NUANSA-ORIENTALq
Ketua Komisi Fatwa MUI, Anwar Ibrahim, tentang Fatwa Sesat

http://www.indopos. co.id/index. php?act=detail_ c&id=318415

Senin, 24 Des 2007,

Ketua Komisi Fatwa MUI, Anwar Ibrahim, tentang Fatwa Sesat

Masyarakat Diimbau Jangan Lakukan Kekerasan
Fatwa sesat MUI menuai protes. Sebab, fatwa itu sering dijadikan pembenaran oleh kelompok tertentu untuk melakukan aksi kekerasan terhadap penganut aliran yang dituding sesat. Bagaimana sebenarnya?

Apa komentar Anda soal banyaknya kritik terhadap fatwa sesat MUI?

Itu kami anggap masukan penting. Kebetulan saya baru menjabat sebagai ketua komisi fatwa. Jadi, memang beberapa fatwa diputuskan pada waktu kepemimpinan Pak Ma’ruf Amin. Waktu itu, saya jadi wakil ketua.

Bagaimana mekanisme pembuatan fatwa aliran sesat itu?

Biasanya, komisi pengkajian MUI turun ke lapangan untuk mengetahui ajaran tertentu. Kami cari tahu di mana alamatnya, siapa pemimpinnya, bagaimana inti ajarannya, hingga perilaku penganutnya. Memang anggota komisi bekerja seperti intelijen dengan menyusup ke komunitas itu.

Jadi, mereka sering tidak diketahui masyarakat. Setelah itu, berdasar data yang diperoleh, komisi fatwa akan melakukan rapat pleno untuk memutuskan, apakah aliran tersebut sesat atau tidak.

Berapa lama komisi pengkajian bekerja meneliti suatu aliran?

Cukup lama ya.. Misalnya, untuk aliran Al Qiyadah, kami bekerja lebih dari satu bulan. Kami turun ke lapangan sampai ke pusat. Memang agak susah anggota kami bertemu dengan para pemimpin kelompok tersebut untuk melakukan dialog.

Tapi, kami bisa pelajari ajaran mereka dari buku yang diterbitkan untuk kalangan mereka atau berdialog intensif dengan para penganutnya.

Fatwa sesat MUI sering dinilai sebagai pemicu kekerasan di lapangan?

Ya, jangan dong… Seingat saya, MUI tidak pernah mendorong terjadinya kekerasan. Setiap fatwa yang dikeluarkan soal aliran sesat selalu ditambahkan imbauan agar masyarakat tidak melakukan kekerasan terhadap penganutnya.

Tapi, oleh kelompok tertentu, fatwa MUI dijadikan dasar legalitas untuk melakukan kekerasan?

Masalah itu bukan lagi kewenangan MUI. Masalah penjatuhan sanksi dan lain-lain ada di tangan pemerintah. MUI hanya menyampaikan.

Pakem berpendapat MUI seharusnya hanya berperan sebagai pembina, bukan menentukan sebuah aliran itu sesat atau tidak?

Tidak bisa dong… Sebab, beberapa aliran tersebut menempel pada Islam. Seandainya mereka berdiri sendiri sebagai agama di luar Islam, mungkin kami bisa cari jalan lain.

Pakem baru akan menentukan nasib Ahmadiyah. MUI sejak 1980-an mengeluarkan fatwa sesat terhadap Ahmadiyah. Mungkinkah ada dobel fatwa antara MUI dan Pakem?

Ya, sangat mungkin. Tapi, saya yakin tidak akan bertolak belakang satu sama lain. Sebab, Ahmadiyah tidak hanya dilarang di Indonesia, tapi internasional juga melarang. Bahkan, di negeri asalnya, Pakistan, juga dilarang. Kami ingin ada keharmonisan di sini.

Jadi, MUI akan membuka diri jika penganut Ahmadiyah ingin kembali ke jalan yang benar. (candra kurnia harinanto
__._,_.___

News on Dec 25th, 2007 Surat Masuk

FOKUS PASAR: Dollar Bertahan Kokoh Terkait Kuatnya Minat Beresiko
Dollar bertahan di kisaran tinggi enam minggu terhadap yen di hari Senin akibat menguatnya sejumlah ekuiti A.S di akhir minggu silam telah menurunkan kekhawatiran atas kondisi kesehatan ekonomi, sehingga mendorong minat beresiko dan carry trade. Aktivitas perdagangan terlihat sangat cerah terkait Tokyo dan sejumlah pusat Eropa tutup karena libur. Hari Jumat lalu bursa A.S lompat akibat saham teknologi reli dan sektor finansial terbantu laporan yaitu raksasa brokerage Merrill Lynch akan menambah modal hingga $5 biliun dari investor negara Singapura, Temasek Holdings.

Arab Saudi berencana mendirikan dana kekayaan kerajaan yang akan bernilai lebih dari $900 biliun – kemungkinan terbesar di dunia – menurut sebuah laporan di situs Financial Times. Hal ini mendukung minat investor untuk beresiko, menggiringnya melakukan carry trades dimana mereka menjual mata uang beryield rendah seperti yen untuk dibelikan aset-aset ber-yield tinggi. "Pasar Asia dibuka dengan hitam gelap menyusul reli di Wall Street hari Jumat," ujar Geoffrey Yu, strategist valas pada UBS di Zurich.

Saham Telekom, Minyak Memicu Reli Di Bursa HK
Saham Hong Kong bergerak naik pada hari Senin, terdongkrak oleh naiknya saham Wall Street oleh aksi pembelian saham sejumlah investors, yang didukung oleh naiknya saham sector perminyakan dan telecomunikasi. Saham properti lokal bertahan setelah data inflasi di prediksi mendongkrak permintaan sektor properti. "kami melihat potensi kenaikan di minggu ini, terutama setelah tidak adanya tekanan berita kredit bermasalah perumahan A.S hingga akhir tahun ini. Jadi sentimen pasar terlihat netral beranjak pada positif," ujar Steven Leung, direktur pada UOB Kay Hian Holdings.

"Selain itu kita menghadapi masa window-dressing. Indeks terlihat menuju ke level range 28,500 hingga 29,000 dalam minggu ini." Pada perdagangan hari senin Hang Seng ditutup naik 1.82 persen pada angka 28,128.80, dengan turnover HK$51.87 billion atau (US$6.65 billion). China Enterprises Index yang merupakan komponen saham Hong Kong, menguat 2.76 persen di angka 16,422.61.

Bursa Seoul Peroleh Gain Terbanyak Dalam Sebulan, Teknologi Berkilau
Saham Seoul naik 2.2 persen pada transaksi hari Senin, ini merupakan kenaikan terbesar dalam bulan ini, terkikis oleh membaiknya data A.S spending yang memudarkan adanya kekhawatiran terhdap resesi di Korea Selatan. Saham berorientasi ekspor terbesar kedua, seperti Samsung Electronics naik. Saham sektor keuangan Kookmin Bank, naik setelah ada kemungkinan peningka- tan investasi dari Merrill Lynch dan berlanjutnya deregulasi pada saham perbankan local.

"Bila bank sentral global' melakukan pemangkasan suku bunga, ini merupakan langkah awal dari bangkitnya index untuk menuju pada area target 2,400 poin pada akhir tahun ini. Namun saya tidak melihat adanya kenaikan indeks yang tajam pada kuartal pertama." KOSPI naik 2.19 persen atau 1,919.47 poin, dengan kenaikan pada dua sesi hingga mencapai posisi tertinggi sejak 12 Des.

Perempatfinal Piala Liga
Mengulang Memori 2002

Terjangan dua kaki Peter Crouch pada John-Obi Mikel membuat peluang Liverpool untuk melaju ke semifinal Piala Liga terbang sudah. Drama berujung kartu merah di Stamford Bridge pada Rabu (19/12) itu terjadi di menit ke-60, satu menit setelah Frank Lampard mencetak gol pertama Chelsea.

Skor pun berakhir 2-0 setelah Andriy Shevchenko mencetak gol kedua di injury time.

Tindakan brutal Crouch menjadi cermin rasa frustrasi The Reds, yang sulit mengimbangi kesolidan tuan rumah. Tanpa Steven Gerrard, yang mengalami diare, plus absennya nama beken di bawah mistar, lini belakang, tengah, dan di depan, anak-anak Rafa memang bak kehilangan orientasi.

Satu-satunya peluang emas Liverpool adalah ketika tendangan Lucas Leiva susah payah dihalau Petr Cech. Selebihnya dominasi jelas kentara dari sembilan sepak pojok Chelsea, yang berbanding nol dengan milik Liverpool.

So, pengundian di midweek lalu akhirnya mempertemukan Chelsea dengan klub asal kota Liverpool lain, Everton, dalam semifinal pada Januari. Pada laga terakhir Chelsea melawan The Toffees di putaran keempat ajang serupa, Desember 2002, skuad The Londoners menang 4-0.

Banyak yang berharap memori 2002 tersebut berulang sehingga final ideal bisa terwujud Februari nanti. Ya, mengasyikkan untuk disimak apakah Chelsea dan Arsenal kembali bertemu seperti di final musim lalu yang diwarnai pertikaian panas antarpemain. (toen)

DATA-FAKTA
----------------------
Perempatfinal Piala Liga
Rabu (12/12): WEST HAM vs EVERTON 1-2 (C. Cole 12’; Osman 40’, Yakubu 88’).
Selasa (18/12): MAN. CITY vs TOTTENHAM 0-2 (Defoe 5’, Malbranque 82’. Kartu Merah: Zokora 20’ [T]).
Selasa (18/12): BLACKBURN vs ARSENAL 2-3 (Diaby 6’; Eduardo 29’ 104’; Santa Cruz 42’, 60’. Kartu Merah: Denilson 90’ [A])

Rabu (19/12): CHELSEA vs LIVERPOOL 2-0 (Lampard 59’, Shevchenko 90’. KM: Crouch 60’ [L])
CHELSEA (4-3-3): 1-Cech; 35-Belletti, 22-Ben-Haim, 18-Bridge, 6-Carvalho; 5-Essien, 8-Lampard, 12-Mikel (13-Ballack 68’); 21-Kalou, 7-Shevchenko (9-Sidwell 90’), 17-Sinclair (10-J. Cole 57’). Cadangan: 23-Cudicini; 20-Ferreira. Pelatih: Avram Grant (Israel).
LIVERPOOL (4-3-3): 30-Itandje; 17-Arbeloa, 12-Aurelio, 23-Carragher, 46-Hobbs; 14-Alonso (42-El Zhar 60’), 21-Leiva, 22-Sissoko; 19-Babel (11-Benayoun 73’), 15-Crouch, 10-Voronin. Cadangan: 40-Martin; 4-Hyypia, 6-Riise. Pelatih: Rafael Benitez (Spanyol).