Search blog.co.uk

Posts archive for: 24 December, 2007
  • Gerakan Internasional Tuk Pembebasan Muslim

    Aku adalah warga negara Kanada keturunan Iran. Aku menerima pendidikan Islam di sekolah saat negara Iran masih sekuler dan kebangkitan Islam, meskipun sudah tampak beriak di permukaan, belum meledak. Saat itu hanya sedikit orang yang menyadari keadaan sebenarnya. Aku meninggalkan Iran sewaktu remaja sebelum terjadi Revolusi Islam untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Eropa. Di Eropa aku belajar berpikir merdeka dan tentang demokrasi. Demokrasi adalah konsep yang sama sekali asing dalam pemikiran Muslim sampai2 tiada kata yang sama artinya dengan kata ini dalam bahasa Arab atau bahasa lain yang dipakai Muslim. Jika mereka tidak punya kata untuk istilah tertentu, maka mereka tidak tahu apa maknanya pula.
    Setelah membaca Qur?an, aku kaget sekali. Aku sangat terkejut melihat kekerasan, kebencian, ketidaktepatan, kesalahan sains, kesalahan matematika, logika yang jungkir balik, kesalahan tata bahasa dan ketetapan etika yang tidak jelas. Setelah masa penuh rasa bimbang, bersalah, tak tentu arah, bathin tertekan, dan marah, akhirnya aku mengambil kesimpulan bahwa Qur?an bukanlah buku Tuhan, tapi buku penuh ayat2 setan, kepalsuan dan hasil dari pikiran yang sakit jiwa. Aku merasa seperti terjaga dan menyadari apa yang kualami bagaikan mimpi.
    Muslim adalah korban utama dari Islam. Tujuanku menulis buku tidak hanya untuk menunjukkan bahaya Islam, tapi juga menyelamatkan Muslim dari belenggu kebohongan ini. Aku ingin menyelamatkan mereka dari usaha meledakkan dunia, membuat mereka sadar bahwa umat manusia adalah satu keluarga, dan menolong mereka bersatu kembali dengan umat manusia, untuk hidup makmur dan damai. Aku mengharapkan kesatuan umat manusia, tidak dengan menawarkan paham kepercayaan baru yang akhirnya malah sering memecahbelah manusia, tapi dengan menunjukkan dan menghapus kepercayaan penuh kebencian yang terutama di dunia.
    Faith Freedom International (FFI) telah berkembang menjadi suatu gerakan. FFI adalah gerakan murtadin yang bertujuan untuk (a) mengungkapkan Islam yang sebenarnya dan menunjukkan ideologi penjajahannya yang sama seperti Nazisme tapi dibungkus rapi dalam kedok agama, dan (b) untuk menolong Muslim meninggalkan Islam, menghentikan budaya benci yang menyebabkan timbulnya anggapan ?kami? (Muslim) lawan ?mereka? (non-Muslim) dan merangkul umat manusia secara damai. Murtadin baru bermunculan setiap hari dan mereka pun pada gilirannya menjadi prajurit2 terang lawan kegelapan dan jumlah mereka semakin banyak. Yang awalnya hanyalah riak sekarang telah menjadi gelombang. Dalam perang ini, pihak musuh beralih menjadi rekan dan bahkan sekutu terbaik!

    Amankan Natal, Polresta Siapkan 8 Pos

    *Sementara Kodim Siapkan 1 SST
    JAYAPURA-Untuk mengamankan berbagai aktivitas kegiatan masyarakat dalam merayakan hari raya Natal dan menyambut tahun baru 2008, Polresta Jayapura menyiapkan 8 pos pengamanan.
    Wakapolresta Jayapura, Kompol Andreas Paru SH menegaskan bahwa Polresta Jayapura siap untuk mengamankan berbagai aktivitas menyambut dan merayakan natal dan tahun baru 2008 ini dengan operasi lilin 2007.

    "Kami sudah menyiapkan 8 pos pengamanan yang tersebar di 5 Polsek di jajaran Polresta Jayapura," kata Wakapolresta Andreas Paru, Minggu (23/12) kemarin.
    Kedelapan pos pengamanan yang telah disiapkan Polresta Jayapura ini, antara lain berada di Depan Hotel Yasmin, di depan Kantor PLN Jayapura, di depan Sagu Indah Plasa Jayapura, di Dok II Jayapura, di depan Mega Departemen Store Abepura dan di pertigaan Koya Barat Muara Tami.

    Wakapolresta Andreas Paru mengatakan, keberadaan pos - pos pengamanan polisi ini dalam rangka untuk melayani masyarakat, sehingga keluhan masyarakat dapat ditindaklanjuti dengan cepat, apalagi pos - pos polisi ini juga ditempatkan di daerah-daerah yang dinilai rawan.
    Seperti keberadaan pos pengamanan di pertigaan Koya Barat, Muara Tami, pada hari libur banyak masyarakat yang pergi ke daerah tersebut untuk mengisi liburan dengan mendatangi tempat-tempat pemancingan atau rekreasi di Koya Barat tersebut.

    Lebih lanjut, keberadaan pos pengamanan polisi ini, sehingga jika ada kejadian atau kegiatan masyarakat bisa diketahui dan dilakukan penanganannya dengan cepat, apalagi setiap pos - pos pengamanan ini paling tidak sedikitnya ditempatkan sebanyak 6 personel Polri.
    Wakapolresta Andreas Paru mengungkapkan keberadaan pos - pos pengamanan ini, pada intinya untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas menyambut dan merayakan Natal dan tahun baru 2008 nanti.
    Selain itu, pihaknya juga akan menempatkan personel di tempat-tempat ibadah, gereja, satu hari menjelang Natal dan hari Natal kedua untuk melakukan pengamanan. "Aktivitas masyarakat ini dalam menyambut Natal tahun ini, harus mendapatkan perhatian dalam rangka pengamanan kelancaran aktivitas kegiatan tersebut," tukasnya. Sementara itu, untuk membackup Polresta Jayapura dalam mengamankan perayaan Natal dan tahun baru 2008, Kodim 1701/Jayapura menyiapkan pasukan sebanyak 1 SST (satuan setingkat pleton).

    Komandan Kodim 1701/Jayapura, Letkol Kavaleri Abdul Harris Napoleon menegaskan bahwa pihaknya siap untuk memback up jajaran kepolisian Polresta Jayapura dengan menyiapkan pasukan sebanyak 1 SST untuk pengamanan natal dan tahun baru 2008.
    "Kami sudah siap stanby-kan sebanyak 1 SST pasukan. Pokoknya, kami sudah siap membantu Polri untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam merayakan hari raya Natal dan tahun baru 2008," tegas Dandim Abdul Haris Napoleon kepada Cenderawasih Pos yang ditemui di sela-sela acara pelepasan Satgas Yonif 521/Dadaha Yudha yang telah purna tugas di Pelabuhan Porasko, Minggu (23/12) kemarin.

    Kesiapan pasukan untuk membackup jajaran kepolisian Polresta Jayapura ini, kata Dandim, akan ditempatkan di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom, dalam operasi gabungan yang dilaksanakan menghadapi Natal dan tahun baru 2008 ini.
    Dandim mengatakan bahwa kesiapan Kodim 1701/Jayapura dalam membantu polisi terutama terhadap berbagai macam ancaman dan gangguan dalam pelaksanaan perayaan Natal dan tahun baru 2008 ini.

    Apalagi, Dandim berharap bahwa kedua momen penting di penghujung akhir tahun ini, dapat berjalan dengan aman, nyaman, lancar dan tertib, tanpa ada gangguan yang membuat masyarakat resah, sehingga Jayapura dan sekitarnya menjadi wilayah teladan bagi daerah-daerah yang lain di Papua khususnya dan Indonesia pada umumnya, dalam kerukunan antar umat beragama.
    Ia juga meminta kepada masyarakat agar tetap menjaga situasi keamanan di lingkungannya masing-masing, khususnya dan situasi lain seperti dijalan raya sehingga suasana natal dan tahun baru tidak ternodai dengan hal-hal yang mengganggu ketertiban umum. Dandim juga meminta kepada masyarakat untuk tidak membunyikan petasan maupun meriam bambu, karena dapat mengganggu ketentraman masyarakat dalam beribadah, ia menyarankan agar uangnya disumbangkan kepada masyarakat yang tidak mampu sehingga dapat bersuka cita merayakan natal.

    "Kami juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak mengkonsumsi minuman keras yang dapat memicu berbagai permasalahan sehingga tidak merusak makna natal. Jadikanlah natal membawa suka cita bagi seluruh umat, sehingga keamanan, kenyamanan dan kedamaian selalu terjadi di Tanah Papua, khususnya di Jayapura dan sekitarnya," imbuhnya. (bat)

    Rambat-Cenderawasih Pos
    Salah satu pos pengamanan yang didirikan Polresta Jayapura di depan Sagu Indah Plasa Jayapura, dalam rangka menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam merayakan Natal dan tahun baru 2008.

    Memperkaya Diri Boleh,Asalkan tak Gunakan Uang Rakyat

    Boleh-boleh saja ingin kaya, tetapi janganlah memperkaya diri dengan menjadi seorang kader PDI-P. Apalagi yang duduk di legislatif dan eksekutif dengan mengambil dari dana proyek untuk kesejahteraan masyarakat. Pernyataan dari seorang mantan Bupati Badung Cok Ratmadi sebagai Ketua DPD PDI-P dirasa wajar sebagai warning, jangan sampai kadernya memperkaya diri sendiri dengan cara menggerogoti uang rakyat. Apalagi PDI-P sebagai partai wong cilik. Demikian opini masyarakat dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global FM Bali, Sabtu (22/12). Berikut rangkumannya.

    =========

    JUJUR di Sanglah menjelaskan kalau kader tidak boleh memperkaya diri, lantas kalau ketua PDI-P apakah boleh? Kalau sampai seorang ketua DPD menyampaikan imbauan seperti itu, ada apa di belakang itu? Karenanya kepada Ketua DPD PDI-P Bali supaya mengecek kader yang duduk di legislatif maupun menjabat di eksekutif agar menunjukkan kekayaannya apakah setelah menjabat sedang-sedang saja atau bertambah.

    Sumawa di Bangli yang kebetulan hadir dalam Rakerdasus PDI-P Bangli berpendapat, kalau yang dibicarakan adalah PDI-P Bangli, dia mengklarifikasi bahwa Ratmadi tidak memberikan pernyataan seperti itu. Terkait Rakercabsus merupakan rutinitas partai yang intinya untuk konsolidasi partai sesama kader, dan memantapkan program-program kerja lima tahun ke depan yang intinya menyejahterakan rakyat. Mengenai wacana Rp 15 M, sudah dipertanyakan kepada Ketua DPRD, dan dijelaskan bahwa Rp 15 M merupakan dana reses untuk menyerap aspirasi dan masukan dari masyarakat. Dari 25 anggota DPRD Bangli semua membawa masukan dan setelah disimpulkan dana yang terserap Rp 15 M, fakta-fakta ini yang ada di lapangan.

    Biasa di Denpasar mengakui bahwa kita memang harus memperkaya diri sesuai dengan pekerjaan yang halal, tidak menggerogoti orang lain apalagi uang negara. Sementara Sangging di Kemenuh mengatakan bahwa ini adalah imbauan yang wajar dari seorang ketua, apabila itu benar, pengelolaan dana per kabupaten dikelola secara terbuka. Apa yang diwacanakan di Kabupaten Bangli, PDI-P saat ini adalah partai yang terbuka untuk rakyat kecil yang kaya juga boleh. Pernyataan Cok Ratmadi untuk memberikan warning terhadap kader-kadernya di tingkat bawah.

    Di Gianyar, misalnya, selalu dikontrol untuk nantinya menjadi pendidikan yang bagus di tingkat bawah atau konstituen. Mengenai masalah dana, pemerintah sudah mengontrol, apakah benar atau tidak, sudah ada sistem yang mengaturnya.

    Jodog di Denpasar menyatakan apa yang dikatakan Cok Rat adalah wajar bagi seorang pemimpin, agar para kader tahu diri bahwa untuk duduk di PDI-P perlu perjuangan. Sementara masalah di Bangli dipertanyakan siapa yang memegang uang dalam hal ini? Arya di Kuta bertanya nilai Rp 15 M, biasanya dapat berapa persen? Memang begitulah situasinya. Mana yang tidak kaya?

    Victor di Canggu menggarisbawahi mengenai memperkaya diri memang sudah terjadi sejak awal ode baru sampai sekarang dan sampai seterusnya jika tidak ada perubahan, karena pengawasan rakyat sangat minim terhadap bapak-bapak yang ada di atas. Sehingga, mereka bisa berbuat sesukanya selingkuh antara eksekutif dan legislatif.

    Yoga di Bangli mengatakan hal itu adalah hukum sebab akibat, kalau kita lihat setiap kader yang jadi anggota DPRD I, II semuanya harus berusaha bagaimana memperbesar partai, dan diwajibkan menyetor hasil keringatnya di DPRD, yakni sebagian penghasilannya. Mereka pun berpikir bagaimana caranya memperbesar partai dengan berbagai macam cara. Sehingga, setiap proyek dia pun menjadi fasilitatornya dengan sekian persen, dan indikasinya sudah ada.

    Di Bangli untuk mendapatkan proyek di tahun 2008, satu CV harus menyetor dana Rp 20 juta, entah siapa yang menggunakan sana itu kita tidak tahu, yang jelas di legislatif ada kader PDI-P. Kalau sudah demikian siapa yang salah, kebijakan partai, orang yang duduk di partai, atau pemerintah? Karena modelnya kalau tidak ada uang pelicin maka tidak dapat proyek. Kalau memang berbuat dan berpikir untuk kesejahteraan rakyat, semestinya hal seperti itu tidak ada.

    Arta Jaya Negara di Jembarna mengatakan partai tidak salah, hanya simbol dan nama biar pun partai ditulis tinta emas. Karenanya ke depan anggota legislatif cukup di tingkat satu saja, minimal dua orang masing-masing partai di masing-masing daerah. *

    Refleksi: Orang mau berdoa dan merayakan hari besar agama harus dijaga jangan sampai ada yang taruh bom, melempar granat atau pengunjung gereja ditembak mampus. Macam-macam saja di NKRI. Hal yang menarik ialah agaknya dari istana negara Merdeka hingga kini belum ada suara keras dan katagoris menentang teroris pelempar bom dan granat. Apakah ini karena saya telah menjadi tuli atau juga NKRI mempunyai politik demikian yang tidak tertulis. Tetapi bagaimana pun semoga kaum agama apapun dapat mereyakan hari besar masing-masing dalam keadaan aman.

    http://www.banjarma sinpost.co. id/content/ view/10506/ 180/

    Besok Gereja Disterilkan
    Laporan: Khairil Rahim

    Minggu, 23-12-2007 | 22:50:28

    BANJARMASIN, BPOST - Untuk menjaga keamanan menjelang perayaan Natal, termasuk mengantisipasi teror bom, Polda Kalimantan Selatan melakukan penyisiran gereja-gereja sebelum dilaksanakan misa malam, Senin (24/12)

    Rencananya, penyisiran dilakukan mulai pukul 15.00 hingga pukul 18.00 Wita. Penyisiran dilakukan terhadap dua gereja besar di Banjarmasin yakni Eben Ezer GKE dan Gereja Katederal Keluarga Kudus.

    Soal rencana penyisiran gereja itu diakui koordinator Sekretaris Kantor Parodi katederal Gereja Keluarga Kudus Albertus Bambang Utoyo.

    "Penyisiran dilakukan besok mulai pukul 15.00 Wita dan diharapkan tiga jam sebelum misa, gereja sudah steril," katanya di kantornya di Jalan Lambung Mangkurat No 40 Banjarmasin. Keterangan sama dikemukakan Diakon Koster Gereja Eben Ezer GKE, Benny Yulius Moengok

    Jebakan Angka Statistik

    Berapa jumlah penduduk miskin yang benar dan akurat di negeri ini? Versi pemerintah melalui Badan Pusat Statistik 2007, jumlahnya 16,5 persen. Sebaliknya, versi Bank Dunia yang dikutip iklan layanan sosial Jenderal (pur) Wiranto, jumlah penduduk miskin mencapai 49,5 persen di antara total penduduk Indonesia.

    Perbedaan angka atau persentase tentang penduduk miskin tersebut kini menjadi "sengketa" antara pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Jenderal (pur) Wiranto, ketua umum DPP Partai Hanura.

    Persoalannya, mengapa perbedaan persentase jumlah penduduk miskin itu menjadi ajang "pertikaian" pendapat?

    Pertama, angka atau data statistik sering menjebak. Angka sering tidak mencerminkan realitas yang sebenarnya. Pengurangan atau penambahan angka atau persentase sering bisa menjelma menjadi masalah politik. Terutama jika angka yang bertambah atau persentase yang menurun terkait atau dianggap sebagai hasil atau kegagalan kebijakan politik.

    Angka tertentu -bertambah atau berkurang- yang dianggap terkait dengan hasil kebijakan politik bisa menjadi beban moral yang dapat mengurangi kepercayaan terhadap kinerja serta kredibilitas rezim pemerintahan.

    Itu di satu pihak. Di lain pihak, hal tersebut bisa menjadi amunisi bagi lawan-lawan politik untuk menyerang pemerintah yang sedang berkuasa.

    Kedua, perbedaan angka atau persentase tentang penduduk miskin yang terkait dengan hasil atau dianggap sebagai kegagalan kebijakan politik menjadi kampanye negatif bagi pemerintahan yang berkuasa.

    Pada persektif inilah angka penduduk miskin sebesar 49,5 persen di antara total penduduk Indonesia yang disodorkan iklan layanan sosial Wiranto memicu sengketa pendapat.

    Pemerintahan SBY-Kalla tentu tidak bisa menerima angka 49,5 persen itu. Bukan hanya karena menurut versi BPS penduduk miskin Indonesia hanya 16,5 persen. Melainkan, angka 49,5 persen tersebut tak pelak bisa ditafsirkan sebagai kegagalan pemerintahan SBY.

    Apalagi, angka 49,5 persen itu bisa ditafsirkan sebagai kegagalan amat luar biasa dari mesin kebijakan politik untuk mengentas penduduk miskin dari ketidakberdayaan sosial, keterbelakangan kesejahteraan, ketidakadilan, serta ketidakmakmuran.

    Apalagi, Wiranto -yang membuat iklan layanan sosial jumlah penduduk miskin 49,5 persen- diperkirakan banyak kalangan menjadi salah satu calon presiden (capres) pilpres 2009. Mantan panglima TNI itu diperkirakan menjadi salah satu penantang potensial SBY melalui Partai Hanura yang dia pimpin.

    Pemerintah tak terima atas angka yang menyindir kegagalan tersebut. Sebab, iklan layanan sosial Wiranto itu bisa dipahami sebagai upaya mendiskreditkan alias tudingan kegagalan. Kampanye negatif terhadap SBY.

    Tapi, angka 49,5 persen tersebut memang tendensius. Apalagi, tolok ukur tentang garis kemiskinan tidak ada yang seragam. Misalnya, BPS mengekuivalenkan dengan pendapatan per kapita sekitar Rp 187 ribu per bulan. Menurut Bank Dunia sama dengan USD 2 per hari per penduduk.

    Karena itu, polemik tentang jumlah penduduk miskin tersebut mungkin mencerminkan pendapat Mahbub Ul-Haq pada 1970-an. Menurut Ul-Haq, dosa terbesar perencana pembangunan adalah manipulasi angka statistik. Berhasil atau gagal, tinggal menaikkan atau menurunkan angka statistik tentang kemakmuran

    Kualitas Pertumbuhan Rendah, Kemiskinan Tetap Tinggi

    Senin, 24 Desember 2007
    Pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan mencapai target yang dipatok dalam APBN 2007 sebesar 6,2 persen. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) selama empat triwulan berturut-turut meneguhkan keyakinan itu.

    Secara umum, kinerja ekonomi nasional selama tahun ini memang menunjukkan kemajuan. Namun, jika ditelaah lebih mendalam dan terperinci, gambaran yang tampil tidak sebaik tampilan "luar". Selama lima tahun terakhir, pola pertumbuhan sektoral menunjukkan kesenjangan yang cenderung melebar antara sektor perdagangan dan jasa dengan sektor produksi (industri manufaktur, pertanian secara umum, serta pertambangan) .

    Sektor produksi tumbuh relatif jauh di bawah pertumbuhan PDB. Sebaliknya, sektor perdagangan dan jasa menunjukkan pertumbuhan yang selalu lebih tinggi dari PDB. Dengan pengecualian sektor pertanian yang pada triwulan III/2007 tumbuh menakjubkan (8,9 persen), seluruh unsur sektor pertambangan dan penggalian maupun industri manufaktur mengalami tekanan.

    Sebetulnya, industri manufaktur sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan pada paro pertama 2007. Namun memasuki triwulan III kembali menurun. Ini terutama karena tekanan gejolak harga energi (bahan bakar minyak dan listrik) serta faktor mendasar lainnya, seperti infrastruktur yang kian rusak dan ekonomi biaya tinggi.

    Kemerosotan pertumbuhan industri manufaktur terjadi hampir merata. Perlu dicatat bahwa selama periode sebelum krisis, industri manufaktur tumbuh rata-rata jauh di atas PDB. Bahkan tak jarang mencapai dua digit.

    Bertolak dari pola demikian, bisa disimpulkan bahwa faktor struktural membuat pertumbuhan sektoral semakin kontras. Dikhawatirkan, jika peran sektor industri manufaktur masih di bawah 30 persen PDB seperti saat ini, sementara pergerakannya cenderung mandek, itu merupakan tanda-tanda bahwa kita mengalami "deindustrialisasi" dini. Ini menandakan kualitas pertumbuhan sektoral tidak optimal sehingga sulit diharapkan memberikan sumbangan berarti bagi penurunan angka pengangguran dan kemiskinan serta perbaikan ketimpangan.

    Jadi bisa dikatakan "prestasi" pertumbuhan ekonomi nasional yang selalu dibanggakan itu ternyata tidak mencapai sasaran utama, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja. Seperti kata Direktur Eksekutif Econit Advisory Group Hendri Saparini, pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir semakin tidak berkualitas. Meski terus meningkat, pertumbuhan ekonomi tak mampu menyerap tenaga kerja secara optimal. "Ujung-ujungnya, jurang kemiskinan semakin melebar. Itu paradoks pertumbuhan ekonomi kita," kata Hendri.

    Senada, ekonom Fauzi Ikhsan menilai pertumbuhan ekonomi nasional merupakan masalah lain, "Kita bisa saja memperoleh pertumbuhan ekonomi tinggi. Tapi untuk serapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan, gambarannya jadi lain," katanya.

    Tentu saja masalah serapan tenaga kerja sebagai imbas pertumbuhan ekonomi yang tinggi menjadi perhatian utama pemerintah. Paling tidak, itu terlihat dari judul APBN 2008 yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 16 Agustus 2007. "Tema pembangunan dalam rencana kerja pemerintah (RKP) tahun 2008 adalah percepatan pertumbuhan ekonomi untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran, " katanya.

    Pertumbuhan ekonomi tinggi selama setahun ini terus menjadi indikator upaya penyerapan tenaga kerja. Namun beberapa penelitian malah melihat semakin memburuknya kualitas pertumbuhan ekonomi terhadap serapan tenaga kerja. Meski pertumbuhan ekonomi meningkat, penyerapan tenaga kerja justru menurun. Kualitas pertumbuhan ekonomi justru semakin parah dalam kurun lima tahun terakhir.

    Pada periode 2000-2002, ketika rata-rata pertumbuhan ekonomi hanya 4 persen, elastisitas pekerja hanya 200.000 orang. Pola yang aneh kembali terjadi tahun 2003, saat pertumbuhan mencapai 4,1 persen. Kala itu, pertumbuhan tenaga kerja justru turun 0,9 persen. Dengan itu, angka elastisitas pekerja mencapai 210.000 orang setiap satu persen pertumbuhan.

    Saat ini, kualitas pertumbuhan ekonomi mencapai titik terendah. Penyerapan tenaga kerja pun hanya mencapai 100.000 orang untuk setiap persen pertumbuhan ekonomi.

    Menurut data yang diterbitkan Badan Pusat Statitik (BPS), jumlah pengangguran di Tanah Air pada awal 2007 mencapai 10,55 juta orang atau menurun dibanding awal 2006 yang mencapai sekitar 11 juta orang. Namun data tersebut banyak menuai kontroversi karena terkait indikator penilaian terhadap sesorang yang dikategorikan sebagai pengangguran terbuka.

    Tapi, paling tidak, 1 juta hingga 2 juta angkatan kerja baru terus bertambah setiap tahun. Ini termasuk tenaga kerja yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) karena berbagai faktor. Untuk itu, diperlukan pertumbuhan ekonomi yang memiliki dampak kualitatif berarti terhadap penyerapan tenaga kerja.

    Dalam hal itu, pertumbuhan ekonomi harus didorong oleh sektor riil (produksi), yakni industri manufaktur, pertanian, pertambangan, dan penggalian. Untuk itu, peningkatan realisasi investasi merupakan keharusan sehingga banyak tenaga kerja terserap.

    Tapi kalau dilihat berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai realisasi investasi tahun 2007 (Januari-15 September) melonjak 169,02 persen menjadi Rp 125,94 triliun atau setara 13,99 miliar dolar AS. Sementara realisasi investasi selama Januari-September 2006 Rp 74,51 triliun atau 8,28 miliar dolar AS.

    Lonjakan investasi di tahun ini, menurut Kepala BKPM M Lutfi, merupakan capaian tertinggi sejak 1967, saat pertama kali UU Penanaman Modal diberlakukan. Dia menyebutkan, selama periode Januari-15 September 2007, kegiatan investasi mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 247.712 orang. Namun data tersebut juga banyak diragukan. Apalagi setelah terungkap bahwa sejumlah laporan realisasi investasi diduga kuat "bodong". Dalam hal ini, realisasi investasi yang diungkap BKPM berdasarkan laporan belum tentu sesuai dengan kenyatannya di lapangan.

    Keraguan itu diungkapkan anggota Komisi XI DPR Emir Moeis. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi tidak berkualitas. Ini ditandai dengan koreksi kebijakan pemerintah mengenai target pendapatan pajak dan penyerapan anggaran. "Kalau memang pertumbuhan sebesar enam persen, tetapi penerimaan pajak tidak tercapai, berarti kualitas pertumbuhan tidak baik," kata Ketua Panitia Anggaran DPR itu.

    Selain itu, tidak berkualitasnya pertumbuhan ekonomi juga bisa dilihat dari angka kemiskinan dan pengangguran yang tetap tinggi. "Pengangguran tidak turun, sementara lapangan pekerjaan tidak bertambah. Ini juga menandakan kualitas pertumbuhan tidak bagus," tutur Emir.

    Sementara itu, pengamat kebijakan publik Ichsanuddin Noorsy menjelaskan, target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah tidak akan maksimal membangkitkan sektor riil, termasuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan. "Apalagi sektor keuangan semakin didominasi dana panas (hot money) dalam investasi portofolio," katanya.

    Menurut Ichsanuddin, selama ini yang diperhatikan pemerintah hanya stabilisasi ekonomi makro, sementara pertumbuhan ekonomi yang diwarnai ketimpangan antara sektor riil dan sektor keuangan. Itu jelas mengindikasikan keroposnya perekonomian. "Konsidi ekonomi kita sudah mengarah ke lampu kuning, karena sektor riil tidak jalan. Sementara harga bahan pokok terus meningkat dan kian tidak terjangkau rakyat," ujarnya.

    Selama ini, kualitas pertumbuhan juga terancam jika ditopang oleh komponen-komponen penggunaan (expenditure) yang kurang menjamin kesinambungan pertumbuhan. Selama lima tahun terakhir, penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi privat. Bahkan dalam lima triwulan terakhir, konsumsi privat tumbuh semakin kencang. (Tim Ekbis
    _

    __._,_.___

    Juve Tundukkan Siena, La Viola Pesta Gol

    Turin - Fiorentina tampil gemilang di pekan ke-17 Liga Italia. Menjamu Cagliari, La Viola berpesta gol setelah menang 5-1. Sementara Juventus menjaga persaingan di papan atas setelah menundukkan Siena.

    Meski menang besar posisi Fiorentina di klasemen tidak berubah. Dengan poin 28, skuad besutan Cesare Prandelli masih tertahan di posisi lima, tertinggal satu angka dari Udinese di urutan empat yang pada laga lain bermain imbang 2-2 dengan Empoli.

    Dengan poin 10 dan agregat -10, Cagliari kini menjadi juru kunci klasemen. Mereka "mengambil alih" tempat Reggina yang pada laga lain sukses menundukkan Catania 3-1.

    Meski akhirnya meraih kemenangan besar namun Fiorentina sempat dipaksa berjuang keras sebelum meraih kemenangan di Artemio Franchi, Minggu (23/12/2007). Tuan rumah membuka keunggulan saat laga baru berjalan tiga menit melalui Riccardo Montolivo, namun itu tak bertahan lama karena tim tamu mampu menyamakan kedudukan melalui Michele Fini di menit enam.

    Fiorentina harus menunggu hingga menit 42 untuk bisa kembali unggul melalui Adrian Muttu. Namun setelah itu dominasi tuan rumah makin menjadi-jadi, bahkan sebelum turun minum mereka sudah unggul 3-1 setelah Muttu kembali menjebol jala Cagliari melalui eksekusi penalti.

    Baru dua menit babak kedua berjalan, jala tim tamu kembali terkoyak. Kali ini Mario Alberto Santana yang menjadi goal scoarer, gelandang Argentina itu jugalah yang menjadi penutup pesta Fiorentina dengan gol kedua yang dilesakkannya di menit 79.

    Dari Stadio Olimpico Grande Torino, Juventus menjaga persaingan dengan AS Roma dan Inter Milan di papan atas. Menjamu Siena, Bianconerri merengkuh kemenangan kesepuluhnya musim ini dengan skor 2-0.

    Juventus sebenranya berpeluang meraih kemenangan lebih besar, namun beberapa peluang matang yang berhasil dikreasikan tak bisa dimaksimalkan menjadi gol. Salah satunya melalui Hasan Salihamidzic saat tandukannya mampu diselamatkan Alex Manninger dengan ujung jari, sementara David Trezeguet juga menyosor bola tendangan sudut yang melintas di hadapannya.

    Penantian Juve baru berakhir di menit 32. Bola hasil tendangan sudut sempat membentur beberapa pemain sebelum jatuh ke Trezeguet yang langsung melepaskan umpan pada Pavel Nedved, crossing pemain Republik Ceko itu ke tiang jauh mampu dituntaskan menjadi gol oleh Salihamidzic dari jarak dekat.

    Gol kedua Juve datang dari aksi individu Trezeguet. Membelokkan bola yang diumpan Tiago dengan tumitnya, sepakan kaki kanan striker Prancis itu dari luar kotak penalti mengubah skor menjadi 2-0. Inilah gol ke-13 Trez yang membuatnya makin perkasa di puncak daftar pencetak gol.

    Dengan poin 35, Juve masih terpaut delapan angka dari Inter yang pada pertandingan lain menundukkan AC Milan dengan 2-1. Sementara Siena turun dua strip ke posisi 18, digeser Livorno dan Empoli.

    Susunan Pemain
    Juventus: Buffon, Salihamidzic (Grygera 68), Legrottaglie, Chiellini, Molinaro, Nocerino, Tiago (Almiron 73), Zanetti, Nedved (Palladino 79), Del Piero, Trezeguet

    Siena: Manninger, Bertotto, Portanova, Loria, De Ceglie, Codrea, Vergassola, Galloppa (Forestieri 78), Locatelli (Rossi 66), Frick, Maccarone (Corvia 64)

    Fiorentina: Lupatelli, Jorgensen (Dainelli 46), Ujfalusi, Gamberini, Pasqual, Kuzmanovic, Liverani, Montolivo (Pazienza 69), Santana, Vieri, Mutu (Osvaldo 81)

    Cagliari: Marruocco, Ferri, Canini, Bianco, Del Grosso, Fini, Conti (Cotza 82), Parola, Mancosu (D'Agostino 61), Foggia (Acquafresca 46), Larrivey

  • Mereka Bicara

    Senin, 24-12-2007 | 00:20:24

    SEMBAKO - Kelangkaan BBM saat ini mulai berimbas pada naiknya harga sembilan kebutuhan pokok (sembako) di Kalsel. Masyarakat makin khawatir awal 2008 mendatang harga sembako masih mahal.
    Tambah Tingkat Kemiskinan

    KEBIJAKAN akan sangat dirasakan oleh masyarakat kecil, terutama golongan ekonomi menengah kebawah. Kebijakan ini hanya berpihak pada konglomerat, dan gagal menyejahterakan seluruh rakyat. Dampaknya dapat kita lihat dari naiknya harga sejumlah sembako dalam beberapa pekan ini.

    Bagi golongan the have alias berpunya, kenaikan ini mungkin tak masalah. Namun bagi rakyat kecil yang ekonomi lemah akan makin menjerit dan menderita. Tampaknya negeri ini semakin tidak bernurani saja, bahkan cenderung mengarah menjadi negeri korporasi, seolah-olah orang kecil dilarang sehat, dilarang pintar dan dilarang untuk hidup layak.

    Krisis BBM jelas akan memberikan efek domino yang besar salah satunya kenaikan harga kebutuhan pokok dan lagi-lagi yang menjadi korban adalah rakyat kecil.

    Ironi, Indonesia adalah negara yang kaya, namun mayoritas rakyatnya miskin. Kenaikan sembako akan menambah jumlah masyarakat miskin. Ini adalah hasil penerapan sistem yang kapitalis, yang kaya makin kaya, yang miskin makin menderita. ist

    Asliani Fathimah
    (Ibu Rumah Tangga)
    Lakukan Pengawasan

    KENAIKAN harga sembako tidak lepas dari persoalan distribusi barang. Baik itu karena sulitnya BBM, alur sungai yang menyebabkan kapal sulit merapat dan lainnya. Namun jangan sampai pemerintah atau instansi terkait berdiam diri melihat kondisi ini.

    Untuk mendapatkan minyak tanah (mitan) saja saya lihat masih sulit. Warga harus antre berjam-jam hanya untuk mendapatkan tiga sampai lima liter mitan. Belum lagi harganya yang turut naik dengan alasan biaya pengiriman.

    Karena itu pemerintah harus segera melakukan pengawasan lebih ketat agar pendistribusian sembako benar-benar merata. Sehingga daerah yang benar-benar membutuhkan tidak sampai kesulitan mendapatkan sembako.

    Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan kondisi sekarang dengan menimbun barang. Apalagi menjelang beberapa perayaan besar seperti Natal dan Tahun Baru tingkat kebutuhan masyarakat akan sembako juga besar. ist

    M Riwandi
    (Pekerja Pers)
    Diprediksi Sejak Awal

    BAHAN bakar minyak (BBM) seperti solar dan bensin memang sangat menunjang untuk keperluan operasional dan transportasi. Jika BBM sulit diperoleh, tentu menyebabkan keterlambatan pengiriman barang termasuk sembako. Akibatnya harga pun turut melambung dan masyarakat terbebani.

    Semestinya sejak awal pemerintah, dalam hal ini khususnya Pertamina, sudah bisa memprediksikan kebutuhan BBM beberapa tahun ke depan. Dengan tingkat pertumbuhan penduduk, industri dan sebagainya. Sehingga tidak sampai terjadi kelangkaan BBM. Apalagi sekarang di sejumlah daerah bensin eceran sampai melonjak menjadi Rp20.000 per liter. Kalau sudah begini, tentu harga sembako terimbas.

    Bila kenaikan harga sembilan kebutuhan pokok karena praktik penimbunan, para penegak hukum harus segera bertindak. Menindak para penimbun atau spekulan sehingga tidak semakin merugikan masyarakat. ist

    Arpawi Ramon
    (YLKI Kalsel)

    Drawing Liga Champions
    Duo Inggris vs Duo Milan

    Nyon - Hasil drawing babak 16 besar Liga Champions menyuguhkan banyak partai bigmatch, dua di antaranya adalah Liverpool kontra Inter dan Arsenal melawan Milan.

    Dilansir dari situs resmi UEFA, Jumat (21/12/2007), drawing dilangsungkan di Nyon, Swiss. Liverpool dan Arsenal, yang di babak grup berstatus sebagai runner up, menempati Pot 2, bersama enam tim lainnya.

    Sementara duo Milan, AC Milan dan Inter, menempati Pot 1, berada satu tempat dengan Barcelona, Real Madrid, Chelsea, Manchester United, Porto dan Sevilla.

    Hasil akhir drawing mengharuskan Liverpool untuk menghadapi Inter, sementara Arsenal menantang juara bertahan Liga Champions AC Milan.

    Partai bigmatch lainnya adalah AS Roma kontra Real Madrid. Sedangkan Barcelona, Chelsea dan Manchester United mendapat lawan yang tak bisa dibilang enteng, yaitu Celtic, Olympiakos dan Olympique Lyon.

    Leg pertama babak perdelapan final akan dilangsungkan pada 19 dan 20 Februari 2008, dengan semua tim runner up bertindak sebagai tuan rumah. Seperti biasanya, leg kedua akan dilangsungkan dua pekan kemudian, yaitu pada tanggal 4 dan 5 Maret 2008.

    Hasil lengkap Drawing babak 16 besar Liga Champions:
    Celtic vs Barcelona
    Olympique Lyon vs Manchester United
    Schalke 04 vs Porto
    Liverpool vs Inter Milan
    AS Roma vs Real Madrid
    Arsenal vs AC Milan
    Olympiacos vs Chelsea
    Fenerbache vs Sevilla

    Mike Belajar Memimpin

    Mike, nama panggilan Michael Abrashoff, saat menjadi XO (Executive Officer, orang kedua setelah Kapten Kapal) sebuah kapal perang, memergoki seorang kelasi yang tertidur saat berjaga. Bagi AL, petugas yang tertidur saat berjaga otomatis bersalah, harus dicatat dalam buku personel di kapal yang bersangkutan, dan diajukan segera ke pengadilan kapal dengan hakim tunggal Kapten Kapal. Mike pun menyiapkan persidangan dengan menghadirkan kelasi, Kapten Kapal, dirinya selaku XO, perwira divisi (bawahan Mike), dan komandan kelasi (bawahan perwira divisi tadi).

    Sang Kapten Kapal memulai dengan pertanyaan mengapa sang kelasi tertidur. Pertanyaan ini mengejutkan Mike karena ia mengira sang kelasi akan segera divonis dengan hukuman. Kelasi menjawab karena ia harus membersihkan salah satu bagian kapal yang kotor semalaman. Kapten bertanya kenapa harus malam-malam mengerjakannya. Dijawab bahwa bagian itu harus sudah bersih jam 8 besok paginya sesuai perintah Komandannya.

    Komandannya ditanyai Kapten kenapa harus jam 8 pagi harus siap bersih. Dijawab bahwa itu sesuai perintah perwira divisi. Lalu Kapten bertanya pada perwira divisi mengapa harus jam 8 pagi. Yang dijawab karena perintah XO, yang tentu saja tidak lain daripada Mike sendiri.

    Betapa malunya Mike karena tertidurnya sang kelasi dan pengadilan kapal terhadap kelasi itu semuanya berawal dari perintah dirinya. Sang kelasi dibebaskan dari tuduhan dan hukuman. Mike merasa menjadi orang bloon. Ia menyadari bahwa karena sistem yang kaku dari AL membuat para perwira bawahannya tidak berani memberitahu dirinya bahwa perintahnya dilematis (tuntutan deadline dibandingkan jumlah personel yang sedikit). Padahal, kalau ia tahu itu dilematis ia akan mengubah perintahnya.

    Peristiwa itu menjadi salah satu pembelajarannya untuk menghidupkan suasana dan budaya agar anakbuahnya berani mengemukakan pikiran dan

    ide untuk tujuan yang lebih besar, organisasi. Peristiwa itu mengajari dirinya untuk membabat suasana dan budaya yesman.

    Membayangkan Masuk Berita di Koran

    Mike membayangkan namanya akan masuk koran ketika ia membuat sebuah keputusan yang salah. Tentu saja kalau itu terjadi, ia akan malu besar. Ia membayangkan demikian karena ada keputusan yang hendak ia buat yang melanggar kebiasaan AL.

    Jika kapal sedang melaut apalagi dalam rangka bersiaga, maka tidak ada cuti bagi awak kapal. Kekecualian hanya diberikan jika ada keluarga yang sedang sakit keras. Istri yang akan melahirkan tidak tergolong sakit keras. Jadi, tidak ada cuti bagi perwira atau kelasi yang istrinya segera akan melahirkan.

    Tetapi, salah satu perwira pentingnya memohon kepadanya untuk diberi cuti karena istrinya akan segera melahirkan dalam dua tiga hari dan karena kapal sedang bersandar di pelabuhan San Diego. Yang jadi soal adalah dalam tiga hari berikutnya, kapal harus segera berangkat menuju Honolulu untuk latihan kapal perang lalu perjalanan dilanjutkan ke Teluk Persia. Itu berarti sang perwira akan kehilangan waktu dalam perjalanan penting.

    Mike yang kini menjadi Kapten Kapal merenung. Sekarang ia punya wewenang penuh untuk menolak atau menyetujui. Ia membayangkan seandainya namanya masuk koran diberitakan ia melanggar kebiasaan AL. Apakah pelanggaran itu cukup berharga atau tidak. XO (Executive Officer), wakilnya, mengingatkan dirinya bahwa ia mungkin membuat keputusan yang buruk jika ia memberi izin. Namun, ia pun menyadari banyak perwira dan kelasi yang kehilangan kesempatan mendampingi istri mereka saat melahirkan. Akhirnya, ia putuskan memberi izin cuti seminggu.

    Empat hari kemudian, ia menerima berita bahwa bayi yang dilahirkan ternyata mengidap penyakit serius yang menyebabkan ketidak-pastian apakah ia akan tetap hidup dalam sebulan berikutnya. Dalam kamus AL, situasinya kini jelas, bayi itu mengalami penyakit keras dan karenanya sang ayah sekarang resmi berhak mengambil cuti.

    Perwira itu bukan saja mendapat cuti seminggu untuk mendampingi istrinya melahirkan, melainkan enam minggu untuk mendampingi istri dan anaknya. Setelah masa kritis berlalu, bayi itu ternyata dapat survive. Mike bergembira dalam hatinya bahwa perwira itu ada ketika istrinya melahirkan dan mendampingi istrinya melalui masa kritis anak mereka. Mike bersyukur bahwa seandainya keputusannya memberi izin cuti masuk berita koran, tidak ada hal yang memalukan dirinya.

  • Faleomavaega disappointed with his visit

    Faleomavaega disappointed with his visit to Biak and Manokwari Papua, Indonesia

    Office of Congressman Eni Faleomavaega – December 17, 2007

    In his letter dated December 13, 2007, Congressman Faleomavaega wrote to His Excellency Susilo Bambang Yudhoyono, President of the Republic of Indonesia expressing his serious concerns about his recent trip to the towns of Biak and Manokwari, in Papua , Indonesia on November 27, 2007.

    “As you know, I originally wanted to visit Papua during my visit to Indonesia in July of this year but your government was unable to allow me to travel at that time due to security concerns,” Faleomavaega said in his letter to President SBY. “In August, I again requested an opportunity to visit Papua and your government proposed alternative dates to coincide with your invitation for me to also attend the UN Climate Change Conference to be held in Bali beginning on December 3, 2007.”

    In good faith, Faleomavaega planned his trip to coincide with the UN conference in Bali in support of President SBY’s efforts to implement the provisions of the Special Autonomy Law that was approved by the government of Indonesia since 2001. It was Faleomavaega’ s understanding that he would visit the towns of Biak and Manokwari in Papua, and, most importantly, the capital of Papua which is Jayapura.

    However, while enroute to Jakarta , Faleomavaega received word that the Indonesian government would allow him to spend only 3 days in the provinces of Papua and West Papua . Upon his arrival on November 25, 2007, Faleomavaega was then informed that he would be able to spend only two hours and that he would not be allowed to visit Jayapura.

    “Having already been denied entry in July of this year and having accommodated your request to postpone my August visit to the last week of November,” Faleomavaega said to President SBY, “I was deeply disappointed that upon my arrival I was again denied entry into Jayapura and that my time was reduced from 5 days to only two hours of actual meetings with the leaders and people of Biak and Manokwari due to supposedly security concerns. Such a decision on the part of your government begs the question, if all is well throughout the provinces of Papua and West Papua, why is security a problem at all?”

    “Given that President SBY and I had an understanding that I would support his efforts to implement the Special Autonomy Law based on the understanding that this is what the traditional, religious and political leaders of the Papuan people want at this time,” Faleomavaega said, “it is difficult for me to understand why at every turn I have been denied entry to Jayapura and that my time in Papua and West Papua was reduced from 5 days to two hours. In truth, with the exception of the two days I spent with Freeport officials in Timika, I spent all of two hours in Biak and only 10 minutes on the ground in Manokwari.”

    “In Biak , I met with Governor Barnabas Suebu and other legislators, traditional and religious leaders selected by the government. During the course of our meeting, a highly respected traditional leader, Chief Tom Beanal, was detained by the military, as was Mr. Willie Mandowen. My staff had to go to the gate of the govenunent guesthouse to request that they be allowed entry to our meeting with Governor Suebu. Papuans who had gathered in the streets in Biak were denied the opportunity to meet with us, and US Ambassador Cameron Hume and I had to force our way through a military barricade just to meet with the Papuan people who had to walk several miles from the airport and wait in the hot sun because Indonesian military forces (TNT) barred them from meeting with Ambassador Hume and me.”

    “During our meeting in the streets with the Papuan people, which the TNI military limited to less than 5 minutes, I publicly thanked President SBY for allowing me to visit Biak . However, though I did not publicly mention it, I was deeply disturbed by the overpowering military presence, which I felt was completely unnecessary,” Faleomavaega said.

    “In Manokwari, the military presence was even worse. Prior to my arrival in Manokwari, I was told that I would be meeting with the Governor only to learn upon my arrival at the airport that the Governor was in China . Nonetheless, Ambassador Hume and I were put in a car, without any escort and with only a single traffic police unit in front. While we do not require special privileges, we were very aware that our delegation was not given the necessary escort because the TNT was intent on deceiving the Papuans who had gathered on the streets waiting for us.”

    “As reported by others, we were driven along Trikora Road, the main road from Manokwari to Rendani Airport, then along Sujarwo Condronegoro Road, in the direction of Reremi Road and along Palapa Road (which is very badly damaged, full of potholes and very narrow), then along Merapi Road to Merdeka Road and then on to Siliwangi Road to arrive at the office of the Governor of the Province of West Papua. We were keenly aware that although we were guests of the Indonesian government, TNI drove us through round about routes where acts of sabotage could easily have occurred.”

    “Arriving at the office of the Governor who was in China , and after meeting for less than 10 minutes with the Vice Governor, I was told that due to weather and security concerns, I would need to depart immediately. In no uncertain terms, I was told by the TNT military leaders that Ambassador Hume and I were not welcome in Manokwari.”

    “In the TNT’ s haste to get us out of Manokwari,” Faleomavaega continued, “Ambassador Hume and I were separated and placed in different vehicles. We were again driven along the back roads of Manokwari with no clear indication where we were headed, without any escort, and not one single official of the West Papua government accompanied us back to the airport, meaning we were placed in unfavorable circumstances. While I felt no danger whatsoever from the Papuans who were unarmed and only wanted to meet with us, I was very uncomfortable that the TNT military was so bent on not allowing even a conversation to take place. It was my hope and understanding that I would be able to meet with the people and leaders of both provinces but, when I saw how heavily armed that the TNT military was, I knew that the military had no intention of honoring the commitment that President SBY and I had made in Jakarta in July of this year.”

    “As I arrived in front of the lobby at the Rendani airport, I was able to briefly walk through the crowd at which time the Papuans handed me a petition and put a Manokwari necklace around my neck. I was also given a stuffed Cenderawasih bird as I made my way to the plane. While there was some concern that the Papuans wanted to block the runway in order to meet with us, due to inclement weather our delegation had to board the aircraft quickly.”

    “From the window of the plane, I saw pushing and shoving between the heavily armed military and the unarmed Papuans. Banners were also raised. Whether or not anyone was hurt or arrested, I do not know but I have requested that the Indonesian government provide me with assurances that no arrests were made and that no one was harmed. I have also asked President SBY if he is still committed to working together to implement the Special Autonomy Law. As I have explained to him, I will support the Special Autonomy Law and work in the US Congress to make sure the Indonesian government is given every opportunity to make good on its promises to the Papuan people based on the understanding that this is also the consensus of the traditional, religious and political leaders of both provinces.”

    “However, as long as the TNT military forces of Indonesia continue to deny Members of Congress real access to the provinces of Papua and West Papua , especially Jayapura, it will be difficult for me to support the goals of Special Autonomy when clearly the Papuans in these two provinces are still being intimidated, harassed and abused by the TNI. Likewise, I do not consider two hours in Biak and 10 minutes in Manokwari as access. Until I am allowed to visit Jayapura, as I have been promised, and until I am allowed to meet with the people of Papua, as President SBY and I agreed, I cannot in good conscience inform my colleagues in Congress that progress is being made to implement the Special Autonomy Law which has mostly remained dormant since 2001 and, since for the past 60 years, until President SBY’s leadership, the government of Indonesia has done absolutely nothing to help the Papuan people who only want to be treated humanely.”

    “I do commend President SBY for his efforts to implement the Special Autonomy Law which is supposed to ensure the civil rights and liberties of the Papuan people and, at this time, I still believe we can work together in cooperation with Freeport Mining, USAID, OPIC, and the traditional, religious, and political leaders of both provinces to strengthen the Special Autonomy Law. But, whether or not we move forward is entirely up to President SBY and those who control the activities of Indonesia ’s TNT military forces.”

    “While I appreciate the constraints President SBY is under, I remain hopeful that we can overcome these obstacles and establish a more stable environment that is mutually beneficial for Jakarta and the Papuan people,” Faleomavaega concluded.

    s

    Beckham Gabung Arsenal

    London - David Beckham kembali ke Inggris. Bukan bersama Manchester United, gelandang LA Galaxy itu akan bergabung dengan Arsenal walau hanya sementara waktu.

    Ya, Beckham akan menggabungkan diri bersama skuad Arsene Wenger untuk menjaga kondisi fisiknya selama jeda Major League Football (MLS).

    Hal ini dilakukan Beckham untuk menjaga peluangnya masuk ke timnas Inggris yang kini dibesut Fabio Capello dalam persiapan melakoni laga melawan Swiss di Wembley pada 6 Februari.

    "Kami akan membantunya tetap fit dan mempersiapkan diri. Kemungkinan besar ia akan datang Januari, tapi semuanya belum diputuskan," tegas Arsene Wenger kepada BBC Radio 5 Live.

    Saat ini, kubu Arsenal dan Beckham masih membicarakan kesepakatan kerjasama itu. Jika semua terselesaikan, Beckham akan segera menuju training centre Arsenal di London Colney.

    Beckham sendiri saat ini sedang berada dalam misi menggenapkan catatan caps-nya di timnas Inggris. Jelang laga persahabatan di Wembley awal Februari mendatang, mantan pemain MU itu masih mencatat 99 caps.

    Van der Sar Perpanjang Kontrak

    Manchester - Edwin Van der Sar masih akan bersama Manchester United musim depan setelah menambah durasi kontraknya untuk 12 bulan ke depan.

    "Van der Sar telah menandatangani kontrak untuk setahun lagi. Ia akan tetap berada di sini sebagai pemain tahun depan," tandas Alex Ferguson seperti dikutip Yahoosports.

    Konsistensi penampilan dan pengalaman Van der Sar, tambah Fergie, merupakan alasan utama pihak MU menambah durasi kontraknya. Dengan demikian, Van der Sar akan menjalani karirnya bersama MU hingga tahun keempat pascabergabung dari Fulham pada Juni 2005.

    Fergie juga mengungkapkan rencana timnya untuk memperpanjang kontrak Patrice Evra dan Wes Brown. Namun ada sedikit kendala kesepakatan dengan Wes, yang memungkinkan dirinya akan hengkang dari Old Trafford musim depan.

  • Exodiac NewsLetter

    Film yang Release minggu ini (21 Desember 2007) : Selamat Natal dan Tahun Baru

    Exodiac NewsLetter

    Selamat Natal dan Tahun Baru

    Beberapa film yang direlease minggu ini di indonesia (sampai dengan tanggal 21 Dec 2007) :

    BEE MOVIE ( http://www.exodiac. com/movies/ detail.php? id=EM001648)
    Pemain : Jerry Seinfeld, Renée Zellweger, Alan Arkin, Kathy Bates, Robert Duvall, Eric Idle, Larry King, William H. Macy, Tim Blake Nelson, Uma Thurman, Patrick Warburton, Oprah Winfrey, Matthew Broderick
    Produksi : DreamWorks S.K.G.
    kategori : Animation, Comedy
    Sinopsis : "Bee Movie" adalah sebuah film komedi akan mengubah semua pandangan anda terhadap lebah. Setelah lulus kuliah, seekor lebah bernama Barry B. Benson (Jerry Seinfeld) menyadari bahwa dirinya hanya memiliki satu pekerjaan, yaitu pencari madu. Saat menajalani petualangan barunya yang beresiko, ia melanggar aturan paling utama dalam dunia lebah dan berbicara dengan manusia, seorang ahli bunga di New York bernama Vanessa (Renee Zellweger). Barry terkejut saat ia mengetahui bahwa manusia telah mencuri dan menikmati madu lebah selama berabad-abad, dan ingin menuntut manusia karena telah mencuri madu mereka yang sangat berharga.

    BERANAK DALAM KUBUR THE MOVIE (http://www.exodiac. com/movies/ detail.php? id=EM001766)
    Pemain : Adytia Putri, Revand T. Narya, Dinda Kanya Dewi, Shalvynne, Siran
    Produksi : MD Pictures
    kategori : Horror, Asian
    Sinopsis : Jessy, Jovan, Titaz, Kaila dan Brian adalah sahabat dan mahasiswa kedokteran. Mereka mengikuti observasi praktikum anatomi di sebuah rumah sakit. Disana mereka menemukan kamar mayat yang sudah ditutup selamanya, tapi mereka memasukinya dan tanpa mereka ketahui, sesungguhnya sesosok mayat wanita tersembunyi di balik sekat.

    Sejak itu, satu per satu dari mereka mendapat gangguan dari hantu dari mayat wanita tersebut. Belakangan barulah terungkap, sosok hantu wanita tersebut adalah Jasmine. Gadis desa yang mengejar mimpinya menjadi penyanyi terkenal di ibukota. Namun karena kelalaiannya, Jasmine hamil akhirnya mati secara tragis. Kegaiban membuat Jasmine keluar dari kuburnya setelah melahirkan bayinya. Namun Jasmine dan bayinya akhirnya mati. Sejak itulah, arwahnya gentayangan … dengan membawa dendam.

    Berhasilkah Jessy, Jovan dan Titaz mengatasi masalah makhluk gaib tersebut? Ketika mereka mulai menemukan titik terang untuk mengembalikan ketenangan arwah Jasmine, mereka harus merelakan kematian satu diantara mereka.

    NATIONAL TREASURE: BOOK OF SECRETS (http://www.exodiac. com/movies/ detail.php? id=EM001550)
    Pemain : Nicolas Cage, Jon Voight, Harvey Keitel, Ed Harris, Diane Kruger, Justin Bartha, Bruce Greenwood, Helen Mirren
    Produksi : Walt Disney
    kategori : Action, Adventure
    Sinopsis : Melanjutkan kisah petualangan "National Treasure", pemburu harta karun Ben Gates (Nicholas Cage) kembali melakukan ekspedisi antar negara yang menegangkan untuk menemukan harta karun dan sejarah yang tersembunyi.

    Saat diketahui sebuah halaman hilang dari catatan harian milik John Wilkes Booth, nenek moyang Ben yang akhirnya terlibat sebagai juru kunci atas kematian Abraham Lincoln. Ingin membuktikan ketidakbersalahan nenek moyangnya, Ben mengikuti pentunjuk internasional, membawanya dari Paris hingga Inggris dan berakhir di Amerika. Perjalanan ini tidak hanya mengejutkan Ben dan kru nya, tetapi juga menguak rahasia yang sangat berharga.

    untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat di : http://www.exodiac. com/movies/ release.php? r=3

    Beberapa film yang release di luar negeri minggu ini :
    ALIEN VS. PREDATOR: SURVIVAL OF THE FITTEST (http://www.exodiac. com/movies/ detail.php? id=EM001137)
    Pemain : Reiko Aylesworth, Steven Pasquale, Shareeka Epps, John Ortiz, David Hornsby, Gina Holden
    Produksi : 20th Century Fox
    kategori : Action, Horror, Sci-Fi, Thriller

    CHARLIE WILSON'S WAR (http://www.exodiac. com/movies/ detail.php? id=EM001752 )
    Pemain : Tom Hanks, Julia Roberts, Phillip Seymour Hoffman, Amy Adams, Om Puri, Jud Tylor, Nazanin Boniadi
    Produksi : Universal Pictures
    kategori : Drama

    NATIONAL TREASURE: BOOK OF SECRETS ( http://www.exodiac. com/movies/ detail.php? id=EM001550)
    Pemain : Nicolas Cage, Jon Voight, Harvey Keitel, Ed Harris, Diane Kruger, Justin Bartha, Bruce Greenwood, Helen Mirren
    Produksi : Walt Disney
    kategori : Action, Adventure

    P.S. I LOVE YOU (http://www.exodiac. com/movies/ detail.php? id=EM001742)
    Pemain : Hilary Swank, Gerard Butler, James Marsters, Jeffrey Dean Morgan, Lisa Kudrow, Gina Gershon, Kathy Bates, Harry Connick Jr., Dean Winters, Mike Doyle, Marcus Collins, Tony Devon, Sal Longobardo, Stephen Singer, Chris Edwards, Eliezer Meyer, Madalyn McKay, Don Sparks, Bryan Webster, Richard Wallace Smith, Roger Rathburn
    Produksi : Warner Bros
    kategori : Comedy, Romance

    STEEP (http://www.exodiac. com/movies/ detail.php? id=EM001744)
    Pemain : Bill Briggs, Stefano De Benedetti, Eric Pehota, Glen Plake, Shane McConkey, Seth Morrison, Chris Davenport, Ingrid Backstrom, Andrew McLean, Peter Krause
    Produksi : Sony Classics
    kategori : Documentary

    SWEENEY TODD (http://www.exodiac. com/movies/ detail.php? id=EM001741)
    Pemain : Johnny Depp, Helena Bonham Carter, Alan Rickman, Timothy Spall, Sacha Baron Cohen, Christopher Lee, Jamie Campbell Bowen, Jayne Wisener, Laura Michelle Kelly, Ed Sanders
    Produksi : Paramount Pictures
    kategori : Musical, Thriller

    WALK HARD: THE DEWEY COX STORY (http://www.exodiac. com/movies/ detail.php? id=EM001743 )
    Pemain : Jenna Fischer, John C. Reilly, Kristen Wiig, Tim Meadows
    Produksi : Columbia Pictures
    kategori : Comedy

    untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat di : http://www.exodiac. com/movies/ release.php? r=1

    Film Review (spoiler warning) minggu ini :
    MIRACLE oleh Haris (http://www.exodiac. com/movies/ reviewdetail. php?id=EMR000040 9 )
    THE INVISIBLE oleh Joze (http://www.exodiac. com/movies/ reviewdetail. php?id=EMR000040 8)

    untuk review film lainnya dapat dilihat di http://www.exodiac. com/movies/ review_list. php

    Exodiac.com

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.