
Pahlawankah anda, atau seorang pecundang? Sebuah
pertanyaan yang mungkin
terkesan janggal. Jelas2 beda... kok masih ditanya...
Di satu sisi, pahlawan akan disanjung tinggi. Di sisi
lain seorang pecundang
akan diingat sebagai pihak minus. Sisi negatif..
Tapi apa iya sih memang beda?
Keduanya mungkin saja serupa. Keduanya melakukan
tindakan yang sama2 aja.
Bisa jadi keduanya melakukan langkah2 yang sama2
keras... langkah2 yang
kesannya "anarkis" dan ofensif...
Terkadang yang membedakan hanyalah... hasil akhir.
Sukseskah atau gagal?
menangkah... atau kalah?
Suatu titik rawan yang membedakan apakah seseorang itu
menjadi pahlawan...
atau pecundang.
Kok bisa?
Anda masih bingung dengan pernyataan itu. Ok, saya
akan memberi permisalan
berupa contoh2... Jadi siap2lah gunakan imajinasi
anda. Siapkan sandaran
kursi yang enak dan mouse di tangan kanan anda untuk
roll screen penjelasan
di bawah.
Pertama, anda tahu Napoleon Bonaparte... . salah satu
tokoh besar dalam
revolusi Perancis. Seorang yang memimpin armada
Perancis dalam upaya
mempersatukan Eropa. Dan sampai pada suatu titik ia
akhirnya kalah. Usahanya
gagal... dan akhir hidupnya cukuplah memprihatinkan.
Pernahkah anda membayangkan seandainya Napoleon
Bonaparte tak pernah kalah
dan pada akhirnya sukses menyatukan Eropa... Jika saja
pada akhirnya Eropa
kemudian menjadi satu negara, anggaplah bernama
Europion.
Jika sejarah berbicara githu, tidakkah ia saat ini
sudah akan menjadi tokoh
yang ternama?? Pahlawan pemersatu Eropa. Pembentuk
Europion. Begitu...
Sayang toh usahanya gagal. Ia kalah dalam perang di
Waterloo dan ia kemudian
ia malah dikenal menjadi penjahat perang. Seorang
tokoh... antagonis.
Ok, lain cerita lagi. Tahu tentang Adolf Hitler? Tahu
dong. Ia dikenal
sebagai pembantai yang sadis dan kejam bagi bangsa
Yahudi semasa perang
dunia 2.
Pernah coba bayangkan seandainya dia adalah pemenang
perang? Seandainya
semua kekuasaan Eropa akhirnya ada di tangan Jerman?
Seandainya Jerman jadi
pihak pemenang di perang dunia 2 dan sukses menjadi
penguasa Eropa... Coba
bayangkan jika sejarah berkata demikian.
Tidakkah ia akan dianggap sebagai pahlawan? Sebagai
seorang tokoh yang
sukses. Dan buku2 sejarah mencatat dia sebagai seorang
yang "baik"? Terlepas
dari pembantaiannya terhadap kaum Yahudi? Mungkin tak
akan pernah diekspos.
Mungkin saja yang diekspos adalah kesuksesannya
menyatukan dunia. Atau
apapun itu. Sesuatu yang nilainya positif.
Jendral Mc Arthur, panglima perang di Pearl Harbour...
pada akhirnya menjadi
pemenang perang setelah strateginya berhasil memukul
mundur pasukan blok
sentral di perang dunia kedua. Tidakkah ia lantas
dipuja-puja sebagai
pahlawan. Sebagai seorang tokoh sukses...
Pada kenyataannya. . bukankah ia toh sama2 saja dengan
Hitler dan Napoleon?
Hitler membunuh dalam peperangan, dia juga. Napoleon
menerapkan strategi
perang untuk memperoleh kedudukan dan wilayah, dia
juga.
Jadi apa bedanya?
Bedanya... dia menang dan sukses. Dan pada akhirnya
orang menganggapnya
sebagai tokoh baik. Sayang bahwa yang lainnya adalah
pihak yang kalah... dan
tinggallah mereka sebagai pecundang dan penjahat.
Pemimpin armada pro dan kontra kemerdekaan Timor-Timur
misalnya. Ketika
tahun 1970-an Timtim memilih integrasi dengan
Indonesia, pihak Fretilin (pro
kemerdekaan) seolah menjadi tokoh antagonis dalam
buku2 sejarah.
Namun setelah di awal tahun 2000-an, dengan referendum
ulang dan Timtim
merdeka, tidakkah tokoh pro kemerdekaan lantas jadi
pahlawan?? Bukan lagi
pemberontak.
Seandainya GAM di Aceh sukses memerdekakan negeri
Aceh, mungkin saja mereka
akan menjadi pahlawan bagi rakyat Aceh? Coba bayangkan
saja...
Seandainya terjadi sebuah kudeta di suatu negara...
dan "kudeta" itu telah
terbukti sukses, tidakkah sang pengkudeta lantas
menjadi pahlawan? Menjadi
rezim baru yang dicatat sejarah telah berbuat baik??
Dia berkuasa. Apa
mungkin masyarakat akan mencap dia sebagai penjahat?
Andaikata kudeta itu gagal, tidakkah mereka hanya akan
tercatat sebagai kaum
pemberontak semata? Tidak beda dengan usaha2
"pemberontakan" yang mengganggu
integritas bangsa?
Jika dilihat secara netral... tanpa bermaksud memihak
sisi manapun...
Bukankah para "penjahat" melakukan tindak kekerasan?
Apa para "pahlawan"
tidak?
Bukankah "penjahat" melakukan tindak radikal? Bukannya
"pahlawan" toh juga.
Jadi... apa bedanya?
Sekedar menang dan kalahkah? Sekedar sukses dan
gagalkah?
What do you think?
Kita telah tiba di penghujung tahun 2007. Kita optimis, kita pesimis, ada senang, ada duka, menangis, kita tertawa, kita gembira, kita sedih, kita lesu, kita semangat, ada tujuan yang tercapai, ada yang tidak, dan seterusnya.. .. dinamika yang indah dan karena saat ini kita semua masih bernafas, alive and kicking, kita hanya bisa bertambah kuat dan hebat.
Saya tuliskan beberapa pertanyaan di bawah ini sebagai bahan renungan kita di tahun 2007. Bisa jadi bahan pertimbangan saat para sahabat menyusun bahan refleksi diri di akhir tahun saat menyusun TUJUAN di tahun 2008.
* Bagaimana hubungan saya dengan AGAMA/KEYAKINAN/ KEPERCAYAAN saya di tahun 2007? Apakah ada KEYAKINAN saya yang diperkaya? Apakah ada bagian yang luntur dan perlu saya perkuat di tahun 2008? Bagaimana hubungan saya dengan SEGALA SESUATU di luar diri saya? Apakah saya sudah BERMANFAAT untuk ORANG LAIN dan ALAM SEMESTA di tahun 2007? Apakah ada ORANG LAIN atau SISTEM yang saya rugikan - besar atau kecil? Bagaimana agar saya bisa lebih BERMANFAAT sesuai AGAMA/KEYAKINAN/ KEPERCAYAAN saya di tahun 2008?
* Apakah TUJUAN saya tercapai? Berapa bagian dari TUJUAN saya yang tercapai? Berapa bagian yang saya lanjutkan di tahun 2008? Apakah TUJUAN saya di tahun 2008? Apakah SUMBER DAYA yang saya butuhkan untuk mencapai TUJUAn saya di tahun 2008?
* Apakah saya semakin mengenal SIAPA saya dan MISI saya dalam hidup ini di tahun 2007? Bertambah matang dan dewasakah saya sesuai yang saya INGINKAN? Bagaimana sekarang saya melihat dan merasakan SIAPA saya? Ingin menjadi SIAPA saya sekarang?
* Apakah ada NILAI/VALUES yang baru bagi saya tahun ini? Apakah ada NILAI saya yang bergeser? Apakah sekarang yang saya rasa PENTING bagi saya - di kehidupan, pekerjaan, karir, keluarga, dll?
* Apakah ada BELIEF saya yang BERUBAH tahun ini? Apakah ada BELIEF baru? Apakah BELIEF saya sekarang mengenai saya, orang lain, pekerjaan, perusahaan, dan hidup ini? Dapatkah BELIEF ini membantu saya mencapai yang saya INGINKAN di tahun 2008?
* Apakah ada KEMAMPUAN saya yang meningkat tahun ini? Apakah ada KEMAMPUAN yang baru? Apakah ada POTENSI yang bangkit di tahun ini? Apakah ada yang saya tahu akan MAMPU saya lakukan di tahun 2008? Apakah KEMAMPUAN yang saya butuhkan dan perlu saya dapatkan untuk mencapai yang saya INGINKAN di tahun 2008?
* Apakah PERUBAHAN berarti dalam diri saya tahun ini? Bagaimanakah saya melihat dan merasakan penyesuaian cara BERPIKIR dan BERPERILAKU saya?
* Seberapa bermanfaatkah POLA PIKIR dan SIKAP saya di tahun 2007 ini? Bagaimana cara BERPIKIR dan BERSIKAP saya di tahun 2007 ini? Apakah cara BERPIKIR dan BERSIKAP saya membantu saya mencapai apa yang saya INGINKAN? Bagian mana dari cara BERPIKIR dan BERSIKAP ini yang perlu saya sesuaikan untuk tahun 2008 sehingga saya bisa mencapai yang saya INGINKAN?
* Bagaimana saya melihat dan merasakan ORANG LAIN dan LINGKUNGAN saya - keluarga, tempat kerja, masyarakat? Apakah PERILAKU dan PERBUATAN saya terhadap ORANG LAIN yang paling saya banggakan dalam LINGKUNGAN saya? Apakah ada RAPPORT (hubungan baik) yang perlu saya perbaiki dan bangun di tahun 2007? Bagaimana saya dapat membangun RAPPORT dengan lebih baik di tahun 2008? Bagaimana saya dapat menyesuaikan diri dengan LINGKUNGAN yang lama dan baru di tahun 2008?
Worker dies trying to save his friends
KUALA LUMPUR: An Indonesian worker died from smoke inhalation when he tried to rescue three of his colleagues from a fire at their worksite quarters in Jalan Tun Razak here.
The construction worker identified as Durang Surano, 35, was overcome by smoke when he went back into the burning building to rescue his colleagues during the 3.30am fire Tuesday.
Mohd Ramali Arbai, the officer-in-charge of the Pudu Fire and Rescue Department said Durang Surano collapsed and died due to smoke inhalation while trying to help three of his friends who were trapped inside the quaters.
He said three men whom he tried to save, however, managed to escape with minor injuries minutes later.
A total of 102 workers were fast asleep in the quarters when the fire broke out.
Durang Surano's body was sent to Hospital Kuala Lumpur for a post-mortem, while the injured workers were given treatment at Hospital Universiti Kebangsaan Malaysia.
Mohd Ramali said the fire was put out by 29 firemen who rushed to the scene in three fire engines from the Jalan Pudu, Jalan Hang Tuah and Jalan Chow Kit stations, after receiving a call at about 3.45am.
He said the cause and damage was yet to be ascertained.
New Year - 2008 promises changed directions and reform
2007 has been an eventful year in Mongolia with its trials and tribulations and 2008 holds promises for economic and social growth in its fifth parliamentary election year.
The most tragic event in 2007 was the June helicopter crash in Selenge Aimag where 15 passengers lost their lives in the line of duty, many fathers with young children, and young officers of the National Emergency Services Agency.
The choice of Ulaanbaatar for major conferences through the summer period including the Williamsburg Conference in June and the normalization talks between The Democratic Peoples Republic of Korea and Japan as a sub committee of the Six Party Talks for the DPRK’s nuclear disarmament, signaled wider recognition Mongolia has a place as a political lobbying force at a regional level.
There has been much to celebrate with a major boost from the granting of USD 285 million over a five-year period from the US Millennium Challenge Corporation Compact to improve Mongolia’s land tenure system, primary health care; vocational education and training sector and the railway network.
New Prime Minister Sanjiin Bayar has adopted a realistic approach for plans for his Cabinet’s work in the lead up to the elections. He has promised to tackle urgent issues including corruption, investment agreements in mining, food security, social stability and trade. And importantly underpinning these goals is the need for a unified and stable working environment among Members of Parliament
2008 will see Mongolia’s voters face decisions who to support in elections with issues of ownership of strategic deposits in the national and international spotlight; poverty still below international thresholds; corruption a systemic practice and rising inflation a major challenge.
The opportunity to implement major reform that would have nation-wide impact will be a yardstick for Mongolia’s maturity as a democracy and leader in regional development.
The Mongol Messenger sends Christmas cheer and best wishes for a prosperous 2008 to all of its readers. The Mongol Messenger has received and appreciated increasing feedback and suggestions from domestic and international readers throughout 2007 and looks forward to a continuing healthy relationship on 2008. In thanking readers for their support it will seek to cover all sectors’ news events and provide an on-the-spot insight in the 2008 election year.
Indra Borkhondoin,
Editor-in-chief
Undian Piala UEFA
Tiga Hasil Menarik
Selain undian perdelapanfinal Liga Champion, pada Jumat (21/12) di Nyon, konfederasi sepakbola Eropa juga melakukan undian 32 dan 16 besar Piala UEFA. Setidaknya ada tiga hasil menarik dari acara tersebut.
Hasil menarik pertama adalah bertemunya dua mantan juara Piala UEFA di putaran 32, yakni Galatasaray (Turki) dan Bayer Leverkusen (Jerman). Galatasaray kampiun pada musim 1999/00. Cimbom menjadi klub tunggal Turki yang pernah memenangi kejuaraan antarklub Eropa.
Leverkusen memenangi kompetisi kelas dua di Eropa ini pada musim 1987/88. Siapa pun yang menang, bakal terjadi duel mantan kampiun Eropa di perdelapanfinal. Pada fase itu, Galatasaray atau Leverkusen kemungkinan besar bertemu Hamburg, yang diprediksi dapat mengatasi FC Zurich.
Haisl menarik lain melibatkan klub yang kehadirannya paling menarik perhatian di antara peserta Piala UEFA musim ini. Siapa lagi kalau bukan Bayern Muenchen. Jagoan Jerman ini bertemu Aberdeen. Klub Skotlandia selalu punya spirit tinggi. Hal itu dapat merepotkan Muenchen.
“Aberdeen adalah lawan yang sangat menarik, tapi juga sulit. Kami harus berada di tingkat yang tepat melawan klub Skotlandia,” ujar pelatih Ottmar Hitzfeld.
Hasil menarik lain adalah pertemuan dua klub asal dua dari tiga liga terbaik di Eropa, Bolton Wanderers (Inggris) kontra Atletico Madrid (Spanyol). *
DATA-FAKTA PIALA UEFA
---------------------------------------------
Hasil Undian Putaran 32
Aberdeen (Sko) vs Bayern Muenchen (Jer)
AEK Athens (Yun) vs Getafe (Spa)
Zenit St Petersburg (Rus) vs Villarreal (Spa)
Galatasaray (Tur) vs Bayer Leverkusen (Jer)
Bolton Wanderers (Ing) vs Atletico Madrid (Spa)
Anderlecht (Blg) vs Bordeaux (Pra)
Brann Bergen (Nor) vs Everton (Ing)
FC Zurich (Swi) vs Hamburg SV (Jer)
Rangers (Sko) vs Panathinaikos (Yun)
PSV Eindhoven (Bel) vs Helsingborg (Swe)
Slavia Prague (Cek) vs Tottenham Hotspur (Ing)
Rosenborg Trondheim (Nor) vs Fiorentina (Ita)
Sporting Lisbon (Por) vs Basel (Swi)
Werder Bremen (Jer) vs Braga (Por)
Benfica (Por) vs Nuernberg (Jer)
Marseille (Pra) vs Spartak Moskwa (Rus)
Partai pertama dimainkan pada 13/14 Februari. Laga kedua pada 21 Februari.
Hasil Undian Putaran 16
Anderlecht/Bordeaux vs Aberdeen/Bayern Muenchen
Rangers/Panathinaikos vs Werder Bremen/Braga
Bolton Wanderers/Atletico Madrid vs Sporting Lisbon/Basel
Galatasaray/Bayer Leverkusen vs FC Zurich/Hamburg SV
AEK Athens/Getafe vs Benfica/Nuernberg
Rosenborg Trondheim/Fiorentina vs Brann Bergen/Everton
Slavia Prague/Tottenham Hotspur vs PSV/Helsingborg
Marseille/Spartak Moskwa vs Zenit/Villarreal
Partai pertama dimainkan pada 6 Maret. Laga kedua pada 12/13 Maret.
Michael Dickhauser
dari Nyon
Undian Panas di Musim Dingin
Musim dingin sedang sangat terasa di Swiss. Tidak ada sinar matahari dan temperatur baik siang dan malam berkisar antara minus 5 sampai minus 3 derajat. Jika ingin melihat matahari, Anda mesti naik ke gunung.
Akan tetapi, banyak orang pada Jumat (21/12) pagi, dengan berpakaian rapi, memilih pergi ke Nyon, di tepi Danau Geneva. Hanya ada satu keinginan dalam pikiran, yakni mendapatkan undian yang menguntungkan. Ya, di kantor UEFA diadakan undian babak perdelapanfinal Liga Champion.
Sayang, acara dimulai dengan buruk. Tidak pernah selama enam tahun BOLA mengikuti acara undian di Nyon dan sebelumnya di Jenewa ada kesalahan teknik. Microphone Sekjen UEFA, David Taylor, tidak bekerja dengan baik. Untung saat itu acara belum disiarkan langsung oleh teve.
Tayangan video clip tentang 16 klub yang tampil di perdelapanfinal juga terganggu. Tapi, ketika undian dimulai semua berjalan dengan lancar. Giorgio Marchetti, Direktur Sepakbola Profesional UEFA, memimpin acara undian. Ia dibantu asistennya, Antonio Giatino.
Fan sepakbola tentu sudah tahu hasil undian. Dapat disebut sebagai hasil yang panas. Ada dua duel antara jagoan Italia dan Inggris. Pemimpin klasemen Premier League, Arsenal, melawan juara bertahan dan kampiun dunia, AC Milan. Duel lain adalah penguasa Serie A, Inter, melawan runner-up Liga Champion, Liverpool.
Hasil panas lain adalah bertemunya Manchester United dengan raja Prancis, Olympique Lyonnais. Dalam enam musim terakhir Lyon selalu memenangi Ligue 1. Sesudah start buruk, Les Gones masuk fase knock-out setelah menghantam Rangers di tanah Britania dengan skor 3-0.
Duel Roma, yang disebut sebagai tim dengan penampilan terindah di Italia, kontra raksasa Spanyol, Real Madrid, juga menarik.
Problem Lyon
Hasil undian yang mempertemukan Porto dengan Schalke 04 dan Fenerbahce dengan Sevilla tentu membuat suporter Milan, Inter, Liverpool, dan Arsenal iri. Empat klub yang disebut pertama bukan favorit juara. Tapi, itulah undian. Faktor keberuntungan sangat berperan. Lagipula sebagai juara grup, Porto dan Sevilla, hanya dapat bertemu runner-up.
Setelah undian, BOLA berbicara dengan Presiden Schalke, Josef Schusenberg. Dia sangat bahagia timnya hanya bertemu Porto. Menurutnya, The Royal Blues punya kesempatan yang bagus untuk mencapai perempatfinal.
Sementara itu, Lyon lebih mempermasalahkan faktor persiapan daripada hasil undian. OL mesti mengirim beberapa pemain ke tim nasional Prancis beberapa hari sebelum menjamu raksasa dari Inggris di Gerland pada 19 Februari. Pada 6 Februari, Prancis berujicoba dengan Spanyol. Lyon ingin mencari solusi dengan federasi Prancis.
“Tidak dapat terjadi dua atau tiga pemain top kami pergi beberapa hari sebelum pertandingan melawan Manchester. Tapi, secara umum saya gembira pada hasil undian. Untuk fan dan media di Prancis, ini akan menjadi pertunjukan besar,” kata Jean-Michel Aulas, Presiden Lyon.
Setelah wawancara dengan media, semua klub harus menjalani itu, para wakil peserta perdelapanfinal bertemu. Mereka bertukar kartu nama dan berbicara soal hotel dan hal lain. Sebuah kejutan, semua ofisial klub Prancis dapat dan mau berbicara Inggris. Sesuatu yang tidak pernah terjadi di Prancis. *
Mereka Berkomentar
Arsene Wenger (Pelatih Arsenal)
“Ini tantangan besar. Jika Anda bertanya pada saya apakah kami punya kans memukul mereka, saya menjawab ya. Untuk menjadi juara, Anda mesti menyingkirkan tim besar dan Milan adalah tim besar, juara Eropa dan dunia.”
Carlo Ancelotti (Pelatih Milan)
“Arsenal lebih memiliki kualitas dan teknik lebih baik dari Liverpool, tapi tanpa tingkat pengalaman yang sama. Arsenal tim yang sangat muda. Mereka pemimpin Premier League dan mengawali musim dengan sangat baik meski sekarang mulai melambat. Saya pikir Cesc Fabregas adalah salah satu gelandang terbaik di Eropa.”
Zlatan Ibrahimovic (Penyerang Inter)
“Liverpool tim yang kuat, tapi Anda mesti mengalahkan semua tim untuk menjadi juara. Kami akan bermain di stadion yang indah. Saya senang bermain dekat dengan suporter karena itu lebih menarik, menambah motivasi, dan saya menikmatinya. Tapi, kami harus-hati-hati dan focus.”
Rafael Benitez (Pelatih Liverpool)
“Inter pasti akan khawatir. Mereka tahu kami tim yang bagus. Saya mengenal Inter dari pengalaman melawan mereka bersama Valencia. Mereka punya pemain-pemain bagus dan berpengalaman di Eropa. Jadi, ini pekerjaan yang sangat berat. Tapi, jika ingin melangkah jauh di kompetisi ini Anda mesti mengalahkan tim top seperti Inter.”
Gerald Asamoah (Penyerang Schalke)
“Porto adalah tim yang sangat berpengalaman. Mereka memenangkan Liga Champion di kandang kami. Kami tahu ini akan berat, tapi kami percaya dapat memanfaatkan hasil pada pertandingan kandang untuk lolos ke fase berikut.”
Vitor Baia (Kiper Porto)
“Saya bahagia karena Porto akan kembali ke arena yang sudah saya kenal. Di sana ada memori fantastis, tempat saya menjadi juara Eropa. Schalke tim yang kuat dalam menyerang dan punya pertahanan tangguh, hanya kebobolan empat gol di fase grup. Meski kami menghadapi ini dengan optimisme, kami tahu ini akan menjadi tes yang berat.”
Carles Puyol (Bek Barcelona)
“Hasil undian yang bagus buat kami. Hanya kami harus menyikapi hasil undian ini dengan penuh hormat. Celtic tim yang mengandalkan kekuatan fisik dan bertahan dengan baik. Akan sulit untuk mencetak gol. Jika kami mampu mencetak gol cepat, semua akan jadi mudah.”
Alex Ferguson (Pelatih Man. United)
“Lyon mungkin lawan terberat dari lima tim yang dapat kami hadapi. Mereka enam kali memenangi liga, rekor luar biasa. Lyon kehilangan beberapa pemain penting seperti Diarra, Abidal, Essien, dan Wiltord, tapi tetap menghasilkan para pemain berkualitas. Jadi, partai ini tak akan mudah.”
Predrag Mijatovic (Direktur Sport Madrid)
“Roma lawan yang sulit karena mereka punya pemain-pemain yang bagus. Jadi, kedua klub akan menikmati duel menarik ini. Kami cukup mengenal Roma karena kami pernah menghadapi mereka belum lama ini di Liga Champion. Kami sangat menghormati Roma, tapi saya pikir Madrid memiliki kesempatan bagus untuk lolos.”









No Comments/Trackbacks for this post yet...