Search blog.co.uk

Posts archive for: 30 October, 2007
  • 10 Reasons Why You Can't Get What You Want

    10 Reasons Why You Can't Get What You Want

    I believe that all of us want happiness and success in life. However, very few can actually admit that they have got there. Many didn't know why they aren't successful, so few knew why, but didn't do anything about it. I have the privilege to come across a list of reasons why most people couldn't achieve happiness or success in life. As I read through, I too discovered that some of the reasons here have been standing in the way between success and me. As you go over the list now, check yourself by it, point by point, to find out how many of these causes-of-failure stand between you and success.

    Lack of purpose in life - Before I start taking my life seriously, I have no major purpose in life. All day long, I would either play games at home, or after work, chill out with my friends. There is no sense of responsibility to my family, no commitment at work and of cause, no purpose. Life was pretty much a routine. A routine that I hate, a routine that I want to get rid of.

    Many people I have come across are leading the life that I have led years ago. And gradually I discovered that lack of purpose in life (or anything else for that matter) is always and will always be at the top of the list of failure.

    Lack of ambition to aim high - People who are not happy at where they are and yet are unwilling to aim high above mediocre and pay the price of success, will never be happy. I have seen them, they will whine about their work, about their boss, about everything and anything under the sun. But they aren't willing to work on it, to find out how to get ahead of the pack.

    When told of what they could have done so that they could get out of the rug, they will come up will excuses for not able to do it. No success will ever befall on those who lack the ambition to aim high above the mediocrity.

    Insufficient education - This is a handicap, which can be overcome with ease. How many times have you read or heard of successful people having little or no educational background? Experience has proven that the best-educated people are often those who are known as "self-made" or self-educated. In times like these, college degree alone is no longer sufficient to bring you to the top.

    Education consists, not so much of knowledge, but of knowledge effectively and persistently applied. We are paid, not merely for what we know, but more particularly for what we do with which we know.

    Lack of self-discipline - Self-discipline comes from self-control. This means you need to control all the negative qualities you believe you have. Self-control, though is a skill, will be one of the hardest skill you will ever learnt. However, if you do not conquer yourself, yourself will conquer you.

    Ill health - No one can enjoy outstanding success without good health. Many causes of ill health is the result of poor self-control. Some of the examples that contribute to ill health are

    - Overeating
    - Wrong habits of thought
    - Smoking
    - Lack of proper physical exercise
    - Drinking

    Unfavorable environmental influence - Most people who have tendency to commit crime acquire them as the result of bad environment and improper associates during childhood.

    Procrastination - One of the most common causes of failures. Procrastination is the deferment or avoidance of an action or task and is often linked to perfection. Most people failed in life because they are waiting for the 'time to be right'. The thing is, the time will never be right. Start where you stand, and work with whatever tools you may have at your command, and better tools will be found as you go along.

    Lack of persistence - There are many good 'starters', but very few finishers of everything they begin. They will begin something with high hopes and enthusiasm but loss that excitement when they are facing the first sign of defeat. But we ought to learn that nothing substitute the lack of persistence. And those who know this discovered that failure has no way in coping persistence.

    Negative personality - There is no hope of success for a person who repels others through negative personality. Not many realize this; success is attained through the cooperation efforts of other people. A negative personality will not induce cooperation.

    Above are 10 reasons that may have stopped you from achieving happiness, attaining success. Look through it and see if you have possessed any of them. If you have, ask yourself "what will you do to overcome them?"

  • Tanah Telantar dan Pengangguran

    Tanah Telantar dan Pengangguran

    Oleh Usep Setiawan

    Badan Pertanahan Nasional (BPN) menggelar konsultasi publik mengenai revisi peraturan pemerintah tentang penertiban dan pendayagunaan tanah telantar, belum lama ini. Forum ini merupakan rangkaian dari Hari Agraria Nasional 2007. Apa perlunya memperbaiki prosedur dan mekanisme penertiban dan pendayagunaan tanah telantar?

    Ternyata luas tanah yang diindikasikan telantar sangat tidak sedikit. Menurut data BPN, pada 2006 (per Juni) luasnya 1.2.18.554,7300 ha dan pada 2007 (per Juni) seluas 1.578.915,0620 ha. Jika diidentifikasi lebih seksama dan sistematis tentu kenyataannya di lapangan bisa lebih luas lagi.

    Meluasnya tanah telantar adalah fenomena yang bertolak belakang dengan terus menyempitnya luas pemilikan dan penguasaan tanah di tangan rakyat, khususnya tanah pertanian kaum tani. Tendensi luas tanah telantar dari waktu ke waktu terus meningkat, sementara pemilikan tanah pertanian petani kian menyusut.

    Hasil Sensus Pertanian 2003 menunjukkan jumlah rumah tangga petani gurem (yang menguasai lahan kurang dari 0,5 ha) meningkat 2,6 persen per tahun dari 10,8 juta rumah tangga (1993) menjadi 13,7 juta rumah tangga (2003). Imbas dari minimnya akses pemilikan tanah memperparah realitas kemiskinan. Inilah cermin retak pertanian dan agraria kita.

    Keberadaan tanah telantar selama ini telah menjadi persoalan pelik pemicu konflik agraria (sengketa tanah). Penelantaran tanah kerap mengandung motif spekulasi untuk mendapatkan keuntungan mudah atas selisih jual beli tanah. Dalam banyak kasus rakyat mencoba masuk dan menggarap tanah-tanah yang secara fisik telantar. Namun, secara legal formal rakyat disalahkan karena menggarap tanah yang secara hukum masih hak pihak lain.

    Penggarapan tanah-tanah "telantar" oleh rakyat yang memicu persoalan hukum hendaknya disikapi secara arif dan bijaksana. Menyalahkan langsung tindakan rakyat harus dihindari. Penggunaan dasar-dasar juridis formal semata tak akan menjawab persoalan sengketa ini. Alasan-alasan sosio-historis dan sosio-ekonomis hendaknya dipertimbangkan dalam penanganan sengketa tanah telantar.

    Ada korelasi positif antara pentingnya menertibkan dan mendayagunakan tanah telantar dengan keperluan menutup defisit kebutuhan lahan bagi rakyat, khususnya pe- tani miskin. Perbaikan prosedur dan mekanisme penertiban dan pendayagunaan tanah telantar akan memastikan keberadaan tanah-tanah telantar sebagai objek potensial reforma agraria.

    Langkah pemerintah, melalui BPN merevisi PP 36/1998, sangat tepat dan perlu disegerakan karena terkait dengan persiapan pelaksanaan reforma agraria mulai 2007. Selama ini, PP 36/1998 sebagai aturan tanah telantar dianggap menyulitkan pelaksana kebijakan. Banyak celah yang bisa "dimainkan" para pemegang hak atas tanah untuk berkelit agar tanahnya yang secara fisik telantar, tapi secara yuridis sulit dinyatakan telantar.

    Menurut Puslitbang BPN (2000), kendala implementasinya, pertama, belum ada kesamaan persepsi atas tujuan pengaturan. Kedua, kriteria objek tanah telantar belum jelas. Ketiga, masalah keperdataan bekas pemegang hak. Keempat, jangka waktu penilaian tanah telantar.

    Langkah Terobosan

    Merevisi PP 36/1998 pada intinya bermakna terobosan aturan agar penetapan suatu bidang tanah "telantar" menjadi telantar jadi lebih mudah dan cepat. Tentu saja kemudahan dan kecepatan penetapan tanah telantar ini mesti disertai ketelitian dan kejujuran para pihak dalam praktiknya. Materi yang perlu disempurnakan dari PP 36/1998, pertama, definisi dan kriteria tanah telantar. Kedua, ruang lingkup tanah telantar. Ketiga, tata cara penertiban tanah terlantar. Keempat, tindakan terhadap tanah telantar.

    Jelas, revisi PP 36/1998 harus taat asas pada UU Pokok Agraria (UUPA) No. 5/1960. Sejumlah pasal yang menggariskan hal-hal prinsipil wajib dicamkan. Pasal 2 (ayat 3) UUPA memberikan rambu-rambu bahwa: "Wewenang yang bersumber pada hak menguasai dari Negara tersebut pada ayat (2) pasal ini digunakan untuk mencapai sebesar-besar kemakmuran rakyat, dalam arti kebahagiaan, kesejahteraan dan kemerdekaan dalam masyarakat dan Negara hukum Indonesia yang merdeka berdaulat, adil dan makmur."

    UUPA menggariskan bahwa: "Setiap orang dan badan hukum yang mempunyai sesuatu hak atas tanah pertanian pada asasnya diwajibkan mengerjakan atau mengusahakannya sendiri secara aktif, dengan mencegah cara-cara pemerasan" (Pasal 10, ayat 1). Dan untuk penguasaan yang melebihi ketentuan, ditekankan bahwa "Hubungan hukum antara orang, termasuk badan hukum, dengan bumi, air dan ruang angkasa, serta wewenang-wewenang yang bersumber pada hubungan hukum itu akan diatur agar tercapai tujuan yang disebut dalam Pasal 2 ayat (3) dan dicegah penguasaan atas kehidupan dan pekerjaan orang lain yang melampaui batas." (Pasal 11, ayat 1).

    Mengenai pemihakan kepada kaum lemah, UUPA mengamatkan: "Perbedaan dalam keadaan masyarakat dan keperluan hukum golongan rakyat di mana perlu dan tidak bertentangan dengan kepentingan nasional diperhatikan, dengan menjamin perlindungan terhadap kepentingan golongan yang ekonomis lemah" (Pasal 11, ayat 2).

    Sementara Pasal 13, ayat 1 memberikan tugas: "Pemerintah berusaha agar supaya usaha-usaha dalam lapangan agraria diatur sedemikian rupa, sehingga meninggikan produksi dan kemakmuran rakyat sebagai yang dimaksud dalam pasal 2 ayat (3) serta menjamin bagi setiap warga-negara Indonesia derajat hidup yang sesuai dengan martabat manusia, baik bagi diri sendiri maupun keluarganya" . Dan Pasal 13, ayat 2 menyebutkan, "Pemerintah mencegah adanya usaha-usaha dalam lapangan agraria dari organisasi-organisa si dan perseorangan yang bersifat monopoli swasta".

    Selain konsisten pada amanat UUPA, substansi revisi PP 36/1998 haruslah seiring sejalan dengan penyusunan peraturan operasional UUPA untuk pelaksanaan reforma agraria - dalam hal ini Rancangan PP tentang Reforma Agraria. Revisi tanah telantar akan turut memastikan tersedianya tanah-tanah segar objek reforma agraria.

    Semua objek reforma agraria jelas harus layak secara sosial, ekonomi, ekologis, dan yuridis. Tanah jangan jadi komoditas. Tanah tak boleh jadi objek spekulasi dan dihindarkan dari penyia-nyiaan. Penelantaran tanah, apapun alasannya, tak bisa ditoleransi karena potensial menutup akses dan kesempatan bagi bangsa ini untuk membebaskan diri dari belenggu pengangguran, kemiskinan, dan kelaparan. Agar aturan baru mengenai penertiban dan pendayagunaan tanah telantar dapat efektif dijalankan mutlak perlu kejujuran dan konsistensi semua pihak.

    Pemegang hak atas tanah harus ikhlas menyerahkan kembali tanah yang "dikuasainya" tapi tak digarapnya kepada negara untuk digunakan bagi kepentingan bangsa secara lebih luas. Petani sebagai penerima manfaat pun harus setia mengerjakan tanah dan pantang memperjualbelikanny a.

    Menelantarkan tanah pertanda kita tak pandai mensyukuri nikmat. Karena tanah tidur bikin rakyat menganggur dan tanah telantar bikin rakyat lapar. Maka permudahlah cara penetapan tanah telantar lalu jadikan sebagai objek reforma agraria guna memindahkan rakyat dari bencana pengangguran, kemiskinan, dan kelaparan.

    Penulis adalah Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)

    Wasit Napoli-Juventus 'Diparkir'

    Roma - Menghadiahkan dua penalti kontroversial, wasit Mauro Bergonzi dilarang memimpin pertandingan Liga Italia selama satu pekan. Hukuman Bergonzi masih bisa ditambah.

    Bergonzi menelurkan keputusan kontroversial saat memimpin partai Napoli vs Juventus, Minggu (28/10/2007) dinihari WIB. Keputusannya memberikan dua penalti bagi tuan rumah mengundang kecaman, terutama dari Juventus. Pihak Juve bahkan menuding ada skandal di balik keputusan Bergonzi.

    Tifosi si "Nyonya Tua" tak kalah berang. Mereka bahkan menggalang petisi online meminta Bergonzi tidak ditugaskan lagi untuk memimpin partai-partai Bianconeri.

    Performa Bergonzi yang buruk pun langsung berbuah hukuman dari Asosiasi Sepakbola Italia (FIGC). Dilansir oleh Football Italia, nama Bergonzi tak ada dalam daftar wasit yang bertugas di Seri A dan Seri B tengah pekan ini.

    Hukuman untuk wasit asal Genoa itu masih mungkin bertambah. Sejumlah media di Italia melaporkan bahwa Pierluigi Collina, pejabat yang bertanggunjawab terhadap pemilihan ofisial pertandingan, akan mengistirahatkan Bergonzi dari Seri A selama satu bulan. Kemudian, Bergonzi akan lebih banyak ditugaskan memimpin partai-partai Seri B. (arp/din)

  • title-3216768

    Tanah Telantar dan Pengangguran

    Oleh Usep Setiawan

    Badan Pertanahan Nasional (BPN) menggelar konsultasi publik mengenai revisi peraturan pemerintah tentang penertiban dan pendayagunaan tanah telantar, belum lama ini. Forum ini merupakan rangkaian dari Hari Agraria Nasional 2007. Apa perlunya memperbaiki prosedur dan mekanisme penertiban dan pendayagunaan tanah telantar?

    Ternyata luas tanah yang diindikasikan telantar sangat tidak sedikit. Menurut data BPN, pada 2006 (per Juni) luasnya 1.2.18.554,7300 ha dan pada 2007 (per Juni) seluas 1.578.915,0620 ha. Jika diidentifikasi lebih seksama dan sistematis tentu kenyataannya di lapangan bisa lebih luas lagi.

    Meluasnya tanah telantar adalah fenomena yang bertolak belakang dengan terus menyempitnya luas pemilikan dan penguasaan tanah di tangan rakyat, khususnya tanah pertanian kaum tani. Tendensi luas tanah telantar dari waktu ke waktu terus meningkat, sementara pemilikan tanah pertanian petani kian menyusut.

    Hasil Sensus Pertanian 2003 menunjukkan jumlah rumah tangga petani gurem (yang menguasai lahan kurang dari 0,5 ha) meningkat 2,6 persen per tahun dari 10,8 juta rumah tangga (1993) menjadi 13,7 juta rumah tangga (2003). Imbas dari minimnya akses pemilikan tanah memperparah realitas kemiskinan. Inilah cermin retak pertanian dan agraria kita.

    Keberadaan tanah telantar selama ini telah menjadi persoalan pelik pemicu konflik agraria (sengketa tanah). Penelantaran tanah kerap mengandung motif spekulasi untuk mendapatkan keuntungan mudah atas selisih jual beli tanah. Dalam banyak kasus rakyat mencoba masuk dan menggarap tanah-tanah yang secara fisik telantar. Namun, secara legal formal rakyat disalahkan karena menggarap tanah yang secara hukum masih hak pihak lain.

    Penggarapan tanah-tanah "telantar" oleh rakyat yang memicu persoalan hukum hendaknya disikapi secara arif dan bijaksana. Menyalahkan langsung tindakan rakyat harus dihindari. Penggunaan dasar-dasar juridis formal semata tak akan menjawab persoalan sengketa ini. Alasan-alasan sosio-historis dan sosio-ekonomis hendaknya dipertimbangkan dalam penanganan sengketa tanah telantar.

    Ada korelasi positif antara pentingnya menertibkan dan mendayagunakan tanah telantar dengan keperluan menutup defisit kebutuhan lahan bagi rakyat, khususnya pe- tani miskin. Perbaikan prosedur dan mekanisme penertiban dan pendayagunaan tanah telantar akan memastikan keberadaan tanah-tanah telantar sebagai objek potensial reforma agraria.

    Langkah pemerintah, melalui BPN merevisi PP 36/1998, sangat tepat dan perlu disegerakan karena terkait dengan persiapan pelaksanaan reforma agraria mulai 2007. Selama ini, PP 36/1998 sebagai aturan tanah telantar dianggap menyulitkan pelaksana kebijakan. Banyak celah yang bisa "dimainkan" para pemegang hak atas tanah untuk berkelit agar tanahnya yang secara fisik telantar, tapi secara yuridis sulit dinyatakan telantar.

    Menurut Puslitbang BPN (2000), kendala implementasinya, pertama, belum ada kesamaan persepsi atas tujuan pengaturan. Kedua, kriteria objek tanah telantar belum jelas. Ketiga, masalah keperdataan bekas pemegang hak. Keempat, jangka waktu penilaian tanah telantar.

    Langkah Terobosan

    Merevisi PP 36/1998 pada intinya bermakna terobosan aturan agar penetapan suatu bidang tanah "telantar" menjadi telantar jadi lebih mudah dan cepat. Tentu saja kemudahan dan kecepatan penetapan tanah telantar ini mesti disertai ketelitian dan kejujuran para pihak dalam praktiknya. Materi yang perlu disempurnakan dari PP 36/1998, pertama, definisi dan kriteria tanah telantar. Kedua, ruang lingkup tanah telantar. Ketiga, tata cara penertiban tanah terlantar. Keempat, tindakan terhadap tanah telantar.

    Jelas, revisi PP 36/1998 harus taat asas pada UU Pokok Agraria (UUPA) No. 5/1960. Sejumlah pasal yang menggariskan hal-hal prinsipil wajib dicamkan. Pasal 2 (ayat 3) UUPA memberikan rambu-rambu bahwa: "Wewenang yang bersumber pada hak menguasai dari Negara tersebut pada ayat (2) pasal ini digunakan untuk mencapai sebesar-besar kemakmuran rakyat, dalam arti kebahagiaan, kesejahteraan dan kemerdekaan dalam masyarakat dan Negara hukum Indonesia yang merdeka berdaulat, adil dan makmur."

    UUPA menggariskan bahwa: "Setiap orang dan badan hukum yang mempunyai sesuatu hak atas tanah pertanian pada asasnya diwajibkan mengerjakan atau mengusahakannya sendiri secara aktif, dengan mencegah cara-cara pemerasan" (Pasal 10, ayat 1). Dan untuk penguasaan yang melebihi ketentuan, ditekankan bahwa "Hubungan hukum antara orang, termasuk badan hukum, dengan bumi, air dan ruang angkasa, serta wewenang-wewenang yang bersumber pada hubungan hukum itu akan diatur agar tercapai tujuan yang disebut dalam Pasal 2 ayat (3) dan dicegah penguasaan atas kehidupan dan pekerjaan orang lain yang melampaui batas." (Pasal 11, ayat 1).

    Mengenai pemihakan kepada kaum lemah, UUPA mengamatkan: "Perbedaan dalam keadaan masyarakat dan keperluan hukum golongan rakyat di mana perlu dan tidak bertentangan dengan kepentingan nasional diperhatikan, dengan menjamin perlindungan terhadap kepentingan golongan yang ekonomis lemah" (Pasal 11, ayat 2).

    Sementara Pasal 13, ayat 1 memberikan tugas: "Pemerintah berusaha agar supaya usaha-usaha dalam lapangan agraria diatur sedemikian rupa, sehingga meninggikan produksi dan kemakmur

  • Rekening Bersama

    Rekening Bersama

    Sehabis menikah tentunya banyak hal yang harus dipikirkan. Salah satunya adalah memikirkan masalah keuangan. Nah, membicarakan masalah yang satu ini, pastinya tak lepas dari istilah rekening bersama. Rekening bersama adalah rekening yang dimiliki atas nama dua orang, di mana kedua pemilik sama-sama punya hak untuk menarik uang tersebut.

    Selain itu bisa juga digunakan rekening yang diatas namakan hanya pada satu orang, namun bisa diambil untuk keperluan bersama.

    Apa tujuan punya rekening bersama?

    Ini dia pertanyaan intinya. Ada banyak alasan mengapa orang termotivasi untuk membuka rekening bersama. Pertama adalah keinginan untuk meningkatkan rasa kebersamaan di antara mereka melalui sesuatu yang dimiliki sama-sama. Selain itu, rekening ini biasanya dibuka karena suami-istri itu memiliki tujuan bersama yang hendak diraih di masa depan. Tujuan ketiga adalah keperluan sehari-hari sementara yang terakhir adalah untuk mengontrol pengeluaran salah satu diantara mereka.

    Namun sayangnya membuka rekening bersama bisa juga menjadi pemicu konflik dalam rumah tangga. Kondisi ini biasanya terjadi apabila salah satu pihak menggunakan uang dalam rekening itu di luar kesepakatan bersama. Kalau Anda memang tertarik untuk membuka rekening bersama, sebaiknya sebelum melakukannya, perhatikan dulu hal-hal berikut ini :

    1. Diskusikan dengan pasangan mengenai apa sebenarnya tujuan membuka rekening bersama. Selain itu bicarakan pula mengenai rencana ke depan, jika ternyata Anda berdua memang harus berpisah, Apa yang harus dilakukan dengan rekening tersebut.

    2. Konfirmasikan sekali lagi untuk keperluan apa uang dalam rekening itu akan digunakan.

    3. Bicarakan siapa yang akan memasukkan uang ke dalam rekening tersebut dan berapa besarnya. Apakah pasangan Anda saja, atau patungan. Jika dilakukan secara patungan, tentukan pula berapa persen komposisinya agar adil dan merata.

    4. 4. Bila rekening bersama itu digunakan untuk membayar pengeluaran- pengeluaran bulanan, maka saldo uang yang ada dalam rekening bersama sebaiknya sebesar minimal sebulan pengeluaran rutin mereka.

    5. 5. Jika Anda sudah memiliki rekening bersama, dianjurkan untuk melakukan evaluasi setiap bulan terhadap pengeluaran-pengeluaran yang telah dilakukan. Anda bisa mengeceknya dengan rekening koran yang dikeluarkan bank.

    6. Bersiaplah untuk menghadapi keadaan terburuk, yaitu penggunaan uang yang tidak sesuai kesepakatan. Jika memang harus terjadi demikian, sebaiknya tetaplah hadapi dengan kepala dingin. Jangan sampai karena masalah uang, rumah tangga Anda harus hancur berantakan.

    Kebiasaan Buruknya Membuatku Gila

    Kebiasaan-kebiasaan buruk yang menyebalkan

    Apa kebiasaan buruk suami anda yang paling menyebalkan? Apakah cara dia makan atau kebiasaannya menggoyang-goyangkan kakinya?

    Bagaimana bisa anda menghadapi kebiasaanya yang menjengkelkan itu? Cobalah katakan yang sebenarnya, dalam kasih (Efesus 4:15). Katakan pada suami anda, dengan suara yang tenang, lebih baik lagi kalau dengan menyelipkan humor-humor, bahwa apa yang dia lakukan mengganggu anda. Mungkin dia akan melakukan sesuatu untuk merubah kebiasaannya. Biar bagaimanapun kebiasaan lama susah untuk dirubah, jadi jangan berharap sesuatu yang instan.

    Sekali suatu perilaku buruknya telah diberitahukan kepada suami anda, berikutnya anda bisa mengekspresikan perasaan anda apabila dia mengulanginya

    Sementara itu, cobalah untuk mengakui bahwa anda mungkin punya kebiasaan buruk juga. Mungkin jika kamu minta pasangan anda mengenali kebiasaan-kebiasaan kecil anda dan berusaha untuk memperbaikinya, anda tidak akan berkonsentrasi pada kebiasaan buruknya.

    Apabila pendekatan ini tidak berhasil, pertimbangkanlah untuk memakai gelang "What Woluld Jesus Do?". Gelang itu mungkin bukan aksesoris yang oke untuk koleksi perhiasan anda, tapi motonya itu baik untuk diingat, terutama pada saat-saat penuh tekanan. Saya telah berpikir untuk mencetak "What Wolud Jesus Do?" di atas kertas sticker dan menempelnya di cermin kamar mandi kami. Jadi nanti kalau aku menemukan pasta gigi di kamar mandi tidak ditutup,dan tergelatak dalam genangan gel yang lengket dan dingin, aku mungkin tidak akan kehilangan kedinginanku.

    Jangan lupa untuk berdoa untuk suami anda. Mintalah kesabaran. Bawa keluh kesah anda pada Tuhan. Percayalah Dia akan membuat segalanya lebih baik di antara anda berdua.

    Mungkin akan membantu jika anda menuliskan daftar hal-hal yang membuat anda gila. Pada saat anda memandangnya, anda akan melihat betapa kebanyakan isi dari daftar itu tidak ada artinya. Memang benar, kutu dan semut itu menyebalkan walaupun ukurannya kecil. Tapi kita harus mengembangkan perilaku baru mengenai hal kecil ini, seperti judul buku Richard Carlson Don't Sweat the Small Stuff...and It's All Small Stuff (Jangan Permasalahkan Hal-hal Kecil... dan itu semua hanya hal-hal kecil)

    Pada saat kita sudah tenang, kita bisa mulai mengembangkan rasa kasih kita pada pasangan kita, walaupun dia punya kebiasaan buruk. (Ini kedengarannya seperti sesuatu yang Yesus akan lakukan, bukan?) Caludia Arp, penulis, mengusulkan supaya kita santai saja. " Ada saat-saatnya dalam pernikahan dimana kita akan tertawa atau menangis. Dave dan aku memutuskan sebisa mungkin, kami akan memilih tertawa daripada menangis."

    Jangan Sentuh Tombol Itu

    Mari kita lihat 1 area lainnya dimana perang kendali terjadi setiap hari di antara sepasang suami istri : menonton televisi.

    Banyak pasangan memiliki selera berbeda dalam hal program TV. Solusi yang paling jelas adalah membeli televisi 1 lagi.

    Saya tidak akan merekomendasikannya untuk pengantin baru. Tapi pasangan yang telah menikah lama, terutama mereka yang selalu bersama-sama selama 24 jam, bisa menghabiskan waktu masing-masing secara terpisah selama beberapa waktu. Menonton televisi adalah salah satu area dimana kompromi jarang bekerja, adalah tidak realistis untuk menharapkan seorang penggemar sepak bola untuk menonton acara masak-memasak, atau sebaliknya.

    Pilihan Ada di Tangan Anda

    Apabila berbicara bagaimana menghadapi berbagai hal mengenai suami kita yang membuat kita gila, kita harus selalu dalam perspektif yang benar. Komentator Andy Rooney mungkin pernah mengalaminya pada saat dia menulis kata-kata berikut ini dalam sebuah daftar yang dia sebut "Apa yang telah aku pelajari":

    • Aku telah belajar ... bersikap baik lebih penting daripada berbuat benar

    • Aku telah belajar ... bahwa pada saat anda melabuhkan kepahitan, kebahagiaan akan bersandar di tempat lain

    • Aku telah belajar ... bahwa seseorang harus tetap menjaga suaranya tenang dan lembut, karena besok mungkin anda harus memakannya

    • Aku telah belajar ... bahwa saya tidak bisa memilih apa yang saya rasa, tapi saya bisa memilih apa yang saya lakukan

    Kita tidak bisa mencegah jika suami kita membuat kita senewen. Tapi kita bisa mencegah rasa marah kita. Kita bisa memilih untuk menghitung sampai sepuluh, berdoa untuk rasa sabarm atau mentertawakannya.

    Aku rasa aku pilih yang ketiga.

  • title-3216727

    Berdayakan Aparatur Berantas Korupsi

    Binsar Gultom

    Berbagai kebijakan pemerintah untuk mengatasi tindak pidana korupsi tampak begitu serius. Terbukti, pemerintah mengeluarkan berbagai peraturan (regulasi), antara lain Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Ketetapan MPR Nomor XI/MPR/ 1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, dan UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

    Kemudian, Keputusan Presiden Nomor 81 Tahun 1999 tentang Pembentukan Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN), Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2000 tentang Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TGPTPK), UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) lengkap dengan Pengadilan khusus Tindak Pidana Korupsi. Selanjutnya, Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi dan dibentuknya Tim Pemburu Koruptor dan Tim Koordinasi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Timtas Tipikor).

    Tetapi, regulasi-regulasi tersebut tidak menjadi jaminan lenyapnya korupsi di Indonesia. Korupsi sudah merajalela dan "menggurita" dalam semua aspek kehidupan. Padahal, untuk bisa memberantas korupsi serta menegakkan hukum sangat diperlukan aparatur penegak hukum yang bermoral tinggi, berani, jujur, dan ber-ilmu. Ungkapan pakar hukum Belanda, Taverne: Berikan saya hakim yang baik, jaksa yang baik, hakim komisaris yang baik, dan pejabat polisi yang baik, maka saya akan membuat undang-undang hukum acara pidana yang jelek menjadi baik" menjadi relevan dalam penegakan hukum ini.

    Kepemimpinan

    Berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya korupsi di Indonesia, antara lain, pengaruh ekonomi, lemahnya integritas moral pelaku, pengawasan lemah (atasan juga ikut korupsi), manajemen/birokrasi tertutup, situasi politik, pemerintah yang otoriter, aparat penegak hukum tidak tegas dan tidak konsekuen (karena ikut terlibat korupsi), dan peraturan yang silih-berganti sehingga menimbulkan celah-celah hukum. Kalau kondisi ini dibiarkan berlarut-larut jangan hanya bawahan yang disalahkan. Sebab keberhasilan suatu organisasi/lembaga/ instansi sangat bergantung pada kepemimpinan seseorang sebagai pemimpin. Jika pimpinan tertinggi dan pimpinan terendah punya komitmen tegas memberantas korupsi pasti anak buahnya takut melakukan penyimpangan.

    Satu-satunya harapan, masyarakat dan pemerintah sepakat memberikan kepercayaan dan kewenangan penuh kepada KPK untuk memberantas korupsi sesuai dengan UU No. 30 Tahun 2002.

    Penulis heran, mengapa polisi, jaksa, dan hakim tertarik masuk menjadi pimpinan KPK. Apakah karena pimpinannya tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk menduduki posisi strategis. Atau karena sistem birokrasi dan manajemen di KPK lebih bagus? Atau prinsip konsistensi di KPK lebih baik karena bisa leluasa menggebrak koruptor. Atau karena gaji/kesejahteraan pimpinan KPK begitu menggiurkan? Jika itu, masalahnya, mengapa pemerintah tidak tegas mengambil sikap untuk segera membangun dan menata kembali berbagai kekurangan pada lembaga/instansi yang sudah ada serta memberdayakan pejabatnya, sehingga tidak ada lagi aparatur penegak hukum yang nakal?

    Sekarang, disebut-sebut pengadilan kurang dipercayai oleh publik. Alasannya macam-macam. Padahal, aktor intelektualnya tidak hanya terbatas pada pejabat peradilan, tetapi semua lembaga pemerintahan (eksekutif, legislatif, dan komisi-komisi negara), dan pihak swasta.

    Kita tidak bisa memungkiri bahwa bisa saja seseorang itu sekarang sifatnya baik, tetapi dalam keadaan tertentu (circumstances) sifat baik tadi berubah drastis menjadi jahat, karena peluang untuk itu cukup tinggi. Jika itu masalahnya, mengapa pemerintah harus terburu-buru mengembangkan atau membentuk berbagai lembaga komisi negara, berbagai pengadilan khusus? Belum tentu lembaga itu "steril" dari aroma korupsi, kolusi dan nepotisme. Seolah-olah hakim karier yang ada selama ini dianggap tak mampu menangani kasus Tipikor. Padahal, hakim itu selalu siap menangani setiap perkara, hanya karena kesempatan itu tidak diberikan kepadanya.

    Para hakim karier secara diam-diam telah belajar meningkatkan kemampuannya untuk bersaing secara sehat dengan dunia luar. Sekarang sudah banyak hakim karier yang berpendidikan strata dua dan tiga. Bahkan telah ratusan hakim karier memperoleh tambahan pendidikan khusus dari Mahkamah Agung untuk persiapan menangani kasus korupsi jika sewaktu-waktu kasus korupsi masuk ke peradilan umum.

    Seharusnya mereka ini diberdayakan dan diefektifkan untuk menangani kasus yang dilimpahkan ke pengadilan. Percuma gaji hakim akan dinaikkan pemerintah jika hakim karier yang berprestasi itu tidak diberdayakan.

    Bukankah dengan membentuk berbagai lembaga baru akan membuang dana negara secara berlipat ganda alias "lebih besar pasak dari pada tiang". Artinya, uang yang diperoleh dari koruptor jauh lebih sedikit daripada pengeluaran untuk pembentukan UU, prasarana/sarana, gaji pejabat lembaga-lembaga komisi negara dan para hakim adhoc, sementara lembaga/instansi dan pejabat yang sudah ada tetap berjalan terseok-seok tanpa perbaikan secara signifikan. Rencana kenaikan gaji/kesejahteraan hakim, seperti yang diusulkan oleh pimpinan MA sebesar 100 persen, telah ditanggapi publik secara sumir agar yang disetujui pemerintah hanya 50 persen atau ditunda saja.

    Jaminan Lebih Baik

    Kalau begitu, adakah jaminan masyarakat akan lebih baik dan lebih makmur jika lembaga baru terus dibentuk dan dikembangkan oleh pemerintah, seperti, berbagai komisi termasuk pengadilan khusus, antara lain, Pengadilan Adhoc HAM, Adhoc Niaga, Adhoc Tipikor, Adhoc Hubungan Industrial, Adhoc Perikanan serta akan menyusul Adhoc Lingkungan? Semuanya itu akan menambah pengeluaran uang negara. Sementara itu peradilan umum dianggap tidak popular lagi, namun gaji/kesejahteraan pejabatnya kabarnya akan dinaikkan.

    Jika pemerintah tidak segera membatasi diri dalam mengembangkan peradilan khusus mungkin di kemudian hari akan muncul lagi Pengadilan Adhoc Profesi Hakim, profesi dosen, profesi pengacara, profesi dokter, dan profesi notaris. Mungkin nanti semua instansi pemerintah dan swasta akan memiliki peradilan tersendiri, yang ujung-ujungnya tetap berpulang pada integritas moral orang yang bertugas pada instansi terkait.

    Untuk mencari sosok pejabat yang berintegritas tinggi tidaklah mudah. Diperlukan rekam jejak di mana seseorang itu bertugas selama bertahun-tahun. Tetapi, harus diingat integritas tinggi tadi bisa saja luntur jika pengawasan lemah. Terlebih jika gaji/kesejahteraan di bawah standar gaji para komisi. Suksesnya suatu lembaga/instansi/ organisasi sangat bergantung pada kharisma, wibawa, ketegasan, konsistensi, dan leadership. Jika sese- orang cakap memimpin maka anak buahnya akan taat dan tunduk pada atasan tersebut.

    Penulis adalah mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara, Medan

    How Much We Need God?

    - Jawaban.com -

    Kehadiran Yesus di tengah dunia ini selalu menjadi kontroversi dan membawa argumentasi. Orang-orang yang tidak mengerti hukum Taurat memanggil nama-Nya tapi orang-orang yang mempelajari hukum Taurat justru menghujatnya. Itulah yang terjadi dengan Nikodemus, ia datang kepada Yesus karena kontroversi itu.

    Dalam kehidupan manusia saat ini, saya melihat banyak orang yang tidak mencari Tuhan tapi hanya memakai Tuhan untuk sekedar memenuhi kebutuhannya. Manusia biasanya melawan dan memberontak terhadap Tuhan. Satu hal yang harus saudara sadari, kita tidak tahu bagaimana menyelamatkan diri kita sendiri tapi kita bisa menghancurkannya!! Hanya Yesus yang bisa menyelamatkan hidup kita dari kehancuran.

    Setiap kita pasti berkata kalau kita membutuhkan Tuhan tapi sebenarnya kita tidak menyadari seberapa besar kita membutuhkan Tuhan. Itulah sebabnya kita selalu membutuhkan waktu khusus untuk berdoa terutama kalau kita mempunyai kebutuhan atau keinginan khusus yang kita inginkan untuk Tuhan jawab.
    Ibrani 11:6
    Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

    Dari ayat di atas kita bisa mengerti kalau kita membutuhkan iman untuk menyadari kebutuhan kita akan Tuhan. Tanpa iman, kita tidak akan pernah tahu seberapa besar kita membutuhkan Tuhan.
    Filipi 4:13
    Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

    Melalui ayat ini, Paulus menekankan bahwa setiap kita dapat melakukan segala perkara. Menurut Paulus, di dalam Kristuslah kita seharusnya hidup, bergerak dan memiliki segala keberadaan kita. Kalau kita sungguh-sungguh menyadari seberapa besar kita membutuhkan Tuhan, maka yang seharusnya kita lakukan hanyalah mulai untuk meminta. Karena di dalam Kristus kita memiliki segala akses untuk segala sesuatu dengan hidup di dalam Dia.

    Alkitab memberikan salah satu teladan yang luar biasa bagi setiap kita yaitu Daniel. Semenjak awal Daniel menyadari betapa besarnya dia membutuhkan Tuhan untuk melakukan segala sesuatu. Konsekuensi yang harus Daniel tanggung akibat kesetiaan dan ketekunannya adalah sesuatu yang patut kita contoh.

    Kalau kita menyadari seberapa besar kita membutuhkan Tuhan, maka kita tidak akan memerlukan waktu khusus untuk datang kepada Tuhan, apalagi untuk meminta segala kebutuhan kita. Karena kita akan benar-benar menyadari di setiap saat dalam kehidupan kita, kita membutuhkan Tuhan untuk dapat melakukan segala sesuatu.

    Terobosan di dalam doa membawa terobosan di dalam iman. Terobosan di dalam iman, akan membawa terobosan bersama dengan Tuhan. Jadi dengan berdoa secara konsisten akan menghasilkan iman di dalam Tuhan. Inilah yang menjadi rahasia hidup Daniel, konsistensi doanya.
    Yohanes 5:14
    Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."

    Ayat ini dengan jelas mengatakan, "Lihat, engkau telah sembuh. Jangan berbuat dosa lagi." Hal ini menunjukkan dengan jelas ketika kita dalam keadaan sakit, kita tetap membutuhkan Yesus setelah kita sembuh. Bahkan lebih daripada itu bahwa kita sebenarnya lebih membutuhkan Yesus ketika kita sehat daripada waktu kita sakit.

    Pada waktu sakit, kita merasa lebih teraniaya daripada waktu kita sehat. Pada waktu miskin, kita merasa lebih teraniaya daripada waktu kita diberkati. Keterbatasan roh kita membuat kita percaya kalau kita membutuhkan Yesus hanya jika kita sakit atau butuh berkat. Padahal lebih daripada itu!! Yesus lebih memperdulikan ketetapan akan masa depan kita daripada kondisi kita saat ini. Kita butuh Yesus lebih lagi setelah disembuhkan. We need Thee every hour!!
    Markus 10:29-30
    Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.

    Ayat ini menjelaskan bahwa kesembuhan dan berkat adalah bagian dari aniaya dan kebencian. Jadi sewaktu kita sembuh dan sehat, itupun merupakan bagian dari aniaya. That's why we need God more!! Jika kita sungguh-sungguh menikmati berkat yang dari Tuhan, maka kita harus menggunakan word of God sebagai standard hidup kita.

    Pengampunan akan membuka jalan untuk kesembuhan. Jika kita meminta kesembuhan tanpa mengampuni atau meminta pengampunan, maka kondisi kita tidak akan berubah. Doa kita tidak akan dijawab. Karena Alkitab telah menuliskannya dengan jelas mengenai hal ini. Tuhan telah menanti kita dengan janji-Nya untuk memulihkan, melepaskan, membebaskan dan menyelamatkan kita. Datanglah dengan kerendahan hati dan dengan hati yang hancur.

    So, how much we need God?

    Berpikir Bijaksana
    2007-09-21
    - Jawaban.com -

    Yakobus 1:5
    Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya.

    Seorang pemburu pergi ke hutan membawa busur dan tombak. Di balik pohon dia menunggu sasarannya sambil berkhayal pulang membawa seekor rusa. Tak lama menunggu, seekor kelelawar besar yang kesiangan hinggap di pohon di depan si pemburu, namun ia mengabaikannya. Tidak lama, seekor babi lewat dan berhenti di sampingnya. Pemburu itu menggerutu berharap babi itu segera pergi.

    Setelah agak lama pemburu menunggu, tiba-tiba terdengar langkah kaki binatang. Ia mulai siaga, tapi ternyata... hanya seekor kijang. Iapun membiarkannya lewat. Baru setelah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu sempat berhenti di depan pemburu, tapi sang pemburu sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak, "Rusa!" sehingga rusapun kaget dan lari sebelum ia menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.

    Banyak orang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh yang diinginkannya. Tawaran dan kesempatan-kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu berharga. Tidak jarang orang-orang seperti itu akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.

    Berpikir sederhana, bukan berarti tanpa logika yang sehat. Tapi ingatlah bahwa Tuhan mengajarkan kita setia pada perkara-perkara kecil lebih dulu sebelum dipercayakan perkara yang besar. Dengan penuh hikmat, marilah kita belajar berpikir bijak sebelum mengambil keputusan.

    Orang bijak dapat melihat sesuatu yang berharga dalam setiap kesempatan yang ada.

    Melibatkan Tuhan Dalam Perencanaan
    2007-09-10
    - Jawaban.com -

    Yakobus 4:15
    Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."

    Begitu banyak rencana-rencana yang kita susun setiap hari. Seringkali kita menganggap bahwa hidup kita adalah milik kita sendiri, jadi apapun yang kita lakukan itu terserah kita. Kita lupa kalau kita ada di dunia ini, itu semua karena Tuhan punya rencana. Mengapa kita tidak bertanya terlebih dahulu kepada-Nya untuk setiap rencana-rencana yang kita susun? Ayo! Bicarakan dulu dengan Tuhan! Jalin hubungan yang akrab dengan-Nya. Langkah-langkah berikut ini akan menolong kita untuk menjalin hubungan yang akr

  • Berdayakan Aparatur Berantas Korupsi

    Berdayakan Aparatur Berantas Korupsi

    Binsar Gultom

    Berbagai kebijakan pemerintah untuk mengatasi tindak pidana korupsi tampak begitu serius. Terbukti, pemerintah mengeluarkan berbagai peraturan (regulasi), antara lain Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Ketetapan MPR Nomor XI/MPR/ 1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, dan UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

    Kemudian, Keputusan Presiden Nomor 81 Tahun 1999 tentang Pembentukan Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN), Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2000 tentang Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TGPTPK), UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) lengkap dengan Pengadilan khusus Tindak Pidana Korupsi. Selanjutnya, Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi dan dibentuknya Tim Pemburu Koruptor dan Tim Koordinasi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Timtas Tipikor).

    Tetapi, regulasi-regulasi tersebut tidak menjadi jaminan lenyapnya korupsi di Indonesia. Korupsi sudah merajalela dan "menggurita" dalam semua aspek kehidupan. Padahal, untuk bisa memberantas korupsi serta menegakkan hukum sangat diperlukan aparatur penegak hukum yang bermoral tinggi, berani, jujur, dan ber-ilmu. Ungkapan pakar hukum Belanda, Taverne: Berikan saya hakim yang baik, jaksa yang baik, hakim komisaris yang baik, dan pejabat polisi yang baik, maka saya akan membuat undang-undang hukum acara pidana yang jelek menjadi baik" menjadi relevan dalam penegakan hukum ini.

    Kepemimpinan

    Berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya korupsi di Indonesia, antara lain, pengaruh ekonomi, lemahnya integritas moral pelaku, pengawasan lemah (atasan juga ikut korupsi), manajemen/birokrasi tertutup, situasi politik, pemerintah yang otoriter, aparat penegak hukum tidak tegas dan tidak konsekuen (karena ikut terlibat korupsi), dan peraturan yang silih-berganti sehingga menimbulkan celah-celah hukum. Kalau kondisi ini dibiarkan berlarut-larut jangan hanya bawahan yang disalahkan. Sebab keberhasilan suatu organisasi/lembaga/ instansi sangat bergantung pada kepemimpinan seseorang sebagai pemimpin. Jika pimpinan tertinggi dan pimpinan terendah punya komitmen tegas memberantas korupsi pasti anak buahnya takut melakukan penyimpangan.

    Satu-satunya harapan, masyarakat dan pemerintah sepakat memberikan kepercayaan dan kewenangan penuh kepada KPK untuk memberantas korupsi sesuai dengan UU No. 30 Tahun 2002.

    Penulis heran, mengapa polisi, jaksa, dan hakim tertarik masuk menjadi pimpinan KPK. Apakah karena pimpinannya tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk menduduki posisi strategis. Atau karena sistem birokrasi dan manajemen di KPK lebih bagus? Atau prinsip konsistensi di KPK lebih baik karena bisa leluasa menggebrak koruptor. Atau karena gaji/kesejahteraan pimpinan KPK begitu menggiurkan? Jika itu, masalahnya, mengapa pemerintah tidak tegas mengambil sikap untuk segera membangun dan menata kembali berbagai kekurangan pada lembaga/instansi yang sudah ada serta memberdayakan pejabatnya, sehingga tidak ada lagi aparatur penegak hukum yang nakal?

    Sekarang, disebut-sebut pengadilan kurang dipercayai oleh publik. Alasannya macam-macam. Padahal, aktor intelektualnya tidak hanya terbatas pada pejabat peradilan, tetapi semua lembaga pemerintahan (eksekutif, legislatif, dan komisi-komisi negara), dan pihak swasta.

    Kita tidak bisa memungkiri bahwa bisa saja seseorang itu sekarang sifatnya baik, tetapi dalam keadaan tertentu (circumstances) sifat baik tadi berubah drastis menjadi jahat, karena peluang untuk itu cukup tinggi. Jika itu masalahnya, mengapa pemerintah harus terburu-buru mengembangkan atau membentuk berbagai lembaga komisi negara, berbagai pengadilan khusus? Belum tentu lembaga itu "steril" dari aroma korupsi, kolusi dan nepotisme. Seolah-olah hakim karier yang ada selama ini dianggap tak mampu menangani kasus Tipikor. Padahal, hakim itu selalu siap menangani setiap perkara, hanya karena kesempatan itu tidak diberikan kepadanya.

    Para hakim karier secara diam-diam telah belajar meningkatkan kemampuannya untuk bersaing secara sehat dengan dunia luar. Sekarang sudah banyak hakim karier yang berpendidikan strata dua dan tiga. Bahkan telah ratusan hakim karier memperoleh tambahan pendidikan khusus dari Mahkamah Agung untuk persiapan menangani kasus korupsi jika sewaktu-waktu kasus korupsi masuk ke peradilan umum.

    Seharusnya mereka ini diberdayakan dan diefektifkan untuk menangani kasus yang dilimpahkan ke pengadilan. Percuma gaji hakim akan dinaikkan pemerintah jika hakim karier yang berprestasi itu tidak diberdayakan.

    Bukankah dengan membentuk berbagai lembaga baru akan membuang dana negara secara berlipat ganda alias "lebih besar pasak dari pada tiang". Artinya, uang yang diperoleh dari koruptor jauh lebih sedikit daripada pengeluaran untuk pembentukan UU, prasarana/sarana, gaji pejabat lembaga-lembaga komisi negara dan para hakim adhoc, sementara lembaga/instansi dan pejabat yang sudah ada tetap berjalan terseok-seok tanpa perbaikan secara signifikan. Rencana kenaikan gaji/kesejahteraan hakim, seperti yang diusulkan oleh pimpinan MA sebesar 100 persen, telah ditanggapi publik secara sumir agar yang disetujui pemerintah hanya 50 persen atau ditunda saja.

    Jaminan Lebih Baik

    Kalau begitu, adakah jaminan masyarakat akan lebih baik dan lebih makmur jika lembaga baru terus dibentuk dan dikembangkan oleh pemerintah, seperti, berbagai komisi termasuk pengadilan khusus, antara lain, Pengadilan Adhoc HAM, Adhoc Niaga, Adhoc Tipikor, Adhoc Hubungan Industrial, Adhoc Perikanan serta akan menyusul Adhoc Lingkungan? Semuanya itu akan menambah pengeluaran uang negara. Sementara itu peradilan umum dianggap tidak popular lagi, namun gaji/kesejahteraan pejabatnya kabarnya akan dinaikkan.

    Jika pemerintah tidak segera membatasi diri dalam mengembangkan peradilan khusus mungkin di kemudian hari akan muncul lagi Pengadilan Adhoc Profesi Hakim, profesi dosen, profesi pengacara, profesi dokter, dan profesi notaris. Mungkin nanti semua instansi pemerintah dan swasta akan memiliki peradilan tersendiri, yang ujung-ujungnya tetap berpulang pada integritas moral orang yang bertugas pada instansi terkait.

    Untuk mencari sosok pejabat yang berintegritas tinggi tidaklah mudah. Diperlukan rekam jejak di mana seseorang itu bertugas selama bertahun-tahun. Tetapi, harus diingat integritas tinggi tadi bisa saja luntur jika pengawasan lemah. Terlebih jika gaji/kesejahteraan di bawah standar gaji para komisi. Suksesnya suatu lembaga/instansi/ organisasi sangat bergantung pada kharisma, wibawa, ketegasan, konsistensi, dan leadership. Jika sese- orang cakap memimpin maka anak buahnya akan taat dan tunduk pada atasan tersebut.

    Penulis adalah mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara, Medan

    How Much We Need God?

    - Jawaban.com -

    Kehadiran Yesus di tengah dunia ini selalu menjadi kontroversi dan membawa argumentasi. Orang-orang yang tidak mengerti hukum Taurat memanggil nama-Nya tapi orang-orang yang mempelajari hukum Taurat justru menghujatnya. Itulah yang terjadi dengan Nikodemus, ia datang kepada Yesus karena kontroversi itu.

    Dalam kehidupan manusia saat ini, saya melihat banyak orang yang tidak mencari Tuhan tapi hanya memakai Tuhan untuk sekedar memenuhi kebutuhannya. Manusia biasanya melawan dan memberontak terhadap Tuhan. Satu hal yang harus saudara sadari, kita tidak tahu bagaimana menyelamatkan diri kita sendiri tapi kita bisa menghancurkannya!! Hanya Yesus yang bisa menyelamatkan hidup kita dari kehancuran.

    Setiap kita pasti berkata kalau kita membutuhkan Tuhan tapi sebenarnya kita tidak menyadari seberapa besar kita membutuhkan Tuhan. Itulah sebabnya kita selalu membutuhkan waktu khusus untuk berdoa terutama kalau kita mempunyai kebutuhan atau keinginan khusus yang kita inginkan untuk Tuhan jawab.
    Ibrani 11:6
    Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

    Dari ayat di atas kita bisa mengerti kalau kita membutuhkan iman untuk menyadari kebutuhan kita akan Tuhan. Tanpa iman, kita tidak akan pernah tahu seberapa besar kita membutuhkan Tuhan.
    Filipi 4:13
    Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

    Melalui ayat ini, Paulus menekankan bahwa setiap kita dapat melakukan segala perkara. Menurut Paulus, di dalam Kristuslah kita seharusnya hidup, bergerak dan memiliki segala keberadaan kita. Kalau kita sungguh-sungguh menyadari seberapa besar kita membutuhkan Tuhan, maka yang seharusnya kita lakukan hanyalah mulai untuk meminta. Karena di dalam Kristus kita memiliki segala akses untuk segala sesuatu dengan hidup di dalam Dia.

    Alkitab memberikan salah satu teladan yang luar biasa bagi setiap kita yaitu Daniel. Semenjak awal Daniel menyadari betapa besarnya dia membutuhkan Tuhan untuk melakukan segala sesuatu. Konsekuensi yang harus Daniel tanggung akibat kesetiaan dan ketekunannya adalah sesuatu yang patut kita contoh.

    Kalau kita menyadari seberapa besar kita membutuhkan Tuhan, maka kita tidak akan memerlukan waktu khusus untuk datang kepada Tuhan, apalagi untuk meminta segala kebutuhan kita. Karena kita akan benar-benar menyadari di setiap saat dalam kehidupan kita, kita membutuhkan Tuhan untuk dapat melakukan segala sesuatu.

    Terobosan di dalam doa membawa terobosan di dalam iman. Terobosan di dalam iman, akan membawa terobosan bersama dengan Tuhan. Jadi dengan berdoa secara konsisten akan menghasilkan iman di dalam Tuhan. Inilah yang menjadi rahasia hidup Daniel, konsistensi doanya.
    Yohanes 5:14
    Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."

    Ayat ini dengan jelas mengatakan, "Lihat, engkau telah sembuh. Jangan berbuat dosa lagi." Hal ini menunjukkan dengan jelas ketika kita dalam keadaan sakit, kita tetap membutuhkan Yesus setelah kita sembuh. Bahkan lebih daripada itu bahwa kita sebenarnya lebih membutuhkan Yesus ketika kita sehat daripada waktu kita sakit.

    Pada waktu sakit, kita merasa lebih teraniaya daripada waktu kita sehat. Pada waktu miskin, kita merasa lebih teraniaya daripada waktu kita diberkati. Keterbatasan roh kita membuat kita percaya kalau kita membutuhkan Yesus hanya jika kita sakit atau butuh berkat. Padahal lebih daripada itu!! Yesus lebih memperdulikan ketetapan akan masa depan kita daripada kondisi kita saat ini. Kita butuh Yesus lebih lagi setelah disembuhkan. We need Thee every hour!!
    Markus 10:29-30
    Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.

    Ayat ini menjelaskan bahwa kesembuhan dan berkat adalah bagian dari aniaya dan kebencian. Jadi sewaktu kita sembuh dan sehat, itupun merupakan bagian dari aniaya. That's why we need God more!! Jika kita sungguh-sungguh menikmati berkat yang dari Tuhan, maka kita harus menggunakan word of God sebagai standard hidup kita.

    Pengampunan akan membuka jalan untuk kesembuhan. Jika kita meminta kesembuhan tanpa mengampuni atau meminta pengampunan, maka kondisi kita tidak akan berubah. Doa kita tidak akan dijawab. Karena Alkitab telah menuliskannya dengan jelas mengenai hal ini. Tuhan telah menanti kita dengan janji-Nya untuk memulihkan, melepaskan, membebaskan dan menyelamatkan kita. Datanglah dengan kerendahan hati dan dengan hati yang hancur.

    So, how much we need God?

    Berpikir Bijaksana
    2007-09-21
    - Jawaban.com -

    Yakobus 1:5
    Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya.

    Seorang pemburu pergi ke hutan membawa busur dan tombak. Di balik pohon dia menunggu sasarannya sambil berkhayal pulang membawa seekor rusa. Tak lama menunggu, seekor kelelawar besar yang kesiangan hinggap di pohon di depan si pemburu, namun ia mengabaikannya. Tidak lama, seekor babi lewat dan berhenti di sampingnya. Pemburu itu menggerutu berharap babi itu segera pergi.

    Setelah agak lama pemburu menunggu, tiba-tiba terdengar langkah kaki binatang. Ia mulai siaga, tapi ternyata... hanya seekor kijang. Iapun membiarkannya lewat. Baru setelah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu sempat berhenti di depan pemburu, tapi sang pemburu sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak, "Rusa!" sehingga rusapun kaget dan lari sebelum ia menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.

    Banyak orang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh yang diinginkannya. Tawaran dan kesempatan-kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu berharga. Tidak jarang orang-orang seperti itu akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.

    Berpikir sederhana, bukan berarti tanpa logika yang sehat. Tapi ingatlah bahwa Tuhan mengajarkan kita setia pada perkara-perkara kecil lebih dulu sebelum dipercayakan perkara yang besar. Dengan penuh hikmat, marilah kita belajar berpikir bijak sebelum mengambil keputusan.

    Orang bijak dapat melihat sesuatu yang berharga dalam setiap kesempatan yang ada.

    Melibatkan Tuhan Dalam Perencanaan
    2007-09-10
    - Jawaban.com -

    Yakobus 4:15
    Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."

    Begitu banyak rencana-rencana yang kita susun setiap hari. Seringkali kita menganggap bahwa hidup kita adalah milik kita sendiri, jadi apapun yang kita lakukan itu terserah kita. Kita lupa kalau kita ada di dunia ini, itu semua karena Tuhan punya rencana. Mengapa kita tidak bertanya terlebih dahulu kepada-Nya untuk setiap rencana-rencana yang kita susun? Ayo! Bicarakan dulu dengan Tuhan! Jalin hubungan yang akrab dengan-Nya. Langkah-langkah berikut ini akan menolong kita untuk menjalin hubungan yang akrab dengan Dia.

    1. Awali setiap hari kehidupan kita dengan ucapan syukur! Banyak alasan untuk kita bersyukur. Di pagi hari ketika bangun dan menghirup udara yang segar, ingatlah bahwa oksigen itu milik Dia! Bersyukurlah untuk itu. Dan masih banyak hal lain yang menjadi alasan untuk terus bersyukur kepada-Nya.
    2. Berbicaralah kepada Tuhan! Doa adalah alat komunikasi kita dengan Tuhan. Katakan semua rencana-rencana kita kepada-Nya!
    3. Belajar peka mendengar suara Tuhan! Dia sudah mengungkapkan semua isi hati-Nya. Firman-Nya (Alkitab) merupakan buku manual kita dalam menjalani hidup ini. Baca dan pakai itu! Jangan biarkan berdebu di rak buku!

    Jangan membuat perencanaan-perencanaan sendiri tanpa bertanya terlebih dahulu kepada Dia yang mempunyai kehidupan kita. Ia tahu yang terbaik. Doakan jadwal kegiatan anda sepanjang hari.

    Libatkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan anda, dan lihatlah keberhasilan akan menjadi milik anda!

  • Pengungsi Kelud 'Disusupi' Pengungsi Asal Aceh

    Pengungsi Kelud 'Disusupi' Pengungsi Asal Aceh
    Gendut Anto - DetikSurabaya

    Blitar - Posko pengungsi Gunung Kelud di Perkebunan Nyunyur Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar ternyata terdapat warga yang eksodus dari Aceh sebanyak 39 KK atau 88 jiwa. Mereka yang terdiri lansia, dewasa dan anak-anak cukup menikmati selama tinggal di posko pengungsian berkapasitas 2.500 jiwa tersebut.

    "Remen, Mas. Wong nten ngriki nggih diopeni. Nek enten ndusun saben dinten pados pangan rekaos .(Suka, Mas. Wong disini juga diperhatikan. Kalau di dusun cari makan susah - red)," kata Mbok Gimah (70) salah satu pengungsi kepada detiksurabaya. com di lokasi pengungsian, Kamis (25/10/2007) malam.

    Keceriaan puluhan pengungsi tersebut semakin lengkap ketika mereka Kamis malam dikunjungi rombongan Bupati Blitar Herry Nugroho dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar. Apalagi kedatangan rombongan pejabat tersebut disertai dengan janji-janji dan pemberian bantuan.

    "Tolong di sini dilengkapi teve, Pak. Agar bisa menjadi hiburan kami dan anak-anak," pinta tokoh masyarakat pengungsi Aceh, Rahmat Sutrisno (50) kepada Bupati. Mendengar permintaan tersebut, Herry Nugroho langsung menyanggupi dan menjanjikan akan mengirimnya segera.

    Puluhan pengungsi Kelud eks pengungsi Aceh tersebut, telah menghuni barak pengngsian Perkebunan Nyunyur Gandusari sejak tiga hari yang lalu. Sebelumnya, mereka selama ini tinggal di Dusun Kalikebo Desa Slumbung Kecamatan Gandusari, yang hanya berjarak sekitar 6 Km dari puncak Kelud.

    Rahmat Sutrisno, yang pernah menjadi Kepala Desa di Aceh menuturkan, mereka adalah warga Blitar yang sebelumnya transmigrasi ke Aceh selama 12 tahun. Tapi terpaksa pulang sejak pecah perang saudara di Aceh karena aksi separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sejak tiga tahun lalu.

    Tanpa harta benda mereka kembali ke Blitar dan terpaksa tinggal di kawasan minus di Dusun Kalikebo. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga hanya bisa mengandalkan dari hasil bertani di atas lahan hibah milik Pemkab Blitar. (gik/gik)

    Three questioned over Ambon LPG cylinder explosion

    Ambon, Maluku (ANTARA News) - Police are questioning three people in connection with a liquefied petroleum gas (LPG) cylinder explosion at a bread factory here on Thursday that left one person dead and five others injured.

    Those questioned were the husband of the dead victim, an employee of the bread factory and a neighbor, Chief of the Ambon Police Resort Adjunct Chief Commissioner Trilulu Rahardo said.

    "We are still investigating the accident by interrogating the three people so we have not yet named any suspect in the accident that left two employees of the bread factory, identified as Yadi (20) and Juleha (23) seriously injured. The two are receiving intensive medical treatment at Alfatah Hospital in Ambon," he said.

    Lagu Indonesia Raya Ciptaan Belanda dibajak Pemerintah RI !!!

    Konon lagu Indonesia Raya itu diciptakan oleh komponis Belanda yang
    kemudian dijadikan lagu kebangsaan Indonesia. Lalu kenapa kita harus
    menuduh pemerintah Malaysia membajak lagu2 Indonesia tanpa bukti sama
    sekali??? Padahal Malaysia itu sama bahasanya dengan bahasa
    Indonesia, artinya enggak mungkin kita bisa menuduh lagu2 yang
    berbahasa Indonesia itu bukan milik Malaysia. Justru sebaliknya,
    orang Belanda itu khan beda sama sekali bahasanya, tapi lagu2nya bisa
    dibajak resmi oleh pemerintah Indonesia yang mengubahnya kedalam
    bahasa Indonesia. Bahkan agar dianggap bahwa lagu Indonesia Raya itu
    milik Indonesia, maka si komponis Belanda itupun namanya diganti
    dengan nama Indonesia dan dianggap sebagai orang Indonesia meskipun
    dianya mati dan dikuburnya dinegeri Belanda. Memalukan sekali
    bukan??

    Tapi pemerintah Belanda tidak menuntutnya karena hal ini bisa
    dijadikan bukti bahwa kemerdekaan RI indonesia memang pemberian
    Belanda bukan merupakan revolusi ala Sukarno atau ala Suharto.

    Mungkin dimasa depan lagu Indonesia Raya ini akan jadi sasaran jihad
    Islam untuk diubah menjadi lagu2 yang islami yang berbahasa Arab.

    Ny. Muslim binti Muskitawati.

    Apakah Saya Menarik?

    - Jawaban.com -

    Ini adalah pertanyaan yang sering muncul bagi kita. Sejak kecil kita menanyakan hal ini.
    Apakah saya adalah orang yang disukai ?
    Apakah saya selalu dikelilingi oleh orang yang berbeda di setiap waktu dan tempat dan mereka nyaman di dekat saya?
    Apakah saya tetap memiliki teman yang sama dalam waktu yang lama?

    Kalau pertanyaan di atas jawabannya TIDAK, maka Anda termasuk orang-orang yang sulit untuk bersosialisasi.

    Tidak dapat dipungkiri bahwa karakteristik yang paling diperlukan untuk sukses di segala bidang adalah kemampuan untuk bersosialisasi dengan orang lain. Hal ini diucapkan dan dibuktikan oleh para direktur utama perusahaan yang sukses, pedagang ulung, para guru dan orang tua karena mereka menyadari bahwa kehidupan bermula dari adanya interaksi dengan orang lain.

    Kemampuan untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang baik merupakan faktor utama yang tidak ternilai harganya, dan itu akan menentukan sukses atau gagalnya seseorang. Dan hal ini terjadi juga dalam hal rohani. Seseorang yang tidak mampu menarik orang lain, mustahil untuk bisa menarik orang-orang kepada Tuhan. Bagaimana mungkin mereka akan suka sama Tuhan kita sementara mereka sendiri tidak menyukai kita?

    Kebenarannya adalah seseorang yang telah menjadi pengikut Kristus akan mengalami perubahan dalam kehidupannya, sehingga mereka menjadi orang-orang yang disukai orang lain.
    Kisah Para Rasul 2:47
    ... Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

    Tuhan Yesus juga adalah contoh seorang pribadi yang disukai.
    Lukas 2:52
    Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

    Rahasia agar Anda dapat diterima dalam pergaulan, baik di rumah, sekolah, kampus, kantor dan lingkungan adalah memiliki kepribadian yang menarik. Coba saja Anda perhatikan, hanya mereka yang berkepribadian menariklah yang memiliki banyak teman dan sahabat. Orang-orang dengan kepribadian yang baik selalu dikelilingi oleh orang-orang yang peduli padanya.

    Memang kepribadian merupakan watak dasar atau karakter seseorang yang sudah terbentuk dalam dirinya. Karena itu kepribadian setiap orang jelas tidak sama. Namun bukan berarti kepribadian yang buruk tidak bisa dirubah. Jika selama ini kepribadian Anda dinilai kurang baik, tidak ada salahnya Anda mulai merubahnya dari sekarang. Toh memperbaiki kepribadian bukanlah sesuatu yang merugikan. Justru sebaliknya, merubah hal menjadi baik adalah suatu jalan menuju kebenaran.

    Nah, Anda tentu ingin menjadi pribadi yang disukai orang. Apalagi Anda juga rindu agar hidup Anda dapat menarik banyak orang datang kepada Tuhan Yesus. Amin!!! Karena itu ubahlah diri Anda dulu menjadi menjadi pribadi yang menarik.

    BAGAIMANA MEMILIKI KEPRIBADIAN YANG MENARIK?

    1. Menjadi orang yang lebih positif.
    Filipi 4:8
    Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

    Tuhan ingin kita menaruh sebanyak mungkin pikiran positif dalam pikiran kita. Seringkali pikiran positif bertentangan dengan keadaan. Tetapi tetaplah putuskan untuk berpikir dan memperkatakan hal-hal positif!

    Setiap hari kita mendengar dan membaca berita yang negatif: pembunuhan, perampokan, penipuan, pelecehan dll. Itu semua membuat banyak orang semakin stress/depresi dan berpikir negatif dalam hidup. Hal ini mengakibatkan semua orang bagaikan tinggal di padang gurun yang tandus dan merindukan kesegaran air. Berita positif adalah oase di tengah kekeringan dan kepanasan.
    Amsal 25:25
    Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh.

    Injil adalah kabar baik. Memiliki Injil dalam hidup artinya memiliki sumber positif dalam hidup. Semakin kita hidup sesuai Injil, semakin positif hidup kita, semakin menarik hidup kita.

    2. Memiliki SESUATU YANG PASTI menarik orang lain.
    Matius 4:23-25
    23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. 24 Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka. 25 Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan.

    Tuhan Yesus didatangi oleh banyak orang. Pasti ada satu hal yang menarik mereka datang. Tuhan Yesus memiliki sesuatu yang mereka butuhkan! Demikianlah untuk membuat orang semakin tertarik kepada kita, maka kita harus memiliki sesuatu yang mereka butuhkan! Misalnya bakat, talenta, uang atau karakter.

    Orang-orang yang punya bakat atau talenta yang spesial seringkali dikelilingi dan menarik banyak orang. Orang-orang yang punya banyak uang pun sama, mereka dikelilingi oleh banyak orang.

    Tetapi bakat/talenta serta uang, bukanlah sesuatu ‘yang pasti', semua bisa berubah. Seorang penyanyi bisa kehilangan suaranya dan ia tidak akan disukai lagi pada masa tuanya. Orang kaya bisa jatuh miskin dan orang-orang yang dahulu selalu bersamanya biasanya akan menghindar.

    Pernahkah Anda bertemu dengan orang yang punya banyak talenta/bakat serta uang tetapi sombong, judes, egois serta licik? Mungkin awalnya orang suka dekat dengan dia tetapi kemudian akhirnya menjauh.

    Jadi apa yang pasti? Karakter. Karakter yang baik pasti menarik orang untuk dekat kita. Karakter yang baik juga akan menarik Tuhan dekat dengan kita. Bukankah Tuhan adalah sumber bakat/talenta? IA pasti memberikan bakat/talenta itu kepada orang yang punya karakter.

    Orang dengan karakter yang baik adalah orang yang rendah hati. Sikap rendah hati ini akan menarik Tuhan bekerja dalam hidupnya. Ia rendah tetapi Tuhan ditinggikan dalam hidupnya.
    Yohanes 12:32
    Dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku."

    3. Membuat orang lain SENANG

    Hal terakhir yang membuat kita menjadi pribadi yang menarik adalah buatlah orang lain senang dengan tindakan kita.
    Kisah 10:38
    Yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.

    Tuhan Yesus berkeliling untuk berbuat baik. Belajarlah memberkati orang lain dengan hidup kita.

  • title-3216656

    Pengungsi Kelud 'Disusupi' Pengungsi Asal Aceh
    Gendut Anto - DetikSurabaya

    Blitar - Posko pengungsi Gunung Kelud di Perkebunan Nyunyur Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar ternyata terdapat warga yang eksodus dari Aceh sebanyak 39 KK atau 88 jiwa. Mereka yang terdiri lansia, dewasa dan anak-anak cukup menikmati selama tinggal di posko pengungsian berkapasitas 2.500 jiwa tersebut.

    "Remen, Mas. Wong nten ngriki nggih diopeni. Nek enten ndusun saben dinten pados pangan rekaos .(Suka, Mas. Wong disini juga diperhatikan. Kalau di dusun cari makan susah - red)," kata Mbok Gimah (70) salah satu pengungsi kepada detiksurabaya. com di lokasi pengungsian, Kamis (25/10/2007) malam.

    Keceriaan puluhan pengungsi tersebut semakin lengkap ketika mereka Kamis malam dikunjungi rombongan Bupati Blitar Herry Nugroho dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar. Apalagi kedatangan rombongan pejabat tersebut disertai dengan janji-janji dan pemberian bantuan.

    "Tolong di sini dilengkapi teve, Pak. Agar bisa menjadi hiburan kami dan anak-anak," pinta tokoh masyarakat pengungsi Aceh, Rahmat Sutrisno (50) kepada Bupati. Mendengar permintaan tersebut, Herry Nugroho langsung menyanggupi dan menjanjikan akan mengirimnya segera.

    Puluhan pengungsi Kelud eks pengungsi Aceh tersebut, telah menghuni barak pengngsian Perkebunan Nyunyur Gandusari sejak tiga hari yang lalu. Sebelumnya, mereka selama ini tinggal di Dusun Kalikebo Desa Slumbung Kecamatan Gandusari, yang hanya berjarak sekitar 6 Km dari puncak Kelud.

    Rahmat Sutrisno, yang pernah menjadi Kepala Desa di Aceh menuturkan, mereka adalah warga Blitar yang sebelumnya transmigrasi ke Aceh selama 12 tahun. Tapi terpaksa pulang sejak pecah perang saudara di Aceh karena aksi separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sejak tiga tahun lalu.

    Tanpa harta benda mereka kembali ke Blitar dan terpaksa tinggal di kawasan minus di Dusun Kalikebo. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga hanya bisa mengandalkan dari hasil bertani di atas lahan hibah milik Pemkab Blitar. (gik/gik)

    Three questioned over Ambon LPG cylinder explosion

    Ambon, Maluku (ANTARA News) - Police are questioning three people in connection with a liquefied petroleum gas (LPG) cylinder explosion at a bread factory here on Thursday that left one person dead and five others injured.

    Those questioned were the husband of the dead victim, an employee of the bread factory and a neighbor, Chief of the Ambon Police Resort Adjunct Chief Commissioner Trilulu Rahardo said.

    "We are still investigating the accident by interrogating the three people so we have not yet named any suspect in the accident that left two employees of the bread factory, identified as Yadi (20) and Juleha (23) seriously injured. The two are receiving intensive medical treatment at Alfatah Hospital in Ambon," he said.

    Lagu Indonesia Raya Ciptaan Belanda dibajak Pemerintah RI !!!

    Konon lagu Indonesia Raya itu diciptakan oleh komponis Belanda yang
    kemudian dijadikan lagu kebangsaan Indonesia. Lalu kenapa kita harus
    menuduh pemerintah Malaysia membajak lagu2 Indonesia tanpa bukti sama
    sekali??? Padahal Malaysia itu sama bahasanya dengan bahasa
    Indonesia, artinya enggak mungkin kita bisa menuduh lagu2 yang
    berbahasa Indonesia itu bukan milik Malaysia. Justru sebaliknya,
    orang Belanda itu khan beda sama sekali bahasanya, tapi lagu2nya bisa
    dibajak resmi oleh pemerintah Indonesia yang mengubahnya kedalam
    bahasa Indonesia. Bahkan agar dianggap bahwa lagu Indonesia Raya itu
    milik Indonesia, maka si komponis Belanda itupun namanya diganti
    dengan nama Indonesia dan dianggap sebagai orang Indonesia meskipun
    dianya mati dan dikuburnya dinegeri Belanda. Memalukan sekali
    bukan??

    Tapi pemerintah Belanda tidak menuntutnya karena hal ini bisa
    dijadikan bukti bahwa kemerdekaan RI indonesia memang pemberian
    Belanda bukan merupakan revolusi ala Sukarno atau ala Suharto.

    Mungkin dimasa depan lagu Indonesia Raya ini akan jadi sasaran jihad
    Islam untuk diubah menjadi lagu2 yang islami yang berbahasa Arab.

    Ny. Muslim binti Muskitawati.

    Apakah Saya Menarik?

    - Jawaban.com -

    Ini adalah pertanyaan yang sering muncul bagi kita. Sejak kecil kita menanyakan hal ini.
    Apakah saya adalah orang yang disukai ?
    Apakah saya selalu dikelilingi oleh orang yang berbeda di setiap waktu dan tempat dan mereka nyaman di dekat saya?
    Apakah saya tetap memiliki teman yang sama dalam waktu yang lama?

    Kalau pertanyaan di atas jawabannya TIDAK, maka Anda termasuk orang-orang yang sulit untuk bersosialisasi.

    Tidak dapat dipungkiri bahwa karakteristik yang paling diperlukan untuk sukses di segala bidang adalah kemampuan untuk bersosialisasi dengan orang lain. Hal ini diucapkan dan dibuktikan oleh para direktur utama perusahaan yang sukses, pedagang ulung, para guru dan orang tua karena mereka menyadari bahwa kehidupan bermula dari adanya interaksi dengan orang lain.

    Kemampuan untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang baik merupakan faktor utama yang tidak ternilai harganya, dan itu akan menentukan sukses atau gagalnya seseorang. Dan hal ini terjadi juga dalam hal rohani. Seseorang yang tidak mampu menarik orang lain, mustahil untuk bisa menarik orang-orang kepada Tuhan. Bagaimana mungkin mereka akan suka sama Tuhan kita sementara mereka sendiri tidak menyukai kita?

    Kebenarannya adalah seseorang yang telah menjadi pengikut Kristus akan mengalami perubahan dalam kehidupannya, sehingga mereka menjadi orang-orang yang disukai orang lain.
    Kisah Para Rasul 2:47
    ... Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

    Tuhan Yesus juga adalah contoh seorang pribadi yang disukai.
    Lukas 2:52
    Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

    Rahasia agar Anda dapat diterima dalam pergaulan, baik di rumah, sekolah, kampus, kantor dan lingkungan adalah memiliki kepribadian yang menarik. Coba saja Anda perhatikan, hanya mereka yang berkepribadian menariklah yang memiliki banyak teman dan sahabat. Orang-orang dengan kepribadian yang baik selalu dikelilingi oleh orang-orang yang peduli padanya.

    Memang kepribadian merupakan watak dasar atau karakter seseorang yang sudah terbentuk dalam dirinya. Karena itu kepribadian setiap orang jelas tidak sama. Namun bukan berarti kepribadian yang buruk tidak bisa dirubah. Jika selama ini kepribadian Anda dinilai kurang baik, tidak ada salahnya Anda mulai merubahnya dari sekarang. Toh memperbaiki kepribadian bukanlah sesuatu yang merugikan. Justru sebaliknya, merubah hal menjadi baik adalah suatu jalan menuju kebenaran.

    Nah, Anda tentu ingin menjadi pribadi yang disukai orang. Apalagi Anda juga rindu agar hidup Anda dapat menarik banyak orang datang kepada Tuhan Yesus. Amin!!! Karena itu ubahlah diri Anda dulu menjadi menjadi pribadi yang menarik.

    BAGAIMANA MEMILIKI KEPRIBADIAN YANG MENARIK?

    1. Menjadi orang yang lebih positif.
    Filipi 4:8
    Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

    Tuhan ingin kita menaruh sebanyak mungkin pikiran positif dalam pikiran kita. Seringkali pikiran positif bertentangan dengan keadaan. Tetapi tetaplah putuskan untuk berpikir dan memperkatakan hal-hal positif!

    Setiap hari kita mendengar dan membaca berita yang negatif: pembunuhan, perampokan, penipuan, pelecehan dll. Itu semua membuat banyak orang semakin stress/depresi dan berpikir negatif dalam hidup. Hal ini mengakibatkan semua orang bagaikan tinggal di padang gurun yang tandus dan merindukan kesegaran air. Berita positif adalah oase di tengah kekeringan dan kepanasan.
    Amsal 25:25
    Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh.

    Injil adalah kabar baik. Memiliki Injil dalam hidup artinya memiliki sumber positif dalam hidup. Semakin kita hidup sesuai Injil, semakin positif hidup kita, semakin menarik hidup kita.

    2. Memiliki SESUATU YANG PASTI menarik orang lain.
    Matius 4:23-25
    23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. 24 Maka tersiarlah berit

  • Bali Membutuhkan Pemimpin Akomodatif-Situasio nal

    Bali Membutuhkan Pemimpin Akomodatif-Situasio nal
    Oleh A.A. Ngurah Made Arwata

    TAMPAKNYA siapa pun yang akan tampil atau ditampilkan untuk memimpin Bali dapat dipastikan akan menghadapi tantangan yang cukup rumit dengan tingkat kesulitan tidak terukur yang datang dari luar dan dalam institusi bersifat horizontal, vertikal dan diagonal, baik yang menyangkut fungsional, teritorial maupun administratif. Namun, bukanlah berarti bahwa tidak ada lagi jalan untuk memperbaiki keadaan ke kondisi yang seharusnya sesuai peraturan perundangan yang sah dan berlaku (Undang-undang tentang Pemerintah Daerah 32/2004) dan selaras dengan perkembangan kebutuhan masyarakat yang berdaya progresif preservatif dalam mengadopsi pengaruh perubahan.

    Kesemuan dalam bentuk kemakmuran di permukaan menutupi ruang yang dijejali persoalan kemiskinan, ketidaktahuan dan pengabaian terhadap keadaan usia kerja produktif, fakta kesehatan masyarakat dengan berbagai dampak negatif dan akibatnya merupakan beban berat pembangunan sosial kesejahteraan masyarakat ke depan.

    Membuat analogi mengangkat mitologi mengenai kepemimpinan ataupun keberhasilan pembangunan suatu daerah/masyarakat, membandingkan kemudian menerapkannya hanya berdasarkan analisis studi komparatif adalah kesia-siaan. Fenomena sosial kemasyarakatan bukanlah hal yang sederhana. Asas kausalitas determinisme yang biasanya diacu hanya menjelaskan hubungan sebab akibat, sedangkan persoalan kemasyarakatan menyangkut faktor kesejarahan dan kebudayaan yang bertali-temali dari masa ke masa, yang dipelihara dan dibenahi secara proporsional terencana dan bertahap dengan berbagai pengalaman jatuh-bangun.

    Divergensi sebagai akibat perbedaan persepsi menyikapi modernisasi, terbentuknya kelompok masyarakat berdasarkan soroh atau etnis, perbedaan orientasi terhadap globalisasi mengakibatkan masyarakat terbelah menjadi kelompok elite yang berorientasi global dan kelompok populis (rakyat) yang berorientasi primordial (lokal) yang lanjut menimbulkan kesenjangan dan konflik merupakan tantangan yang harus disikapi dengan cara bijak.

    Realitas sosial kesejahteraan masyarakat dengan kondisi objektif infrastruktur ekonomi produktif dan dukungan armada birokrasi yang tidak memadai, menimbulkan berbagai masalah, dan merupakan modal awal sekaligus tantangan yang harus dipetakan untuk mengetahui posisi, medan kekuatan, dan strategi untuk menentukan kunci keberhasilan.

    Persyaratan minimal dibutuhkan oleh seorang pemimpin untuk membangun Bali ke depan, berdasarkan kondisi objektif yang ada. Pertama, menyadari raksa lan rumaksa bahwa kewenangan adalah kepercayaan yang harus diemban dan dipertanggungjawabk an bagi kepentingan kesejahteraan masyarakat. Kedua, paham tentang tegak jejemakan yang berarti memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi), memberikan pengarahan umum pembangunan. Ketiga, mengerti makna sangkop gegaukan kapasitas dalam konteks efektif, efisien, produktif dengan berpegang kepada kesepakatan yang bekerja mendapatkan, yang mendapatkan harus bekerja. Keempat, sanggup melakoni peran bah bangun mabulet ginting, matindih mati, ngayah yang dapat diartikan sebagai kerja keras pantang menyerah secara tulus ikhlas tanpa keluhan.

    Kelima, bijak dalam mengambil keputusan dengan berpola ngemangsiang, mangsi sejenis warna hitam dalam konteks hitam putih mampu membuat warna abu-abu yang tepat akurat dengan pengertian mampu mengambil keputusan yang bijak pada dua masalah yang sama sulitnya dan tidak terukur. Keenam, menampilkan dan mengutamakan sikap demokratis paras paros/para a paro. Sebagai alat kepemimpinan untuk membangun loyalitas kepercayaan dan partisipasi berkontribusi rakyat.

    Untuk mendapatkan dan mewujudkan pola kepemimpinan yang ideal, pilihan yang mendekati ketepatan adalah calon pemimpin yang memiliki gaya akomodatif situasional adoptif yakni orang-orang yang berbakat dan berkemampuan mempengaruhi, mengarahkan dan menggerakkan masyarakat ke tujuan dengan teknik antisipatif, strategi transformatif interaktif, tindakan proaktif komunikatif terkoordinasi dilandasi dedikasi dan integritas yang mantap sehingga berhasil dengan aman, nyaman dan menyenangkan.

    Masyarakat sebagai pemilik masa kini dan penanggung jawab masa depan generasi harus punya sikap dan harapan yang jelas, jangan dihantui oleh rasa takut dan tetap waspada terhadap proses pembutaan karena di masyarakat yang buta manusia setengah buta dan tuli akan merasa paling hebat.

    Penulis, Widyaswara Diklat Propinsi Bali

    New Challenge
    2007-10-19
    - Jawaban.com -

    Keluaran 3:10
    Jadi sekarang, pergilah, AKu mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.

    Banyak orang berusaha untuk menaklukkan Mount Everest, puncak tertinggi dari pegunungan Himalaya. Selama ini kesuksesan hanya diibaratkan dengan sebuah keberhasilan mencapai puncak. Ijinkan saya memberikan sebuah tantangan baru, menuruni gunung.

    Manakah yang lebih sulit, naik ke atas atau turun ke bawah? Sebagian orang akan berkata bahwa naik ke atas akan jauh lebih berat daripada turun ke bawah. Itulah sebabnya orang berlomba-lomba menjadi nomor satu. Meraih posisi puncak.

    Bagi saya jauh lebih sukar bagi seseorang untuk mengerti apa arti turun ke bawah. Saya setuju bahwa kita harus menjadi orang yang berhasil, namun betapa sering kita menjadi lupa diri, lupa akan orang lain bahkan lupa akan Tuhan ketika kita telah berada di puncak.

    Betapa seringnya kita terpaku ketika telah mencapai puncak hingga lupa akan orang lain karena jarak yang terlampau tinggi telah memisahkan kita dengan mereka. Kita tidak diciptakan hanya untuk mengejar sukses, tapi juga membagikan dampak kesuksesan itu bagi orang-orang di sekeliling kita. Hal itu hanya terjadi ketika kita memiliki hati seorang hamba dan rela turun untuk membawa sebuah misi baru, membagikan kasih Allah.

    Setelah Anda berada di Puncak, jangan pernah lupa memikirkan cara untuk turun ke bawah.

  • China arrests 774 people in crackdown on tainted products

    China arrests 774 people in crackdown on tainted products
    By David Barboza
    Monday, October 29, 2007

    SHANGHAI: The Chinese government said Monday that it had arrested 774 people over the past two months as part of a nationwide crackdown on the production and sale of tainted food, drugs and agricultural products.

    Government regulators hailed the arrests as a major step forward for food and drug safety, and said the "criminal suspects" had been detained during nationwide inspections of thousands of restaurants, food and drug production facilities, and wholesale food markets.

    Determined to counter accusations that it had been producing and even exporting tainted goods, China vowed earlier this year to revamp its food and drug safety regulations and to shut down illegal manufacturers and exporters.

    Last summer, the government executed the former head of the nation's Food and Drug Administration, Zheng Xiaoyu, after he was convicted of accepting bribes and failing to properly supervise food and drug companies, some of which had sold counterfeit drugs.

    But the government also acknowledged Monday that problems remained. As of earlier this month, it said, only 82 percent of the food tested in midsize and large cities in China met food safety standards, and nearly 30 percent of the restaurants surveyed by regulators had failed food safety inspections.

    The announcement of the arrests, which was made over the weekend but was not posted on a government Web site until Monday, offered few details about the nature and seriousness of the food and drug safety violations involved. The government said only that it had investigated 626 criminal cases.

    The arrests came after nearly a year of high-profile recalls involving everything from tainted pet food ingredients to problem toys, and after repeated promises on the part of government regulators to crack down on tainted goods and restore confidence in the Made in China label.

    As part of its effort, the government is also trying to counter widespread concerns that the quality and safety of the food and drugs sold to its own citizens are far worse than those of the products it exports.

    In fact, China acknowledged this year that while it believed that 99 percent of its food exports met safety standards, only about 80 percent of the food sold domestically had passed inspections.

    The government said Monday that a four-month campaign to root out bad food and drug producers and sellers was paying dividends.

    "This action of inspecting food safety demonstrates our determination, and we should make every effort to further consolidate our previous work," said Li Changjiang, the head of the General Administration of Quality Supervision, Inspection and Quarantine, according to a statement published on a government Web site. "We will carry out inspections throughout the country to safeguard our people's living standard."

    In a separate announcement Monday, the Chinese Ministry of Agriculture said that it was revoking the registration of 11 highly toxic pesticides because of food safety concerns.

    In several cases, the pesticides were banned from use in China, but were nonetheless manufactured in the country for export. Government regulators said they were worried that the banned pesticides were finding their way back into the Chinese market.

    The government also said this week that since July, inspectors working at Chinese ports had destroyed or recalled more than 1,000 tons of fake products.

    China is also working with American and European regulators to cooperate on product safety and to put into place new methods to detect harmful products. The government has called this a "special battle" to save the Made in China label.

    The problems began this year after American pet-food makers recalled millions of tons of pet-food ingredients that were tainted with industrial chemicals imported from China. Later, the U.S. Food and Drug Administration blocked imports of some Chinese seafood, including shrimp and eel, because of recurring problems with residues of illegal chemicals, including cancer-causing substances.

    Then, regulators and safety inspectors around the world began turning up toxic toothpaste from China and Chinese-made toys coated in lead paint, which can be harmful if ingested by small children, leading to global recalls.

    The crisis led to worldwide calls for stepped-up food security and toy safety regulations, prompted some consumers to begin avoiding Chinese-made goods, and led to calls in the U.S. Congress for a ban on some Chinese imports.

    Trade statistics, though, show that with few exceptions, China's exports to the rest of the world continue to soar, even exports of toys, seafood and agricultural products.
    Stricter drug-licensing rules

    China is raising quality standards for pharmaceutical licensing following a string of deaths and injuries from faulty drugs, The Associated Press quoted a government news agency as saying Monday in Beijing.

    The new standard, to take effect Jan. 1, would tighten rules that currently let a producer obtain a license if three defects are found but corrected, the Xinhua press agency said.

    In the future, no "severe defects" in the drug manufacturing process will be allowed, Xinhua said.

    "The new standards have strengthened supervision over weak links in quality control of drug manufacturers, " the director of the national Food and Drug Administration' s drug safety supervision department, Bian Zhenjia, was quoted as saying.

    The report said submission of false information by pharmaceutical companies was considered a "severe defect" but gave no examples of other defects cited in the standard.

    The government began an overhaul of drug regulation and licensing this year after a string of deaths and injuries blamed on defective or phony drugs.

    " Keteledoran Joe Stoker "

    Joe Stoker adalah seorang mekanik kereta api. Sebenarnya, ia termasuk orang yang bersahabat dan ramah. Oleh karena itu, ia amat disukai oleh penumpang-penumpang dan pegawai-pegawai kereta api lainnya. Hanya sayangnya, di balik sikapnya yang baik itu, Joe adalah seorang yang kurang bertanggung jawab pada pekerjaan dan sering menyepelekan dan sering menunda-nunda pekerjaannya. Lebih dari itu, ia juga seorang peminum whiski. Banyak orang, termasuk keluarga dan sahabatnya menasehatinya untuk berhenti minum whiski. Tetapi, tiap kali ada yang menegurnya, ia selalu bilang, “Terima kasih. Saya tidak apa-apa kok. Saya hanya minum sedikit dan itu tidak ada pengaruhnya!”

    Pada suatu malam, salju turun dengan lebatnya. Malam itu Joe kebetulan bertugas di atas kereta api yang sedang berjalan. Tiba-tiba, ada berita, bahwa kereta api lain akan datang terlambat. Sambil menunggu, Joe mulai menggerutu dan mengeluh karena berarti ia dan rekan-rekannya harus menunggu lebih lama, menunggu kereta lain lewat. Untuk mengisi waktu, diam-diam Joe mulai mengeluarkan botol whiskinya dan meminumnya. Beberapa saat kemudian, Joe mulai agak mabuk. Ia mulai tertawa-tawa dengan senang, sementara kondektur maupun masinis, hanya bisa melihat dengan prihatin padanya.

    Setelah kereta berjalan beberapa saat, tiba-tiba keretea itu berhenti. Tutup silinder kereta api tiba-tiba terlepas. Sementara dalam waktu tidak lama lagi, kereta api cepat akan melalui rel yang sama dari belakang. Kondektur, dengan secepat kilat berlari ke arah Joe dan memerintahkannya untuk memasang lampu merah dan membawanya berjalan ke sepanjang rel di belakang. Namun, tukang rem yang agak mabuk ini tertawa dan berkata, "Ah, jangan tergesa-gesa. Kan katanya agak terlambat. Jadi masih ada waktu!”

    Kondektur itu menjawab dengan sungguh-sungguh, "Joe, ini sangat penting, jangan ditangguhkan satu menit pun. Kereta api cepat akan segera tiba dan saat itu mungkin kita sudah terlambat terlambat memberitahu! "

    "Baiklah," kata Joe dengan ogah-ogahan. Sementara si kondektur sibuk mengurusi lokomotifnya, si Joe tukang rem itu, tidak langsung mengerjakan tugasnya. Dengan tenang, ia mengenakan jasnya terlebih dahulu. Lalu menghabiskan satu sloki whiski lagi untuk menghangatkan badannya. Kemudian, barulah perlahan-lahan ia mengambil lentera merah dan dengan melenggang santai ia berjalan sambil bersiul sepanjang rel. Belum sampai sepuluh langkah, ia mendengar suara tanda kedatangan kereta api cepat. Ia mulai berlari dan berlari menuju ke arah kerata api cepat itu.

    Tetapi semuanya sudah terlambat. Joe mencoba melambaikan lenteranya. Tapi, terlalu dekat jaraknya bagi kereta cepat untuk berhenti. Sesaat kemudian, terdengar besi-besi berat saling bertubrukan. Lokomotif kereta api cepat menabrak gerbong-gerbong yang sedang berhenti. Segera badan gerbong dan lokomotifnya menjadi ringsek, gerbong-gerbongpun hancur dan terhantam keras keluar dari relnya, diiringi teriakan para penumpang yang lebur binasa, bercampur dengan suara desis uap yang keluar lepas. Malam yang bisu itu menjadi saksi kecelakaan tabrakan antar kereta api yang menelan begitu banyak korban jiwa.

    Bagaimana dengan Joe Stoker?. Saat orang mencarinya, Joe sudah menghilang. Malam harinya Joe ditemukan di sebuah lumbung dalam keadaan tidak waras, ia melambai-lambaikan lentera seakan-akan di depannya ada kereta api, sambil berteriak-teriak, "Ah, seandainya saya lakukan... seandainya saya lakukan.... seandainya"

    Seberapa sering kita menunda pekerjaan kita karena berpikir bahwa masih ada banyak waktu??
    Sekarang adalah waktu terbaik, disaat kita masih mempunyai kesempatan, segeralah melakukan tindakan agar tidak di kemudian hari kita tidak berkata "seandainya. .... seandainya"

    Sumber : Anonymous

    "Walaupun Anda berada pada jalur yang benar,

    Anda akan dilindas jika Anda hanya duduk disana."

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.