Jakarta–Tersangka kasus dugaan korupsi penjualan dua kapal tanker VLCC (Very Large Crude Carrier) Pertamina, Laksamana Sukardi, mengaku siap menjalani penahanan. Namun, ia merasa yakin penyidik Kejagung tidak akan menahannya, karena dia siap berkoordinasi dengan penyidik untuk membeberkan bukti-bukti serta keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus tersebut.

“Kriteria penahanan itu kan jika seseorang melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi kesalahan melawan hukum. Saya tidak melakukan ketiganya, saya tidak mungkin ditahan,” kata mantan Komisaris Utama Pertamina dan mantan Menteri Negara BUMN itu kepada wartawan sesaat sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar, Kejagung, Kamis (8/11) pagi.

Laksamana menambahkan kehadirannya di Kejagung adalah sebagai bagian dari upaya membantu Jaksa Agung untuk mengungkap lebih jauh seluk-beluk alur kasus penjualan VLCC. Ketika disinggung seputar persetujuan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri kala itu, Laksamana menjelaskan dirinya sebagai Menneg BUMN sekaligus Komisaris Utama Pertamina pada saat itu, ia justru mendapat wewenang dari Megawati untuk menjual kapal tanker. “Saya dapat wewenang dari beliau (Megawati),” ujarnya.

Kehadiran Laksamana di Kejagung ditandai dengan aksi jalan kaki yang dilakukan oleh ribuan simpatisan Laksamana secara pribadi maupun Partai Demokrasi Pembaruan (PDP). Jalan kaki dimulai dari Kan-tor Pusat PDP yang letaknya tak jauh dari Kejagung, tujuannya untuk mengajak masyarakat bersama-sama mencari keadilan.

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kemas Yahya Rahman mengatakan penyidik hingga saat ini belum ada rencana menahan Laksamana maupun dua tersangka kasus dugaan korupsi penjualan kapal tanker VLCC lainnya, yakni mantan Direktur Utama Pertamina Arifi Nawawi dan mantan Direktur Keuangan Pertamina Alfred Rohimone. “Belum ada rencana penahanan, kita lihat perkembangannya nanti saja,” kata Kemas.

Perihal kehadiran Ariffi Nawawi, Kamis pagi,di Kejagung, Kemas menjelaskan bahwa yang bersangkutan diperiksa kembali karena penyidik belum selesai melakukan pemeriksaan sehari sebelumnya. Pemeriksaan akan terus dilakukan sejauh masih dibutuhkan oleh penyidik.

Sementara itu, Ariffi Nawawi yang dicegat wartawan tidak banyak berkomentar seputar pemeriksaan terhadap dirinya Selasa (7/11). Ia hanya mengatakan singkat bahwa pertanyaan yang diajukan oleh penyidik sama seperti pertanyaan-pertanya an sebelumnya.

Kasus VLCC bermula pada 11 Juni 2004 ketika Direksi Pertamina bersama Komisaris Utama Pertamina menjual dua tanker Very Large Crude Carrier (VLCC) milik Pertamina nomor Hull 1540 dan 1541 yang masih dalam proses pembuatan di Korea Selatan. Penjualan kepada perusahaan asal Amerika Serikat, Frontline, itu dilakukan tanpa persetujuan Menteri Keuangan. Hal itu dinilai bertentangan dengan Pasal 12 Ayat (1) dan (2) Keputusan Menteri Keuangan Nomor 89 Tahun 1991.

Kasus itu diperkirakan merugikan keuangan negara sekira US$ 20 juta. Namun, Kejaksaan Agung masih menunggu perhitungan resmi dari Badan Pemeriksa Keuangan. (rafael sebayang/an

Mendaur Hobi Mendulang Uang

Untuk mengubah hobi yang kita miliki menjadi keuntungan secara material, hal pertama yang dibutuhkan adalah kreatifitas. Setiap orang pasti memiliki hobi, tapi yang membedakan seseorang dengan yang lainnya adalah kreativitas untuk mengubah hobi menjadi sebuah keuntungan tersendiri. Jadi, untuk itu dibutuhkan kreatifitas yang di atas rata-rata.

Yang kedua, tentu saja sense of business yang cukup tajam, sehingga kita bisa melihat peluang apa saja yang terdapat dalam hobi yang kita miliki, yang akan bisa menghasilkan keuntungan secara material bagi kita secara pribadi. Selain itu, kita juga membutuhkan marketing plan (perencanaan) dan promosi, sehingga apa yang kita pasarkan dari hobi tersebut bisa diketahui banyak orang.

Orang yang kreatif adalah orang yang memiliki kemampuan untuk bisa menanggulangi segala kendala/halangan/ kesulitan yang ia miliki, supaya dia bisa tetap diuntungkan dari situasi atau keadaan yang ada. Saya mendapati bahwa kreatifitas bisa membuat seseorang selangkah lebih maju dibanding orang-orang lain. Kreatifitas ini juga yang membuat orang-orang jaman batu dulu bisa menciptakan alat-alat untuk bertani, bercocok tanam ataupun berburu, sehingga mereka sanggup bertahan hidup.

Jadi, kreatifitas ini sebetulnya dimiliki oleh semua orang, hanya mungkin belum terasah. Itu sebabnya kita sering mendapati adanya pelatihan yang diadakan khusus untuk mengasah intelegensi kreatif yang kita miliki, sehingga kita bisa menjadi lebih kreatif dari sebelumnya. Sebagai contoh, dalam memandang sebuah masalah, seringkali kita seperti ‘terbelenggu’ oleh masalah yang ada, sementara orang-orang yang memiliki kreatifitas tinggi akan segera berpikir ‘out of the box’. Dengan demikian, ketika kita berbicara tentang masalah yang dihadapi untuk membuat hobi kita menghasilkan keuntungan material, kreatifitas menjadi salah satu senjata utama yang harus kita miliki.

Tips untuk mengasah kreatifitas
Tips yang dapat diterapkan untuk mengasah intelegensi kreatif antara lain: belajarlah untuk melakukan hal-hal yang biasa Anda lakukan dengan cara yang berbeda. Contoh: mungkin selama ini Anda selalu menempuh jalan yang sama ketika berangkat dari rumah ke sekolah atau ke tempat kerja. Nah, cobalah mencari jalur alternatif lain, meski jalur itu sedikit memutar. Hal itu akan melatih kita untuk melakukan hal yang sama dengan cara yang berbeda, sehingga tanpa sadar, kemampuan berkreasi pun bisa mulai dikembangkan.

Saya mendapati, hobi yang bisa diubah menjadi hoki biasanya akan dikerjakan dengan sukacita, karena kita menyukai dan menikmati apa yang kita kerjakan. Contohnya Michael Jordan; ia memang suka bermain basket, tetapi ia tidak sekedar menikmati permainannya. Ada orang yang bahkan mau membayar permainan basketnya itu. Artinya, hobi yang ia miliki telah berhasil mendatangkan hoki bagi dia, dan bahkan menjadi sumber income terbesar dibandingkan dari pekerjaan lain yang ia miliki.

Berbicara tentang pentingnya memiliki sense of business, memang tidak semua orang memiliki sense of business yang bagus. Itu sebabnya terbukti bahwa hanya sekian persen dari jutaan masyarakat Indonesia yang memiliki spirit of entrepreneur; rata-rata orang lebih suka menjadi pegawai atau karyawan biasa yang menerima gaji setelah bekerja sekian jam atau minggu.
Orang-orang yang memiliki spirit of entrepreneur biasanya juga memiliki sense of business yang cukup bagus. Secara sederhana, saya bisa menjelaskan bahwa sense of business adalah sebuah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk bisa melihat berbagai peluang bisnis dan memanfaatkannya, sehingga dapat menghasilkan keuntungan secara material. Untuk bisa memiliki sense of business yang tinggi, mau tidak mau kita harus belajar mengasah intelegensi visual yang kita miliki, di samping intelegensi kreatif tadi.