Search blog.co.uk

Posts archive for: 19 December, 2007
  • 7 Cara Meningkatkan Kekuatan Otak Anda

    anime5

    Pengirim: sanfucius, Kamis 22 November 2007, 07:54
    Apakah anda pernah melihat seseorang yang tanpa usaha yang sulit dapat mempelajari konsep dan material baru sementara yang lain harus berjuang? Napoleon Bonaparte dapat menyebutkan nama ribuan prajurit yang setia padanya. Juara catur tingkat dunia dapat memanggil ulang suatu pertandingan yang telah berlangsung bertahun-tahun lalu. Kadang saya bertanya bagaimana cara para intelektual ini melakukannya.

    Sebagian dari mereka lahir dengan IQ yang luar biasa, sementara yang lain tidak. Namun untungnya, ada sejumlah teknik yang dapat membantu anda belajar lebih cepat, belajar lebih baik, dan mulai menyerap informasi seperti sebuah spons.

    Berikut ini ada 7 tips sebagai tempat untuk memulai.

    1. Ajarlah orang lain.

    Jika ada sesuatu yang ingin anda pelajari, cobalah untuk mengajarkannya juga kepada orang lain.

    Proses pembelajaran tradisional membantu anda untuk menghafal sebuah ide, namun mengajarkan sesuatu kepada orang lain membuat anda benar-benar memahami konsep dan bagaimana cara mengaplikasikannya. Untuk mengajari seseorang, anda harus mengantisipasi kemungkinan adanya pertanyaan dan melihat topik dari sudut pandang yang berbeda. Mengajarkan orang lain akan secara dramatis meningkatkan pemahaman anda.

    2. Tulislah sebuah artikel.

    Sangat mudah untuk mempelajari sesuatu dari buku. Namun, sebuah cerita yang lain lagi jika anda harus menulis sebuah artikel yang berkenaan dengan suatu topik. Jika anda mau menjadi ahli dalam suatu topik pilihan anda, tulislah buku mengenai hal tersebut. Ini akan memungkinkan anda untuk menelusuri aspek-aspek lain yang sedang anda pelajari. Dengan menuliskannya, anda akan menghubungkannya dengan ide-ide yang sudah anda ketahui dan menciptakan sebuah jaringan pengetahuan.

    3. Mulailah sebuah Blog.

    Memulai sebuah blog yang menceritakan pengalaman anda akan meningkatkan proses pembelajaran anda. Menulis sebuah blog membuat anda berpikir mundur kebelakang dan maju kedepan yang kemudian harus anda tulis agar dapat dimengerti orang lain. Jika anda ingin meningkatkan kemampuan otak anda ke-level yang berikutnya, saya sangat menyarankan anda untuk memulai blog anda sendiri.

    Menulis blog akan menjadi hal yang menarik secara intelektual sekaligus dapat menjadi aktivitas yang dapat menstimulasi.

    4. Jagalah tubuh anda dengan baik.

    Sementara anda mencoba untuk meningkatkan kecepatan belajar anda, anda harus memastikan anda memberi makan otak anda. Otak adalah bagian dari tubuh yang memerlukan banyak bahan bakar dan oksigen jika anda mengharapkannya dapat berfungsi secara efisien. Dalam proses pembelajaran, anda harus memberi makan dan merawat tubuh anda untuk memaksimalkan proses. Maksud dari hal tersebut, berarti anda harus:

    * Makan setiap beberapa jam untuk mempertahankan gula darah anda pada level yang tinggi.
    * Olahraga setiap hari.
    * Melakukan relaksasi beberapa menit setiap hari.
    * Tidur setidaknya tujuh jam setiap hari.
    * Minum banyak air.
    * Makan siang sedikit. Makan siang yang berlebih cenderung membuat orang menjadi ngantuk, gantilah dengan makan siang yang sedikit dan obrolan yang menarik.

    5. Belajar dengan kelima indera.

    Sementara orang lain belajar dengan cara yang berbeda, kami memulai proses pembelajaran dengan melihat gambar dan menerjemahkannya menjadi ide. Dari buku bergambar, kami mencoba belajar dengan menggunakan indera penglihatan.

    Saat anda perlu mengerti suatu hal dengan cepat, indera penglihatan akan membantu anda membuat gambaran tentang suatu topik pada pikiran anda.

    Gambarkan juga pada selembar kertas. Anda bisa gambarkan apapun, sebuah tabel, grafik, atau hanya aliran waktu.

    Terus tambahkan gambar pada pikiran anda sementara anda belajar dan ciptakan terus gambar di pikiran anda selagi anda berpikir.

    Lebih baik lagi jika anda tidak membatasi diri anda dengan gambar visual. Belajarlah dengan kelima indera.

    Sebagai contoh, jika anda ingin mempelajari Buenos Aires, hal terbaik yang dilakukan adalah untuk bepergian kesana, mengeksplorasi kota, mengambil kursus tari tango, menikmati makanan khas, dan berbicara dengan penduduk setempat. Anda belum belajar apapun sebelum anda melatihnya dengan hidup anda. Terlibatlah dengan proses pembelajaran melalui sentuhan, penglihatan, pendengaran, dan penciuman.

    6. Tingkatkan motivasi anda.

    Motivasi adalah alat untuk meningkatkan daya ingat. Coba pikirkan para siswa sekolah yang begadang semalam sebelum ujian. Mereka memiliki motivasi yang tinggi karena sebelumnya sedikit belajar dan sekarang mereka harus menyedot semua informasi dalam semalam. Mereka dapat menguasai materi karena mereka mau. Sebenarnya karena mereka harus. Motivasi ini membuat proses pembelajaran bekerja pada tngat yang tinggi. Namun sayangnya, menjejalkan informasi buruk untuk memanggil ingatan tersebut dalam jangka panjang.

    Jika anda bukan lagi siswa yang suka menunda namun tetap ingin memotivasi diri anda, cobalah dengan imbalan. Jika anda menciptakan suatu sistem imbalan yang terus anda kejar, anda akan belajar lebih cepat sebagai antisipasi mendapatkan imbalan tersebut.

    Sebagai contoh, jika anda belajar atau bekerja untuk mengerti sebuah subyek yang berlembar-lembar, anda mungkin akan memberi imbalan diri anda untuk pergi ke toko, bermain video game, atau mungkin menonton acara TV anda. Ciptakan jenis motivasi yang cocok bagi anda.

    7. Belajarlah selagi anda tidur.

    Bukankah sangat indah menghabiskan waktu tidur sambil mempelajari bahan pelajaran dengan hanya menakan tombol play pada CD player? Tentu saja. Namun sayangnya sebuah penelitian di suatu universitas mengatakan hal itu tidak dapat dilakukan jika anda tertidur nyenyak.

    Namun, sebuah bukti menunjukan bahwa anda dapat belajar pada masa tidur ringan, sebuah kondisi sebelum anda tertidur nyenyak.

    Namun perlu diingat bahwa materi yang anda dengarkan tidak lebih dari fakta, tanggal, kosa kata, dan materi yang ringan lainnya. Anda tidak dapat mempelajari materi yang berat pada tahap tidur ringan.

    Baru-baru ini, peneliti di jerman menemukan bahwa penggunaan stimulasi elektrik pada tahap tertentu dalam tidur dapat meningkatkan kemampuan seseorang untuk mengingat fakta.

    Menarik untuk disimak, teknologi pembelajaran apa lagi yang akan ada di masa mendatang.

    Bola Pintar Dilupakan

    Ada sesuatu yang menarik saat konferensi pers FIFA pada Jumat (14/12) di Hotel Westin Tokyo. Presiden FIFA, Sepp Blatter, tidak menyebut soal Adidas Intelligent Ball atau Bola Pintar Adidas dalam penjelasan hasil pertemuan Komite Organisasi Piala Dunia Klub 2007.

    Bola pintar dikeluhkan Boca Juniors.

    Blatter baru ingat pada Bola Pintar saat pertengahan acara sesi tanya jawab dengan jurnalis.

    “Maaf, saya tadi tak menyebut soal Bola Pintar yang menjadi sejarah dalam sepakbola dunia. Pada pertemuan The International Football Association Board Maret nanti, akan dibahas tentang penggunaan bola ini di masa datang,” kata orang Swiss berusia 71 tahun itu.

    Goal line technology dan intelligent ball adalah hasil kerja sama Adidas, sponsor FIFA, dan Cairos. Bola yang dilengkapi cip ini akan mengeluarkan sinyal saat melewati garis gawang. Tujuannya jelas, yakni membantu wasit menentukan telah terjadi gol atau tidak.

    Intellegent ball diharapkan dapat dipakai pada Piala Dunia 2010. Piala Dunia Klub 2007 menjadi tes untuk mengetahui apakah bola ini layak dipakai pada ajang besar lain.

    Perang Produk

    Bola eksperimen ini sempat dikeluhkan para pemain Boca Juniors. Pelatih Miguel Angel Russo juga sependapat dengan pemain.

    “Sedikit disayangkan bola seperti ini dipakai untuk pertandingan yang begitu penting. Tapi, kami harus terbiasa bermain dengan bola ini dan itu butuh waktu,” kata Russo dua hari sebelum final kontra Milan.

    Sebaliknya kubu Milan menilai tak ada masalah dengan Bola Pintar meski gelandang Clarence Seedorf sempat berkata butuh waktu tidak sebentar untuk beradaptasi dengan si kulit bundar berteknologi ini.

    “Bola ini tipe baru, tapi tidak ada perbedaan dengan bola-bola tipe yang lain,” kata bek Kakha Kaladze.

    Sementara itu, pelatih Carlo Ancelotti curiga ini adalah bagian dari perang produk mengingat Milan dan Boca memiliki sponsor perlengkapan yang berbeda. I Rossoneri didukung Adidas, sementara Boca disponsori Nike. *

  • 10 Kesalahan Terbesar Manusia

    Nice for reflection.. .

    1. MENYALAHKAN ORANG LAIN
    Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di
    pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet? Selalu "siapa"
    Bukan "apa" penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu "apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadi
    kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah
    pakai dasi dan jas. Kekanak-kanakan. Kenapa? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh," Adik tuh yang salah", atau "mbak tuh yang salah". Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.

    2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI
    Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda dengan MENGAKUI KESALAHAN. Anda
    pernah mengalaminya? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya
    jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa
    deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh". Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di
    dalam mental diri sehingga bisa mencapai "improper guilty feeling".
    Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang "Saya kok yang memang salah, tidak
    mampu dsb". Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita
    sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain
    dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

    3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA
    Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja
    dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini : Ada anjing
    jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci
    lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: "Nah tuh ada kelinci, kejar aja". Dia kejar itu kelinci, wesss....,
    kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli
    apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain.
    "Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang".
    "Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih".
    Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktu aja, ya hasilnya Cuma terengah-engah saja.

    4. MEMPUNYAI "GOAL", TAPI NGAWUR MENCAPAINYA
    Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah, focus kita juga salah, jalannya juga salah,
    arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang
    mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor
    pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat
    kiri-kanan.

    5. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT
    Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang
    sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun
    matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari
    keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari
    pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3
    minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh? Nggak mungkin!. Karena hal itu melawan kodrat.

    6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI
    Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing
    737, untuk dapat take- off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50
    km/jam, ya Cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai
    kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan?

    7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL
    Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur
    bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak
    boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

    8. TERLALU CEPAT MENYERAH
    Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang
    gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat
    yang salah repot sekali.

    9. BAYANG BAYANG MASA LALU
    Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa? Kita selalu penuh memori kan? Apa yang kita
    lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi
    kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai
    akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori
    kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju
    terus. "Waktu" itu maju kan?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik?? Nggak ada kan?
    Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang
    berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

    10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU
    Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses
    kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi.Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah
    menyatakan: "Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar". Itu saat yang paling
    berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena
    kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.
    Sudah saatnya kita memperbaiki kehidupan kita. Kesempatan terbuka lebar untuk siapa saja yang ingin
    maju.

    Action may not always bring success, but there is no success without action.

    "Usaha dan tindakan tidak selalu menghasilkan keberhasilan/ sukses, tetapi... Tidak ada keberhasilan dan
    sukses TANPA usaha dan tindakan." (Greg Phillips- Benjamin Disraeli)

    Penunjukan Capello Disayangkan

    London - Putusan FA menunjuk Fabio Capello sebagai pelatih Inggris menuai banyak komentar. Salah satunya datang dari Gareth Soutgate, yang menyayangkan keputusan tersebut.

    Pengalaman masa lalu menjadi pertimbangan manajer Middlesbrough itu melemparkan kritik. Ia menilai seharusnya FA belajar dari sejarah, kala Sven-Goran Eriksson gagal membesut 'Tiga Singa'.

    "Ketika saya masih bermain (untuk Inggris) di bawah kepelatihan Sven, saya merasa ia adalah pelatih asing yang cocok, tapi setelahnya saya tidak berpendapat demikian," ungkap Southgate seperti dikutip Yahoosports.

    Kharakteristik kepelatihan Capello, yang kental dengan aroma Catenacio, berbeda 180 derajat dengan gaya kick and rush-nya Inggris. Faktor tersebut dianggap Southgate akan membuat tim Inggris kesulitan.

    "Saya menilai tim Inggris tidak seharusnya ditangani oleh pelatih selain orang Inggris," simpulnya.

    Bagaimanapun juga, apa yang diutarakan Southgate sekedar prediksi hasil kekecewaannya semasa dilatih Eriksson. Toh Capello butuh kesempatan untuk membuktikan kualitasnya membesut sebuah timnas setelah mengukir banyak sukses di level klub.

    Capello Go Internasional

    Jakarta - Enambelas tahun menjadi pelatih di empat klub berbeda dan memenangi 13 tropi juara. Dengan raihan segemilang itu, memang sudah saatnya Fabio Capello go internasional, melatih tim nasional.

    "Apa pekerjaan saya selanjutnya? Pelatih tim nasional. Tim itu haruslah tangguh, sebuah tim yang punya kelas tersendiri. Apakah saya akan mempertimbangkan Inggris atau Spanyol? Siapa tahu. Mereka tim yang bagus," ungkap Capello beberapa hari setelah dipecat untuk kali kedua oleh Real Madrid, Juni lalu.

    Setelah rentetan sukses yang diraihnya bersama beberapa klub berbeda, Capello sepertinya merasa sudah saatnya mencari tantangan dan kesuksesan di kelas yang berbeda. Meski belum ada kesepakatan resmi, kesempatan itu akhirnya benar-benar datang setelah FA menunjuknya melatih The Three Lions.

    Akhir musim lalu Real Madrid boleh saja memecatnya karena dianggap tak mampu menciptakan apa yang Ramon Calderon sebut sebagai "sepakbola menghibur". Tapi semua orang pasti tak menyangsikan kalau Don yang satu ini adalah salah satu pelatih tersukses di muka bumi.

    Sejarah mencatat tahun 1991 sebagai debutnya menjadi allenatore, tapi Capello sudah membuktikan dirinya memiliki bakat menjadi pelatih besar lima tahun sebelumnya. Mungkin sedikit yang tahu kalau di akhir musim 1986-1987 dia sempat menukangi AC Milan sebagai caretaker menggantikan Nils Liedholm.

    Menjadi pelatih di enam pertandingan terakhir Rossoneri musim itu, Capello membawa mantan klubnya lolos ke kualifikasi Piala UEFA. Setelah itu dia bekerja sebagai manajer di Mediolanum, sebuah usaha bisnis milik Silvio Berlusconi yang terdiri dari klub sepakbola, voli, rugby dan hoki es.

    Mediolanum-lah yang kemudian menjadi ajang Capello menempa diri sebelum akhirnya ditunjuk menggantikan Arrigo Sachi di Milan tahun 1991. Dari situlah pria kelahiran 1946 itu merentas kisah suksesnya sebagai pelatih.

    Lima tahun di San Siro, Milan dibawanya menjadi klub paling menakutkan di Italia dan Eropa dengan meraih empat titel Seri A, tiga gelar Copa Italia, dan satu tropi Liga Champions.

    Petualangannya berlanjut dengan memberi satu gelar La Liga pada Madrid di musim 1996/1997. Setahun di Spanyol dia memutuskan kembali ke Milan, sayang di episode kedua masa kepelatihan bersama Diavolo Rosso itu berakhir jauh dari memuaskan karena Milan bobrok di Seri A.

    Dianggap gagal, Capello pun dipecat. Tapi dia tak kehilangan peminat karena AS Roma langsung mempekerjakannya. Di sanalah Capello meraih scudetto kelimanya sebagai pelatih setelah mengantar Il Luppo duduk di puncak klasemen akhir musim 2000-2001.

    Sentuhan tangan emas Capello berlanjut saat membesut Juventus. Sayang dua gelar juara Seri A yang diberikannya pada "Si Nyonya Besar" terpaksa dicoret karena keterlibatan Juve dengan skandal calciopoli.

    Saat memutuskan kembali ke Spanyol, Capello kembali membuktikan kehebatannya. Meski akhirnya dipecat walau baru setahun melatih, Don Fabio memberi Los Blancos tropi juara La Liga yang juga mengakhiri puasa gelar mereka.

    Jelas ada perbedaan antara melatih klub dengan membesut timnas. Apalagi yang akan dilatih Capello adalah Inggris, tim yang tak kunjung berprestasi namun punya ekspektasi -- dan gengsi -- yang sangat tinggi .

    Di negerinya Ratu Elizabeth itu, Capello akan menemukan sesuatu yang mungkin belum pernah dia hadapi sebelumnya. Tekanan media Inggris yang terkenal sadis akan menjadi masalah lain yang harus dihadapi mantan gelandang internasional Italia itu.

    Tapi Capello tetaplah Capello, salah satu pelatih paling sukses di dunia dengan sentuhan emasnya. Dan publik sepakbola Inggris kini tengah menunggu tim nasionalnya berkilau terang -- layaknya emas -- di kancah internasional. (din/ian)

  • 10 Kesalahan Terbesar Manusia

    Nice for reflection.. .

    1. MENYALAHKAN ORANG LAIN
    Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di
    pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet? Selalu "siapa"
    Bukan "apa" penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu "apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadi
    kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah
    pakai dasi dan jas. Kekanak-kanakan. Kenapa? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh," Adik tuh yang salah", atau "mbak tuh yang salah". Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.

    2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI
    Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda dengan MENGAKUI KESALAHAN. Anda
    pernah mengalaminya? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya
    jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa
    deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh". Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di
    dalam mental diri sehingga bisa mencapai "improper guilty feeling".
    Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang "Saya kok yang memang salah, tidak
    mampu dsb". Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita
    sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain
    dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

    3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA
    Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja
    dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini : Ada anjing
    jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci
    lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: "Nah tuh ada kelinci, kejar aja". Dia kejar itu kelinci, wesss....,
    kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli
    apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain.
    "Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang".
    "Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih".
    Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktu aja, ya hasilnya Cuma terengah-engah saja.

    4. MEMPUNYAI "GOAL", TAPI NGAWUR MENCAPAINYA
    Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah, focus kita juga salah, jalannya juga salah,
    arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang
    mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor
    pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat
    kiri-kanan.

    5. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT
    Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang
    sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun
    matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari
    keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari
    pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3
    minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh? Nggak mungkin!. Karena hal itu melawan kodrat.

    6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI
    Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing
    737, untuk dapat take- off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50
    km/jam, ya Cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai
    kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan?

    7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL
    Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur
    bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak
    boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

    8. TERLALU CEPAT MENYERAH
    Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang
    gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat
    yang salah repot sekali.

    9. BAYANG BAYANG MASA LALU
    Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa? Kita selalu penuh memori kan? Apa yang kita
    lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi
    kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai
    akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori
    kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju
    terus. "Waktu" itu maju kan?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik?? Nggak ada kan?
    Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang
    berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

    10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU
    Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses
    kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi.Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah
    menyatakan: "Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar". Itu saat yang paling
    berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena
    kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.
    Sudah saatnya kita memperbaiki kehidupan kita. Kesempatan terbuka lebar untuk siapa saja yang ingin
    maju.

    Action may not always bring success, but there is no success without action.

    "Usaha dan tindakan tidak selalu menghasilkan keberhasilan/ sukses, tetapi... Tidak ada keberhasilan dan
    sukses TANPA usaha dan tindakan." (Greg Phillips- Benjamin Disraeli)

    Penunjukan Capello Disayangkan

    London - Putusan FA menunjuk Fabio Capello sebagai pelatih Inggris menuai banyak komentar. Salah satunya datang dari Gareth Soutgate, yang menyayangkan keputusan tersebut.

    Pengalaman masa lalu menjadi pertimbangan manajer Middlesbrough itu melemparkan kritik. Ia menilai seharusnya FA belajar dari sejarah, kala Sven-Goran Eriksson gagal membesut 'Tiga Singa'.

    "Ketika saya masih bermain (untuk Inggris) di bawah kepelatihan Sven, saya merasa ia adalah pelatih asing yang cocok, tapi setelahnya saya tidak berpendapat demikian," ungkap Southgate seperti dikutip Yahoosports.

    Kharakteristik kepelatihan Capello, yang kental dengan aroma Catenacio, berbeda 180 derajat dengan gaya kick and rush-nya Inggris. Faktor tersebut dianggap Southgate akan membuat tim Inggris kesulitan.

    "Saya menilai tim Inggris tidak seharusnya ditangani oleh pelatih selain orang Inggris," simpulnya.

    Bagaimanapun juga, apa yang diutarakan Southgate sekedar prediksi hasil kekecewaannya semasa dilatih Eriksson. Toh Capello butuh kesempatan untuk membuktikan kualitasnya membesut sebuah timnas setelah mengukir banyak sukses di level klub.

    Capello Go Internasional

    Jakarta - Enambelas tahun menjadi pelatih di empat klub berbeda dan memenangi 13 tropi juara. Dengan raihan segemilang itu, memang sudah saatnya Fabio Capello go internasional, melatih tim nasional.

    "Apa pekerjaan saya selanjutnya? Pelatih tim nasional. Tim itu haruslah tangguh, sebuah tim yang punya kelas tersendiri. Apakah saya akan mempertimbangkan Inggris atau Spanyol? Siapa tahu. Mereka tim yang bagus," ungkap Capello beberapa hari setelah dipecat untuk kali kedua oleh Real Madrid, Juni lalu.

    Setelah rentetan sukses yang diraihnya bersama beberapa klub berbeda, Capello sepertinya merasa sudah saatnya mencari tantangan dan kesuksesan di kelas yang berbeda. Meski belum ada kesepakatan resmi, kesempatan itu akhirnya benar-benar datang setelah FA menunjuknya melatih The Three Lions.

    Akhir musim lalu Real Madrid boleh saja memecatnya karena dianggap tak mampu menciptakan apa yang Ramon Calderon sebut sebagai "sepakbola menghibur". Tapi semua orang pasti tak menyangsikan kalau Don yang satu ini adalah salah satu pelatih tersukses di muka bumi.

    Sejarah mencatat tahun 1991 sebagai debutnya menjadi allenatore, tapi Capello sudah membuktikan dirinya memiliki bakat menjadi pelatih besar lima tahun sebelumnya. Mungkin sedikit yang tahu kalau di akhir musim 1986-1987 dia sempat menukangi AC Milan sebagai caretaker menggantikan Nils Liedholm.

    Menjadi pelatih di enam pertandingan terakhir Rossoneri musim itu, Capello membawa mantan klubnya lolos ke kualifikasi Piala UEFA. Setelah itu dia bekerja sebagai manajer di Mediolanum, sebuah usaha bisnis milik Silvio Berlusconi yang terdiri dari klub sepakbola, voli, rugby dan hoki es.

    Mediolanum-lah yang kemudian menjadi ajang Capello menempa diri sebelum akhirnya ditunjuk menggantikan Arrigo Sachi di Milan tahun 1991. Dari situlah pria kelahiran 1946 itu merentas kisah suksesnya sebagai pelatih.

    Lima tahun di San Siro, Milan dibawanya menjadi klub paling menakutkan di Italia dan Eropa dengan meraih empat titel Seri A, tiga gelar Copa Italia, dan satu tropi Liga Champions.

    Petualangannya berlanjut dengan memberi satu gelar La Liga pada Madrid di musim 1996/1997. Setahun di Spanyol dia memutuskan kembali ke Milan, sayang di episode kedua masa kepelatihan bersama Diavolo Rosso itu berakhir jauh dari memuaskan karena Milan bobrok di Seri A.

    Dianggap gagal, Capello pun dipecat. Tapi dia tak kehilangan peminat karena AS Roma langsung mempekerjakannya. Di sanalah Capello meraih scudetto kelimanya sebagai pelatih setelah mengantar Il Luppo duduk di puncak klasemen akhir musim 2000-2001.

    Sentuhan tangan emas Capello berlanjut saat membesut Juventus. Sayang dua gelar juara Seri A yang diberikannya pada "Si Nyonya Besar" terpaksa dicoret karena keterlibatan Juve dengan skandal calciopoli.

    Saat memutuskan kembali ke Spanyol, Capello kembali membuktikan kehebatannya. Meski akhirnya dipecat walau baru setahun melatih, Don Fabio memberi Los Blancos tropi juara La Liga yang juga mengakhiri puasa gelar mereka.

    Jelas ada perbedaan antara melatih klub dengan membesut timnas. Apalagi yang akan dilatih Capello adalah Inggris, tim yang tak kunjung berprestasi namun punya ekspektasi -- dan gengsi -- yang sangat tinggi .

    Di negerinya Ratu Elizabeth itu, Capello akan menemukan sesuatu yang mungkin belum pernah dia hadapi sebelumnya. Tekanan media Inggris yang terkenal sadis akan menjadi masalah lain yang harus dihadapi mantan gelandang internasional Italia itu.

    Tapi Capello tetaplah Capello, salah satu pelatih paling sukses di dunia dengan sentuhan emasnya. Dan publik sepakbola Inggris kini tengah menunggu tim nasionalnya berkilau terang -- layaknya emas -- di kancah internasional. (din/ian)

  • title-3463387

    10 Kesalahan Terbesar Manusia

    Nice for reflection.. .

    1. MENYALAHKAN ORANG LAIN
    Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di
    pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet? Selalu "siapa"
    Bukan "apa" penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu "apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadi
    kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah
    pakai dasi dan jas. Kekanak-kanakan. Kenapa? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh," Adik tuh yang salah", atau "mbak tuh yang salah". Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.

    2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI
    Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda dengan MENGAKUI KESALAHAN. Anda
    pernah mengalaminya? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya
    jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa
    deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh". Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di
    dalam mental diri sehingga bisa mencapai "improper guilty feeling".
    Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang "Saya kok yang memang salah, tidak
    mampu dsb". Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita
    sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain
    dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

    3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA
    Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja
    dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini : Ada anjing
    jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci
    lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: "Nah tuh ada kelinci, kejar aja". Dia kejar itu kelinci, wesss....,
    kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli
    apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain.
    "Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang".
    "Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih".
    Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktu aja, ya hasilnya Cuma terengah-engah saja.

    4. MEMPUNYAI "GOAL", TAPI NGAWUR MENCAPAINYA
    Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah, focus kita juga salah, jalannya juga salah,
    arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang
    mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor
    pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat
    kiri-kanan.

    5. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT
    Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang
    sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun
    matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari
    keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari
    pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3
    minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh? Nggak mungkin!. Karena hal itu melawan kodrat.

    6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI
    Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing
    737, untuk dapat take- off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50
    km/jam, ya Cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai
    kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan?

    7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL
    Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur
    bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak
    boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

    8. TERLALU CEPAT MENYERAH
    Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang
    gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat
    yang salah repot sekali.

    9. BAYANG BAYANG MASA LALU
    Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa? Kita selalu penuh memori kan? Apa yang kita
    lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi
    kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai
    akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori
    kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju
    terus. "Waktu" itu maju kan?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik?? Nggak ada kan?
    Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang
    berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

    10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU
    Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses
    kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi.Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah
    menyatakan: "Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar". Itu saat yang paling
    berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena
    kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.
    Sudah saatnya kita memperbaiki kehidupan kita. Kesempatan terbuka lebar untuk siapa saja yang ingin
    maju.

    Action may not always bring success, but there is no success without action.

    "Usaha dan tindakan tidak selalu menghasilkan keberhasilan/ sukses, tetapi... Tidak ada keberhasilan dan
    sukses TANPA usaha dan tindakan." (Greg Phillips- Benjamin Disraeli)

    Penunjukan Capello Disayangkan

    London - Putusan FA menunjuk Fabio Capello sebagai pelatih Inggris menuai banyak komentar. Salah satunya datang dari Gareth Soutgate, yang menyayangkan keputusan tersebut.

    Pengalaman masa lalu menjadi pertimbangan manajer Middlesbrough itu melemparkan kritik. Ia menilai seharusnya FA belajar dari sejarah, kala Sven-Goran Eriksson gagal membesut 'Tiga Singa'.

    "Ketika saya masih bermain (untuk Inggris) di bawah kepelatihan Sven, saya merasa ia adalah pelatih asing yang cocok, tapi setelahnya saya tidak berpendapat demikian," ungkap Southgate seperti dikutip Yahoosports.

    Kharakteristik kepelatihan Capello, yang kental dengan aroma Catenacio, berbeda 180 derajat dengan gaya kick and rush-nya Inggris. Faktor tersebut dianggap Southgate akan membuat tim Inggris kesulitan.

    "Saya menilai tim Inggris tidak seharusnya ditangani oleh pelatih selain orang Inggris," simpulnya.

    Bagaimanapun juga, apa yang diutarakan Southgate sekedar prediksi hasil kekecewaannya semasa dilatih Eriksson. Toh Capello butuh kesempatan untuk membuktikan kualitasnya membesut sebuah timnas setelah mengukir banyak sukses di level klub.

    Capello Go Internasional

    Jakarta - Enambelas tahun menjadi pelatih di empat klub berbeda dan memenangi 13 tropi juara. Dengan raihan segemilang itu, memang sudah saatnya Fabio Capello go internasional, melatih tim nasional.

    "Apa pekerjaan saya selanjutnya? Pelatih tim nasional. Tim itu haru

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.