by
jakarta
@ 2007-12-26 - 16:11:29

Nova Eliza
Jakarta,- Memang terkadang susah jadi perempuan, karena mereka harus benar-benar menjaga keperawanan mereka, apalagi bagi kaum hawa yang baru merintis karir di dunia entertain. Seperti yang dialami dan juga diharapkan oleh Nova Eliza, bagi sesama wanita.
Dalam film Susahnya Jadi Perawan, Nova, yang bertindak sebagai produser sekaligus pemainnya, memberikan pesan bahwa jangan sampai gemerlapnya dunia mengorbankan harga diri perempuan.
Sebagai film pertama yang diproduksi bersama sang suami, Mirwan Suwarso, Susahnya Jadi Perawan membuat perasaan Nova 'tak karuan', apalagi saat gala premiere di Citos, Selasa (18/12) malam.
"Ada rasa senang, deg-degan, dan lega," akunya.
Secara garis besar, film Susahnya Jadi Perawan menjadi tempat bagi Nova untuk berbagi pengalaman dalam menggeluti lika-liku dunia entertainment selama 18 tahun. Seperti misalnya soal bagaimana dia harus mempertahankan prinsip dari sebuah keperawanan, yang kerap digadaikan demi satu kata popularitas dan cinta yang semu. Dan fenomena ini, diakui ataupun tidak, menurut Nova sudah ada sejak jaman baheula.
"Dan setelah menikah ini, aku ingin berbagi secara tepat. Dan di entertainment, menurut saya, tidak harus dengan modal 'nekat' saja. Banyak hal yang menarik yang bisa digali untuk bisa dapat masuk dunia entertainment dengan cara yang benar," ungkapnya.
Karim Benzema
Superstar Terkini Les Gones
Dua gol yang dicetak saat Olympique Lyonnais menang 3-0 atas tuan rumah Glasgow Rangers dan mengantar Les Gones lolos ke fase knock-out Liga Champion 2007/08 membuat nama Karim Benzema kian kencang mengiang di telinga para pelatih klub besar di seantero Eropa.
Karim Benzema, memilih Prancis dibanding negara leluhur, Aljazair.
Remaja berusia 20 tahun kelahiran 10 Desember 1987 ini adalah superstar terkini Les Gones. Namanya terus bersinar di berbagai kesempatan. Ia memiliki kombinasi teknik, kekuatan, kecepatan, serta insting tinggi dalam mencetak gol.
Dengan berbagai kelebihan tersebut, Benzema bisa bermain sebagai striker utama Lyon dalam skema 4-3-3 serta bisa ditempatkan di kedua sayap. Yang terpenting lagi, ia bisa mencetak gol dari berbagai sisi. Pada musim 2007/08 Benzema telah menghasilkan 12 gol hingga pekan ke-18 dan menempati posisi top scorer, sementara di Liga Champion membuat tiga gol dalam lima matchday.
Lahir di Prancis dari orang tua Aljazair keturunan Kabyle, Benzema ditemukan oleh pencari bakat Lyon ketika sedang bermain di tim anak-anak Bron Terraillon pada 1996 saat berusia sembilan tahun. Ketika itu ia langsung diikat oleh Akademi Sepakbola Lyon. Kabyle adalah daerah dataran tinggi di Timur Laut Aljazair.
Potensi besar yang ada pada Benzema terus berkembang hingga namanya kerap menghiasi tim nasional Prancis U-16, U-17, dan U-18 dengan mengoleksi 20 gol dari 35 penampilan. Pada 2004, Benzema menjadi salah satu pemain kunci ketika Prancis menjadi juara Euro U-17.
Tim nasional Prancis senior juga sudah membuka pintu. Benzema dipanggil untuk masuk Les Bleus senior pada November 2006 menjelang uji coba melawan Yunani, tapi ketika itu ia menarik diri karena cedera. Ia harus menunggu enam bulan untuk benar-benar merealisasikan impiannya memakai baju kebesaran Les Bleus ketika beruji coba melawan Austria di Stade de France, 28 Maret 2007. Penampilan perdananya sangat memuaskan karena lewat tendangan bebas yang dilakukannya Prancis menang 1-0.
Sejak itu ia secara regular menjadi bagian dari tim Les Bleus dan sangat mungkin akan masuk skuad Euro 2008. Pada 13 Oktober lalu, ia pun mencetak dua gol kala Prancis mengalahkan tuan rumah Kepulauan Faroe 6-0 pada kualifikasi Euro 2008.
Debut profesional bersama Lyon pada Januari 2005 saat menghadapi Metz, Benzema, waktu itu berusia 17 tahun, juga langsung membuat kontribusi penting. Masuk pada menit ke-88 dengan nomor punggung 33 dan tanpa nama, sentuhan pertamanya adalah umpan lob indah kepada Bryan Bergougnoux yang membuatnya bisa mencetak gol.
Menolak Negara Leluhur
Benzema sebetulnya ditawari juga untuk masuk tim nasional negara leluhurnya, Aljazair, pada 9 Desember 2006. Tapi, kepada majalah Champions, ia menjawab: “Aljazair adalah negara orang tua saya, itu selalu ada dalam hati. Tapi, menyangkut sepakbola, saya akan bermain untuk tim nasional Prancis.”
Curriculum vitae yang dimiliki Benzema membuatnya jadi incaran klub besar. Internazionale, AC Milan, Juventus, Real Madrid, Liverpool, dan Arsenal adalah sederet klub yang tengah memantaunya. Kontrak lima tahun yang ditandatangani untuk Lyon pada Mei 2005, lantas diperpanjang lagi pada Agustus 2007 hingga 2012, pun bisa terhenti jika ada klub yang bersedia mentransfernya dengan harga yang tentu disepakati Lyon.
Pelatih Lyon, Alain Perrin, sebetulnya sangat ingin mempertahankan Benzema dan ia khawatir salah satu aset terbesarnya lepas. Media Prancis bahkan memprediksi klub-klub kaya akan memaksa Benzema untuk keluar dari Les Gones pada transfer window edisi Januari mendatang.
Benzema sendiri membantah berbagai spekulasi dan menegaskan tidak akan pergi sebelum kontraknya berakhir pada 2012. Tapi, semua itu bisa berubah jika Chairman Lyon, Jean-Michel Aulas, mulai mempertimbangkan berbagai tawaran yang masuk ke mejanya. (Yudhi F. Oktaviadhi/Foto: AFP)
DATA DIRI
-----------------------
Lahir: 10 Desember 1987 di Lyon, Prancis
Tinggi: 183 cm
Berat: 74 kg
Posisi: Striker
Klub: Lyon
Nomor: 10
Klub Remaja
1995-1996 Bron Terraillon
1996-2004 Lyon
Klub Profesional
2004/05 Lyon 6 tampil (0 gol)
2005/06 Lyon 13 (1)
2006/07 Lyon 21 (5)
2007/08 Lyon 18* (12)
*) Hingga pekan ke-18
Tim Nasional
2003-2004 U-16 7 tampil (1 gol)
2004-2005 U-17 18 (14)
2005-2006 U-18 10 (5)
2006 Junior 5 (-)
2007- Senior 3 (3)
Prestasi
2004 Juara Euro U-17
2005 Juara Ligue 1
2006 Juara Ligue 1
2007 Juara Ligue
Ensiklopedia Sepakbola
Ketika dibandingkan dengan kemampuan Zinedine Zidane, Karim Benzema lebih sreg dipandang memiliki karakter seperti mantan rekan Zizou di Real Madrid, Ronaldo. El Fenomeno, yang kini membela AC Milan, dianggapnya sebagai inspirator. “Sejak saya kecil Ronaldo adalah referensi utama, sumber inspirasi.”
Benzema menurut teman-teman dan kolega di klub kerap disebut ensiklopedia sepakbola. Pasalnya ia sangat suka meluangkan waktu untuk mempelajari video-video pertandingan. Yang sering ia pelajari adalah penampilan sang idola, Ronaldo.
Benzema bahkan selalu mengikuti secara detail perkembangan karier Ronaldo sejak pemain asal Brasil itu pindah ke Barcelona. Ia pun mengaku mengadopsi teknik, kekuatan, kecepatan, dan cara Ronaldo dalam mendribel bola.
Namun, itu semua tidak akan bisa berkembang dan berjalan dengan baik jika Benzema tidak memiliki bakat besar. Imbasnya, jika dalam performa terbaik, Benzema sulit dihentikan. Setiap bek selalu kerepotan untuk menjaga pergerakannya. (yudi)
New Golden Generation
Setelah era Michael Platini, Jean Tigana, dkk. mempersembahkan juara Piala Eropa 1984, lantas era Zinedine Zidane, Thierry Henry cs. sukses menjadi juara Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000, Prancis kini memiliki the new golden generation.
Salah satunya adalah Karim Benzema. Striker Lyon ini menjadi harapan masa depan Prancis bersama rekan seklubnya, Hatem Ben Arfa, serta Samir Nasri (Marseille) dan Jeremy Menez (Monaco). Kolaborasi mereka telah menghasilkan gelar juara Euro U-17 pada 2004. Di klub masing-masing pun mereka sudah menjadi pemain kunci meski usia mereka rata-rata baru 20 tahun.
Untuk Benzema, pelatih Prancis U-17 pada 2004, Philippe Bergeroo, melontarkan pujian khusus. “Ia mengingatkan saya kepada (David) Trezeguet. Di depan ia sangat istimewa. Tak hanya pergerakannya. Ia juga bisa melakukan tembakan jarak jauh hingga bola diagonal dari pertahanan. Sangat sedikit penyerang yang bisa melakukannya.”
Kepada majalah Champions, pelatih timnas Prancis senior, Raymond Domenech, juga memuji remaja yang memiliki sembilan saudara ini. “Sangat bagus apa yang bisa ia lakukan di usianya,” ujar sosok yang mulai mempercayai Benzema di tim senior tersebut.
Lain lagi dengan Thierry Henry. Ia memprediksi Benzema akan mendapat Ballon d’Or sebagai penghargaan Pemain Terbaik Eropa suatu hari nanti. Kita nantikan! (yudi)
China falls for Christmas, at least in its stores
Christmas decorations are seen at a shopping mall in Shanghai, December 22, 2007. (Reuters)
BEIJING –– China's shopping malls in late December leave little doubt that the country has been smitten by Christmas, if not in quite the way devout Christians might hope.
Christmas has secured a spot on the Chinese calendar as a cherished excuse to buy, buy, buy. And while Christianity is indeed spreading in the officially atheist country, many shoppers have only a faint idea of the holiday's religious connection.
But their manner of celebration is sure to win the blessing of at least one group: economists.
"It's not really a real holiday," said Benny Zhang, 29, a computer programmer outside a Beijing mall with his wife. "It's just a nice atmosphere for shopping and a chance to swap gifts with each other."
Economists long despaired that the Chinese propensity to save, not spend, was storing up trouble should China's exports falter and hurting the world economy because it was not buying enough from abroad.
Even as China has become wealthier, the savings culture has been reinforced by the dismantling of the social security system, which forced ordinary people to keep enough money on hand for education, medicine and old age.
But Christmas reveals that Chinese consumers, buoyed by fast rising incomes, have now burst on the scene with a fervour for shopping that someday might rival their American counterparts.
"It is hard to get away from cultural norms," said Anna Kalifa, head of research in Beijing for Jones Lang LaSalle, a real estate management firm.
"What is also true is there is a new generation that is coming along and really changing things. They value quality and they want to spend money," she said.
Seven of the world's 10 biggest shopping malls will be in China by 2010, Kalifa said.
Hard numbers show why. Retail sales rose 18.8 percent in November from a year earlier, marking the fastest growth since 1999, the National Bureau of Statistics reported this month.
Bedecked in trees and bunting, with carols piped through their speakers, Chinese malls are thronged by shoppers at Christmas and look much like ones anywhere else in the world. The difference lies just below the surface.
Wang Lijun knows her Santa Claus hat and coat are supposed to lure customers to the buffet house in the Beijing mall where she works but beyond that she is confused.
"The boss makes us wear these," the restaurant hostess, 25, said. "I have no idea what they mean."
But the hat and coat do the trick. Business is brisk in the restaurant behind Wang as waiters clad in similar Santa Claus outfits scurry among the tables, dodging the poinsettia and fake gifts scattered about the floor.
That the gift-buying element of Christmas has spread faster than the religious rituals of the holiday is seen by some Chinese Christians as more an opportunity than a worry.
"It's nothing to be disappointed about," Liu Bainian, vice-president of the China Patriotic Catholic Association, said. "It's good for understanding. From our perspective, it's good for spreading the idea of Christmas."
Liu, who often echoes government opinion on church affairs, said Chinese shouldn't get caught up in the commercialism and should instead view the Christmas message as one of world peace much like the "harmonious society" promoted by authorities.
About 40 million Chinese -- or 3 to 4 percent of the 1.3 billion population -- are Christian, according to the U.S. Central Intelligence Agency.
But precise estimates are hard to come by, as devotees are divided between "above ground" churches approved by the ruling Communist Party and "underground" churches, wary of government ties, that have grown in popularity.
So long as shopping outpaces church-going, Christmas will cheer the hearts of government officials who have been trying to boost consumption to lessen the economy's reliance on exports.
Apakah Tangan Diatas Selalu Lebih Baik Dari Yang Dibawah?
Makan. Itu kebiasaan kita setiap hari. Bahkan kita melakukannya
lebih dari satu kali dalam sehari. Tetapi, adakah `nilai lebih' dari
proses makan yang kita lakukan itu? Bagi anda yang berkecukupan,
fungsi makan bisa ditingkatkan dengan cara `memberi makan' kepada
orang yang membutuhkan. Dengan begitu anda digelari sebagai sang
dermawan. Posisi si pemberi derma selalu berada lebih tinggi
daripada si penerima. Sehingga timbul ungkapan; `tangan diatas jauh
lebih baik daripada yang dibawah'. Oleh karenanya pula, tidak heran
kalau kita sering merasa `lebih mulia' setiap kali memberi. Bahkan,
ketika menyerahkan pemberian itu pun tidak jarang wajah kita
mendongak keatas. Pertanda kemuliaan kita - rasanya - lebih tinggi
dari si fakir itu. Karena melalui ungkapan itu kita meletakkan
posisi sang penerima derma ditempat terbawah. Memang; `Tangan diatas
jauh lebih baik daripada yang dibawah'.
Ada sebuah model lain yang saya temukan. Model dimana posisi sang
pemberi dan sang penerima itu sama. Sederajat. Tanpa sekat. Tidak
berbeda martabat. Ketika itu, saya dalam perjalanan untuk berkunjung
ke rumah salah seorang famili kami. Tiba-tiba saja perut saya
keroncongan. "Aku pengen makan ketoprak nih," Saya bilang. Kemudian,
istri saya yang duduk disebelah kiri bertugas untuk melihat-lihat;
siapa tahu disepanjang jalan yang kami lalui ada gerobak penjual
ketoprak. Makanan favorit saya. Tak lama kemudian, kami menemukan
gerobak penjual makanan. Tidak hanya satu gerobak, melainkan dua.
Yang satu gerobak ketoprak. Dan yang satu lagi, mie ayam. Anda boleh
berpikir; `ngapain sih kok yang beginian aja diomongin? Bukankah
gerobak mie ayam dan ketoprak sudah biasa saling berdampingan? '
Memang betul. Itu pemandangan yang biasa kita temukan. Tetapi, yang
menjadikannya begitu luar biasa adalah moment ketika tengah
berlangsung adegan pertukaran makanan diantara kedua penjualnya.
Tukang ketoprak menyediakan sepiring penuh ketoprak dan
menyerahkannya kepada tukang mie ayam. Sedangkan, tukang mie ayam
menyajikan semangkuk mie ayam untuk disantap si penjual ketoprak....
Pernah menyaksikan adegan itu? Bagi saya, itu bukan adegan yang
biasa. Ketika seseorang bersedia menyerahkan sesuatu yang
dimilikinya bagi orang lain, dan tindakan itu berlangsung secara dua
arah; maka saya kira, kita sudah mencapai nilai kemanusiaan kita
yang paling tinggi. Coba perhatikan, bagaimana mereka meletakkan
diri mereka sendiri relatif terhadap orang lain. Meskipun mereka
berada pada posisi sebagai `sang pemberi derma', namun mereka sama
sekali tidak menunjukkan tanda-tanda keangkuhan yang sering menempel
dalam diri kita setiap kali kita menyodorkan pemberian kepada orang
lain. Mereka tetap berada dalam kesetaraan.
Anda boleh saja mengatakan bahwa mereka bisa begitu karena ketika si
tukang ketoprak memberikan ketopraknya, dia juga akan menerima mie
ayam dari temannya. Anda benar. Tetapi, bukankah itu merupakan
isyarat bagi kita untuk terbebas dari distorsi tangan yang diatas
lebih baik daripada yang dibawah? Anda boleh protes; "Gue kan kalau
ngasih kagak dapat imbalan apa-apa dari dia. Ya wajar donkszt, kalau
dia berhutang budi sama gue! Toh gue memberi sama dia bukan
mengharapkan imbalan apapun dari dia. Apa sih yang bisa dia lakukan
buat gue? Nothing!"
Anda benar lagi. Mungkin, dia tidak akan bisa membalas budi anda.
Bagaimanapun juga caranya. Tidak mungkin. Lagipula, anda tidak
membutuhkan apa-apa dari dia. Tetapi, tidakkah anda meyakini bahwa
untuk setiap kebaikan yang anda lakukan; Tuhan akan selalu
menyediakan balasannya? Seandainya kepada anda dikatakan: Tuhan
tidak akan membalas kebaikan apapun yang anda lakukan kepada orang
lain; apakah anda masih bersedia melakukannya? See? Ada trade-off
disitu. Dan anda melakukannya untuk trade-off, itu. Baiklah, anda
boleh berkata: "gue tidak butuh pahalanya!" Oh ya? Bukankah ketika
anda menolong orang lain, lalu hati anda merasa lega. Anda bahagia.
Lalu anda terpicu untuk memberi lebih banyak lagi, kepada lebih
banyak orang lagi. Dan hati anda semakin senang. Lalu, anda terpicu
lagi, dan anda merasa nyaman dengan suasana hati anda? Sadarkah anda
bahwa hati yang tenang itu adalah bayaran kontan yang Tuhan berikan
atas kebaikan anda? Jika setelah memberi hati anda menjadi gundah;
apakah anda akan melakukannya lagi? Begitulah Tuhan memberi pahala
kepada kebaikan anda. Apapun hitungannya, memberi itu, selalu
membawa keuntungan bagi sang pemberi. Namun, sekedar perasaan nikmat
itu saja bisa menjebak kita kedalam perasaan `lebih tinggi' dari
orang yang menerima kebaikan kita. Well, `Tangan diatas jauh lebih
baik daripada yang dibawah'.
Tapi, itu tidak terjadi pada tukang ketoprak dan mie ayam. Mereka
tetap memposisikan diri dan hatinya dalam kesetaraan. Dan ternyata;
pertukaran tidak hanya terjadi diantara mereka berdua. Melainkan
juga dengan tukang lontong sayur. Tukang gado-gado. Tukang cuanki.
Tukang baso. Tukang es buah. Dan dengan tukang-tukang lainnya.
Begitulah cara mereka menikmati pengalaman memakan beragam jenis
makanan. Tanpa harus terbebani oleh pikiran; bagaimana cara
membayarnya.
Dengan cara itu, mereka tidak sekedar berhasil meningkatkan nilai
dari sebuah tindakan yang kita sebut sebagai `makan'. Mereka juga
telah secara alami berhasil meningkatkan nilai hidup mereka sendiri.
Nilai hidup? Ya, nilai hidup. Masih ingat bahwa manusia ini adalah
mahluk sosial? Maka apa yang bisa dilakukannya untuk orang lain
itulah yang menentukan nilai hidupnya sendiri. Jika dia tidak
berguna bagi orang lain, maka sebagai mahluk sosial dia sudah gagal
membawakan fungsinya. Jika begitu, dia tidak menjadi apapun selain
perwujudan perilaku para benalu.
Tidak hanya itu; mereka juga telah secara alami berhasil
meningkatkan kemuliaan diri mereka sendiri dihadapan Tuhannya.
Tuhan? Apa hubungannya dengan Tuhan? Mengapa segala sesuatu yang
kita lakukan dalam hidup ini harus selalu dikait-kaitkan dengan
Tuhan? Karena Tuhan sudah berjanji untuk memberikan imbalan kepada
manusia-manusia yang bersedia memberikan manfaat kepada orang lain.
Kepada yang memberi makan orang lapar, Tuhan berjanji untuk tidak
membiarkannya kelaparan. Dan janji Tuhan adalah benar. Ketika si
Tukang ketoprak menyerahkan ketoprak jatah makan siangnya kepada
tukang mie; dia bisa saja kelaparan. Tapi, ternyata tidak.
Sebaliknya, malah dia mendapatkan mie ayam tanpa harus mengeluarkan
uang sepeserpun. Begitu pula sebaliknya dengan tukang mie ayam. Coba
perhatikan. Kedua orang itu saling memberi makan, tanpa harus takut
akan kelaparan karenanya.
Kita, jika makan. Ya..., makan saja. Kalaupun ada pahala didalamnya,
itu karena kita makan yang baik-baik dari rejeki yang halal. Tetapi,
tukang ketoprak dan mie ayam itu; ketika mereka makan, mereka
mendapatkan pahala dari Tuhan. Karena, setiap kali mereka tahu bahwa
temannya sedang lapar; mereka dengan sukarela memberinya satu porsi
dagangannya. Tanpa menghitung berapa temannya itu harus membayar.
Tanpa terbersit dihatinya ungkapan `Tangan diatas jauh lebih baik
daripada yang dibawah'. Karena, faktanya memang demikian, bukan?
Harta Calon Panglima Rp 3,1 M
Refleksi: Bagus punya panglima yang kaya raya, sebab dengan begitu para prajurit krocok pun bisa jadi kaya. Apakah bisa begitu?
http://www.pontiana kpost.com/ berita/index. asp?Berita= Utama&id=148145
Sabtu, 22 Desember 2007
Harta Calon Panglima Rp 3,1 M
Djoko Santoso
Jakarta,- Berapa nilai kekayaan calon Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso? Menjelang memangku jabatan sebagai orang nomor satu di Mabes TNI Cilangkap, Djoko memiliki kekayaan Rp 3,138 miliar.
Jumlah itu didasarkan pada laporan yang ditulis Djoko dalam LHKPN (Laporan Harta Kekyaan Pejabat Negara) yang dilaporkan ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Laporan terakhir itu bertanggal 24 Mei 2006, di awal menjabat kepala staf TNI-AD.
Kekayaan Rp 3,138 miliar itu meningkat dua kali lipat jika dibandingkan dengan nilai kekayaan jenderal asal Solo itu, lima tahun sebelumnya. Dalam LHKPN per 14 Juni 2001, dia hanya memiliki kekayaan Rp 1,667 miliar.
Dalam tempo lima tahun, kenaikan paling signifikan terjadi pada koleksi kendaraannya. Pada 2001, nilai kendaraannya Rp 115 juta. Lima tahun kemudian menjadi Rp 780 juta.
Dua mobil lamanya dijual dan diganti dengan dua mobil baru, yakni Toyota Land Cruiser seharga Rp 550 juta dan Honda CR-V Rp 230 juta.
Selain kendaraan, penambahan kekayaan suami Angky Retno Y. itu terdapat pada sisi harta bergerak lain (selain kendaraan) yang sebelumnya bernilai Rp 55,45 juta menjadi Rp 341,98 juta. Dalam lima tahun, Djoko menerima hibah dua kali, yakni berupa batu mulia bernilai Rp 120 juta dan barang seni dan antik bernilai Rp 15 juta.
Kepada Pontianak Post, Direktur LHKPN KPK M. Sigit mengungkapkan, meski LHKPN terakhir tercatat 24 Mei 2006, laporan tersebut relatif baru dimasukkan dalam tambahan berita negara yakni pada 7 Desember 2007. KPK, ujarnya, belum menerima LHKPN terbaru. ”Jika dia sudah resmi dilantik (sebagai panglima TNI, Red), kami akan mengirimkan surat pemberitahuan untuk memperbarui LHKPN. Tapi, tanpa surat, yang bersangkutan semestinya sudah tahu. Kan lama jadi KSAD,” ujarnya.
Ditambahkan, data yang dicatatkan pada lembaran negara adalah data yang lolos verifikasi administrasi, bukan hasil invenstigasi. ”Temuan ataupun masukan masyarakat terhadap data yang bersangkutan kami mohon disampaikan ke KPK,” lanjut pria berkacamata itu.