Search blog.co.uk

Posts archive for: 23 November, 2007
  • Banyak Agen Asing Incar Pelajar Indonesia

    tawa2p
    Kasad: Banyak Agen Asing Incar Pelajar Indonesia
    Posted by: "newspaper.indonesi a@gmail.com" newspaper.indonesia @gmail.com newspaper_indonesia
    Thu Nov 15, 2007 8:25 am (PST)
    Kasad: Banyak Agen Asing Incar Pelajar Indonesia

    Magelang (ANTARA News) - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Djoko Santoso mengungkapkan, banyak agen asing yang mengincar pelajar-pelajar Indonesia untuk dididik dan dilatih sebagai agen.

    "Saat ini banyak agen asing yang mengincar kalian dengan iming-iming perkerjaan, gaji tinggi, untuk mau dididik dan dilatih sebagai agen mereka," katanya, dalam pengarahan kepada para siswa SMA Taruna Nusantara di Magelang, Sabtu.

    Djoko mengingatkan, sebagai siswa dan pelajar Indonesia sudah selayaknya jika mereka nanti menerapkan seluruh hasil pendidikan yang diterima untuk kepentingan dan kemajuan bangsa serta negara Indonesia pada masa depan menghadapi era globalisasi yang semakin kompleks.

    "Jangan apa yang telah didapat selama pendidikan, malah cari pekerjaan, cari pasangan hidup di luar negeri. Kalian siswa Taruna Nusantara, yang artinya siswa Indonesia, sudah seharusnya menerapkan apa yang didapat untuk kepentingan bangsa Indonesia, bukan untuk negara asing, seperti di Singapura," tutur Kasad.

    Terkait itu, lanjut dia, perlu ada upaya membangun kembali militansi sebagai bangsa Indonesia agar bisa bertahan pada era globalisasi yang semakin kompleks dan penuh tantangan.

    "Militansi sebagai bangsa Indonesia harus dihidupkan disesuaikan dengan jatidiri bangsa ditambah revitalisasi rasa nasionalisme kebangsaan yang harus dapat dimanfaatkan untuk mengantisipasi berbagai perubahan, dan tantangan pada era globalisasi, " kata Djoko menambahkan.

    Kasad mengatakan, komponen bangsa Indonesia memiliki potensi sebagai bangsa yang besar dan mampu bersaing dengan negara lain. "Namun, untuk dapat menjadi besar dan mampu bersaing, perlu ada militansi dan nasionalisme yang kuat sebagai akar dari persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya.

    Dalam pengarahannya kepada para siswa, Kasad didampingi mantan Wakil Presiden Try Soetrisno yang merupakan salah satu pendiri SMA yang didirikan pada 1990 itu.

    Kespo, Virus Lokal Terganas 2007

    Jakarta - Sepanjang tahun 2007, ada banyak virus lokal yang beredar di Indonesia dan tak sedikit yang mengancam sistem komputer. Dari sekain banyak virus tersebut, Kespo dinobatkan sebagai virus yang serangannya paling ganas.

    Menilik ke belakang, dimulai pada akhir Januari lalu, virus yang menamakan dirinya dengan "Pendekar Blank" berhasil menginfeksi ribuan komputer di Indonesia. Virus ini memperkenalkan diri sebagai program yang dibuat oleh seseorang yang ingin memberantas kejahatan di muka bumi dan menyebar lewat perangkat USB.

    Kemudian pada Maret 2007, muncul virus 81u3f4nt45y (baca: blue fantasy). Sepertinya virus ini dibuat lantaran si pembuatnya patah hati karena cintanya ditolak. Virus ini diketahui telah menyebar di jaringan komputer Indonesia. Aksinya beragam, dari sekedar menampilkan pesan patah hati sampai mencoba menghancurkan data komputer.

    Pada April 2007, muncul virus Wayang. Jika sudah menginfeksi komputer, virus ini akan terkunci di menu logon. Cirinya, di komputer anda muncul sesosok ksatria dari dunia pewayangan.

    Kespo, yang muncul pada 12 Juni 2007, berhasil mengobrak-abrik ribuan komputer di Indonesia. Virus ini tidak menyembunyikan file, tapi menginjeksi file Microsoft Word, Excel, DBF (file database) dan MS SQL dengan cara menambahkan kode program dirinya. Akibatnya, ukuran file akan bertambah beberapa Kilobyte (KB) dibanding sebelumnya, dengan tipe file "application".

    Alfons Tanujaya, spesialis antivirus dari Vaksincom, kepada detikINET mengklaim virus Kespo sebagai virus destruktif nomor satu di sepanjang 2007 ini. Pasalnya, seperti telah dijelaskan sebelumnya, Kespo berhasil menginfeksi ribuan komputer di Indonesia. Kespo bahkan sudah beranak-pinak.

    Dari sisi motivasi pembuatan virus, Alfons menilai hampir sebagian besar virus lokal yang beredar di tahun 2007 dilatarbelakangi motivasi SARA. Artinya, sang pembuat virus membuat virus karena ingin menonjolkan daerah atau kelompoknya. ( dwn / wsh )

    Inggris Menunggu Singa Keluar Kandang

    Jakarta - Orang Inggris rupanya kadung cinta pada Jose Mourinho. Dengan status pengangguran saat ini, ia seperti singa di dalam kandang. Maukah Mourinho melatih "Tiga Singa"?

    Kenapa orang Inggris dianggap mencintai Mourinho dapat dilihat dari bursa taruhan menyangkut sosok favorit pengganti Steve McClaren yang telah dipecat. Mayoritas menempatkan orang ini di urutan teratas.

    Selama dua tahun lebih beberapa bulan Mourinho dinilai telah mengenal seluk beluk sepakbola Inggris. Dengan karakternya yang unik -- katakanlah, "spesial" -- ia telah berhasil menanamkan pengaruh besar pada negara berkompetisi paling atraktif sedunia itu.

    Enam buah piala dalam dua musim bersama Chelsea adalah bukti ia cepat beradaptasi dengan kultur sepakbola Inggris dengan nilai 'A' alias memuaskan. Popularitasnya kian menjulang berkat lidahnya yang sangat lihai berkata-kata. Tidak selalu enak didengar memang, lebih-lebih oleh para rival, namun selalu menarik.

    Sebagian orang London Barat meratapi kepergiannya dari Stamford Bridge setelah "dipecat" Roman Abramovich. Tapi sebagian orang di Manchester, Birmingham, Newcastle, dan banyak kota lain di Inggris turut merasa kehilangan.

    Hampir semua orang Britania sepakat bahwa Mourinho dengan segala bentuknya telah memberi hawa lain buat Liga Inggris. Sir Alex Ferguson atau Arsene Wenger, yang pernah dibuat merah kupingnya oleh Mourinho, pada akhirnya mengakui kehebatan orang Portugal itu.

    Sebaliknya, di mata Mourinho Inggris adalah kesan yang positif. Ia mengaku sedih dan kecewa karena Frank Lampard dkk tersingkir dan dan gagal berlaga di putaran final Piala Eropa 2008.

    "Ini menyedihkan, sebuah kehilangan besar untuk sepakbola Eropa. Saya selalu menjadi suporter tim nasional Inggris dan klub-klub Inggris," tuturnya kepada Sky Sports News. "Sebuah kejuaraan Eropa tanpa Inggris tidaklah sama dengan jika Inggris ada di dalamnya.”

    Sayangnya, Mourinho tidak (atau belum?) memberi pernyataan tertarik atau tidak menjadi pengganti McClaren. Namun sebuah analisis mengindikasikan 'tidak'.

    Menurut koresponden Radio 5 Live's Jonathan Legard, Mourinho tampaknya sudah ingin kembali ke manajemen sepakbola. Namun dia tidak mau bekerja dengan mengurusi pemain-pemain hanya beberapa kali dalam beberapa bulan.

    "Dia seperti seekor singa di dalam kandang. Saya diberitahu demikian. Tapi melatih tim nasional, sekalipun untuk pos spesial seperti Inggris, tampaknya baru dipertimbangkan Mourinho nanti-nanti. Dan kalaupun peluang tersebut seimbang, dia hanya ingin Portugal," demikian Legard seperti dikutip BBC.

    Kesimpulan dia, saat ini Mourinho lebih tertarik untuk kembali melatih klub. Tapi karena tidak ada yang tidak mungkin, Inggris masih bisa melakukan banyak upaya untuk mendekati pelatih kelas satu itu.

    Dalam hal ini pihak Football Association (FA) perlu pintar membuat tawaran-tawaran yang menarik, menggiurkan, sekaligus menantang buat Mourinho, kalau memang menganggap hanya dia pelatih yang paling pas menukangi The Three Lions.

  • Kebijakan Ekonomi Sarat Kepentingan Asing

    davina2

    Sri Adiningsih

    Selasa, 20 Nopember 2007
    JAKARTA (Suara Karya): Sulit untuk mengharapkan kebijakan ekonomi Indonesia bersih dari kepentingan lembaga multilateral atau negara donor asing. Sebab, Pemerintah Indonesia masih mengandalkan pinjaman luar negeri untuk membiayai sejumlah program.

    Pandangan ini dikemukakan Ketua Umum Koalisasi Anti Utang Kusfiardi, ekonom UGM Sri Adiningsih, dan Deputy Director Head of Advocacy Division Infid Dian Kartika Sari. Ketiganya dihubungi Suara Karya secara terpisah di Jakarta, Senin (19/11) kemarin, menanggapi masalah seputar kemandirian ekonomi di tengah besarnya utang luar negeri Indonesia. Masalah ini berpengaruh terhadap optimisme bangsa mengenai kemajuan ekonomi nasional.

    Menurut mereka, entah kapan kemandirian ekonomi bangsa bisa terwujud, karena pemerintah terkesan sulit mengelak dari tawaran pinjaman luar negeri. Lembaga multilateral seperti Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia plus sejumlah negara donor gencar "memaksa" pemerintah merealisasikan pinjaman dari mereka atas nama sejumlah program yang tidak jelas peruntukannya.

    Bahkan lembaga dan negara donor berani memberi iming-iming hibah dalam jumlah besar jika Pemerintah Indonesia "konsisten" mengandalkan utang luar negeri. Semua itu dilakukan untuk memperkuat cengkraman mereka, agar bisa terus meraih keuntungan dari Indonesia. Selain dari bunga pinjaman, keuntungan lain bagi lembaga dan negara donor adalah menguasai sumber-sumber ekonomi di Indonesia.

    Kusfiardi khawatir Indonesia tidak akan pernah menjadi bangsa yang mandiri, bila pemerintah masih mengandalkan utang luar negeri sebagai bagian tak terpisahkan dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Apalagi, dengan iming-iming hibah, pemerintah kerap terjebak "rayuan" utang untuk pembiayaan sejumlah program yang sengaja dibuat untuk menghabiskan dana pinjaman dari luar negeri. Padahal, penggunaan dan realisasi dari pinjaman itu tidak jelas, selain hanya menambah beban jumlah utang luar negeri.

    "Kita tidak pernah realistis bahwa persoalan kita adalah beban utang yang sudah besar. Namun, bukannya dikurangi, pemerintah justru terus mengupayakan segala cara untuk menambah utang baru. Semua itu harus dibayar (utang plus bunga) dan diselesaikan. Selama itu pula kita akan tetap tergantung pada asing. Melalui beban utang itu, asing dengan seenaknya mengambil sumber-sumber ekonomi kita," kata Kusfiardi.

    Dia menambahkan, agar bisa lepas dari cengkraman asing dan memulai kebijakan ekonomi yang lebih mandiri, pemerintah harus berani mendorong penghapusan utang luar negeri. Apalagi, tidak sedikit dari komitmen utang luar negeri itu tidak direalisasikan para kreditor. Kalaupun direalisasikan, bukan untuk program yang bisa menstimulus perekonomian dan pemberdayaan usaha rakyat.

    Menurut Kusfiardi, pemerintah bisa menghapus utang luar negeri. Untuk tahap awal, pemerintah tidak perlu mencairkan utang yang berasal dari komitmen lama, serta utang yang tidak bisa cair karena ketiadaan program.

    "Berdasarkan data Depkeu pada 2005, komitmen utang sebesar 365 miliar dolar AS hanya bisa dicairkan 162 miliar dolar AS. Artinya, ada 203 miliar dolar AS yang belum bisa dicairkan. Komitmen Indonesia atas utang luar negeri itu sudah dikenakan biaya, namanya commitment fee yang besarannya sekian persen dari 203 miliar dolar AS. Itu sia-sia. Kita bisa minta penghapusan atas kewajiban atau biaya dari komitmen utang yang tidak direalisasikan, " ujarnya.

    Sementara itu, Sri Adiningsih mengatakan, pemerintah tidak memiliki perencanaan jelas dalam pembangunan ekonomi. Buktinya, APBN sebagai dasar perencanaan keuangan negara selama setahun hanya diprioritaskan membayar utang luar negeri. Entah bagaimana pengelolaannya, anggaran pembangunan begitu sulit direalisasikan. Yang dipentingkan adalah bayar utang.

    "Realisasi anggaran terus-menerus rendah. Baru pada akhir tahun semua dana dikeluarkan sampai habis. Sementara pos-pos utang luar negeri tetap dijaga. Hal itu pasti membuat realisasi dana tidak berkualitas dan APBN hanya sibuk untuk membayar utang luar negeri yang justru terus ditambah atas nama program-program yang tidak jelas," katanya.

    Dia menyarankan pemerintah melakukan evaluasi kebijakan ekonomi, sekaligus menghilangkan kesan lebih mementingkan negara dan lembaga donor asing. "Kita perlu melakukan evaluasi karena liberalisasi saat ini sudah sangat bebas. Liberalisasi ini merupakan bukti bahwa kekuatan asing masih kuat di Indonesia, terutama dalam hal intervensi kebijakan ekonomi makro dan keuangan," ujarnya.

    Evaluasi, menurut Adiningsih, perlu dilakukan agar Indonesia tidak makin terpuruk. Seharusnya tekanan asing segera dihilangkan dengan kebijakan ekonomi yang mengandalkan potensi ekonomi negara. "Saya lihat tekanan asing terhadap kebijakan ekonomi pemerintah sudah tidak membuat bangsa ini mandiri lagi. Sebab, mulai dari kebijakan hingga berbagai produk serta jasa yang masuk dari luar negeri dikendalikan asing. Di mana nasionalisme kita kalau semua sudah dikuasai asing?" tanyanya.

    Intervensi asing, menurut Sri Adiningsih, sulit ditampik karena manajemen utang tak kunjung dibenahi. Bahkan pos utang dalam negeri yang harus dibayar pemerintah, baik melalui obligasi negara dan pasar modal, merupakan kepanjangan tangan asing. "Ketergantungan itu (utang luar negeri) tidak bisa dihindari sepanjang pemerintah masih menggunakan utang dalam anggaran negara. Sebab itu, utang harus segera diselesaikan, agar Indonesia tidak lagi tergantung pada pemberi utang," tutur Adiningsih.

    Secara terpisah, Kartika Sari menjelaskan, lembaga dan negara donor asing selalu mendesak pemerintah tetap setia mempertahankan paradigma pertumbuhan ekonomi sebagai pedoman pembangunan ekonomi makro. Namun, fakta di Indonesia membuktikan pertumbuhan ekonomi tidak memberi kontribusi dalam mengurangi kemiskinan.

    Bahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dicapai dengan mengorbankan kepentingan rakyat, seperti penghapusan subsidi, privatisasi layanan publik, dan liberalisasi perdagangan serta investasi asing yang rawan perusakan lingkungan dan konflik dengan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi bahkan tidak mampu mendorong tumbuhnya sektor riil. Akibatnya, angka pengangguran tinggi.

    "Pemerintah dikondisikan untuk terus patuh pada seluruh petuah lembaga dan negara donor asing. Padahal sejarah membuktikan, gara-gara resep Bank Dunia, Indonesia terpuruk dalam krisis ekonomi berkepanjangan, " ujarnya.

    Sementara itu, program-program pemerintah atas nama pemberdayaan ekonomi rakyat dan pengentasan kemiskinan, justru menambah beban utang negara. Ini terlihat dari laporan Bank Dunia pada Juni 2007 yang menyebutkan bahwa utang Indonesia ke Bank Dunia belum lunas sampai tahun 2041. (Indra/Andrian/ Nunun

    Barca Dihantam Badai, Real Santai

    Jakarta - Perjuangan Barcelona di Liga Spanyol kembali menghadapi hambatan yang datangnya dari dalam menyusul kritikan Edmilson pada rekan-rekannya. Sementara Real Madrid relatif santai pekan ini.

    Saat performanya di kompetisi lokal belum lagi stabil, Barcelona kembali mendapat ganjalan yang justru datang dari pemainnya sendiri. Dalam sebuah wawancara di televisi, Edmilson mengkritik pemain Barcelona yang disebutnya kurang berkomitmen pada klub.

    "Dalam grup yang terdiri dari 23-25 pemain dan pelatih kami seperti keluarga dan seperti keluarga kebanyakan kapi juga punya kambimg hitam... Kadang pekerjaan kami sebagai pesepakbola berada di urutan dua dan pemain-pemain bisa bilang 'Saya harus rapat atau ada janji iklan jadi harus cepat-cepat pergi," sahut Edmilson kemarin.

    Sang gelandang memang sudah meminta maaf pada rekan-rekannya dan menyadari kesalahannya. Namun ini bukan pertama kalinya El Barca dihantam badai di ruang ganti.

    Musim lalu Samuel Eto'o mengkritik pelatih Frank Rijkaard dan beberapa pemain di muka umum. Hasilnya, konsentrasi tim asal Catalan itu buyar dan berujung gelar yang lepas ke tangan Real.

    "Musim lalu kami banyak membicarakan hal di luar sepakbola, dan lihat hasilnya. Seharusnya hal seperti itu tetap tinggal di ruang ganti," tutur Andres Iniesta, seperti dilansir Yahoosport.

    Berpengaruh atau tidaknya isu ini bagi kondisi mental pemain di lapangan akan dibuktikan saat mereka menjamu Recreativo Huelva di Camp Nou, Minggu (25/11/2007).

    Baik Barcelona maupun Recreativo sama-sama menderita kekalahan pada pekan sebelumnya. Barca takluk di tangan Getafe 0-2, sedangkan Recreativo kalah 0-1 oleh Osasuna. Kini tim Carles Puyol masih tetap tertahan di peringkat tiga klasemen, dibawah Real dan Villareal.

    Sementara Real dan Villareal akan menghadapi lawan yang di atas kertas bisa mereka kalahkan. Los Blancos akan berhadapan dengan Real Murcia sementara The Yellow Submarine akan melakukan laga tandang melawan Almeria.

    Sulit bagi Real Murcia untuk melewati hadangan Real, mengingat mereka hanya menang satu kali dari lima laga terakhir mereka di La Liga, itu pun terjadi bulan lalu ketika mereka menang 1-0 dari Recreativo. Jadi, tidak salah bila para pendukung Madrid berharap mereka tetap memimpin La Liga pekan ini.

    Pada laga lainnya peringkat empat Valencia akan berhadapan dengan peringkat tujuh Racing Santander. Menarik untuk ditunggu apakah Racikan Ronald Koeman akan memberikan kemenangan lagi bagi El Che, seperti ketika mereka menaklukkan Murcia 3-0 pada pekan sebelumnya. (din/arp)

  • INTEGRITAS DAN KEPEMIMPINAN

    Maya

    Ada cerita menarik ketika Team trainer kami menyampaikan materi tentang integritas di salah satu BUMN pada tanggal 15 & 16 Nopember 2007. Mereka sangat antusias mengikuti satu permainan/game yang terkait dengan pentingnya Integritas dalam memimpin. Kebetulan yang kami training adalah midle manager level. Ada spirit yang luar biasa muncul dari para peserta untuk bersama-sama meningkatkan integritas dalam menjalankan peran sebagai pemimpin. Mereka menyadari benar betapa pentingnya Integritas dari setiap indifidu bila ingin meraih kesuksesan sejati, baik kesuksesan pribadi maupun organisasi. Kompetensi tanpa integritas akan berbahaya begitu pula integritas tanpa kompetensi akan menjadi sia-sia. Untuk itu mereka sadar betul untuk selalu meningatkan kedua faktor pendukung kesuksesan tersebut.

    Yang menjadi masalah adalah; ketika integritas tersebut hanya dimiliki oleh sebagian kecil dari individu-individu yang terlibat dalam perusahaan/organisa si, maka tidak akan memberi efek positif yang signifikan bagi tumbuh kembangnya budaya integritas di perusahaan tersebut. Apalagi para top leader yang notabebene sebagai pembuat kebijakan dan pengendali perusahaan cenderung termasuk orang-orang mengabaikan pentingnya integritas. Justru merekalah yang menghambat tegaknya integritas, dengan memanfaatkan otoritas yang dimilikinya, mereka bisa menekan para midle manager untuk bergeser dari nilai-nilai integritas demi kepentingan sesaat. Salah seorang peserta mengatakan : Contoh yang paling sering di alami oleh saya adalah ketika ada satu proyek yang berkaitan dengan angka-angka yang sebenarnya tidak sesuai dengan nilai sebenarnya, dan ini jelas-jelas melanggar aturan dan merugikan perusahaan, tetapi kemudian mereka memaksakan kehendak untuk dilakukan. Saya sudah berusahan untuk menjaga integritas saya dengan mencoba mengingatkan atasan saya, tapi ada resiko yang harus saya tanggung apabila tidak mematuhi kehendak atasan saya, dari mulai tidak disapa oleh atasan, dinilai tidak kooperatif bahkan sampai kepada kemungkinan kehilangan jabatan.

    Dari realitas tersebut maka mereka menyarankan agar pelatihan integritas ini bisa diikuti oleh seluruh karyawan perusahaan tersebut, dari mulai top leader sampai tingkat pelaksana, tidak parsial tetapi komprehensif. Perusahaan yang di dalamnya terdiri dari orang -orang yang tidak memiliki integritas bagai malam yang gelap gulita, dan ketika ada satu orang diantara mereka yang memiliki integritas maka orang tersebut bagai cahaya lilin kecil yang hanya menerangi dirinya, sementara ketika integritas itu ditularkan kepada orang-orang yang ada di kanan dan kirinya secara berantai, maka cahaya lilin yang kecil itu akan menjadi cahaya yang terang benderang. Maka integritas tidak boleh hanya dimiliki oleh individu tertentu saja, tetapi setiap individu yang terlibat dalam suatu organisasi, baik sebagai pemimpin maupun yang dipimpin, wajib memilikinya. Tujuan Individu dan organisasi bisa dicapai dengan memegang teguh Integritas.

    Segelas susu....

    Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan
    dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa
    sen uangnya, dan dia sangat lapar.

    Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah
    berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang
    wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia
    hanya berani meminta segelas air. Wanita muda tersebut melihat, dan
    berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia
    membawakan segelas besar susu.

    Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, "Berapa
    saya harus membayar untuk segelas besar susu ini?"

    Wanita itu menjawab: "Kamu tidak perlu membayar apapun". "Ibu kami
    mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan" kata wanita itu
    menambahkan.

    Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata:"Dari dalam
    hatiku aku berterima kasih pada anda."

    Sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat
    kritis. Para dokter dikota itu sudah tidak sanggup menanganinya. Mereka
    akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis
    yang mampu menangani penyakit langka tersebut. Dr. Horward Kelly dipanggil
    untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal si
    wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly.

    Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju
    kamar si wanita tersebut. Dan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si
    wanita itu. Ia langsung mengenali itu pada sekali pandang. Ia kemudian
    kembali keruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik
    untuk menyelamatkan nyawa wanita itu.

    Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita
    itu. Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh
    kemenangan....Wanita itu sembuh!!

    Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh
    tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan. Dr. Kelly
    melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan
    kemudian mengirimkannya ke kamar pasien.

    Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa
    Ia tak akan mampu menbayar tagihan tesebut walaupun harus dicicil seumur
    hidupnya.

    Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada
    sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan
    tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi.."Telah dibayar lunas dengan
    segelas besar susu!!" tertanda, Dr Horward Kelly.

    Air mata kebahagian kehilangan membanjiri matanya. Ia berdoa: "Tuhan,
    terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan
    tangan manusia."

    Sheringham Jadi Bangsawan Inggris

    London - Sebagai pesepakbola Teddy Sheringham punya sederet prestasi membanggakan. Kini dia memiliki hal lain yang bisa dibanggakan setelah mendapat gelar kebangsawanan dari Kerajaan Inggris.

    Member of the Order of the British Empire atau sering disingkat sebagai MBE. Itulah gelar kebangsawanan yang diterima Sheringham, Selasa (20/11/2007) kemarin waktu setempat.

    Bertempat di Buckingham Palace, mantan bintang Manchester United itu menerima penghargaan kebangsawanan itu langsung dari pemegang tahta kerajaan Inggris, Pangeran Charles.

    "Ini fantastis, mungkin inilah momen terbaik yang saya alami di (Buckingham) Palace. Saya sudah beberapa kali ke sini terutama bersama skuad Inggris di Euro 1996, tapi kembali ke sini dan mendapatkan gelar MBE adalah fantastis," antusias Sheringham di Thisislondon, Rabu (21/11/2007).

    Sheringham yang tahun ini berusia 41 tahun mendapat gelar kebangsawanan tersebut atas pengabdiannya pada sepakbola Inggris. Pria kelahiran London itu kini sudah 20 tahun menekuni sepakbola dan tercatat 51 kali membela The Three Lions dengan sumbangan 11 gol.

    Soal keputusannya yang belum mau gantung sepatu ternyata juga mendapat perhatian dari Pangeran Charles yang menanyakan kondisi fisik Shringham yang memang sudah sangat renta untuk ukuran pesepakbola.

    "Saya katakan kalau saya berusaha bertahan di sana - Anda tahu, tulang-tulang saya sedikit berdecit di (lapangan) sana," guyon Sheringham. "Dia bertanya apakah saya akan melatih, Saya katakan, 'Mungkin, mungkin suatu hari nanti. Ada banyak waktu untuk itu'."

    Setelah menjalani musim-musim yang luar biasa dengan MU -- termasuk treble winner yang kesohor itu -- karir Sheringham terus merosot seiring usianya yang bertambah. Setelah sempat membela Tottenham Hotspur, Portsmouth dan kemudian West Ham United, dia kini memperkuat tim divisi satu Colchester United. (din/arp)

  • Jual Diri

    tawa2

    Jual Diri

    HARI ini Sarimi (33 tahun) dan keluarga makan nasi aking. Harga beras mereka rasakan mahal. Sementara suaminya Saroni (35 tahun) tak lagi bekerja. Selama ini nasi aking hanya dimakan bebek. Saroni tak sendirian, walau semua tak makan nasi aking. 49% penduduk Indonesia dalam kondisi miskin (data Bank Dunia 2006).

    Kalimat tersebut merupakan iklan di sebuah media cetak nasional. Di bawah kalimat tersebut tertulis: Saya, Wiranto, mengajak Anda bergabung dalam gerakan moral. Bersatu sejahterakan rakyat. Ciptakan 10 juta lapangan kerja. Tingkatkan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas. Tumbuhkan ekonomi melalui pemerintahan yang kuat dan tegas.

    Siapa pun yang membaca tentu bebas mencerna dan menginterprestasika n kalimat tersebut. Komentar di internet pun bermunculan. Ada yang mengatakan, mengiklankan diri sendiri sekarang ini bukan hal yang tabu. Apalagi hajatan Pilpres 2009 tak lama lagi. Memperkenalkan diri pada publik dan menciptakan citra adalah hal yang mutlak dilakukan.

    Ada juga yang komentar: Terlalu banyak calon bingung milihnya, mana yang gak bakalan buat terlalu makan ati. Aku juga bingung karena terlalu banyak pilihan (tapi nggak ada yang layak pilih). Kayanya ... aku golput aja deh ..., tapi liat aja entar ... siapa tahu Tuhan tiba2 kasih kita calon alternatif buat bangsa ini.

    Meskipun Wiranto tidak secara tegas mencantumkan jati dirinya, tetapi nampaknya pembaca sudah mengetahui arah iklan tersebut. Yakni, posisi dia dalam kapasitasnya sebagai calon presiden pada 2009. Iklan tersebut dalam kaitan menarik simpati kontituen.

    * * *

    Wiranto memang tak sendirian. Dalam Pilkada di Kalbar 15 November lalu, empat kandidat juga ''menjual'' isu kemiskinan. Di daerah lain pun, fenomena menjual diri dan kemiskinan dengan sasaran konsumen orang miskin, juga terjadi. Terutama berkaitan maraknya pemilihan kepala daerah, dan men-jelang pemilihan presiden di tahun 2009.

    Tokoh (baik yang mengaku maupun memang ditokohkan) di tingkat kota/kabupaten, provinsi, maupun pusat, berlomba unjuk muka menjual diri. Mereka berpacu saling menonjolkan diri. Menebar citra dan anggapan bahwa dirinyalah yang serba ter. Termampu, tercocok, terbaik, terlayak, dan ter-ter yang lain yang berkonotasi positif. Istilah lainnya rumangsa bisa (merasa bisa).

    Segala cara ditempuh. Mulai menebar janji sampai mengobral uang. Etis dan tidak etis bukan dianggap masalah. Yang penting jualannya laku, feedback atau respon dari konsumen, dalam hal ini rakyat, positif untuk dirinya. Jika ada sebagian orang yang mencemooh, juga dianggap angin lalu. Baginya yang terpenting pada akhirnya dia ''dibeli''.

    Pada saat menjual diri dalam kaitan meraih simpati, dagangan yang akhir-akhir ini juga dianggap layak dijual adalah kemiskinan. Hampir semua calon kepala daerah maupun kepala negara, hari-harinya diisi kegiatan mengobjekkan orang miskin.

    Kemiskinan bukannya disikapi sebagai persoalan bersolusi tebar bukti dan tindakan nyata, tetapi masih diwacanakan disertai obral janji. Jika terpilih saya akan... kalau mendapat kepercayaan saya akan..., seandainya saya dipercaya mengemban amanat maka..., dan kata-kata lain yang berujung akan. Sementara jumlah orang miskin sendiri tak kunjung berkurang.

    Lebih celaka lagi, di tingkat elite justru sibuk berkutat mempermasalahkan jumlah dan metoda penghitungan. Tahun 2006 jumlahnya 37 persen atau 49 persen, dasar yang dipakai untuk menentukan apa. Dibanding tahun sebelumnya naik apa turun, dan seterusnya.

    Ujung-ujungnya terjadi debat kusir, mereka lupa bahwa angka punya makna. Lewat akurasi data, akan ditemukan terapi yang semestinya. Sebaliknya, jika terjadi rekayasa, muaranya kemiskinan tak sekedar dijadikan barang ''dagangan'' , namun menjurus dibuat ''objekan'' penguasa.

    Kejadian di Negeri ini kadang memang unik. Termasuk soal korelasi antara menjual diri dengan kemiskinan. Umumnya orang yang menjual diri adalah wanita miskin (baik harta maupun pemahaman terhadap ajaran agama) atau mereka yang terpojok persoalan ekonomi.

    Hanya saja, logika tersebut kini justru berbalik. Saat ini bertebaran orang kaya yang menjual diri agar dibeli oleh kaum miskin, dan menjual kemiskinan untuk meningkatkan kekayaan dan harga diri. Bahkan ada yang tega merancang suatu kondisi dan angka kemiskinan untuk tujuan politik dan kepentingan pribadi serta kelompok.

    Akankah emosi rakyat kecil tersentuh oleh jualan mereka dan akhirnya ikhlas memberikan hak suara? Jawabnya tentu rakyat sendiri yang tahu. Namun biasanya, pada saat orang terbawa emosi, kiat teliti sebelum membeli, terabaikan.(11)

    -- Sri Mulyadi, wartawan Suara Merdeka di Semarang

    Penghargaan untuk Schmeichel Yunior

    Kopenhagen - Popularitas telah didapat Kasper Schmeichel, penghargaan atas profesinya sebagai pesepakbola pun telah digapai. Ia terpilih sebagai Pemain Muda Terbaik Denmark 2007.

    Adalah kemunculan Schmeichel bersama Manchester City di musim ini yang menjadikan kiper berusia 21 tahun ini ini meraih predikat versi Asosiasi Sepakbola Denmark tersebut.

    Dari sekadar "membonceng" ketenaran bapaknya, yaitu penjaga gawang legendaris Peter Schmeichel, anak muda kelahiran 5 November 1986 ini pada akhirnya dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi kiper handal.

    Setelah melakoni debutnya dalam pekan pertama Premier League musim ini melawan West Ham, Schmeichel berturut-turut tidak kebobolan dalam tiga partai termasuk melawan Manchester United.

    Meski kemudian pelatih Sven Goran Eriksson mengembalikan dia ke bangku cadangan, dan pada 25 Oktober dipinjamkan ke klub divisi I Cardiff City, Schmeichel diyakini memiliki masa depan cerah di City of Manchester Stadium.

    "Saya sangat senang. Bisa mendapatkan penghargaan istimewa ini, yang di Denmark amat dikenal, merupakan sebuah kehormatan besar," tukasnya tentang award individu pertamanya itu.

    "Daniel Agger memenanginya tahun lalu, dan saya hanya berharap saya bisa memenuhi semua ekspektasi yang menyertai penghargaan ini," sambungnya seperti dikutip Goal.com.

    Baru-baru ini Schmeichel berhasil dua kali cleen sheet dalam aksinya bersama timnas Denmark U-21. Ia mengaku karir mudanya di tahun ini berjalan mulus dan ia amat menikmatinya.

    "Denmark negara kecil yang tidak banyak disoroti, apalagi hanya bermain untuk tim U-21. Tapi menyenangkan diberi penghargaan seperti ini," pungkasnya.

    Inggris Kembali Pakai Pelatih Asing?

    London - Banyak yang menilai stok pelatih lokal yang dimiliki Inggris saat ini tidak cukup memenuhi syarat untuk mengangkat kembali pamor timnasnya. Memakai pelatih asing lagi pun menjad wacana.

    Dalam pencarian pelatih baru setelah dibawa terpuruk oleh Steve McClaren, beberapa pelatih non-Inggris justru lebih semarak diberitakan ketimbang nama-nama lokal.

    Dari dalam negeri yang paling dijagokan relatif tinggal Martin O'Neill. Sam Allardyce, Harry Redknapp, dan Steve Coppell memang ikut dibawa-bawa, tapi mereka tak pernah menangani tim besar sehingga tidak terlalu diyakini benar bisa sukses.

    Sebaliknya, sosok-sosok hebat seperti Fabio Capello, Luiz Felipe Scolari, Jose Mourinho, Guus Hiddink, sampai Juergen Klinsmann lebih difavoritkan sebagai calon pengganti McClaren.

    Sebelumnya Sven Goran Eriksson menjadi satu-satunya orang non-Inggris yang pernah menukangi The Three Lions. Dalam tiga turnamen besar yang diikuti pelatih top Swedia itu membawa Inggris sampai ke babak 16 besar Piala Dunia 2002, perempatfinal Euro 2004, dan perempatfinal Piala Dunia 2006.

    Ketua eksekutif FA Brian Barwick pun telah membuka wacana tersebut, bahwa pelatih Inggris berikutnya sangat mungkin bukan orang Inggris. "Saya pikir kewarganegaraan bukanlah masalah," tukasnya dikutip BBC.

    "Proses perekrutan pelatih baru sudah dimulai dan kami akan melakukan segalanya untuk mendapatkan orang yang tepat," tambah Barwick, "Hasilnya dijamin berbeda. Kami harus belajar dari cara kami sebelumnya."

    Pemain Inggris Besar Ego

    London - Steve McClaren dianggap tak punya kualitas untuk melatih tim sebesar Inggris. Tapi para pemain Three Lions pun punya andil atas kegagalan mereka sendiri karena besar ego.

    Anggapan tersebut terlontar dari mulut Roy Keane, eks kapten timnas Republik Irlandia dan Manchester United, tentang kegagalan Inggris ke putaran final Euro 2007.

    "Steve McClaren kehilangan pekerjaannya karena dia memang tidak qualify. Jadi, pemecatannya cukup adil. Tapi para pemain pun tidak membantu dia dan harus menanggung akibatnya sendiri,” papar Keane kepada Sky Sport News, Kamis (22/11/2007).

    "Kalau Anda melihat beberapa pemain Inggris, dan dari bahasa tubuhnya yang kadang-kadang tidak baik, menurut saya terlalu banyak ego di sana, terlalu banyak orang yang besar kepala."

    Popularitas, kebintangan, ekspos media massa, dan bermain di klub-klub besar adalah hal-hal yang secara tidak langsung disoroti pria yang kini melatih klub Sunderland itu.

    "Jika sedikit kesuksesan dibarengi ego-ego seperti itu, maka Anda berada dalam masalah,” tambahnya. "Menjadi pemain yang bagus itu baik. Tapi pemain-pemain yang bagus tidak otomatis membuat tim-tim jadi bagus."

    Keane juga mengkritik industri sepakbola yang membaluti klub-klub besar. Dengan kondisi saat ini, sadar atau tidak para pemain tersebut cenderung lebih mengutamakan klub ketimbang tim nasional.

    "Saya pikir sepakbola internasional menjadi tidak terlalu penting bagi banyak pemain dewasa ini. Klub-klub telah mengambil alih semuanya," cetusnya.

  • 20 Berkat

    garuk2
    20 Berkat

    Daftar di bawah ini adalah 20 berkat dari Alkitab untuk kalian dan saya. Semoga ini menguatkan kalian dan saya apabila sedang turun.

    1. Mengapa saya berkata "Saya tidak bisa" jika Alkitab mengatakan bahwa saya bisa melakukan segala sesuatu di dalam Dia yang memberi kekuatan kepada saya (Fil 4:13)?

    2. Mengapa saya merasa kurang jika saya tahu bahwa Allah akan memenuhi segala keperluan saya menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus (Fil 4:19)?

    3. Mengapa saya harus merasa takut jika Alkitab berkata bahwa Tuhan tidak memberi saya roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, ketertiban (2 Tim 1:7)?

    4. Mengapa saya harus merasa kurang iman jika saya tahu bahwa Allah telah mengaruniakan kepada saya ukuran iman tertentu (Rom 12:3)?

    5. Mengapa saya menjadi lemah jika Alkitab berkata bahwa Allah adalah terang dan keselamatan saya dan bahwa saya akan tetap kuat dan akan bertindak (Maz 27:1, Dan 11:32)?

    6. Mengapa saya harus membiarkan iblis menang atas hidup saya jika Roh yang ada di dalam saya lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia (1 Yoh 4:4)?

    7. Mengapa saya harus pasrah kalah jika Alkitab berkata bahwa Allah dalam Kristus selalu membawa kita di jalan kemenanganNya (2 Kor 2:14)?

    8. Mengapa saya harus kekurangan hikmat jika Kristus sendiri telah menjadi hikmat bagi saya dan Allah akan memberi hikmat jika saya minta padaNya (1 Kor 1:30; Yak 1:5)?

    9. Mengapa saya harus depresi jika saya dapat mengingat bahwa saya dapat berharap pada Allah yang kasih setiaNya tidak habis-habisNya setiap pagi (Rat 3:21-23)?

    10. Mengapa saya harus kuatir, resah, dan rewel jika saya dapat menyerahkan segala kekuatiran saya pada Tuhan yang memelihara saya (1 Pet 5:7)?

    11. Mengapa saya harus selalu hidup dalam beban jika saya tahu bahwa di mana ada Roh Allah, ada kemerdekaan, dan Kristus telah memerdekakan kita (2 Kor 3:17; Gal 5:1) ?

    12. Mengapa saya harus merasa terhukum jika Alkitab berkata bahwa saya tidak ada lagi di bawah penghukuman sebab saya di dalam Kristus (Rom 8:1) ?

    13. Mengapa saya harus merasa sendirian jika Yesus berkata Ia akan selalu menyertai saya, tidak akan membiarkan dan tak akan meninggalkan saya (Mat 28:20; Ibr 13:5)?

    14. Mengapa saya harus merasa terkutuk atau merasa saya menjadi korban nasib sial jika Alkitab berkata bahwa Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum taurat sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu (Gal 3:13-14) ?

    15. Mengapa saya harus merasa tidak puas dalam hidup ini jika saya,seperti Paulus, bisa belajar untuk menjadi puas dalam segala keadaan (Fil 4:11) ?

    16. Mengapa saya harus merasa tidak layak jika Kristus telah dibuat menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2 Kor 5:21) ?

    17. Mengapa saya merasa takut disiksa orang jika saya tahu bahwa jika Allah di pihak saya tidak ada yang akan melawan saya (Rom 8:31) ?

    18. Mengapa saya harus bingung jika Allah adalah Raja Damai dan Ia memberi saya pengetahuan melalui RohNya yang diam di dalam kita (1 Kor 14:33;2:12)

    19. Mengapa saya harus terus-menerus gagal dan jatuh jika Alkitab berkata bahwa sebagai anak Allah saya lebih daripada orang-orang yang menang dalam segala hal, oleh Dia yang telah mengasihi saya (Rom 8:37)?

    20. Mengapa saya harus membiarkan tekanan hidup mengganggu saya jika saya dapat punya keberanian karena tahu Tuhan Yesus telah menang atas dunia dan penderitaan (Yoh 16:33)? " Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah ! " (Mazmur 46:11a)

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.