
"Kemudian dari pada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari
sorga. Ia mempunyai kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh
kemuliaannya. Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah
rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat
kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan
tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, karena
semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja
di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi
telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya." (Wahyu 18:1-3)
Kitab Wahyu pasal 17, pasal 18, dan pasal 19 (dan sebagian dari pasal
20), tetapi khususnya di pasal 17 dan pasal 18, membahas tentang akhir
zaman, yaitu ketika Tuhan akan datang untuk menghakimi.
Dan "Babel" adalah kiasan yang menggambarkan orang-orang yang tidak
diselamatkan dari dunia ini, yaitu semua orang-orang yang masih berada
di bawah murka Allah. Dan ungkapan "rubuh" menunjukkan bahwa itu
adalah akhir zaman ketika orang-orang yang tidak diselamatkan dijatuhi
hukuman kekal.
Dalam kitab Wahyu 16, Tuhan berfirman di ayat 20 demikian:
"Dan semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung. "
Ini berarti bahwa seluruh alam semesta sedang hancur. Kemudian Tuhan
berfirman di ayat 21 demikian:
"Dan hujan es besar, seberat seratus pon, jatuh dari langit menimpa
manusia, dan manusia menghujat Allah karena malapetaka hujan es itu,
sebab malapetaka itu sangat dahsyat."
Ini adalah gaya bahasa yang menyatakan tentang penghakiman, dan Tuhan
mengungkapkannya dengan cara yang berbeda di Wahyu 19:11 demikian:
"Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih
[ini bukan kuda dalam pengertian harfiah]; dan Ia yang menungganginya
bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang
dengan adil."
Seekor "kuda putih" adalah kiasan yang menunjukkan bahwa Dia datang
dengan penuh kemenangan sebagai sang penguasa. Kita membaca di Wahyu
19:15 bahwa Dia datang dengan sebilah Pedang keluar dari mulut-Nya,
tetapi ini bukan dalam pengertian harfiah, ini adalah kiasan untuk
menunjukkan bahwa Dia datang dengan Firman Tuhan dan Firman Tuhan itu
menghakimi.
Lebih lanjut kitab Wahyu 19:20 berkata demikian:
"Maka tertangkaplah binatang itu [yaitu Iblis] dan bersama-sama dengan
dia nabi palsu [yaitu semua gereja yang mengikuti Iblis padahal mereka
mengira bahwa mereka sedang mengikut Kristus], yang telah mengadakan
tanda-tanda [simeon] di depan matanya, dan dengan demikian ia
menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan
yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke
dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang [yaitu mereka
dibuang ke dalam hukuman yang kekal]"
Wahyu pasal 20 berawal dari saat penyaliban, ketika Iblis diikat untuk
sementara, artinya, dia sangat dibatasi dalam hal kemampuannya untuk
menghambat pemberitaan Injil. Dari sejak saat penyaliban atau saat
Pentakosta, yang terjadi segera setelah penyaliban di tahun 33 Masehi,
hingga awal dari masa siksaan dahsyat terakhir, di dalam kurun waktu
tersebut Tuhan berkehendak untuk menyelamatkan banyak orang dari
seluruh dunia.
Kita membaca di Wahyu 20:3 bahwa Iblis harus dilepaskan untuk sedikit
waktu yang singkat, dan dia menyebabkan gereja-gereja menjadi jatuh
atau murtad. Akan ada banyak sekali gereja-gereja yang menjadi sesat,
dan Tuhan menggunakan Iblis untuk mendatangkan penghakiman terhadap
organisasi gereja-gereja ini. Dan Iblis semakin lama semakin menjadi
yakin bahwa dia akan menang sebab dia telah mengepung "perkemahan
orang-orang kudus", akan tetapi api dari langit akan turun untuk
membinasakan dia, itulah hari penghakiman.
Kitab Wahyu pasal 20 ditutup dengan gambaran dramatis lainnya mengenai
hari penghakiman, yang terjadi saat-saat yang terakhir. Kita membaca
bahwa Kristus duduk di atas takhta putih yang besar, dan di
hadapan-Nya berdiri semua orang yang mati secara rohani, dan
kitab-kitab dibuka. Orang-orang yang tidak diselamatkan akan diperiksa
atas segala perbuatan yang mereka lakukan selama hidup mereka di dunia
ini, dan mereka akan dinyatakan bersalah dan dibuang ke dalam Neraka.
Pasal-pasal di dalam kitab Wahyu ini memberitahukan kita bahwa akhir
zaman sedang mendekat. Akan ada hari penghakiman. Itulah sebabnya kami
dengan sungguh-sungguh mengabarkan Injil ke seluruh dunia, kami tidak
mau melihat ada orang-orang yang jatuh ke dalam kutukan yang kekal.
Ingat SEMBOYAN ini, Kitab Keluaran 18:21, Keluaran 23:8, Ulangan 16:19, Ulangan 27:25, Mazmur 100: 1 - 5 dan 1 Korintus 1:10
Lawan Milan Paling Berat
Nyon - AC Milan mengklaim mendapat hasil yang paling tidak menguntungkan di babak 16 besar Liga Champions dibandingkan kontestan lainnya, tentu saja karena faktor lawan, yaitu Arsenal.
Dari hasil drawing fase knock out Liga Champions, The Gunners memang menjadi lawan Milan. Kedua tim akan menjalani duel pertama di Emirates Stadium pada 14 Februari tahun depan.
Menanggapi tentang lawannya itu, kubu Milan mengaku sedikit kecewa. Arsenal diklaim Rossoneri sebagai tim yang paling berat ketimbang tujuh tim lain yang mengisi Pot 2.
"Kami mendapat lawan yang paling sulit. Arsenal adalah tim hebat yang mencapai final di Paris ketika mereka kalah dari Barcelona," tutur direktur Milan Umberto Gandini seperti dikutip Football Italia.
Walau demikian, bukan Milan namanya jika nyali mereka menjadi ciut. Berbekal kematangan dan catatan sejarah yang lebih baik dari Arsenal, kubu Il Diavolo Rosso yakin akan menjadi tim yang melenggang ke babak berikutnya.
"Catatan sejarah cukup positif, karena kami menaklukkan mereka di Piala Super Eropa tahun 1994 dan saya harap kembali terulang," lanjut Gandini.
"Kami adalah juara dunia dan kami akan mencari cara untuk membuktikan bahwa Milan adalah rajanya Eropa," pungkasnya.
Arsenal Bersemangat
Nyon - Dipertemukan dengan AC Milan, kubu Arsenal tak terdengar khawatir. Bahkan semangat skuad Arsene Wenger diyakini akan lebih terpacu dari sebelumnya.
"Tak ada laga yang lebih besar dari ini," ungkap managing director Arsenal Keith Edelman kepada Sky Sports News usai drawing babak 16 besar, Jumat (21/12/2007).
Arsenal memang bertemu dengan Milan di fase knock out pertama. Emirates Stadium menjadi venue di duel pertama kedua tim pada 14 Februari 2008.
"Saya yakin pendukung kami sudah berusaha membeli tiket," tambah Edelman, seakan menegaskan bakal panasnya laga tersebut.
"Kami memiliki skuad yang besar, dan kami masih menjadi kontestan di empat kompetisi, dan kami ingin memenangi semuanya, jadi kami menaruh harapan di laga itu," lanjutnya.
Sayangnya, rekor pertemuan Arsenal dengan Milan tidak mendukung. Bahkan sejarah pertemuan antara klub asal Inggris dengan Italia tidak memihak klub dari negaranya Ratu Elizabeth itu. (ian/ian)