
Selasa 18 Desember 2007, Jam: 13:56:00
JAKARTA (Pos Kota)- Menjelang Idul Adha, Natal, dan
Tahun Baru harga sejumlah kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Warga meminta pemerintah tidak tinggal diam melihat kondisi demikian. “Ampun dah. Duit lagi susah kok barang-barang malah pada naik,” kata Ny. Tuti, warga Jalan Warakas V Gg. 2 Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (17/12) kemarin.
Beberapa hari lalu harga telur ayam per kilo Rp 10 ribu. Sekarang sudah naik menjadi Rp 11.000. Padahal telur sudah makanan pokok.
Bukan hanya telur yang naik. Sejumlah barang kebutuhan lainnya juga harganya makin menggila seperti tepung terigu, yang semula Rp 6.000 perkilogram menjadi Rp 6.500 per kilogram.
Kasudin Perindustrian dan Perdagangan Jakarta Utara Tarmizi Natar Nasution mengakui ada sejumlah kebutuhan pokok harganya naik rata-rata Rp 500. Namun kenaikan tersebut dinilainya masih wajar dan hanya untuk beberapa kebutuhan pokok saja.
HARGA BERAS
Sementara itu kenaikkan harga di Jakarta Selatan sudah seminggu berlangsung. Tetapi mulai dirasakan beberapa hari belakangan, kata Ny. Suryati, pedagang Sembako di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru. Kenaikan harga di pasar ini berkisar antara Rp 500 hingga Rp 1.500/kg.
Paling terasa kenaikkan adalah beras IR 64 dari sebelumnya Rp 4.500/liter menjadi Rp 5.000/liter bahkan sampai Rp 5.500/liter, minyak goreng sebelumnya Rp 20.000/2liter kini mencapai Rp 22.000/2liter, bawang merah dari Rp 14.000/Kg menjadi Rp 15.000/Kg dan gula pasir Rp 6.000/kg menjadi Rp 6.500/kg.
Hal serupa juga dikatakan Dudi, pedagang lain yang mengaku harga sembako mulai merangkak naik menjelang Lebaran Haji, Natal dan Tahun Baru yang tinggal beberapa hari lagi.
Menurut dia, harga bawang putih yang sebelumnya Rp 5.600/kg kini Rp 6.000/kg, gula pasir sebelumnya Rp 6.000/kg kini Rp 6.300/kg, kacang tanah Rp 10.000/Kg menjadi Rp 13.000/kg dan lainnya.
RELATIF
Sedangkan harga beberapa kebutuhan pokok dan daging di Pasar Cengkareng, Jakarta Barat, relatif stabil, kendati situasi menjelang Idul Adha dan Natal.
Beberapa pedagang mengatakan harga-harga kebutuhan pokok seperti gula pasir, terigu, dan beras relative stabil. Gula pasir masih seharga Rp 6.000/kg, terigu Rp 4.000/kg, sedangkan beras kelas medium IR 63 berkisar antara Rp 3.800 hingga Rp 4.000/kg. Sedangkan harga mentega, merk Menara Rp 135 ribu satu dus berisi 15 Kg. “Harga masih relatif stabil, tidak ada kenaikan harga,”ujar Adi, satu pedagang.
Sedangkan untuk harga ayam potong, juga belum ada kenaikan, yakni Rp 20 ribu per Kg, dan harga daging sapi berkisar Rp 50 ribu/Kg. “Kemungkina harga ayam potong naik pada sehari sebelum Lebaran Haji. Kalau sekarang harga masih biasa,” ujar Saiful, pedagang ayam.
Sebetulnya kenaikan harga tidak hanya terjadi di sejumlah pasar. Di supermarket beberapa kebutuhan pokok juga mulai melonjak. Mie instan dan susu semakin tak terkendali.
Adanya kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok ini diduga hanyalah permainan pedagang. Pasalnya, persediaan komoditas tersebut di sejumlah pasar umumnya melimpah.
Ada kesan kenaikan itu justru disebabkan adanya upaya pemanfaatan situasi menjelang hari besar keagamaan, serta adanya rencana pemerintah pusat menaikkan gaji PNS (Pegawai Negeri Sipil) mulai Januari 2008 mendatang.
Sedangkan Ketua Umum Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia, Thomas Darmawan mengatakan , kenaikan harga tersebut masih dalam batas normal. “Kenaikan harga bukan karena kelangkaan barang, namun hanya bersifat musiman karena menjelang hari raya yang berdekatan.
_