Search blog.co.uk

Posts archive for: 31 October, 2007
  • Apakah Tuhan Menjanjikan Anda Pasangan?

    Apakah Tuhan Menjanjikan Anda Pasangan?

    Jennifer adalah seorang wanita lajang dalam komunitas gereja saya. Dia berusia 36 tahun dan sering mengeluh bahwa hidupnya semakin jatuh, sudah 6 tahun berlalu sejak putus dengan pacarnya, dan kehidupan cintanya tetap "kosong". Jennifer meragukan apakah kapasitas hatinya masih ada untuk mencintai. Keletihan emosional inilah yang menyebabkan kebenciannya yang terpendam pada Tuhan semakin membusuk. Setelah 2 tahun menghadiri kebaktian secara rutin, tiba-tiba dia menghilang. Tiga bulan kemudian, saya bertemu dengannya di sebuah restoran, saya bertanya apakah dia telah berpindah gereja. Dia menjawab, "Tidak, aku tidak pergi ke gereja manapun. Aku tidak bisa menyembah Tuhan yang meninggalkan aku dalam kesepian." Jennifer menyimpulkan bahwa jika dia akan membiarkan Tuhan kembali dalam hidupnya, sebaiknya Dia membawakannya seorang suami, dan cepat.
    Apakah Tuhan menjanjikan kita pasangan? Alkitab mengatakan "ya" dengan menggambarkan orang-orang Kristen sebagai mempelai Kristus. Pasangan sejati kita adalah Yesus. Namun banyak dari kita mengatakan, "Saya senang menikah secara rohani kepada Dia, namun saya tak bisa merasakanNya. Tidakkah lebih baik jika saya bisa menikmati cinta Tuhan dengan seseorang yang bisa disentuh?" Jadi kita berdoa kepada Tuhan untuk membawakan kita pasangan manusia.
    Pencarian saya akan pasangan berubah menjadi lingkaran rasa frustasi setelah saya melalui beberapa pergumulan dalam hubungan saya dan seorang pacar yang mengabaikan saya selama 6 bulan hubunga kami. Saya mulai meragukan apakah Tuhan benar-benar peduli pada kehidupan percintaan saya. Setiap kali saya merasa kesal karena status lajang saya, saya akan duduk dan mengeluh pada Tuhan atas ketidak-adilan dalam kehidupan sosial saya. Saya pikir logis untuk mengharapkan seorang istri dari Dia yang mempunya kuasa yang tak terbatas. Kapanpun saya meminta Tuhan segera memberikan saya pasangan, bagaimanapun juga sepertinya Dia membisikkan pertanyaan ini dalam hati saya: "Rob, apakah kasih dari Yesus cukup bagimu? Apakah kamu telah mengalami pengampunanKu dengan utuh dan penerimaan tanpa syarat untuk memuaskan hatimu?" Saya menjawab, "Saya sangat bersyukur atas kasihMu Tuhan, tapi saya hanya menginginkan seorang istri." Saya yakin bahwa hati saya membutuhkan kasih sayang dari seseorang untuk membuat saya merasa utuh. Dalam hal ini, saya menilai kasih dari manusia lebih besar daripada kasihNya.

    Satu hari, saya mulai melihat kembali seluruh hidup saya, termasuk beberapa hubungan saya yang tidak berhasil di masa lalu. Dalam setiap situasi, hubungan dimulai dengan romantisme namun berakhir begitu saja. Tidak peduli dengan siapapun, masalahnya seputar ini, entah saya yang terlalu menuntut atau dia yang tidak bisa menerima saya apa adanya. Tiba-tiba, sesuatu menyentak pikiran saya. Saya berpikir, "Kenapa saya begitu mengejar pernikahan padahal itu tidak bisa menyediakan cinta tanpa syarat yang diinginkan hati saya? Hanya Tuhan yang menawarkan segala yang saya butuhkan." Dengan perspektif baru ini, saya melepaskan tuntutan saya untuk segera menikah kepada Tuhan. Saya masih ingin menemukan pasangan suatu saat nanti, tapi saya tidak lagi menganggap pernikahan adalah sesuatu yang penting untuk membuat hidup saya utuh. Jika saya tetap melajang sampai sepanjang sisa hidup saya, itu tidak apa-apa, karena Tuhan berjanji untuk memenuhi hati saya.

    Saat kita menuntut Tuhan untuk memberi kita pasangan, kita membatasi Dia untuk meningkatkan kehidupan sosial kita. Kemarahan dalam diri kita membangun tembok antara kita dengan Tuhan. Jika kita mau jujur dengan diri sendiri, kita akan menyadari bahwa tuntutan kita untuk pernikahan adalah sebuah penolakan terhadap cinta Tuhan karena kita menginginkan keinginan egois kita terpenuhi. Tuhan tidak akan pernah berhenti mencintai kita, namun kita mengabaikan Dia saat kita dengan putus asa mencari manusia lain untuk membuat kita bahagia dan merasa utuh. Lebih jauh lagi, apapun yang kita jadikan sebagai tempat bergantung untuk mendapatkan kebahagiaan akan mengendalikan kita dan mengemudikan hidup kita. Jika kita mempercayai bahwa kita membutuhkan pasangan manusia untuk menjadi puas dan bisa bersyukur, maka orang-lah (dan bukan Tuhan) yang akan mengarahkan kehidupan kita.

    Tuhan memang memegang kendali atas semuanya, tapi Dia tidak ikut campur hanya untuk membuat hidup kita menjadi mudah. Dia tidak punya alasan untuk membuat seorang wanita muncul di hadapan dan jatuh cinta dengan saya. Namun Tuhan mau menggunakan kuasaNya untuk membuat saya menjadi makin dewasa, menjadi seseorang yang berinisiatif untuk memberikan cinta dan berkorban bagi orang lain. Saya mau mendapatkan cinta, sementara Tuhan sedang mengajar saya untuk memberikan cinta.

    Sama halnya dengan saya, Tuhan sedang bekerja dalam hidup anda untuk bertemu dan mengasihi orang lain. Bagaimanapun juga, anda-lah yang memutuskan siapa yang anda terima dan siapa yang anda tolak. Saat anda berinteraksi dengan orang lain, anda bebas untuk menentukan arah dari hubungan anda. Anda dapat memilih untuk bersikap romantis, hanya menjadi teman, atau mengakhiri hubungan anda dan berpisah. Sementara itu, orang lain pun bisa memutuskan, dimana itu berarti orang lain juga dapat menentukan hasil akhirnya. Intinya, sebuah hubungan tidak akan berkembang kecuali kedua pihak memutuskan untuk mencintai satu sama lain. Dengan kata lain, jika anda atau orang lain membuat keputusan yang egois, hubungan anda mungkin akan menjadi hancur.

    Keinginan untuk menikah adalah keinginan yang wajar, namun konsekuensi dari hidup dalam dunia yang sudah jatuh dapat mencegah orang untuk mencapai tujuan itu. Contohnya, anda bisa saja mendekati seseorang secara romantis, namun orang itu mungkin memilih untuk mengabaikan anda, sebuah kondisi atau penyakit mungkin menghalangi anda, atau mungkin orang itu memutuskan untuk meninggalkan anda. Dosa dari kemanusiawian kita dapat membuat halangan-halangan atas relationship yang bagus. Dan mengapa hidup itu terkadang begitu sulit? Mengapa Tuhan tidak menggunakan kekuatanNya untuk melindungi kita dari rasa sakit? Sebenarnya, Tuhan sedang bekerja, namun dengan cara yang berbeda dari yang kita sadari.

    Tuhan menggunakan kuasaNya untuk mendorong orang agar saling mengasihi satu sama lain, namun Dia juga mengijinkan kita untuk membuat keputusan-keputusan egois yang bisa melukai kita sendiri. Tuhan mengijinkan keadaan-keadaan yang tidak menyenangkan agar kita bisa mengalami kehendak bebas. Tanpa kehendak bebas, anda dan saya hanya menjadi robot yang mati. Tapi untungnya, Tuhan membatasi kekuasaanNya untuk membiarkan kita membuat keputusan sendiri dalam hidup. Kehendak bebas kita tidak akan melebihi kemahakuasaanNya, karena Mazmur 37:23 mengatakan, "Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya." Tuhan begitu berkuasa sehingga Dia mengijinkan anda untuk memilih dan masih dapat ikut campur di dalamnya untuk mendatangkan kebaikan bagi kemuliaan namaNya. Mengapa kehendak bebas itu begitu penting? Tuhan ingin anda menikmati cinta sejati, dan cinta sejati tidak dapat ada tanpa sebuah pilihan atau keputusan. Jika anda dipaksa untuk mencintai Tuhan atau orang lain, maka cinta akan menghilang, dan anda akan berada di bawah manipulasi. Kehendak bebas adalah bahan dasar dari cinta yang sejati.

    Saya menyadari kebenaran ini ketika saya tidak mendapatkan pasangan untuk pesta prom saya waktu masih SMA. Saya telah bertanya dan mengajak beberapa gadis, tapi semuanya menolak. Empat hari sebelum hari H, teman saya memberitahu bahwa ada seorang gadis bernama Tiffany yang juga membutuhkan pasangan untuk prom. Meskipun sebenarnya saya tidak tertarik pada gadis ini, namun akhirnya saya mengajaknya juga, karena dia pilihan terakhir. Selama pesta prom, kami sama-sama berusaha bersikap sopan, tapi makin lama makin jelas kalau kami memang tidak merasa tertarik satu sama lain. Kami tidak berbicara selama makan malam, kami tidak berdansa berdua, dan kami tidak tersenyum saat kami difoto. Kami hanya terdiam selagi duduk bersama, dan masing-masing memandang pada orang yang kami sukai. Lewat peristiwa itu, saya belajar bahwa cinta tidak akan ada kecuali kedua pihak dengan bebas memilih untuk bersama.

    Maka dengan demikian, menemukan pasangan tidak akan terjadi dengan menuntut Tuhan melakukan keajaiban dengan membawa seseorang ke depan pintu rumah anda. Pernikahan bukanlah suatu proses yang sudah ditetapkan sebelumnya secara misterius. Tuhan mengijinkan kita untuk membuat keputusan, apakah ita akan mencintai atau meninggalkan. Tuhan membawa orang-orang melintasi jalan anda dan membuka kesempatan bagi anda untuk mencintai mereka, namun Dia membiarkan anda mengatur respon-respon anda terhadap hubungan-hubungan yang ada. Dengan demikian, sebuah pernikahan melibatkan kebebasan memilih untuk mencintai orang lain. Anda dapat meningkatkan kesempatan anda bagi romantisme dengan keluar dan memilih untuk memberikan kasih pada orang lain. Atau, anda dapat menjadi egois dan menghancurkan prospek hubungan anda. Kualitas dari kehidupan sosial anda tergantung dari pilihan-pilihan yang anda buat.

    Apakah Tuhan menjanjikan anda pasangan? Ya, sebagai mempelai dari Yesus Kristus. Apakah Tuhan menjanjikan anda pasangan dunia? Tidak, karena menemukan pasangan adalah sebuah proses, dimana 2 orang memutuskan untuk mengorbankan diri mereka masing-masing untuk kebaikan pasangannya. Jadi, jangan biarkan keinginan untuk menikah mengontrol hidup anda, atau anda akan merasa frustasi karena anda tidak dapat mengendalikan masa depan atau kehendak bebas dari orang lain. Tuhan ingin agar pernikahan rohani anda menjadi dasar dan sumber utama anda bagi cinta dan penerimaan tanpa syarat. Hubungan manusiawi anda merupakan jalan untuk mengekspresikan kasihNya kepada orang lain. Tuhan mungkin saja tidak memberikan romantisme yang bergairah di bumi, tapi Dia menjanjikan kehidupan yang penuh gairah untuk dinikmati bersama denganNya.

    Gunakan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini untuk melihat apakah keinginan anda untuk menikah telah menjadi sebuah tuntutan:

    * Apakah saya berusaha menemukan pasangan yang dapat membuat saya merasa lebih baik dengan diri saya sendiri?
    * Bisakah saya merasa utuh dan bersyukur kepada Tuhan dalam kondisi lajang saya?
    * Apakah saya bersikap apatis atau sinis terhadap hubungan-hubungan dengan lawan jenis?
    * Apakah saya takut terhadap kemungkinan untuk tidak akan pernah menikah?
    * Apakah cinta dari Yesus Kristus cukup untuk saya?

    Jika keinginan anda untuk menikah telah berubah menjadi satu tuntutan, renungkanlah ayat-ayat berikut ini: Filipi 4:6-13 dan 2 Korintus 12:9-10.

    Takut Pada Komitmen

    Dalam beberapa konseling yang saya lakukan, saya sering bertemu dengan klien-klien yang mempunyai ketakutan mendalam terhadap komitmen. Mereka mengatakan bahwa mereka ingin berada dalam hubungan yang saling mencintai, namun mereka tetap memilih "orang yang salah".

    Susan, 38, meminta bantuan saya karena dia sedang berada dalam 2 hubungan dalam waktu yang sama. Ini terasa tidak benar baginya, sehingga dia tahu bahwa dia harus membuat pilihan. Namun dia seperti tidak bisa memutuskan hubungan mana yang tepat untuknya. Susan telah menjalin hubungan dengan Shawn selama 2 tahun. Shawn, 43, adalah seorang pria yang ramah, romantis, dan sopan. Namun Shawn bisa "menghilang" secara emosional untuk waktu yang agak lama, dan sudah jelas bahwa dia tidak menginginkan anak (padahal mempunyai anak adalah hal yang penting bagi Susan). Tambahannya, Shawn selalu hidup dengan pas-pas-an secara finansial.

    Lalu Susan bertemu dengan Calvin, yang benar-benar berbeda dengan Shawn. Calvin selalu ada bagi Susan secara emosional, mempunyai pekerjaan yang dia cintai, penghasilan yang bagus, dan juga menginginkan anak. Susan sangat tertarik dengan Calvin dan di dalam hatinya dia tahu bahwa Calvin adalah pilihan yang jauh lebih baik dibandingkan Shawn. Namun tetap saja, dia merasa sulit melepaskan Shawn. Setelah kami teliti lebih lanjut, ternyata semakin jelas bahwa alasan mengapa Susan tidak bisa melepaskan Shawn adalah karena Susan merasa takut akan komitmen. Bersama Shawn, tidak ada kemungkinan untuk berada dalam hubungan berkomitmen, karena dia tidak tepat untuk itu. Namun Susan merasa "aman" dengan Shawn. Aman dari apa?

    Susan menyadari bahwa dia sangat takut untuk benar-benar jatuh cinta, yang sangat mungkin terjadi dengan Calvin, tapi tidak dengan Shawn. Dalam pikirannya, berada dalam hubungan cinta yang dalam berarti kehilangan kebebasannya. Saat dia membayangkan dirinya bersama dengan Calvin, dia merasa seolah-olah dia tidak dapat bernafas. Konsep Susan tentang hubungan cinta dengan komitmen adalah, "Aku dan dia terus bersama sepanjang waktu. Aku tidak bisa pergi begitu saja dan berada bersama teman-temanku, atau pergi berlibur bersama temanku. Komitmen berarti tidak ada kebebasan." Tidak heran dia merasa "aman" dengan Shawn! Selama Susan merasa bahwa dia harus mengorbankan dirinya secara total untuk berada dalam sebuah hubungan cinta, dia tidak akan mampu untuk membuat komitmen.

    Douglas, 34, seorang klien lain, mempunyai masalah yang sama. Saat dia sedang menjalin hubungan, dia adalah seorang pria yang baik. Dia cenderung ingin menyenangkan pasangannya karena, dalam pikirannya, mengurus diri sendiri dan melakukan hal-hal yang dia mau adalah sikap yang egois. Namun, ketika hubungan mereka semakin serius, dia mengakhiri semua sikap khususnya dan juga hubungan itu. Seperti Susan, tindakannya berdasarkan keyakinannya yang salah, bahwa dia harus mengorbankan kebebasan pribadinya untuk berada dalam hubungan cinta yang serius.

    Susan dan Douglas sama-sama mempunyai keyakinan yang salah yang menyebabkan mereka takut terhadap komitmen: bahwa mencintai orang lain berarti melakukan apa yang orang lain itu inginkan, bukannya bersikap jujur terhadap diri mereka sendiri dan juga mencintai diri mereka sendiri. Mereka berdua mempunyai definisi yang salah dari kata "egois". Mereka berpikir bahwa mereka bersikap egois jika mereka mengurus diri mereka sendiri, dibanding mengurus pasangan mereka. Saya menawarkan definisi tentang egois seperti ini: Egois adalah ketika anda mengharapkan orang lain mengorbankan diri mereka untuk anda - dengan tidak melakukan apa yang sebenarnya mereka inginkan, tapi melakukan apa yang anda ingin mereka lakukan. Egois adalah ketika anda tidak mendukung orang lain untuk mengasihi diri mereka sendiri, tapi mengharapkan mereka untuk mengasihi dan mengurus anda.

    Mengorbankan diri anda sendiri adalah sebuah bentuk pengendalian. Anda ingin mengendalikan bagaimana orang lain merasa atau mempunyai kesan tentang anda dengan melakukan apa yang mereka ingin anda lakukan. Ketika anda melakukan apa yang orang lain ingin anda lakukan dalam hal mengasihi, tanpa persetujuan mereka, anda akan merasa baik. Namun ketika anda mengorbankan diri anda karena anda takut terhadap kemarahan atau pemutusan hubungan oleh pasangan anda, anda akan merasa terjebak dan tertolak. Untuk berada dalam hubungan yang berkomitmen, komitmen pertama yang perlu anda lakukan adalah komitmen kepada diri anda sendiri, jujur pada diri sendiri, integritas, dan kebebasan. Belajar untuk mengasihi diri sendiri (karena anda tahu bahwa Tuhan mengasihi anda) adalah kunci untuk menyembuhkan ketakutan akan komitmen. Saat anda mengasihi diri sendiri, anda akan diisi dengan cinta dan anda akan mempunyai lebih banyak cinta untuk dibagikan kepada pasangan anda!

    Celakanya Manajer Sepakbola

    London - Manajer sepakbola adalah pekerjaan paling celaka dalam industri persepakbolaan. Hampir susah membayangkan adanya unsur kebahagiaan sebagai manajer di dunia yang satu ini.

    Kalau tim sedang terseok-seok, siapa yang menjadi sasaran kritikan, tekanan, hinaan, sumpah serapah: manajer. Siapa yang pertama kali akan menjadi korban pemecatan? Tidaklah mungkin memecat suporter atau dewan direktur atau pemain!

    Banyak yang mengatakan bahwa menjadi manajer sepakbola adalah pekerjaan paling stres di dunia. Tak banyak yang membantah. Lha, tekanan terhadap mereka bukan bersifat mingguan, tetapi harian.

    Manajer sepakbola harus setiap hari dipusingkan dengan tujuan jangka pendek: melatih dan mempersiapkan tim untuk memenangi pertandingan berikutnya. Tidur tidak nyaman karena harus merancang program jangka panjang, entah itu memenangi piala tertentu, memantapkan posisi di klasemen, membina tim masa depan, menjaring pemain berbakat, sampai transfer pemain. Tidur mimpi bola, bangun didera bola.

    Bahkan ketika tim bermain bagus ataupun memenangi banyak piala, Anda pikir segalanya lalu indah? Bagi para manajer ini kejayaan hanya berlangsung selama Anda mengangkat piala selama beberapa detik. Sesudahnya, Anda sudah harus kembali tersedot rutinitas untuk menjaga agar kejayaan itu tak lepas begitu saja. Tidak ada kata selesai.

    Apakah Anda pikir dalam tim yang sukses hubungan antara manajer dan pemain selalu bagus? Hanya mimpi. Satu dua mungkin, tetapi tidak seluruhnya. Semua manajer top mengaku, yang penting bukan bagaimana hubungan pribadi itu bagus, tetapi fungsional atau tidak.

    Kalau pemain dianggap sudah tidak lagi in tune dengan bangunan keseluruhan tim, ya apa boleh buat, manajer harus membuangnya. Bayangkan, pertarungan ego yang terjadi di dalamnya. Apalagi kalau sekumpulan pemain itu adalah pemain-pemain bintang.

    Lebih celaka lagi, pernahkan Anda mendengar gaji manajer lebih tinggi dari pemain yang dibinanya? Gaji pemain biasanya berlipat-lipat kali lebih tinggi dari orang yang menjadi otak permainan tim.

    Mereka juga yang menjadi pujaan penonton, bukan manajer. Ini seperti jenderal membawahi prajurit yang tidak perlu lagi harus bertempur untuk hidup. Anda keras mereka ngambek, Anda lunak mereka ngelunjak.

    Dibutuhkan kemampuan manajerial di atas rata-rata untuk mendapatkan keseimbangan. Belum lagi hubungan dengan dewan direktur atau pemilik klub. Tidak perlu harus ada cerita terlalu banyak mengenai ini, tetapi semua orang tahu bahwa tarik menarik antara manajer dengan pemilik klub seperti derita tanpa akhir. Dan setiap kali ada pergulatan kekuasaan, tidak perlu diragukan lagi siapa yang akan kalah.

    Kalau demikian celakanya posisi manajer sepakbola ini, mengapa masih saja ada mereka yang dengan senang hati bahkan berusaha keras untuk menjadi manajer sepakbola? Ada yang mengatakan manajer sepakbola adalah sekumpulan ras tersendiri: ras celaka.

    AFC Umumkan 15 Kandidat Pemain Terbaik Asia

    Kuala Lumpur - Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) mengumumkan 15 nama pesepakbola yang dinominasikan sebagai AFC Player of the Year 2007. Nama-nama dari negara besar masih mendominasi.

    Dalam rilis yang diterima detiksport, Jumat (26/10/2007), AFC menjelaskan bahwa 15 kandidat ini disaring dari 32 kandidat yang diumumkan AFC bulan lalu. Daftar 15 pemain itu dirilis AFC setelah pelaksanaan semifinal Liga Champions Asia dan Pra-Olimpiade Beijing 2008 zona Asia pekan ini.

    Masih sama dengan kebiasaan beberapa tahun terakhir, nama-nama calon pemain terbaik Asia kali ini masih didominasi oleh negara-negara kuat sepakbola dari Asia Timur dan negara-negara Teluk. Di antara mereka adalah Younis Mahmoud, kapten Irak yang membawa negaranya memenangi partai final Piala Asia 2007 di Jakarta.

    Di luar negara-negara tradisional tersebut terselip nama Travis Dodd (Australia) dam Azizbek Haydarov dari Uzbekistan. Sedangkan nama Teeratep Winothai (Thailand) muncul sebagai satu-satunya nomine dari kawasan Asia Tenggara.

    Acara malam penghargaan AFC akan digelar pada 28 November di Sydney, Australia. Tahun lalu gelar pemain terbaik Asia jatuh ke pemain Qatar, Khalfan Ibrahim.

    Kandidat Pemain Terbaik Asia:
    1. Nashat Akram (Irak)
    2. Abdul Al Jenaibi (Uni Emirat Arab)
    3. Bader Al Mutawa (Kuwait)
    4. Bait Al Noobi (Oman)
    5. Yasser Al-Qahtani (Arab Saudi)
    6. Travis Dodd (Australia)
    7. Yasuhito Endo (Jepang)
    8. Azizbek Haydarov (Uzbekistan)
    9. Lee Won Jae (Korea Selatan)
    10. Younis Mahmoud (Irak)
    11. Salehi Mohamad Mehdi (Iran)
    12. Kengo Nakamura (Jepang)
    13. Javad Nekounam (Iran)
    14. Shinji Ono (Jepang)
    15. Teeratep Winothai (Thailand)

    Always remember
    Don't become so caught up in the effort itself that you lose sight of the reason for it. Always remember that there is a living, feeling, knowing person inside of you.

    Don't become so overwhelmed by the consequences of your mistakes that you fail to learn their valuable lessons. Always remember that there are plenty of positive aspects to any living experience.

    Don't become so angry or bitter or resentful that you bring darkness to the world in which you live. Always remember that you are connected to all you see and know.

    Don't be too quick to pass judgment on the people and situations that come your way. Always remember that they are more than they first appear.

    Don't use anything that has happened as an excuse to give up. Always remember that you can make a difference in this moment, and move positively forward from any setback.

    Always remember that life is magical, miraculous, with possibilities that have no limit. And you are here now to live it fully.

    Unburdened
    Though your responsibilities and obligations are very real and pressing, they do not have to burden you. For when you are willing to accept responsibility for something, you put yourself in control of it.

    Though the frustrations may be deep and numerous, they do not have to burden you. For by working your way through those frustrations, you are building valuable achievements.

    Though a profound sadness may come down upon you, it does not have to burden you. For that sadness is possible only because you care so very much, and because you know without a doubt how beautiful life can be.

    Though darkness may be all around you, it does not have to burden you. For that darkness only makes your own light more brightly visible.

    Though the problems and distractions may seem to have no end, they do not have to burden you. For by moving through them you are moving toward your dream.

    Though life may be difficult, it does not have to burden you. For you can live moment by moment by moment, joyfully making the most of each and every one.

  • Mengatasi Kejenuhan & Menikmati Pekerjaan

    Mengatasi Kejenuhan & Menikmati Pekerjaan

    “Work is either fun or drudgery. It depends on your attitude. I like fun. – Bekerja tidak menyenangkan, tidak juga terlampau berat. Semua itu tergantung pada sikap Anda. Saya suka bekerja menyenangkan.”
    Colleen C. Barrett

    Setiap hari kita menghabiskan banyak waktu untuk bekerja, entah di kantor, pasar, sawah, lapangan atau di manapun kita berada. Seorang karyawan misalnya, rata-rata ia akan menghabiskan waktu 8 jam setiap hari. Delapan jam adalah waktu yang sangat panjang dan melelahkan bila kita tidak menikmati pekerjaan, tidak bersemangat, sedih, lesu, dan mengantuk. Seandainya dipaksakan pun hanya akan membuang waktu dan tenaga, karena hasilnya tidak akan maksimal.

    Jenuh dan tidak menikmati pekerjaan adalah hal yang lumrah dalam kehidupan manusia. Tetapi kita harus pandai menyiasati agar hal tersebut tidak berlarut-larut dan menghambat produktivitas kita. Ada 7 kiat agar kita dapat menikmati pekerjaan dan mudah mengatasi kejenuhan, untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang optimal.

    Langkah pertama sebelum memulai bekerja adalah mencintai pekerjaan kita terlebih dahulu. Bermacam faktor dapat memicu kejenuhan, sehingga kita tidak dapat menikmati pekerjaan. Tetapi bila kita mencintai pekerjaan yang sedang kita tekuni, maka kita akan merasa lebih berarti, karena pada dasarnya setiap orang di dunia ini memiliki peran dan sama-sama penting.

    Mencintai pekerjaan juga akan mendorong semangat kita untuk bekerja dengan penuh tangung jawab. Mengutip kata-kata seorang guru etos kerja Indonesia, Jansen Sinamo, “Kerja adalah amanah, Anda harus bekerja dengan benar dan penuh tanggung jawab.” Bertanggung jawab dalam arti melakukan apa yang terbaik seringkali berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas hasil pekerjaan sekaligus semangat kerja kita.

    Realitas kehidupan kerja juga tidak lepas dari berbagai macam hambatan, entah dalam bentuk persaingan atau sabotase, kurangnya fasilitas dan modal, tekanan dari atasan dan lain sebagainya. Tak jarang hambatan atau dalam bahasa positif disebut dengan ‘tantangan’ menjadikan kita tidak menikmati pekerjaan. Tetapi jangan pernah sekalipun membiarkan tantangan dalam pekerjaan menghambat kinerja kita.

    Langkah yang dapat kita tempuh dalam menghadapi tantangan adalah berpikir positif. Dengan berpikir positif, kita akan melihat tantangan sebagai jalan untuk meningkatkan kualitas diri kita. Pepatah bijak dari Jepang sebagaimana dikutip dalam The Prentice Hall Encyclopedia of World Proverb menyebutkan, “Adversity is the foundation of virtue – Tantangan adalah dasar dari kebaikan. ” Artinya, kita akan dapat menjaga semangat kerja tetap tinggi dan menikmati pekerjaan dengan selalu berpikir positif.

    Selain itu, kenikmatan dalam menjalankan pekerjaan di antaranya dipacu oleh kemampuan yang kita miliki. Bila pekerjaan menuntut tingkat kemampuan tertentu, sementara kemampuan kita sendiri terbatas akan sangat mudah memicu suasana kerja yang menjemukan atau tidak menyenangkan. Alangkah baiknya jika kita selalu meningkatkan kemampuan, mengasah keahlian dan mengisi pikiran dengan informasi atau ilmu pengetahuan terbaru.

    Langkah tersebut akan berpengaruh terhadap cara kita menyelesaikan pekerjaan, misalnya cara yang kita lebih bervariasi dan kreatif. Cara kerja yang kreatif lebih memastikan kita senang mengerjakan tugas kita. “...even without success, creative persons find joy in a job well done. Learning for its own sake is rewarding... - …meskipun tanpa kesuksesan, orang yang kreatif sangat menikmati pekerjaan yang dapat ia selesaikan dengan baik… Belajar hanya untuk meningkatkan kreatifitas akan selalu bermanfaat,” kata Mihaly Csikszentmihalyi.

    Sementara langkah lain yang bisa kita tempuh untuk dapat menikmati pekerjaan adalah memupuk sikap konsisten. Seperti dikatakan sebelumnya bahwa kehidupan di dunia kerja sarat dengan aneka tantangan. Tetapi bila kita selalu bersikap konsisten terhadap tujuan semula, yaitu menghasilkan pekerjaan terbaik, maka keresahan, kekhawatiran, kebosanan dan segala yang kurang menyenangkan dalam pekerjaan akan tergantikan dengan rasa tenang dan senang. Pada akhirnya sikap konsisten tersebut menjadikan kita lebih maju dalam bidang pekerjaan kita.

    Langkah selanjutnya adalah menetapkan skala prioritas dalam pekerjaan. Kerjakan tugas yang terpenting, dan menyelesaikannya sesuai dengan batas waktu yang sudah kita tentukan sendiri. Patuhilah target deadline atau batas waktu, dan kita patut malu jika melanggarnya. Dengan demikian, kita akan terpacu untuk segera menyelesaikan pekerjaan tanpa merasa terbebani.

    Sementara itu, kita tidak dapat memungkiri bahwa kita selalu membutuhkan dukungan orang lain. John Ruskin menerangkan, “Every great man is always being helped by everybody, for his gift is to get good out of all things and all persons. – Setiap orang yang hebat selalu didukung oleh orang lain, karena kebaikan yang ia dapatkan bersumber dari bermacam sebab dan dukungan orang lain.” Kecerdasan dalam mengelola hubungan dengan orang-orang dalam lingkungan sangat berpengaruh terhadap suasana psikologis kita saat bekerja, terlebih terhadap hasil pekerjaan.

    Maka langkah yang harus kita tempuh adalah menciptakan suasana kerja yang komunikatif. Luangkan waktu setidaknya untuk mendengar dan berusaha memahami harapan dan persoalan yang sedang dihadapi oleh orang-orang dalam lingkup pekerjaan kita. Dengan demikian akan tercipta saling pengertian dan jalinan keakraban, yang pada akhirnya melahirkan suasana menyenangkan dalam bekerja.

    Mungkin salah satu sebab kita tidak bersemangat kerja, bosan, malas dan lain sebagainya dikarenakan potensi kita kurang diberdayakan atau kurang dihargai. Kalau saja potensi itu digabungkan dengan semangat kerja, pasti hasilnya sangat mengagumkan. Maka langkah yang bisa kita tempuh adalah mencoba saling memotivasi dan menghargai sesama rekan kerja, atasan, bawahan maupun kolega kerja.

    Motivasi dan penghargaan tidak saja menciptakan keakraban dalam lingkungan kerja, tetapi juga mengobarkan semangat untuk berpacu dalam prestasi. “Motivation is the fuel, necessary to keep the human engine running. – Motivasi adalah bahan bakar, sangat penting untuk menghela semangat kerja manusia,” kata Zig Ziglar. Dengan saling menghargai dan memotivasi, kita akan senantiasa mendapatkan sumber semangat untuk lebih giat bekerja.

    Satu hal yang harus kita pikirkan, waktu akan terus berlari tanpa memandang apakah kita sedang bersemangat kerja, lesu, gembira atau mengantuk. Maka jangan sia-siakan waktu, lakukan pekerjaan sebaik-baiknya. Tujuh kiat di atas akan membantu kita bekerja dengan lebih baik, karena selalu ada jalan untuk melakukan pekerjaan kita dengan lebih baik. “There is a way to do it better...find it. – Selalu ada jalan untuk bekerja dengan baik…carilah,” kata Thomas Edison.

    Membangun Optimisme pada Anak

    Supaya Anak Mampu Bersikap Mandiri dan Berprestasi

    “Optimism is the faith that leads to achievement. Nothing can be done without hope and confidence. – Optimisme adalah kepercayaan diri yang memacu kita berusaha mencapai prestasi. Tak satu pun yang bisa kita kerjakan tanpa harapan dan rasa percaya diri.”
    Hellen Keller

    Optimisme adalah satu hal yang penting bagi orangtua maupun anak-anak. Sebagai orangtua dari dua putra dan satu putri, saya pun ingin membahagiakan anak-anak dan memberikan rasa optimis pada mereka. Tetapi setelah menyaksikan sebuah film tentang perjuangan seorang ayah untuk anaknya, Rick Hoyt, saya menyadari bahwa apa yang sudah saya lakukan ternyata masih sangat sedikit.

    Dikisahkan Dick Hoyt dan Judy adalah pasangan suami istri yang dikaruniai tiga orang anak. Putra sulung mereka, Rick tidak dapat bergerak, berbicara, dan berjalan. Rick menderita cacat sejak lahir karena tercekik tali pusar selama dalam kandungan yang mengakibatkan kerusakan pada syaraf otak dan otot-ototnya. Sehingga Rick tidak dapat melakukan gerakan.

    Rick jelas tidak dapat hidup secara normal. Para dokter menyarankan agar Rick ditempatkan dalam lembaga khusus perawatan anak-anak cacat. Orangtua Rick tidak sependapat dengan pertimbangan para dokter, karena mereka sangat menginginkan Rick hidup seperti anak-anak normal lain. Mereka percaya bahwa Rick memiliki kepintaran yang luar biasa.

    Titik terang mulai muncul ketika mereka bertemu dengan insinyur lulusan Universitas Tufts. Setelah melalui rangkaian penelitian, para insinyur tersebut mendapati bahwa otak Rick masih berfungsi normal. Mereka sepakat menciptakan sebuah sistem komputer yang dapat mengartikan makna gerakan kepala Rick, yang paling lembut sekalipun, menjadi kata-kata.

    Dengan komputer itulah Rick mulai berkomunikasi. Ia mengungkapkan kata pertama yaitu, “Go Bruins!” The Boston Bruins adalah salah satu tim yang berlaga dalam final Stanley Cup. Dari sanalah mereka mengetahui Rick gemar acara olah raga. Selanjutnya, marilah kita teladani bagaimana Dick dan Judy memanfaatkan sistem komputer itu untuk mengetahui keinginan, pemikiran dan mendidik Rick, hingga anak itu memiliki optimisme untuk menjalani kehidupan normal termasuk melanjutkan pendidikan dan berhasil menyandang gelar sarjana dari Universitas Boston pada tahun 1993.

    Satu hal yang teristimewa dari pasangan Dick dan Judy adalah kasih sayang dan perhatian mereka yang luar biasa kepada Rick. Kasih sayang merupakan salah satu sinergi yang memacu optimisme dalam kehidupan anak. Rick mendapatkan kasih sayang penuh dari orang tuanya sehingga ia memiliki sikap optimis melebihi dari yang ia butuhkan.

    Diungkapkan bahwa pada tahun 1975 saat masih berusia 13 tahun, Rick sudah berinisiatif untuk memotivasi semangat hidup seorang pemain bisbol kenamaan yang lumpuh akibat kecelakaan. Ia berkata pada ayahnya, “I have to do something for him... to let him know life does not end when you become paralyzed. – Saya harus berbuat sesuatu untuk dia… agar dia mengerti hidup ini tidak akan berakhir hanya karena lumpuh.”

    Selain mencurahkan kasih dan sayang, Dick Hoyt juga mengajak Rick beraktifitas di luar rumah, yaitu berlari sejauh 5 mil. Pengalaman itu telah meningkatkan semangat hidup Rick jauh lebih tinggi. “Untuk pertama kalinya, aku merasa tidak cacat seumur hidupku,” aku Rick kepada ayahnya.

    Dari sanalah kita dapat melihat bagaimana Dick berusaha memberikan kesempatan pada anaknya untuk melakukan hal yang baru. Memberikan kesempatan pada anak untuk mencoba hal-hal yang baru sangat efektif meningkatkan optimisme anak. Khususnya terhadap Rick, pengaruh dari aktifitas dan pengalaman baru yang ia alami telah meningkatkan kekuatan mental sekaligus fisiknya.

    Satu hal yang mesti kita ketahui bahwa proses kehidupan ini akan terus berlangsung. Jika anak-anak diperkenankan untuk mencoba hal baru, secara tidak langsung mereka juga berhubungan dengan kegagalan maupun kesuksesan. Maka mereka akan berusaha menahklukkan ketakutan. Dari sanalah seorang anak akan mendapatkan pengalaman untuk beradaptasi terhadap perubahan. Pengalaman tersebut juga akan memberikan rasa optimis dan percaya diri saat nantinya ia harus berhadapan dengan tantangan.

    Sebagaimana diceritakan bahwa Dick berusaha memberikan kesempatan kepada Rick untuk mengikuti lari maraton. Pada tahun 1975 memang peserta khusus dapat menggunakan kursi roda, tetapi tidak ada ketentuan yang membenarkan peserta didorong dalam kursi roda. Tetapi Dick tetap mengikuti lari maraton untuk pertama kalinya pada tahun 1981 tanpa menggunakan nomor peserta sambil mendorong putranya di kursi roda. Walaupun banyak orang berpikir skeptis terhadap tindakan mereka, tetapi pengalaman itu sangat mempengaruhi optimisme Rick. “Hanya dengan berlari, aku tidak merasa cacat,” ujar Rick pada sang ayah.

    Mendengar ungkapan Rick, sang ayah bertekad untuk membawa putranya berpetualang lebih jauh di dunia yang ia sukai, yaitu dunia olah raga lari. Setidaknya Dick sudah mengikuti 85 kali lomba maraton sambil mendorong kursi roda putranya, membonceng Rick lomba bersepeda sejauh 112 mil. Pada tahun 1992, Dick mengikuti lomba melintasi pegunungan Amerika sejauh 3735 mil dalam 45 hari sambil membonceng putra tercinta. Total dalam 25 tahun, mereka berdua sudah mengikuti sedikitnya 910 perlombaan, termasuk 85 kali maraton (26,2 mil), 25 kali Marathon Boston, 212 triathons dan 20 kali Duathlons.

    Dick mengikuti berbagai kejuaraan olah raga lari atau bersepeda ke penjuru negeri demi memenuhi keinginan putranya yang menyukai dunia olah raga tersebut. Dukungan Dick pada pilihan Rick sangat mempengaruhi optimisme dalam diri Rick. Dari sana kita dapat memetik pelajaran bahwasanya dukungan orang tua terhadap pilihan anak merupakan faktor yang paling mempengaruhi perkembangan pola pikirnya, menjadi lebih bebas, kreatif dan optimis. Hal itu terbukti pada Rick, dukungan sang ayah menjadikan Rick lebih optimis tanpa dibayangi kekhawatiran karena kekurangan yang ia miliki.

    Hal itu terungkap oleh ungkapan kalimat-kalimat Rick berikut ini; “When I am running, my disability seems to disappear. It is the only place where truly feel as an equal. Due to all the positive feedback, I do not feel handicapped at all. Rather , I feel that I am the intelligent person that I am with no limits. I have a message for the world which is this : To take time to get to know people with disabilities for the individuals they are.”

    “Bila aku sedang berlari, kurasa cacat dalam diriku seakan sirna. Aku merasa sama seperti yang lain. Di sanalah aku melihat diriku secara positif, sama sekali tak merasakan cacatku. Aku merasa begitu cerdas, dan tidak terbatas. Aku berpesan pada dunia agar menyisakan sedikit waktu untuk berusaha memahami orang-orang yang cacat sebagaimana diri mereka sendiri.”

    Kisah selanjutnya, kiprah mereka di dunia olah raga menarik perhatian khalayak ramai. Rick dan Dick terkenal dengan nama “Tim Hoyt”. Sementara optimisme dan semangat di dalam diri mereka telah menjadi inspirasi banyak orang. Mereka berdua sering diundang sebagai nara sumber utama dalam bermacam seminar motivasi dan mendapatkan berbagai jenis penghargaan dari pemerintah Amerika sendiri maupun perusahaan-perusahaan swasta diantaranya Living Legends Sports Award, Lifetime Achievement Award, Father and Son of The Year Award dan True Ironman Award.

    Semangat dan upaya Dick sangat luar biasa dan menyentuh hati. “There is nothing in the world that the both of us cannot conquer together. – Tidak satu pun tantangan di dunia ini yang tidak dapat kami tahklukkan bersama,” ujar Dick Hoyt yang kini sudah pensiun dari tentara angkatan udara Amerika Serikat dengan pangkat terakhir letnan kolonel. Dikisahkan bahwa semangat dan upaya Dick sampai-sampai mendapat perhatian khusus dari seorang anggota kongres Amerika Serikat, John J. Duncan, Jr. Ia menyebut Dick Hoyt sebagai ‘The strongest dad in the world – Ayah terkuat di dunia’.

    Kita dapat belajar dari semangat dan bagaimana Dick berupaya keras. Cacat yang diderita anaknya tidak membuat Dick hanya meratapi, melainkan berusaha melakukan sesuatu agar anaknya mampu berprestasi dan memiliki semangat atau optimisme dalam menatap masa depan. Putra sulung Dick itu sekarang sudah mampu hidup mandiri dengan bekerja sebagai seorang asisten lab di Boston College.

    Rick menatap masa depan dengan penuh semangat, optimis dan harapan besar. “The thing I’d most like is that my dad sit in the chair and I push him once. – Satu hal yang paling saya inginkan adalah ayah saya duduk di kursi roda ini dan kemudian saya yang mendorongnya dari belakang,” kata Rick menyatakan harapan untuk sang ayah tercinta. Dick Hoyt dan Judy adalah cermin orangtua yang sangat ideal dalam hal memberikan optimisme pada anak. Kita dapat belajar dan meniru semangat mereka berdua dalam membesarkan anak-anak tercinta. Karena bagaimanapun keadaan anak-anak kita, mereka adalah buah hati termahal amanah dari Tuhan YME yang harus kita jaga sebaik-baiknya.[]

    Live in peace
    Peace is not something that happens to you. Peace is a part of who you are.

    Peace is not something that can be taken away from you. Peace comes from the way you choose to be.

    Though the world around you may be filled with confusion, noise and turmoil, you can choose to be peaceful in your own heart. Though life is filled with difficult challenges and setbacks that pop up out of nowhere, you can choose to move through each moment with a peaceful heart.

    When you live only for the shallow, fleeting, frivolous things, then true peace will most certainly elude you. The way to choose peace is by investing yourself in real and lasting values.

    No one can force your heart to be at peace. And no one can chase true peace away from you when it is there.

    Imagine how powerful it would be to live each day with peace in your heart. And know that it is always there for you to choose.

    Add value
    Delight in beauty, and you make it more beautiful. Cherish life, and you make it more meaningful.

    Be thankful for the good things, and you make them even better. Make use of your strengths, and they become even stronger.

    Share your joy, and it becomes far more joyful. Give your love, and there's more of it to have.

    Be happy with the little victories, and they soon merge together into big accomplishments. Appreciate every moment, and they will bring you great treasure.

    Focus your thoughts and your feelings on the goodness that's there in your present situation. Then consider what you can do to make that goodness grow.

    Every day, every hour, every action, word, and thought is an opportunity to add value to life. The more of those opportunities you seize and fulfill, the better life will surely become.

    Brasil Tuan Rumah Piala Dunia 2014

    Zurich - Brasil diputuskan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2014 oleh FIFA. Dengan demikian juara dunia lima kali ini sudah dua kali menjadi tuan rumah pesta sepakbola dunia ini.

    Keputusan FIFA ini sudah diperkirakan sejak lama, mengingat Brasil hanya satu-satunya negara yang mencalonkan diri sebagai tuan rumah dari Amerika Selatan, menurut sistim bergilir FIFA.

    Brasil juga menjadi negara kelima yang menjadi tuan rumah sebanyak dua kali setelah Meksiko (1970 dan 1986), Prancis (1938 dan 1998), Jerman Barat/Jerman (1974 dan 2006) dan Italia (1934 dan 1990).

    "Saya hanya bisa mengungkapkan betapa gembiranya saya melihat nama Brasil dalam kartu pengumuman itu," ungkap Luiz Inacio Lula da Silva, presiden Brasil yang langsung hadir di markas FIFA di Zurich itu.

    "Menyelenggarakan Piala Dunia adalah tugas berat dan kami memiliki tanggung jawab lebih menggantung di pundak kami dibanding ketika kami tiba di sini. Tapi kami akan mengorganisir Piala Dunia yang hebat dan saya sangat senang," lanjutnya seperti dikutip AFP.

    Brasil memperoleh suara bulat dari 21 dari 24 anggota Komite Eksekutif FIFA yang hadir. Suatu tim inspeksi FIFA memberikan acungan jempol bagi Brasil dalam suatu kunjungan Agustus lalu.

    Namun beban berat berada di pundak Brasil. Pertimbangannya, banyak PR (pekerjaan rumah, red) yang harus dibenahi. Salah satunya adalah membuat delapan hingga 10 stadion di Brasil sesuai dengan standar, yang hingga saat ini dilaporkan belum memenuhi kriteria 'layak' dalam sudut pandang FIFA.

    Aspek lain yang juga harus dibenahi adalah keamanan, transportasi dan finansial. Selain itu ketersediaan sumber daya manusia juga menentukan sukses atau tidaknya even empat tahunan ini.

    Kita semua punya masalah. Ketika Anda merasa khawatir, Anda melipatgandakannya. Maka janganlah khawatir. Bergembiralah.
    Kita semua punya masalah, tetapi mengkhawatirkannya saja dan tidak bertindak - hanya akan memperbesar masalah.

    Hentikanlah kebiasaan yang hanya mengkhawatirkan masalah. Sibukkanlah diri Anda dengan kegiatan yang akan mengeluarkan Anda dari masalah. Dan bergembiralah dalam melakukannya, karena yang bekerja dengan suasana hati yang baik, akan mudah mencapai kebaikan.

    Pusatkan perhatian Anda pada yang Anda inginkan, bukan pada yang Anda khawatirkan.

    Fokus pada cita-cita dan keinginan Anda akan menghangatkan diri Anda. Dan dengannya Anda akan lebih mudah melihat jalan naik dan celah-celah menuju kesempatan besar.

    Fokus Anda pada kekhawatiran - akan membuat kaki dan tangan Anda dingin dan kaku. Dan dengannya langkah Anda - bergetar, dan pandangan Anda - nanar.

    (Don't Worry Be Happy - Mario Teguh)

  • title-3222847

    Mengatasi Kejenuhan & Menikmati Pekerjaan

    ?Work is either fun or drudgery. It depends on your attitude. I like fun. ? Bekerja tidak menyenangkan, tidak juga terlampau berat. Semua itu tergantung pada sikap Anda. Saya suka bekerja menyenangkan.?
    Colleen C. Barrett

    Setiap hari kita menghabiskan banyak waktu untuk bekerja, entah di kantor, pasar, sawah, lapangan atau di manapun kita berada. Seorang karyawan misalnya, rata-rata ia akan menghabiskan waktu 8 jam setiap hari. Delapan jam adalah waktu yang sangat panjang dan melelahkan bila kita tidak menikmati pekerjaan, tidak bersemangat, sedih, lesu, dan mengantuk. Seandainya dipaksakan pun hanya akan membuang waktu dan tenaga, karena hasilnya tidak akan maksimal.

    Jenuh dan tidak menikmati pekerjaan adalah hal yang lumrah dalam kehidupan manusia. Tetapi kita harus pandai menyiasati agar hal tersebut tidak berlarut-larut dan menghambat produktivitas kita. Ada 7 kiat agar kita dapat menikmati pekerjaan dan mudah mengatasi kejenuhan, untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang optimal.

    Langkah pertama sebelum memulai bekerja adalah mencintai pekerjaan kita terlebih dahulu. Bermacam faktor dapat memicu kejenuhan, sehingga kita tidak dapat menikmati pekerjaan. Tetapi bila kita mencintai pekerjaan yang sedang kita tekuni, maka kita akan merasa lebih berarti, karena pada dasarnya setiap orang di dunia ini memiliki peran dan sama-sama penting.

    Mencintai pekerjaan juga akan mendorong semangat kita untuk bekerja dengan penuh tangung jawab. Mengutip kata-kata seorang guru etos kerja Indonesia, Jansen Sinamo, ?Kerja adalah amanah, Anda harus bekerja dengan benar dan penuh tanggung jawab.? Bertanggung jawab dalam arti melakukan apa yang terbaik seringkali berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas hasil pekerjaan sekaligus semangat kerja kita.

    Realitas kehidupan kerja juga tidak lepas dari berbagai macam hambatan, entah dalam bentuk persaingan atau sabotase, kurangnya fasilitas dan modal, tekanan dari atasan dan lain sebagainya. Tak jarang hambatan atau dalam bahasa positif disebut dengan ?tantangan? menjadikan kita tidak menikmati pekerjaan. Tetapi jangan pernah sekalipun membiarkan tantangan dalam pekerjaan menghambat kinerja kita.

    Langkah yang dapat kita tempuh dalam menghadapi tantangan adalah berpikir positif. Dengan berpikir positif, kita akan melihat tantangan sebagai jalan untuk meningkatkan kualitas diri kita. Pepatah bijak dari Jepang sebagaimana dikutip dalam The Prentice Hall Encyclopedia of World Proverb menyebutkan, ?Adversity is the foundation of virtue ? Tantangan adalah dasar dari kebaikan. ? Artinya, kita akan dapat menjaga semangat kerja tetap tinggi dan menikmati pekerjaan dengan selalu berpikir positif.

    Selain itu, kenikmatan dalam menjalankan pekerjaan di antaranya dipacu oleh kemampuan yang kita miliki. Bila pekerjaan menuntut tingkat kemampuan tertentu, sementara kemampuan kita sendiri terbatas akan sangat mudah memicu suasana kerja yang menjemukan atau tidak menyenangkan. Alangkah baiknya jika kita selalu meningkatkan kemampuan, mengasah keahlian dan mengisi pikiran dengan informasi atau ilmu pengetahuan terbaru.

    Langkah tersebut akan berpengaruh terhadap cara kita menyelesaikan pekerjaan, misalnya cara yang kita lebih bervariasi dan kreatif. Cara kerja yang kreatif lebih memastikan kita senang mengerjakan tugas kita. ?...even without success, creative persons find joy in a job well done. Learning for its own sake is rewarding... - ?meskipun tanpa kesuksesan, orang yang kreatif sangat menikmati pekerjaan yang dapat ia selesaikan dengan baik? Belajar hanya untuk meningkatkan kreatifitas akan selalu bermanfaat,? kata Mihaly Csikszentmihalyi.

    Sementara langkah lain yang bisa kita tempuh untuk dapat menikmati pekerjaan adalah memupuk sikap konsisten. Seperti dikatakan sebelumnya bahwa kehidupan di dunia kerja sarat dengan aneka tantangan. Tetapi bila kita selalu bersikap konsisten terhadap tujuan semula, yaitu menghasilkan pekerjaan terbaik, maka keresahan, kekhawatiran, kebosanan dan segala yang kurang menyenangkan dalam pekerjaan akan tergantikan dengan rasa tenang dan senang. Pada akhirnya sikap konsisten tersebut menjadikan kita lebih maju dalam bidang pekerjaan kita.

    Langkah selanjutnya adalah menetapkan skala prioritas dalam pekerjaan. Kerjakan tugas yang terpenting, dan menyelesaikannya sesuai dengan batas waktu yang sudah kita tentukan sendiri. Patuhilah target deadline atau batas waktu, dan kita patut malu jika melanggarnya. Dengan demikian, kita akan terpacu untuk segera menyelesaikan pekerjaan tanpa merasa terbebani.

    Sementara itu, kita tidak dapat memungkiri bahwa kita selalu membutuhkan dukungan orang lain. John Ruskin menerangkan, ?Every great man is always being helped by everybody, for his gift is to get good out of all things and all persons. ? Setiap orang yang hebat selalu didukung oleh orang lain, karena kebaikan yang ia dapatkan bersumber dari bermacam sebab dan dukungan orang lain.? Kecerdasan dalam mengelola hubungan dengan orang-orang dalam lingkungan sangat berpengaruh terhadap suasana psikologis kita saat bekerja, terlebih terhadap hasil pekerjaan.

    Maka langkah yang harus kita tempuh adalah menciptakan suasana kerja yang komunikatif. Luangkan waktu setidaknya untuk mendengar dan berusaha memahami harapan dan persoalan yang sedang dihadapi oleh orang-orang dalam lingkup pekerjaan kita. Dengan demikian akan tercipta saling pengertian dan jalinan keakraban, yang pada akhirnya melahirkan suasana menyenangkan dalam bekerja.

    Mungkin salah satu sebab kita tidak bersemangat kerja, bosan, malas dan lain sebagainya dikarenakan potensi kita kurang diberdayakan atau kurang dihargai. Kalau saja potensi itu digabungkan dengan semangat kerja, pasti hasilnya sangat mengagumkan. Maka langkah yang bisa kita tempuh adalah mencoba saling memotivasi dan menghargai sesama rekan kerja, atasan, bawahan maupun kolega kerja.

    Motivasi dan penghargaan tidak saja menciptakan keakraban dalam lingkungan kerja, tetapi juga mengobarkan semangat untuk berpacu dalam prestasi. ?Motivation is the fuel, necessary to keep the human engine running. ? Motivasi adalah bahan bakar, sangat penting untuk menghela semangat kerja manusia,? kata Zig Ziglar. Dengan saling menghargai dan memotivasi, kita akan senantiasa mendapatkan sumber semangat untuk lebih giat bekerja.

    Satu hal yang harus kita pikirkan, waktu akan terus berlari tanpa memandang apakah kita sedang bersemangat kerja, lesu, gembira atau mengantuk. Maka jangan sia-siakan waktu, lakukan pekerjaan sebaik-baiknya. Tujuh kiat di atas akan membantu kita bekerja dengan lebih baik, karena selalu ada jalan untuk melakukan pekerjaan kita dengan lebih baik. ?There is a way to do it better...find it. ? Selalu ada jalan untuk bekerja dengan baik?carilah,? kata Thomas Edison.

    Membangun Optimisme pada Anak

    Supaya Anak Mampu Bersikap Mandiri dan Berprestasi

    ?Optimism is the faith that leads to achievement. Nothing can be done without hope and confidence. ? Optimisme adalah kepercayaan diri yang memacu kita berusaha mencapai prestasi. Tak satu pun yang bisa kita kerjakan tanpa harapan dan rasa percaya diri.?
    Hellen Keller

    Optimisme adalah satu hal yang penting bagi orangtua maupun anak-anak. Sebagai orangtua dari dua putra dan satu putri, saya pun ingin membahagiakan anak-anak dan memberikan rasa optimis pada mereka. Tetapi setelah menyaksikan sebuah film tentang perjuangan seorang ayah untuk anaknya, Rick Hoyt, saya menyadari bahwa apa yang sudah saya lakukan ternyata masih sangat sedikit.

    Dikisahkan Dick Hoyt dan Judy adalah pasangan suami istri yang dikaruniai tiga orang anak. Putra sulung mereka, Rick tidak dapat bergerak, berbicara, dan berjalan. Rick menderita cacat sejak lahir karena tercekik tali pusar selama dalam kandungan yang mengakibatkan kerusakan pada syaraf otak dan otot-ototnya. Sehingga Rick tidak dapat melakukan gerakan.

    Rick jelas tidak dapat hidup secara normal. Para dokter menyarankan agar Rick ditempatkan dalam lembaga khusus perawatan anak-anak cacat. Orangtua Rick tidak sependapat dengan pertimbangan para dokter, karena mereka sangat menginginkan Rick hidup seperti anak-anak normal lain. Mereka percaya bahwa Rick memiliki kepintaran yang luar biasa.

    Titik terang mulai muncul ketika mereka bertemu dengan insinyur lulusan Universitas Tufts. Setelah melalui rangkaian penelitian, para insinyur tersebut mendapati bahwa otak Rick masih berfungsi normal. Mereka sepakat menciptakan sebuah sistem komputer yang dapat mengartikan makna gerakan kepala Rick, yang paling lembut sekalipun, menjadi kata-kata.

    Dengan komputer itulah Rick mulai berkomunikasi. Ia mengungkapkan kata pertama yaitu, ?Go Bruins!? The Boston Bruins adalah salah satu tim yang berlaga dalam final Stanley Cup. Dari sanalah mereka mengetahui Rick gemar acara olah raga. Selanjutnya, marilah kita teladani bagaimana Dick dan Judy memanfaatkan sistem komputer itu untuk mengetahui keinginan, pemikiran dan mendidik Rick, hingga anak itu memiliki optimisme untuk menjalani kehidupan normal termasuk melanjutkan pendidikan dan berhasil menyandang gelar sarjana dari Universitas Boston pada tahun 1993.

    Satu hal yang teristimewa dari pasangan Dick dan Judy adalah kasih sayang dan perhatian mereka yang luar biasa kepada Rick. Kasih sayang merupakan salah satu sinergi yang memacu optimisme dalam kehidupan anak. Rick mendapatkan kasih sayang penuh dari orang tuanya sehingga ia memiliki sikap optimis melebihi dari yang ia butuhkan.

    Diungkapkan bahwa pada tahun 1975 saat masih berusia 13 tahun, Rick sudah berinisiatif untuk memotivasi semangat hidup seorang pemain bisbol kenamaan yang lumpuh akibat kecelakaan. Ia berkata pada ayahnya, ?I have to do something for him... to let him know life does not end when you become paralyzed. ? Saya harus berbuat sesuatu untuk dia? agar dia mengerti hidup ini tidak akan berakhir hanya karena lumpuh.?

    Selain mencurahkan kasih dan sayang, Dick Hoyt juga mengajak Rick beraktifitas di luar rumah, yaitu berlari sejauh 5 mil. Pengalaman itu telah meningkatkan semangat hidup Rick jauh lebih tinggi. ?Untuk pertama kalinya, aku merasa tidak cacat seumur hidupku,? aku Rick kepada ayahnya.

    Dari sanalah kita dapat melihat bagaimana Dick berusaha memberikan kesempatan pada anaknya untuk melakukan hal yang baru. Memberikan kesempatan pada anak untuk mencoba hal-hal yang baru sangat efektif meningkatkan optimisme anak. Khususnya terhadap Rick, pengaruh dari aktifitas dan pengalaman baru yang ia alami telah meningkatkan kekuatan mental sekaligus fisiknya.

    Satu hal yang mesti kita ketahui bahwa proses kehidupan ini akan terus berlangsung. Jika anak-anak diperkenankan untuk mencoba hal baru, secara tidak langsung mereka juga berhubungan dengan kegagalan maupun kesuksesan. Maka mereka akan berusaha menahklukkan ketakutan. Dari sanalah seorang anak akan mendapatkan pengalaman untuk beradaptasi terhadap perubahan. Pengalaman tersebut juga akan memberikan rasa optimis dan percaya diri saat nantinya ia harus berhadapan dengan tantangan.

    Sebagaimana diceritakan bahwa Dick berusaha memberikan kesempatan kepada Rick untuk mengikuti lari maraton. Pada tahun 1975 memang peserta khusus dapat menggunakan kursi roda, tetapi tidak ada ketentuan yang membenarkan peserta didorong dalam kursi roda. Tetapi Dick tetap mengikuti lari maraton untuk pertama kalinya pada tahun 1981 tanpa menggunak

  • MEMBERI HADIAH DI HARI ISTIMEWA

    MEMBERI HADIAH DI HARI ISTIMEWA

    “To be kind to all, to like many and love a few, to be needed and wanted by those we love, is certainly the nearest we can come to happiness.
    – Bersikap baik kepada semua orang, menyukai banyak orang dan mencintai sebagian kecil diantara mereka, dibutuhkan dan diinginkan oleh orang-orang yang kita cintai, sungguh merupakan posisi yang paling dekat untuk berada dalam kebahagiaan.” Mary Roberts Rinehart

    Hari yang istimewa bagi seseorang misalnya hari ulang tahun, hari perjumpaan, hari bapak, hari ibu, dan lain sebagainya. Pada hari-hari yang dianggap istimewa tersebut merupakan kesempatan yang paling tepat untuk mengungkapkan penghargaan kepada orang-orang yang teristimewa dalam kehidupan kita. Lewat pemberian hadiah, kita juga bisa mengungkapkan cinta kasih.

    Sebuah hadiah istimewa tidak harus selalu mahal, melainkan mengandung sesuatu yang khusus. Meskipun hadiah itu sifatnya sederhana, tetapi bila disampaikan dengan cara yang lebih kreatif maka akan terasa lebih spesial atau menjadi sesuatu yang unik dan tak mudah dilupakan si penerima. Begitu terkesannya, sampai-samapi sang penerima tak pernah bosan mengingat kebahagiaan yang berasal dari pemberian hadiah spesial kita.

    Saya dan istri sebagai orang tua sangat jarang menghadiahi putra dan putri kami sebuah perayaan ulang tahun yang mewah. Untuk menandai ulang tahun anak-anak, paling sering kami hanya membeli sebuah kue tart dan menikmatinya bersama. Terkadang saya memesan sebuah poster besar dengan desain unik yang terdiri foto-foto lucu kami sekeluarga. Bagi kami itu sungguh mengesankan.

    Di hari ulang tahun mertua di Malaysia beberapa waktu yang lalu, kami tak bisa pulang untuk merayakannya bersama. Lalu saya dan istri sengaja menghadiahkan sebuah CD yang merekam kami sekeluarga saat serempak mengucapkan kata selamat ulang tahun untuk beliau. CD tersebut diputar di tengah suasana suka cita saat pesta ulang tahun berlangsung dan dihadiri sanak keluarga terdekat. Coba bayangkan betapa indah momen itu. Hadiah ulang tahun dengan sedikit kreatifitas seperti itu bukankah jauh lebih berharga dibandingkan sebuah cincin mahal?

    Manusia tidak pernah berubah sejak ribuan tahun silam, yaitu masih membutuhkan cinta dan kasih sayang. Sophocles menyatakan, “One word frees us from the weight and pain of life; that word is love. – Satu kata yang dapat membebaskan kita dan beban dan penderitaan hidup; kata itu adalah cinta.” Hari istimewa merupakan saat yang tepat untuk mengungkapkan kepada orang-orang yang kita cintai bahwa cinta dan kasih sayang kita akan selalu tersedia meskipun segalanya terus berubah.

    Alkisah hari itu merupakan hari ulang tahun seorang pejabat tinggi di Amerika Serikat. Hari itu ia sangat girang karena menerima sebuah hadiah istimewa dari istrinya, yaitu sebuah pohon bunga. Ia segera membawa pohon tersebut, dan pulang ke rumah bersama istrinya.

    Sesampai di rumah ia melihat pemandangan yang berbeda dari biasanya. Thomas, seorang anak negro yang biasa bekerja membersihkan dan memelihara kebun mereka, terlihat sedang menggali lubang di tempat itu. Ia bertanya, “Thomas, bukankah hari ini kamu libur?”

    “Seharusnya saya memang libur. Tetapi saya ingin memberi hadiah istimewa untuk ulang tahun Bapak hari ini. Karena saya tidak punya uang, saya hanya bisa membuat sebuah lubang untuk menanam pohon itu,” jawab Thomas lugas. Pejabat itu tersenyum. Dalam sebuah kesempatan, pejabat tersebut mengatakan bahwa hadiah dari Thomas dan istrinya adalah hadiah yang paling istimewa dan mengesankan.

    Saya begitu terkesan ketika pagi-pagi anak-anak saya sudah mempersiapkan sebuah sarapan spesial. “Ada apa ini? Tak biasanya begitu?” batin saya. Sebuah kejutan yang menyenangkan ketika mereka memberikan sebuah hadiah yang di dalamnya terdapat empat boneka kecil, mewakili ibunya dan mereka tiga bersaudara. Ada sebuah pesan khusus di sana, “Happy Father Day! We love U! – Selamat Hari Bapak. Kami Mencintaimu.” Tanpa mereka katakan, hadiah itu sudah cukup memberitahu betapa mereka sangat mencintai saya.

    Memang di jaman yang modern ini, hadiah spesial dapat dikemas secara profesional dan mewah. Bahkan tersedia jasa yang khusus memilihkan, membungkus, dan mengirimkannya. Tetapi yang terpenting dibandingkan semua fasilitas dan kemewahan dalam sebuah hadiah adalah cinta dan kasih sayang kita. “Love is, above all, the gift of oneself. – Cinta, diatas segalanya, hadiah dari Anda,” kata Jean Anouilh. Karena hadiah spesial hanya dapat kita rasakan dari seberapa besar makna cinta yang terkandung di dalamnya.[]

    KEGIGIHAN

    Satu Hal yang Paling Membedakan antara Kegagalan dan Kesuksesan

    “Achievement seems to be connected with action. Successful men and women keep moving. They make mistakes, but they don't quit. – Prestasi terkait erat dengan tindakan. Orang-orang yang sukses akan terus berupaya. Mereka melakukan kesalahan, tetapi mereka tidak menyerah.”
    Conrad Hilton

    Orang sukses bukan tidak pernah gagal, melainkan mereka tidak pernah menyerah. Sikap tersebut memerlukan mentalitas yang gigih. Kegigihan adalah salah satu unsur kehidupan yang sangat penting bagi kita. Sebagian besar orang-orang yang sukses memiliki mental seperti itu.

    Contoh, Laksamana Peary baru berhasil mencapai Kutub Utara setelah berupaya 8 kali. Sementara Thomas Alfa Edison melakukan eksperimen 1.000 kali sebelum berhasil menemukan bola lampu dan 1.000 paten terbanyak sepanjang masa. John Creasey ditolak 743 kali oleh penerbitnya, sebelum berhasil menerbitkan 560 judul buku, yang telah terjual lebih 60 juta kopi. Begitupun yang terjadi pada Albert Einstein, Abraham Lincoln, dan lain sebagainya. Mereka tidak memiliki kelebihan khusus kecuali kegigihan.

    Presiden USA ke 30, Calvin Coolidge mengatakan, “Tidak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat menggantikan kegigihan. Bakat? Sudah sangat umum orang yang tidak berhasil karena ia hanya mengandalkan bakat. Kecerdasan? Sangat banyak orang yang cerdas tetapi tidak punya apa-apa. Pendidikan yang tinggi? Di dunia ini sangat banyak orang terlantar yang berpendidikan cukup tinggi. Kegigihan dan tekad kuat saja yang memiliki kekuatan besar.”

    Ketika kita memutuskan untuk tetap melanjutkan upaya hingga tercapai tujuan, itulah kegigihan. Meskipun tidak mudah memilikinya, tetapi kehidupan ini sendiri sebenarnya dapat membentuk kegigihan kita. Sehingga tak menutup kemungkinan kitapun memiliki sikap mental yang gigih dan menjadi salah satu dari orang-orang sukses di dunia.

    Langkah yang dapat kita tempuh untuk membangkitkan mentalitas kegigihan kita adalah membaca dan mendengar kisah tentang bagaimana orang-orang sukses di dunia mengatasi berbagai rintangan sampai akhirnya mereka berhasil menjadi pemenang. Bila kita mengorek informasi lebih jauh tentang perjuangan mereka, kita akan mendapati bahwa mereka tak jauh berbeda dengan kita. Jika kita memiliki kualitas kegigihan seperti mereka, berarti kitapun mampu melakukan sesuatu yang luar biasa.

    Memiliki target yang jelas dan terukur juga dapat membangkitkan kegigihan. Ketika segalanya berjalan sulit atau tantangan semakin besar, baiknya fokuskan pada target yang ingin kita capai. Orang yang sukses pasti memiliki kreatifitas untuk menciptakan alternatif-alternatif mengatasi kesulitan di tengah proses pencapaian tujuan. Target yang jelas merupakan sumber kreatifitas, keberanian dan energi untuk tetap gigih berupaya.

    Melakukan visualisasi akan sangat mempengaruhi semangat dan suasana hari-hari kita. Caranya adalah mengosongkan pikiran terlebih dahulu. Kemudian pejamkan mata, dan lihatlah diri kita sejelas-jelasnya. Misalnya melihat diri kita mendapatkan sebuah penghargaan, lalu diminta memberikan kata sambutan di panggung sebagai seorang ilmuwan yang telah menemukan tehnologi terbaru dan efektif memajukan hasil pertanian 100 kali lipat.

    Kemudian kita juga akan melihat disana kita berbicara dengan percaya diri dan profesional serta memberikan inspirasi kepada banyak orang yang menghadiri acara tersebut. Bayangkan bagaimana seumpama kita nanti benar-benar mengalaminya. Melakukan visualisasi sesering dan sejelas mungkin seperti itu dapat membangkitkan tekad kita untuk melakukan langkah-langkah yang luar biasa. “Ingatlah selalu bahwa tekad Anda untuk sukses adalah lebih penting daripada apapun,” terang Abraham Lincoln

    Auto-suggestion atau afirmasi adalah melakukan ulangan dengan menulis atau mengucapkan sebuah harapan secara berulang-ulang. Misalnya menyatakan, “Aku akan selalu menyambut hari baru dengan penuh semangat dan senyum yang paling manis. Aku akan menikmati setiap tantangan.” Itu hanya sebuah contoh afirmasi, dan semua orang bisa menuliskan atau mengucapkan harapan yang positif sesuai keinginan masing-masing untuk meningkatkan kegigihan.

    Melakukan auto-suggestion atau afirmasi bagi orang lain yang tidak mengerti tujuan yang hendak kita capai mungkin akan menganggap kita gila. Tetapi menurut Albert Cray, “Salah satu penentu sukses yang umum adalah membiasakan diri melakukan hal-hal yang tidak dilakukan oleh orang-orang yang gagal.” Karena auto-suggestion atau afirmasi dengan disertai keyakinan terbukti sangat berpengaruh terhadap pikiran dan kegigihan kita dalam melakukan langkah-langkah yang mendekatkan diri terhadap target yang ingin kita capai.

    Lingkungan terdiri dari orang-orang, dan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap kegigihan seseorang. Hyman Rickover mengatakan, “Great minds discuss ideas, average minds discuss events, small minds discuss people. – Orang-orang yang hebat mendiskusikan ide-ide, orang-orang biasa-biasa saja mendiskusikan situasi, orang-orang hidupnya susah akan cenderung membicarakan tentang kekurangan orang lain.”

    Kita harus pandai dan berhati-hati memilih komunitas, karena kekeliruan memilih dapat menyebabkan semangat kita turun drastis. Sebaliknya semangat atau kegigihan kita akan terpacu bila kita dikelilingi dengan orang-orang yang berpikir dan memiliki kebiasaan positif. Mereka terdiri dari orang-orang yang memiliki semangat luar biasa untuk lebih baik dan kemauan belajar yang tinggi.

    Seorang yang sukses pasti memiliki program dan target kerja. Ia akan menyukai tantangan yang akan membawanya kepada kemenangan yang ia harapkan. Menghadiahi diri sendiri berdasarkan hasil tentu akan memacu kegigihan kita mewujudkan target yang lebih besar. Misalnya untuk pencapaian target jangka pendek kita nonton film terbaru atau belanja baju baru di pusat perbelanjaan. Sedangkan untuk prestasi jangka menengah kita sengaja mempersiapkan sebuah liburan ke luar kota selama 2-3 malam. Kitapun perlu memanjakan diri, misalnya melakukan wisata ke luar negri dan lain sebagainya setelah berhasil melampaui tantangan yang melelahkan untuk mencapai target jangka panjang.

    Secara garis besar, kita harus belajar dari kehidupan yang terus berputar. Memang banyak diantara kita yang jatuh. Tetapi bila kita memilih untuk menang, sebenarnya mahkota kesuksesan itu berada sangat dekat dengan saat kita memulai. Jadi meskipun kecepatan kita rendah dalam menciptakan kemajuan, pastikan untuk tidak pernah menyerah dan tetap gigih melangkah.

    Konfirmasi On-Fire

    Hamburg SV merupakan salah satu klub yang sedang on-fire di Eropa saat ini. Konfirmasi terhadap kehebatan tim arahan Huub Stevens tersebut muncul di pertandingan pertama fase grup Piala UEFA, Kamis (25/10).

    Hamburg menang 1-0 atas klub yang baru saja resmi menjadi juara Norwegia, SK Brann. Yang hebat adalah HSV melakukannya di partai tandang tanpa diperkuat oleh sejumlah pemain inti, seperti trio Belanda, yakni Rafael van der Vaart-Romeo Castelen-Nigel de Jong, dan striker utama Paolo Guerrero.

    Gol HSV dibuat bek Vincent Kompany. “Senang sekali saya bisa membuat gol penting. Saya tidak sering bermain musim ini, jadi amat menyenangkan bisa memberikan sesuatu kepada fan,” kata Kompany kepada Goal.com.

    Dengan kemenangan ini, Hamburg kini tidak terkalahkan dalam delapan partai Bundesliga dan Piala UEFA. Mereka menang tujuh kali dan imbang satu kali. Tim terakhir yang mampu mengalahkan HSV adalah Eintracht Frankfurt di pekan ke-5 Bundesliga pada 15 September lalu.

    Di Grup D Piala UEFA, Hamburg berdiri sejajar dengan Basel. Jagoan Swiss itu juga memetik kemenangan 1-0 atas Rennes. “Saya melihat tanda-tanda baik dalam perjalanan kami ke depan,” kata Stevens di situs hsv.de. (wid)

    Kiprah Terakhir Jol

    Duel melawan Getafe, Kamis (25/10), ternyata menjadi gim terakhir bagi Martin Jol. Yang menyedihkan adalah pelatih asal Belanda tersebut tak bisa melambaikan salam perpisahan dengan manis kepada para suporter yang tak henti menyanyikan namanya di White Hart Lane. Maklum, Spurs tumbang 1-2 di Piala UEFA.

    Banyak yang berspekulasi bahwa Jol dipecat lantaran kekalahan di partai pembuka Grup G tersebut. Namun, sesungguhnya nasib eks tangan kanan Jacques Santini ini sudah diputuskan sebelum pertandingan itu digelar.

    Harian The Sun bahkan menuliskan bahwa sebelum kick-off, Jol telah menemui para petinggi Tottenham, termasuk Chairman Daniel Levy. Artinya apa pun hasil melawan Getafe takkan mengubah vonis.

    “Pihak manajemen memang sudah meminta Martin Jol beserta asistennya Chris Hughton untuk segera meletakkan jabatan,” demikian keterangan resmi yang terpampang di situs resmi klub.

    Sempat melambungkan klub sejak menggantikan Santini pada 2004, Jol mengawali start terburuk pada musim ini: satu kemenangan dari 10 gim EPL. Kekalahan 1-3 dari Newcastle United, Senin (22/10), membuat Spurs tetap terpuruk di peringkat ketiga dari bawah.

    “Saya bisa memahami keputusan klub jika hasil yang jadi patokan,” tutur Jol. “Yang pasti saya menikmati masa-masa menyenangkan di klub ini. Tottenham Hotspur klub yang spesial dan saya ingin berterima kasih kepada seluruh ofisial dan pemain. Fan klub ini juga sangat mengagumkan. Saya takkan bisa melupakan mereka.”

    Klub London Utara itu tak menyebut siapa yang nantinya menggantikan Jol kendati Juande Ramos, pelatih Sevilla, sudah mereka hubungi. Untuk sementara, tim ini akan ditangani oleh eks striker Tottenham yang kini bertugas sebagai development coach, Clive Allen.

    Unggul Lebih Dulu

    Yang jelas duel kontra Getafe tersebut berjalan seru dan menegangkan, persis seperti kebanyakan duel Spurs di The Lane pada era Jol. Peluang berbahaya pertama didapat Braulio dan Esteban Granero, namun tembakan mereka melambung di atas gawang Radek Cerny, pengganti Paul Robinson, yang sedang cedera.

    Namun, Tottenham bikin gol lebih dulu. Umpan silang Pascal Chimbonda disundul Dimitar Berbatov kemudian diteruskan Jermain Defoe. Getafe membalas lewat tendangan bebas Granero dari sisi kiri yang diselesaikan dengan sentuhan pelan oleh Ruben De la Red.

    Kubu tuan rumah langsung bereaksi guna mempertahankan keunggulan, tapi sayang gol Berbatov dianulir lantaran ia dianggap off-side.

    Memasuki babak kedua, rumor dipecatnya Jol sampai ke kuping pemain dan para fan setia Spurs. Namun, itu tak membuat tuan rumah mengendurkan serangan. Sedikitnya dua peluang terbuang dari sundulan jarak dekat Berbatov serta tendangan Defoe.

    Getafe sendiri selalu berbahaya kala melancarkan serangan balik. Gol penentu muncul kala crossing David Cortes disambut tendangan tumit Braulio, yang mengecoh Cerny. Tendangan Tom Huddlestone sempat membentur mistar saat Spurs berusaha sekuat tenaga untuk menyamakan kedudukan, tapi keunggulan Getafe bertahan. (Barry Manembu)

    Atasi Kendala Lapangan

    Kondisi lapangan yang buruk tak menjadi halangan bagi favorit juara Bayern Muenchen. Ya, pasukan Ottmar Hitzfeld sukses melibas tuan rumah Crvena Zvezda, 3-2, di partai pembuka Grup F, Kamis (25/10).

    Kemenangan diperoleh secara dramatis lewat gol injury time pemain belia Toni Kroos. Striker Jerman U-17 itu menjebol gawang Red Star lewat sebuah tendangan bebas cantik. Padahal Kroos baru masuk sembilan menit menjelang bubaran, menggantikan Mark van Bommel.

    Muenchen selalu dalam kondisi tertinggal, tetapi selalu bangkit menyamakan kedudukan via striker Miroslav Klose. Gol kedua Klose tak terlepas dari umpan free kick Kroos. “Anda harus yakin dapat membalikkan keadaan,” tukas Klose mengindikasikan mental juara timnya.

    Bayern terakhir menggenggam Piala UEFA pada 1996, sebelum naik kasta ke Liga Champion. Itu yang membuat mereka absen di UEFA Cup sepanjang 10 musim terakhir. Bayern baru turun pangkat setelah hanya finis di peringkat empat Bundesliga musim lalu.

    Pada gim kemarin, dua gol Red Star dibukukan Ognjen Koroman dan Nenad Milijas. Sementara itu, Klose mengoyak gawang lawan pada menit ke-20 dan 84. Bek Milos Bajalica diusir wasit di ujung laga dan Kroos dengan gemilang menyudahi pertandingan keras tersebut.

    Lapangan Licin

    Kubu Muenchen, yang tampil tanpa Martin Demichelis, Franck Ribery, Luca Toni, dan Daniel van Buyten, terlihat sulit memainkan passing game khas mereka lantaran permukaan lapangan yang licin dan berlubang.

    “Anak-anak bertarung habis-habisan. Kalaupun hanya berhasil meraup satu poin, kami sudah cukup bahagia,” cetus Hitzfeld, yang diisukan bakal menukangi timnas Swiss pasca-Euro 2008.

    “Kondisi lapangan sangat buruk. Kami bahkan sempat mempertimbangkan untuk meminta gim ini dibatalkan. Namun, kami tak jadi memohon hal tersebut,” imbuhnya.

    Di partai lain di Grup F, Bolton hanya mampu bermain imbang di bawah Gary Megson, manajer baru yang meneruskan kiprah Sammy Lee, yang angkat kaki Kamis pekan lalu. Striker El Hadji Diouf membawa tuan rumah memimpin terlebih dulu pada menit ke-66 sebelum akhirnya disamakan Jailson pada menit ke-87.

    Wakil Jerman lain, Bayer Leverkusen, mencatat kemenangan tipis 1-0 atas Toulouse di Grup E. Stefan Kiessling, striker Leverkusen yang sedang on fire, membukukan gol keempat dari tiga penampilan di Piala UEFA, dengan mengelob bola melewati jangkauan kiper Nicolas Douchez pada menit ke-35. Zurich juga unggul tipis 2-1 atas Sparta Prague di Grup E. (bry)

    Firm and flexible
    Anything that is too rigid can be quickly fractured by sufficient force. By contrast, anything that is flexible can experience blow after blow from every direction and still keep springing back into place.

    When you're willing and able to bend, you're much less likely to break. By adapting to changing situations, you can successfully make your way through even the most difficult challenges.

    Being flexible does not mean giving in or giving up or being any less firm or being any less committed to the outcome you seek. Being flexible means being more understanding, more creative, more open to new and better ways of achieving the results you wish to achieve.

    A tree that bends with the wind does not get carried off by the wind, but in fact stands firmly in its location. Flexibility enables you to remain strong, to remain true to your position, and to successfully handle whatever challenges come along.

    If you're overly rigid, you may appear strong on the surface, yet any kind of strength that is not willing or able to adapt is extremely vulnerable. Seek to develop real and lasting strength, the kind that is flexible enough to respond to a wide variety of challenges.

    Be steadfast about your most treasured values, and flexible about how you express and fulfill them. With a firm will and a flexible approach, truly great things are possible.

    -- Ralph Marston

    The power of attention
    If you fear something with intensity and persistence, it will become real in your life. If you desire something with intensity and persistence, then what you desire will become real in your life.

    When you focus your attention and your energy on something, it will grow stronger. So it is far better to focus your attention on what is positive and desirable.

    Do you see the world in terms of your limitations? Then those limitations will indeed hold you back. Instead, relate to the world from a perspective of your best possibilities. And you'll surely bring those possibilities to life.

    That is not to suggest that you ignore the negative or pretend that it doesn't exist. Acknowledge and accept reality, then direct your energy toward the positive possibilities.

    Your attention will give power to whatever it is focused upon. Choose to focus it in a way that will move you positively forward.

  • MEMBERI HADIAH DI HARI ISTIMEWA

    MEMBERI HADIAH DI HARI ISTIMEWA

    “To be kind to all, to like many and love a few, to be needed and wanted by those we love, is certainly the nearest we can come to happiness.
    – Bersikap baik kepada semua orang, menyukai banyak orang dan mencintai sebagian kecil diantara mereka, dibutuhkan dan diinginkan oleh orang-orang yang kita cintai, sungguh merupakan posisi yang paling dekat untuk berada dalam kebahagiaan.” Mary Roberts Rinehart

    Hari yang istimewa bagi seseorang misalnya hari ulang tahun, hari perjumpaan, hari bapak, hari ibu, dan lain sebagainya. Pada hari-hari yang dianggap istimewa tersebut merupakan kesempatan yang paling tepat untuk mengungkapkan penghargaan kepada orang-orang yang teristimewa dalam kehidupan kita. Lewat pemberian hadiah, kita juga bisa mengungkapkan cinta kasih.

    Sebuah hadiah istimewa tidak harus selalu mahal, melainkan mengandung sesuatu yang khusus. Meskipun hadiah itu sifatnya sederhana, tetapi bila disampaikan dengan cara yang lebih kreatif maka akan terasa lebih spesial atau menjadi sesuatu yang unik dan tak mudah dilupakan si penerima. Begitu terkesannya, sampai-samapi sang penerima tak pernah bosan mengingat kebahagiaan yang berasal dari pemberian hadiah spesial kita.

    Saya dan istri sebagai orang tua sangat jarang menghadiahi putra dan putri kami sebuah perayaan ulang tahun yang mewah. Untuk menandai ulang tahun anak-anak, paling sering kami hanya membeli sebuah kue tart dan menikmatinya bersama. Terkadang saya memesan sebuah poster besar dengan desain unik yang terdiri foto-foto lucu kami sekeluarga. Bagi kami itu sungguh mengesankan.

    Di hari ulang tahun mertua di Malaysia beberapa waktu yang lalu, kami tak bisa pulang untuk merayakannya bersama. Lalu saya dan istri sengaja menghadiahkan sebuah CD yang merekam kami sekeluarga saat serempak mengucapkan kata selamat ulang tahun untuk beliau. CD tersebut diputar di tengah suasana suka cita saat pesta ulang tahun berlangsung dan dihadiri sanak keluarga terdekat. Coba bayangkan betapa indah momen itu. Hadiah ulang tahun dengan sedikit kreatifitas seperti itu bukankah jauh lebih berharga dibandingkan sebuah cincin mahal?

    Manusia tidak pernah berubah sejak ribuan tahun silam, yaitu masih membutuhkan cinta dan kasih sayang. Sophocles menyatakan, “One word frees us from the weight and pain of life; that word is love. – Satu kata yang dapat membebaskan kita dan beban dan penderitaan hidup; kata itu adalah cinta.” Hari istimewa merupakan saat yang tepat untuk mengungkapkan kepada orang-orang yang kita cintai bahwa cinta dan kasih sayang kita akan selalu tersedia meskipun segalanya terus berubah.

    Alkisah hari itu merupakan hari ulang tahun seorang pejabat tinggi di Amerika Serikat. Hari itu ia sangat girang karena menerima sebuah hadiah istimewa dari istrinya, yaitu sebuah pohon bunga. Ia segera membawa pohon tersebut, dan pulang ke rumah bersama istrinya.

    Sesampai di rumah ia melihat pemandangan yang berbeda dari biasanya. Thomas, seorang anak negro yang biasa bekerja membersihkan dan memelihara kebun mereka, terlihat sedang menggali lubang di tempat itu. Ia bertanya, “Thomas, bukankah hari ini kamu libur?”

    “Seharusnya saya memang libur. Tetapi saya ingin memberi hadiah istimewa untuk ulang tahun Bapak hari ini. Karena saya tidak punya uang, saya hanya bisa membuat sebuah lubang untuk menanam pohon itu,” jawab Thomas lugas. Pejabat itu tersenyum. Dalam sebuah kesempatan, pejabat tersebut mengatakan bahwa hadiah dari Thomas dan istrinya adalah hadiah yang paling istimewa dan mengesankan.

    Saya begitu terkesan ketika pagi-pagi anak-anak saya sudah mempersiapkan sebuah sarapan spesial. “Ada apa ini? Tak biasanya begitu?” batin saya. Sebuah kejutan yang menyenangkan ketika mereka memberikan sebuah hadiah yang di dalamnya terdapat empat boneka kecil, mewakili ibunya dan mereka tiga bersaudara. Ada sebuah pesan khusus di sana, “Happy Father Day! We love U! – Selamat Hari Bapak. Kami Mencintaimu.” Tanpa mereka katakan, hadiah itu sudah cukup memberitahu betapa mereka sangat mencintai saya.

    Memang di jaman yang modern ini, hadiah spesial dapat dikemas secara profesional dan mewah. Bahkan tersedia jasa yang khusus memilihkan, membungkus, dan mengirimkannya. Tetapi yang terpenting dibandingkan semua fasilitas dan kemewahan dalam sebuah hadiah adalah cinta dan kasih sayang kita. “Love is, above all, the gift of oneself. – Cinta, diatas segalanya, hadiah dari Anda,” kata Jean Anouilh. Karena hadiah spesial hanya dapat kita rasakan dari seberapa besar makna cinta yang terkandung di dalamnya.[]

    KEGIGIHAN

    Satu Hal yang Paling Membedakan antara Kegagalan dan Kesuksesan

    “Achievement seems to be connected with action. Successful men and women keep moving. They make mistakes, but they don't quit. – Prestasi terkait erat dengan tindakan. Orang-orang yang sukses akan terus berupaya. Mereka melakukan kesalahan, tetapi mereka tidak menyerah.”
    Conrad Hilton

    Orang sukses bukan tidak pernah gagal, melainkan mereka tidak pernah menyerah. Sikap tersebut memerlukan mentalitas yang gigih. Kegigihan adalah salah satu unsur kehidupan yang sangat penting bagi kita. Sebagian besar orang-orang yang sukses memiliki mental seperti itu.

    Contoh, Laksamana Peary baru berhasil mencapai Kutub Utara setelah berupaya 8 kali. Sementara Thomas Alfa Edison melakukan eksperimen 1.000 kali sebelum berhasil menemukan bola lampu dan 1.000 paten terbanyak sepanjang masa. John Creasey ditolak 743 kali oleh penerbitnya, sebelum berhasil menerbitkan 560 judul buku, yang telah terjual lebih 60 juta kopi. Begitupun yang terjadi pada Albert Einstein, Abraham Lincoln, dan lain sebagainya. Mereka tidak memiliki kelebihan khusus kecuali kegigihan.

    Presiden USA ke 30, Calvin Coolidge mengatakan, “Tidak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat menggantikan kegigihan. Bakat? Sudah sangat umum orang yang tidak berhasil karena ia hanya mengandalkan bakat. Kecerdasan? Sangat banyak orang yang cerdas tetapi tidak punya apa-apa. Pendidikan yang tinggi? Di dunia ini sangat banyak orang terlantar yang berpendidikan cukup tinggi. Kegigihan dan tekad kuat saja yang memiliki kekuatan besar.”

    Ketika kita memutuskan untuk tetap melanjutkan upaya hingga tercapai tujuan, itulah kegigihan. Meskipun tidak mudah memilikinya, tetapi kehidupan ini sendiri sebenarnya dapat membentuk kegigihan kita. Sehingga tak menutup kemungkinan kitapun memiliki sikap mental yang gigih dan menjadi salah satu dari orang-orang sukses di dunia.

    Langkah yang dapat kita tempuh untuk membangkitkan mentalitas kegigihan kita adalah membaca dan mendengar kisah tentang bagaimana orang-orang sukses di dunia mengatasi berbagai rintangan sampai akhirnya mereka berhasil menjadi pemenang. Bila kita mengorek informasi lebih jauh tentang perjuangan mereka, kita akan mendapati bahwa mereka tak jauh berbeda dengan kita. Jika kita memiliki kualitas kegigihan seperti mereka, berarti kitapun mampu melakukan sesuatu yang luar biasa.

    Memiliki target yang jelas dan terukur juga dapat membangkitkan kegigihan. Ketika segalanya berjalan sulit atau tantangan semakin besar, baiknya fokuskan pada target yang ingin kita capai. Orang yang sukses pasti memiliki kreatifitas untuk menciptakan alternatif-alternatif mengatasi kesulitan di tengah proses pencapaian tujuan. Target yang jelas merupakan sumber kreatifitas, keberanian dan energi untuk tetap gigih berupaya.

    Melakukan visualisasi akan sangat mempengaruhi semangat dan suasana hari-hari kita. Caranya adalah mengosongkan pikiran terlebih dahulu. Kemudian pejamkan mata, dan lihatlah diri kita sejelas-jelasnya. Misalnya melihat diri kita mendapatkan sebuah penghargaan, lalu diminta memberikan kata sambutan di panggung sebagai seorang ilmuwan yang telah menemukan tehnologi terbaru dan efektif memajukan hasil pertanian 100 kali lipat.

    Kemudian kita juga akan melihat disana kita berbicara dengan percaya diri dan profesional serta memberikan inspirasi kepada banyak orang yang menghadiri acara tersebut. Bayangkan bagaimana seumpama kita nanti benar-benar mengalaminya. Melakukan visualisasi sesering dan sejelas mungkin seperti itu dapat membangkitkan tekad kita untuk melakukan langkah-langkah yang luar biasa. “Ingatlah selalu bahwa tekad Anda untuk sukses adalah lebih penting daripada apapun,” terang Abraham Lincoln

    Auto-suggestion atau afirmasi adalah melakukan ulangan dengan menulis atau mengucapkan sebuah harapan secara berulang-ulang. Misalnya menyatakan, “Aku akan selalu menyambut hari baru dengan penuh semangat dan senyum yang paling manis. Aku akan menikmati setiap tantangan.” Itu hanya sebuah contoh afirmasi, dan semua orang bisa menuliskan atau mengucapkan harapan yang positif sesuai keinginan masing-masing untuk meningkatkan kegigihan.

    Melakukan auto-suggestion atau afirmasi bagi orang lain yang tidak mengerti tujuan yang hendak kita capai mungkin akan menganggap kita gila. Tetapi menurut Albert Cray, “Salah satu penentu sukses yang umum adalah membiasakan diri melakukan hal-hal yang tidak dilakukan oleh orang-orang yang gagal.” Karena auto-suggestion atau afirmasi dengan disertai keyakinan terbukti sangat berpengaruh terhadap pikiran dan kegigihan kita dalam melakukan langkah-langkah yang mendekatkan diri terhadap target yang ingin kita capai.

    Lingkungan terdiri dari orang-orang, dan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap kegigihan seseorang. Hyman Rickover mengatakan, “Great minds discuss ideas, average minds discuss events, small minds discuss people. – Orang-orang yang hebat mendiskusikan ide-ide, orang-orang biasa-biasa saja mendiskusikan situasi, orang-orang hidupnya susah akan cenderung membicarakan tentang kekurangan orang lain.”

    Kita harus pandai dan berhati-hati memilih komunitas, karena kekeliruan memilih dapat menyebabkan semangat kita turun drastis. Sebaliknya semangat atau kegigihan kita akan terpacu bila kita dikelilingi dengan orang-orang yang berpikir dan memiliki kebiasaan positif. Mereka terdiri dari orang-orang yang memiliki semangat luar biasa untuk lebih baik dan kemauan belajar yang tinggi.

    Seorang yang sukses pasti memiliki program dan target kerja. Ia akan menyukai tantangan yang akan membawanya kepada kemenangan yang ia harapkan. Menghadiahi diri sendiri berdasarkan hasil tentu akan memacu kegigihan kita mewujudkan target yang lebih besar. Misalnya untuk pencapaian target jangka pendek kita nonton film terbaru atau belanja baju baru di pusat perbelanjaan. Sedangkan untuk prestasi jangka menengah kita sengaja mempersiapkan sebuah liburan ke luar kota selama 2-3 malam. Kitapun perlu memanjakan diri, misalnya melakukan wisata ke luar negri dan lain sebagainya setelah berhasil melampaui tantangan yang melelahkan untuk mencapai target jangka panjang.

    Secara garis besar, kita harus belajar dari kehidupan yang terus berputar. Memang banyak diantara kita yang jatuh. Tetapi bila kita memilih untuk menang, sebenarnya mahkota kesuksesan itu berada sangat dekat dengan saat kita memulai. Jadi meskipun kecepatan kita rendah dalam menciptakan kemajuan, pastikan untuk tidak pernah menyerah dan tetap gigih melangkah.

    Konfirmasi On-Fire

    Hamburg SV merupakan salah satu klub yang sedang on-fire di Eropa saat ini. Konfirmasi terhadap kehebatan tim arahan Huub Stevens tersebut muncul di pertandingan pertama fase grup Piala UEFA, Kamis (25/10).

    Hamburg menang 1-0 atas klub yang baru saja resmi menjadi juara Norwegia, SK Brann. Yang hebat adalah HSV melakukannya di partai tandang tanpa diperkuat oleh sejumlah pemain inti, seperti trio Belanda, yakni Rafael van der Vaart-Romeo Castelen-Nigel de Jong, dan striker utama Paolo Guerrero.

    Gol HSV dibuat bek Vincent Kompany. “Senang sekali saya bisa membuat gol penting. Saya tidak sering bermain musim ini, jadi amat menyenangkan bisa memberikan sesuatu kepada fan,” kata Kompany kepada Goal.com.

    Dengan kemenangan ini, Hamburg kini tidak terkalahkan dalam delapan partai Bundesliga dan Piala UEFA. Mereka menang tujuh kali dan imbang satu kali. Tim terakhir yang mampu mengalahkan HSV adalah Eintracht Frankfurt di pekan ke-5 Bundesliga pada 15 September lalu.

    Di Grup D Piala UEFA, Hamburg berdiri sejajar dengan Basel. Jagoan Swiss itu juga memetik kemenangan 1-0 atas Rennes. “Saya melihat tanda-tanda baik dalam perjalanan kami ke depan,” kata Stevens di situs hsv.de. (wid)

    Kiprah Terakhir Jol

    Duel melawan Getafe, Kamis (25/10), ternyata menjadi gim terakhir bagi Martin Jol. Yang menyedihkan adalah pelatih asal Belanda tersebut tak bisa melambaikan salam perpisahan dengan manis kepada para suporter yang tak henti menyanyikan namanya di White Hart Lane. Maklum, Spurs tumbang 1-2 di Piala UEFA.

    Banyak yang berspekulasi bahwa Jol dipecat lantaran kekalahan di partai pembuka Grup G tersebut. Namun, sesungguhnya nasib eks tangan kanan Jacques Santini ini sudah diputuskan sebelum pertandingan itu digelar.

    Harian The Sun bahkan menuliskan bahwa sebelum kick-off, Jol telah menemui para petinggi Tottenham, termasuk Chairman Daniel Levy. Artinya apa pun hasil melawan Getafe takkan mengubah vonis.

    “Pihak manajemen memang sudah meminta Martin Jol beserta asistennya Chris Hughton untuk segera meletakkan jabatan,” demikian keterangan resmi yang terpampang di situs resmi klub.

    Sempat melambungkan klub sejak menggantikan Santini pada 2004, Jol mengawali start terburuk pada musim ini: satu kemenangan dari 10 gim EPL. Kekalahan 1-3 dari Newcastle United, Senin (22/10), membuat Spurs tetap terpuruk di peringkat ketiga dari bawah.

    “Saya bisa memahami keputusan klub jika hasil yang jadi patokan,” tutur Jol. “Yang pasti saya menikmati masa-masa menyenangkan di klub ini. Tottenham Hotspur klub yang spesial dan saya ingin berterima kasih kepada seluruh ofisial dan pemain. Fan klub ini juga sangat mengagumkan. Saya takkan bisa melupakan mereka.”

    Klub London Utara itu tak menyebut siapa yang nantinya menggantikan Jol kendati Juande Ramos, pelatih Sevilla, sudah mereka hubungi. Untuk sementara, tim ini akan ditangani oleh eks striker Tottenham yang kini bertugas sebagai development coach, Clive Allen.

    Unggul Lebih Dulu

    Yang jelas duel kontra Getafe tersebut berjalan seru dan menegangkan, persis seperti kebanyakan duel Spurs di The Lane pada era Jol. Peluang berbahaya pertama didapat Braulio dan Esteban Granero, namun tembakan mereka melambung di atas gawang Radek Cerny, pengganti Paul Robinson, yang sedang cedera.

    Namun, Tottenham bikin gol lebih dulu. Umpan silang Pascal Chimbonda disundul Dimitar Berbatov kemudian diteruskan Jermain Defoe. Getafe membalas lewat tendangan bebas Granero dari sisi kiri yang diselesaikan dengan sentuhan pelan oleh Ruben De la Red.

    Kubu tuan rumah langsung bereaksi guna mempertahankan keunggulan, tapi sayang gol Berbatov dianulir lantaran ia dianggap off-side.

    Memasuki babak kedua, rumor dipecatnya Jol sampai ke kuping pemain dan para fan setia Spurs. Namun, itu tak membuat tuan rumah mengendurkan serangan. Sedikitnya dua peluang terbuang dari sundulan jarak dekat Berbatov serta tendangan Defoe.

    Getafe sendiri selalu berbahaya kala melancarkan serangan balik. Gol penentu muncul kala crossing David Cortes disambut tendangan tumit Braulio, yang mengecoh Cerny. Tendangan Tom Huddlestone sempat membentur mistar saat Spurs berusaha sekuat tenaga untuk menyamakan kedudukan, tapi keunggulan Getafe bertahan. (Barry Manembu)

    Atasi Kendala Lapangan

    Kondisi lapangan yang buruk tak menjadi halangan bagi favorit juara Bayern Muenchen. Ya, pasukan Ottmar Hitzfeld sukses melibas tuan rumah Crvena Zvezda, 3-2, di partai pembuka Grup F, Kamis (25/10).

    Kemenangan diperoleh secara dramatis lewat gol injury time pemain belia Toni Kroos. Striker Jerman U-17 itu menjebol gawang Red Star lewat sebuah tendangan bebas cantik. Padahal Kroos baru masuk sembilan menit menjelang bubaran, menggantikan Mark van Bommel.

    Muenchen selalu dalam kondisi tertinggal, tetapi selalu bangkit menyamakan kedudukan via striker Miroslav Klose. Gol kedua Klose tak terlepas dari umpan free kick Kroos. “Anda harus yakin dapat membalikkan keadaan,” tukas Klose mengindikasikan mental juara timnya.

    Bayern terakhir menggenggam Piala UEFA pada 1996, sebelum naik kasta ke Liga Champion. Itu yang membuat mereka absen di UEFA Cup sepanjang 10 musim terakhir. Bayern baru turun pangkat setelah hanya finis di peringkat empat Bundesliga musim lalu.

    Pada gim kemarin, dua gol Red Star dibukukan Ognjen Koroman dan Nenad Milijas. Sementara itu, Klose mengoyak gawang lawan pada menit ke-20 dan 84. Bek Milos Bajalica diusir wasit di ujung laga dan Kroos dengan gemilang menyudahi pertandingan keras tersebut.

    Lapangan Licin

    Kubu Muenchen, yang tampil tanpa Martin Demichelis, Franck Ribery, Luca Toni, dan Daniel van Buyten, terlihat sulit memainkan passing game khas mereka lantaran permukaan lapangan yang licin dan berlubang.

    “Anak-anak bertarung habis-habisan. Kalaupun hanya berhasil meraup satu poin, kami sudah cukup bahagia,” cetus Hitzfeld, yang diisukan bakal menukangi timnas Swiss pasca-Euro 2008.

    “Kondisi lapangan sangat buruk. Kami bahkan sempat mempertimbangkan untuk meminta gim ini dibatalkan. Namun, kami tak jadi memohon hal tersebut,” imbuhnya.

    Di partai lain di Grup F, Bolton hanya mampu bermain imbang di bawah Gary Megson, manajer baru yang meneruskan kiprah Sammy Lee, yang angkat kaki Kamis pekan lalu. Striker El Hadji Diouf membawa tuan rumah memimpin terlebih dulu pada menit ke-66 sebelum akhirnya disamakan Jailson pada menit ke-87.

    Wakil Jerman lain, Bayer Leverkusen, mencatat kemenangan tipis 1-0 atas Toulouse di Grup E. Stefan Kiessling, striker Leverkusen yang sedang on fire, membukukan gol keempat dari tiga penampilan di Piala UEFA, dengan mengelob bola melewati jangkauan kiper Nicolas Douchez pada menit ke-35. Zurich juga unggul tipis 2-1 atas Sparta Prague di Grup E. (bry)

    Firm and flexible
    Anything that is too rigid can be quickly fractured by sufficient force. By contrast, anything that is flexible can experience blow after blow from every direction and still keep springing back into place.

    When you're willing and able to bend, you're much less likely to break. By adapting to changing situations, you can successfully make your way through even the most difficult challenges.

    Being flexible does not mean giving in or giving up or being any less firm or being any less committed to the outcome you seek. Being flexible means being more understanding, more creative, more open to new and better ways of achieving the results you wish to achieve.

    A tree that bends with the wind does not get carried off by the wind, but in fact stands firmly in its location. Flexibility enables you to remain strong, to remain true to your position, and to successfully handle whatever challenges come along.

    If you're overly rigid, you may appear strong on the surface, yet any kind of strength that is not willing or able to adapt is extremely vulnerable. Seek to develop real and lasting strength, the kind that is flexible enough to respond to a wide variety of challenges.

    Be steadfast about your most treasured values, and flexible about how you express and fulfill them. With a firm will and a flexible approach, truly great things are possible.

    -- Ralph Marston

    The power of attention
    If you fear something with intensity and persistence, it will become real in your life. If you desire something with intensity and persistence, then what you desire will become real in your life.

    When you focus your attention and your energy on something, it will grow stronger. So it is far better to focus your attention on what is positive and desirable.

    Do you see the world in terms of your limitations? Then those limitations will indeed hold you back. Instead, relate to the world from a perspective of your best possibilities. And you'll surely bring those possibilities to life.

    That is not to suggest that you ignore the negative or pretend that it doesn't exist. Acknowledge and accept reality, then direct your energy toward the positive possibilities.

    Your attention will give power to whatever it is focused upon. Choose to focus it in a way that will move you positively forward.

  • title-3222553

    MEMBERI HADIAH DI HARI ISTIMEWA

    ?To be kind to all, to like many and love a few, to be needed and wanted by those we love, is certainly the nearest we can come to happiness.
    ? Bersikap baik kepada semua orang, menyukai banyak orang dan mencintai sebagian kecil diantara mereka, dibutuhkan dan diinginkan oleh orang-orang yang kita cintai, sungguh merupakan posisi yang paling dekat untuk berada dalam kebahagiaan.? Mary Roberts Rinehart

    Hari yang istimewa bagi seseorang misalnya hari ulang tahun, hari perjumpaan, hari bapak, hari ibu, dan lain sebagainya. Pada hari-hari yang dianggap istimewa tersebut merupakan kesempatan yang paling tepat untuk mengungkapkan penghargaan kepada orang-orang yang teristimewa dalam kehidupan kita. Lewat pemberian hadiah, kita juga bisa mengungkapkan cinta kasih.

    Sebuah hadiah istimewa tidak harus selalu mahal, melainkan mengandung sesuatu yang khusus. Meskipun hadiah itu sifatnya sederhana, tetapi bila disampaikan dengan cara yang lebih kreatif maka akan terasa lebih spesial atau menjadi sesuatu yang unik dan tak mudah dilupakan si penerima. Begitu terkesannya, sampai-samapi sang penerima tak pernah bosan mengingat kebahagiaan yang berasal dari pemberian hadiah spesial kita.

    Saya dan istri sebagai orang tua sangat jarang menghadiahi putra dan putri kami sebuah perayaan ulang tahun yang mewah. Untuk menandai ulang tahun anak-anak, paling sering kami hanya membeli sebuah kue tart dan menikmatinya bersama. Terkadang saya memesan sebuah poster besar dengan desain unik yang terdiri foto-foto lucu kami sekeluarga. Bagi kami itu sungguh mengesankan.

    Di hari ulang tahun mertua di Malaysia beberapa waktu yang lalu, kami tak bisa pulang untuk merayakannya bersama. Lalu saya dan istri sengaja menghadiahkan sebuah CD yang merekam kami sekeluarga saat serempak mengucapkan kata selamat ulang tahun untuk beliau. CD tersebut diputar di tengah suasana suka cita saat pesta ulang tahun berlangsung dan dihadiri sanak keluarga terdekat. Coba bayangkan betapa indah momen itu. Hadiah ulang tahun dengan sedikit kreatifitas seperti itu bukankah jauh lebih berharga dibandingkan sebuah cincin mahal?

    Manusia tidak pernah berubah sejak ribuan tahun silam, yaitu masih membutuhkan cinta dan kasih sayang. Sophocles menyatakan, ?One word frees us from the weight and pain of life; that word is love. ? Satu kata yang dapat membebaskan kita dan beban dan penderitaan hidup; kata itu adalah cinta.? Hari istimewa merupakan saat yang tepat untuk mengungkapkan kepada orang-orang yang kita cintai bahwa cinta dan kasih sayang kita akan selalu tersedia meskipun segalanya terus berubah.

    Alkisah hari itu merupakan hari ulang tahun seorang pejabat tinggi di Amerika Serikat. Hari itu ia sangat girang karena menerima sebuah hadiah istimewa dari istrinya, yaitu sebuah pohon bunga. Ia segera membawa pohon tersebut, dan pulang ke rumah bersama istrinya.

    Sesampai di rumah ia melihat pemandangan yang berbeda dari biasanya. Thomas, seorang anak negro yang biasa bekerja membersihkan dan memelihara kebun mereka, terlihat sedang menggali lubang di tempat itu. Ia bertanya, ?Thomas, bukankah hari ini kamu libur??

    ?Seharusnya saya memang libur. Tetapi saya ingin memberi hadiah istimewa untuk ulang tahun Bapak hari ini. Karena saya tidak punya uang, saya hanya bisa membuat sebuah lubang untuk menanam pohon itu,? jawab Thomas lugas. Pejabat itu tersenyum. Dalam sebuah kesempatan, pejabat tersebut mengatakan bahwa hadiah dari Thomas dan istrinya adalah hadiah yang paling istimewa dan mengesankan.

    Saya begitu terkesan ketika pagi-pagi anak-anak saya sudah mempersiapkan sebuah sarapan spesial. ?Ada apa ini? Tak biasanya begitu?? batin saya. Sebuah kejutan yang menyenangkan ketika mereka memberikan sebuah hadiah yang di dalamnya terdapat empat boneka kecil, mewakili ibunya dan mereka tiga bersaudara. Ada sebuah pesan khusus di sana, ?Happy Father Day! We love U! ? Selamat Hari Bapak. Kami Mencintaimu.? Tanpa mereka katakan, hadiah itu sudah cukup memberitahu betapa mereka sangat mencintai saya.

    Memang di jaman yang modern ini, hadiah spesial dapat dikemas secara profesional dan mewah. Bahkan tersedia jasa yang khusus memilihkan, membungkus, dan mengirimkannya. Tetapi yang terpenting dibandingkan semua fasilitas dan kemewahan dalam sebuah hadiah adalah cinta dan kasih sayang kita. ?Love is, above all, the gift of oneself. ? Cinta, diatas segalanya, hadiah dari Anda,? kata Jean Anouilh. Karena hadiah spesial hanya dapat kita rasakan dari seberapa besar makna cinta yang terkandung di dalamnya.[]

    KEGIGIHAN

    Satu Hal yang Paling Membedakan antara Kegagalan dan Kesuksesan

    ?Achievement seems to be connected with action. Successful men and women keep moving. They make mistakes, but they don't quit. ? Prestasi terkait erat dengan tindakan. Orang-orang yang sukses akan terus berupaya. Mereka melakukan kesalahan, tetapi mereka tidak menyerah.?
    Conrad Hilton

    %2

  • Why Muslim nations trail the West

    Why Muslim nations trail the West

    Sayuti Hasibuan, Jakarta

    One striking fact about the state of human development in the world today is that Muslim countries rank generally low on the human development index. No Islamic country comes anywhere near the industrialized countries in terms of human development.

    Every year, the United Nations Development Program (UNDP) issues its Human Development Report, which ranks countries in the world.

    In 1999, out of 165 countries, the highest-placed Islamic country was Brunei Darussalam, at No. 32. The lowest was Niger, at No. 161. Islamic countries with larger populations, such as Indonesia, Egypt, Morocco, Pakistan and Bangladesh, failed to make the top 100.

    The relative positions of these Islamic countries did not improve in the 2005 report. Western European countries, North America and Australia ranked among the top 25 that year, while Indonesia fell to 110th out of 177 countries.

    The latest UNDP Human Development Report, in 2006, revealed that developed economies still led the pack, with Norway perching on top. There was a slight improvement made by five Islamic countries compared to their 1999 rankings, namely Bahrain, Kuwait, Qatar, Oman and Tunisia. But overall the relative positions did not change significantly.

    The human development index covers the degree of human achievement in the fields of education, health and the economy. So the lower ranks in human development indicate that Muslims in general have lower educational levels, lower health status and lower economic capabilities than non-Muslims.

    From the income point of view, a large number of Muslims live in abject poverty. Based on the US$1/per capita income per day standard, in the period of 1990-2004, 7.5 percent of the population in Indonesia, 3.1 percent in Egypt, and 17 percent in Pakistan lived in poverty. If we use the World Bank's $2 per day per capita, the proportion of the poor population increases to 52.4 percent in Indonesia, 73.6 percent in Pakistan and 82.8 percent in Bangladesh. Such poverty situations are a far cry from the Koranic injunction that each and every Muslim (as is every other human being) is a representative of Allah on earth.

    One may justifiably ask why these sad conditions prevail long after many of these countries gained their freedom at the end of World War II.

    Muslim intellectuals have been acutely aware of the poverty situations in their countries and there have been brilliant analyses of these problems. More than that, there have been successful action programs to reduce poverty directly, albeit partial ones, as in the case of Grameen Bank in Bangladesh, which saw Prof. Muhammad Yunus rewarded with the Nobel Peace Prize last year.

    The governments of these Islamic countries have taken on systematic development efforts in the form of a series of five-year development plans. These efforts have been going on for decades, often with strong support in the form of funds and ideas from international donors such as the World Bank, the Asian Development Bank and USAID. And yet, as we have seen, the results are far from satisfactory. Why?

    The short answer is that the economic and political elites of these countries operationally idolize the materialistic and individualistic ideologies of neoclassical economics. Such idolization can hardly be conducive to the full utilization and development of human resources. Such idolization comes in many manifestations but the most well-known ones are economic growth and high per capita income.

    Take Indonesia, for example. One sees in Indonesia economic growth during the period of 1969 to 1993/1994 increased on average 6.8 percent per year. Per capita income increased from $70 in 1968 to $700 at the end of 1993.

    But at the same time open unemployment increased from 1.7 percent of the labor force in 1980 or 891,000 people to 3.2 percent of the labor force in 1995 or 6.3 million people. During 1997 to 2006 period, income increased from Rp 413.8 trillion to Rp 3,338 trillion but open unemployment also increased to 11.1 million people or nearly 11 percent of the labor force in 2006.

    That material achievement is not wanted for its own sake but as a means to something else has been known since Aristotelian times and the Muslim holy book is full of injunctions against such idolization. So why do Muslim leaders and elites idolize material achievement? This is because they follow the precepts of neoclassical economics literally.

    Not that all the precepts of such economics are wrong. As part of the human legacy of wisdom and knowledge, such precepts cannot all be wrong. But the practical precepts of neoclassical economics need to be cast in the framework of the basic aims of the societies in these countries and the basic methodologies to be pursued.

    The aim is to make Muslims an effective catalyst for the development of their multi-racial and multi-religious societies. The case of Indonesia, the country with the largest Muslim population in the world, may be instructive in this respect. It will be interesting to pursue this point further in the future.

    The writer is dean of the Department of Economics at Al Azhar University Indonesia, Jakarta, and a professor in the Graduate Program of Muhammadiyah University, Surakarta. He may contacted at sajoeti@yahoo. com

    Wartawan 'Lampung Post'

    Telah banyak pemikiran digelontorkan mengenai sosok pemimpin yang dibutuhkan negeri ini. Semuanya mensyaratkan sosok yang kuat dengan kemampuan luar biasa untuk menyelesaikan masalah-masalah mendasar. Pemimpin yang taat atas konstitusi negara dan memiliki keyakinan besar dengan kemampuannya untuk menghapus segala bentuk penyimpangan dan pelanggaran hukum tanpa merasa takut visi besarya tentang pembangunan nasional tak mendapat dukungan dari parlemen.

    Siapa pun pasti bersepakat dengan figur pemimpin seperti itu mengingat problematika persoalan yang terjadi selama ini lebih dipicu oleh ketidaktegasan pemimpin dalam mengambil keputusan. Karena, pemimpin yang ada selama ini selalu merasa tergangu dan menjadi ragu-ragu mengambil keputusan mengingat setiap keputusan yang akan diambil senantiasa menyentuh kepentingan- kepentingan politik tak mendasar.

    Dalam pemberantasan korupsi, yang karut-marut dengan kepentingan elite-elite politik. Banyak pelaku tindak korupsi merupakan perpanjangan tangan kepentingan- kepentingan politik -- sebagian besar elite yang merupakan kader partai politik tertentu -- sehingga setiap kali akan dibuat keputusan hukum selalu berakhir menjadi semacam negosiasi politik.

    Karena itu, sosok pemimpin di masa depan harus tidak terkooptasi kepentingan- kepentingan politik tak mendasar, bebas menjalankan pemerintahannya dan tidak perlu merasa tidak didukung oleh partai politik. Pemimpin seperti itu adalah negarawan sejati, berjiwa patriotik-nasionali s, dan berpihak kepada nasib rakyatnya. Sosok seperti itu hanya muncul apabila selalu mengasah rasa simpati dan empati terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi rakyat tertindas, menderita, mendapat perlakuan tidak adil, dan dimarjinalisasikan oleh situasi.

    Tentu sosok pemimpin sangat ideal seperti itu sukar mengharapkannya muncul di tengah-tengah rakyat. Negara ini lebih banyak menghasilkan pemmpin yang mengambil jarak dengan rakyat yang sengsara, hanya mengandalkan laporan-laporan yang lahir dari penggunaan kacamata kuda. Natan Sharansky dalam The Case for Democracy, the Power of Freedom to Overcome Tyranny & Terror (New York: 2004), menyebut empati dan simpati mendorong seorang pemimpin menghayati sikap profetik untuk memberi koreksi atas tindak manusia yang keliru dan mendatangkan ketidakadilan. Pada akhirnya, pemimpin tersebut akan tergerak hati untuk membela orang-orang tertindas dan diperas.

    Tokoh-Tokoh Kecapaian

    Belakangan, wacana calon presiden mulai marak. Banyak tokoh dikedepankan untuk bersaing pada Pemilihan Presiden 2009 mendatang. Beberapa tokoh malah mulai sibuk kampanye seperti Jusuf Kalla, Sutiyoso, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, bahkan, Susilo Bambang Yudhoyono mulai ikut-ikutan. Tugas-tugas negara yang dibebankan di pundak mulai ditanggalkan karena jauh lebih penting mencari dukungan politik.

    Sosok para calon presiden kita ini sudah tak asing lagi bagi rakyat. Mereka "orang-orang yang kadung kecapaian" dalam memimpin. Ada mantan Presiden RI, yang telah dimasukkan publik ke dalam golongan elite yang gemar memberi janji tetapi keteteran memberi bukti. Selama menjadi Presiden RI, bukan saja mereka tidak bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang mendera rakyat, melainkan ikut andil menciptakan persoalan-persoalan baru akibat kebijakan-kebijakan yang keliru. Mustahil mengharapkan mereka akan tampil sebagai pemimpin yang memiliki kemampuan mengoreksi tindak-tanduk manusia yang keliru.

    Ada mantan pejabat, yang juga tidak membawa perubahan signifikan pada nasib rakyat saat menjadi pemimpin. Dari sekian juta penduduk di negeri ini, sangat pasti masih banyak yang menyimpan kekecewaan terhadap kemampuan mereka dalam memimpin. Karena itu, sangat disayangkan bila partai politik tetap mengandalkan sosok orang-orang yang sudah pernah menjadi pemimpin itu tanpa sebuah tawaran kreatif yang mampu mengubah persepsi publik.

    Dilihat dari faktor kaderisasi, kebijakan partai politk ini semacam ironi dalam berdemokrasi. Namun, dunia politik senantiasa tak bisa ditebak. Politik menegasikan logika. Politik pun menegasikan regenerasi. Bagi mereka yang taklid kepada elite partai politik, pasti akan sepakat dengan kebijakan serupa itu. Tentu, agar keberadaannya tak digoyang dan bisa selamat hingga suatu saat ia termasuk orang-orang capai yang mendapat berkah untuk dicalonkan. Tentu pula, sikap mendukung ini akan dibenarkan sendiri bahwa pengalaman orang-orang lama sangat penting.

    Memberi kesempatan kembali kepada orang-orang lama sama artinya memaksakan orang-orang capai. Mengutip sebuah penelitian psikologi yang pernah dilakukan Freud, strategi politik yang mengandalkan orang-orang capai ini menjadi pantas dipertanyakan. Menurut Freud, semakin tua seseorang akan semakin memengaruhi perkembangan volume otaknya, terjadi penyusutan hingga mencapai 30%.

    Dengan volume otak yang 100% saja, bangsa kita masih dihadapkan dengan persoalan-persoalan krusial menyangkut kemiskinan, infrastruktur buruk, dan korupsi di mana-mana. Konon lagi bila seorang kepala daerah memiliki volume otak yang tak mencapai 100%?

    Sosok Orang Tua

    Tetapi, kebijakan partai politik memilih tokoh-tokoh tua, gaek, dan kecapaian itu menjadi beralasan bila yang diharapkan adalah pemimpin seperti yang disebut di awal tulisan ini. Tokoh-tokoh tua yang volume otaknya sebesar 70%--80% memiliki pengalaman luar biasa. Pengalaman itu berharga untuk menghadapi persoalan-persoalan sama, sehingga solusi bisa dirumuskan dalam waktu singkat.

    Akan tetapi, pengalaman tidak banyak berarti di era yang senantiasa berubah seperti saat ini. Masyarakat cepat belajar dari kekurangan mereka, yang kemudian membuat mereka jauh lebih cerdas dibandingkan kepala daerah yang sangat mengandalkan pengalaman.

    Pengalaman tak berharga di hadapan ilmu pengetahuan. Pengalaman memang terus bertambah dan semakin matang. Akan tetapi, ilmu pengetahuan jauh lebih pesat berkembang, seiring dinamika perkembangan kehidupan masyarakat. Perkembangan ilmu dan pengetahuan menuntut kemampuan seseorang untuk mengikuti alur gerak dan dinamikanya, sehingga tetap bisa menyesuaikan diri dengan tahapan-tahapan perkembangan tersebut.

    Orang berpengalaman lebih mengandalkan naluri. Sedangkan orang berilmu dan berpengetahuan sangat mengandalkan rasio. Kedua hal itu memiliki titik tekan pada pencapaian hasil dari kegiatan yang dilakukan. Jika orang berpengalaman lebih memilih hasil agar pengalamannya bertambah, maka orang berilmu dan berpengetahuan lebih menekankan pada kemajuan dari penguasaannya atas ilmu dan pengetahuan.

    Dengan orang berpengalaman, maka bisa diwujudkan pemimpin seperti diharapkan Natan Sharansky, yakni pemimpin yang mudah berempati dan bersimpati pada persoalan rakyat sehingga tergerak hatinya untuk membela orang-orang tertindas dan diperas.

    Ferdinand Fit Hadapi Arsenal

    Manchester - Lini belakang Manchester United dipastikan tetap tangguh menghadapi Arsenal setelah bek Rio Ferdinand dinyatakan fit guna menghadapi laga big match akhir pekan ini.

    Ferdinand sebelumnya diragukan bisa tampil saat menghadapi The Gunners di Emirates Stadium akhir pekan ini. Media Inggris mengabarkan bahwa Ferdinand mengalami cedera sehingga digantikan saat MU menang 4-1 atas Middlesbrough akhir pekan kemarin.

    Mereka juga mengklaim bek Inggris ini telah dikirim guna menjalani scan guna memeriksa kembali cedera lamanya yaitu pangkal pahanya kumat lagi. Namun segala rumor mengenai kondisi Ferdinand yang dihembuskan media Inggris segera dibantah oleh MU.

    Lewat pernyataannya, The Reds Devils menegaskan bahwa Rio Ferdinand fit untuk menghadapi Arsenal hari Sabtu nanti di Emirates Stadium. Kini Ferdinand pun telah menjalani latihan bersama skuad MU menyiapkan diri menghadapi The Gunners.

    "Bagaimana pun, bek tengah berusia 28 tahun ini sedang melakukan latihan bersama seluruh skuad di Carrington hari Selasa ini. Dia sudah benar fit dan telah sipa bermain menghadapi The Gunners," kata pihak MU lewat situs resminya.

    Tekad Pelatih Matador Bangkitkan Spurs

    London - Para pemain Tottenham Hotspur siap menjinakkan "banteng-banteng" di Premiership, dengan berbekal sosok pelatih matador yang kini menangani Dimitar Berbatov cs.

    Juande Ramos sudah resmi menduduki kursi manajer Spurs. Bersama dengannya, diajak pula Marcos Alvarez, seorang pelatih fisik yang sudah bekerja bersama Ramos selama empat tahun terakhir.

    Alvarez yang kini bakal bertanggung jawab atas tingkat kebugaran para pemain di White Hart Lane, bukanlah sosok pelatih kebugaran biasa. Di Spanyol, pria 36 tahun itu juga dikenal sebagai pelatih pribadi seorang matador tenar, Fran Rivera. Demikian dikutip Daily Mail, Rabu (31/10/2007).

    Selain menjadi pelatih pribadi figur matador terkemuka di Spanyol tersebut, Alvarez juga sudah memberikan "sentuhannya" buat Sevila. Meski dikenal kerap memberi porsi latihan berat dan tergolong banyak maunya --konon pada awalnya beberapa pemain Sevilla tidak menyukai Alvarez dan sempat melukis karikatur dirinya dengan mulut tersumpal-- namun hasilnya nyata.

    Keberhasilan Los Rojiblancos bersaing dengan Barcelona dan Real Madrid di La Liga sekaligus meraih dua titel Piala UEFA dalam dua terakhir, dinilai sebagai dampak dari bagusnya tingkat kebugaran pemain Sevilla.

    Kabarnya, menu latihan berat serupa juga sudah mulai diberlakukan Alvarez di Spurs. Pria yang pernah aktif bermain tenis itu disebutkan sudah melatih para pemain Spurs dengan porsi ganda, sebuah menu latihan yang disebut-sebut belum pernah dilakukan para pemain klub London itu dalam dua bulan terakhir.

    "Tim ini memiliki kualitas yang cukup untuk meningkatkan posisinya di Liga Primer dan kami pasti akan berusaha keras untuk kembali naik ke posisi atas," tegas Alvarez.

    Di bawah bimbingan Alvarez, kini hanya waktu yang bisa menjawab mampu tidaknya para pemain Spurs menjinakkan lawan-lawannya, sekaligus memperbaiki posisi, nanti.

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.