Search blog.co.uk

Archives for: November 2007

title-3373019

by jakarta @ 2007-11-30 - 10:37:16

Belajar dari Dede
PADA hari-hari belakangan ini, media massa cetak dan televisi menyajikan sebuah kisah tragedi seorang manusia bernama Dede (37), penduduk Kab. Bandung. Tubuhnya dipenuhi kutil, yang pada beberapa bagian badannya berkembang semakin memprihatinkan.

Ujung tangan dan kakinya menyerupai belahan-belahan kayu. Karena itulah dia disebut pula sebagai "Manusia Pohon" atau "Manusia Akar". Bertahun-tahun dia tidak bisa lagi beraktivitas seperti biasa. Kemiskinan menyebabkannya tak bisa berupaya maksimal mengobati penyakit tersebut.

Belakangan diketahui, Dede diserang penyakit veruciformis epidermo displacia dan giant cutoneous horn. Lelaki itu menderita penyakit kutil yang terus membesar dan menyerupai tanduk. Penyakit itu akibat human papilloma virus (HP-V).

Kini memang Dede telah mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah dan dirawat di RSHS Bandung. Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono meminta Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari untuk melihat langsung kondisi Dede. Kini Dede dalam perawatan dan sejumlah dokter ahli kulit tengah memeriksa penyakitnya secara intensif.

Namun ada yang harus menjadi pelajaran bagi kita atas kasus ini. Yakni betapa belum siapnya kita menangani pasien berpenyakit aneh itu secara memadai. Menurut informasi, Dede pernah diperiksa di RSHS beberapa tahun silam, namun tidak ada penanganan lanjutan. Bahkan mungkin penyakitnya tidak menarik perhatian atau menjadi bahan kajian para dokter.

Kasus Dede mencuat dan menggemparkan dunia kesehatan di negeri ini, setelah stasiun TV dari AS, Discovery Channel dan Fox TV menayangkannya dalam bentuk film dokumenter. Film tersebut ditayangkan di belahan Eropa pada pertengahan November lalu. Seorang dokter AS juga sempat memeriksanya dan mengambil contoh darah Dede.

Tentu kita ikut menyesalkan kejadian ini. Ada beberapa pertanyaan yang menggelitik. Mengapa kasus Dede mencuat setelah pihak asing menyebarluaskannya melalui media elektronik? Apakah kasus Dede akan ditangani secara semestinya oleh dokter-dokter kita jika tak diekspos televisi asing?

Jika kita runut, Dede berdiam di Kec. Cililin, Kab. Bandung. Apakah kepala desa setempat tidak pernah melaporkannya ke kantor kecamatan, lalu meneruskannya kepada bupati? Dengan kasus ini pula kita bisa melihat pelayanan di bidang kesehatan atau boleh jadi bidang lainnya, yang begitu tidak terkoordinasi dengan baik. Banyak pihak yang kebakaran jenggot setelah kasus Dede menjadi perhatian dunia.

Meskipun kini dipermasalahkan tentang etika dokter asing yang memeriksa Dede atau imbalan yang layak bagi Dede dari dua televisi asing itu, kita bisa mengambil hikmah atas kasus Dede. Sebab dengan begitu meluasnya pemberitaan tentang Dede, banyak pihak yang menaruh simpati, termasuk pemerintah. Dengan demikian, bagi Dede sendiri tumbuh harapan untuk sembuh atau paling tidak bisa mengurangi penderitaannya

Tak Ada Teknologi Dapat Deteksi Gempa

Refleksi: Agaknya yang dimaksudkan bukan deteksi tetapi prediksi akan terjadi gempa bumi. Tanpa alat pun bisa diketahui adanya gempa bumi.

http://www.suarapem baruan.com/ News/2007/ 11/29/index. html

SUARA PEMBARUAN DAILY
Isu Tsunami di Bengkulu

Tak Ada Teknologi Dapat Deteksi Gempa

[JAKARTA] Sangat disayangkan adanya imbauan yang di- sampaikan Bupati Muko-Muko Ichwan Yunus kepada warganya agar mengungsi pada tanggal 20 Desember 2007 karena mendengar isu akan terjadi gempa besar 8,5 skala richter (SR) dan tsunami pada tanggal 23 Desember mendatang. Imbauan itu akan menimbulkan kepanikan dan dapat mengganggu perekonomian di daerah.

"Hingga sekarang belum ada pakar dan teknologi yang dapat mendeteksi akan terjadi gempa di satu daerah pada tanggal tertentu. Itu kami sanyangkan imbauan bupati agar warganya mengungsi. Ini dapat mengganggu perekonomian di daerah," kata pakar dan peneliti masalah tsunami, Dr Subandono Diposaptono kepada SP di Jakarta, Rabu (28/11).

Subandono terlibat aktif dalam penelitian tsunami bersama International Tsunami Survey Team di Aceh pada tahun 2004 dan anggota peneliti tsunami pada Earthquake and Tsunami Disaster Mitigation Technologies and Their Integration for the Asia-Pacific Region pada tahun 200-2002.

Beberapa kali Subandono mengingatkan, imbauan mengungsi hanya berdasarkan isu dan rumor ini akan menimbulkan kepanikan di antara warganya. Warga akan panik, nelayan tidak berani melaut. Semua itu pada ujungnya akan mengganggu perekonomian di daerah tersebut. Karena nelayan tidak melaut, terjadi kelangkaan ikan sehingga harga ikan melonjak.

Dikatakan, wilayah Bengkulu memang termasuk daerah rawan gempa. Warga dan pejabat setempat harus paham dan menyiapkan sarana penampungan jika terjadi gempa dan membuat jalur evakuasi bila ada gempa diikuti tsumani. Dengan fakta tersebut, memang warga harus selalu waspada dan paham, harus bagaimana jika terjadi gempa. Namun, kapan gempa itu akan terjadi, tidak bisa dideteksi.

"Langkah pejabat setempat sudah bagus menyiapkan sarana penampungan gempa dan membuat jalur evakuasi serta peralatan untuk memberikan peringatan jika terjadi gempa diikuti tsunami. Dengan begitu, warga menjadi waspada. Namun, jangan sampai antisipasi ini menimbulkan kepanikan yang berlebihan," katanya.

Antisipasi

Sementara itu, Gubernur Bengkulu, Agusrin Maryono Najamudin mengatakan, menghadapi isu akan terjadi gempa besar dan tsunami di Provinsi Bengkulu pada 23 Desember mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu telah menyiapkan ribuan tenda dan sejumlah mobil tangki air bersih.

"Kita sudah menyiapkan ribuan tenda dan sejumlah tangki air bersih untuk mengantisipasi isu gempa dan tsunami yang akan terjadi di Bengkulu 23 Desember mendatang. Ini dilakukan bukan kita percaya sepenuhnya atas isu akan gempa dan tsunami di Bengkulu 23 Desember nanti, tapi ini sebagai langka awal persiapan Bengkulu menghadapi bencana," katanya.

Pemprov juga sudah menyiapkan sejumlah beras dan berbagai kebutuhan lain untuk kebutuhan para korban bencana. Tenda, mobil tangki air, dan beras tersebut segera disalurkan ke sejumlah daerah tingkat II di Bengkulu yang berpotensi terkena dampak parah bila terjadi gempa dan tsunami di Bengkulu 23 Desember mendatang, seperti Kabupaten Bengkulu Utara, Muko-Muko, Kota Bengkulu, Seluma, dan Kabupaten Kaur.

Dari pantauan SP di Kota Bengkulu, sejak beberapa hari terakhir sebagian besar warga Kota Bengkulu yang tinggal di pesisir pantai mulai mengemas barang-barang berharga mereka.

"Semua barang berharga kami sudah dikemas dan dititipkan di rumah saudara yang aman dari tsunami. Ini kami lakukan untuk mengantisipasi kalau isu gempa besar dan tsunami benar-benar terjadi di Bengkulu 23 Desember mendatang," ujar Tarmidi (38), warga Kelurahan Pasar Pantai, Kota Bengkulu. [143/M-11]

Hutan di Banten Hanya Seluas 2.204 Hektare

Serang–Provinsi Bante


 
 

Belajar dari Dede

by jakarta @ 2007-11-30 - 10:36:58

PADA hari-hari belakangan ini, media massa cetak dan televisi menyajikan sebuah kisah tragedi seorang manusia bernama Dede (37), penduduk Kab. Bandung. Tubuhnya dipenuhi kutil, yang pada beberapa bagian badannya berkembang semakin memprihatinkan.

Ujung tangan dan kakinya menyerupai belahan-belahan kayu. Karena itulah dia disebut pula sebagai "Manusia Pohon" atau "Manusia Akar". Bertahun-tahun dia tidak bisa lagi beraktivitas seperti biasa. Kemiskinan menyebabkannya tak bisa berupaya maksimal mengobati penyakit tersebut.

Belakangan diketahui, Dede diserang penyakit veruciformis epidermo displacia dan giant cutoneous horn. Lelaki itu menderita penyakit kutil yang terus membesar dan menyerupai tanduk. Penyakit itu akibat human papilloma virus (HP-V).

Kini memang Dede telah mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah dan dirawat di RSHS Bandung. Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono meminta Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari untuk melihat langsung kondisi Dede. Kini Dede dalam perawatan dan sejumlah dokter ahli kulit tengah memeriksa penyakitnya secara intensif.

Namun ada yang harus menjadi pelajaran bagi kita atas kasus ini. Yakni betapa belum siapnya kita menangani pasien berpenyakit aneh itu secara memadai. Menurut informasi, Dede pernah diperiksa di RSHS beberapa tahun silam, namun tidak ada penanganan lanjutan. Bahkan mungkin penyakitnya tidak menarik perhatian atau menjadi bahan kajian para dokter.

Kasus Dede mencuat dan menggemparkan dunia kesehatan di negeri ini, setelah stasiun TV dari AS, Discovery Channel dan Fox TV menayangkannya dalam bentuk film dokumenter. Film tersebut ditayangkan di belahan Eropa pada pertengahan November lalu. Seorang dokter AS juga sempat memeriksanya dan mengambil contoh darah Dede.

Tentu kita ikut menyesalkan kejadian ini. Ada beberapa pertanyaan yang menggelitik. Mengapa kasus Dede mencuat setelah pihak asing menyebarluaskannya melalui media elektronik? Apakah kasus Dede akan ditangani secara semestinya oleh dokter-dokter kita jika tak diekspos televisi asing?

Jika kita runut, Dede berdiam di Kec. Cililin, Kab. Bandung. Apakah kepala desa setempat tidak pernah melaporkannya ke kantor kecamatan, lalu meneruskannya kepada bupati? Dengan kasus ini pula kita bisa melihat pelayanan di bidang kesehatan atau boleh jadi bidang lainnya, yang begitu tidak terkoordinasi dengan baik. Banyak pihak yang kebakaran jenggot setelah kasus Dede menjadi perhatian dunia.

Meskipun kini dipermasalahkan tentang etika dokter asing yang memeriksa Dede atau imbalan yang layak bagi Dede dari dua televisi asing itu, kita bisa mengambil hikmah atas kasus Dede. Sebab dengan begitu meluasnya pemberitaan tentang Dede, banyak pihak yang menaruh simpati, termasuk pemerintah. Dengan demikian, bagi Dede sendiri tumbuh harapan untuk sembuh atau paling tidak bisa mengurangi penderitaannya

Tak Ada Teknologi Dapat Deteksi Gempa

Refleksi: Agaknya yang dimaksudkan bukan deteksi tetapi prediksi akan terjadi gempa bumi. Tanpa alat pun bisa diketahui adanya gempa bumi.

http://www.suarapem baruan.com/ News/2007/ 11/29/index. html

SUARA PEMBARUAN DAILY
Isu Tsunami di Bengkulu

Tak Ada Teknologi Dapat Deteksi Gempa

[JAKARTA] Sangat disayangkan adanya imbauan yang di- sampaikan Bupati Muko-Muko Ichwan Yunus kepada warganya agar mengungsi pada tanggal 20 Desember 2007 karena mendengar isu akan terjadi gempa besar 8,5 skala richter (SR) dan tsunami pada tanggal 23 Desember mendatang. Imbauan itu akan menimbulkan kepanikan dan dapat mengganggu perekonomian di daerah.

"Hingga sekarang belum ada pakar dan teknologi yang dapat mendeteksi akan terjadi gempa di satu daerah pada tanggal tertentu. Itu kami sanyangkan imbauan bupati agar warganya mengungsi. Ini dapat mengganggu perekonomian di daerah," kata pakar dan peneliti masalah tsunami, Dr Subandono Diposaptono kepada SP di Jakarta, Rabu (28/11).

Subandono terlibat aktif dalam penelitian tsunami bersama International Tsunami Survey Team di Aceh pada tahun 2004 dan anggota peneliti tsunami pada Earthquake and Tsunami Disaster Mitigation Technologies and Their Integration for the Asia-Pacific Region pada tahun 200-2002.

Beberapa kali Subandono mengingatkan, imbauan mengungsi hanya berdasarkan isu dan rumor ini akan menimbulkan kepanikan di antara warganya. Warga akan panik, nelayan tidak berani melaut. Semua itu pada ujungnya akan mengganggu perekonomian di daerah tersebut. Karena nelayan tidak melaut, terjadi kelangkaan ikan sehingga harga ikan melonjak.

Dikatakan, wilayah Bengkulu memang termasuk daerah rawan gempa. Warga dan pejabat setempat harus paham dan menyiapkan sarana penampungan jika terjadi gempa dan membuat jalur evakuasi bila ada gempa diikuti tsumani. Dengan fakta tersebut, memang warga harus selalu waspada dan paham, harus bagaimana jika terjadi gempa. Namun, kapan gempa itu akan terjadi, tidak bisa dideteksi.

"Langkah pejabat setempat sudah bagus menyiapkan sarana penampungan gempa dan membuat jalur evakuasi serta peralatan untuk memberikan peringatan jika terjadi gempa diikuti tsunami. Dengan begitu, warga menjadi waspada. Namun, jangan sampai antisipasi ini menimbulkan kepanikan yang berlebihan," katanya.

Antisipasi

Sementara itu, Gubernur Bengkulu, Agusrin Maryono Najamudin mengatakan, menghadapi isu akan terjadi gempa besar dan tsunami di Provinsi Bengkulu pada 23 Desember mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu telah menyiapkan ribuan tenda dan sejumlah mobil tangki air bersih.

"Kita sudah menyiapkan ribuan tenda dan sejumlah tangki air bersih untuk mengantisipasi isu gempa dan tsunami yang akan terjadi di Bengkulu 23 Desember mendatang. Ini dilakukan bukan kita percaya sepenuhnya atas isu akan gempa dan tsunami di Bengkulu 23 Desember nanti, tapi ini sebagai langka awal persiapan Bengkulu menghadapi bencana," katanya.

Pemprov juga sudah menyiapkan sejumlah beras dan berbagai kebutuhan lain untuk kebutuhan para korban bencana. Tenda, mobil tangki air, dan beras tersebut segera disalurkan ke sejumlah daerah tingkat II di Bengkulu yang berpotensi terkena dampak parah bila terjadi gempa dan tsunami di Bengkulu 23 Desember mendatang, seperti Kabupaten Bengkulu Utara, Muko-Muko, Kota Bengkulu, Seluma, dan Kabupaten Kaur.

Dari pantauan SP di Kota Bengkulu, sejak beberapa hari terakhir sebagian besar warga Kota Bengkulu yang tinggal di pesisir pantai mulai mengemas barang-barang berharga mereka.

"Semua barang berharga kami sudah dikemas dan dititipkan di rumah saudara yang aman dari tsunami. Ini kami lakukan untuk mengantisipasi kalau isu gempa besar dan tsunami benar-benar terjadi di Bengkulu 23 Desember mendatang," ujar Tarmidi (38), warga Kelurahan Pasar Pantai, Kota Bengkulu. [143/M-11]

Hutan di Banten Hanya Seluas 2.204 Hektare

Serang–Provinsi Banten hanya memiliki 2.204,12 km2 hutan atau 23 persen dari luas wilayahnya 8.800,8 km2. Padahal, Undang-undang No 26 tahun 2007 tentang tata ruang menyebutkan paling sedikit luas hutan sekitar 30 persen dari luas wilayah.

Gubernur Banten Atut Chosiyah mengatakan hal ini dalam acara penanaman pohon bersama Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Erman Suparno, di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) di Desa Sukajaya, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (28/11).

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Provinsi Banten, Yunadi Syahroni menyatakan, program penanaman pohon di Banten sebanyak 300.000 pohon dari 16 jenis bantuan dari pusat di antaranya jati, mahoni, sengon, mangga, sukun dan kelapa.

Daerah yang rusak akibat penebangan dan kebakaran yang dianggap parah di Banten yaitu daerah Gunung Halimun Kabupaten Lebak. “Yang paling parah hutan kritis ada di wilayah selatan, tapi antara hutan yang ada di Pandeglang dan Lebak, Hutan Gunung Halimun adalah hutan yang paling parah,” katanya.

Berdasarkan data interpretasi citra satelit landsat TM tahun 2000 yang diperoleh dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Provinsi Banten, lahan hutan yang paling kritis adalah lahan luar kawasan hutan atau hutan yang dikelola masyarakat sekitar hutan seluas 172.623 hektare. Sementara itu, kerusakan lahan dalam kawasan atau hutan lindung seluas 64.417 hektare.

”Daerah yang paling parah kerusakan lahannya adalah Kabupaten Lebak yaitu seluas 162.203 hektare disusul Pandeglang 54.093 hektare, Kabupaten Tangerang 13.943 hektare, Serang 6.256 hektare, Kota Cilegon 504 hektare dan Kota Tangerang 39 hektare,” katanya.
Dari luas 162.203 hektare di Kabupaten Lebak, lahan kritis dalam kawasan hutan seluas 52.334 hektare dan lahan luar kawasan hutan seluas 109.869 hektare. Di Pandeglang lahan dalam kawasan hutan seluas 11.333 hektare dan lahan luar kawasan hutan 42.760 hektare.
(iman nur rosyadi)

title-3372992

by jakarta @ 2007-11-30 - 10:03:07

Chávez's power play has echoes of Castro
Venezuelan vote on Sunday could lead to 'big headache' for U.S.

By Chris Hawley
USA TODAY

CARACAS, Venezuela — If Hugo Chávez gets his way, he'll be calling U.S. presidents "donkeys" and "drunkards" for another 20 years — at least.

A nationwide referendum set for Sunday could allow the colorful Venezuelan president to stay in office indefinitely. That would let Chávez, 53, continue reshaping Venezuela's economy in the mold of Cuba, and follow Fidel Castro as the self-anointed lifetime leader of an increasingly combative global alliance against the United States.

The consequences could be far more serious than the one-liners, clownish antics and occasional gaffes that have made Chávez a staple on YouTube.

"Venezuela is going to be a big, big headache" for Washington if Chávez wins the referendum, says Javier Corrales, a political science professor and Chávez watcher at Amherst College.

Corrales says an emboldened Chávez could drive up energy prices through his control of Venezuela's oil industry, refuse to cooperate with U.S. anti-drug efforts and undermine the fight against Islamist militants through his economic partnership with Iran, a state sponsor of terrorism.

In Venezuela, tensions have started to boil over as polls show the referendum's outcome is in doubt. Clashes between supporters and opponents have repeatedly turned violent, and one protester was killed Monday. Using his trademark hyperbole, Chávez told a crowd of students last week they could "save the world" by voting in his favor.

Critics fear that a "yes" vote would cement Chávez as a de facto dictator and lead to more of the problems that have begun to plague his self-styled socialist revolution. The economy is still expanding, thanks to record prices for Venezuela's oil, but there are growing shortages of basic goods such as milk, pasta and sugar. The exchange rate for the currency is so distorted that passengers arriving at the Caracas airport are immediately besieged by black-market traders desperate for U.S. dollars.

Even some longtime supporters say Chávez has gone too far in trying to cement his control over daily life. The government is "confiscating the rights of the people," says Ismael Garcia, a member of the National Assembly who helped Chávez regain power after an attempted coup in 2002 but now is campaigning against the referendum. "It's not democratic."

Chávez says the changes will allow him to implement a centralized socialist state better equipped to improve the lives of Venezuela's poor. The reforms would remove presidential term limits, cut the workday to six hours and make it easier for the state to seize private property. "Communal cities" would be established under presidential control, which could allow Chávez to ignore elected local officials. The president also would be able to suspend civil rights in emergencies.

Venezuela's poorest people have been the biggest beneficiaries of the health and education programs that Chávez has financed with record oil revenue. The former paratrooper is counting on their support to stay in power long enough to rival his mentor Castro, who has tormented Washington for 47 years.

"I'm ready. I have the moral strength, the physical strength and the will to continue with you at the helm until at least 2020," Chávez told supporters last week. "And if the strength continues with me, and God wills it, then I'll probably go on to 2027."

A year after calling President Bush "the devil" at the United Nations, Chávez has begun to couple his barbed attacks with words explicitly targeted at damaging the U.S. economy. After meeting with Iranian President Mahmoud Ahmadinejad in Tehran last week, Chávez said the falling dollar was "a sign the U.S. empire is coming down," and called on OPEC countries to use the euro instead. His comments helped push oil prices closer to $100 a barrel.

U.S. companies such as Heinz, AES and Verizon have been damaged by Chávez's recent economic changes, which included nationalizing Venezuela's electricity sector and buying out many other companies.

Chávez's office did not respond to a request for an interview. Saul Ortega, a Chávez ally and president of the foreign relations panel in the National Assembly, notes that U.S. companies still do billions of dollars of business a year in Venezuela and says Washington has nothing to fear.

Unlike Castro's Cuba, where dissent is not tolerated, Venezuela is not a police state. Media are allowed to criticize Chávez, although he shut down an independent TV station this year, sparking massive protests. Venezuelans are also free to leave the country anytime, something that thousands have done in recent months to places such as Panama and Florida.

"We're finding our own path," Ortega says. "It's going to be a democratic, free, prosperous, beautiful country, not subject to any external domination."

Visitors to Caracas are aware of the referendum's high stakes from the moment they arrive at Caracas' international airport, where a huge 3-D sign celebrating socialism hangs above baggage claim. From there, the onslaught of revolutionary slogans and crimson banners never lets up.

"Nothing stops the revolution," says one sign hanging from a building downtown. "Full-speed revolution toward socialism!" say signs in the subway.

Chávez's supporters credit him with giving them more of a share of Venezuela's booming economy, which has grown about 10% a year since a massive collapse in 2002. Poverty has fallen from 42.8% in 1999 to 33.9% in 2006, according to Venezuela's census bureau, although progress on unemployment has been mixed.

"The comandante has done so many good things for this country," Aura Eslada, 54, a secretary who wore a red cap and a "Yes with Chávez" T-shirt, said during a march Tuesday. "There's no other leader like him. The opposition doesn't have anybody better to offer."

However, María Elena Sánchez is one of many Venezuelans who are growing frustrated by the economic problems created by Chávez's policies.

"I haven't been able to buy liquid milk in three months," Sánchez says, standing in front of an empty cooler at the Sud-America Supermarket. "This isn't supposed to happen in Caracas, right? The capital is supposed to have everything."

Strict price controls on food items have discouraged companies from producing enough of some goods because they can't turn a profit on them. Controls on buying dollars, in place since 2003, have simultaneously made it difficult for importers to buy abroad.

"Pasta, milk, rice, sugar, wheat flour, sometimes even salt is hard to get," says Wilfredo Chacón, shift manager of the Sud-America. "Sometimes all the deliveryman gives me is one box of 9 liters of milk."

A poll released Saturday by Datanalisis, a respected local pollster, showed 46% of Venezuelans blame the government for the shortages, while 31% blamed businesses. Six months ago, 65% blamed businesses.

Some of the economic distortions border on the bizarre. Airline tickets to and from Caracas are increasingly hard to come by because so many seats are being bought up by Venezuelan currency speculators who can make an easy profit by manipulating the financial system.

The speculators fly to nearby Panama, Aruba and Curacao, where they can charge up to $5,000 to their credit cards and receive U.S. dollars in return from local businesses. Upon returning to Venezuela, the travelers then sell their dollars on the black market at double the official rate — making thousands of dollars.

"You can't get a flight to those places at any price now," said Eduardo Ablan, a travel agent at Festival Tours in Caracas. "It's all because of the black market."

Even some Chávez supporters wonder just how far he will go. "I think health, education, that's all gotten better," taxi driver William Batista says. "But when he says he w

Chávez's power play has echoes of Castro

by jakarta @ 2007-11-30 - 10:03:02

Chávez's power play has echoes of Castro
Venezuelan vote on Sunday could lead to 'big headache' for U.S.
:'(
By Chris Hawley
USA TODAY

CARACAS, Venezuela — If Hugo Chávez gets his way, he'll be calling U.S. presidents "donkeys" and "drunkards" for another 20 years — at least.

A nationwide referendum set for Sunday could allow the colorful :>>Venezuelan president to stay in office indefinitely. That would let Chávez, 53, continue reshaping Venezuela's economy in the mold of Cuba, and follow Fidel Castro as the self-anointed lifetime leader of an increasingly combative global alliance against the United States.88|

The consequences could be far more serious than the one-liners, clownish antics and occasional gaffes that have made Chávez a staple on YouTube.

"Venezuela is going to be a big, big headache" for Washington if Chávez wins the referendum, says Javier Corrales, a political science professor and Chávez watcher at Amherst College.

Corrales says an emboldened Chávez could drive up energy prices through his control of Venezuela's oil industry, refuse to cooperate with U.S. anti-drug efforts and undermine the fight against Islamist militants through his economic partnership with Iran, a state sponsor of terrorism.

In Venezuela, tensions have started to boil over as polls show the referendum's outcome is in doubt. Clashes between supporters and opponents have repeatedly turned violent, and one protester was killed Monday. Using his trademark hyperbole, Chávez told a crowd of students last week they could "save the world" by voting in his favor.

Critics fear that a "yes" vote would cement Chávez as a de facto dictator and lead to more of the problems that have begun to plague his self-styled socialist revolution. The economy is still expanding, thanks to record prices for Venezuela's oil, but there are growing shortages of basic goods such as milk, pasta and sugar. The exchange rate for the currency is so distorted that passengers arriving at the Caracas airport are immediately besieged by black-market traders desperate for U.S. dollars.

Even some longtime supporters say Chávez has gone too far in trying to cement his control over daily life. The government is "confiscating the rights of the people," says Ismael Garcia, a member of the National Assembly who helped Chávez regain power after an attempted coup in 2002 but now is campaigning against the referendum. "It's not democratic."

Chávez says the changes will allow him to implement a centralized socialist state better equipped to improve the lives of Venezuela's poor. The reforms would remove presidential term limits, cut the workday to six hours and make it easier for the state to seize private property. "Communal cities" would be established under presidential control, which could allow Chávez to ignore elected local officials. The president also would be able to suspend civil rights in emergencies.

Venezuela's poorest people have been the biggest beneficiaries of the health and education programs that Chávez has financed with record oil revenue. The former paratrooper is counting on their support to stay in power long enough to rival his mentor Castro, who has tormented Washington for 47 years.

"I'm ready. I have the moral strength, the physical strength and the will to continue with you at the helm until at least 2020," Chávez told supporters last week. "And if the strength continues with me, and God wills it, then I'll probably go on to 2027."

A year after calling President Bush "the devil" at the United Nations, Chávez has begun to couple his barbed attacks with words explicitly targeted at damaging the U.S. economy. After meeting with Iranian President Mahmoud Ahmadinejad in Tehran last week, Chávez said the falling dollar was "a sign the U.S. empire is coming down," and called on OPEC countries to use the euro instead. His comments helped push oil prices closer to $100 a barrel.

U.S. companies such as Heinz, AES and Verizon have been damaged by Chávez's recent economic changes, which included nationalizing Venezuela's electricity sector and buying out many other companies.

Chávez's office did not respond to a request for an interview. Saul Ortega, a Chávez ally and president of the foreign relations panel in the National Assembly, notes that U.S. companies still do billions of dollars of business a year in Venezuela and says Washington has nothing to fear.

Unlike Castro's Cuba, where dissent is not tolerated, Venezuela is not a police state. Media are allowed to criticize Chávez, although he shut down an independent TV station this year, sparking massive protests. Venezuelans are also free to leave the country anytime, something that thousands have done in recent months to places such as Panama and Florida.

"We're finding our own path," Ortega says. "It's going to be a democratic, free, prosperous, beautiful country, not subject to any external domination."

Visitors to Caracas are aware of the referendum's high stakes from the moment they arrive at Caracas' international airport, where a huge 3-D sign celebrating socialism hangs above baggage claim. From there, the onslaught of revolutionary slogans and crimson banners never lets up.

"Nothing stops the revolution," says one sign hanging from a building downtown. "Full-speed revolution toward socialism!" say signs in the subway.

Chávez's supporters credit him with giving them more of a share of Venezuela's booming economy, which has grown about 10% a year since a massive collapse in 2002. Poverty has fallen from 42.8% in 1999 to 33.9% in 2006, according to Venezuela's census bureau, although progress on unemployment has been mixed.

"The comandante has done so many good things for this country," Aura Eslada, 54, a secretary who wore a red cap and a "Yes with Chávez" T-shirt, said during a march Tuesday. "There's no other leader like him. The opposition doesn't have anybody better to offer."

However, María Elena Sánchez is one of many Venezuelans who are growing frustrated by the economic problems created by Chávez's policies.

"I haven't been able to buy liquid milk in three months," Sánchez says, standing in front of an empty cooler at the Sud-America Supermarket. "This isn't supposed to happen in Caracas, right? The capital is supposed to have everything."

Strict price controls on food items have discouraged companies from producing enough of some goods because they can't turn a profit on them. Controls on buying dollars, in place since 2003, have simultaneously made it difficult for importers to buy abroad.

"Pasta, milk, rice, sugar, wheat flour, sometimes even salt is hard to get," says Wilfredo Chacón, shift manager of the Sud-America. "Sometimes all the deliveryman gives me is one box of 9 liters of milk."

A poll released Saturday by Datanalisis, a respected local pollster, showed 46% of Venezuelans blame the government for the shortages, while 31% blamed businesses. Six months ago, 65% blamed businesses.

Some of the economic distortions border on the bizarre. Airline tickets to and from Caracas are increasingly hard to come by because so many seats are being bought up by Venezuelan currency speculators who can make an easy profit by manipulating the financial system.

The speculators fly to nearby Panama, Aruba and Curacao, where they can charge up to $5,000 to their credit cards and receive U.S. dollars in return from local businesses. Upon returning to Venezuela, the travelers then sell their dollars on the black market at double the official rate — making thousands of dollars.

"You can't get a flight to those places at any price now," said Eduardo Ablan, a travel agent at Festival Tours in Caracas. "It's all because of the black market."

Even some Chávez supporters wonder just how far he will go. "I think health, education, that's all gotten better," taxi driver William Batista says. "But when he says he wants a socialist state, I honestly don't know what he means."

Even if the vote swings in Chávez's favor Sunday, he may not be able to fully carry out his move to socialism, says Michael Shifter, an analyst at the Interamerican Dialogue, a Washington think tank.

"Venezuelan society is too individualistic, is too chaotic and is not amenable to those tight controls that he wants," Shifter says. "There's a real difference between where he wants to take the country and how far the country wants to go with him."

Chávez blames Bush for not opposing the short-lived 2002 coup against him, and constantly talks of the threat of a U.S. invasion. Washington strongly denies any such plans, and has in recent years mostly chosen to ignore Chávez's rhetoric.

Chávez's continuing demands for higher oil prices and his suspicion of U.S.-led trade pacts could disrupt attempts to form trade alliances that could counter the European Union and China.

"He would like to establish Venezuela as an alternative to the U.S. model of how to do things," says Terry McCoy, a political science professor at the University of Florida.

A recent study by pollster Latinobarometro — as well as an outburst this month by Spain's normally mild-mannered King Juan Carlos, who told Chávez to "shut up" — suggest his influence in the region could be waning. On Wednesday, Chávez said he would no longer have "any type of relations" with neighboring Colombia, calling its pro-U.S. leader "a pawn of the empire."

Venezuela's growing economic relationship with Iran is most worrisome, especially at a time when the United States and the European Union are deliberating more sanctions on Iran because of its nuclear program, Shifter and McCoy say.

On Monday, Chávez presided over the delivery of 200 cars built by Venirauto, a joint venture between the two countries, to health workers and local government officials. Iran and Venezuela also have cooperated in producing petrochemicals, housing and tractors.

Whether relations between Venezuela and the United States improve may depend on Bush's successor. Chávez has professed to getting along better with President Clinton than "the Texan who walks around shooting from the hip."

Opposition leaders would rather start the relationship over.

"We are fighting for the future of Venezuela, for the world of our grandchildren, " says Garcia, the former Chávez supporter. "If in 10 years I have a grandchild and he sits on my knee and he says, 'Grandpa, you were there, and what did you do with my country?' What am I going to say?

"That's why we're fighting this with such passion."

Ideas of a Best Friend

In first grade your idea of a good friend was the person who went to the bathroom with you and held your hand as you walked through the scary hall.

In second grade your idea of a good friend was the person who helped you stand up to the class bully.

In third grade your idea of a good friend was the person who shared their lunch with you when you forgot yours on the bus.

In fourth grade your idea of a good friend was the person who was willing to switch square dancing partners in gym so you wouldn't have to be stuck do-si-do-ing with Nasty Nick or Smelly Susan.

In fifth grade your idea of a friend was the person who saved a seat on the back of the bus for you.

In sixth grade your idea of a friend was the person who went up to Nick or Susan, your new crush, and asked them to dance with you, so that if they said no you wouldn't have to be embarrassed.

In seventh grade your idea of a friend was the person who let you copy the Math homework from the night before that you had.

In eighth grade your idea of a good friend was the person who helped you pack up your stuffed animals and old baseball but didn't laugh at you when you finished and broke out into tears.

In ninth grade your idea of a good friend was the person who would go to a party thrown by a senior so you wouldn't wind up being the only freshman there.

In tenth grade your idea of a good friend was the person who changed their schedule so you would have someone to sit with at lunch.

In eleventh grade your idea of a good friend was the person who gave you rides in their new car, convinced your parents that you shouldn't be grounded, consoled you when you broke up with Nick [or Glenn] or Susan, and found you a date to the prom.

In twelfth grade your idea of a good friend was the person who helped you pick out a college /university, assured you that you would get into that college/university, helped you deal with your parents who were having a hard time adjusting to the idea of letting you go...

At graduation your idea of a good friend was the person who was crying on the inside but managed the biggest smile one could give as they congratulated you.

The summer after twelfth grade your idea of a good friend was the person who helped you clean up the bottles from that party, helped you sneak out of the house when you just couldn't deal with your parents, assured you that now that you and Nick or you and Susan were back together, you could make it through anything, helped you pack up for university and just silently hugged you as you looked through blurry eyes at 18 years of memories you ere leaving behind, and finally on those last days of childhood, went out of their way to give you reassurance that you would make it in college as well as you hadthese past 18 years, and most importantly sent you off to college knowing you were loved.

Now, your idea of a good friend is still the person who gives you the better of the two choices, holds your hand when you're scared, helps you fight off those who try to take advantage of you, thinks of you at times when you are not there, reminds you of what you have forgotten, helps you put the past behind you but understands when you need to hold on to it a little longer, stays with you so that you have confidence, goes out of their way to make time for you, helps you clear up your mistakes, helps you deal with pressure from others, smiles for you when they are sad, helps you become a better person,and most importantly loves you!

Pelapor Khusus PBB

by jakarta @ 2007-11-27 - 15:34:08

KATA-MUTIARA---BERANI
Pelapor Khusus PBB Mengenai Penyiksaan Rekomendasikan 13 Pasal pada RI

Pelapor Khusus PBB mengenai penyiksaan, Manfred Nowak, yang mengakhiri lawatan dua pekannya di Indonesia mengajukan 13 pasal rekomendasi kepada pemerintah RI guna menghindari terjadinya kasus penyiksaan dan perlakukan atau penghukuman lain yang tidak manusiawi dan merendahkan martabat manusia.

"Sekalipun pemerintah RI telah mengambil langkah-langkah positif namun saya memberikan rekomendasi kepada pemerintah RI untuk mengambil tindakan-tindakan tertentu agar dapat memenuhi kewajibannya sebagaimana tercantum dalam konstitusi negara serta hukum internasional, " kata Nowak di kantor PBB di Jakarta, Jumat.

Tigabelas pasal rekomendasi yang diberikan Nowak antara lain adalah agar pemerintah RI menetapkan penyiksaan sebagai bentuk tindakan kriminal dan memberikan hukum yang sesuai, mengecam secara terbuka praktik penyiksaan dan penganiayaan oleh aparatur negara, membentuk mekanisme investigasi kriminal yang independen, dan memperkenalkan mekanisme penanganan keluhan yang kerahasiaannya terjamin.

Kemudian pengurangan batas waktu untuk penahanan oleh polisi menjadi 48 jam sesuai standar internasional, meningkatkan upaya perlindungan menentang penyiksaan, memastikan otopsi independen dalam ssetiap kematian dalam tahanan, mendukung Komnas HAM menjadi aktor efektif dalam perlawanan terhadap penyiksaan, memastikan pemisahan antara anak-anak dan dewasa, melarang hukuman fisik, membentuk mekanisme pelarangan penyiksaan terhadap perempuan, mengaksesi protokol pilihan dari Konvensi Menentang Penyiksaan dan menghapuskan hukuman mati.

Nowak memahami bahwa penerapan sistem peradilan yang sepenuhnya sejalan dengan hukum internasional akan memakan biaya. Oleh karena itu ia meminta agar komunitas internasional mendukung perubahan-perubahan yang diharapkan dilakukan oleh Indonesia itu. Pada kesempatan itu Nowak menggarisbawahi mengenai penahanan kepolisian yang lebih dari 48 jam sebagai salah satu hal yang rentan memicu penyiksaan.

Menurut pendapatnya tahanan lebih rentan terhadap penganiayaan saat berada dalam tahahan polisi daripada penjara Nowak menyebutkan bahwa ia sempat menemukan sejumlah kasus penganiayaan dalam kunjungannya ke sejumlah penjara di Indonesia.

"Tapi bukan suatu sistem penganiayaan yang sistematis, jadi lebih tergantung pada individu kepala penjara atau tahanan," katanya seraya menambahkan bahwa di LP Pasir Putih penjara dengan pengamanan maksimum di Nusa Kambangan ia justru tidak menemukan satupun status penganiayaan karena kepala penjaranya memiliki komitmen yang tinggi atas martabat manusia.

Dia juga mempertimbangkan bahwa penerapan hukuman mati adalah tidak layak dan menilai kerahasiaan eksekusi yang dijalankan merupakan salah satu bentuk pelanggaran terhadap standar HAM internasional.

Nowak berada di Indonesia, 10-23 November atas undangan pemerintah RI. Dalam lawatannya di Jakarta selain bertemu dengan sejumlah pejabat, ia juga mengunjungi lapas, rutan, fasilitas tahanan polisi dan militer serta panti rehabilitasi sosial di Jakarta, Papua, Sulawesi Selatan, Bali, Yogyakarta dan Jawa Tengah. Lokasi-lokasi tersebut dipilih berdasarkan alokasi waktu yang tersedia.

Tujuan dari kunjungan itu adalah untuk menilai situasi penyiksaan dan penganiayaan di Indonesia dan untuk menawarkan bantuan kepada pemerintah RI dalam usahanya untuk meningkatkan sistem administrasi peradilan, termasuk dalam sektor kepolisian dan penjara. antara/

" Sepuluh Unsur Kepribadian Billionaire "

Minggu lalu saya berada di New York City, tepatnya Manhattan, yang jaraknya kurang lebih 2500 mil dari kediaman saya di San Francisco Bay Area. Seorang "mogul" alias pengusaha kelas kakap yang berteman dekat dengan Donald Trump memanggil saya untuk membantunya dalam mendirikan divisi baru institusi pendidikannya yang sudah mendunia. Sebutlah namanya Mr. JC.

Sebagai seorang konsultan yang sering mendengar nama Mr. JC ini disebut-sebut, tentu saja saya sangat girang ketika dikontak oleh asistennya untuk mengunjungi Si Mogul ini untuk business meeting. Dengan harap-harap cemas saya mempersiapkan segala sesuatunya agar presentasi saya nanti tidak memalukan. Namanya saja berbisnis dengan seorang pengusaha kelas kakap. Siapalah saya ini di matanya.

Ternyata, di luar dugaa n saya, Mr. JC sangat ramah dan informal. Kecerdasannya tampak jelas dari "being comfortable in his own skin." Ia sangat nyaman dengan dirinya sendiri, tidak ada unsur intimidasi maupun berusaha tampak lebih cerdik daripada lawan bicaranya. Sungguh saya sangat terkesan.

Selama kurang lebih 6 jam perjalanan pulang di pesawat, saya banyak merenungkan pertemuan ini, terutama mengenai kepribadian Mr. JC yang sangat menawan. Otak saya yang gemar melakukan studi komparasi kembali bekerja. Satu per satu wajah orang-orang sukses muncul di benak saya. Wah, ternyata banyak sekali kemiripan sifat dan perilaku mereka dengan Mr. JC, yang tampaknya sangat bertolak belakang dengan sifat-sifat dan perilaku mereka yang kurang berhasil.

Sepuluh unsur kepribadian seorang billionaire yang saya sarikan berdasarkan komunikasi dan pergaulan pribadi dengan para billionaies dan beberapa pengusaha sukses adalah sebagai berikut:

Satu, keberanian untuk berinisiatif.

Di sinilah letak keunikan utama pengusaha kelas kakap dunia. Mereka selalu punya ide-ide jenial. Sebagai contoh, lihat saja si Raja Real Estate, kebangkitannya dari bangkrut beberapa tahun yang lalu sekarang sudah membuahkan lebih dari sekedar kerajaan properti belaka. Ada boneka Donald, ada seri TV The Apprentice, ada online university TrumpUniversity. com, bahkan ada t-shirt "You're Fired" dan buku-buku best-sellernya. Semua berangkat dari inisiatif belaka, yang bisa kita pelajari dan tiru.

Dua, tepat waktu.

Selalu menepati janji dan tepat waktu karena ini adalah bukti kemampuan memanage sesuatu yang paling terbatas di dalam hidup kita, yaitu waktu. Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari semua keberhasilan, terutama keberhasilan berbisnis. Respek terhadap waktu merupakan pencerminan dari respek terhadap diri send iri dan partner bisnis.

Tiga, senang melayani dan memberi.

Seorang billionaire pasti mempunyai kepribadian sebagai pemimpin dan seorang pemimpin adalah pelayan dan pemberi. The more you give to others, the more respect you get in return. Syukur-syukur kalau ada karma baik sehingga mendapat kebaikan juga dari orang lain. Paling tidak dengan memberi dan melayani, kita sudah menunjukkan kepada dunia betapa berlimpahnya kita. Alam bawah sadar kita akan terus membentuk blue print sukses berdasarkan kemampuan memberi ini.

Empat, membuka diri terlebih dahulu.

Pernah Anda bertemu orang yang selalu mau bertanya soal hal-hal pribadi tentang orang lain namun tidak pernah mau membuka diri? Mereka biasanya hidup dalam ketakutan dan kecurigaan, yang pasti mereka akan sangat sulit untuk mencapai kesuksesan karena dua hal ini adalah lawan dari unsur-unsur yang membangun sukses. Rasa percaya dan kebesaran hati untuk membuka diri terhadap lawan bicara merupakan cermin bahwa kita nyaman dengan diri sendiri, lantas tidak ada yang perlu ditutupi, sesuatu yang dicari oleh para partner bisnis sejati. (Siapa yang mau bekerja sama dengan orang yang misterius?)

Lima, senang bekerja sama dan membina hubungan baik dengan para partner bisnis.

Teamwork jelas adalah salah satu kunci keberhasilan utama. Donald Trump dan Martha Stewart pun mempunyai tim-tim mereka yang sangat loyal sehingga mereka bisa mencapai sukses luar biasa. "No man is an island," kita semua perlu membangun network kerja yang baik, sehingga jalan menuju sukses semakin terbuka lebar.

Enam, senang mempelajari hal-hal baru.

Kembali kita mengambil contoh Pak Trump yang baru saja membuka online university. Apakah beliau adalah ahli pendidikan? Seorang profesor? Jelas tidak, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta langsung mengaplikasikannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas baginya. Dunia bisnis baginya adalah tempat bermain yang luas dan tidak terbatas. Kuncinya hanya satu: senang belajar dan mencari hal-

hal baru.

Tujuh, jarang mengeluh, profesionalisme adalah yang paling utama.

Lance Armstrong pernah berkata, "There are two kinds of days: good days and great days." Hanya ada dua macam hari: hari yang baik dan hari yang sangat baik. Jangan sekali-kali mengeluh di dalam bisnis, walaupun suatu hari mungkin Anda akan jatuh dan gagal. Mengapa? Karena setiap kali gagal adalah kesempatan untuk belajar mengatasi kegagalan itu sendiri sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari. Hari di mana Anda gagal tetap adalah a good day (hari yang baik).

Delapan, berani menanggung resiko.

Jelas, tanpa ini tidak ada kesemp atan sama sekali untuk menuju sukses. Sebenarnya setiap hari kita menanggung resiko, walaupun tidak disadari penuh. Resiko hanyalah akan berakibat dua macam: be a good or a great day (lihat di atas). So, untuk apa takut? Kegagalan pun hanyalah kesempatan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari kan ?

Sembilan, tidak menunjukkan kekhawatiran (berpikir positif setiap saat).

Berpikir positif adalah environment atau default state di mana keseluruhan eksistensi kita berada. Jika kita gunakan pikiran negatif sebagai default state, maka semua perbuatan kita akan berdasarkan ini (kekhawatiran atau cemas). Dengan pikiran positif, maka perbuatan kita akan didasarkan oleh getaran positif, sehingga hal positif akan semakin besar kemungkinannya.

Sepuluh, "comfortable in their own skin"

Alias nyaman dengan diri sendiri tanpa perlu berusaha menut up-nutupi sesuatu maupun supaya tampak "lebih" dari lawan bicaranya. Pernah bertemu dengan billionaire yang rendah diri alias tidak nyaman dengan diri mereka sendiri? Saya yakin tidak ada. Kenyamanan menjadi diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi supaya lawan bicara tidak tersinggung karena setiap orang mempunyai tempat tersendiri di dunia yang tidak bisa digantikan oleh orang lain.

Saya adalah saya, mereka adalah mereka. Dengan menjadi diri saya sendiri, saya tidak akan mengusik keberadaan mereka. Jika mereka merasa tidak nyaman, itu bukan karena kepribadian saya, namun karena mindset yang berbeda dan kekurangmampuan mereka dalam mencapai kenyamanan dengan diri sendiri.

Apakah Anda mempunyai kepribadian seorang billionaire? Hanya Anda yang bisa menjawab. Salam sukses, sampai bertemu di puncak gunung kesuksesan.[ ]

Sumber: Sepuluh Unsur Kepribadian Billionaire oleh Jennie S. Bev. Jennie S. Bev adal ah konsultan, entrepreneur, penulis dan edukator berbasis di San Francisco Bay Area. Baca perjuangan dan prestasinya di JennieSBev.com.

'Inggris Terlihat Sedikit Takut'

Durban - Salah satu hasil paling menarik dalam undian babak kualifikasi Piala Dunia 2010 adalah kembali bertemunya Inggris dan Kroasia dalam satu babak.

Kedua negara tersebut menjadi "bintang" publikasi media massa sejak Kroasia menundukkan Inggris di Wembley di pertandingan terakhir babak kualifikasi Euro 2008 Grup E hari Rabu lalu.

Kroasia, meskipun sudah dipastikan lolos ke putaran final, menang 3-2 dan membuat Inggris tersingkir. Salah satu efeknya, pelatih Steve McClaren langsung dipecat.

Tergabung lagi di grup yang sama untuk Pra Piala Dunia 2010, pelatih Kroasia Slaven Bilic melontarkan pernyataan yang barangkali "lumayan" enak untuk didengar fans Inggris.

"Semua orang di Kroasia mengatakan 'sodorkan Inggris lagi pada kami'. Tapi saya ingin menghindari Inggris. Ini undian yang sangat berat karena sejauh ini mereka tim terbaik dari pot kedua," ujarnya.

"Hanya Inggris tim yang ingin saya hindari. Kami tidak takut, tapi mereka punya tim yang hebat dan pemain-pemain yang brilian," sambung Bilic seperti dikutip AFP.

Sementara dari kubu Inggris, ketua FA Brian Barwick tidak melontarkan pernyataan yang eksplisit seperti perasaan Bilic.

"Kami harus bertanding lagi melawan Kroasia dua kali dan kami tahu apa yang harus dilakukan...Tapi akan banyak perjalanan di grup ini untuk semua tim yang terlibat. Akan ada sebuah godaan untuk berkonsentrasi hanya pada dua tim, tapi kami punya banyak pekerjaan," tuturnya.

Akan tetapi, menurut penilaian presiden Federasi Sepakbola Italia Giancarlo Abete, kubu Inggris tampaknya tidak terlalu senang bertemu lagi dengan Kroasia, walaupun di grup mereka juga tergabung Ukraina, Belarusia, Kazakhstan, dan Andorra.

Abete mengatakan dirinya duduk di dekat delegasi Inggris ketika Kroasia diumumkan masuk grup mereka. "Saya menoleh, dan di mata saya mereka terlihat sedikit ketakutan," cetusnya.

Masak sih?

New Scientific Theories

by jakarta @ 2007-11-27 - 11:35:46

KUCING N BURUNG
New Scientific Theories

An American magazine held a competition, inviting its readers to submit
new scientific theories on ANY subject. Below are the winners:

5th place (Subject: Probability Theory)

If an infinite number of rednecks riding in an infinite number of
pickup
trucks fire an infinite number of shotgun rounds at an infinite number
of highway signs, they will eventually write the complete works of
Shakespeare in Braille.

4th place (Subject: Bio-Mechanics)

Why Yawning Is Contagious: You yawn to equalise the pressure on your
eardrums. This pressure change outside your head unbalances other
people's ear pressures, so they then yawn to even it out.

3rd place (Subject: Symbolic Logic)

The Chinese are technologically underdeveloped because each of their
alphabetical characters represents a
whole word or phrase, rather than a single letter. Thus they cannot
use
acronyms to communicate technical ideas at a faster rate.

2nd place (Subject: Newtonian Mechanics)

Deforestation will eventually cause earthquakes, tidal waves or even
the
total destruction of our planet. Just as a figure-skater's rate of
spin
increases when the arms are brought in close to the body, the cutting
down of tall trees may cause the Earth to spin dangerously fast on its
axis with disastrous results.

Winner (Subject: Perpetual Motion)

When a cat is dropped, it always lands on its feet and when toast is
dropped, it always lands buttered side down. Therefore, if a slice of
toast is strapped to a cat's back, buttered side up and the animal is
then dropped, the two opposing forces will cause it to hover, spinning
inches above the ground. If enough toast-laden felines were used, they
could form the basis of a high-speed monorail s
Cerita WTS, Suatu hari Pemda Surabaya melakukan operasi penertiban WTS.
Petugas Pemda : "Kamu akan saya bawa ke kantor dinas sosial!"
WTS : "Kalo saya sih dibawa kemana aja oke, Pak. Asal tarifnya cocok aja!"

Gak Niat,

Malam menjelang ujian, seorang mahasiswa melempar undi dengan koin.
"Kalau muncul gambar, saya akan tidur; kalau angka, saya akan nonton teve.
Kalau koin ini bisa berdiri, saya akan belajar."

Heeee….

Apa bedanya ban mobil dengan kondom?
*Kalo ban mobil tiba-tiba bocor, nyawa bisa hilang, kalo kondom bocor, nyawa bisa nambah

Dasar maling,

"kenapa kamu mencuri tip yg ada di dalam mobil?" kata polisi kpd sahli,
waktu diperiksa di kantor polisi.
"terpaksa, pa," kata sahli
"terpaksa gimana? gak punya uang untuk makan?"
"dari pagi saya mencari kantor polisi, tapi tidak ketemu terus
nanya ke temen, malah diem aja. ya udah...saya punya akal.
supaya kantor polisi bisa ketemu, ya saya nyoba maling tip di mobil.
dan buktinya saya bisa kesini, ke kantor polisi"
"trus, ngapain kamu nyari kantor polisi segala?"
"itu, pa...mau membuat...Surat Kelakuan Baik"

Ikat pinggang,

Abang : Hai Butet kalau abang pulang dari Jakarta kamu minta apa?

Butet : sekarang kan udah zamannya modern aku minta hp lah Bang

Abang : bagus permintaan kamu nanti abang bawakan

Abang : hai Sinaga kamu minta apa?

Sinaga : aku minta kaca mata biar kaya artis di tv.

Abang : oh.. tenang nanti abang bawakan

Abang : Siburian kamu mau dibawakan apa?

Siburian : Aku minta dompet kulit yang asli Bang, disini khan tiruan semua

Abang : oh.. gampang nanti abang bawakan

Abang : Ucok kamu mau dibawakan apa?

Ucok : kebetulan bang, aku nggak punya ikat pinggang, kau bawakan aku ikat pinggang sajalah.

Abang : susah kali permintaanmu itu kalau hp, kaca mata,dompet mudah ku dapatkan,

tapi ikat pinggang...susah kali ku dapatkan karna susah kali kutarik itu dari pinggang orang...

Salah jalur,

Seorang Manula (Manusia lanjut usia) sendang mengendarai mobil dijalan tol. tiba2 telepon mobilnya berbunyi dan diangkatnya,

Ia mendengar suara istrinya sedang memperingatinya untuk berhati-hati, "Herman, Saya baru saja dengar bahwa ada sebuah mobil yang berjalan dengan arah yang salah di jalan tol. Tolong berhati-hatil!".

"gila !!!," kata Herman, "Bukan cuma satu. tapi ada ratusan jumlahnya!"

Bioskop

Seorang suami di bioskop: "Kamu dapat melihatnya, sayang?"

Istri: "Ya."

Suami: "Apa kursimu nyaman?"

Istri: "Ya."

Suami: "Apa ada yang mengganggumu?"

Istri: "Tidak."

Suami: "Bagus! Kalau gitu kita tukaran tempat."

Sumur
Sepasang suami istri datang ke sebuah sumur keramat untuk meminta berkah.

Pertama, si suami melemparkan kembang ke dalamnya dan komat-kamit
membacakan doa dan keinginannya. Kemudian ketika giliran istrinya yang
akan memanjatkan keinginan, si istri terlalu dalam menunduk
sehingga jatuh ke dalam sumur dan mati tenggelam.
"Wow, terkabul! Benar-benar sumur keramat," kata si suami berseru.

Cerita berikut mbacanya dalam logat Betawi ya.......

Umar lagi asik-asiknye nonton bola depan tipi, tau-tau bininye
nyelonong:

"Bang, lampu teras putus, tolong gantiin ame yang baru dong!"

"Masang lampu ?!!!, lu kire gue PLN apah...!!!" saut Umar enteng.

"Ya udeh kalo kaga mau, benerin aje keran kamar mandi, itu tuh aernya
ampe luber-luber"

"Benerin keran ?!!!, lu kire gue PAM kali...!!!"

"Ya udeh, kalo lu pegi beli rokok ke warung aje gue nitip minyak"

"Lu kagak bisa liat orang lagi enak nonton kali ye, lu kire gue
PERTAMINEEE ..!!!" Umar sewot.

Lantaran berasa digangguin terus, Umar ngeloyor ke rumah tetangge,
balik-balik jem 2. Tapinye Umar kaget lantaran terasnye udah terang.
Terus Umar ke kamar mandi, aer udah kaga luber-luber; ke dapur jerigen
minyak juga udah full tenk.

Paginye Umar nanya ame bininye: "Lu minta tulung ame siape...?"

"Gini bang, abis abang minggat, gue nangis di teras. Terus ade cowok
ganteng lewat nanyain gue. Gue cerite ape adenye, juga soal abang nyang
sewot. Terus die nawarin buat ngebantuin, tapi ada syaratnye."

"Ape syaratnye...?" Umar pingin tau.

"Syaratnye bisa pilih, gue bikinin die roti atawa tidur ame die"

"Terus yg pasti elu bikinin die roti kan...?" Umar ngedesek.

"Bikinin roti ?!!! .. Lu pikir gue HOLLAND BAKERY apee...?!!!"

Pendidikan Investasi Peradaban

by jakarta @ 2007-11-27 - 11:10:59

KATA MUTIARA7
Pendidikan Investasi Peradaban

edisi: Selasa, 27 November 2007 WIB

Penulis: Asyraf Suryadin
Yudhi
Pendidikan Investasi Peradaban
Maju terus guru dan gapai predikat profesi, agar kita dapat dihargai lebih manusiawi

KETIKA kita berkunjung ke kota Yogyakarta, dan jalan-jalan pada sebuah kampus terpampang pada salah satu pintu keluarnya tertulis dengan begitu baik semboyan “Pendidikan Investasi Peradaban.” Mungkin sebagai orang awam kita akan bertanya mengapa semboyan itu yang digunakan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita mengamati dan berpikir sejenak pada hari guru ini untuk melihat ke belakang bahwa bangsa ini dibangun tidak terlepas dari para peran guru.

Sosok Ahmad Dahlan, guru yang sekaligus kiai dan telah mampu mengangkat derajat bangsa Indonesia melalui pendidikan yang dikembangnya melalui organisasi Muhammadiyah. Ki Hajar Dewantoro, guru yang priyayi dengan lemah lembut menyatakan seorang guru adalah “pamong” yang harus senantiasa memberikan teladan yang baik.

Sebuah tugas yang amat mulia dan harus selalu diindahkan oleh semua guru. Soekarno, jadi guru di Bengkulu. Sosok yang idealis dan romantis tersebut mengisi episode sejarahnya dengan menjadi guru di Bengkulu, dan beberapa tahun kemudian ia menjadi Presiden Pertama Republik Indonesia.

AH Nasution, dari guru menjadi jenderal. Usaha memperbaiki kondisi sekolah yang tidak lebih bagus daripada yang di Bengkulu itu mengharuskan Nasution bersama koleganya untuk membangun sekolah dengan melibatkan partisipasi masyarakat dan bantuan dari tokoh-tokoh setempat. Mohammad Natsir, dari guru menjadi perdana menteri. Tokoh yang satu ini sering the second grand old man sesudah Haji Agus Salim.

Apa yang telah dilakukan oleh para guru seperti tersebut di atas merupakan hal yang sangat berhubungan dengan investasi peradaban untuk membangun bangsa Indonesia yang saat ini masih terus berupaya untuk
mensejahterakan para guru tersebut. Salah satu usaha untuk membagun peradaban tersebut maka sosok gurulah yang harus diberikan perhatian secara khusus saat ini.

Mengapa harus guru? Ini sebuah pertanyaan yang harus dijawab dengan lapang dada kepada semua pihak. Pertama, untuk mendidik generasi ke depan kita butuh guru yang mampu memberikan ilmu pengetahuan dengan baik sesuai dengan kompetensi.

Untuk membutuhkan kompetensi tersebut guru selalu dilatih dan terus dididik agar metode, strategi, termasuk perilakunya dalam kegiatan belajar mengajar semakin baik. Usaha perbaikan itu tak ada kata lain kecuali memberikan banyak pelatihan dan bila perlu menyekolahkannya pada jenjang yang lebih tinggi khusus untuk guru-guru yang memiliki tingkat prestasis yang lebih baik.

Kedua, guru merupakan aset prilaku. Tak sedikit anak-anak kita lebih memperhatikan perintah gurunya bahkan mencontoh apa yang dilakukan oleh gurunya daripada orangtuannya. Aset perubahan perilaku ini merupakan modal untuk membangun moral dan tatakrama para siswa yang akhir-akhir ini mulai runtuh.

Sebagai contoh, maraknya ketidak puasan terhadap kebijakan pemerintah tentang ujian nasional telah membuat para siswa turun ke jalan. Seharusnya itu tidak terjadi bila masyarakat, pendidik, dan siswa mengetahui secara keseluruhan makna dari pendidikan tersebut terhadap kemajuan bangsa.

Yang menjadi permasalahannya saat ini belum meratanya penyebaran pelayanan minimal bagi pendidikan tersebut, apalagi kesenjangan pendidikan di kota dan desa semakin tajam. Bagaimana tidak, ketika di kota anak-anak sudah menguasai internet tiba-tiba anak di desa listrik dan jaringan telepon pun belum terjangkau. Mungkin iklan intrnet masuk sekolah seperti yang pernah ditayangkan di televisi suatu hal yang cukup lucu untuk kebanyakan sekolah di Indonesia.

Ketiga, guru sebagai agen pembaharuan. Pemahaman terhadap konsep ini membutuhkan waktu yang cukup lama apabila berkeinginan untuk melihat hasilnya. Apa saja bentuk hasil-hasil pembaharuan tersebut. Produk yang diharapkan dapat berupa budaya manusia baik yang berkenaan dengan pembangunan fisik maupun pembangunan nonfisik. Untuk pembangunan fisik jelas banyak terlihat terutama di daerah perkotaan. Sedangkan untuk pembangunan nonfisik memang agak butuh waktu lama.

Contoh sederhana saja, menghilangkan budaya membuang sampah sembarang sampai saat ini belum dapat terwujud dengan baik. Selokan dan sungai kita masih banyak sampah, walaupun dipinggir sungai dan selokan ada tulisan dilarang membuang sampah.

Contoh lain dalam kegiatan belajar terutama saat menjelang ujian sulit sekali kita menemukan anak-anak yang sportif dan jujur dalam mengerjakan ujian. Apalagi menjelang Ujian Nasional selalu saja didengar berita kecurangan walaupun sudah menggunakan pengawasan yang tersistem. Yang aneh lagi kadang-kadang yang melapor kecurangan tersebut dijadikan terdakwa dan dimaki seperti yang dialami Forum Air Mata Guru di Sumatera Utara. Tetapi bagaimanapun kita harus meyakini perubahan pembaharuan yang dilakukan oleh guru memang butuh waktu.

Sertifikat Pendidik

Peringatan hari guru di tahun ini memang ada yang istimewa. Keistimewaan ini adanya penyerahan sertifikat pendidik dan bagi guru yang berhasil perlu kita ucapkan selamat. Bagi yang belum berhasil berusaha terus agar tunjangan profesi tersebut dapat diraih walaupun guru-guru kita saat ini membutuhkan untuk menggapainya terutama bagi mereka yang belum mencapai jenjang pendidikan sarjana. Maju terus guru dan gapai predikat profesi tersebut agar kita dapat dihargai lebih manusiawi.

Secara umum untuk kepala sekolah (kepsek) dan pengawas dinilai belum memenuhi standar kompetensi yang diharapkan untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan di sekolah-sekolah yang dipimpin dan diawasinya. Demikian kesimpulan yang didapat dari Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Departemen Pendidikan Nasional ( Media Indonesia, 9 Agustus 2007).
Rendahnya standar kompetensi ini sebenarnya dapat dimaklumi terutama bagi para pengawas. Mengapa standar kompetensi pengawas rendah? Untuk menjawab ini akan lebih baik apabila kita memperhatikan
sungguh-sungguh bagaimana seorang kepala dinas pendidikan di kabupaten dan kota merekrut pengawas.
Kebanyakan dilakukan dengan cara mengambil kepala sekolah yang sudah habis masa jabatannya dan apabila mau kembali menjadi guru secara total mengalami banyak permasalahan apalagi syarat sekarang diharapkan seorang guru memiliki jam wajib mengajar yang lebih banyak yaitu 24 jam. Mangapa tidak diambil saja dari guru-guru yang bukan berasal dari kepala sekolah dan memiliki kompetensi untuk menjadi pengawas? Mungkin cara ini lebih baik dan memang benar-benar menjadi pengawas sekaligus meningkatkan kualitas proses pembelajaran dalam era yang serba menguji ranah kognitif semata.

Di hari guru ini, mari kaum guru berikrar kembali untuk tetap komitmen menjadikan bangsa ini lebih beradab. Untuk itu, kaum guru perlu bergandeng tangan untuk saling membatu pada kebaikan dan saling memberi informasi agar sesama guru dapat naik derajatnya secara bersama-sama serta mengatasi kekurangan yang ada dengan cara yang baik dan benar.

Tak ada kata lain teruslah belajar walaupun sudah purnabakti sekalipun. Raih prestasi hingga setinggi-tinggihnya , dan kalau guru sudah tak mau lagi belajar bagaimana peradaban masa depan bangsa ini dan yang lebih menyakitkan lagi, apa kata dunia! (*)

(* Penulis Adalah Ketua Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia Kepulauan Bangka Belitung)

Masuki Matchday Krusial

Jakarta - Liga Champions pekan ini bergulir lagi. Pada matchday 5 ini tim-tim yang masih memiliki peluang akan melakoni pertandingan yang krusial.

Sejauh ini baru empat tim yang sudah dipastikan tersingkir dari persaingan menuju babak knockout yaitu VfB Stuttgart, Steuau Bucarest, Dinamo Kiev, dan CSKA Moskow. Motif mereka dalam menghadapi dua pertandingan sisa hanya agar bisa pindah ke kompetisi Piala UEFA.

Sebaliknya, baru Manchester United yang telah memastikan satu tiket ke babak 16 besar berkat hasil sempurna dari empat pertandingan. Jadi, besar kemungkinan juara Inggris itu akan menurunkan pemain-pemain lapis keduanya saat menjamu Sporting Lisbon di Old Trafford, Rabu (28/11/2007) dinihari WIB.

Akan tetapi, dengan opsi memainkan tim cadangan, MU berhadapan pula dengan hasil negatif sebagaimana mereka baru saja menelan kekalahan dari Bolton Wanderers hari Sabtu lalu, setelah menuai 10 kemenangan beruntun di Premier League.

Di pihak Sporting, wakil Portugal ini dipastikan tampil habis-habisan guna mengejar ketinggalan poinnya dari AS Roma, yang di waktu bersamaan akan terbang ke Ukraina untuk melawan Dinamo Kiev. Jika Sporting gagal mengalahkan MU dan Roma mampu mengatasi Kiev, hampir dipastikan Giallorossi menjadi pendamping "Setan Merah" dari Grup F.

Tiga tim favorit lain bisa menghemat tenaga lebih dini dengan cara mengalahkan lawan-lawannya pekan ini. Hanya saja mereka akan menghadapi tim yang cukup kuat. Barca akan melawat ke markas Olympique Lyon, Arsenal menjajal ketangguhan Sevilla di luar kandangnya, sedangkan Inter menjadi tuan rumah bagi Fenerbahce.

Di luar tim-tim tersebut, empat grup lain masih menghadirkan persaingan yang cukup berimbang. Di Grup A, misalnya, di antara FC Porto, Marseille, Liverpool, dan Besiktas belum ada yang lolos dan belum ada yang tereliminasi. Demikian pula di Grup B yang diisi Chelsea, Rosenborg, Schalke, dan Valencia.

Kondisi serupa berlaku di Grup C dan D. Namun Real Madrid dan AC Milan, yang saat ini memuncaki klasemen sementara, diperkirakan akan tetap lolos. Kalaupun tidak minggu ini, paling tidak tiket itu masih bisa diraih di pertandingan terakhir.

Jadwal pertandingan:

Rabu (28/11/2007) dinihari WIB
Stuttgart vs Rangers
Lyon vs Barcelona
Dynamo Kyiv vs Roma
Man. United vs Sporting
CSKA Moskva vs PSV
Internazionale vs Fenerbahce
Sevilla vs Arsenal
Steaua vs Slavia

Kamis (29/11/2007) dinihari WIB
Besiktas vs Marseille
Liverpool vs Porto
Rosenborg vs Chelsea
Valencia vs Schalke
Bremen vs Real Madrid
Lazio vs Olympiacos
Benfica vs Milan
Celtic vs Shakhtar

Generasi yang tak Rakus!

by jakarta @ 2007-11-27 - 10:54:05

22e
Generasi yang tak Rakus!

H.Bambang Eka Wijaya:

BARU pindah kota, Edi keliling cari kontrakan ke perumahan tidak eksklusif dengan kondisi lingkungan yang prima.

"Kondisi lingkungan seperti apa yang kau maksud prima itu?" tanya Edo sudah capek menyetir tapi dinyatakan belum menemukan lokasi yang cocok buat tinggal keluarganya.

"Suatu kompleks perumahan terbuka, dalam arti tanpa cluster atau dijaga hansip 24 jam, di situ buah mangga yang menjurai ke luar pagar dan terjangkau tangan anak-anak tetap utuh sampai masak di pohon!" jelas Edi.

"Susah mencari lokasi seperti itu!" entak Edo. "Kalaupun anak kompleks itu baik-baik, anak dari kampung sebelah yang iseng! Jika ingin yang seperti itu, cari kontrakan di lokasi eksklusif, cluster, dan tertutup!"

"Di lokasi eksklusif tertutup kurang cocok buat pengembangan empati dan jiwa sosial anak!" tegas Edi. "Kalau di lokasi terbuka, tapi anak-anaknya terdidik tak rakus, tak suka mengganggu apalagi mencuri milik orang lain, mendukung pertumbuhan anak dengan cara yang benar! Siapa tahu anak-anak kita kelak jadi pemimpin, kita bisa bangga karena dia terbiasa tidak rakus dan tidak kleptomania- -tak suka menjarah yang bukan haknya!"

"Untuk mencetak generasi yang tidak rakus, mana cukup hanya dengan memilih lokasi tempat tinggal!" entak Edo. "Di rumah dalam keluarga dan warga lingkungan, anak-anak bisa terjaga sikapnya! Tapi jika kondisi makro di luar itu sudah rusak parah, sukar memastikan ketahanan mentalitas anak kita! Di rumah dan di kampung mereka baik, di luar ikut irama realitas kehidupan yang ada!"

"Kepada anak kita tanamkan keyakinan, di luar sana itu palagan--battle field--di mana kita harus bertarung untuk memenangkan keunggulan mentalitas kita dari keburukan yang merajalela!" tegas Edi. "Semangat amar makruf nahi mungkar, memperjuangkan yang baik dengan menaklukkan yang buruk, kita jadikan sebagai bekal dalam bergaul di luar~! Kalau tak begitu, kita lepas anak-anak kita ke luar tanpa komitmen pada nilai-nilai utama, sampai kapan pun kita takkan mendapatkan generasi baru yang tak rakus!"

"Bagaimana generasi barumu itu tumbuh dan berkembang, kalau sikap serius dan penuh kesungguhan itu di luar sana disisihkan lewat label 'sok suci', hingga sukar mendapatkan tempat di tengah realitas yang sudah rusak!" timpal Edo. "Untuk dapat kerja saja, jika tanpa kolusi, bisa jadi pengangguran terus!"

"Cari tempat kerja yang mengutamakan idealisme! Masih banyak tempat kerja yang bersih!" tegas Edi. "Memang, membangun suatu generasi yang prima mentalitasnya tak mudah! Tapi kalau tak ada yang bersungguh-sungguh untuk itu, apalagi kalangan orang tua terutama para pemimpin malah jorjoran mengumbar nafsu serakahnya, kita tak bisa bayangkan apa jadinya kelak bangsa ini!"

"Aku justru heran masih ada orang seserius kau untuk menciptakan generasi baru yang tak rakus, malah memulainya dari keluarga sendiri!" tukas Edo. "Keluarga kok dijadikan eksperimen! Padahal orang lain cukup asal bicara sok suci, soal rakus anggap saja tak ada yang peduli, kan itu dipandang lumrah!"

"Bukan cuma aku yang berusaha membangun generasi tak rakus!" tegas Edi. "Banyak orang yang melakukan, tapi kurang terlihat karena kerakusan dilumrahkan! "***

Minus Suksesi Pasca Anarki

Jakarta - Setelah kerusuhan antar fans yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, Liga Italia akan berlanjut akir pekan ini. Dengan laga mudah yang dihadapai tim teratas, suksesi tak akan terjadi di puncak klasemen.

Dua pekan lalu Liga Italia kembali tercoreng akibat kerusuhan antarsuporter. Bentrok antara tifosi Juventus dan pendukung Lazio menyebabkan tewasnya seorang Laziale akibat tertembak polisi.

Menyusul insiden tersebut beberapa pertandingan terpaksa dibatalkan, sementara aturan yang lebih tegas untuk menyikapi penonton yang anarkis juga diterapkan. Salah satu di antaranya yang akan terasa saat Liga Italia kembali bergulir akhir pekan ini adalah pencekalan terhadap enam kelompok tifosi dari klub Seri A.

Inter Milan mungkin menjadi klub yang akan diuntungkan dengan kebijakan tersebut akhir pekan ini. Menjamu Atalanta -- salah satu klub yang terkena pencekalan -- harusnya membuat perjuangan Inter menambah tiga poin makin mudah.

Memasuki pekan ke-13 penampilan skuad besutan Roberto Mancini memang masih meyakinkan dengan belum sekalipun menelan kekalahan. Di kandangnya sendiri cuma Udinese yang mampu menahan imbang di pekan perdana kompetisi.

Jika skenario di atas berjalan mulus maka suksesi pemuncak klasemen tidak akan terjadi. Soalnya Fiorentina yang duduk di posisi dua dengan selisih dua poin juga akan menjalani laga yang seharusnya mudah saat bertandang ke Reggina.

Yang mungkin akan diuji adalah Juventus. Bianconeri yang kini duduk di urutan empat klasemen akan menjamu penghuni posisi tujuh, Palermo.

Dua kekalahan mengejutkan atas Napoli dan Udinese -- meski kemudian ramai diprotes karena dianggap datang dari keputusan kontroversial wasit -- harusnya tetap diwaspadai pelatih Claudio Ranieri. Meski tampil impresif sekembalinya dari Seri B, performa Juve belakangan agak menurun karena cuma meraih dua kemenangan dalam lima laga terakhir.

Meski harus menjalani laga tandang, AS Roma sepertinya masih terlalu tangguh buat Genoa yang belum pernah menang dalam lima pertandingan terakhir. Padahal dalam kurun yang sama Roma malah tak terkalahkan dengan koleksi tiga kemenangann dan dua hasil imbang. (din/arp)

Bogota's ties with Chavez worsen

by jakarta @ 2007-11-27 - 08:54:00

KATA MUTIARA0K

November 27, 2007

BOGOTA: Tensions between Colombia and Venezuela soared yesterday, with President Alvaro Uribe alleging Venezuelan President Hugo Chavez was seeking a Marxist FARC government in Bogota and the spread of leftist regimes across Latin America.

"Your words, your positions, suggest you are not interested in peace in Colombia, but rather in Colombia becoming the victim of a terrorist government of the FARC," Mr Uribe said after Mr Chavez said he was "freezing" relations with Bogota.

Mr Chavez earlier said he was putting bilateral ties in a "freezer" after Mr Uribe dropped him and a dialogue facilitator, Colombian senator Piedad Cordoba, from negotiations toward the swap of leftist rebels for high-profile hostages held by guerillas. "We need a mediation with terrorists, and not people who try to lend legitimacy to terrorism," Mr Uribe said.

Mr Chavez had said in a speech in Venezuela: "I do not believe anyone in the Colombian Government. They have spat in our face when we worked heart and soul to try to get them on the road to peace."

"The companies that Colombians have over here, the companies we have over there - all of that will be damaged," he told his cabinet.

Mr Chavez compared the situation to his recent diplomatic row with Spain, which was triggered when the Spanish king, Juan Carlos, told him to "shut up" at a summit meeting in Chile. Attempts to free the hostages have been going on for several years, but the process appeared to take a step forward in August when Mr Chavez volunteered to act as an intermediary between the right-wing Colombian government and the left-wing rebels.

Ms Cordoba was approved as a second negotiator.

A plan was drawn up for the rebels to hand over 45 hostages in exchange for the release of 500 imprisoned FARC guerillas.

But BBC correspondents reported that Mr Uribe, whose own father was killed by the FARC, became increasingly irritated by Mr Chavez's apparent disregard for the proper diplomatic channels.

Last week, Mr Chavez revealed that Mr Uribe had told him that he was prepared to meet FARC leader Manuel Marulanda. This further angered the Colombian President, who said the conversation had been confidential.

In Bogota, Ms Cordoba said yesterday she was being investigated by her country's Supreme Court for treason. She did not say if the charges were related to her work as mediator or to unrelated allegations.

Ms Cordoba came under considerable fire in government circles for meeting secretly with rebel commanders whom the FARC had selected to negotiate the swap of the abductees for the jailed guerillas.

Mr Uribe on Wednesday withdrew backing for Mr Chavez and Ms Cordoba to mediate FARC's offer to release the high-profile hostages - including three Americans and French-Colombian politician Ingrid Betancourt - in exchange for the jailed rebels.

The conservative Colombian President said he considered Mr Chavez's role over because the Venezuelan leader had ignored his demand not to speak directly with Colombian generals about the hostages.

Budaya Playstation Rusak Sepakbola Inggris

London - Meski memiliki kompetisi elit dan sederet pemain bintang, tim nasional Inggris gagal melangkah ke putaran final Euro 2008. Jika Playstation dibuang, niscaya Inggris akan memiliki tim pemenang.

Adalah kiper Robert Green yang memiliki argumen tersebut. Kiper West Ham yang sudah membukukan satu caps buat The Three Lions itu menilai bahwa para pesepakbola muda Inggris bakal lebih fokus ke lapangan jika tidak terganggu oleh berbagai permainan elektronik.

"Kami akan memiliki tim terbaik jika kami bisa memasuki rumah semua orang dan membuang seluruh Playstation, XBox dan video game," ketus Green dilansir The Sun, Selasa (27/11/2007).

Green menambahkan kalau Inggris memiliki para pemain hebat yang berasal dari liga terbaik di dunia. Namun kumpulan individu mengilap itu justru melempem di kancah internasional. "Melihat Liga Primer bagaikan melihat F1, itu begitu cepat. Lalu Anda melihat laga internasional dan rasanya seperti menyaksikan permainan catur."

Pemain yang kini berusia 27 tahun tersebut lantas mencoba membandingkan kebiasaan para pemuda di negaranya dengan negara-negara lain yang memiliki tim sepakbola tangguh.

"Negara lain seperti Argentina dan Brasil sepertinya membawa pemain kelas dunia di mana umumnya (hanya ada pilihan) sepakbola atau tidak sama sekali. Berkebalikan dengan kita yang hidup di negara di mana kami punya pilihan dan mungkin keinginan untuk melakukannya, kebutuhan untuk melarikan diri dari situasi Anda sendiri, itu tidak begitu jelas," tandas Green.

Turnamen Britania Tanpa Inggris

London - Demi melipur lara karena tak lolos Euro 2008, PM Inggris Gordon Brown mengusulkan agar Turnamen Home Nation kembali dihelat. Setelah dipastikan bakal digelar, Inggris justru tak masuk daftar peserta.

Inggris, Wales, Irlandia Utara dan Skotlandia harus memupus harapan lolos ke Euro 2008 setelah tak mampu berada di posisi dua besar masing-masing grup di Kualifikasi Euro 2008. Alhasil keempatnya cuma bisa jadi penonton saat negara tetangganya di Eropa bertarung menjadi yang terbaik di Austria-Swiss tahun depan.

Dengan tujuan mencari hiburan atas kegagalan tersebut, pekan lalu Perdana Menteri Gordon Brown mengusulkan agar turnamen Home Nation kembali digelar. Ajang kompetisi berformat turnamen khusus negara Britania itu terakhir digelar tahun 1984 lalu.

Usulan itu ternyata mendapat tanggapan positif dari beberapa negara tersebut, turnamen pun akan digelar mulai tahun 2009 mendatang. Namun nama Inggris yang menjadi penggagas turnamen tersebut justru tak masuk daftar peserta.

Dikutip dari Asosiasi Sepakbola Irlandia, seperti diberitakan Yahoosport, Selasa (27/11/2007), Irlandia Utara, Wales dan Skotlandia "mengajak" Republik Irlandia sebagai pengganti Inggris yang disinyalir tak tertarik bergabung dengan turnamen tersebut. Keempatnya malah sudah mencapai kesepakatan prinsipil untuk menggelar turnamen tersebut dengan format liga.

"Turnamen pertama akan digelar tahun 2009 dengan pertandingan tandang dan kandang dirotasi dari satu turnamen ke turnamen lainnya dan setiap tim bertanding tiga kali dalam satu turnamen. Kesepakatan komersial dan jadwal pertandingan kini sedang dalam tahap penyelesaian," demikian pernyataan resmi Federasi Sepakbola Irlandia.

Setelah 100 tahun rutin digelar, turnamen khusus negara-negara Britania terpaksa dihentikan tahun 1984 dengan beberapa alasan. Ketegangan di Irlandia Utara, kelakuan buruk fans dan jadwal yang kacau serta Inggris yang merasa tak menemukan lawan sebanding menjadi alasan penghentian turnamen. (din/krs)

Banyak Agen Asing Incar Pelajar Indonesia

by jakarta @ 2007-11-23 - 19:33:28

tawa2p
Kasad: Banyak Agen Asing Incar Pelajar Indonesia
Posted by: "newspaper.indonesi a@gmail.com" newspaper.indonesia @gmail.com newspaper_indonesia
Thu Nov 15, 2007 8:25 am (PST)
Kasad: Banyak Agen Asing Incar Pelajar Indonesia

Magelang (ANTARA News) - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Djoko Santoso mengungkapkan, banyak agen asing yang mengincar pelajar-pelajar Indonesia untuk dididik dan dilatih sebagai agen.

"Saat ini banyak agen asing yang mengincar kalian dengan iming-iming perkerjaan, gaji tinggi, untuk mau dididik dan dilatih sebagai agen mereka," katanya, dalam pengarahan kepada para siswa SMA Taruna Nusantara di Magelang, Sabtu.

Djoko mengingatkan, sebagai siswa dan pelajar Indonesia sudah selayaknya jika mereka nanti menerapkan seluruh hasil pendidikan yang diterima untuk kepentingan dan kemajuan bangsa serta negara Indonesia pada masa depan menghadapi era globalisasi yang semakin kompleks.

"Jangan apa yang telah didapat selama pendidikan, malah cari pekerjaan, cari pasangan hidup di luar negeri. Kalian siswa Taruna Nusantara, yang artinya siswa Indonesia, sudah seharusnya menerapkan apa yang didapat untuk kepentingan bangsa Indonesia, bukan untuk negara asing, seperti di Singapura," tutur Kasad.

Terkait itu, lanjut dia, perlu ada upaya membangun kembali militansi sebagai bangsa Indonesia agar bisa bertahan pada era globalisasi yang semakin kompleks dan penuh tantangan.

"Militansi sebagai bangsa Indonesia harus dihidupkan disesuaikan dengan jatidiri bangsa ditambah revitalisasi rasa nasionalisme kebangsaan yang harus dapat dimanfaatkan untuk mengantisipasi berbagai perubahan, dan tantangan pada era globalisasi, " kata Djoko menambahkan.

Kasad mengatakan, komponen bangsa Indonesia memiliki potensi sebagai bangsa yang besar dan mampu bersaing dengan negara lain. "Namun, untuk dapat menjadi besar dan mampu bersaing, perlu ada militansi dan nasionalisme yang kuat sebagai akar dari persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya.

Dalam pengarahannya kepada para siswa, Kasad didampingi mantan Wakil Presiden Try Soetrisno yang merupakan salah satu pendiri SMA yang didirikan pada 1990 itu.

Kespo, Virus