Sometimes I'm so dumb it amazes me. I know that I should never fall in love with a program and I should never get complacent with how I market.
I guess that makes me a dumb monkey. So what do I mean by that?
There are some countries where monkeys are a delicacy. More specifically their brains.
One of the methods they use to capture the monkeys is to take a large jar and place a nut or fruit in the bottom. Anything that the monkey likes to eat.
The top of the jar is just big enough for the monkeys open hand to reach in and just heavy enough that the monkey can't run with it.
When the monkey reaches in and grabs his little goody, he finds he can't get his hand out. No matter how hard he struggles, he can't pull his hand out.
Now this dumb monkey doesn't realize, that if he let go of the prize he's clutching in his hand, he could easily get his hand back out.
The same thing happens to marketers. They find a product or service and fall in love with it. They promote it to the high heavens.
But no matter how much they promote, they can't seem to make a sale. Just like that monkey that won't drop the nut, they just keep pouring good money after bad and refuse to let go.
The same thing happens with their marketing methods. They fall into the trap of using an advertising technique or marketing method that doesn't bring any results.
It doesn't matter how bad the results are they just keep throwing more money into the pot, hoping this time it will work.
Man alive, they've become just as trapped as that little monkey. They don't know when to let go. They've fallen in love and keep spending money like a drunken sailor on shore leave.
Do yourself a favor, don't be a dumb monkey.
If a marketing method isn't working, let it go and find something that does.
If a product or service doesn't sell, let it go and find something that will.
Smart investors know that secret. Many times the only difference between a successful investor and a losing investor is, the successful investor knows when to cut his losses.
Your business can be the best investment you ever make, but like any investment, you have to know when to pyramid your profits and even more importantly when to cut your losses.
Learn that lesson and you're on your way to success.
Chelsea Datangkan 'Crouch' Argentina
London - Liverpool punya Peter Crouch sebagai penyerang yang punya tinggi sekitar dua meter. Kini Chelsea pun juga punya striker anyar yang posturnya menjulang.
The Blues menambah daya gedornya dengan merekrut seorang penyerang baru dari klub Cili, Audax Italiano. Pemain itu adalah Franco di Santo, pemuda 18 tahun kelahiran Argentina, yang sudah teken kontrak berdurasi empat setengah tahun. Demikian dilansir situs resmi Chelsea, Sabtu (26/1/2008).
Di Santo yang tingginya mencapai 1,94 meter itu datang ke London dari Argentina pada hari Selasa (22/1/2008) lalu dan relatif lancar mencapai kesepakatan pribadi dengan Chelsea. Satu-satunya kendala saat itu adalah besaran persentase fee buat Audax Italiano.
Meski lahir di Argentina, pemain yang konon harus ditebus Chelsea seharga 3,4 juta poundsterling atau sekitar Rp 62,8 miliar tersebut tidak memerlukan ijin kerja di Inggris, karena memiliki paspor Italia dari garis keturunan kakek buyutnya.
Sebagai penyerang, Di Santo kabarnya memiliki gaya bermain serupa dengan Crouch. Dia tangkas bergerak dengan atau tanpa bola dan punya naluri bagus dalam mencetak gol.
Pemain yang pernah membela Argentina U-20 itu telah memesona Palermo, Udinese dan Dinamo Kiev lewat penampilannnya di Copa Libertadores, sebelum akhirnya bergabung dengan "Si Biru".
Buffon Dibekap Cedera Punggung
Turin - Juventus kemungkinan besar tidak akan diperkuat oleh Gianluigi Buffon saat menghadapi Livorno. Bahkan kiper Italia ini terancam mengalami cedera serius pada punggungnya.
Buffon memang sudah absen saat menghadapi Inter Milan di leg pertama Coppa Italia karena mengalami cedera punggung bawah. Namun ia berharap sudah bisa beraksi saat Juve bertandang ke Stadio Armando Picchie akhir pekan ini.
Meski demikian, cedera yang dialami oleh Buffon tampaknya semakin buruk dan hasil pemindaian menunjukkan adanya sebuah tonjolan. Walau kondisinya tidak serius namun tonjolan ini bisa memicu hernia dan perlu dilakukan pembedahan.
Seperti dilansir Football Italia, Sabtu 26/1/2008) )cedera itu bisa membuat Buffon absen sebulan hingga tiga bulan. Namun Numero Uno Azzuri itu telah menjalani terapi fisio dan juga pemijatan untuk mencoba membuat punggungnya lebih rileks, namun satu satu cara yang efektif adalah istirahat.
Tentu saja cederanya Buffon bukan hanya menjadi berita buruk bagi pelatih Claudio Ranieri. Pelatih timnas Italia Roberto Donadoni juga tentu saja menunggu kepastian mengenai Buffon sebelum mereka tampil di Piala Eropa.
Shearer Urung Jadi 'Pangeran' King Kev
Newcastle - Manajer anyar Newcastle United Kevin Keegan mengumumkan kalau Alan Shearer tak akan jadi sekondannya. Meski begitu Shearer masih mungkin mendapat peranan tertentu di St James' Park.
Sebelum Keegan resmi didapuk jadi manajer The Magpies, nama Shearer sempat mencuat untuk mengisi posisi tersebut. Setelah King Kevin dipastikan bertahta di Newcastle, Shearer lantas dispekulasikan bakal jadi asisten manajernya.
Akan tetapi usai keduanya melakukan pembicaraan Keegan mengaku kalau Shearer tak bakal jadi pendamping. Topskorer sepanjang masa Newcastle itu masih bisa mendapat posisi lain, meski bukan di sisi Keegan.
Pembicaraan lanjutan seputar hal tersebut akan kembali dilakukan pada hari Senin (28/1/2008) mendatang. "Kami akan lihat apa yang terjadi Senin nanti. Yang pasti bukan posisi nomor dua," ungkap Keegan dilansir AFP, Sabtu (26/1/2008).
"Itulah kesimpulan yang kami dapatkan. Namun jika dia akhirnya memutuskan masuk, ke susunan staf Newcastle, dia akan mendapatkan peranan yang pantas," tandas pria 56 tahun itu.
Pato, 'Bebek' yang Berkualitas
Milan - Alexandre Pato jadi bintang kemenangan AC Milan setelah mencetak dua gol ke gawang Genoa. Tak salah kalau allenatore Milan Carlo Ancelotti menyebut si "Bebek" sebagai pemain yang berkualitas.
Menghadapi Genoa, Minggu (27/1/2008), pemain yang bernama asli Alexandre Rodrigues da Silva tersebut memborong gol buat Il Rossoneri di menit 68 dan 82. Dengan tiga poin tambahan, pemain yang lahir di Pato Branco, Brasil, 18 tahun silam itu pun mengatrol posisi timnya di klasemen Seri A.
"Dia mengunci hasil. Dia adalah pemain muda, yang mungkin tak punya kejernihan dan ketenangan dari pengalaman, tapi dia jelas punya kualitas," tegas Ancelotti dilansir Goal, Senin (28/1/2008).
Dalam pertandingan, Pato alias "Si Bebek" beberapa kali luput memanfaatkan peluang emas walau akhirnya tetap mampu mengemas dua gol. Meski begitu Ancelotti mengaku puas dengan penampilan penyerang yang dalam laga itu dipasang sendirian di depan, disokong Kaka dan Clarence Seedorf di belakangnya.
"Ini adalah kali pertama memainkan Pato sebagai penyerang pertama walaupun sejauh ini saya menyukainya," tutup Don Carletto.
MU Dibangunkan Keane
Manchester - Manchester United berhasil mengandaskan Tottenham Hotspur demi meraih satu tiket ke babak kelima Piala FA. Kesuksesan MU tersebut diakui tak lepas dari gol Spurs yang dilahirkan Robbie Keane.
Dalam pertandingan, Minggu (27/1/2008), "Setan Merah" yang tampil di Old Trafford langsung mengambil inisiatif serangan meski tak juga mampu menjebol gawang Radek Cerny. Justru Spurs yang lantas unggul lewat Keane di menit 24.
"Saya pikir gol (Keane) sedikit membangunkan kami. Saat itu kami kadang terlihat sedikit kendur (dalam bermain), kami terlalu santai dan tak ada greget dalam permainan kami," tutur Manajer MU Sir Alex Ferguson kepada MUTV yang dilansir Goal usai pertandingan.
Faktanya, tuan rumah yang tertinggal terus bekerja keras dan mendominasi permainan sampai akhirnya berbalik menang 3-1, setelah gol lahir dari titik putih. "Kami mengontrol permainan dan harus berusaha keras karena kami menghadapi lawan yang bagus. Saya sangat senang. Kami melawan tim papan atas dan, ingat, mereka sebelumnya mendapat hasil luar biasa melawan Arsenal."
Terhadap tendangan penalti buat Ryan Giggs cs di babak kedua, yang sekaligus membuat Spurs harus bermain dengan sepuluh pemain karena dikartu merahnya Michael Dawson, Fergie berkomentar, "Itu jelas penalti tapi entah apakah itu layak untuk kartu merah. Mungkin begitu dalam peraturannya. Wasit ada di posisi yang sulit terhadap aturan tentang pemain terakhir. Saya bilang itu cukup kasar, tak ada keraguan. Saya bersimpati kepada dia (Dawson)."











