
Konon, jika kondisi negeri ini tak kunjung membaik, sejumlah perusahaan terancam gulung tikar dan bangkrut! Terutama perusahaan yang mengandalkan para investor atau penanam modal asing. Kondisi tersebut tak jarang menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran di benak para karyawan di perusahaan yang bersangkutan, mungkin termasuk Anda. Anda akan dihantui pikiran buruk dengan mempertanyakan nasib dan kelangsungan kerja Anda. Padahal kalau Anda terus digelayuti pikiran buruk, bisa berpengaruh pada kinerja Anda. Anda akan dilanda stres, akibatnya produktivitas Anda pun akan menurun drastis.
So, Anda yang merasa cemas, jangan biarkan kecemasan dan kekhawatiran itu terus menghantui Anda. Jangan pelihara rasa cemas hingga kian subur dari hari ke hari. Berpikir dan memprediksi kondisi perusahaan memang bukanlah hal yang buruk. Tapi jangan sampai pikiran ini mengganggu irama dan kualitas kerja Anda. Lebih baik Anda berpikir positif bahwa apapun yang terjadi nanti merupakan bagian dari perubahan yang harus Anda jalani.
Daripada memikirkan hal-hal yang mengkhawatirkan, lebih baik Anda terus mengasah dan meningkatkan kemampuan diri. Selagi masih ada peluang dan kesempatan, apa salahnya Anda lakukan hal tersebut. Misalnya dengan mengambil kursus, mengikuti seminar, atau meneruskan pendidikan. Kalau nasib menentukan bahwa Anda terpaksa ‘terdepak’ dari perusahaan atau perusahaan tempat Anda bekerja memang gulung tikar, setidaknya Anda sudah punya bekal untuk ‘hengkang’ ke tempat lain.
Atau paling tidak dengan hal tersebut Anda sudah memiliki kompetensi yang memadai untuk tidak masuk dalam daftar karyawan yang akan menganggur. Jangan lupa untuk terus mengikuti dan menyimak perkembangan ilmu pengetahuan lewat berbagai media massa seperti televisi, surat kabar dan media lainnya. Hal ini juga membuat Anda selangkah lebih maju dibanding yang lain Kalau bisa cobalah untuk ikut dalam kegiatan organisasi profesi yang Anda geluti. Hal ini akan menambah pergaulan dan pertemanan Anda.
Ingat, luasnya pergaulan juga berpengaruh pada seseorang untuk mendapatkan pekerjaan baru. Tapi tentu saja dengan bertambahnya ‘kualitas’ diri Anda jangan lantas mengharapkan kantor anda akan cepat bangkrut atau mem-PHK anda. Tetaplah bersikap profesional dan bekerja sebagaimana mestinya. Berupayalah untuk bekerja sebaik-baiknya dengan berpikir bahwa Anda akan bekerja 100 tahun lagi di perusahaan tersebut.
Jangan lupa, bertahan atau tidaknya suatu perusahaan juga tergantung pada kualitas dan kinerja pegawainya. Jika Anda dan rekan-rekan berusaha bekerja dengan baik dan berupaya memberikan kontribusi pada perusahaan, paling tidak meski kondisi ekonomi kacau, perusahaan akan mampu bertahan walau harus melaju dengan pelan. Tapi jika di tengah kondisi yang serba tak pasti ini, Anda atau pegawai lain bekerja dengan setengah hati dan sibuk mencari-cari peluang di tempat lain, bisa jadi akan mempercepat 'ambruknya' perusahaan tempat Anda bekerja. So, Anda tentu bisa menentukan langkah yang lebih bijak dalam menghadapi situasi sulit ini.
Memuji Secara Tepat dan Efektif
Bahkan sebuah survey karyawan mengungkapkan bahwa pujian dari bos pada karyawannya di saat mereka sukses menyelesaikan suatu pekerjaan, bagaikan sebuah bonus yang sanggup memotivasi melebihi bonus berupa uang sekalipun. Namun sayangnya, masih menurut survey, banyak bos atau atasan yang tidak tahu cara memberikan pujian secara efektif.
Nah, bagi Anda para atasan coba deh pelajari cara memberikan pujian secara efektif. Seorang pakar yang cukup ahli memotivasi karyawan, Bob Nelson, punya tips yang bisa Anda pertimbangkan:
- Sesegera mungkin
Pujian perlu segera Anda sampaikan pada anak buah begitu mereka menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan harapan Anda. Percaya deh, walaupun mengaku tak mengharapkan pujian, tapi para karyawan sebetulnya menanti-nantikan pujian itu keluar dari mulut bosnya. Semakin cepat Anda memuji, semakin cepat pula mereka merespon untuk berbuat lebih baik lagi.
- Tulus
Ketulusan Anda dalam melontarkan pujian akan tercermin lewat sikap, mimik, dan bahasa tubuh. Kata-kata pujian yang Anda ucapkan akan terdengar hambar dan basi jika tidak diucapkan dengan tulus. Biasanya, anak buah yang ‘peka’ akan mengetahui, apakah pujian Anda tulus atau tidak. Maka jika Anda ingin memuji, lakukanlah dengan tulus. Jika cuma basa-basi lebih baik nggak usah. Karena pujian yang tulus menandakan Anda sangat menghargai keberhasilan karyawan.
- Sejelas mungkin
Pujilah secara jelas, agar anak buah mengetahui apa saja hasil kerjanya yang sudah bagus dan mana yang tidak. Misalnya “Proposal kerjasama yang kamu buat untuk PT. Sinar Maju bagus sekali…”. Kalimat ini jauh lebih jelas daripada “Pekerjaan kamu bagus..!”
- Lakukan secara pribadi
Memberikan pujian secara pribadi kepada karyawan dapat menimbulkan kebanggaan dan motivasi tersendiri. Karena pujian secara pribadi yang dilakukan secara ‘empat mata’ menunjukkan bahwa apa yang dilakukan oleh karyawan tersebut sangatlah penting.
- Proaktif
Bersikaplah lebih prokatif dalam memuji. Jangan hanya proaktif dalam mencari kesalahan karyawan. Memergoki karyawan ketika tengah mengerjakan tugas dengan baik lalu Anda memuji secara spontan perlu juga Anda lakukan. Walaupun karyawan akan tersipu malu tapi dalam hatinya tentu akan senang dan bangga dipuji oleh bosnya secara spontan.
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah tahu teknik memuji secara efektif? So, bagi Anda yang ‘pelit’ pujian atau selalu ragu memuji anak buah, mulailah berikan pujian Anda. Percaya deh, pujian yang disampaikan dengan tepat tidak akan membuat mereka besar kepala. Justru sebaliknya pujian ini akan berdampak positif pada hasil kerja mereka. Selamat memuji…!
Komunikasi Untuk Bersosialisasi
Kemampuan sosialisasi ini identik dengan kemampuan Anda berkomunikasi dengan lingkungan. Tapi tentu saja bukan asal komunikasi. Kalau sosialisasi Anda wujudkan dengan bergosip ria dan menggangu rekan kerja lain, bukan simpati yang Anda dapatkan, Anda justru akan dimusuhi oleh orang-orang sekantor. Berikut ini merupakan cara yang tepat untuk sosialiasi di kantor, coba gebet deh:
- Bicara dengan jelas
Bangunlah komunikasi dengan pembicaraan yang jelas. Pembicaraan yang tanpa arah hanya akan membingungkan lawan bicara. Ingat, lewat pembicaraan pula dapat diketahui seberapa besar 'isi kepala' Anda.
- Hati-hati berkomentar
Jika orang lain mengajak Anda bicara, dengarkan dengan baik. Jika ingin berkomentar, jangan mengeluarkan pernyataan yang membuat orang lain tidak nyaman. Pastikan bahwa komentar Anda memang ada 'isinya'. Jangan cuma jadi 'ember bocor'.
- Kembangkan budaya kompromis
Setiap orang punya latar belakang yang berbeda. Jadi, pembicaraan awal biasanya tidak bisa dijadikan patokan untuk menilai orang lain. Anda bisa saja tidak cocok dengan rekan kerja, tapi hendaknya Anda masih bisa bekerja sama dengannya. Dalam hal ini Anda harus mengembangkan budaya toleransi dan kompromis dengan rekan-rekan sehingga tercapai kerjasama yang menyenangkan.
- Pengaruhi orang lain
Jangan pasrah, jika Anda tidak mendapat perhatian dari lingkungan. Buatlah agar orang lain menyukai Anda dengan cara-cara positif. Misalnya dengan memberikan perhatian pada setiap pembicaraannya, menjadi pendengar yang baik, dan ringan tangan jika mereka membutuhkan bantuan Anda. Tunjukkan kualitas Anda sesungguhnya sehingga mereka akan menyadari bahwa Anda adalah orang yang layak diperhitungkan.
- Tidak mudah terpancing
Lingkungan kantor yang notabene terdiri bermacam kepala kerap menimbulkan beda pendapat yang berujung pada pertikaian. Jika sampai terjadi konflik, jangan terpancing untuk melakukan tindakan negatif dan jangan terpancing oleh provokator. Berpikirlah lebih jernih agar Anda bisa menilai dan menyelesaikan setiap masalah secara objektif.
- Jangan takut berubah
Orang yang ingin maju adalah orang yang tidak anti terhadap perubahan. Sedangkan orang yang tidak mau menerima perubahan adalah orang yang kaku dan pengecut. Maka jangan takut menerima perubahan yang terjadi. Anda pun tidak perlu takut berubah jika perubahan itu bisa membawa pengaruh yang lebih baik bagi karir dan kehidupan Anda.
- Tanggalkan ego
Mengedepankan ego dalam kerja tim tidak akan membuat Anda tampak menonjol. Lepaskan ego Anda jika Anda ingin menjadi anggota tim yang solid. Bukankah lebih baik membicarakan suatu ide dan masalah bersama-sama daripada harus menggunakan 'otot'?
Kesimpulannya, dalam dunia kerja bukan cuma keahlian teknis dan profesional saja yang dibutuhkan. Kemampuan sosialisasi pun tak kalah pentingnya. Bahkan sudah banyak yang membuktikan, kepiawaian bersosialisasi mampu mengantarkan seseorang ke gerbang sukses. Apalagi bagi para pekerja dan profesional, lingkungan kerja merupakan tempat atau lembaga yang banyak menyita waktu mereka. Nah sekarang mulai sekarang, tingkatkan kemampuan sosialisasi Anda..!
Liga Champions Grup B
Schalke Susul Chelsea ke 16 Besar
Gelsenkirchen - Schalke 04 memastikan diri menjadi pendamping Chelsea di Grup B untuk melenggang ke fase knock out usai menaklukkan Rosenborg 3-1 di AufSchalke Arena, Rabu (12/12/2007).
Kemenangan ini menempatkan Schalke ke posisi dua dengan keunggulan satu poin atas Rosenborg yang mengumpulkan tujuh angka. Sedangkan pimpinan klasemen Grup B masih dipegang Chelsea, dengan 12 poin usai memetik hasil seri tanpa gol saat menjamu Valencia di Stamford Bridge.
Schalke juga mencatatkan diri menjadi satu-satunya wakil Jerman yang melenggang ke perdelapanfinal. Dua kontestan lainnya, Werder Bremen dan VfB Stuttgart, gagal mencapai hasil maksimal di musim ini.
Sukses Schalke di Gelsenkirchen diraih dengan cukup meyakinkan. Dominasi sudah ditunjukkan sejak awal pertandingan, dan berujung pada gol pembuka yang diciptakan Gerald Asamoah.
Mantan striker timnas Jerman itu berhasil memaksimalkan umpan tendangan bebas Carlos Grossmuller dengan kaki kanannya dan membuat Schalke memimpin sejak menit ke-12. Aksi Rafinha yang diakhiri dengan tendangan ke gawang di menit 19 membuat Schalke memperbesar keunggulan menjadi 2-0.
Namun, empat menit berselang, Yssouf Kone berhasil memperkecil ketertinggalan dengan sepakan kerasnya dari dalam kotak penalti Schalke, memanfaatkan kesalahan pemain belakang The Blues dalam menghalau bola.
Tim tuan rumah kembali menjauh sembilan menit menjelang turun minum lewat penempatan bola yang sangat baik dari Kevin Kuranyi. Skor 3-1 bertahan hingga turun minum.
Di paruh kedua, intensitas tekanan kedua tim sedikit menurun. Schalke lebih banyak melakukan ball possesion untuk mengamankan keunggulan mereka.
Sebaliknya, Rosenborg bermain lebih ngotot untuk membuka lagi kesempatan melenggang ke fase knock out. Namun hingga 90 menit pertandingan berjalan, plus dua menit masa injury time babak kedua, skor 3-1 untuk keunggulan Schalke tetap bertahan.
Susunan Pemain:
Schalke 04: 1-Manuel Neuer; 18-Rafinha, 5-Marcelo Bordon, 16-Dario Rodriguez, 2-Heiko Westermann; 21-Carlos Grossmueller, 8-Fabian Ernst, 25-Zlatan Bajramovic, 17-Mesut Ozil (3-Levan Kobiashvili 86); 14-Gerald Asamoah (23-Benedikt Hoewedes 90+2), 22-Kevin Kuranyi (19-Halil Altintop 88)
Rosenborg Trondheim: 13-Lars Hirschfeld; 4-Fredrik Stoor, 26-Bjorn Tore Kvarme, 10-Vidar Riseth, 5-Christer Basma; 27-Marek Sapara, 19-Alexander Tettey, 15-Per Ciljan Skjelbred, 6-Roar Strand (20-Abdou Razack Traore 61); 14-Steffen Iversen, 7-Yssouf Kone (8-Didier Konan 77)