
INSPIRATION
« on: November 26, 2007, 10:52:37 PM »
Hai Friends
These is My First Post in LOVEBEAT Forum, Hope all you like.
Lets start with.....
How r u?
what lies before us what lies behind us are tiny matters when compared to what lies inside us...read the following poems and get inspired...
When things go wrong as they sometimes will;
When the road you're trudging seems all uphill;
When the funds are low, and the debts are high
And you want to smile, but have to sigh;
When care is pressing you down a bit-
Rest if you must, but do not quit.
Success is failure turned inside out;
The silver tint of the clouds of doubt;
And you can never tell how close you are
It may be near when it seems so far;
So stick to the fight when you're hardest hit-
It's when things go wrong that you must not quit.
"Don't Quit," Author Unknown
It is not the critic who counts;
not the man who points out how the strong man stumbled
or where the doer of deeds could have done them better.
The credit belongs to the man
who is actually in the arena,
whose face is marred by dust and sweat and blood;
who strives valiantly;
who errs and comes short again and again;
who knows great enthusiasms,
the great devotions;
who spends himself in a worthy cause;
who at the best, knows in the end the triumph of high achievement,
and who, at the worst, if he fails, at least fails while
DARING GREATLY
so that his place shall never be
with those timid souls
who know neither victory or defeat.
Theodore Roosevelt
26th President Of The United States
so my frend always take the road which is less travelled and leave a legacy....
D RINK WATER ON EMPTY STOMACH
It is popular in Japan today to drink water immediately after waking up every morning. Furthermore, scientific tests have proven a its value. We publish below a description of use of water for our readers. For old and serious diseases as well as modern illnesses the water treatment had been found successful by a Japanese medical society as a 100% cure for the following diseases:
Headache, body ache, heart system, arthritis, fast heart beat, epilepsy, excess fatness, bronchitis asthma, TB, meningitis, kidney and urine diseases, vomiting, gastritis, diarrhea, piles, diabetes, constipation, all eye diseases, womb, cancer and menstrual disorders, ear nose and throat diseases.
METHOD OF TREATMENT
1. As you wake up in the morning before brushing teeth, drink 4 x 160ml glasses of water
2. Brush and clean the mouth but do not eat or drink anything for 45 minutes
3. After 45 minutes you may eat and drink as normal.
4. After 15 minutes of breakfast, lunch and dinner do not eat or drink anything for 2 hours
5. Those who are old or sick and are unable to drink 4 glasses of water at the beginning may commence by taking little water and gradually increase it to 4 glasses per day.
6. The above method of treatment will cure diseases of the sick and others can enjoy a healthy life.
The following list gives the number of days of treatment required to cure/control/reduce main diseases:
1. High Blood Pressure - 30 days
2. Gastric - 10 days
3. Diabetes - 30 days
4. Constipation - 10 days
5. Cancer - 180 days
6. TB - 90 days
7. Arthritis patients should follow the above treatment only for 3 days in the 1st week, and from 2nd week onwards - daily.
This treatment method has no side effects, however at the commencement of treatment you may have to urinate a few times.
It is better if we continue this and make this procedure as a routine work in our life.
Drink Water and Stay healthy and Active.
This makes sense .... the Chinese and Japanese drink hot tea with their meals .not cold water. maybe it is time we adopt their drinking habit while eating!!! Nothing to lose, everything to gain...
For those who like to drink cold water, this article is applicable to you.
It is nice to have a cup of cold drink after a meal. However, the cold water will solidify the oily stuff that you have just consumed. It will slow down the digestion.
Once this "sludge" reacts with the acid, it will break down and be absorbed by the intestine faster than the solid food. It will line the intestine. Very soon, this will turn into fats and lead to cancer. It is best to drink hot soup or warm water after a meal.
A serious note about heart attacks: Women should know that not every heart attack symptom is going to be the left arm hurting.
Be aware of intense pain in the jaw line.
You may never have the first chest pain during the course of a heart attack.
Nausea and intense sweating are also common symptoms.
60% of people who have a heart attack while they are asleep do not wake up.
Pain in the jaw can wake you from a sound sleep. Let's be careful and be aware. The more we know, the better chance we could survive...
A cardiologist says if everyone who gets this mail sends it to everyone they know, you can be sure that we'll save at least one life.
Ray Of Hope
From the skies of life,
tearing the clouds of sadness there comes a ray of hope.
Enlightens our world and gives us strength to cope.
It fills in light. It fills in strength.
And teaches us never to bend.
It makes us smile. It brings us joy.
Makes us as happy as a child with toy.
A Ray of Hope is as beam of light
which removes from our lives the darkest night.
Kegigihan berasal dari kata dasar gigih atau tetap teguh pada pendirian
dan pikiranm bisa juga keras hati. Kegigihan diartikan dengan keteguhan
untuk memegang pendapata atau mempertahanan pendirian dan keuletan dalam
berusaha. Sedangkan Kebodohan, dari kata bodoh = tidak cepat mengerti,
tidak mudah untuh paham, atau tidak dapat (mengerjakan) .
Orang gigih tentunya tidak bodoh, beda dengan orang bodoh yang memang
tidak cepat mengerti. Dari kasus Bro Afda, ada beberapa pertanyaan saya
:
Dari mana kita mengetahui batas kemampuan kita ? sudah berapa banyak
dicoba ? dalam usaha apa saja ? Menurut saya tidak ada batas resmi bahwa
kita tidak kompeten, kita gagal, kita tidak mampu - keterbatasan yang
menentukan adalah kita sendiri, tentu saja setiap orang memiliki
standard limit masing-masing yang sangat berbeda. Bisa jadi setelah
dia coba yang kesekian kalinya baru menemukan keberhasilannya.
Keberhasilan dan kegagalan bedanya sangat tipis, Bro ! siapa tahu
setelah dia coba yang ke 10 misalnya, tanpa dia tahu sebenarnya di
langkah ke-11 lah kita akan mendapatkan hasilnya. Yang PASTI yang
menentukan kita bisa atau tidak adalah DIRI KITA SENDIRI.
Pendapat saya yang lain : setelah mengalami beberapa kali gagal, cobalah
DIEVALUASI - Sasarannya biarkan TETAP, cobalah caranya / strateginya
yang mungkin perlu diperbaiki, kemampuan & ilmunya mungkin perlu
ditambah - dengan begitu Insya Allah kita akan menemukan hal-hal yang
perlu diimprove. Dan yang perlu diperhatikan juga HUBUNGAN DENGAN LAIN,
perlu diperbaiki atau ditingkatkan guna memudahkan jalan kita mencapai
apa yang kita inginkan atau capai, karena memang orang lainpun berperan
terhadap keberhasilan yang kita peroleh, bukan! Saya percaya orang yang
sudah berhasil, tentu saja sudah mencoba dengan berbagai cara dan
strategi serta belajar dari setiap cara-cara ketidakberhasilanny a.
You Create Your Own Reality, kalau kita akan menganggap diri kita hanya
bernasib sebagai karyawan saja dan tidak mampu melalukan pekerjaan lain
seperti berdagang dan sebagainya artinya kita sudah meLABEL DIRI
kita demikian- tentunya sikap, tindakan dan perilaku kita akan
mereflesikan dan merepresentasikan ke label yang demikian dan kita
akan melihat seperti demikian seperti apa yang kita percayai. Mestinya
impian kita jadikan kenyataan Bro, tidak hanya sekedar impian yang hanya
menjadi bunga2 pikiran.
Ini ada peribasa untuk bro : saat kita menanam pikiran positif, kita
merealisasikan perilaku dan tindakan positif, ketika perilaku dan
tindakan positif kita lakukan terus menurut secara berulang-ulang akan
menjadi watak yang positif dan tersimpan dalam alam bawah sadar
(subcounsious) . Setelah menjadi watak positif, Insya Allah kita akan
memetik hasil dari pikiran dan tindakan yang kita tanam.
Sebelum saya close, sebaiknya rubah kata-katannya "TIDAK ADA KEGAGALAN
MELAINKAN MASUKAN/FEEDBACK" dengan begitu kita pikiran kita akan
memproses bahwa kegagalan adalah masukan / feedback untuk perbaikan.
Kabar
Artikel
Nafas Panjang di Desember Kelabu …
Menyongsong Hari Buruh Migran Internasional
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PB
telah menetapkan 18 Desember sebagai Hari Buruh Migran Internasional. Tanggal tersebut di pilih karena pada tanggal 18 Desember 1990, Sidang Umum PBB telah meratifikasi sebuah konvensi perlindungan hak buruh migran dan keluarganya (the International Convention on the Protection of All Migrant Workers and Members of Their Families).
Dalam pembukaan konvensi ini tertuang cukup jelas pentingnya perlindungan bagi para buruh migran. Salah satu alinea pembukaan menyatakan : “…Mempertimbangkan situasi kerentanan yang seringkali dialami buruh migran dan anggota keluarganya, antara lain pada ketidak-beradaannya di Negara asal pada kesulitan-kesulitan yang mungkin mereka hadapi, yang timbul karena keberadaan mereka di Negara tempat mereka bekerja, Meyakini bahwa hak buruh migran dan anggota keluarganya belum diakui secara memadai dimanapun juga, dan karenanya membutuhkan perlindungan Internasional yang layak.”
PBB melihat bahwa selama ini telah terjadi ketidakadilan terhadap nasib para buruh migran. Perlakuan tidak manusiawi (tindak kekerasan, pembayaran upah rendah, pelecehan dan eksploitasi seksual, perdagangan orang) menjadi sebuah kenyataan pahit dalam dinamika buruh migran saat ini. Globalisasi dengan keterbukaan informasinya telah menelanjangi perilaku tidak beradab segelintir para pengelola negara dan masyarakat yang bertindak sewenang-wenang terhadap para buruh migran.
Indonesia sebagai salah satu pengirim buruh migran terbesar saat ini ternyata belum meratifikasi Konvensi Perlindungan Hak-hak Buruh Migran dan Anggota Keluarganya. Fakta ini merupakan sebuah ironi yang menyakitkan. Betapa pemerintah yang kelihatannya peduli terhadap para buruh migran (terutama dengan mengangkat jargon dan memberi gelar pahlawan devisa bagi para buruh migran) ternyata tidak punya nyali untuk meratifikasi konevsi ini.
Ketidakpunyaan nyali ini diperburuk dengan kinerja Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang lebih sibuk menjadi “calo” pengiriman buruh migran Indonesia ke Korea Selatan daripada mengurusi dan menangani kasus yang menimpa para buruh migran Indonesia di luar negeri. Lembaga yang langsung di bawah presiden ini terasa menjadi pelengkap ketidakpedulian pemerintah saat ini terhadap nasib para buruh migran dan keluarganya. Lembaga ini lebih tertarik mengurusi penempatan karena banyak fulusnya, dibandingkan dengan mengurusi pelindungan karena jelas akan lebih menguras fulus.
Di sisi lain, keluarnya undang-undang yang mengurusi buruh migran (UU Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri, UU Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, UU Tenaga Kerja), implementasinya terkesan masih hanya sebatas normatif. Beragam peraturan di bawahnya yang seharusnya bisa implentatif di tingkatan lintas sektoral masih terkungkung dalam arogansi sektoral dan departemental. Ujung-ujungnya tidak lain perebutan anggaran !
Bicara anggaran pemerintah, terutama untuk mengurusi buruh migran sebenarnya sudah sangat besar. Beberapa departemen dan lembaga negara menanggung kelimpahan dana rakyat lewat APBN 2008 untuk “mengurusi” para buruh migran. Misalnya BNP2TKI telah diberikan keleluasaan untuk mengurus anggarannya sendiri yang jumlahnya di atas Rp 273,490 milyar. Kemudian Depankertrans mendapat porsi Rp. 2,709 trilyun. Departemen Sosial mendapat talangan Rp 3,735 trilyun, ada bagian dari anggaran departemen ini yang dipergunakan untuk mengurusi para buruh migran yang dideportasi (penampungan sementara berikut makan).
Kemudian dalam lima tahun belakangan ini, fenomena yang cukup menggembirakan adalah mulai tumbuhnya beragam organisasi, institusi, dan perseorangan yang sangat concern terhadap nasib para buruh migran. Skala kerja organisasi, institusi dan perseorangan ini tidak hanya lokal, namun juga masuk dalam tataran nasional dan internasional. Para aktivis buruh migran bisa dikatakan menjadi leader dalam isu buruh migran baik secara nasional mau pun internasional.
Namun menjadi sebuah pertanyaan besar, kenapa nasib buruh migran masih terpuruk ? Secara jujur, tingkat kepedulian masyarakat untuk bersama-sama memperjuangkan dan meningkatkan nasib para buruh migran agar lebih baik masih jauh di bawah harapan. Bahkan para buruh migran sering disalahkan dan selalu menjadi kambing hitam ketika banyak kasus yang menimpa mereka. Cobalah tanyakan kepada kawan, saudara, tentangga tentang kasus yang menimpa buruh migran. Jawabnya cukup menyedihkan : “Salah sendiri kenapa mau berangkat menjadi buruh migran !”
Jarang sekali masyarakat luas yang sangat paham dan mendalam untuk memahamai kenapa seseorang harus menjadi buruh migran. Pengangguran dan kemiskinan yang tinggi kerap menjadi tudingan. Namun bila ditelisik mendalam, kelangkaan lapangan kerja di negeri ini, tingginya angka kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan hanyalah sebuah puncak gunung es dari masa depan Indonesia. Puncak gunung es dari kegagalan pemerintah untuk memakmurkan rakyatnya. Pemerintah di depan rakyat telah menjadi seolah-olah peduli akan nasib rakyat ketika berbicara pahlawan devisa untuk buruh migran; tapi di belakang rakyat, mereka lebih suka memendam rapat-rapat kemauan untuk melindungi rakyatnya yang bekerja di negeri orang sebagai buruh migran.
Menyongsong hari buruh migran bukan berarti menggelar pesta yang akan membuat kerepotan orang-orang yang harus cuci piring seusai pesta. Hari Buruh Migran Intenasional hendaknya menjadi bahan perenungan untuk lebih taktis dan strategis dalam memperjuangkan nasib buruh migran. Turun ke jalan menyuarakan aspirasi dan tuntutan para buruh migran adalah hal mutlak, namun membuat pemerintah dan rakyat negeri ini agar lebih peduli terhadap saudara-saudaranya yang menjadi buruh migran adalah sebuah nafas panjang bagi kawan-kawan aktivis buruh migran, para buruh migran dan keluarga buruh migran. (btl)
Pelatih Rumania: Grup C Ringan
Lucerne - Semua boleh beranggapan satu grup dengan Italia, Prancis, dan Belanda adalah "neraka". Bahkan Raymond Domenech pun menggerutu. Tapi pelatih Rumania menyebutnya tidak berat.
Victor Piturca menilai demikian setelah Rumania tergabung dengan ketiga raksasa Eropa itu di putaran pertama Euro 2008 di Grup C. "Bagi kami ini adalah grup ringan," katanya sembari tersenyum, seperti dilansir Goal.com.
"Berada satu grup dengan juara Piala Dunia, runner-up Piala Dunia, dan Belanda adalah sebuah pengalaman yang berharga. Kenapa tidak, bila kami yang melangkah ke perempatfinal?" imbuh pelatih berusia 51 tahun itu.
Entah melepaskan ketegangan atau bukan, yang jelas dengan komentarnya itu Piturca sepertinya telah berhasil memanaskan persaingan di grup "neraka" tersebut.
Rumania memang tak bisa dianggap enteng. Di babak kualifikasi mereka merupakan salah satu top performer karena hanya kalah satu kali. Mereka lolos dengan status juara grup setelah mengungguli Belanda yang berada di posisi kedua.
Foto: Rumania saat diperlihatkan mantan kapten Prancis Didier Deschamps saat undian putaran final Euro 2008. (AFP/Fabrice Coffrini)