
Teman… kata yang tepat yang terpikir pertama kali bila kita merasa
sendiri. Bener gak??Teman adalah dimana kita bisa menumpahkan semua
uneg2 kita, tempat dimana kita bersandar ketika sedang sendiri, tempat
kita meminta nasihat, tempat kita hutang dan piutang dan masih banyak
lagi deh gunanya, hehe…
Yup, inilah yang ingin saya tulis. Ketika saya harus menjalankan
sesuatu yang menuntut saya untuk melakukannya sendiri di suatu tempat
yang bahkan saya belum kenal sebelumnya, saya benar2 bingung bagaimana
saya harus memulai keadaaan ini. Yang pertama kali tercetus pada
pikiran saya adalah "saya harus mempunyai teman baru nih". Tapi
seperti yang sudah saya duga sebelumnya, usia mereka ternyata berbeda
jauh dari saya. Hmm,,,bukankah semua itu tak seharusnya menjadi
masalah??
yup..benar…Kenapa kita merasa sangat tidak nyaman bila mempunyai teman
yang berusia lebih jauh dari kita, padahal tidak selamanya akan
begitu. Kadang kita akan lebih suka bila mempunyai teman yang
sepantaran kita. Karena kita merasa akan lebih nyambung blla ngobrol
dengan mereka. Nggak juga tuh, Bagi saya teman itu tidak memandang
umur, berapapun jarak umur kita, tidaklah suatu masalah yang bisa
mengganggu kedekatan kita. Setiap teman pasti punya sisi positif
maupun negative tergantung bagaimana kita menghadapi teman tersebut.
Bahkan disaat2 gentingpun teman yang seperti inilah yang akan membantu
kita. Bagaimana tidak sebagian besar dari mereka sudah "memakan" asam
garam kehidupan yang siap mereka kisahkan kepada kita. Dari situ
kadang tercetus nasihat2 yang berguna. Salah bila kita katakan mereka
tidak nyambung kalo diajak ngobrol. Bagi saya inilah letak
ke"seru"annya. Jadi, bagaimananpun juga, siapapun dan berapapun umur
mereka bila kita memang mempunyai tujuan baik maka kita akan bisa
mendapatkan banyak teman. Tinggal pinter2 kita saja menempatkan diri.
Tul nggak?
Menjadi Wanita Sempurna
Wanita memang diciptakan dengan segala kelembutan yang begitu indah.
Wanita juga diciptakan setingkat lebih rendah dibandingkan pria?
Benarkah..
Dalam kehidupan dewasa ini banyak kita jumpai wanita-wanita yang lebih
suka duduk dibelakang meja daripada harus menjadi ibu rumah tangga.
Lihat saja umumnya pada banyak perusahaan, wanita lebih banyak ditemui
keberadaannya daripada pria. Tak jarang pula wanitalah yang menduduki
top manajemen dalam suatu perusahaan. Begitu pula dengan tingkat
pendidikan yang dimilikinya, tak tanggung-tanggung banyak wanita yang
memiliki tingkat pendidikan setara S2, hebat ya…
Bagaimana penilaian pria mengenai hal tersebut. Ada sebagian pria yang
tidak masalah dengan hal tersebut. Bahkan ada yang menyarankan
istrinya untuk tetap bekerja walaupun pendapatan suami telah mencukupi
kebutuhan rumah tangganya. Alasannya agar si istri tetap bisa
berkembang, baik cara pemikiranya maupun tingkat pengetahuannya. Tapi
ada sebagian pria yang lebih suka mempunyai istri yang cukup tinggal
dirumah untuk mengurusi rumah tangga serta anak-anak mereka. Dengan
alasan agar si istri akan lebih fokus pada keluarga dan anak-anak
mereka. Begitu pula dengan tingkat pendidikan ada suami yang merasa
nyaman saja bila memiliki istri yang lebih tinggi pendidikannya.
Tetapi sebagian juga merasa tidak nyaman.
Menjadi wanita perkasa itulah solusi tercerdas dari semua ini. Wanita
yang sibuk dikantor tetapi masih bisa menjadi ibu serta istri yang
baik. Wanita yang bisa membagi waktu antara pekerjaan dengan keluarga.
Bagaimanapun bukan kuantitas yang kita butuhkan tapi kualitas itu
sendiri. Kualitas pertemuanlah yang harus titikberatkan dengan selalu
menyediakan waktu beserta keluarga. Sekecil apapun waktu yang dipunyai
gunakan secara maksimal untuk keluarga. So, apa salahnya menjadi
wanita karier yang bisa menjadi ibu serta istri yang baik?
FA Tak Hukum Adebayor
London - FA memutuskan tak bakal memberikan sanksi kepada Emmanuel Adebayor yang terlibat insiden dengan rekan setimnya Nicklas Bendtner di laga semifinal Piala Carling melawan Tottenham Hotspur.
Ketika The Gunners diganyang 1-5 oleh Spurs, Rabu (23/1/2008) dinihari WIB, Adebayor dan Bendtner terlibat keributan, bahkan sampai adu kepala. Saat itu keduanya bisa ditenangkan setelah kapten Arsenal William Gallas turun tangan.
Adegan itu luput dari pengamatan wasit Howard Webb yang memimpin laga tersebut. Akan tetapi FA tetap turun tangan dan melakukan penyelidikan berdasarkan tayangan video.
Akan tetapi FA pada prosesnya memutuskan hanya akan memberikan peringatan tertulis kepada dua pemain bersangkutan, dan tak bakal menjatuhkan hukuman berupa sanksi apapun.
Artinya Adebayor lolos dari ancaman sanksi berupa tiga kali larangan bermain jika FA memutuskannya telah melalukan perilaku kasar. Demikian dilansir Sky Sport, Jumat (25/1/2008).
Sebelumnya, Adebayor juga telah meminta maaf atas insiden memalukan itu.
Berbagai Khasiat Daun Kemangi
KEMANGI (Sunda: surawung) tidak asing lagi bagi kita, sering kita jumpai di pasar tradisoinal ataupun dipajang di rak-rak pasar swalayan yang dijual dalam ikatan-katan kecil. Harganya bisa dibilang relatif murah, kita biasa membelinya sekadar untuk lalap atau sebagai bumbu aromatik dalam masakan.
Kemangi merupakan anggota famili lamiaceae yang berarti kelompok tanaman dengan bunga berbibir. Nama genus kemangi adalah ocimum yang berarti tanaman beraroma. Aroma khas tersebut muncul dari daunnya. Kemangi berkerabat dekat dengan tanaman selasih (ocimun sancium), daun mint (mentha arvensis), dan daun bangun-bangun alias daun jinten (coleus amboinicus). Daun mint di Sunda dikenal dengan karesmen, lazim dilalap mentah. Kerabat yang paling dekat dengan kemangi adalah basil (ocimun amboinicus).
Di Jakarta, basil segar hanya dijual di pasar swalayan yang dikemas dalam wadah tabung kecil. Daun basil banyak digunakan sebagai bumbu aromatik untuk campuran masakan Italia, seperti saus sphagetti atau saus pizza. Tanaman basil inilah yang kemudian menurunkan bermacam-macam varietas kemangi.
Kemangi yang ada di Indonesia bernama botani ocimum basillicum. Karena tumbuhnya menyemak, kemangi dikelompokkan dalam kelompok basil semak (bush basil).
Di Jakarta, kemangi lazim digunakan dalam sajian khas Betawi, seperti laksa ataupun nasi ulam. Di Jawa Barat, kemangi alias surawung digunakan dalam beragam masakan Sunda yang lezat seperti ulukutek oncom leunca (tumis leunca), pais lauk (pepes ikan), laksa bogor ataupun karedok. Sementara di daerah Jawa Timur, daun kemangi disajikan dengan nasi krawu, botok, trancam (urap), pencek tempe ataupun ikan bumbu pesmol yang rasanya kurang pas dan juga kurang nikmat tanpa daun kemangi. Dalam khazanah masakan khas Menado — seperti bubur gurih komplet — dibubuhi kemangi sebagai pelengkap sajian.
Di India dan sebagian wilayah di Afrika, seduhan "teh kemangi" lazim disajikan menggantikan seduhan daun teh asli. Minuman tersebut biasanya disajikan pada saat pergantian musim, yaitu ketika orang mudah terserang batuk, pilek, ataupun demam.
Berbeda dengan di Eropa, di sana kemangi disuling dan diambil minyak atsirinya. Minyak atsiri kemangi banyak digunakan sebagai bahan campuran pembuatan obat ataupun untuk perawatan tubuh seperti sabun mandi, biang parfum, body lotion, minyak gosok, permen pelega tenggorokan, dan juga minyak aroma terapi.
Menurut "Daftar Komposisi Bahan Makanan" Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI, kemangi termasuk sayuran kaya provitamin A. Setiap 100 g daun kemangi terkandung 5.000 SI vitamin A. Kelebihan lainnya, kemangi termasuk sayuran yang banyak mengandung mineral kalsium dan fosfor, yaitu sebanyak 45 dan 75 mg per 100 g daun kemangi.
**
BANGSA kita telah lama mengenal kemangi sebagai makanan fungsional yang lezat sekaligus berkhasiat obat. Secara turun-temurun, kemangi dimanfaatkan untuk mengatasi perut kembung atau masuk angin. Apabila bayi dan balita Anda menderita kembung atau demam, oleskan saja remasan kemangi bersama bawang merah dan minyak kelapa pada bagian perut, dada, dan punggung (karena bayi belum bisa makan).
Apabila kita menghadapi masalah-masalah dengan bau badan, bau mulut, atau ASI macet, dapat diatasi dengan membiasakan diri mengonsumsi lalap kemangi segar. Cara lainnya, minum air perasan daun kemangi yang telah dihaluskan bersama daun beluntas dan daun kunyit. Dalam buku "A Dictionary of Practical Material Medical", John Henry M. menyebutkan, sari daun kemangi berkhasiat menyembuhkan diare, nyeri payudara, batu ginjal, gangguan pada vagina, dan juga dapat mengatasi albuminaria, yaitu adanya konsentrasi albumin di dalam urin.
Menurut tim peneliti dari Center for New Crops and Plant Products, Purdue University, AS, daun kemangi terbukti ampuh untuk menyembuhkan sakit kepala, pilek, diare, sembelit, cacingan, dan gangguan ginjal. Mereka pun mengemukakan keampuhan pengobatan menggunakan daun kemangi, yaitu dapat mengatasi sakit maag, perut kembung, masuk angin, kejang-kejang, dan badan lesu. Selain itu, aroma kemangi dapat menolak gigitan nyamuk.
Sejak zaman dahulu, kemangi disuling untuk diambil sari minyak atsirinya. John Henry menggolongkan minyak kemangi sebagai minyak atsiri tinggi. Artinya, aroma kemangi segera hilang setelah 24 jam dioleskan ke tubuh. Sebagai perbandingan, minyak atsiri katagori sedang, akan hilang aromanya setelah 3 hari dioleskan, sedangkan minyak atsiri katagori rendah, aromanya hilang setelah seminggu.
Minyak atsiri kemangi dapat digunakan untuk pijat aroma terapi karena minyak atsiri kemangi dapat meringankan dan menyegarkan tubuh. Namun, wanita hamil dilarang menggunakannya karena dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya keguguran.
Selain itu, minyak kemangi berkhasiat mengatasi gangguan pencernaan seperti salah cerna, muntah-muntah, infeksi usus, radang lambung, serta gas dalam usus. Juga, gangguan kepala (seperti sakit telinga, demam, sakit saluran hidung, migrain), gangguan otot (kejang-kejang atau kram), dan gangguan saraf (kecemasan, depresi, histeria, lemah saraf, insomia).
Bagi pria, kemangi ada juga manfaatnya. Senyawa 1-8 sineol dalam kemangi dapat mengatasi masalah ejakulasi prematur. Apigenin fenkhona dan eugenol-nya dapat memudahkan terjadinya ereksi. Sementara zat arginin yang terkandung dalam kemangi bisa memperkuat daya hidup sperma dan mencegah kemandulan.
Sementara bagi wanita, kemangi termasuk makanan sehat yang sangat bermanfaat. Kemangi kaya senyawa anetol dan boron yang merangsang hormon estrogen, sedangkan senyawa eugenolnya dapat membunuh jamur penyebab keputihan. Zat stigmaasterol dalam kemangi merangsang pematangan sel telur (ovulasi), tannin, dan sengnya mengurangi sekresi cairan vagina. Zat triptofan bisa menunda monopause. Kemangi memang bukan sayuran biasa, jadi jangan remehkan kemangi. (Sisca Dharmayanti) *** - pikiran rakyat
19 Pesawat Siap Mengantar Pelayat Soeharto
Minggu, 27 Januari 2008 | 17:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak 19 pesawat disiapkan untuk mengantar para pelayat Soeharto ke Solo. Termasuk pesawat kepresidenan bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Tempo dari pos komando lapangan udara Halim Perdanakusumah, pesawat Hercules A1341 yang mengangkut jenazah Soeharto akan diberangkatkan esok hari pukul 09.00 WIB.
Sementara itu berdasarkan jadwal, pada pukul 06.00 WIB Wakil Presiden Jusuf Kalla akan berangkat ke bandara Adi Sumarno Solo menggunakan pesawat PK PJJ. Sedangkan Presiden Yudhoyono dijadwalkan berangkat pukul 06.30 WIB dengan VVIP RI I PK 66E.
Panglima TNI Djoko dijadwalkan berangkat pukul 07.00 WIB dengan menggunakan Fokker A 2803. Lapangan udara Halim Perdanakusumah juga menyiapkan lima Hercules dan 10 pesawat komersil untuk mengangkut para pelayat menuju Solo.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Tempo, jadwal keberangkatan para pelayat tak bisa dipastikan. Hingga kini belum ditentukan jadwal keberangkatan para pelayat.
Persiapan upacara pelepasan jenazah terus dilakukan di bandara Halim. Lebih dari 10 pesawat sudah tampak. Para teknisi terlihat menyiapkan pesawat yang ada di landasan.
Imam Samudera Minta Pak Harto Bertobat
Tulis Surat di Lima Lembar Kertas
CILACAP - Tiga terpidana mati kasus bom Bali I (Amrozi, Imam Samudera, dan Ali Ghufron alias Muklas), tetap menunjukkan ketegarannya meski ajal bagi mereka mungkin tak lama lagi. "Sekalipun dihadapkan regu tembak, rambut saya tidak akan bergerak," kata Amrozi mantap, kepada Jawa Pos yang kemarin siang mendapat kesempatan membesuknya di Lapas Besi, Nusakambangan.
Hal yang sama disampaikan Imam dan Muklas, yang juga sempat ngobrol dengan Jawa Pos. Imam mengatakan, jika dia harus mati, itu adalah takdir dan syahid. "Kami tak akan bodoh meminta grasi. Itu hukumnya haram mengakui hukum KUHP," tambah Muklas berapi-api.
Dalam kesempatan itu, Imam menunjukkan lima lembar suratnya yang ditulis tangan. Surat wasiat untuk keluarga? Ternyata tidak. Lima lembar surat itu untuk mantan Presiden Soeharto yang saat ini terbaring sakit di RS Pusat Pertamina, Jakarta.
Imam merasa perlu membuat surat untuk Soeharto karena niatnya hanya ingin mengingatkan. Pemilik nama asli Abdul Azis itu berdoa supaya Soeharto diberi hidayah dan bertobat. "Kalau Pak Harto sekarang kritis, itu disebabkan dosa-dosanya di masa lalu. Mulai penerapan KUHP, pembantaian umat muslim di Tanjung Priok, Lampung, dan Aceh," katanya.
Ini masih ditambah dosa menilap uang rakyat. "Saya tak punya kalkulator untuk menghitung korupsi Anda (Soeharto), keluarga, dan para kroni Anda," katanya, membacakan isi suratnya.
Jika hukum Islam ditegakkan di Indonesia, Imam menilai, hukuman setimpal untuk korupsi Soeharto adalah potong tangan. "Saya dan Anda (Pak Harto) sama-sama akan mati. Tapi, jika saya dan teman-teman mati berjuang di hukum Allah, Anda tidak. Bertobatlah, " lanjutnya.
Di bagian lain, pelaksanaan eksekusi bagi tiga terpidana mati kasus bom Bali I itu agaknya bakal mundur. Kemungkinan tersebut tersirat dari pengakuan panitera/sekretaris Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1 B Cilacap Suroso saat ditemui koordinator Tim Pembela Muslim Achmad Michdan di kantornya kemarin sore (24/1).
Suroso mengakui, Amrozi dkk belum menerima haknya karena terpidana mati bom Bali I itu seharusnya menerima salinan putusan penolakan peninjauan kembali (PK) yang asli, bukan fotokopi.
Padahal, hingga kini, baik Amrozi maupun pengacaranya belum menerima salinan asli. Mereka hanya menerima lembar penolakan PK fotokopi pada 2 Januari lalu, tanpa legalisasi, sehingga tidak bisa dianggap dokumen hukum. "Ketentuannya yang asli ada dua. Satu untuk pengadilan negeri dan yang satu untuk yang bersangkutan. Itu sudah ketentuan," kata Suroso.
Namun, lelaki berkumis tebal itu berkelit saat ditanya apakah ini artinya eksekusi bisa ditunda. "Ini kan info (dari TPM), belum ada ketetapannya. Jadi, tunggu saja," kilahnya. PN Denpasar didampingi panitera PN Cilacap menyampaikan fotokopi penolakan PK pada Amrozy dkk di tempat penahanan mereka di Lapas Batu, Nusakambangan, pada 2 Januari lalu. Soal dokumen fotokopi itu juga diketahui Plh Kepala Lapas Batu Djaja Tjahjana.
"Lha kalau fotokopi begini kan bukan dokumen hukum, Ini seperti bungkus kacang saja. Padahal, ini soal nyawa," kata Michdan.
Dia lalu menunjukkan PK untuk Ustad Abu Bakar Ba’asyir dalam kasus keterkaitan dengan bom Bali I dan Jamaah Islamiyah. PK itu dilengkapi sampul dan diparaf di setiap halamannya.
Soal PK memang menjadi isu kritis bagi nasib Amrozi dkk hari-hari ini. Kejaksaan Agung memberi tenggat 30 hari bagi Amrozi dkk. Jika tidak mengajukan grasi selama waktu itu atau hingga 31 Januari, Kejaksaan Agung mengancam akan melakukan eksekusi. "Argometer’ itu dihitung sejak tanggal penyerahan PK fotokopi pada 2 Januari yang kini dipermasalahkan itu.
"Ini kita belum bicara soal keputusan penolakan PK-nya sendiri yang kami anggap tidak due process of law," lanjutnya.
Bagi Michdan, keputusan penolakan PK kliennya tersebut janggal karena dilakukan secara kilat dan tanpa pernah menggelar sidang. Untuk itu TPM juga kembali memasukkan berkas permohonan PK bagi ketiga orang tersebut.
Namun, Michdan menolak menyebut ini permohonan kedua. "Ini bukan PK yang kedua. Ini materi PK yang sama dengan yang dulu, tapi kini kita minta mereka memproses. Kita harap bisa diproses di Cilacap atau Jakarta," tambahnya.
Selain di PN Cilacap, memori PK tersebut akan dimasukkan di PN Denpasar dan Mahkamah Agung. Salah satu bagian dari PK tersebut adalah keputusan hakim yang mengenakan hukuman mati bagi Amrozi dkk dengan peraturan perundang-undangan telah diberlakukan secara surut. Padahal, peraturan itu telah dibatalkan Mahkamah Konstitusi pada Juli 2004 lalu.
"Proses hukum dalam kasus ini memang penuh kecacatan. Tapi, pemerintah tetap bisa mengesekusi kalau berdasar kekuatan dan tekanan, bukan hukum," sambungnya. (naz
Military chief says nation not ready for democracy
JAKARTA (JP): Indonesian Military (TNI) chief Gen. Djoko Santoso said Thursday recent election disputes which turned violent in some regions served notice that the nation was not prepared for democracy.
Djoko told a press conference at the conclusion of a two-day TNI leadership meeting here the military was concerned about the conflicts, which he said could endanger national unity. "It (the conflict) is an indication, a sign, that we ...are not ready to practice democracy," he said. He was referring to ongoing disputes between supporters of candidates in the elections for governor and deputy governor in South Sulawesi and North Maluku. The election disputes have dragged on, despite the Supreme Court's intervention.
While acknowledging that the political implications of the disputes should not concern the military, Djoko said the TNI bore the responsibility to restore peace
Javanese believe ancient mysticism shielding ex-dictator Suharto from death
http://www.thejakar tapost.com/ detailgeneral. asp?fileid= 20080124194604&irec=3
Javanese believe ancient mysticism shielding ex-dictator Suharto from death
JAKARTA(AP): As a young soldier, former Indonesian president Suharto was visited by powerful Javanese shamen who bequeathed him mystical charms to shield him from bullets and make him invisible during battle.
Suharto is now 86 and has been languishing in a Jakarta hospital for weeks. But magical pins and metal - some said to be embedded in his body - are keeping the one-time strongman from passing to another world, according to popular Indonesian legend.
Doctors said Thursday his condition was improving after briefly deteriorating the day before. Fluid and infection in his lungs were reduced overnight and Suharto was able to whisper and take a few bites of food.
The 40-member presidential medical team struggling to stem Suharto's sepsis, pneumonia, failing kidneys, lungs and heart ascribe his resilience to tough army training and physical strength.
On the streets, however, theories about his spiritual powers prevail.
Indonesia's 235 million people are predominantly Muslim, but their faith is a complex mix of Hinduism, Buddhism and local animist traditions. The old Javanese ways touch on many aspects of daily life and Suharto, though he performed the pilgrimage to Mecca, was said to be a strong believer in local mojo.
"There are many strange objects in his body. They are making it difficult for Suharto to die," said Permadi, a member of parliament and well-known mystic. "The doctors know about this. They can see them in the X-rays. Inside the body of Suharto there are many strange objects."
Like Suharto and many Indonesians, Permadi only goes by one name.
Dr. Christian Johannes, who is treating Suharto at the Pertamina Hospital, scoffs at such suggestions. "We are dealing with Suharto's through medical science," she said.
Suharto, vilified by critics as one of the most brutal and corrupt autocrats of the 20th century, has been in critical condition for nearly three weeks after suffering multiple organ failure. His heart briefly stopped beating last week and doctors said he had been close to death.
The smallest twists and turns of his health have been followed by the national media, with specialists claiming one day he was in grave danger, then saying he was staging a "remarkable recovery" the next.
Psychics appear on television broadcasts with insights into when the self-appointed five-star general will die. Their predictions range from a few months to four years.
Ki Joko Bodo, a physic with his own show on Indonesian TV, said, "Suharto's spirit will live until he is 90 years old, but physically he has been broken by his illness."
Suharto is rumored to keep a collection of talisman and other enchanted artifacts in a special chamber of his downtown Jakarta villa, but it remains a mystery how actively he practiced mysticism.
Indonesian spiritual philosophy, or Kejawen, stems back more than 1,000 years to before the arrival of Islam. It is not an official religion with scriptures or prophets, but a belief that life is a metaphysical journey guided by supernatural powers.
Historians say Suharto oversaw the extermination of up to 800,000 communists in his rise to power from 1965-1968 and led military operations that killed another 300,000 Indonesians during his 32 years in office.
Yet he has been visited by a steady stream of political leaders who have called on the Indonesian people - and the attorneys suing him for allegedly bilking the state of hundreds of millions of dollars - to forgive him, another Javanese tradition of helping the sick pass more easily to death.
Before Suharto's soul can be released, his six children, who became fabulously wealthy during his reign, must get an apology from the victims of his reign, said Permadi. "But they are too arrogant to ask for an apology and say they have done nothing wrong," he added.
Many Indonesians believe Suharto was able to rule for so long because he drew power from sacred daggers and masks, known in the Javanese language as "pusaka." His inspiration is said to have come from consultations with spirits during meditation sessions at holy sites and his family's hilltop mausoleum, where he will be buried.
"I went there to the slope of Mount Lawu with Suharto," said Kasiman, a 74-year-old soup vendor who lives near the cemetery outside the city of Solo on the main island of Java. Long before he became president, Kasiman said, Suharto would "sit silently for days at the same spot" awaiting divine guidance.
Permadi, the mystic politician, believes the former leader's soul will be released when he has been forgiven for his sins on earth, or when doctors decide to unplug "the machines that cling to Suharto's body." (*
__._,_.___
The Hidden Power of Meaning - Part 2 - Recoding History
"There is no good nor bad but thinking makes it so."
- William Shakespeare
Last week, we started exploring the idea that humans are 'meaning-makers' - the stories we tell ourselves about what situations mean give us a sense of certainty & a basis for deciding what to think & do. In this article, I'll reveal a simple yet powerful tool you can use to transform the meaning of past events, & make you more resourceful in the present & future.
In the films "The Sixth Sense" and "Fight Club", the audience is given some information later on in the story which causes them to re-evaluate the entire film up to that point. The meaning of many of the film's previous scenes changes completely in light of the new information.
As we go through our lives, we encounter various situations, decide what they mean, then base subsequent decisions & actions on the meaning we have made. We don't think & act based on the raw sensory data - we think & act on the meaning we have made of the data. Just let that sink in for a moment...
We think & act on the meaning we have made of the data
The experiences we have as we go through our lives don't 'mean' anything - they are neither 'good' nor 'bad'. The only meaning they have is the meaning we each have given them. As we make meaning of each situation, that meaning becomes a basis for future meaning-makings.
1) Choose a stage or situation in your life that turned out alright in the long-run, but at the time you felt worried, anxious or afraid. Make a note of it.
For instance, at elementary school, I was small for my age & terrified of getting beaten up.
2) Pretend that the "younger-you" from that time is sitting in the room with you, & ask him/her what that situation meant to them. If you like, you can pretend to be that "younger-you" for a moment to find out "from the inside".
In my case, the 7-year old me decided it meant I had to make people like me, & avoid upsetting people. I also decided that pain was something to be afraid of.
3) Ask yourself (the older, wiser you) whether that meaning still applies to you, taking into account the broader perspective you have, & the fact that you have survived whatever it was you were concerned about.
In my case, while I'd learned some useful communication skills & the ability to think on my feet, the meaning I'd made at age 7 no longer applied.
4) As you look over your life, what are some of the events & realisations which, if they had known about them at the time, would have made that younger-you feel more resourceful? Make a note of them.
Here are some of the things that the 7-year-old me could have done with knowing:
· That I would survive (at least into my 40s)
· That pain is worth avoiding, but it's nothing to be afraid of
· That fighting is a learnable skill, & that it's OK to defend yourself
· That bullies are cowards who are trying to make themselves feel big
· That if you stand up to bullies, it may hurt at first but they'll eventually leave you alone (I didn't discover this valuable lesson until I was in my teens)
NB. I am not an expert on bullying & am not offering this as a strategy for people who are currently being bullied. If you or someone you know is being bullied, please seek out expert advice on the subject.
5) Communicate these discoveries to that younger-you (you can even pretend to be that younger-you & receive the messages from your older, wiser self). Ask that younger-you if there's anything else they need - if there is, find a way to give it to them.
Notice & accept any thoughts, feelings & sensations as you communicate with that younger you.
6) Also let that younger-you know that you love them, & that you believe in them - that they matter. Here are some other "good messages" you can communicate to that younger-you.
· You're important - you matter
· You have a right to be here - you belong
· You're here for a reason - there's a purpose for your life
· Your opinion counts
· You're valuable - you don't have to "do anything" to make yourself valuable
You can say these messages, or just imagine the ideas being communicated with a burst of stardust, golden light, or any other imagery that works for you.
(Thanks to Robert Dilts for these "positive sponsorship" messages)
7) Invite that younger you to go through life all over again with those resources in place (this can happen quickly, taking only a few seconds), noticing how their experience of events has changed with those resources in place.
8) You may notice a sense of greater resourcefulness as you emerge from this process. You might like to imagine some of the future situations where this resourcefulness will be useful to you. Imagine experiencing several of those before you return to the present & allow all these ideas of yourself to finish integrating for now.
Bear in mind that the re-coding in "The Sixth Sense" and "Fight Club" doesn't take any effort - your mind does it automatically once the new information is revealed!
As you sleep & dream, you can allow this process of integration to continue as you look forward to discovering how these new learnings can surprise & delight you in the days, weeks & months to come!
When Good Is Not Enough
Bulan Januari bagi beberapa perusahaan dan institusi adalah saat dimana prestasi dan performance kerja di tahun yang lalu di nilai dan di apresiasi. Ada yang gembira karena semua target – targetnya terpenuhi, tetapi ada juga yang belum puas karena target – targetnya belum tercapai. Ada yang berjiwa besar menerima, dan ada juga yang menyalahkan keadaan dan mencari – cari alasan mengapa target bisnis yang dibebankannya tidak tercapai. Di lain sisi bagi meraka yang berhasil mencapai target bisnisnya adalah mereka menjadi puas diri dan bersantai – santai. Boleh dong santai – santai dulu di awal tahun setelah kerja keras, banting tulang, peras otak, peras keringat, kata mereka. Tetapi ada juga yang terus berjuang meningkatkan kemampuannya untuk menghadapi tantangan yang lebih keras di tahun ini.
My dear friend saat kita bisa mencapai target yang dibebankan kepada kita sedangkan yang lain belum mencapai, maka saat itu kita memiliki NILAI TAMBAH di hadapan shareholders, stakeholders, boss, atasan, customer, dsb. Saat kita memiliki NILAI TAMBAH maka kita punya NILAI UNGGUL dan pastinya mengangkat NILAI JUAL diri kita, namun apabila kebanyakan orang berhasil mencapai target yang dibebankan kepadanya, maka mencapai target adalah bukan NILAI TAMBAH, dan saat itu NILAI TAMBAH anda menjadi NILAI STANDAR dan belum menjadi NILAI UNGGUL sehingga belum data mengangkat NILAI JUAL anda.
My Dearest Friends, mari kita hasilkan NILAI TAMBAH kita di tahun 2008 ini, karena NILAI TAMBAH kita di tahun lalu sudah menjadi NILAI STANDAR. Menjadi GOOD saja tidak cukup; GOOD IS NOT ENOUGH, WE HAVE TO BECOMING GREAT ….
* Without positive attitudes, the best technique in the world won't have much impact - Anonymous *
Menempuh Perjalanan Sukses
Siapa manusia di dunia ini yang tidak menginginkan sukses? Sejak jaman dahulu kala sampai seterusnya sukses tetap menjadi sebuah impian, bahkan kebutuhan mutlak setiap manusia. Sayangnya tidak semua orang memiliki pemahaman yang memadai tentang apa itu sukses. Tak mengherankan jika banyak yang kemudian merasa stres atau frustrasi. Mereka menganggap sukses seakan-akan suatu hal yang terlalu muluk, bahkan untuk sekadar dibayangkan.
Dalam tulisan saya sebelumnya (yang berjudul Mendefinisikan Ulang Kesuksesan) saya telah menegaskan bahwa sukses adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan akhir. Success is a journey, not destination! Dalam kerangka berpikir seperti inilah kita memahami bahwa mencapai tujuan akhir bukanlah segalanya. Dengan demikian kita harus lebih berfokus pada proses perjalanan sukses.
Saya amat berhutang budi kepada Dr. John C. Maxwell yang melalui pengajaran maupun buku-bukunya telah menyadarkan saya mengenai hal ini. Setelah lebih dari 25 tahun mempelajari dan bergaul dengan orang–orang sukses, Maxwell sampai kepada satu kesimpulan mengenai apa itu sukses. Dalam bukunya The Success Journey, Maxwell memberikan definisi sukses yang terdiri dari 3 hal yaitu mengetahui tujuan hidup Anda (knowing your purpose in life) , bertumbuh menggapai potensi maksimal Anda (growing to reach your maximum potential) , dan menaburkan benih yang membawa keuntungan bagi orang lain (sowing seeds that benefit others) .
Maxwell menambahkan ada 2 hari besar dalam kehidupan setiap orang. Pertama hari ketika kita dilahirkan dan kedua, hari ketika kita menemukan alasan mengapa Tuhan menghadirkan kita ke dunia ini. Sahabat saya, Mas Aribowo Prijosaksono secara tegas mengatakan setiap manusia adalah co-creator (pencipta) realitas kehidupan. Tuhan memberikan kepada setiap manusia anugerah terbesar berupa wewenang untuk menggunakan kuasa-Nya dalam kehidupan ini.
Berangkat dari keyakinan seperti di atas, saya sangat yakin kalau setiap manusia dikirim ke dunia ini dengan maksud tertentu. Psikolog Viktor Frankl pernah berkata, “Setiap orang memiliki pekerjaan atau misi spesifik dalam hidupnya.” Dalam bahasa sederhana orang sering menyebutnya sebagai jalur atau jalan hidup.
Terus terang tidak mudah bagi seseorang untuk bisa menemukan misi spesifik ini. Sahabat saya, seorang dokter spesialis ginjal yang sangat idealis, dr. Rully Roesli suatu ketika pernah mengingatkan saya betapa penting untuk menggali tujuan hidup ini. “Kamu harus bisa menemukannya Paulus kalau benar-benar ingin sukses,” katanya.
Syukur puji Tuhan, saya termasuk orang yang sangat beruntung karena bisa mengetahuinya sebelum usia 30 tahun. Setelah melalui serangkaian dinamika kehidupan –termasuk beberapa peristiwa tragis yang nyaris membuat saya bunuh diri- saya akhirnya tahu kalau saya harus berkarya dalam bidang motivasi dan pengembangan potensi diri. Itulah yang membuat saya begitu bergairah ketika menulis atau berbicara di depan publik mengenai hal-hal yang bisa memberikan nilai tambah bagi kehidupan orang lain. Meski hingga saat ini saya masih berwirausaha dalam bidang selular, toh saya merasa itu bukan panggilan hidup saya sehingga saya kurang bisa menikmatinya.
Hal berikutnya yang juga penting adalah kita harus senantiasa bertumbuh untuk menggapai potensi maksimal kita. Saya sangat yakin setiap manusia pasti diberikan karunia, bakat atau kelebihan-kelebihan tertentu. Kadang-kadang potensi seperti ini tidak kita kembangkan. Padahal salah satu ungkapan syukur kepada Sang Pencipta bisa kita ekspresikan dengan mendayagunakan potensi kita secara maksimal.
Seorang teman pernah geleng-geleng kepala melihat kebiasaan membaca saya. Hampir tidak ada hari yang saya lewatkan tanpa membaca. Bahkan di waktu-waktu sempit, seperti menunggu kedatangan seseorang, selalu saya gunakan untuk membaca. Setiap hari saya usahakan untuk selalu mendengarkan berbagai kaset-kaset motivasi, menonton acara TV yang bermutu dan membuat kliping berbagai artikel yang menarik. Saya sepenuhnya sadar bahwa saya tidak akan pernah bisa memberikan sesuatu kepada orang lain (entah itu uang atau ilmu) kalau saya sendiri tidak memilikinya. Itulah yang membuat saya berkomitmen untuk bertumbuh dan memperbaiki diri setiap hari. Penulis Novel, H.G. Wells berkata bahwa ukuran sukses adalah rasio antara seperti apa kita sekarang ini dan seperti apa kita seharusnya.
Hal terakhir yang tak kalah pentingnya jika kita berbicara tentang sukses adalah menaburkan benih yang membawa keuntungan bagi orang lain. Saya rasa semua agama mengajarkan agar kita mencintai sesama sebagai wujud cinta kepada Tuhan. Bukankah kita dikenang orang dari apa yang kita berikan dan bukan dari apa yang kita ambil? Sukses yang hanya dinikmati seorang diri bukanlah sukses sejati melainkan sebuah bentuk egoisme. Selamat menempuh perjalanan sukses Anda!