*Ibadah di Sentani Berjalan Aman SENTANI-Kecemasan petugas keamanan baik TNI maupun Polri akan adanya pengibaran Bintang Kejora dan gangguan lainnya terkait kegiatan 1 Desember sebagai hari yang disebut-sebut kemerdekaan bangsa Papua, akhirnya tak terbukti. Ini setelah dalam moment ibadah bersama yang dipusatkan di pendopo Alm Theys Hiyo Eluay di Jl Bis Tir Pos Sentani tidak timbul insiden menonjol, apalagi terjadi pengibaran bendera Bintang Kejora seperti yang dicemaskan tersebut.
Sebelum kegiatan dimulai banyak masyarakat menyambut kedatangan para petinggi DAP dan PDP dengan memegang potongan kertas putih berbentuk bendera yang bertuliskan SOS (Save Our Soul). Kegiatan akhirnya dimulai sekitar pukul 09.00 WIT dibuka oleh Pdt Dimara dan dilanjutkan Pdt.Buce Wambrauw dari Supiori dengan menyanyikan lagu-lagu pujian kepada Allah serta ceramah singkat yang dikutip dari alkitab.
"Kemerdekaan sudah diberi oleh Yesus untuk bangsa Papua, untuk itu tinggal bagaimana masyarakat bersatu dan berdoa karena dua hal tadi yang akan menjawab semua pertanyaan selama ini," tutur Pdt Buce dalam ceramah. Dalam ceramah ibadah ini, Buce juga banyak menyinggung soal bagaimana perjuangan terakhir masyarakat hingga kemarin yang masih banyak menemukan kendala, tetapi dirinya yakin dengan tujuan yang dikatakan direstui oleh Yesus, maka semuanya bisa terlaksana.
Sementara, Ketua Dewan Adat Mamta, Forkorus Yaboi Sembut yang diminta memberikan pesan politiknya membuka sambutan dengan dibacakan selebaran surat bertuliskan bahasa Inggris yang dikutip dari Radio Nederland berisikan tentang isu Papua di luar Negeri. Namun sebelumnya Forkorus dengan gamblang menyapa tamu dan mengucapkan merdeka serta memberikan selamat ulang tahun ke 46 untuk seluruh rakyat Papua."Tuhan memberkati kita dalam perjuangan ini," katanya dalam sambutan awalnya seraya meminta masyarakat untuk lebih banyak berdoa agar apa yang dicita-citakan selama ini bisa diperoleh.
Forkorus memberikan judul ceramahnya adalah hanya hewan sajalah yang melupakan sejarahnya. Judul tersebut lebih ditekankan kepada para pejabat dan mahasiswa dimana penilaiannya selama ini ada kalimat untuk melupakan sejarah, padahal sejarah berisikan semua nilai budaya dan ciri dari suatu bangsa."Mahasiswa jangan ada lagi berkata bahwa sejarah Papua itu tidak perlu karena itu hanya merendahkan diri sendiri dan menganggap dirinya sebagai binatang," jelasnya. Lebih dalam Forkorus menilai langkah pemerintah dalam bingkai otonomi khusus dengan membangun berbagai sarana umum dianggap belum bisa mensejahterakan rakyatnya, karena konteks sejahtera menurutnya bukan hanya berupa fisik dan material saja tetapi yang dibutuhkan rakyat saat ini mencakup perasaan batin.
"Orang selama ini ngomong sejahtera tetapi yang model bagaimana, buktinya masih banyak rakyat yang protes dengan kebijakan pemerintah," tegas Forkorus.Dikatakan banyak pertanyaan yang timbul soal 1 Desember tentang apakah tanggal tersebut menandakan rakyat Papua sudah merdeka atau tidak dan ini dijelaskan bahwa secara rohani."Papua telah merdeka dengan bertolak dari piagam Perserikatan Bangsa Bangsa tertanggal 10 desember 1948 tentang hak-hak manusia dimana pasal 15 ayat 1 berbunyi tentang setiap orang berhak menentukan bangsanya sendiri dengan demikian kita juga harus bisa menentukan kemerdekaan itu," tutur pria bertubuh jangkung ini.
Indonesia dalam hal ini dikatakan telah melakukan dua kesalahan, dimana pertama telah mengakui bahwa negara Papua itu ada, namun diminta untuk dibubarkan dengan demikian lanjut Forkorus bawah Presiden saat itu telah mengakui tentang keberadaan negara Papua lalu yang kedua melakukan penghinaan tentang status negara Papua yang dianggap buatan Belanda. Forkorus juga menyinggung soal kedatangan anggota Kongres Amerika Sserikat, Eni Faleomafega yang rencananya akan mendengar aspirasi masyarakat secara langsung tetapi batal karena dialihkan dengan berbagai alasan.
Sementara Sekertaris Jendelal (Sekjend) Presidium Dewan Papua (PDP), Taha Al Hamid yang juga diberikan kesempatan maju memberikan pidato sempat mendapat aplaus meriah dari tamu yang datang. Taha lebih terfokus menceritakan penderitaan rakyat serta menyinggung kepentingan politik dari para pejabat yang hidup tanpa melihat penderitaan rakyat dimana 40% rakyat di kampung merasa diri seakan terjajah karena tidak bisa merasakan apa itu pembangunan, bahkan tidak bisa mengeyam bangku sekolah. "Situasi Papua saat ini aman dan damai karena kami bertekad akan menempuh cara damai yakni dengan kongres," tutur Taha Alhamid yang disoraki ratusan tamu.
Lebih jauh Taha meminta agar pemerintah dan aparat tidak mengejar-ngejar masyarakat yang menyuarakan kalimat merdeka, melainkan menindak mereka yang selama ini justru menjadi biang kesengsaraan rakyat serta mendengar apa yang diteriakkan rakyat yang berada di kampung-kampung.
Acara kemudian dilanjutkan pemotongan kue ulang tahun yang terbuat dari ubi dan di atas kue tersebut terdapat bintang berwarna merah dan terdapat lilin dengan angka 46 lalu bersama-sama menyanyikan lagu berjudul Tanahku Papua.
Dalam kesempatan ini potongan kue pertama diberikan kepada perwakilan wartawan lalu perwakilan dewan adat yang hadir. Taha juga menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya pejuang NKRI, Daniel Wanda sebagai Ketua Forum Gernerasi Papua di Jakarta. "Saya dari PDP mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Tokoh Daniel Wanda walau ada perbedaan pandangan," ucapnya.
Ditambahkan salah satu anggota DPD RI Papua, Ferdinanda IboYatipai bahwa langkah yang harus dilakukan untuk menjawab semua pertanyaan ini adalah dengan cara duduk bersama antara masyarakat dan pemerintah dan jika bangsa Papua bersalah, maka rakyat harus meminta maaf. Namun jika bangsa Indonesia yang bersalah, maka Indonesia harus bersedia memberikan apa yang diminta rakyat. Selama ibadah berjalan tak jarang sorak atau teriakan merdeka dilontarkan para tamu yang diikuti dengan sorakan lainnya hingga terdengar lebih keras.
Diakhir acara sempat terjadi bersitegang antara panitia pelaksana dengan beberapa tamu yang mengaku sebagai mahasiswa karena tidak diberikan kesempatan menyampaikan pendapat. Ketegangan itu itu tidak berlangsung lama setelah mendenar arahan dari koordinasi pengamanan. Kegiatan akhirnya selesai sekitar pukul 13.40 WIT setelah doa bersama. Dengan menggunakan 6 buah truk, massa secara teratur membubarkan diri. Saat rombongan truk bertolak mengarah ke Abepura ini banyak kalimat merdeka yang dipekikkan dari atas truk yang hampir semuanya berasal dari masyarakat pegunungan. Sementara rencana peletakan krans bunga di makam Alm Theys entah mengapa tidak dilakukan. Padahal pantauan Cenderawasih Pos jalan menuju makam ada yang sudah dibersihkan.
Sekedar diketahui kegiatan ibadah ini dihadiri 7 wilayah pimpinan adat diantaranya dari Ketua DAP Jayawijaya; Lemok, Ketua DAP Sarmi; Gidion Yawa, Ketua DAP Sorong; Apolos, Ketua DAP Manokwari; Yantewo Pay dan anggota DPD RI Papua, ibu Yatipai dan massa sekitar 500 orang baik dari pesisir maupun pegunungan tengah. Pengamanan terbuka maupun dalam mensikapi 1 Desember ini cukup ketat melibatkan seluruh jajaran di Polres Jayapura diback up Satuam Brimob yang berkumpul di kantor Infokom Sentani, begitu juga dengan pengamanan tertutup disekitar lokasi ibadah.
Sementara itu seperti yang diprediksikan sebelumnya bahwa wilayah Kota Jayapura ini tidak ada pengibaran Bintang Kejora ternyata benar adanya.
Pada Sabtu (1/12) lalu, aktifitas masyarakat Kota Jayapura berlangsung seperti biasa. Yang sekolah tetap masuk sekolah, yang aktifitas di pasar juga tetap ramai dan seterusnya. Situasi yang kondusif ini tak lepas dari kerja keras aparat Polresta Jayapura yang didukung aparat Kodim 1701 Jayapura yang selalu rutin melakukan patroli guna memantau situasi. Termasuk untuk wilayah di sekitar Lembaga Pemasyarakat Abepura juga dijaga ketat aparat Polresta Jayapura, karena tahun-tahun sebelumnya, lokasi ini menjadi tempat pengibaran Bintang Kejora.
Kapolresta Jayapura AKBP Robert Djoenso saat ditanya wartawan, Sabtu (1/12) menyatakan, pihaknya sangat merasa bersyukur karena masyarakat mau mengikuti himbauan dan mentaati aturan hukum yang berlaku. "Untuk wilayah Kota Jayapura ini, tidak ada kegiatan pengibaran Bintang Kejora, termasuk yang ditaruh di pohon-pohon juga tidak ada," katanya. Dikatakan, jauh-jauh hari sebelum momen 1 Desember ini, pihaknya telah memberikan pemahanan dan melakukan pendekatan secara kemanusiaan atau pendekatan dari hati ke hati terhadap semua komponen yang ada. "Dengan begini, masyarakat juga mengerti dan memahami bahwa kita ini berada di dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia yang merupakan negara hukum," katanya.
Kapolresta Jayapura ini kembali menyatakan, pihaknya tidak melarang adanya penyampaian aspirasi, tetapi harus sesuai koridor hukum yang berlaku. "Kegiatan ibadah boleh-boleh saja, tetapi jangan ada orasi-orasi politiknya. Pendeta yang membawakan firman Tuhan jangan sampai menghujat atau mendiskreditkan pemerintah. Dalam Alkitab disebutkan, Pemerintah itu wakil Allah. Jadi kalau berkhotbah, sebaiknya menyampaikan apa yang ada di Alkitab dan jangan sampai disisipi dengan kepentingan- kepentingan politik," himbaunya untuk menegaskan lagi.
Saat ditanya soal hasil sweeping di Lembaga Pemasyarakat yang dilaksanakan sebelum 1 Desember, Kapolresta Jayapura ini mengakui jika saat dilakukan sweeping di Lapas Abepura itu petugas mendapati Bendera Bintang Kejora dalam ukuran kecil dan sementara ini sudah diamankan.
Sementara itu, Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Max Donald Aer saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Ahad (2/12) menyatakan, secara umum situasi di wilayah hukum Polda Papua cukup kondusif. "Meski ada kejadian-kejadian di beberapa tempat seperti di Timika, Yapen, dan Manokwari, namun hal itu tidak berpengaruh pada stabilitas keamanan," ungkapnya. Menurutnya, adanya pengibaran Bintang Kejora itu merupakan upaya dari sekelompok masyarakat atau individu yang hanya ingin menarik perhatian.
"Khusus untuk pengibaran Bintang Kejora di Timika, itu jelas merupakan pelanggaran hukum dan 6 pelakunya yang terlibat sudah ditahan untuk diproses hukum sesuai perannya masing-masing. Sedangkan 4 pelaku lainnya masih dalam pencarian atau DPO (Daftar Pencarian Orang)," tandasnya.(ade/ cr-150/fud
Perdelapanfinal Coppa Italia
Potensi Juventus
Sabtu (1/12) di Giuseppe Meazza, Juventus kembali membuktikan potensi besar mereka untuk meraih scudetto. Klub promosi ini menahan Milan 0-0. Sebelumnya tim asuhan Claudio Ranieri menahan juara bertahan Inter 1-1 dan favorit lain, Roma, dengan skor 2-2.
“Kami bekerja untuk scudetto. Kami tahu itu sulit, tapi juga sulit untuk yang lain. Saya percaya karena kami adalah Juventus,” kata penyerang I Bianconeri, David Trezeguet, setelah laga melawan Milan, seperti dilansir Datasport.
Juventus adalah klub yang paling sering memenangi Serie A. La Vecchia Signora mengoleksi 27 scudetto. Musim lalu, klub asal kota Torino ini berada di Serie B karena terkena hukuman dari skandal pengaturan penunjukan wasit.
Hebat jika Juventus langsung juara pada tahun pertama setelah meninggalkan Serie B. Selain Serie A, Si Nyonya Tua juga dapat meraih gelar juara di Coppa Italia. Juve termasuk dalam 16 klub yang masih bertahan.
Kamis (6/12), pasukan Ranieri menjalani laga pertama babak perdelapanfinal melawan tuan rumah Empoli. Partai di Stadio Carlo Castellani itu menjadi satu-satunya duel ottavi di finale yang dimainkan pekan ini. Dua laga lain digelar pekan depan dan lima partai pada 19 Desember.
Menang 3-0
Juventus sembilan kali memenangi Coppa Italia. La Vecchia Signora terakhir kali juara pada tahun 1995. Musim ini menjadi waktu bagus untuk kembali juara. Tak seperti Roma, Inter, Milan, dan Fiorentina, Si Nyonya Tua tidak terlibat di kompetisi Eropa. Juve dapat lebih fokus di Coppa.
Pasukan Ranieri menembus 16 besar setelah mengalahkan Parma 3-1 di putaran ketiga. Empoli tidak bermain di fase itu. Azzurri mendapat kemudahan langsung ke perdelapanfinal.
Coppa sering dijadikan sebagai ajang untuk mencoba pemain yang jarang diturunkan di Serie A. Jika prinsip itu dijalani Ranieri, kesempatan buat pemain seperti Almiron, Tiago, dan Marco Marchionni untuk membuktikan mereka sekelas dengan pemain inti di Serie A.
Dalam giornata 10 Serie A pada 31 Oktober lalu di Olimpico di Torino, Juventus memukul Empoli 3-0. Semua gol dicetak Trezeguet. Sekarang di kandang sendiri, Empoli tentu ingin membalas kekalahan itu. (man)
Yes, you can do it
Yes, you can do it. And you can begin right now.
Sure, you've run into problems in the past. Yet there is a way to get past every one of them.
When it is important enough to you and meaningful enough for you, you will find a way. There is a positive, effective step that you can take this very moment.
It will require effort on your part, as well as commitment and persistence. Fortunately, you are fully capable of all those things.
Yes, you can do it, and in the process you will more fully become the beautiful, unique person you are meant to be. You will grow more capable, more confident, more knowledgeable and experienced.
When your objective is connected with the purpose that drives every other purpose, there is no doubt that you can do it. Begin now to work your way there.

