Search blog.co.uk

Posts archive for: 2 November, 2007
  • Tommy Tawarkan Uang di Paribas Diambil Pemerintah

    * Tommy Tawarkan Uang di Paribas Diambil Pemerintah
    Koran Tempo - Kamis, 01 November 2007

    JAKARTA -- Setelah menawarkan gudang Goro dan tanah di Marunda,
    Jakarta Utara, untuk diambil pemerintah, Hutomo Mandala Putra alias
    Tommy Soeharto kembali mengajukan tawaran damai. Kali ini ia
    merelakan
    uangnya di Banque Nationale de Paris (BNP) Paribas, Inggris, diambil
    pemerintah.

    Menurut Elza Syarief, pengacara Tommy, tawaran ini sebagai syarat
    untuk menyelesaikan sengketanya secara damai dengan pemerintah. "Kami
    fleksibel saja," katanya kemarin.

    Kendati begitu, Tommy mengajukan syarat jika uangnya nanti jadi
    diambil pemerintah. Menurut Elza, mengutip kliennya, syaratnya, uang
    US$ 36 juta atau setara dengan Rp 420 miliar itu harus dikelola oleh
    Tommy. Sedangkan pemerintah mengawasi pengelolaan dana itu.

    Menurut Elza, uang sebanyak itu bisa digunakan untuk kepentingan
    masyarakat. "Daripada pemerintah harus membayar pengacara mahal di
    sana (pengadilan Guernsey), padahal pemerintah belum tentu menang,"
    kata Elza.

    Sengketa Tommy dengan pemerintah berawal dari pelaksanaan tukar
    guling
    aset Bulog dengan pihak Goro yang berakhir dengan kerugian negara
    mencapai Rp 500 miliar. Putusan pidana berkekuatan hukum tetap telah
    membuktikan Tommy bersalah melakukan korupsi bersama rekan kerjanya,
    Ricardo Gelael. Bekas Kepala Bulog Beddu Amang juga diputus bersalah
    melakukan korupsi.

    Kejaksaan Agung sebagai pengacara negara kemudian menggugat PT Goro
    Batara Sakti, Hutomo Mandala Putra, Ricardo Gelael, dan Bekas Kepala
    Bulog Beddu Amang ke pengadilan. Saat ini proses mediasi berlangsung
    dan Tommy melakukan penawaran kepada pemerintah untuk menyelesaikan
    perkara ini secara damai.

    Direktur Perdata Kejaksaan Agung Yoseph Suardi Sabda belum bersedia
    menjelaskan tanggapannya atas tawaran damai itu. Dia hanya memastikan
    kejaksaan telah menyiapkan jawaban atas tawaran Tommy. "Kami sudah
    membuat counter proposal damai," ujarnya kemarin. Jawaban kejaksaan
    secara terperinci, kata Yoseph, akan disampaikan dalam pertemuan
    mediasi Senin pekan depan.

    Elza juga membenarkan bahwa sampai kemarin pemerintah belum
    menanggapi
    tawaran damai dari Kejaksaan Agung. Setahu dia, pemerintah masih
    menunggu disposisi dari Jaksa Agung Hendarman Supandji.

    Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar tidak mau terburu-buru
    menanggapi tawaran Tommy. Saat ini Bulog tengah mengkaji tawaran itu.
    "Kalau kajian sudah selesai, baru kami menentukan sikap," ujarnya
    Mustafa di sela-sela acara World Rice Commerce di Nusa Dua, Bali,
    kemarin.

    Tawaran Tommy untuk memberikan gudang Goro dan tanah Marunda, kata
    Mustafa, baru diterima jika Tommy membayar semua kewajibannya
    terhadap
    Bulog. Ia pun berharap proses mediasi menemukan penyelesaian yang
    menguntungkan kedua belah pihak.

    ============ =====
    * Bulog Kaji Tawaran Tommy Soeharto
    Koran Tempo - Kamis, 01 November 2007

    NUSA DUA -- Perusahaan Umum Bulog tak mau terburu-buru menanggapi
    tawaran Tommy Soeharto dalam proses mediasi gugatan perdata
    pemerintah
    terhadap PT Goro Batara Sakti. Menurut Direktur Utama Perum Bulog
    Mustafa Abubakar, saat ini Bulog tengah mengkaji tawaran tersebut.

    "Kalau kajian sudah selesai, baru kami menentukan sikap," kata
    Mustafa
    di sela-sela acara World Rice Commerce di Nusa Dua, Bali, kemarin.
    Yang jelas, kata Mustafa, saat ini kasus gugatan tersebut sedang
    memasuki tahap mediasi sehingga yang dicari cara kompromi. "Kami
    berharap ada win-win solution," ia menjelaskan.

    Namun, kata Mustafa, tawaran berupa penyerahan gudang Goro dan tanah
    Marunda itu akan diterima bila kewajiban Tommy terhadap Bulog dinilai
    bisa terpenuhi.

    Seperti yang diberitakan, tergugat II kasus gugatan pemerintah
    terhadap PT Goro Batara Sakti, Hutomo Mandala Putra alias Tommy
    Soeharto, menawarkan gudang Goro dan Tanah Marunda dalam proses
    mediasi dengan kejaksaan dua hari lalu. "Tommy juga menawarkan
    sejumlah nominal uang," kata sumber Tempo (Koran Tempo, 31 Oktober).

    Anggota tim Jaksa Pengacara Negara, Dachamer Munthe, menolak
    menjelaskan ketika dikonfirmasi tentang tawaran itu. Namun, ia
    membenarkan klausul gudang dan tanah yang ditawarkan pihak Tommy. Ia
    mengatakan tawaran dari pihak Tommy menunjukkan para tergugat secara
    tidak langsung mengakui mereka berbuat melawan hukum. Tapi, katanya,
    "Kami lihat dulu tawaran lainnya."

    Bulog menggugat perdata PT Goro Batara Sakti, Tommy Soeharto, Ricardo
    Gelael, dan bekas Kepala Bulog Beddu Amang. Alasannya, perjanjian
    ruilslag Goro dan Bulog atas gudang di Kelapa Gading dan tanah di
    Marunda, Jakarta Utara, merugikan keuangan negara. Pemerintah ingin
    agar tergugat membayar Rp 550 miliar ditambah sepuluh persen dari
    nilai gugatan. ROFIQI HASAN | SANDY IP

    Koeman Incar Van Der Vaart

    Madrid - Ronald Koeman siap membenahi skuadnya setelah ditunjuk sebagai pelatih Valencia. Koeman menegaskan target pertamanya adalah meminang Rafael Van der Vaart.

    Valencia telah mengumumkan Koeman sebagai pengganti Quique Sanchez Flores. Pelatih asal Belanda ini pun langsung bersiap memperkuat skuadnya saat transfer pemain kembali di buka Januari nanti.

    Koeman pun langsung menyebut playmaker Hamburg Van der Vaart sebagai targetnya nanti. Koeman memang sangat mengenal betul kemampuan Van der Vaart saat keduanya sama-sama berada di Ajax Amsterdam.

    "Dia pemain fantastik yang saya akan senang melihatnya di Valencia. Ada beberapa hal terjadi di masalah lalu namun kami akan belajar dari segalanya," ungkap Koeman seperti dilansir World Soccer.

    Meski demikian, ini bukanlah pertama kali Van der Vaart dihubungkan dengan klub yang bermarkas di Mestalla ini. Playmaker berusia 24 tahun ini sempat dikabarkan akan bergabung dengan El Che di musim panas lalu.

    Tentu saja keinginan Koeman tersebut ditanggapi positif oleh Van der Vaart. "Apa yang terjadi di masa lalu anta ra saya dan Koeman tidak akan menghalangi jalan saya pindah ke Valencia," tukasnya. (key/krs)

    Telkom Genjot Trafik Internasional di Musim Haji

    Jakarta - PT Telkom memanfaatkan musim Haji 2007 untuk menggenjot trafik sambungan langsung internasional (SLI) dengan tarif murah melalui layanan internet teleponi (VoIP).

    VP Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, mengatakan pihaknya menggelar program Spesial Hajj 2007 agar pelanggan Telkom bisa melakukan panggilan internasional ke Arab Saudi dengan tarif Rp 2.200 menit baik ke nomor tetap maupun seluler.

    "Kami ingin agar jemaah Haji tetap bisa merasakan kedekatan dengan keluarga di Indonesia, sehingga mereka bisa beribadah di tanah suci dengan lebih khusyuk," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (2/11/2007).

    Sementara itu, Telkom juga menggelar program sambungan internasional dengan tarif Rp 490 per menit ke negara-negara tujuan tertentu selain Arab Saudi dengan menggunakan kode akses ITKP TELKOMGlobal 01017.

    Kedua program tersebut, kata Eddy, dapat dimanfaatkan oleh pelanggan telepon rumah (PSTN) maupun Telkom Flexi, namun tidak berlaku untuk panggilan yang dilakukan melalui wartel. ( rou / rou )

  • Tommy Tawarkan Uang di Paribas Diambil Pemerintah

    * Tommy Tawarkan Uang di Paribas Diambil Pemerintah
    Koran Tempo - Kamis, 01 November 2007

    JAKARTA -- Setelah menawarkan gudang Goro dan tanah di Marunda,
    Jakarta Utara, untuk diambil pemerintah, Hutomo Mandala Putra alias
    Tommy Soeharto kembali mengajukan tawaran damai. Kali ini ia
    merelakan
    uangnya di Banque Nationale de Paris (BNP) Paribas, Inggris, diambil
    pemerintah.

    Menurut Elza Syarief, pengacara Tommy, tawaran ini sebagai syarat
    untuk menyelesaikan sengketanya secara damai dengan pemerintah. "Kami
    fleksibel saja," katanya kemarin.

    Kendati begitu, Tommy mengajukan syarat jika uangnya nanti jadi
    diambil pemerintah. Menurut Elza, mengutip kliennya, syaratnya, uang
    US$ 36 juta atau setara dengan Rp 420 miliar itu harus dikelola oleh
    Tommy. Sedangkan pemerintah mengawasi pengelolaan dana itu.

    Menurut Elza, uang sebanyak itu bisa digunakan untuk kepentingan
    masyarakat. "Daripada pemerintah harus membayar pengacara mahal di
    sana (pengadilan Guernsey), padahal pemerintah belum tentu menang,"
    kata Elza.

    Sengketa Tommy dengan pemerintah berawal dari pelaksanaan tukar
    guling
    aset Bulog dengan pihak Goro yang berakhir dengan kerugian negara
    mencapai Rp 500 miliar. Putusan pidana berkekuatan hukum tetap telah
    membuktikan Tommy bersalah melakukan korupsi bersama rekan kerjanya,
    Ricardo Gelael. Bekas Kepala Bulog Beddu Amang juga diputus bersalah
    melakukan korupsi.

    Kejaksaan Agung sebagai pengacara negara kemudian menggugat PT Goro
    Batara Sakti, Hutomo Mandala Putra, Ricardo Gelael, dan Bekas Kepala
    Bulog Beddu Amang ke pengadilan. Saat ini proses mediasi berlangsung
    dan Tommy melakukan penawaran kepada pemerintah untuk menyelesaikan
    perkara ini secara damai.

    Direktur Perdata Kejaksaan Agung Yoseph Suardi Sabda belum bersedia
    menjelaskan tanggapannya atas tawaran damai itu. Dia hanya memastikan
    kejaksaan telah menyiapkan jawaban atas tawaran Tommy. "Kami sudah
    membuat counter proposal damai," ujarnya kemarin. Jawaban kejaksaan
    secara terperinci, kata Yoseph, akan disampaikan dalam pertemuan
    mediasi Senin pekan depan.

    Elza juga membenarkan bahwa sampai kemarin pemerintah belum
    menanggapi
    tawaran damai dari Kejaksaan Agung. Setahu dia, pemerintah masih
    menunggu disposisi dari Jaksa Agung Hendarman Supandji.

    Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar tidak mau terburu-buru
    menanggapi tawaran Tommy. Saat ini Bulog tengah mengkaji tawaran itu.
    "Kalau kajian sudah selesai, baru kami menentukan sikap," ujarnya
    Mustafa di sela-sela acara World Rice Commerce di Nusa Dua, Bali,
    kemarin.

    Tawaran Tommy untuk memberikan gudang Goro dan tanah Marunda, kata
    Mustafa, baru diterima jika Tommy membayar semua kewajibannya
    terhadap
    Bulog. Ia pun berharap proses mediasi menemukan penyelesaian yang
    menguntungkan kedua belah pihak.

    ============ =====
    * Bulog Kaji Tawaran Tommy Soeharto
    Koran Tempo - Kamis, 01 November 2007

    NUSA DUA -- Perusahaan Umum Bulog tak mau terburu-buru menanggapi
    tawaran Tommy Soeharto dalam proses mediasi gugatan perdata
    pemerintah
    terhadap PT Goro Batara Sakti. Menurut Direktur Utama Perum Bulog
    Mustafa Abubakar, saat ini Bulog tengah mengkaji tawaran tersebut.

    "Kalau kajian sudah selesai, baru kami menentukan sikap," kata
    Mustafa
    di sela-sela acara World Rice Commerce di Nusa Dua, Bali, kemarin.
    Yang jelas, kata Mustafa, saat ini kasus gugatan tersebut sedang
    memasuki tahap mediasi sehingga yang dicari cara kompromi. "Kami
    berharap ada win-win solution," ia menjelaskan.

    Namun, kata Mustafa, tawaran berupa penyerahan gudang Goro dan tanah
    Marunda itu akan diterima bila kewajiban Tommy terhadap Bulog dinilai
    bisa terpenuhi.

    Seperti yang diberitakan, tergugat II kasus gugatan pemerintah
    terhadap PT Goro Batara Sakti, Hutomo Mandala Putra alias Tommy
    Soeharto, menawarkan gudang Goro dan Tanah Marunda dalam proses
    mediasi dengan kejaksaan dua hari lalu. "Tommy juga menawarkan
    sejumlah nominal uang," kata sumber Tempo (Koran Tempo, 31 Oktober).

    Anggota tim Jaksa Pengacara Negara, Dachamer Munthe, menolak
    menjelaskan ketika dikonfirmasi tentang tawaran itu. Namun, ia
    membenarkan klausul gudang dan tanah yang ditawarkan pihak Tommy. Ia
    mengatakan tawaran dari pihak Tommy menunjukkan para tergugat secara
    tidak langsung mengakui mereka berbuat melawan hukum. Tapi, katanya,
    "Kami lihat dulu tawaran lainnya."

    Bulog menggugat perdata PT Goro Batara Sakti, Tommy Soeharto, Ricardo
    Gelael, dan bekas Kepala Bulog Beddu Amang. Alasannya, perjanjian
    ruilslag Goro dan Bulog atas gudang di Kelapa Gading dan tanah di
    Marunda, Jakarta Utara, merugikan keuangan negara. Pemerintah ingin
    agar tergugat membayar Rp 550 miliar ditambah sepuluh persen dari
    nilai gugatan. ROFIQI HASAN | SANDY IP

    Koeman Incar Van Der Vaart

    Madrid - Ronald Koeman siap membenahi skuadnya setelah ditunjuk sebagai pelatih Valencia. Koeman menegaskan target pertamanya adalah meminang Rafael Van der Vaart.

    Valencia telah mengumumkan Koeman sebagai pengganti Quique Sanchez Flores. Pelatih asal Belanda ini pun langsung bersiap memperkuat skuadnya saat transfer pemain kembali di buka Januari nanti.

    Koeman pun langsung menyebut playmaker Hamburg Van der Vaart sebagai targetnya nanti. Koeman memang sangat mengenal betul kemampuan Van der Vaart saat keduanya sama-sama berada di Ajax Amsterdam.

    "Dia pemain fantastik yang saya akan senang melihatnya di Valencia. Ada beberapa hal terjadi di masalah lalu namun kami akan belajar dari segalanya," ungkap Koeman seperti dilansir World Soccer.

    Meski demikian, ini bukanlah pertama kali Van der Vaart dihubungkan dengan klub yang bermarkas di Mestalla ini. Playmaker berusia 24 tahun ini sempat dikabarkan akan bergabung dengan El Che di musim panas lalu.

    Tentu saja keinginan Koeman tersebut ditanggapi positif oleh Van der Vaart. "Apa yang terjadi di masa lalu anta ra saya dan Koeman tidak akan menghalangi jalan saya pindah ke Valencia," tukasnya. (key/krs)

    Telkom Genjot Trafik Internasional di Musim Haji

    Jakarta - PT Telkom memanfaatkan musim Haji 2007 untuk menggenjot trafik sambungan langsung internasional (SLI) dengan tarif murah melalui layanan internet teleponi (VoIP).

    VP Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, mengatakan pihaknya menggelar program Spesial Hajj 2007 agar pelanggan Telkom bisa melakukan panggilan internasional ke Arab Saudi dengan tarif Rp 2.200 menit baik ke nomor tetap maupun seluler.

    "Kami ingin agar jemaah Haji tetap bisa merasakan kedekatan dengan keluarga di Indonesia, sehingga mereka bisa beribadah di tanah suci dengan lebih khusyuk," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (2/11/2007).

    Sementara itu, Telkom juga menggelar program sambungan internasional dengan tarif Rp 490 per menit ke negara-negara tujuan tertentu selain Arab Saudi dengan menggunakan kode akses ITKP TELKOMGlobal 01017.

    Kedua program tersebut, kata Eddy, dapat dimanfaatkan oleh pelanggan telepon rumah (PSTN) maupun Telkom Flexi, namun tidak berlaku untuk panggilan yang dilakukan melalui wartel. ( rou / rou )

  • title-3233365

    Latin America in step with China By Cynthia Watson China's People's Liberation Army (PLA) increasingly operates as an instrument of diplomatic statecraft for the country. The PLA, an arm of the Chinese Communist Party rather than a national army, is enhancing its ties with various militaries around the world, illustrated by military-to- military visits to the United States, India and other nations, fleet visits to ports around the globe and various other visits by senior PLA officers. The military's role constitutes just one part of an expanding presence that China manifests as a "major power" on the global stage. In particular, the PLA's involvement with Latin America illustrates Beijing's pursuit of a multi-faceted strategy to expand its global presence. Latin America, of course, has the historical overlay of the US Monroe Doctrine of 1823, whereby the United States jealously guarded the region from "foreign" intervention, often disregarding the distress of others in and outside of the region. Taiwan was the "Chinese" entity in Latin America for much of the 20th century, but posed no threat to the Monroe Doctrine. China's formal relations with most states in Latin America began - in earnest - in the early 1970s when Beijing won diplomatic recognition from Chile and Mexico [1]. At present, only a handful of states in Central America and Paraguay still convey diplomatic status to Taiwan as a sovereign independent state. All the others Latin American states recognize Beijing as the legal representative of "China". One of the earliest methods for the PLA to make in-roads in this region came with the opening of the PLA National Defense University (PLA NDU) in 1985, with its attendant "foreign course" for militaries in Latin America, Africa and the Middle East. This course, barred for PLA officers except for teaching faculty, offered a counterbalance to the Soviet and US professional military education (PME) courses that proliferated during much of the Cold War era. Additionally, it was a manifestation of China's continuing commitment to the Non-Aligned Movement principles dating to the 1950s, a posture important to China's desire for support as a sovereign, formerly exploited state during the "Century of Humiliation" [2]. The opportunity to study at the PLA NDU is one that has consistently attracted the attention of Latin American military officers, as US ties with the region have ebbed and flowed. Officers from Venezuela, Bolivia and other states on less-than-favorable terms with Washington have attended PME courses in Beijing, brining benefits to bilateral state-to-state relationships and enhancing Latin American militaries that have few educational opportunities abroad. Twenty years after the creation of the PLA NDU, its foreign course remains vibrant for improving ties, including serving as a channel for continuing and expanding ties between Hugo Chavez's Venezuelan armed forces and the PLA. Additionally, the PLA NDU continues offering PME to Latin American militaries that would otherwise not have the opportunity to attend US schools because of the sheer challenge of securing seats in the de facto competition with militaries from other parts of the world where the United States seeks to enhance its military-to- military ties [4]. New millennium, new push There is a significant increase in China's interest in Latin America during the first decade of the 21st century. As China's need for energy resources, food and market access grow, so has Beijing's interest in using the military instruments of statecraft to attain its goals. Since the mid-1990s, senior leaders of the PLA has been making annual visits to and welcoming reciprocal delegations from the major Latin American states and the entire region. These visits began as relatively quiet affairs meant to "show the flag", but without any substantial accomplishments, these shows were more of an effort by Beijing to oust Taiwan's presence from Latin America. At that time, Beijing was primarily concerned about Taipei's moves toward de jure independence, actions likely to require leveraging support from Taiwan's diplomatic allies in the region: Panama, Costa Rica, Honduras, Paraguay, El Salvador, Guatemala and Nicaragua. Beijing trumpeted the success of these military exchanges without requiring many concrete results, because they represented a foreign, non-US presence in the region that did not elicit any protest from Washington. Since 2000, military exchanges have accelerated and are common throughout the region. The PLA leadership has brought large delegations to Latin American states, including Brazil, Venezuela, Argentina and even Colombia. The latter's participation is particularly noteworthy because US funding for "Plan Colombia" forms a crucial aspect of the Colombian government's efforts to finish off 40-year-old guerrilla groups, thus engendering tremendous loyalty on the part of the Andres Pastrana Arango (1998-2002) and Alvaro Uribe Velez (2002-present) regimes. Velez is unabashedly US President George W Bush's closest ally in Latin America, yet military exchanges between Bogota and Beijing have increased in the past several years, Colombia's de facto alliance with the United States notwithstanding, Beijing has increasingly good ties with Colombia. Another area where PLA's military diplomacy has taken a noteworthy role is in the small European enclave states of northeast Latin America. The PLA has played a major role in developing these exceedingly poor states' infrastructure at precisely the time when these states are producing more of the primary goods that Beijing is working so vigorously to procure around the world. The PLA has been providing construction assistance to Suriname, for example, for the better part of this decade as China has been increasing trade links. The PLA interaction also provides these relatively isolated nations with military exchanges that they have great difficulty obtaining from other sources. This factor is often forgotten by those in Washington critical of Beijing's activities in the region. Venezuela: The burr under Washington's saddle The most visible increase in PLA's influence in Latin America has occurred in Venezuela, where President Hugo Chavez makes known daily his hatred of Washington's pervasive shadow over the region. Chavez governs a state with a virtual monoculture export economy of a commodity Beijing covets: petroleum. The desire for enhanced military ties clearly appeals to both Venezuela and China. Venezuela's president wants to achieve autonomy from Washington much as China did in the mid-20th century, and delights in taking highly visible steps to call attention to any ties with a foreign military that is likely to upset Washington [4]. Beijing wants to open better relations with militaries throughout Latin America with Venezuela currently the easiest to engage. Chavez has also done everything possible to cut his nation's ties with the US military, including shutting off both PME opportunities and weapons sales; rejecting any guidelines that might allow US assistance; and other overt actions that make Beijing necessary to his military's well-being. At the same time, the United States has become increasingly critical of Chavez's motives and actions. In the Venezuelan case, PLA involvement in the region is as much a result of Chavez's actions as those of Beijing. Instead of China having to assert greater PLA military diplomacy, which risks it being perceived aggressive, it is taking advantage of a set of conditions simply handed to it by the United States and by the Venezuelan leader. Similarly, Chavez wants to acquire PLA weapons because he refuses to buy from Washington. The weapons purchased by prior regimes in Caracas require replenishment and refurbishment that Washington no longer allows, nor will Chavez request, thus Beijing becomes a logical vendor for Venezuela's needs. Crucial to evaluating the underlying forces driving Venezuelan-Chinese military ties is understanding that they are much more driven by Venezuelan than Chinese interests. This is an important distinction because it indicates that Beijing is attentive to the Monroe Doctrine in this region. It also testifies to the Chinese awareness of Chavez's unpredictable nature. In the Chinese calculus, Chavez is simply not worth what could become a high cost if PLA involvement became sufficient to arouse Washington's suspicions above a tolerable level. PLA military diplomacy Latin America is not the place that China is most interested in today - Beijing's ties and economic stakes in both Africa and Southeast Asia are much more important. Both the continent and the region are closer geographically, more advanced historically and likely to engender greater result for less cost. Latin America does offer a new arena for the PLA and new opportunities for expanded links as Washington remains absorbed in wars in Central and Southeast Asia. As China seeks to engage Latin America in a multiple-pronged approach, the military instrument's utility is becoming increasingly important for Beijing. Military-to- military ties represent a zero-sum situation from the view of some Latin American militaries, yet if they are involved with the PLA, they need not deal with the traditionally frustrating judgmentalism characterizing long-term links with the US military. Latin Americans have long memories of inconsistent US policies during the past two centuries. For instance, they have never forgotten the Carter administration' s prohibition on military sales to Chile over human rights questions. Few indications exist that Beijing would exercise such judgmentalism except over the Taiwan issue, a matter increasingly going in China's favor as more states choose to shift diplomatic recognition from Taipei to Beijing, as Costa Rica did in mid-2007. Additionally, as the PLA becomes a modern force, its capabilities will be increasingly able to execute the strategy of forward presence globally, and in a more limited sense with Latin American states. PLA Navy (PLAN) fleet visits, although insignificant relative to those of the US Navy, are increasingly occurring around the world. These drills demonstrate a modernizing fleet's ability to show the flag in a way that was not previously possible. China's leadership thus garners both increased diplomatic links with states far away and improves PLAN capabilities. As China and the PLA take a more public role in the world, these are increasingly crucial goals for a state seeking respect as a world power. China's increasingly effective military diplomacy in Latin America also points to a more disconcerting issue, the United States' lack of recognition of the changes occurring while US prestige is waning on the global stage. The traditional US military links with sister armed forces in the region have deteriorated over the past six years, making room for PLA's involvement more visible and effective. PLA diplomacy in Latin America may not in fact be an absolute zero-sum equation for the United States, but reveals the deteriorating US understanding of fundamental global shifts that appear growing systematically. Notes 1. The region is those states south of the Rio Grande and unlike many other analyses, does include the three European enclaves of Suriname, French Guiana and British Guiana. 2. This phrase is commonly used to denote the period from approximately 1839-1949, when China was subjected to imperialist assault by Western powers and Japan. 3. US PME seats are allocated by invitation, not strictly speaking a competition. The United States, along with other countries, seeks to invite officers from states with whom it wants to enhance overall relations as does China, India, or any other state inviting officers to attend schooling. 4. In the late 1990s, Chavez toured Baghdad next to Saddam Hussein in a highly visible visit that attracted much criticism but accomplished his goal of setting him in the camp opposing US criticisms of the Iraqi dictator. Cynthia Watson is a professor at the National War College. The views expressed in this article are those of Cynthia Watson, not those of the National War College, Institute for National Strategic Studies or any US Government agency. SWAT, Pakistan ? Muslim extremists are expanding their control of northern Pakistan, challenging the U.S.-backed government of President Gen. Pervez Musharraf and adding to the lands where terrorists allied with Osama bin Laden find refuge. Once restricted to pockets in the mountains along the Afghanistan border, radical mullahs now control vast areas of the north. They moved in the past few months beyond the tribal regions and into northern Pakistan cities and the Swat Valley. The increased influence of the Islamic radicals was highlighted this week by intense fighting between local gunmen and government troops. The government said about 180 people have been killed, mostly militants, in violence including bombings, abductions and shootouts. ?I can tell you there is money coming from al-Qaeda and if al-Qaeda did not lead these things we couldn't fight,? said Abdul Samad, a stocky militant from Afghanistan' s eastern Nangarhar province who serves as a liaison between Taliban groups on both sides of the border. Even during the fighting, radicals have made themselves available to speak with visiting journalists. The growing instability in northwest Pakistan has shaken Gen. Musharraf's authority at a time when he's also being upstaged by the return of former Prime Minister Benazir Bhutto ? a jubilant homecoming shattered by a terrorist bombing that killed more than 140 people. Taliban and al-Qaeda were pushed back after the U.S. and its Afghan allies toppled the Taliban regime in Afghanistan in late 2001. Today, residents say Arabs, Uzbeks and Tajiks have rejoined the ranks of the local radicals, mostly Pashtuns, the same ethnic group as the Taliban across the border in Afghanistan. ?The Pakistanis, and by extension the United States, have almost no control of events? in the northern, ethnically Pashtun regions, said Milt Bearden, a former CIA station chief in Pakistan. ?I don't think anyone in Washington really gets it,? he said. ?Losing Swat is shocking.? Pro-Taliban cleric Maulana Fazlullah has set up a virtual mini-state in Swat, a province of 6,500 square kilometres. He uses an FM radio station to help spread fundamentalist Islam in an area once known to tourists as the ?Switzerland of Asia? for its stunning, snow-covered mountains. Militias following Mr. Fazlullah's teachings, identified by their shoulder-length hair and camouflage vests over traditional shalwar kameez clothing, have bombed girls schools and blown up video and CD shops. They drilled holes into the face of a 6-metre- tall stone Buddha, obliterating the features of the 1,300-year-old sculpture. Sher Mohammed, a lawyer in Swat and a human rights activist, said the enforcers ? including Afghans and Arabs ? ?are roaming freely, checking barber shops in the small villages.? ?They come out at midnight. They are not local people,? he said. Mr. Samad, the militant organizer, says he travelled in recent weeks to North Waziristan and recruited scores of militants to reinforce Mr. Fazlullah's followers in Swat Valley. ?It's not just in Swat or in Waziristan or in Bajaur. We are getting stronger everywhere in the area,? he said. Recent suicide bombings are direct evidence of al-Qaeda's influx, he said. Mr. Fazlullah, who draws tens of thousands to his rallies, has launched a broad campaign against Western influence. He uses his outlawed FM radio station to preach jihad against America and Gen. Musharraf and teach his strict interpretation of Islam. Mr. Fazlullah has called for a ban on polio vaccinations because he said it was a ploy by the West to sterilize Muslim babies. He demands women wear the all-encompassing burka and frowns on barbers who give haircuts in styles deemed un-Islamic. This month, Pakistani authorities sent about 2,500 extra police and troops into Swat district to challenge Mr. Fazlullah's followers. A group of tribal elders and clerics has been holding talks with Mr. Fazlullah's aides about ending the bloodshed. Still, many Pakistanis fear the government has waited too long to confront militant clerics like Mr. Fazlullah. ?For three years no one did anything. Two years ago you could have arrested Mr. Fazlullah with two police constables. Today you need a division,? Mr. Mohammed said. A police official, who asked for anonymity fearing reprisals from militants and from his superiors, said sympathizers within the government, police and intelligence service have allowed Mr. Fazlullah to gain stature in the region. A confidential memo circulated to Pakistan's National Security Council in July and made public soon afterward warned that radicals from the border region were exerting wide influence. It spoke of a ?nexus? between radical clerics behind the bloody siege of the Red Mosque in Islamabad, which resulted in more than 100 deaths, and the clerics in northwest Pakistan. Besides Mr. Fazlullah, those include Baitullah Mehsud, who allegedly threatened to meet Ms. Bhutto's return to Pakistan with suicide attacks. ?When I was following the Red Mosque, one thing was very clear ? that they had strong sympathizers within the establishment and within the military,? said Hasan Askari Rizvi, a leading independent Pakistani defence analyst. Mr. Rizvi said Pakistan's powerful armed forces remain ambivalent about religious extremists, whom the military supported during the Afghan war with the Soviets in the 1980s. Pakistan's military has often used extremists as proxies in the violent secessionist battle against India for control of Kashmir, he said. ?The government is perturbed because of their activities in Pakistan,? he said, but doesn't object when they fight Western-backed leaders in Afghanistan or Indian troops in Kashmir. __._,_.___ Vieri Bidik Azzuri Virenze - Christian Vieri sudah membuktikan kalau dirinya masih punya taji dengan berkostum Fiorentina. Maka kini tim nasional Italia pun jadi bidikan berikutnya. Memperkuat Fiorentina, Vieri sampai saat ini sudah mampu mengemas tiga gol di Seri A dan satu gol di Piala UEFA. Satu golnya di Seri A, Kamis (1/11/2007) dinihari WIB, bahkan menjadi penentu kemengan ketika La Viola menundukkan Napoli 1-0. Atas performanya belakangan, Vieri yang sudah 49 kali tampil untuk Azzuri bertekad kembali mengenakan kostum biru kebanggaan Italia. "Tujuan saya adalah kembali membela timnas, meski saat ini saya akan berkonsentrasi dulu untuk menjaga performa," tegas Vieri dikutip Channel 4, Jumat (2/11/2007). Menurut pemain yang akrab disapa Bobo itu dirinya masih bisa unjuk gigi bersama timnas Italia, sama seperti saat membela Fiorentina musim ini. "Ketika pertama datang ke sini (Fiorentina) orang bilang saya ke sini untuk bersantai atau untuk uang, tapi kini saya sudah kembali ke kondisi top." Musim ini Fiorentina belum terkalahkan dalam semua kompetisi yang diikutinya dan bertengger di posisi empat klasemen sementara Seri A. Di ajang Liga Italia, Vieri ada di posisi kedua topskor klubnya, berselisih tiga gol dari Adrian Mutu. (krs/key)
  • Commanding yet isolated, Suharto fades away

    Commanding yet isolated, Suharto fades away
    By Seth Mydans
    Published: October 31, 2007

    JAKARTA: Nearly 10 years after the tumult of his ouster, the old dictator spends his days alone in his sitting room, one friend says, inviting few visitors, making no public statements, eating carefully to avoid hurting his stomach.

    As he did during his 32 years as Indonesia's president, Suharto, 86, often offers an enigmatic smile when asked a pointed question, the friend says, but now it is sometimes a smile of bafflement as his mind slips away.

    These are the impressions of Retnowati Abdulgani-Knapp, the author of a recent sympathetic biography who continues to visit Suharto in the modest home to which he retreated in May 1998 and has rarely left since.

    The crowds chanting, "Hang Suharto!" have long since disappeared, the nation has hurried ahead without him, and fewer people really care what happens to the man who once towered over them.

    It is a strange, muted fate for a deposed strongman, neither fleeing nor being vigorously pursued, a quiet, defeated presence in a quiet neighborhood in the middle of the bustling city.

    "To me, it's self-punishment because he's doing that of his own will," said Abdulgani-Knapp, though it was not clear what might be causing him remorse.

    "Why does he stay in that house all the time?" she asked. "He just wants to be alone to punish himself to prepare himself for the next life, I really believe so."

    But there is still the question of money.

    In September the United Nations and the World Bank put Suharto at the top of a new list of the world's most audacious embezzlers. They quoted an estimate by Transparency International that he stole $15 billion to $35 billion in state assets while in power.

    Whatever the actual sum, in a decade of legal fits and starts Indonesia has recovered none of it. In fact, bombarded by doctors' notes saying he is too sick to attend hearings, the courts seem almost relieved not to have to push too hard.

    A criminal case against him was dropped in 2000, after doctors reported that his mind had been weakened by a series of strokes. (Commentators note that he becomes well again when there is a family wedding or birthday party to attend.)

    Now he is facing a civil suit that charges him with embezzling $1.5 billion from a charitable foundation he created. That case is stumbling forward, but, to nobody's real surprise, crucial financial documents have disappeared from the attorney general's office and cannot be found, according to local news reports.

    In what might seem an unexpected twist, the only legal victory so far involving Suharto's wealth went his way. In September he was awarded one trillion rupiah, or $109 million, in a libel suit against Time Asia magazine for a 1999 article that said he and his family had amassed a fortune of around $15 billion. The magazine is appealing the verdict.

    The government's half-hearted pursuit of Suharto says a good deal about the aura he has maintained even as his political and financial power has disappeared.

    Many of those who hold that power today were once beholden to him, the patron without whose blessing it was impossible to rise high in politics, business, the military or public life.

    "Of course, he did a lot of great things for Indonesia and most of the people who are now in power basically grew up under him," said Dewi Fortuna Anwar, a political scientist. "There is still personally enormous respect toward Suharto, at least among the establishment, and still a strong resistance to see him hauled in front of a court."

    Given that lingering stature, the weekly magazine Tempo said the attempts to put him on trial were "like a dog barking at an elephant."

    Powerful figures still pay their respects at his residence on his birthday and at the end of the holy month of Ramadan - some perhaps out of curiosity, but others out of deference.

    President Susilo Bambang Yudhoyono, who was a rising general in Suharto's military-dominated government, still refers to him as "my senior" and visited him in the hospital in 2005 when he had severe gastrointestinal bleeding.

    Many of those who grew wealthy through their connections with him remain among the country's richest people. These include his six children, who still control major enterprises that were counted as part of the Suharto wealth.

    One son, Hutomo Mandala Putra, known as Tommy, 44, has been convicted of a crime - arranging the murder of a judge who had ruled against him in a corruption case. What is notable about the 15-year sentence he received was that he served just one-third of it and was set free last year

    uharto himself, on the other hand, seems to have placed himself under a sort of voluntary house arrest, said Abdulgani-Knapp, whose book is titled "Soeharto: The Life and Legacy of Indonesia's Second President."

    "Can you imagine, it's like an internal prison," she said. "That's what he does the whole day. He just stays in one room, behind the room where he dines. He never eats with anybody except on Saturday, when I understand a few of his children visit him."

    They watch his diet carefully, she said, "but sometimes, when he wants to eat something good, they let him."

    If indeed Suharto is punishing himself, he has never voiced public remorse for the deeds that have darkened his legacy - the corruption, the repressive militarized rule or the deaths of at least half a million people in a mass bloodletting when he took power in 1965.

    His regret, as Abdulgani-Knapp describes it, is that he misread the public mood and overstayed his welcome in office.

    His surprise resignation followed an economic collapse, then huge riots in which hundreds of people were killed, then a student uprising, and finally rejection by the military and his own cabinet.

    "I used to tell him, 'Bapak, you should have followed your instinct and stepped down earlier,' " she said, using an Indonesian term of respect. "And he smiled and said, 'You are right.' This is something he regretted."

    Moto Q9h, 'Mainan' Baru Prosumer di Rumah

    Jakarta - Motorola memperkenalkan smartphone terbarunya, Moto Q9h. Produk ini ditujukan bagi para prosumer yang selalu dekat dengan kehidupan online.

    Yanty Agus, Marketing Manager Mobile Devices Motorola South Asia mengatakan, prosumer merupakan kalangan konsumen yang sudah ahli dalam menggunakan suatu perangkat mobile. Biasanya, orang yang sudah masuk kategori ini selalu terkoneksi dengan kehidupan virtual dimanapun ia berada, termasuk di rumah.

    "Jadi berbeda dengan konsumen yang menggunakan ponsel sebagai alat untuk telepon dan sms saja," ujarnya, kepada beberapa wartwawan di sela-sela peluncuran Moto Q9h di Hotel Shangrila jakarta, Kamis (1/11/2007).

    Dengan kehadiran produk ini, lanjut Yanty, Motorola coba untuk 'menggoda' pengguna komputer yang aktif online di rumah untuk berpindah menggunakan smartphone. Pasalnya, fitur-fitur yang dihadirkan di Moto Q9h diklaim dapat membawa kehidupan virtual dalam saku penggunanya.

    Gandeng Windows Mobile 6

    Berbeda dari pendahulunya, produk ini sudah dilengkapi dengan platform Windows Mobile 6. Dengan perangkat ikonik ini pengguna dapat melakukan push e-mail, browsing, download, streaming video serta casting.

    Untuk men-download sebuah lagu diklaim hanya membutuhkan waktu enam detik tanpa menggunakan komputer sama sekali.

    Smartphone ini memiliki berat 125 gram, berdimensi 67 x 118 x 11,8 mm serta dilengkapi kamera 2 Megapixel. Soal harga, Motorola membanderol Moto Q9h di kisaran Rp 3,9 juta - Rp 4 juta, dan baru akan hadir di pasar Indonesia dalm dua minggu mendatang.

  • Masyarakat Ibukota Diminta Biasakan Diri dengan Banjir

    cukepp
    Masyarakat Ibukota Diminta Biasakan Diri dengan Banjir

    Jakarta (ANTARA News) - Masyarakat DKI Jakarta diminta membiasakan diri hidup berdampingan dengan banjir mengingat sebagian besar wilayah ibukota berada di dataran banjir.

    "Membiasakan diri seperti merancang hunian dengan sistem panggung," kata Dirjen Sumber Daya Air, Iwan Nusyirwan, di Jakarta, Kamis, menghadapi musim penghujan yang jatuh November 2007.

    Bahkan dia memperkirakan hujan tahun ini lebih besar dibandingkan dengan tahun 2002 lalu sehingga masyarakat mulai mengantisipasi dengan membersihkan saluran pembuangan (drainase).

    Menurut Iwan, selain daerahnya rendah, Jakarta juga dikelilingi oleh 13 sungai dan kali dari wilayah lain yang menyerbu kota Jakarta, antara lain Kali Cakung, Jati Keramat, Buaran, Sunter, Cipinang, Baru Timur, Ciliwung, Baru Barat, Krukut, Grogol, Pesanggrahan, Angke dan Mookervart.

    Ditambah lagi dengan terjepitnya alur sungai/kali tersebut oleh pemukiman penduduk dipinggiran kali. "Saat ini, kondisi sungai dan drainase sudah dipenuhi sampah, sehingga menyebabkan tersumbatnya aliran sungai yang kemudian meluap ke kanan-kiri sungai," kata Iwan.

    Iwan mengungkapkan, untuk wilayah DKI Jakarta ada 78 titik yang rawan banjir, terutama didaerah daerah yang padat penduduk seperti di Penjaringnan, Pluit, Duren Sawir, Pulogadung, Kelapa Gading, Sawah Besar, Koja, Cakung, Pancoran, Jatinegara dan Cilincing.

    Untuk menghadapi banjir ini, kata Iwan, selain penanganannya dengan struktural, seperti membuat tanggul sungai dan pembuatan banjir kanal, juga perlu ada penanganan non struktural seperti strategi komunikasi, melibatkan peran masyarakat dalam menghadapi banjir juga memetakan kejadian banjir.

    Dengan adanya upaya non struktural ini, komunikasi antar-instansi dengan masyarakat bisa terjalin kuat, sehingga penanganan lebih cepat dilakukan dengan lebih akurat. Seperti himbauan masyarakat agar tidak membuang sampah ke drainase atupun ke kali dan sungai.(*)

    62 Persen Penduduk Aceh Timur Miskin

    Langsa, (Analisa)

    Sebanyak 62 persen penduduk Aceh Timur masih berada dalam katagori di bawah garis kemiskinan.

    Hal ini tentunya merupakan sebuah tantangan berat bagi semua pihak, pemerintah dan bangsa ini untuk melakukan pembinaan bagi upaya peningkatan taraf pereokonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Demikian ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Aceh Timur, Saifuddin SE, MM saat membuka kegiatan penilaian lomba desa/kecamatan Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS), Bina keluarga Balita (BKB), Gerakan Sayang Ibu (GSI) dan Tenaga Kerja Wanita (Nakerwan) yang dilakukan tim penilai provinsi dari Biro Pemberdayaan Perempuan Provinsi NAD, Rabu (31/10) di Pendopo Meuligo setempat.

    Dengan turunnya tim penilai ini ke desa-desa yang menjadi obyek penilaian sebagai desa binaan Pemkab Aceh Timur, diharapkan akan mampu memotivasi warganya untuk mampu hidup lebih baik lagi dalam berbagai sektor serta berkarya nyata dalam pembangunan di segala bidang.

    “Tanpa peran aktif kita semua, mustahil kemiskinan dan kebodohan dapat kita kikis dari muka bumi ini,” ujar Sekda seraya berharap tim juga melakukan penilaian yang obyektif dalam ivent ini sehingga nanti ada desa di Aceh Timur masuk ke tingkat provinsi maupun nasional.

    Sebelumnya Asnawi SE, dari Biro Pemberdayaan Perempuan Provinsi NAD dalam sambutannya menyatakan penilaian ini dilakukan sehari penuh dengan meninjau langsung tiga desa binaan Pemkab Aceh Timur.

    Yakni untuk program P2WKSS Desa Blang Mideun Kecamatan Julok, BKB Desa Tanjung Kapai Idi Rayeuk, GSI Desa Alue Itam Indra Makmue dan Nakerwan Desa Kebun Alur Buluh PT Aeco Birem Bayeun.

    Dalam penilaian serta peninjauan ke lapangan tersebut, tim juga menyerahkan bantuan berupa 90 paket pakaian/kain, jilbab kepada desa binaan atau masing-masing desa memperoleh 30 paket. (ed)

    E-Infidelity
    Bassma Al-Seyoufi, Al-Eqtisadiah —

    He married his cousin after two years of a fairy-tale love. She was a conservative woman who would not commit to any relationship during her teen years. But she wasn’t the first woman he had known and definitely, she won’t be the last. He married his cousin and she dedicated herself entirely to being a housewife. He was the type who got bored very quickly. He moved from one job to another until he finally settled down. His wife showered him and their first baby with all her love and devotion. She thought that their son would fill their lives and make his father more settled and more creative in his job and so improve his financial condition.

    One night, she advised him to buy a computer so he could finish his work when he was home. He bought one and every day he spent long hours searching the Internet for “information.” Gradually, he mastered online tricks and chatroom behavior. His wife was only glad that he was at home with her and his son. She cared about her household, friends and fashion catalogs. She never questioned him or bothered him.

    He returned home one night and hurried to his computer, ordering his wife to prepare dinner. When she walked into his office to call him for dinner, she noticed that he was confused and took a glimpse at one of the Instant Messaging (IM) windows on his screen but she didn’t see anything. When she asked him, he said that he was chatting to one of his friends and that he would continue later on.

    Her husband’s confusion resulted in her using his password — that she already knew — to get his e-mails. She found one name repeated over and over in his inbox. It was a woman’s name and she was sending him literary subjects and poems while he discussed his opinions of her and what she was sending. His wife didn’t find anything immoral or out of line between them, but the entire situation bothered her and she ended up blaming her husband.

    He was a “gentleman” so he explained and apologized. He told her that it was a mistake and that his relationship with the woman was shallow and innocent. How many are called “innocent” in this time of twisted morals and defamed ethics? Is there really anything called innocent friendship between a man and a woman? Physical infidelity shakes a woman because the husband is cheating on her but what if the infidelity is electronic — whenever he turns his computer on?

    Marriages are being destroyed because of these Internet chatrooms. Irresponsibility and carelessness are catastrophes that can destroy a family’s close-knit ways and strong bonds. How many people have been hurt and felt cheated because of online fraud at a time when computers are said to be necessary for everything? E-infidelity through chatrooms and instant messaging programs are of great significance because they are practiced by both men and women. Unfortunately, there is no monitoring system that can tell people how to behave or what to do.

    The key to solving this problem between married couples is to maintain soft communication and sincere feelings between them so that neither one ends up hitting the keyboard in a search of love and attention.

    Solemn Warning

    Muhammad Diyab, Asharq Al-Awsat

    The Saudi General Security’s statistics for the year 2006 revealed that 88,609 crimes had occurred. The distribution is as follows: 39,608 thefts, 15,492 murders, 11,680 morality crimes and 2,145 crimes of fraud. If crime rates in general dropped in 2006 compared to 2005, there was an increase in some of the offenses over 2005. Murders increased in 2006 recording 1,452 cases, fraud cases increased with 300 crimes and morality crimes increased with 945 cases.

    The general drop in the number of crimes highlights the good efforts officials are making socially and concerning security issues. On the other hand, the increase in the number of certain offenses requires deep analysis in order to understand the reasons. Murders reaching 15,492 cases in the year 2006 with an increase of 1,452 cases over 2005 need much reflection and deep thinking. This huge number of crimes in one year is a solemn warning to society.

    We have to seek the help of thousands of specialists in the fields of psychology, sociology and education to pin down the reasons causing so many crimes. We need to harmonize people’s thoughts and intellectual efforts and eliminate some of the aggravating methods used with children and adults that breed hatred and violence in them. We also need to put an end to the idea of sympathizing with criminals. We have to stop paying millions of riyals to save them from the death penalty. Murders should not be underestimated.

    It is really unfortunate that fraud is so widespread in society. Such crimes rely mainly on earning people’s trust in different types of situations. The increase of fraud has replaced trust with doubts and having bad intentions instead of good ones.

    It is truly unacceptable to blame all of society’s wrongdoings on the security forces. Social security is the responsibility of the family first and foremost. If every individual does his job properly in contributing to the community’s welfare, we would not have had 15,492 murderers, 39,608 thieves and 2,145 fraudsters — always keeping in mind that these statistics include a number of expatriates as well.

    Alat Terbatas, Speedy Telkom Tak Berani Ekspansif

    Jakarta - Telkom mematok target tinggi dalam penjualan akses layanan internet pita lebar Speedy. Namun keterbatasan alat membuat BUMN telekomunikasi itu tak berani bersikap ekspansif.

    Sejatinya, Speedy ditargetkan Telkom Divre II mampu meraih 120 ribu pelanggan di Jabodetabek hingga akhir 2007.

    Hingga kuartal ketiga tahun ini, Executive General Manager Telkom Divre II Adeng Achmad, mengungkapkan pelanggan Speedy di wilayah layanan Divre II yang berasal dari kalangan rumahan dan perusahaan kecil menengah telah mencapai 100 ribu.

    Namun, meski Telkom tinggal mengejar dua puluh ribu pelanggan lagi hingga akhir tahun, kata Adeng, keterbatasan infrastruktur untuk memasarkan Speedy bisa menjadi kendala.

    "Terus terang permintaan untuk memasang layanan Speedy itu tinggi. Terbukti dari pertumbuhan penjualan kita yang mencapai 11 ribu satuan sambungan layanan per bulan. Tetapi kalau alat terbatas, tentu kita tidak berani ekspansif," ujarnya pada wartawan.

    Nah, guna mengatasi hal tersebut, Adeng mengatakan pihaknya telah memesan alat baru yang akan didatangkan sebanyak 30 ribu unit pada November ini.

    "Hingga Januari 2008 akan datang lagi 170 ribu unit alat baru. Tentunya ini akan meningkatkan kapasitas kita untuk melayani pelanggan. Target kita hingga akhir 2008 akan ada 600 ribu alat baru yang terpasang," jelasnya. ( rou / rou )

  • title-3233125

    cukepp
    Masyarakat Ibukota Diminta Biasakan Diri dengan Banjir

    Jakarta (ANTARA News) - Masyarakat DKI Jakarta diminta membiasakan diri hidup berdampingan dengan banjir mengingat sebagian besar wilayah ibukota berada di dataran banjir.

    "Membiasakan diri seperti merancang hunian dengan sistem panggung," kata Dirjen Sumber Daya Air, Iwan Nusyirwan, di Jakarta, Kamis, menghadapi musim penghujan yang jatuh November 2007.

    Bahkan dia memperkirakan hujan tahun ini lebih besar dibandingkan dengan tahun 2002 lalu sehingga masyarakat mulai mengantisipasi dengan membersihkan saluran pembuangan (drainase).

    Menurut Iwan, selain daerahnya rendah, Jakarta juga dikelilingi oleh 13 sungai dan kali dari wilayah lain yang menyerbu kota Jakarta, antara lain Kali Cakung, Jati Keramat, Buaran, Sunter, Cipinang, Baru Timur, Ciliwung, Baru Barat, Krukut, Grogol, Pesanggrahan, Angke dan Mookervart.

    Ditambah lagi dengan terjepitnya alur sungai/kali tersebut oleh pemukiman penduduk dipinggiran kali. "Saat ini, kondisi sungai dan drainase sudah dipenuhi sampah, sehingga menyebabkan tersumbatnya aliran sungai yang kemudian meluap ke kanan-kiri sungai," kata Iwan.

    Iwan mengungkapkan, untuk wilayah DKI Jakarta ada 78 titik yang rawan banjir, terutama didaerah daerah yang padat penduduk seperti di Penjaringnan, Pluit, Duren Sawir, Pulogadung, Kelapa Gading, Sawah Besar, Koja, Cakung, Pancoran, Jatinegara dan Cilincing.

    Untuk menghadapi banjir ini, kata Iwan, selain penanganannya dengan struktural, seperti membuat tanggul sungai dan pembuatan banjir kanal, juga perlu ada penanganan non struktural seperti strategi komunikasi, melibatkan peran masyarakat dalam menghadapi banjir juga memetakan kejadian banjir.

    Dengan adanya upaya non struktural ini, komunikasi antar-instansi dengan masyarakat bisa terjalin kuat, sehingga penanganan lebih cepat dilakukan dengan lebih akurat. Seperti himbauan masyarakat agar tidak membuang sampah ke drainase atupun ke kali dan sungai.(*)

    62 Persen Penduduk Aceh Timur Miskin

    Langsa, (Analisa)

    Sebanyak 62 persen penduduk Aceh Timur masih berada dalam katagori di bawah garis kemiskinan.

    Hal ini tentunya merupakan sebuah tantangan berat bagi semua pihak, pemerintah dan bangsa ini untuk melakukan pembinaan bagi upaya peningkatan taraf pereokonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Demikian ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Aceh Timur, Saifuddin SE, MM saat membuka kegiatan penilaian lomba desa/kecamatan Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS), Bina keluarga Balita (BKB), Gerakan Sayang Ibu (GSI) dan Tenaga Kerja Wanita (Nakerwan) yang dilakukan tim penilai provinsi dari Biro Pemberdayaan Perempuan Provinsi NAD, Rabu (31/10) di Pendopo Meuligo setempat.

    Dengan turunnya tim penilai ini ke desa-desa yang menjadi obyek penilaian sebagai desa binaan Pemkab Aceh Timur, diharapkan akan mampu memotivasi warganya untuk mampu hidup lebih baik lagi dalam berbagai sektor serta berkarya nyata dalam pembangunan di segala bidang.

    ?Tanpa peran aktif kita semua, mustahil kemiskinan dan kebodohan dapat kita kikis dari muka bumi ini,? ujar Sekda seraya berharap tim juga melakukan penilaian yang obyektif dalam ivent ini sehingga nanti ada desa di Aceh Timur masuk ke tingkat provinsi maupun nasional.

    Sebelumnya Asnawi SE, dari Biro Pemberdayaan Perempuan Provinsi NAD dalam sambutannya menyatakan penilaian ini dilakukan sehari penuh dengan meninjau langsung tiga desa binaan Pemkab Aceh Timur.

    Yakni untuk program P2WKSS Desa Blang Mideun Kecamatan Julok, BKB Desa Tanjung Kapai Idi Rayeuk, GSI Desa Alue Itam Indra Makmue dan Nakerwan Desa Kebun Alur Buluh PT Aeco Birem Bayeun.

    Dalam penilaian serta peninjauan ke lapangan tersebut, tim juga menyerahkan bantuan berupa 90 paket pakaian/kain, jilbab kepada desa binaan atau masing-masing desa memperoleh 30 paket. (ed)

    E-Infidelity
    Bassma Al-Seyoufi, Al-Eqtisadiah ?

    He married his cousin after two years of a fairy-tale love. She was a conservative woman who would not commit to any relationship during her teen years. But she wasn?t the first woman he had known and definitely, she won?t be the last. He married his cousin and she dedicated herself entirely to being a housewife. He was the type who got bored very quickly. He moved from one job to another until he finally settled down. His wife showered him and their first baby with all her love and devotion. She thought that their son would fill their lives and make his father more settled and more creative in his job and so improve his financial condition.

    One night, she advised him to buy a computer so he could finish his work when he was home. He bought one and every day he spent long hours searching the Internet for ?information.? Gradually, he mastered online tricks and chatroom behavior. His wife was only glad that he was at home with her and his son. She cared about her household, friends and fashion catalogs. She never questioned him or bothered him.

    He returned home one night and hurried to his computer, ordering his wife to prepare dinner. When she walked into his office to call him for dinner, she noticed that he was confused and took a glimpse at one of the Instant Messaging (IM) windows on his screen but she didn?t see anything. When she asked him, he said that he was chatting to one of his friends and that he would continue later on.

    Her husband?s confusion resulted in her using his password ? that she already knew ? to get his e-mails. She found one name repeated over and over in his inbox. It was a woman?s name and she was sending him literary subjects and poems while he discussed his opinions of her and what she was sending. His wife didn?t find anything immoral or out of line between them, but the entire situation bothered her and she ended up blaming her husband.

    He was a ?gentleman? so he explained and apologized. He told her that it was a mistake and that his relationship with the woman was shallow and innocent. How many are called ?innocent? in this time of twisted morals and defamed ethics? Is there really anything called innocent friendship between a man and a woman? Physical infidelity shakes a woman because the husband is cheating on her but what if the infidelity is electronic ? whenever he turns his computer on?

    Marriages are being destroyed because of these Internet chatrooms. Irresponsibility and carelessness are catastrophes that can destroy a family?s close-knit ways and strong bonds. How many people have been hurt and felt cheated because of online fraud at a time when computers are said to be necessary for everything? E-infidelity through chatrooms and instant messaging programs are of great significance because they are practiced by both men and women. Unfortunately, there is no monitoring system that can tell people how to behave or what to do.

    The key to solving this problem between married couples is to maintain soft communication and sincere feelings between them so that neither one ends up hitting the keyboard in a search of love and attention.

    Solemn Warning

    Muhammad Diyab, Asharq Al-Awsat

    The Saudi General Security?s statistics for the year 2006 revealed that 88,609 crimes had occurred. The distribution is as follows: 39,608 thefts, 15,492 murders, 11,680 morality crimes and 2,145 crimes of fraud. If crime rates in general dropped in 2006 compared to 2005, there was an increase in some of the offenses over 2005. Murders increased in 2006 recording 1,452 cases, fraud cases increased with 300 crimes and morality crimes increased with 945 cases.

    The general drop in the number of crimes highlights the good efforts officials are making socially and concerning security issues. On the other hand, the increase in the number of certain offenses requires deep analysis in order to understand the reasons. Murders reaching 15,492 cases in the year 2006 with an increase of 1,452 cases over 2005 need much reflection an

  • Ke mana arah ekonomi Indonesia?

    Wah-cantik
    Ke mana arah ekonomi Indonesia?

    oleh : Rofikoh Rokhim

    Lonjakan harga minyak mentah dunia melampaui US$90 per barel dan meluasnya dampak krisis subprime mortgage di Amerika Serikat telah memicu kekhawatiran terhadap pelambatan ekonomi global. Ekonomi Indonesia pun dinilai akan terkena imbas pelambatan itu.

    Sejak 1980-an, AS menerapkan kebijakan defisit, di mana impor melebihi ekspor, yang dibiayai dengan mencetak dolar, meski memiliki keterbatasan berupa dampak moneter dan inflasi.

    Di sisi lain, negara yang menerapkan surplus, a.l. China, Jepang, dan sejumlah negara Arab, menyimpan sebagian dolar (greenback) dan melakukan investasi di negara lain. Investasi itu terutama dengan instrumen surat berharga di pasar finansial AS, seperti treasury bond dan mortgage backed securities dalam berbagai deferensiasi.

    Biasanya, prime mortgage berisiko rendah, subprime mortgage memiliki risiko tinggi, dan collateral debt obligations yang berisiko sangat tinggi, karena dijamin oleh subprime mortgage. Negara-negara Eropa juga tidak ketinggalan berinvestasi di instrumen surat berharga itu.

    Laju inflasi China, sebagai katalis dan motor penggerak ekonomi dunia, kini mencapai 6,5%. Ini karena harga barang naik seiring dengan pola konsumsi serta aliran deras dana asing langsung ke berbagai industri.

    Akibatnya, harga minyak yang tinggi semakin memengaruhi harga produk China. Dengan demikian, peran negeri itu sebagai katalis dan penyeimbang ekonomi dunia bisa berkurang.

    Namun, ekonomi China tetap melaju. Pertumbuhan ekonomi negara ini mencapai 11,1%, lebih tinggi daripada proyeksi sebesar 10,4%.

    Maka muncul kekhawatiran ekonomi China memanas dan mengalami kelebihan likuditas. Pasar modal bullish dan otoritas pun membolehkan bank komersial membeli saham di pasar modal luar negeri.

    Optimis vs pesimis

    Pemerintah dan sejumlah kalangan yang optimistis menyatakan sudah memiliki sejumlah jurus antisipasi untuk meredam kemungkinan krisis global, sehingga mereka tetap yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sesuai target.

    Alasannya, pertama, ekonomi Indonesia didukung oleh ekspor barang mentah yang harganya beriringan dengan kenaikan harga minyak dunia. Tujuan ekspor adalah negara nontradisional seperti Timur Tengah-yang lagi-lagi diuntungkan oleh kenaikan harga minyak-dan negara di Asia yang kondisi ekonominya stabil, seperti China, Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan.

    Melalui sejumlah penghitungan uji kausalitas, peningkatan ekspor dan konsumsi akan diiringi dengan peningkatan investasi.

    Kedua, konsumsi minyak diproyeksikan stabil dan mungkin terkonversi ke gas dan bioenergi. Jika ini terjadi, kenaikan harga minyak dunia akan menambah cadangan devisa.

    Ketiga, investasi asing mulai menggeliat masuk, seiring dengan pembenahan birokrasi, konsumsi yang meningkat, dan laju inflasi terkelola.

    Keempat, investasi akan dialihkan ke negara yang memberi keuntungan, termasuk Indonesia, akibat memburuknya pasar finansial AS. ABN Amro bahkan yakin pasar Asia menuju kedewasaan dan terbuka, sehingga mendorong bank investasi dari AS masuk.

    Kelima, melemahnya dolar AS akan menurunkan harga impor, terutama impor barang modal untuk industri dan infrastruktur.

    Sebaliknya, kelompok pesimistis mengingatkan agar pemerintah tidak meninabobokan masyarakat. Meski tahun ini diperkirakan aman, mereka percaya pada 2008 ekonomi menghadapi risiko berat.

    Pandangan ini didasarkan: pertama, ekspor masih bertumpu pada barang bernilai tambah rendah dan kurang kompetitif.

    Kedua, kenaikan harga minyak akan menekan anggaran, karena pola konsumsi bahan bakar terus meningkat. Hal ini a.l. akibat kemudahan kredit kepemilikan kendaraan.

    Ketiga, kenaikan harga minyak akan meningkatkan biaya produksi, sehingga harganya semakin tidak kompetitif.

    Keempat, infrastruktur yang buruk akan membengkakkan biaya ekspor dan distribusi. Akibatnya, realisasi investasi langsung belum bisa diharapkan, apalagi kondisi politik menjelang pemilu tidak pasti.

    Keenam, peralihan investasi portofolio ke Indonesia akan menuntut suku bunga tinggi, sehingga biaya dana pemerintah makin mahal. Bank Indonesia di persimpangan jalan dalam penentuan suku bunga, mengingat sejumlah negara mulai menaikkan suku bunga.

    Sebaliknya, Indonesia masih mengalami ekses likuiditas yang justru membutuhkan suku bunga rendah.

    Ketujuh, budaya konsumtif kian menjadi-jadi. Penggunaan kartu kredit dan kredit tanpa agunan lebih banyak untuk konsumsi.

    Masyarakat juga mengambil kredit properti dengan murah dan mudah, karena harga properti akan naik, dan bank merasa aman dengan adanya jaminan rumah itu sendiri.

    Meski BI sudah memiliki sistem informasi debitor, sebenarnya belum tentu nasabah kredit properti tidak memiliki kewajiban dalam bentuk lain.

    Ekspektasi rasional

    Ada pandangan rasional yang diharapkan menjadi kenyataan. Minimal dua indikator yang dapat dilihat, yaitu perkembangan permintaan dan penawaran sektor industri manufaktur serta pasar finansial dan pasar modal.

    Pertama, hingga akhir kuartal II/2007, perekonomian nasional masih ekspansif, a.l. ditopang oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Juga permintaan dan penerimaan ekspor, terutama dari produk pertanian dan pertambangan, melonjak diiringi oleh realisasi investasi asing langsung dan beberapa investasi lokal ke sektor nonbangunan, seperti mesin dan perlengkapannya.

    Pertumbuhan kredit modal kerja dan investasi tetap terjaga dan kegiatan impor lebih kepada barang modal.

    Namun, ekspansi ekonomi hingga kuartal II/2007 merupakan respons penawaran terhadap permintaan yang direalisasikan lewat peningkatan kapasitas terpasang di sektor manufaktur. Ini menunjukkan ada geliat ekonomi, mengingat sebelumnya masih bertumpu pada persediaan.

    Menggunakan data perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta, tingkat persediaan industri berkurang dan mulai menambah kapasitas terpasang.

    Jika permintaan terus meningkat, ada penambahan kapasitas melalui ekspansi. Pada 2002, persediaan sangat rendah, bahkan negatif pada 2003, dan mulai ada produksi karena penjualan meningkat pada kuartal II/2004.

    Penjualan dan persediaan terus meningkat beriringan hingga kuartal III/2005. Setelah itu, persediaan meningkat akibat daya beli yang lemah.

    Namun, sejak kuartal terakhir 2006, daya beli kembali melonjak, sehingga persediaan terserap. Maka setelah ekspansi perusahaan meningkat untuk merespons daya beli ataupun menambah persediaan, perlu dukungan kebijakan pemerintah serta kemudahan kredit.

    Kedua, krisis finansial di AS akan mengalihkan portofolio ke Asia, dan Indonesia masih menjanjikan keuntungan, terutama pada surat utang pemerintah, obligasi korporasi, dan pasar saham.

    Apalagi ada kemungkinan tumpahan likuiditas dari China. Peluang ini tidak selayaknya disia-siakan.

    Memang ada kekhawatiran dana agresif (hedge fund) masuk ke BEJ, yang dapat menimbulkan kerentanan, karena bisa pergi dengan mudah. Ini selayaknya diantisipasi lewat sejumlah kebijakan baru.

    Otoritas dan pelaku bursa tampaknya berbenah guna menggeliatkan pasar melalui sejumlah emisi saham baru. Juga terdapat instrumen investasi baru, seperti exchange traded fund, secondary mortgage fund, real estate investment fund, dan efek beragun aset yang membuat investor asing tinggal lebih lama di Indonesia.

    Hal itu menambah keyakinan terhadap prospek ekonomi ke depan. Kita tunggu iklim positif yang mendorong pemerintah mengelola pasar secara inovatif, bersih, dan berwibawa. (rofikoh.rokhim@ bisnis.co. id)

    bisnis.com

    Biznet Perkuat Rute Internet Internasional

    Jakarta - Penyedia jaringan layanan internet, Biznet, memperkuat rute langsung sambungan internet internasional-nya dengan membangun lagi stasiun relay Point of Presence (PoP) di benua Eropa dan Amerika Serikat (AS).

    Presiden Direktur Biznet Networks Adi Kusma mengatakan, kedua PoP baru yang berlokasi di London (Eropa) dan Sillicon Valley (AS) tersebut melengkapi PoP internasional yang telah dioperasikan sebelumnya, yaitu di Tokyo (Jepang), Hong Kong (China) dan Singapura.

    "Dengan penambahan rute ini, pengguna Biznet dapat mengakses langsung atau direct peering ke London Internet Exchange (LINX) dan Palo Alto Internet Exchange (PAIX) di AS tanpa melewati provider Tier-1," jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (1/11/2007).

    Menurut Adi, kedua Internet Exchange baru itu merupakan rute terminal internet yang paling unggul di benuanya masing-masing dengan konten data yang tentunya lebih besar. Dengan adanya rute langsung ini, lanjutnya, performa dan akses ke konten di Eropa dan AS akan menjadi jauh lebih cepat.

    "Pelanggan Multi National Corporation Biznet yang berbasis di Eropa dan Amerika dapat langsung merasakan perbedaan kecepatannya," klaim dia. "Browsing internet yang berasal dari negara Eropa dan AS, misalnya dapat diakses dengan kualitas jaringan yang digunakan kedua negara tersebut," ujarnya lagi.

    Pengguna Biznet, kata Adi, tidak dikenakan biaya dengan penambahan rute itu. "Pengoperasiaan ini menjadi salah satu kelebihan fasilitas Biznet. Keuntungan bagi customer adalah kecepatan dan routing yang terbaik dan jarak tempuh lebih pendek dibandingkan dengan provider yang tidak memiliki POP tersebut."

    "Kedepannya, sejalan dengan pertumbuhan kebutuhan bandwith internet di Indonesia yang terhubung dengan jaringan internet global, Biznet konsisten untuk terus mengembangkan POP internasional dengan jumlah carrier dan koneksi yang lebih baik serta standard keamanan fasilitas yang sangat ketat," Adi menandaskan. ( rou / rou )

    Google Segera Ungkap Fakta GPhone

    Jakarta - Desas-desus perihal Google akan meluncurkan ponsel, yang dijuluki GPhone, semakin santer terdengar. Pihak Google tengah mengambil ancang-ancang untuk mengumumkan kebenaran rumor tersebut. Dikabarkan dalam tempo dua minggu ke depan, Google akan menjawab rasa penasaran banyak orang ini.

    Ambisi utama Google adalah membuat aplikasi dan layanan akses ponsel, layaknya yang dapat diperoleh di internet. Google ingin memudahkan pelanggan ponsel dalam mendapatkan beraneka macam layanan ekstra dalam ponsel mereka, misalnya Google map, fitur jaringan sosial, email, video sharing, dan sebagainya.

    Untuk mewujudkan ambisinya ini, Google berupaya menggandeng beberapa penyedia layanan nirkabel di Amerika Serikat, seperti Verizon, Sprint, T-Mobile, dan Vodafone.

    Upaya Google menggandeng para operator bukan tanpa sejarah. Di satu sisi Google pernah bekerjasama dengan sebuah operator, di sisi lain Google juga pernah bersaing dengan penyedia layanan nirkabel ini.

    Sebagai contoh, Google menjadi partner Sprint dalam penggelaran jaringan Wimax. Namun di sisi lain, Google bersaing dengan Verizon dalam lelang spektrum nirkabel 700 Mhz. Satu-satunya penyedia layanan nirkabel yang tidak disebut menjadi target kerjasama Google adalah AT&T, operator yang digandeng Apple untuk mengusung iPhone.

    Gebrakan baru yang ingin dibuat Google nantinya adalah Google akan membuat konsep 'open' bagi ponselnya. Yakni, Google akan membebaskan orang untuk menggunakan software baru dan layanan baru untuk menambahkan fitur. Ini agak berkebalikan dengan mazhab yang dianut Apple, yaitu mengunci pengguna pada layanan AT&T.

    Dengan konsep 'open' ini, pengembang piranti lunak independen dapat memperoleh akses ke piranti yang mereka butuhkan untuk mengembangkan fitur-fitur tambahan, demikian dikutip detikINET dari Techconsumer, Kamis (1/11/2007).

    Namun, ada ancaman yang mengintai di balik keuntungan yang didapatkan dari konsep 'open' ini. Termasuk, misalnya, kemungkinan adanya penyalahgunaan seperti spam dan phising yang marak terjadi di internet. ( wsh / wsh )

  • Kunci sukses sejati Pribadi dan Organisasi

    cantik-0v7cz
    INTEGRITAS BERBASIS KETUHANAN
    Kunci sukses sejati Pribadi dan Organisasi

    Nilai seseorang atau masyarakat ditentukan oleh integritasnya. Semakin tinggi integritas yang dimiliki akan semakin tinggi pula martabatnya di depan orang lain. Sebaliknya, rendahnya integritas akan membuat seseorang atau suatu organisasi kehilangan martabat dan reputasinya. Contoh paling aktual apa yang baru-baru ini terjadi pada Paul Wolfowitz. Gara-gara menaikkan gaji Shasa Riza - salah seorang staf Bank Dunia yang juga pacarnya secara tidak wajar sebelum sang pacar dipindahkan ke Deplu AS, mantan Deplu AS di Indonesia itu harus turun dari kursinya sebagai Presiden Bank Dunia. Para menteri keuangan negara-negara Eropa selaku pemegang saham Lembaga Keuangan Dunia itu maupuan para pegawainya ramai-ramai menekan Wolfowitz mundur dari jabatannya. Alasannya : Salah satu arsitek utama invasi AS ke Irak itu sudah kehilangan integritasnya. Dan jika ia tetap bertahan pada posisi itu, akan mengancam martabat dan masa depan Bank Dunia.

    Di dalam negara kita Indonesia tercinta, banyak sudah contoh para pejabat yang kehilangan martabat bahkan harus menghuni hotel prodeo gara-gara kehilangan integritas.Krisis multi dimensi yang dihadapi Bangsa Indonesia saat ini yang tak kunjung berakhir juga akibat kehilangan integritas bangsa. Maka siapapun, baik individu maupun organisasi yang ingin menjaga martabat dan reputasinya mutlak harus memiliki integritas. Sebab hanya dengan itu kepercayaan orang lain akan tumbuh. Sedangkan kepercayaan adalah asas dalam hubungan antar manusia termasuk terjadinya transaksi bisnis. Dengan kata lain, integritas adalah salah satu kunci sukses sejati baik pribadi maupun organisasi. Sebaliknya, tanpa integritas seseorang atau suatu organisasi sejatinya tengah menggali kuburannya sendiri. Integritas berbasis ketuhanan adalah bentuk implementasi dari ikrar dan janji manusia kepada Tuhannya. Dalam setiap aktivitas ibadah ritual selalu berikrar dan berjanji untuk senantiasa tunduk dan patuh kepada aturan-aturan Tuhan. Maka mari kita kembali kepada hakekat hidup manusia sebagai wakil tuhan di muka bumi ini. Dengan integritas yang berpijak kepada nilai-nilai Ketuhanan kita raih kesuksesan sejati di sini di alam dunia, maupun di sana di hari kemudian.

    Semoga bermanfaat.

    Salam IHSAN !

    Business as usual for military, says group

    Alfian, The Jakarta Post, Jakarta

    To understand the extent of the Indonesian Military (TNI)'s business network, it is necessary for regional administrations to undertake a thorough inventory of military-linked companies in their areas, observers said Wednesday.

    "The (central) government should immediately ask regional administrations to take an inventory of military businesses in their respective regions," Edy Prasetyono of the Centre for Strategic and International Studies (CSIS) said during the launch of a book on the TNI's businesses.

    The title of the book is, Metamorphose of Military Business: The Mapping of TNI Businesses after the Enactment of the Law on the Indonesian Military.

    "Military businesses outside Jakarta are more difficult to detect because they are often divided into smaller business entities. Moreover, NGO activists in the regions focus their attention more on cases of human rights violations allegedly committed by the military, rather than their business practices," he said.

    The book, published by the Ridep Institute, evaluates the implementation of the 2004 law on the TNI, which bans the military from engaging in business.

    The book is the result of two years of research and investigation by Ridep in several regions, including Nanggroe Aceh Darussalam, Central Sulawesi's Poso regency and Bali.

    Ridep program director Muradi said it was business as usual for the military in the regions.

    "Although the law has been in effect for three years, military businesses keep on running as usual in regions outside Jakarta," he said.

    Ridep found there are about 1,200 business units outside Jakarta belonging to the TNI.

    "But fewer than 100 of these business units are healthy," said Muradi.

    The military has a wide range of businesses. Ridep even found in its investigations that the military is involved in a circus in Surakarta.

    Ridep says that instead of getting out of business, the military has simply changed its business tactics.

    The institute said the military has reduced its shares in companies to less than Rp 20 billion, in order to keep a lower profile and act more behind the scenes.

    Ridep says the military has also "eliminate" assets by selling them or putting the business units into bankruptcy. It then transfers the units other parties, while still maintaining actual control of the businesses.

    Edy of the CSIS called on the military to shed its business interests.

    "Once the military is financially independent, it can be a power with its own agenda," he said.

    He said the military's involvement in business affected its professionalism because soldiers' loyalty was based on economic interests.

    "Studies suggest that military involvement in business, such as in Africa and Latin America, makes them unable to do their job professionally. "

    Orang Amerika Juga Gemar Software Bajakan

    Jakarta - Siapa bilang software bajakan hanya diminati di negara miskin dan berkembang? Di negara maju macam Amerika Serikat pun, fenomena ini juga terjadi. Bahkan, peminatnya cukup besar.

    Hal ini terungkap dalam studi yang dilakukan Kamar Dagang Amerika Serikat. Dalam studi itu, dilaporkan bahwa sebanyak 22 persen orang dewasa di Amerika Serikat membeli berbagai produk bajakan tahun 2006 termasuk software.

    Berkenaan dengan hal ini, bertepatan dengan hari raya Halloween yang jatuh di Amerika Serikat 31 Oktober 2007, Microsoft melancarkan 'serangan kilat' melawan pembajakan softwarenya.

    Raksasa software yang bermarkas di Redmond ini mendaftarkan sebanyak 20 gugatan hukum terhadap 20 penjual software yang tersebar di kota Alabama, California, Georgia, New Jersey, dan berbagai kota lainnya di Amerika Serikat. Microsoft menuduh mereka melakukan pembajakan software miliknya.

    Microsoft menandaskan bahwa gugatan hukum ini merupakan komitmen yang berkelanjutan untuk melindungi properti intelektual, pekerjaan, dan mitra-mitra mereka. Microsoft menambahkan bahwa berbagai software bajakan sangat riskan terhadap virus maupun hilangnya data penting.

    "Hal ini bukan hanya berkaitan dengan properti intelektual Microsoft. Hal ini juga untuk melindungi konsumen, juga mereka yang menggantungkan hidup dalam bisnis industri software," demikian tegas pengacara Microsoft, Sharon Cates seperti dikutip detikINET dari VNunet, Kamis (1/11/2007). ( fyk / fyk )

    Sistem Tiket Olimpiade 'Dirobohkan' Penggemar

    Beijing - Perhelatan Olimpiade 2008 yang berlangsung di daratan Cina tampaknya menarik perhatian luas. Tak heran, baru kali ini negeri Tirai Bambu ini mendapat kepercayaan menggelar Olimpiade.

    Sebagai buktinya, penjualan tiket tahap kedua untuk Olimpiade 2008 di Cina secara online terpaksa ditunda. Pasalnya, sistem komputer untuk penjualan tiket ini 'kandas' alias rusak karena permintaan tiket yang begitu tinggi dari para fans di sana.

    Menurut Beijing Olympic Ticketing Center, situs penjualan tiket di tickets.beijing2008.cn ini memang 'kebanjiran' pesanan. Sekitar 200.000 permintaan tiket datang tiap menitnya sehingga tak heran jika sistem komputer jadi 'megap-megap'.

    "Sistem menjadi lambat sehingga orang orang sulit mengaksesnya. Kami berusaha untuk memperbaiki masalah ini. Kami harap orang-orang tetap sabar," kata Rong Jun, kepala Beijing Olympic Ticketing Center seperti dikutip detikINET dari China.org, Kamis (1/11/2007).

    Panitia yang bertanggungjawab pun meminta maaf atas masalah ini. Mereka tak mengira permintaan tiket untuk Olimpiade ini sedemikian tinggi. Penjualan tiket secara online pun akan ditunda sampai Senin (5/11) mendatang sementara panitia akan membuat sistem komputer yang lebih tangguh dalam menangani permintaan tiket.

    Negeri Cina berencana menjual sebanyak tujuh juta tiket untuk Olimpiade 2008. Penjualan akan dilakukan dalam tiga tahap dengan 1,6 juta tiket telah terjual pada tahap pertama. ( fyk / fyk )

  • Pemanasan Ekonomi Global

    ger
    Pemanasan Ekonomi Global

    Oleh : Iman Sugema

    Overheating atau pemanasan ekonomi kembali menjadi kosa kata yang sangat populer diucapkan para ekonom di seluruh dunia. Kata tersebut sempat menjadi sangat popular di awal tahun 1990-an untuk mendeskripsikan situasi perekonomian di negara-negara yang disebut Macan Asia, yang kala itu tumbuh dengan sangat pesat di atas tujuh persen.

    Kini Asia, membuat masalah yang sama, dengan skala yang lebih besar. Kalau dulu, Macan Asia yang bangkit adalah kumpulan sejumlah negara yang relatif berpenduduk sedikit seperti Korea, Taiwan, Thailand, Malaysia, Hongkong, dan Singapura. Sekarang yang sedang berlari kencang adalah terutama yang berpenduduk besar seperti Cina dan India. Ekonomi berpenduduk sedang seperti Pakistan dan Bangladesh juga sedang mengalami akselerasi, walau kecepatan pertumbuhannya masih di bawah Cina.

    Berlawanan dengan conventional wisdom pertumbuhan ekonomi yang terlalu tinggi tidak selalu berasosiasi dengan hal-hal yang positif. Konsep overheating menekankan pertumbuhan di atas kapasitas normal bisa membawa dampak negatif dan bahkan bisa menjerumuskan dunia ke jurang krisis. Untuk itu yang kita diskusikan sisi positif maupun negatifnya.

    Sisi positif dari perkembangan ekonomi di Cina dan India terutama tercermin dalam perbaikan tingkat kehidupan masyarakat di kedua negara. Dalam 10 tahun terakhir, tingkat pendapatan perkapita meningkat dua kali lipat, yang tentunya memiliki implikasi terhadap permintaan agregat atas barang dan jasa di kedua negeri tersebut. Kota-kota baru dengan gedung pencakar langit bermunculan sebagai sebuah fenomena yang belum pernah tertandingi oleh peradaban manapun.

    Permintaan bahan baku, energi, dan barang konsumsi telah memicu pertumbuhan secara berantai di negara-negara lainnya di seluruh dunia. Pembengkakan ekspor batubara, bijih besi, timah dan uranium telah mengakibatkan ekonomi Australia dan negara-negara yang berbasis sumber daya alam lainnya menikmati pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

    Negara-negara industri berlomba melakukan investasi di berbagai bidang mulai dari pengolahan minyak nabati sampai komputer, mobil, motor, dan kebutuhan elektronik rumah tangga. Akibatnya investasi dalam bidang industri konsumsi meningkat tajam di kedua negara dengan antisipasi bahwa permintaan atas barang dan jasa meningkat terus-menerus.

    Pertumbuhan yang sedemikian dasyat telah menjadikan Cina dan India sebagai lokomotif baru pertumbuhan ekonomi dunia setelah melambatnya pertumbuhan di Jepang dan negara-negara macan Asia. Harga berbagai komoditi, telah merangkak secara konsisten sejak 2001, mengikuti harga energi. Indonesia dan beberapa negara berkembang lainnya menikmati surplus perdagangan yang semakin menguat. Tapi itu bukan tanpa persoalan.

    Salah satu yang menjadi korban adalah AS yang kebanjiran produk-produk murah dari Cina. Dipadukan dengan kebijakan fiskal yang ekstra ekspansif semasa pemerintahan Bush junior, defisit perdagangan negeri Paman Sam semakin tak tertahankan. Untuk membiayai defisit tersebut harus ada aliran modal yang masuk. Karena itu, suku bunga mulai dikerek naik sejak 2002.

    Dengan naiknya suku bunga, defisit perdagangan dan fiskal bisa ditambal. Tapi itu menimbulkan persoalan baru. Beban bunga untuk pembayaran kredit konsumsi terutama kredit perumahan menjadi tidak sustainable. Akibatnya, terjadi krisis subprime mortgage yang mengancam dua juta rumah tangga di AS menjadi gelandangan tanpa rumah. Imbasnya juga terasa ke negara-negara lainnya dalam bentuk gonjang-ganjing pasar finansial dan kerugian lembaga keuangan yang diperkirakan mencapai 200 miliar dolar AS.

    Australia yang menikmati pertumbuhan yang menguat juga menghadapi masalah dilematis. Akibat permintaan bahan tambang dari Cina dan India, nilai tukar dolar Australia mengalami peningkatan yang sangat tajam dan persisten. Akibatnya bisa diduga, yaitu terjadi the Dutch desease, di mana daya saing barang-barang lain menjadi melemah akibat tekanan upah buruh dan memanasnya sektor non-tradeable. Sektor-sektor domestik mengalami bubble yang setiap saat bisa meletus.

    Indonesia juga bukan tanpa masalah. Akibat kenaikan harga energi, kita harus menelan pil pahit dengan kenaikan harga BBM domestik. Kelangkaan energi terjadi secara bergiliran dari satu daerah ke daerah lainnya. Kenaikan harga komoditas ekspor telah menyebabkan harga di dalam negeri terkerek naik. Ujung-ujungnya yang menjadi korban adalah mereka yang berpendapatan rendah.

    Akibat terjadinya surplus perdagangan dan mandeknya investasi di sektor riil, pasar finansial mengalami gelembung terutama di pasar modal. Pasar modal telah menjadi kontra produktif terhadap sektor riil karena praktis return di pasar finansial tidak dapat diimbangi sektor riil. Sektor riil tumbuh di bawah perumbuhan potensialnya. Ini hampir mirip dengan the Dutch desease.

    Perkembangan serupa juga terjadi di berbagai negara berkembang di belahan dunia lainnya. Pemanasan ekonomi global telah menjadi bahaya laten timbulnya krisis global yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Apakah kita telah siap menghadapinya? Mudah-mudahan.

    40.000 Anak Indonesia Jadi Korban Eksploitasi Seks

    Makassar-RoL- - Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata (PDP), Sambudjo Parikesit mengatakan, semua pihak perlu meningkatkan kewaspadaan menyusul laporan hasil riset UNICEF yang menyebutkan ada sekitar 40.000 anak Indonesia menjadi korban eksploitasi seks komersial anak (ESKA).

    "Kondisi ini perlui diwaspadai karena ada kecenderungan terjadi peningkatan meskipun peningkatan itu tidak memiliki korelasi positif dengan perkembangan industri pariwisata di negara ini," ujar Sambudjo di depan peserta Workshop Kampanye Pencegahan Eksploitasi Seksual Komersial Anak di Lingkungan Pariwisata di Makassar Golden Hotel, Kamis.

    Seiring dengan berkembangnya fenomena ESKA tersebut, pihak pariwisata perlu mengantisipasi melalui serangkaian program mengingat posisi pariwisata dalam konteks ESKA adalah sebagai faktor antara.

    Artinya, pariwisata kerap dimanfaatkan sebagai akses yang mudah untuk melakukan tindakan kejahatan ESKA. Lebih jauh ia menjelaskan, pada umumnya yang melatarbelakangi terjadinya ESKA di Indonesia adalah faktor kemiskinan, rendahnya pendidikan, pemenuhan pola gaya hidup, trauma di masa lalu (kekecewaan) , kekerasan atau perkosaan dan keterpaksaan.

    "Secara umum tiga macam kegiatan ESKA yang sering terjadi yakni prostitusi anak, pornografi anak dan perdagangan anak (trafficking) ," katanya sembari menambahkan, dari ketiga macam ESKA itu yang sering terjadi adalah kasus pedofilia.

    Sekaitan dengan hal tersebut, lanjutnya, pemerintah berkomitmen kuat untuk mencegah semakin meluasnya ESKA melalui rencana nasional dengan melibatkan semua sektor baik unsur pemerintah, LSM dan masyarakat.

    Selain itu, Depbudpar juga mendorong kepada Pemprov dan Dinas Budpar provinsi agar senantiasa mensosialisasikan pencegahan ESKA melalui penyusunan Perda dan usaha pencegahan ESKA sebagai bentuk preventif di daerah-daerah pemasok dan penerima anak yang dieksploitasi, khususnya di daerah perbatasan antarnegara atau provinsi.

    "Termasuk mensosialisasikan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak yang disertai dengan penyedian hotline service atau tempat pengaduan sehingga lebih mudah diakses masyarakat jika terjadi kasus di lapangan," katanya.

    Depbudpar sendiri akan menggelar workshop di tiga kota yakni Bandung, Yogyakarta dan Makassar untuk memberikan pemahaman kepada pemerintah pelaku industri pariwisata, LSM dan masyarakat umum terkait eksploatasi seks pada anak-anak ini. antara/abi

    ++++

    http://www.republik a.co.id/online_ detail.asp? id=312244&kat_id=23

    Kamis, 01 Nopember 2007 16:55:00

    1,7 Juta Kematian Balita Akibat PD3I

    Jakarta-RoL- - Sebanyak 1,7 juta atau lima persen dari kematian Balita di Indonesia terjadi akibat Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) seperti Tuberkulosis, Dipteri, Pertusis, Campak, Tetanus, Polio dan Hepatitis B.

    Guna menekan angka kesakitan dan kematian akibat PD3I pemerintah menerapkan program nasional imunisasi dan setiap tahun berusaha meningkatkan cakupan imunisasi, demikian menurut siaran pers dari Departemen Kesehatan yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis.

    Program nasional imunisasi anak ditargetkan mencakup 80,5 persen bayi dan anak yang diukur melalui peningkatan imunisasi campak dan DPT pada bayi dan anak.

    Target itu akan dicapai dalam kurun 24 bulan yakni sepanjang periode 2007 hingga 2009 dan untuk mencapai target tersebut pemerintah membutuhkan dukungan dari semua pemangku kepentingan terkait termasuk pemerintah daerah, swasta dan lembaga donor.

    Lebih lanjut dijelaskan pula bahwa kemajuan teknologi dapat mendorong penemuan vaksin baru dan kombinasi vaksin yang efektif yang akan membantu meningkatnya kualitas dan efisiensi penyelenggaraan vaksinasi. antara/abi

    Barca Ditahan Imbang Valladolid

    Valladolid - Barcelona harus puas dengan tambahan satu angka dalam lawatannya ke kandang Valladolid, setelah tim besutan Frank Rijkaard itu hanya mampu bermain imbang 1-1.

    Meski tak mampu meraih tiga poin maksimal dalam lanjutan pertandingan La Liga Primera, Jumat (2/11/2007) dinihari WIB, Barca tetap mampu menggeser Villareal dari posisi dua klasemen sementara La Liga Primera. Raihan poin Barca yang berjumlah 21 menyamai poin Villareal namun klub Catalan itu jauh lebih unggul dalam perolehan gol.

    Buat Valladolid, tambahan satu angka tidak bisa mengubah posisinya di urutan kedua dari bawah Liga Spanyol. Meski begitu, Valladolid hanya berjarak satu poin untuk bisa keluar dari zona degradasi.

    Di Estadio Nuevo Jose Zorrilla, Barca memulai dengan kurang meyakinkan meski di atas kertas lawan yang dihadapi berada satu kelas di bawahnya. Di menit 11, kesalahan Rafael Marquez nyaris saja membuat gawang Victor Valdes bobol, akibat tendangan keras Sisinio "Sisi" Gonzalez Martinez.

    Empat menit kemudian, gawang Barca benar-benar bobol. Lemahnya koordinasi pertahanan Barca dimanfaatkan benar oleh Joseba Llorente yang mampu menyusup ke muka gawang dan kemudian melepaskan tembakan keras. Sempat terlihat membentur Carlos Puyol, bola pun menceplos ke gawang Barca.

    Tertinggal, Barca terus mencari peluang melalui trio lini depannya, Bojan Krkic, Lionel Messi dan Ronaldinho. Hasilnya baru terlihat di menit 41 setelah Ronaldinho menyamakan kedudukan usai menerima umpan terobosan Xavi Hernandez.

    Sepuluh menit memasuki babak kedua, Bojan memiliki kesempatan membuat Barca berbalik unggul. Namun bola lambungnya yang dimaksudkan untuk mengecoh kiper Alberto Lopez masih melambung di atas mistar.

    Di menit 62, giliran gawang Barca yang diancam Valladolid setelah umpan silang Pedro Munoz Lopez tak mampu diantisipasi Valdes. Beruntung buat Barca, tandukan Sesma justru mengarah tepat ke dada kiper Barca tersebut.

    Ketangguhan Valdes kembali diuji di menit 76. Namun Victor Manuel Fernandez Gutierrez gagal meneruskan bola umpan Sesma karena Valdes dengan sigap meraih bola.

    Dua menit menjelang bubaran, Ronaldinho merasa dirinya berhak mendapat penalti setelah dilanggar di kotak penalti oleh Pedro Munoz Lopez. Namun wasit beranggapan lain. Alhasil skor 1-1 pun bertahan sampai akhir pertandingan.

    Susunan Pemain:

    Valladolid: Lopez Alberto; Jose Garcia Calvo, Alberto Marcos, Pedro Munoz, Robres Alvaro Rubio, Sisinio Gonzalez Martinez (V Fernandez Gutierrez '72), Daniel Kome (O Sanchez Fuentes '81), Rafa Lopez, Jonathan Sesma Gonzalez, Angel Vivar Dorado, Joseba Llorente (B Ogbeche '64).

    Barcelona: Victor Valdes; Rafael Marquez (G Zambrotta '61), Gabriel Milito, Carlos Puyol, Silvio Sylvinho, Andres Iniesta, Gnegneri Yaya Toure (E Gudjohnsen '70), Hernandez Xavi, Ronaldinho, Bojan Krkic (G dos Santos '74), Leo Messi.

    Dua Pekan Lagi Alonso Pulih

    Liverpool - Cedera yang dibekap Xabi Alonso ternyata tak separah yang diduga. Gelandang Liverpool itu dipastikan sudah dapat kembali beraksi dua pekan lagi.

    Alonso dibekap cedera saat Liverpool bermain imbang 1-1 dengan Arsenal di lanjutan Premier League pekan kemarin. Ia duga mengalami patah metatarsal yang akan membuatnya absen enam hingga 10 pekan.

    Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam dan juga dengan scan, staf medis Liverpool akhirnya menyatakan bahwa bintang Spanyol sudah dapat kembali beraksi hanya itungan pekan bukan bulan.

    "Itu adalah yang kami ketahui. Jadi (Fernando) Torres dan dia (Alonso) dan mungkin (Daniel) Agger, dapat fit dalam dua pekan lagi," ungkap Manajer Liverpool Rafarl Benitez seperti dilansir Sky.

    Torres yang juga tidak dapat melanjutkan pertandingan saat menghadpai Arsenal, mengalami cedera pangkal pahanya. Sementara Agger telah absen tiga pekan setelah mengalami patah metatarsal.

  • title-3232836

    Anggaran Kesehatan Juga Harus Naik hingga 20 Persen
    (01 Nov 2007, 57 x , Komentar)

    Prof dr Hardjoeno SpPK, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik (PDS Patklin) Indonesia

    KASUS penyakit berbahaya, baik yang sifatnya menular maupun infeksi masih sangat tinggi. Bahkan cenderung bergerak naik dari waktu ke waktu. Bagaimana upaya antisipasi dan apa kendala yang dihadapi oleh tim kesehatan selama ini? Berikut petikan wawancara wartawan Harian Fajar, Rahim Kadir dengan Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik (PDS Patklin) Indonesia, Prof dr Hardjoeno SpPK di tempat praktiknya di Jl Andalas, Selasa, 30 Oktober malam:

    Bisa digambarkan bagaimana eksistensi PDS Patklin saat ini?

    Untuk organisasi PDS Patklin di Indonesia itu sudah cukup bagus. Jumlah anggota PDS Patklin di seluruh Indonesia sudah kurang lebih 600 orang. Di Sulsel sendiri ada 16 dokter ahli plus 32 dokter spesialis yang sementara pendidikan.

    Apa tugas pokok dokter yang tergabung dalam PDS Patklin?

    Seluruh dokter spesialis patklin itu bertugas melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pasien yang menderita penyakit. Warga yang menderita gejala penyakit kita periksa kemudian diagnosis. Lalu hasil pemeriks

  • Keladi Tikus : Obat kanker !

    Tolong diforward untuk yang membutuhkan,
    > sepertinya ini jalan keluar bagi penderita kanker.
    > Kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker
    > diIndonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih
    > lama dengan ditemukannya tanaman "keladi tikus"
    > (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) sebagai
    > tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati
    > berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat
    > lain.
    >
    > Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25
    > sampai 30 sentimeter ini hanya tumbuh disemak yang
    > tidak terkena sinar matahari langsung.
    > "Tanaman ini sangat banyak ditemukan diPulau
    > Jawa," kata Drs.Patoppoi Pasau, orang pertama yang
    > menemukan tanaman itu di Indonesia .
    > Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995
    > oleh Prof Dr Chris K.H. Teo,Dip Agric M,BSc
    > Agric(Hons)( M), MS, PhD dari Universiti Sains
    > Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang,
    > Malaysia.
    > Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995
    > itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia,
    > Amerika, Inggris, Australia, Selandia Baru,
    > Singapura, & berbagai negara di dunia.
    >
    > DiIndonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh
    > Patoppoi diPekalongan, Jawa Tengah.
    > Ketika itu,istri Patoppoi mengidap kanker payudara
    > stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998.
    > Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui
    > operasi, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi
    > (suntikan kimia untuk membunuh sel,Red)untuk
    > menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut.
    > "Sebelum menjalani kemoterapi, dokter mengatakan
    > agar kami menyiapkan wig (rambut palsu) karena
    > kemoterapi akan mengakibatkan kerontokan rambut,
    > selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan,"
    > jelas Patoppoi.
    >
    > Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi,
    > Patoppoi terus berusaha mencari pengobatan
    > alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan informasi
    > mengenai penggunaan teh Lin Qi diMalaysia untuk
    > mengobati kanker.
    > "Saat itu juga saya langsung terbang keMalaysia
    > untuk membeli teh tersebut," ujar Patoppoi yang juga
    > ahli biologi.
    > Ketika sedang berada disebuah toko obat
    > diMalaysia, secara tidak sengaja dia melihat dan
    > membaca buku mengenai pengobatan kanker yang
    > berjudul Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris
    > K.H. Teo terbitan 1996.
    > "Setelah saya baca sekilas, langsung saja saya
    > beli buku tersebut.
    > Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak Jadi
    > membeli teh Lin Qi, tapi langsung pulang
    > keIndonesia, "kenang Patoppoi sambil tersenyum.
    > Dibuku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium
    > flagelliforme itu.
    >
    > Berdasarkan pengetahuannya dibidang biologi,
    > pensiunan pejabat Departemen Pertanian ini langsung
    > menyelidiki dan mencari tanaman tersebut.
    > Setelah menghubungi beberapa koleganya diberbagai
    > tempat, familinya diPekalongan Jawa Tengah, balas
    > menghubunginya. Ternyata,mereka menemukan tanaman
    > itu disana.
    > Setelah mendapatkan tanaman tersebut dan
    > mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr.Teo
    > diMalaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang
    > ditemukannya itu.
    > Selang beberapa hari, Dr Teo menghubungi Patoppoi
    > dan menjelaskan bahwa tanaman tersebut memang benar
    > Rodent Tuber. "Dr Teo mengatakan agar tidak ragu
    > lagi untuk menggunakannya sebagai obat," lanjut
    > Patoppoi.
    >
    > Akhirnya, dengan tekad bulat dan do'a untuk
    > kesembuhan, Patoppoi mulai memproses tanaman
    > tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku
    > tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian
    > Patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di
    > Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman
    > tersebut.
    > "Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya
    > mulai mencari di pinggir sungai depan rumah dan
    > langsung saya mendapatkan tanaman tersebut tumbuh
    > liar dipinggir sungai," kata Boni yang mendampingi
    > ayahnya saat itu.
    > Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri
    > Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi
    > yang dijalaninya. Rambutnya berhenti rontok,
    > kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang.
    > "Bahkan nafsu makan ibu saya pun kembali normal,"
    > lanjut Boni.
    > Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri
    > Patoppoi menjalani pemeriksaan kankernya.
    > "Hasil pemeriksaan negatif, dan itu sungguh
    > mengejutkan kami dan dokter-dokter diJakarta," kata
    > Patoppoi.
    > Para dokter itu kemudian menanyakan kepada
    > Patoppoi, apa yang diberikan pada isterinya.
    > "Malah mereka ragu, apakah mereka telah salah
    > memberikan dosis kemoterapi kepada kami," lanjut
    > Patoppoi.
    > Setelah diterangkan mengenai kisah tanaman Rodent
    > Tuber, para dokter pun mendukung Pengobatan tersebut
    > dan menyarankan agar mengembangkannya.
    > Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidak
    > mengalami efek samping kemoterapi yang sangat keras
    > tersebut. Dan pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan
    > sekali diundur menjadi enam bulan sekali."Tetapi
    > karena sesuatu hal, para dokter tersebut tidak mau
    > mendukung secara terang-terangan penggunaan tanaman
    > sebagai pengobatan alternatif," sambung Boni sambil
    > tertawa.
    >
    > Setelah beberapa lama tidak berhubungan,
    > berdasarkan peningkatan keadaan isterinya, pada
    > bulan April 1998, Patoppoi kemudian menghubungi
    > Dr.Teo melalui fax untuk menginformasikan bahwa
    > tanaman tersebut banyak terdapat diJawa dan mengajak
    > Dr.Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di
    > Indonesia.
    > Kemudian Dr.Teo langsung membalas fax kami, tetapi
    > mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat,
    > karena jarak yang jauh," sambung Patoppoi.
    > Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka
    > diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan
    > disebar-luaskan di Indonesia, Dr. Teo menganjurkan
    > agar kedua belah pihak bekerja sama dan
    > berkonsentrasi dalam usaha nyata membantu penderita
    > kanker di Indonesia.
    >
    > Kemudian, pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos
    > mengulas habis mengenai meninggalnya Wing Wiryanto,
    > salah satu wartawan handal Jawa Pos, Patoppoi sempat
    > tercengang.
    > Data-data rinci mengenai gejala, penderitaan,
    > pengobatan yang diulas diJawa Pos,ternyata sama
    > dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita
    > kanker usus yang dijelaskan dibuku tersebut.
    > Dan eksperimen pengobatan tersebut berhasil
    > menyembuhkan pasien tersebut. "Lalu saya langsung
    > menulis dikolom Pembaca Menulis di Jawa Pos," ujar
    > Boni. Dan tanggapan yang diterimanya benar-benar
    > diluar dugaan. Dalam sehari, bisa sekitar 30 telepon
    > yang masuk. "Sampai saat ini, sudah ada sekitar 300
    > orang yang datang kesini," lanjut Boni yang
    > beralamat di Jl. KH. Khamdani, Buduran Sidoarjo.
    > Pasien pertama yang berhasil adalah penderita
    > Kanker Mulut Rahim stadium dini.
    > Setelah diperiksa, dokter mengatakan harus
    > dioperasi.
    > Tetapi karena belum memiliki biaya dan sambil
    > menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya operasi,
    > mereka datang setelah membaca Jawa Pos.
    > Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak
    > lama kemudian pasien tersebut datang lagi dan
    > melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi, karena
    > hasil pemeriksaan mengatakan negatif.
    > Berdasarkan animo masyarakat sekitar yang sangat
    > tinggi, Patoppoi berusaha untuk menemui Dr.Teo
    > secara langsung.
    > Atas bantuan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan
    > Makanan Departemen Kesehatan, Sampurno, Patoppoi
    > dapat menemui Dr.Teo diPenang, Malaysia.
    > Dikantor Pusat Cancer Care Penang, Malaysia,
    > Patoppoi mendapat penerangan lebih lanjut mengenai
    > riset tanaman yang saat
    > ditemukan memiliki nama Indonesia.
    > Ternyata saat Patoppoi mendapat buku "Cancer, Yet
    > They Live" edisi revisi tahun 1999, fax yang
    > dikirimnya dimasukkan dalam buku tersebut, serta
    > pengalaman isterinya dalam usahanya berperang
    > melawan kanker.
    > Dari pembicaraan mereka, Dr.Teo merekomendasi agar
    > Patoppoi mendirikan perwakilan Cancer Care di
    > Jakarta dan Surabaya.
    > Maka secara resmi, Patoppoi dan putranya diangkat
    > sebagai perwakilan lembaga sosial Cancer Care
    > Indonesia, yang juga disebutkan dalam buletin
    > bulanan Cancer Care, yaitu di Jl.Kayu Putih 4
    > No.5,Jakarta, telp. 021-4894745, dan di Buduran,
    > Sidoarjo.

    'Mourinho Tidak akan Balik ke Inggris'

    Manchester - Manajer Manchester United Alex Ferguson tak yakin Jose Mourinho akan kembali ke Inggris. Dia yakin akan bertemu kembali dengan Mourinho di Liga Champions.

    Mourinho meninggalkan Inggris setelah Chelsea melepasnya di awal musim ini. Meski demikian The Special One asal Portugal itu telah memberikan sebuah era baru dalam sukses Chelsea di Premiership.

    Namun demikian Fergie tidak yakin bahwa Mourinho akan kembali ke Inggris. Manajer MU tersebut berpendapat Mourinho akan mencari pekerjaan di Spanyol atau Italia sebagai tantangan berikutnya.

    "Saya tidak tahu jika dia akan kembali masuk dalam pertandingan Inggris. Saya tidak yakin akan hal itu. Saya pikir Jose akan mengisi tim top di Spanyol atau Italia," kata Fergie seperti dilansir Goal.

    "Saya rasa tidak ada masalah mengenai kembalinya dia dalam manajemen. Saya pikir dia akan kembali dan saya pikir tidak ada petunjuk bahwa dia akan kembali saat ini," tukas manajer asal Skotlandia tersebut.

    Ficcadenti, Korban Kedua di Seri A

    Reggina - Ketatnya kompetisi di Seri A lagi-lagi memakan korban. Setelah Fernando Orsi, kini Massimo Ficcadenti menjadi pelatih yang menerima surat pemecatan.

    Kegagalan membawa Reggina keluar dari zona degradasi menjadi alasan utama manajemen tim memutus kontrak Ficcadenti. Alhasil laga Reggina kontra Livorno yang berkesudahan 3-1 untuk tim yang disebut terakhir, Kamis (1/11/2007) dinihari menjadi laga pamungkas Ficcadenti mendampingi tim.

    Belum ada keputusan resmi memang, namun semua indikasi mengarah ke pemecatan. Pernyataan presiden Reggina Lillo Fito yang sudah mengklaim Ficcadenti tak akan meneruskan kerjanya bersama tim menjadi dasar pertimbangannya.

    "Bagi saya kesempatan untuk terus menjalin hubungan antara kami berdua (pihak klub dan Ficcadenti, red) sangatlah kecil," tegasnya seperti dikutip Yahoosports.

    Untuk sementara pelatih tim junior Roberto Breda akan mengambil alih tugas Ficcadenti. Sedangkan manajemen Reggina mulai mencari kandidat, di mana gencar diberitakan bahwa Renzo Ulivieri, mantan arsitek Bologna, menjadi calon kuat pengisi kursi pelatih Reggina. Mantan pemain Siena Mario Beretta dan veteran Nedo Sonetti juga dikabarkan masuk daftar incaran manajemen.

    Sekedar informasi, Ficcadenti merupakan pelatih kedua yang didepak di kompetisi Seri A musim ini. Sebelumnya pelatih Livorno Fernando Orsi juga disingkirkan karena alasan yang nyaris sama.

    Hingga giornata ke-10, Reggina belum sekalipun memetik kemenangan. Poin lima yang dikumpulkan merupakan hasil lima laga yang berakhir seri. Alhasil, Reggina menempati posisi runner up dari dasar klasemen.

  • title-3232814

    Keladi Tikus : Obat kanker !

    Tolong diforward untuk yang membutuhkan,
    > sepertinya ini jalan keluar bagi penderita kanker.
    > Kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker
    > diIndonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih
    > lama dengan ditemukannya tanaman "keladi tikus"
    > (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) sebagai
    > tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati
    > berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat
    > lain.
    >
    > Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25
    > sampai 30 sentimeter ini hanya tumbuh disemak yang
    > tidak terkena sinar matahari langsung.
    > "Tanaman ini sangat banyak ditemukan diPulau
    > Jawa," kata Drs.Patoppoi Pasau, orang pertama yang
    > menemukan tanaman itu di Indonesia .
    > Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995
    > oleh Prof Dr Chris K.H. Teo,Dip Agric M,BSc
    > Agric(Hons)( M), MS, PhD dari Universiti Sains
    > Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang,
    > Malaysia.
    > Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995
    > itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia,
    > Amerika, Inggris, Australia, Selandia Baru,
    > Singapura, & berbagai negara di dunia.
    >
    > DiIndonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh
    > Patoppoi diPekalongan, Jawa Tengah.
    > Ketika itu,istri Patoppoi mengidap kanker payudara
    > stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998.
    > Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui
    > operasi, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi
    > (suntikan kimia untuk membunuh sel,Red)untuk
    > menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut.
    > "Sebelum menjalani kemoterapi, dokter mengatakan
    > agar kami menyiapkan wig (rambut palsu) karena
    > kemoterapi akan mengakibatkan kerontokan rambut,
    > selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan,"
    > jelas Patoppoi.
    >
    > Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi,
    > Patoppoi terus berusaha mencari pengobatan
    > alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan informasi
    > mengenai penggunaan teh Lin Qi diMalaysia untuk
    > mengobati kanker.
    > "Saat itu juga saya langsung terbang keMalaysia
    > untuk membeli teh tersebut," ujar Patoppoi yang juga
    > ahli biologi.
    > Ketika sedang berada disebuah toko obat
    > diMalaysia, secara tidak sengaja dia melihat dan
    > membaca buku mengenai pengobatan kanker yang
    > berjudul Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris
    > K.H. Teo terbitan 1996.
    > "Setelah saya baca sekilas, langsung saja saya
    > beli buku tersebut.
    > Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak Jadi
    > membeli teh Lin Qi, tapi langsung pulang
    > keIndonesia, "kenang Patoppoi sambil tersenyum.
    > Dibuku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium
    > flagelliforme itu.
    >
    > Berdasarkan pengetahuannya dibidang biologi,
    > pensiunan pejabat Departemen Pertanian ini langsung
    > menyelidiki dan mencari tanaman tersebut.
    > Setelah menghubungi beberapa koleganya diberbagai
    > tempat, familinya diPekalongan Jawa Tengah, balas
    > menghubunginya. Ternyata,mereka menemukan tanaman
    > itu disana.
    > Setelah mendapatkan tanaman tersebut dan
    > mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr.Teo
    > diMalaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang
    > ditemukannya itu.
    > Selang beberapa hari, Dr Teo menghubungi Patoppoi
    > dan menjelaskan bahwa tanaman tersebut memang benar
    > Rodent Tuber. "Dr Teo mengatakan agar tidak ragu
    > lagi untuk menggunakannya sebagai obat," lanjut
    > Patoppoi.
    >
    > Akhirnya, dengan tekad bulat dan do'a untuk
    > kesembuhan, Patoppoi mulai memproses tanaman
    > tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku
    > tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian
    > Patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di
    > Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman
    > tersebut.
    > "Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya
    > mulai mencari di pinggir sungai depan rumah dan
    > langsung saya mendapatkan tanaman tersebut tumbuh
    > liar dipinggir sungai," kata Boni yang mendampingi
    > ayahnya saat itu.
    > Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri
    > Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi
    > yang dijalaninya. Rambutnya berhenti rontok,
    > kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang.
    > "Bahkan nafsu makan ibu saya pun kembali normal,"
    > lanjut Boni.
    > Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri
    > Patoppoi menjalani pemeriksaan kankernya.
    > "Hasil pemeriksaan negatif, dan itu sungguh
    > mengejutkan kami dan dokter-dokter diJakarta," kata
    > Patoppoi.
    > Para dokter itu kemudian menanyakan kepada
    > Patoppoi, apa yang diberikan pada isterinya.
    > "Malah mereka ragu, apakah mereka telah salah
    > memberikan dosis kemoterapi kepada kami," lanjut
    > Patoppoi.
    > Setelah diterangkan mengenai kisah tanaman Rodent
    > Tuber, para dokter pun mendukung Pengobatan tersebut
    > dan menyarankan agar mengembangkannya.
    > Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidak
    > mengalami efek samping kemoterapi yang sangat keras
    > tersebut. Dan pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan
    > sekali diundur menjadi enam bulan sekali."Tetapi
    > karena sesuatu hal, para dokter tersebut tidak mau
    > mendukung secara terang-terangan penggunaan tanaman
    > sebagai pengobatan alternatif," sambung Boni sambil
    > tertawa.
    >
    > Setelah beberapa lama tidak berhubungan,
    > berdasarkan peningkatan keadaan isterinya, pada
    > bulan April 1998, Patoppoi kemudian menghubungi
    > Dr.Teo melalui fax untuk menginformasikan bahwa
    > tanaman tersebut banyak terdapat diJawa dan mengajak
    > Dr.Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di
    > Indonesia.
    > Kemudian Dr.Teo langsung membalas fax kami, tetapi
    > mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat,
    > karena jarak yang jauh," sambung Patoppoi.
    > Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka
    > diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan
    > disebar-luaskan di Indonesia, Dr. Teo menganjurkan
    > agar kedua belah pihak bekerja sama dan
    > berkonsentrasi dalam usaha nyata membantu penderita
    > kanker di Indonesia.
    >
    > Kemudian, pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos
    > mengulas habis mengenai meninggalnya Wing Wiryanto,
    > salah satu wartawan handal Jawa Pos, Patoppoi sempat
    > tercengang.
    > Data-data rinci mengenai gejala, penderitaan,
    > pengobatan yang diulas diJawa Pos,ternyata sama
    > dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita
    > kanker usus yang dijelaskan dibuku tersebut.
    > Dan eksperimen pengobatan tersebut berhasil
    > menyembuhkan pasien tersebut. "Lalu saya langsung
    > menulis dikolom Pembaca Menulis di Jawa Pos," ujar
    > Boni. Dan tanggapan yang diterimanya benar-benar
    > diluar dugaan. Dalam sehari, bisa sekitar 30 telepon
    > yang masuk. "Sampai saat ini, sudah ada sekitar 300
    > orang yang datang kesini," lanjut Boni yang
    > beralamat di Jl. KH. Khamdani, Buduran Sidoarjo.
    > Pasien pertama yang berhasil adalah penderita
    > Kanker Mulut Rahim stadium dini.
    > Setelah diperiksa, dokter mengatakan harus
    > dioperasi.
    > Tetapi karena belum memiliki biaya dan sambil
    > menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya operasi,
    > mereka datang setelah membaca Jawa Pos.
    > Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak
    > lama kemudian pasien tersebut datang lagi dan
    > melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi, karena
    > hasil pemeriksaan mengatakan negatif.
    > Berdasarkan animo masyarakat sekitar yang sangat
    > tinggi, Patoppoi berusaha untuk menemui Dr.Teo
    > secara langsung.
    > Atas bantuan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan
    > Makanan Departemen Kesehatan, Sampurno, Patoppoi
    > dapat menemui Dr.Teo diPenang, Malaysia.
    > Dikantor Pusat Cancer Care Penang, Malaysia,
    > Patoppoi mendapat penerangan lebih lanjut mengenai
    > riset tanaman yang saat
    > ditemukan memiliki nama Indonesia.
    > Ternyata saat Patoppoi mendapat buku "Cancer, Yet
    > They Live" edisi revisi tahun 1999, fax yang
    > dikirimnya dimasukkan dalam buku tersebut, serta
    > pengalaman isterinya dalam usahanya berperang
    > melawan kanker.
    > Dari pembicaraan mereka, Dr.Teo merekomendasi agar
    > Patoppoi mendirikan perwakilan Cancer Care di
    > Jakarta dan Surabaya.
    > Maka secara resmi, Patoppoi dan putranya diangkat
    > sebagai perwakilan lembaga sosial Cancer Care
    > Indonesia, yang juga disebutkan dalam buletin
    > bulanan Cancer Care, yaitu%

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.