Search blog.co.uk

Posts archive for: 9 October, 2007
  • Menanti Rush Pemain Afrika

    davina3

    Dunia sepakbola baru saja dihentakkan oleh usulan Presiden FIFA, Sepp Blatter, agar mengurangi jumlah pemain asing di dalam sebuah klub. Ironisnya, di tengah kehebohan ini, RFEF justru membuka keran pemain asing dengan lebih deras.

    Ya, Federasi Sepakbola Spanyol menggolkan proposal untuk menyamakan status pemain asal Afrika dengan pemain berpaspor Uni-Eropa (UE). Artinya hak pemain asal Benua Hitam itu akan sama di hadapan hukum layaknya pemain UE.

    Dalam bahasa olahraga, label alien alias pemain asing yang biasanya otomatis tersemat di dada jugador asal Afrika bakal hilang. So, imbasnya klub-klub La Liga akan diperbolehkan memakai Africans tanpa mengurangi kuota non-UE.

    Ambillah Barcelona sebagai contoh. Saat ini El Barca memiliki dua pemain asal Afrika, yakni Samuel Eto’o (Kamerun) dan Yaya Toure (Pantai Gading). Kini, status non-UE mereka otomatis lenyap.

    “Mulai sekarang, pemain asal negara-negara ini (Afrika) akan dianggap sebagai pemain yang datang dari Uni Eropa. Begitu pula mereka-mereka yang akan datang dari Afrika di masa yang akan datang,” ujar jubir RFEF, Jorge Carretero.

    Dampaknya Barcelona, Real Madrid, dan Sevilla akan langsung diuntungkan. Pasalnya, selain Eto’o dan Yaya Toure di Barca, Madrid juga memiliki Mahamadou Diarra (Mali) dan Sevilla tengah memakai Arouna Kone (Pantai Gading).

    Jika ditelusuri lebih jauh, sebetulnya keputusan tak terlalu mendadak. Hanya, timing-nya kebetulan berbarengan dengan usulan Blatter. RFEF sendiri sudah menjajaki proposal ini sejak meneken pakta di Benin tahun 2000 silam.

    Kala itu, RFEF (dengan persetujuan FIFA dan UEFA) bertemu dengan perwakilan dari 77 negara asal Afrika, Karibia, dan negara-negara Pasifik. Intinya pertemuan itu menstipulasi persamaan hak bagi seluruh pemain yang bekerja di Eropa. Termasuk mereka yang datang dari Afrika. (shr)

    Giovani Dos Santos
    Ingin Menapaktilasi Messi

    Meski kerap dikait-kaitkan dengan Ronaldinho, baik dari sisi kemiripan fisik maupun gaya bermain, Giovani Dos Santos justru mengusung sosok Thierry Henry dan Lionel Messi sebagai idola.

    “Ada banyak pemain seusia saya yang menjadikan Henry sebagai idola. Saya bak bermimpi bahwa sekarang malah bersanding di dalam satu klub. Hebatnya lagi, Henry selalu siap membantu jika ada masalah,” ucap Dos Santos.

    Kata pemuda berusia 18 tahun asal Meksiko itu lagi, Henry selalu memberi masukan jika melihat ada yang kurang dari dirinya. “Selain membantu saya secara pribadi, Henry juga sering terlibat dalam memajukan kualitas tim,” lanjut Dos Santos.

    Untuk kasus Messi, kata Dos Santos, langkah Si Messias dalam mendobrak pintu tim senior adalah hal yang telah mengilhaminya guna menapaktilasi jejak tersebut. Persis seperti Messi, Dos Santos juga mengawali karier di akademi La Masia.

    “Saya tergolong beruntung karena bisa melihat permainan Messi sejak di level akademi. Setelah ia dipanggil ke tim senior, saya juga terus memperhatikan kiprahnya. Mengapa? Karena ia adalah contoh bagi pemain untuk maju,” kata Dos Santos lagi.

    “Messi membuktikan bahwa jika kita berlatih maksimal sejak di level junior, dan terus berusaha untuk memberikan hasil optimal saat diberi kesempatan, pastinya pintu tim senior akan otomatis terbuka,” imbuhnya.

    Well, rasanya Dos Santos tak asal bicara. Buktinya Frank Rijkaard telah memberinya kesempatan di tim senior, meski usianya belum cukup “dewasa”. (shr)

    Henin Belum Puas

    Justine Henin memang hebat. Pemain Belgia itu benar-benar menunjukkan kualitas sebagai pemain nomor wahid dunia. Ia bahkan menganggap tahun ini sebagai yang terbaik dalam karier.

    Kenapa Henin beranggapan demikian? Karena tahun ini pemain berusia 25 tahun itu sudah mengantongi delapan gelar juara dari 12 turnamen yang diikuti, dua di antaranya dari arena grand slam, Prancis dan AS Terbuka.

    Gelar juara teranyar ia sabet pada Minggu (7/10) dalam turnamen GP Porsche, di Stuttgart, Jerman. Di final, ia mengalahkan remaja Prancis, Tatiana Golovin, 2-6, 6-2, 6-1.

    "Saya merasa lebih segar dari pemain mana pun saat ini. Saya juga menjuarai delapan turnamen pada 2003, tapi yang saya ikuti 20. Jadi tahun ini sudah pasti yang terbaik dalam karier saya," ungkap Henin, seperti dirilis Reuters.

    Yang membuat Henin senang dengan titel di Stuttgart adalah ini merupakan yang pertama untuknya. Padahal, ia pernah masuk final pada 2001 dan 2003. Kemenangan ini juga memberinya sebuah mobil Porsche 911 dan hadiah sebesar 92.410 dolar AS atau sekitar 900 juta rupiah.

    Meskipun menganggap tahun ini sebagai yang terbaik, Henin masih belum puas. Delapan gelar juara belum cukup. Masih ada dua turnamen lagi yang akan diikutinya, yakni Zurich Terbuka di Swiss dan turnamen tutup tahun WTA Championships di Madrid, Spanyol, bulan depan. Bisa jadi tahun ini akan makin indah bagi mantan istri Pierre-Yves Hardenne itu.

    Venus Gagal

    Sementara itu, dari turnamen Jepang Terbuka di Tokyo, Venus Williams gagal menjadi kampiun. Unggulan teratas asal AS itu ditundukkan pemain Prancis, Virginie Razzano 6-4, 6-7 (7), 4-6 di final.

    "Saya senang bisa jadi juara. Venus pemain hebat. Dia bisa berada di 10 besar bukan karena kebetulan," komentar Razzano, yang seminggu sebelumnya berjaya pada turnamen Guangzhou Terbuka di Cina.

    Venus sendiri mengaku ia kalah bukan karena kelelahan setelah sebelumnya tampil di turnamen Korea Terbuka dan menjadi juara. "Saya tidak lelah. Dia memang bermain bagus," kata peringkat kedelapan dunia itu. (yuk)

  • Tangan Kosong Lagi

    Makau Terbuka
    Tangan Kosong Lagi

    Peluang terbuka, tapi ternyata gagal dimanfaatkan dengan baik. Hasil akhir pun, pemain Cipayung kembali dengan tangan kosong pada turnamen grand prix gold Makau Terbuka, yang berakhir Minggu (7/10) di Macau Polytechnic Institute Multisport Pavilion.

    Sebenarnya kans terbuka di tunggal putra dan ganda putra. Sayang Taufik Hidayat gagal menuntaskan penampilan di final. Pemain berusia 26 tahun sekaligus ayah satu putri itu tidak berhasil mengatasi kesabaran pemain muda Cina, Chen Jin. Di partai puncak, Taufik menyerah 21-19, 17-21, dan 18-21.

    Menurut pelatih Marleve Mainaky, kekalahan terjadi karena dengan bola yang lambat Taufik tidak bisa mengembangkan permainan menyerang. Akibatnya tinggal siapa yang lebih sabar menunggu, dialah yang akan menjadi pemenang.

    “Taufik kalah sabar dibanding Chen Jin. Pemain Cina itu begitu sabar untuk menyerang. Begitu ada kesempatan, dia baru menyerang,” tutur Marleve lewat telepon dari Makau, Minggu malam.

    Marleve menjelaskan bahwa di gim ketiga turnamen berhadiah total 120 ribu dolar AS itu sebenarnya Taufik sempat memimpin 16-14 atas Chen Jin. Namun, karena kalah sabar, dia malah jadi tersusul dan membuat lawan berbalik unggul 19-17. Hal ini pun diakui Paulus Firman, pelatih Taufik.

    “Di gim ketiga ketat sekali. Sayang, setelah unggul 16-14, Taufik terburu-buru. Selain itu, beberapa kali dia agak ragu dengan bola belakang dari lawan,” sebut Paulus dalam layanan pesan singkat.

    Bagi Taufik, ini adalah kekalahan ketiga di final secara beruntun. Sebelumnya dia dikalahkan Lee Chong Wei di final Jepang Super Series, lalu sepekan kemudian dikandaskan Sony Dwi Kuncoro pada final Taiwan Terbuka.

    “Ya tidak apa-apa. Saya sudah berjuang maksimal. Bertanding itu ada menang dan ada kalahnya. Ya, bagaimana lagi, saya sudah berusaha maksimal,” ucap Taufik, seperti dituturkan Paulus.

    Padahal, setelah Lin Dan mengundurkan diri, peluang Taufik untuk menjadi juara pun terbuka. Maklum, di grup atas tidak ada lagi lawan yang berbahaya. Apalagi, unggulan kedua, Bao Chunlai, juga asal Cina, sudah terganjal di perempatfinal oleh Wong Choong Hann (Malaysia).

    Tembok Besar

    Selain Taufik, Markis Kido/Hendra Setiawan pun sebenarnya sangat diharapkan bisa menambah koleksi gelar juara. Sayang, pasangan juara dunia di Kuala Lumpur, Malaysia, Agustus silam itu kembali menabrak tembok besar, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong. Ganda Malaysia ini merupakan lawan yang belum berhasil diruntuhkan Kido/Hendra.

    Dalam tiga pertemuan sebelumnya, ganda peringkat pertama dunia kita itu selalu kalah melawan Koo/Tan. Kido/Hendra kalah di Malaysia dan Indonesia Super Series serta semifinal Asian Games, Doha, Desember tahun lalu.

    Koo/Tan ini kemudian menjadi juara setelah menciptakan final sesama pemain Malaysia di final. Juara All England 2007 itu menundukkan seniornya, Lee Wan Wah/Choong Tan Fook, lewat pertarungan sengit, 21-18, 17-21, 23-21.

    Kalau pasangan negeri jiran bisa menembar senyum, sebaliknya dengan ganda kita. Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto secara menyakitkan tersingkir di babak pertama oleh Kho Chung Chiat/Abdul Latif Mohd. Razif (Malaysia) 21-14, 16-21, 16-21.

    Setelah pulang dengan tangan kosong, hasil ini tentu menjadi pekerjaan rumah berat bagi PBSI. Apalagi, bulan depan mereka sudah harus sibuk dengan turnamen kelas super series di Eropa. (Broto Happy W.)

    HASIL FINAL
    ------------------------
    Tunggal Putra: Chen Jin (Cin) vs Taufik Hidayat (Ina) 19-21, 21-17, 21-18 Tunggal Putri: Xie Xingfang (Cin) vs Jun Jae-youn (Kor) 21-10, 21-10 Ganda Putra: Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (Mas) vs Lee Wan Wah/Choong Tan Fook (Mas) 21-18, 17-21, 23-21 Ganda Putri: Gao Ling/Huang Sui (Cin) vs Lee Kyung-won/Lee Hyo-jung (Kor) 21-15, 21-7 Ganda Campuran: Xie Zhongbo/Zhang Yawen (Cin) vs Fang Chieh Min/Cheng Wen/Hsing (Tpe) 21-14, 21-16

    Inilah Cina Sesungguhnya!

    Hancur lebur di Jepang Super Series, lalu absen karena tidak mendapat visa ke Grand Prix Taiwan Terbuka, kini pasukan Cina unjuk gigi. Pada turnamen Grand Prix Gold Makau Terbuka, mereka menyabet empat gelar juara. Inilah kekuatan Cina sesungguhnya!

    Meski sebagian bintangnya mengundurkan diri karena masih kelelahan, Chen Jin, Xie Xingfang, Gao Ling/Huang Sui, dan Xie Zhongbo/Zhang Yawen membuktikan bahwa kekuatan Negeri Tirai Bambu tidak boleh diremehkan. Terbukti pada turnamen berhadiah total 120 ribu dolar AS, mereka menjadi kampiun di nomor masing-masing.

    Dominasi Cina nyaris sempurna kalau di ganda putra, Cai Yun/Fu Haifeng maju ke final dan menjadi juara. Sayang, juara dunia 2006 di Madrid itu sudah tersingkir lebih dulu, dijegal ganda veteran Malaysia, Lee Wan Wah/Choong Tan Fook, di semifinal, 20-22, 18-21.

    Keempat gelar Cina kali ini pun didapat tidak dengan gampang. Maklum, seteru dari negara lain pun memberikan perlawanan ketat. Chen Jin harus mengatasi Taufik Hidayat, Xie Xingfang menyingkirkan Jun Jae-youn (Korea), sedangkan Gao Ling/Huang Sui mengalahkan Lee Kyung-won/Lee Hyo-jung (Korea). Kemenangan mereka dilengkapi Xie Zhongbo/Zhang Yawen, yang mengandaskan Fang Chieh Min/Cheng Wen/Hsing (Taiwan).

    Bagi Xie/Zheng, ini merupakan gelar perdana tahun ini. Maklum, mereka terus mengalami kegagalan beruntun di turnamen Korea, All England, Swiss, Singapura, Indonesia, Cina, Kejuaraan Dunia XVI, dan Jepang Super Series.

    Apakah kesuksesan di Makau ini menjadi pertanda bahwa kekuatan Cina akan kembali merajai dunia? (bhw)

    Kejutan Firda Terhenti

    Kejutan yang diharapkan muncul dari sabetan raket Adrianti Firdasari tidak berhasil dituntaskan. Laju di turnamen Grand Prix Gold Makau Terbuka tertahan hingga babak semifinal. Meski begitu, hasil ini tentu sedikit menjadi angin segar bagi putri-putri Cipayung.

    Maklum, di banyak turnamen sepanjang tahun ini, apa yang dilakukan Firda merupakan yang terbaik dibanding rekan putri lain. Awan gelap sepertinya memang memayungi sektor putri kita. Karena itu, masuk ke semifinal pun sudah mendapat apresiasi tinggi.

    Firda di babak pertama mengalahkan pemain Djarum, Maria Elfira Christina, 21-17, 21-17, lalu menundukkan pemain Thailand, Soratja Chansrisukot 21-16, 21-23, 21-18. Di perempatfinal, ia mengatasi Kanako Yonekura (Jepang), 21-17, 21-15. Sayang di semifinal, dia dijegal Jun Jae-youn (Korea), 21-23, 10-21.

    “Firda sebenarnya memulai pertandingan dengan baik. Sayang ketika berhasil menyamakan kedudukan menjadi 16-16, dia terlalu bernafsu. Permainannya jadi terburu-buru dan malah mati sendiri,” tutur pelatih Marleve Mainaky, lewat telepon dari Makau.

    Marleve menambahkan bahwa penampilan Firda di semifinal terasa berat. Faktor kelelahan ketika mengalahkan Soratja masih ia rasakan. “Dia masih lelah, meskipun di perempatfinal bisa menang atas Yonekura. Dampaknya sangat terasa ketika bertanding di semifinal,” ujarnya.

    Meskipun hanya melangkah sampai semifinal, Marleve berharap atmosfer ini bisa dipertahankan putri-putri Cipayung. “Semoga yang lain juga bangkit,” tukas Marleve. (bhw)

  • title-3107403

    Mengapa Rakyat Biak Menolak Peluncuran Satelit Rusia George Junus Aditjondro Sekitar 2.000 warga Desa Pulau Biak di Tanah Papua, terdiri atas orang tua, anak-anak, laki-laki dan perempuan dewasa, berdemonstrasi di kantor DPRD Biak, Kamis, 4 Oktober lalu. Mereka menolak peluncuran satelit Rusia dari Bandara Frans Kaisiepo, sebagaimana disepakati Presiden Vladimir Putin dan Presiden SBY di Kuala Lumpur, 14 Desember 2005. Kesepakatan itu dipertegas ketika keduanya bertemu di Jakarta, Kamis, 6 September lalu. Masyarakat adat Biak itu melakukan long march dari Bandara Frans Kaisiepo ke kantor DPRD, setelah pemuka adat memutuskan menolak peluncuran satelit itu. Mereka juga menuntut mundurnya bupati dan Ketua DPRD Biak yang memberikan izin kepada pemerintah pusat untuk peluncuran satelit itu, tanpa analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dan tanpa konsultasi dengan masyarakat adat se-Kepulauan Biak, yang meliputi tiga pulau besar, Biak, Supiori, dan Numfor, serta pulau-pulau kecil di sekelilingnya. Seratus Kali Setahun Aksi massa semacam itu jarang sekali terjadi di Biak, setelah aksi massa di Kota Biak tanggal 6 Juli 1998 berakhir dengan kematian 150 orang di ujung peluru aparat. Kali ini, aksi itu diorganisir oleh Dewan Adat Biak, terpicu berita-berita persiapan peluncuran satelit Rusia itu yang makin gencar. Memang, jadual peluncuran satelit itu sudah digeser ke tahun 2010. Tapi perusahaan kongsi Indonesia-Rusia untuk menangani peluncuran satelit itu sudah terbentuk. Bermitra dengan Air Launch Aerospace Corporation dari Rusia, PT Alai (Air Launch Aerospace Indonesia) mengharapkan lampu hijau untuk seratus kali peluncuran satelit dalam setahun, selama 12 tahun ke depan (DPA, 5 September 2007). Alasan Dewan Adat Biak menolak rencana itu, pertama, karena masyarakat pemilik hak ulayat tanah Bandara Frans Kaisiepo dan sekitarnya belum dilibatkan dalam proses yang sudah berjalan dua tahun. Makanya, aksi penolakan itu dipelopori enam marga (keret) pemilik tanah ulayat bandara, yakni Yarangga, Rumaropen, Rumbiak, Ronsumbre, Simopiaref, dan Wakum. Namun lewat musyawarah Dewan Adat Biak, seluruh marga di Pulau-Pulau Biak, Supiori, dan Numfor sepakat menolak rencana peluncuran satelit itu. Alasan kedua, Pemkab dan DPRD Biak tidak pernah transparan dalam memberi legitimasi kepada pemerintah pusat, yang mereka anggap "penggadaian" masyarakat adat setempat. Masyarakat setempat tidak pernah diberitahu dampak positif maupun negatif dari peluncuran satelit itu. Posisi masyarakat adat bahkan tidak diperhitungkan sama sekali dalam kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dan Rusia, khususnya dalam soal hak, kewajiban, jaminan keamanan, dan royalty. Ujung- ujungnya, Dewan Adat Biak menuntut semua tanah adat masyarakat Biak yang selama ini diklaim oleh TNI/AU dan TNI/AL, dikembalikan kepada rakyat tanpa syarat. Keberatan Dewan Adat Biak cukup masuk akal, melihat kecelakaan yang mungkin terjadi dalam peluncuran satelit yang harus digandeng ke orbit oleh sebuah roket, yang sering terjadi di AS dan Uni Soviet, yang kini tinggal meliputi Rusia. Kamis, 6 September lalu, roket Proton-M milik Rusia yang membawa satelit komunikasi Jepang meledak sesudah lepas landas dari pangkalan Baikonur di Kazakhstan, pukul 2: 43 dini hari waktu Rusia. Roket itu meledak setelah gangguan mesin dan gangguan dalam pelepasan tingkat dua roket itu, 139 menit setelah terbang, dan jatuh di stepa Kazakhstan, 50 km sebelah tenggara Kota Dzhezkazgan (RIA Novosti, 7 September 2007). Nah, kalau kecelakaan serupa terjadi dalam peluncuran satelit dari Bandara Frans Kaisiepo, kepingan-kepingan roket dan satelit bisa terhambur ke antero Teluk Saireri, termasuk ke pulau-pulau Numfor, Yapen, serta pulau-pulau lain yang lebih dekat ke Tanah Besar, yang sangat membahayakan penduduk dan pelayar di teluk itu. Makanya, Dewan Adat Papua berencana mengadakan seminar nasional soal rencana ini di Jakarta. Dewan Adat Secara sosiologis, penolakan Dewan Adat Biak memperkukuh hak-hak adat orang Papua. Berbeda dengan suku-suku di Pegunungan Tengah yang mengenal sistem "orang besar", juga berbeda dengan sistem kepala suku (ondofolo) dan kepala suku besar (ondofolo besar), seperti almarhum Theys Eluay, pola kepemimpinan orang Biak sangat demokratis dan egaliter. Setiap keret (marga) memunculkan mambri masing-masing, semacam ksatria atau jagoan. Tapi kemunculannya harus didukung kemahiran berdiplomasi serta memimpin ekspedisi-ekspedisi dagang dan perang di masa lalu, atau raak dalam bahasa Biak. Seorang mambri juga tidak berkuasa mutlak atas marganya. Egaliterisme itu tidak mencegah munculnya stratifikasi dalam susunan organisasi adat masyarakat Biak sekarang, yang meliputi penduduk asli Pulau Supiori dan Pulau Numfor. Ada empat lapis mananwir, atau pemuka adat, seperti dijelaskan Yotam Wakum, pengurus Dewan Adat Biak Urusan Hukum dan Advokasi, kepada penulis, Kamis, 14 September lalu. Pelapisan mananwir itu sebagai berikut. Setiap marga punya mananwir keret, lalu, setiap kumpulan marga punya mananwir batas. Selanjutnya, setiap kampung atau mnu punya mananwir mnu, kemudian sejumlah kampung punya mananwir bar, atau mananwir wilayah. Semua mananwir itu dibawahi seorang Mananwir Beba Byak, yang menjabat sebagai Ketua Dewan Adat Biak, Yan Pieter Yarangga. Kedudukannya dalam struktur adat setingkat dengan bupati. Keputusan Dewan Adat Biak untuk menolak peluncuran satelit diambil setelah berkonsultasi dengan ketiga lapis mananwir itu. Dengan demikian, konsensus itu sudah sangat mengikat. Perlu juga diingat anak rantau Biak-Numfor tersebar sampai ke Tanah Besar. Banyak di antara mereka memegang posisi penting di lembaga-lembaga eksekutif, legislatif, pendidikan, dan dalam Dewan Adat Papua. Mereka juga tidak akan ikhlas mengorbankan tanah leluhur mereka untuk kepentingan suatu perusahaan peluncur satelit, yang tidak jelas manfaatnya bagi rakyat kecil di kampung-kampung leluhur mereka. Makanya, pemerintah pusat harus berpikir ulang dua tiga kali, sebelum melanjutkan rencana "penggadaian" Pulau Biak kepada perusahaan peluncur satelit, meminjam istilah Dewan Adat Biak. Apalagi karena penolakan Dewan Adat Biak sudah didukung Dewan Adat Papua, yang ingin memperluas pembahasan tentang dampak peluncuran satelit ini ke seputar Teluk Saireri, yang meliputi pulau-pulau Numfor dan Yapen, serta daratan Waropen, Nabire, dan Mnukuar, yang disalahtulis orang luar menjadi Manokwari (mnu kwar = kampung lama, tempat permukiman diaspora Biak-Numfor di daratan Tanah Besar). Meremehkan keputusan Dewan Adat Biak, atau melarang seminar nasional Dewan Adat Papua tentang topik ini, bertentangan dengan UU No 21/1001 tentang Otonomi Khusus Papua. Sebab dalam UU itu, kekhususan Papua terletak pada pengakuan terhadap adat istiadat sekitar 250 suku yang menghuni separuh pulau Papua itu. Akhirnya, perlawanan rakyat Biak ini sekali lagi mengingatkan kita bahwa kesejahteraan rakyat tidak dapat diciptakan hanya oleh segelintir politisi di Jakarta, dengan dukungan pemodal asing dan domestik, serta "orang-orang pintar" yang sesungguhnya tidak mengerti kemauan rakyat kecil di kampung-kampung. Penulis pernah bermukim dan bekerja untuk pengembangan masyarakat di Papua Barat (1982-1987). Bukunya, Cahaya Bintang Kejora: Papua Barat dalam Kajian Sejarah, Budaya, Ekonomi, dan Hak Asasi Manusia, diterbitkan oleh Elsam, Jakarta, tahun 2000. Ia dapat dihubungi di: georgejunusaditjond ro@gmail. com
  • Memaafkan Itu Menyembuhkan

    Kolam kebencian tidak bertepi, mungkin itu sebutan yang cocok untuk tahun 2001.ada kebencian terhadap Amerika karena menyerang Afghanistan, ada kebencian terhadap Osama karena dituduh menghancurkan gedung WTC New York,ada kebencian terhadap pemerintah karena tidak menunjukkan kinerja yang meyakinkan,ada kebencian terhadap DPR karena tidak habis-habisnya dilanda skandal,ada kebencian terhadap suku atau agama lain karena terlibat perang dan kerusuhan,ada kebencian terhadap pengusaha besar karena dicurigai mencuri uang negara,ada kebencian terhadap oknum aparat yang tidak berhenti-berhenti korupsi,dan masih banyak lagi daftar kebencian lainnya. Apa yang bisa diproduksi oleh kebencian ? Kita bisa lihat sendiri disamping pengangguran yang berjumlah puluhan juta orang, juga secara amat meyakinkan kita sedang memproduksi masa depan yang amat menakutkan. Tidak hanya pernikahan yang beranak pinak, kebencian bahkan bisa menghasilkan anak, cucu, cicit dengan wajah-wajah yang lebih menakutkan. Lihatlah sejarah, di sana sudah tertulis banyak sekali catatan tentang kebencian yang beranak pinak, dan kemudian menghasilkan kehidupan yang mengerikan. Mirip dengan sebuah cerita Zen tentang dua orang pendeta yang mau berenang menyeberangi sungai. Tiba-tiba ada wanita cantik yang berteriak di belakang meminta digendong. Dan pendeta lebih tuapun menyanggupinya. Dua jam setelah kejadian itu berlalu, pendeta yang lebih muda bertanya: ?kenapa abang sebagai pendeta mau menggendong wanita cantik tadi ??. Dengan sedikit kesal pendeta tua berucap : ?saya sudah menurunkan tubuh wanita tadi dua jam yang lalu, namun kamu menggendongnya sampai dengan sekarang?. Demikianlah cara kerja kebencian.Oleh karena sebuah atau beberapa kejadian yang sudah lewat di masa lalu ? sebagian bahkan sudah lewat ratusan tahun yang lalu ? sebagian orang menggendong kebencian bahkan sampai ketika dipanggil sang kematian. Sehingga praktis seumur hidup orang-orang seperti itu isi waktunya hanya kebencian, kebencian dan hanya kebencian. Anda pasti sudah tahu sendiri akibat yang ditimbulkan oleh semua itu. Jangankan doa dan perjalanan menuju Tuhan, tubuh dan jiwanya sendiri pasti dikunjungi berbagai macam penyakit. Dalam keadaan begini, tidak ada pilihan lain terkecuali belajar dan mendidik diri untuk melupakan kebencian serta mulai memaafkan orang lain. Ya sekali lagi memaafkan orang lain. Inilah sebuah kegiatan yang amat sulit di zaman ini.Berat, sulit, tidak mungkin, tidak bisa itulah rangkaian stempel yang diberikan kepada seluruh upaya untuk memaafkan orang lain. Saya bahkan menemukan orang-orang dengan beban tidak bisa memaafkan dalam jumlah yang tidak terhitung. Sehingga ini semua menyisakan pekerjaan rumah yang besar bagi saya (dan mungkin juga Anda), terutama bagaimana berjalan dalam hidup dengan sesedikit mungkin beban kebencian. Di titik ini, mungkin ada manfaatnya mengutip apa yang pernah ditulis Rabindranath Tagore dalam The Heart of God : ?when the far and the near will kiss each other, and life will be one in love?. Bila yang jauh berciuman dengan yang dekat, maka kehidupan menyatu dalam cinta. Mungkin kedengarannya puitis seka
  • Memaafkan Itu Menyembuhkan

    Kolam kebencian tidak bertepi, mungkin itu sebutan yang cocok untuk tahun 2001.ada kebencian terhadap Amerika karena menyerang Afghanistan, ada kebencian terhadap Osama karena dituduh menghancurkan gedung WTC New York,ada kebencian terhadap pemerintah karena tidak menunjukkan kinerja yang meyakinkan,ada kebencian terhadap DPR karena tidak habis-habisnya dilanda skandal,ada kebencian terhadap suku atau agama lain karena terlibat perang dan kerusuhan,ada kebencian terhadap pengusaha besar karena dicurigai mencuri uang negara,ada kebencian terhadap oknum aparat yang tidak berhenti-berhenti korupsi,dan masih banyak lagi daftar kebencian lainnya.

    Apa yang bisa diproduksi oleh kebencian ?

    Kita bisa lihat sendiri disamping pengangguran yang berjumlah puluhan juta orang, juga secara amat meyakinkan kita sedang memproduksi masa depan yang amat menakutkan. Tidak hanya pernikahan yang beranak pinak, kebencian bahkan bisa menghasilkan anak, cucu, cicit dengan wajah-wajah yang lebih menakutkan. Lihatlah sejarah, di sana sudah tertulis banyak sekali catatan tentang kebencian yang beranak pinak, dan kemudian menghasilkan kehidupan yang mengerikan.

    Mirip dengan sebuah cerita Zen tentang dua orang pendeta yang mau berenang menyeberangi sungai. Tiba-tiba ada wanita cantik yang berteriak di belakang meminta digendong. Dan pendeta lebih tuapun menyanggupinya. Dua jam setelah kejadian itu berlalu, pendeta yang lebih muda bertanya: ?kenapa abang sebagai pendeta mau menggendong wanita cantik tadi ??. Dengan sedikit kesal pendeta tua berucap : ?saya sudah menurunkan tubuh wanita tadi dua jam yang lalu, namun kamu menggendongnya sampai dengan sekarang?.

    Demikianlah cara kerja kebencian.Oleh karena sebuah atau beberapa kejadian yang sudah lewat di masa lalu ? sebagian bahkan sudah lewat ratusan tahun yang lalu ? sebagian orang menggendong kebencian bahkan sampai ketika dipanggil sang kematian. Sehingga praktis seumur hidup orang-orang seperti itu isi waktunya hanya kebencian, kebencian dan hanya kebencian. Anda pasti sudah tahu sendiri akibat yang ditimbulkan oleh semua itu. Jangankan doa dan perjalanan menuju Tuhan, tubuh dan jiwanya sendiri pasti dikunjungi berbagai macam penyakit.

    Dalam keadaan begini, tidak ada pilihan lain terkecuali belajar dan mendidik diri untuk melupakan kebencian serta mulai memaafkan orang lain.

    Ya sekali lagi memaafkan orang lain.

    Inilah sebuah kegiatan yang amat sulit di zaman ini.Berat, sulit, tidak mungkin, tidak bisa itulah rangkaian stempel yang diberikan kepada seluruh upaya untuk memaafkan orang lain. Saya bahkan menemukan orang-orang dengan beban tidak bisa memaafkan dalam jumlah yang tidak
    terhitung.

    Sehingga ini semua menyisakan pekerjaan rumah yang besar bagi saya (dan mungkin juga Anda), terutama bagaimana berjalan dalam hidup dengan sesedikit mungkin beban kebencian. Di titik ini, mungkin ada manfaatnya mengutip apa yang pernah ditulis Rabindranath Tagore dalam The Heart of God : ?when the far and the near will kiss each other, and life will be one in love?. Bila yang jauh berciuman dengan yang dekat, maka kehidupan menyatu dalam cinta. Mungkin kedengarannya puitis sekaligus mengundang alis berkerut.

    Yang jauh, setidaknya menurut saya, adalah kejadian-kejadian di masa lalu sekaligus harapan-harapan kita akan masa depan. Yang dekat adalah kehidupan kita yang riil dan nyata di hari ini. Dan keduanya tidak mungkin disatukan oleh kebencian. Ia jauh lebih mungkin dijembatani oleh kesediaan untuk memaafkan. Dan dari sinilah lahir bibit-bibit unggul cinta buat sang kehidupan.

    Dan bibit-bibit unggul cinta ini, mungkin saja bisa menyembuhkan orang yang dimaafkan. Tetapi yang jelas, kegiatan memaafkan pasti menyembuhkan siapa saja yang mau dan rela memaafkan. Seperti baru saja meletakkan beban berat yang lama tergendong di bahu, demikianlah rasanya ketika kita rela memaafkan orang lain. Keyakinan ini bukannya tanpa bukti, Bernie Siegel dalam karya best seller-nya yang berjudul Love, Medicine and Miracles mengajukan sebuah bukti meyakinkan. Sebagaimana ia tulis secara amat percaya diri di halaman 202 bukunya, Siegel telah mengkoleksi 57 kasus keajaiban kanker. Di mana ke lima puluh tujuh orang ini sudah positif terkena kanker, dan begitu mereka
    menghentikan secara total dan radikal kebencian, depresinya menurun drastis, dan yang paling penting tumornya mulai menyusut. Sebagai kesimpulan, Siegel menulis : ?when you give love, you receive it at the same time. And letting go of the past and forgiving everyone and everything sure helps you not to! ! be afraid?. Ketika Anda memberi maaf, Anda juga menerimanya pada saat yang sama. Dan kesediaan untuk melepas masa lalu dengan cara memaafkan, secara meyakinkan membantu Anda keluar dari kekhawatiran.

    Dan mohon dicatat kalau kesimpulan ini datang dari Berni Siegel yang nota bene salah seorang ahli bedah di Amerika sana. Kembali ke cerita awal tentang lautan kebencian yang tidak bertepi, bila kita sepakat agar republik ini secepat mungkin mengalami penyembuhan, bisa jadi saran Siegel ini layak direnungkan kembali.

    Saya dan Anda mungkin bukan penentu di republik ini, tetapi kita bisa memulainya dengan kehidupan kita masing-masing. Entah itu memaafkan isteri, suami, musuh, diri sendiri, atau siapa saja. Seperti telah diingatkan Rabindranath Tagore, bukankah itu bisa membuat sang kehidupan menyatu dalam cinta ? (Gede Prama)

  • Keringat’ TKI Dorong Kenaikan Cadangan Devisa RI

    Jakarta (SIB)
    Cadangan devisa Indonesia per akhir triwulan III-2007 mencatat angka sebesar US$ 52,8 miliar, yang setara dengan 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri.
    Angka tersebut berarti meningkat dibandingkan cadangan devisa per Agustus 2007 yang sebesar US$ 51,426 miliar.

    Peningkatan cadangan devisa itu salah satunya disumbang oleh hasil jerih payah para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.
    Deputi Gubernur BI Miranda S. Goeltom menjelaskan, kinerja neraca pembayaran Indonesia (NPI) secara total diperkirakan akan tetap kuat seiring dengan transaksi berjalan yang mencatat surplus lebih besar dari proyeksi awal.
    Selain itu, kata Miranda perolehan devisa hasil remitansi bersih TKI di luar negeri yang mengalir secara berkelanjutan turut memperkuat posisi NPI.

    “Posisi NPI yang cukup baik ini menopang kecukupan cadangan devisa, yang pada akhir triwulan III-2007 tercatat sebesar 52,8 miliar dollar AS atau setara dengan 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,” tandas Miranda dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Senin (8/10).

  • PRINSIP DASAR HUBUNGAN MUDA-MUDI

    Dasar Alkitab: Kej 2:15-25
    Pada waktu Tuhan melihat Adam seorang diri, Dia berkata,
    "Tidak baik manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadi
    kan penolong baginya, yang SEPADAN dengan dia" (ay 18).

    Dari satu ayat di atas, ada beberapa pelajaran yang
    dapat kita tarik:
    1. Ide ttg pernikahan ini DATANGNYA dari Tuhan
    Oleh sebab itu tidak boleh dibuat main-main. Pernikahan
    ataupun berpacaran adalah hal yang suci karena datangnya
    dari Tuhan yang suci. Jika ada masalah timbul dalam
    pacaran kita, tentulah Tuhan sanggup memecahkannya
    lewat Firmannya (Alkitab).
    2. Teman hidup kita haruslah seorang yang SEPADAN dengan kita
    Waktu itu Tuhan mengajak si Adam untuk melihat diantara binatang
    ciptaan Tuhan kalau-kalau ada yang cocok untuk Adam.
    Gajah, ah...kegedean, ada belalainya lagi.
    Kuda, ah...ketawanya mengerikan.
    Rusa, emm...boleh sih, tapi mukanya aneh.
    Merak, nah cakep juga, tapi... gatal semua deket dia.
    Setelah cari-cari, akhirnya Adam nyerah. Alkitab berkata,
    "...ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia".
    Dalam phrase 'penolong yang sepadan' ini, ada dua aspek
    yang penting:
    a. Ada kebutuhan untuk DITOLONG
    Dia (biasanya kaum pria) merasakan perlunya pertolongan dari
    seorang wanita, entah itu perhatian, dorongan, doa, dll.
    b. Ada kebutuhan untuk MENOLONG
    Dia (biasanya kaum wanita) ada keinginan dan ketulusan untuk
    menolong, memberi perhatian, men-support si pria, menaruh
    diri dengan baik, mendoakan, dsb.
    Ini tidak berarti si wanita tidak butuh pertolongan
    dan si pria tidak mau menolong. Betapa sering pasangan-
    pasangan yang tidak bertahan lama karena yang laki
    merasa tidak perlu perhatian yang cewek atau yang
    laki merasa si wanita terlalu banyak turut campur
    atau si wanita tidak mampu memberi pertolongan
    (dalam artian luas) yang tepat dan yang dibutuhkan
    oleh si pria.
    3. Tuhan lah yang MEMBERIKAN Adam penolong
    Bukan orang tua kita (meskipun mengambil peranan
    dalam hal ini), teman kita, atau bahkan kita
    sendiri. Saya yakin Tuhan sudah mempersiapkan
    seorang pasangan bagi setiap anak-anakNya.
    (orang Kristen). Mungkin bukan yang terbaik,
    tapi pasti yang terbaik UNTUK KITA pribadi
    lepas pribadi. Jika kita mau menemukan
    penolong yang sepadan ini, caranya yah
    berdoa dan minta Tuhan tunjukkan yang
    mana. Jikalau pasangan kita itu adalah
    kehendak Tuhan, pasti namanya tercantum
    di master komputer Tuhan di sebelah nama
    kita. He will provide.
    4. Tuhan memberikan penolong dari TULANG RUSUK Adam
    Sebuah lagu (saya lupa judulnya) berkata kurang lebih
    begini: O...engkau diciptakan dari tulang rusukku.
    Bahkan ada joke yg bilang bahwa tulang rusuk lelaki
    selalu hilang satu jumlahnya.
    Benar atau tidak lagu dan joke di atas, yang penting
    kita harus tahu bahwa teman hidup/pacar kita adalah
    bagian dari kita yang harus kita perhatikan. Sebuah
    pepatah Ibrani mengatakan, "Wanita tidak diciptakan
    dari kepala pria untuk memerintah dia, atau dari
    kaki pria untuk diinjak-injak dia, tetapi wanita
    diciptakan dari tulang rusuk pria untuk dekat
    dengan hatinya dan berada dalam satu level dengannya."

    Saya setuju bahwa tidak semua pacaran akan berakhir
    dengan pernikahan. Tapi itu tidak berarti bahwa
    kita dapat seenaknya dan dengan sengaja berpacaran
    lalu bilang "Wah, sorry, nggak cocok, lu bukan tipe
    gue." Itu bukan berpacaran secara kristiani.
    Berpacaran secara kristiani KEBANYAKAN akan
    berakhir dengasn pernikahan. Mengapa? Karena tahap
    perkenalan dan pendeteksian karakter dan keadaan
    sang calon dilakukan dalam satu phase sebelum
    berpacaran, yaitu PERSAHABATAN.

    LANGKAH-LANGKAH DALAM MEMILIH PACAR

    1. Kejadian 24:12. DOA
    Konteks bacaan di atas adalah doa hamba Abraham yang
    diutus untuk mencari seorang istri bagi Ishak. Tapi
    idenya dapat kita ambil, yaitu DOA. Memang tidak
    semua case akan seperti kisah cinta Ishak dan Ribka.
    (baca Kej 24).
    2. 2 Kor 6:14-16a; 1 Kor 7:16. SEIMAN
    Hendaklah calon pacar kita adalah orang yang SEIMAN.
    Rasul Paulus dengan tegas memberikan beberapa
    kontras antar pasangan yang tidak seimbang dengan
    beberapa ilustrasi:
    a. Kebenaran dan kedurhakaan
    b. Terang dan gelap
    c. Kristus dan Belial (cf. Ul 13:13, Hak 19:22)
    d. Orang percaya dan orang yg tidak percaya
    e. Bait Allah dan bait berhala
    Persamaan apakah yang ada dalam pasangan-pasangan di atas?
    Seorang staf Navigator pernah share ke saya ttg bagaimana
    seorang teman wanitanya menikah dengan seorang lelaki
    yang bukan org percaya. Ketika dia ditanya bagaimana
    keadaan pernikahannya, wanita ini hanya bisa menjawab,
    "YOU DON'T KNOW WHAT IT MEANS TO BE LONELY". Lalu
    saya coba pikirkan, kenapa kok bisa lonely. Karena
    dia nggak bisa share ttg pergumulan imannya, cara
    mendidik anak dalam Tuhan, applikasi Firman Tuhan
    dalam keuangan, nila-nilai keluarga, dll. Pendek
    kata, PERSPEKTIF mereka melihat segala sesuatu sangat
    bertolak belakang. Itu sebabnya dia merasa lonely
    meskipun mungkin pasangannya ada terus bersama dia.
    Banyak yang memberi alasan, "Lho, tapi saya khan
    bertujuan untuk menginjili dia sambil kita berpacaran.
    Siapa tahu itu memang cara Tuhan". Jawabannya,
    TIDAK MUNGKIN. Tuhan mempunyai berbagai macam cara
    untuk membawa orang bertobat. Jika benar Tuhan ingin
    memakai kita untuk menginjili dia, bukankah PERSAHABATAN
    adalah suatu cara juga. Mengapa harus sampai berpacaran?
    Dan saya percaya persahabatan adalah cara yg jitu
    dalam penginjilan makanya sampai ada satu sebutan
    yang terkenal, Friendship Evangelism.
    Justru saya membaca buku banyak orang dan melihat dengan
    mata kepala sendiri beberapa orang yang malah 'mundur
    dengan teratur' dalam imannya, pelayanannya, ibadahnya
    kepada Tuhan setelah dia berpacaran dengan non-kristen.
    Mana yang lebih mudah, menarik orang keluar dari lumpur,
    atau menarik orang masuk ke dalam lumpur? Tentunya
    orang yang berada dalam lumpur lebih mudah menarik kita
    yang berada di pinggir lumpur.
    3. Amos 3:3. KOMITMENT
    Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?
    Pada saat kita mengetahui bahwa CALON pacar kita
    adalah kehendak Tuhan, tibalah saatnya kita membuat
    komitment dihadapan Tuhan. Komitment apa yang harus
    kita buat? Bisa bermacam-macam, tetapi satu hal yang
    harus ada, komitment untuk BERTUMBUH BERSAMA LEBIH
    DEKAT KEPADA TUHAN. Ini satu model yang baik
    untuk melukiskan point ini. Sebut saja Illustrasi
    Segitiga.
    TUHAN
    /\
    / \
    / \
    /____\
    PRIA WANITA
    Perhatikan pada saat si pria dan wanita makin dekat ke Tuhan,
    maka mereka bukan hanya bertumbuh bersama tetapi jarak mereka
    akan juga semakin dekat satu sama lain (bayangkan bahwa segitiga
    nya akan menjadi semakin kecil). Tetapi coba pikirkan jika
    hanya pria saja yang dekat ke Tuhan dan wanitanya tidak
    (atau wanita yg dekat dan prianya tidak). Jarak pria dan
    wanita akan bertambah jauh dan segitiga nya jadi segitiga
    tak beraturan dan tidak sama sisi (sampai sini saja ttg
    lesson triangle 101. Maklum major saya bisnis, bukan math).
    4. Matius 19:6. BERSATU DAN TIDAK BERCERAI
    Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan
    manusia.
    Sesudah membuat komitment, jalankan komitment itu.
    Saya percaya jika pacar kita adalah kehendak Tuhan,
    tidak akan ada perlu lagi pergantian pacar.
    Tentunya dalam pacaran pasti ada konflik. Itu sehat.
    Tapi konflik tersebut tidak boleh diselesaikan dengan
    perkataan "Kita putus aja, yah!". PUTUS adalah alternatif
    paling akhir dalam pernikahan dan juga dalam pacaran.

    CHECK LIST UNTUK MEMILIH PACAR

    Seorang hamba Tuhan memberikan daftar berikut dalam
    memilih pacar kita. Tentunya Anda dapat menambahkan
    sendiri namun faktor-faktor dibawah ini sangat penting
    dalam menentukan kesuksesan kita berpacaran.
    A ge
    B ackground
    C haracter
    D evotion
    E conomic
    F aith
    * Age *
    Menurut psychologist, pada umumnya selisih usia yang
    baik adalah paling banyak 4 tahun. Dan biasanya si pria
    yg lebih tua. Namun saya kenal ada pasangan yang menikah
    dengan selisih usia 12 tahun dan ok ok saja. Yg penting
    adalah kedewasaan dan kemantapan pribadinya yang mana
    tidak dapat dilihat dari umur. Ada yg masih muda sudah
    mantep, ada yg sudah tua masih kayak anak kecil.
    * Background *
    Mungkin asalnya, cara dia dibesarkan, hobbynya, dll.
    Faktor-faktor ini dapat kita susun sendiri sesuai
    dengan keinginan kita masing-masing. Ada orang yang
    nggak peduli dia itu hobbynya apa, tapi ada yang
    peduli. Misal: Serang yang buta musik mungkin tidak
    akan pernah mau pacaran dan menikah dengan seorang
    yang jago main piano dan tiap hari kerjanya
    latihan piano selama 5 jam.
    * Character *
    Cocok nggak sih karakter si doi dengan aku? Biasanya orang
    introvert cocok dgn org extrovert. Orang yang suka berpikir
    cocok dengan orang yg suka ngomong. Hal-hal ini bisa dilihat
    cocok atau tidaknya pada saat kita bersahabat (bukan pada
    waktu setelah 3 bulan berpacaran) Kalau nggak
    cocok, yah jangan dipaksa.
    * Devotion *
    Bagaimana HPDT (Hubungan Pribadi Dengan Tuhan) nya? Bagaimana
    ibadahnya? Pelayanannya? Seringkali seorang aktif yang melayani
    di persekutuan atau gereja mundur karena pacarnya tidak mau
    ikut pelayanan.
    * Economic *
    Bagi sebagian orang, ini akan menjadi masalah.
    Harus diingat bahwa faktor latarbelakang ekonomi
    akan mempengaruhi seseorang dalam pemakaian dan
    organisasi uangnya.
    * Faith *
    Ini yang paling penting dan sudah dibahas dalam
    posting sebelumnya (dengan judul: SEIMAN)

    EVALUASI HUBUNGAN MUDA-MUDI
    Ini mungkin lebih applicable buat mereka yang sedang
    berpacaran/sudah menikah. Tapi baik sekali jika yang
    belum berpacaran juga tahu hal ini.
    1. MEMBUAT CHECKLIST
    Daftar yang paling baik dapat diambil dari 1 Korintus
    13:4-7. Kalau teman hidup/pacar anda benar-benar
    mengasihi kita apakah dia sabar, murah hati, tidak
    cemburuan, tidak memegahkan diri, tidak sombong,
    tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari
    keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, tidak
    menyimpan kesalahan, terbuka dan transparant?

    Kebanyakan setiap kita akan OFF dari list ini.
    (termasuk saya juga...). Ini bisa kita jadikan
    target bersama dan terus di review secara berkala.
    2. PENGUDUSAN DIRI
    "Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu
    supaya kamu menjauhi percabulan"
    1 Tes 4:3
    Khususnya bagi yang BERPACARAN !!!!
    Inilah yang sering menjadi JERAT bagi banyak
    anak Tuhan yang berstudi di Amerika. Jauh dari
    orang tua. Bebas untuk menginap di apartment pacar
    kita tanpa ada yang tahu. Bahkan yang lebih gawat,
    TINGGAL SEATAP. Saya tahu banyak mahasiswa yang tinggal
    satu apartment dan memberikan justifikasi yang bermacam-
    macam. Sayang, firman Tuhan tidak negotiable.
    Bagaimana kalau nginap di apt. pacar tapi TIDAK BERBUAT
    APA-APA, cuman BERMALAM? Khan tidak ada yg salah dengan itu?
    Saya punya pengalaman pribadi dengan hal ini. Gara-garanya
    saya males mengantar dia pulang ke apartmentnya. Akibatnya
    ternyata mengejutkan dan diluar dugaan saya.
    Ketajaman saya dalam pelayanan menjadi berkurang.
    Bahkan saya sempat menjadi batu sandungan bagi orang
    yang belum percaya. Bersyukur Tuhan ingatkan saya
    lewat seorang pendeta (karena org yg non-kristen ini
    memang sengaja mau menjelekkan saya dan ngadu ke pdt.)
    Namun tetap saya merasa ditegur keras dari Tuhan meski
    saya tidak melakukan apa-apa, hanya nginap karena
    capek untuk pulang ke apt. sendiri atau nganter dia pulang.
    Piuhh...... hati saya merasa plong
    setelah membereskan itu di hadapan Tuhan. Lalu
    saya share ke bible study group saya dan ada yang
    ngomong begini, "Wah, thank's lho. Soalnya saya juga
    pernah nginap di pacar saya. Saya kira nggak apa-apa".
    Saya percaya setelah itu dia nggak pernah nginap-
    nginap lagi. Puji Tuhan!
    Pada saat kita berpacaran, kata seorang psychologist,
    yang ada kebanyakan adalah PHYSICAL dan EMOTIONAL
    CONTACT. Namun pada saat kita sudah menikah,
    dua hal itu berkurang semakin lama semakin
    sedikit dan yang terus berkembang adalah INTELLECTUAL
    contact. Jika kita tahu akan hal ini, tentunya
    kita akan mempunyai motivasi yang jelas sebelum
    kita berpacaran. Jika kita hanya ingin physical
    contact, kita tidak akan dapat tahan lama dengan
    pacar kita.
    3. MENJADI BERKAT SECARA INDIVIDUAL DAN BERDUA
    Beberapa pertanyaan dibawah ini baik untuk menjadi
    bahan evaluasi kita:
    - Apakah saya tetap menjadi berkat buat orang lain
    pada saat saya berpacaran?
    - Apakah saya dan pacar saya menjadi berkat dan teladan
    bagi orang/pasangan lain?
    - Apakah hanya saya atau hanya pacar saya yang menjadi
    berkat?
    - Bagaimana cara saya dan pacar saya dapat menjadi
    berkat secara bersama dan juga bertumbuh bersama?

    salam,
    sendjaya
    From owner-fica-net@cs.wisc.edu Mon Apr 17 17:24:15 1995

  • title-3106377

    PRINSIP DASAR HUBUNGAN MUDA-MUDI
    Dasar Alkitab: Kej 2:15-25
    Pada waktu Tuhan melihat Adam seorang diri, Dia berkata,
    "Tidak baik manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadi
    kan penolong baginya, yang SEPADAN dengan dia" (ay 18).

    Dari satu ayat di atas, ada beberapa pelajaran yang
    dapat kita tarik:
    1. Ide ttg pernikahan ini DATANGNYA dari Tuhan
    Oleh sebab itu tidak boleh dibuat main-main. Pernikahan
    ataupun berpacaran adalah hal yang suci karena datangnya
    dari Tuhan yang suci. Jika ada masalah timbul dalam
    pacaran kita, tentulah Tuhan sanggup memecahkannya
    lewat Firmannya (Alkitab).
    2. Teman hidup kita haruslah seorang yang SEPADAN dengan kita
    Waktu itu Tuhan mengajak si Adam untuk melihat diantara binatang
    ciptaan Tuhan kalau-kalau ada yang cocok untuk Adam.
    Gajah, ah...kegedean, ada belalainya lagi.
    Kuda, ah...ketawanya mengerikan.
    Rusa, emm...boleh sih, tapi mukanya aneh.
    Merak, nah cakep juga, tapi... gatal semua deket dia.
    Setelah cari-cari, akhirnya Adam nyerah. Alkitab berkata,
    "...ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia".
    Dalam phrase 'penolong yang sepadan' ini, ada dua aspek
    yang penting:
    a. Ada kebutuhan untuk DITOLONG
    Dia (biasanya kaum pria) merasakan perlunya pertolongan dari
    seorang wanita, entah itu perhatian, dorongan, doa, dll.
    b. Ada kebutuhan untuk MENOLONG
    Dia (biasanya kaum wanita) ada keinginan dan ketulusan untuk
    menolong, memberi perhatian, men-support si pria, menaruh
    diri dengan baik, mendoakan, dsb.
    Ini tidak berarti si wanita tidak butuh pertolongan
    dan si pria tidak mau menolong. Betapa sering pasangan-
    pasangan yang tidak bertahan lama karena yang laki
    merasa tidak perlu perhatian yang cewek atau yang
    laki merasa si wanita terlalu banyak turut campur
    atau si wanita tidak mampu memberi pertolongan
    (dalam artian luas) yang tepat dan yang dibutuhkan
    oleh si pria.
    3. Tuhan lah yang MEMBERIKAN Adam penolong
    Bukan orang tua kita (meskipun mengambil peranan
    dalam hal ini), teman kita, atau bahkan kita
    sendiri. Saya yakin Tuhan sudah mempersiapkan
    seorang pasangan bagi setiap anak-anakNya.
    (orang Kristen). Mungkin bukan yang terbaik,
    tapi pasti yang terbaik UNTUK KITA pribadi
    lepas pribadi. Jika kita mau menemukan
    penolong yang sepadan ini, caranya yah
    berdoa dan minta Tuhan tunjukkan yang
    mana. Jikalau pasangan kita itu adalah
    kehendak Tuhan, pasti namanya tercantum
    di master komputer Tuhan di sebelah nama
    kita. He will provide.
    4. Tuhan memberikan penolong dari TULANG RUSUK Adam
    Sebuah lagu (saya lupa judulnya) berkata kurang lebih
    begini: O...engkau diciptakan dari tulang rusukku.
    Bahkan ada joke yg bilang bahwa tulang rusuk lelaki
    selalu hilang satu jumlahnya.
    Benar atau tidak lagu dan joke di atas, yang penting
    kita harus tahu bahwa teman hidup/pacar kita adalah
    bagian dari kita yang harus kita perhatikan. Sebuah
    pepatah Ibrani mengatakan, "Wanita tidak diciptakan
    dari kepala pria untuk memerintah dia, atau dari
    kaki pria untuk diinjak-injak dia, tetapi wanita
    diciptakan dari tulang rusuk pria untuk dekat
    dengan hatinya dan berada dalam satu level dengannya."

    Saya setuju bahwa tidak semua pacaran akan berakhir
    dengan pernikahan. Tapi itu tidak berarti bahwa
    kita dapat seenaknya dan dengan sengaja berpacaran
    lalu bilang "Wah, sorry, nggak cocok, lu bukan tipe
    gue." Itu bukan berpacaran secara kristiani.
    Berpacaran secara kristiani KEBANYAKAN akan
    berakhir dengasn pernikahan. Mengapa? Karena tahap
    perkenalan dan pendeteksian karakter dan keadaan
    sang calon dilakukan dalam satu phase sebelum
    berpacaran, yaitu PERSAHABATAN.

    LANGKAH-LANGKAH DALAM MEMILIH PACAR

    1. Kejadian 24:12. DOA
    Konteks bacaan di atas adalah doa hamba Abraham yang
    diutus untuk mencari seorang istri bagi Ishak. Tapi
    idenya dapat kita ambil, yaitu DOA. Memang tidak
    semua case akan seperti kisah cinta Ishak dan Ribka.
    (baca Kej 24).
    2. 2 Kor 6:14-16a; 1 Kor 7:16. SEIMAN
    Hendaklah calon pacar kita adalah orang yang SEIMAN.
    Rasul Paulus dengan tegas memberikan beberapa
    kontras antar pasangan yang tidak seimbang dengan
    beberapa ilustrasi:
    a. Kebenaran dan kedurhakaan
    b. Terang dan gelap
    c. Kristus dan Belial (cf. Ul 13:13, Hak 19:22)
    d. Orang percaya dan orang yg tidak percaya
    e. Bait Allah dan bait berhala
    Persamaan apakah yang ada dalam pasangan-pasangan di atas?
    Seorang staf Navigator pernah share ke saya ttg bagaimana
    seorang teman wanitanya menikah dengan seorang lelaki
    yang bukan org percaya. Ketika dia ditanya bagaimana
    keadaan pernikahannya, wanita ini hanya bisa menjawab,
    "YOU DON'T KNOW WHAT IT MEANS TO BE LONELY". Lalu
    saya coba pikirkan, kenapa kok bisa lonely. Karena
    dia nggak bisa share ttg pergumulan imannya, cara
    mendidik anak dalam Tuhan, applikasi Firman Tuhan
    dalam keuangan, nila-nilai keluarga, dll. Pendek
    kata, PERSPEKTIF mereka melihat segala sesuatu sangat
    bertolak belakang. Itu sebabnya dia merasa lonely
    meskipun mungkin pasangannya ada terus bersama dia.
    Banyak yang memberi alasan, "Lho, tapi saya khan
    bertujuan untuk menginjili dia sambil kita berpacaran.
    Siapa tahu itu memang cara Tuhan". Jawabannya,
    TIDAK MUNGKIN. Tuhan mempunyai berbagai macam cara
    untuk membawa orang bertobat. Jika be

  • Impian Seorang Mahasiswi

    Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri dan melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya.

    Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan berkeriput, memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah. Ia menyapa, "Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh. Maukah kamu memelukku?"Saya tertawa dan dengan antusias menyambutnya, "Tentu saja boleh!". Dia pun memberi saya pelukan yang sangat erat. "Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih begitu muda dan tak berdosa seperti ini?" tanya saya berolok-olok. Dengan bercanda dia menjawab, "Saya di sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian."

    "Ah yang serius?" pinta saya. Saya sangat ingin tahu apa yang telah memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya. "Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya sedang mengambilnya!" katanya. Setelah jam kuliah usai, kami berjalan menuju kantor senat mahasiswa dan berbagi segelas chocolate milkshake. Kami segera akrab.Dalam tiga bulan kemudian, setiap hari kami pulang bersama-sama dan bercakap-cakap tiada henti. Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagi pengalaman dan kebijaksanaannya. Setelah setahun berlalu, Rose menjadi bintang kampus dan dengan mudah dia berkawan dengan siapapun. Dia suka berdandan dan segera mendapatkan perhatian dari para mahasiswa lain. Dia pandai sekali menghidupkannya suasana.

    Pada akhir semester kami mengundang Rose untuk berbicara di acara makan malam klub sepak bola kami. Saya tidak akan pernah lupa apa yang diajarkannya pada kami. Dia diperkenalkan dan naik ke podium. Begitu dia mulai menyampaikan pidato yang telah dipersiapkannya, tiga dari lima kartu pidatonya terjatuh ke lantai. Dengan gugup dan sedikit malu dia bercanda pada mikrofon. Dengan ringan berkata, "Maafkan saya sangat gugup. Saya sudah tidak minum bir. Tetapi wiski ini membunuh saya. Saya tidak bisa menyusun pidato saya kembali, maka ijinkan saya menyampaikan apa yang saya tahu."

    "Kita tidak pernah berhenti bermain karena kita tua. Kita menjadi tua karena berhenti bermain. Hanya ada empat rahasia untuk tetap awet muda, tetap menemukan humor setiap hari. Kamu harus mempunyai mimpi. Bila kamu kehilangan mimpi-mimpimu, kamu mati. Ada banyak sekali orang yang berjalan di sekitar kita yang mati namun mereka tak menyadarinya."
    "Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa. Bila kamu berumur sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama satu tahun penuh, tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah berubah menjadi dua puluh tahun. Bila saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal di tempat tidur selama satu tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap akan menjadi delapan puluh delapan. Setiap orang pasti menjadi tua. Itu tidak membutuhkan suatu keahlian atau bakat. Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam perubahan." "Jangan pernah menyesal. Orang-orang tua seperti kami biasanya tidak menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami perbuat. Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan penyesalan."

    Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi "The Rose". Dia menantang setiap orang untuk mempelajari liriknya dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.Akhirnya Rose meraih gelar sarjana yang telah diupayakannya sejak beberapa tahun lalu. Seminggu setelah wisuda, Rose meninggal dunia dengan damai. Lebih dari dua ribu mahasiswa menghadiri upacara pemakamannya sebagai penghormatan pada wanita luar biasa yang mengajari kami dengan memberikan teladan bahwa tidak ada yang terlambat untuk apapun yang bisa kau lakukan. Ingatlah, menjadi tua adalah kemestian, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan.

    * * *
    Sediakan waktu untuk berpikir, itulah sumber kekuatan.
    Sediakan waktu untuk bermain, itulah rahasia awet muda.
    Sediakan waktu untuk membaca, itulah landasan kebijaksanaan.
    Sediakan waktu untuk berteman, itulah jalan menuju kebahagiaan.
    Sediakan waktu untuk bermimpi, itulah yang membawa anda ke bintang.
    Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai, itulah hak istimewa Tuhan.
    Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda, hari anda terlalu
    singkat untuk mementingkan diri sendiri.
    Sediakan waktu untuk tertawa, itulah musik jiwa.

  • PERBANDINGAN KONVERSI HURUF DI NEGARA MAJU DAN INDONESIA

    PERBANDINGAN KONVERSI HURUF DI NEGARA MAJU DAN INDONESIA
    dari perhitungan konversi huruf2 silahkan disimak

    Jika, nilai huruf-huruf ini kita anggap sbb:
    - A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K - L - M
    1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10 - 11 - 12 - 13

    - N - O - P - Q - R - S - T - U - V - W - X - Y - Z
    14 - 15 - 16 - 17 - 18 - 19 - 20 - 21 - 22 - 23 - 24 - 25- 26

    Hitung bareng-bareng:
    Bahasa Inggris (dipercaya oleh orang America)
    Kalau kita bekerja dengan modal angka tersebut dibawah, maka hasilnya adalah...

    - H - A - R - D - W - O - R - K (kerjakeras)
    8 1 18 4 23 15 18 11 = 98% Only

    - K - N - O - W - L - E - D - G - E (pengetahuan)
    11 14 15 23 12 5 4 7 5 = 96% Only

    - L - O - B - B - Y - I - N - G (pendekatan)
    12 15 2 2 25 9 14 7 = 86% Only

    - L - U - C - K (keberuntungan)
    12 21 3 11 = 47% Only

    Ternyata ... semua nilai dari usaha-usaha kita diatas nggak bisa
    mengalahkan yang satu ini:

    - A - T - T - I - T - U - D - E (sikap/tingkah laku)
    1 20 20 9 20 21 4 5 = 100%

    Tapi ini rumus yang berlaku di luar negeri, he..he..he.. .

    Lebih hebat di Indonesia, itungannya menjadi begini:

    - G - I - G - I - H (Hardwork)
    7 9 7 9 8 = 40% saja

    - I - L - M - U (Knowledge)
    9 12 13 21 = 55% saja

    - L - O - B - I (Lobbying)
    12 15 2 9 = 38% saja

    - M - U - J - U - R (Luck)
    13 21 10 21 18 = 83% saja

    - S - I - K - A - P (Attitude)
    19 9 11 1 16 = 46% saja

    - K - O - R - U - P - S - I
    11 15 18 21 16 19 9 = 109%

    Ternyata yg ditekuni orang-orang INDONESIA, yaitu
    "KORUPSI", mempunyai kadar mencapai keberhasilan lebih dari 100%...

    Aduh kasihan deh......... ... no wonder.

  • Dia Bukan Sekedar Teman

    Beberapa hari yang lalu saya makan siang dengan seorang teman, dan dia menceritakan satu hal yang sudah terlalu sering saya dengar. Seorang pria yang telah sering pergi dengannya hampir setiap hari, membuatkannya CD berisi lagu-lagu kompilasi jazz, mengajaknya menonton film tengah malam, dan membuatkannya pasta, pria ini, telah mematahkan harapannya (lagi) dengan pernyataan yang santai, "Aku tidak berniat untuk menjalin hubungan serius dalam waktu dekat ini." Saya mencoba menjelaskan padanya, mungkin saja pria itu menganggap dia adalah seorang wanita yang cantik dan dewasa, hanya saja masih memilih untuk tetap menjadi lajang untuk saat ini. "Tapi kami begitu cocok satu sama lain, kami sahabat dekat!"

    Bukan untuk pertama kalinya saya mendengar kisah seperti ini. Beberapa teman wanita saya yang lain juga pernah terjebak dalam keadaan yang membuat frustasi ini. Setelah menghabiskan berbulan-bulan mengobrol di malam hari, makan siang bersama, dan juga sms-sms, mereka harus menerima kenyataan yang menyedihkan, bahwa pria itu sebenarnya tidak berniat mengubah atau meningkatkan hubungan pertemanan mereka ke hubungan pacaran atau pernikahan.

    Saya memutuskan untuk bertanya tentang hal ini kepada seorang teman pria saya, Brad, yang berpenampilan cakap dan mempunyai daya tarik yang pernah membuat beberapa wanita terlalu berharap, sehingga dia dijuluki heartbreaker.

    "Apakah menurutmu salah jika seorang pria mengajak pergi seorang wanita berdua saja, padahal dia tidak berniat untuk menjalin hubungan yang serius dengan wanita itu?" saya bertanya.

    "Aku pikir..." dia berkata, "jika seorang wanita menginginkan sesuatu yang lebih, dan jika memang itulah yang terjadi, dia seharusnya bisa melihatnya..."

    "Tapi tidakkah kamu berpikir bahwa mengajaknya pergi dan menghabiskan waktu dengannya mendorong timbulnya pemikiran dan harapan itu?"

    "Tapi wanita itulah yang memilih untuk melihat dan mengartikannya sebagai perlakuan khusus," jawabnya sambil mengedikkan bahu.

    "Apakah kamu mengetahui kapan seorang wanita tertarik kepadamu?"

    "Biasanya begitu..."

    "Lalu mengapa kamu meneruskan tindakan yang akan membuat dia tetap mengharapkan sesuatu yang lebih?"

    "Dia bebas untuk mengatakan "tidak" kapanpun dia mau. Sampai saat itu, aku menganggap dia tidak ada masalah dengan semua sikapku."

    Saya mengartikan kata-kata "tidak ada masalah dengan semua itu" sama dengan dia menganggap wanita ini dapat menanggapi hal itu dengan wajar tanpa menjadi berlebihan secara emosional.

    Dalam sebuah bukunya tentang relationship, Dr. Pamela Reeve membahas 3 level dari hubungan pertemanan: kenalan, rekan atau teman biasa, dan teman dekat atau sahabat dekat. Dr. Reeve meneliti bahwa pria dan wanita tidak bisa bertahan dalam suatu hubungan pertemanan yang sangat dekat tanpa salah satu atau keduanya mempunyai harapan-harapan romantis. Dia menyarankan sebaiknya pria dan wanita menghindari berteman terlalu intim atau terlalu dekat di luar hubungan pacaran dan pernikahan. "Rekan atau teman biasa, biasanya hanya menghabiskan waktu kurang lebih 2 jam bersama dalam seminggu. Jika seorang pria menunjukkan sikap ingin sering bertemu atau pergi dengan seorang wanita namun mengatakan bahwa mereka hanya teman biasa, dia telah mengirimkan sinyal yang tidak jelas maknanya. Dr. Reeve menulis, "Salah satu pihak dapat menikmati keuntungan dari hubungan seperti itu dengan egois: kehangatan dan kebebasan dari kesepian, perhatian yang memberi makan ego - semua tanpa adanya komitmen. Sementara pihak lainnya merasa tertipu dan ditinggalkan dengan perasaan tidak puas dan tidak adil."

    Saya sendiri telah mengamati beberapa hubungan pertemanan antara pria dan wanita yang kelihatannya mengarah ke level hubungan teman dekat. Dalam setiap kasus, pihak wanita-lah yang secara emosional membayar harganya. Mengapa? Saat seorang pria mulai menginvestasikan hatinya, dia bisa menindaklanjutinya dengan tindakan pendekatan yang lebih serius, dan jika pihak wanitanya menolak, hubungan pertemanan mereka akan berakhir atau berubah secara signifikan. Seorang wanita, bagaimanapun juga, dapat bertahan dalam hubungan yang tidak terdefinisikan semacam ini, dan tetap berharap pria itu akan merasakan hal yang sama seperti yang dia rasakan. Dia bisa terus menjalani hubungan ini dan menjadi "teman" pria itu, sambil berharap bahwa persahabatan itu akan berkembang menjadi sesuatu yang lebih.

    Sayangnya, meskipun si pria mengetahui bahwa si wanita tertarik padanya, seperti teman saya Brad, dia tidak merasa wajib untuk menjelaskan salah paham ini karena pada awalnya dia tidak membuat pernyataan resmi pada wanita ini bahwa dia ingin mendekatinya secara khusus. Mungkin kita bisa menggarisbawahi hal ini sebagai perbedaan komunikasi antara pria dan wanita: seorang pria mungkin tidak sadar terhadap tanda-tanda yang tidak terucapkan bahwa dia telah dimasukkan dalam kategori "calon pasangan". Apa yang pria anggap sebagai makan malam biasa, diartikan oleh wanita sebagai indikasi bahwa hubungan pertemanan mereka berkembang menjadi sesuatu yang lebih.

    Pria sebaiknya mengasumsikan bahwa jika seorang wanita rela menghabiskan banyak waktunya bersama dengannya, maka wanita ini tertarik dan wanita ini sedang menginvestasikan emosinya. Di pihak lain, wanita sebaiknya lebih sedikit berasumsi. Seorang wanita sebaiknya tidak mengasumsikan bahwa teman dekat prianya (yang sering menghabiskan waktu dengannya): hanya terlalu malu untuk melakukan pendekatan, berpikir bahwa dia adalah wanita impiannya namun waktu untuk menyatakannya belum tepat, atau sedang menyangkali kehendak Tuhan akan kebersamaan mereka. Seorang wanita suka mengartikan setiap tindakan pria, namun pria kadang memanfaatkan kecenderungan ini dengan menjadikannya "teman dekat" - teman wanita yang berbagi semua keuntungan hubungan tapi tanpa komitmen.

    Dalam artikelnya yang berjudul "Physical Intimacy and The Single Man", Matt Schmucker mengatakan bahwa seorang pria menipu wanita dengan cara ini ketika melalui kata-katanya atau tindakan-tindakannya, dia menjanjikan sesuatu yang lebih yang mengarah pada hubungan romantis atau bahkan pernikahan, padahal dia tidak berniat untuk menjalin hubungan serius dengan wanita tersebut. Pria dan wanita lajang dapat saling menjatuhkan dengan cara ini. Hubungan pertemanan yang intim tanpa komitmen mungkin dapat memenuhi kebutuhan jangka pendek, namun mereka memimpin kepada rasa frustasi dan patah hati. Pastinya, bagi para lajang yang sudah siap menikah, hubungan "pertemanan" seperti ini jelas-jelas membuang waktu dan energi.

    Pria dan wanita yang menyadari bahwa mereka berada dalam hubungan pertemanan yang berujung jalan buntu, harus mengambil tanggung jawab. Seorang wanita bertanggung jawab untuk bersikap bijak mengenai hatinya. Salomo mengatakan, "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." (Amsal 4:23). Jika seorang wanita merasakan hatinya mengharapkan seorang pria yang tidak sedang "mengejar" dia, maka tidaklah bijak untuk membiarkan perasaan-perasaan semacam itu terus ada dalam dirinya. Kidung Agung mengatakan, "jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!"

    Sekitar setahun yang lalu, saudara perempuan saya, Sarah, seorang mahasiswi, sering menerima telepon dari Nick, teman laki-lakinya yang baru saja pindah ke kampus lain. Selama percakapan mereka, Nick sering memujinya, menanyakan padanya apa yang dia cari dalam diri seorang pria, dan membicarakan rencana untuk mengajaknya pergi makan malam di sebuah restoran saat nanti dia berkunjung. Pada waktu yang sama, Nick mengatakan padanya bahwa dia adalah satu-satunya teman wanita yang enak diajak bicara, yang tidak menyalahartikan hubungan mereka. Walaupun dia ingin berada dalam pengecualian itu, Sarah merasa dirinya bingung dengan perhatian Nick, dia sadar bahwa dia mulai mengembangkan pikiran-pikiran yang romantis. Setelah mendapatkan beberapa saran, Sarah memutuskan bahwa dia perlu membatasi interaksinya dengan Nick untuk melindungi hatinya. Selama percakapan mereka berikutnya, Sarah menjelaskan bagaimana perasaannya. Nick mengakui bahwa dia tidak mempunyai niat untuk berhubungan dengannya lebih daripada sebagai teman, namun dia terkejut dan merasa tersinggung karena Sarah ingin membatasi hubungan mereka.

    Sama seperti wanita perlu membuat batasan-batasan untuk menjaga hatinya dalam relationship, pria pun perlu melindungi emosi dari teman wanitanya. Paulus menginstruksikan pada Timotius untuk memperlakukan wanita-wanita muda sebagai saudara perempuan dengan penuh kemurnian. Dengan kata lain, jika seorang pria bersikap murni terhadap anda, anda tidak akan pernah bertanya-tanya apakah dia tertarik secara romantis kepada anda atau tidak. Saya telah berinteraksi dengan banyak pria yang benar-benar tulus dan bersahabat tanpa membuat saya jadi bertanya-tanya apakah mereka ingin "mendekati" saya secara khusus. Kami bisa saja menjadi teman baik, tapi dia tidak memberikan sinyal-sinyal yang salah dengan mengundang saya makan malam berdua, mengirim email pada saya setiap hari, atau sering menghabiskan waktu berdua saja. Tindakan-tindakan ini wajar saja jika pria tersebut memang tertarik secara romantis, tapi jika tidak, mereka bisa membuat seorang wanita salah paham.

    Jika anda, sebagai seorang wanita, berada dalam hubungan pertemanan yang intim dengan seorang pria yang tidak tertarik kepada anda secara romantis, anda sedang menerima imitasi murahan dari cinta yang sesungguhnya. Dan dengan menghabiskan sebagian besar waktu anda dengan seorang pria yang tidak akan pernah menyematkan cincin pada jari anda, anda mungkin saja kehilangan calon pasangan yang sesungguhnya. Sebaliknya, jika sebagai seorang pria, anda sedang menghabiskan banyak waktu dengan seorang wanita, anda mungkin mau sejenak mempertimbangkan apakah hubungan anda tersebut mempunyai kesempatan untuk "naik level" kepada hubungan yang menggali kemungkinan-kemungkinan ke arah pernikahan. Jika tidak, maka katakan atau lakukan sesuatu yang membuat maksud anda jelas, bahwa anda dan dia hanya berteman biasa dan dia bebas untuk di"dekati" pria lain. Di atas semuanya itu, jika anda sedang berada dalam hubungan pertemanan yang intim dengan seseorang dari lawan jenis anda, mintalah pada Tuhan kebijaksanaan dan kepekaan.

    your own personal screen saver

    For a great way to put your digital photos to work, try creating a slide show presentation for use as a screen saver.

    * Right–click an empty spot on your desktop, and then click Properties.
    * Click the Screen Saver tab.
    * In the Screen saver list, click My Pictures Slideshow.
    * Click Settings to make any adjustments, such as how often the pictures should change, what size they should be, and whether you’ll use transition effects between pictures, and then click OK.

    Now your screen saver is a random display of the pictures taken from your My Pictures folder.

    lovewizard

    Newton's Law of Love

    NEWTON IN ROMANTIC MOOD..............

    Universal Law Of Love:

    " Love Can Neither Be Created Nor Be Destroyed; Only It Can Transfer From
    One Girlfriend To Another Girlfriend With Some Loss Of Money "

    First Law Of Love:

    " A Boy In Love With A Girl, Continue To Be In Love With Her And A Girl
    In Love With A Boy, Continue To Be In Love With Him, Until Or Unless
    Any External Agent(Brother Or Father Of The Gal) Comes Into Play And
    Break The Legs Of The Boy. "

    Second Law Of Love:

    " The Rate Of Change Of Intensity Of Love Of A Girl Towards A Boy Is
    Directly Proportional To The Instantaneous Bank Balance Of The Boy And
    The Direction Of This Love Is Same To As Increment Or Decrement Of The
    Bank Balance. "

    Third Law Of Love:

    " The Force Applied While Proposing A Girl By A Boy Is Equal And Opposite
    To The Force Applied By The Girl While Slapping."

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.