Search blog.co.uk

Posts archive for: November, 2007
  • title-3373019

    Belajar dari Dede
    PADA hari-hari belakangan ini, media massa cetak dan televisi menyajikan sebuah kisah tragedi seorang manusia bernama Dede (37), penduduk Kab. Bandung. Tubuhnya dipenuhi kutil, yang pada beberapa bagian badannya berkembang semakin memprihatinkan.

    Ujung tangan dan kakinya menyerupai belahan-belahan kayu. Karena itulah dia disebut pula sebagai "Manusia Pohon" atau "Manusia Akar". Bertahun-tahun dia tidak bisa lagi beraktivitas seperti biasa. Kemiskinan menyebabkannya tak bisa berupaya maksimal mengobati penyakit tersebut.

    Belakangan diketahui, Dede diserang penyakit veruciformis epidermo displacia dan giant cutoneous horn. Lelaki itu menderita penyakit kutil yang terus membesar dan menyerupai tanduk. Penyakit itu akibat human papilloma virus (HP-V).

    Kini memang Dede telah mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah dan dirawat di RSHS Bandung. Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono meminta Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari untuk melihat langsung kondisi Dede. Kini Dede dalam perawatan dan sejumlah dokter ahli kulit tengah memeriksa penyakitnya secara intensif.

    Namun ada yang harus menjadi pelajaran bagi kita atas kasus ini. Yakni betapa belum siapnya kita menangani pasien berpenyakit aneh itu secara memadai. Menurut informasi, Dede pernah diperiksa di RSHS beberapa tahun silam, namun tidak ada penanganan lanjutan. Bahkan mungkin penyakitnya tidak menarik perhatian atau menjadi bahan kajian para dokter.

    Kasus Dede mencuat dan menggemparkan dunia kesehatan di negeri ini, setelah stasiun TV dari AS, Discovery Channel dan Fox TV menayangkannya dalam bentuk film dokumenter. Film tersebut ditayangkan di belahan Eropa pada pertengahan November lalu. Seorang dokter AS juga sempat memeriksanya dan mengambil contoh darah Dede.

    Tentu kita ikut menyesalkan kejadian ini. Ada beberapa pertanyaan yang menggelitik. Mengapa kasus Dede mencuat setelah pihak asing menyebarluaskannya melalui media elektronik? Apakah kasus Dede akan ditangani secara semestinya oleh dokter-dokter kita jika tak diekspos televisi asing?

    Jika kita runut, Dede berdiam di Kec. Cililin, Kab. Bandung. Apakah kepala desa setempat tidak pernah melaporkannya ke kantor kecamatan, lalu meneruskannya kepada bupati? Dengan kasus ini pula kita bisa melihat pelayanan di bidang kesehatan atau boleh jadi bidang lainnya, yang begitu tidak terkoordinasi dengan baik. Banyak pihak yang kebakaran jenggot setelah kasus Dede menjadi perhatian dunia.

    Meskipun kini dipermasalahkan tentang etika dokter asing yang memeriksa Dede atau imbalan yang layak bagi Dede dari dua televisi asing itu, kita bisa mengambil hikmah atas kasus Dede. Sebab dengan begitu meluasnya pemberitaan tentang Dede, banyak pihak yang menaruh simpati, termasuk pemerintah. Dengan demikian, bagi Dede sendiri tumbuh harapan untuk sembuh atau paling tidak bisa mengurangi penderitaannya

    Tak Ada Teknologi Dapat Deteksi Gempa

    Refleksi: Agaknya yang dimaksudkan bukan deteksi tetapi prediksi akan terjadi gempa bumi. Tanpa alat pun bisa diketahui adanya gempa bumi.

    http://www.suarapem baruan.com/ News/2007/ 11/29/index. html

    SUARA PEMBARUAN DAILY
    Isu Tsunami di Bengkulu

    Tak Ada Teknologi Dapat Deteksi Gempa

    [JAKARTA] Sangat disayangkan adanya imbauan yang di- sampaikan Bupati Muko-Muko Ichwan Yunus kepada warganya agar mengungsi pada tanggal 20 Desember 2007 karena mendengar isu akan terjadi gempa besar 8,5 skala richter (SR) dan tsunami pada tanggal 23 Desember mendatang. Imbauan itu akan menimbulkan kepanikan dan dapat mengganggu perekonomian di daerah.

    "Hingga sekarang belum ada pakar dan teknologi yang dapat mendeteksi akan terjadi gempa di satu daerah pada tanggal tertentu. Itu kami sanyangkan imbauan bupati agar warganya mengungsi. Ini dapat mengganggu perekonomian di daerah," kata pakar dan peneliti masalah tsunami, Dr Subandono Diposaptono kepada SP di Jakarta, Rabu (28/11).

    Subandono terlibat aktif dalam penelitian tsunami bersama International Tsunami Survey Team di Aceh pada tahun 2004 dan anggota peneliti tsunami pada Earthquake and Tsunami Disaster Mitigation Technologies and Their Integration for the Asia-Pacific Region pada tahun 200-2002.

    Beberapa kali Subandono mengingatkan, imbauan mengungsi hanya berdasarkan isu dan rumor ini akan menimbulkan kepanikan di antara warganya. Warga akan panik, nelayan tidak berani melaut. Semua itu pada ujungnya akan mengganggu perekonomian di daerah tersebut. Karena nelayan tidak melaut, terjadi kelangkaan ikan sehingga harga ikan melonjak.

    Dikatakan, wilayah Bengkulu memang termasuk daerah rawan gempa. Warga dan pejabat setempat harus paham dan menyiapkan sarana penampungan jika terjadi gempa dan membuat jalur evakuasi bila ada gempa diikuti tsumani. Dengan fakta tersebut, memang warga harus selalu waspada dan paham, harus bagaimana jika terjadi gempa. Namun, kapan gempa itu akan terjadi, tidak bisa dideteksi.

    "Langkah pejabat setempat sudah bagus menyiapkan sarana penampungan gempa dan membuat jalur evakuasi serta peralatan untuk memberikan peringatan jika terjadi gempa diikuti tsunami. Dengan begitu, warga menjadi waspada. Namun, jangan sampai antisipasi ini menimbulkan kepanikan yang berlebihan," katanya.

    Antisipasi

    Sementara itu, Gubernur Bengkulu, Agusrin Maryono Najamudin mengatakan, menghadapi isu akan terjadi gempa besar dan tsunami di Provinsi Bengkulu pada 23 Desember mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu telah menyiapkan ribuan tenda dan sejumlah mobil tangki air bersih.

    "Kita sudah menyiapkan ribuan tenda dan sejumlah tangki air bersih untuk mengantisipasi isu gempa dan tsunami yang akan terjadi di Bengkulu 23 Desember mendatang. Ini dilakukan bukan kita percaya sepenuhnya atas isu akan gempa dan tsunami di Bengkulu 23 Desember nanti, tapi ini sebagai langka awal persiapan Bengkulu menghadapi bencana," katanya.

    Pemprov juga sudah menyiapkan sejumlah beras dan berbagai kebutuhan lain untuk kebutuhan para korban bencana. Tenda, mobil tangki air, dan beras tersebut segera disalurkan ke sejumlah daerah tingkat II di Bengkulu yang berpotensi terkena dampak parah bila terjadi gempa dan tsunami di Bengkulu 23 Desember mendatang, seperti Kabupaten Bengkulu Utara, Muko-Muko, Kota Bengkulu, Seluma, dan Kabupaten Kaur.

    Dari pantauan SP di Kota Bengkulu, sejak beberapa hari terakhir sebagian besar warga Kota Bengkulu yang tinggal di pesisir pantai mulai mengemas barang-barang berharga mereka.

    "Semua barang berharga kami sudah dikemas dan dititipkan di rumah saudara yang aman dari tsunami. Ini kami lakukan untuk mengantisipasi kalau isu gempa besar dan tsunami benar-benar terjadi di Bengkulu 23 Desember mendatang," ujar Tarmidi (38), warga Kelurahan Pasar Pantai, Kota Bengkulu. [143/M-11]

    Hutan di Banten Hanya Seluas 2.204 Hektare

    Serang?Provinsi Bante

  • Belajar dari Dede

    PADA hari-hari belakangan ini, media massa cetak dan televisi menyajikan sebuah kisah tragedi seorang manusia bernama Dede (37), penduduk Kab. Bandung. Tubuhnya dipenuhi kutil, yang pada beberapa bagian badannya berkembang semakin memprihatinkan.

    Ujung tangan dan kakinya menyerupai belahan-belahan kayu. Karena itulah dia disebut pula sebagai "Manusia Pohon" atau "Manusia Akar". Bertahun-tahun dia tidak bisa lagi beraktivitas seperti biasa. Kemiskinan menyebabkannya tak bisa berupaya maksimal mengobati penyakit tersebut.

    Belakangan diketahui, Dede diserang penyakit veruciformis epidermo displacia dan giant cutoneous horn. Lelaki itu menderita penyakit kutil yang terus membesar dan menyerupai tanduk. Penyakit itu akibat human papilloma virus (HP-V).

    Kini memang Dede telah mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah dan dirawat di RSHS Bandung. Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono meminta Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari untuk melihat langsung kondisi Dede. Kini Dede dalam perawatan dan sejumlah dokter ahli kulit tengah memeriksa penyakitnya secara intensif.

    Namun ada yang harus menjadi pelajaran bagi kita atas kasus ini. Yakni betapa belum siapnya kita menangani pasien berpenyakit aneh itu secara memadai. Menurut informasi, Dede pernah diperiksa di RSHS beberapa tahun silam, namun tidak ada penanganan lanjutan. Bahkan mungkin penyakitnya tidak menarik perhatian atau menjadi bahan kajian para dokter.

    Kasus Dede mencuat dan menggemparkan dunia kesehatan di negeri ini, setelah stasiun TV dari AS, Discovery Channel dan Fox TV menayangkannya dalam bentuk film dokumenter. Film tersebut ditayangkan di belahan Eropa pada pertengahan November lalu. Seorang dokter AS juga sempat memeriksanya dan mengambil contoh darah Dede.

    Tentu kita ikut menyesalkan kejadian ini. Ada beberapa pertanyaan yang menggelitik. Mengapa kasus Dede mencuat setelah pihak asing menyebarluaskannya melalui media elektronik? Apakah kasus Dede akan ditangani secara semestinya oleh dokter-dokter kita jika tak diekspos televisi asing?

    Jika kita runut, Dede berdiam di Kec. Cililin, Kab. Bandung. Apakah kepala desa setempat tidak pernah melaporkannya ke kantor kecamatan, lalu meneruskannya kepada bupati? Dengan kasus ini pula kita bisa melihat pelayanan di bidang kesehatan atau boleh jadi bidang lainnya, yang begitu tidak terkoordinasi dengan baik. Banyak pihak yang kebakaran jenggot setelah kasus Dede menjadi perhatian dunia.

    Meskipun kini dipermasalahkan tentang etika dokter asing yang memeriksa Dede atau imbalan yang layak bagi Dede dari dua televisi asing itu, kita bisa mengambil hikmah atas kasus Dede. Sebab dengan begitu meluasnya pemberitaan tentang Dede, banyak pihak yang menaruh simpati, termasuk pemerintah. Dengan demikian, bagi Dede sendiri tumbuh harapan untuk sembuh atau paling tidak bisa mengurangi penderitaannya

    Tak Ada Teknologi Dapat Deteksi Gempa

    Refleksi: Agaknya yang dimaksudkan bukan deteksi tetapi prediksi akan terjadi gempa bumi. Tanpa alat pun bisa diketahui adanya gempa bumi.

    http://www.suarapem baruan.com/ News/2007/ 11/29/index. html

    SUARA PEMBARUAN DAILY
    Isu Tsunami di Bengkulu

    Tak Ada Teknologi Dapat Deteksi Gempa

    [JAKARTA] Sangat disayangkan adanya imbauan yang di- sampaikan Bupati Muko-Muko Ichwan Yunus kepada warganya agar mengungsi pada tanggal 20 Desember 2007 karena mendengar isu akan terjadi gempa besar 8,5 skala richter (SR) dan tsunami pada tanggal 23 Desember mendatang. Imbauan itu akan menimbulkan kepanikan dan dapat mengganggu perekonomian di daerah.

    "Hingga sekarang belum ada pakar dan teknologi yang dapat mendeteksi akan terjadi gempa di satu daerah pada tanggal tertentu. Itu kami sanyangkan imbauan bupati agar warganya mengungsi. Ini dapat mengganggu perekonomian di daerah," kata pakar dan peneliti masalah tsunami, Dr Subandono Diposaptono kepada SP di Jakarta, Rabu (28/11).

    Subandono terlibat aktif dalam penelitian tsunami bersama International Tsunami Survey Team di Aceh pada tahun 2004 dan anggota peneliti tsunami pada Earthquake and Tsunami Disaster Mitigation Technologies and Their Integration for the Asia-Pacific Region pada tahun 200-2002.

    Beberapa kali Subandono mengingatkan, imbauan mengungsi hanya berdasarkan isu dan rumor ini akan menimbulkan kepanikan di antara warganya. Warga akan panik, nelayan tidak berani melaut. Semua itu pada ujungnya akan mengganggu perekonomian di daerah tersebut. Karena nelayan tidak melaut, terjadi kelangkaan ikan sehingga harga ikan melonjak.

    Dikatakan, wilayah Bengkulu memang termasuk daerah rawan gempa. Warga dan pejabat setempat harus paham dan menyiapkan sarana penampungan jika terjadi gempa dan membuat jalur evakuasi bila ada gempa diikuti tsumani. Dengan fakta tersebut, memang warga harus selalu waspada dan paham, harus bagaimana jika terjadi gempa. Namun, kapan gempa itu akan terjadi, tidak bisa dideteksi.

    "Langkah pejabat setempat sudah bagus menyiapkan sarana penampungan gempa dan membuat jalur evakuasi serta peralatan untuk memberikan peringatan jika terjadi gempa diikuti tsunami. Dengan begitu, warga menjadi waspada. Namun, jangan sampai antisipasi ini menimbulkan kepanikan yang berlebihan," katanya.

    Antisipasi

    Sementara itu, Gubernur Bengkulu, Agusrin Maryono Najamudin mengatakan, menghadapi isu akan terjadi gempa besar dan tsunami di Provinsi Bengkulu pada 23 Desember mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu telah menyiapkan ribuan tenda dan sejumlah mobil tangki air bersih.

    "Kita sudah menyiapkan ribuan tenda dan sejumlah tangki air bersih untuk mengantisipasi isu gempa dan tsunami yang akan terjadi di Bengkulu 23 Desember mendatang. Ini dilakukan bukan kita percaya sepenuhnya atas isu akan gempa dan tsunami di Bengkulu 23 Desember nanti, tapi ini sebagai langka awal persiapan Bengkulu menghadapi bencana," katanya.

    Pemprov juga sudah menyiapkan sejumlah beras dan berbagai kebutuhan lain untuk kebutuhan para korban bencana. Tenda, mobil tangki air, dan beras tersebut segera disalurkan ke sejumlah daerah tingkat II di Bengkulu yang berpotensi terkena dampak parah bila terjadi gempa dan tsunami di Bengkulu 23 Desember mendatang, seperti Kabupaten Bengkulu Utara, Muko-Muko, Kota Bengkulu, Seluma, dan Kabupaten Kaur.

    Dari pantauan SP di Kota Bengkulu, sejak beberapa hari terakhir sebagian besar warga Kota Bengkulu yang tinggal di pesisir pantai mulai mengemas barang-barang berharga mereka.

    "Semua barang berharga kami sudah dikemas dan dititipkan di rumah saudara yang aman dari tsunami. Ini kami lakukan untuk mengantisipasi kalau isu gempa besar dan tsunami benar-benar terjadi di Bengkulu 23 Desember mendatang," ujar Tarmidi (38), warga Kelurahan Pasar Pantai, Kota Bengkulu. [143/M-11]

    Hutan di Banten Hanya Seluas 2.204 Hektare

    Serang–Provinsi Banten hanya memiliki 2.204,12 km2 hutan atau 23 persen dari luas wilayahnya 8.800,8 km2. Padahal, Undang-undang No 26 tahun 2007 tentang tata ruang menyebutkan paling sedikit luas hutan sekitar 30 persen dari luas wilayah.

    Gubernur Banten Atut Chosiyah mengatakan hal ini dalam acara penanaman pohon bersama Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Erman Suparno, di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) di Desa Sukajaya, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (28/11).

    Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Provinsi Banten, Yunadi Syahroni menyatakan, program penanaman pohon di Banten sebanyak 300.000 pohon dari 16 jenis bantuan dari pusat di antaranya jati, mahoni, sengon, mangga, sukun dan kelapa.

    Daerah yang rusak akibat penebangan dan kebakaran yang dianggap parah di Banten yaitu daerah Gunung Halimun Kabupaten Lebak. “Yang paling parah hutan kritis ada di wilayah selatan, tapi antara hutan yang ada di Pandeglang dan Lebak, Hutan Gunung Halimun adalah hutan yang paling parah,” katanya.

    Berdasarkan data interpretasi citra satelit landsat TM tahun 2000 yang diperoleh dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Provinsi Banten, lahan hutan yang paling kritis adalah lahan luar kawasan hutan atau hutan yang dikelola masyarakat sekitar hutan seluas 172.623 hektare. Sementara itu, kerusakan lahan dalam kawasan atau hutan lindung seluas 64.417 hektare.

    ”Daerah yang paling parah kerusakan lahannya adalah Kabupaten Lebak yaitu seluas 162.203 hektare disusul Pandeglang 54.093 hektare, Kabupaten Tangerang 13.943 hektare, Serang 6.256 hektare, Kota Cilegon 504 hektare dan Kota Tangerang 39 hektare,” katanya.
    Dari luas 162.203 hektare di Kabupaten Lebak, lahan kritis dalam kawasan hutan seluas 52.334 hektare dan lahan luar kawasan hutan seluas 109.869 hektare. Di Pandeglang lahan dalam kawasan hutan seluas 11.333 hektare dan lahan luar kawasan hutan 42.760 hektare.
    (iman nur rosyadi)

  • title-3372992

    Chávez's power play has echoes of Castro
    Venezuelan vote on Sunday could lead to 'big headache' for U.S.

    By Chris Hawley
    USA TODAY

    CARACAS, Venezuela ? If Hugo Chávez gets his way, he'll be calling U.S. presidents "donkeys" and "drunkards" for another 20 years ? at least.

    A nationwide referendum set for Sunday could allow the colorful Venezuelan president to stay in office indefinitely. That would let Chávez, 53, continue reshaping Venezuela's economy in the mold of Cuba, and follow Fidel Castro as the self-anointed lifetime leader of an increasingly combative global alliance against the United States.

    The consequences could be far more serious than the one-liners, clownish antics and occasional gaffes that have made Chávez a staple on YouTube.

    "Venezuela is going to be a big, big headache" for Washington if Chávez wins the referendum, says Javier Corrales, a political science professor and Chávez watcher at Amherst College.

    Corrales says an emboldened Chávez could drive up energy prices through his control of Venezuela's oil industry, refuse to cooperate with U.S. anti-drug efforts and undermine the fight against Islamist militants through his economic partnership with Iran, a state sponsor of terrorism.

    In Venezuela, tensions have started to boil over as polls show the referendum's outcome is in doubt. Clashes between supporters and opponents have repeatedly turned violent, and one protester was killed Monday. Using his trademark hyperbole, Chávez told a crowd of students last week they could "save the world" by voting in his favor.

    Critics fear that a "yes" vote would cement Chávez as a de facto dictator and lead to more of the problems that have begun to plague his self-styled socialist revolution. The economy is still expanding, thanks to record prices for Venezuela's oil, but there are growing shortages of basic goods such as milk, pasta and sugar. The exchange rate for the currency is so distorted that passengers arriving at the Caracas airport are immediately besieged by black-market traders desperate for U.S. dollars.

    Even some longtime supporters say Chávez has gone too far in trying to cement his control over daily life. The government is "confiscating the rights of the people," says Ismael Garcia, a member of the National Assembly who helped Chávez regain power after an attempted coup in 2002 but now is campaigning against the referendum. "It's not democratic."

    Chávez says the changes will allow him to implement a centralized socialist state better equipped to improve the lives of Venezuela's poor. The reforms would remove presidential term limits, cut the workday to six hours and make it easier for the state to seize private property. "Communal cities" would be established under presidential control, which could allow Chávez to ignore elected local officials. The president also would be able to suspend civil rights in emergencies.

    Venezuela's poorest people have been the biggest beneficiaries of the health and education programs that Chávez has financed with record oil revenue. The former paratrooper is counting on their support to stay in power long enough to rival his mentor Castro, who has tormented Washington for 47 years.

    "I'm ready. I have the moral strength, the physical strength and the will to continue with you at the helm until at least 2020," Chávez told supporters last week. "And if the strength continues with me, and God wills it, then I'll probably go on to 2027."

    A year after calling President Bush "the devil" at the United Nations, Chávez has begun to couple his barbed attacks with words explicitly targeted at damaging the U.S. economy. After meeting with Iranian President Mahmoud Ahmadinejad in Tehran last week, Chávez said the falling dollar was "a sign the U.S. empire is coming down," and called on OPEC countries to use the euro instead. His comments helped push oil prices closer to $100 a barrel.

    U.S. companies such as Heinz, AES and Verizon have been damaged by Chávez's recent economic changes, which included nationalizing Venezuela's electricity sector and buying out many other companies.

    Chávez's office did not respond to a request for an interview. Saul Ortega, a Chávez ally and president of the foreign relations panel in the National Assembly, notes that U.S. companies still do billions of dollars of business a year in Venezuela and says Washington has nothing to fear.

    Unlike Castro's Cuba, where dissent is not tolerated, Venezuela is not a police state. Media are allowed to criticize Chávez, although he shut down an independent TV station this year, sparking massive protests. Venezuelans are also free to leave the country anytime, something that thousands have done in recent months to places such as Panama and Florida.

    "We're finding our own path," Ortega says. "It's going to be a democratic, free, prosperous, beautiful country, not subject to any external domination."

    Visitors to Caracas are aware of the referendum's high stakes from the moment they arrive at Caracas' international airport, where a huge 3-D sign celebrating socialism hangs above baggage claim. From there, the onslaught of revolutionary slogans and crimson banners never lets up.

    "Nothing stops the revolution," says one sign hanging from a building downtown. "Full-speed revolution toward socialism!" say signs in the subway.

    Chávez's supporters credit him with giving them more of a share of Venezuela's booming economy, which has grown about 10% a year since a massive collapse in 2002. Poverty has fallen from 42.8% in 1999 to 33.9% in 2006, according to Venezuela's census bureau, although progress on unemployment has been mixed.

    "The comandante has done so many good things for this country," Aura Eslada, 54, a secretary who wore a red cap and a "Yes with Chávez" T-shirt, said during a march Tuesday. "There's no other leader like him. The opposition doesn't have anybody better to offer."

    However, María Elena Sánchez is one of many Venezuelans who are growing frustrated by the economic problems created by Chávez's policies.

    "I haven't been able to buy liquid milk in three months," Sánchez says, standing in front of an empty cooler at the Sud-America Supermarket. "This isn't supposed to happen in Caracas, right? The capital is supposed to have everything."

    Strict price controls on food items have discouraged companies from producing enough of some goods because they can't turn a profit on them. Controls on buying dollars, in place since 2003, have simultaneously made it difficult for importers to buy abroad.

    "Pasta, milk, rice, sugar, wheat flour, sometimes even salt is hard to get," says Wilfredo Chacón, shift manager of the Sud-America. "Sometimes all the deliveryman gives me is one box of 9 liters of milk."

    A poll released Saturday by Datanalisis, a respected local pollster, showed 46% of Venezuelans blame the government for the shortages, while 31% blamed businesses. Six months ago, 65% blamed businesses.

    Some of the economic distortions border on the bizarre. Airline tickets to and from Caracas are increasingly hard to come by because so many seats are being bought up by Venezuelan currency speculators who can make an easy profit by manipulating the financial system.

    The speculators fly to nearby Panama, Aruba and Curacao, where they can charge up to $5,000 to their credit cards and receive U.S. dollars in return from local businesses. Upon returning to Venezuela, the travelers then sell their dollars on the black market at double the official rate ? making thousands of dollars.

    "You can't get a flight to those places at any price now," said Eduardo Ablan, a travel agent at Festival Tours in Caracas. "It's all because of the black market."

    Even some Chávez supporters wonder just how far he will go. "I think health, education, that's all gotten better," taxi driver William Batista says. "But when he says he w

  • Chávez's power play has echoes of Castro

    Chávez's power play has echoes of Castro
    Venezuelan vote on Sunday could lead to 'big headache' for U.S.
    :'(
    By Chris Hawley
    USA TODAY

    CARACAS, Venezuela — If Hugo Chávez gets his way, he'll be calling U.S. presidents "donkeys" and "drunkards" for another 20 years — at least.

    A nationwide referendum set for Sunday could allow the colorful :>>Venezuelan president to stay in office indefinitely. That would let Chávez, 53, continue reshaping Venezuela's economy in the mold of Cuba, and follow Fidel Castro as the self-anointed lifetime leader of an increasingly combative global alliance against the United States.88|

    The consequences could be far more serious than the one-liners, clownish antics and occasional gaffes that have made Chávez a staple on YouTube.

    "Venezuela is going to be a big, big headache" for Washington if Chávez wins the referendum, says Javier Corrales, a political science professor and Chávez watcher at Amherst College.

    Corrales says an emboldened Chávez could drive up energy prices through his control of Venezuela's oil industry, refuse to cooperate with U.S. anti-drug efforts and undermine the fight against Islamist militants through his economic partnership with Iran, a state sponsor of terrorism.

    In Venezuela, tensions have started to boil over as polls show the referendum's outcome is in doubt. Clashes between supporters and opponents have repeatedly turned violent, and one protester was killed Monday. Using his trademark hyperbole, Chávez told a crowd of students last week they could "save the world" by voting in his favor.

    Critics fear that a "yes" vote would cement Chávez as a de facto dictator and lead to more of the problems that have begun to plague his self-styled socialist revolution. The economy is still expanding, thanks to record prices for Venezuela's oil, but there are growing shortages of basic goods such as milk, pasta and sugar. The exchange rate for the currency is so distorted that passengers arriving at the Caracas airport are immediately besieged by black-market traders desperate for U.S. dollars.

    Even some longtime supporters say Chávez has gone too far in trying to cement his control over daily life. The government is "confiscating the rights of the people," says Ismael Garcia, a member of the National Assembly who helped Chávez regain power after an attempted coup in 2002 but now is campaigning against the referendum. "It's not democratic."

    Chávez says the changes will allow him to implement a centralized socialist state better equipped to improve the lives of Venezuela's poor. The reforms would remove presidential term limits, cut the workday to six hours and make it easier for the state to seize private property. "Communal cities" would be established under presidential control, which could allow Chávez to ignore elected local officials. The president also would be able to suspend civil rights in emergencies.

    Venezuela's poorest people have been the biggest beneficiaries of the health and education programs that Chávez has financed with record oil revenue. The former paratrooper is counting on their support to stay in power long enough to rival his mentor Castro, who has tormented Washington for 47 years.

    "I'm ready. I have the moral strength, the physical strength and the will to continue with you at the helm until at least 2020," Chávez told supporters last week. "And if the strength continues with me, and God wills it, then I'll probably go on to 2027."

    A year after calling President Bush "the devil" at the United Nations, Chávez has begun to couple his barbed attacks with words explicitly targeted at damaging the U.S. economy. After meeting with Iranian President Mahmoud Ahmadinejad in Tehran last week, Chávez said the falling dollar was "a sign the U.S. empire is coming down," and called on OPEC countries to use the euro instead. His comments helped push oil prices closer to $100 a barrel.

    U.S. companies such as Heinz, AES and Verizon have been damaged by Chávez's recent economic changes, which included nationalizing Venezuela's electricity sector and buying out many other companies.

    Chávez's office did not respond to a request for an interview. Saul Ortega, a Chávez ally and president of the foreign relations panel in the National Assembly, notes that U.S. companies still do billions of dollars of business a year in Venezuela and says Washington has nothing to fear.

    Unlike Castro's Cuba, where dissent is not tolerated, Venezuela is not a police state. Media are allowed to criticize Chávez, although he shut down an independent TV station this year, sparking massive protests. Venezuelans are also free to leave the country anytime, something that thousands have done in recent months to places such as Panama and Florida.

    "We're finding our own path," Ortega says. "It's going to be a democratic, free, prosperous, beautiful country, not subject to any external domination."

    Visitors to Caracas are aware of the referendum's high stakes from the moment they arrive at Caracas' international airport, where a huge 3-D sign celebrating socialism hangs above baggage claim. From there, the onslaught of revolutionary slogans and crimson banners never lets up.

    "Nothing stops the revolution," says one sign hanging from a building downtown. "Full-speed revolution toward socialism!" say signs in the subway.

    Chávez's supporters credit him with giving them more of a share of Venezuela's booming economy, which has grown about 10% a year since a massive collapse in 2002. Poverty has fallen from 42.8% in 1999 to 33.9% in 2006, according to Venezuela's census bureau, although progress on unemployment has been mixed.

    "The comandante has done so many good things for this country," Aura Eslada, 54, a secretary who wore a red cap and a "Yes with Chávez" T-shirt, said during a march Tuesday. "There's no other leader like him. The opposition doesn't have anybody better to offer."

    However, María Elena Sánchez is one of many Venezuelans who are growing frustrated by the economic problems created by Chávez's policies.

    "I haven't been able to buy liquid milk in three months," Sánchez says, standing in front of an empty cooler at the Sud-America Supermarket. "This isn't supposed to happen in Caracas, right? The capital is supposed to have everything."

    Strict price controls on food items have discouraged companies from producing enough of some goods because they can't turn a profit on them. Controls on buying dollars, in place since 2003, have simultaneously made it difficult for importers to buy abroad.

    "Pasta, milk, rice, sugar, wheat flour, sometimes even salt is hard to get," says Wilfredo Chacón, shift manager of the Sud-America. "Sometimes all the deliveryman gives me is one box of 9 liters of milk."

    A poll released Saturday by Datanalisis, a respected local pollster, showed 46% of Venezuelans blame the government for the shortages, while 31% blamed businesses. Six months ago, 65% blamed businesses.

    Some of the economic distortions border on the bizarre. Airline tickets to and from Caracas are increasingly hard to come by because so many seats are being bought up by Venezuelan currency speculators who can make an easy profit by manipulating the financial system.

    The speculators fly to nearby Panama, Aruba and Curacao, where they can charge up to $5,000 to their credit cards and receive U.S. dollars in return from local businesses. Upon returning to Venezuela, the travelers then sell their dollars on the black market at double the official rate — making thousands of dollars.

    "You can't get a flight to those places at any price now," said Eduardo Ablan, a travel agent at Festival Tours in Caracas. "It's all because of the black market."

    Even some Chávez supporters wonder just how far he will go. "I think health, education, that's all gotten better," taxi driver William Batista says. "But when he says he wants a socialist state, I honestly don't know what he means."

    Even if the vote swings in Chávez's favor Sunday, he may not be able to fully carry out his move to socialism, says Michael Shifter, an analyst at the Interamerican Dialogue, a Washington think tank.

    "Venezuelan society is too individualistic, is too chaotic and is not amenable to those tight controls that he wants," Shifter says. "There's a real difference between where he wants to take the country and how far the country wants to go with him."

    Chávez blames Bush for not opposing the short-lived 2002 coup against him, and constantly talks of the threat of a U.S. invasion. Washington strongly denies any such plans, and has in recent years mostly chosen to ignore Chávez's rhetoric.

    Chávez's continuing demands for higher oil prices and his suspicion of U.S.-led trade pacts could disrupt attempts to form trade alliances that could counter the European Union and China.

    "He would like to establish Venezuela as an alternative to the U.S. model of how to do things," says Terry McCoy, a political science professor at the University of Florida.

    A recent study by pollster Latinobarometro — as well as an outburst this month by Spain's normally mild-mannered King Juan Carlos, who told Chávez to "shut up" — suggest his influence in the region could be waning. On Wednesday, Chávez said he would no longer have "any type of relations" with neighboring Colombia, calling its pro-U.S. leader "a pawn of the empire."

    Venezuela's growing economic relationship with Iran is most worrisome, especially at a time when the United States and the European Union are deliberating more sanctions on Iran because of its nuclear program, Shifter and McCoy say.

    On Monday, Chávez presided over the delivery of 200 cars built by Venirauto, a joint venture between the two countries, to health workers and local government officials. Iran and Venezuela also have cooperated in producing petrochemicals, housing and tractors.

    Whether relations between Venezuela and the United States improve may depend on Bush's successor. Chávez has professed to getting along better with President Clinton than "the Texan who walks around shooting from the hip."

    Opposition leaders would rather start the relationship over.

    "We are fighting for the future of Venezuela, for the world of our grandchildren, " says Garcia, the former Chávez supporter. "If in 10 years I have a grandchild and he sits on my knee and he says, 'Grandpa, you were there, and what did you do with my country?' What am I going to say?

    "That's why we're fighting this with such passion."

    Ideas of a Best Friend

    In first grade your idea of a good friend was the person who went to the bathroom with you and held your hand as you walked through the scary hall.

    In second grade your idea of a good friend was the person who helped you stand up to the class bully.

    In third grade your idea of a good friend was the person who shared their lunch with you when you forgot yours on the bus.

    In fourth grade your idea of a good friend was the person who was willing to switch square dancing partners in gym so you wouldn't have to be stuck do-si-do-ing with Nasty Nick or Smelly Susan.

    In fifth grade your idea of a friend was the person who saved a seat on the back of the bus for you.

    In sixth grade your idea of a friend was the person who went up to Nick or Susan, your new crush, and asked them to dance with you, so that if they said no you wouldn't have to be embarrassed.

    In seventh grade your idea of a friend was the person who let you copy the Math homework from the night before that you had.

    In eighth grade your idea of a good friend was the person who helped you pack up your stuffed animals and old baseball but didn't laugh at you when you finished and broke out into tears.

    In ninth grade your idea of a good friend was the person who would go to a party thrown by a senior so you wouldn't wind up being the only freshman there.

    In tenth grade your idea of a good friend was the person who changed their schedule so you would have someone to sit with at lunch.

    In eleventh grade your idea of a good friend was the person who gave you rides in their new car, convinced your parents that you shouldn't be grounded, consoled you when you broke up with Nick [or Glenn] or Susan, and found you a date to the prom.

    In twelfth grade your idea of a good friend was the person who helped you pick out a college /university, assured you that you would get into that college/university, helped you deal with your parents who were having a hard time adjusting to the idea of letting you go...

    At graduation your idea of a good friend was the person who was crying on the inside but managed the biggest smile one could give as they congratulated you.

    The summer after twelfth grade your idea of a good friend was the person who helped you clean up the bottles from that party, helped you sneak out of the house when you just couldn't deal with your parents, assured you that now that you and Nick or you and Susan were back together, you could make it through anything, helped you pack up for university and just silently hugged you as you looked through blurry eyes at 18 years of memories you ere leaving behind, and finally on those last days of childhood, went out of their way to give you reassurance that you would make it in college as well as you hadthese past 18 years, and most importantly sent you off to college knowing you were loved.

    Now, your idea of a good friend is still the person who gives you the better of the two choices, holds your hand when you're scared, helps you fight off those who try to take advantage of you, thinks of you at times when you are not there, reminds you of what you have forgotten, helps you put the past behind you but understands when you need to hold on to it a little longer, stays with you so that you have confidence, goes out of their way to make time for you, helps you clear up your mistakes, helps you deal with pressure from others, smiles for you when they are sad, helps you become a better person,and most importantly loves you!

  • Pelapor Khusus PBB

    KATA-MUTIARA---BERANI
    Pelapor Khusus PBB Mengenai Penyiksaan Rekomendasikan 13 Pasal pada RI

    Pelapor Khusus PBB mengenai penyiksaan, Manfred Nowak, yang mengakhiri lawatan dua pekannya di Indonesia mengajukan 13 pasal rekomendasi kepada pemerintah RI guna menghindari terjadinya kasus penyiksaan dan perlakukan atau penghukuman lain yang tidak manusiawi dan merendahkan martabat manusia.

    "Sekalipun pemerintah RI telah mengambil langkah-langkah positif namun saya memberikan rekomendasi kepada pemerintah RI untuk mengambil tindakan-tindakan tertentu agar dapat memenuhi kewajibannya sebagaimana tercantum dalam konstitusi negara serta hukum internasional, " kata Nowak di kantor PBB di Jakarta, Jumat.

    Tigabelas pasal rekomendasi yang diberikan Nowak antara lain adalah agar pemerintah RI menetapkan penyiksaan sebagai bentuk tindakan kriminal dan memberikan hukum yang sesuai, mengecam secara terbuka praktik penyiksaan dan penganiayaan oleh aparatur negara, membentuk mekanisme investigasi kriminal yang independen, dan memperkenalkan mekanisme penanganan keluhan yang kerahasiaannya terjamin.

    Kemudian pengurangan batas waktu untuk penahanan oleh polisi menjadi 48 jam sesuai standar internasional, meningkatkan upaya perlindungan menentang penyiksaan, memastikan otopsi independen dalam ssetiap kematian dalam tahanan, mendukung Komnas HAM menjadi aktor efektif dalam perlawanan terhadap penyiksaan, memastikan pemisahan antara anak-anak dan dewasa, melarang hukuman fisik, membentuk mekanisme pelarangan penyiksaan terhadap perempuan, mengaksesi protokol pilihan dari Konvensi Menentang Penyiksaan dan menghapuskan hukuman mati.

    Nowak memahami bahwa penerapan sistem peradilan yang sepenuhnya sejalan dengan hukum internasional akan memakan biaya. Oleh karena itu ia meminta agar komunitas internasional mendukung perubahan-perubahan yang diharapkan dilakukan oleh Indonesia itu. Pada kesempatan itu Nowak menggarisbawahi mengenai penahanan kepolisian yang lebih dari 48 jam sebagai salah satu hal yang rentan memicu penyiksaan.

    Menurut pendapatnya tahanan lebih rentan terhadap penganiayaan saat berada dalam tahahan polisi daripada penjara Nowak menyebutkan bahwa ia sempat menemukan sejumlah kasus penganiayaan dalam kunjungannya ke sejumlah penjara di Indonesia.

    "Tapi bukan suatu sistem penganiayaan yang sistematis, jadi lebih tergantung pada individu kepala penjara atau tahanan," katanya seraya menambahkan bahwa di LP Pasir Putih penjara dengan pengamanan maksimum di Nusa Kambangan ia justru tidak menemukan satupun status penganiayaan karena kepala penjaranya memiliki komitmen yang tinggi atas martabat manusia.

    Dia juga mempertimbangkan bahwa penerapan hukuman mati adalah tidak layak dan menilai kerahasiaan eksekusi yang dijalankan merupakan salah satu bentuk pelanggaran terhadap standar HAM internasional.

    Nowak berada di Indonesia, 10-23 November atas undangan pemerintah RI. Dalam lawatannya di Jakarta selain bertemu dengan sejumlah pejabat, ia juga mengunjungi lapas, rutan, fasilitas tahanan polisi dan militer serta panti rehabilitasi sosial di Jakarta, Papua, Sulawesi Selatan, Bali, Yogyakarta dan Jawa Tengah. Lokasi-lokasi tersebut dipilih berdasarkan alokasi waktu yang tersedia.

    Tujuan dari kunjungan itu adalah untuk menilai situasi penyiksaan dan penganiayaan di Indonesia dan untuk menawarkan bantuan kepada pemerintah RI dalam usahanya untuk meningkatkan sistem administrasi peradilan, termasuk dalam sektor kepolisian dan penjara. antara/

    " Sepuluh Unsur Kepribadian Billionaire "

    Minggu lalu saya berada di New York City, tepatnya Manhattan, yang jaraknya kurang lebih 2500 mil dari kediaman saya di San Francisco Bay Area. Seorang "mogul" alias pengusaha kelas kakap yang berteman dekat dengan Donald Trump memanggil saya untuk membantunya dalam mendirikan divisi baru institusi pendidikannya yang sudah mendunia. Sebutlah namanya Mr. JC.

    Sebagai seorang konsultan yang sering mendengar nama Mr. JC ini disebut-sebut, tentu saja saya sangat girang ketika dikontak oleh asistennya untuk mengunjungi Si Mogul ini untuk business meeting. Dengan harap-harap cemas saya mempersiapkan segala sesuatunya agar presentasi saya nanti tidak memalukan. Namanya saja berbisnis dengan seorang pengusaha kelas kakap. Siapalah saya ini di matanya.

    Ternyata, di luar dugaa n saya, Mr. JC sangat ramah dan informal. Kecerdasannya tampak jelas dari "being comfortable in his own skin." Ia sangat nyaman dengan dirinya sendiri, tidak ada unsur intimidasi maupun berusaha tampak lebih cerdik daripada lawan bicaranya. Sungguh saya sangat terkesan.

    Selama kurang lebih 6 jam perjalanan pulang di pesawat, saya banyak merenungkan pertemuan ini, terutama mengenai kepribadian Mr. JC yang sangat menawan. Otak saya yang gemar melakukan studi komparasi kembali bekerja. Satu per satu wajah orang-orang sukses muncul di benak saya. Wah, ternyata banyak sekali kemiripan sifat dan perilaku mereka dengan Mr. JC, yang tampaknya sangat bertolak belakang dengan sifat-sifat dan perilaku mereka yang kurang berhasil.

    Sepuluh unsur kepribadian seorang billionaire yang saya sarikan berdasarkan komunikasi dan pergaulan pribadi dengan para billionaies dan beberapa pengusaha sukses adalah sebagai berikut:

    Satu, keberanian untuk berinisiatif.

    Di sinilah letak keunikan utama pengusaha kelas kakap dunia. Mereka selalu punya ide-ide jenial. Sebagai contoh, lihat saja si Raja Real Estate, kebangkitannya dari bangkrut beberapa tahun yang lalu sekarang sudah membuahkan lebih dari sekedar kerajaan properti belaka. Ada boneka Donald, ada seri TV The Apprentice, ada online university TrumpUniversity. com, bahkan ada t-shirt "You're Fired" dan buku-buku best-sellernya. Semua berangkat dari inisiatif belaka, yang bisa kita pelajari dan tiru.

    Dua, tepat waktu.

    Selalu menepati janji dan tepat waktu karena ini adalah bukti kemampuan memanage sesuatu yang paling terbatas di dalam hidup kita, yaitu waktu. Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari semua keberhasilan, terutama keberhasilan berbisnis. Respek terhadap waktu merupakan pencerminan dari respek terhadap diri send iri dan partner bisnis.

    Tiga, senang melayani dan memberi.

    Seorang billionaire pasti mempunyai kepribadian sebagai pemimpin dan seorang pemimpin adalah pelayan dan pemberi. The more you give to others, the more respect you get in return. Syukur-syukur kalau ada karma baik sehingga mendapat kebaikan juga dari orang lain. Paling tidak dengan memberi dan melayani, kita sudah menunjukkan kepada dunia betapa berlimpahnya kita. Alam bawah sadar kita akan terus membentuk blue print sukses berdasarkan kemampuan memberi ini.

    Empat, membuka diri terlebih dahulu.

    Pernah Anda bertemu orang yang selalu mau bertanya soal hal-hal pribadi tentang orang lain namun tidak pernah mau membuka diri? Mereka biasanya hidup dalam ketakutan dan kecurigaan, yang pasti mereka akan sangat sulit untuk mencapai kesuksesan karena dua hal ini adalah lawan dari unsur-unsur yang membangun sukses. Rasa percaya dan kebesaran hati untuk membuka diri terhadap lawan bicara merupakan cermin bahwa kita nyaman dengan diri sendiri, lantas tidak ada yang perlu ditutupi, sesuatu yang dicari oleh para partner bisnis sejati. (Siapa yang mau bekerja sama dengan orang yang misterius?)

    Lima, senang bekerja sama dan membina hubungan baik dengan para partner bisnis.

    Teamwork jelas adalah salah satu kunci keberhasilan utama. Donald Trump dan Martha Stewart pun mempunyai tim-tim mereka yang sangat loyal sehingga mereka bisa mencapai sukses luar biasa. "No man is an island," kita semua perlu membangun network kerja yang baik, sehingga jalan menuju sukses semakin terbuka lebar.

    Enam, senang mempelajari hal-hal baru.

    Kembali kita mengambil contoh Pak Trump yang baru saja membuka online university. Apakah beliau adalah ahli pendidikan? Seorang profesor? Jelas tidak, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta langsung mengaplikasikannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas baginya. Dunia bisnis baginya adalah tempat bermain yang luas dan tidak terbatas. Kuncinya hanya satu: senang belajar dan mencari hal-

    hal baru.

    Tujuh, jarang mengeluh, profesionalisme adalah yang paling utama.

    Lance Armstrong pernah berkata, "There are two kinds of days: good days and great days." Hanya ada dua macam hari: hari yang baik dan hari yang sangat baik. Jangan sekali-kali mengeluh di dalam bisnis, walaupun suatu hari mungkin Anda akan jatuh dan gagal. Mengapa? Karena setiap kali gagal adalah kesempatan untuk belajar mengatasi kegagalan itu sendiri sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari. Hari di mana Anda gagal tetap adalah a good day (hari yang baik).

    Delapan, berani menanggung resiko.

    Jelas, tanpa ini tidak ada kesemp atan sama sekali untuk menuju sukses. Sebenarnya setiap hari kita menanggung resiko, walaupun tidak disadari penuh. Resiko hanyalah akan berakibat dua macam: be a good or a great day (lihat di atas). So, untuk apa takut? Kegagalan pun hanyalah kesempatan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari kan ?

    Sembilan, tidak menunjukkan kekhawatiran (berpikir positif setiap saat).

    Berpikir positif adalah environment atau default state di mana keseluruhan eksistensi kita berada. Jika kita gunakan pikiran negatif sebagai default state, maka semua perbuatan kita akan berdasarkan ini (kekhawatiran atau cemas). Dengan pikiran positif, maka perbuatan kita akan didasarkan oleh getaran positif, sehingga hal positif akan semakin besar kemungkinannya.

    Sepuluh, "comfortable in their own skin"

    Alias nyaman dengan diri sendiri tanpa perlu berusaha menut up-nutupi sesuatu maupun supaya tampak "lebih" dari lawan bicaranya. Pernah bertemu dengan billionaire yang rendah diri alias tidak nyaman dengan diri mereka sendiri? Saya yakin tidak ada. Kenyamanan menjadi diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi supaya lawan bicara tidak tersinggung karena setiap orang mempunyai tempat tersendiri di dunia yang tidak bisa digantikan oleh orang lain.

    Saya adalah saya, mereka adalah mereka. Dengan menjadi diri saya sendiri, saya tidak akan mengusik keberadaan mereka. Jika mereka merasa tidak nyaman, itu bukan karena kepribadian saya, namun karena mindset yang berbeda dan kekurangmampuan mereka dalam mencapai kenyamanan dengan diri sendiri.

    Apakah Anda mempunyai kepribadian seorang billionaire? Hanya Anda yang bisa menjawab. Salam sukses, sampai bertemu di puncak gunung kesuksesan.[ ]

    Sumber: Sepuluh Unsur Kepribadian Billionaire oleh Jennie S. Bev. Jennie S. Bev adal ah konsultan, entrepreneur, penulis dan edukator berbasis di San Francisco Bay Area. Baca perjuangan dan prestasinya di JennieSBev.com.

    'Inggris Terlihat Sedikit Takut'

    Durban - Salah satu hasil paling menarik dalam undian babak kualifikasi Piala Dunia 2010 adalah kembali bertemunya Inggris dan Kroasia dalam satu babak.

    Kedua negara tersebut menjadi "bintang" publikasi media massa sejak Kroasia menundukkan Inggris di Wembley di pertandingan terakhir babak kualifikasi Euro 2008 Grup E hari Rabu lalu.

    Kroasia, meskipun sudah dipastikan lolos ke putaran final, menang 3-2 dan membuat Inggris tersingkir. Salah satu efeknya, pelatih Steve McClaren langsung dipecat.

    Tergabung lagi di grup yang sama untuk Pra Piala Dunia 2010, pelatih Kroasia Slaven Bilic melontarkan pernyataan yang barangkali "lumayan" enak untuk didengar fans Inggris.

    "Semua orang di Kroasia mengatakan 'sodorkan Inggris lagi pada kami'. Tapi saya ingin menghindari Inggris. Ini undian yang sangat berat karena sejauh ini mereka tim terbaik dari pot kedua," ujarnya.

    "Hanya Inggris tim yang ingin saya hindari. Kami tidak takut, tapi mereka punya tim yang hebat dan pemain-pemain yang brilian," sambung Bilic seperti dikutip AFP.

    Sementara dari kubu Inggris, ketua FA Brian Barwick tidak melontarkan pernyataan yang eksplisit seperti perasaan Bilic.

    "Kami harus bertanding lagi melawan Kroasia dua kali dan kami tahu apa yang harus dilakukan...Tapi akan banyak perjalanan di grup ini untuk semua tim yang terlibat. Akan ada sebuah godaan untuk berkonsentrasi hanya pada dua tim, tapi kami punya banyak pekerjaan," tuturnya.

    Akan tetapi, menurut penilaian presiden Federasi Sepakbola Italia Giancarlo Abete, kubu Inggris tampaknya tidak terlalu senang bertemu lagi dengan Kroasia, walaupun di grup mereka juga tergabung Ukraina, Belarusia, Kazakhstan, dan Andorra.

    Abete mengatakan dirinya duduk di dekat delegasi Inggris ketika Kroasia diumumkan masuk grup mereka. "Saya menoleh, dan di mata saya mereka terlihat sedikit ketakutan," cetusnya.

    Masak sih?

  • New Scientific Theories

    KUCING N BURUNG
    New Scientific Theories

    An American magazine held a competition, inviting its readers to submit
    new scientific theories on ANY subject. Below are the winners:

    5th place (Subject: Probability Theory)

    If an infinite number of rednecks riding in an infinite number of
    pickup
    trucks fire an infinite number of shotgun rounds at an infinite number
    of highway signs, they will eventually write the complete works of
    Shakespeare in Braille.

    4th place (Subject: Bio-Mechanics)

    Why Yawning Is Contagious: You yawn to equalise the pressure on your
    eardrums. This pressure change outside your head unbalances other
    people's ear pressures, so they then yawn to even it out.

    3rd place (Subject: Symbolic Logic)

    The Chinese are technologically underdeveloped because each of their
    alphabetical characters represents a
    whole word or phrase, rather than a single letter. Thus they cannot
    use
    acronyms to communicate technical ideas at a faster rate.

    2nd place (Subject: Newtonian Mechanics)

    Deforestation will eventually cause earthquakes, tidal waves or even
    the
    total destruction of our planet. Just as a figure-skater's rate of
    spin
    increases when the arms are brought in close to the body, the cutting
    down of tall trees may cause the Earth to spin dangerously fast on its
    axis with disastrous results.

    Winner (Subject: Perpetual Motion)

    When a cat is dropped, it always lands on its feet and when toast is
    dropped, it always lands buttered side down. Therefore, if a slice of
    toast is strapped to a cat's back, buttered side up and the animal is
    then dropped, the two opposing forces will cause it to hover, spinning
    inches above the ground. If enough toast-laden felines were used, they
    could form the basis of a high-speed monorail s
    Cerita WTS, Suatu hari Pemda Surabaya melakukan operasi penertiban WTS.
    Petugas Pemda : "Kamu akan saya bawa ke kantor dinas sosial!"
    WTS : "Kalo saya sih dibawa kemana aja oke, Pak. Asal tarifnya cocok aja!"

    Gak Niat,

    Malam menjelang ujian, seorang mahasiswa melempar undi dengan koin.
    "Kalau muncul gambar, saya akan tidur; kalau angka, saya akan nonton teve.
    Kalau koin ini bisa berdiri, saya akan belajar."

    Heeee….

    Apa bedanya ban mobil dengan kondom?
    *Kalo ban mobil tiba-tiba bocor, nyawa bisa hilang, kalo kondom bocor, nyawa bisa nambah

    Dasar maling,

    "kenapa kamu mencuri tip yg ada di dalam mobil?" kata polisi kpd sahli,
    waktu diperiksa di kantor polisi.
    "terpaksa, pa," kata sahli
    "terpaksa gimana? gak punya uang untuk makan?"
    "dari pagi saya mencari kantor polisi, tapi tidak ketemu terus
    nanya ke temen, malah diem aja. ya udah...saya punya akal.
    supaya kantor polisi bisa ketemu, ya saya nyoba maling tip di mobil.
    dan buktinya saya bisa kesini, ke kantor polisi"
    "trus, ngapain kamu nyari kantor polisi segala?"
    "itu, pa...mau membuat...Surat Kelakuan Baik"

    Ikat pinggang,

    Abang : Hai Butet kalau abang pulang dari Jakarta kamu minta apa?

    Butet : sekarang kan udah zamannya modern aku minta hp lah Bang

    Abang : bagus permintaan kamu nanti abang bawakan

    Abang : hai Sinaga kamu minta apa?

    Sinaga : aku minta kaca mata biar kaya artis di tv.

    Abang : oh.. tenang nanti abang bawakan

    Abang : Siburian kamu mau dibawakan apa?

    Siburian : Aku minta dompet kulit yang asli Bang, disini khan tiruan semua

    Abang : oh.. gampang nanti abang bawakan

    Abang : Ucok kamu mau dibawakan apa?

    Ucok : kebetulan bang, aku nggak punya ikat pinggang, kau bawakan aku ikat pinggang sajalah.

    Abang : susah kali permintaanmu itu kalau hp, kaca mata,dompet mudah ku dapatkan,

    tapi ikat pinggang...susah kali ku dapatkan karna susah kali kutarik itu dari pinggang orang...

    Salah jalur,

    Seorang Manula (Manusia lanjut usia) sendang mengendarai mobil dijalan tol. tiba2 telepon mobilnya berbunyi dan diangkatnya,

    Ia mendengar suara istrinya sedang memperingatinya untuk berhati-hati, "Herman, Saya baru saja dengar bahwa ada sebuah mobil yang berjalan dengan arah yang salah di jalan tol. Tolong berhati-hatil!".

    "gila !!!," kata Herman, "Bukan cuma satu. tapi ada ratusan jumlahnya!"

    Bioskop

    Seorang suami di bioskop: "Kamu dapat melihatnya, sayang?"

    Istri: "Ya."

    Suami: "Apa kursimu nyaman?"

    Istri: "Ya."

    Suami: "Apa ada yang mengganggumu?"

    Istri: "Tidak."

    Suami: "Bagus! Kalau gitu kita tukaran tempat."

    Sumur
    Sepasang suami istri datang ke sebuah sumur keramat untuk meminta berkah.

    Pertama, si suami melemparkan kembang ke dalamnya dan komat-kamit
    membacakan doa dan keinginannya. Kemudian ketika giliran istrinya yang
    akan memanjatkan keinginan, si istri terlalu dalam menunduk
    sehingga jatuh ke dalam sumur dan mati tenggelam.
    "Wow, terkabul! Benar-benar sumur keramat," kata si suami berseru.

    Cerita berikut mbacanya dalam logat Betawi ya.......

    Umar lagi asik-asiknye nonton bola depan tipi, tau-tau bininye
    nyelonong:

    "Bang, lampu teras putus, tolong gantiin ame yang baru dong!"

    "Masang lampu ?!!!, lu kire gue PLN apah...!!!" saut Umar enteng.

    "Ya udeh kalo kaga mau, benerin aje keran kamar mandi, itu tuh aernya
    ampe luber-luber"

    "Benerin keran ?!!!, lu kire gue PAM kali...!!!"

    "Ya udeh, kalo lu pegi beli rokok ke warung aje gue nitip minyak"

    "Lu kagak bisa liat orang lagi enak nonton kali ye, lu kire gue
    PERTAMINEEE ..!!!" Umar sewot.

    Lantaran berasa digangguin terus, Umar ngeloyor ke rumah tetangge,
    balik-balik jem 2. Tapinye Umar kaget lantaran terasnye udah terang.
    Terus Umar ke kamar mandi, aer udah kaga luber-luber; ke dapur jerigen
    minyak juga udah full tenk.

    Paginye Umar nanya ame bininye: "Lu minta tulung ame siape...?"

    "Gini bang, abis abang minggat, gue nangis di teras. Terus ade cowok
    ganteng lewat nanyain gue. Gue cerite ape adenye, juga soal abang nyang
    sewot. Terus die nawarin buat ngebantuin, tapi ada syaratnye."

    "Ape syaratnye...?" Umar pingin tau.

    "Syaratnye bisa pilih, gue bikinin die roti atawa tidur ame die"

    "Terus yg pasti elu bikinin die roti kan...?" Umar ngedesek.

    "Bikinin roti ?!!! .. Lu pikir gue HOLLAND BAKERY apee...?!!!"

  • Pendidikan Investasi Peradaban

    KATA MUTIARA7
    Pendidikan Investasi Peradaban

    edisi: Selasa, 27 November 2007 WIB

    Penulis: Asyraf Suryadin
    Yudhi
    Pendidikan Investasi Peradaban
    Maju terus guru dan gapai predikat profesi, agar kita dapat dihargai lebih manusiawi

    KETIKA kita berkunjung ke kota Yogyakarta, dan jalan-jalan pada sebuah kampus terpampang pada salah satu pintu keluarnya tertulis dengan begitu baik semboyan “Pendidikan Investasi Peradaban.” Mungkin sebagai orang awam kita akan bertanya mengapa semboyan itu yang digunakan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita mengamati dan berpikir sejenak pada hari guru ini untuk melihat ke belakang bahwa bangsa ini dibangun tidak terlepas dari para peran guru.

    Sosok Ahmad Dahlan, guru yang sekaligus kiai dan telah mampu mengangkat derajat bangsa Indonesia melalui pendidikan yang dikembangnya melalui organisasi Muhammadiyah. Ki Hajar Dewantoro, guru yang priyayi dengan lemah lembut menyatakan seorang guru adalah “pamong” yang harus senantiasa memberikan teladan yang baik.

    Sebuah tugas yang amat mulia dan harus selalu diindahkan oleh semua guru. Soekarno, jadi guru di Bengkulu. Sosok yang idealis dan romantis tersebut mengisi episode sejarahnya dengan menjadi guru di Bengkulu, dan beberapa tahun kemudian ia menjadi Presiden Pertama Republik Indonesia.

    AH Nasution, dari guru menjadi jenderal. Usaha memperbaiki kondisi sekolah yang tidak lebih bagus daripada yang di Bengkulu itu mengharuskan Nasution bersama koleganya untuk membangun sekolah dengan melibatkan partisipasi masyarakat dan bantuan dari tokoh-tokoh setempat. Mohammad Natsir, dari guru menjadi perdana menteri. Tokoh yang satu ini sering the second grand old man sesudah Haji Agus Salim.

    Apa yang telah dilakukan oleh para guru seperti tersebut di atas merupakan hal yang sangat berhubungan dengan investasi peradaban untuk membangun bangsa Indonesia yang saat ini masih terus berupaya untuk
    mensejahterakan para guru tersebut. Salah satu usaha untuk membagun peradaban tersebut maka sosok gurulah yang harus diberikan perhatian secara khusus saat ini.

    Mengapa harus guru? Ini sebuah pertanyaan yang harus dijawab dengan lapang dada kepada semua pihak. Pertama, untuk mendidik generasi ke depan kita butuh guru yang mampu memberikan ilmu pengetahuan dengan baik sesuai dengan kompetensi.

    Untuk membutuhkan kompetensi tersebut guru selalu dilatih dan terus dididik agar metode, strategi, termasuk perilakunya dalam kegiatan belajar mengajar semakin baik. Usaha perbaikan itu tak ada kata lain kecuali memberikan banyak pelatihan dan bila perlu menyekolahkannya pada jenjang yang lebih tinggi khusus untuk guru-guru yang memiliki tingkat prestasis yang lebih baik.

    Kedua, guru merupakan aset prilaku. Tak sedikit anak-anak kita lebih memperhatikan perintah gurunya bahkan mencontoh apa yang dilakukan oleh gurunya daripada orangtuannya. Aset perubahan perilaku ini merupakan modal untuk membangun moral dan tatakrama para siswa yang akhir-akhir ini mulai runtuh.

    Sebagai contoh, maraknya ketidak puasan terhadap kebijakan pemerintah tentang ujian nasional telah membuat para siswa turun ke jalan. Seharusnya itu tidak terjadi bila masyarakat, pendidik, dan siswa mengetahui secara keseluruhan makna dari pendidikan tersebut terhadap kemajuan bangsa.

    Yang menjadi permasalahannya saat ini belum meratanya penyebaran pelayanan minimal bagi pendidikan tersebut, apalagi kesenjangan pendidikan di kota dan desa semakin tajam. Bagaimana tidak, ketika di kota anak-anak sudah menguasai internet tiba-tiba anak di desa listrik dan jaringan telepon pun belum terjangkau. Mungkin iklan intrnet masuk sekolah seperti yang pernah ditayangkan di televisi suatu hal yang cukup lucu untuk kebanyakan sekolah di Indonesia.

    Ketiga, guru sebagai agen pembaharuan. Pemahaman terhadap konsep ini membutuhkan waktu yang cukup lama apabila berkeinginan untuk melihat hasilnya. Apa saja bentuk hasil-hasil pembaharuan tersebut. Produk yang diharapkan dapat berupa budaya manusia baik yang berkenaan dengan pembangunan fisik maupun pembangunan nonfisik. Untuk pembangunan fisik jelas banyak terlihat terutama di daerah perkotaan. Sedangkan untuk pembangunan nonfisik memang agak butuh waktu lama.

    Contoh sederhana saja, menghilangkan budaya membuang sampah sembarang sampai saat ini belum dapat terwujud dengan baik. Selokan dan sungai kita masih banyak sampah, walaupun dipinggir sungai dan selokan ada tulisan dilarang membuang sampah.

    Contoh lain dalam kegiatan belajar terutama saat menjelang ujian sulit sekali kita menemukan anak-anak yang sportif dan jujur dalam mengerjakan ujian. Apalagi menjelang Ujian Nasional selalu saja didengar berita kecurangan walaupun sudah menggunakan pengawasan yang tersistem. Yang aneh lagi kadang-kadang yang melapor kecurangan tersebut dijadikan terdakwa dan dimaki seperti yang dialami Forum Air Mata Guru di Sumatera Utara. Tetapi bagaimanapun kita harus meyakini perubahan pembaharuan yang dilakukan oleh guru memang butuh waktu.

    Sertifikat Pendidik

    Peringatan hari guru di tahun ini memang ada yang istimewa. Keistimewaan ini adanya penyerahan sertifikat pendidik dan bagi guru yang berhasil perlu kita ucapkan selamat. Bagi yang belum berhasil berusaha terus agar tunjangan profesi tersebut dapat diraih walaupun guru-guru kita saat ini membutuhkan untuk menggapainya terutama bagi mereka yang belum mencapai jenjang pendidikan sarjana. Maju terus guru dan gapai predikat profesi tersebut agar kita dapat dihargai lebih manusiawi.

    Secara umum untuk kepala sekolah (kepsek) dan pengawas dinilai belum memenuhi standar kompetensi yang diharapkan untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan di sekolah-sekolah yang dipimpin dan diawasinya. Demikian kesimpulan yang didapat dari Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Departemen Pendidikan Nasional ( Media Indonesia, 9 Agustus 2007).
    Rendahnya standar kompetensi ini sebenarnya dapat dimaklumi terutama bagi para pengawas. Mengapa standar kompetensi pengawas rendah? Untuk menjawab ini akan lebih baik apabila kita memperhatikan
    sungguh-sungguh bagaimana seorang kepala dinas pendidikan di kabupaten dan kota merekrut pengawas.
    Kebanyakan dilakukan dengan cara mengambil kepala sekolah yang sudah habis masa jabatannya dan apabila mau kembali menjadi guru secara total mengalami banyak permasalahan apalagi syarat sekarang diharapkan seorang guru memiliki jam wajib mengajar yang lebih banyak yaitu 24 jam. Mangapa tidak diambil saja dari guru-guru yang bukan berasal dari kepala sekolah dan memiliki kompetensi untuk menjadi pengawas? Mungkin cara ini lebih baik dan memang benar-benar menjadi pengawas sekaligus meningkatkan kualitas proses pembelajaran dalam era yang serba menguji ranah kognitif semata.

    Di hari guru ini, mari kaum guru berikrar kembali untuk tetap komitmen menjadikan bangsa ini lebih beradab. Untuk itu, kaum guru perlu bergandeng tangan untuk saling membatu pada kebaikan dan saling memberi informasi agar sesama guru dapat naik derajatnya secara bersama-sama serta mengatasi kekurangan yang ada dengan cara yang baik dan benar.

    Tak ada kata lain teruslah belajar walaupun sudah purnabakti sekalipun. Raih prestasi hingga setinggi-tinggihnya , dan kalau guru sudah tak mau lagi belajar bagaimana peradaban masa depan bangsa ini dan yang lebih menyakitkan lagi, apa kata dunia! (*)

    (* Penulis Adalah Ketua Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia Kepulauan Bangka Belitung)

    Masuki Matchday Krusial

    Jakarta - Liga Champions pekan ini bergulir lagi. Pada matchday 5 ini tim-tim yang masih memiliki peluang akan melakoni pertandingan yang krusial.

    Sejauh ini baru empat tim yang sudah dipastikan tersingkir dari persaingan menuju babak knockout yaitu VfB Stuttgart, Steuau Bucarest, Dinamo Kiev, dan CSKA Moskow. Motif mereka dalam menghadapi dua pertandingan sisa hanya agar bisa pindah ke kompetisi Piala UEFA.

    Sebaliknya, baru Manchester United yang telah memastikan satu tiket ke babak 16 besar berkat hasil sempurna dari empat pertandingan. Jadi, besar kemungkinan juara Inggris itu akan menurunkan pemain-pemain lapis keduanya saat menjamu Sporting Lisbon di Old Trafford, Rabu (28/11/2007) dinihari WIB.

    Akan tetapi, dengan opsi memainkan tim cadangan, MU berhadapan pula dengan hasil negatif sebagaimana mereka baru saja menelan kekalahan dari Bolton Wanderers hari Sabtu lalu, setelah menuai 10 kemenangan beruntun di Premier League.

    Di pihak Sporting, wakil Portugal ini dipastikan tampil habis-habisan guna mengejar ketinggalan poinnya dari AS Roma, yang di waktu bersamaan akan terbang ke Ukraina untuk melawan Dinamo Kiev. Jika Sporting gagal mengalahkan MU dan Roma mampu mengatasi Kiev, hampir dipastikan Giallorossi menjadi pendamping "Setan Merah" dari Grup F.

    Tiga tim favorit lain bisa menghemat tenaga lebih dini dengan cara mengalahkan lawan-lawannya pekan ini. Hanya saja mereka akan menghadapi tim yang cukup kuat. Barca akan melawat ke markas Olympique Lyon, Arsenal menjajal ketangguhan Sevilla di luar kandangnya, sedangkan Inter menjadi tuan rumah bagi Fenerbahce.

    Di luar tim-tim tersebut, empat grup lain masih menghadirkan persaingan yang cukup berimbang. Di Grup A, misalnya, di antara FC Porto, Marseille, Liverpool, dan Besiktas belum ada yang lolos dan belum ada yang tereliminasi. Demikian pula di Grup B yang diisi Chelsea, Rosenborg, Schalke, dan Valencia.

    Kondisi serupa berlaku di Grup C dan D. Namun Real Madrid dan AC Milan, yang saat ini memuncaki klasemen sementara, diperkirakan akan tetap lolos. Kalaupun tidak minggu ini, paling tidak tiket itu masih bisa diraih di pertandingan terakhir.

    Jadwal pertandingan:

    Rabu (28/11/2007) dinihari WIB
    Stuttgart vs Rangers
    Lyon vs Barcelona
    Dynamo Kyiv vs Roma
    Man. United vs Sporting
    CSKA Moskva vs PSV
    Internazionale vs Fenerbahce
    Sevilla vs Arsenal
    Steaua vs Slavia

    Kamis (29/11/2007) dinihari WIB
    Besiktas vs Marseille
    Liverpool vs Porto
    Rosenborg vs Chelsea
    Valencia vs Schalke
    Bremen vs Real Madrid
    Lazio vs Olympiacos
    Benfica vs Milan
    Celtic vs Shakhtar

  • Generasi yang tak Rakus!

    22e
    Generasi yang tak Rakus!

    H.Bambang Eka Wijaya:

    BARU pindah kota, Edi keliling cari kontrakan ke perumahan tidak eksklusif dengan kondisi lingkungan yang prima.

    "Kondisi lingkungan seperti apa yang kau maksud prima itu?" tanya Edo sudah capek menyetir tapi dinyatakan belum menemukan lokasi yang cocok buat tinggal keluarganya.

    "Suatu kompleks perumahan terbuka, dalam arti tanpa cluster atau dijaga hansip 24 jam, di situ buah mangga yang menjurai ke luar pagar dan terjangkau tangan anak-anak tetap utuh sampai masak di pohon!" jelas Edi.

    "Susah mencari lokasi seperti itu!" entak Edo. "Kalaupun anak kompleks itu baik-baik, anak dari kampung sebelah yang iseng! Jika ingin yang seperti itu, cari kontrakan di lokasi eksklusif, cluster, dan tertutup!"

    "Di lokasi eksklusif tertutup kurang cocok buat pengembangan empati dan jiwa sosial anak!" tegas Edi. "Kalau di lokasi terbuka, tapi anak-anaknya terdidik tak rakus, tak suka mengganggu apalagi mencuri milik orang lain, mendukung pertumbuhan anak dengan cara yang benar! Siapa tahu anak-anak kita kelak jadi pemimpin, kita bisa bangga karena dia terbiasa tidak rakus dan tidak kleptomania- -tak suka menjarah yang bukan haknya!"

    "Untuk mencetak generasi yang tidak rakus, mana cukup hanya dengan memilih lokasi tempat tinggal!" entak Edo. "Di rumah dalam keluarga dan warga lingkungan, anak-anak bisa terjaga sikapnya! Tapi jika kondisi makro di luar itu sudah rusak parah, sukar memastikan ketahanan mentalitas anak kita! Di rumah dan di kampung mereka baik, di luar ikut irama realitas kehidupan yang ada!"

    "Kepada anak kita tanamkan keyakinan, di luar sana itu palagan--battle field--di mana kita harus bertarung untuk memenangkan keunggulan mentalitas kita dari keburukan yang merajalela!" tegas Edi. "Semangat amar makruf nahi mungkar, memperjuangkan yang baik dengan menaklukkan yang buruk, kita jadikan sebagai bekal dalam bergaul di luar~! Kalau tak begitu, kita lepas anak-anak kita ke luar tanpa komitmen pada nilai-nilai utama, sampai kapan pun kita takkan mendapatkan generasi baru yang tak rakus!"

    "Bagaimana generasi barumu itu tumbuh dan berkembang, kalau sikap serius dan penuh kesungguhan itu di luar sana disisihkan lewat label 'sok suci', hingga sukar mendapatkan tempat di tengah realitas yang sudah rusak!" timpal Edo. "Untuk dapat kerja saja, jika tanpa kolusi, bisa jadi pengangguran terus!"

    "Cari tempat kerja yang mengutamakan idealisme! Masih banyak tempat kerja yang bersih!" tegas Edi. "Memang, membangun suatu generasi yang prima mentalitasnya tak mudah! Tapi kalau tak ada yang bersungguh-sungguh untuk itu, apalagi kalangan orang tua terutama para pemimpin malah jorjoran mengumbar nafsu serakahnya, kita tak bisa bayangkan apa jadinya kelak bangsa ini!"

    "Aku justru heran masih ada orang seserius kau untuk menciptakan generasi baru yang tak rakus, malah memulainya dari keluarga sendiri!" tukas Edo. "Keluarga kok dijadikan eksperimen! Padahal orang lain cukup asal bicara sok suci, soal rakus anggap saja tak ada yang peduli, kan itu dipandang lumrah!"

    "Bukan cuma aku yang berusaha membangun generasi tak rakus!" tegas Edi. "Banyak orang yang melakukan, tapi kurang terlihat karena kerakusan dilumrahkan! "***

    Minus Suksesi Pasca Anarki

    Jakarta - Setelah kerusuhan antar fans yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, Liga Italia akan berlanjut akir pekan ini. Dengan laga mudah yang dihadapai tim teratas, suksesi tak akan terjadi di puncak klasemen.

    Dua pekan lalu Liga Italia kembali tercoreng akibat kerusuhan antarsuporter. Bentrok antara tifosi Juventus dan pendukung Lazio menyebabkan tewasnya seorang Laziale akibat tertembak polisi.

    Menyusul insiden tersebut beberapa pertandingan terpaksa dibatalkan, sementara aturan yang lebih tegas untuk menyikapi penonton yang anarkis juga diterapkan. Salah satu di antaranya yang akan terasa saat Liga Italia kembali bergulir akhir pekan ini adalah pencekalan terhadap enam kelompok tifosi dari klub Seri A.

    Inter Milan mungkin menjadi klub yang akan diuntungkan dengan kebijakan tersebut akhir pekan ini. Menjamu Atalanta -- salah satu klub yang terkena pencekalan -- harusnya membuat perjuangan Inter menambah tiga poin makin mudah.

    Memasuki pekan ke-13 penampilan skuad besutan Roberto Mancini memang masih meyakinkan dengan belum sekalipun menelan kekalahan. Di kandangnya sendiri cuma Udinese yang mampu menahan imbang di pekan perdana kompetisi.

    Jika skenario di atas berjalan mulus maka suksesi pemuncak klasemen tidak akan terjadi. Soalnya Fiorentina yang duduk di posisi dua dengan selisih dua poin juga akan menjalani laga yang seharusnya mudah saat bertandang ke Reggina.

    Yang mungkin akan diuji adalah Juventus. Bianconeri yang kini duduk di urutan empat klasemen akan menjamu penghuni posisi tujuh, Palermo.

    Dua kekalahan mengejutkan atas Napoli dan Udinese -- meski kemudian ramai diprotes karena dianggap datang dari keputusan kontroversial wasit -- harusnya tetap diwaspadai pelatih Claudio Ranieri. Meski tampil impresif sekembalinya dari Seri B, performa Juve belakangan agak menurun karena cuma meraih dua kemenangan dalam lima laga terakhir.

    Meski harus menjalani laga tandang, AS Roma sepertinya masih terlalu tangguh buat Genoa yang belum pernah menang dalam lima pertandingan terakhir. Padahal dalam kurun yang sama Roma malah tak terkalahkan dengan koleksi tiga kemenangann dan dua hasil imbang. (din/arp)

  • Bogota's ties with Chavez worsen

    KATA MUTIARA0K

    November 27, 2007

    BOGOTA: Tensions between Colombia and Venezuela soared yesterday, with President Alvaro Uribe alleging Venezuelan President Hugo Chavez was seeking a Marxist FARC government in Bogota and the spread of leftist regimes across Latin America.

    "Your words, your positions, suggest you are not interested in peace in Colombia, but rather in Colombia becoming the victim of a terrorist government of the FARC," Mr Uribe said after Mr Chavez said he was "freezing" relations with Bogota.

    Mr Chavez earlier said he was putting bilateral ties in a "freezer" after Mr Uribe dropped him and a dialogue facilitator, Colombian senator Piedad Cordoba, from negotiations toward the swap of leftist rebels for high-profile hostages held by guerillas. "We need a mediation with terrorists, and not people who try to lend legitimacy to terrorism," Mr Uribe said.

    Mr Chavez had said in a speech in Venezuela: "I do not believe anyone in the Colombian Government. They have spat in our face when we worked heart and soul to try to get them on the road to peace."

    "The companies that Colombians have over here, the companies we have over there - all of that will be damaged," he told his cabinet.

    Mr Chavez compared the situation to his recent diplomatic row with Spain, which was triggered when the Spanish king, Juan Carlos, told him to "shut up" at a summit meeting in Chile. Attempts to free the hostages have been going on for several years, but the process appeared to take a step forward in August when Mr Chavez volunteered to act as an intermediary between the right-wing Colombian government and the left-wing rebels.

    Ms Cordoba was approved as a second negotiator.

    A plan was drawn up for the rebels to hand over 45 hostages in exchange for the release of 500 imprisoned FARC guerillas.

    But BBC correspondents reported that Mr Uribe, whose own father was killed by the FARC, became increasingly irritated by Mr Chavez's apparent disregard for the proper diplomatic channels.

    Last week, Mr Chavez revealed that Mr Uribe had told him that he was prepared to meet FARC leader Manuel Marulanda. This further angered the Colombian President, who said the conversation had been confidential.

    In Bogota, Ms Cordoba said yesterday she was being investigated by her country's Supreme Court for treason. She did not say if the charges were related to her work as mediator or to unrelated allegations.

    Ms Cordoba came under considerable fire in government circles for meeting secretly with rebel commanders whom the FARC had selected to negotiate the swap of the abductees for the jailed guerillas.

    Mr Uribe on Wednesday withdrew backing for Mr Chavez and Ms Cordoba to mediate FARC's offer to release the high-profile hostages - including three Americans and French-Colombian politician Ingrid Betancourt - in exchange for the jailed rebels.

    The conservative Colombian President said he considered Mr Chavez's role over because the Venezuelan leader had ignored his demand not to speak directly with Colombian generals about the hostages.

    Budaya Playstation Rusak Sepakbola Inggris

    London - Meski memiliki kompetisi elit dan sederet pemain bintang, tim nasional Inggris gagal melangkah ke putaran final Euro 2008. Jika Playstation dibuang, niscaya Inggris akan memiliki tim pemenang.

    Adalah kiper Robert Green yang memiliki argumen tersebut. Kiper West Ham yang sudah membukukan satu caps buat The Three Lions itu menilai bahwa para pesepakbola muda Inggris bakal lebih fokus ke lapangan jika tidak terganggu oleh berbagai permainan elektronik.

    "Kami akan memiliki tim terbaik jika kami bisa memasuki rumah semua orang dan membuang seluruh Playstation, XBox dan video game," ketus Green dilansir The Sun, Selasa (27/11/2007).

    Green menambahkan kalau Inggris memiliki para pemain hebat yang berasal dari liga terbaik di dunia. Namun kumpulan individu mengilap itu justru melempem di kancah internasional. "Melihat Liga Primer bagaikan melihat F1, itu begitu cepat. Lalu Anda melihat laga internasional dan rasanya seperti menyaksikan permainan catur."

    Pemain yang kini berusia 27 tahun tersebut lantas mencoba membandingkan kebiasaan para pemuda di negaranya dengan negara-negara lain yang memiliki tim sepakbola tangguh.

    "Negara lain seperti Argentina dan Brasil sepertinya membawa pemain kelas dunia di mana umumnya (hanya ada pilihan) sepakbola atau tidak sama sekali. Berkebalikan dengan kita yang hidup di negara di mana kami punya pilihan dan mungkin keinginan untuk melakukannya, kebutuhan untuk melarikan diri dari situasi Anda sendiri, itu tidak begitu jelas," tandas Green.

    Turnamen Britania Tanpa Inggris

    London - Demi melipur lara karena tak lolos Euro 2008, PM Inggris Gordon Brown mengusulkan agar Turnamen Home Nation kembali dihelat. Setelah dipastikan bakal digelar, Inggris justru tak masuk daftar peserta.

    Inggris, Wales, Irlandia Utara dan Skotlandia harus memupus harapan lolos ke Euro 2008 setelah tak mampu berada di posisi dua besar masing-masing grup di Kualifikasi Euro 2008. Alhasil keempatnya cuma bisa jadi penonton saat negara tetangganya di Eropa bertarung menjadi yang terbaik di Austria-Swiss tahun depan.

    Dengan tujuan mencari hiburan atas kegagalan tersebut, pekan lalu Perdana Menteri Gordon Brown mengusulkan agar turnamen Home Nation kembali digelar. Ajang kompetisi berformat turnamen khusus negara Britania itu terakhir digelar tahun 1984 lalu.

    Usulan itu ternyata mendapat tanggapan positif dari beberapa negara tersebut, turnamen pun akan digelar mulai tahun 2009 mendatang. Namun nama Inggris yang menjadi penggagas turnamen tersebut justru tak masuk daftar peserta.

    Dikutip dari Asosiasi Sepakbola Irlandia, seperti diberitakan Yahoosport, Selasa (27/11/2007), Irlandia Utara, Wales dan Skotlandia "mengajak" Republik Irlandia sebagai pengganti Inggris yang disinyalir tak tertarik bergabung dengan turnamen tersebut. Keempatnya malah sudah mencapai kesepakatan prinsipil untuk menggelar turnamen tersebut dengan format liga.

    "Turnamen pertama akan digelar tahun 2009 dengan pertandingan tandang dan kandang dirotasi dari satu turnamen ke turnamen lainnya dan setiap tim bertanding tiga kali dalam satu turnamen. Kesepakatan komersial dan jadwal pertandingan kini sedang dalam tahap penyelesaian," demikian pernyataan resmi Federasi Sepakbola Irlandia.

    Setelah 100 tahun rutin digelar, turnamen khusus negara-negara Britania terpaksa dihentikan tahun 1984 dengan beberapa alasan. Ketegangan di Irlandia Utara, kelakuan buruk fans dan jadwal yang kacau serta Inggris yang merasa tak menemukan lawan sebanding menjadi alasan penghentian turnamen. (din/krs)

  • Banyak Agen Asing Incar Pelajar Indonesia

    tawa2p
    Kasad: Banyak Agen Asing Incar Pelajar Indonesia
    Posted by: "newspaper.indonesi a@gmail.com" newspaper.indonesia @gmail.com newspaper_indonesia
    Thu Nov 15, 2007 8:25 am (PST)
    Kasad: Banyak Agen Asing Incar Pelajar Indonesia

    Magelang (ANTARA News) - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Djoko Santoso mengungkapkan, banyak agen asing yang mengincar pelajar-pelajar Indonesia untuk dididik dan dilatih sebagai agen.

    "Saat ini banyak agen asing yang mengincar kalian dengan iming-iming perkerjaan, gaji tinggi, untuk mau dididik dan dilatih sebagai agen mereka," katanya, dalam pengarahan kepada para siswa SMA Taruna Nusantara di Magelang, Sabtu.

    Djoko mengingatkan, sebagai siswa dan pelajar Indonesia sudah selayaknya jika mereka nanti menerapkan seluruh hasil pendidikan yang diterima untuk kepentingan dan kemajuan bangsa serta negara Indonesia pada masa depan menghadapi era globalisasi yang semakin kompleks.

    "Jangan apa yang telah didapat selama pendidikan, malah cari pekerjaan, cari pasangan hidup di luar negeri. Kalian siswa Taruna Nusantara, yang artinya siswa Indonesia, sudah seharusnya menerapkan apa yang didapat untuk kepentingan bangsa Indonesia, bukan untuk negara asing, seperti di Singapura," tutur Kasad.

    Terkait itu, lanjut dia, perlu ada upaya membangun kembali militansi sebagai bangsa Indonesia agar bisa bertahan pada era globalisasi yang semakin kompleks dan penuh tantangan.

    "Militansi sebagai bangsa Indonesia harus dihidupkan disesuaikan dengan jatidiri bangsa ditambah revitalisasi rasa nasionalisme kebangsaan yang harus dapat dimanfaatkan untuk mengantisipasi berbagai perubahan, dan tantangan pada era globalisasi, " kata Djoko menambahkan.

    Kasad mengatakan, komponen bangsa Indonesia memiliki potensi sebagai bangsa yang besar dan mampu bersaing dengan negara lain. "Namun, untuk dapat menjadi besar dan mampu bersaing, perlu ada militansi dan nasionalisme yang kuat sebagai akar dari persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya.

    Dalam pengarahannya kepada para siswa, Kasad didampingi mantan Wakil Presiden Try Soetrisno yang merupakan salah satu pendiri SMA yang didirikan pada 1990 itu.

    Kespo, Virus Lokal Terganas 2007

    Jakarta - Sepanjang tahun 2007, ada banyak virus lokal yang beredar di Indonesia dan tak sedikit yang mengancam sistem komputer. Dari sekain banyak virus tersebut, Kespo dinobatkan sebagai virus yang serangannya paling ganas.

    Menilik ke belakang, dimulai pada akhir Januari lalu, virus yang menamakan dirinya dengan "Pendekar Blank" berhasil menginfeksi ribuan komputer di Indonesia. Virus ini memperkenalkan diri sebagai program yang dibuat oleh seseorang yang ingin memberantas kejahatan di muka bumi dan menyebar lewat perangkat USB.

    Kemudian pada Maret 2007, muncul virus 81u3f4nt45y (baca: blue fantasy). Sepertinya virus ini dibuat lantaran si pembuatnya patah hati karena cintanya ditolak. Virus ini diketahui telah menyebar di jaringan komputer Indonesia. Aksinya beragam, dari sekedar menampilkan pesan patah hati sampai mencoba menghancurkan data komputer.

    Pada April 2007, muncul virus Wayang. Jika sudah menginfeksi komputer, virus ini akan terkunci di menu logon. Cirinya, di komputer anda muncul sesosok ksatria dari dunia pewayangan.

    Kespo, yang muncul pada 12 Juni 2007, berhasil mengobrak-abrik ribuan komputer di Indonesia. Virus ini tidak menyembunyikan file, tapi menginjeksi file Microsoft Word, Excel, DBF (file database) dan MS SQL dengan cara menambahkan kode program dirinya. Akibatnya, ukuran file akan bertambah beberapa Kilobyte (KB) dibanding sebelumnya, dengan tipe file "application".

    Alfons Tanujaya, spesialis antivirus dari Vaksincom, kepada detikINET mengklaim virus Kespo sebagai virus destruktif nomor satu di sepanjang 2007 ini. Pasalnya, seperti telah dijelaskan sebelumnya, Kespo berhasil menginfeksi ribuan komputer di Indonesia. Kespo bahkan sudah beranak-pinak.

    Dari sisi motivasi pembuatan virus, Alfons menilai hampir sebagian besar virus lokal yang beredar di tahun 2007 dilatarbelakangi motivasi SARA. Artinya, sang pembuat virus membuat virus karena ingin menonjolkan daerah atau kelompoknya. ( dwn / wsh )

    Inggris Menunggu Singa Keluar Kandang

    Jakarta - Orang Inggris rupanya kadung cinta pada Jose Mourinho. Dengan status pengangguran saat ini, ia seperti singa di dalam kandang. Maukah Mourinho melatih "Tiga Singa"?

    Kenapa orang Inggris dianggap mencintai Mourinho dapat dilihat dari bursa taruhan menyangkut sosok favorit pengganti Steve McClaren yang telah dipecat. Mayoritas menempatkan orang ini di urutan teratas.

    Selama dua tahun lebih beberapa bulan Mourinho dinilai telah mengenal seluk beluk sepakbola Inggris. Dengan karakternya yang unik -- katakanlah, "spesial" -- ia telah berhasil menanamkan pengaruh besar pada negara berkompetisi paling atraktif sedunia itu.

    Enam buah piala dalam dua musim bersama Chelsea adalah bukti ia cepat beradaptasi dengan kultur sepakbola Inggris dengan nilai 'A' alias memuaskan. Popularitasnya kian menjulang berkat lidahnya yang sangat lihai berkata-kata. Tidak selalu enak didengar memang, lebih-lebih oleh para rival, namun selalu menarik.

    Sebagian orang London Barat meratapi kepergiannya dari Stamford Bridge setelah "dipecat" Roman Abramovich. Tapi sebagian orang di Manchester, Birmingham, Newcastle, dan banyak kota lain di Inggris turut merasa kehilangan.

    Hampir semua orang Britania sepakat bahwa Mourinho dengan segala bentuknya telah memberi hawa lain buat Liga Inggris. Sir Alex Ferguson atau Arsene Wenger, yang pernah dibuat merah kupingnya oleh Mourinho, pada akhirnya mengakui kehebatan orang Portugal itu.

    Sebaliknya, di mata Mourinho Inggris adalah kesan yang positif. Ia mengaku sedih dan kecewa karena Frank Lampard dkk tersingkir dan dan gagal berlaga di putaran final Piala Eropa 2008.

    "Ini menyedihkan, sebuah kehilangan besar untuk sepakbola Eropa. Saya selalu menjadi suporter tim nasional Inggris dan klub-klub Inggris," tuturnya kepada Sky Sports News. "Sebuah kejuaraan Eropa tanpa Inggris tidaklah sama dengan jika Inggris ada di dalamnya.”

    Sayangnya, Mourinho tidak (atau belum?) memberi pernyataan tertarik atau tidak menjadi pengganti McClaren. Namun sebuah analisis mengindikasikan 'tidak'.

    Menurut koresponden Radio 5 Live's Jonathan Legard, Mourinho tampaknya sudah ingin kembali ke manajemen sepakbola. Namun dia tidak mau bekerja dengan mengurusi pemain-pemain hanya beberapa kali dalam beberapa bulan.

    "Dia seperti seekor singa di dalam kandang. Saya diberitahu demikian. Tapi melatih tim nasional, sekalipun untuk pos spesial seperti Inggris, tampaknya baru dipertimbangkan Mourinho nanti-nanti. Dan kalaupun peluang tersebut seimbang, dia hanya ingin Portugal," demikian Legard seperti dikutip BBC.

    Kesimpulan dia, saat ini Mourinho lebih tertarik untuk kembali melatih klub. Tapi karena tidak ada yang tidak mungkin, Inggris masih bisa melakukan banyak upaya untuk mendekati pelatih kelas satu itu.

    Dalam hal ini pihak Football Association (FA) perlu pintar membuat tawaran-tawaran yang menarik, menggiurkan, sekaligus menantang buat Mourinho, kalau memang menganggap hanya dia pelatih yang paling pas menukangi The Three Lions.

  • Kebijakan Ekonomi Sarat Kepentingan Asing

    davina2

    Sri Adiningsih

    Selasa, 20 Nopember 2007
    JAKARTA (Suara Karya): Sulit untuk mengharapkan kebijakan ekonomi Indonesia bersih dari kepentingan lembaga multilateral atau negara donor asing. Sebab, Pemerintah Indonesia masih mengandalkan pinjaman luar negeri untuk membiayai sejumlah program.

    Pandangan ini dikemukakan Ketua Umum Koalisasi Anti Utang Kusfiardi, ekonom UGM Sri Adiningsih, dan Deputy Director Head of Advocacy Division Infid Dian Kartika Sari. Ketiganya dihubungi Suara Karya secara terpisah di Jakarta, Senin (19/11) kemarin, menanggapi masalah seputar kemandirian ekonomi di tengah besarnya utang luar negeri Indonesia. Masalah ini berpengaruh terhadap optimisme bangsa mengenai kemajuan ekonomi nasional.

    Menurut mereka, entah kapan kemandirian ekonomi bangsa bisa terwujud, karena pemerintah terkesan sulit mengelak dari tawaran pinjaman luar negeri. Lembaga multilateral seperti Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia plus sejumlah negara donor gencar "memaksa" pemerintah merealisasikan pinjaman dari mereka atas nama sejumlah program yang tidak jelas peruntukannya.

    Bahkan lembaga dan negara donor berani memberi iming-iming hibah dalam jumlah besar jika Pemerintah Indonesia "konsisten" mengandalkan utang luar negeri. Semua itu dilakukan untuk memperkuat cengkraman mereka, agar bisa terus meraih keuntungan dari Indonesia. Selain dari bunga pinjaman, keuntungan lain bagi lembaga dan negara donor adalah menguasai sumber-sumber ekonomi di Indonesia.

    Kusfiardi khawatir Indonesia tidak akan pernah menjadi bangsa yang mandiri, bila pemerintah masih mengandalkan utang luar negeri sebagai bagian tak terpisahkan dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Apalagi, dengan iming-iming hibah, pemerintah kerap terjebak "rayuan" utang untuk pembiayaan sejumlah program yang sengaja dibuat untuk menghabiskan dana pinjaman dari luar negeri. Padahal, penggunaan dan realisasi dari pinjaman itu tidak jelas, selain hanya menambah beban jumlah utang luar negeri.

    "Kita tidak pernah realistis bahwa persoalan kita adalah beban utang yang sudah besar. Namun, bukannya dikurangi, pemerintah justru terus mengupayakan segala cara untuk menambah utang baru. Semua itu harus dibayar (utang plus bunga) dan diselesaikan. Selama itu pula kita akan tetap tergantung pada asing. Melalui beban utang itu, asing dengan seenaknya mengambil sumber-sumber ekonomi kita," kata Kusfiardi.

    Dia menambahkan, agar bisa lepas dari cengkraman asing dan memulai kebijakan ekonomi yang lebih mandiri, pemerintah harus berani mendorong penghapusan utang luar negeri. Apalagi, tidak sedikit dari komitmen utang luar negeri itu tidak direalisasikan para kreditor. Kalaupun direalisasikan, bukan untuk program yang bisa menstimulus perekonomian dan pemberdayaan usaha rakyat.

    Menurut Kusfiardi, pemerintah bisa menghapus utang luar negeri. Untuk tahap awal, pemerintah tidak perlu mencairkan utang yang berasal dari komitmen lama, serta utang yang tidak bisa cair karena ketiadaan program.

    "Berdasarkan data Depkeu pada 2005, komitmen utang sebesar 365 miliar dolar AS hanya bisa dicairkan 162 miliar dolar AS. Artinya, ada 203 miliar dolar AS yang belum bisa dicairkan. Komitmen Indonesia atas utang luar negeri itu sudah dikenakan biaya, namanya commitment fee yang besarannya sekian persen dari 203 miliar dolar AS. Itu sia-sia. Kita bisa minta penghapusan atas kewajiban atau biaya dari komitmen utang yang tidak direalisasikan, " ujarnya.

    Sementara itu, Sri Adiningsih mengatakan, pemerintah tidak memiliki perencanaan jelas dalam pembangunan ekonomi. Buktinya, APBN sebagai dasar perencanaan keuangan negara selama setahun hanya diprioritaskan membayar utang luar negeri. Entah bagaimana pengelolaannya, anggaran pembangunan begitu sulit direalisasikan. Yang dipentingkan adalah bayar utang.

    "Realisasi anggaran terus-menerus rendah. Baru pada akhir tahun semua dana dikeluarkan sampai habis. Sementara pos-pos utang luar negeri tetap dijaga. Hal itu pasti membuat realisasi dana tidak berkualitas dan APBN hanya sibuk untuk membayar utang luar negeri yang justru terus ditambah atas nama program-program yang tidak jelas," katanya.

    Dia menyarankan pemerintah melakukan evaluasi kebijakan ekonomi, sekaligus menghilangkan kesan lebih mementingkan negara dan lembaga donor asing. "Kita perlu melakukan evaluasi karena liberalisasi saat ini sudah sangat bebas. Liberalisasi ini merupakan bukti bahwa kekuatan asing masih kuat di Indonesia, terutama dalam hal intervensi kebijakan ekonomi makro dan keuangan," ujarnya.

    Evaluasi, menurut Adiningsih, perlu dilakukan agar Indonesia tidak makin terpuruk. Seharusnya tekanan asing segera dihilangkan dengan kebijakan ekonomi yang mengandalkan potensi ekonomi negara. "Saya lihat tekanan asing terhadap kebijakan ekonomi pemerintah sudah tidak membuat bangsa ini mandiri lagi. Sebab, mulai dari kebijakan hingga berbagai produk serta jasa yang masuk dari luar negeri dikendalikan asing. Di mana nasionalisme kita kalau semua sudah dikuasai asing?" tanyanya.

    Intervensi asing, menurut Sri Adiningsih, sulit ditampik karena manajemen utang tak kunjung dibenahi. Bahkan pos utang dalam negeri yang harus dibayar pemerintah, baik melalui obligasi negara dan pasar modal, merupakan kepanjangan tangan asing. "Ketergantungan itu (utang luar negeri) tidak bisa dihindari sepanjang pemerintah masih menggunakan utang dalam anggaran negara. Sebab itu, utang harus segera diselesaikan, agar Indonesia tidak lagi tergantung pada pemberi utang," tutur Adiningsih.

    Secara terpisah, Kartika Sari menjelaskan, lembaga dan negara donor asing selalu mendesak pemerintah tetap setia mempertahankan paradigma pertumbuhan ekonomi sebagai pedoman pembangunan ekonomi makro. Namun, fakta di Indonesia membuktikan pertumbuhan ekonomi tidak memberi kontribusi dalam mengurangi kemiskinan.

    Bahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dicapai dengan mengorbankan kepentingan rakyat, seperti penghapusan subsidi, privatisasi layanan publik, dan liberalisasi perdagangan serta investasi asing yang rawan perusakan lingkungan dan konflik dengan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi bahkan tidak mampu mendorong tumbuhnya sektor riil. Akibatnya, angka pengangguran tinggi.

    "Pemerintah dikondisikan untuk terus patuh pada seluruh petuah lembaga dan negara donor asing. Padahal sejarah membuktikan, gara-gara resep Bank Dunia, Indonesia terpuruk dalam krisis ekonomi berkepanjangan, " ujarnya.

    Sementara itu, program-program pemerintah atas nama pemberdayaan ekonomi rakyat dan pengentasan kemiskinan, justru menambah beban utang negara. Ini terlihat dari laporan Bank Dunia pada Juni 2007 yang menyebutkan bahwa utang Indonesia ke Bank Dunia belum lunas sampai tahun 2041. (Indra/Andrian/ Nunun

    Barca Dihantam Badai, Real Santai

    Jakarta - Perjuangan Barcelona di Liga Spanyol kembali menghadapi hambatan yang datangnya dari dalam menyusul kritikan Edmilson pada rekan-rekannya. Sementara Real Madrid relatif santai pekan ini.

    Saat performanya di kompetisi lokal belum lagi stabil, Barcelona kembali mendapat ganjalan yang justru datang dari pemainnya sendiri. Dalam sebuah wawancara di televisi, Edmilson mengkritik pemain Barcelona yang disebutnya kurang berkomitmen pada klub.

    "Dalam grup yang terdiri dari 23-25 pemain dan pelatih kami seperti keluarga dan seperti keluarga kebanyakan kapi juga punya kambimg hitam... Kadang pekerjaan kami sebagai pesepakbola berada di urutan dua dan pemain-pemain bisa bilang 'Saya harus rapat atau ada janji iklan jadi harus cepat-cepat pergi," sahut Edmilson kemarin.

    Sang gelandang memang sudah meminta maaf pada rekan-rekannya dan menyadari kesalahannya. Namun ini bukan pertama kalinya El Barca dihantam badai di ruang ganti.

    Musim lalu Samuel Eto'o mengkritik pelatih Frank Rijkaard dan beberapa pemain di muka umum. Hasilnya, konsentrasi tim asal Catalan itu buyar dan berujung gelar yang lepas ke tangan Real.

    "Musim lalu kami banyak membicarakan hal di luar sepakbola, dan lihat hasilnya. Seharusnya hal seperti itu tetap tinggal di ruang ganti," tutur Andres Iniesta, seperti dilansir Yahoosport.

    Berpengaruh atau tidaknya isu ini bagi kondisi mental pemain di lapangan akan dibuktikan saat mereka menjamu Recreativo Huelva di Camp Nou, Minggu (25/11/2007).

    Baik Barcelona maupun Recreativo sama-sama menderita kekalahan pada pekan sebelumnya. Barca takluk di tangan Getafe 0-2, sedangkan Recreativo kalah 0-1 oleh Osasuna. Kini tim Carles Puyol masih tetap tertahan di peringkat tiga klasemen, dibawah Real dan Villareal.

    Sementara Real dan Villareal akan menghadapi lawan yang di atas kertas bisa mereka kalahkan. Los Blancos akan berhadapan dengan Real Murcia sementara The Yellow Submarine akan melakukan laga tandang melawan Almeria.

    Sulit bagi Real Murcia untuk melewati hadangan Real, mengingat mereka hanya menang satu kali dari lima laga terakhir mereka di La Liga, itu pun terjadi bulan lalu ketika mereka menang 1-0 dari Recreativo. Jadi, tidak salah bila para pendukung Madrid berharap mereka tetap memimpin La Liga pekan ini.

    Pada laga lainnya peringkat empat Valencia akan berhadapan dengan peringkat tujuh Racing Santander. Menarik untuk ditunggu apakah Racikan Ronald Koeman akan memberikan kemenangan lagi bagi El Che, seperti ketika mereka menaklukkan Murcia 3-0 pada pekan sebelumnya. (din/arp)

  • INTEGRITAS DAN KEPEMIMPINAN

    Maya

    Ada cerita menarik ketika Team trainer kami menyampaikan materi tentang integritas di salah satu BUMN pada tanggal 15 & 16 Nopember 2007. Mereka sangat antusias mengikuti satu permainan/game yang terkait dengan pentingnya Integritas dalam memimpin. Kebetulan yang kami training adalah midle manager level. Ada spirit yang luar biasa muncul dari para peserta untuk bersama-sama meningkatkan integritas dalam menjalankan peran sebagai pemimpin. Mereka menyadari benar betapa pentingnya Integritas dari setiap indifidu bila ingin meraih kesuksesan sejati, baik kesuksesan pribadi maupun organisasi. Kompetensi tanpa integritas akan berbahaya begitu pula integritas tanpa kompetensi akan menjadi sia-sia. Untuk itu mereka sadar betul untuk selalu meningatkan kedua faktor pendukung kesuksesan tersebut.

    Yang menjadi masalah adalah; ketika integritas tersebut hanya dimiliki oleh sebagian kecil dari individu-individu yang terlibat dalam perusahaan/organisa si, maka tidak akan memberi efek positif yang signifikan bagi tumbuh kembangnya budaya integritas di perusahaan tersebut. Apalagi para top leader yang notabebene sebagai pembuat kebijakan dan pengendali perusahaan cenderung termasuk orang-orang mengabaikan pentingnya integritas. Justru merekalah yang menghambat tegaknya integritas, dengan memanfaatkan otoritas yang dimilikinya, mereka bisa menekan para midle manager untuk bergeser dari nilai-nilai integritas demi kepentingan sesaat. Salah seorang peserta mengatakan : Contoh yang paling sering di alami oleh saya adalah ketika ada satu proyek yang berkaitan dengan angka-angka yang sebenarnya tidak sesuai dengan nilai sebenarnya, dan ini jelas-jelas melanggar aturan dan merugikan perusahaan, tetapi kemudian mereka memaksakan kehendak untuk dilakukan. Saya sudah berusahan untuk menjaga integritas saya dengan mencoba mengingatkan atasan saya, tapi ada resiko yang harus saya tanggung apabila tidak mematuhi kehendak atasan saya, dari mulai tidak disapa oleh atasan, dinilai tidak kooperatif bahkan sampai kepada kemungkinan kehilangan jabatan.

    Dari realitas tersebut maka mereka menyarankan agar pelatihan integritas ini bisa diikuti oleh seluruh karyawan perusahaan tersebut, dari mulai top leader sampai tingkat pelaksana, tidak parsial tetapi komprehensif. Perusahaan yang di dalamnya terdiri dari orang -orang yang tidak memiliki integritas bagai malam yang gelap gulita, dan ketika ada satu orang diantara mereka yang memiliki integritas maka orang tersebut bagai cahaya lilin kecil yang hanya menerangi dirinya, sementara ketika integritas itu ditularkan kepada orang-orang yang ada di kanan dan kirinya secara berantai, maka cahaya lilin yang kecil itu akan menjadi cahaya yang terang benderang. Maka integritas tidak boleh hanya dimiliki oleh individu tertentu saja, tetapi setiap individu yang terlibat dalam suatu organisasi, baik sebagai pemimpin maupun yang dipimpin, wajib memilikinya. Tujuan Individu dan organisasi bisa dicapai dengan memegang teguh Integritas.

    Segelas susu....

    Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan
    dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa
    sen uangnya, dan dia sangat lapar.

    Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah
    berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang
    wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia
    hanya berani meminta segelas air. Wanita muda tersebut melihat, dan
    berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia
    membawakan segelas besar susu.

    Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, "Berapa
    saya harus membayar untuk segelas besar susu ini?"

    Wanita itu menjawab: "Kamu tidak perlu membayar apapun". "Ibu kami
    mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan" kata wanita itu
    menambahkan.

    Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata:"Dari dalam
    hatiku aku berterima kasih pada anda."

    Sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat
    kritis. Para dokter dikota itu sudah tidak sanggup menanganinya. Mereka
    akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis
    yang mampu menangani penyakit langka tersebut. Dr. Horward Kelly dipanggil
    untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal si
    wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly.

    Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju
    kamar si wanita tersebut. Dan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si
    wanita itu. Ia langsung mengenali itu pada sekali pandang. Ia kemudian
    kembali keruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik
    untuk menyelamatkan nyawa wanita itu.

    Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita
    itu. Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh
    kemenangan....Wanita itu sembuh!!

    Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh
    tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan. Dr. Kelly
    melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan
    kemudian mengirimkannya ke kamar pasien.

    Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa
    Ia tak akan mampu menbayar tagihan tesebut walaupun harus dicicil seumur
    hidupnya.

    Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada
    sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan
    tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi.."Telah dibayar lunas dengan
    segelas besar susu!!" tertanda, Dr Horward Kelly.

    Air mata kebahagian kehilangan membanjiri matanya. Ia berdoa: "Tuhan,
    terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan
    tangan manusia."

    Sheringham Jadi Bangsawan Inggris

    London - Sebagai pesepakbola Teddy Sheringham punya sederet prestasi membanggakan. Kini dia memiliki hal lain yang bisa dibanggakan setelah mendapat gelar kebangsawanan dari Kerajaan Inggris.

    Member of the Order of the British Empire atau sering disingkat sebagai MBE. Itulah gelar kebangsawanan yang diterima Sheringham, Selasa (20/11/2007) kemarin waktu setempat.

    Bertempat di Buckingham Palace, mantan bintang Manchester United itu menerima penghargaan kebangsawanan itu langsung dari pemegang tahta kerajaan Inggris, Pangeran Charles.

    "Ini fantastis, mungkin inilah momen terbaik yang saya alami di (Buckingham) Palace. Saya sudah beberapa kali ke sini terutama bersama skuad Inggris di Euro 1996, tapi kembali ke sini dan mendapatkan gelar MBE adalah fantastis," antusias Sheringham di Thisislondon, Rabu (21/11/2007).

    Sheringham yang tahun ini berusia 41 tahun mendapat gelar kebangsawanan tersebut atas pengabdiannya pada sepakbola Inggris. Pria kelahiran London itu kini sudah 20 tahun menekuni sepakbola dan tercatat 51 kali membela The Three Lions dengan sumbangan 11 gol.

    Soal keputusannya yang belum mau gantung sepatu ternyata juga mendapat perhatian dari Pangeran Charles yang menanyakan kondisi fisik Shringham yang memang sudah sangat renta untuk ukuran pesepakbola.

    "Saya katakan kalau saya berusaha bertahan di sana - Anda tahu, tulang-tulang saya sedikit berdecit di (lapangan) sana," guyon Sheringham. "Dia bertanya apakah saya akan melatih, Saya katakan, 'Mungkin, mungkin suatu hari nanti. Ada banyak waktu untuk itu'."

    Setelah menjalani musim-musim yang luar biasa dengan MU -- termasuk treble winner yang kesohor itu -- karir Sheringham terus merosot seiring usianya yang bertambah. Setelah sempat membela Tottenham Hotspur, Portsmouth dan kemudian West Ham United, dia kini memperkuat tim divisi satu Colchester United. (din/arp)

  • Jual Diri

    tawa2

    Jual Diri

    HARI ini Sarimi (33 tahun) dan keluarga makan nasi aking. Harga beras mereka rasakan mahal. Sementara suaminya Saroni (35 tahun) tak lagi bekerja. Selama ini nasi aking hanya dimakan bebek. Saroni tak sendirian, walau semua tak makan nasi aking. 49% penduduk Indonesia dalam kondisi miskin (data Bank Dunia 2006).

    Kalimat tersebut merupakan iklan di sebuah media cetak nasional. Di bawah kalimat tersebut tertulis: Saya, Wiranto, mengajak Anda bergabung dalam gerakan moral. Bersatu sejahterakan rakyat. Ciptakan 10 juta lapangan kerja. Tingkatkan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas. Tumbuhkan ekonomi melalui pemerintahan yang kuat dan tegas.

    Siapa pun yang membaca tentu bebas mencerna dan menginterprestasika n kalimat tersebut. Komentar di internet pun bermunculan. Ada yang mengatakan, mengiklankan diri sendiri sekarang ini bukan hal yang tabu. Apalagi hajatan Pilpres 2009 tak lama lagi. Memperkenalkan diri pada publik dan menciptakan citra adalah hal yang mutlak dilakukan.

    Ada juga yang komentar: Terlalu banyak calon bingung milihnya, mana yang gak bakalan buat terlalu makan ati. Aku juga bingung karena terlalu banyak pilihan (tapi nggak ada yang layak pilih). Kayanya ... aku golput aja deh ..., tapi liat aja entar ... siapa tahu Tuhan tiba2 kasih kita calon alternatif buat bangsa ini.

    Meskipun Wiranto tidak secara tegas mencantumkan jati dirinya, tetapi nampaknya pembaca sudah mengetahui arah iklan tersebut. Yakni, posisi dia dalam kapasitasnya sebagai calon presiden pada 2009. Iklan tersebut dalam kaitan menarik simpati kontituen.

    * * *

    Wiranto memang tak sendirian. Dalam Pilkada di Kalbar 15 November lalu, empat kandidat juga ''menjual'' isu kemiskinan. Di daerah lain pun, fenomena menjual diri dan kemiskinan dengan sasaran konsumen orang miskin, juga terjadi. Terutama berkaitan maraknya pemilihan kepala daerah, dan men-jelang pemilihan presiden di tahun 2009.

    Tokoh (baik yang mengaku maupun memang ditokohkan) di tingkat kota/kabupaten, provinsi, maupun pusat, berlomba unjuk muka menjual diri. Mereka berpacu saling menonjolkan diri. Menebar citra dan anggapan bahwa dirinyalah yang serba ter. Termampu, tercocok, terbaik, terlayak, dan ter-ter yang lain yang berkonotasi positif. Istilah lainnya rumangsa bisa (merasa bisa).

    Segala cara ditempuh. Mulai menebar janji sampai mengobral uang. Etis dan tidak etis bukan dianggap masalah. Yang penting jualannya laku, feedback atau respon dari konsumen, dalam hal ini rakyat, positif untuk dirinya. Jika ada sebagian orang yang mencemooh, juga dianggap angin lalu. Baginya yang terpenting pada akhirnya dia ''dibeli''.

    Pada saat menjual diri dalam kaitan meraih simpati, dagangan yang akhir-akhir ini juga dianggap layak dijual adalah kemiskinan. Hampir semua calon kepala daerah maupun kepala negara, hari-harinya diisi kegiatan mengobjekkan orang miskin.

    Kemiskinan bukannya disikapi sebagai persoalan bersolusi tebar bukti dan tindakan nyata, tetapi masih diwacanakan disertai obral janji. Jika terpilih saya akan... kalau mendapat kepercayaan saya akan..., seandainya saya dipercaya mengemban amanat maka..., dan kata-kata lain yang berujung akan. Sementara jumlah orang miskin sendiri tak kunjung berkurang.

    Lebih celaka lagi, di tingkat elite justru sibuk berkutat mempermasalahkan jumlah dan metoda penghitungan. Tahun 2006 jumlahnya 37 persen atau 49 persen, dasar yang dipakai untuk menentukan apa. Dibanding tahun sebelumnya naik apa turun, dan seterusnya.

    Ujung-ujungnya terjadi debat kusir, mereka lupa bahwa angka punya makna. Lewat akurasi data, akan ditemukan terapi yang semestinya. Sebaliknya, jika terjadi rekayasa, muaranya kemiskinan tak sekedar dijadikan barang ''dagangan'' , namun menjurus dibuat ''objekan'' penguasa.

    Kejadian di Negeri ini kadang memang unik. Termasuk soal korelasi antara menjual diri dengan kemiskinan. Umumnya orang yang menjual diri adalah wanita miskin (baik harta maupun pemahaman terhadap ajaran agama) atau mereka yang terpojok persoalan ekonomi.

    Hanya saja, logika tersebut kini justru berbalik. Saat ini bertebaran orang kaya yang menjual diri agar dibeli oleh kaum miskin, dan menjual kemiskinan untuk meningkatkan kekayaan dan harga diri. Bahkan ada yang tega merancang suatu kondisi dan angka kemiskinan untuk tujuan politik dan kepentingan pribadi serta kelompok.

    Akankah emosi rakyat kecil tersentuh oleh jualan mereka dan akhirnya ikhlas memberikan hak suara? Jawabnya tentu rakyat sendiri yang tahu. Namun biasanya, pada saat orang terbawa emosi, kiat teliti sebelum membeli, terabaikan.(11)

    -- Sri Mulyadi, wartawan Suara Merdeka di Semarang

    Penghargaan untuk Schmeichel Yunior

    Kopenhagen - Popularitas telah didapat Kasper Schmeichel, penghargaan atas profesinya sebagai pesepakbola pun telah digapai. Ia terpilih sebagai Pemain Muda Terbaik Denmark 2007.

    Adalah kemunculan Schmeichel bersama Manchester City di musim ini yang menjadikan kiper berusia 21 tahun ini ini meraih predikat versi Asosiasi Sepakbola Denmark tersebut.

    Dari sekadar "membonceng" ketenaran bapaknya, yaitu penjaga gawang legendaris Peter Schmeichel, anak muda kelahiran 5 November 1986 ini pada akhirnya dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi kiper handal.

    Setelah melakoni debutnya dalam pekan pertama Premier League musim ini melawan West Ham, Schmeichel berturut-turut tidak kebobolan dalam tiga partai termasuk melawan Manchester United.

    Meski kemudian pelatih Sven Goran Eriksson mengembalikan dia ke bangku cadangan, dan pada 25 Oktober dipinjamkan ke klub divisi I Cardiff City, Schmeichel diyakini memiliki masa depan cerah di City of Manchester Stadium.

    "Saya sangat senang. Bisa mendapatkan penghargaan istimewa ini, yang di Denmark amat dikenal, merupakan sebuah kehormatan besar," tukasnya tentang award individu pertamanya itu.

    "Daniel Agger memenanginya tahun lalu, dan saya hanya berharap saya bisa memenuhi semua ekspektasi yang menyertai penghargaan ini," sambungnya seperti dikutip Goal.com.

    Baru-baru ini Schmeichel berhasil dua kali cleen sheet dalam aksinya bersama timnas Denmark U-21. Ia mengaku karir mudanya di tahun ini berjalan mulus dan ia amat menikmatinya.

    "Denmark negara kecil yang tidak banyak disoroti, apalagi hanya bermain untuk tim U-21. Tapi menyenangkan diberi penghargaan seperti ini," pungkasnya.

    Inggris Kembali Pakai Pelatih Asing?

    London - Banyak yang menilai stok pelatih lokal yang dimiliki Inggris saat ini tidak cukup memenuhi syarat untuk mengangkat kembali pamor timnasnya. Memakai pelatih asing lagi pun menjad wacana.

    Dalam pencarian pelatih baru setelah dibawa terpuruk oleh Steve McClaren, beberapa pelatih non-Inggris justru lebih semarak diberitakan ketimbang nama-nama lokal.

    Dari dalam negeri yang paling dijagokan relatif tinggal Martin O'Neill. Sam Allardyce, Harry Redknapp, dan Steve Coppell memang ikut dibawa-bawa, tapi mereka tak pernah menangani tim besar sehingga tidak terlalu diyakini benar bisa sukses.

    Sebaliknya, sosok-sosok hebat seperti Fabio Capello, Luiz Felipe Scolari, Jose Mourinho, Guus Hiddink, sampai Juergen Klinsmann lebih difavoritkan sebagai calon pengganti McClaren.

    Sebelumnya Sven Goran Eriksson menjadi satu-satunya orang non-Inggris yang pernah menukangi The Three Lions. Dalam tiga turnamen besar yang diikuti pelatih top Swedia itu membawa Inggris sampai ke babak 16 besar Piala Dunia 2002, perempatfinal Euro 2004, dan perempatfinal Piala Dunia 2006.

    Ketua eksekutif FA Brian Barwick pun telah membuka wacana tersebut, bahwa pelatih Inggris berikutnya sangat mungkin bukan orang Inggris. "Saya pikir kewarganegaraan bukanlah masalah," tukasnya dikutip BBC.

    "Proses perekrutan pelatih baru sudah dimulai dan kami akan melakukan segalanya untuk mendapatkan orang yang tepat," tambah Barwick, "Hasilnya dijamin berbeda. Kami harus belajar dari cara kami sebelumnya."

    Pemain Inggris Besar Ego

    London - Steve McClaren dianggap tak punya kualitas untuk melatih tim sebesar Inggris. Tapi para pemain Three Lions pun punya andil atas kegagalan mereka sendiri karena besar ego.

    Anggapan tersebut terlontar dari mulut Roy Keane, eks kapten timnas Republik Irlandia dan Manchester United, tentang kegagalan Inggris ke putaran final Euro 2007.

    "Steve McClaren kehilangan pekerjaannya karena dia memang tidak qualify. Jadi, pemecatannya cukup adil. Tapi para pemain pun tidak membantu dia dan harus menanggung akibatnya sendiri,” papar Keane kepada Sky Sport News, Kamis (22/11/2007).

    "Kalau Anda melihat beberapa pemain Inggris, dan dari bahasa tubuhnya yang kadang-kadang tidak baik, menurut saya terlalu banyak ego di sana, terlalu banyak orang yang besar kepala."

    Popularitas, kebintangan, ekspos media massa, dan bermain di klub-klub besar adalah hal-hal yang secara tidak langsung disoroti pria yang kini melatih klub Sunderland itu.

    "Jika sedikit kesuksesan dibarengi ego-ego seperti itu, maka Anda berada dalam masalah,” tambahnya. "Menjadi pemain yang bagus itu baik. Tapi pemain-pemain yang bagus tidak otomatis membuat tim-tim jadi bagus."

    Keane juga mengkritik industri sepakbola yang membaluti klub-klub besar. Dengan kondisi saat ini, sadar atau tidak para pemain tersebut cenderung lebih mengutamakan klub ketimbang tim nasional.

    "Saya pikir sepakbola internasional menjadi tidak terlalu penting bagi banyak pemain dewasa ini. Klub-klub telah mengambil alih semuanya," cetusnya.

  • 20 Berkat

    garuk2
    20 Berkat

    Daftar di bawah ini adalah 20 berkat dari Alkitab untuk kalian dan saya. Semoga ini menguatkan kalian dan saya apabila sedang turun.

    1. Mengapa saya berkata "Saya tidak bisa" jika Alkitab mengatakan bahwa saya bisa melakukan segala sesuatu di dalam Dia yang memberi kekuatan kepada saya (Fil 4:13)?

    2. Mengapa saya merasa kurang jika saya tahu bahwa Allah akan memenuhi segala keperluan saya menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus (Fil 4:19)?

    3. Mengapa saya harus merasa takut jika Alkitab berkata bahwa Tuhan tidak memberi saya roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, ketertiban (2 Tim 1:7)?

    4. Mengapa saya harus merasa kurang iman jika saya tahu bahwa Allah telah mengaruniakan kepada saya ukuran iman tertentu (Rom 12:3)?

    5. Mengapa saya menjadi lemah jika Alkitab berkata bahwa Allah adalah terang dan keselamatan saya dan bahwa saya akan tetap kuat dan akan bertindak (Maz 27:1, Dan 11:32)?

    6. Mengapa saya harus membiarkan iblis menang atas hidup saya jika Roh yang ada di dalam saya lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia (1 Yoh 4:4)?

    7. Mengapa saya harus pasrah kalah jika Alkitab berkata bahwa Allah dalam Kristus selalu membawa kita di jalan kemenanganNya (2 Kor 2:14)?

    8. Mengapa saya harus kekurangan hikmat jika Kristus sendiri telah menjadi hikmat bagi saya dan Allah akan memberi hikmat jika saya minta padaNya (1 Kor 1:30; Yak 1:5)?

    9. Mengapa saya harus depresi jika saya dapat mengingat bahwa saya dapat berharap pada Allah yang kasih setiaNya tidak habis-habisNya setiap pagi (Rat 3:21-23)?

    10. Mengapa saya harus kuatir, resah, dan rewel jika saya dapat menyerahkan segala kekuatiran saya pada Tuhan yang memelihara saya (1 Pet 5:7)?

    11. Mengapa saya harus selalu hidup dalam beban jika saya tahu bahwa di mana ada Roh Allah, ada kemerdekaan, dan Kristus telah memerdekakan kita (2 Kor 3:17; Gal 5:1) ?

    12. Mengapa saya harus merasa terhukum jika Alkitab berkata bahwa saya tidak ada lagi di bawah penghukuman sebab saya di dalam Kristus (Rom 8:1) ?

    13. Mengapa saya harus merasa sendirian jika Yesus berkata Ia akan selalu menyertai saya, tidak akan membiarkan dan tak akan meninggalkan saya (Mat 28:20; Ibr 13:5)?

    14. Mengapa saya harus merasa terkutuk atau merasa saya menjadi korban nasib sial jika Alkitab berkata bahwa Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum taurat sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu (Gal 3:13-14) ?

    15. Mengapa saya harus merasa tidak puas dalam hidup ini jika saya,seperti Paulus, bisa belajar untuk menjadi puas dalam segala keadaan (Fil 4:11) ?

    16. Mengapa saya harus merasa tidak layak jika Kristus telah dibuat menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2 Kor 5:21) ?

    17. Mengapa saya merasa takut disiksa orang jika saya tahu bahwa jika Allah di pihak saya tidak ada yang akan melawan saya (Rom 8:31) ?

    18. Mengapa saya harus bingung jika Allah adalah Raja Damai dan Ia memberi saya pengetahuan melalui RohNya yang diam di dalam kita (1 Kor 14:33;2:12)

    19. Mengapa saya harus terus-menerus gagal dan jatuh jika Alkitab berkata bahwa sebagai anak Allah saya lebih daripada orang-orang yang menang dalam segala hal, oleh Dia yang telah mengasihi saya (Rom 8:37)?

    20. Mengapa saya harus membiarkan tekanan hidup mengganggu saya jika saya dapat punya keberanian karena tahu Tuhan Yesus telah menang atas dunia dan penderitaan (Yoh 16:33)? " Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah ! " (Mazmur 46:11a)

  • Rahasia Bisnis Orang Jepang

    Oleh : Ann Wan Seng

    Belajar dari :
    Langkah Raksasa Sang Nippon Mengusai Dunia

    Kebangkitan Jepang

    Jepang diakui sebagai negara termaju,
    . . . . dan pengendali utama Negara-negara industri.

    KEBERHASILAN BANGSA JEPANG dalam bidang ekonomi sangat mengagumkan. Siapa sangka setelah mengalami kehancuran dahsyat dalam Perang Dunia II, Jepang mampu bangkit kembali dengan kekuatan yang luar biasa. Jepang muncul sebagai negara paling maju di wilayah Asia Timur. Hanya dalam dua dekade setelah peristiwa pengeboman kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang berhasil menempatkan dirinya di kalangan negara yang berpengaruh dalam perekonomian dunia. Negeri Matahari Terbit itu membuktikan pada dunia bahwa mereka mampu membangun kembali perekonomian mereka yang hancur. Dahulu Jepang tidak dikenal dan tidak dipandang sebagai negara maju, tetapi sekarang, negara itu menjadi contoh dan teladan Negara-negara yang berpengaruh di dunia.

    Awalnya, mutu produk Jepang dianggap paling rendah. Namun, sekarang, produk Jepang dianggap sebagai produk terbaik dan berkualitas. Jepang telah diakui sebagai negara termaju dan salah satu pengendali utama negara-negara industri.

    Ukuran kemajuan Jepang dapat diukur dari pendapatan per kapita dan taraf hidup rakyatnya yang menempati posisi kedua tertinggi di dunia, Pada pertengahan era 1990-an, Produk Nasional Bruto (PNB) Jepang mencapai US$ 37,5 miliar atau 337,5 triliun rupiah. Angka tersebut sekaligus menempatkan posisi Jepang di belakang Swiss yang memiliki PNB tertinggi di dunia. Simpanan khusus Swiss yang berjumlah US$ 113,7 miliar merupakan yang tertinggi di dunia.

    Selain memiliki simpanan khusus yang tinggi, Jepang juga tidak memiliki utang luar negeri. Sebenarnya, jika dibandingkan dengan Amerika Serikat (AS), kedudukan ekonomi Jepang lebih kuat dan kokoh. Meskipun AS dikenal sebagai negara penguasa ekonomi nomor satu di dunia, sebenarnya AS menanggung utang luar negeri yang besar. Pengeluaran AS bukan hanya mengalami defisit yang besar, tetapi juga menghadapi masalah inflasi yang tinggi.

    Berbeda deng keadaan Jepang. Negara Jepang bukan hanya memiliki tingkat inflasi rendah, melainkan juga tingkat pengangguran yang rendah. Rakyat Jepang hidup mewah dan bersenang-senang dengan pendapatan rata-rata tahunan lebih dari empat puluh ribu dolar AS per tahun. Pelayanan pendidikan dan kesehatan di Jepang merupakan yang terbaik di dunia. Oleh karena itulah, semua penduduknya dapat membaca dan menulis.

    Kemampuan Jepang bangkit dari kerusakan akibat perang dan kehancuran perekonomian dianggap sebagai sebuah keajaiban. Meski demikian, keberhasilan yang dirasakan Jepang tidak dicapai dalam waktu singkat. Sebenarya, tidak ada satu keajaibanpun yang membantu perkembangan dan kemajuan perekonomian Jepang. Semua diperoleh dari hasil kerja dan usaha keras rakyat Jepang untuk memulihkan kembali harga diri bangsa dan negara yang telah tercemar. Segala kesenangan, kemewahan, dan kekayaan negara itu diperoleh dengan usaha yang tidak kenal lelah, disiplin ketat, dan semangat kerja keras yang diwarisi secara turun-menurun.

    Bangsa Jepang memiliki semangat pantang menyerah. Mereka tidak takut dengan cobaan dan kesusahan. Mereka sanggup berhadapan dengan segala cobaan demi mencapai tujuannya. Mereka juga teguh menjaga harga diri dan kehormatan bangsa. Jika melakukan suatu pekerjaan maka mereka melakukannya dengan sungguh agar mendapatkan hasil yang terbaik.

    Bangsa Jepang sulit menerima kekalahan. Bagi mereka, kalah tidak berarti mati. Kekalahan dapat ditebus kembali dengan kemenangan dan keberhasilan dalam bidang lain. Jika kalah, maka mereka mau kalah dengan penuh harga diri.

    Mereka tidak mau dihina. Bagi mereka, lebih baik mati daripada menjadi bangsa yang dihina dan terhina.

    Bangsa Jepang lebih memilih mati dan bunuh diri daripada menanggung malu akibat kekalahan dan kegagalan. Zaman dahulu pahlawan Jepang yang dikenal dengan sebutan samurai akan melakukan harakiri atau bunuh diri dengan menusukkan pedang ke bagian perut jika kalah dalam pertarungan. Hal itu justru memperlihatkan usaha mereka menebus kembali harga diri yang hilang akibat kalah dalam pertarungan. Semangat samurai masih kuat tertanam dalam sanubari bangsa Jepang. Namun, saat ini harakiri tidak lagi dilakukan. Semangat dan disiplin samurai tersebut sekarang digunakan bangsa Jepang untuk membangun kembali ekonomi yang runtuh pada pertengahan tahun 1940-an.

    Untuk menjadi bangsa yang hebat dan dihormati, bangsa Jepang melalui berbagai pengalaman pahit dan berliku. Bangsa Jepang tidak pernah menyerah dengan segala kekurangan dan kelemahan pada diri mereka.

    Meskipun sumber alamnya minimal, terancam gempa bumi, dan sering dilanda angin topan, mereka menggunakan segala potensi yang ada untuk membangun negara mereka agar sebanding dengan negara yang kaya dengan sumber alam. Mereka pintar memanfaatkan dan memberdayakan segala sumber yang ada.

    Namun, mereka tidak boros. Semua sumber alam tersebut dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Mereka juga tidak suka membuang-buang waktu dan selalu tepat waktu.

    Sikap itulah yang membantu Jepang bangkit dan mampu bersaing di pasar ekonomi bebas dan dunia perniagaan. Bangsa Jepang memaksimalkan apa yang mereka miliki karena permukaan wilayah yang bergunung-gunung dan tidak bisa lebih banyak lagi mengeksploitasi hasil alam mereka.

    Di Jepang, persaingan dalam penggunaan tanah untuk tempat tinggal dan pertanian sangat ketat. Akan tetapi, hal itu tidak menjadi halangan bagi mereka untuk menjelajahi sumber-sumber baru di negara lain. Jepang juga memiliki sumber daya manusia yang cukup dan berkualitas untuk membangun sektor industri dan mendirikan perusahaan-perusaha an industri. Faktor tersebut juga menjadikan Jepang sebagai perusahaan raksasa bertaraf multinasional, dan menjadi penuntun serta pemacu pada keberhasilan ekonominya.

    [Fakta Menarik]

    SIKAP POSITIF ORANG JEPANG :
    • Tidak mudah menyerah
    • Tidak takut pada cobaan dan kesusahan
    • Menjaga harga diri dan kehormatan bangsa
    • Melakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh
    • Kekalahan dapat ditebus dengan kemenangan dan keberhasilan dalam bidang lain
    • Orang Jepang pintar memanfaatkan sumber alam yang ada

    ( The IT Perspective )

    Love Marriage: Resembles procedural programming language. We have some set functions like flirting, going to movies together, making long conversations on phone and then try to fit all functions to the candidate we like.

    Arranged Marriage: Similar to object oriented programming approach. We first fix the candidate and then try to implement functions on her. The main object is fixed and various functions are added to supplement the main program. The functions can be added or deleted.

    Love Marriage: It is a throwaway type of prototype as client requirements rises with time thus it is a dynamic system and difficult to maintain.

    Arranged Marriage : Requirements are well defined so use of waterfall model is possible.

    Love Marriage: Family system hangs because hardware called parents are not responding.

    Arranged Marriage: Compatible with hardware Parents.

    Love Marriage: You are the project leader so u are responsible for implementation and execution of PROJECT- married life.

    Arranged Marriage: You are a team member under project leader parents so they are responsible for successful execution of project Married life.

    Love Marriage : Client expectations include exciting feature as spouse cooking food, washing clothes etc.

    Arranged Marriage: All these features are covered in the SRS as required features.

    Love Marriage: Acceptance test possible you can try before you Buy.

    Arranged Marriage: Product is sold on an as is where is basis, Product once sold will not be taken back !

  • Pohon yang Kehilangan Rohnya

    aq2
    Kali ini, saya ingin bercerita tentang salah satu kebiasaan yang

    ditemui

    >pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya

    di

    >Pasifik Selatan.

    >Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang

    >menarik yakni meneriaki pohon. Untuk apa ? Kebisaan ini ternyata mereka

    >lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan

    sulit

    >untuk dipotong dengan kapak.

    >

    >Inilah yang mereka lalukan, jadi tujuannya supaya pohon itu mati.

    Caranya

    >adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat

    hingga

    >ke

    >atas pohon itu.

    >

    >Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada

    di

    >bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu.

    Mereka

    >lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari. Dan,

    apa

    >yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu

    perlahan-lahan

    >daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga mulai

    akan

    >rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan dengan demikian,

    mudahlah

    >ditumbangkan.

    >

    >Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini

    >sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka

    telah

    >membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk

    hidup

    >tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan

    rohnya.

    >

    >Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati. Nah,

    sekarang,

    >apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif di

    >kepulauan

    >Solomon ini ? O, sangat berharga sekali! Yang jelas, ingatlah baik-baik

    >bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup tertentu maka

    berarti

    >Anda sedang mematikan rohnya.

    >

    >Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda, ?Ayo cepat ! Dasar leletan?

    Bego

    >banget sih. Hitungan mudah begitu aja nggak bisa dikerjakan? Ayo,

    jangan

    >main-main disini. Berisik ! Bising !? Atau, pernahkah Anda berteriak

    kepada

    >orang tua Anda karena merasa mereka membuat Anda jengkel ? Kenapa sih

    >makan aja berceceran ? Kenapa sih sakit sedikit aja mengeluh begitu?

    >Kenapa sih jarak dekat aja minta diantar ? Mama, tolong nggak usah

    >cerewet, boleh nggak? Atau, mungkin Anda pun berteriak balik kepada

    >pasangan hidup Anda karena Anda merasa sakit hati?Cuih! Saya nyesal

    kawin

    >dengan orang seperti kamu tahu nggak!Iii!Bodoh banget jadi laki nggak

    >bisa apa-apa ! Aduh. Perempuan kampungan banget sih !? Atau, bisa

    seorang

    >guru berteriak pada anak didiknya?E, tolol. Soal mudah begitu aja nggak

    >bisa. Kapan kamu mulai akan jadi pinter? Atau seorang atasan berteriak

    pada

    >bawahannya saat merasa kesel, ?E tahu ngak ? Karyawan kayak kamu tuh

    >kalo pergi aku kagak bakal nyesel. Ada banyak yang bisa gantiin

    kamu?Sial !

    >Kerja gini nggak becus ? Ngapain gue gaji elu ?

    >

    >Ingatlah ! Setiap kali Anda berteriak pada seseorang karena merasa

    jengkel,

    >marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh

    penduduk

    >kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita

    mulai

    >berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita cintai. Kita

    juga

    >mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan, yang

    >kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan-lahan, pada akhirnya

    akan

    >membunuh roh yang telah melekatkan hubungan kita.

    >

    >Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah

    untuk

    >mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita perhatikan

    dalam

    >kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita berikan tatkala kita

    >bicara

    >dengan orang yang jauh jaraknya, bukan ? Nah, tahukah Anda mengapa

    orang

    >yang marah dan emosional, mengunakan teriakan-teriakan padahal jarak

    mereka

    >hanya beberapa belas centimeter. Mudah menjelaskannya. Pada realitanya,

    >meskipun secara fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka

    begituuuu

    >jauhnya. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak !

    >

    >Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha

    melukai

    >serta mematikan roh pada orang yang dimarahi kerena perasaan-perasaan

    >dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita berteriak karena kita

    >ingin

    >melukai, kita ingin membalas.

    >

    >Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada

    orang

    >yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah

    >menggunakan teriakan-teriakan. Tapi, sebaliknya apabila Anda ingin

    segera

    >membunuh roh pada orang lain ataupun roh pada hubungan Anda, selalulah

    >berteriak. Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda

    akan

    >semakin dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik, sebagai

    >balasannya.

    >

    >Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai, tanpa harus

    >berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita.

    Serie A Tetap Berputar

    Serie A, kompetisi terbaik di Italia, akan tetap berputar pada 24 dan 25 November saat memasuki giornata 13. Sebelumnya, setelah terjadi kerusuhan di Bergamo dan Roma, muncul suara kompetisi dihentikan satu bulan.

    Akhir pekan lalu, Serie A tidak berputar karena memang tidak ada jadwal pertandingan mengingat 17 November adalah agenda untuk laga internasional.

    Federasi sepakbola Italia (FIGC) menyatakan pembatalan Serie B dan C pada akhir pekan lalu sudah cukup untuk mendinginkan suasana. Pembatalan dilakukan setelah terjadi kerusuhan di Bergamo dan Roma karena tewasnya tifoso Lazio akibat tertembak polisi di tempat peristirahatan jalan tol di Arezzo pada 11 November.

    FIGC belum membuat keputusan apakah ada klub yang harus bermain tanpa penonton. Atalanta sangat terancam menerima hukuman tersebut. Pekan lalu, tifosi mereka mengancam melakukan kerusuhan jika laga melawan Milan diteruskan. Melihat ultras mulai memecahkan kaca pembatas tribun, wasit kemudian menghentikan pertandingan.

    Sementara itu, badan pemantau kegiatan olahraga melarang tifosi dari enam klub Serie A melakukan perjalanan menemani tim dalam partai tandang berikut. Mereka adalah tifosi Atalanta, Catania, Milan, Roma, Sampdoria, dan Torino. (man)

  • Azan Berkumandang di Gereja New York

    waaah

    New York (ANTARA News) - "Allahu Akbar Allaahu Akbar... Laa Ilaaha Ilallaah", demikian azan --panggilan salat bagi kaum muslim-- dilantunkan dari awal hingga akhir dengan suara bariton oleh Christopher Herbert dan menggema di Gereja Marble Collegiate di kawasan Manhattan, New York.

    Suara azan yang dikumandangkan anggota jamaah Marble Collegiate Church itu merupakan salah satu acara yang mengawali berlangsungnya dialog segitiga kalangan penganut agama Kristen, Yahudi dan Islam di New York, Minggu.

    Dialog yang mengusung tema "Perspektif dari Tiga Agama" tersebut menghadirkan tiga pemimpin agama, yaitu pemimpin masyarakat muslim Indonesia Syamsi Ali, Pendeta Yahudi Peter J. Rubinstein, dan Pendeta Edwin G. Mulder --mewakili komunitas Marble Collegiate Church.

    Mengawali sesi dialog, Syamsi Ali, yang juga Ketua Dewan Masjid Al-Hikmah New York, membawakan bacaan Alquran Surat Ali Imran ayat 102 yang maknanya menekankan bahwa persaudaraan merupakan sebuah karunia.

    Tidak hanya azan, dialog itu juga dimulai dengan pembacaan doa dan puji-pujian ala Yahudi dan Kristen.
    Menurut Syamsi, pengumandangan azan oleh salah satu Gereja telah melalui konsultasi dengan pihaknya.

    "Mereka menanyakan apa yang bisa dibawakan untuk menghormati kedatangan warga muslim. Saya katakan azan saja. Beliau (Chrisopher Herbert, red) sendiri mengambil sekolah teologi di Universitas Harvard di Boston," kata Syamsi ketika menjawab pertanyaan ANTARA tentang berkumandangnya azan di Marble Collegiate Church.

    Gereja yang didirikan pada tahun 1854 itu sendiri dipadati oleh ratusan anggota Gereja serta beberapa warga muslim dan Yahudi.

    Dialog segitiga --Islam, Kristen, Yahudi-- berlangsung santai karena ketiga pemimpin agama kerap saling melontarkan gurauan.

    "Sekarang dia dulu yang jawab," kata Rubenstein sambil menunjuk Syamsi Ali ketika Pendeta Mulder mengajukan pertanyaan kedua kepadanya.

    "Oh, terima kasih karena memberikan kesempatan duluan kepada yang paling muda," kata Syamsi yang disambut tawa gemuruh dari jamaah.

    Bertindak sebagai moderator, Pendeta Mulder mengajukan lima pertanyaan kepada Syamsi dan Rubenstein, yaitu apa pedoman dan prinsip agama yang dianut; masalah terkini yang menjadi keprihatinan masing-masing; apa peranan rumah ibadah masing-masing dalam bidang politik; apa artinya saling menghormati; serta bagaimana mereka merayakan Hari Pernyataan Terima Kasih.

    Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab secara singkat oleh Syamsi, Rubenstein dan Mulder.

    Tentang masalah terkini, Syamsi menjawab bahwa persepsi yang salah tentang Islam adalah salah satu isu yang saat ini sangat memprihatinkan.

    "Prihatin karena ada kesalahpahaman terhadap Islam, juga adanya Islamophobia (ketakutan akan Islam, red). Media sangat berperan besar dalam membangun pemahaman," kata Syamsi.

    Rubenstein melihat perdamaian dengan keadilan sebagai masalah serius yang harus diwujudkan sementara Pendeta Mulder menyebut rasisme sebagai salah satu masalah besar dan memprihatinkan.

    Tentang peranan rumah ibadah dalam bidang politik, ketiga pemimpin agama memberikan jawaban serupa, yaitu berusaha mendorong jamaahnya untuk melihat masalah-masalah yang berada di sekililingnya dan bagaimana mereka dapat berkontribusi untuk memecahkannya.

    Untuk isu Hari Pernyataan Terima Kasih, Syamsi menerangkan bahwa setiap waktu bagi muslim adalah pernyataan terima kasih.

    "Kami dibiasakan untuk selalu mengucapkan kata `Alhamdulillahi Robbil `Alamiin`," ujarnya.

    Sambil menutup sesi dialog, Pendeta Mulder menyebut berlangsungnya dialog segitiga sebagai hal yang khusus yang mewarnai Thanksgiving.

    Seperti diungkapkan Mulder, dialog seperti pada hari Minggu itu telah memasuki tahun ke-15.

    City Kian Berbau Thailand

    Thaksin Shinawatra boleh saja menjadi buruan pemerintah Thailand lantaran dianggap melakukan korupsi selama menjadi perdana menteri. Akan tetapi, langkah sang miliarder mendatangkan tiga pemain Thailand ke Manchester City kian membuatnya dicintai wong cilik di pelosok Negeri Siam.

    Ketika Sven-Goran Eriksson memperkenalkan Kiatprawut Saiwaew, Suree Sukha, dan Teerasil Dangda sebagai pemain baru City di Bangkok, Jumat (16/11), tudingan miring dari pers Thailand pun merebak.

    Mereka menyebut langkah The Citizen tersebut semata untuk menunjukkan bahwa investasi Thaksin di klub Inggris itu tetap bermuatan kepentingan nasional Thailand. Ujung-ujungnya, Thaksin ingin dianggap sebagai pahlawan lantaran mengharumkan negerinya di belahan dunia lain.

    Well, itu adalah urusan antara Thaksin dan pers serta politisi elite di Bangkok. Eriksson sendiri pada acara yang sama telah melihat bahwa ketiga pemain Thailand di atas tampil memuaskan saat menjalani trial di Manchester pada Agustus lalu.

    Sayang, tidak disebutkan secara detail untuk berapa lama mereka dikontrak City. Pastinya, pelatih asal Swedia tersebut dengan lugas mengatakan bahwa paradigmanya hanya terbatas soal sepakbola.

    “Saya menilai para pemain hanya berdasarkan kualitas teknik sepakbolanya. Semua pemain bagus dari mana pun di dunia berhak untuk mendapatkan kesempatan bermain di Manchester City selama aturan memungkinkannya,” jelas The Ice Man.

    Well, bicara soal aturan, ternyata masalah regulasi jugalah yang menghambat Kiatprawut, Suree, dan Teerasil untuk langsung bergabung dengan tim utama City.

    Meski ketiganya punya jam terbang di timnas, posisi Thailand, yang kurang meyakinkan dalam peringkat FIFA, membuat mereka sulit untuk mendapatkan izin kerja guna merumput di Premier League.

    Mendirikan Akademi Thailand

    Ini berbeda halnya bila mereka bermain di lower division Inggris, yang memiliki persyaratan lebih longgar bagi pemain asing. So, City sendiri untuk sementara sekadar memproyeksikan tiga darah muda asal Thailand itu untuk dipinjamkan ke klub-klub Football League dalam waktu dekat.

    Sumbangsih Thaksin yang lebih nyata bagi negerinya adalah dalam proyek pendirian akademi sepakbola City di Thailand. Hal ini juga diungkapkan manajer akademi Manchester City, Jim Cassell, dalam acara yang sama pekan lalu.

    “Doktor Thaksin ingin menjadikan Manchester City sebagai sebuah klub Inggris yang berprofil global. Beliau juga bermaksud memberikan kesempatan besar bagi para pemuda Thailand untuk mengembangkan kemampuan sepakbolanya di cabang akademi kami di sini,” katanya seperti dikutip Bangkok Post.

    Menyinggung posisi persis akademi tersebut di Thailand kelak, Eriksson dan Cassell mengaku masih mencari tempat yang tepat berdasarkan potensi pemain dan kestrategisan lainnya. Besar kemungkinan lokasi yang dipilih akan berdekatan dengan markas klub Chonburi, yang sudah menjalin kerja sama dengan City mulai musim ini. (Darojatun)

  • intimidasi kepada siswa yang anti-PLTN

    bdfbd

    Selasa, 20 Nopember 2007 MURIA Tolak PLTN, Siswa Diintimidasi
    JEPARA - Ketegangan ribuan warga Desa Balong dengan beberapa orang yang menyatakan belum bersikap, hingga kini masih ditangani aparat kepolisian. Hal itu menyusul laporan adanya dugaan tindakan saling intimidasi. Namun di tengah proses hukum itu, ada wacana membuka dialog untuk mengindari ketegangan lebih parah. "Ada memang wacana dialog. Kami sudah bertemu dengan kedua pihak. Namun, sampai sekarang belum ada tindak lanjut," ujar Ketua Garda Muria Zakariya Anshori.
    Dia juga menghargai proses hukum yang mereka tempuh. "Kami mendengar pihak yang kontra PLTN menyatakan siap menempuh jalur hukum itu." Dialog dinilai ada baiknya untuk menghilangkan ketegangan berlanjut. "Sampai ke jalur pengadilan pun kami siap," tegas Aqidatul Awami dari Tim Advokasi Koalisi Rakyat Tolak PLTN (Kraton).
    Akhir pekan lalu, beberapa siswa MTs di Balong mengadukan Suyitno yang dinilai mengintimidasi mereka. Hal senada juga dilakukan Darul Hasyim dari Kraton yang tidak terima dirinya disebut sebagai mahasiswa gadungan. "Terserah siapa pun, mau menolak atau menerima. Namun kalau menyebut kami mahasiswa gadungan, itu pencemaran nama baik," demikian keterangan pers Darul.
    Suyitno sebagai terlapor pada saat bersamaan juga melaporkan sejumlah nama yang merusak semangka dagangannya. Dia merasa terintimidasi dan terteror. "Saya ini tidak menerima atau menolak PLTN. Saya netral tapi kalau saya ditekan, saya tetap mengadukan ke aparat penegak hukum," tandas dia.
    Dia menekankan, dirinya bukan aktivis Forum Peduli Lemah Abang (FPLA). Kendati begitu, dia mengakui mendatangi acara yang diselenggarakan FPLA, forum yang disebut-sebut pro-PLTN sekalipun mengakui sebagai organisasi independen.
    Bantah Tudingan
    Soal tudingan intimidasi kepada siswa, Suyitno yang juga guru MTs tersebut membantahnya. "Ketika itu saya mengajar tentang agama. Takutlah hanya kepada Allah. Jangan takut PLTN. Hanya itu." Keterangan Suyitno ini berbeda dari sumber-sumber Kraton yang menyatakan adanya provokasi.
    Sementara itu, Senin kemarin Suyitno bersama Kepala Desa Suwanto datang ke setda, bermaksud menemui Bupati Hendro Martojo. Antara yang hadir Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa Mukhlisin, Suyitno sendiri yang juga anggota BPD, Ketua LKMD Sunarto, serta Seksi Pemerintahan Ngasiran. Mereka ditemui Asisten I Setda Suliyono. "Kami meminta petunjuk dari kabupaten, sebab kondisi di desa seperti ini," ucap Suwanto.
    Di desanya, kecurigaan-kecuriga an sering terjadi hingga meresahkan warga. Seusai pertemuan tertutup itu, pihaknya akan mengajukan pengamanan di desanya. "Arahan dari Kabupaten, perlu dilakukan pengamanan sementara. Kami akan ajukan usulan pengamanan ke Polres dan Satpol PP. Harapan kami, pengamanan bisa dilakukan hingga desa benar-benar kondusif," ungkap dia. (H15-69)

    Adriano Calon Kuat Bawa 'Tempat Sampah Emas'

    Roma - Sepanjang musim lalu tidak ada prestasi yang bisa dibanggakan Adriano. Sebaliknya sosok striker Inter Milan itu malah lekat dengan masalah. Maka, nominasi pemain terburuk Italia pun kini ada di tangan.

    Semenjak tahun 2003, Radio2 Catersport rutin memberikan pengghargaan Bidone D'Oro alias "Tempat Sampah Emas" kepada pemain yang dinilai tampil paling buruk dalam satu musim ke belakang.

    Rivaldo adalah pemain pertama yang "dianugerahi" penghargaan itu pada tahun 2003, diikuti oleh Nicola Legrottaglie (2004), Christian Vieri (2005), dan Adriano (2006).

    Kini, Adriano kembali masuk nominasi dan jadi favorit kuat mempertahankan tropi tersebut untuk dua kali beruntun, mengingat masa 12 bulan yang mengecewakan di Inter.

    Beberapa nominasi lainnya adalah duo Milan, Ronaldo dan Nelson Dida. Sementara dari Inter ada David Suazo dan Cristian Chivu, sedangkan Juventus diwakili oleh Tiago Mendes dan Jean-Alain Boumsong.

    Tujuh pemain tim nasional Italia yang mengantarkan Azzuri menjadi Juara Dunia tahun 2006 lalu juga ada di dalam nominasi. Ketujuh pemain itu adalah Alessandro Del Piero, Alberto Gilardino, Simone Barone, Marco Amelia, Fabio Grosso, Alessandro Nesta, dan Marco Materazzi. Demikian dilansir Goal, Rabu (21/11/2007).

    Newcastle Dapat Kompensasi Cedera Owen

    London - Wacana klub menginginkan kompensasi apabila pemainnya mendapat cedera saat membela tim nasionalnya terwujud untuk Newcastle United menyangkut keadaan Michael Owen.

    Newcastle dipastikan menerima kompensasi atas cedera yang dialami penyerangnya itu sewaktu memperkuat Inggris dalam friendly game melawan Austria di Vienna hari Jumat lalu.

    Nilai kompensasi tersebut bahkan tergolong besar, yakni 100 ribu poundsterling atau sekitar Rp 1,9 miliar per pekan, yang dibayarkan sampai pemain bersangkutan dinyatakan sembuh. Demikian dikutip AFP.

    Owen mengalami cedera paha yang membuatnya ditarik keluar dari lapangan pada menit 33. Perkiraan ia akan absen merumput selama satu bulan.

    Menurut keterangan FA, Selasa (20/11/2007), Newcastle berhak atas kompensasi tersebut berdasarkan klausul asuransi mereka, yang menalangi klub untuk pembayaran gaji si pemain maksimal 100 ribu per pekan.

    Sementara itu pihak The Magpies telah mengirim Owen ke Jerman untuk mendapatkan perawatan dari dokter spesialis atlet-atlet terkenal, Dr. Hans-Wilhelm Muller Wohlfahrt.

    Terakhir Owen menjalani operasi hernia bulan lalu yang dipimpin oleh dokter asal Jerman pula, Ulrike Muschaweck. Pemain berusia 28 tahun itu baru memperkuat Newcastle kurang dari 30 pertandingan selama kurun waktu hampir 28 bulan, sejak digaet dari Real Madrid.

  • Tommy Dituduh Ingin Kuasai Aset Bulog

    Faroe-island
    Tommy Dituduh Ingin Kuasai Aset Bulog

    * Bulog-Goro: Tommy S
    Kompas - Selasa, 20 November 2007

    PT Goro Batara Sakti, Hutomo Mandala Putra, Ricardo Gelael, dan
    Beddu Amang—selaku tergugat I, II, III, dan IV—melawan hukum dalam
    perjanjian tukar guling tanah dan bangunan.

    Akibatnya, Perusahaan Umum Bulog yang diwakili jaksa pengacara
    negara selaku penggugat dirugikan materiil Rp 244,2 miliar.

    Demikian isi gugatan yang dibacakan secara bergantian oleh tim jaksa
    pengacara negara yang diketuai Yoseph Suardi Sabda pada sidang di
    Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (19/11).

    Sidang dipimpin majelis hakim yang diketuai Haswandi dengan anggota
    Artha Theresia dan Sunardi. Sidang memasuki pokok perkara, setelah
    mediasi antara penggugat dan tergugat, batal mencapai kesepakatan.

    Menjawab gugatan tersebut, tergugat I yang diwakili pengacara
    kurator, Nuryanto, menyampaikan eksepsi atau keberatan. PT GBS sudah
    dinyatakan pailit sehingga, berdasarkan Undang-Undang Nomor 37 Tahun
    2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang,
    gugatan diajukan kepada kurator. "Gugatan ini merupakan kewenangan
    Pengadilan Niaga Jakarta Pusat," kata Nuryanto.

    Seusai sidang, pengacara tergugat II, Elza Syarief mengatakan,
    gugatan perdata tak bisa diajukan terhadap Hutomo Mandala Putra atau
    Tommy Soeharto karena kliennya sudah bebas dalam perkara pidananya.
    Elza juga menyatakan tetap menyiapkan gugatan balik terhadap Perum
    Bulog. "Karena penggugat menahan uang klien kami di Guernsey," ujar
    Elza. (idr)

    Poros Pesta Ali Sami Yen hingga Wembley

    Semua peserta putaran final Piala Dunia 2008 akan diketahui pada Rabu (21/11) setelah pertandingan terakhir kualifikasi digelar. Dari 16 negara yang akan tampil di Austria-Swiss, sudah 12 negara mencantumkan nama mereka dalam daftar peserta.

    Dari sepuluh tiket yang diperebutkan 18 negara pada Sabtu (17/11)--bukan 12 tiket seperti tertulis pada BOLA edisi Jumat--, enam di antaranya sudah ada pemiliknya. Negara-negara yang lolos pada Sabtu lalu adalah Polandia (Grup A), Italia dan Prancis (Grup B), Kroasia (Grup E), Spanyol (Grup F), dan Belanda (Grup G).

    Enam negara yang sudah lebih dulu mendapat tiket adalah Yunani (Grup C), Jerman dan Republik Ceska (Grup D), Rumania (Grup G), serta Austria dan Swiss, dua tuan rumah yang lolos secara otomatis.

    Jadi, masih ada empat tiket sisa dan akan diperebutkan sembilan negara. Di Grup A, Portugal, Finlandia, dan Serbia akan bersaing untuk mendampingi Polandia. Melihat komposisi, peluang Portugal paling besar karena hanya butuh hasil imbang dengan Finladia.

    Dalam enam laga kandang di kualifikasi Euro, Portugal tidak pernah kalah dengan hasil empat kali menang dan dua imbang. Intinya, sangat sulit bagi Finlandia untuk bisa menang di Estadio do Dragao, Porto. Saat menjadi tuan rumah pun, Finlandia hanya bisa menahan Seleccao das Quinas imbang 1-1.

    Gol Emre Belozoglu dan Nihat Kahveci, yang membawa Turki menang 2-1 di tempat lawan atas Norwegia, menjadi gambaran siapa yang lebih pantas mendampingi Yunani dari Grup C. Hasil tersebut langsung mengantar Turkiye naik ke peringkat kedua, menggeser Norwegia.

    Padahal jika Norwegia yang menang, John Arne Riise dkk. lolos. Kini situasinya berbalik. Turki lebih berpeluang pergi ke Austria-Swiss. Skuad arahan Fatih Terim itu tentu tidak akan menyia-nyiakan tiket yang sudah di depan mata dengan melibas Bosnia-Herzegovina di Ali Sami Yen, Istanbul.

    Peluang Besar Inggris

    Di Grup E, Inggris dan Rusia masih bersaing. Namun, Inggris, yang sebelumnya berada dalam situasi terjepit, kini malah memiliki peluang sangat besar untuk lolos. Kekalahan 1-2 yang diderita Rusia saat bertandang ke Israel sangat menguntungkan The Three Lions. Hasil itu membuat Steven Gerrard dkk. sekarang hanya butuh hasil seri saat menjamu Kroasia di Wembley.

    Kekalahan Rusia juga membuat Kroasia sudah memastikan diri lolos sehingga pertarungan di Wembley tidak berpengaruh bagi Niko Kovac dkk. Artinya jika Steve McClaren gagal meloloskan Three Lions, itu benar-benar keterlaluan dan sangat memalukan!

    Satu lagi negara yang berada di atas angin adalah Swedia di Grup F. Blagult alias Si Biru Kuning hanya perlu satu angka dari hasil imbang dengan Latvia di Rasunda, Solna. Bukan tugas berat bagi Zlatan Ibrahimovic dkk. Ketika Latvia menjadi tuan rumah pun, Swedia bisa menang 1-0.

    Jika kalah pun, Swedia tetap akan lolos asalkan Irlandia Utara gagal menang atas Spanyol. Meski menang 2-1 atas Denmark pada Sabtu lalu, Irlandia Utara pada laga terakhir harus bertandang ke Spanyol. Spanyol memang sudah lolos, tapi La Seleccion La Roja tengah memasuki euforia yang tinggi.

    Setelah menang 3-1 atas Denmark di kandang lawan, Spanyol menggilas Swedia 3-0, yang memastikan Cesc Fabregas cs. maju ke putaran final. Grafik meyakinkan tersebut ingin dipertahankan oleh Luis Aragones. Paling tidak, hasil seri sudah cukup bagi Spanyol untuk menjadi juara Grup F. Bisa jadi Spanyol malah pesta gol sekaligus menutup pintu kualifikasi.

    Kesimpulannya: poros pesta amat mungkin akan terjadi di Estadio do Dragao, Ali Sami Yen, Wembley, dan Rasunda sekaligus mengantar lolosnya Portugal, Turki, Inggris, dan Swedia. Nantikan! (Yudhi F. Oktaviadhi)

    Sudah 12 Tiket Lepas
    Azzurri Gandeng Les Bleus

    Dewi fortuna lebih akrab dengan kemapanan ketimbang mengakomodasi faktor kejutan. Faktanya, dalam perebutan tiket menuju putaran final Euro 2008 di Austria dan Swiss, sang dewi condong menggandeng negara-negara besar.

    Dalam partai kualifikasi tujuh grup yang mentas pada Sabtu (17/11), empat raksasa Eropa, Italia, Prancis, Belanda, dan Spanyol, memastikan lolos. Padahal mereka semua sempat berada pada kondisi terjepit.

    Italia dan Prancis misalnya. Pasangan juara dunia dan runner-up di Deutschland 2006 yang tergabung di Grup B ini sebetulnya siap saling gusur jika Skotlandia bisa memenangi laga terakhir mereka di Hampden Park.

    Akan tetapi, The Tartan Army, yang begitu yakin bisa menang atas Italia guna memastikan satu tempat di Austria-Swiss, justru dipaksa takluk 1-2. Alhasil, Italia lolos otomatis. Ironisnya Gli Azzurri juga sukses menggandeng Les Bleus.

    Sorot mata pelatih Skotlandia, Alex McLeish, terlihat meredup saat timnya dipastikan gagal lolos. Selain itu, ia juga kecewa karena gol kemenangan Italia tersebut muncul saat injury time dan parahnya diawali pelanggaran yang sebetulnya tidak perlu terjadi.

    “Penderitaan karena blunder wasit di menit terakhir menutup mimpi kami,” begitu bunyi headline di Sunday Mail menyikapi keputusan wasit Mejuto Gonzalez asal Spanyol yang dianggap keliru dalam menentukan free-kick.

    Saat kedudukan 1-1 menyusul gol pembuka Luca Toni yang mampu dibalas Barry Ferguson, Gonzalez menunjuk tanda pelanggaran buat Italia. Padahal, dari tayangan ulang, terlihat pemain Italia yang justru melanggar bek Skotlandia.

    Andaikan laga berakhir imbang, Skotlandia masih bisa bernapas. Paling tidak, mereka tetap bisa lolos jika Prancis dikalahkan Ukraina di laga terakhir. Akan tetapi, Christian Panucci punya pendapat lain.

    Walau bisa dipastikan bakal lolos saat menghadapi Kepulauan Faroe (21/11), bek AS Roma ini memilih untuk meraih tiket lebih cepat. Untuk memastikannya, Panucci pun menyambar umpan Andrea Pirlo dengan tandukan maut.

    “Kami tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk lolos langsung,” ujar Fabio Cannavaro, el capitano Italia. Uniknya, meski bangga bisa lolos, Gennaro Gattuso menyatakan telah menyesal karena ikut “menggandeng” Prancis.

    Sejarah Polandia

    Dari Grup G, Belanda berhasil menyusul langkah Rumania berbekal kemenangan tipis 1-0 atas tim lemah Luksemburg. Tambahan tiga angka di De Kuip ini cukup untuk memastikan Bulgaria tak sanggup mengejar koleksi angka mereka.

    Hal serupa didapat Spanyol. Lewat kemenangan 3-0 versus Swedia di Santiago Bernabeu, anak-anak asuh Luis Aragones ini lolos ke putaran final.

    Dua tiket lain diambil Polandia dan Kroasia. Yang membedakan, kadar kepuasan lebih berada di kubu Polska. Tak cuma karena kepastian didapat lewat kemenangan 2-0 atas Belgia, tapi juga lantaran ini mewarnai kiprah perdana mereka di panggung Euro.

    “Ini adalah sukses terbaik saya sepanjang berkarier. Kami mengawali kualifikasi dengan sulit, tapi bisa menutupnya dengan sempurna. Saya bangga karena bisa membuat warga Polandia bersukacita,” ucap Leo Beenhakker, bos Polska.

    Sementara itu, Kroasia memperoleh tiket berkat hasil dari tempat lain. Ini terjadi setelah secara mengejutkan Rusia dikalahkan Israel 2-1 di Ramat Gan. Meski kalah dari Masedonia 2-0, Hrvtska tetap lolos lantaran poin mereka tak terkejar lagi oleh Rusia. (Sapto Haryo Rajasa)

  • THEY WAY YOU KISS ....

    bj77

    [Pisces] dengan bintang berlambang ikan ini memiliki gaya berciuman pandangan mata tajam, penuh nafsu dan gairah, serta wow...berlangsung cukup lama!

    [Aries]
    Orang-orang Aries ternyata memiliki gaya berciuman yang cepat dan penuh dengan nafsu. Tapi sayangnya ciuman dahsyat tersebut biasanya cepat pula selesainya.. . (Hmm....dahsyat nya bener...tapi kalo cepet selesai, tidak juga tuh)..

    [Taurus]
    Berbeda dengan mereka yang berada di bawah naungan Taurus,dimana ciuman mereka umumnya berlangsung sangat perlahan, tidak tergesa-gesa, tenang,penuh kemesraan dan berlangsung terus ... terus ... dan terus....awas nabrak hehehe...

    [Gemini]
    Orang-orang Gemini konon merupakan pribadi yang hangat dan ceria. Tidak heran jika gaya berciuman mereka terkadang diselangi oleh senyuman bahkan juga tawa lebar. Asyiknya, sifat warga Gemini yang terkenal gemar melakukan sesuatu yang baru itu pun dilakukannya dalam melakukan ciuman, ah... yg bener... Jadi banyak kejutannya!

    [Cancer]
    Warga Cancer memang terkenal dengan sikapnya yang hati-hati,agak tertutup dan cenderung ingin selalu dilindungi.Tak heran jika dalam urusan berciuman mereka lebih suka melakukannya dengan lembut,hangat, dan seperti tidak mau lepas saja!

    [Leo]
    Orang-orang Leo yang terkenal keras dan tegas ternyata memiliki gaya berciuman yang liar, tanpa malu-malu, bahkan tidak segan-segan untuk menggigit dan mencakar!Pun warga bintang berlambang singa ini ternyata sangat senang jika mendapat pujian dari pasangannya, utamanya pujian atas gairahnya yang luar biasa.

    [Virgo]
    Warga Virgo memiliki gaya berciuman yang halus, lembut, rapi,sampai- sampai sang pasangan pun bakal terkesima dibuatnya.

    [Libra]
    Gaya berciuman warga Libra konon kurang hangat! Kenapa ???Karena mereka pada umumnya terlalu khawatir dengan urusan macam-macam di luar hasrat mereka. Belum lagi, mereka gemar menghela nafas di tengah-tengah ciuman.

    [Scorpio]
    Percaya atau tidak, orang-orang di bawah naungan Scorpio rupanya tidak terlalu suka dengan ciuman, hahaha...mo nya langsung.Karenanya, jangan kaget apabila dalam sebuah hubungan intim mereka kerap melewatkan aktifitas yang satu itu dan lebih suka langsung menuju sasaran.

    [Sagitarius]
    Hmmm ... berbahagialah Anda...yang berbintang Sagitarius atau pun yang memiliki pasangan dengan bintang ini. Pasalnya, mereka
    yang berbintang dengan lambang busur panah ini memiliki gaya berciuman yang mengejutkan, spontan, dan ... menggairahkan. Tak heran jika konon banyak orang yang menanti-nanti ciuman ala si Sagitarius ini

    [Capricorn]
    Ciuman-ciuman yang didaratkan oleh orang-orang berbintang Capricorn kabarnya sangat-sangat romantis.Bahkan saking romantisnya, ciuman ala mereka kerap menjadi obat pembunuh stress!

    [Aquarius]
    Sesuai dengan lambangnya, air, warga Aquarius ternyata memiliki ciuman yang basah dan agak serabutan. Selain itu, pada saat ciuman berlangsung mereka umumnya cenderung membuka mata lebar-lebar
    PERINGKAT SELINGKUH BERDASARKAN ZODIAK !!!!!

    Peringkat Selingkuh berdasarkan ZodiaK. Yang paling atas merupakan paling setia

    T A U R U S
    21 April - 20 Mei
    Peringkat 1 : Kesetiaannya luar biasa dan paling dapat diandalkan. Bagi beberapa zodiac tertentu, Taurus kadangkala dianggap pribadi yang agak membosankan dalam hubungan interaksi karena cenderung berkutat dalam hitungan "berhemat-hemat" atau paling ti dakdianggap keras kepala

    C A N C E R
    21 Juni - 22 Juli
    Peringkat 2 : Ratu Rumahan yang setia, selalu ingin merawat pasangannya. Sensitivitas tinggi membuatnya sangat berhati-hati untuk tidak dilukai dan melukai. Cancer terkesan menutup rapat diri yang membuat beberapa zodiac tertentu menjadi tidak sabar karena makan waktu untuk berinteraksi dengannya.

    V I R G O
    23 Agustus - 22 September
    Peringkat 3 : Sangat hati-hati memilih pasangan. Ketemu satu saja sudah bikin "capek" menunjukkan betapa besar perhatiannya pada seseorang. Bagi beberapa zodiac tertentu, Virgo adalah tipe yang kerewelan dan kritiknya kadang bisa bikin orang lain tersinggung.

    C A P R I C O R N
    23 Desember - 20 Januari
    Peringkat 4 : Pemikiran akan rencana-rencananya sangat menyita waktunya.Cenderung berkutat seputar pemikiran akan rencana-rencananya. Bagi beberapa zodiac tertentu, Capricorn terkesan membatasi diri dalam hubungan interaksi dengan lainnya. Selingkuh hanya intermezzo kala jenuh.

    A Q U A R I U S
    21 Januari - 19 Februari
    Peringkat 5 : Tidak suka selingkuh, tapi menghindari komitmen yang membutuhkan keterlibatan emosional yang dalam. Aquarius cenderung berpikir dan bertindak tegas. Bagi beberapa zodiac tertentu, ia terkesan sangat radikal. Bila ia sampai selingkuh, berarti itucaranya yang "radikal" untuk mengakhiri hubungan dengan pasangan yang tidak mampu mengikuti pola pikirnya.

    L I B R A
    23 September - 22 Oktober
    Peringkat 6 : Paling sukar menentukan pilihan dan mengalami kesulitan dalam mengungkapkan diri sendiri. Karena kerap berpikiran mendua mengenai segala sesuatu, bagi beberapa zodiac tertentu, Libra kadang terkesan penuh rahasia dan cenderung sulit dipahami.

    G E M I N I
    21 Mei - 20 Juni
    Peringkat 7 : Harus dimanja agar tidak selingkuh Selalu ingin dimanja dan diperhatikan oleh pasangannya. Bagi beberapa zodiac tertentu, Gemini adalah tipe yang gampang berubah-ubah.

    S A G I T A R I U S
    23 November - 22 Desember
    Peringkat 8 : Gampang tergoda untuk selingkuh. Karakter dasar yang ekspansif maka ia gampang tergoda untuk hal-hal yang "baru", begitu pula dalam hubungan. Bagi beberapa zodiac tertentu, Sagitarius adalah tipe cemerlang yang penuh vitalitas hidup.

    A R I E S
    21 Maret - 20 April
    Peringkat 9 : Perlu dipantau agar gairah kehangatannya tidak berlebihan. Antusiasme dalam diri membuat gairahnya selalu berkobar untuk ber "petualang" dalam segala hal. Bagi beberapa zodiac tertentu, Aries adalah tipe yang hangat dalam hubungan interaksi.

    L E O
    23 Juli - 22 Agustus
    Peringkat 10 : Kesetiaannya diliputi ego yang tinggi. Egonya yang tinggi membuat kesetiaannya sangat berpamrih, yaitu rela mengalah dalam banyak hal untuknya. Bagi beberapa zodiac tertentu, Leo adalah tipe yang "menawan."

    S C O R P I O
    23 Oktober - 22 November
    Peringkat 11 : Tak akan membiarkan setiap godaan lewat begitu saja. Godaan bisa berarti perhatian baginya dan jarang diabaikannya. Scorpio senang menjadi populer sebagai si pecinta ulung. Bagi beberapa zodiac tertentu, Scorpio adalah tipe pecinta yang ekspresif.

    P I S C E S (THIS IS NOT TRUE!!! I'm not really like that.... *hiks*)
    20 Februari - 20 Maret
    Peringkat 12 : Si Peselingkuh yang mengaku setia.Demikian romantis dia... perselingkuhan adalah nuansa indah dalam hidupnya.

  • title-3323466

    bj77
    THEY WAY YOU KISS ....

    [Pisces] dengan bintang berlambang ikan ini memiliki gaya berciuman pandangan mata tajam, penuh nafsu dan gairah, serta wow...berlangsung cukup lama!

    [Aries]
    Orang-orang Aries ternyata memiliki gaya berciuman yang cepat dan penuh dengan nafsu. Tapi sayangnya ciuman dahsyat tersebut biasanya cepat pula selesainya.. . (Hmm....dahsyat nya bener...tapi kalo cepet selesai, tidak juga tuh)..

    [Taurus]
    Berbeda dengan mereka yang berada di bawah naungan Taurus,dimana ciuman mereka umumnya berlangsung sangat perlahan, tidak tergesa-gesa, tenang,penuh kemesraan dan berlangsung terus ... terus ... dan terus....awas nabrak hehehe...

    [Gemini]
    Orang-orang Gemini konon merupakan pribadi yang hangat dan ceria. Tidak heran jika gaya berciuman mereka terkadang diselangi oleh senyuman bahkan juga tawa lebar. Asyiknya, sifat warga Gemini yang terkenal gemar melakukan sesuatu yang baru itu pun dilakukannya dalam melakukan ciuman, ah... yg bener... Jadi banyak kejutannya!

    [Cancer]
    Warga Cancer memang terkenal dengan sikapnya yang hati-hati,agak tertutup dan cenderung ingin selalu dilindungi.Tak heran jika dalam urusan berciuman mereka lebih suka melakukannya dengan lembut,hangat, dan seperti tidak mau lepas saja!

    [Leo]
    Orang-orang Leo yang terkenal keras dan tegas ternyata memiliki gaya berciuman yang liar, tanpa malu-malu, bahkan tidak segan-segan untuk menggigit dan mencakar!Pun warga bintang berlambang singa ini ternyata sangat senang jika mendapat pujian dari pasangannya, utamanya pujian atas gairahnya yang luar biasa.

    [Virgo]
    Warga Virgo memiliki gaya berciuman yang halus, lembut, rapi,sampai- sampai sang pasangan pun bakal terkesima dibuatnya.

    [Libra]
    Gaya berciuman warga Libra konon kurang hangat! Kenapa ???Karena mereka pada umumnya terlalu khawatir dengan urusan macam-macam di luar hasrat mereka. Belum lagi, mereka gemar menghela nafas di tengah-tengah ciuman.

    [Scorpio]
    Percaya atau tidak, orang-orang di bawah naungan Scorpio rupanya tidak terlalu suka dengan ciuman, hahaha...mo nya langsung.Karenanya, jangan kaget apabila dalam sebuah hubungan intim mereka kerap melewatkan aktifitas yang satu itu dan lebih suka langsung menuju sasaran.

    [Sagitarius]
    Hmmm ... berbahagialah Anda...yang berbintang Sagitarius atau pun yang memiliki pasangan dengan bintang ini. Pasalnya, mereka
    yang berbintang dengan lambang busur panah ini memiliki gaya berciuman yang mengejutkan, spontan, dan ... menggairahkan. Tak heran jika konon banyak orang yang menanti-nanti ciuman ala si Sagitarius ini

    [Capricorn]
    Ciuman-ciuman yang didaratkan oleh orang-orang berbintang Capricorn kabarnya sangat-sangat romantis.Bahkan saking romantisnya, ciuman ala mereka kerap menjadi obat pembunuh stress!

    [Aquarius]
    Sesuai dengan lambangnya, air, warga Aquarius ternyata memiliki ciuman yang basah dan agak serabutan. Selain itu, pada saat ciuman berlangsung mereka umumnya cenderung membuka mata lebar-lebar
    PERINGKAT SELINGKUH BERDASARKAN ZODIAK !!!!!

    Peringkat Selingkuh berdasarkan ZodiaK. Yang paling atas merupakan paling setia

    T A U R U S
    21 April - 20 Mei
    Peringkat 1 : Kesetiaannya luar biasa dan paling dapat diandalkan. Bagi beberapa zodiac tertentu, Taurus kadangkala dianggap pribadi yang agak membosankan dalam hubungan interaksi karena cenderung berkutat dalam hitungan "berhemat-hemat" atau paling ti dakdianggap keras kepala

    C A N C E R
    21 Juni - 22 Juli
    Peringkat 2 : Ratu Rumahan yang setia, selalu ingin merawat pasangannya. Sensitivitas tinggi membuatnya sangat berhati-hati untuk tidak dilukai dan melukai. Cancer terkesan menutup rapat diri yang membuat beberapa zodiac tertentu menjadi tidak sabar karena makan waktu untuk berinteraksi dengannya.

    V I R G O
    23 Agustus - 22 September
    Peringkat 3 : Sangat hati-hati memilih pasangan. Ketemu satu saja sudah bikin "capek" menunjukkan betapa besar perhatiannya pada seseorang. Bagi beberapa zodiac tertentu, Virgo adalah tipe yang kerewelan dan kritiknya kadang bisa bikin orang lain tersinggung.

    C A P R I C O R N
    23 Desember - 20 Januari
    Peringkat 4 : Pemikiran akan rencana-rencananya sangat menyita waktunya.Cenderung berkutat seputar pemikiran akan rencana-rencananya. Bagi beberapa zodiac tertentu, Capricorn terkesan membatasi diri dalam hubungan interaksi dengan lainnya. Selingkuh hanya intermezzo kala jenuh.

    A Q U A R I U S
    21 Januari - 19 Februari
    Peringkat 5 : Tidak suka selingkuh, tapi menghindari komitmen yang membutuhkan keterlibatan emosional yang dalam. Aquarius cenderung berpikir dan bertindak tegas. Bagi beberapa zodiac tertentu, ia terkesan sangat radikal. Bila ia sampai selingkuh, berarti itucaranya yang "radikal" untuk mengakhiri hubungan dengan pasangan yang tidak mampu mengikuti pola pikirnya.

    L I B R A
    23 September - 22 Oktober
    Peringkat 6 : Paling sukar menentukan pilihan dan mengalami kesulitan dalam mengungkapkan diri sendiri. Karena kerap berpikiran mendua mengenai segala sesuatu, bagi beberapa zodiac tertentu, Libra kadang terkesan penuh rahasia dan cenderung sulit dipahami.

    G E M I N I
    21 Mei - 20 Juni
    Peringkat 7 : Harus dima

  • Indonesia Sudah Lama Anggap "Balibo Five" Selesai

    bt44

    Brisbane, 16 November 2007 15:14
    Pemerintah Indonesia sudah lama menganggap kasus kematian lima wartawan Australia di Balibo, Timor Timur, tahun 1975 ("Balibo Five") selesai dan ditutup. Demikian penegasan Juru Bicara KBRI Canberra, Dino Kusnadi, Jumat (16/11).

    "Posisi dasar kita adalah bahwa masalah (Balibo Five) itu sudah selesai dan sudah ditutup," katanya, ketika dihubungi dari Brisbane, sehubungan dengan kesimpulan Pengadilan Glebe Coroners Negara Bagian New South Wales (NSW) bahwa personil TNI merupakan pihak yang membunuh lima wartawan Australia itu.

    Dino Kusnadi mengatakan, kelima wartawan tersebut tewas di tengah baku tembak antara "sukarelawan Indonesia" dengan anggota Fretilin.

    Apa yang diupayakan keluarga korban melalui pengadilan koronel di NSW itu adalah pencarian dasar hukum namun bukti-bukti yang diajukan cenderung sepihak, katanya.

    Sebelumnya, kesimpulan pengadilan koroner yang digelar untuk melihat kasus kematian Brian Peters, salah seorang dari lima wartawan Australia yang kemudian populer dengan sebutan "Balibo Five" itu diungkapkan wakil Pengadilan Koroner NSW, Dorelle Pinch seperti dilaporkan ABC.

    Temuan-temuan Pinch yang memberatkan TNI itu muncul setelah berlangsung enam minggu proses pengadilan koroner awal 2007 untuk mendengarkan kesaksian berbagai pihak di seputar kematian kelima wartawan tersebut.

    Pinch mengatakan kepada pengadilan bahwa kelima wartawan tersebut tidak tewas dalam kontak tembak antara personil TNI dengan Fretilin tetapi dibunuh atas perintah Komandan Lapangan Kapten Yunus Yosfiah.

    Kejahatan perang telah terjadi dan pihaknya akan menyerahkan kasus ini kepada Jaksa Agung Pemeritah Federal Australia, katanya.

    Dia pun merekomendasikan kepada Pemerintah Australia untuk memulangkan jenazah kelima wartawan dari kuburan mereka di Jakarta ke Australia.

    Terkait dengan kasus Balibo Five, mantan Perdana Menteri Australia, Gough Whitlam, yang memberikan keterangan di Pengadilan Glebe Coroners, Sydney, 8 Mei lalu, mengatakan, dia tidak pernah melihat adanya dokumen apa pun yang menunjukkan tentara Indonesia memerintahkan pembunuhan terhadap lima wartawan Australia di Balibo (Balibo Five), Timor Timur, tahun 1975 itu.

    Whitlam memenuhi panggilan pengadilan untuk memberikan bukti terkait dengan tewasnya Brian Peters, salah satu dari lima wartawan Australia yang meninggal dalam peliputan di Timor Timur tahun 1975.

    Menurut mantan politisi yang ketika menjabat perdana menteri Australia itu, satu bulan sebelum insiden itu terjadi, dia telah mengingatkan kepada salah seorang dari lima wartawan tersebut bahwa pemerintah tidak punya cara untuk melindungi mereka saat mereka bepergian ke Timor Timur.

    Wartawan itu tetap saja pergi kendati ia telah menasihatinya, kata Whitlam dalam kesaksiannya di pengadilan Sydney itu.

    Dikatakannya, ia pertama kali mendengar kabar kematian kelima wartawan itu lima hari setelah kejadian ketika dia diberi tahu tentang "sebuah pesan militer Indonesia yang disadap" yang menyebutkan bahwa ada empat tubuh warga kulit putih di Balibo.

    Whitlam mengatakan, dia tidak melihat adanya dokumen atau bahan apa pun yang menunjukkan bahwa orang-orang Indonesia sedang merencanakan pembunuhan para wartawan itu dan tidak pula ada bukti apa pun yang menunjukkan bahwa para wartawan itu sengaja dijadikan target eksekusi.

    Sejak insiden itu terjadi 32 tahun lalu ketika aparat keamanan dan sukarelawan Indonesia masuk ke wilayah Timor Timur dalam proses integrasi wilayah itu ke dalam NKRI, masalah kematian lima wartawan Australia di Balibo itu tetap diungkit.

    Yunus Membantah

    Bahkan, nama mantan Menteri Penerangan semasa pemerintahan Presiden BJ Habibie (1998-99), Yunus Yosfiah, terus terseret ke dalam pusaran masalah ini. Padahal ia telah membantah semua tuduhan yang menyebutkan dirinya terlibat dalam pembunuhan lima wartawan Australia yang sedang bertugas di Balibo, Timor Timur, tahun 1975 itu.

    Seperti dikutip Harian Kompas edisi 23 Februari 2001, Yunus Yosfiah mengatakan, bahwa semua kesaksian dalam laporan tim PBB mengenai masalah tewasnya lima wartawan Australia itu adalah "bohong belaka".

    "Semua kesaksian itu bohong. Saya tidak pernah berjumpa dengan wartawan-wartawan itu secara langsung, apalagi membunuh mereka," kata Letjen (Purn) Yunus Yosfiah yang ketika peristiwa itu terjadi masih berpangkat kapten.

    Menurut dia yang sekarang menjadi anggota DPR, pertikaian di antara partai politik saat itu, yang mengakibatkan saling bantai di antara rakyat sipil. Sebenarnya apa yang disebut "Balibo Five"-sebutan bagi kasus terbunuhnya lima wartawan- sudah selesai pada tahun 1996.

    Waktu itu, pihak otoritas di Australia menganggap lima wartawan itu tertembak dalam pertempuran. Tetapi pada tahun 1998, muncul kesaksian baru yang mendorong Pemerintah Australia untuk menginvestigasi ulang.

    "Hasilnya sebenarnya tidak jauh berbeda dengan laporan pertama itu," katanya seperti dikutip Kompas enam tahun lalu.

    Penelurusan ANTARA juga mendapati adanya penegasan Duta Besar Australia untuk Indonesia tahun 1975, Richard Woolcott, bahwa pihaknya pun tidak mengetahui bahwa ada wartawan Australia atau warga negara Australia lainnya di Balibo pada waktu itu.

    Timor Timur sempat berintegrasi ke dalam NKRI atas permintaan rakyat Timor Timur melalui partai-partai UDT, APODETI, KOTA, dan TRABALHISTA dalam suatu deklarasi Integrasi di Balibo pada 30 November 1975.

    Sejak itu, Indonesia menganggap Timor Timur merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari negara kesatuan Indonesia. Rakyat Indonesia melalui DPR menerima petisi integrasi rakyat Timor Timur tersebut pada tanggal 17 Juli 1976. Timor Timur berdasarkan UU No. 7 Tahun 1976 ditetapkan sebagai propinsi ke-27.

    Namun, PBB sejak awal tidak mengakui proses integrasi Timor Timur ke dalam NKRI itu dan tetap menganggap Portugal, penjajah Timor Timur selama lebih dari 400 tahun, sebagai administrator teritori yang berbatasan langsung dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut.

    Setahun setelah Indonesia dilanda krisis ekonomi yang akut dan berujung pada penumbangan rezim Orde Baru tahun 1998 oleh rakyat yang dimotori mahasiswa, Indonesia dan Portugal di bawah payung PBB sepakat untuk menyelenggarakan jajak pendapat di Timor Timur pada 1999.

    PBB mengklaim bahwa sebagian besar rakyat Timor Timur memilih berpisah dari Indonesia dalam jajak pendapat yang diselenggarakan pada 30 Agustus 1999 itu. Teritori ini resmi berpisah dari NKRI .
    __._,_.___

  • Germany looks to Asia, at China's expense

    cant7
    Germany looks to Asia, at China's expense
    By Judy Dempsey
    Monday, November 19, 2007

    BERLIN: Chancellor Angela Merkel's conservative bloc is studying a strategic partnership with Southeast Asia that would shift the German government's focus away from China and link economic ties and human rights more closely to the rest of the region, the authors of the report said Monday.

    The paper, presented recently by Eckart von Klaeden, chairman of the foreign affairs parliamentary working group of the Christian Democratic Union and the Christian Social Union, is unusual for Germany's conservative bloc.

    Previous foreign policy analyses by the conservative bloc had tended to focus on Europe, Russia and the trans-Atlantic relationship, while Merkel's predecessor, Gerhard Schröder, a Social Democrat, had focused almost exclusively on Russia and China.

    "Previous policy under Schröder was too focused on China and its economy," von Klaeden said in an interview Monday. "The idea with this paper is to diversify and look at how countries in the region - South Korea, Japan, India and Indonesia - can play a role in security and other big global issues."

    The paper comes at a critical juncture for Germany's relations with China and the Asia-Pacific region. Trade between Germany and the region is booming and businesses are not eager for politicians to rock the boat.

    Last year, German exports to China amounted to €27.5 billion, or $40.3 billion, making Germany China's biggest European trading partner. Direct German foreign investment amounted to €13.6 billion. Trade with the Asia-Pacific countries over the same period was worth €88.3 billion and direct foreign investment amounted to nearly €60 billion, according to the Federal Statistics Office of Germany.

    But the business community is worried - China is still smarting after Merkel met the Dalai Lama, the spiritual leader of Tibet, in Berlin in September, an encounter the business leaders fear could affect trade ties.

    Beijing has already cancelled several high-profile events, including a major business forum in Frankfurt and a meeting with the finance minister, Peer Steinbrück, in Beijing next month. Ma Canrong, the Chinese ambassador to Berlin, has warned politicians, particularly the Social Democrats, that relations between Berlin and Beijing could deteriorate further.

    Criticizing Beijing's response, von Klaeden said: "The Chinese should recognize that they will not make our decisions for us."

    Merkel's Social Democrat partners, including the new foreign minister, Frank-Walter Steinmeier, have begun to question Merkel's approach to Russia and China, and the paper examines the two-pronged strategy she is pursuing.

    One part of the strategy is designed to promote German business interests but also European values based on human rights in the region. The other is about seeking some broader understanding with leaders in Asia, encouraging them to share global responsibilities for security and the environment. Von Klaeden believes that strong economic growth and stability cannot be sustained in the long term without democracy.

    "That is one of our arguments," he said. "There are more to relations that just economic ties."

    Von Klaeden explained that the conservative parliamentary group also wanted to focus on values, including human rights, press freedom and the rule of law.

    "These are our values," he said. "It is not about imposing then. It is about promoting these universal values and putting them in the global context. Our idea was to try integrate our strategic, economic and values."

    Analysts said the paper marked a clear break with the Schröder era.

    "The fact that a German conservative party takes on such a topic shows how Germany's security interests are changing and how the party sees that the big challenges ahead are coming from Asia," said Sebastian Bersick, a China expert at the German Institute for International and Security Affairs in Berlin. "The idea to diversify relations is a very important one."

    Friedolin Strack, coordinator of the influential Asia-Pacific committee at the Federal Association of German Industry, said the new analysis was long overdue. "We are pleased that a leading German government party is now dealing with Asia," Strack said.

    But he added that the timing of the paper, published soon after Merkel had met the Dalai Lama, "was an unhappy coincidence, " because it could give the impression that the new emphasis on the other countries in the region was a result of China's annoyance with Merkel.

    Jürgen Hambrecht, chairman of the giant German chemicals group BASF and also chairman of the Asia-Pacific Committee, was more critical, saying there was insufficient attention paid to the specific cultural and political traditions of China and other countries in the region.

    Hambrecht has clashed previously with Merkel over her environmental policy and her policy toward Russia.

    CHINESE PROVERBS

    Virginity like bubble, one prick, all gone.

    Man who run in front of car get tyred.

    Man who run behind car get exhausted.

    Man with hand in pocket feel cocky all day.

    Foolish man give wife grand piano, wise man give wife upright organ.

    Man who walk through airport turnstile sideways going to Bangkok.

    Man with one chopstick go hungry.

    Man who scratch ass should not bite fingernails.

    Man who eat many prunes get good run for money.

    Baseball is wrong: man with four balls cannot walk.

    Panties not best thing on earth! But next to best thing on earth.

    War does not determine who is right, war determine who is left.

    Wife who put husband in doghouse soon find him in cat house.

    Man who fight with wife all day get no piece at night.

    It take many nails to build crib, but one screw to fill it.

    Man who drive like hell, bound to get there.

    Man who stand on toilet is high on pot.

    Man who live in glass house should change clothes in basement.

    Man who fish in other man's well often catch crabs.

    Man who fart in church sit in own pew.

    Crowded elevator smell different to midget.

    Now send it to 10 or more people And Nothing will happen but 10 people laughing at these Proverbs !

    Hujan Laba-laba di Argentina

    Tanggal 6 April 2007, hujan laba-laba jatuh dari langit Provinsi Salta , Argentina . (Christian Oneto Gaona/The Epoch Times)

    (Erabaru.or. id) ARGENTINA- Bagi seorang warga negara Argentina Christian Oneto Gaona, tanggal 6 April 2007 mungkin menjadi hari yang sangat bersejarah dalam hidupnya, sebab pada hari itu dia bukan saja menjadi saksi adanya hujan laba-laba, barangkali dia juga menjadi orang pertama di dunia yang mampu “menangkap“ hujan ajaib ini melalui kamera.

    Christian dan teman-temannya sepakat untuk melakukan perjalanan ke Propinsi Salta selama liburan Paskah mereka. Sekitar pukul 15.00 waktu setempat, pada tanggal 6, mereka mulai mendaki Gunung San Bernardo. Dua jam kemudian, mereka menemukan, tanah di sekeliling mereka telah diselimuti beragam warna laba-laba, masing-masing berukuran kurang lebih 4 inci.

    Mereka menemukan makin banyak dan makin banyak laba-laba dalam perjalanan pendakian mereka. Bahkan keadaan terasa semakin aneh ketika beberapa laba-laba mulai menjatuhi mereka, sebab saat itu mereka berada di lembah yang luas dan tak ada apapun diatas mereka selain langit. Lalu mereka menengadah dan melihat banyak laba-laba jatuh dari atas langit.

    Semua orang terperangah. Christian baru teringat bahwa dia membawa kamera. Dengan terburu-buru dia memotret beberapa laba-laba yang jatuh dari langit dan laba-laba lain yang sedang membuat jaring-jaringnya. Laba-laba tersebut terlihat sangat menakutkan, merayap kemana-mana, dan jaring dimana-mana. Ini lebih menyerupai film fiksi science daripada suatu kenyataan, kata Christian.

    Hujan ajaib semacam ini sebenarnya telah dilaporkan secara periodik di berbagai penjuru dunia. Katak hidup, ikan, dan banyak lagi binatang aneh yang dilaporkan jatuh dari langit. Namun hingga saat ini belum ada yang mendapatkan kesempatan untuk mengambil gambar pada saat kejadian tersebut berlangsung. Itulah mengapa foto-foto yang didapatkan oleh Christian menjadi begitu berharga.

    Christian menganggap kemujurannya disebabkan karena kondisi cuaca yang menguntungkan saat itu sebagaimana hal tersebut jarang terjadi pada hujan-hujan ajaib di masa lalu. Selain itu, jelasnya, laba-laba adalah hewan dengan berat badan yang relatif ringan bila dibandingkan hewan-hewan yang pernah berjatuhan selama ini, sehingga kecepatan turunnya cukup perlahan untuk ditangkap kamera.

    Hingga saat ini hujan ajaib masih menjadi fenomena yang belum bisa dijelaskan. Hipotesa yang lebih populer menyebutkan bahwa tornado atau pusaran angin kencanglah yang membawa hewan-hewan itu dan menjatuhkannya di suatu tempat yang jauh. Akan tetapi hipotesa tersebut tidak mampu menjelaskan mengapa masing-masing hujan hanya membawa 1 macam hewan dan bahkan tak ada 1 rumput pun yang terbawa serta. (Fu Liwei/The Epoch Times Argentina/feb)

    Racing Menyapa Eropa

    Posisi itu seharusnya bukan Racing Santander yang menduduki! Benarkah Racinguistas tak layak berada di urutan ke-7 klasemen Primera Division? Kalau dalam tujuh laga terakhir tak ada yang mampu mengalahkan mereka, kenapa tidak?

    Siapa sangka, setelah menelan dua kekalahan beruntun dari Atletico Madrid (0-4) dan Villarreal (0-2), Racing mampu berbenah. Sejak jornada 6, Racinguistas mengumpulkan 15 poin hasil empat kemenangan dan tiga kali seri. Kekalahan tak sanggup menyentuh tim arahan Marcelino Garcia Toral.

    Membuka daftar klasemen sementara, hingga jornada 12, Racing berhak mengklaim dirinya sebagai tim dengan pertahanan terbaik. Kiper Antonio "Tono" Rodriguez, yang setia mengawal gawang Racing hingga jornada 12, hanya kebobolan 9 gol. Ia lebih baik dari Iker Casillas atau Victor Valdez.

    Setelah kemenangan 1-0 di kandang Deportivo La Coruna, Marcelino menyinggung soal pergerakan dinamis para pemainnya sepanjang pertandingan sebagai kunci sukses. Walau tak mampu membangun serangan sebaik lawan-lawannya, Racinguistas punya kelebihan lain yang bisa dioptimalkan, yakni efektivitas dan kolektivitas.

    Saat lawan menguasai bola, Racing bereaksi dengan mengatur organisasi pertahanan sejak lini tengah. Selain tembok kokoh yang dibangun di barisan pertahanan, ketangguhan kiper Tono punya peran besar.

    Kalau belakangan terdengar keberminatan Manchester United dan Liverpool terhadap palang pintu Ezequiel Garay, bukankah itu pertanda pengakuan terhadap kinerja pertahanan Racing? Kabarnya, bek asal Argentina berusia 21 tahun itu berharga 15 juta euro, mencapai 280,9 miliar rupiah.

    Valencia dan Madrid

    Setelah kompetisi istirahat untuk memberi jalan bagi pertandingan internasional, ketangguhan Racinguistas benar-benar diuji dalam dua partai berikut. Setelah menjamu Valencia di jornada 13, Pedro Munitis dkk. berkunjung ke Santiago Bernabeu, markas Real Madrid.

    Impian untuk mengamankan jatah tampil di kancah Eropa musim depan bisa runyam bila hasil duel melawan Valencia dan Madrid merusak kepercayaan diri pasukan Hijau Putih alias Los Verdiblancos itu.

    Entrenador Marcelino Toral tentu paham timnya punya kelemahan dalam menjaga organisasi permainan selepas jeda. Dari 9 gol yang bersarang ke gawang Racing, 7 buah terjadi sejak pertengahan babak II.

    Bila Racing Santander sanggup menahan gempuran Madrid dan Valencia, yang kerap mendapat second wind usai mendapat pengarah di kamar ganti, ada ujian berat lainnya. Seberapa baik Racing menjaga kestabilan permainan saat memasuki musim dingin? (Weshley Hutagalung)

  • Positive Notes

    2r
    Positive Notes:

    No matter what happens, how bad it seems today, life does go on, and it will be better tomorrow.

    You can tell a lot about a person by the way he/she handles four things: a rainy day, the elderly, lost luggage, and tangled Christmas tree lights.

    Regardless of your relationship with your parents, you'll miss them when they're gone from your life.

    Making a "living" is not the same thing as making a "life.."

    Life sometimes gives you a second chance.

    You shouldn't go through life with a catcher's mitt on both hands. You need to be able to throw something back.

    If you pursue happiness, it will elude you. But if you focus on your family, your friends, the needs of others, your work and doing the very best you can, happiness will find you.

    Whenever you decide something with an open heart, you usually make the right decision.

    Every day, you should reach out and touch someone.

    People love that human touch -- holding hands, a warm hug, or just a friendly pat on the back.

    .............Everyone still have a lot to learn..........

    Sekolah Gratis Harus Disertai Jaminan Mutu

    [JAKARTA] Penyelenggaraan sekolah gratis yang dilakukan di sejumlah daerah, harus disertai dengan jaminan mutu. Sebab, jika dananya tidak memadai dalam alokasi anggaran pendidikan, produknya bisa tidak berkualitas. ''Sekolah gratis sebenarnya terancam dari sisi kualitas. Pemda harus memiliki cukup dana untuk meningkatkan mutu," kata Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Depdiknas, Suyanto, seusai penutupan ASEAN Primary School Sport Olympiad (APSSO) 2007, di Jakarta, Jumat (16/11).

    Suyanto menjelaskan, pada dasarnya mengembangkan program sekolah gratis itu sangat baik karena kondisi ekonomi rakyat yang memang tidak mampu. Namun, di sisi lain, pihak sekolah tentunya juga akan kewalahan karena sekolah itu harus selalu memperbaiki dan meningkatkan mutu.

    Jika sekolah dinyatakan gratis dan pihak sekolah memiliki dana yang minim, Suyanto mempertanyakan bagaimana cara pihak sekolah dapat meningkatkan mutu pendidikannya. Dia mengingatkan, menggratiskan biaya pendidikan saat ini bukan hal yang gampang. "Biaya yang dibutuhkan cukup besar. Pendidikan jangan dipolitisasi karena dampaknya sangat menyesatkan, " ucapnya.

    Suyanto mencontohkan, untuk pendidikan setingkat SD dibutuhkan unit cost minimal Rp 1,2 juta per siswa per tahun. Untuk tingkat SMP/SMA dibutuhkan sekitar Rp 1,8 juta per siswa per tahun. Sedangkan untuk siswa SMK dibutuhkan minimal Rp 3 juta per siswa per tahun. Menurutnya, biaya untuk SMK paling besar, karena membutuhkan alat-alat praktikum.

    Tak Menurun

    Sebelumnya Bupati Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Alex Noerdin, di sela-sela acara pameran buku, di Balai Sidang Senayan, Jakarta, Kamis (15/11) menampik asumsi bahwa pendidikan gratis tidak menurunkan mutu pendidikan. "Lima tahun lalu, tidak ada lulusan SMA di Muba yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN). Tapi tahun ini, setelah pendidikan gratis berlangsung tingkat kelulusan ujian nasional saja 100 persen, dan ada SMA yang 85 persen siswanya diterima PTN," ujarnya.

    Dialokasikannya anggaran pendidikan 26,5 persen, Muba yang pada 2002 masih daerah tertinggal, dengan angka pendidikan tingkat SD 40 persen, bahkan SMA hanya 20 persen, kini 100 persen anak usia sekolah di Muba lulus SD, 93 persen lulus SMP, dan SMA lebih dari 70 persen.

    Menurutnya, dialokasikannya anggaran untuk membuat pendidikan dan kesehatan gratis, tidak akan mengganggu pelaksanaan program-program pembangunan. ''Hal itu sudah dibuktikan dengan kesuksesan beberapa pemerintah daerah menyelenggarakan pendidikan gratis,'' katanya.

    Ditambahkan, untuk menyelenggarakan pendidikan gratis, kata dia, tidak tergantung pada besarnya APBD. "Buktinya daerah lain yang APBD-nya lebih kecil dari Muba juga bisa menyelenggarakan pendidikan gratis," ucapnya.

    Dia mencontohkan Kabupaten Ogan Komering Illir (OKI), Sumatera Selatan, yang juga berhasil menyelenggarakan pendidikan gratis meski dengan APBD lebih kecil dari Muba. Dia menambahkan, awal dimulainya program pendidikan dan kesehatan gratis, pada 2002, APBD Muba hanya Rp 600 miliar. "Baru pada 2005, APBD Muba meningkat jadi Rp 1,2 triliun," katanya. [W-12/B-14]

    "Sebelas Sikap yang Menjadi Penyumbang Kegagalan Terbesar dalam Pekerjaan"

    1. Arogansi: merasa diri paling benar dan yang lain salah

    2. Melograma: selalu ingin menjadi pusat perhatian

    3. Volatility: sulit ditebak, bersikap sesuai mood-nya

    4. Excessive Caution: takut mengambil keputusan

    5. Habitual Distrust: sikap yang selalu curiga kepada orang lain

    6. Aloofness: sulit dihubungi dan berkomunikasi dengan orang lain

    7. Mischievousness: peraturan dibuat untuk dilanggar

    8. Eccentricity: selalu ingin berbeda, sehingga terkadang dianggap aneh oleh
    orang lain

    9. Passive Resistance: tidak yakin dengan apa yang dia katakan

    10. Perfectionism: kebanyakan dianggap salah, hanya sedikit yang benar

    11. Eagerness to please: mengejar popularitas dalam setiap situasi
    SUKSES

    Jalan menuju sukses TIDAK lurus

    Ada tikungan yang bernama kegagalan

    Bunderan yang bernama kebingungan

    Tanjakan yang bernama teman

    Lampu merah yang bernama musuh

    Lampu kuning yang bernama keluarga

    Engkau akan mengalami ban kempes bernama pekerjaan

    TETAPI BILA engkau memiliki ban serep bernama niat yang teguh dan mesin yang
    bernama ketekunan
    Anda Akan bisa berhasil

  • 2-way mirror

    2-way mirror - Very Important!!!!! For ALL WOMEN, U R BEING WATCHED.....
    « on: November 13, 2007, 12:11:20 PM »

    How to determine if a mirror is 2 way or not (Not a Joke!)?
    Not to scare you, but to make sure that you aware. Many of the Hotels and
    Textile showrooms cheat the customers this way & watch privately.

    HOW TO DETECT A 2-WAY MIRROR?
    When we visit toilets, bathrooms, hotel rooms, changing rooms, etc.,
    How many of you know for sure that the seemingly ordinary mirror hanging on
    the wall is a real mirror, or actually a 2-way mirror i.e., they can
    see you, but you can't see them. There have been many cases of people
    installing 2-way mirrors in female changing rooms or bathroom or bedrooms.
    It is very difficult to positively identify the surface by just looking at
    it. So, how do we determine with any amount of certainty what type of
    mirror we are looking at?

    CONDUCT THIS SIMPLE TEST:
    Place the tip of your fingernail against the reflective surface and if
    there is a GAP between your fingernail and the image of the nail,
    then it is a GENUINE mirror.

    However, if your fingernail DIRECTLY TOUCHES the image of your nail, then
    BEWARE, IT IS A 2-WAY MIRROR!(There is someone seeing you from the
    other side). So remember, every time you see a mirror, do the "fingernail
    test." It doesn't cost you anything. It is simple to do.

    This is a really good thing to do. The reason there is a gap on a real
    mirror, is because the silver is on the back of the mir! ror UNDER the
    glass.
    Whereas with a two-way mirror, the silver is on the surface. Keep it in
    mind! Make sure and check every time you enter in hotel rooms. May be
    someone is making a film on you.
    Ladies:Share this with your friends.
    Men:Share this with your sisters, wife, daughters, friends, colleagues,
    etc.
    Pass this message to all Ur friends in the Contacts

    Viola Terlalu Muda?

    Berada tepat di bawah Inter sekaligus menyamai rekor I Nerazzurri, yang belum terkalahkan hingga giornata 11. Inikah pertanda Fiorentina sudah layak menjadi salah satu kandidat kuat peraih scudetto?

    Tifosi I Viola pasti bergairah melihat sepak terjang I Gigliati saat ini. Timnya kuat dengan pertahanan bagus dan serangan mengerikan. Mereka juga konsisten, hanya kalah sekali dalam 29 partai Serie A, termasuk musim lalu.

    Ini performa sebuah tim calon juara. Tapi, ternyata mayoritas publik yang mengikuti jajak pendapat di calciomercato.it belum yakin Si Ungu mampu meraih scudetto.

    Suara yang tidak yakin itu hampir 70%. Sebagian besar di antaranya beralasan skuad Fiorentina terlalu muda. Tidak ada seorang campione yang benar-benar berpengalaman dan tahu caranya mengurai “teka-teki” scudetto.

    Sebagian lagi meyakini Piala UEFA akan mengganggu I Viola. Allenatore Cesare Prandelli memang telah menegaskan timnya tidak akan main-main di ajang tersebut.

    Yang mendukung Fiorentina hanya sedikit, tapi mereka ini adalah orang yang menyadari bahwa skuad I Gigliati, yang dibentuk Prandelli dan manajemen klub sejak musim 2005/06, pelan-pelan mulai mencapai kematangan.

    “Tim ini berbeda dengan tim yang dulu saya bela. Kami dulu memiliki spirit, tapi tanpa organisasi,” kata legenda I Viola, Gabriel Batistuta. Sanjungan itu sebuah kenyataan. Mungkin memang belum waktunya bagi I Viola untuk meraih scudetto, tetapi mereka sedang menuju ke sana. (Dwi Widijatmiko)

    HASIL JAJAK PENDAPAT
    ------------------------------------------
    Bisakah Fiorentina meraih scudetto?
    49% Tidak, skuadnya terlalu muda.
    25% Ya, tapi hanya jika mampu mempertahankan standar permainan seperti sekarang.
    17% Tidak, Piala UEFA akan menghabisi kekuatan mereka.
    9% Ya, mereka akan menyelesaikan 38 partai tanpa masalah.
    Sumber: Calciomercato.it

    Blatter Anti-Inter

    Selasa (6/11), Presiden FIFA, Sepp Blatter, kembali menegaskan rencana pembatasan pemain asing di satu klub. Sepertinya itu akan terwujud. Inter menjadi salah satu klub yang disorot berkaitan dengan regulasi itu.

    Saat berbicara di depan para jurnalis di Kuala Lumpur Selasa lalu, Blatter menjadikan Inter sebagai contoh. “Kami melihat pertandingan Juventus melawan Inter. Inter hanya menurunkan tiga pemain Eropa dan tak satu pun dari Italia, Juventus punya enam pemain Italia,” kata ketua federasi sepakbola dunia itu, seperti dilansir Reuters.

    Inter tanpa pemain Italia saat melawan La Vecchia Signora pada Ahad lalu bukan berita baru. Pertandingan I Nerazzurri kontra Catania pada 15 Oktober 2006 menjadi sejarah. Saat itu untuk pertama kali di Serie A La Beneamata arahan Roberto Mancini tidak menampilkan pemain Italia.

    Blatter memperlihatkan sikap anti pada klub dengan materi pemain sangat multi-internasional seperti Beneamata. Itu membuat kubu Nerazzurri langsung bereaksi keras. “Saya berada di lapangan dan memiliki paspor Italia, seperti juga rekan-rekan saya. Ini yang ingin saya katakan kepada Blatter,” ujar kapten Inter asal Argentina, Javier Zanetti, di La Stampa.

    Lima Asing

    Seperti apa konsep yang diinginkan Blatter? Orang Swiss ini ingin satu klub dalam sebuah pertandingan liga hanya dapat menurunkan lima pemain asing dalam daftar starter.

    Di negara Eropa, hal tersebut bertentangan dengan undang-undang di Uni Eropa soal kebebasan memperoleh pekerjaan. Tapi, Blatter sudah melakukan kontak dan sedang bekerja sama dengan Uni Eropa membahas masalah ini.

    “Uni Eropa tidak membahas isu ini dalam konstitusi mereka saat ini, tapi olahraga akan disebut untuk pertama kali ketika mereka mengubah undang-undang pada Desember mendatang,” kata Blatter.

    “Ada sejumlah proses yang terjadi bersamaan untuk menyetop melimpahnya kehadiran pemain asing di klub-klub,” sebut presiden kedelapan FIFA itu.

    Blatter menyatakan bahwa FIFA ingin enam pemain nonasing yang diturunkan klub dalam satu pertandingan memperoleh kesempatan untuk terpilih masuk tim nasional tempat liga digelar.

    Para pelatih tim nasional tentu akan senang jika format enam pemain lokal dan lima pemain asing dalam daftar starter satu klub diterapkan FIFA. Pilihan buat mereka menjadi lebih banyak. (Riemantono)

    Negara Anggota Skuad Inter

    Inter punya lima pemain Italia di tim utama. Hanya dua yang sudah main di Serie A, kiper Orlandoni dan Toldo. Sementara itu, Bolzoni tampil sekali di Liga Champion.

    EROPA (12)
    Italia (5)
    Enrizo Alfonso (K), Paolo Orlandoni (K), Francesco Toldo (K), Marco Materazzi (B), Francesco Bolzoni (G)
    Prancis (2)
    Olivier Dacourt (G), Patrick Vieira (G)
    Portugal (2)
    Luis Figo (G), Pelle (G)
    Rumania (1)
    Cristian Chivu (B)
    Serbia (1)
    Dejan Stankovic (G)
    Swedia (1)
    Zlatan Ibrahimovic (P)

    AMERIKA SELATAN (15)
    Argentina (7)
    Nicolas Burdisso (B), Walter Samuel (B), Javier Zanetti (B), Esteban Cambiasso (G), Santiago Solari (G), Hernan Crespo (P), Julio Cruz (P)
    Brasil (5)
    Julio Cesar (K), Maicon (B), Maxwell (B), Cesar (G), Adriano (P)
    Kolombia (2)
    Ivan Cordoba (B), Nelson Rivas (B)
    Cili (1)
    Luis Jimenez (G)

    AMERIKA TENGAH (1)
    Honduras (1)
    David Suazo (P)
    Ket.: K = kiper. B = bek. G = gelandang. P = penyerang.

  • Accessing Your Intuition

    KATA-MUTIARA---ATTITUDE
    Accessing Your Intuition
    by Brian Tracy

    It has been said that men and women start to become great when they begin to listen to their inner voices. Your intuition is your direct connection with infinite intelligence. Intuition is so powerful that it has been studied and written about by the greatest men and women of history for thousands of years. When you begin to use it regularly and systematically, there is virtually nothing that you cannot accomplish.

    Your intuition has often been called the “still small voice” within. You may experience your intuition as a gut-feeling, as an inner sense of what is right or wrong for you. Sometimes your intuition manifests itself as a hunch or an inspiration. Often it comes as a flash of insight. Your intuition leads you to new ideas, concepts and breakthroughs. Sometimes, an intuitive flash will enable you to see a situation completely differently and solve it on a completely different level. Einstein was referring to intuition when he said, “No problem can be solved on the same level at which you meet it.”

    In breakthrough thinking, we are taught to redefine a problem and take it to a higher level in order to find a solution for it. Since the more you do of what you’re doing, the more you’ll get of what you’ve got, trying to solve your current problem at your current level is often an exercise in frustration. You can unlock your intuition by using your imagination to think about your problem in a completely different way.

    There are two major types of imagination that you use continually, both of which require the highest use of your intuitive powers. They are first, synthetic imagination and, second, creative imagination.

    Synthetic imagination is your ability to assemble existing pieces of knowledge and information into new forms. It is very much like taking all the pieces of a jigsaw puzzle, having a clear idea of the picture or goal that you want to accomplish and assembling them into a single piece.

    This form of imagination is often called, “integrative intelligence.” It is one of the highest forms of intelligence for success and achievement anywhere. Integrative intelligence is defined as your ability to integrate a large number of different pieces of information into a single precept for decision and action. It is your ability to recognize and sort many different facts and insights together, emphasizing some and discarding others, in the process of making the correct decision. This form of intelligence is extremely valuable in fast-moving, fluid situations that require your considering a large number of different pieces of information in making a decision.

    It has been estimated that you need between 20,000 and 50,000 bits of information at your disposal to be really successful in any field of endeavor. We live in the information age, and knowledge is the raw material of production and value in this age. So the more different bits or “bytes” of information that you have, the more effective your integrative intelligence, or synthetic imagination, will be.

    The people who rise to the top of any field of endeavor are invariably those who know more than others. In fact, the division in our society today is not between those who “have more” and “have less” but between those who “know more” and those who “know less.” One of your jobs is to be continually gathering additional bits of practical and useful information so that you have plenty of different ideas and concepts to draw upon when you are wrestling with any problem or striving toward any goal. Your intuition then goes to work for you by helping you quickly sort out the relevant facts and giving you the answers you need when you need them.

    The more ideas you expose yourself to, the greater the probability that the right idea will appear at the right time. When it does, your intuition will help you to recognize the idea and integrate it into everything else you are doing.

    The second form of imagination is creative imagination. This is a higher form of imagination where intuition plays an even more important part. Creative imagination refers to your ability to come up with completely new and different ideas and concepts to solve your problems and achieve your goals. It is the highest form of imagination and is responsible for all the great breakthroughs in science, technology, art, music, literature, and medicine. The most successful men and women of all time have been those who have deliberately trained themselves to tap into their creative imagination on a regular basis. And so can you, if you learn how.

    Your creative imagination is the source of all hunches, inspirations, imagination, flashes of insight and new understandings of complex concepts. The cultivation and development of your creative imagination can enable you to make more progress in one or two years than the average person might make in ten or twenty. And your creativity, your intuitive sense is like a muscle. It grows with use. The more you practice with it and rely on it, the stronger it becomes and the faster it acts for you.

    Men and women who have highly developed imaginations have often reached the point where they completely trust their intuition, their inner voices, to guide them in every situation. They never speak or act until they feel an inner urging to do so. They know that their intuition will always bring them exactly the right answer, at exactly the right time.

    Your intuition is your direct pipeline to a form of intelligence that is completely beyond your conscious brain. It is accessed by your subconscious mind, which his controlled by the thoughts you think and the beliefs you hold in your conscious mind. The more you affirm and visualize your desired goals in your conscious mind, the more readily they are picked up by your subconscious mind and the more rapidly your intuition or creative imagination is triggered. Successful, effective, happy people are those who have gotten onto the beam of their own intuitive senses and who rely continuously on their inner guidance. And they seldom make mistakes.

    In your lifetime, you have made a lot of decisions, some of them right and some of them wrong. But when your intuition tells you to do or to not do something, it is always correct. If you have ever gone against your intuition, your inner voice, haven’t you regretted it? Wherever you have pushed aside that nagging inner feeling, hasn’t it come back to haunt you? This is because your intuition is always correct. It always gives you exactly the right answer for you at any given time, and in any given situation. One of the smartest things that you can ever do is to listen carefully to your intuition and to postpone making a decision until you have an inner sense of what choices are correct.

    You will often find that your intuition will urge you to either speak up or to remain silent in a social or business situation. Later, it will turn out that that was exactly the right thing to do. In retrospect, you will find that your intuitive learning has always been more accurate than anything that you could think of with your conscious mind.

    All the great writers, composers, artists, and scientists have developed the habit of listening to their intuition. You have access to the same intuitive powers as the smartest men and women who ever lived.

    By the way, research shows that men and women, tested separately, have intuitions that are equally accurate. They seem to come up with the same intuitive answers for complex problems and questions. Why is it, then, that women’s intuition is more respected than men’s? The answer is simple. Women listen to their intuition more, while men have a tendency to brush it aside.

    When a woman says, “This situation doesn’t feel right,” she views this feeling as a valid and important assessment of whether the situation is right or wrong. Women are very respectful of their intuitive feelings and they generally refuse to go against them. Men will often put aside their intuitive leanings in favor of short-term advantage, only to pay the price later.

    Perhaps the best method for stimulating your intuition is by learning to practice solitude on a regular basis. Throughout the ages, the greatest thinkers of all time have practiced solitude as a regular part of their work and life. They have taken time to be alone with themselves. They have gone off and sat quietly prior to any situation of importance. Most of the great thinkers of today use solitude as an essential tool in developing the creative insights and intuitions that often have the power to change our lives.

    Most people have never practiced solitude because they wrongly believe that they have no time for it. However, one good idea that comes to you in the silence of solitude can save you a year of hard work. You cannot afford not to practice solitude on a regular basis. Here’s how you do it.

    First, find a place to sit where you can be completely alone, in silence, without interruptions. You want to avoid any activities that will disturb your reverie, such as eating, drinking, listening to music, and getting telephone calls. You can sit in your basement, your backyard, or on a park bench. The main objective is to be completely alone with yourself.

    And second, force yourself to sit without moving for 60 minutes. The first 25 or 30 minutes will be excruciatingly difficult. You will have an irresistible urge to get up and walk around. But you must persist. You must force yourself to stay still.

    After 25 or 30 minutes, a wonderful thing will happen. You will start to feel very good about yourself and your life. You will relax completely. Your mind will become calm and clear. You will feel energy flowing through your body. The situations and difficulties of your life will seem to fade away, and you will begin to get tremendous clarity on how to reach your goals.

    At the end of your 60 minutes, get up and do exactly what your intuition told you to do. Don’t worry about whether or not people will like it or approve of it. Just take the action, make the commitment, do the deed. You will find later that this was exactly the right thing to do.

    Solitude requires no energy, no effort, no trying at all. It simply requires a state of relaxed awareness where you open your mind to infinite intelligence. And at the right moment, exactly the right answer you need will come to you, in exactly the right form.

    You can overcome any obstacle, solve any problem or achieve any goal by tapping into the incredible powers of your mind and by trusting your intuition in everything you do. Once you begin to develop and use your intuition, you will become more alert, more aware, smarter and more effective in everything that you do. And your potential will begin to unfold at a speed that you cannot now imagine.

    Kita Bersyukur :

    Untuk Istri
    Yang memberi makanan yang sama dengan malam kemarin,
    Karena Istri DIRUMAH malam ini ,
    dan TIDAK bersama orang lain ...

    BERSYUKUR UNTUK SUAMI
    Yang dudukbermalasan diSofa
    Sambil bacakoranmales- malesan ,
    Karena doi ada bersama dirumah
    dan Tidak keluyuran .. apalagi ke Bar malem ini .

    Bersyukur untuk anak-anak
    Yang selalu PROTES dirumah
    Karena artinya ... dia sedang dirumah
    dan TIDAK sedang keluyuran di jalanan

    BERSYUKUR untuk Pajak yang Kita bayar
    karena artinya ...
    Kita bekerja ... atau Punya penghasilan ...

    BERSYUKUR untuk rumah yang berantakan.. .
    Karena artinya Kita masih punya kesempatan
    melayani orang-orang yang mengasihi Kita ...

    BERSYUKUR untuk baju yang mulai kesempitan
    karena artinya ...
    Kita bisa lebih dari cukup untuk makan ...

    BERSYUKUR pada Bayangan yang mengikuti
    Karena artinya ...
    tidak disilaukan oleh Matahari ...

    BERSYUKUR untuk Kebun yang harus dirapikan dan perkara yang harus dibetulkan dirumah .. !!

    Karena artinya ... Kita punya Rumah !!!

    BERSYUKUR akan berita orang yang lagi DEMO ..
    karena artinya
    Kita masih PUNYA kebebasan untuk berbicara

    BERSYUKUR untuk dapat tempat parkir yang paling jauh ...
    Karena artinya Kita masih bisa berjalan kaki ..
    dan diberkati dengan kendaraan yang Kita bisa bawa ...

    BERSYUKUR pada wanita yang duduk dibelakang yang nyanyi FALS Karena artinya ...
    Kita masih bisa mendengar

    BERSYUKUR untuk Cucian ...
    Karena artinya ... Kita punya baju yang bisa dipakai ...

    BERSYUKUR karena kepenatan dan kelelahan kerja setiap hari ...
    karena artinya ... KITA mampu bekerja keras setiap hari ...

    BERSYUKUR mendengar Alarm yang mengganggu di pagi hari ...

    Karena artinya ... KITA MASIH HIDUP ...

    AKHIRNYA ... BERSYUKUR dengan banyaknya E-mail yang masuk ..

    KARENA ARTINYA KITA MASIH PUNYA ANDA YANG MEMPERHATIKAN KITA.. !!

    Hiduplah , BERSYUKURLah, & Kasihi sesama dengan seluruh HATIMU .. !!

    The Beauty of Math ! (intermezo ajja..) ^_^'

    CAN YOU BELIEVE IT !!!!!!!

    The Beauty of Math!

    1 x 8 + 1 = 9
    12 x 8 + 2 = 98
    123 x 8 + 3 = 987
    1234 x 8 + 4 = 9876
    12345 x 8 + 5 = 98765
    123456 x 8 + 6 = 987654
    1234567 x 8 + 7 = 9876543
    12345678 x 8 + 8 = 98765432
    123456789 x 8 + 9 = 987654321

    1 x 9 + 2 = 11
    12 x 9 + 3 = 111
    123 x 9 + 4 = 1111
    1234 x 9 + 5 = 11111
    12345 x 9 + 6 = 111111
    123456 x 9 + 7 = 1111111
    1234567 x 9 + 8 = 11111111
    12345678 x 9 + 9 = 111111111
    123456789 x 9 +10= 1111111111

    9 x 9 + 7 = 88
    98 x 9 + 6 = 888
    987 x 9 + 5 = 8888
    9876 x 9 + 4 = 88888
    98765 x 9 + 3 = 888888
    987654 x 9 + 2 = 8888888
    9876543 x 9 + 1 = 88888888
    98765432 x 9 + 0 = 888888888

    Brilliant, isn't it?
    And look at this symmetry:

    1 x 1 = 1
    11 x 11 = 121
    111 x 111 = 12321
    1111 x 1111 = 1234321
    11111 x 11111 = 123454321
    111111 x 111111 = 12345654321
    1111111 x 1111111 = 1234567654321
    11111111 x 11111111 = 123456787654321
    111111111 x 111111111=123456789 87654321

    Now, take a look at this...
    101%

    From a strictly mathematical viewpoint:

    What Equals 100%? What does it mean to give MORE than 100%?

    Ever wonder about those people who say they are giving more than 100%?

    We have all been in situations where someone wants you to GIVE OVER
    100%.

    How about ACHIEVING 101%?

    What equals 100% in life?

    Here's a little mathematical formula that might help answer these
    questions:

    If:

    A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

    Is represented as:
    1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26.

    If:

    H-A-R-D-W-O- R- K

    8+1+18+4+23+ 15+18+11 = 98%

    And:

    K-N-O-W-L-E- D-G-E

    11+14+15+23+ 12+5+4+7+ 5 = 96%

    But:

    A-T-T-I-T-U- D-E

    1+20+20+9+20+ 21+4+5 = 100%

    THEN, look how far the love of God will take you:

    L-O-V-E-O-F- G-O-D

    12+15+22+5+15+ 6+7+15+4 = 101%

    Therefore, one can conclude with mathematical certainty that:

    While Hard Work and Knowledge will get you close, and Attitude will
    get you there, It's the Love of God that will put you over the top!

    It's up to you if you share this with your friends &a mp; loved ones just
    the way I did.

    Have a nice day & God bless You !!!

  • title-3317915

    KATA-MUTIARA---ATTITUDE
    Accessing Your Intuition
    by Brian Tracy

    It has been said that men and women start to become great when they begin to listen to their inner voices. Your intuition is your direct connection with infinite intelligence. Intuition is so powerful that it has been studied and written about by the greatest men and women of history for thousands of years. When you begin to use it regularly and systematically, there is virtually nothing that you cannot accomplish.

    Your intuition has often been called the ?still small voice? within. You may experience your intuition as a gut-feeling, as an inner sense of what is right or wrong for you. Sometimes your intuition manifests itself as a hunch or an inspiration. Often it comes as a flash of insight. Your intuition leads you to new ideas, concepts and breakthroughs. Sometimes, an intuitive flash will enable you to see a situation completely differently and solve it on a completely different level. Einstein was referring to intuition when he said, ?No problem can be solved on the same level at which you meet it.?

    In breakthrough thinking, we are taught to redefine a problem and take it to a higher level in order to find a solution for it. Since the more you do of what you?re doing, the more you?ll get of what you?ve got, trying to solve your current problem at your current level is often an exercise in frustration. You can unlock your intuition by using your imagination to think about your problem in a completely different way.

    There are two major types of imagination that you use continually, both of which require the highest use of your intuitive powers. They are first, synthetic imagination and, second, creative imagination.

    Synthetic imagination is your ability to assemble existing pieces of knowledge and information into new forms. It is very much like taking all the pieces of a jigsaw puzzle, having a clear idea of the picture or goal that you want to accomplish and assembling them into a single piece.

    This form of imagination is often called, ?integrative intelligence.? It is one of the highest forms of intelligence for success and achievement anywhere. Integrative intelligence is defined as your ability to integrate a large number of different pieces of information into a single precept for decision and action. It is your ability to recognize and sort many different facts and insights together, emphasizing some and discarding others, in the process of making the correct decision. This form of intelligence is extremely valuable in fast-moving, fluid situations that require your considering a large number of different pieces of information in making a decision.

    It has been estimated that you need between 20,000 and 50,000 bits of information at your disposal to be really successful in any field of endeavor. We live in the information age, and knowledge is the raw material of production and value in this age. So the more different bits or ?bytes? of information that you have, the more effective your integrative intelligence, or synthetic imagination, will be.

    The people who rise to the top of any field of endeavor are invariably those who know more than others. In fact, the division in our society today is not between those who ?have more? and ?have less? but between those who ?know more? and those who ?know less.? One of your jobs is to be continually gathering additional bits of practical and useful information so that you have plenty of different ideas and concepts to draw upon when you are wrestling with any problem or striving toward any goal. Your intuition then goes to work for you by helping you quickly sort out the relevant facts and giving you the answers you need when you need them.

    The more ideas you expose yourself to, the greater the probability that the right idea will appear at the right time. When it does, your intuition will help you to recognize the idea and integrate it into everything else you are doing.

    The second form of imagination is creative imagination. This is a higher form of imagination where intuition plays an even more important part. Creative imagination refers to your ability to come up with completely new and different ideas and concepts to solve your problems and achieve your goals. It is the highest form of imagination and is responsible for all the great breakthroughs in science, technology, art, music, literature, and medicine. The most successful men and women of all time have been those who have deliberately trained themselves to tap into their creative imagination on a regular basis. And so can you, if you learn how.

    Your creative imagination is the source of all hunches, inspirations, imagination, flashes of insight and new understandings of complex concepts. The cultivation and development of your creative imagination can enable you to make more progress in one or two years than the average person might make in ten or twenty. And your creativity, your intuitive sense is like a muscle. It grows with use. The more you practice with it and rely on it, the stronger it becomes and the faster it acts for you.

    Men and women who have highly developed imaginations have often reached the point where they completely trust their intuition, their inner voices, to guide them in every situation. They never speak or act until they feel an inner urging to do so. They know that their intuition will always bring them exactly the right answer, at exactly the right time.

    Your intuition is your direct pipeline to a form of intelligence that is completely beyond your conscious brain. It is accessed by your subconscious mind, which his controlled by the thoughts you think and the beliefs you hold in your conscious mind. The more you affirm and visualize your desired goals in your conscious mind, the more readily they are picked up by your subconscious mind and the more rapidly your intuition or creative imagination is triggered. Successful, effective, happy people are those who have gotten onto the beam of their own intuitive senses and who rely continuously on their inner guidance. And they seldom make mistakes.

    In your lifetime, you have made a lot of decisions, some of them right and some of them wrong. But when your intuition tells you to do or to not do something, it is always correct. If you have ever gone against your intuition, your inner voice, haven?t you regretted it? Wherever you have pushed aside that nagging inner feeling, hasn?t it come back to haunt you? This is because your intuition is always correct. It always gives you exactly the right answer for you at any given time, and in any given situation. One of the smartest things that you can ever do is to listen carefully to your intuition and to postpone making a decision until you have an inner sense of what choices are correct.

    You will often find that your intuition will urge you to either speak up or to remain silent in a social or business situation. Later, it will turn out that that was exactly the right thing to do. In retrospect, you will find that your intuitive learning has always been more accurate than anything that you could think of with your conscious mind.

    All the great writers, composers, artists, and scientists have developed the habit of listening to their intuition. You have access to the same intuitive powers as the smartest men and women who ever lived.

    By the way, research shows that men and women, tested separately, have intuitions that are equally accurate. They seem to come up with the same intuitive answers for complex problems and questions. Why is it, then, that women?s intuition is more respected than men?s? The answer is simple. Women listen to their intuition more, while men have a tendency to brush it aside.

    When a woman says, ?This situation doesn?t feel right%

  • The Corsage

    nmm7

    "You've got to help me!" My friend pleaded with me. "You've got to take this girl to her sorority event." This girl was getting interested in my friend, an interest he didn't want to grow. While I was reluctant to get involved in this mess he had created, he was a good friend. I consented to this blind date.

    He certainly sold me on her. Her sister had been Miss Edmonton the previous year. She belonged to this sorority that all the kids of rich people belonged to. I, on the other hand, had only $20 to my name. With about half of my life savings, I decided to buy a corsage for my date.

    I arrived at her home dressed in my only suit, corsage in my hand. The door opened and I saw that she was beautiful. I also saw that her dress had very thin straps. There was no place to put a corsage. I also saw the funny look on her face that said she would have never worn what represented half of my worldly riches anyway.

    I also noticed that her leg was bandaged. She had injured herself skiing that afternoon. What else could go wrong? Plenty.

    I escorted her to my chariot, a red Toyota pick-up truck with a canopy camper on the back. That was my vehicle then. From the look on her face, I wish that a fairy godmother could have come along and turned it into a Mercedes. In spite of her sore leg, she insisted that we park a couple of blocks away from the party.

    We entered and I was briefly introduced to a couple of people, then she sort of disappeared. I wasn't too disappointed. I hadn't had a good meal in a long time and the food here was plentiful and tasty.

    What a party it was! The children of the rich and famous of Edmonton were there. People kept coming up to me and asking what I was "into," instead of what I did. I answered that I was "into" education, since I was taking my Bachelor of Education at the time. I wondered if these rich people really knew how poor I was.

    I'm glad I am a fast eater, because a half an hour after our arrival, my date, whom I had barely seen, came back and asked to be taken home. Her leg was aching too much, though she declined my offer to bring the truck to the front door. I still have a hunch that she got rid of me to return to the party. My feelings weren't hurt. I had eaten well, although the friend who set this up was going to hear about this.

    I dropped her off. She made sure I didn't walk her to the door, but I did the unthinkable. I asked for the corsage back. Why? Was I out of my mind?

    No. I had a second blind date a couple of nights later. A girls' group was having a father-daughter banquet. A friend had asked me if I would be the father for a night for a young girl who didn't have one. This way she would be less embarrassed at the event. Even though I didn't know what I was getting into, I told my friend that I would do it.

    The night of the second blind date came. You know what? I was more nervous meeting this ten year old than the sister of Miss Edmonton. What if she didn't like me? What if she was ashamed to be with me?

    Then she came through the door. I was introduced, and then I showed her the corsage. Her eyes grew like saucers. She trembled with joy as I pinned it on her. While she was the only one without a real dad, she was also the only one with a beautiful corsage. She held her head up high as we walked into the room. We had a great time. It was wonderful seeing her smile and hearing her laughter. I think she was proud to have a special friend like me. I certainly was proud of her, just like a dad would have been.

    It was the same corsage. In one person's eyes it was worthless. In another's it was priceless. Every one of us has a gift. You know what? In some people's eyes, it will be worthless. Ignore them. I can assure you that if you meet enough people you will discover somebody who finds your gift priceless.

    John Stevens

    John Stevens is a freelance writer in St. Marys, Ontario.

    “Ibu……..”

    by Dadang Kadarusman | 3 comments | 88 times viewed

    Hore,
    Hari Baru!
    Teman-teman.

    Dipagi hari beberapa waktu yang lalu, saya berbalas email dengan seorang sahabat melalui milist mantan aktivis di kampus. Sahabat saya itu baru saja dikaruniai kelahiran putra keduanya. Nama anaknya bagus sekali. Dan dibelakang nama anak itu ditambahkan nama bapaknya – sahabat saya itu. Saya turut berbahagia, seperti yang saya katakan kepadanya. Saya kemudian berujar; “Para lelaki tidak bisa membuat anak sendirian. Lantas, mengapa kita yang kaum pejantan ini seringkali menyabotase anak yang dilahirkan oleh istri-istri kita dengan menempelkan nama kita dibelakang nama mereka?”. Saya berani bilang begitu karena dia adalah sahabat kental yang sudah sejak jaman kuliah dulu saling canda; dan kami tak pernah tersinggung.

    Beberapa jam setelah email di milist itu; saya mendapatkan email dari rekan dikantor. Kakak kelas sewaktu kuliah dulu. Beliau mengabarkan bahwa salah satu sahabat terbaik saya dikelas; meninggal dunia pagi ini, setelah mengalami komplikasi melahirkan akibat eklamsia. Saya tertegun. Pagi itu, mendadak saja saya usil pada ulah para lelaki seperti saya ini. Dan ternyata, pada saat yang sama dibelahan bumi yang lain, seorang perempuan harus meregang nyawa – benar-benar meregang nyawa – dalam usahanya untuk membawa sebuah kehidupan baru. Seorang bayi manusia yang mesti dia tebus dengan nyawanya sendiri. Perempuan itu; menukarkan nyawanya sendiri untuk sebuah kehidupan hasil dari benih kasihnya dengan sang suami. Perempuan itu, rela menutup matanya sendiri dan memberikan mata indah itu kepada mata hatinya. Kemudian menghadiahkannya kepada sang suami. Perempuan itu, seperti banyak perempuan lain dimuka bumi ini; bersedia menyerahkan hidupnya sendiri, sebagai sebuah pengorbanan yang tiada terperikan.

    Saya teringat pada sebuah pelatihan tentang kreativitas belasan tahun lalu. Semua peserta adalah mahasiswa, seperti saya waktu itu. Pelatih mengatakan; ”Bayangkan saat dimana nanti anda berkeluarga. Lalu anda memiliki anak. Apa nama yang akan diberikan kepada anak anda?”. Setiap peserta lalu bermimpi. Ada yang membayangkan dirinya mempunyai 1 orang anak lelaki. Anda yang ingin sepasang buang hati. Dan ada juga yang cukup gila untuk meminta istrinya membuat kesebelasan sepak bola! Lalu mereka me-reka-reka nama sang anak. Saya perhatikan; tak seorang pun peserta pelatihan yang perempuan menempelkan nama dirinya dibelakang nama anak-anak mereka. Sebaliknya, sebagian besar peserta lelaki; menempelkan nama mereka sendiri dibelakang nama anak-anak mereka. Jika nama saya Kadarusman; maka saya meletakkan sang “Kadarusman” itu dibelakang nama anak-anak saya. Bahkan, saya boleh membubuhi kata “putra”, sehingga sure name anak saya akan menjadi “Putra Kadarusman”. Hari ini, saya merasakan; betapa egoisnya saya ini.

    Saya berani menyampaikan pertanyaan usil tadi hanya kepada sahabat kental. Sedangkan kepada orang lain; saya tidak mungkin memiliki keberanian itu. Jadi, jika anda seperti sahabat saya yang merasa perlu untuk menambahkan nama anda dibelakang nama anak-anak anda; silakan saja. Saya menghormati keputusan itu. Sebab, pasti itu anda lakukan untuk tujuan yang baik-baik, bukan? Selalu ada tempat untuk setiap kebaikan.

    Ketika istri saya hamil; saya memohon kepada Tuhan, agar diberi kesempatan untuk menemaninya menjalani proses persalinan. Agak musykil, karena pekerjaan menuntut saya untuk bepergian kesana kemari. Namun, Tuhan mengijinkan juga. Istri saya, harus berbaring lebih dari 24 jam di meja melahirkan sebuah klinik bersalin. Sementara selang cairan infus berisi Cyntocinon tersambung melalui pembuluh vena ditangannya. Dokter kemudian memberikan beragam alternatif untuk membantu persalinannya. Dan dengan doa, kami jalani apa yang mampu kami lakukan. Tiga kali proses kelahiran. Tuhan mengijinkan saya menemaninya. Dan semuanya, merupakan persalinan yang teramat sulit.

    Ketika menyaksikan keringat, air ketuban, dan darah tercurah; saya jadi tahu, bahwa para perempuan, menempuh resiko yang begitu berat untuk melahirkan. Dan ketika sang bayi menampakkan wajah mungilnya; yang pertama kali berjingkrak dimuka bumi ini adalah para lelaki. Sekarang saya tahu; mengapa Tuhan membiarkan saya memasuki ruang bersalin ketika itu. Dia ingin agar saya tahu, bahwa resiko yang ditempuh para perempuan itu tiada terperikan. Kita para lelaki. Jika tahu sesuatu akan menyebabkan kita mati; pasti akan menjauhi. Padahal, kita jarang sekali dihadapkan pada pilihan antara hidup dan mati untuk menjaga keluarga kita.

    Kaum Ibu, meski tahu bahwa mereka bisa saja mati ketika melahirkan; tapi, mereka menjalaninya juga……….

    Kaum ibu, jarang mengeluh kepada suaminya. Meskipun hamil itu bukanlah saat dimana segala sesuatunya terasa nyaman. Mereka mual dan muntah-muntah. Bahkan ada yang harus diinfus karena tak sesuap makananpun dapat bertahan diperutnya. Sementara si jabang bayi terus-menerus menyerap nutrisi yang ada di tubuhnya. Tetapi, lelaki seperti kita, paling sering mengeluhkan ini dan itu. Padahal, ketika kita pergi ke kantor; kita tidak dihadapkan pada sesuatu yang bisa menyebabkan kita mati. Dalam perjalanan menuju kantor; kita tidak sambil mual muntah. Dan dikantor, kita selalu bisa makan enak.

    Kaum ibu jarang mengeluh; meski mereka tahu bahwa hamil dan melahirkan itu sakit lagi perih…..

    Ketika merasa sudah menjadi seorang eksekutif hebat atau pengusaha sukses, kita masih juga menggugat; apa hubungannya semua itu dengan kesuksesan kita dalam karir dan bisnis? Memang, banyak lelaki lajang yang sukses. Itu menunjukkan bahwa tanpa perempuan, kita para lelaki bisa sukses. Bisa ya, bisa tidak. Tetapi, setidaknya, itu tidak berlaku bagi para lelaki yang sudah beristri. Bagi para suami, perempuan yang mendampinginya tidak bisa dianggap sekedar pelengkap. Sekalipun mereka tetap tingal dirumah untuk menjaga anak-anak; bukannya pergi ke kantor dan bekerja seperti kita. Bukan sekedar pelengkap. Sebab, nyatanya, kita para lelaki yang menyukai kendaraan ini tidak berani mengatakan bahwa busi hanyalah sekedar pelengkap dari mobil yang kita kendarai. Busi bukan pelengkap, melainkan inti bagi segala system pembakaran dalam mesin mobil kita. Dan istri, sama sekali bukan pelengkap. Melainkan salah satu komponen penting yang menjadikan kehidupan karir kita menjadi utuh. Bahkan, seorang lajang suksespun, pada saatnya nanti, akan tahu bahwa berlabuh dalam pelukan seorang perempuan sepulang kerja; adalah hal terpenting yang dibutuhkan oleh para lelaki, agar besok pagi, pekerjaan mereka menjadi menarik lagi untuk dieksplorasi.

    Dan saya tahu, mengapa Tuhan mengijinkan saya menemani istri dalam proses persalinan. Dia ingin saya mengerti bahwa; tidaklah mungkin untuk membayar semua jerih payah Ibu saya. Dan ketika siang itu saya mendapatkan kabar tentang meninggalnya sahabat saya dalam proses persalinan; saya tahu bahwa, Ibu saya, telah menempuh resiko yang sama disaat pertama kali saya menghirup udara. Karena untuk menjadikan saya hidup, Ibu saya bersedia melakukan apa saja; sekalipun itu bisa berarti menyerahkan hidupnya sendiri.

    Ibu, dihari ketika aku dilahirkan; segalanya telah engkau pertaruhkan. Hanya untuk sekedar memberiku kesempatan, agar bisa berteriak dihari itu:

    Hore,
    Hari Baru!

    Catatan kaki:

    1. Seharusnya saya memposting artikel ini tanggal 22 Desember nanti. Hari dimana Ibu saya akan berulang tahun. Tapi tak ada jaminan saya bisa sampai. Jadi, Mamah; tulisan ini untukmu. I love you.
    2. Seharusnya saya mengakui bahwa saya tidak mungkin meraih apapun kecuali Ibu bagi anak-anak saya berdiri disamping saya, dan mengatakan; “Ayah, aku tahu kamu hebat!” Honey, I love you.
    3. Untuk mengenang sahabat saya, Sugarlini. Dan perempuan-perempuan lain yang berpulang; ketika mereka terbaring di meja persalinan. God bless you all. Untuk para Ibu. Dan para istri.

  • Kematian

    full-sexy1

    Quoted from:
    http://www.bening. org/setegukairja nuarim2

    "Kebanyakan orang begitu takut akan kematian sehingga usaha mereka
    untuk menghindar dari kematian tidak pernah memungkinkan mereka
    hidup."

    Menghindari kematian, bahkan menghindari hal-hal atau kondisi-kondisi
    atau situasi-situasi yang mengarah atau menuju ke kematian, rasanya
    memang sudah menjadi kecenderungan refleks yang manusiawi. Secara
    konkret dapat kita lihat, misalnya, orang menolak makan atau minum
    sesuatu yang (bahkan baru dalam taraf diduga) mengandung racun
    berbahaya; orang juga menjauhi binatang-binatang buas atau yang
    berbisa; dan seterusnya.

    Nah, kalau kematian itu kita lihat lebih seksama, ternyata
    berlapis-lapis rupanya. Tapi reaksi umum kita terhadap semua lapisan
    itu tetap sama yakni menghindarinya, menjauhinya. Beberapa contoh rupa
    kematian, misalnya, bisnis yang merugi; kehilangan anggota tubuh
    sehingga menjadi cacat, kehilangan sosok yang begitu dicintai; dan
    seterusnya. Sebagaimana rupa primer kematian, yakni hilangnya nyawa,
    rupa-rupa sekunder kematian umumnya juga tidak disukai. Ini wajar.

    Mau tahu yang tidak wajar? Begini, misalnya...
    - mati-matian membela prinsip pribadi hingga seluruh keluarga mati kelaparan;
    - mati-matin membela nama Tuhannya dengan cara membunuh
    manusia-manusia lain yang dianggapnya musuh Tuhannya, padahal
    manusia-manusia lain itu diciptakan oleh Tuhannya juga; atau
    - mati-matian menyelesaikan proyek, demi menghindari matinya reputasi,
    hingga akhirnya semua mandeg karena ia mati modal; bahkan
    - mati-matian belajar untuk ujian akhir hingga akhirnya mati karena
    serangan jantung.

    Tapi, adakah manfaat kematian? Tentu ada!

    Tak usahlah kita bicara tentang manfaatnya dalam hubungan dengan apa
    dan bagaimana yang ada dan terjadi setelah kematian. Itu susah
    dibuktikan dan yang sudah mengalami rata-rata tidak bisa
    menceritakannya kepada kita. Jadi lebih baik kita bicarakan manfaat
    kematian itu diterapkan dalam keseharian kita. Kematian dapat kita
    pakai untuk menghindari kematian. Contoh konkretnya, sekiranya kita
    ingin menjadi rajin, kita berikan kematian kepada kemalasan. Atau
    misalnya kita menginginkan kehidupan yang lebih baik, kita berikan
    kematian kepada kebiasaan-kebiasaan buruk kita.

    Sulit? Memang sulit kalau ternyata kita pada dasarnya memang mencintai
    kematian. Coba rasakan sendiri, coba telaah sendiri
    perbuatan-perbuatan Anda, dan lihat apakah Anda sungguh menghargai
    kehidupan, atau menghindari kematian seraya selalu merindukannya?

    Mari menghidupi kehidupan kita. Kematian itu punya waktu dan tempatnya
    sendiri. Dan karena kematian kita pasti datang, mengapa tidak kita
    manfaatkan sisa hidup kita dengan menghidupinya penuh kehidupan?

    Dua Revolusi di Tengah Libur

    Libur kompetisi selama dua minggu karena rangkaian pertandingan internasional tidak membuat aktivitas klub berhenti total. Dua tim peserta Serie A malah melakukan revolusi dalam jajaran kepelatihannya.

    Dua klub yang mengganti pelatihnya adalah Siena dan Cagliari. Siena hanya sekali menang dalam 12 partai. Pekan lalu, mereka kalah 2-3 dari tim yang sempat menjadi juru kunci klasemen, Livorno. Sementara itu, Cagliari tak pernah menang dalam lima partai terakhir mereka.

    Andrea Mandorlini mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih Siena. Penggantinya adalah muka lama, yaitu arsitek Siena pada musim 2006/07: Mario Beretta.

    Beretta sukses menyelamatkan Siena dari degradasi musim lalu. Tapi, ia memilih hengkang pada akhir musim. “Kami yakin Beretta adalah pilihan terbaik sekaligus tidak dapat dihindari. Ia sangat mengenal tim ini,” ujar Direktur Olahraga Robur, Manuel Gerolin, pada Tribal Football.

    Namun, Beretta menolak anggapan bahwa dia diuntungkan dengan pengalamannya musim lalu. “Rasanya ini seperti memulai dari nol. Jujur saja, saya tidak melihat aksi tim ini dalam beberapa bulan terakhir. Kami harus bekerja sangat keras dengan determinasi. Jalan menuju salvezza berbahaya dan sulit,” katanya seperti dikutip Channel4.

    Diganti Sonetti

    Il mister Cagliari, Marco Giampaolo, sesungguhnya masih didukung oleh para pemainnya. Tapi, manajemen klub tidak tahan melihat pencapaian hasil I Isolani. Terakhir, Cagliari kalah 0-3 dari Sampdoria di kandang sendiri.

    Pengganti Giampaolo adalah pelatih berpengalaman, Nedo Sonetti. Seperti Beretta di Siena, pria berumur 66 tahun ini juga tidak asing dengan Cagliari. Dengan penunjukannya musim ini, Sonetti sudah menangani I Isolani dalam tiga periode waktu, sebelumnya di musim 2001/02 dan 2005/06.

    “Saya sadar bahwa Cagliari menginginkan saya mengulang misi salvezza pada musim 2005/06. Ini pekerjaan yang tidak mudah, tapi saya pikir Cagliari memiliki skuad yang bagus. Yang penting para pemain bisa mengekspresikan diri mereka di atas lapangan,” ucap Sonetti di Datasport.

    Dengan diberhentikannya Mandorlini dan Giampaolo, berarti sudah empat klub Serie A yang mengganti pelatihnya dalam waktu 12 giornata. Sebelum ini, Livorno mengganti Fernando Orsi dengan Giancarlo Camolese dan Reggina mengganti Massimo Ficcadenti dengan Renzo Ulivieri. (Dwi Widijatmiko)

    Terapi untuk Kaisar

    Tidak ada lagi awak Inter yang berada di pihak Adriano sehubungan dengan kasus dicoretnya L’Imperatore (Sang Kaisar) dari skuad I Nerazzurri. Tapi, Tim Biru-Hitam masih mau terus mendampingi striker asal Brasil ini.

    Pekan lalu sempat beredar isu Inter siap menjual Adriano. Kalau tidak ada peminat, ancaman pemecatan mengemuka. I Nerazzurri dikabarkan telah memberikan hasil tes medis kepada agen L’Imperatore, Gilmar Rinaldi, yang menunjukkan bahwa Sang Kaisar telah menyalahi kontraknya.

    Namun, Inter ternyata belum mau menyerah. Mereka merasa Adriano masih bisa diselamatkan. Menurut La Stampa, telah ada pertemuan antara Rinaldi, Rinaldo Ghelfi (Wakil Presiden Inter), dan Marco Branca (Direktur Teknik Inter).

    Hasil pertemuan itu menyebutkan Sang Kaisar akan dikirim ke klinik spesialis psikologi dan fisik di Amerika Serikat atau Swiss untuk menjalani terapi. Diharapkan program latihan individual yang jauh dari godaan kehidupan glamor Milano bakal mengembalikan kondisi terbaik Adriano.

    Karena gaya hidupnya yang akrab dengan pesta dan alkohol, Adriano tidak bisa berlatih secara reguler. Akibatnya pelatih Inter, Roberto Mancini, tak mau memakainya. Sejak giornata 8 (21/10), Adriano tak pernah masuk tim Inter lagi.

    “Sangat susah mengubah gaya hidup Anda. Adriano harus terus didampingi dalam upaya pemulihan ini. Apa pun itu, saya akan tetap mempertahankannya di Inter walaupun dia hanya tampil 50% dari potensinya karena Adriano adalah tipe penentu,” kata bos Inter, Massimo Moratti. (wid)

    Napoli Cukup Salvezza

    Mereka pernah mengalahkan Udinese 5-0 dan Juventus 3-1 serta menahan Roma 4-4 di kandang lawan. Tapi, tim yang sama juga pernah kalah 0-2 dari Cagliari dan 1-2 dari Genoa di kandang sendiri. Dengan prestasi seperti itu, akan finis di posisi berapa Napoli pada akhir musim nanti?

    Napoli promosi ke Serie A 2007/08 dengan ambisi luar biasa. Presiden Aurelio De Laurentiis mencanangkan waktu empat tahun bagi I Partenopei untuk lolos ke kompetisi Eropa. Upaya I Vesuviani tidak main-main. Mereka mengumpulkan skuad yang hebat. Azzurro untuk sementara bisa dibilang sebagai tim Serie A dengan strategi mercato tersukses.

    Sayang, konsistensi pencapaian hasil belum dimiliki Napoli. Deretan perbedaan hasil yang disebut di atas membuktikan bahwa tim asuhan Edy Reja belum matang. Belum waktunya I Partenopei lolos ke kompetisi antarklub Eropa.

    Ini sejalan dengan hasil jajak pendapat di koran La Gazzetta. Pencapaian terbaik Napoli musim ini mungkin hanya salvezza (lolos dari degradasi). Hampir separuh dari suara yang masuk berpendapat I Vesuviani bisa meraih salvezza dengan mudah, tapi tidak untuk sasaran yang lebih dari itu. (wid)

    Hasil Jajak Pendapat
    Apa pencapaian Napoli musim ini?
    44% Salvezza akan diraih dengan mudah. Tapi, Napoli tidak punya skuad yang cukup untuk mengincar target yang lain.
    32,3% Bisa lolos ke Piala UEFA
    23,6% Hanya perlu memikirkan salvezza

  • The Principle and Process of Sponsorship

    cantik-0l

    Stephen Gilligan, Ph.D.

    The Principle and Process of SponsorshipThe legacy of Milton Erickson has been elaborated and deepened in many ways in the last 20 years. My own work has moved from a more mainstream Ericksonian emphasis (see Gilligan, 1987) to the development of a neo-Ericksonian approach I call self-relations psychotherapy (see Gilligan, 1997). Like Erickson's work, self-relations emphasises the positive aspects of problems and symptoms. It sees such disturbances of the "normal order" as evidence that "something is waking up" in the life of a person or community. Such disturbances are double-edged crisis'. On the one side, they are (often hidden) opportunities for major growth (most of us can recall negative events - a death, divorce, illness or addiction - that led to significant positive change in our lives). On the other side, such disturbances can be very destructive - we can get lost in depression, acting out or other problematic behaviors. Self-relations suggests that the difference is in whether a disturbance can be "sponsored" by a skillful human presence.

    The principle and processes of sponsorship are the cornerstone of self-relations. The word "sponsorship" comes from the Latin "spons", meaning, "to pledge solemnly". So sponsorship is a vow to help a person (including one's self) to use each and every event and experience to awaken to the goodness and gifts of the self, the world and the connections between the two. Self-relations suggests that experiences that come into a person's life are not yet fully human; they have no human value until a person is able to "sponsor them".

    A good example of this can be found in the extraordinary life of Helen Keller (see Keller, 1902/1988). At 18 months Keller contracted a severe illness that left her without sight or hearing for the rest of her life. For the next six years she suffered in a dark and isolated world of intense sensations, anger, self-absorption and frustration. Nobody could find a way to connect with her, and she couldn't find a way to directly communicate with others. When she was seven, her sponsor - the social worker, Annie Sullivan - came into her life.

    As Keller wrote:

    "The most important day I remember in all my life is the one on which my teacher, Anne Mansfield Sullivan, came to me. I am filled with wonder when I consider the immeasurable contrasts between the two lives which it connects." (p. 16)

    Through her connection with Annie Sullivan, Keller re-entered the world of the living and never looked back. She went on to distinguish herself as one of the most intelligent, inspirational, humanitarian persons of the century.

    The distinction between what we might call the pre-sponsored Helen Keller and the post-sponsored Helen Keller can be found in each of us at many levels. It is easy to see in young children, who have no language or other sponsorship skills for their feeling states (such as being tired, hungry, lonely, or angry) and thus simply mindlessly act them out until a sensitive adult can recognise their meaning and attend to them. Hopefully, over time a child learns to recognise and "sponsor" their own feeling states, and thereby becomes a "re-spons-ible" person in the community. However, any experiences or behaviors that arise that are neglected, ignored, or cursed by the person or community remain in their pre-sponsored, "not quite ready for prime time" state. They repetitively assert themselves, looking for the human presence that will sponsor them and thereby allow their positive value to become apparent to self and community. But if each time they are rejected anew, they become increasingly troublesome and antagonistic to the person and the community.

    This is when clients appear in therapy offices: an "out of control" experience or behavior is increasingly disturbing them. While the normal sentiment of anybody (including client and therapist) might be to use whatever means necessary to defeat, destroy, or otherwise "get rid of" the negative otherness (and thereby re-establish the old "normal" self), self-relations builds on the legacy of Erickson by examining how such experiences can be sponsored as the gifts (however "terrible") of growth.

    Thus, a "depression" might be the gift that signals that the client cannot continue with their false self that tries to achieve happiness by pleasing others or achieving at all costs. An addiction can allow a person to discover that there is an intelligence within them that is greater than their intellect. A marital failure might force a person to learn to speak their true feelings. An anxiety can help a person discover the strength of the indestructible "tender soft spot" at the core of their being.

    To transform these seemingly negative experiences into their deeper positive values, sponsorship includes many processes. The "yin" (receptive) aspect of sponsorship involves receiving, allowing your heart to be opened, bearing witness, providing place or sanctuary, soothing, gently holding, being curious, deep listening and beholding a presence with the eyes of kindness and understanding. The "yang" (active) aspect includes relentless commitment, fierce attentiveness, providing guidance, setting limits and boundaries, challenging self-limitations and introducing the sponsored experience to other resources. Through a skillful combination of these and related sponsorship processes, an experience or behavior that seems to have no value to the self or community can be transformed from an "it" that should be destroyed to a "thou" that can be listened to, appreciated and allowed to develop within self and community.

    A Prosperity Blessing

    May you be blessed with an amazingly abundant day today!

    May the clouds break and the heavens pour down upon you more joy, more love, more laughter and more money than you could have ever dreamed of.

    May the sun shine its golden light of prosperity through every cell of your extraordinary body.

    May you be cleansed today of any resistance or feelings of unworthiness that you may still be holding onto.

    May your false illusions of doubt, fear and scarcity gently fall away like soft white feathers on a gentle breeze.

    May you be willing, simply willing, to allow the Universe to shower you with miracles today.

    May the Angels wrap you in their shining wings of opulence.

    May the fairies deliver you to their pot of gold at the end of a majestic rainbow.

    May your eyes shine with the glorious truth of who you really are and may that truth uplift others in your presence to their own inner knowing.

    May your ears hear the sound of perfection ringing in your soul.

    May you taste the deliciousness of every precious bite of life as your day unfolds moment by moment with amazing grace, heartfelt love and a bounty of magnificent money.

    As this day ends, may you slumber wrapped in an exquisite blanket of enduring peace and profound gratitude.

    And may the last words you speak today be Thank You!

    Veronica M. Hay
    Copyright 2004

    Veronica Hay is the author of "In a Dream,

    Artikel: Ciri hidup kita, kini

    Dulu, ikatan kekerabatan berlangsung sangat mesra. Usia persaudaraan pun bersemi sampai tua. Tiap hari mereka senantiasa kumpul bersama. Hidup damai, penuh ketentraman, tak tergesa-gesa.

    Tapi semenjak masuk era modernisasi berubahlah suasana. Hampir semua jenis pola hubungan manusia tercabik-cabik mewujud jadi aneka romantika baru. Terjadi apa yang sesungguhnya kita sama-sama saksikan, kini. Revolusi industri mulai merenggangkan kasih mesra manusia dengan segala lingkungannya.

    Usia Hubungan Kian Pendek
    Manusia memang sedang dipercepat gerak hidupnya. Usia keterlibatan dan interaksi manusia dengan lingkungan sosial cenderung semakin singkat. Lebih-lebih masyarakat kota. Pola hubungan kian formal dan terbatas. Hampir dalam segala jenis hubungan manusia, dengan keluarga, dengan para tetangga, dengan rumahnya, dengan anak-istrinya, dengan orang tuanya, dengan handai taulan, karib kerabat, bahkan juga dengan kekasih pujaan hatinya.

    Kalau dulu, ikatan kekerabatan dalam keluarga bisa berlangsung sepanjang usia, agaknya di masa yang akan datang, harapan ini sulit diwujudkan. Tingkat perceraian dan perpecahan keluarga akan semakin tinggi. Kesibukan suami dan isteri yang masing-masing berbeda profesi, ditunjang oleh mobilitas yang makin tergesa-gesa, berakibat waktu-interaksi kian pendek. Anak-anak pun terbiasa (akibat dibiasakan) dalam sentuhan yang kian singkat dan tak mendalam.

    Tentu ada pengaruhnya. Rasa keterikatan anak pada orang tua jadi senakin sulit dibuktikan adanya. Rumah tangga pun terancam kohesivitasnya. Hingga ketika ada 'gangguan' sedikit saja, ikatan yang sudah lemah begitu rupa, bisa pecah itu keluarga.... ....

    GANJA DAN AMSTERDAM
    Beberapa waktu lalu, 3 orang perwakilan Indonesia berangkat ke Amsterdam untuk mengikuti OSI Public Health Conference “Moving the harm reduction policy forward: non coercive drug treatment and sexual and reproductive rights for injecting drug users†yang diadakan tepatnya pada tanggal 13-15 November 2006 lalu.
    Setelah nyaris tidak berangkat dikarenakan ada permasalahan dengan visa, akhirnya kami tiba juga di Amsterdam dengan selamat setelah menempuh perjalanan panjang kurang lebih 13 jam. (phuiiih …pegel bok pantatnya).
    Karena kami dari 3 kota yang berbeda, Saya dari Jakarta , Ikbal dari Bandung dan Bob dari Bali , alhasil kami jadi berangkat sendiri-sendiri.
    Lumayan khawatir juga berangkat ke negeri orang sendirian. Tatuuuut.
    Cuaca di Amsterdam sebenarnya sedang dingin-dinginnya karena sudah mulai masuk musim gugur dan sering sekali hujan. Tapi karena kami excited banget untuk tahu lebih banyak, meskipun kedinginan dan kehujanan kami tetap paksain untuk jalan-jalan melihat-lihat kota Amsterdam yang ternyata sangat indah, antik dan orang-orangnya juga ramah-ramah, terus terang saya cukup betah disini. Rasanya nyaman ......
    Okay, sekarang saya akan bercerita mengenai latar belakang negara Belanda.....
    Beberapa data menunjukkan bahwa Belanda memiliki kurang lebih 30.000 pengguna napza. Yang sebenarnya kebanyakan terdiri dari turis atau pendatang di luar penduduk asli Belandanya.
    Sebagian besar dari mereka adalah pengguna heroin, methadone, crack kokain dan amphetamines. Model pemakaian napzanya adalah dengan di drag (dihisap melalui kertas aluminium foil untuk heroin dan kokain) dan di hisap melalui pipa (crack kokain). Justru untuk menyuntik napza sudah tidak populer lagi di sana. Udah ketinggalan jaman katanya. Meskipun begitu, layanan untuk mengakses jarum steril dan pertukarannya masih tersedia, bisa diakses di apotik (yang menjual jarum dan tabungnya).
    Untuk mendapatnya tidak memerlukan resep, tetapi apotik tetap saja bisa menolak untuk menjual jarum suntik ke kita.
    Undang-undang dan hukumannya
    Mitos yang terus beredar sekarang tentang Belanda adalah sebuah negara yang bebas untuk memakai ataupun menjual napza. Ternyata enggak loh.
    Pertama, di Belanda (termasuk Amsterdam) sebagian besar dari jenis napza illegal yang ada diseluruh dunia sebenarnya juga illegal di Belanda. Memiliki kokain, heroin, amphetamines, ecstasy sangat dilarang oleh hukum. Memiliki ganja dalam jumlah lebih dari 5 gram pun juga melanggar hukum.
    Selain jenis napza ini, menjual dan menghisap ganja dan produk lainnya yang mirip dengan itu (napza jenis ringan) diperbolehkan untuk dilakukan di setiap kedai kopi yang banyak sekali saya temui di sana.
    Di sebuah lokasi â€red light district†(lokasi prostitusi) saya malah melihat ada museum ganja yang menceritakan sejarah ganja, dan hampir setiap 2-3 blok pertokoan saya melihat kedai kopi yang anak-anak mudanya sedang asyik melinting ganja, menghisap ganja dan bahkan ada sebuah toko yang menjual bibit ganja untuk ditanam. Teman saya yang tinggal di sana menawarkan untuk mencoba brownies ganja, â€Legal kok Lan, coba aja. Mumpung disini, di Indonesia mah nggak bisa banget! Nggak ada khan brownies ganja di sana?†Dan saya tertawa saja. Penasaran juga sih ingin mencicipi apalagi setiap saya melewati kedai kopi yang â€bebas†itu, bau ganjanya tercium. Wangi. Hehehe.
    Dan kedai kopi itu menjadi tempat yang â€halal†untuk melinting, membakar, dan menghisap ganja. Hanya ganja dan napza jenis ringan yang diperbolehkan untuk di konsumsi di kedai kopi tersebut. Selain itu tidak boleh.
    Dan tidak ada persyaratan khusus untuk turis datang memasuki kedai tersebut meskipun untuk masuk tetap di perlukan ID Card atau KTP.
    Nah, kalau ketahuan memiliki ganja di bawah 5 gram tidak akan dihukum, begitu juga dengan jumlah kecil kepemilikan akan kokain, heroin, amphetamines (hanya untuk digunakan sendiri lho!)mungkin diijinkan mungkin juga tidak. Tergantung dari area tempat kita berkunjung. Kalau tertangkap basah bisa saja dibebaskan atau napzanya di ambil sama polisinya, tapi secara umumnya tidak akan ada tuntutan berat kalaupun tertangkap basah.
    Ketentuan denda di Zeedijk (Red Light district)
    Tidur di jalanan : 125 euro
    Menjajakan seks : 50 euro
    Merugikan lalu lintas / lingkungan sekitar : 75 euro
    Nongkrong tanpa tujuan yang jelas : 50 euro
    Pesta napza lebih dari 4 orang : 125 euro
    Menggunakan napza di muka umum : 130 euro
    Minum alkohol di tempat umum : 55 euro
    Harga, lokasi dan kualitas â€barangâ€
    Heroin dan kokain sekitar 40 – 50 euro/gram (sekitar Rp. 440.000,- sampai Rp. 550.000,-). Bubuk kokain (untuk disuntik/di sniff) sulit untuk di temukan disana dan lokasinya agak keluar kota yaitu Amsterdam – Bijlmer (Tenggara).
    Pusat penjualan napzanya (kalau mau beli) terdapat di pusat kota/red light district dan di area Biljmer (Amsterdam tenggara).
    Kualitas barangnya untuk heroin (kebanyakan heroin yang beredar disana adalah brown sugar alias heroin Turki) sangat rendah dan biasanya kemurnian barangnya juga dibawah 20%.
    Kalau kualitas dari (crack) kokain biasanya bagus dan kemurnian barangnya juga bisa mencapai diatas 90%.
    Nah ......
    Segitu dulu deh dongeng dari negeri Belanda. Ini baru buat â€hidangan pembuka†nya, â€makanan utamaâ€nya akan segera menyusul kemudian.
    Belanda tidak bebas sama sekali untuk kepemilikan dan pengunaannya, tetap saja ada sanksi hukumnya, tetapi yang sudah teman-teman baca, hukum disana untuk pengguna dan penggunaannya LUNAK sekali ya .....
    Ada yang berminat ?

    Passarella Penuhi Janji Mundur

    Buenos Aires - Daniel Passarella bukan orang yang bisa menjilat ludahnya sendiri. Janjinya untuk mundur jika tak berhasil memberi tropi juara kepada River Plate telah ia penuhi.

    Mantan kapten Argentina saat menjuarai Piala Dunia 1978 itu mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pelatih River pada hari Kamis (15/11/2007) kemarin waktu setempat.

    Sehari sebelumnya River disingkirkan klub Buenos Aires lainnya, Arsenal, di ajang Copa Sudamericana lewat adu penalti, sehingga hilang semua kesempatan meraih gelar juara. Jauh-jauh hari sebelumnya River telah terlempar dari persaingan di kompetisi domestik Liga Apertura.

    Di awal musim Passarella memang pernah mengatakan dirinya akan mundur jika River mengakhiri musim tanpa sebuah titel. Dan ucapan tersebut ia buktikan.

    "Saya ingin memegang ucapanku sendiri. Saya punya sebuah komitmen dengan suporter Real yang sesungguhnya, dan kata-kata saya tidak bisa diubah," ujar pria berusia 55 tahun itu seperti dilansir Yahoosport.

    River tak pernah memenangi satu pun gelar juara dalam enam musim terakhir di kompetisi Liga Argentina, yang membuat rivalitas dengan musuh bebuyutannya, Boca Juniors, terasa tak seru lagi.

    Passarella juga pernah bermain untuk River di tahun 1974 sampai 1989, serta pernah memperkuat Inter Milan dan Fiorentina. Di tahun 1990 ia dipercaya menukangi River dan mempersembahkan tiga titel juara dalam empat musim, sebelum ditunjuk sebagai pelatih timnas Argentina di tahun 1994.

    Ia meletakkan jabatan tersebut setelah Piala Dunia 1998 di Prancis, lalu berturut-turut melanjutkan karirnya di timnas Uruguay, Parma (Italia), Monterrey (Meksiko), dan Corinthians (Brasil). (a2s/a2s)

    Real Madrid
    Kehilangan 14 Pemain

    Saat pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2008 digelar 13 dan 17 Oktober, Real Madrid merasakan dampaknya. Mereka menelan kekalahan pertama musim ini dari Espanyol setelah para pemain pulang membela tim nasional. Barcelona pun mengalami hal sama di jornada 8 itu.

    Rabu, 14 November, Real Madrid melaksanakan latihan rutin dengan jumlah yang jauh berkurang. Bayangkan, Bernd Schuster harus kehilangan 14 pemain yang dipanggil tim nasional masing-masing. Selain babak kualifikasi Euro 2008, zona Conmebol juga melaksanakan duel menuju Piala Dunia 2010.

    Sebagai pengganti, agar proses latihan Raul Gonzalez dkk. bisa berjalan, Schuster mengundang empat pemain dari Real Madrid B. Bagi pemain muda, saat-saat seperti inilah yang dinanti guna memikat perhatian pelatih tim senior.

    Nah, siapa di antara Nacho, Claudio Giraldez, Kamil, dan Krzysztof Krol yang akan merintis jalan menuju dunia profesional dengan memanfaatkan partai internasional? Pintu Real Madrid siap terbuka bagi anak muda yang punya potensi. Itu hukum alam.

    Kembali ke Madrid senior. Apa yang akan terjadi ketika Los Blancos melakoni jornada 13 di kandang Murcia pada 25 November? Keletihan sejumlah pemain menuntut perubahan taktik permainan. Apakah kekalahan masih bisa ditutupi dengan kambing hitam bernama partai internasional? (wesh)

    PEMAIN MADRID YANG PERGI
    -------------------------------------------------
    Pepe (Portugal), Ruud van Nistelrooy, Wesley Sneijder & Royston Drenthe (Belanda), Fabio Cannavaro (Italia), Robinho & Julio Baptista (Brasil), Fernando Gago & Gabriel Heinze (Argentina), Christoph Metzelder (Jerman), Sergio Ramos & Iker Casillas (Spanyol) dan Mahamadou Diarra (Mali). Plus Miguel Torres (Spanyol U-21)

    Pujian El Buitre

    Masih ingat Emilio Butragueno? Mantan bomber Real Madrid yang pernah menjabat sebagai wakil presiden klub itu baru-baru ini buka suara perihal kondisi mantan klubnya dan Barcelona.

    Melalui situs Goal, Butragueno memuji skuad Barcelona sebagai pemain-pemain bertalenta. Secara individu, tak ada pemain yang lebih baik dari penghuni Camp Nou di panggung Primera Division.

    “Masalahnya, mereka harus kembali bermain sebagai tim,” ujar Butragueno, yang tak habis pikir kenapa Barcelona hanya sanggup mendapat satu poin dari tiga partai away terakhir, kalah 1-3 dari Villarreal, seri 1-1 di Valladolid, dan tumbang 0-2 di Getafe.

    Tentu saja pemilik julukan El Buitre alias Si Burung Nasar itu juga mengomentari performa Madrid. Katanya, “Mereka punya ciri khas tak ingin kalah. Saya suka gaya Madrid saat mengalahkan Mallorca, punya karakter dan penuh semangat untuk menepis ketertinggalan.”

    Siapa jagoan Butragueno menjuarai kompetisi 2007/08? Wajar ia menyebut Madrid. “Mereka pernah punya masalah, tapi tetap bersatu. Ini faktor penting yang akan membawa Madrid menjadi juara.”

    Mari tunggu kebenaran analisis El Buitre. (wesh)

    McClaren Yakin Selamat

    London - Steve McClaren menjalani pekan-pekan terberat dalam karirnya. Meski terancam dipecat bila gagal mengantar Inggris lolos ke Euro 2008, ia yakin akan selamat.

    Sungguh malang McClaren. Nasib dirinya dan timnas Inggris kini tergantung oleh pertandingan dua negara lain, Israel dan Rusia. Dalam skenario yang terburuk, Rusia akan menang dan habislah sudah peluang Inggris meluncur ke Austria-Swiss musim panas mendatang.

    Di tengah situasi ini McClaren masih bisa berpikir positif dan optimistis. "Saya percaya saya akan selamat," ucap McClaren seperti dilansir Sportinglife, Jumat (16/11/2007).

    "Saya sudah pernah melewati masa-masa sengsara di masa lalu. Saya yakin saya bisa melakukannya lagi. Kami berada dalam masa ketidakpastian. Bukan tentang keamanan pekerjaan saya, namun ketidakpastian dalam kualifikasi ini," tanggap McClaren terkait dengan kemungkinan dirinya akan di-PHK.

    McClaren bertemu dengan Chief Executive FA Brian Barwick pada pekan ini. Tak ada penjelasan detail mengenai agenda pertemuan itu. Yang jelas, tidak ada pembicaraan mengenai nasib kursi McClaren di sana.

    "Kualifikasi kini berada di luar jangkauan tangan kami," aku McClaren mengacu pada ketergantungan Inggris kepada partai Israel vs Rusia. "Saya tetap percaya laga melawan Kroasia-lah yang akan jadi penentuan," imbuh manajer kelahiran 46 tahun lalu itu.

    "Meloloskan Inggris adalah tanggungjawab saya. Saya menyimpan kepercayaan kepada para pemain untuk mewujudkannya," tandasnya. (arp/a2s)

    15 Kelompok Tifosi Dicekal

    Roma - Lega Calcio mengambil langkah berani, yaitu melarang 15 kelompok tifosi di kompetisi Italia untuk ikut menemani tim kesayangannya bertandang.

    Keputusan tersebut dibuat dengan pertimbangan meminimalkan bentrokan antarsuporter, buntut dari insiden tewasnya fans Lazio Gabriele Sandri di Roma akhir pekan lalu.

    15 kelompok tifosi yang mendapat larangan bertandang itu datang dari empat level kompetisi yang berbeda, yaitu enam kelompok fans dari kompetisi Seri A, dua dari Seri B dan sisanya merupakan kelompok pendukung tim-tim Seri C dan kompetisi amatir Italia. Demikian dilansir dari situs Channel 4, Jumat (16/11/2007).

    Namun dari enam kelompok fans Seri A itu tidak disebutkan tifosi Napoli yang terkenal memiliki suporter garis keras. Padahal dalam beberapa laga tandang Azzurri, fans mereka sudah mendapat larangan mendampingi timnya berlaga, termasuk saat dijamu Palermo pekan lalu. Pihak Lega Calcio hanya mencantumkan suporter dari Atalanta, Catania, Milan, Roma, Sampdoria dan Torino dalam blacklist.

    Larangan tersebut mulai berlaku saat kompetisi Italia mulai bergulir lagi, yang santer dikabarkan akan berjalan minggu depan, atau tepatnya pada 24 November.

    Emilio, MVP-nya MLS

    Washington - Mencetak 20 gol dari 29 laga bersama DC United, striker asal Brasil Emilio pun dinobatkan sebagai Most Valuable Player MLS tahun ini.

    Catatan tersebut menjadi sejarah tersendiri bagi MLS karena 20 gol merupakan rekor terbanyak untuk musim reguler kompetisi yang diikuti oleh 13 klub saja.

    "Momen ini merupakan yang terbaik dalam hidup saya. Saya sangat bahagia," ujar Emilio seperti dikutip AFP, Jumat (16/11/2007).

    Meski mencatat hasil sensasional di musim pertamanya membela DC United -- bergabung dari klub Honduras CD Olimpia bulan Januari --, namun Emilio gagal membawa timnya menorehkan prestasi. DC United sudah tersingkir di babak pertama playoff perebutan titel juara MLS.

    "Kami tetap bersama. Kami banyak berdiskusi di ruang ganti, kami memiliki tim yang hebat dan kami tetap positif. Semuanya sungguh baik untuk kami, kami bekerja dengan cukup keras, saya sungguh senang," tandas pemain berusia 28 tahun itu lagi.

    Rijkaard Menepis Krisis

    Kekalahan 0-2 Barcelona di tangan Getafe pada jornada 12 lalu tentu menyisakan segudang pekerjaan rumah bagi Frank Rijkaard. Meski begitu, sang entrenador ogah mengategorikan situasi Los Azulgranas sebagai sebuah krisis.

    “Saya menolak jika kami dianggap sedang mengalami krisis,” tegas pria Belanda berumur 45 tahun itu. “Yang ada, kami cuma belum mampu memetik poin lebih di laga tandang. Itu saja yang harus diperbaiki.”

    Menurut pelatih yang mulai menukangi Barca pada musim 2003/04 itu, pasukannya bukan tak mempunyai kualitas. Rentetan laga away yang berbuntut hanya enam poin dari maksimal 18 itu lebih diakibatkan persoalan mental.

    “Ini murni masalah mentalitas pemain. Pada partai-partai tertentu, para pemain tak bisa mempertahankan level yang seharusnya. Itu saja yang menjadi masalah. Jadi, tak ada yang namanya krisis,” lanjut Rijkaard.

    Ini bukan kali pertama isu krisis menghujani Rijkaard. Tak heran bila ia pun merasa tenang-tenang saja. “Orang telah menarik konklusi dari hasil kami di Getafe. Tapi, menurut saya, semua tak ada yang benar,” imbuhnya.

    Ketenangan eks gelandang Oranje itu bisa jadi juga didasari atas dukungan penuh seisi Camp Nou. Mulai pendukung, petinggi di dewan direksi klub, hingga para pemain. Ketiga komponen ini sepakat mendukung Meneer Rijkaard.

    Dukungan Penuh

    “Rijkaard mempunyai cukup pengalaman guna mencari solusi atas masalah yang menghinggapi kami saat ini. Saya yakin ia (Rijkaard) akan mengambil langkah yang terbaik bagi Barca,” ujar Lionel Messi pada El Mundo Deportivo.

    Selain mendukung sang pelatih, Messidona juga menyinggung upaya yang harus dilakukan agar rentetan buruk ini bisa dihentikan. “Jika bermain di luar, kami harus mengganti sistem. Mentalitas pemain pun perlu dibenahi,” katanya lagi.

    Presiden Joan Laporta punya pemikiran yang tak jauh beda. “Ini hanya masalah teknis. Kami mendukung penuh Rijkaard untuk mengambil langkah-langkah guna mengubah situasi ke arah yang lebih baik.”

    Dukungan positif ini terbukti ampuh. Setidaknya, dalam laga away kontra Alcoyano di Copa del Rey, Selasa (13/11), Barca sukses menang 3-0. Meski hanya berstatus tim Segunda B (divisi III), kemenangan tandang ketiga di musim ini tersebut tetap layak dibanggakan. (Sapto Haryo Rajasa)

    Garay Diperebutkan

    Dunia sepakbola memang kaya dengan intrik politik, terutama jika sudah bicara soal kepentingan dalam jual-beli pemain. Tengoklah persaingan antara Manchester United dan Liverpool berikut ini.

    Ezequiel Garay, jadi permainan politik Rafa-Fergie.

    Merasa dipersulit Sir Alex Ferguson saat hendak membeli Gabriel Heinze pada Agustus lalu, kini Rafael Benitez melakukan balasan. Liverpool pada Rabu (14/11) langsung mengiyakan permintaan Racing Santander sebesar 10 juta pound (Rp 188,33 miliar) untuk mendapatkan Ezequiel Garay.

    Langkah ini menjadi masuk akal karena ternyata pemain Argentina berusia 21 tahun itu hampir menemukan titik temu dalam negosiasinya dengan United. Kubu Red Devils memang telah sejak awal tahun mendekati pemain belakang yang bisa bermain sebagai bek tengah dan full-back tersebut.

    Aksi Liverpool sendiri terbilang nekat lantaran riset yang dilakukan staf Rafa menyangkut sang pemain terbilang minim. Belakangan baru diketahui bahwa Garay sendiri baru sekali bermain untuk timnas, melawan Norwegia dalam sebuah laga persahabatan pada Agustus lalu.

    Berdasarkan data tersebut bisa jadi Garay tidak akan mendapatkan izin kerja dari pemerintah Inggris. Kualitas teknik sang pemain toh cukup mumpuni lantaran hanya dalam tempo dua tahun setelah dibeli dari Newell’s Old Boys, kini dirinya telah menjadi salah satu bek top La Liga.

    Bila pertempuran kali ini dimenangi United, Rafa jelas terpukul lantaran kehadiran Garay amat dibutuhkan setelah mereka kekurangan bek tengah.

    Efek Liga Champion

    Dengan cederanya Daniel Agger dan telanjur dijualnya Gabriel Paletta ke Boca Juniors, kini duet palang pintu utama Pool hanyalah Jamie Carragher dan si gaek Sami Hyypia.

    Selain lantaran butuh pemain dan ingin memenangi persaingan dengan United, aksi jorjoran Liverpool juga terkait langsung dengan sepak terjang teranyar mereka di Liga Champion.

    Kemenangan 8-0 atas Besiktas pada matchday keempat membuat peluang Liverpool melaju ke perdelapanfinal kembali terbuka. So, dana pun lancar mengalir.

    Bagi Fergie perkembangan ini jelas menjadi tantangan untuk membuktikan reputasinya sebagai pengumpul pemain bagus yang andal. Setelah kalah dari Hamburg untuk mendapatkan striker berumur 17 tahun asal Nigeria, Macauley Chrisantus, the Scotman jelas tak mau kehilangan muka untuk kedua kalinya. (Darojatun/Foto: AFP)

    Cek Suap Rp 56 Juta

    Lembaga penyelidik kasus suap dalam transfer pemain Premier League, Quest, diam-diam ternyata terus bekerja. Aksi mereka di belakang layar akhirnya terkuak ketika salah seorang agen yang dianggap bermasalah, Barry Silkman, minggu ini menyindir cara kerja biro bentukan FA yang dipimpin Lord Stevens tersebut.

    Silkman, eks pemain Crystal Palace dan Manchester City di era 70-an, mengatakan Quest tidak berhak mempertanyakan lalu lintas uang dalam rekening bank miliknya. Pada Juli 2006, Quest memang meminta Silkman menjelaskan 123 transaksi perbankan yang dilakukannya sejak Januari 2004 hingga Januari 2006.

    Transaksi tersebut memang dinilai berkaitan dengan proses transfer yang melibatkan delapan pemain, yang sebagian besar dibeli Middlesbrough (Fabio Rochemback, Doriva, Abel Xavier, dan Yakubu Ayegbeni).

    Dalam transfer Rochemback dan Yakubu, misalnya, muncul keanehan karena setelah menerima uang dari Boro, Silkman juga membayar agen pemain asal Israel, Pini Zahavi, dengan cek senilai tiga ribu pound (Rp 56,4 juta).

    Dalam laporan yang dibuat Lord Stevens dimuat sebuah spekulasi bahwa Zahavi mungkin adalah saluran praktik pembayaran ilegal pada orang dalam di Middlesbrough, yang akhirnya memungkinkan transfer terjadi.

    “Saya heran dengan klaim dan pertanyaan Quest mengenai masalah keuangan saya yang bersifat pribadi itu. Mungkinkah saya membayar suap dengan cek senilai tiga ribu pound? Betapa bodohnya saya?” tanyanya seperti dikutip Guardian.

    Menurut Silkman, Zahavi sebenarnya menerima bayaran lebih besar, yaitu 250 ribu pound (Rp 4,7 miliar), setengah dari bayarannya sendiri, karena ia melancarkan kepindahan Rochemback dari Barcelona.

    “Kepindahan Rochemback amat rumit karena melibatkan empat klub dan Pini punya sebuah solusi yang bisa diterima Barcelona,” jelasnya lagi.

    Hmm, menyibak sebuah skandal memang dibutuhkan ketelatenan tinggi dan waktu yang panjang. (toen)

    Calcio di Tangan Ultras

    Sepakbola Italia dalam bahaya. Kelangsungan dari kemegahan calcio, begitu orang Negeri Pasta menyebut cabang olahraga itu, ada di tangan tifosi ultras, kelompok suporter garis keras yang sekarang menjadi sorotan dunia.

    Ultras disorot karena melakukan kerusuhan pada Minggu lalu di Bergamo, Milano, dan Roma. Mereka bertindak anarkistis setelah tifoso Lazio, Gabriele Sandri, tewas tertembak polisi di tempat peristirahatan jalan tol di Arezzo pada Ahad pagi lalu.

    Akibat tewasnya Sandri, pertandingan Inter kontra Lazio di Giuseppe Meazza dibatalkan. Sementara itu, akibat kerusuhan di Bergamo dan Roma, duel Atalanta melawan Milan dihentikan dan Roma melawan Cagliari dibatalkan.

    Hal itu bukan kali pertama pertandingan dibatalkan karena ulah tifosi. Februari lalu, Serie A dan Serie B dihentikan sejenak karena kerusuhan suporter Catania dan Palermo yang menyebabkan tewasnya inspektur polisi Filippo Raciti.

    Pekan ini, karena kerusuhan Ahad lalu, federasi sepakbola Italia (FIGC) memutuskan untuk meniadakan Serie B dan C pada akhir pekan ini. Sabtu dan Minggu besok, Serie A tak berputar karena ada agenda pertandingan internasional.

    Namun, pemerintah Italia telah meminta Serie A untuk istirahat beberapa pekan guna mendinginkan suasana. Sampai Rabu lalu, belum ada keputusan FIGC akan menunda giornata 13 yang jatuh pada 25 November mendatang.

    Bukan hal yang bagus buat calcio kalau kompetisi berulang kali dihentikan. Itu kerugian buat pemain, klub, sponsor, dan penikmat sejati sepakbola. Karena itu, para pengamat di Italia menyebut kelangsungan calcio kini ada di tangan ultras.

    Keluhan Pemain

    “Politikus, para pemimpin klub, dan jurnalis mesti bersatu. Jika tidak, ultras akan menang. Kalau itu terjadi, maka semua akan berakhir,” kata pelatih top Italia, Fabio Capello, di La Stampa.

    Ya, semua selesai alias calcio mati. Bagaimana tidak tenggelam kalau Serie A tanpa pemain-pemain top dan hampir setiap saat diwarnai kerusuhan? Salah satu magnet campionato, Kaka (Milan), sudah memberi peringatan.

    “Sepakbola Italia kehilangan kredibilitasnya,” kata Kaka kepada La Gazzetta dello Sport. “Berbagai skandal, kematian polisi, dan kini fan. Stop sekarang atau para pemain bintang akan satu per satu pergi,” tutur andalan Brasil itu.

    “Kami adalah korban utama dan kami merasa menjadi sandera dari ini semua. Maksud “kami” di sini adalah sepakbola Italia,” kata kiper Fiorentina asal Prancis, Sebastien Frey, kepada koran olahraga di negerinya, L’Equipe.

    Ultras menentukan masa depan calcio. Jika mereka masih menganut filosofi polisi adalah musuh utama, maka jangan harap calcio berjalan mulus. Di saat bersamaan, pemerintah Italia mesti tegas menerapkan peraturan.

    “Saya merasa beruntung bermain di luar negeri,” sebut kapten Italia, Fabio Cannavaro. “Saya bermain untuk Real Madrid, klub dengan stadion sempurna di mana anak-anak dapat menyaksikan pertandingan tanpa rasa takut."

    Bek tengah yang meninggalkan Juventus pada musim panas 2006 itu lalu berkata: “Italia masih gagal mengontrol olahraga yang kita cintai. Tak masuk akal seseorang mesti meninggal saat berusaha menonton laga sepakbola." (Riemantono)

  • Airplanes, $1Bln Debt Top India Visit

    gf55

    By Anna Smolchenko
    Staff Writer

    President Vladimir Putin and Indian Prime Minister Manmohan Singh agreed Monday to boost ties, praising a budding alliance among Russia, India and China and giving their blessing to an agreement for the joint development of a military transport plane, among other deals.

    "We agreed that there are enormous opportunities for cooperation, " Singh said at a joint news conference after his talks with Putin.

    "We have an obligation to explore the idea of convergence between three of us," he said, including China in the equation.

    Singh was in Moscow for a one-day summit, an annual event since 2000.

    The leaders oversaw the signing of documents including an agreement to produce jointly a military transport aircraft -- a plan that has been in the works for several years. That deal followed an earlier agreement on the production of a fifth-generation fighter jet.

    Putin said the deals would "open up new opportunities for scientific and industrial cooperation in very sensitive spheres."

    About $300 million of the money to finance the transport-plane project will come from $1.1 billion of Indian debt to Moscow, owed since the Soviet period, a Finance Ministry spokesman said, declining to be identified. The balance of the debt is expected to be diverted into other investment projects.

    At the Kremlin, Putin and Singh also agreed to consider taking the countries' partnership in the energy sphere beyond work on the Sakhalin-1 oil and gas field to explore joint projects in Russia, India and third countries. India's ONGC Videsh holds a 20 percent stake in Sakhalin-1.

    In the run-up to the summit, Russia and India agreed to establish three centers for research in the fields of nonferrous metals and biomedical and laser technology, Putin said.

    The two nations also agreed Monday to work together on lunar exploration.

    "Russia and India will be creating a joint space vehicle," Federal Space Agency head Anatoly Perminov said in a statement. "Delivery to the moon of a complete research laboratory is planned as part of the project," he said.

    Singh said India was hoping for deeper cooperation from Russia in developing its nuclear energy industry and thanked Moscow for its support in its bid to get nuclear restrictions lifted.

    Russia is building two nuclear reactors at Kudankulam in the state of Tamil Nadu. Despite expectations, an agreement to build four more was not signed by the two leaders this trip. Putin had overseen the signing of a memorandum of intent for the reactors during a January trip to New Delhi.

    Federal Atomic Energy Agency chief Sergei Kiriyenko told reporters that the text of the agreement was ready and work was ongoing.

    The lack of an agreement on outstanding Soviet-era debt has contributed to a "certain standstill" in Russian investment in India, Alexander Shokhin, head of the Russian Union of Industrialists and Entrepreneurs, a big business lobby group, said on the sidelines of the ceremony. The two countries managed only an anemic $4 billion in trade with each other in 2006.

    On the brighter side, the talks did indicate that Russian MiG-35 jets stood a chance of winning an Indian tender, said Mikhail Zavaly, director for special assignments at Rosoboronexport.

    "We've submitted our proposals," said Zavaly, adding that a contract for 126 fighter jets would be worth around $10 billion.

    Tatyana Shaumyan, head of the Center of Indian Research at the Russian Academy of Sciences' Institute of Oriental Studies, who was at a dinner with Putin and Singh later, praised the meeting as a "breakthrough of sorts."

    She pointed to the fact that the talks lasted an hour longer than scheduled and involved ambitious projects like lunar exploration.

    "I have a feeling it was not merely a protocol meeting," Shaumyan said.

    CitNtailah Aku...

    Kian kusadari..kaulah segalanya
    yang memberi arti kehidupan ini
    haruskah terjadi...cinta membelenggu. .
    di setiap langkahku... kau selalu cemburu

    Cintailah aku...setulus hatimu kasih
    jangan kau biarkan cinta kita
    berlalu begitu saja....
    hanya karena emosi di hati kita

    Bukan maksud hatiku...kau jadi terluka
    seakan diriku tak perduli lagi
    dengarkanlah kasih... nyanyian rinduku
    ku ingin kau tahu..ku hanya milikmu

    Peluklah diriku....jangan kau lepaskan lagi
    agar ku mengerti kini kita masih saling memiliki
    hanya dirimu yang sanggup mencintaiku
    seutuhnya... sepanjang hidupku sejujurnya..

    Selamanya kau berjanji untuk mencintaiku
    kasih setiamu kembalikan harapan dan rasa cintaku
    kau segalanya... hanya Tuhan yang memberi untukku
    hingga ku mampu dengan tegar menjalani arti hidup ini

    Maafkan aku..telah sering melukaimu
    kau hanya membisu..hingga ak tak dapat memahamimu
    ketulusanmu telah menyentuh nuraniku
    dan akupun tak mampu tuk berpaling... tinggalkanmu. ..

    Cintailah aku kasih...setulus hatimu .

  • Kosgoro 1957 dan Ekonomi Kerakyatan

    bmbfmf

    Oleh HM Djonharro

    Jumat, 9 Nopember 2007
    Pada 2006 yang lalu, Nobel Perdamaian disematkan kepada Muhammad Yunus, seorang akademisi dan ekonom asal Bangladesh. Nobel itu menjadi saksi dari keberhasilan M Yunus dalam membantu mengentaskan kemiskinan di Bangladesh yang telah menggurita selama puluhan tahun. Dengan mendirikan Grameen Bank pada tahun 1976, mekanisme tersebut telah menjadi alternatif bagi pemberdayaan sekaligus upaya pengentasan kemiskinan bagi masyarakat, khususnya bagi kaum perempuan Bangladesh.

    Apa yang menarik dari fenomena M Yunus yang kemudian sangat populer itu adalah adanya dua hal penting yang bisa dipetik. Pertama, persoalan kemiskinan tidak sekedar muncul dan terjadi secara alamiah dan esensial, melainkan kenyataan yang terjadi akibat persoalan struktural di dalam sebuah sistem negara. Kedua, kemampuan kritik dan jujur terhadap kelemahan sistem ekonomi global menjadi modal penting untuk ke luar dari permasalahan tersebut dan mencari alternatif yang tepat bagi upaya pengentasan kemiskinan yang ada.

    Sebenarnya, apa yang terjadi di Bangladesh juga mirip dengan yang terjadi di Indonesia. Kemiskinan yang merupakan salah satu penyakit sosial tidak terjadi hanya semata-mata karena "keterbelakangan" masyarakat di dalam beradaptasi dengan kemajuan.

    Tahun 1990-an, fenomena lain yang tidak kalah menarik muncul, yaitu kehadiran gedung-gedung megah sebagai ruang transaksi ekonomi pasar dengan perangkat modern. Produk yang dijual pun menurut standar yang serba modern pula; bersih, sehat, higienis, segar, dan sebagainya. Pasar tradisional sebagai tempat transaksi ekonomi secara sosial dan cemin dari kultur masyarakat semakin terpinggir.

    Kini, seluruh produk dan ukuran modernitas telah menjadi kenyataan yang terjadi di mana-mana dan lintas-batas, atau yang kemudian disebut sebagai fenomena globalisasi. Internasionalisasi ekonomi dan penyebaran hubungan pasar kapitalis secara universal merupakan penanda globalisasi yang tidak mungkin dihindari. Pada praktiknya, institusi dan agen-agen pasar internasional telah mengendalikan sistem informasi dan komunikasi global sehingga dianggap layak sebagai paradigma universal yang perlu diadopsi dan diterapkan di berbagai tempat di seluruh dunia.

    Hubungan pasar secara internasional itulah yang kemudian menyisakan persoalan yang cukup menggelisahkan di masyarakat Indonesia masa kini. Seperti sudah dimaklumi bahwa investasi ekonomi menurut standar pasar global lebih menguntungkan para pemodal besar dan tidak memihak masyarakat di level bawah. Perizinan perusahan multinasional yang beroperasi di beberapa wilayah strategis di Indonesia juga berdampak sangat serius bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya.

    Catatan beberapa peneliti seperti Geertz (1983) dan Schrauwers (2002) menunjukkan bahwa paradigma ekonomi rasional itu telah membuat geliat ekonomi berbasis rakyat yang lebih mengedepankan sisi solidaritas sosial menjadi tertekan. Bahkan, beberapa program pemerintah yang bertujuan untuk memajukan kehidupan ekonomi masyarakat justru berdampak pada pemiskinan terhadap mereka. Kini, ketika pasar internasional tercengang oleh kenaikan harga minyak, para analis ekonomi hampir senada mengeluarkan sikap resah bahwa perekonomian global kembali terancam, dan tentu saja kembali berdampak pada kehidupan masyarakat arus bawah.

    Menilik berbagai persoalan ekonomi yang semakin sulit dipahami oleh masyarakat di level bawah, maka pertanyaannya, apa yang sepatutnya dilakukan oleh lembaga-lembaga sosial independen yang bergerak di bidang "pemberdayaan" ekonomi rakyat? Kosgoro 1957, sebagai salah satu institusi publik yang memiliki visi dan misi pemberdayaan masyarakat, baik pada bidang politik maupun ekonomi, memiliki peran dan posisi yang strategis. Kelebihan lembaga sosial-politik independen seperti ini adalah kemampuannya untuk memahami persoalan konkret yang dihadapi masyarakat arus bawah.

    Modal sosial Kosgoro 1957-- semula didirikan untuk mewadahi kebutuhan masyarakat arus bawah melalui sistem koperasi publik--harus bisa menjadi alternatif terobosan usaha ekonomi kecil dan menengah. Oleh sebab itu, visi pemberdayaan ekonomi rakyat perlu dikembangkan dengan menelaah kembali apa yang disebut sebagai pemberdayaan itu sendiri. Pemberdayaan tidak lagi harus dimaknai sebagai pemberian modal tetapi dengan bunga yang cukup tinggi.

    Pemberdayaan harus dilihat sebagai upaya bersama dengan masyarakat dalam rangka mencari alternatif kehidupan ekonomi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Pemberdayaan dalam konteks ini juga perlu dibedakan dengan pembangunan kapasitas (capacity building) di mana kegiatan pemberdayaan model ini justru lebih banyak menyediakan lapangan kerja dan pemborosan uang oleh para tenaga asing.

    Salah satu kelemahan sistem ekonomi tradisional adalah sulitnya memberikan modal bagi masyarakat miskin. Masyarakat miskin telah terkategori sebagai entitas pengusaha ekonomi irasional yang dinilai tidak sesuai dengan hukum ekonomi modern. Dengan pengertian lain, masyarakat miskin yang hanya mendapatkan upah kurang dari 1 dolar AS sangat tidak memungkinkan untuk mendapatkan modal usaha dikarenakan asumsi bunga yang cukup tinggi sehingga sulit mendapatkan jaminan pengembalian.

    Kosgoro 1957 harus memosisikan diri sebagai pihak yang betul-betul mengerti akan kebutuhan ekonomi rakyat. Kritisisme terhadap mekanisme ekonomi pasar global harus selalu dikedepankan, sementara produk dari sumber daya ekonomi rakyat perlu didukung dan dikembangkan. Penyediaan lapangan kerja bukan berarti memberangus potensi dan seluruh sumber daya yang ada, seperti yang selama ini kerap terjadi di mana pembangunan infrastruktur dan pendirian perusahaan banyak yang dilakukan dengan mengatasnamakan pengentasan kemiskinan. Tetapi pada kenyataan yang lebih konkret, pembangunan infrastruktur dan pendirian berbagai perusahaan justru memperkaya kaum modal. Sementara para pekerja yang terdiri dari masyarakat miskin tetap berjibaku dengan kemiskinan mereka.

    Di sisi lain, pemberdayaan politik juga perlu dilakukan. Kosgoro 1957 memang tidak bisa lepas dari peran ini. Hanya saja, pemberdayaan di bidang politik perlu diarahkan pada saling tukar gagasan dan pengetahuan mengenai fenomena politik yang terjadi. Pemberdayaan politik adalah upaya penguatan kritisisme masyarakat terhadap seluruh mekanisme yang sedang berjalan, sehingga dengan demikian Kosgoro 1957 tetap berdiri bersama-sama rakyat dan menjadi kontrol yang cukup kuat bagi perjalanan proses demokratisasi di Indonesia masa kini dan masa depan.***

    Penulis adalah Sekjen DPP Pengusaha Kosgoro 1957

    Our World: Islam and the nation-state
    Caroline Glick , THE JERUSALEM POST Nov. 12, 2007

    Throughout the world, one of the most prevalent causes of war, terrorism and political instability is the ongoing weakening of the nation-state system. There are several reasons that the nation-state as a political unit of sovereignty is under threat. One of the most basic causes of this continuous erosion of national power throughout the world is the transformation of minority-dominated enclaves within nation-states into ungovernable areas where state power is either not applied or applied in a haphazard and generally unconstructive manner.

    While domestic strife between majority and minority populations has been an enduring feature of democratic and indeed all societies throughout history, the current turbulence constitutes a unique challenge to the nation-state system. This is because much of the internal strife between minority and majority populations within states today is financed and often directed from outside the country.

    Traditionally, minorities used various local means to engage the majority population in a bid to influence the political direction or cultural norms of the nation state. The classic examples of this traditional minority-majority engagement are the black civil rights movement in the US in the 1960s and the labor movements in the West throughout the 20th century. By and large, these movements were domestic protests informed by national sensibilities even when they enjoyed the support of foreign governments.

    Today while similar movements continue to flourish, they are now being superseded by a new type of minority challenge to national majorities.

    This challenge is not primarily the result of domestic injustice but the consequence of foreign agitation. The roots of these minority challenges are found outside the borders of the targeted states. And their goals are not limited to a call for the reform of national institutions and politics. Rather they set their sights on weakening national institutions and eroding national sovereignty.

    MUSLIM MINORITIES throughout the world are being financed and ideologically trained in Saudi and UAE funded mosques and Islamic centers. These minorities act in strikingly similar manners in the countries where they are situated throughout the world. On the one hand, their local political leaders demand extraordinary communal rights, rights accorded neither to the national majority nor to other minority populations. On the other hand, Muslim neighborhoods, particularly in Europe, but also in Israel, the Philippines and Australia, are rendered increasingly ungovernable as arms of the state like the police and tax authorities come under attack when they attempt to assert state power in these Muslim communities.

    Logic would have it that targeted states would respond to the threat to their authority through a dual strategy. On the one hand, they would firmly assert their authority by enforcing their laws against both individual lawbreakers and against subversive, foreign financed institutions that incite the overthrow of their governments and their replacement with Islamic governments. On the other hand, they would seek out and empower local Muslims who accept the authority and legitimacy of their states and their rule of law.

    Unfortunately, with the notable exception of the Howard government in Australia, in country after country, governments respond to this challenge by attempting to appease Muslim irredentists and their state sponsors. The British responded to the July 7, 2005 bombings by giving representatives of the Muslim Brotherhood an official role in crafting and carrying out counter-terror policies.

    In 2003, then French president Jacques Chirac sent then interior minister Nicholas Sarkozy to Egypt to seek the permission of Sheikh Mohammed Tantawi of the Islamist al-Azhar mosque for the French parliament's plan to outlaw hijabs in French schools.

    In the US, in the aftermath of the Sept. 11, 2001 attacks, the FBI asked the terror-linked Council on American-Islamic Relations to conduct sensitivity training for FBI agents.

    In Holland last year, the Dutch government effectively expelled anti-Islamist politician Ayaan Hirsi Ali in the interest of currying favor with Holland's restive Muslim minority.

    THE FOREIGN policy aspect of the rush to appease is twofold. First, targeted states refuse to support one another when individual governments attempt to use the tools of law enforcement to handle their domestic jihad threat. For instance, European states have harshly criticized the US Patriot Act while the US criticized the French decision to prohibit the hijab in public schools.

    More acutely, targeted states lead the charge in calling for the establishment of Muslim-only states. Today the US and the EU are leading the charge towards the establishment of a Palestinian state and the creation of an independent state of Kosovo.

    In two weeks, US Secretary of State Condoleezza Rice will host the Annapolis conference where together with her European and Arab counterparts, she will exert enormous pressure on the Olmert government to agree to the establishment of a jihadist Palestinian state in Israel's heartland with its capital in Jerusalem and its sovereignty extending over Judaism's most sacred site, the Temple Mount.

    The establishment of the sought-for Palestinian state presupposes the ethnic cleansing of at a minimum 80,000 Israelis from their homes and communities simply because they are Jews. Jews of course will be prohibited from living in Palestine.

    FOR ITS part, the Palestinian leadership to which Israel will be expected to communicate its acceptance of the establishment of Palestine, is one part criminal, and two parts jihadist. As Fatah leader and Palestinian Authority Chairman Mahmoud Abbas and his colleagues have made clear, while they are willing to accept Israel's concessions, they are not willing to accept Israel. This is why they refuse to acknowledge Israel's right to exist as a Jewish state.

    A rare consensus exists today in Israel. From the far-left to the far-right, from IDF Military Intelligence to the Mossad, all agree that the Annapolis conference will fail to bring a peace accord. Since Rice's approach to reaching just such an accord has been to apply unrelenting pressure on Israel, it is fairly clear that she will blame Israel for the conference's preordained failure and cause a further deterioration in US-Israeli relations.

    While Israel is supposed to accept a Jew-free Palestine, it goes without saying that its own 20 percent Arab minority will continue to enjoy the full rights of Israeli citizenship. Yet one of the direct consequences of the establishment of a Jew-free, pro-jihadist State of Palestine will be the further radicalization of Israeli Arabs. They will intensify their current rejection of Israel's national identity.

    With Palestinian and outside support, they will intensify their irredentist activities and so exert an even more devastating attack on Israel's sovereignty and right to national self-determination.

    SHORTLY AFTER the Annapolis conference fails, and no doubt in a bid to buck up its standing with the Arab world, the US may well stand by its stated intention to recognize the independence of Kosovo.

    On December 10, the UN-sponsored troika from the US, Russia and Germany is due to present their report on the ongoing UN-sponsored negotiations between the Kosovo Muslims and the Serbian government regarding the future of the restive province of Serbia. Since the Kosovo Muslims insist on full sovereignty and Serbia's government refuses to accept Kosovo's independence, those talks are deadlocked. Since Russia refuses to support Kosovo's removal from Serbia, there is no chance that the UN Security Council will pass a resolution calling for Kosovar independence.

    The push for Kosovar independence was begun by the Clinton administration. It was the natural consequence of the NATO bombing of Serbia in 1999. Yet the basic assumptions of that bombing campaign have been turned on their head in recent years. In 1999, Serbia was run by a murderous dictator Slobodan Milosovic. He stood accused of ethnically cleansing Kosovo of its Muslim population which was perceived as innocent. Today, led by Prime Minister Vojislav Kostunica, Serbia is taking bold steps towards becoming a liberal democracy which abjures ethnic cleansing and political violence. On the other hand, the Saudi-financed Kosovo Muslims have destroyed more than 150 churches over the past several years, and have terrorized Kosovar Christians and so led to their mass exodus from the province.

    As Julia Gorin documented in a recent article in Jewish World Review, Kosovo's connections with Albanian criminal syndicates and global jihadists are legion. Moreover, Kosovar independence would likely spur irredentist movements among the Muslim minorities in all Balkan states. In Macedonia for instance, a quarter of the population is Muslim. These irredentist movements in turn would increase Muslim irredentism throughout Europe just as Palestinian statehood will foment an intensification of the Islamization of Israel's Arab minority.

    The Kosovo government announced last month that given the diplomatic impasse, it plans to declare its independence next month. Currently, the Bush administration is signaling its willingness to recognize an independent Kosovo even though doing so will threaten US-Russian relations.

    In a bid both to prevent the Bush administration from turning on Israel in the aftermath of the failure of the Annapolis conference and to make clear Israel's own rejection of the notion that a "solution" to the Palestinian conflict with Israel can be imposed by foreign powers, the Olmert government should immediately and loudly restate its opposition to the imposition of Kosovar independence on Serbia.

    In the interest of defending the nation-state system, on which American sovereignty and foreign policy is based, the US should reassess the logic of its support for the establishment of Muslim-only states. It should similarly revisit its refusal to openly support the right of non-Islamic states like Israel, Serbia and even France, to assert their rights to defend their sovereignty, national security and national character from outside-sponsored domestic Islamic subversion.

    I am using the free version of SPAMfighter for private users.
    It has removed 46 spam emails to date.
    Paying users do not have this message in their emails.
    Try SPAMfighter for free now!

    Kapal Taiwan Tertangkap di Demta
    *Nahkoda dan 3 ABK-nya Diduga Tewas di Laut Lepas

    JAYAPURA-Sebuah kapal penangkap ikan asal Taiwan, ditangkap oleh kapal patroli KRI Taliwangsa milik Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut X, Jayapura. Kapal bernama FV.Sheng En No 168 itu, ditangkap Ahad (11/11) sekitar pukul 08.30 WIT saat berada di perairan Indonesia, tepatnya di posisi sekitar 40 mil utara Demta (Kabupaten Jayapura) atau sekitar 80 mil dari arah pantai Kota Jayapura.

    Setelah diperiksa, di atas kapal itu tidak ada Nahkoda maupun ABK yang berasal dari Taiwan. Sementara yang ada hanya para karyawan sebanyak 8 orang yang kesemuanya merupakan warga Indonesia.

    Dari informasi yang berkembang, Nahkoda kapal itu dibuang ke laut setelah terbunuh dalam perkelahian dengan beberapa karyawan yang merupakan warga Indonesia itu. Sedangkan tiga ABK yang juga merupakan warga Taiwan, dikabarkan terjun ke laut lepas dan belum diketahui nasibnya. Empat warga Taiwan yang diduga telah tewas itu antara lain: Hsu Pi Chang, Jou Hwang Jerlin, Sheu Ching Wen, dan Jou Hwang Kee Mong.

    Sedangkan 8 warga Indonesia yang berada di atas kapal tersebut, yaitu: Khumedi (19) Tegal, Girin (36) Purwokerto, Supendi (33) Tegal, Nasori (22) Suradadi, Budiyono (25) Pekalongan, Jeremi (31) Cirebon, Slamet (31) Tegal dan Siamtoko (19) Batang.
    Kedelapan orang ini sementara sedang menjalani pemeriksaan untuk penyelidikan kasus ini di Satuan Keamanan Laut Lantamal X, Jayapura, termasuk kapal asal Taiwan itu juga telah diamankan di Dermaga Porasko Lantaman X, Jayapura.

    Kepala Satuan Keamanan Laut Lantamal X, Jayapura, Mayor Laut (P) Joko Triwanto saat ditanya wartawan di atas kapal Fv. Sheng En No 168, Senin siang (12/11) kemarin mengatakan, setelah mendapat informasi ada kapal asing yang masuk wilayah Indonesia, maka pihaknya kemudian melakukan patroli dengan KRI Taliwangsa untuk mengejar dan menangkap kapal tersebut.

    "Setelah melakukan pengejaran, kapal itu berhasil kita tangkap pada Minggu (11/11) sekitar pukul 08.30 WIT di perairan Indonesia, tepatnya sekitar 40 mil utara Demta. Setelah diperiksa, kapal yang saat ditangkap tidak berbendera itu ternyata merupakan kapal asal Taiwan," terangnya.
    Dikatakan, di dalam kapal penangkap ikan itu ada hasil tangkapan ikan campuran sekitar 1 ton dan ikan tuna sebanyak 27 ekor. Selain itu, ditemukan pula ada 8 ABK yang kesemuanya merupakan warga Indonesia.

    Saat ditanya soal adanya indikasi pembunuhan yang dilakukan oleh 8 ABK warga Indonesia terhadap Nahkoda dan 3 Nahkoda warga Taiwan, Joko menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pendalaman penyelidikan atas kasus ini.

    Dari pemeriksaan awal, pihaknya juga mendapati bahwa dokumen yang ada di kapal itu semuanya merupakan dokumen asing, dan tidak ditemukan satu dokumenpun yang merupakan dokumen Indonesia, padahal kapal itu telah masuk wilayah perairan Indonesia.
    Sementara itu, salah seorang juru masak di Kapal Fv. Sheng En No 168, Girin (36) yang merupakan warga Purwokerto Jawa Tengah saat ditanya wartawan mengatakan, kapal ini berlayar sejak sekitar bulan Juli lalu untuk melakukan penangkapan ikan di laut lepas.

    Kemudian pada Kamis (8/11) lalu, sekitar jam 4 atau jam 5 sore, terjadi perkelahian antara ABK warga Indonesia dengan Nahkoda Kapal. "Saat itu kita sedang dalam kondisi capai dan ABK I suruh tarik ikan. Selanjutnya, kapten kapal (Nahkoda) marah-marah dan pukul salah seorang ABK, sehingga ada yang melawan dan kemudian terjadilah perkelahian. Ketika berantem itu, Nahkoda kalah, sehingga loncat ke laut. Sedangkan 3 ABK lainnya yang juga warga Taiwan juga lompat ke laut, karena mereka ketakutan," papar Girin.

    Saat ditanya soal kondisi keempat warga Taiwan itu, Girin maupun teman-temannya mengaku tidak tahu tentang kondisi warga Taiwan tersebut. Saat ditanya, lokasi perkelahian itu di wilayah mana, Girin pun mengaku tidak tahu, sebab dirinya hanya bertugas sebagai juru masak di kapal tersebut. (fud)

    Para ABK Kapal Fv. Sheng En No 168 saat menunjukkan ikan hasil tangkapan mereka kepada para petugas Lantamal X di Dermaga Porasko Jayapura, Senin (12/11).

    Komisi I DPR Ratifikasi Kerjasama Keamanan RI-Australia

    Jakarta (ANTARA News) - Sembilan dari 10 fraksi di Komisi I DPR RI akhirnya meratifikasi dan menandatangani RUU tentang Kerja sama Keamanan RI-Australia atau populer dengan "Lombok Treaty".

    "Ini merupakan tonggak sejarah baru dalam membangun kerangka hubungan lebih kokoh antarkedua negara bertetangga, " kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Nur Hassan Wirajuda dalam sambutannya pada acara penandatanganan RUU tersbut.

    Penandatanganan itu berlangsung sekitar pukul 22.30 WIB setelah melalui pembahasan yang sangat intens sejak pukul 14.00 WIB dengan satu kali jeda.

    Ketua Komisi I DPR RI Theo L Sambuaga yang memimpin rapat kerja itu menjamin RUU yang telah diratifikasi itu akan segera dikirim ke paripurna untuk disahkan sebagai undang-undang.

    Kepada ANTARA, Theo L Sambuaga mengatakan sedikitnya ada lima butir strategis dalam kerangka kerja sama keamanan ini yakni pencegahan dan pemberantasan terorisme maupun kejahatan internasional, pemeliharaan keamanan maritim bersama, proliferasi senjata pemusnah, dan tidak membenarkan wilayah masing-masing menjadi arena tumbuhnya separatisme.

    "Dengan perjanjian ini terbuka peluang luas bagi kedua negara membangun kerja sama di berbagai bidang lainnya dengan prinsip saling menguntungkan, saling menghormati, dan tidak saling intervensi," tegasnya.

    Satu-satunya fraksi yang telah menyatakan setuju tapi berhalangan hadir pada proses ratifikasi itu adalah Fraksi Partai Amanat Nasional.(*)

    Artikel...bagus...baca ya...

    Berapa umur kita saat ini?
    25 tahun, 35 tahun, 45 tahun atau bahkan 60 tahun...
    Berapa lama kita telah melalui kehidupan kita?
    Berapa lama lagi sisa waktu kita untuk menjalani
    kehidupan?
    Tidak ada seorang pun yang tahu kapan kita mengakhiri
    hidup ini.

    Matahari terbit dan kokok ayam menandakan pagi telah
    tiba. Waktu untuk kita bersiap melakukan aktivitas,
    sebagai karyawan, sebagai pelajar, sebagai seorang
    profesional, dll.

    Kita memulai hari yang baru. Macetnya jalan membuat
    kita semakin tegang menjalani hidup. Terlambat sampai
    di kantor, itu hal biasa. Pekerjaan menumpuk, tugas
    dari boss yang membuat kepala pusing, sikap anak buah
    yang tidak memuaskan, dan banyak problematika
    pekerjaan harus kita hadapi di kantor.

    Tak terasa, siang menjemput... "Waktunya
    istirahat..makan- makan.." Perut lapar, membuat
    manusia sulit berpikir. Otak serasa buntu. Pekerjaan
    menjadi semakin berat untuk diselesaikan. Matahari
    sudah berada tepat di atas kepala. Panas betul hari
    ini...

    Akhirnya jam istirahat selesai, waktunya kembali
    bekerja...Perut kenyang, bisa jadi kita bukannya
    semangat bekerja malah ngantuk. Aduh tapi pekerjaan
    kok masih banyak yang belum selesai. Mulai lagi kita
    kerja, kerja dan terus bekerja sampai akhirnya
    terlihat di sebelah barat...

    Matahari telah tersenyum seraya mengucapkan selamat
    berpisah. Gelap mulai menjemput. Lelah sekali hari
    ini. Sekarang jalanan macet. Kapan saya sampai di
    rumah. Badan pegal sekali, dan badan rasanya lengket.
    Nikmat nya air hangat saat mandi nanti. Segar segar...

    Ada yang memacu kendaraan dengan cepat supaya sampai
    di rumah segera, dan ada yang berlarian mengejar bis
    kota bergegas ingin sampai di rumah. Dinamis sekali
    kehidupan ini.

    Waktunya makan malam tiba. Ibu kita telah menyiapkan
    makanan kesukaan kita. "Ohh..ada sop ayam" . "Wah soto
    daging buatan ibu memang enak sekali". anak memuji
    masakan Ibunya. Itu juga kan yang sering kita lakukan.

    ..Selesai makan, bersantai sambil nonton TV. Tak
    terasa heningnya malam telah tiba. Lelah menjalankan
    aktivitas hari ini, membuat kita tidur dengan lelap.
    Terlelap sampai akhirnya pagi kembali menjemput dan
    mulailah hari yang baru lagi.

    Kehidupan..ya seperti itu lah kehidupan di mata
    sebagian besar orang. Bangun, mandi, bekerja, makan,
    dan tidur adalah kehidupan.

    Jika pandangan kita tentang arti kehidupan sebatas
    itu, mungkin kita tidak ada bedanya dengan hewan yang
    puas dengan bisa bernapas, makan, minum, melakukan
    kegiatan rutin, tidur. Siang atau malam adalah sama.
    Hanya rutinitas... sampai akhirnya maut menjemput.
    Memang itu adalah kehidupan tetapi bukan kehidupan
    dalam arti yang luas.

    Sebagai manusia jelas kita memiliki perbedaan dalam
    menjalankan kehidupan. Kehidupan bukanlah sekedar
    rutinitas.

    Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan
    potensi diri kita untuk orang lain.
    Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka
    dan duka dengan orang
    yang kita sayangi.
    Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal
    orang lain.
    Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani setiap
    umat manusia.
    Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai
    pasangan kita, orang tua
    kita, saudara, serta mengasihi sesama kita.
    Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan
    terus belajar tentang
    arti kehidupan.
    Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucap
    syukur kepada Yang
    Maha Kuasa .. Kehidupan adalah ... dll.

    Begitu banyak Kehidupan yang bisa kita jalani.
    Berapa tahun kita telah melalui kehidupan kita ?
    Berapa tahun kita telah menjalani kehidupan rutinitas
    kita ?
    Akankah sisa waktu kita sebelum ajal menjemput hanya
    kita korbankan untuk
    sebuah rutinitas belaka ?

    Kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput, mungkin 5
    tahun lagi, mungkin 1 tahun lagi, mungkin sebulan
    lagi, mungkin besok, atau mungkin 1 menit lagi.

    Hanya Tuhanlah yang tahu...

    Pandanglah di sekeliling kita...ada segelintir orang
    yang membutuhkan kita. Mereka menanti kehadiran kita.
    Mereka menanti dukungan kita. Orang tua, saudara,
    pasangan, anak, sahabat dan sesama......
    Serta Tuhan yang setia menanti ucapan syukur dari
    bibir kita.

    Bersyukurlah padaNYA setiap saat bahwa kita masih
    dipercayakan untuk menjalani kehidupan ini. Buatlah
    hidup ini menjadi suatu ibadah.

    Selamat menjalani hidup yang lebih berkualitas.

  • Dukun Tipu Pejabat dan Jenderal Raup Rp32 Milyar

    wellop

    Minggu 11 November 2007, Jam: 8:37:00
    SEMARANG (Pos Kota) - Dukun palsu menipu ratusan orang hingga menimbulkan kerugian Rp 32 milyar. Ironisnya di antara para korban terdapat sejumlah pejabat, termasuk seorang jenderal.

    Adalah Ahmad Muntoha,51, sang dukun palsu, warga Pilangsari, Losari, Brebes, akhirnya dibekuk Tim Reskrim Polda Jateng, Sabtu (10/11).

    Tersangka mengaku bisa mengubah uang dolar Brasil palsu menjadi uang rupiah asli atau dolar Singapura asli, hingga membuat ratusan korbannya terkecoh.

    Menurut Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Drs Syahroni, tersangka Muntoha ditangkap setelah beberapa lama menjadi tahanan kota di Brebes atas kasus yang sama. Pihak Polda mendapatkan banyak laporan tentang aksi tersangka.

    “Setelah lepas dari tahanan kota, kita tangkap lagi karena ada laporan korban penipuan dan penggelapan uang yang dilakukannya,” ungkap Kabid Humas didampingi Kasat I Opsnal Ditreskrim AKBP Nelson Pardamean Purba, SIK.

    Diperkirakan masih banyak korban yang telah dirugikan ulah tersangka. “Dari penipuannya ini diperkirakan ada ratusan milyar bahkan mencapai setrilyun rupiah uang para korban yang dibawa kabur pelaku. Namun, sampai saat ini yang melapor baru sembilan orang dengan nilai kerugian Rp 32 milyar lebih,” kata Nelson.

    MANTAN CALON BUPATI
    Di antara korbannya, HM Suhardi, mantan calon Bupati Wonosobo. Dia ditipu tersangka pada Juni 2005 sampai dengan Agustus 2005. Awalnya, pelaku meyakinkan Suhardi dapat mengubah uang Brasil palsu menjadi uang rupiah.

    Sedangkan modus yang dilakukan Ahmad Muntoha adalah dengan menjanjikan kepada para korbannya dapat mengubah uang asing palsu menjadi uang rupiah atau uang asing asli.

    Tersangka juga memperagakan caranya dia mengubah uang palsu untuk meyakinkan para korbannya. Caranya, uang palsu dimasukkan pada sebuah ember berisi air dan ditutupi sajadah. Tangan korban disuruh diletakkan di atas sajadah dan diminta mengucap istigfar. Uang Brasil palsu itu pun benar-benar berubah menjadi pecahan Rp 50.000.

    "Untuk meyakinkan korban, pelaku mengajak bertemu di hotel berbintang di Semarang. Di situ pelaku menunjukkan kemampuannya mengubah uang palsu, " kata Nelson.

    Tak hanya itu, korban juga diminta tersangka untuk memberikan uang sebanyak Rp 350 juta. Katanya uang tersebut akan diubah menjadi uang dolar Singapura asli.

    Selain HM Suhardi, sembilan orang telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Jateng, di antaranya Sopingi, Handoyo Laras, Taufik Aka Susanto, HM Jip Hengky Yana Prasetyo, dan Umam Masruchi. Total kerugian dari semua korban mencapai Rp 32.908.2000. 000, dan diperkirakan jumlahnya lebih dari itu.

    OC Kaligis dan Rum Aly pada periode tahun 1965-1966 yang aktif dalam gerakan kemahasiswaan mempunyai gagasan untuk mengumpulkan berbagai pemikiran dari dua sisi yang berbeda dalam satu kumpulan tulisan. Buku itu, bertutur dari berbagai perspektif tentang peristiwa 30 September 1965 G30S/PKI. Masih menarikkah membahas tentang hal yang sudah 42 tahun berlalu? Namanya juga sejarah!

    Tercatat 31 nama penulisnya, termasuk Try Sutrisno, Prabowo, Anhar Gonggong, Cosmas Batubara, Fahmi Idris, Arief Budiman, HR Dharsono, Mochtar Lubis, Soe Hok Gie, Sarwono Kusumaatmadja, Alex Rumondor, Nano Anwar Makarim, dan lainnya.

    Sebuah generasi baru yang sama sekali tidak mengalami peristiwa tersebut telah lahir dan berkiprah di Indonesia. Meski demikian, penafsiran atas peristiwa tersebut dari segi sejarah dan fakta hingga kini masih berayun-ayun dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain, yang menyebabkan generasi baru yang kita sebut di atas masih dipenuhi dengan kebingungan mengenai kejadian tersebut.

    Kejatuhan Orde Baru tahun 1998 oleh para pengamat atau sejarawan yang bersikap netral dianggap sebagai kesempatan untuk melihat peristiwa tahun 1965 tersebut secara lebih jernih dan objektif. Tetapi kenyataan di masyarakat kita tidak sepenuhnya bergerak menuju ke arah itu. Justru banyak sekali kalangan dan pihak yang pernah terlibat dalam peristiwa itu, baik yang kemudian keluar sebagai pemenang (biasanya masuk kelompok Orde Baru) maupun yang kalah, mempergunakan alam reformasi untuk memberikan versi mereka sendiri mengenai kejadian tahun 1965.

    Simton Politik 1965, yang berisi tentang seputar PKI dalam perspektif pembalasan dan pengampunan, menurut editornya, bertujuan agar pendulum bergerak terlalu ke arah "kanan", dan di awal reformasi bergerak terlalu ke "kiri", buku ini menjadi sebuah format yang ideal mengenai suatu momentum dalam sejarah kebangsaan kita. Sayangnya, menurut penerbit, tidak semua cita-cita baik para editor bisa terpenuhi karena resistensi atau kecurigaan masih ada hingga sekarang ini. Sejarah memang merupakan suatu tafsiran yang dinamis dan bisa ditulis berbeda pada era yang berlain-lainan.

    Latar Belakang

    OC Kaligis, dalam tulisan berjudul "Pengalaman Traumatis dari Negeri Tirai Besi dan Bambu", mengatakan nilai-nilai agama dan komunis tak pernah punya titik temu. "Mungkin karena latar belakang saya yang agamis, konsep Bung Karno tentang Nasakom tidak pernah dapat saya terima", katanya. Melalui konsep itu, Soekarno mencoba menyatukan unsur-unsur nasionalis, agama, dan komunis dalam satu sistem politik dan kehidupan bernegara. "Bukan saya saja, banyak pihak yang memberikan reaksi penolakan walaupun belakangan banyak yang tidak lagi berani terbuka menolak karena pertimbangan keselamatan diri dan kelompok, atau juga karena sikap oportunistik, takut kehilangan posisi dan porsi dalam kekuasaan.

    Sedangkan Anhar Gonggong mengingatkan bagaimana pun terjadinya keterbelahan akibat dari G30S/PKI itu seharusnya tidak berlanjut ke hari-hari depan, dalam kehidupan bersama kita sebagai bangsa dan di dalam negara Indonesia. Karena itu, ia menasehati kita semua, terutama generasi baru, angkatan muda bangsa ini termasuk yang berada di lingkungan Angkatan Bersenjata menghilangkan dendam sejarah dan cara jalannya ialah memaafkan tanpa melupakan!

    Karena apa yang pernah kita lakukan sejak puluhan tahun yang lalu itu, adalah sejarah yang seharusnya dipahami sebagai milik bersama, dan seharusnya dapat menjadi landasan yang akan saling memperkuat kita semua, dalam arti sebagai warga negara, menopang kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara, di tengah-tengah bangsa-bangsa lainnya di muka bumi ini.

    Senada dengan itu, Marzuki Darusman mengatakan tidak ada pelajaran yang berhasil ditarik dari sejarah masa lampau, yang mampu disimpulkan hanyalah langkah-langkah pencegahan untuk tidak terulangnya peristiwa. Ini agak berbeda arti dengan menarik pelajaran. Jadi, seluruh effort politik kita selama ini hanya ditujukan untuk mencegah. Hal serupa juga tercermin dalam dunia hukum, yang melahirkan hukum yang juga bertujuan pencegahan dengan menggunakan cara represif, yang berdaya guna untuk sekadar tidak terulangnya suatu perbuatan pelanggaran hukum. Hukum kita yang lalu hanya berfungsi untuk melakukan penghukuman setelah perkara terjadi. [SP/Rina Ginting]

    YOUR DREAMS AND YOUR COMMITMENT TO ACHIEVE THEM

    Impian Anda dan Kesungguhan Anda untuk Mencapainya

    Marilah kita mulai dengan kenyataan bahwa,

    Semua orang memimpikan sesuatu, tetapi tidak semua orang mengupayakan pencapaiannya.

    Bahkan bila tersedia buku manual petunjuk yang sangat pasti bagi pencapaian keberhasilan karir dan kehidupan, hanya akan ada beberapa pribadi bersungguh-sungguh yang membacanya.

    Bagaimana kalau hari ini, kita mencoba satu langkah saja dari buku manual itu, dengan mencermati Super Point berikut ini:

    Salah satu rahasia keberhasilan yang dapat segera Anda terapkan dalam keseharian Anda – adalah memimpikan sesuatu yang besarnya hampir tidak mungkin, dan memastikan semua rencana Anda sangat sederhana sampai hampir terlaksana dengan sendirinya.

    Sekarang, pertanyaan saya kepada Anda adalah

    Seberapa besarkah impian Anda?

    Apakah Anda menakar impian sesuai dengan yang Anda rasakan mungkin dicapai?

    Apakah Anda masih tertarik untuk memimpikan sesuatu?

    Atau apakah Anda sudah letih bermimpi?

    Kemudian,

    Apakah Anda menyusun rencana bagi pencapaian impian Anda?

    Apakah rencana Anda mendekatkan Anda kepada cita-cita Anda, atau membuat Anda terkatung-katung di antara prioritas yang saling berbenturan?.

    Apakah rencana Anda mudah dilaksanakan?

    Atau apakah Anda telah kehilangan kepercayaan kepada perencanaan?

    Untuk itu, saya mohon Anda mencermati lagi cuplikan dari salah satu jawaban final discourse kita;

    Untuk menjadi apa pun,
    kita membutuhkan kesungguhan untuk menjadi.

    Keinginan untuk menjadi - tidak selalu diikuti oleh rencana untuk menjadi; dan rencana untuk menjadi – jarang sekali diikuti oleh tindakan untuk betul-betul menjadi.

    Semuanya membutuhkan kesungguhan, memang; tetapi pada banyak pribadi – kesungguhan itu dibentuk dari asap yang mudah berubah bentuk dan menghilang, dan akan muncul lagi – mungkin dengan bentuk yang baru, tetapi dengan cara menghilang yang sama.

    Itu sebabnya, bukan hanya kesungguhan dan bukan hanya sembarang kesungguhan – yang menjadi biaya utama yang harus kita bayar untuk mencapai impian-impian kita; tetapi kesungguhan untuk menjadi pribadi yang kualitasnya memungkinkan pencapaian impian-impian kita.

    Lalu,

    Bila kita telah dan masih lantang mengatakan bahwa kita bersungguh-sungguh ingin mencapai impian kita, ingatlah bahwa,

    Tidak ada orang yang mengumumkan kepada dirinya atau kepada alam - bahwa dia akan menjadi pribadi yang baru - yang tidak diuji keterlepasannya dari kualitas-kualitas lama-nya.

    Semakin besar keinginan Anda, semakin besar godaan yang Anda temui – agar Anda meragukan kemungkinan bagi keberhasilan Anda, agar Anda menghindari pekerjaan-pekerjaan yang tidak mudah, agar Anda merasakan kemalasan sebagai sifat turunan yang harus diikhlaskan, dan membuat Anda merasa bahwa akan selalu ada waktu untuk hal ini besok-besok atau kapan-kapan.

    Tetapi, janganlah menduga bahwa tidak menginginkan apa pun adalah pilihan yang lebih mudah.

    Orang-orang yang tidak memiliki keinginan, dan yang kehidupannya tidak termotivasi oleh pencapaian keinginan-keinginan yang bernilai – akan bernafas berat di dalam kehidupan yang tidak mudah.

    Keinginan Anda adalah tenaga Anda.

    Bila Anda benar-benar menginginkan sesuatu,

    Anda akan benar-benar bertenaga.

    Maka inginkanlah, dan bertenagalah.

    Classic Joke

    An 80-year old Italian man goes to the doctor for a check-up.

    The doctor is amazed at what good shape the guy is in and asks, " How do you stay in such great physical condition?"

    I'm Italian and I am a golfer," says the old guy," and that's why I'm in such good shape." I'm up well before daylight and out golfing up and down the fairways." "Have a glass of vino, and all is well."

    "Well," says the doctor, "I'm sure that helps, but there's got to be more to it. How old was your Dad when he died?"

    " Who said my Dad's dead?"

    The doctor is amazed. "You mean you're 80 years old and your Dad's still alive. How old is he?"

    "He's 100 years old," says the old Italian golfer. "In fact he golfed with me this morning, and then we went to the topless beach for a walk, that's why he's still alive ... he's Italian and he's a golfer too."

    "Well," the doctor says, "that's great, but I'm sure there's more to it than that. How about your Dad's Dad? How old was he when he died?"

    " Who said my grandpa's dead?"

    Stunned, the doctor asks, "You mean you're 80 years old and your grandfather's still living! Incredible, how old is he?"

    "He's 118 years old," says the old Italian golfer. The doctor is getting frustrated at this point, "So, I guess he went golfing with you this morning too?"

    "No. Grandpa couldn't go this morning because he's getting married today."

    At this point the doctor is close to losing it. "Getting married!! Why would a 118 year-old guy want to get married?"

    "Who said he wanted to?"

  • Sakit Jantung dan Minum Air Hangat....

    xcvbxc

    Artikel ini sangat bagus. Tidak hanya mengenai minum air hangat setelah
    makan, tapi juga tentang serangan jantung. Ini masuk akal... orang Cina
    dan orang Jepang minum teh panas dengan makanan mereka.. bukan air
    dingin.. mungkin sudah waktunya kita mengadaptasi kebiasaan minum air
    hangat seperti mereka..

    Ga rugi.. malah untung..

    Untuk mereka yang suka minum air dingin, artikel ini cocok untuk anda.

    Memang enak untuk minum secangkir minuman dingin setelah makan. Tapi,
    air dingin akan mengeraskan makanan berminyak yang baru saja dimakan.
    Dan memperlambat pencernaan makanan. Ketika endapan ini bereaksi dengan
    asam lambung, endapan akan terpecah dan diserap oleh usus lebih cepat
    daripada makanan padat. Ini akan memenuhi usus. Sebentar saja, ini akan
    berubah menjadi lemak dan bisa mengakibatkan kanker.

    Paling baik meminum/memakan sup panas atau air hangat setelah makan.

    Catatan serius mengenai serangan jantung: Tidak semua gejala searngan
    jantung adalah sakit pada lengan kiri. Waspadalah jika ada rasa sakit
    yang terus menerus pada rahang.

    Mungkin kita tidak akan mengalami rasa sakit dada pertama ketika
    terjadinya serangan jantung. Rasa mual dan keringat yang berlebihan juga
    adalah gejala yang umum dijumpai. 60% dari mereka yang terkena serangan
    jantung ketika tidur tidak terbangun.

    Rasa sakit di rahang bisa membangunkan kita dari tidur nyenyak.
    Berhati-hatilah dan berwaspada. Semakin banyak kita tahu, semakin baik
    kesempatan kita untuk selamat.

    Seorang ahli jantung mengatakan jika mereka yang mendapatkan email ini
    mengirimkannya lagi ke 10 orang lainnya, kita bisa menyelamatkan
    sedikitnya 1 nyawa. Bacalah, ini bisa menyelamatkan hidup anda

    Jadilah teman sejati dan kirimkan artikel ini ke semua teman yang kamu
    sayangi.

    Kasus VLCC, Laks Coba Seret Megawati

    Laksamana Sukardi, Mantan Menneg BUMN

    Sabtu, 10 Nopember 2007
    JAKARTA (Suara Karya): Tersangka kasus dugaan korupsi penjualan dua kapal tanker raksasa (VLCC), mantan Menneg BUMN Laksamana Sukardi mencoba menyeret mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. Dia meminta tim penyidik Kejagung memeriksa mantan pejabat negara terkait penjualan aset Pertamina itu, termasuk mantan Presiden Megawati dan mantan Menkeu Boediono.

    Permintaan itu disampaikan Laksamana saat tiba di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka kasus yang diperkirakan merugikan negara 20 juta dolar AS itu, Jumat. "Kalau kita mau mencari kebenaran, saya kira siapa pun yang terkait harus ditanya, supaya menjadi terang. Tapi itu tergantung penyidik, bukan saya," ujar Laks, sapaan akrabnya.

    Laks mengatakan, Megawati selaku Presiden ketika itu mengalihkan wewenang penjualan dua VLCC pada tahun 2004 dari Menkeu Boediono kepada Menneg BUMN. Pengalihan wewenang itu bahkan dilakukan melalui PP Nomor 41 Tahun 2003.

    Di sisi lain, Boediono juga terkait karena penjualan VLCC rutin dibicarakan dengannya selaku Menkeu ketika itu. "Karena masalah cash flow Pertamina pada waktu itu bisa membahayakan perekonomian nasional. Apalagi masalah subsidi bahan bakar minyak (BBM), ketika itu Pertamina masih menunggu pembayaran pemerintah," ujar Laks.

    Dia mengimbau Megawati maupun Boediono agar tidak takut jika dimintai keterangan oleh penyidik seputar penjualan VLCC. "Saya datang ke sini juga biasa-biasa saja. Kasih tahu saja kejadiannya seperti apa. Apalagi ini untuk mendukung pemberantasan korupsi," katanya menambahkan.

    Laks menolak menjawab saat ditanya apakah dia mendapat intimidasi kubu Megawati. Namun dia mengatakan, intimidasi dalam bentuk apa pun tidak akan mampu memengaruhinya.

    Menyinggung materi pemeriksaan, Laks mengaku diminta menjawab 10 pertanyaan seputar administrasi persetujuan penjualan VLCC yang dia lakukan selaku Komisaris Utama Pertamina pada saat itu.

    Tim penyidik, lanjut Laks, juga belum menyinggung soal pelimpahan wewenang dari Menkeu Boediono kepada Menneg BUMN menyangkut keputusan penjualan VLCC.

    Pemeriksaan terhadap Laks dilanjutkan Senin pekan depan bersamaan dengan mantan Dirut Pertamina Ariffi Nawawi dan mantan Direktur Keuangan Pertamina Alfred H Rohimone.

    Sementara itu, Jaksa Agung Hendarman Supandji menilai mantan Presiden Megawati bisa saja diperiksa sebagai saksi meringankan bagi Laks. "Kalau tersangka mengatakan itu (menghadirkan Megawati) sebagai saksi meringankan, ya itu haknya dia (Laksamana). Namun, pemanggilan bukan kewajiban kejaksaan," kata Hendarman di Istana Negara.

    Namun, kata Hendarman, dari daftar 43 orang saksi yang akan diperiksa, nama Megawati tidak ada di dalamnya. "Ndak ada, ndak ada (Megawati). Ke-43 orang itu adalah saksi yang memberatkan. Kalau menghadirkan tersangka yang meringankan itu yang minta adalah tersangka," ujarnya.

    Terkait kemungkinan kejaksaan menahan Laksamana Sukardi, Hendarman menjelaskan belum perlu karena yang bersangkutan masih kooperatif.

    Sedangkan JAM Pidsus Kemas Yahya Rahman mengatakan, semua pihak yang terkait dengan kasus penjualan tanker raksasa akan diperiksa. Tetapi ketika ditanya apakah tim penyidik sudah menangkap indikasi keterkaitan Megawati dan Boediono dalam kasus tersebut, Kemas tidak bersedia berkomentar banyak.

    Dia hanya menegaskan, pemanggilan saksi akan dilakukan berdasarkan bukti yang ada. Pemanggilan saksi juga bertujuan untuk menjernihkan kasus.

    Penyidik, kata Kemas, sebenarnya telah memiliki bukti tertulis dan keterangan saksi sebelum menentukan tersangka. Pemeriksaan tersangka dan saksi merupakan usaha untuk mengkonfirmasi bukti yang dimiliki penyidik.

    Kolega Laks di Partai Demokrasi Pembaruan atau PDP, Roy BB Janis, menyatakan, seharusnya Megawati bersedia menjadi saksi kasus penjualan kapal tanker raksasa jika dia seorang reformis.

    Menurut Roy, pihaknya sudah minta secara resmi melalui surat kepada Kejagung agar Megawati menjadi saksi. "Tetapi ternyata dia tidak masuk dalam daftar saksi. Itu namanya Kejagung double standard dalam penegakan hukum. Harusnya objektif, jangan diskriminatif seperti ini," kata Roy.

    Di tempat terpisah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa dia tidak akan pernah bertemu dengan seseorang yang masih menjadi tersangka, termasuk Laksamana Sukardi. "Saya lebih bagus tak bertemu Pak Laks, agar beliau mengikuti proses hukum dengan baik," kata Presiden Yudhoyono.

    Pernyataan itu, kata Presiden, untuk menjawab spekulasi yang berkembang seputar rencana pertemuan Laks dengan dirinya. Yudhoyono mengaku tidak ingin masyarakat memperoleh informasi simpang-siur.

    Selama ini, kata Presiden, dirinya memang sengaja mencegah bertemu dengan mantan politisi PDIP itu. "Lebih bagus tidak. Apa pun tujuan baiknya menjadi keliru, karena seolah-olah Presiden mencampuri hukum dan mengintervensi jalannya pemeriksaan, " kata SBY. (Jimmy Radjah

  • Letter from Cuba: Trade fair draws over 100 U.S. businesses

    qwrwqr

    http://www.iht. com/articles/ 2007/11/12/ america/letter. php

    John Parke Wright, a Florida cattle farmer, rode with a Cuban farmer, one of the diversions for visitors to the trade fair in Havana last week. (Jose Goitia for The New York Times)
    LETTER FROM CUBA
    Letter from Cuba: Trade fair draws over 100 U.S. businesses
    By James C. McKinley Jr.
    Published: November 12, 2007

    HAVANA: Atrade fair in Communist Cuba is perhaps the last place you would expect to find a Republican governor from the American heartland. Yet last week Governor Dave Heineman of Nebraska was here to sign a deal to export $11 million worth of his state's wheat to the island.

    Asked the obvious question about whether longstanding American trade sanctions should be lifted, Heineman ducked and weaved like a professional boxer. "Well, I try not to get into that, because that's up to the president and the Congress, but I will say expanding trade relationships is good for Nebraska and altogether good for America," he said.

    Just weeks after President George W. Bush delivered an address calling on the world to isolate Cuba, officials from Minnesota, Alabama and Ohio - and more than 100 American businesses - were working the giant Havana International Fair, trying to secure part of the $1.6 billion the Cuban government spends each year to import sugar, wheat, livestock, poultry and beans, among other staples. Those business interests clash with the Bush administration' s anti-Castro policies, as well as the need of both Democrats and Republicans to court Cuban exiles in Florida, a crucial voting bloc. So while some trade with Cuba is allowed, it is fraught with restrictions. A 1992 law, for instance, denies ships access to American ports for six months after they have docked in Cuba, making shipping tricky, to say the least.

    Several Americans here said they were frustrated that the sanctions have proved more a source of irritation for those who want to do business with Cuba than a crippling blow to Fidel Castro.

    "They are doing everything they can to make it difficult," said Ralph Kaehler, a Minnesota farmer who sells cattle feed in Cuba. "It's unfortunate. "
    American businesspeople and state officials have been coming to the fair for six years, ever since Congress gave in to pressure from the agriculture lobby in late 2000, during the waning days of the Clinton administration, and lifted a four-decade ban on selling food to Cuba.

    Since then, the number of farm states and agribusinesses who want a piece of the Cuban market has been growing, despite the Bush administration' s steady tightening of sanctions. For farm states, the need for jobs has trumped Cold War politics.

    "It's helped our economy," said Ron Sparks, the Alabama agriculture commissioner. "It's helped our farmers. I don't talk national policy."

    Now in its 25th year, the annual trade fair drew more than 1,000 companies from 53 countries to a sprawling fairground known as Expocuba just outside Havana. Aside from state officials, the U.S. delegation included several shipping companies and large agricultural outfits like Pilgrim's Pride, Cargill and Purdue.

    Some Americans at the fair predicted that Cuba's market would open up more after Castro gave up power permanently, and they said they wanted to get a head start on deal-making. Many envision a return to the pre-revolution days when the United States was Cuba's biggest trading partner, as wheat and durable goods flowed south while sugar, tobacco and rum flowed north.

    But financial and travel restrictions have never been tighter, as the Bush administration has quietly stepped up the prohibition of tourism to and from Cuba and invented new ways to squeeze the island financially.

    It has also increased efforts to fine international banks that handle transactions in dollars for the Cuban government as well as companies that do business in both Cuba and the United States.

    American farmers complain that Washington has also tried to find ways to hinder agricultural sales to the island. Since the ban was lifted in 2000, an exception to the general trade embargo against Cuba, sales from American farmers to the island have risen to about $500 million a year, Cuban officials say.

    But the Bush administration has required the purchases to be made in cash and, since 2004, that the payment be received before shipment. The system has created immense logistical headaches for American shippers and food exporters. Loads of grain and poultry end up waiting for days on a dock until proof of payment arrives, shippers said.

    "There are lot of delays in loading because of that," said Eric Junker, the owner of Americana Marine Services, which ships grain to the island.

    Bush and other supporters of the sanctions maintain that every dollar that enters Cuba helps support a despotic regime. In his speech on Oct. 24, Bush asked Congress to maintain the embargo and said the transfer of power from Fidel Castro, who has been ill, to his brother Raúl, amounted to "exchanging one dictator for another." He called for elections after Fidel Castro's death.

    Cuban officials argue the embargo hurts American farmers more than it does the government here. But they also acknowledge the American attempts to punish foreign companies for doing business here have hurt them in dozens of small ways, from limiting their ability to buy to certain medicines to making it impossible to get spare parts for scientific equipment.

    "The blockade makes doing business here insecure," said Pedro Alvarez Borrego, the chairman of Alimport, the government-owned company that imports food.

    The biggest blow, however, has been to tourism. The minister for tourism, Manuel Madero, said that before Bush took office, about 80,000 Americans visited Cuba every year, usually going through Mexico or another country. He declined to give a number for the current year, but said the flow had been reduced to a trickle.

    Luis Morejon, who operates a small tour company, said he used to arrange tours for at least 30 Americans a year in the late 1990s. "Now this whole year I haven't had one," he said.

    John Vinocur is on vacation. His Politicus column will resume next Tuesday.

    'Datangkan Mourinho ke Barca'

    Barcelona - Kepercayaan para pendukung Barcelona terhadap pelatih Frank Rijkaard tampaknya mulai menipis usai kekalahan atas Getafe di La Liga Primera. Nama Jose Mourinho pun mulai disuarakan untuk jadi pengganti.

    Meski memainkan "trisula maut" yang diisi oleh Lionel Messi, Thierry Henry dan Ronaldinho, Barca tetap tidak mampu menundukkan Getafe, Minggu (11/11/2007) dinihari WIB. Alih-alih mencetak gol, El Barca malah harus menelan kekalahan 0-2.

    Kekalahan kedua yang diderita Los Cules di ajang Liga Spanyol itu membawanya ke posisi tiga klasemen sementara, di bawah Villareal dan seteru abadinya, Real Madrid.

    Meski masih berada di papan atas, itu rupanya tidak cukup buat para suporter Barca. Alhasil, mereka kini mulai mempertanyakan kemampuan Rijkaard. Dari jajak pendapat yang dilakukan oleh surat kabar Sport, 66 persen suporter Barca tidak yakin kalau Rijkaard bisa mengubah peruntungan Barca.

    Uniknya, justru nama Mourinho yang didapuk jadi kandidat pengganti. Unik karena ketika masih membesut Chelsea The Special One pernah jadi musuh nomor satu publik Catalan setelah menuding Messi sebagai aktor lapangan. Selebrasi Mourinho ketika merayakan gol "Si Biru" di Nou Camp pun mengundang cibiran.

    Surat kabar El Mundo Deportivo memuat beberapa suara fans Barca yang tegas-tegas meminta Mourinho untuk menggantikan Rijkaard. "Rekrut Mourinho dan mari kita buat tim lain takut lagi kepada kita," sebut salah seorang suporter. Lainnya menukas,"Mari datangkan Mourinho dan bereskan kekacauan." Demikian dikutip The Independent, Selasa (13/11/2007).

    (For a change).

    Q: What is the difference between men and puppies?

    A: Puppies grow up.

    **** *

    Q: Why do men always have a stupid look on their faces?

    A: Because they are...

    **** *

    Q: What do men have in common with ceramic tiles?

    A: Fix them properly once and you can walk all over them forever.

    **** *

    Q: If you drop a man and a brick out of a plane, which one would hit the ground first?

    A: Who cares?????.. ...

    **** *

    Q: What did God say after he created man?

    A: I can do better than this! And then he created woman!!!.

    **** *

    Q: What's the difference between an intelligent man & a UFO ?

    A: I don't know, I've never seen either.

    **** *

    Q: What are two reasons why men don't mind their own business?

    A: I) no mind ii) no business

    **** *

    Q: Why did Moses wander in the desert for 40 years?

    A:! Because even back then men wouldn't ask for directions .

    **** *

    Q: What is the difference between men and pigs?

    A: Pigs don't turn into men when they drink...

    **** *

    Q: What makes men chase women they have no intention of marrying?

    A: The same urge that makes dogs chase vehicles they have no intention of driving.

    **** *

    Q: What do you do with a man who thinks he's God's gift?

    A: Exchange him!!

    **** *

    Q: Why do men like smart women?

    A: Opposites attract.

    **** *

    Pass this on to some women who need a laugh ..

    And to men who can handle it !

    **** *

  • Kebijaksanaan Cendol

    Emha Ainun Najib
    Indonesia Bagian dari Desa Saya

    Karena akan menerima tamu dari Thailand , maka Kyai itu merasa harus menyuguhkan Jawa. Segala yang nampak pada Pondok Pesantren yang dipimpinnya, sebenarnya relatif sudah mengekspresikan tradisional Jawa. Potret desa, model-model bangunan dan irama kehidupannya. Sang Tamu besok mungkin akan mendengarkan para santri berbincang dalam bahasa Arab atau Inggris. Tapi itu bukan masalahnya. Yang penting Kyai kita ini tidak akan mungkin menyediakan Coca Cola ke depan hidung tamunya dari tanah Thai itu.

    Demikianlah akhirnya sekalian Santriyah yang tergabung dalam Qismul Mathbah (Departemen Dapur) bertugas memasak berbagai variasi menu Jawa. Dari sarapan grontol, makan siang nasi brongkos, malam gudeg, besoknya pecel, lalu sayur asem dengan snack lemet dan limpung.

    Sang Kyai sendiri "cancut tali wondo" mempersiapkan suguhan siang hari yang diperkirakan bakal terik. Ia dengan vespa kunonya melaju, membawa semacam tempat sayur yang besar. Empat kilometer ditempuh, dan sampailah ia ke warung kecil di tepi jalan. Seorang Bapak tua penjual cendol. Sang Kyai sudah memperhitungkan waktunya untuk sampai pada bapak cendol ini pada dinihari saat jualannya. Yakni ketika stock masih melimpah.

    Terjadilah dialog dalam bahasa Jawa krama-madya.

    Masih banyak, pak ?
    Masih Den, Wong baru saja bukak beberan

    Alhamdulillah, ini akan saya beli semua. Berapa ?
    Pak Cendol kaget, Lho, Jangan Den ! Jawabnya spontan

    Sang Kyai pun tak kalah kagetnya : Kok Jangan ?
    Lho, Kalau dibeli semua, bagaimana saya bisa berjualan ?

    Sang Kyai terbelalak. Hatinya mulai knocked-down, tapi belum disadarinya.
    Lho, kan saya beli semuanya, jadi bapak nggak perlu repot-repot berjualan lagi disini hari ini.

    Pak Cendol tertawa dan sang Kyai makin terperangah.
    Orang jualan kan untuk dibeli. Kalau sudah laku semua kan malah beres ?

    Pak Cendol makin terkekeh.
    Panjenengan ini bagaimana tho den ! Kalau dagangan saya ini dibeli semua, nanti kalau orang lainnya mau beli bagaimana ! Mereka kan tidak kebagian !

    Knock-Outlah Sang Kyai
    Ia terpana. Pikirannya terguncang. Kemudian sambil tergeregap ia berkata : Maafkan, maafkan saya pak. Baiklah sekarang bapak kasih berapa saja yang bapak mau jual kepada saya.

    Seperti seorang aktor di panggung yang disoraki penonton, ia kemudian mendapatkan vespanya dan ngeloyor pulang.
    Sesampainya di Pondok ia langsung memberikan cendol ke dapur dan memberi beberapa penugasan kepada santriyah, kemudian ia menuju kamar, bersujud syukur dan mengucapkan istighfar, lantas melemparkan tubuhnya di ranjang.

    Alangkah dini pengalaman batinku gumannya dalam hati. Sembahyang dan latihan hidupku masih amat kurang. Aku sungguh belum apa-apa di depan orang luar biasa itu. Ia tidak silau oleh rejeki nomplok. Ia tidak ditaklukan oleh sifat kemudahan-kemudahan memperoleh uang. Ia terhindar dari sifat rakus. Ia tetap punya dharma kepada sesama manusia sebagai penjual kepada pembeli-pembelinya.

    Ia bukan hanya seorang pedagang. Ia seorang manusia !

    Laba Wijaya Karya September Turun 10,75%
    Jakarta, UB - Laba bersih per September 2007 Wijaya Karya turun 10,75 % menjadi Rp71,54 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang meraih laba bersih Rp80,16 miliar. Dalam laporan Jumat disebutkan penjualan bersih naik jadi Rp2,59 triliun dari Rp1,92 triliun dengan laba kotor naik jadi Rp224,53 miliar dari Rp133,26 miliar.

    Beban usaha naik jadi Rp85,68 miliar dari Rp79,66 miliar sehingga laba usaha menjadi Rp138,84 miliar dari Rp53,59 miliar. Beban lain-lain diderita sebesar Rp40,27 miliar dari Rp63,46 miliar namun pada periode september 2007 perseroan tidak mencatatkan bagian laba perusahaan asosiasi seperti di periode sebelumnya yang meraih laba Rp106,67 miliar sehingga laba sebelum pajak menjadi Rp98,57 miliar dari Rp96,18 miliar.Ditambah beban pajak yang naik jadi Rp20 miliar dari Rp11,04 miliar sebelumnya membuat laba turun.

    Tanpa Izin Suami, Menjadi TKW di Arab Saudi (3)
    Istri Pergi Bersama Anakku ke Rumah Mertua
    BEKERJA di Arab Saudi, boleh jadi merupakan impian banyak TKW di Indonesia, tak terkecuali Sri, istri Masjon. Sayangnya kepergian Sri tidak begitu mulus, harus dilewati dengan cara sembunyi-sembunyi tanpa seizin Jon, panggilan suaminya. Mengapa begitu? Simak kisah bersambung yang ditulis H. Arya Rusli berikut ini.
    MALAMNYA aku pulang ke rumah setelah beberapa jam berada di warung. Kepergian istriku ke Cianjur, rumah orangtuanya, benar-benar membuatku kesepian. Berbeda ketika Sri, istriku itu pulang ke rumah orangtuanya bersama Asep empat hari sebelumnya. Bisa jadi karena ketika itu aku mengizinkannya, sedangkan kali ini istriku pergi diam-diam karena takut tidak diizinkan.

    Tapi begitu pentingkah urusannya? Sampai-sampai nekat melanggar norma-norma hubungan suami istri, bahkan cukup hanya dengan meninggalkan sepucuk surat.

    Rasa penasaran memenuhi benakku, aku segera berkonsultasi dengan bibiku yang rumahnya tak jauh dariku. Sudah ke­ biasaanku, jika ada masalah, aku sela­lu berkonsultasi dengan bibi, adik ibuku. Dan memang, keluarga dekatku yang kuanggap sepuh dan sudah kuanggap pengganti ibuku, cuma bibi. Yang lain boleh dibilang tidak ada, soalnya memang sejak dulu tidak dekat denganku.

    Oleh bibi aku disarankan untuk bersabar, menunggu saja di rumah.Nanti kalau lebih dari seminggu, misalnya sampai dua minggu, baru disusul ke Cianjur. Atas nasihat bibi, akutermenung sejenak, lalu menyetujui pendapatnya.

    Hampir dipastikan, pekerjaan yang paling membosankan banyak orangadalah menunggu. Begitulah yangkurasakan sekarang, padahal tak terasa waktu sudah berlalu empat hari, artinyatinggal tiga hari lagi istri dan anakku pulang ke rumah, sesuai dengan janji yang ditulis di surat.

    Persis pada hari ketujuh, artinyapada hari kepulangan Sri, istriku dan Asep, anakku, aku bersiap-siap menyambut kedatangan mereka. Ipah, adikku yang tinggal di rumah, juga ikut sibuk membereskan rumah keciku itu. Sedapat mungkin aku akan memberikan gambaran kasih sayang kepada keluargaku, begitulah harapanku.

    Biasanya, seperti tempo hari, ketika istri dan anakku kembali dari Cianjur, keduanya tiba di rumah sekira pukul 13.00 WIB siang. Hari itu pun aku berharap mereka kembali sekira pukul 13.00 WIB atau paling-paling terlambat dua jam. Tapi ketika sampai pukul 15.00 WIB istriku belum juga pulang, bahkan sampai malam hari tak juga pulang, aku benar-benar gelisah.

    Setelah keesokan harinya tidakjuga pu lang, segera aku minta pendapat bibi. Bibiku memberi toleransi tiga hari, kalau lewat dari tiga hari tidak juga pulang, aku disarankan untuk menyusul ke Cianjur. Sarannya aku terima, tapimenunggu selama tiga hari telah membuatkupusing tujuh keliling, belum lagi bingung atas perilaku istriku yang kunilai akhir-akhir ini sering bertingkah aneh. Berbagai pertanyaan muncul di benakku, sampai-sampai bayangan telah terjadi sesuatu atas istri dan anakku terusmenghantuiku.

    Waktu tiga hari serasa setahun, tapi aku mencoba bersabar, bahkan sampai hari keempat aku masih bersabar. Baru pada hari kelima istri dan anakku tak juga pulang, aku pamit kepada Ipah dan memintanya untuk menjaga rumah. Aku akan ke Cianjur menyusul istri dan anakku, tapi sebelumnya aku mampir dulu ke rumah bibi.

    Bibi menasihatiku untuk menahan emosi jika ternyata ada sesuatu yang menjadi kendala keterlambatan istriku pulang ke Sukabumi. "Ulah ngambek, tahan emosi. Ulah nepi ngerakeun kaluarga. Sing sabar," pesan bibi, mewanti-wantiku.

    Nasihat bibi kupegang erat-erat,dalam hati aku akan coba menahan emosi jika memang ada masalah yang menjengkel kan. Sebenarnya, yang membuatkugelisah dan nyaris tak sabar untuk se gera menyusul keluargaku adalah anakku. Aku begitu kangen dan ingin me ngetahui pasti kondisinya, apakah sehat walafi­at atau sedang sakit. Dalam hati aku ber­doa, semoga anakku selalu dalam lindu­ngan-Nya, tentu saja doa juga kuharap­kan agar istriku tak kurang suatu apa pun.

    Tiba di rumah mertuaku di Cianjur sekira pukul 16.00 WIB sore, tapi aku tak melihat batang hidung istriku, kecuali anakku Asep yang sedang digendong bibinya, adik istriku atau adik iparku. Setelah basa-basi bersalaman dengan adik ipar dan Asep yang seolah sudah mengerti bahwa aku adalah bapaknya, spontan saja Asep mau kupeluk, kugendong, dan kucium. Baru kemudian, sambil menggendong Asep aku masuk ke dalam.

    Istriku tetap tak kutemukan, yang ada ha nyalah mertua lelaki dan paman atau adik dari mertua perempuan. Setelah ke duanya kusalami dan kucium tangannya sebagaimana layaknya kepada orangtua, aku duduk di ruang depan dengan tetap masih menggendong anakku.

    Seolah mengerti dengan kegelisahan hati bapaknya, tiba-tiba Asep menangis sambil tangannya mencoba menggapai wajahku, tak lama kemudian ibu mertuaku keluar. Agak terkejut dan tampak sekali salah tingkah melihat kehadiranku, serta merta saja ibu mertua menghampiriku dan mencoba mengambil Asep. Tapi upayanya itu kucegah dengan halus sambil secepatnya meraih tangannya untuk kusalam dan kucium.

    Barulah ibu mertuaku sadar,selanjutnya duduk di sebelahku. "Kumaha damang?" sapanya, basa basi. (bersambung) **

    Pippo Der Bomber

    Suhu tiga derajat celcius di bawah nol ternyata tidak membuat AC Milan menemui kesulitan selama mereka masih memiliki Filippo Inzaghi. I Rossoneri pada Selasa (6/11) mengalahkan tuan rumah Shakhtar Donetsk di Grup D dengan tiga gol tanpa balas, dua di antaranya dicetak Pippo.

    Filippo Inzaghi, rekor 62 gol.

    Udara dingin yang amat menyengat justru membuat Shakhtar sulit menembus pertahanan rapat Milan di babak pertama. Melihat solidnya lini belakang, Carlo Ancelotti tidak mengubah taktik serangan baliknya di babak kedua dan hanya mengganti Alberto Gilardino dengan Inzaghi di menit ke-63.

    Dalam tempo tiga menit berikutnya Pippo langsung memperlihatkan kelasnya sebagai finisher terbaik di kotak penalti. Selain menyelesaikan umpan terobosan Andrea Pirlo kala itu, pada menit ke-72 striker berumur 34 tahun itu juga berjasa memberi assist kepada Kaka.

    Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani, kembali melonjak dari tempat duduknya ketika Pippo kembali membobol gawang Andriy Pyatov di injury time.

    “Agregat 7-1 atas Shakhtar sangat luar biasa mengingat mereka adalah juara Liga Ukraina. Saya merasa kasihan pada para pendukung kami yang hanya bisa menonton pesta ini lewat televisi karena tidak tahan udara dingin di sini,” canda Galliani di depan kamera Sky News.

    Torehan dua gol Pippo membuatnya menyamai rekor Gerd “Der Bomber” Mueller (62 gol) di kompetisi antarklub UEFA. Meski demikian, ternyata Inzaghi tetap rendah hati. Buatnya, rekor sesungguhnya adalah saat ia menyabet dua trofi Liga Champion bersama Rossoneri. Sip! (toen/Foto: AFP)

  • Freeport Berikan Manfaat

    Brighter-Tomorrows

    Kepada Pemerintah Indonesia Pada Triwulan III 2007

    JAKARTA-PT Freeport Indonesia (FI) melalui siaran persnya yang diterima Cenderawasih Pos, kemarin mengatakan, selama bulan Juli 2007 September 2007, FI telah melakukan kewajiban pembayaran kepada Pemerintah Indonesia sebesar 434 juta dolar AS atau Rp 4 triliun dengan kurs saat ini.
    Jumlah tersebut terdiri dari pajak penghasilan badan, pajak penghasilan karyawan, pajak daerah serta pajak-pajak lainnya sebesar 333 dolar AS. Kemudian royalty 49 juta dolar AS serta deviden sebesar 52 juta dolar AS.

    Dengan demikian, total pembayaran yang telah di lakukan FI selama tahun 2007 sampai dengan bulan September 2007 ini telah mencapai 1,4 milyar dolar AS atau sekitar Rp 12,6 trilyun dengan kurs saat ini. Yang terdiri dari pajak penghsilan badan, pajak penghasilan karyawan, pajak daerah serta pajak-pajak lainnya sebesar 1 milyar dolar AS. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi harga komoditas, tingkat penjualan dan tingkat produksi.

    Sejak tahun 1992 sampai September 2007, total kewajiban keuangan sesuai dengan ketentuan yang mengacu pada kontrak karya tahun 1991 yang telah dibayarkan FI kepada Pemerintah Indonesia telah mencapai hampir 6,5 milyar dolar AS. Jumlah tersebut terdiri dari pajak penghasilan badan, penghasilan karyawan, pajak daerah serta pajak-pajak lainnya sebesar 5,1 dolar AS. royalty 708 juta dolar AS serta deviden sebesar 654 juta dolar AS.(nls)

    "When you speak of someone or about someone, you should speak as though they were in the room with you. The ears that you speak to today are attached to the mouth that could relay the message tomorrow."

    William 'Biddy' Allen
    1903-2001, Bus Driver and Loving father of 7 children

    Satu hari bersama seorang guru yang anggun - lebih baik daripada seribu hari belajar sendiri.
    Kelebihan orang lain adalah potensi kelebihan Anda, bila Anda tulus mempelajarinya.
    Menirulah dengan tulus. Karena hanya dengan peniruan yang tak terhambat di hati - Anda akan lebih mudah mencapai kesetaraan dengan kualitas yang Anda harapkan itu.
    Mario Teguh Super Talk, Copying To Greatness

    Salah satu cara untuk berhasil adalah belajar dari kegagalan. Dengan kegagalan, kita tahu cara untuk bisa berhasil. Tidak ada orang yang berhasil kalau belum pernah gagal.

    Persoalannya, kita tidak cukup waktu untuk belajar semua kegagalan. Maka cara yang terpendek untuk keberhasilan adalah belajar dari kegagalan orang lain.

    Dalam meniru cara-cara yang terbukti telah berhasil, terkadang kita dihadapkan pada satu sisi, dimana kita merasa bukan diri kita, karena apa yang kita tiru tidak sesuai dengan kebiasaan kita sebelumnya. Ini menjadi pertanyaan saya pada sesi tanya jawab.

    Untuk menjadikan kita bisa menerima yang bukan diri kita, adalah dengan membiasakan perilaku kita sesuai dengan yang kita tiru, dan itu bisa dilakukan kalau kita melakukan dari yang kecil dan sederhana. Kalau kita meniru yang kecil dan dilakukan se-sering mungkin, maka itu akan menjadi kebiasaan kita, dan kebiasaan yang dilakukan dengan konsisten akan menjadikannya sebagai pribadi kita.

    Maka kalau kita ingin meniru satu pribadi yang terbukti baik dan berhasil, maka lakukanlah dari yang kecil dan sederhana dari yang Anda sukai dari pribadi tersebut.

    Menirulah dengan tulus. Karena hanya dengan peniruan yang tak terhambat di hati - Anda akan lebih mudah mencapai kesetaraan dengan kualitas yang Anda harapkan itu.
    Mario Teguh Super Talk, Copying To Greatness

    Some Very Clever Business Signs

    1) At an Optometrist's office: "If you don't see what you're looking for, you've come to the right place."

    2) In a Restaurant window: "Don't stand there hungry. Come on in and get fed up."

    3) In a Podiatrist's office: "Time wounds all heels."

    4) On a Plumber's Shop: " We repair what your husband fixed."

    5) On the trucks of a Plumbing Company: "Don't sleep with a drip. Call us."

    6) Pizza Shop Slogan: "7 days without pizza makes one weak."

    7) At a Tire Shop: "Invite us to your next blowout."

    8) On a Plastic Surgeon's Office door: "Hello. Can we pick your nose?"

    9) At a Towing company: "We don't charge an arm and a leg. We want tows."

    10) On an Electrician's truck: "Let us remove your shorts."

    11) In a Nonsmoking Area: "If we see smoke, we will assume you are on fire and put you out."

    12) On a Septic Tank Truck sign: "We're #1 in the #2 business."

    13) On a Fence: "Salesmen welcome! Dog food is expensive. "

    14) At a Car Dealership: "The best way to get back on your feet -- miss a car payment."

    15) Outside a Muffler Shop: "No appointment necessary. We hear you coming."

    16) At the Electric Company: "We would be delighted if you send in your payment. However, if you don't, you will be de-Lighted."

    17) In the front yard of a Funeral Home: "Please drive carefully. We'll wait ."

  • More than 1,400 companies at Havana Trade Fair

    Burung-rajawali

    • Cuban exports rise by 44%

    BY HAYDEE LEON MOYA — Granma International staff writer —
    PHOTOS: OTMARO RODRIGUEZ

    CONSUMER goods, machinery, equipment, technology, raw materials and various services representing 1,425 companies (428 Cuban and 997 foreign) are occupying the 25 pavilions of the Havana Trade Fair this week. The 25th edition of the annual event runs from November 5 to 10 at the Expocuba fairgrounds.

    More than 1,400 companies at Havana Trade FairThis year, the exhibition area covers some 16,108 square meters; exhibitors have come from 53 countries; and 19 official delegations and representatives from 36 chambers of commerce are attending, welcomed at the opening ceremony by Vice President Carlos Lage Dávila and Panamanian Vice President and Foreign Minister Samuel Lewis Navarro, who led a sizeable and enthusiastic delegation from his country. It is the first time Panama has a whole pavilion at this event.

    Cuban Minister of Foreign Trade Raúl de la Nuez Ramírez said that as of September of this year, Cuba’s trade for 2007 totaled 10 billion convertible pesos, 12% more than in the same period in 2006, with a 44% increase in exports and greater geographic balance in its transactions.

    He noted that Cuba is developing fruitful commercial and financial relationships with more than 3,000 corporations from 176 nations, and that Venezuela, China, Canada, Brazil, Spain and Italy are being reinforced as its main trade partners, with whom Cuba does about 70% of its foreign transactions.

    De la Nuez said that this trade fair has benefited the advance of Cuba’s foreign trade and the development of new investments and joint enterprises, not just with Cuba but also among other countries participating as exhibitors. The minister added that the fair’s results also show how the economic, commercial and financial blockade against Cuba maintained by the United States for almost 50 years has not been able to isolate the country from the international community, despite having caused it losses of more than $89 billion.

    SPAIN, THE BEST-REPRESENTED

    Spain is the best-represented country at the fair, with a pavilion featuring 80 companies. Other countries with national pavilions include Germany, Brazil, Venezuela, Italy and Turkey.

    For its part, Canada, present at this event since its first edition, has more than 60 companies represented, with a wide-ranging display of machinery, vehicles, cereals, steel products and others.

    This country has an important market in Cuba for buying nickel and cobalt, tobacco, fish, rum, seafood, copper and other products, and is currently the largest issuing country for tourists to the island. It was precisely the latter sector that is weightiest in joint ventures. In 2006, for example, 600,000 Canadians visited the island.

    MORE THAN 100 U.S. COMPANIES

    The Havana Trade Fair is also being attended by 213 representatives of 100 U.S. companies, as well as four agriculture secretaries from different U.S. states. The U.S. group was led by Nebraska Governor Dave Heinemann.

    STRONG PANAMANIAN PRESENCE LED BY FIRST VICE PRESIDENT

    For the first time since the Havana Trade Fair first opened, the Panama Republic features a broad range of products and technology. The presence of the country’s first vide president and foreign minister, Samuel Lewis, representatives of autonomous and semi-autonomous businesses, such as the Panama Canal Authority, and an enthusiastic cultural delegation made the Panamanian pavilion stand out. Together with Spain, Panama was one of two countries present 25 years ago at the Havana Trade Fair’s first edition.

    Those attending this year’s event consider the possibilities for Latin American integration offered by Panama’s administration of the Canal, particularly perspectives for increasingly broader exchange once the colossal investment has been made to expand that important inter-oceanic channel.

    Panama Canal officials and managers commented to Granma International about the progress of the expansion underway at this time, which is expected to be completed in 2014 at a total cost of $5 billion, financed based on income from the channel’s commercial operations, which has been under Panamanian administration for the last seven years.

    The investment consists of the construction of a third set of locks, including a third canal, and the deepening and widening of the channel, as well as raising the level of Lake Gatun so that larger ships can pass through.

    Engineer Sixta Rodríguez, supervisor of logistic support for the Panamanian company, said that work is currently at the stage of dry excavation, which is being carried out by the Constructora Urbana S.A. Company, and with the participation of about 5,000 Panamanian workers.

    Under Panamanian administration, the Canal has made significant direct contributions to the state, part of which are being allocated by the government, for the first time, for projects benefiting society. This spending includes the construction of the Centenario Bridge, the second-largest in the country, uniting the capital with the other provinces; highways, and investments in the education system and community projects, among others.

    Another of this Pavilion’s attractions is the presence of a stand representing the Colón Free Trade Zone, the largest in the Americas and the second-largest in the world. It is a re-export zone, with a strategically privileged location in the region. It is a three-day journey from Cuba by ship, and two-and-a-half hours by plane.

    Representatives from the Panamanian Ministry of Trade and Industry are also present, as well as from the Panamanian Tourism Institute, the Ministry of Agricultural Development and the Institute of Agricultural Marketing, all of them linked to the promotion of Panamanian exports.

    Companies that sell Cuba textiles, foodstuffs, appliances, automotive supplies and items for the household and small businesses, among others, are all on exhibit. These companies included Cepormarín, a distributor of French autos; Calsa, which represents Toyota in Cuba; Inversión Pucara, which for the first time is representing the Nissan line of autos, and other export firms for clothing, all types of printed materials and food and drink.

    The first vice president of that Republic emphasized that Panama has close ties with Cuba, and that their trade has had an important leap, because as of September, it totaled $48 million, compared to $14 million in 2006.

    Proof of that position on the part of the Panamanian government for boosting bilateral trade relations is the setting up last year of a commercial office for the first time to specifically attend to interests in that sphere. •

    Owen Hargreaves
    Selalu Ada Ruang Perbaikan

    Owen Hargreaves telah kembali. Gelandang elegan ini mencicipi lagi aroma Liga Champion, kali ini bersama Manchester United. Sebelumnya pemain nasional Inggris ini adalah andalan Bayern Muenchen.

    Owen Hargreaves, memilih tempat nyaman dalam menghadapi rutinitas.

    Tentu Hargreaves sangat gembira bisa hadir kembali di ajang ini karena ia sempat didera cedera cukup lama. Berikut ungkapan kegembiraan yang diutarakanya kepada 4thegame.

    Bagaimana rasanya kembali beraksi?

    Luar biasa, terutama saat segalanya berjalan lancar dan menjadi bagian dari kemenangan. Pertandingan pertama terasa berat. Saya jarang berlatih bersama anak-anak karena cedera, hanya sekali sebelum pertandingan. Masih terasa sedikit sakit dan gangguan lain, tapi begitu diturunkan, Anda harus bermain.

    United ada di puncak sejauh ini, apa pendapat Anda?

    Kami bermain bagus dan menang, tapi pasti masih selalu ada ruang untuk perbaikan. Kami ingin mencapai puncak pada pertengahan musim, akhir musim, bukan sekarang. Namun, saya pikir kami sudah berada pada arah yang tepat.

    Manchester United terdiri dari sekumpulan pemain kelas utama. Apakah rotasi bisa berjalan bagus bila semua pemain dalam kondisi fit?

    Tak tahu, saya tidak dibayar untuk memikirkan hal itu. Kami memiliki keseimbangan tim bagus dan amat potensial. Sepakbola adalah permainan beregu, kami harus menuju pada gambar besar di akhir musim. Selama kami sukses dan setiap orang menjalankan perannya, tak akan ada masalah.

    Tahun lalu, Anda menunjukkan determinasi tinggi untuk pindah ke United. Kenapa pindah ke Old Trafford begitu penting?

    Menurut saya inilah saatnya untuk berubah. Tak hanya sebagai pribadi, tapi juga sebagai profesional. Kadang Anda harus melangkah untuk berkembang dan memilih tempat di mana merasa nyaman menghadapi rutinitas. Saya sudah melakukan langkah besar saat pindah dari Kanada ke Jerman di usia muda. Pada dasarnya saya terbuka pada tantangan. Ketika manajemen Manchester United atau Sir Alex Ferguson menelepon, saya tertarik dan saya bahagia sudah menandatangani kontrak dengan United.

    So, ini melebihi harapanmu?

    Sangat. Ini klub besar dan dari luar tampak sangat mewah, tapi person di dalamnya, pemain dan staf, bersikap wajar. Atmosfer kekeluargaan terlihat. Saya merasa terkejut dengan kebersamaan di kamar ganti. Biasanya ada satu atau dua pemain yang tak bisa membaur, di United semua orang bisa diterima.

    Bagaimana rasanya bekerja dengan Sir Alex?

    Luar biasa. Saat mengontrak pemain, dia sudah mengenal luar-dalam. Dia mempercayai mereka. Jika dia mengontrakmu, dia pasti yakin kamu akan memberikan yang terbaik. Kalau kamu melakukan sesuatu yang tidak disukainya, ia akan memberi tahu.

    Apakah United memiliki peluang besar di Liga Champion?

    Tentu saja. Ada beberapa klub memiliki peluang sama. Liga Champion barangkali adalah ajang terberat di dunia. Pada Piala Eropa, Anda hanya bertarung melawan pemain-pemain asal Eropa. Liga Champion berisikan pemain-pemain terbaik di seluruh dunia.

    Menurutmu Inggris masih bisa menuju Piala Eropa?

    Kami masih punya peluang jika Israel sedikit membantu dan Rusia tergelincir. Kesulitan terjadi karena diri kami sendiri, sungguh tak pernah berharap jadi seperti ini. (Roosyudhi Priyanto/Foto: AFP)

  • Mengilhami kerja keras

    bt3

    Tanggal : 12 Nov 2007
    Sumber : Harian Terbit

    Oleh Haryono Suyono

    SUMPAH Pemuda tanggal 28 Oktober, dan yang kedua adalah Hari Pahlawan 10 Nopember. Kedua hari besar nasional itu seharusnya mengilhami seluruh anak bangsa untuk memantapkan komitmen persatuan dan kesatuan, merangsang gerakan membangun bangsa dan tanah air yang porak poranda.

    Namun kenyataannya, kita dibayangi kecurigaan, dengki dan iri hati karena ketidakadilan atau pembagian kue yang tidak merata. Kita berontak bukan dengan kerja keras tetapi memprotes dengan membabi buta dan melupakan persiapan untuk membangun modal manusia yang melimpah di tanah air tercinta ini.

    Seharusnya kita berkaca pada sesepuh bangsa, nenek moyang yang sekarang bersemayam tenang dalam kesederhanaan di berbagai makam pahlawan. Para sesepuh bangsa itu pada zamannya tidak mengeluh dan tanpa henti berjuang dalam bidang masing-masing untuk kesejahteraan kerabat, sahabat serta masyarakat luas di sekitarnya dalam kesederhanaan dan sering tidak dihiraukan oleh khalayak, apalagi oleh pemerintah yang sedang berkuasa. Atau malah dipersulit dengan segala dalih.

    Suasana seperti itu terjadi di masa penjajahan dan sering berlanjut sampai sekarang di mana penguasanya adalah orang kita sendiri, yang tidak jarang berlaku seperti penjajah. Perjuangan sering dicibirkan dengan berbagai dalih, ukuran cakupan opsi yang ditawarkan terlalu kecil, tidak sebanding dengan persoalan yang dihadapi, atau penguasa merasa telah mempunyai berbagai perangkat, seperti Menteri, Dirjen, Kanwil sampai pegawai negeri yang dibayari bekerja di pedesaan, serta proyek yang secara teoritis telah atau sedang dilaksanakan di berbagai daerah.

    Cara memerintah seperti itu menimbulkan gejolak, demo, dan unjuk rasa nonpartisipatif yang tampaknya tenang tetapi tidak mendukung pembangunan, atau bahkan unjuk rasa massal liar dengan bersenjatakan kelewang, clurit atau peralatan perang lainnya.

    Jiwa pahlawan yang tidak pantang mundur selalu mengilhami, inspire, orang-orang aneh yang tidak henti-hentinya bekerja keras berjuang tanpa pamrih. Ilham itu membuahkan innovasi, yang biarpun pada awalnya terkesan aneh dan sederhana, kalau diikuti dengan konsisten bisa menghasilkan sesuatu yang maha besar dan bermanfaat. Inovasi itu akhirnya menumbuhkan masyarakat invent yang sanggup menghiasi pola kehidupannya dengan kegairahan dengan optimisme masa depan yang sejahtera.

    Merenungkan dua hari besar itu kita teringat kembali pada acara Plengkung Gading minggu lalu. Dalam acara yang ditayangkan TVRI Yogyakarta itu hadir empat orang Kepala SMA di Yogya. Salah satunya kebetulan memimpin sebuah SMA di pinggiran kota yang dengan penuh semangat menyatakan bahwa bagi sekolahnya tidak sukar mencari anak keluarga kurang mampu. Justru sukar mencari anak keluarga mampu yang sanggup berbagi kasih dengan siswa lainnya karena kemampuan keluarganya baru pas-pasan di atas batas kemiskinan. Sekolah ini, seperti tiga SMA lainnya, dibantu pemberdayaannya oleh Yayasan Damandiri bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah dan Universitas Ahmad Dahlan di Yogyakarta.

    Melihat cara salah satu Kepala Sekolah itu, Drs. Khamdani, bercerita kita teringat pada Prof Wangari Maathaidari Kenya yang pada tahun 2004 memperoleh Hadiah Nobel Perdamaian. Usaha Kepala Sekolah dan rekan-rekan guru di SMA pinggiran itu mirip, yaitu memberikan pembekalan ketrampilan tata boga, perbengkelan, usaha pembuatan krupuk, makanan kecil lain, dan usaha lain yang ada di pasar kerja di sekitarnya, kepada siswa-siswa anak keluarga kurang mampu awalnya sulit. Namun demikian, akhirnya mendapat sambutan yang luar biasa. Anak-anak yang semula memandang remeh, setelah setahun dua tahun, dan rekannya yang telah mendapat pembekalan sebelumnya ternyata mudah mencari kerja, adik-adiknya yang sekarang mengikuti pembekalan bukan mengendur, tetapi diilhami pengalaman nyata kakak-kakak sebelumnya menjadi lebih bergairah.

    Contoh nyata itu mirip pengalaman di Kenya yang saya sebutkan di atas. Seorang gadis muda perempuan sederhana bernama Wangari Maathai memulai perjuangannya secara sederhana. Sadar akan masyarakat sekitarnya yang miskin dan tinggal di daerah tandus dan kering, sebagai seorang terpelajar muda, setelah membaca berbagai literatur tergugah hatinya untuk mengajak dan mengajari tetangganya menanam pohon.

    Menganjurkan, memberi contoh dan merangsang masyarakat untuk bekerja keras dalam upaya aneh, di tanah gersang menanam pohon, tidak mudah. Kebiasaan tidak peduli lingkungan yang su-dah berakar sudah membudaya. Seakan-akan tidak peduli dan tidak berbuat sesuatu bagi lingkungannya bukan barang tabu dan sudah dilakukan oleh nenek moyang bertahun dan berabad lamanya. Sehingga usahanya harus dilakukan dengan super telaten. Baru setelah bertahun-tahun berjuang, menganjurkan kerabat dan masyarakat sekitarnya menanam pohon di tanah kritis dan tandus, dengan sabar dan contoh nyata menanam sepuluh batang pohon, seratus batang, dan akhirnya ribuan bahkan ratusan ribu batang, akhirnya langkah ibu gesit yang tidak kenal lelah ini dihargai secara luas. Pada tahun 2004 kegigihannya diakui dunia dengan pemberian penghargaan berupa Hadiah Nobel untuk Perdamaian karena ternyata penanaman pohon, biarpun tampak sederhana, menyatukan rakyat, membawa kesejahteraan keluarga yang makin meningkat, dan membawa kemakmuran masyarakat luas.

    Siapa tahu, pemerintah, yang mencita-citakan penambahan sekolah kejuruan secara luas, diilhami pengalaman Kepala SMA di Gamping Yogyakarta, dan sekitar 200 SMA lain yang dibantu oleh Yayasan Damandiri, tidak perlu segan-segan memberi kesempatan kepada Kepala-kepala Sekolah Umum lainnya untuk menciptakan kreasi yang sama. Bisa untuk sepuluh dua puluh anak. Bisa untuk satu kelas. Bisa untuk dua kelas, dan akhirnya secara bertahap sekolah-sekolah menengah atas umum itu berubah menjadi sekolah kejuruan seperti yang dicita-citakan tanpa pembebanan anggaran yang luar biasa. Lembaga sekolah dengan guru-guru yang pejuang bisa diberi kesempatan berinovasi dan akhirnya menumbuhkan gairah kerja keras agar bangsa ini segera terlepas dari belenggu kemiskinan dan kesengsaraan. Insya Allah. (Penulis adalah Pengamat Pembangunan/ haryono.com)

    Russia celebrates 90th anniversary of Bolshevik Revolution

    Russia’s remaining communists are celebrating the 90th anniversary of the Bolshevik Revolution on Wednesday, hoping to attract more supporters ahead of December elections.

    Since the collapse of the Soviet Union 16 years ago, the Communist Party has seen its support steadily decline, able to count mainly on the loyalty of pensioners and others who were on the losing end of post-Soviet market reforms.

    But in Dec. 2 parliamentary elections, with Kremlin-controlled United Russia now set to sweep the vote, the communists are the only other party considered certain to take seats. This has given the communists new confidence and hope for broadening their support.

    Communists from dozens of other countries arrived in Moscow Tuesday for the anniversary. They laid wreaths at the mausoleum of Bolshevik leader Vladimir Lenin and were guests at a party in the evening in the House of Columns, where Soviet dictator Josef Stalin had lain in state.

    The festivities were to culminate Wednesday evening with a march through central Moscow. Thousands are expected to take part.

    In Soviet times, Nov. 7 was celebrated with grandiose military parades on Red Square and mass rallies. The holiday was renamed and scaled back after the Soviet collapse, but communists continued to celebrate the old holiday with anti-government demonstrations across the country.

    In 2005, President Vladimir Putin abolished the Nov. 7 holiday and replaced it with a new holiday on Nov. 4.

    Moscow Mayor Yuri Luzhkov, however, staged his own military parade on Red Square on Wednesday. He got around the abolishment of the holiday by dedicating the parade not to the anniversary of the 1917 Revolution but to the parade held on Nov. 7, 1941. Soldiers who marched in the 1941 parade headed directly to the front to fight the Nazis who had advanced to the outskirts of Moscow.

    Putin also took the opportunity to reach out to World War II veterans.

    "Today on the anniversary of the historic parade on Red Square, we honor those who took up arms to fight for the honor and independence of the fatherland," the president said in a televised ceremony.

    The communists narrowly beat the pro-Kremlin bloc in 1999 parliamentary elections with 24 percent but saw their support slide to 12 percent in the last election in 2003, when United Russia was the clear winner with 37 percent.

    United Russia is expected to sweep next month's election after Putin announced that he would lead the party's ticket, effectively turning the vote into a referendum on his presidency. The communists are seen as the only other party certain to pull in 7 percent of the vote necessary for winning parliamentary seats.

    An October poll by the independent Levada Center showed that the communists have regained some of their lost popularity and now have the backing of 17 percent of Russians. Their nearest rival, the nationalist Liberal Democratic Party, had 6 percent. United Russia was far ahead with 67 percent, according to the poll, which had a margin of error of 3 percentage points.

    "Many voters understand that to vote for smaller parties that will not get over the 7 percent threshold would be the same as voting for United Russia," Communist Party leader Gennady Zyuganov said Monday at a meeting with veterans.

    With Kremlin controlling national television networks, opposition parties have struggled to get out their messages. It is more of a problem for the fractured democratic parties, which are firmly associated with the hardships and uncertainties of the 1990s.

    The communists can still rely on familiar Soviet-era symbols, and in the public mind they are linked to fixed prices and stability, making them perhaps the only political force able to compete with United Russia.

    "We are the only real political force that resists the government's social and economic course, calling for the nationalization of natural resources and strategic enterprises, " Communist activist Svetlana Savitskaya said in a televised election debate Tuesday.

    Putin's own popularity is partially attributed to his Soviet-style, firm-hand rule and his efforts to restore pride in the Soviet past.

    Levada Center pollster Denis Volkov said supporters of small parties may give their votes to the communists as a way of opposing United Russia. But he cautioned that the communists' support was mainly a consequence of the weakness of other opposition parties.

    Sean Davis
    Dewasa sejak Belia

    Portsmouth sangat beruntung membeli Sean Davis awal tahun silam. Perannya di lini tengah sangat vital dan membuat klub ini makin mantap. Buktinya Pompey menembus papan atas dan kini berada di posisi kelima klasemen Premier League.

    Sean Davis, tidak hanya tangguh di tengah.

    Sejak remaja, Davis sudah menjadi gelandang tangguh dan ahli dalam menekel. Ia juga dikenal memiliki umpan-umpan akurat dan kepribadiannya yang dewasa sejak usia belia.

    Tak mengherankan bila pemain yang besar di Fulham itu kerap mendapat pujian. Mantan pelatih Fulham, Kevin Keegan, adalah salah satu yang terkagum-kagum pada Davis dan menyebutnya sebagai "terbaik yang pernah saya lihat di antara pemain sebayanya".

    Davis melakukan debut untuk Fulham saat berusia 17 tahun 25 hari pada 2006. Bukan hanya Keegan yang menyayangi Davis. Pelatih Fulham kemudian, Jean Tigana dan Chris Coleman, pun menaruh perhatian besar padanya. Beberapa klub juga mulai meliriknya, sebut saja Everton dan Middlesbrough, pada musim 2002-03. Davis sesungguhnya ingin mencari klub lain untuk mengembangkan karier, namun Fulham tak mau melepasnya sebelum mendapatkan pengganti yang sepadan.

    Keinginan Davis untuk berganti klub kesampaian pada musim 2004/05 saat Tottenham Hotspur merekrutnya. Sayangnya yang didapat malah kekecewaan berkepanjangan, bukan perkembangan karier. Ia tak pernah bisa menembus tim utama. Kebanyakan waktunya di klub London tersebut hanya dihabiskan di bangku cadangan serta salah satunya juga karena cedera. Hanya 17 kali ia tampil dengan kostum Spurs selama 1,5 tahun.

    Peran Vital

    Untungnya ketika bursa transfer pertengahan musim dibuka, Januari 2006, Portsmouth tergerak untuk menariknya. Uang sebesar 7 juta pound atau sekitar 130 miliar rupiah dikeluarkan Portsmouth untuk membeli Davis, Pedro Mendes, dan Noe Pamarot. Hingga kini, Davis mengaku masih betah bermain di klub yang bermarkas di Fratton Park itu.

    "Para pendukung di sini luar biasa," ujarnya, seperti dirilis BBC.

    Bukan hanya itu. Pelatih Harry Redknapp pun tak menyangkal akan ketergantungannya pada mantan kapten timnas U-21 itu karena menurutnya sangat dominan di jantung pertahanan.

    "Sean telah memainkan perannya dengan sangat baik. Dia pemain yang sangat bagus, pekerja keras yang bisa mengatasi tekanan. Dia juga pandai menembus kotak pertahanan lawan," puji Redknapp.

    Redknapp bahkan berharap pemain berumur 28 tahun ini bisa kembali dipanggil ke timnas Inggris. Davis pernah masuk timnas pada 2003 untuk pertandingan persahabatan dengan Australia, tapi tak pernah dimainkan. Namun, Redknapp juga menyadari beratnya persaingan untuk menjadi anggota skuad The Three Lions.

    "Memang bagus kalau Sean bisa bermain untuk Inggris. Tapi, persaingan untuk mengisi lapangan tengah di timnas sangat ketat. Begitu banyak gelandang bagus saat ini. Jadi, untuk mengisi posisi itu sangat sulit," lanjut Redknapp.

    Tapi, bukan berarti tak akan ada kesempatan buat Davis untuk membela Inggris di masa datang. Bila ia bisa terus menunjukkan kualitasnya sebagai gelandang elegan, bukan tak mungkin suatu saat ia dipanggil ke timnas. (Rahayu Widiyarti/Foto: Getty Images)

    SEAN DAVIS
    ----------------------------
    Lahir: Clapham, 20 September 1979
    Postur: 180 cm/80 kg
    Posisi: Gelandang
    Klub:
    2006-sekarang Portsmouth
    2004-2006 Tottenham
    1996-2004 Fulham

    Semua untuk Penggemar

    Jangan heran bila Sean Davis merasa sangat berutang budi pada para pendukung Portsmouth. David merasa mereka sangat mendukung dan memberi semangat kepadanya. Jadi, ia pun mendedikasikan setiap penampilannya buat para fan. Davis bahkan berharap bisa memberikan yang lebih baik buat para suporter setia tersebut.

    "Saya ingin punya kesempatan untuk menunjukkan kepada fan seperti apa Sean Davis bila kondisinya 100 persen," ungkapnya.

    Yang membuatnya sangat terkesan dengan para suporter tersebut adalah mereka konsisten mendukung pemain yang memang dinilai bagus. Tidak pakai pilih-pilih dan tak perlu mengintimidasi mereka yang tidak bagus.

    "Jika kita memberikan segalanya buat mereka, mereka pun akan memberi segalanya buat kita. Itu yang harus diingat," jelasnya. (yuk)

    Tukang Ngeledek

    Sean Davis bukan hanya terkenal sebagai jago gocek di lapangan. Di luar lapangan, ia juga terkenal sebagai tukang bercanda dan meledek orang. Salah satu kelakarnya yang paling diingat adalah saat ia menyembunyikan mobil rekannya, Gary O'Neil.

    "Canda saya luar biasa. Kebanyakan rekan pada takluk dengan olok-olok saya," ujar Davis bangga.

    Meski demikian, ia tetap menyadari bahwa tak semua orang suka diajak bercanda. Kadang mungkin ada juga yang tersinggung dengan kelakarnya.

    "Teman-teman mungkin sebal kalau saya ada dekat mereka karena ada saja yang saya ledek. Tapi, itulah kepribadian saya. Mungkin ada yang tidak senang. Tapi, saya berharap mereka menyukainya sehingga bisa berdampak baik pada tim," tambah pemain kelahiran Clapham itu.

    Satu lagi hal lucu yang pernah dilakukan Davis adalah saat ia bertaruh dengan O'Neil. Davis, yang selalu berambut cepak, bertaruh untuk tidak memotong rambutnya di awal musim 2006-07 sampai salah satu dari ia dan O'Neil mencetak gol. O'Neil akhirnya membuat gol saat Portsmouth bertemu Sheffield United dan mereka berdua pun langsung menggunduli kepala. (yuk)

  • Opposition Leader to Work With Myanmar Junta

    Black

    BANGKOK, Nov. 8 — Aung San Suu Kyi, the leader of Myanmar’s stifled democracy movement, said in a statement released by the United Nations today that she was ready to “cooperate” with the military government.

    The announcement came as state television in Myanmar said it would allow her to meet with executives of her political party, the first time in at least three years that this has been allowed.

    “In the interest of the nation I stand ready to cooperate with the government in order to make this process of dialogue a success,” said Ms. Aung San Suu Kyi, who has been held under house arrest for 12 of the last 18 years.

    The statement was released by the United Nations special envoy, Ibrahim Gambari, in Singapore after he concluded a six-day visit to Myanmar. Before leaving, he said he had established a “process” that would “lead to substantive dialogue” between Ms. Aung San Suu Kyi and the generals.

    But these glimmers of hope were mitigated by signs that the country’s ruling generals are hardening their stance against broader efforts by the United Nations to convince them to relinquish some of their power.

    During Mr. Gambari’s six-day visit, he was denied a meeting with the country’s top general, Than Shwe, and Mr. Gambari’s suggestion that he directly broker talks between Ms. Aung San Suu Kyi and representatives of the junta was rejected.

    Mr. Gambari was lectured by the country’s information minister, who accused him of not understanding Myanmar society and being biased in favor of Western powers. And Mr. Gambari envoy bowed to demands that Charles Petrie, the highest-ranking United Nations official in Myanmar, leave the country.

    “It’s indicative of what we still need to overcome,” Mr. Petrie said by telephone from Yangon, Myanmar’s largest city. Mr. Petrie, who said he would leave the country by the end of the month, angered the ruling generals in October by saying that Myanmar’s humanitarian situation was deteriorating and that the government should listen to the voices of protesters.

    Mr. Gambari is the sixth United Nations envoy over the past decade to try to persuade the ruling generals to reconcile with their political opponents. Often the junta has offered limited degrees of freedom to Ms. Aung San Suu Kyi, only to clamp down soon after.

    The junta has been openly mistrustful of the United Nations visits. In 2003, Paulo Sergio Pinheiro, the rapporteur on Human Rights in Myanmar, broke off his mission to the country after finding a wireless microphone under the table in the room at the prison where he was interviewing with inmates. Mr. Pinheiro is scheduled to return to Myanmar on Sunday for a five-day visit.

    This was Mr. Gambari’s second trip to Myanmar since the junta’s deadly crackdown in September on protests led by monks and students. The United Nations statement released after his departure said Mr. Gambari had been invited by the government to return “and expects to do so in the next few weeks.”

    State-run media in Myanmar offered detailed, skeptical accounts of Mr. Gambari’s meetings with officials. The New Light of Myanmar, the government mouthpiece, published what it described as the full text of the negotiating position laid out by the country’s information minister, Brig. Gen. Kyaw Hsan, on behalf of the junta. For an otherwise opaque and secretive government this was a strikingly transparent act of diplomacy.

    General Kyaw Hsan accused Mr. Gambari of being biased in favor of big Western powers, suggested he was ignorant about Myanmar’s history, declared his previous visit did not bear fruit and warned him that “it would be a very serious mistake if Myanmar’s affair is viewed superficially.”

    He demanded that Mr. Gambari “play a leading role in organizing and persuading others to relieve and lift sanctions” on Myanmar. The statement took up over two pages of the Wednesday edition of the New Light of Myanmar.

    According to the accompanying account of the meeting, Mr. Gambari suggested that he directly broker talks between Ms. Aung San Suu Kyi and a representative from the junta. General Kyaw Hsan rejected this idea and said Ms. Aung San Suu Kyi would not be released from house arrest unless she abandoned her support for sanctions on Myanmar and stopped advocating a “course of confrontation and utter devastation.”

    David Steinberg, director of Asian Studies at Georgetown University, said the government had lost legitimacy in the eyes of many people in the overwhelmingly Buddhist country when it reacted violently to the peaceful protests by monks.

    “They can’t go back to where they were before — this is a watershed crisis, a different kind,” Mr. Steinberg said. “The frustrations in the populace are cumulative. The next crisis is going to be more bloody, more difficult. Unless there are changes within that government you’re going to have real trouble.”

    THE FUNNIES ON LIFE
    Love humor? Click here to join this group

    My husband and I divorced over religious differences. He thought he was God, and I didn't.

    **

    Marriage is a threering circus: Engagement ring, wedding ring, and suffering.

    **

    For Sale: Wedding dress, size 8. Worn once by mistake.

    **

    There are two times when a man doesn't understand a woman: Before marriage and after marriage.

    **

    Why were hurricanes usually named after women? Because when they arrive, they're wet and wild, but when they go, they take your house and car

    **

    An old man goes to the Wizard to ask him if he can remove a curse he has been living with for the last 40 years.

    The Wizard says, "Maybe, but you will have to tell me the exact words that were used to put the curse on you." The old man says without hesitation, "I now pronounce you man and wife."

    **

    Reason Why It's So Hard To Solve A Redneck Murder: All the DNA is the same.

    **

    I was in the express lane at the store quietly fuming. Completely ignoring the sign, the woman ahead of me had slipped into the checkout line pushing a cart piled high with groceries.

    Imagine my delight when the cashier beckoned the woman to come forward looked into the cart and asked sweetly, "So which six items would you like to buy?" Wouldn't it be great if that happened more often ?

    Flandy Limpele/Vita Marissa
    Kesan Dalam di Kota Mode

    Juara ketika kali pertama turnamen Prancis Super Series digelar. Ini tentu kesan yang begitu mendalam bagi ganda campuran kita, Flandy Limpele/Vita Marissa. Maklum, kemenangan itu diukir di tengah badai kegagalan yang mendera pemain Indonesia yang lain.

    Flandy Limpele/Vita Marissa, bisa main tanpa beban.

    Flandy/Vita menjadi penyelamat muka skuad Merah-Putih. Kemenangan atas Xie Zhongbo/Zhang Yawen (Cina) di final memiliki makna begitu dalam. Di tengah penonton yang memadati Stadion Pierre De Coubertin, Paris, mereka menjadi kampiun. Nama Indonesia pun terangkat.

    “Memang kemenangan ini tak ubahnya dengan kemenangan sebelumnya di turnamen lain,” sebut Vita. “Cuma, karena turnamen Prancis Super Series ini digelar untuk pertama kali, kesannya tentu berbeda. Lebih seru dan membanggakan,” kata pemain berusia 26 tahun itu.

    Menurut Vita, sejak awal sebenarnya mereka hanya memasang target masuk semifinal. Maklum, dari skenario undian, kalau mulus mereka bakal bertemu dengan kompatriot, Nova Widianto/Lilyana Natsir, di semifinal. Namun, cerita berubah setelah Nova/Lilyana kalah di perempatfinal oleh Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl (Denmark).

    Akhirnya pasangan yang dibentuk Oktober 2006 itu harus menjadi satu-satunya harapan Indonesia. “Sebagai pemain tanpa harus bicara pun tentu ingin jadi juara. Jadi, kami main santai tanpa beban. Kalau terbebani, malah bisa menjadi bumerang,” tutur Vita, Rabu (7/11) malam.

    Kondisi Enak

    Kunci sukses tersebut, seperti dijelaskan Vita, adalah karena Flandy juga dalam kondisi bagus. Konsentrasinya juga oke. Apalagi, Flandy memperoleh tambahan motivasi berlipat ganda dari sang istri bersama tiga anaknya yang diboyong ke Paris.

    “Inilah kehebatan Flandy. Kalau mau, dia mampu menjadi juara. Saya pun tinggal mengikutinya. Terbukti, akhirnya kami menjadi juara di Paris,” ujar Vita.

    Menurut pelatih Richard Mainaky, kenyamanan konsentrasi anak asuh mungkin karena urusan menyangkut uang kontrak sudah beres. Sebelum berangkat ke Denmark dan Prancis Super Series, persoalan uang kontrak anak-anak Cipayung tidak ada masalah lagi.

    “Tawaran yang disampaikan anak-anak rupanya disetujui pengurus,” ucap Richard.

    Berbeda dengan sistem pembagian uang kontrak kolektif dengan Yonex sebelumnya, kali ini sebelumnya pemain diajak bicara dan diberi opsi untuk memberikan penawaran berapa harga kontrak yang pantas bagi dirinya sesuai dengan prestasi yang diukir pemain.

    Selain itu, ada suntikan motivasi lain. Pengurus mulai November ini memberikan iming-iming bakal memberikan bonus kepada para juara, baik di turnamen kelas grand prix maupun super series dengan nilai yang berbeda. Uang sebesar Rp 60 juta akan diberikan kepada masing-masing pemain yang berjaya di ajang super series.

    “Kami sebelumnya memang diiming-imingi pengurus bakal diberi bonus kalau jadi juara. Yah, lumayan juga PBSI mau memberikan apresiasi kepada para juara,” kata Vita.

    Sang juara memang termasuk langka. Karena itu, berbahagialah Flandy/Vita menjadi juara. (Broto Happy W./Foto: Erly Bahtiar/BOLA)

    Richard Bisa Tidur Nyenyak

    Pelatih ganda campuran Pelatnas Cipayung, Richard Mainaky, mengaku tidak khawatir atas naik-turunnya prestasi anak asuh. Dirinya melihat kegagalan Nova Widianto/Lilyana Natsir dan keberhasilan Flandy Limpele/Vita Marissa di Prancis Super Series merupakan hal normal.

    “Justru yang saya takutkan kalau mereka selalu menang dan bisa-bisa malah kehilangan semangat dan tidak ada tantangan lagi. Padahal, mereka diharapkan tampil maksimal di Olimpiade Beijing,” kata Richard.

    Karena memiliki dua ganda dunia, menurut Richard, dirinya lebih tenang sebab antara Nova/Lilyana dan Flandy/Vita kini bisa berbagi beban. Apalagi, keduanya juga merupakan ganda tangguh dunia.

    Pelatih yang menggemari pernak-pernik berbau militer itu menjelaskan keberhasilan Flandy/Vita menjadi kampiun di Paris lalu menunjukkan bahwa penampilan mereka begitu stabil. Sebagai pemain senior, Flandy memang selalu menikmati pertandingan.

    Selain itu, selama persiapan, juara Singapura Super Series, Taiwan Grand Prix, dan Prancis Super Series 2007 itu menunjukkan sikap yang positif. Duet yang dipasangkan sejak Oktober 2006 itu memiliki konsentrasi yang sangat baik.

    “Setiap diberi porsi latihan, entah itu berat atau ringan, mereka selalu menyelesaikan sampai tuntas. Inilah segi positif mereka,” ujar Richard saat ditemui di sela-sela kejuaraan usia dini Tetra Pak Terbuka di Jakarta, Selasa lalu.

    Terganggu Servis

    Menyangkut Nova/Lilyana, kegagalan mereka di Prancis karena saat di perempatfinal melawan Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl (Denmark) servis Nova tidak jalan. Banyak servis yang di-fault wasit sehingga ia tidak memiliki rasa percaya diri lagi. Sementara itu Lilyana masih sungkan kepada rekan main.

    Padahal, kalau servisnya in, Nova susah dikalahkan, termasuk oleh pasangan top dunia lain. Hal itu dibuktikan ketika berlangsung Kejuaraan Dunia XVI di Kuala Lumpur, Agustus. Pasangan yang merupakan momok menakutkan, Zheng Bo/Gao Ling, dibuat tidak berkutik.

    “Pokoknya, kalau servis Nova in, mereka susah dikalahkan. Lihat sendiri, Zheng Bo/Gao Ling tidak bisa apa-apa di Kuala Lumpur,” tutur Richard.

    Kendati tahun ini terus gagal di turnamen super series, dituturkan Richard, Nova/Lilyana jangan sampai kalah terus sebab rasa percaya diri bisa hilang. Syukur, di tengah kegagalan, mereka masih bisa menjadi juara di Bingo Bonanza Filipina Terbuka dan juara dunia.

    Inilah enaknya memiliki dua ganda tangguh. Bisa saling berbagi dan mengisi. Wajar kalau sang pelatih bisa tidur nyenyak! (bhw)

  • China tightens foreign investment rules

    bgy7

    AFP
    Thursday, November 08, 2007 3:31:24 PM Oman Time

    SHANGHAI –– China has released new rules to prohibit or limit foreign investment in the latest tightening move that signals a major overhaul in outlook of the nation's booming but flawed economic model.

    In a wide-ranging directive published late Wednesday, China's key economic developmental agency laid out a comprehensive list that at its root highlights what it wants from overseas firms in an economy long dependent on their funds.

    The long-awaited review not only unveiled Beijing's future development plans but also suggested a concerted effort to slow the economy's spectacular but unrestrained growth that has horribly damaged its environment, analysts said.

    "It's not only a change in the opening up policy but China is reviewing all its economic development and reform policies," said Chen Xingdong, an economist at BNP Paribas in Beijing.

    "In the past there was no control -- China just opened the door, the window and let whatever (foreign investment) come in," he said. "China doesn't now want just rapid growth without paying attention to quality."

    The powerful Beijing agency known as the National Development and Reform Commission identified areas from real estate and financials to oil and rare metals as restricted or off limits to overseas capital.

    Ingatlah, bahwa semua tindakan akan menghasilkan.
    Bila ia tidak menghasilkan penambahan nilai,
    ia akan menghasilkan penyia-nyiaan.
    Karena itu, bila rencana di alam ini untuk Anda
    adalah menjadikan Anda pribadi yang cemerlang,
    maka cenderung-lah kepada yang mencemerlangkan.
    (Mario Teguh, Kalimat Sambutan MTSRW)

    Bollywood releases pit Dostoevsky vs reincarnation
    Reuters

    Wednesday, November 07, 2007 01:27:47 PM Oman Time

    MUMBAI –– An exotic tale of murder and reincarnation will battle a romantic musical inspired by Fyodor Dostoevsky's novella in two of this year's biggest Bollywood films opening on Friday.

    Weeks of publicity have built up huge anticipation for "Om Shanti Om" and "Saawariya" (Beloved), the year's blockbusters for "Diwali", Bollywood's most important movie-going season coinciding with the Hindu festival of lights.

    The industry, the world's largest by ticket sales, is waiting eagerly to see if the two films can reduce losses in a year in which most big productions have bitten the dust and only a few low-budget ventures have tasted moderate success.

    Though its makers haven't said so, "Saawariya" is apparently inspired by Dostoevsky's sentimental novella "White Nights", where a chance meeting of a boy and a girl leads to unrequited love and heartbreak.

    "Saawariya is a simple but exotic love story," director Sanjay Leela Bhansali wrote on the film's Web site (www.saawariyafilm. com). "True love is divine. It has to have yearning, disappointment and agony."

    On the other hand, "Om Shanti Om", starring superstar Shah Rukh Khan, is more of an action drama.

    Khan plays an aspiring actor of the 1970s who dies and is immediately reincarnated in the present day. He tries to solve the mystery of his death and find the lady love from his past life.

    "The film's got so hyped it's scary. But it should do well because all of us have put our hearts into it," said Farah Khan, the choreographer- turned-director of "Om Shanti Om".

    "It's a mad, mad film and is set in a period which was a memorable time for me, for Bollywood."

    Only four of about 10 big releases this year have made profits, proving that star appeal or swanky locations were not enough to move audiences, trade analysts said.

    "Saawariya" has no stars, but two star kids making their debut and attempting to live up to their family names. Ranbir Kapoor, who belongs to one of Bollywood's oldest and most powerful dynasties, plays a young lover, much like his father Rishi, whose romantic roles made him an eternal lover-boy.

    The Kapoor clan is one of the oldest in Bollywood.

    Over seven decades ago, Prithviraj Kapoor -- Ranbir's great-grandfather -- began acting in silent movies and his sons Raj, Shammi and Shashi made it big and shoehorned their
    children into successful film careers.

    Unrelated to the Kapoors is Sonam Kapoor, who pairs with Ranbir in "Saawariya". Her father, Anil Kapoor, was a successful hero who rarely acts these days.

    The female lead of "Om Shanti Om" is also a debutant, Deepika Padukone, a model-turned- actor and the daughter of India's most famous badminton player.

    Kompetisi Harus Distop!

    Genoa - Insiden memilukan di Roma tak patut dipandang sebelah mata. Jika perlu, semua kompetisi di Italia harus dihentikan untuk mereformasi sistem yang rusak.

    Saran tersebut muncul di antara banyaknya masukan berkaitan dengan tewasnya tifosi Lazio Gabriele Sandri saat bentrokan antar suporter, Minggu (11/11/2007). Meski sebab dan kronologis kejadian masih simpang siur, namun bisa diambil kesimpulan bahwa ada sistem yang tidak bekerja dengan baik.

    Fakta itulah yang menjadi dasar Presiden Genoa Enrico Preziosi meminta penghentian kompetisi, baik di level Seri A maupun liga-liga lain di bawahnya.

    "Kita tidak bisa berpura-pura bahwa tidak terjadi sesuatu kemarin. Kejadian seperti ini adalah demonstrasi untuk menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak bekerja semestinya," tukasnya kepada Radio Kiss Kiss, Selasa (13/11/2007).

    Karena dasar itulah pihak penyelenggara Seri A harus mengambil tindakan radikal untuk memperbaiki sistem. Jika perlu, kompetisi dihentikan untuk meminimalkan insiden-insiden yang mungkin terjadi.

    "Saya pribadi lebih condong untuk menghentikan kompetisi hingga perubahan terjadi. Libur dua atau tiga bulan bisa membantu menunjukkan bagaimana dunia sepakbola itu sesunggu