuff and are more focused on looking good for others. However, resentment is more about you than others; resentment is anger at yourself for not asserting yourself and for not taking care of yourself. There is always a toll when you put other people before your own well-being.

    What Do You Value?
    Consider this: What is it costing you to not honor yourself and your values? What do you lose by spending your time, energy, and effort on pleasing others by being 'nice'? How are your relationships suffering? Your health? Your work?

    The reality is that our lives are a reflection of the expression of our values. Whatever you do is what you value most in this moment. If you are busy doing things for other people and not asking yourself the hard questions about what you want and learning to turn down requests that are incongruent with your values, then you are not living true to yourself and you are hurting - even if you don't know it!

    So how do you recover from being 'nice'? Here are three steps to doing the right thing:

    1) Stop to consider what you gain by being 'nice'. What is your motive for saying "yes" to this request? How will it serve you? Is there fear here? What are you afraid of? Is your fear taking away your power to choose? So what if the person doesn't like you? It's more important for YOU to like you. YOU are the most important person in your life because at the end of the day you have no one else to answer to but YOU. YOU are responsible for the quality of your life.
    2) Define 'nice' for yourself in other terms. Come up with meaningful words that better express how you want people to feel about you. 'Nice' is not a power word. 'Compassionate' , 'thoughtful' , 'genuine' - these are more powerful and appropriate words to describe how you want to be experienced by others.
    3) Learn to say "no" to things that are not in your best interest. This can be very challenging for people; however, in order for you to bring more happiness and joy into your life, you must become willing to turn down those things that are not of value to you and that are not the best use of your time.

    It can be challenging to shift your focus away from being 'nice'. Focus on simply doing what is RIGHT. Is it the right thing to do right now? Is it the best use of your time? Are you the best person for this job or task? What do you want to do?

    This comes up in your home life as well as your work life. Sometimes it can be difficult to say "no" to family or friends when they ask for your company or your assistance. When you learn to put yourself first and check in with your Inner Self to see what you want, then you can respond with what works best for you and do so in a way that is respectful and considerate. If you want to go to the party and cook all of the hors d'oeuvres, that's fine. But if you are already have commitments and you don't want to get up at four in the morning to cook, then you need to say "no" without guilt, without feeling bad. It is the right thing to do - for you. You cannot be everything to everybody. Focus on being your best and on making yourself happy. When you honor yourself, you find that others learn to respect you and honor you. And when you assert yourself appropriately, you will be respectful of others.

  • Global Warming & Climate Change

    Global Warming & Climate Change :

    Tolak Hutang Luar Negeri, Alokasi Dana Untuk Perbaikan Lingkungan

    :'(

    Perubahan iklim yang terjadi tahun-tahun belakangan ini merupakan ancaman serius bagi kehidupan mahkluk hidup di bumi. Dampak dari perubahan iklim sudah sangat nyata dirasakan oleh mahkluk hidup, terutamanya manusia, di berbagai sektor : kebakaran hutan, gagal panen, pemutihan karang, kemarau berkepanjang, kanker kulit sampai dengan punahnya spesies. Hal ini diakibatkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang semakin meningkat di lapisan permukaan bumi. GRK itu sendiri merupakan hasilk dari aktivitas kegiatan manusia yang bersumber dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara). Sumber utama penghasil emisi karbondioksida secara global ada 2 macam. Pertama, pembangkit listrik bertenaga batubara. Yang membuang energi 2 kali lipat dari energi yang dihasilkan.setiap 1000 megawatt yang dihasilkan dari pembangkit listrik bertenaga batubara akan mengemisikan 5,6 juta ton karbondioksida per tahun. Kedua dihasilkan dari kendaraan bermotor yang mengkonsumsi bahan bakar sebanyak 7,8 liter per 100 km dan menempuh jarak 16 ribu km dan setiap tahunnya akan mengemisikan 3 ton karbondioksida.

    Amerika Serikat merupakan negara imperialis di dunia yang menyumbangkan 720 juta ton GRK, setara dengan 25% emisi total dunia. Emisi GRK pembangkit lsitrik di AS jauh lebih besar dibandingkan dengan total jumlah emisi 146 negara. Dan, total emisi GRK AS lebih besar 2 kali lipat emisi GRK Cina. Emisi total dari negara-negara berkembang besar, seperti Korea, Meksiko, Afrika Selatan, Brazil, Indonesia, dan Argentina, tidak melebihi emisi AS. Namun demikian, sebagais ebauh engara yang berkontribusi cukup besar terhadap terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim, AS tidak secara serius berkomitmen terhadap beberapa kesepakatan internasional yang bertujuan untuk mengurangi emisi GRK.

    Dampak-dampak dari global warming dan climate change adalah :

    1. musnahnya berbagai jenis keanekaragaman hayati

    2. menignkatnya frekuensi dan intensitas hujan badai, angin topan dan banjir

    3. m,encairnya es dan glasier di kutub

    4. menignkatnya jumlah tanah kering yang potensial menjadi gurun karena kekeringan yang berkepanjangan

    5. kenaikkan permukaan air laut hingga menyebabkan banjir luas

    6. kenaikkan suhu air laut menyebabkan terjadinya coral bleaching dan kerusakan terumbu karang di seluruh dunia

    7. menignkatnya frekuensi kebakaran hutan

    8. menyebarnya pernyakit-penyakit tropis seperti malaria, dan kanker kulit.

    9. negara-negara di seluruh dunia cenderung akan mengalami kelaparan dan gizi buruk akibat gagal panen

    Situasi inilah yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah di berbagai negara di dunia termasuk Indonesia untuk memperhatikan berbagai kebijakan dalam pembangunan yang sungguh-sungguh dapat emngurangi emisi GRK. Dan untuk melakukan hal tersebut, pemerintah harus berani bersikap terutama terhadap negara-negara imperialis untuk menolak bantuan dari engara-negara imperialis dalam bentuk hutang luar negeri maupun menolak membayar hutang luar negeri dan mengalokasikan dananya untuk perbaikan lingkungan serta mengeksplorasi sistem teknologi yang ramah terhadap lingkungan. Karena jika tidak demikian, negara-negara berkembang seperti Indonesia sangat rentan terhadap dampak global warming dan climate change dikarenakan Indonesia merupakan negara miskin yang sangat membtuuhkan alokasi dana cukup besar untuk mengatasi dampak global warming dan climate change.

    Untuk itulah, kami, Jaringan Mahasiswa Demokratik mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menolak hutang luar negeri dan menolak membayar hutang luar negeri. Dan menuntut kepada pemeritnahan SBY-JK untuk segera mengalokasikan dana bagi perbaikan lingkungan (green budgeting).

    Agar Kita Tidak Terus Tersesat

    Judul Buku : Republik Kapling

    Penulis : Tamrin Amal Tomagola

    Penerbit : Resist, Yogyakarta

    Tahun Terbit I : Juni 2006

    Tebal : 248 + xix Halaman

    SEBELUM membaca buku ini, Anda perlu menyiapkan mental yang baik, sebab Anda akan dibawa ke sebuah dunia yang menakutkan dan menyeramkan. Bukan disebabkan oleh hantu atau makhluk halus lain, tetapi oleh keserakahan manusia penghuni sebuah daerah dan eksploitasi dari daerah lain untuk kepentingan pribadi. Bahkan, beberapa elite penguasa daerah itu yang didukung oleh lembaga lain, telah mengkapling- kapling tanah yang akan digunakan sendiri. Padahal tanah itu bukan tanahnya. Akibatnya, masyarakat daerah tersebut menjerit, merintih, bodoh, terbelakang, tak tahu sampai kapan. Daerah tersebut bernama Indonesia.

    Dalam catatan penulis buku Republik Kapling yang juga sosiolog ini, tanah Indonesia telah dikapling-kapling oleh rezim internasional yang berkoalisi dengan penguasa atau elite politik Indonesia. Bahkan dalam buku ini secara terbuka dikemukakan keterlibatan para pensiunan tentara, pejabat birokrasi yang berusaha mengenyangkan perutnya sendiri. Untung yang menulis adalah seorang ilmuwan dan ditulis era sekarang, sehingga tidak ada masalah ’’subversif’’ yang akan dicapkan kepadanya. Akan lain ceritanya jika buku ini ditulis di era Orde Baru, karena pejabat era itulah yang dijadikan sasaran.

    Lihat, misalnya, secara terang-terangan Tomagola mengatakan bagaimana pejabat kita sekarang masih menutup mata terhadap pengkaplingan tersebut. Republik ini sudah dikapling baik secara politik maupun ekonomi yang disesuaikan dengan skala modal yang ditanam dan jumlah upeti yang diselundupkan ke rekening pejabat negara dan daerah serta para anggota DPR pusat dan daerah. Sebut saja, misalnya, bukit-bukit Timika untuk Freeport; Lhoksumawe untuk Exxon Mobil; beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan untuk Monsanta; Buyat-Minahasa dan Sumbawa untuk Newmont Internasional; Teluk Bintuni, Papua Barat untuk British Petroleum (BP); Kalimantan Timur untuk PT Kaltim Prima Coal; dan hutan Papua untuk sejumlah pensiunan jenderal.

    Sebenarnya, dalam buku ini tersirat bahwa Indonesia sebelumnya sudah terkapling-kapling secara agama, suku, kebudayaan, ras dan asal daerah yang bisa memicu konflik. Tetapi, sejak lama bangsa ini mampu untuk bersatu (unity in diversity). Namun, ketika pengkaplingan itu sudah melibatkan kepentingan pribadi untuk kekuasaan politik dan ekonomi, kenyataan menjadi lain. Apalagi pengkaplingan tersebut melibatkan tembok yang bernama intelektual dan kekuasaan.

    Penderitaan manusia Indonesia semakin menjadi-jadi. Mau bukti? Krisis yang terus muncul dan entah kapan bisa terselesaikan adalah bukti nyata itu. Dalam pengamatan penulis buku ini akar dari itu semua adalah ketidakadilan dalam memiliki dan mengontrol sumber-sumber strategis, maka jalan keluar dari kemelut masalah itu juga terletak dan terpulang pada kemampuan institusional masyarakat dan negara dalam menegakkan berbagai jenis keadilan mulai keadilan dalam perolehan akses dan aset hukum; keadilan dalam perolehan akses dan aset politik; keadilan dalam perolehan akses dan aset sosial; serta keadilan dalam perolehan akses dan aset budaya.

    Namun demikian, ketika Orba tumbang, pengkaplingan yang berujung pada penderitaan tersebut seolah semakin menggurita. Akibatnya, kita sudah tahu semakin meluasnya tanah kaplingan dan semakin sempitnya tanah untuk kesejahteraan rakyat. Akhirnya, masing-masing dengan identitas kelompok dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup dan menegaskan eksistensi, masing-masing berlomba-lomba memperebutkan berbagai celah hidup (life-chances) dan terutama, berbagai sumber daya strategis (strategic resource). Tentu saja perebutan tanah kapling ini diatasnamakan rakyat Indonesia. Artinya, rakyat meminta haknya sebagai pemilik sah republik ini. Jadi, akibat ulah seseorang (menerima upeti pengkaplingan oleh lembaga luar) yang ingin mengenyangkan perut, seluruh rakyat Indonesia menjadi korban.

    Sebenarnya ada yang kurang dari buku ini, sebab dihasilkan dari kumpulan tulisan yang dimuat di media cetak, jurnal, makalah, dan paper di beberapa kesempatan. Namanya kumpulan tulisan, kelemahan yang terasa adalah ada data dan analisis yang diulang. Dan juga, karena ditulis dalam berbagai kesempatan pembaca diharuskan mengontekskan diri pada saat, periode, peristiwa apa yang sedang disoroti. Namun demikian, data yang diulang tersebut tetap punya nuansanya tersendiri. Meskipun terpisah, namun semangat penulisnya tetap satu: yakni memprotes ketidakadilan dan penderitaan rakyat Indonesia atas keserakahan elite nasional atau internasional.

    Buku ini terdiri dari tiga bagian yang dispesifikasikan dengan pembahasan awal anatomi konflik sosial pasca Orba, warisan struktur sosial dan politik Orba dan oligarkhi politik dan modal: ancaman-ancaman demokrasi Indonesia.

    Penulis dengan jelas memetakan bahwa ada banyak sumbu kekerasan sosial yang setiap saat muncul. Ini bisa dilihat dari tulisannya yang mengupas data tentang kasus Maluku, Poso, dan Ambon sebagai sumbu utama yang setiap saat bisa terus meledak. Konflik yang melanda daerah itu karena juga kegagalan pemerintah pusat. Bahkan di bagian lain, Indonesia disebut sudah memasuki era fasis. Misalnya, bagaimana pemerintah kita memandang kelompok garis keras seperti Islam. Bahkan pemerintah mendapat dukungan langsung internasional (baca: Amerika) karena mereka juga punya kepentingan dalam pengkaplingan tanah di Indonesia.

    Di mata Tomagola, IMF dan Bank Dunia nyata telah ikut memicu munculnya penderitaan rakyat Indonesia. Karena lembaga tersebutlah utang Indonesia semakin menggunung. Sebagai ajaran neoliberalisme, utang bukan suatu bantuan yang diberikan secara tulus, tetapi tumbuh menjadi mesin penghisap yang mematikan sendi-sendi kehidupan bangsa ini.

    Dalam tulisan yang berjudul ’’Pertamina: Mesin Pemiskinan Rakyat’’ secara tegas ia menulis, ’’Bukan kenaikan harga itu yang menyayat kami, tetapi kemunafikan kemewahan telanjang itulah yang kami kutuk.’’ Seruan ini untuk menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM tidak ada gunanya kalau korupsi di Pertamina, kolusi di elite pemerintah terus dilanggengkan dan hasilnya tetap saja memiskinkan rakyat miskin (hlm. 228). Itu menjadi penzaliman sistematis wong cilik (hlm. 229-232).

    Buku ini memang terkesan seolah penulisnya marah-marah terhadap keadaan. Tetapi, buku ini sebenarnya menggugah kesadaran kita untuk berusaha berubah. Pengkaplingan memang terus akan berjalan, tetapi pengkaplingan tidak akan berjalan manakala masyarakat yang tanahnya dikapling secara paksa tersebut bersatu untuk menolak. Saat ini bukan era kekuasaan Orba lagi. Ibaratnya, tanah kapling tetap akan ada meskipun masyarakat menolaknya, tetapi kalau ketua RT-nya menyetujui? Ini karena ketua RT-nya mendapat ’’komisi’’ yang tidak sedikit.

    Buku ini memang harus dibaca dengan hati teduh dan pikiran yang jernih karena kalau tidak Anda akan terbawa arus ’’kemarahan’’ sosiolog ini. Ia bukan tipe sosiolog pemikir saja tetapi pengabdi bangsa. Sebuah tragedi yang layak untuk disimak agar bangsa ini tidak tersesat

    Pencari Kerja Serbu Kalteng

    PALANGKA, BPOST -Susahnya mencari pekerjaan di Jakarta membuat pencari kerja di Pulau Jawa melirik peluang di daerah, termasuk Kalteng.

    Joko(31), pendatang asal Surabaya adalah satu dari sekian banyak pencari kerja yang datang ke Kalteng melalui Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotim. Dengan bermodal informasi dari temannya, lelaki yang mengaku sudah mempunyai satu anak ini nekat merantau ke Kalteng.

    “Ke Jakarta juga sudah tapi saya tidak berhasil bertahan. Sekarang saya ikut teman yang sudah tiga tahun bekerja di sini. Katanya masih banyak lowongan. Jadi buruh di perkebunan sawit tidak apa-apa,” kata Joko yang tiba di Pelabuhan Sampit menumpang Kapal Motor (KM) Bukit Raya, Sabtu(20/10) dini hari.

    Joko mengaku tertarik mencari pekerjaan di Kalteng setelah melihat satu rekannya yang bekerja di perkebunan sawit di Kecamatan Parenggean Kotim. Karena itu dia berharap bisa mendapatkan pekerjaan serupa sebagai buruh sawit.

    Kepala Dinas Tenaga Kerja (disnaker) Provinsi Kalteng, HA Basuniansyah mengakui fenomena banyaknya pencari kerja yang datang saat arus balik lebaran. Ketertarikan itu karena mereka melihat banyak pendatang yang berhasil memperoleh penghasilan lumayan di Kalteng.

    “Kalau ada yang datang membawa keluarga atau teman ingin mencari pekerjaan di Kalteng, tolong melapor ke Dinas Tenaga Kerja setempat agar bisa didata. Jadi dinas bisa memfasilitasi kalau ada lowongan. Pihak perusahaan juga herus sering berkoordinasi,” katanya.

    Basuniansyah mengharapkan Disnaker di kabupaten/kota proaktif dalam masalah ini. Tidak hanya dalam hal pendataan tenaga kerja maupun pencari kerja, serat berupaya memfasilitasi pencari kerja dengan perusahaan. mgb

    Sulit, Perbaikan 2 Tahun ke Depan

    Pertumbuhan Bukan di Sektor Riil

    Jakarta, Kompas - Sejumlah kalangan pesimistis Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mampu melakukan perbaikan dalam dua tahun sisa masa pemerintahannya. Hadirnya berbagai kepentingan politik individu dan kelompok menjelang Pemilu 2009 diyakini akan membuat anggota kabinet tidak dapat bekerja maksimal.

    "Pemerintahan SBY-JK tidak akan mampu menyelesaikan berbagai agenda pemerintah dan persoalan rakyat yang dijanjikan saat kampanye. Fokus SBY dan kabinetnya sudah terpecah dengan semakin dekatnya pemilu," kata peneliti LIPI, Syamsuddin Haris, Minggu (21/10) di Jakarta.

    Gejala perpecahan kabinet terlihat dari safari yang dilakukan, baik oleh Presiden, Wapres, maupun pimpinan parpol yang juga menjadi anggota kabinet. Mereka justru sibuk menjajaki hubungan politik dengan partai-partai lain maupun upaya mengusung calon presiden alternatif.

    Pesimisme serupa diungkapkan pengamat politik Universitas Indonesia, Arbi Sanit. Menurut dia, pemerintah sulit memperbaiki kegagalannya selama tiga tahun terakhir karena pemerintahan yang ada tidak bekerja secara efektif. Perbaikan akan semakin sulit dilakukan akibat desakan kepentingan politik 2009.

    Koalisi dalam pemerintahan saat ini dinilai Arbi lebih sebagai konspirasi untuk membagi-bagi kekuasaan. Kondisi ini diperparah dengan lemahnya kepemimpinan SBY-JK, sementara garis kebijakan pembangunan pemerintah tidak jelas.

    Syamsuddin menambahkan, jika pemerintah ingin memperbaiki kinerjanya, satu-satunya solusi adalah dengan meningkatkan kemampuan Yudhoyono dalam memimpin dan mengelola kabinet. Kinerja para menteri harus dipacu agar sesuai dengan agenda Presiden yang dijanjikan saat kampanye.

    Pekerjaan rumah

    Menurut Arbi, saat ini setidaknya ada tiga hal yang harus dibenahi SBY-JK dalam dua tahun mendatang. Pelayanan masyarakat berupa penyediaan lapangan kerja, pengurangan angka kemiskinan, layanan kesehatan dan pendidikan, serta perbaikan infrastruktur merupakan masalah mendasar dalam bidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

    Di bidang politik, presiden perlu mengefektifkan kerja pemerintahan dan menjaga agar koalisi yang sudah dibangun tetap stabil. Sedangkan dalam masalah internasional, pemerintah harus memperbaiki harga diri bangsa.

    Pertumbuhan ekonomi

    Ahli Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada, Ichsanuddin Noorsy, menuturkan, pertumbuhan ekonomi di era pemerintahan Yudhoyono lebih dipicu pertumbuhan pasar uang, bukan sektor riil. Kondisi ini yang membuat pengangguran dan kemiskinan terus meningkat meski pertumbuhan ekonomi dinilai positif.

    "Pertumbuhan pasar uang ini terutama terjadi karena banyaknya pemain asing yang masuk ke Indonesia. Mereka tergiur dengan tawaran bunga yang tinggi," kata Ichsanuddin, Minggu.

    Dalam kondisi seperti itu, yang sekarang terjadi adalah pencitraan tanpa isi. "Saat ini Yudhoyono punya tiga tantangan besar. Pertama, melunasi janji-janji kampanye, terutama yang terkait dengan kesejahteraan rakyat kecil. Kedua, membebaskan tudingan bahwa pemerintah ini terlalu berkiblat pada Amerika Serikat. Ketiga adalah menumbuhkan harkat dan martabat kita sebagai bangsa Indonesia," kata dia.

    Untuk menjawab ketiga tantangan itu, Yudhoyono harus menciptakan pemerintahan yang kuat serta membangun citra kekuatan yang lebih substansial.

  • Kecelakaan GA 200 Akibat Salah Prosedur

    Jakarta, 23 Oktober 2007 00:42
    Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merekomendasikan bahwa penyebab kecelakaan pesawat Garuda GA200 pada 7 Maret lalu di Bandara Adisucipto, Yogyakarta, karena adanya kesalahan prosedur Standard Operating Procedure (SOP) penerbangan dalam melakukan pendaratan sehingga menyebabkan pesawat dengan membawa 133 penumpang itu terbakar.

    "Kami sengaja menggunakan istilah kesalahan prosedur penerbangan karena kalau hanya human error atau pilot error investigasinya terlalu sempit, tetapi KNKT melakukan investigasi secara menyeluruh termasuk sistem penerbangan dalam kajian akademis," papar Ketua KNKT Tatang Kurniadi kepada pers di Jakarta, Senin (22/10).

    Dalam rekomendasi tersebut disebutkan, yang menjadi kesalahan prosedur dalam sistim penerbangan selama ini dalam penerbangan Pilot In Comman (PIC) berfungsi sebagai pilot yang menerbangkan pesawat (pilot flying), dan co-pilot berfungsi sebagai pilot yang membantu (support/monitoring pilot).

    Dalam kejadian tersebut, menurut penyelidikan, telah menentukan bahwa awak pesawat tidak menerapkan prosedur penerbangan yang menjamin keselamatan operasi.

    Tatang mengatakan untuk meningkatkan keselamatan penerbangan sistem penerbangan nasional harus dibenahi termasuk dalam prosedur penerbangan. seperti dicontohkan dalam kecelakaan GA200 tersebut co-pilot harus bisa mengambil alih kemudi dan melakukan go around bila mana terjadi aprroach tidak stabil.

    Padahal, lanjut Tatang, dalam "Basic Opertioan Manual Garuda" tercantum instruksi kepada co-pilot untuk mengambil alih kemudi pesawat dari pilot, dan melakukan go around, bilamana terjadi kondisi yang tidak aman.

    Dalam penyelidikan KNKT disebutkan, pada saat approach dan mendarat, pesawat diterbangkan dengan kecepatan yang berlebihan dan sudut terbang yang tajam. Kondisi ini merupakan approach tidak stabil seharusnya pilot membatalkan pendaratan dan melakukan go around sehingga melakukan pendaratan keras yang membuat pesawat terbakar akibat kebocoran bahan bakar pesawat.

    Setelah terjadi kebakaran petugas bandara tidak bisa mencapai lokasi kecelakaan dan pemadam kebakaran tidak menggunakan bahan pemadam kebakaran yang memadai sehingga pesawat tidak bisa diselamatkan dari kebakaran.

    Tatang sebelumnya mengatakan investigasi KNKT ini hanya menghasilkan rekomendasi dan dari hasil rekomendasi tersebut tidak untuk menyalahkan perusahaan ataupun awak pesawat tetapi dimaksudkan untuk memperbaiki sistem keselamatan penerbangan nasional.

    Rekomendasi tersebut disampaikan oleh KNKT untuk meningkatkan keselamatan penerbangan perusahaan penerbangan Indonesia. Rekomendasi tersebut telah dikirim kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Operator Bandara, perusahaan penerbangan dan perusahaan perawatan pesawat.

    Rekomendasi- rekomendasi itu meliputi prosedur operasi penerbangan, termasuk pelatihan dan pemeriksaannya serta pengawasan keselamatan penerbangan oleh pemerintah/regulaso r, berfungsinya alat perekam penerbangan, airport emergency plan berikut peralatan bandara.

    Dalam kejadian pesawat Garuda Boeing 737-497 dengan regestrasi PK-GZC dengan nomor penerbangan GA200 di Bandara Adisucipto, 7 Maret lalu itu, 119 orang selamat, seorang awak kabin, dan 20 penumpang meninggal dunia, serta seorang awak kabin dan 11 penumpang menderita luka berat. [EL, Ant]

    Indonesia perpanjang ekspor LNG ke Jepang

    oleh : Siti Munawaroh

    JAKARTA (Bisnis): Kendati harga jual beli gas alam cair (LNG) masih dalam negosiasi, Indonesia akan memperpanjang ekspor gas alam cair ke Jepang sebanyak 25 juta ton selama 10 tahun.

    Wakil Dirut PT Pertamina (Persero), yang juga anggota tim negosiasi Iin Arifin Tekhyan, menyatakan total volume ekspor LNG ke Jepang selama 10 tahun itu sebesar 25 juta ton. Hal ini menjadi perpanjangan ekspor LNG dari kontrak sebelumnya yang berakhir pada 2010-2011.

    "Kalau harganya masih negosiasi, ada rumus-rumusnya. Tapi volume totalnya 25 juta ton, terbagi atas 3 juta ton untuk lima tahun pertama dan selanjutnya turun jadi 2 juta ton untuk lima tahun berikutnya," katanya di Jakarta hari ini.

    Iin mengatakan sejauh ini Jepang belum menyetujui volume ekspor LNG dalam 10 tahun tersebut dan saat ini masih dalam negosiasi. Pasalnya, Jepang menghendaki volume ekspor LNG tersebut sebesar 12 juta ton per tahun sesuai kontrak lama.

    Volume ekspor LNG tersebut, kata Iin, sesuai persetujuan dari BP Migas dan pasokan LNG ini akan dipasok sepenuhnya dari kilang Bontang, Kalimantan Timur.

    "Kita menunggu perintah dari BP Migas, ada permintaan domestik apa tidak, pokoknya diantisipasi domestiknya dulu, kalau ada sisanya baru ekspor," tegasnya.

    Perpanjangan kontrak itu sendiri, lanjut dia, akan ditinjau setiap lima tahun sekali dan pembelinya merupakan perusahaan Jepang dalam grup Western Buyer. (tw)

    Presiden Langgar UU No 22/2007

    Refleksi: Kalau rakyat melanggar undang-undang ada sanksi hukumnya, didenda atau dipenjarakan atau juga kedua-duanya, tetapi kalau presiden atau wakil presiden melanggar undang-undang apa sanksinya?

    http://www.suarapem baruan.com/ News/2007/ 10/22/Nasional/ nas01.htm

    SUARA PEMBARUAN DAILY
    Lantik Enam Anggota KPU

    Presiden Langgar UU No 22/2007

    Rumgapres/Abror Rizki - Hatta Rajasa

    [JAKARTA] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melanggar Undang-Undang (UU) No 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu jika hanya melantik enam orang anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU).

    Dalam UU tersebut dikatakan, anggota KPU harus berjumlah tujuh orang. Terkait itu, Presiden diminta tidak ragu mencoret Syamsul Bahri dan menggantikannya dengan calon nomor urut berikutnya.

    Direktur Monitoring Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia, Jojo Rohi menegaskan hal itu di Jakarta, Senin (22/10) pagi. Dia berkomentar soal pernyataan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Hatta Rajasa sehari sebelumnya yang menyebutkan bahwa Presiden akan melantik enam orang anggota KPU pada Selasa (23/10), berdasarkan kesepakatan dengan DPR, karena Syamsul Bahri minta untuk tidak dilantik.

    Jojo menilai, Presiden Yudhoyono memang serba salah dalam kasus penetapan dan pelantikan anggota KPU ini menyusul diketahuinya Syamsul Bahri sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi Kawasan Industri Gula Milik Masyarakat yang merugikan negara Rp 1,1 miliar

    Sebab di satu pihak, kalau Presiden Yudhoyono melantik tujuh orang termasuk Syamsul Bahri, itu bertentangan dengan upaya dia menebar pesona dalam hal pemberantasan korupsi, karena Syamsul Bahri sudah ditetapkan sebagai tersangka. Di lain pihak, kalau dia hanya melantik enam orang, Presiden akan melanggar UU. Karena itu solusinya, Presiden Yudhoyono harus mengambil sikap tegas dengan mencoret Syamsul Bahri dan menggantikannya dengan calon nomor urut berikutnya.

    "Jadi citra Presiden Yudhoyono dalam pemberantasan korupsi terangkat dan pada saat bersamaan dia tidak melanggar UU," katanya.

    Diminta Mundur

    Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR, Priyo Budi Santoso mengatakan, fraksinya menerima keputusan presiden hanya melantik enam anggota KPU, dan menunda pelantikan Syamsul Bahri, yang tengah tersangkut korupsi.

    "Saya sudah bicara panjang lebar dengan Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla. FPG DPR menerima jika Presiden melantik dulu enam orang anggota KPU terpilih, dan menunda pelantikan Syamsul Bahri, sampai jelas posisi status hukum yang bersangkutan, " katanya di Jakarta, Minggu.

    Penundaan pelantikan Syamsul Bahri sendiri, kata dia, tetap akan berpegang pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Lebih lanjut, Priyo menyebutkan dirinya telah memerintahkan semua anggota FPG di Komisi II DPR untuk mengikuti kebijakan itu.

    Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) juga menerima penundaan pelantikan Syamsul Bahri. "FPPP bahkan berharap Syamsul legowo mengundurkan diri, tidak cuma tunda pelantikan. Jiwa besarnya dituntut dalam menciptakan KPU yang benar-benar bersih," kata Ketua FPPP DPR Lukman Hakim Syaifudin.

    Dikatakan Lukman, KPU harus secepatnya bekerja, jangan disandera hanya oleh kasus Syamsul Bahri. "Selanjutnya DPR segera pilih kembali satu orang dari calon-calon anggota KPU yang lain," ucapnya.

    Sementara Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDI-P) Tjahjo Kumolo mengatakan, pemerintah seharusnya fair dan tidak cuci tangan dan menyerahkan masalah ini kepada DPR. "Pemerintah yang mengirim nama-nama ke DPR. Harusnya sudah clear semuanya," kata dia.

    Mengenai pelantikan anggota KPU, Tjahjo mengatakan, sepanjang belum mempunyai kekuatan hukum harusnya semua dilantik dulu. "Asas praduga tak bersalah harus diberlakukan. Kalau terbukti dan mempunyai kekuatan hukum tetap, silakan dicoret dan diganti," katanya.

    Sebelumnya, Mensesneg Hatta Rajasa, di Jakarta, minggu, menyebutkan bahwa Presiden akan melantik anggota KPU terpilih Selasa (23/10), atau satu hari sebelum batas lima hari kerja yang diatur oleh Undang-Undang No 22 Tahun 2007.

    Meski tidak mau menyebutkan hanya enam anggota KPU yang akan dilantik, Hatta menyinggung soal surat Syamsul Bahri pada presiden yang meminta agar pelantikan dirinya sebagai anggota KPU terpilih ditunda, hingga ada kejelasan status hukum dirinya.

    Hatta juga mengatakan, bahwa sudah ada komunikasi dengan pimpinan DPR terkait dengan surat permohonan penundaan pelantikan dari Syamsul Bahri, yang juga telah disambut baik oleh pimpinan DPR. Ada pun enam anggota KPU yang akan dilantik adalah Abdul Hafiz Anshary, Sri Nuryanti, Endang Sulastri, I Gusti Putu Artha, , Andi Nurpati, dan Abdul Aziz. [A-21/B-14]

    Arsene Wenger, Pak Tua yang Mulai Merendah

    Jakarta - Sudah 23 tahun Arsene Wenger berkarir sebagai manajer (tim senior), sudah 11 musim ia memimpin Arsenal. Di usianya yang menjelang kepala enam sang "Profesor" mulai merendah.

    Musim lalu Wenger boleh jadi masih mudah disulut emosinya terutama dalam persaingannya dengan "si mulut besar" Jose Mourinho. Rivalitasnya dengan Sir Alex Ferguson pun, yang ditandai dengan perang urat syaraf, masih selalu sengit.

    Namun sejak awal musim ini Wenger seperti berubah. Perubahan itu seiring dengan berubahnya paradigma The Gunners yang lebih efisien dalam berbelanja pemain dan mengoptimalkan talenta-talenta muda yang ada.

    Ketika pasukan muda binaannya mulai memperlihatkan hasil menggembirakan, pria asal Prancis ini berusaha tidak cepat senang, walaupun fansnya begitu antusias melihat performa atraktif Cesc Fabregas dan kawan-kawan.

    Setiap kali timnya meraih kemenangan, yang hingga kini sudah terkumpul 13 kali dari 14 pertandingan, Wenger buru-buru turun ke bumi. Kalimat yang dilontarkannya selalu bermakna merendah.

    "Jangan sombong", "Ini belum yang terbaik", atau "musim kompetisi masih panjang, hasil ini belum bisa dijadikan ukuran". Demikian kebiasaan baru Wenger belakangan ini, termasuk setelah timnya menggasak Slavia Praha 7-0 dinihari tadi.

    "Ya, ini pernampilan sebuah tim yang komplet," ujarnya tentang kemenangan besar tersebut. "Tapi kami adalah sebuah tim yang muda dan masih bisa berkembang."

    "Masih banyak yang bisa muncul dari tim ini. Mampukah kami tetap rendah hati dan kaki tetap menjejak tanah? Bisakah kami terus menikmati apa yang kami lakukan ini? Kalau bisa, saya rasa kami bisa berkembang."

    Wenger memang sudah memakan asam-garam sepakbola Liga Inggris. Sejak digaet Arsenal pada September 1996, ia sudah mempersembahkan banyak tropi juara lokal untuk klub London utara itu.

    Puncak prestasi Wenger adalah saat membawa Arsenal memenangi Premier League musim 2003/2004 tanpa terkalahkan. Namun di level Eropa ia belum pernah menjadi juara. Catatan terbaiknya baru runner up Piala UEFA 2000 dan Liga Champions 2006.

    Dengan performa saat ini yang ciamik, tak heran banyak orang mulai menjagokan Arsenal untuk meraih tropi Eropa, yang finalnya digelar di Moskow pertengahan tahun depan.

    Apa tanggapan Wenger? "Kami tak punya alasan untuk terhanyut, karena orang-orang yang sama akan mengatakan kami kini bisa juara Eropa, padahal dua bulan lalu mereka bilang kami akan finis di urutan 15," jawab dia seperti dikutip AFP.

    Begitulah Monsieur Wenger saat ini, yang pada hari Senin lalu umurnya telah bertambah menjadi 58 tahun.

  • Pengemis, Miskinkah Atau Profesi?

    Selalu, menjelang puasa dan hari-hari raya tiba-tiba saja 'gepeng' - gelandangan:p
    pengemis- bermunculan seperti jamur di musim hujan. Terutama di kota-kota besar.:`(

    Pada tayangan televisi dilaporkan akal-akalan seseorang untuk menjadi pengemis.
    Ia mempersiapkan dirinya dengan sedikit koran bekas, lem kanji, pewarna tekstil
    warna merah darah, minyak goreng, kain pembalut.
    Selama 2 jam ia membuat adonan aroma kemiskinan untuk di balurkan ke kaki atau juga
    ketangan. Bahkan ada yang pura-pura mendandani diri agar kelihatan cacat.
    Abakadabra! Kemudian muncullah ia dengan kaki yang penuh luka, kulit yang keropeng
    ( akibat diolesi campuran koran dan lem yang kemudian mengering).
    Setelah itu dengan disengaja dibuat terpincang-pincang, wajah penuh kesedihan dan
    penderitaan ia menempati sebuah lokasi strategis, di bawah jembatan layang dekat lampu
    lalulintas.

    Tak sampai 3 jam ia telah meraup sekitar 250 ribu. Baru ia pulang dan bermalas-malasan.
    Coba kita hitung bila ia melakukannya selama sebulan dengan rata-rata 100 ribu/3jam.
    Ia mendapatkan Rp. 3.000.000,-. Benar-benar profesi menjanjikan. Menjadi pengemis.
    Setiap bulan mereka bisa pulang kampung. Bahkan saya pernah mengenali seorang pengemis,
    kemudian kepergok di kantor pos menukarkan uang receh yang ia peroleh; malamnya belanja
    makanan kecil di sebuah toko swalayan besar yang ada di mal. Alamaak :-)

    Di sekitar lingkungan saya ada perkampungan pemulung. Sehari-hari mereka mencari
    nafkah dengan memunguti barang-barang bekas yang berasal dari sampah-sampah rumahtangga.
    Selama Ramadhan, kegiatan mereka agak berkurang. Mereka lebih suka menjadi pengemis.
    Bulan puasa adalah bulan yg penuh pahala untuk bersedekah, begitu yang mereka ketahui.
    Sehingga dengan perlengkapan gerobag mereka hanya diam tak bekerja. Duduk-duduk, tidur-tiduran
    di pinggir-pingir jalan raya menanti datangnya pemberian dari orang-orang yang berpuasa.
    Mereka lebih suka begitu daripada berpeluh, berpanas-panas mencari barang bekas.

    Indonesia dengan banyak penganut Islam. Membayar zakat adalah kewajiban.
    61 tahun merdeka, dengan banyak orang Islam yang mampu - ditandai dengan banyaknya jamaah haji
    dan umroh. Kemanakah larinya zakat yang tentunya jumlahnya sangat besar?
    Bagaimanakah tatacara, kebijaksanaan pengelolaan zakat umat sehingga dari tahun ketahun jumlah
    orang miskin, yang pura-pura miskin justru makin bertambah -tambah?
    ------------ --------- --------- -

  • Bayi itu seakan mengejarku.. .

    :crazy:
    Aku lahir dari keluarga Jawa-Aceh, berkecukupan, dan terpandang. Ayah
    pensiunan militer, meski tidak berpangkat cukup tinggi. Setelah pensiun,
    ayah menjadi ketua takmir masjid. Posisi itu membuat keluarga kami cukup
    disegani, apalagi ayah pun termasuk pandai berceramah agama.

    Dalam kondisi itulah aku lahir, sebagai anak bungsu dari 4 bersaudara. Lepas
    SMA, aku melanjutkan kuliah di sebuah PTS di Semarang, mengambil fakultas
    ekonomi. Kuakui, wajahku tidak cantik, meski bebera orang mengatakan cukup
    manis. Tapi, harus kuakui, tubuhku tumbuh nyaris sempurna. Sintal, lencir,
    padat, dengan kulit yang bersih. Apalagi, bulu-bulu halus yang menumbuhi
    lenganku sangat menambah baik penampilanku.

    Banyak pemuda yang memandang tubuhku dengan mata kagum. Dan pelan, aku
    sendiri mulai menikmati dan bangga dengan pandangan itu. Meski ibu sering
    menasihati agar aku tak selalu mengenakan jeans ketat, tapi tetap saja jika
    ada acara khusus, atau ke kampus, jeans dan kaos ketat adalah pilihan
    utamaku. Hanya kepada ayah saja aku takut, karena beliau tak pernah marah.
    Pandangan matanya sudah membuat aku ngeri. Meski begitu, aku termasuk sering
    ke masjid, dan suka mengikuti pengajian.

    Sejak SMA, aku telah punya pacar, meski hanya bertahan beberapa lama saja.
    Dan, ketika aku semester 4, seorang teman mengenalkan aku dengan Rudi
    Faisal, mahasiswa Teknik. Orangnya tinggi, bersih, dan gagah, tipe idealku.
    Dan, kami cepat sekali jadi dekat, 2 bulan kemudian, kami resmi pacaran.

    Bersama Rudi aku bangga sekali. Dia pun amat memanjakanku. Beberapa kali dia
    ke rumah, dan orang tua cukup menerima kehadirannya. Cuma, seperti biasa,
    ayah tak banyak bicara.

    Gaya pacaran kami semula biasa. Tapi, lama-lama, aku tahu, Rudi telah cukup
    berpengalaman. Dan, suatu hari, aku terlena, dan kami pun berhubungan
    layaknya suami istri. Setelah itu, nyaris kami tak pernah berhenti, terus
    berlaku seperti suami istri. Aku sempat takut, tapi perasaan itu hilang
    dengan sendirinya, terutama jika sudah bersama Rudi.

    Selam setahun hubungan kami melenggang dengan nyaman. Tapi, di bulan Agustus
    2003 lalu, haidku tak datang. Aku pucat. Rudi mencoba menenangkanku, dan
    seperti biasa, jika haidku telat, pasti ia menyarankan aku menenggak puyer
    obat sakit kepala dan sebotol minuman penambah energi. Tapi, kali ini tak
    ada reaksi. Dan ketika kuberanikan diri memeriksa ke laboratorium, ya
    Tuhan..., aku hamil!

    Dunia serasa runtuh. Rudi memang mencoba menenangkan dan terus mendampingi.
    Tapi, aku jgua tahu, dia sangat gugup dan takut. Aku hanya menangis,
    menyesali perbuatan kami. Bahkan, saat itu, ingin rasanya aku bunuh diri
    saja. Sudah terbayang wajah ayah yang begitu keras mengajar mengaji dan ibu
    yang selalu membela jika ayah memukul pantatku terlalu keras, waktu kecil
    dahulu.

    Ketika Rudi aku minta untuk bicara pada orangtuaku, dia mengelak, takut. Aku
    pun tidak berani. Sampai akhirnya, setelah bayi itu bersarang nyaris 3 bulan
    (ibu senang sekali setelah aku tidak lagi sering memakai pakaian ketat,
    padahal untuk menyembunyikan kehamilanku) , Rudi mendantangiku dan dengan
    setengah menangis ia memintaku menggugurkan kandungan itu. Aku takut. Tapi,
    aku lebih takut lagi pada ayah.

    Dengan taksi kami berangkat ke seorang suster di wilayah Semarang Timur. Di
    sana, hanya dengan waktu 20 menit, setelah direbahkan di atas kasus dan
    dikangkangkan, tanpa bius, dan terasa kelaminku dimasuki benda hangat,
    bulat. Kemudian, peutku terasa "disisir". Si suster tak mau membius karena
    tak ingin aku terlalu lama berada di rumahnya. Sakit sekali, perutku serasa
    diremas-remas. Setelah itu, dia memberi obat sakit kepala sebanyak 10 butir,
    dan antibiotik 21 butir, untuk seminggu.

    "Sudah, tenang saja. Besok juga jatuh," itulah kata si suster, yang paling
    aku ingat.

    Tapi, dua hari kemudian, tak ada haid yang datang. Seminggu setelah itu,
    kami kembali ke rumah si suster. Kembali aku direbahkan, dan tak lama
    kemudian, setelah "disisir", dari kelaminku menyembur darah hitam, kental,
    bergumpal. Tuhan... aku memekik, menangis.

    Setengah jam kemudian, darah berhenti, dan seperti haid, aku memakai
    pembalut. Tubuhku lemas. "Jangan lupa diminum antibiotiknya, " pesan si
    suster. Kami membayar biaya tambahan, total menjadi Rp. 1.300.000,-

    Dan, memang, sesudahnya aku seperti haid. Tapi, sakitnya tak tertahankan. 9
    Hari kemudian, "haidku" berhenti. Tapi, penyesalanku tidak. Di bulan puasa
    itu, aku bertobat habis-habisan. Rudi yang datang, tak pernah aku tanggapi
    lagi. Aku benci sekali padanya, yang tidak jantan, tidak bertanggung jawab.
    Tapi, masalahku bukan itu. Setiap malam, aku selalu merasa dikejar-kejar
    bayangan. Beberapa kali, aku seperti bermimpi mendengar tangisan bayi.
    Bahkan, jika ada suara bayi menangis pun, tubuhku serasa mengggigil.

    Ibu pernah bertanya, ada apa dengan tubuhku, yang kini tampak lebih kurus.
    Tapi, aku tetap tak berani cerita. Ibu jgua pernah mendapatkan aku menangis,
    dan berteriak-teriak, ketakutan, dan memanggil ayah untuk menyadarkanku.
    Ayah juga bertanya, aku kenapa, tapi aku tak berani mengaku terus-terang,
    semua telah terlambat.

    Kini, setiap hari, selalu saja bayangan seorang bayi seakan
    mengejar-ngejarku, masuk ke mimpiku. Tuhan tampaknya tengah menghukumku dan
    tidak menerima pertobatanku. Yah, aku memang harus menanggungkan ini,
    menanggungkan semua siksa akibat dosa-dosaku. ..

    (sebagaimana dituturkan pelaku, suatu sore yang basah, di ujung barat sebuah
    masjid)

  • Kejagung Segera Tanggapi Proposal Perdamaian dari Tommy Soeharto

    Kejagung Segera Tanggapi Proposal Perdamaian dari Tommy Soeharto

    REFLEKSI: Ini namanya rejeki nomplok melalui proposal perdamaian. Apa yang diharapkan oleh rakyat daerah di luar pulau Jawa dari NKRI?
    ----
    HARIAN ANALISA
    Edisi Selasa, 23 Oktober 2007

    Kejagung Segera Tanggapi Proposal Perdamaian dari Tommy Soeharto

    Jakarta, (Analisa)

    Kejaksaan Agung sebagai kuasa dari Perum Bulog akan segera menyusun tanggapan terhadap proposal perdamaian yang diajukan pihak Tommy Soeharto dalam kasus tukar guling antara Bulog dan PT Goro Batara Sakti (GBS).

    "Minggu depan moga-moga sudah dapat disusun tanggapan kita atas proposal tergugat," kata Ketua Tim Jaksa Pengacara Negara untuk kasus itu, Yosep Suardi Sabda setelah mediasi perkara tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin.

    Yosep mengatakan telah menerima proposal perdamaian dari pihak Tommy Soeharto namun tidak bersedia menyebutkan substansi tawaran perdamaian itu.

    "Proposal dari mereka akan saya teruskan kepada Jaksa Agung dan Kepala Bulog," katanya.

    Secara terpisah, kuasa hukum Tommy Soeharto, Elza Syarief membenarkan telah mengirimkan proposal perdamaian tetapi mengatakan proposal itu belum final. "Kami baru bicara secara informal," kata Elza singkat.

    Dia juga tidak bersedia menjelaskan substansi proposal tersebut lebih rinci. Elza hanya menegaskan, pihaknya masih menunggu tanggapan dari Bulog terhadap proposal yang diajukannya.

    Gugatan perdata yang diajukan oleh Kejaksaan Agung atas kuasa dari Perum Bulog itu dialamatkan kepada empat pihak atas perbuatan melawan hukum dalam tukar guling antara Bulog dan PT GBS.

    Keempat pihak itu adalah PT GBS, Hutomo Mandala Putra selaku Komisaris Utama PT GBS, Ricardo Gelael selaku Direktur Utama PT GBS, dan Beddu Amang selaku Kepala Bulog.

    Perkara tersebut didaftarkan ke PN Jakarta Selatan dengan nomor perkara 1228/Pdt.G/2007/ PN Jaksel. Para tergugat dituntut membayar ganti rugi materiil dan imateriil mencapai Rp500 miliar.

    Perum Bulog merasa dirugikan dalam proses tukar guling, karena pergudangan Bulog di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, seluas 50 hektar hanya ditukar dengan lahan rawa seluas 125 hektar di kawasan Marunda
    __._,_.___

    Tiga Tahun Berkutat pada Masalah Ekonomi

    Oleh Didik Rachbini

    Tanpa terasa pemerintahan SBY-Kalla sudah berlalu tiga tahun, tanpa kita melihat suatu perubahan yang berarti, kecuali beberapa bidang tertentu. Yang lebih bermasalah adalah ekonomi. Masalah ekonomi dirasakan masyarakat tidak terlalu menggembirakan, setidaknya dilihat dari berbagai survei dan polling terhadap kinerja pemerintahan SBY-Kalla.

    Tulisan pendek ini menyoroti perjalanan tiga tahun pemerintahan SBY-Kalla, terutama untuk dua bidang utama, yakni bidang politik dan hukum serta bidang ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

    Pada bidang politik dan hukum, ada penilaian relatif memadai, seperti terlihat pada proses demokrasi yang berjalan serta penindakan hukum yang berkesinambungan. Pada bidang ekonomi, terasa ketidakpuasan yang semakin meningkat.

    Politik dan Hukum

    Sudah tiga tahun pemerintahan SBY-Kalla berlangsung dan selama itu pula pemerintahan SBY-Kalla berhasil mencatat beberapa kemajuan, yang perlu juga dicatat. Hal tersebut adalah pencapaian di bidang politik dan hukum. Bidang-bidang itu tidak salah jika secara objektif diberi apresiasi yang cukup.

    Khusus bidang hukum, masih ada catatan dari berbagai analisis, yakni praktik tebang pilih. Namun, sesungguhnya bidang tersebut merupakan konsekuensi dari reformasi yang menuntut keras kebebasan politik dan sekaligus perbaikan masalah hukum.

    Iklim demokrasi bebas, mau tidak mau, dijalankan tetapi harus mengarah pada kestabilan dan keadaan yang lebih kondusif. Pemerintah, parlemen, partai politik, dan masyarakat telah menjalankan demokrasi yang secara formal dilaksanakan melalui pemilihan umum (pemilu).

    Demokrasi adalah sistem modern yang diperlukan untuk menunjang masyarakat, ekonomi, dan pemerintahan modern. Demokrasi di Indonesia sudah dijalankan dan itu diperlukan. Meski, demokrasi saja tidak cukup untuk menyelesaikan langsung masalah-masalah yang dihadapi masyarakat, terutama masalah ekonomi. Demokrasi tidak dengan sendirinya bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan, dan mengatasi pengangguran.

    Demokrasi harus ditambah dengan sistem pemerintahan yang efektif, kepemimpinan kuat, dan birokrasi yang efisien untuk menyelesaikan permasalahan bangsa dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Pembangunan nasional tidak hanya memerlukan demokrasi yang bagus, tetapi kondisi kehidupan yang lebih baik dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

    Karena itu, perlu ada kebijakan komprehensif di semua lini kehidupan, tidak hanya mengandalkan iklim demokrasi yang kondusif.

    Masalah Ekonomi

    Dalam berbagai survei dan polling tentang pemerintahan SBY-Kalla, tingkat ketidakpuasan masyarakat secara signifikan meningkat dari waktu ke waktu, khususnya periode survei kuartal ke kuartal. Tingkat ketidakpuasan yang tinggi tersebut bermuara pada masalah ekonomi.

    Tentu saja masyarakat tidak mau tahu kebijakan apa yang dilaksanakan pemerintah dan seberapa besar presiden dan menterinya bekerja keras. Tetapi, yang dirasakan dalam survei tersebut tidak lain adalah tingkat kesejahteraan tidak meningkat secara nyata, kesempatan kerja masih dirasakan sulit, dan kenyataan tentang perekonomian dinilai jauh dari memadai.

    Perasaan tidak lebih baik secara ekonomi itu selaras dengan kondisi kesejahteraan masyarakat, tingkat kemiskinan, dan keadaan pengangguran selama ini.

    Perasaan dan persepsi publik seperti itu tidak perlu dibantah, tetapi harus ditanggapi dengan kebijakan perbaikan ekonomi yang lebih efektif agar perekonomian dan kesejahteraan bisa dirasakan lebih baik oleh masyarakat luas. Justru dengan adanya survei seperti itu, pemerintah bisa berkaca pada keberhasilannya dalam memperbaiki keadaan ekonomi masyarakat.

    Survei tersebut justru bermanfaat. Di masa lalu, survei seperti itu sama sekali tidak diperbolehkan karena hasil yang dipublikasikan bisa dianggap memprovokasi masyarakat serta bersifat subversif.

    Permasalahan krusial yang harus cepat ditangani SBY ialah masalah ekonomi. Masalah ekonomi adalah masalah dasar manusia yang menyangkut kebutuhan hidup sehingga sangat sulit untuk ditunda atau bahkan dikesampingkan terlebih dahulu. Karena itu, iklim demokrasi harus bisa mendorong penanganan permasalahan ekonomi yang sedang terjadi di masyarakat.

    Masalah ekonomi yang krusial saat ini adalah kemiskinan. Angka kimiskinan yang masih tinggi merupakan prestasi yang kurang memuaskan. Sementara itu, kebijakan pemerintah yang berjalan, terutama melalui APBN, adalah pemerataan melalui program subsidi bersifat karitas, bukan program yang produktif berkesinambungan.

    Program karitas itu bertambah dahsyat dengan adanya pilkada yang mengajarkan bagaimana membagi-bagikan uang dan sembako kepada masyarakat, yang secara langsung dan tidak langsung bersifat tidak mendidik. Pola kebijakan pemerataan kesejahteraan dalam demokrasi yang masih bayi saat ini terpola dengan praktik karitas seperti jamak terlihat lewat politik dan pemilihan umum.

    Meski angka kemiskinan diklaim telah menurun, penurunan itu tidak signifikan. Angka masyarakat miskin masih berada di atas 35 juta jiwa atau lebih dari 15 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Angka kemiskinan yang bisa ditoleransi adalah 4 sampai 5 persen dari total jumlah penduduk suatu wilayah.

    Masalah berikutnya ialah pengangguran yang tinggi dan tidak beranjak turun sejak pemerintahan berjalan hingga saat ini. Itu berarti, ada masalah yang tidak bisa diatasi selama tiga tahun terakhir ini karena banyak kebijakan tidak efektif. Selain itu, komando pemerintahan tidak berjalan seperti dulu karena demokrasi dan otonomi.

    Keadaan tersebut dirasakan masyarakat luas, seperti terlihat dari hasil-hasil survei selama ini. Itulah tantangan berat pemerintahan SBY-Kalla. Bahkan, popularitasnya sangat bergantung pada kondisi dan keadaan ekonomi tersebut.***

    Didik Rachbini, ekonom anggota DPR dari Fraksi PAN

  • Islam vs Korupsi

    Islam vs Korupsi

    Aspiannor Masrie, Dosen Studi Ilmu Hubungan Internasional Unhas

    MENURUT hasil survei Transparansi Internasional 2007, Indonesia masih menempati rangking 143 dari 173 negara yang terkorup dengan indeks persepsi korupsi 2,3 (Fajar, 27 September 2007). Koran Singapura, The Straits Times bahkan menjuluki Indonesia sebagai the envelope country di mana Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, Kejaksaan, Kepolisian, Komisi Yudisial sampai tukang parkir, bisa dibeli dengan uang (amplop) untuk memperlancar segala urusan.Ada anekdot yang berkembang dalam masyarakat, pada masa Orde Lama amplop berada di bawah meja, di masa Orde Baru amplop terletak di atas meja, sedangkan di era reformasi para koruptor merampok dengan meja-mejanya. DPR sebagai lembaga terhormat gambaran respresentatif wakil rakyat, tidak luput dari rumor “apa pun bisa diundangkan di DPR asal ada amplopnya”.

    Mengapa Indonesia yang dikenal sebagai negara religius dengan 87 persen penduduknya beragama Islam, justru dalam beberapa survei tentang perilaku korupsi meraih rekor sangat tinggi? Kantor Departemen Agama, misalnya, bahkan menempati posisi teratas dalam masalah korupsi. Pertanyaannya, mengapa ini bisa terjadi? Apakah konsentrasi beragama bagi kaum Muslimin di Indonesia sudah bergeser dan tereduksi dalam urusan yang hanya bersifat ritual belaka?

    Korupsi di Indonesia bukan lagi kasus tapi sudah menjadi fenomena, di mana dari tahun ke tahun kecenderungannya semakin meningkat dengan modus yang makin beragam pula. Mentalitas dan moralitas tidak lagi berarti, sedangkan nilai-nilai agama yang dijadikan panduan, lenyap ketika dihadapkan dengan uang. Masyarakat kita telah mengalami keterbelahan (split) dalam beragama, sehingga terperangkap ke dalam sikap hipokrit dan munafik.

    Sebagai bahan instrospeksi, Ketua Bappenas menyebutkan angka yang sangat fantastis, di mana lebih dari Rp300 triliun dana menguap masuk ke kantong para koruptor. Itu dapat dilihat dari kebocoran APBN, penggelapan pajak maupun penggelapan hasil sumber daya alam.

    Jihad Mentalitas Pragmatis
    Memberantas korupsi tidak semudah membalikan telapak tangan, tapi merupakan proyek besar bagi umat Islam di Indonesia karena sudah menjadi penyakit kronis menjangkiti berbagai lapisan masyarakat. Sehingga, perlu kesadaran dari seluruh elemen masyarakat dengan tidak mengenal putus asa, karena dalam Islam diajarkan untuk tidak boleh berputus asa dan terus-menerus berikhtiar dalam memberantasnya sebagai jihad mentalitas pragmatis.

    Sikap mental yang malas, tidak mau bekerja keras, dan selalu mengambil jalan pintas, serta budaya masyarakat materialistis dengan memandang sesuatu dari benda yang dimiliki tanpa pernah bertanya darimana semuanya didapat, merupakan sikap mental bersifat pragmatis dan menjadi pemicu suburnya praktik korupsi.

    Ada cerita yang menarik dalam dunia pendidikan, seorang mahasiswa S3 sebuah perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia, mendatangi seorang pejabat perguruan tinggi bersangkutan untuk meminta nasihat agar selama menempuh pendidikan berhasil dengan baik. Namun yang didapat dari sang pejabat bukanlah nasihat untuk membangkitkan etos kerja tapi memberikan saran agar selalu menyelipkan amplop sebagai uang “ketuk pintu” agar semuanya berjalan lancar. Jadi, jangan heran kalau Indonesia dijuluki sebagai negeri ajaib dengan 18 bulan saja, seseorang sudah bisa menyelesaikan S3-nya.

    Irawady Joenoes, anggota Komisi Yudisial (KY) yang diduga melakukan tindak korupsi dalam pengadaan lahan tanah untuk kantor Mahkamah Konstitusi, menerima uang Rp600 juta dan USD30 ribu yang diduga sebagai uang komisi, dengan jabatan Koordinator Bidang Pengawasan, Kehormatan, Keluhuran Martabat, dan Perilaku Hakim dari praktik mafia peradilan justru terjebak dalam kasus korupsi. Masalahnya tidak hanya sampai di sini sebab ternyata dari hasil penggeledahan KPK pada Jumat 28 September lalu, ditemukan pula dokumen-dokumen terkait penyimpangan KY, termasuk dugaan mark up pengadaan kendaraan dinas.

    Sebagian ulama memperlihatkan pula sikap pragmatis dengan mendukung penguasa yang korup. Malah dalam Pilkada para ulama dijadikan pionir mempromosikan pejabat yang korup untuk menduduki jabatan sebagai kepala daerah, setelah terpilih sang ulama dengan lancar membangun pesantrennya. Tugas utama seorang ulama sebagai panutan umat dalam mengayomi dan memberikan suriteladan bermasyarakat, tereduksi mementingkan diri sendiri dan golongan

    Sikap pragmatis ini diperlihatkan pula oleh kaum Muslimin di Indonesia pada umumnya, di mana antusiasmenya begitu besar menyangkut masalah Palestina, Afghanistan, Irak dan Iran, misalnya. Namun dalam masalah korupsi, mereka justru adem ayem dengan dalih tidak mau terlibat suuzan (bergunjing) . Salah kaprah dalam mengartikan firman Allah swt dengan menerimanya secara sami’naa wa atha’naa; “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, sesungguhnya sebahagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari keburukan orang dan janganlah sebahagian kamu menggunjing atas sebahagian yang lain” (QS 49:12).

    Dengan dalih ayat di atas, masyarakat Indonesia memilih diam melihat praktik korupsi di lingkungannya agar tidak menimbulkan konflik dengan teman, atasan dan lingkungan mereka.

    Hal di atas adalah gambaran kecil korupsi di Indonesia yang menyebabkan pembangunan tidak terbagi secara merata. Banyak para koruptor berdalih sebagai dewa penolong, namun tidak jarang mereka sendiri terperangkap dan larut dalam penyakit amoral. Korupsi yang berkembang sudah menyentuh semua level dalam masyarakat. Sehingga, korupsi di Indonesia dikenal dengan istilah multilevel korupsi, pejabat sampai rakyat jelata sudah terkena virus korupsi.

    Keteladanan Rasulullah
    Dalam tinjauan agama, korupsi dengan segala dampaknya merupakan tindakan yang bertentangan dengan prinsip keadilan, akuntabilitas, transparan dan tanggung jawab, sehingga dapat dikategorikan sebagai perbuatan fasad yang menyebabkan kerusakan di muka bumi, hal ini sangat dikutuk oleh Allah swt. Rasululah bersabda; “Siapa yang kami angkat di antara kamu untuk satu jabatan, lalu digelapkannya sebuah jarum atau lebih, itu adalah penggelapan (korupsi) yang akan dibawanya nanti di hari kiamat untuk dipertanggungjawabk an” (HR Muslim).

    Para ahli fikih sepakat mengatakan bahwa perbuatan korupsi adalah haram hukumnya karena bertentangan dengan hukum Islam, yaitu memindahkan hak milik yang tidak melalui prosedur yang berlaku. Harta kekayaan yang diperoleh dari korupsi dapat dianalogikan dengan harta kekayaan yang diperoleh dari riba. Jika, memakan harta yang diperoleh dari riba diharamkan (QS 3: 130). Rasululah saw bersabda; ”Barang siapa yang telah aku kerjakan dalam suatu pekerjaan, lalu kuberi gajinya, maka sesuatu yang diambil di luar gajinya itu adalah haram” (HR Abu Daud). Islam dengan jelas melalui syariatnya telah memberikan jalan yang sangat gamblang memberantas korupsi.

    Penanganan korupsi di Indonesia tidak dilakukan secara komprehensif, setengah hati, dan tidak sungguh-sungguh. Hal ini dapat dilihat dari tidak adanya keteladanan dari pemimpin dan rendahnya pengungkapan kejahatan korupsi sementara masyarakat tahu bahwa korupsi terjadi di mana-mana. Khalifah Umar bin Khatab memberikan keteladanan dalam memberantas korupsi. Salah satunya, beliau melakukan perhitungan kekayaan dengan pembuktian terbalik cara efektif mencegah aparat berlaku curang (korupsi). Ironisnya, cara ini ditolak oleh DPR untuk dimasukkan dalam perundang-undangan. Pembuktian material di depan pengadilan oleh jaksa yang selama ini dipraktikkan, terbukti selalu gagal mengungkap korupsi di Indonesia. Malah para koruptor melarikan diri ke luar negeri (Singapura, Hongkong, Australia) dengan membawa hasil rampokannya.

    Islam pada hakikatnya mengharamkan korupsi karena dapat menghancurkan apa saja. Kesadaran terhadap beragama tidaknya hanya cukup dalam bentuk ritual tapi dibarengi kesadaran sosial. Sistem hukum, sosial dalam mayarakat dan keteladanan pemimpin masyarakat (community leader), hendaknya berjalan seiring dan ditonjolkan. Islam sebagai agama terbesar yang dipeluk rakyat Indonesia bisa djadikan kekuatan moral dalam mencegah perilaku korupsi. Namun, karena masih rendahnya sentimen sosial kaum Muslimin terhadap isu korupsi, sehingga perlu kesadaran dan perhatian umat Islam secara komprehensif.

    Menurut sejarah, perhatian Nabi Muhammad saw dalam dakwahnya terletak pada usaha sistem sosial termasuk memberantas korupsi dalam menciptakan pemerintah yang bersih dan berwibawa. Keteladanan Nabi Muhamad saw dan para sahabat hendaknya menjadi renungan kaum Muslimin di Indonesia dalam memberantas korupsi.

    Belajar Melawan Teroris dari Hakim Proaktif

    http://www.balipost .co.id/balipostc etak/2007/ 10/22/o2. htm

    Peledakan demi peledakan dilakukan semata-mata untuk menunjukkan kelemahan pemerintah, serta memancing konflik horizontal, vertikal, dan reaksi brutal aparat pemerintah, di samping menarik simpati publik di dunia dengan memanfaatkan media massa sebagai penyebar propaganda dan ideologi teroris.

    ------------ --------- --------

    Belajar Melawan Teroris dari Hakim Proaktif
    Oleh I Made Berata Ashrama

    BOM bunuh diri yang meledak di Karachi, Pakistan, Jumat (19/10), menewaskan sedikitnya 139 orang. Mantan PM Benazir Bhutto selamat dari upaya pembunuhan itu. Teror bom bunuh itu dituding dilakukan oleh Al-Qaeda. ''The deep feeling of being attacked. Ciptakan kebencian dan permusuhan. Perangi dan musnahkan pihak-pihak yang menghalangi, '' begitulah alur dan pola pikir (mindset) serta agenda global kelompok radikal yang jadi kepompong teroris. Nyawa manusia bagi kelompok ini, tak ada nilainya, dan tidak dibedakan dengan binatang. Apa dan siapa saja, di mana dan kapan saja, wajib diperangi dan dimusnahkan jika menghalangi niatnya. Benazir Butto sebelum menjejakkan kakinya di negeri sendiri dari pengasingannya selama delapan tahun di Inggris pernah berkomitmen bersama Jenderal Musharraf menyatakan akan tetap mendukung AS dalam perang melawan terorisme.

    ------------ --------- --------- --------- -----

    Teroris memandang sekularisme (penyembah selain Allah) musuh utama. Amerika dan sekutunya (negara-negara maju di Barat), globalisasi dan pemerintahan otoriter di mata teroris adalah sekuler yang wajib diperangi dan dimusnahkan. Alasan psikologis teroris menjadikan AS dan sekutunya musuh karena sering mempredominansi, suka menindas dan memeras negara miskin, memarginalkan negara terbelakang, mengalienasi kelompok tak berdaya. Globalisasi dan pemerintahan otoriter dijadikan target karena dapat mengancam identitas kelompok tertentu dan terlalu represif. Intinya, terorisme sarat dengan kemauan membalas, menciptakan kebencian dan permusuhan.

    Karena itu, dunia mendefinisikan terorisme adalah kejahatan kemanusiaan dan peradaban, tidak dibenarkan oleh semua agama. Dalam konteks ini, Indonesia tak mesti menentang terorisme hanya dalam wacana, tetapi seyogianya dengan kesatuan aksi, lahir-batin, nurani-duniawi, dengan mengatasnamakan agama-negara- rakyat. Sebab, nyawa tak berdosa sudah banyak melayang dan sebagian umat manusia sengsara di tangan teroris.

    Indonesia, dalam kurun delapan tahun (1999 - 2007), berulangkali diguncang teror. Peledakan di Masjid Istiqlal (1999); di rumah Dubes Filipina (1 Agustus 2000); pada Hari Natal di delapan kota besar (2000); di Kuta, Bali (12 Oktober 2002); di Hotel JW Marriott, Jakarta (Agustus 2003); di depan Kedubes Australia, Jakarta (9 September 2004); bom Bali II (1 Oktober 2005).

    Kelemahan Pemerintah

    Peledakan demi peledakan itu dilakukan semata-mata untuk menunjukkan kelemahan pemerintah, serta memancing konflik horizontal, vertikal, dan reaksi brutal aparat pemerintah, di samping menarik simpati publik di dunia dengan memanfaatkan media massa sebagai penyebar propaganda dan ideologi teroris. Strategi ini, kelihatannya, sukses. Terbukti, terorisme diangkat sebagai agenda tetap global pasca-tragedi WTC (11 September 2001). AS dan koalisinya menyatakan perang terhadap terorisme dengan target utama Al- Qaeda dan associate group-nya, seperti Jamaah Islamiah (JI). George Bush pun mengeluarkan pernyataan yang ''membelah'' dunia dengan ungkapan ''you are with us or you are with terrorist'' yang disusul dengan operasi militer (opmil) besar-besaran di Afghanistan dan Irak. Tokoh teroris memang banyak mati dan Sadam Hussein tertangkap, tetapi nyawa ribuan tentara Amerika juga melayang di Irak. Berhasilkah opmil menghentikan teroris? Tidak!

    Data NCTC menunjukkan, selama 2003 terjadi 208 kali aksi teror (625 orang tewas), naik menjadi 651 kali aksi teror (1.907 orang tewas) tahun 2004.

    Di samping mengguncang Indonesia, bom meletus juga di Riyadh (12 Mei 2003), di Maroko (16 Mei 2003), di Moskow dan Rumah Sakit Militer di Rusia (4 Agustus 2003), di Turki (20 November 2003), di Madrid (9 Maret 2004), di London (7 Juli 2005), di Mesir (23 Juli 2005), dan penyanderaan di Beslan Rusia (1 September 2004).

    Itu berarti, terorisme tetap ancaman nyata. Terorisme tak bisa dihentikan hanya dengan law enforcement dan kekerasan militer. Terorisme tak bisa distop dengan penangkapan, penahanan, pemenjaraan, eksekusi (judisial maupun ekstra judisial). Karena itu, selain upaya fisik operasional, perlu juga upaya preventif dan persuasif. Penanganan terorisme tak bisa dengan single agency, tetapi harus komprehensif dan lintas departemen. Dalam kaitan ini perlu legal base yang kuat. Saat ini, legal base Indonesia sangat lembek karena mengidentikkan teror (kejahatan luar biasa) dengan tindak pidana biasa (setelah bukti cukup, baru bisa menahan). Setelah gedung-gedung runtuh, harta benda hancur, dan nyawa manusia melayang diterjang bom, baru dilakukan penangkapan. Intinya, harus ada korban dulu, baru proses hukum dijalankan.

    Ironisnya lagi, teroris yang sudah nyata-nyata membunuh ratusan manusia tak berdosa dan menghancurkan ekonomi Bali dengan dua kali bom dan hakim tingkat pertama hingga MA sudah mengetukkan palu hukuman mati, eksekusinya tetap bertele-tele. Dari sinilah muncul ide belajar melawan teroris dari hakim proaktif.

    Di Prancis dan negara-negara maju di dunia, misalnya, kasus terorisme diadili di Pengadilan Kota, dan disidangkan pada peradilan khusus terorisme oleh para hakim spesialis terorisme. Ada hakim penyidik khusus yang secara proaktif terlibat dalam penanganan terorisme sejak awal penyidikan. Polisi dan jaksa dapat menahan tersangka maksimal empat hari. Selanjutnya ditahan oleh hakim penyidik dengan masa penahanan sampai 4 (empat) tahun sesuai dengan konvensi Uni Eropa.

    Konvensi itu mengklasifikasikan beberapa perbuatan terorisme menjadi permufakatan jahat, seperti pelatihan militer, pemalsuan dokumen, survai terhadap target sasaran, dan sejenisnya. Dilegalkan juga laporan intelijen sebagai bukti dalam proses penyidikan dan peradilan. Alat bukti yang dijadikan dasar keputusan pengadilan tak ditentukan secara limitatif dan tak ada ketentuan minimal jumlah alat bukti. Peradilan in absentia pun diterapkan. Prancis, misalnya, sejak 1986 telah 11 kali melakukan perubahan terhadap pasal-pasal yang mengatur dan berkaitan dengan masalah terorisme.

    Sementara di belahan dunia lainnya, sudah melaju juga upaya pencegahan yang komprehensif melalui pemutusan lalu lintas keluar-masuk teroris, menggagalkan rencana teroris sejak dini, menangkal upaya teroris untuk menjadikan wilayah tertentu sebagai tempat persembunyian, melarang organisasi teroris, membekukan jalur finansial dan aset teroris, serta terus-menerus meningkatkan upaya legislasi dan revisi terhadap UU Teroris.

    Penanganan di hulu pun digalakkan secara gencar dengan mengeliminasi ideologi radikalisasi ideologi didasari pemahaman ekstrem keagamaan, termasuk upaya komprehensif bidang politik dan ekonomi, serta pendirian pusat-pusat kajian radikalisme. Kapan hal serupa dilakukan di Indonesia?

    Penulis, alumni Lemhanas 2006/Pemimpin Umum Bali Travel News/Ketua Tim Tri Hita Karana Awards.

  • Sebuah lomba mobil

    Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil
    balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak
    final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap
    mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri,sebab memang begitulah
    peraturannya.

    Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk
    dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark-lah yang
    paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk
    berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik.
    Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak
    sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun,
    Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya
    sendiri.

    Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan.
    Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka
    kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4
    pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah
    di antaranya. Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum
    lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa.

    Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit
    kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!". Dor!!! Tanda telah dimulai.
    Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua
    mobil tu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai,
    bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing.

    "Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka.
    Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah
    terlambai.
    Dan...
    Mark-lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan
    berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."

    Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala
    itu diserahkan, ketua panitia bertanya.
    "Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?"
    Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark.
    Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk
    menolongku mengalahkan orang lain, aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya
    aku tak menangis, jika aku kalah."

    Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah
    gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

    Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua.
    Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian.
    Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang
    ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua
    harapannya.
    Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya.

    Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi
    itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan
    dengan rasa bangga. Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk
    berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering
    juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang
    terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa
    pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan
    mata.

    Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan
    panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat.
    Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak
    adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan
    kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah
    menyerah.

    Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian.
    Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu ujian
    tersebut.

    Amin....

    Reflect upon your present blessings, of which every man has plenty; not on your past misfortunes, of which all men have some."

    Charles Dickens
    1812-1870, Novelist

    "Meniru-lah, karena meniru adalah jalan terpendek
    untuk menjadikan diri Anda sama dengan pribadi yang Anda kagumi."

    (Mario Teguh)

    "Memang ada orang yang berhasil karena keberuntungan;
    tetapi sebagian yang hampir keseluruhannya
    mencapai keberhasilan melalui kesungguhan."

    (Mario Teguh)

  • A very useful interaction

    A chat with Dr.Devi Shetty, Narayana Hrudayalaya (Heart Specialist) Bangalore was arranged by WIPRO for its employees. The transcript of the chat is given below. Useful for everyone.

    Qn: What are the thumb rules for a layman to take care of his heart?

    Ans:

    1. Diet - Less of carbohydrate, more of protein, less oil.
    2. Exercise - Half an hour's walk, at least five days a week; avoid lifts and avoid sitting for a longtime.
    3. Quit smoking
    4. Control weight
    5. Control blood pressure and sugar

    Qn: Is eating non-veg food (fish) good for the heart?

    Ans: No

    Qn: It's still a grave shock to hear that some apparently healthy person
    gets a cardiac arrest. How do we understand it in perspective?

    Ans: This is called silent attack; that is why we recommend everyone past the age of 30 to undergo routine health checkups.

    Qn: Are heart diseases hereditary?

    Ans: Yes

    Qn: What are the ways in which the heart is stressed? What practices do you suggest to de-stress?

    Ans: Change your attitude towards life. Do not look for perfection in everything in life.

    Qn: Is walking better than jogging or is more intensive exercise required to keep a healthy heart?

    Ans: Walking is better than jogging since jogging leads to early fatigue and injury to joints

    Qn: You have done so much for the poor and needy. What has inspired you to do so?

    Ans: Mother Theresa , who was my patient

    Qn: Can people with low blood pressure suffer heart diseases?

    Ans: Extremely rare

    Qn: Does cholesterol accumulates right from an early age
    (I'm currently only 22) or do you have to worry about it only after you are above 30 years of age?

    Ans: Cholesterol accumulates from childhood.

    Qn: How do irregular eating habits affect the heart?

    Ans: You tend to eat junk food when the habits are irregular and your body's enzyme release for digestion gets confused.

    Qn: How can I control cholesterol content without using medicines?

    Ans: Control diet, walk and eat walnut.

    Qn: Can yoga prevent heart ailments?

    Ans: Yoga helps.

    Qn: Which is the best and worst food for the heart?

    Ans: Fruits and vegetables are the best and the worst is oil.

    Qn: Which oil is better - groundnut, sunflower, olive?

    Ans: All oils are bad.

    Qn: What is the routine checkup one should go through? Is there any specific test?

    Ans: Routine blood test to ensure sugar, cholesterol is ok. Check BP, Treadmill test after an echo.

    Qn: What are the first aid steps to be taken on a heart attack?

    Ans: Help the person into a sleeping position, place an aspirin tablet under the tongue with a sorbitrate tablet if available, and rush him to a coronary care unit since the maximum casualty takes place within the first hour.

    Qn: How do you differentiate between pain caused by a heart attack and that caused due to gastric trouble?

    Ans: Extremely difficult without ECG.

    Qn: What is the main cause of a steep increase in heart problems amongst youngsters? I see people of about 30-40 yrs of age having heart attacks and serious heart problems.

    Ans: Increased awareness has increased incidents. Also, edentary lifestyles, smoking, junk food, lack of exercise in a country where people are genetically three times more vulnerable for heart attacks than Europeans and Americans.

    Qn: Is it possible for a person to have BP outside the normal range of 120/80 and yet be perfectly healthy?

    Ans: Yes.

    Qn: Marriages within close relatives can lead to heart problems for the child. Is it true?

    Ans : Yes, co-sanguinity leads to congenital abnormalities and you may not have a software engineer as a child

    Qn: Many of us have an irregular daily routine and many a times we have to stay late nights in office. Does this affect our heart ? What precautions would you recommend?

    Ans : When you are young, nature protects you against all these irregularities. However, as you grow older, respect the biological clock.

    Qn: Will taking anti-hypertensive drugs cause some other complications (short / long term)?

    Ans : Yes, most drugs have some side effects. However, modern anti-hypertensive drugs are extremely safe.

    Qn: Will consuming more coffee/tea lead to heart attacks?

    Ans : No.

    Qn: Are asthma patients more prone to heart disease?

    Ans : No.

    Qn: How would you define junk food?

    Ans : Fried food like Kentucky , McDonalds , samosas, and even masala dosas.

    Qn: You mentioned that Indians are three times more vulnerable. What is the reason for this, as Europeans and Americans also eat a lot of junk food?

    Ans: Every race is vulnerable to some disease and unfortunately, Indians are vulnerable for the most expensive disease.

    Qn: Does consuming bananas help reduce hypertension?

    Ans : No.

    Qn: Can a person help himself during a heart attack (Because we see a lot of forwarded emails on this)?

    Ans : Yes. Lie down comfortably and put an aspirin tablet of any description under the tongue and ask someone to take you to the nearest coronary care unit without any delay and do not wait for the ambulance since most of the time, the ambulance does not turn up.

    Qn: Do, in any way, low white blood cells and low hemoglobin count lead to heart problems?

    Ans : No. But it is ideal to have normal hemoglobin level to increase your exercise capacity.

    Qn: Sometimes, due to the hectic schedule we are not able to exercise. So, does walking while doing daily chores at home or climbing the stairs in the house, work as a substitute for exercise?

    Ans : Certainly. Avoid sitting continuously for more than half an hour and even the act of getting out of the chair and going to another chair and sitting helps a lot.

    Qn: Is there a relation between heart problems and blood sugar?

    Ans: Yes. A strong relationship since diabetics are more vulnerable to heart attacks than non-diabetics.

    Qn: What are the things one needs to take care of after a heart operation?

    Ans : Diet, exercise, drugs on time , Control cholesterol, BP, weight.

    Qn: Are people working on night shifts more vulnerable to heart disease when compared to day shift workers?

    Ans : No.

    Qn: What are the modern anti-hypertensive drugs?

    Ans : There are hundreds of drugs and your doctor will chose the right combination for your problem, but my suggestion is to avoid the drugs and go for natural ways of controlling blood pressure by walk, diet to
    reduce weight and changing attitudes towards lifestyles.

    Qn: Does dispirin or similar headache pills increase the risk of heart attacks?

    Ans : No.

    Qn: Why is the rate of heart attacks more in men than in women?

    Ans : Nature protects women till the age of 45.

    Qn: How can one keep the heart in a good condition?

    Ans : Eat a healthy diet, avoid junk food, exercise everyday, do not smoke and, go for health checkup s if you are past the age of 30 ( once in six months recommended) ..

    Send it to all your nearest and dearest ..which should be many.........

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.