Search blog.co.uk

Archives for: November 2007, 15

Dukun Tipu Pejabat dan Jenderal Raup Rp32 Milyar

by jakarta @ 2007-11-15 - 16:53:32

wellop

Minggu 11 November 2007, Jam: 8:37:00
SEMARANG (Pos Kota) - Dukun palsu menipu ratusan orang hingga menimbulkan kerugian Rp 32 milyar. Ironisnya di antara para korban terdapat sejumlah pejabat, termasuk seorang jenderal.

Adalah Ahmad Muntoha,51, sang dukun palsu, warga Pilangsari, Losari, Brebes, akhirnya dibekuk Tim Reskrim Polda Jateng, Sabtu (10/11).

Tersangka mengaku bisa mengubah uang dolar Brasil palsu menjadi uang rupiah asli atau dolar Singapura asli, hingga membuat ratusan korbannya terkecoh.

Menurut Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Drs Syahroni, tersangka Muntoha ditangkap setelah beberapa lama menjadi tahanan kota di Brebes atas kasus yang sama. Pihak Polda mendapatkan banyak laporan tentang aksi tersangka.

“Setelah lepas dari tahanan kota, kita tangkap lagi karena ada laporan korban penipuan dan penggelapan uang yang dilakukannya,” ungkap Kabid Humas didampingi Kasat I Opsnal Ditreskrim AKBP Nelson Pardamean Purba, SIK.

Diperkirakan masih banyak korban yang telah dirugikan ulah tersangka. “Dari penipuannya ini diperkirakan ada ratusan milyar bahkan mencapai setrilyun rupiah uang para korban yang dibawa kabur pelaku. Namun, sampai saat ini yang melapor baru sembilan orang dengan nilai kerugian Rp 32 milyar lebih,” kata Nelson.

MANTAN CALON BUPATI
Di antara korbannya, HM Suhardi, mantan calon Bupati Wonosobo. Dia ditipu tersangka pada Juni 2005 sampai dengan Agustus 2005. Awalnya, pelaku meyakinkan Suhardi dapat mengubah uang Brasil palsu menjadi uang rupiah.

Sedangkan modus yang dilakukan Ahmad Muntoha adalah dengan menjanjikan kepada para korbannya dapat mengubah uang asing palsu menjadi uang rupiah atau uang asing asli.

Tersangka juga memperagakan caranya dia mengubah uang palsu untuk meyakinkan para korbannya. Caranya, uang palsu dimasukkan pada sebuah ember berisi air dan ditutupi sajadah. Tangan korban disuruh diletakkan di atas sajadah dan diminta mengucap istigfar. Uang Brasil palsu itu pun benar-benar berubah menjadi pecahan Rp 50.000.

"Untuk meyakinkan korban, pelaku mengajak bertemu di hotel berbintang di Semarang. Di situ pelaku menunjukkan kemampuannya mengubah uang palsu, " kata Nelson.

Tak hanya itu, korban juga diminta tersangka untuk memberikan uang sebanyak Rp 350 juta. Katanya uang tersebut akan diubah menjadi uang dolar Singapura asli.

Selain HM Suhardi, sembilan orang telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Jateng, di antaranya Sopingi, Handoyo Laras, Taufik Aka Susanto, HM Jip Hengky Yana Prasetyo, dan Umam Masruchi. Total kerugian dari semua korban mencapai Rp 32.908.2000. 000, dan diperkirakan jumlahnya lebih dari itu.

OC Kaligis dan Rum Aly pada periode tahun 1965-1966 yang aktif dalam gerakan kemahasiswaan mempunyai gagasan untuk mengumpulkan berbagai pemikiran dari dua sisi yang berbeda dalam satu kumpulan tulisan. Buku itu, bertutur dari berbagai perspektif tentang peristiwa 30 September 1965 G30S/PKI. Masih menarikkah membahas tentang hal yang sudah 42 tahun berlalu? Namanya juga sejarah!

Tercatat 31 nama penulisnya, termasuk Try Sutrisno, Prabowo, Anhar Gonggong, Cosmas Batubara, Fahmi Idris, Arief Budiman, HR Dharsono, Mochtar Lubis, Soe Hok Gie, Sarwono Kusumaatmadja, Alex Rumondor, Nano Anwar Makarim, dan lainnya.

Sebuah generasi baru yang sama sekali tidak mengalami peristiwa tersebut telah lahir dan berkiprah di Indonesia. Meski demikian, penafsiran atas peristiwa tersebut dari segi sejarah dan fakta hingga kini masih berayun-ayun dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain, yang menyebabkan generasi baru yang kita sebut di atas masih dipenuhi dengan kebingungan mengenai kejadian tersebut.

Kejatuhan Orde Baru tahun 1998 oleh para pengamat atau sejarawan yang bersikap netral dianggap sebagai kesempatan untuk melihat peristiwa tahun 1965 tersebut secara lebih jernih dan objektif. Tetapi kenyataan di masyarakat kita tidak sepenuhnya bergerak menuju ke arah itu. Justru banyak sekali kalangan dan pihak yang pernah terlibat dalam peristiwa itu, baik yang kemudian keluar sebagai pemenang (biasanya masuk kelompok Orde Baru) maupun yang kalah, mempergunakan alam reformasi untuk memberikan versi mereka sendiri mengenai kejadian tahun 1965.

Simton Politik 1965, yang berisi tentang seputar PKI dalam perspektif pembalasan dan pengampunan, menurut editornya, bertujuan agar pendulum bergerak terlalu ke arah "kanan", dan di awal reformasi bergerak terlalu ke "kiri", buku ini menjadi sebuah format yang ideal mengenai suatu momentum dalam sejarah kebangsaan kita. Sayangnya, menurut penerbit, tidak semua cita-cita baik para editor bisa terpenuhi karena resistensi atau kecurigaan masih ada hingga sekarang ini. Sejarah memang merupakan suatu tafsiran yang dinamis dan bisa ditulis berbeda pada era yang berlain-lainan.

Latar Belakang

OC Kaligis, dalam tulisan berjudul "Pengalaman Traumatis dari Negeri Tirai Besi dan Bambu", mengatakan nilai-nilai agama dan komunis tak pernah punya titik temu. "Mungkin karena latar belakang saya yang agamis, konsep Bung Karno tentang Nasakom tidak pernah dapat saya terima", katanya. Melalui konsep itu, Soekarno mencoba menyatukan unsur-unsur nasionalis, agama, dan komunis dalam satu sistem politik dan kehidupan bernegara. "Bukan saya saja, banyak pihak yang memberikan reaksi penolakan walaupun belakangan banyak yang tidak lagi berani terbuka menolak karena pertimbangan keselamatan diri dan kelompok, atau juga karena sikap oportunistik, takut kehilangan posisi dan porsi dalam kekuasaan.

Sedangkan Anhar Gonggong mengingatkan bagaimana pun terjadinya keterbelahan akibat dari G30S/PKI itu seharusnya tidak berlanjut ke hari-hari depan, dalam kehidupan bersama kita sebagai bangsa dan di dalam negara Indonesia. Karena itu, ia menasehati kita semua, terutama generasi baru, angkatan muda bangsa ini termasuk yang berada di lingkungan Angkatan Bersenjata menghilangkan dendam sejarah dan cara jalannya ialah memaafkan tanpa melupakan!

Karena apa yang pernah kita lakukan sejak puluhan tahun yang lalu itu, adalah sejarah yang seharusnya dipahami sebagai milik bersama, dan seharusnya dapat menjadi landasan yang akan saling memperkuat kita semua, dalam arti sebagai warga negara, menopang kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara, di tengah-tengah bangsa-bangsa lainnya di muka bumi ini.

Senada dengan itu, Marzuki Darusman mengatakan tidak ada pelajaran yang berhasil ditarik dari sejarah masa lampau, yang mampu disimpulkan hanyalah langkah-langkah pencegahan untuk tidak terulangnya peristiwa. Ini agak berbeda arti dengan menarik pelajaran. Jadi, seluruh effort politik kita selama ini hanya ditujukan untuk mencegah. Hal serupa juga tercermin dalam dunia hukum, yang melahirkan hukum yang juga bertujuan pencegahan dengan menggunakan cara represif, yang berdaya guna untuk sekadar tidak terulangnya suatu perbuatan pelanggaran hukum. Hukum kita yang lalu hanya berfungsi untuk melakukan penghukuman setelah perkara terjadi. [SP/Rina Ginting]

YOUR DREAMS AND YOUR COMMITMENT TO ACHIEVE THEM

Impian Anda dan Kesungguhan Anda untuk Mencapainya

Marilah kita mulai dengan kenyataan bahwa,

Semua orang memimpikan sesuatu, tetapi tidak semua orang mengupayakan pencapaiannya.

Bahkan bila tersedia buku manual petunjuk yang sangat pasti bagi pencapaian keberhasilan karir dan kehidupan, hanya akan ada beberapa pribadi bersungguh-sungguh yang membacanya.

Bagaimana kalau hari ini, kita mencoba satu langkah saja dari buku manual itu, dengan mencermati Super Point berikut ini:

Salah satu rahasia keberhasilan yang dapat segera Anda terapkan dalam keseharian Anda – adalah memimpikan sesuatu yang besarnya hampir tidak mungkin, dan memastikan semua rencana Anda sangat sederhana sampai hampir terlaksana dengan sendirinya.

Sekarang, pertanyaan saya kepada Anda adalah

Seberapa besarkah impian Anda?

Apakah Anda menakar impian sesuai dengan yang Anda rasakan mungkin dicapai?

Apakah Anda masih tertarik untuk memimpikan sesuatu?

Atau apakah Anda sudah letih bermimpi?

Kemudian,

Apakah Anda menyusun rencana bagi pencapaian impian Anda?

Apakah rencana Anda mendekatkan Anda kepada cita-cita Anda, atau membuat Anda terkatung-katung di antara prioritas yang saling berbenturan?.

Apakah rencana Anda mudah dilaksanakan?

Atau apakah Anda telah kehilangan kepercayaan kepada perencanaan?

Untuk itu, saya mohon Anda mencermati lagi cuplikan dari salah satu jawaban final discourse kita;

Untuk menjadi apa pun,
kita membutuhkan kesungguhan untuk menjadi.

Keinginan untuk menjadi - tidak selalu diikuti oleh rencana untuk menjadi; dan rencana untuk menjadi – jarang sekali diikuti oleh tindakan untuk betul-betul menjadi.

Semuanya membutuhkan kesungguhan, memang; tetapi pada banyak pribadi – kesungguhan itu dibentuk dari asap yang mudah berubah bentuk dan menghilang, dan akan muncul lagi – mungkin dengan bentuk yang baru, tetapi dengan cara menghilang yang sama.

Itu sebabnya, bukan hanya kesungguhan dan bukan hanya sembarang kesungguhan – yang menjadi biaya utama yang harus kita bayar untuk mencapai impian-impian kita; tetapi kesungguhan untuk menjadi pribadi yang kualitasnya memungkinkan pencapaian impian-impian kita.

Lalu,

Bila kita telah dan masih lantang mengatakan bahwa kita bersungguh-sungguh ingin mencapai impian kita, ingatlah bahwa,

Tidak ada orang yang mengumumkan kepada dirinya atau kepada alam - bahwa dia akan menjadi pribadi yang baru - yang tidak diuji keterlepasannya dari kualitas-kualitas lama-nya.

Semakin besar keinginan Anda, semakin besar godaan yang Anda temui – agar Anda meragukan kemungkinan bagi keberhasilan Anda, agar Anda menghindari pekerjaan-pekerjaan yang tidak mudah, agar Anda merasakan kemalasan sebagai sifat turunan yang harus diikhlaskan, dan membuat Anda merasa bahwa akan selalu ada waktu untuk hal ini besok-besok atau kapan-kapan.

Tetapi, janganlah menduga bahwa tidak menginginkan apa pun adalah pilihan yang lebih mudah.

Orang-orang yang tidak memiliki keinginan, dan yang kehidupannya tidak termotivasi oleh pencapaian keinginan-keinginan yang bernilai – akan bernafas berat di dalam kehidupan yang tidak mudah.

Keinginan Anda adalah tenaga Anda.

Bila Anda benar-benar menginginkan sesuatu,

Anda akan benar-benar bertenaga.

Maka inginkanlah, dan bertenagalah.

Classic Joke

An 80-year old Italian man goes to the doctor for a check-up.

The doctor is amazed at what good shape the guy is in and asks, " How do you stay in such great physical condition?"

I'm Italian and I am a golfer," says the old guy," and that's why I'm in such good shape." I'm up well before daylight and out golfing up and down the fairways." "Have a glass of vino, and all is well."

"Well," says the doctor, "I'm sure that helps, but there's got to be more to it. How old was your Dad when he died?"

" Who said my Dad's dead?"

The doctor is amazed. "You mean you're 80 years old and your Dad's still alive. How old is he?"

"He's 100 years old," says the old Italian golfer. "In fact he golfed with me this morning, and then we went to the topless beach for a walk, that's why he's still alive ... he's Italian and he's a golfer too."

"Well," the doctor says, "that's great, but I'm sure there's more to it than that. How about your Dad's Dad? How old was he when he died?"

" Who said my grandpa's dead?"

Stunned, the doctor asks, "You mean you're 80 years old and your grandfather's still living! Incredible, how old is he?"

"He's 118 years old," says the old Italian golfer. The doctor is getting frustrated at this point, "So, I guess he went golfing with you this morning too?"

"No. Grandpa couldn't go this morning because he's getting married today."

At this point the doctor is close to losing it. "Getting married!! Why would a 118 year-old guy want to get married?"

"Who said he wanted to?"


 
 

Sakit Jantung dan Minum Air Hangat....

by jakarta @ 2007-11-15 - 16:17:29

xcvbxc

Artikel ini sangat bagus. Tidak hanya mengenai minum air hangat setelah
makan, tapi juga tentang serangan jantung. Ini masuk akal... orang Cina
dan orang Jepang minum teh panas dengan makanan mereka.. bukan air
dingin.. mungkin sudah waktunya kita mengadaptasi kebiasaan minum air
hangat seperti mereka..

Ga rugi.. malah untung..

Untuk mereka yang suka minum air dingin, artikel ini cocok untuk anda.

Memang enak untuk minum secangkir minuman dingin setelah makan. Tapi,
air dingin akan mengeraskan makanan berminyak yang baru saja dimakan.
Dan memperlambat pencernaan makanan. Ketika endapan ini bereaksi dengan
asam lambung, endapan akan terpecah dan diserap oleh usus lebih cepat
daripada makanan padat. Ini akan memenuhi usus. Sebentar saja, ini akan
berubah menjadi lemak dan bisa mengakibatkan kanker.

Paling baik meminum/memakan sup panas atau air hangat setelah makan.

Catatan serius mengenai serangan jantung: Tidak semua gejala searngan
jantung adalah sakit pada lengan kiri. Waspadalah jika ada rasa sakit
yang terus menerus pada rahang.

Mungkin kita tidak akan mengalami rasa sakit dada pertama ketika
terjadinya serangan jantung. Rasa mual dan keringat yang berlebihan juga
adalah gejala yang umum dijumpai. 60% dari mereka yang terkena serangan
jantung ketika tidur tidak terbangun.

Rasa sakit di rahang bisa membangunkan kita dari tidur nyenyak.
Berhati-hatilah dan berwaspada. Semakin banyak kita tahu, semakin baik
kesempatan kita untuk selamat.

Seorang ahli jantung mengatakan jika mereka yang mendapatkan email ini
mengirimkannya lagi ke 10 orang lainnya, kita bisa menyelamatkan
sedikitnya 1 nyawa. Bacalah, ini bisa menyelamatkan hidup anda

Jadilah teman sejati dan kirimkan artikel ini ke semua teman yang kamu
sayangi.

Kasus VLCC, Laks Coba Seret Megawati

Laksamana Sukardi, Mantan Menneg BUMN

Sabtu, 10 Nopember 2007
JAKARTA (Suara Karya): Tersangka kasus dugaan korupsi penjualan dua kapal tanker raksasa (VLCC), mantan Menneg BUMN Laksamana Sukardi mencoba menyeret mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. Dia meminta tim penyidik Kejagung memeriksa mantan pejabat negara terkait penjualan aset Pertamina itu, termasuk mantan Presiden Megawati dan mantan Menkeu Boediono.

Permintaan itu disampaikan Laksamana saat tiba di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka kasus yang diperkirakan merugikan negara 20 juta dolar AS itu, Jumat. "Kalau kita mau mencari kebenaran, saya kira siapa pun yang terkait harus ditanya, supaya menjadi terang. Tapi itu tergantung penyidik, bukan saya," ujar Laks, sapaan akrabnya.

Laks mengatakan, Megawati selaku Presiden ketika itu mengalihkan wewenang penjualan dua VLCC pada tahun 2004 dari Menkeu Boediono kepada Menneg BUMN. Pengalihan wewenang itu bahkan dilakukan melalui PP Nomor 41 Tahun 2003.

Di sisi lain, Boediono juga terkait karena penjualan VLCC rutin dibicarakan dengannya selaku Menkeu ketika itu. "Karena masalah cash flow Pertamina pada waktu itu bisa membahayakan perekonomian nasional. Apalagi masalah subsidi bahan bakar minyak (BBM), ketika itu Pertamina masih menunggu pembayaran pemerintah," ujar Laks.

Dia mengimbau Megawati maupun Boediono agar tidak takut jika dimintai keterangan oleh penyidik seputar penjualan VLCC. "Saya datang ke sini juga biasa-biasa saja. Kasih tahu saja kejadiannya seperti apa. Apalagi ini untuk mendukung pemberantasan korupsi," katanya menambahkan.

Laks menolak menjawab saat ditanya apakah dia mendapat intimidasi kubu Megawati. Namun dia mengatakan, intimidasi dalam bentuk apa pun tidak akan mampu memengaruhinya.

Menyinggung materi pemeriksaan, Laks mengaku diminta menjawab 10 pertanyaan seputar administrasi persetujuan penjualan VLCC yang dia lakukan selaku Komisaris Utama Pertamina pada saat itu.

Tim penyidik, lanjut Laks, juga belum menyinggung soal pelimpahan wewenang dari Menkeu Boediono kepada Menneg BUMN menyangkut keputusan penjualan VLCC.

Pemeriksaan terhadap Laks dilanjutkan Senin pekan depan bersamaan dengan mantan Dirut Pertamina Ariffi Nawawi dan mantan Direktur Keuangan Pertamina Alfred H Rohimone.

Sementara itu, Jaksa Agung Hendarman Supandji menilai mantan Presiden Megawati bisa saja diperiksa sebagai saksi meringankan bagi Laks. "Kalau tersangka mengatakan itu (menghadirkan Megawati) sebagai saksi meringankan, ya itu haknya dia (Laksamana). Namun, pemanggilan bukan kewajiban kejaksaan," kata Hendarman di Istana Negara.

Namun, kata Hendarman, dari daftar 43 orang saksi yang akan diperiksa, nama Megawati tidak ada di dalamnya. "Ndak ada, ndak ada (Megawati). Ke-43 orang itu adalah saksi yang memberatkan. Kalau menghadirkan tersangka yang meringankan itu yang minta adalah tersangka," ujarnya.

Terkait kemungkinan kejaksaan menahan Laksamana Sukardi, Hendarman menjelaskan belum perlu karena yang bersangkutan masih kooperatif.

Sedangkan JAM Pidsus Kemas Yahya Rahman mengatakan, semua pihak yang terkait dengan kasus penjualan tanker raksasa akan diperiksa. Tetapi ketika ditanya apakah tim penyidik sudah menangkap indikasi keterkaitan Megawati dan Boediono dalam kasus tersebut, Kemas tidak bersedia berkomentar banyak.

Dia hanya menegaskan, pemanggilan saksi akan dilakukan berdasarkan bukti yang ada. Pemanggilan saksi juga bertujuan untuk menjernihkan kasus.

Penyidik, kata Kemas, sebenarnya telah memiliki bukti tertulis dan keterangan saksi sebelum menentukan tersangka. Pemeriksaan tersangka dan saksi merupakan usaha untuk mengkonfirmasi bukti yang dimiliki penyidik.

Kolega Laks di Partai Demokrasi Pembaruan atau PDP, Roy BB Janis, menyatakan, seharusnya Megawati bersedia menjadi saksi kasus penjualan kapal tanker raksasa jika dia seorang reformis.

Menurut Roy, pihaknya sudah minta secara resmi melalui surat kepada Kejagung agar Megawati menjadi saksi. "Tetapi ternyata dia tidak masuk dalam daftar saksi. Itu namanya Kejagung double standard dalam penegakan hukum. Harusnya objektif, jangan diskriminatif seperti ini," kata Roy.

Di tempat terpisah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa dia tidak akan pernah bertemu dengan seseorang yang masih menjadi tersangka, termasuk Laksamana Sukardi. "Saya lebih bagus tak bertemu Pak Laks, agar beliau mengikuti proses hukum dengan baik," kata Presiden Yudhoyono.

Pernyataan itu, kata Presiden, untuk menjawab spekulasi yang berkembang seputar rencana pertemuan Laks dengan dirinya. Yudhoyono mengaku tidak ingin masyarakat memperoleh informasi simpang-siur.

Selama ini, kata Presiden, dirinya memang sengaja mencegah bertemu dengan mantan politisi PDIP itu. "Lebih bagus tidak. Apa pun tujuan baiknya menjadi keliru, karena seolah-olah Presiden mencampuri hukum dan mengintervensi jalannya pemeriksaan, " kata SBY. (Jimmy Radjah

Letter from Cuba: Trade fair draws over 100 U.S. businesses

by jakarta @ 2007-11-15 - 15:50:18

qwrwqr

http://www.iht. com/articles/ 2007/11/12/ america/letter. php

John Parke Wright, a Florida cattle farmer, rode with a Cuban farmer, one of the diversions for visitors to the trade fair in Havana last week. (Jose Goitia for The New York Times)
LETTER FROM CUBA
Letter from Cuba: Trade fair draws over 100 U.S. businesses
By James C. McKinley Jr.
Published: November 12, 2007

HAVANA: Atrade fair in Communist Cuba is perhaps the last place you would expect to find a Republican governor from the American heartland. Yet last week Governor Dave Heineman of Nebraska was here to sign a deal to export $11 million worth of his state's wheat to the island.

Asked the obvious question about whether longstanding American trade sanctions should be lifted, Heineman ducked and weaved like a professional boxer. "Well, I try not to get into that, because that's up to the president and the Congress, but I will say expanding trade relationships is good for Nebraska and altogether good for America," he said.

Just weeks after President George W. Bush delivered an address calling on the world to isolate Cuba, officials from Minnesota, Alabama and Ohio - and more than 100 American businesses - were working the giant Havana International Fair, trying to secure part of the $1.6 billion the Cuban government spends each year to import sugar, wheat, livestock, poultry and beans, among other staples. Those business interests clash with the Bush administration' s anti-Castro policies, as well as the need of both Democrats and Republicans to court Cuban exiles in Florida, a crucial voting bloc. So while some trade with Cuba is allowed, it is fraught with restrictions. A 1992 law, for instance, denies ships access to American ports for six months after they have docked in Cuba, making shipping tricky, to say the least.

Several Americans here said they were frustrated that the sanctions have proved more a source of irritation for those who want to do business with Cuba than a crippling blow to Fidel Castro.

"They are doing everything they can to make it difficult," said Ralph Kaehler, a Minnesota farmer who sells cattle feed in Cuba. "It's unfortunate. "
American businesspeople and state officials have been coming to the fair for six years, ever since Congress gave in to pressure from the agriculture lobby in late 2000, during the waning days of the Clinton administration, and lifted a four-decade ban on selling food to Cuba.

Since then, the number of farm states and agribusinesses who want a piece of the Cuban market has been growing, despite the Bush administration' s steady tightening of sanctions. For farm states, the need for jobs has trumped Cold War politics.

"It's helped our economy," said Ron Sparks, the Alabama agriculture commissioner. "It's helped our farmers. I don't talk national policy."

Now in its 25th year, the annual trade fair drew more than 1,000 companies from 53 countries to a sprawling fairground known as Expocuba just outside Havana. Aside from state officials, the U.S. delegation included several shipping companies and large agricultural outfits like Pilgrim's Pride, Cargill and Purdue.

Some Americans at the fair predicted that Cuba's market would open up more after Castro gave up power permanently, and they said they wanted to get a head start on deal-making. Many envision a return to the pre-revolution days when the United States was Cuba's biggest trading partner, as wheat and durable goods flowed south while sugar, tobacco and rum flowed north.

But financial and travel restrictions have never been tighter, as the Bush administration has quietly stepped up the prohibition of tourism to and from Cuba and invented new ways to squeeze the island financially.

It has also increased efforts to fine international banks that handle transactions in dollars for the Cuban government as well as companies that do business in both Cuba and the United States.

American farmers complain that Washington has also tried to find ways to hinder agricultural sales to the island. Since the ban was lifted in 2000, an exception to the general trade embargo against Cuba, sales from American farmers to the island have risen to about $500 million a year, Cuban officials say.

But the Bush administration has required the purchases to be made in cash and, since 2004, that the payment be received before shipment. The system has created immense logistical headaches for American shippers and food exporters. Loads of grain and poultry end up waiting for days on a dock until proof of payment arrives, shippers said.

"There are lot of delays in loading because of that," said Eric Junker, the owner of Americana Marine Services, which ships grain to the island.

Bush and other supporters of the sanctions maintain that every dollar that enters Cuba helps support a despotic regime. In his speech on Oct. 24, Bush asked Congress to maintain the embargo and said the transfer of power from Fidel Castro, who has been ill, to his brother Raúl, amounted to "exchanging one dictator for another." He called for elections after Fidel Castro's death.

Cuban officials argue the embargo hurts American farmers more than it does the government here. But they also acknowledge the American attempts to punish foreign companies for doing business here have hurt them in dozens of small ways, from limiting their ability to buy to certain medicines to making it impossible to get spare parts for scientific equipment.

"The blockade makes doing business here insecure," said Pedro Alvarez Borrego, the chairman of Alimport, the government-owned company that imports food.

The biggest blow, however, has been to tourism. The minister for tourism, Manuel Madero, said that before Bush took office, about 80,000 Americans visited Cuba every year, usually going through Mexico or another country. He declined to give a number for the current year, but said the flow had been reduced to a trickle.

Luis Morejon, who operates a small tour company, said he used to arrange tours for at least 30 Americans a year in the late 1990s. "Now this whole year I haven't had one," he said.

John Vinocur is on vacation. His Politicus column will resume next Tuesday.

'Datangkan Mourinho ke Barca'

Barcelona - Kepercayaan para pendukung Barcelona terhadap pelatih Frank Rijkaard tampaknya mulai menipis usai kekalahan atas Getafe di La Liga Primera. Nama Jose Mourinho pun mulai disuarakan untuk jadi pengganti.

Meski memainkan "trisula maut" yang diisi oleh Lionel Messi, Thierry Henry dan Ronaldinho, Barca tetap tidak mampu menundukkan Getafe, Minggu (11/11/2007) dinihari WIB. Alih-alih mencetak gol, El Barca malah harus menelan kekalahan 0-2.

Kekalahan kedua yang diderita Los Cules di ajang Liga Spanyol itu membawanya ke posisi tiga klasemen sementara, di bawah Villareal dan seteru abadinya, Real Madrid.

Meski masih berada di papan atas, itu rupanya tidak cukup buat para suporter Barca. Alhasil, mereka kini mulai mempertanyakan kemampuan Rijkaard. Dari jajak pendapat yang dilakukan oleh surat kabar Sport, 66 persen suporter Barca tidak yakin kalau Rijkaard bisa mengubah peruntungan Barca.

Uniknya, justru nama Mourinho yang didapuk jadi kandidat pengganti. Unik karena ketika masih membesut Chelsea The Special One pernah jadi musuh nomor satu publik Catalan setelah menuding Messi sebagai aktor lapangan. Selebrasi Mourinho ketika merayakan gol "Si Biru" di Nou Camp pun mengundang cibiran.

Surat kabar El Mundo Deportivo memuat beberapa suara fans Barca yang tegas-tegas meminta Mourinho untuk menggantikan Rijkaard. "Rekrut Mourinho dan mari kita buat tim lain takut lagi kepada kita," sebut salah seorang suporter. Lainnya menukas,"Mari datangkan Mourinho dan bereskan kekacauan." Demikian dikutip The Independent, Selasa (13/11/2007).

(For a change).

Q: What is the difference between men and puppies?

A: Puppies grow up.

**** *

Q: Why do men always have a stupid look on their faces?

A: Because they are...

**** *

Q: What do men have in common with ceramic tiles?

A: Fix them properly once and you can walk all over them forever.

**** *

Q: If you drop a man and a brick out of a plane, which one would hit the ground first?

A: Who cares?????.. ...

**** *

Q: What did God say after he created man?

A: I can do better than this! And then he created woman!!!.

**** *

Q: What's the difference between an intelligent man & a UFO ?

A: I don't know, I've never seen either.

**** *

Q: What are two reasons why men don't mind their own business?

A: I) no mind ii) no business

**** *

Q: Why did Moses wander in the desert for 40 years?

A:! Because even back then men wouldn't ask for directions .

**** *

Q: What is the difference between men and pigs?

A: Pigs don't turn into men when they drink...

**** *

Q: What makes men chase women they have no intention of marrying?

A: The same urge that makes dogs chase vehicles they have no intention of driving.

**** *

Q: What do you do with a man who thinks he's God's gift?

A: Exchange him!!

**** *

Q: Why do men like smart women?

A: Opposites attract.

**** *

Pass this on to some women who need a laugh ..

And to men who can handle it !

**** *

Kebijaksanaan Cendol

by jakarta @ 2007-11-15 - 12:32:02

Emha Ainun Najib
Indonesia Bagian dari Desa Saya

Karena akan menerima tamu dari Thailand , maka Kyai itu merasa harus menyuguhkan Jawa. Segala yang nampak pada Pondok Pesantren yang dipimpinnya, sebenarnya relatif sudah mengekspresikan tradisional Jawa. Potret desa, model-model bangunan dan irama kehidupannya. Sang Tamu besok mungkin akan mendengarkan para santri berbincang dalam bahasa Arab atau Inggris. Tapi itu bukan masalahnya. Yang penting Kyai kita ini tidak akan mungkin menyediakan Coca Cola ke depan hidung tamunya dari tanah Thai itu.

Demikianlah akhirnya sekalian Santriyah yang tergabung dalam Qismul Mathbah (Departemen Dapur) bertugas memasak berbagai variasi menu Jawa. Dari sarapan grontol, makan siang nasi brongkos, malam gudeg, besoknya pecel, lalu sayur asem dengan snack lemet dan limpung.

Sang Kyai sendiri "cancut tali wondo" mempersiapkan suguhan siang hari yang diperkirakan bakal terik. Ia dengan vespa kunonya melaju, membawa semacam tempat sayur yang besar. Empat kilometer ditempuh, dan sampailah ia ke warung kecil di tepi jalan. Seorang Bapak tua penjual cendol. Sang Kyai sudah memperhitungkan waktunya untuk sampai pada bapak cendol ini pada dinihari saat jualannya. Yakni ketika stock masih melimpah.

Terjadilah dialog dalam bahasa Jawa krama-madya.

Masih banyak, pak ?
Masih Den, Wong baru saja bukak beberan

Alhamdulillah, ini akan saya beli semua. Berapa ?
Pak Cendol kaget, Lho, Jangan Den ! Jawabnya spontan

Sang Kyai pun tak kalah kagetnya : Kok Jangan ?
Lho, Kalau dibeli semua, bagaimana saya bisa berjualan ?

Sang Kyai terbelalak. Hatinya mulai knocked-down, tapi belum disadarinya.
Lho, kan saya beli semuanya, jadi bapak nggak perlu repot-repot berjualan lagi disini hari ini.

Pak Cendol tertawa dan sang Kyai makin terperangah.
Orang jualan kan untuk dibeli. Kalau sudah laku semua kan malah beres ?

Pak Cendol makin terkekeh.
Panjenengan ini bagaimana tho den ! Kalau dagangan saya ini dibeli semua, nanti kalau orang lainnya mau beli bagaimana ! Mereka kan tidak kebagian !

Knock-Outlah Sang Kyai
Ia terpana. Pikirannya terguncang. Kemudian sambil tergeregap ia berkata : Maafkan, maafkan saya pak. Baiklah sekarang bapak kasih berapa saja yang bapak mau jual kepada saya.

Seperti seorang aktor di panggung yang disoraki penonton, ia kemudian mendapatkan vespanya dan ngeloyor pulang.
Sesampainya di Pondok ia langsung memberikan cendol ke dapur dan memberi beberapa penugasan kepada santriyah, kemudian ia menuju kamar, bersujud syukur dan mengucapkan istighfar, lantas melemparkan tubuhnya di ranjang.

Alangkah dini pengalaman batinku gumannya dalam hati. Sembahyang dan latihan hidupku masih amat kurang. Aku sungguh belum apa-apa di depan orang luar biasa itu. Ia tidak silau oleh rejeki nomplok. Ia tidak ditaklukan oleh sifat kemudahan-kemudahan memperoleh uang. Ia terhindar dari sifat rakus. Ia tetap punya dharma kepada sesama manusia sebagai penjual kepada pembeli-pembelinya.

Ia bukan hanya seorang pedagang. Ia seorang manusia !

Laba Wijaya Karya September Turun 10,75%
Jakarta, UB - Laba bersih per September 2007 Wijaya Karya turun 10,75 % menjadi Rp71,54 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang meraih laba bersih Rp80,16 miliar. Dalam laporan Jumat disebutkan penjualan bersih naik jadi Rp2,59 triliun dari Rp1,92 triliun dengan laba kotor naik jadi Rp224,53 miliar dari Rp133,26 miliar.

Beban usaha naik jadi Rp85,68 miliar dari Rp79,66 miliar sehingga laba usaha menjadi Rp138,84 miliar dari Rp53,59 miliar. Beban lain-lain diderita sebesar Rp40,27 miliar dari Rp63,46 miliar namun pada periode september 2007 perseroan tidak mencatatkan bagian laba perusahaan asosiasi seperti di periode sebelumnya yang meraih laba Rp106,67 miliar sehingga laba sebelum pajak menjadi Rp98,57 miliar dari Rp96,18 miliar.Ditambah beban pajak yang naik jadi Rp20 miliar dari Rp11,04 miliar sebelumnya membuat laba turun.

Tanpa Izin Suami, Menjadi TKW di Arab Saudi (3)
Istri Pergi Bersama Anakku ke Rumah Mertua
BEKERJA di Arab Saudi, boleh jadi merupakan impian banyak TKW di Indonesia, tak terkecuali Sri, istri Masjon. Sayangnya kepergian Sri tidak begitu mulus, harus dilewati dengan cara sembunyi-sembunyi tanpa seizin Jon, panggilan suaminya. Mengapa begitu? Simak kisah bersambung yang ditulis H. Arya Rusli berikut ini.
MALAMNYA aku pulang ke rumah setelah beberapa jam berada di warung. Kepergian istriku ke Cianjur, rumah orangtuanya, benar-benar membuatku kesepian. Berbeda ketika Sri, istriku itu pulang ke rumah orangtuanya bersama Asep empat hari sebelumnya. Bisa jadi karena ketika itu aku mengizinkannya, sedangkan kali ini istriku pergi diam-diam karena takut tidak diizinkan.

Tapi begitu pentingkah urusannya? Sampai-sampai nekat melanggar norma-norma hubungan suami istri, bahkan cukup hanya dengan meninggalkan sepucuk surat.

Rasa penasaran memenuhi benakku, aku segera berkonsultasi dengan bibiku yang rumahnya tak jauh dariku. Sudah ke­ biasaanku, jika ada masalah, aku sela­lu berkonsultasi dengan bibi, adik ibuku. Dan memang, keluarga dekatku yang kuanggap sepuh dan sudah kuanggap pengganti ibuku, cuma bibi. Yang lain boleh dibilang tidak ada, soalnya memang sejak dulu tidak dekat denganku.

Oleh bibi aku disarankan untuk bersabar, menunggu saja di rumah.Nanti kalau lebih dari seminggu, misalnya sampai dua minggu, baru disusul ke Cianjur. Atas nasihat bibi, akutermenung sejenak, lalu menyetujui pendapatnya.

Hampir dipastikan, pekerjaan yang paling membosankan banyak orangadalah menunggu. Begitulah yangkurasakan sekarang, padahal tak terasa waktu sudah berlalu empat hari, artinyatinggal tiga hari lagi istri dan anakku pulang ke rumah, sesuai dengan janji yang ditulis di surat.

Persis pada hari ketujuh, artinyapada hari kepulangan Sri, istriku dan Asep, anakku, aku bersiap-siap menyambut kedatangan mereka. Ipah, adikku yang tinggal di rumah, juga ikut sibuk membereskan rumah keciku itu. Sedapat mungkin aku akan memberikan gambaran kasih sayang kepada keluargaku, begitulah harapanku.

Biasanya, seperti tempo hari, ketika istri dan anakku kembali dari Cianjur, keduanya tiba di rumah sekira pukul 13.00 WIB siang. Hari itu pun aku berharap mereka kembali sekira pukul 13.00 WIB atau paling-paling terlambat dua jam. Tapi ketika sampai pukul 15.00 WIB istriku belum juga pulang, bahkan sampai malam hari tak juga pulang, aku benar-benar gelisah.

Setelah keesokan harinya tidakjuga pu lang, segera aku minta pendapat bibi. Bibiku memberi toleransi tiga hari, kalau lewat dari tiga hari tidak juga pulang, aku disarankan untuk menyusul ke Cianjur. Sarannya aku terima, tapimenunggu selama tiga hari telah membuatkupusing tujuh keliling, belum lagi bingung atas perilaku istriku yang kunilai akhir-akhir ini sering bertingkah aneh. Berbagai pertanyaan muncul di benakku, sampai-sampai bayangan telah terjadi sesuatu atas istri dan anakku terusmenghantuiku.

Waktu tiga hari serasa setahun, tapi aku mencoba bersabar, bahkan sampai hari keempat aku masih bersabar. Baru pada hari kelima istri dan anakku tak juga pulang, aku pamit kepada Ipah dan memintanya untuk menjaga rumah. Aku akan ke Cianjur menyusul istri dan anakku, tapi sebelumnya aku mampir dulu ke rumah bibi.

Bibi menasihatiku untuk menahan emosi jika ternyata ada sesuatu yang menjadi kendala keterlambatan istriku pulang ke Sukabumi. "Ulah ngambek, tahan emosi. Ulah nepi ngerakeun kaluarga. Sing sabar," pesan bibi, mewanti-wantiku.

Nasihat bibi kupegang erat-erat,dalam hati aku akan coba menahan emosi jika memang ada masalah yang menjengkel kan. Sebenarnya, yang membuatkugelisah dan nyaris tak sabar untuk se gera menyusul keluargaku adalah anakku. Aku begitu kangen dan ingin me ngetahui pasti kondisinya, apakah sehat walafi­at atau sedang sakit. Dalam hati aku ber­doa, semoga anakku selalu dalam lindu­ngan-Nya, tentu saja doa juga kuharap­kan agar istriku tak kurang suatu apa pun.

Tiba di rumah mertuaku di Cianjur sekira pukul 16.00 WIB sore, tapi aku tak melihat batang hidung istriku, kecuali anakku Asep yang sedang digendong bibinya, adik istriku atau adik iparku. Setelah basa-basi bersalaman dengan adik ipar dan Asep yang seolah sudah mengerti bahwa aku adalah bapaknya, spontan saja Asep mau kupeluk, kugendong, dan kucium. Baru kemudian, sambil menggendong Asep aku masuk ke dalam.

Istriku tetap tak kutemukan, yang ada ha nyalah mertua lelaki dan paman atau adik dari mertua perempuan. Setelah ke duanya kusalami dan kucium tangannya sebagaimana layaknya kepada orangtua, aku duduk di ruang depan dengan tetap masih menggendong anakku.

Seolah mengerti dengan kegelisahan hati bapaknya, tiba-tiba Asep menangis sambil tangannya mencoba menggapai wajahku, tak lama kemudian ibu mertuaku keluar. Agak terkejut dan tampak sekali salah tingkah melihat kehadiranku, serta merta saja ibu mertua menghampiriku dan mencoba mengambil Asep. Tapi upayanya itu kucegah dengan halus sambil secepatnya meraih tangannya untuk kusalam dan kucium.

Barulah ibu mertuaku sadar,selanjutnya duduk di sebelahku. "Kumaha damang?" sapanya, basa basi. (bersambung) **

Pippo Der Bomber

Suhu tiga derajat celcius di bawah nol ternyata tidak membuat AC Milan menemui kesulitan selama mereka masih memiliki Filippo Inzaghi. I Rossoneri pada Selasa (6/11) mengalahkan tuan rumah Shakhtar Donetsk di Grup D dengan tiga gol tanpa balas, dua di antaranya dicetak Pippo.

Filippo Inzaghi, rekor 62 gol.

Udara dingin yang amat menyengat justru membuat Shakhtar sulit menembus pertahanan rapat Milan di babak pertama. Melihat solidnya lini belakang, Carlo Ancelotti tidak mengubah taktik serangan baliknya di babak kedua dan hanya mengganti Alberto Gilardino dengan Inzaghi di menit ke-63.

Dalam tempo tiga menit berikutnya Pippo langsung memperlihatkan kelasnya sebagai finisher terbaik di kotak penalti. Selain menyelesaikan umpan terobosan Andrea Pirlo kala itu, pada menit ke-72 striker berumur 34 tahun itu juga berjasa memberi assist kepada Kaka.

Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani, kembali melonjak dari tempat duduknya ketika Pippo kembali membobol gawang Andriy Pyatov di injury time.

“Agregat 7-1 atas Shakhtar sangat luar biasa mengingat mereka adalah juara Liga Ukraina. Saya merasa kasihan pada para pendukung kami yang hanya bisa menonton pesta ini lewat televisi karena tidak tahan udara dingin di sini,” canda Galliani di depan kamera Sky News.

Torehan dua gol Pippo membuatnya menyamai rekor Gerd “Der Bomber” Mueller (62 gol) di kompetisi antarklub UEFA. Meski demikian, ternyata Inzaghi tetap rendah hati. Buatnya, rekor sesungguhnya adalah saat ia menyabet dua trofi Liga Champion bersama Rossoneri. Sip! (toen/Foto: AFP)

Freeport Berikan Manfaat

by jakarta @ 2007-11-15 - 11:02:42

Brighter-Tomorrows

Kepada Pemerintah Indonesia Pada Triwulan III 2007

JAKARTA-PT Freeport Indonesia (FI) melalui siaran persnya yang diterima Cenderawasih Pos, kemarin mengatakan, selama bulan Juli 2007 September 2007, FI telah melakukan kewajiban pembayaran kepada Pemerintah Indonesia sebesar 434 juta dolar AS atau Rp 4 triliun dengan kurs saat ini.
Jumlah tersebut terdiri dari pajak penghasilan badan, pajak penghasilan karyawan, pajak daerah serta pajak-pajak lainnya sebesar 333 dolar AS. Kemudian royalty 49 juta dolar AS serta deviden sebesar 52 juta dolar AS.

Dengan demikian, total pembayaran yang telah di lakukan FI selama tahun 2007 sampai dengan bulan September 2007 ini telah mencapai 1,4 milyar dolar AS atau sekitar Rp 12,6 trilyun dengan kurs saat ini. Yang terdiri dari pajak penghsilan badan, pajak penghasilan karyawan, pajak daerah serta pajak-pajak lainnya sebesar 1 milyar dolar AS. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi harga komoditas, tingkat penjualan dan tingkat produksi.

Sejak tahun 1992 sampai September 2007, total kewajiban keuangan sesuai dengan ketentuan yang mengacu pada kontrak karya tahun 1991 yang telah dibayarkan FI kepada Pemerintah Indonesia telah mencapai hampir 6,5 milyar dolar AS. Jumlah tersebut terdiri dari pajak penghasilan badan, penghasilan karyawan, pajak daerah serta pajak-pajak lainnya sebesar 5,1 dolar AS. royalty 708 juta dolar AS serta deviden sebesar 654 juta dolar AS.(nls)

"When you speak of someone or about someone, you should speak as though they were in the room with you. The ears that you speak to today are attached to the mouth that could relay the message tomorrow."

William 'Biddy' Allen
1903-2001, Bus Driver and Loving father of 7 children

Satu hari bersama seorang guru yang anggun - lebih baik daripada seribu hari belajar sendiri.
Kelebihan orang lain adalah potensi kelebihan Anda, bila Anda tulus mempelajarinya.
Menirulah dengan tulus. Karena hanya dengan peniruan yang tak terhambat di hati - Anda akan lebih mudah mencapai kesetaraan dengan kualitas yang Anda harapkan itu.
Mario Teguh Super Talk, Copying To Greatness

Salah satu cara untuk berhasil adalah belajar dari kegagalan. Dengan kegagalan, kita tahu cara untuk bisa berhasil. Tidak ada orang yang berhasil kalau belum pernah gagal.

Persoalannya, kita tidak cukup waktu untuk belajar semua kegagalan. Maka cara yang terpendek untuk keberhasilan adalah belajar dari kegagalan orang lain.

Dalam meniru cara-cara yang terbukti telah berhasil, terkadang kita dihadapkan pada satu sisi, dimana kita merasa bukan diri kita, karena apa yang kita tiru tidak sesuai dengan kebiasaan kita sebelumnya. Ini menjadi pertanyaan saya pada sesi tanya jawab.

Untuk menjadikan kita bisa menerima yang bukan diri kita, adalah dengan membiasakan perilaku kita sesuai dengan yang kita tiru, dan itu bisa dilakukan kalau kita melakukan dari yang kecil dan sederhana. Kalau kita meniru yang kecil dan dilakukan se-sering mungkin, maka itu akan menjadi kebiasaan kita, dan kebiasaan yang dilakukan dengan konsisten akan menjadikannya sebagai pribadi kita.

Maka kalau kita ingin meniru satu pribadi yang terbukti baik dan berhasil, maka lakukanlah dari yang kecil dan sederhana dari yang Anda sukai dari pribadi tersebut.

Menirulah dengan tulus. Karena hanya dengan peniruan yang tak terhambat di hati - Anda akan lebih mudah mencapai kesetaraan dengan kualitas yang Anda harapkan itu.
Mario Teguh Super Talk, Copying To Greatness

Some Very Clever Business Signs

1) At an Optometrist's office: "If you don't see what you're looking for, you've come to the right place."

2) In a Restaurant window: "Don't stand there hungry. Come on in and get fed up."

3) In a Podiatrist's office: "Time wounds all heels."

4) On a Plumber's Shop: " We repair what your husband fixed."

5) On the trucks of a Plumbing Company: "Don't sleep with a drip. Call us."

6) Pizza Shop Slogan: "7 days without pizza makes one weak."

7) At a Tire Shop: "Invite us to your next blowout."

8) On a Plastic Surgeon's Office door: "Hello. Can we pick your nose?"

9) At a Towing company: "We don't charge an arm and a leg. We want tows."

10) On an Electrician's truck: "Let us remove your shorts."

11) In a Nonsmoking Area: "If we see smoke, we will assume you are on fire and put you out."

12) On a Septic Tank Truck sign: "We're #1 in the #2 business."

13) On a Fence: "Salesmen welcome! Dog food is expensive. "

14) At a Car Dealership: "The best way to get back on your feet -- miss a car payment."

15) Outside a Muffler Shop: "No appointment necessary. We hear you coming."

16) At the Electric Company: "We would be delighted if you send in your payment. However, if you don't, you will be de-Lighted."

17) In the front yard of a Funeral Home: "Please drive carefully. We'll wait ."


 
 

Footer

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.