Search blog.co.uk

Posts archive for: February, 2008
  • Istri Semakin Berani Gugat Cerai Suami

    my-gurlb67

    Senin 18 Februari 2008, Jam: 10:31:00

    JAKARTA (Pos Kota) - Banyak hal menjadi penyebab perceraian. Selain faktor ekonomi, ternyata perselingkuhan, sering dicemburui dan dimarahi cukup dominan menjadi penyebab seorang istri menggugat cerai suami.

    Data Pengadilan Agama di sejumlah wilayah di DKI, menunjukkan justru perceraian dilakukan atas gugatan sang istri kepada suami. Faktor utama sebagai alasan memicu perceraian, antara lain faktor ekonomi, selingkuh dan karena ditinggal suami tidak bertanggung jawab.

    Di Pengadilan Agama (PA) Jakarta Barat, di Jalan Flamboyan, Cengkareng, sudah bertahun-tahun perkara perceraian didominasi oleh istri yang mengajukan gugatan cerai. Sedangkan yang diajukan suami (cerai talaq) jumlahnya hanya sedikit.

    Meskipun tidak menyebutkan jumlahnya secara rinci, Panitera Sekretaris (Pansek) PA Jakarta Barat, Masgiri, mengatakan pada tahun 2007 dari perkara cerai yang masuk, 65 persen diajukan oleh istri dan 35 persen suami. Bahkan tahun-tahun sebelumnya angka persentase menunjukkan 75 istri dan 25 suami. “Faktornya masalah ekonomi, cemburu (selingkuh-Red) dan ditinggal suami,” jelas Masgiri, akhir pekan Minggu (17/2).

    MENDOMINASI
    Sementara itu, di PA Jakarta Timur menyebutkan dalam sebulan terakhir ini tercatat sekitar 27 perkara cerai dan yang baru masuk proses persidangan sebanyak 7 perkara. Masalah ekonomi, mendominasi penyebab perceraian. Suami terkena PHK menyebabkan lilitan kebutuhan hidup yang semakin berkepanjangan.

    Setelah faktor utamanya ekonomi, istri mengajukan gugatan cerai karena telah lama ditinggalkan suaminya yang tidak tahu keberadaannya yang otomatis tidak memberikan nafkah. “Sebenarnya, saya tidak dalam kapasitas memberikan keterangan ini, karena bapak Ketua PA, sedang menghadap Kakanwil Depag DKI,” tutur satu karyawati PA Jakarta Timur.

    H. Masnadi, SH, satu amil di Cakung, Jakarta Timur, menyatakan biasanya perceraian terjadi saat suaminya sudah tidak berpenghasilan lagi sehingga istri yang mencari nafkah, termasuk yang bekerja di sejumlah tempat hiburan malam.

    “Kalau sudah seperti ini, biasanya sering terjadi percekcokan lantaran suami sering mencemburui istrinya yang pulang larut malam. Merasa telah capek sepulang bekerja, masih juga dimarahi dan bahkan diperlakukan kasar oleh suami, akhirnya istrinya menggugat cerai.”

    SELINGKUH
    Dalam kurun waktu tahun 2007, tercatat sekitar 600 perkara perceraian dan yang paling menonjol juga didominasi lelaki yang tidak bertanggungjawab masalah ekonomi, sehingga digugat cerai oleh istrinya.

    Menurut Drs. Nuheri, Humas PA Jakarta Pusat, sampai saat ini masih ada sekitar 130 perkara perceraian dari 600 perkara yang belum diputus. “Masalah perselingkuhan, menempati urutan ketiga, dan ekonomi rakyat yang menjadi penyebab banyaknya kasus perceraian di kalangan menengah ke bawah. Kalau menyangkut tanggungjawab lelaki, kami segera memutuskannya,” tuturnya

    Sama halnya perkara perceraian yang masuk di PA Jakarta Selatan, selain perceraian menduduki peringkat pertama dibanding perkara lainnya, gugatannya terbanyak diajukan oleh istri. Sebagai penyebab utamanya masalah ekonomi. Hanya bedanya, di PA Jaksel ini sering menyidangkan perkara cerai menyangkut rumah tangga selebritis bila dibanding dengan PA lainnya di Jakarta.

    Juru bicara PA Jaksel, Muhammad Abduh Sulaeman, SH. MH, menyebutkan, artis Ira Maya Sopha menggugat suaminya dan sudah diputus. Perkara penyanyi Kristina – Al Amin sudah selesai karena terjadi perdamaian dan perkara Maia Estiyanti – Dhani Ahmad masih dalam proses persidangan.

    Selama 2007, tercatat 1.700 perkara atau rata-rata 150 perkara sebulan yang masuk. Perceraian diajukan istri karena suaminya selingkuh sebagai alasan kedua setelah faktor ekonomi. Atau cerai akibat adanya pihak ketiga. Setelah itu karena ditinggal suami dan akibat adanya KDRT (kekerasan dalam rumah tangga.

    Makna '100' untuk Schalke & Liverpool

    Jakarta - Schalke 04 dan Liverpool sama-sama memetik kemenangan dalam partai pertama perdelapanfinal Liga Champions. Satu lagi kesamaan mereka di malam Eropa ini: angka 100.

    Sebiji gol dari Kevin Kuranyi di AufSchalke, Rabu (20/2/2008) dinihari WIB, cukup untuk membuat Schalke menekuk FC Porto 1-0. Di waktu yang sama di Anfield, adalah Dirk Kuyt dan Steven Gerrard yang membawa The Reds mengungguli Inter Milan 2-0.

    Bagi Schalke, partai melawan Porto itu adalah partai ke-100 mereka di kancah Eropa. Hasil 1-0 itu membuat Schalke mencatat 50 kali kemenangan dari 100 pertarungan dimaksud.

    Meski sudah 100 kali menjalani partai antar klub Eropa, Schalke dapat dibilang masih "anak bawang" di sana, terutama di Liga Champions. Sebabnya, inilah untuk kali pertama Der Koningsblauen --julukan Schalke-- hadir di perdelapanfinal Liga Champions.

    Sementara bagi Liverpool, skor 2-0 yang mereka dapatkan atas Inter adalah kemenangan ke-100 mereka dalam pentas Eropa yang dimainkan di kandang. Dan seperti biasa, malam Eropa di Anfield selalu diawali dengan "lagu kebangsaan" You'll Never Walk Alone.

    Namun seisi Anfield harus menunggu hingga ujung laga sebelum memastikan raihan kemenangan ke-100 itu. Pasalnya, gol Kuyt hadir di menit ke-85 sebelum Gerrard melengkapinya lima menit sesudahnya.

    Bila saja The Reds gagal menang malam ini, penggenapan angka 100 itu akan membutuhkan waktu lebih lama. Namun sepasang gol di penghabisan pertandingan itu memastikan bahwa kemenangan ke-100 hadir malam ini.

    Inter Bercermin Pada Sejarah 43 Tahun Silam

    Liverpool - Inter Milan harus mengakui ketangguhan Liverpool saat dihajar 0-2 di Anfield. Kini allenatore Nerazzuri Roberto Mancini pun berharap sejarah 43 tahun silam kembali terulang.

    Dijamu The Reds, Rabu (20/2/2008) dinihari WIB, Inter praktis berada di bawah tekanan lawan sepanjang pertandingan karena sudah harus kehilangan satu pemain, Marco Materazzi, semenjak menit 29.

    Sampai dengan menit 85, skor 0-0 sepertinya bakal jadi hasil akhir karena tuan rumah selalu gagal menjaringkan bola ke gawang Inter yang dikawal Julio Cesar. Dalam situasi itu hasil imbang tentu sangat bagus buat tim tamu. Akan tetapi dua gol oleh Dirk Kuyt dan Steven Gerrard di lima menit terakhir pertandingan harus membuyarkan angan La Beneamata tersebut.

    Dengan tertinggal agregat dua gol, langkah Inter untuk melangkah ke perempatfinal Liga Champions jadi lebih berat meski di pertemuan kedua bakal jadi tuan rumah. Namun kemenangan sekaligus tiket lolos bukannya tidak mungkin diraih Zlatan Ibrahimovic cs.

    Hal tersebut bercermin dari satu-satunya pertemuan antara Inter dan Liverpool di Piala Eropa --format lama Liga Champions-- pada tahun 1965. Ketika itu Inter kalah 1-3 di Anfield namun menang 3-0 di Giuseppe Meazza pada pertemuan kedua. Saat itu tim "Biru Hitam" bahkan terus melaju untuk jadi jawara.

    "Sepertinya kebetulan, tapi mungkin saja masa lalu datang lagi. Kami butuh tiga gol untuk lolos dan jelas kami mampu melakukannya, tapi kami harus mengakhiri pertandingan dengan seluruh pemain kami," tegas Mancini seperti dikutip Channel 4.

    Pertarungan leg kedua antara Inter dan Liverpool akan dilangsungkan pada 11 Maret mendatang, meski partai 16 besar lainnya sudah tuntas sepekan sebelumnya. Alasannya, Stadion San Siro/Giuseppe Meazza bakal digunakan oleh AC Milan untuk menjamu Arsenal sehingga Inter harus "mengalah".

    Spalletti: Tak Ada Perayaan

    Roma - Luciano Spalletti belum mau berpuas diri. Pelatih AS Roma ini mengingatkan skuadnya bahwa kemenangan 2-1 bukan sebuah keuntungan besar untuk dibawa ke Spanyol.

    Tidak ada selebrasi atau pesta kemenangan bagi Roma saat ini. Bagi Spalletti, kemenangan atas Madrid di Estadio Olimpico, Rabu (20/2/2008) dinihari WIB, belum dapat memastikan Roma ke babak selanjutnya.

    Spalletti meminta skuadnya tak berpuas diri akan kemenangan di leg pertama ini. "Ini keseluruhan dari laga lain dan kami butuh performa selanjutnya yang baik. Kami tak bisa istirahat dengan rangkaian kemenangan kami," tukasnya.

    Roma sempat tertinggal lebih dulu dari Madrid oleh gol Raul Gonzalez. Namun gol David Pizarro dan Amantino Mancini memastikan kemenangan Roma. Bagi Spalletti, skuadnya memang pantas menang di pertandingan ini.

    "Kami bermain dengan sabar dan menunggu saat yang paling tepat, tetap memainkan pertandingan dan itu pertandingan terbuka. Saya rasa Roma memang pantas menang," kata pelatih Roma ini seperti dilansir Channel4. (key/arp)

  • There is something Good to know

    seductive-bikini-girl
    1. BEKAS BOTOL AQUA

    Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai
    ulang botol plastik (Aqua, VIT , etc) dan menaruhnya di mobil atau di kantor.

    Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol
    (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai
    di botol2 ini mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman
    untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama,
    Tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh ditempat yang jauh
    dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik
    rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih
    baik membeli botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan
    memakai botol plastik.

    2 . PENGGEMAR SATE

    Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena
    ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran
    arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya
    obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan setelah makan
    sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker) tetapi
    timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun
    setelah makan sate.

    3. UDANG DAN VITAMIN C

    Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C. Karena ini akan
    menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses
    reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat
    keracunan yang fatal dalam hitungan jam.

    4. MI INSTAN

    Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya selang waktu
    paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi mi instan, jika
    Anda akan mengkonsumsinya lagi, dari informasi kedokteran, ternyata
    terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa mi
    instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi mie
    instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti
    kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir tidak punya
    waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi mi
    instan setiap hari . Akhirnya dia menderita kanker.
    Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin
    dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita
    memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan
    lilin tersebut.

    BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN.....!!!!

    PLASTIK

    Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita
    konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar
    bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai "pelindung " makanan.
    Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan.
    Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan. Kemasan pada
    makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi.

    Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan
    yang bersentuhan langsung dengan makanan ..
    Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya.
    Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang perlu Anda waspadai.

    Kertas .

    Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah)
    yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung
    timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam
    tubuh manusia , timbal masuk melalui saluran pernapasan atau ngan kita.
    pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke
    berbagai jaringan lain, seperti: ginjal , hati, otak, saraf dan tulang.
    Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu
    pallor (pucat), pain (sakit) & paralysis (kelumpuhan) . Keracunan yang
    terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan
    yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah gampang.
    Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe
    goreng yang dibungkus dengan Koran karena pengetahuan yang kurang dari
    si penjual, padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah
    berpindahnya timbale makanan tsb.

    Sebagai usaha pencegahan , taruhlah makanan jajanan tersebut di atas
    piring.

    Styrofoam

    Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu
    pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini
    membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam
    yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan
    karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat
    dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu
    mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang,
    mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah,
    lebih aman, serta ringan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan
    Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan
    sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter
    (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya
    gangguan pada system endokrinologi dan reproduksi manusia akibat
    bahan kimia karsinogen dalam makanan.

    JADILAH SAHABAT BAGI ORANG LAIN, KIRIMKAN TULISAN INI

    KEPADA SAHABAT ANDA YANG LAIN... AGAR MEREKA JUGA NGARTI...!!!

    Dukungan Pemerintah [2]

    Untuk melanjutkan kekuatan ekonomi dan militernya, Jepang memulai proses penakjubkan dan mencetuskan Perang Pasifik yang menyerang kepentingan Barat. Seluruh kekuatan dan sumber ekonomi digunakan Jepang untuk membiayai perang tersebut. Jepang benar-benar serius memperluas daerah kekuasaannya dan memonopoli perdagangan di daerah Timur.

    Di awal perang, pasukan Jepang menuai banyak kemenangan. Keberhasilan tersebut ditentang keras pihak Barat, tetapi didukung rakyatnya sendiri. Tetapi situasi berubah saat tentara Jepang tidak lagi dapat mengendalikan tindak tanduknya. Mereka melakukan kekerasan dan penindasan untuk menjalankan dan mempertahankan kekuasaannya.

    Untuk menghentikan perang yang semakin berlarut-larut, Barat yang dipimpin AS menjatuhkan dua born atom di dua kota besar Jepang. Dalam sekejap mata saja, Hiroshima dan Nagasaki hancur dan menelan korban jiwa yang tidak terhitung. Akibat letusan itu masih terlihat sampai sekarang. Banyak bayi yang lahir cacat karena radiasi. Kekalahan dan kemusnahan itu menjadi hal yang sangat perih untuk rakyat dan pemerintah Jepang. Akan tetapi kehidupan tetap harus berlanjut. Mereka tidak boleh terus meratapi apa yang telah terjadi. Dengan bekal dasar-dasar yang ditetapkan Kaisar Meiji dan pihak pemerintah, Jepang bangkit kembali menjadi negara yang lebih kuat.

    Semangat rakyat Jepang tidak pernah luntur demi meletakkan Jepang di tingkat dunia untuk kedua kalinya. Kali ini tidak sebagai penguasa militer, namun sebagai penguasa ekonomi untuk menebus kekalahan dari Barat. Mereka berusaha membersihkan arang yang mencoreng muka dan mendapatkan kembali kehormatan sebagai bangsa yang memiliki harga diri.

    Jepang masih dianggap ancaman oleh pihak Barat. Jepang juga masih ditakuti Barat karena meluasnya kekuatan ekonomi mereka dengan cepat. Bahkan, tidak ada yang bisa menahan Jepang dalam hal ini. Sebaliknya, mereka harus bekerja sama dengan Jepang untuk mencapai kemakrnuran dalam bidang ekonorni. Ada juga yang bergantung pada Jepang untuk membangun dan memajukan negaranya. Kesempatan ini digunakan oleh Jepang untuk mengenalkan nilai-nilai negaranya.

    Dalam hal ini, kekaisaran memainkan peranan cukup penting. Tanpa dukungan dan langkah proaktif pemimpinnya mustahil para pengusaha Jepang dapat bekerja dengan begitu agresif mencari peluang baru di negara lain. Dukungan kekaisaran juga membantu rakyatnya pulih dari “luka” dalam waktu yang singkat. Kejatuhan, krisis keuangan dan ketidak tentuan ekonomi global tidak meninggalkan dampak berarti bagi Jepang dalam mempertahankan pertumbuhan ekonominya. Prestasi Jepang merupakan yang terbaik di kalangan negara-negara maju dan negara industri.

    Meskipun ada pengamat ekonomi yang mengatakan bahwa Jepang mulai letih, tetapi indeks waktu menunjukkan pertumbuhan ekonomi negara itu masih berada di tempat yang positif. Jepang sekarang berada dalam kelasnya sendiri dan tidak ada yang bisa menggugatnya, selain perubahan iklim politik dan dasar negara itu sendiri. Hubungan kekaisaran Jepang dengan perkembangan ekonomi Jepang sangat erat. Selama kekaisaran mengikuti dasar yang telah ditetapkan, ekonomi Jepang akan terus mantap, meski barisan pemimpinnya berubah-ubah.

    [ Fakta Menarik ]
    Bidang yang dimasuki Jepang :
    • Tekstil
    • Perkapalan
    • Besi baja
    • Industri berat

    _______

    Jepang juga masih ditakuti pihak barat
    karena meluasnya kekuatan ekonomi
    mereka dengan cepat.

    _______

    Kejatuhan, krisis keuangan, dan
    ketidaktentuan ekonomi global tidak
    meninggalkan dampak berarti bagi Jepang
    dalam mempertahankan pertumbuhan ekonominya.

    _______

    Selama kekaisaran mengikuti dasar
    yang telah ditetapkan,
    ekonomi jepang akan terus mantab,
    meski barisan pemimpinnya berubah-ubah.

    Hari Penting Lambert

    Berita soal tersingkirnya klub Championship Division, Southampton, memang tidak sesanter tergulingnya Liverpool di putaran kelima Piala FA pekan lalu. Ini lantaran The Saints disingkirkan klub asal divisi yang hanya terpaut satu level di bawah Championship, Bristol Rovers (League One).

    Selain itu kekalahan 0-1 Southampton juga terjadi di kandang Bristol, The Memorial, pada Sabtu (16/2). Akan tetapi, kekalahan bagi Soton tetap terasa menyesakkan apalagi gol tuan rumah dicetak pada ujung laga yang semula diramalkan hasilnya bakal ditentukan lewat replay tersebut.

    Untuk The Pirates, kelolosan mereka ke babak keenam alias perempatfinal itu patut dirayakan secara meriah lantaran menjadi sebuah milestone dalam lima dekade terakhir. Ya, terakhir kali Bristol melaju hingga delapan besar Piala FA memang 50 tahun silam.

    Lebih khusus lagi, penentu kemenangan Pirates adalah Richard Lambert, yang pada hari itu tepat merayakan hari ulang tahun ke-26! Berkat kombinasi beberapa fakta menarik di atas, tidaklah mengherankan bila kelak pemain yang akrab disapa Rickie ini pun dijagokan sebagai nomine player of the round oleh panel FA.

    Gol Rickie dijaringkan lewat sebuah tendangan bebas setinggi lutut yang membentur kaki gelandang Jermaine Wright. Bola yang berubah arah pun tak pelak membuat kiper Kelvin Davis terkecoh.

    Sebelumnya Rickie pun telah menciptakan beberapa kemelut di depan gawang Saints. Salah satu sundulannya pun berhasil menggetarkan jala Davis di awal babak kedua, namun wasit menganulirnya lantaran sang striker dianggap bertumpu pada bahu bek Soton, Darren Powell, saat melakukan sundulan.

    Secara umum, skuad Paul Trollope memang dianggap pantas meraih kemenangan karena dominan di sebagian besar durasi pertandingan. Menurut Trollope, Saints amat terlihat mengincar hasil imbang untuk memaksakan replay karena kemudian mereka bisa bangkit dalam lima menit terakhir.

    Hal ini pun diamini Rickie. “Kami pantas menang, tapi mungkin pertandingan bisa berjalan ketat bila gol terjadi lebih awal. Saya juga beruntung karena bola berubah arah sebelum masuk ke gawang,” katanya pada situs resmi FA. (toen)

    Hitam di Depan Roma

    Kekalahan 0-1 dari Juventus membuat Roma semakin jauh ditinggal Inter, yakni 11 poin. Jangankan Lo Scudetto, untuk berada di posisi kedua saja bakal berat bagi I Lupi.

    Roma langsung mengakui hal tersebut setelah dipukul Juventus di Olimpico di Torino, Sabtu (16/2). “Akan sulit buat kami untuk dapat berada di peringkat kedua,” kata bek I Giallorossi, Philippe Mexes, seperti dikutip Il Romanista.

    Periode hitam ada di depan Roma. Sangat terbuka kemungkinan pada pekan depan, giornata 24, Si Serigala kehilangan tempat di posisi kedua, yang mereka duduki hampir sepanjang musim sampai sejauh ini.

    Pada giornata 24, Roma bertemu lawan berat Fiorentina di Olimpico. Sementara itu, peringkat ketiga, Juventus, berjumpa lawan yang lebih ringan, Reggina. Sekarang I Lupi hanya unggul satu poin atas La Vecchia Signora.

    Jika tidak pada giornata 24, pertukaran posisi antara Roma dengan Juventus masih berpotensi besar terjadi pada pekan ke-25. Saat itu, I Giallorossi bertandang ke Inter, sedangkan I Bianconeri berduel dengan Torino.

    Juventus mengidamkan posisi kedua, yang memberikan tiket langsung ke babak utama Liga Champion. “Posisi dua akan menjadi penghargaan utama buat Juventus musim ini,” kata Presiden Giovanni Cobolli Gigli.

    Sudah Dibaca

    Melihat permainan pada Sabtu lalu dan hasil pertemuan musim ini, Roma tak layak ada di atas Juventus. Pada 45 menit pertama, I Lupi tak dapat menandingi La Vecchia Signora, yang menahan mereka 2-2 di Olimpico pada September lalu.

    Pada babak kedua, permainan Roma lebih baik, tapi pasukan Luciano Spalletti sulit menembus pertahanan Alessandro Del Piero dkk.

    “Saat menyerang, kami harus menampilkan sesuatu yang baru karena lawan-lawan sekarang sudah memahami gaya kami,” ujar gelandang serang Rodrigo Taddei.

    “Francesco Totti, Amantino Mancini, dan saya tidak dapat terus bermain seperti ini. Kami harus memperbaiki penampilan kami untuk dapat menang lagi,” tambah pemain asal Brasil itu.

    Ya, skema permainan yang bergantung pada Totti atau kombinasi satu dua yang melibatkan Totti dan Mancini sudah mudah dibaca lawan. Tanpa perbaikan, ini jadi alasan lain kenapa Roma berpotensi kehilangan tempat di posisi kedua.

    “Kami mesti berpikir untuk dapat melewati periode ini dan mempertahankan posisi kedua,” kata Mexes.

    Sementara itu, Inter melaju setelah mengalahkan Livorno 2-0 melalui dua gol David Suazo. (Riemantono)

    Semua Masih Ingin Ronie

    Ronaldo mendapat dukungan moril setelah untuk kesekian kali cedera. Sesudah menjalani operasi di Paris pada 14 Februari, banyak tokoh yang menyatakan keyakinan penyerang Milan asal Brasil itu dapat bermain lagi.

    Ronaldo mengalami cedera tendon lutut kiri pada saat baru tampil tiga menit dalam laga tunda Serie A melawan Livorno (13/2) di San Siro. Banyak yang menyebut karier bomber berusia 31 tahun itu tamat gara-gara cedera itu.

    Tim dokter yang mengoperasi Ronaldo yakin bintang Brasil saat menjuarai Piala Dunia 2002 itu masih dapat beraksi.

    “Perlu banyak energi untuk dapat kembali bermain. Yang terpenting adalah motivasi Ronaldo. Dia tidak dapat berlari sebelum enam bulan dan tidak akan berada dalam kondisi baik sebelum sembilan bulan,” kata Eric Rolland, dokter yang membedah Il Fenomeno, kepada Milan Channel.

    Untuk memacu motivasi Ronie, Milan siap memperbarui kontrak pemain terbaik dunia 1996, 1997, dan 2002 itu. Kontrak eks pemain PSV, Barcelona, Inter, dan Real Madrid itu di I Rossoneri berakhir pada Juni nanti.

    “Sebagai pencinta sepakbola, saya tahu kamu akan membuat orang-orang Italia dan Brasil dapat kembali melihat aksi-aksi luar biasa kamu,” kata Presiden Brasil, Lula da Silva.

    “Ronaldo layak mendapatkan akhir karier yang lebih baik,” kata penyerang Lyon, Karim Benzema, ikut memberikan dukungan kepada pemain pujaannya itu.

    Sementara itu, dokter federasi sepakbola Brasil (CBF), Bernando Santi, menyebut Ronie sering cedera karena melakukan doping saat remaja, ketika di PSV. Tuduhan itu dibantah PSV dan CBF langsung memecat Santi. (man)

    PERJALANAN CEDERA RONIE
    -------------------------------------------------
    25 September 1998: Problem di lutut. Ini masalah pertama Ronie setelah penyakit misterius menjelang final PD 1998.
    21 November 1999: Cedera tendon lutut kanan saat berbaju Inter melawan Lecce. Ronaldo naik meja bedah.
    12 April 2000: Tampil lagi setelah operasi. Baru tujuh menit membela Inter melawan Lazio, tempurung lutut kanan Ronie bergeser. Il Fenomeno dioperasi lagi.
    16 Oktober 2005: Cedera tulang betis kiri saat derby Madrid kontra Atletico. Absen tiga bulan membela El Real.
    Juli 2007: Cedera otot paha kiri saat acara presentasi Milan di San Siro. Baru main lagi pada 25 November 2007.
    28 November 2007: Cedera otot betis kiri pada pemanasan menjelang laga melawan Benfica. Absen dua bulan.
    13 Februari 2008: Cedera tendon lutut kiri saat baru tiga menit bermain melawan Livorno.

    Bye Bye Monica

    Keinginan untuk come back belum kesampaian, Monica Seles sudah memutuskan untuk menggantung raket. Padahal, Desember silam ia baru saja mengaku terinspirasi oleh kembalinya pemain AS lain, Lindsay Davenport, ke arena, yang membuat pemain 34 tahun ini ingin kembali mengayun raket setelah vakum selama empat tahun lebih karena rangkaian cedera di kaki.

    Monica Seles, batal come back.

    "Saya beberapa kali berencana untuk kembali bermain, tapi sekarang saya memutuskan tak akan melanjutkan niat tersebut," begitu keterangan yang diberikan Seles di situs WTA setelah menyatakan pensiun, Selasa (12/2).

    Seles termasuk pemain yang cepat melesat. Pemain kelahiran Yugoslavia ini terjun ke pro saat berusia 14 tahun. Pada usia 16 tahun, ia berhasil meraih titel grand slam di Prancis Terbuka, yang diulanginya dua kali berturut-turut.

    Malapetaka menimpanya pada April 1993. Ketika sedang melawan bintang tuan rumah yang juga rival utamanya, Steffi Graf, di Hamburg, Jerman, ia ditikam dari belakang oleh penggemar Graf, Guenther Parche. Cedera dan trauma membuat Seles absen dari arena selama 2,5 tahun.

    Aneka cedera membuat prestasi Seles menurun. Ia terakhir bertanding resmi di Prancis Terbuka 2003. Meski sudah tak aktif, kolektor sembilan mahkota grand slam itu mengaku tetap akan aktif di olahraga yang sangat dicintainya itu.

    "Saya akan terus bermain ekshibisi, pertandingan amal, dan mempromosikan cabang ini, tapi saya tak akan ikut turnamen lagi," jelas Seles.

    "Saya ingin berterima kasih kepada para penggemar setia atas dukungan mereka selama bertahun-tahun. Mereka telah menjadi inspirasi saya di saat-saat susah dan senang," tambah kolektor empat titel juara Australia Terbuka, tiga Prancis Terbuka, dan dua AS Terbuka itu.

    Ketua WTA, Larry Scott, mengaku sangat kehilangan Seles, figur yang sangat menonjol selama dekade 1990-an.

    "Seles adalah salah satu pemain terbesar dalam sejarah dan menjadi inspirasi dan panutan buat jutaan pendukungnya di seluruh dunia," komentar Scott. (yuk/Foto: Getty Images)

    FAKTA TENTANG SELES
    --------------------------------------------
    Lahir: Novi Sad, Yugoslavia, 2 Desember 1973
    1988: Melakukan debut pro di Boca Raton, Florida, dalam usia 14 tahun 3 bulan.
    1989: Menjuarai turnamen pro pertamanya di Houston, AS.
    1990: Meraih mahkota grand slam pertama di Prancis Terbuka.
    1991-92: Menjadi nomor satu dunia dengan menjuarai tiga grand slam pada 1991, Australia, Prancis, dan AS Terbuka, prestasi yang diulanginya lagi pada 1992.
    1993: Ditusuk dari belakang oleh Guenther Parche saat bertanding melawan rival utamanya, Steffi Graf, di Hamburg, Jerman, dan kemudian absen selama 28 bulan.
    1994: Menjadi warga AS.
    1995: Kembali ke arena dan menjuarai Kanada Terbuka.
    1996: Menjuarai Australia Terbuka, gelar grand slam yang ke-9 dan terakhir.
    2003: Rentetan cedera membuat Seles keluar dari deretan 10 besar untuk pertama kali dalam 14 tahun. Kalah di babak pertama dari Nadia Petrova asal Rusia dan itu menjadi pertandingan resmi terakhirnya.

    Tim Piala Thomas dan Uber
    Dukungan Terus Berdatangan

    Saat pertarungan masih 87 hari lagi, pasukan Indonesia untuk putaran final Piala Thomas dan Uber di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, terus dipompa semangatnya. Kali ini suntikan motivasi dan dukungan datang dari para mantan ketua umum PB PBSI dan mantan pemain.

    Dukungan tersebut diwujudkan dalam acara tumpengan di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (15/2) siang. Acara ini memang dimaksudkan untuk memberikan tambahan semangat dan membangun kebersamaan tim bulutangkis Indonesia sebelum bertarung ke medan laga, 11-18 Mei.

    “Hidup itu seperti perang, yang ada hanya kalah atau menang. Saya doakan semoga menang. Namun, semua itu tergantung bagaimana usaha dan persiapan kita. Kekompakan dan soliditas itu sangat penting untuk semua, entah itu pemain, pelatih, pengurus, atau ofisial. Saya doakan bisa mencapai prestasi optimal,” pesan Try Sutrisno, Ketua Umum PBSI periode 1985-1993.

    Faktor kebersamaan tersebut memang sangat penting dan kerap menjadi kunci keberhasilan Tim Merah-Putih. Hal ini diakui Ketua Umum PBSI 1993-1997, Soerjadi. “Dunia memang berubah. Namun, yang namanya kekompakan dan kebersamaan selalu menjadi kunci kemenangan kita di banyak kejuaraan beregu,” sebutnya.

    Dijelaskan Ketua Umum PBSI, Sutiyoso, sebelum bertanding di Piala Thomas dan Uber, semua pebulutangkis terbaik Indonesia akan diterjunkan ke sejumlah turnamen penting. Di antaranya turnamen All England dan Swiss Super Series, awal Maret. Turnamen ini selain untuk memburu poin ke Olimpiade Beijing juga sebagai uji kekuatan terakhir.

    “Dua turnamen Eropa itu untuk menguji sejauh mana kekuatan orang per orang. Hasilnya untuk membaca bagaimana peta kekuatan kita di perebutan Piala Thomas dan Uber nanti,” kata Bang Yos.

    Dengan menggelar acara tersebut, kebersamaan dan kekompakan tim diharap makin terjalin. Pasalnya, seperti dikeluhkan Taufik Hidayat, faktor ini memang kurang terasa. Sebelumnya, pada acara-acara kebersamaan, banyak pemain yang tidak datang dengan alasan jelas.

    “Kalau untuk acara-acara kecil begini saja susah untuk kompak, bagaimana menghadapi pertarungan nanti?” ujar Taufik.

    Menurut manajer tim Piala Thomas, Lutfi Hamid, untuk menjalin kebersamaan, tim akan menggelar pertandingan simulasi di Bandung, Sabtu (23/2). Selama di sana, pemain akan diajak kumpul, makan, menonton, dan jalan-jalan bersama.

    28 Pemain Pratama

    Sementara itu, sebanyak 28 pemain muda, bukan 32 pemain, hasil Seleksi Nasional akan dipanggil ke Pelatnas Pratama. Informasi ini merupakan ralat berita yang dimuat di BOLA No. 1801, edisi Jumat, 15 Februari. Komposisinya adalah masing-masing enam pemain tunggal putra-putri serta empat pasangan putra dan putri.

    Para juara otomatis langsung lolos ke pelatnas. Mereka adalah Engga Setiawan (Djarum), Linda Weni Fanetri (Ragunan), Erwin Wihardi/Rizy Delli Nugraha (Djarum), dan Annisa Wahyuni/Nimas Rani (Djarum). Sementara itu sisanya akan ditentukan tim Binpres PBSI.

    “Lima pemain tunggal dan tiga ganda putra-putri lain yang lolos seleksi tak otomatis berdasarkan urutan peringkat akhir, tapi dinilai berdasarkan potensi, postur, teknik, fisik, dan mental oleh tim dari Binpres,” sebut Jacob Rusdianto, Ketua Bidang Organisasi dan Daerah PBSI. (Broto Happy W.)

    HALAMAN M
    Tottenham vs Slavia
    White Hart Lane (21/2)
    ------------------------------
    Tak Ada Alasan

    Berkat kemenangan tandang di laga pertama, Tottenham seharusnya bisa lebih bersantai di White Hart Lane, Kamis (21/2). Namun, Slavia masih berpeluang terutama jika mampu merepotkan Spurs seperti di babak kedua di Praha.

    Kemenangan Tottenham di Evzena Rosickeho, kandang Slavia, menjadi yang ketiga dalam tiga pertemuan. Tak berlebihan jika Spurs kemudian menargetkan rekor sempurna melawan tim Rep. Ceska dengan dukungan catatan pertemuan tersebut.

    Namun, klub London Utara ini mendapat peringatan dari pasukan Karel Jarolim itu. Robbie Keane menyebut Spurs mesti berkaca pada performa bagus Slavia di 45 menit kedua.

    “Kami tahu mereka akan habis-habisan dan menyulitkan kami,” kata striker Rep. Irlandia ini kepada AFP. “Masih ada kekurangan dari partai ini. Kami akan membayarnya di White Hart Lane. Tak ada alasan kami tidak melaju,” ujarnya.

    Toh dengan setengah kaki sudah ada di perdelapanfinal, Juande Ramos mungkin bakal sedikit bereksperimen. Darren Bent punya kesempatan memperlihatkan lagi ketajamannya.

    Ramos mungkin pula menempatkan kembali Paul Robinson di bawah mistar. Apalagi, Radek Cerny membuat kesalahan yang berakibat terciptanya satu gol untuk eks klubnya itu sehingga menjadi beban bagi langkah yang sebenarnya ringan. (chrs)

    PRAKIRAAN FORMASI
    ---------------------------------------
    SLAVIA (4-5-1) 28-Vaniak; 19-Krajcik, 3-Brabec, 17-Suchy, 4-Hubacek; 11-Smicer, 8-Janda, 23-Volesak, 2-Tavares, 16-Pudil; 20-Ivana Cadangan: 1-Vorel, 6-Latka, 13-Sourek, 25-Kalivoda, 30-Jarolim, 10-Gaucho, 14-Senkerik. Pelatih: Karel Jarolim.

    TOTTENHAM (4-4-2) 1-Robinson; 2-Chimbonda, 5-Kaboul, 20-Dawson, 3-Lee Y.P.; 4-Zokora, 17-Boateng, 22-Huddlestone , 15-Malbranque; 10-Keane, 23-D. Bent Cadangan: 12-R. Cerny, 39-Woodgate, 6-Tainio, 24-O’Hara, 8-Jenas, 25-Lennon, 9-Berbatov. Absen: Bale, Assou-Ekotto (cedera). Pelatih: Juande Ramos (Spa).

    Muenchen vs Aberdeen
    Allianz Arena (21/2)
    ------------------------------
    Tuntaskan Misi di Kandang

    Tahun lalu, Presiden Bayern Muenchen, Franz Beckenbauer, dengan sombong menyebut Piala UEFA hanyalah turnamen bagi para pecundang alias Loser's Cup. Kini justru FC Hollywood yang harus tertatih-tatih untuk bisa menyabet gelar juara kompetisi kelas dua di Eropa tersebut.

    Jutaan euro yang dihambur-hamburkan Muenchen sepanjang musim 2007/08 guna mendatangkan pemain bintang seakan tidak ada artinya. Kamis (14/2), Miroslav Klose dkk. ternyata hanya mampu menorehkan hasil imbang 2-2 ketika bertandang ke markas klub nonunggulan, Aberdeen.

    Namun, pelatih Muenchen, Ottmar Hitzfeld, sudah menyiapkan segudang alasan. Salah satunya adalah faktor absennya sejumlah pemain bintang, termasuk gelandang asal Prancis, Franck Ribery, yang mengalami cedera hamstring, dan kiper gaek Oliver Kahn, yang terpaksa kembali ke Jerman karena mengalami flu.

    Hitzfeld juga menganggap hasil di kandang lawan sebagai sesuatu yang wajar. “Kami berpikir hasil 2-2 di laga tandang sama baiknya dengan kemenangan,” ucap Hitzfeld dalam situs resmi Muenchen.

    “Aberdeen mengerahkan seluruh tenaga mereka, sedangkan permainan kami sedang-sedang saja. Namun, jangan khawatir karena kami akan menuntaskan misi di kandang,” lanjut arsitek tim yang bakal hengkang dari Allianz Arena pada ujung musim 2007/08 tersebut.

    Kekuatan Penuh

    Hiztfeld dan anak buahnya menjanjikan kemenangan pada laga second leg, yang digelar pada Kamis (21/2). Dukungan publik tuan rumah tentu akan memacu semangat para pemain Muenchen. Apalagi Ribery dan Kahn diprediksikan sudah cukup fit untuk kembali merumput.

    “Tidak ada yang namanya pertandingan mudah di tingkat Eropa. Namun, kami sudah mempelajari pergerakan Aberdeen secara seksama dan kami tahu bagaimana cara kerja mereka,” ujar bomber Muenchen, Miroslav Klose.

    “Lagipula kami akan bermain di kandang. Kemenangan berada di tangan kami,” imbuh striker tim nasional Jerman kelahiran Polandia tersebut.

    Muenchen boleh saja sesumbar. Namun, memandang Aberdeen sebelah mata haram hukumnya mengingat klub tersebut berhasil mematahkan prediksi dengan menyingkirkan Muenchen di babak perempatfinal Piala Winner 1982/83.

    Muenchen berhasil menahan imbang Aberdeen 0-0 di kandang, lantas tersingkir setelah menelan kekalahan 3-2 di partai tandang. (Wieta Rachmatia)

    PRAKIRAAN FORMASI
    ---------------------------------------
    MUENCHEN (4-4-2) 1-Kahn; 30-Lell, 6-Demichelis, 3-Lucio, 23-Jansen; 8-Hamit Altintop, 16-Ottl, 15-Ze Roberto, 31-Schweinsteiger; 18-Klose, 9-Toni Cadangan: 22-Rensing, 11-Podolski, 19-Schlaudraff, 20-Sosa, 21-Lahm, 5-Van Buyten, 39-Kroos Cedera: Sagnol, Van Bommell, Ribery * (cedera) Pelatih: Ottmar Hitzfeld

    ABERDEEN (4-4-2) 1-Langfield; 28-Maybury, 21-Considine, 5-Diamond, 18-Mair; 8-Nicholson, 6-Severin, 27-Walker, 26-Aluko; 10-Mackie, 16-Miller Cadangan: 20-Soutar, 9-Lovell, 15-Touzani, 17-Smith, 22-Maguire, 23-Bus, 24-De Visscher. Absen: Byrne, Foster, McNamara (cedera) Pelatih: James Calderwood

    Fiorentina vs Rosenborg
    Artemio Franchi (21/2)
    ------------------------------
    Tepis Rasa Takut

    Satu gol belum cukup untuk mengamankan langkah Fiorentina ke babak perdelapanfinal Piala UEFA. Pelatih I Viola, Cesare Prandelli, bertekad memaksa pasukannya bermain lebih agresif pada duel second leg babak 32 besar Piala UEFA melawan Rosenborg di kandang mereka, Stadion Artemio Franchi, Kamis (21/2).

    “Rosenborg tim hebat. Mereka bermain dengan tempo tinggi sehingga kami sulit mengoper bola. Saya mencoba membangkitkan semangat para pemain untuk berusaha mencetak lebih banyak gol, tetapi mereka terlalu takut kubu Rosenborg bakal melancarkan serangan balasan,” jelas Prandelli seperti dilansir situs Goal seusai pertandingan first leg, yang berakhir 1-0 untuk kemenangan Viola.

    “Rasa takut seperti itu harus dihilangkan. Apalagi partai selanjutnya akan digelar di kandang kami,” imbuhnya.

    Adrian Mutu dipastikan akan kembali menjadi ujung tombak Fiorentina pada pertemuan kedua Fiorentina versus Rosenborg. Bomber berkewarganegaraan Rumania ini sebenarnya baru saja pulih dari cedera otot. Namun, ia tetap mampu menunjukkan kepiawaiannya dengan mencetak gol tunggal ke gawang Rosenborg pekan lalu.

    Kubu Rosenborg sendiri belum bersedia mengaku kalah. Sang pelatih, Trond Henriksen, menegaskan peluang tim arahannya untuk melaju ke babak perdelapanfinal tetap terbuka lebar.

    “Kami hanya tertinggal satu gol. Kami akan mengubah keadaan di pertandingan selanjutnya,” tukas Henriksen melalui situs resmi klubnya. (wta)

    PRAKIRAAN FORMASI
    ---------------------------------------
    FIORENTINA (4-4-2) 1-Frey; 21-Ujfalusi, 5-Gamberini, 2-Kroldrup, 19-Gobbi; 7-Semioli, 22-Kuzmanovic, 18-Montolivo, 20-Jorgensen; 29-Pazzini, 10-Mutu Cadangan: 25-Avramov, 3-Dainelli, 6-Potenza, 23-Pasqual, 24-Mario Alberto Santana, 27-Di Carmine, 99-Cacia. Absen: Liverani, Osvaldo, Lupatelli, Vieri (cedera) Pelatih: Cesare Prandelli

    ROSENBORG (4-4-2) 12-Jarstein; 4-Stoor, 30-Demidov, 26-Kvarme, 22-Nordvik; 6-Strand, 15-Skjelbred, 20-Traore, 27-Sapara; 14-Iversen, 7-Kone Cadangan: 28-Hansen, 5-Basma, 8-Ya, 17-Storflor, 18-Lago, 29-Pelu, 11-Aas. Absen: - Pelatih: Trond Henriksen

    Angin Segar di Tengah Krisis

    Penurunan performa Hamburger SV di Bundesliga terbukti tidak menular ke ajang Piala UEFA. Hamburg mampu mempermalukan tuan rumah FC Zurich 3-1 pada partai first leg babak 32 besar Piala UEFA yang digelar di Letzigrund.

    Bagi pelatih Hamburg, Huub Stevens, kemenangan ini bak angin segar di tengah krisis yang melanda timnya. Sejak awal Desember 2007, klub yang berdiri pada September 1887 itu gagal memetik satu pun kemenangan di Bundesliga. Akibatnya posisi mereka merosot dari peringkat tiga ke lima.

    “Saya tentu saja senang dengan hasil positif ini. Meski menang besar, kami tidak boleh memandang FC Zurich dengan sebelah mata. Mereka akan berusaha mengubah hasil pertandingan,” ujar Stevens dalam situs resmi Hamburg.

    “Hanya dengan berkonsentrasi kami bisa sukses. Namun, saat ini kami juga mempersiapkan diri menghadapi duel Bundesliga selanjutnya. Saya harap kami bisa mengulang permainan yang kami suguhkan hari ini,” imbuh arsitek tim berkewarganegaraan Belanda tersebut.

    Sesuai prediksi, Rafael van der Vaart menjadi motor serangan Hamburg di babak pertama. Sayang, playmaker yang dikabarkan bakal segera hijrah ke Juventus itu terpaksa keluar dari lapangan pada menit ke-32 setelah ditekel dengan keras oleh pemain belakang FC Zurich. Posisinya digantikan Jose Paolo Guerrero.

    Namun, tanpa Van der Vaart, Hamburg tetap terlalu perkasa bagi FC Zurich. Hamburg membukukan tiga gol yang masing-masing disumbangkan David Jarolim, Ivica Olic, dan Piotr Trochowski. Gol FC Zurich dibukukan Alain Rochat.

    Kejutan Non-Unggulan

    Hamburg bukan satu-satunya klub yang berhasil mencatat kemenangan signifikan pada pertandingan first leg babak 32 Besar Piala UEFA. Rival sekota mereka, Werder Bremen, juga sukses menggebuk Braga 3-0.

    Begitu pula dengan wakil Prancis, Marseille, yang berhasil menumbangkan Spartak Moskva dengan tiga gol tanpa balas.

    Sementara itu, sejumlah kejutan juga terjadi pekan lalu. Raksasa Jerman, Bayern Muenchen, hanya mampu membukukan skor imbang 2-2 ketika bertandang ke markas Aberdeen.

    Unggulan asal Spanyol, Villarreal, harus pasrah menelan kekalahan 0-1 dari Zenit. Begitu pula dengan Atletico Madrid, yang tunduk di hadapan Bolton Wanderers dengan skor 1-0. (Wieta Rachmatia)

    DATA-FAKTA PIALA UEFA
    ---------------------------------------------
    Rabu (13/2)
    Zenit St. Petersburg vs Villarreal 1-0 (Pogrebnyak 63’) ; Galatasaray vs Bayer Leverkusen 0-0 ; AEK Athens vs Getafe 1-1 (Blanco 90’+3’; De la Red 86’) ; Brann vs Everton 0-2 (Osman 59’, Anichebe 88’) ; Werder Bremen vs Braga 3-0 (Naldo 5’, D. Jensen 27’, Hugo Almeida 90’+5’ pen) ; Anderlecht vs Bordeaux 2-1 (Polak 79’, Mbo Mpenza 90’+5’; Jussie 69’ pen) ; Marseille vs Spartak Moskva 3-0 (Cheyrou 62’, Taiwo 68’, Niang 79’) ; PSV Eindhoven vs Helsingborg 2-0 (Simons 7’ pen, Lazovic 33’) ; Rangers vs Panathinaikos 0-0 ; Sporting Lisbon vs Basel 2-0 (Vukcevic 8’, 58’)

    Kamis (14/2)
    Aberdeen vs Bayern Muenchen 2-2 (Walker 24’, Aluko 41’; Klose 29’, Hamit Altintop 55’) ; Zurich vs Hamburger SV 1-3 (Rochat 88’; Jarolim 49’, Olic 67’, Trochowski 77’) ; Rosenborg vs Fiorentina 0-1 (Mutu 16’) ; Bolton vs Atletico Madrid 1-0 (Diouf 74’) ; Slavia Praha vs Tottenham Hotspur 1-2 (Strihavka 69’; Berbatov 4’, Keane 30’) ; Benfica vs Nurnberg 1-0 (Makukula 43’)

    Aman di Zona Champion

    Pertemanan antara Michael Laudrup dan Ronald Koeman sudah terjalin cukup lama. Kebetulan keduanya sama-sama pentolan The Dream Team Barcelona era 90-an, yang kala itu diarsiteki Johan Cruyff.

    Ahad (17/2) kemarin, takdir kembali mempertemukan duet ini. Tempatnya? Coliseum Alfonso Perez. Namun, dalam kapasitas yang berbeda tentunya. Laudrup sebagai pelatih Getafe, si empunya stadion. Sementara itu, Koeman sebagai el entrenador Valencia, sang tamu.

    Yang agak disayangkan, ramalan football pundit tentang bakal munculnya perang strategi antara sepasang pria jenius itu sama sekali tak muncul. Meski sebelum laga keduanya berjanji untuk mengesampingkan aspek pertemanan, faktanya faktor sentimentil berusia belasan tahun itu justru berperan lebih dominan.

    Satu-satunya percikan api hanya tercipta tatkala David Villa diusir Muniz Fernandez menyusul tendangan sang bomber Mestalla itu ke kaki bek Cortez. Awalnya wasit tak melihat aksi striker La Fiuria Roja tersebut. Tapi, setelah berkonsultasi dengan asistennya, tarjeta roja pun keluar dari sakunya.

    Sepanjang 90 menit, praktis tak ada peluang emas yang lahir dari kaki para jugador. Kans terbesar bagi Los Azulones baru muncul dalam tujuh menit terakhir. Pertama, saat Hernandez Pablo menembak bola yang berhasil dibelokkan sundulan Emiliano Moretti.

    Di masa injury time, giliran Albin yang mendapat umpan jauh dari wilayah pertahanan Getafe. Saat mencoba menerjang si kulit bundar, kiper Timo Hildebrand cepat menutup ruang. Albil pun tak punya sudut cukup untuk menghasilkan tembakan yang akurat.

    Wajar jika dengan permainan seperti ini hasil kacamata alias skor imbang tanpa gol pun menjadi hasil terbaik bagi kedua kubu. Tak ada yang diuntungkan maupun dirugikan secara signifikan dalam kaitannya pada klasemen Primera Division La Liga.

    Getafe tetap terpaku di posisi ke-13 dengan raihan 29 angka. Ches juga masih belum bergerak di tangga kesembilan berkat 34 poin yang sudah dikantongi. “Saya pikir hasil seri melawan salah satu tim besar Spanyol tidak terlalu mengecewakan,” ujar Laudrup seperti dikutip Marca.

    Atleti Tumbang di Calderon

    Komentar Koeman tak jauh beda. “Kami tak mengalami kemunduran. Meski hanya bermain imbang, anak-anak mampu memperlihatkan karakter bagus. Ingat, kami tampil kekurangan satu pemain sejak menit ke-55. Jadi tak banyak yang bisa diharapkan, bukan?” papar Koeman.

    Di hari yang sama, partai tanpa gol juga terjadi di El Madrigal. Villarreal, si pemilik rumah, ditahan 0-0 sewaktu menjamu Racing Santander. Untung bagi El Submarino Amarillo karena posisi empat besar tetap aman dalam genggaman akibat hasil buruk yang didapat pesaingnya.

    Espanyol, yang bisa naik ke zona Liga Champion jika menang, ternyata kalah 2-3 dari Deportivo La Coruna. Atletico Madrid bernasib serupa. Dengan harapan meraup tiga angka penuh saat menjamu Athletic Bilbao guna menggusur Villarreal, Atleti justru takluk 1-2.

    Gol Antonio Lopez pada menit ke-5 mampu dibalas Bilbao lewat dua gol Markel Susaeta dan Fernando Llorente. Ambisi untuk menebus ketertinggalan sirna setelah Raul Garcia dipaksa meninggalkan lapangan pada menit ke-51 lantaran menerima kartu kuning kedua.

    Meski kalah, pasukan Javier Aguirre ini tetap belum keluar dari zona LC. Atleti ada di tangga keempat, setingkat di bawah Villarreal dan satu anak tangga di atas Espanyol. (Sapto Haryo Rajasa)

  • title-3764048

    seductive-bikini-girl
    There is something Good to know

    1. BEKAS BOTOL AQUA

    Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai
    ulang botol plastik (Aqua, VIT , etc) dan menaruhnya di mobil atau di kantor.

    Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol
    (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai
    di botol2 ini mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman
    untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama,
    Tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh ditempat yang jauh
    dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik
    rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih
    baik membeli botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan
    memakai botol plastik.

    2 . PENGGEMAR SATE

    Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena
    ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran
    arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya
    obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan setelah makan
    sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker) tetapi
    timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun
    setelah makan sate.

    3. UDANG DAN VITAMIN C

    Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C. Karena ini akan
    menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses
    reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat
    keracunan yang fatal dalam hitungan jam.

    4. MI INSTAN

    Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya selang waktu
    paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi mi instan, jika
    Anda akan mengkonsumsinya lagi, dari informasi kedokteran, ternyata
    terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa mi
    instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi mie
    instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti
    kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir tidak punya
    waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi mi
    instan setiap hari . Akhirnya dia menderita kanker.
    Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin
    dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita
    memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan
    lilin tersebut.

    BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN.....!!!!

    PLASTIK

    Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita
    konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar
    bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai "pelindung " makanan.
    Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan.
    Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan. Kemasan pada
    makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi.

    Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan
    yang bersentuhan langsung dengan makanan ..
    Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya.
    Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang perlu Anda waspadai.

    Kertas .

    Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah)
    yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung
    timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam
    tubuh manusia , timbal masuk melalui saluran pernapasan atau ngan kita.
    pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke
    berbagai jaringan lain, seperti: ginjal , hati, otak, saraf dan tulang.
    Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu
    pallor (pucat), pain (sakit) & paralysis (kelumpuhan) . Keracunan yang
    terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan
    yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah gampang.
    Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe
    goreng yang dibungkus dengan Koran karena pengetahuan yang kurang dari
    si penjual, padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah
    berpindahnya timbale makanan tsb.

    Sebagai usaha pencegahan , taruhlah makanan jajanan tersebut di atas
    piring.

    Styrofoam

    Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu
    pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini
    membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam
    yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan
    karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat
    dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu
    mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang,
    mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah,
    lebih aman, serta ringan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan
    Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan
    sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter
    (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya
    gangguan pada system endokrinologi dan reproduksi manusia akibat
    bahan kimia karsinogen dalam makanan.

    JADILAH SAHABAT BAGI ORANG LAIN, KIRIMKAN TULISAN INI

    KEPADA SAHABAT ANDA YANG LAIN... AGAR MEREKA JUGA NGARTI...!!!

    Dukungan Pemerintah [2]

    Untuk melanjutkan kekuatan ekonomi dan militernya, Jepang memulai proses penakjubkan dan mencetuskan Perang Pasifik yang menyerang kepentingan Barat. Seluruh kekuatan dan sumber ekonomi digunakan Jepang untuk membiayai perang tersebut. Jepang benar-benar serius memperluas daerah kekuasaannya dan memonopoli perdagangan di daerah Timur.

    Di awal perang, pasukan Jepang menuai banyak kemenangan. Keberhasilan tersebut ditentang keras pihak Barat, tetapi didukung rakyatnya sendiri. Tetapi situasi berubah saat tentara Jepang tidak lagi dapat mengendalikan tindak tanduknya. Mereka melakukan kekerasan dan penindasan untuk menjalankan dan mempertahankan kekuasaannya.

    Untuk menghentikan perang yang semakin berlarut-larut, Barat yang dipimpin AS menjatuhkan dua born atom di dua kota besar Jepang. Dalam sekejap mata saja, Hiroshima dan Nagasaki hancur dan menelan korban jiwa yang tidak terhitung. Akibat letusan itu masih terlihat sampai sekarang. Banyak bayi yang lahir cacat karena radiasi. Kekalahan dan kemusnahan itu menjadi hal yang sangat perih untuk rakyat dan pemerintah Jepang. Akan tetapi kehidupan tetap harus berlanjut. Mereka tidak boleh terus meratapi apa yang telah terjadi. Dengan bekal dasar-dasar yang ditetapkan Kaisar Meiji dan pihak pemerintah, Jepang bangkit kembali menjadi negara yang lebih kuat.

    Semangat rakyat Jepang tidak pernah luntur demi meletakkan Jepang di tingkat dunia untuk kedua kalinya. Kali ini tidak sebagai penguasa militer, namun sebagai penguasa ekonomi untuk menebus kekalahan dari Barat. Mereka berusaha membersihkan arang yang mencoreng muka dan mendapatkan kembali kehormatan sebagai bangsa yang memiliki harga diri.

    Jepang masih dianggap ancaman oleh pihak Barat. Jepang juga masih ditakuti Barat karena meluasnya kekuatan ekonomi mereka dengan cepat. Bahkan, tidak ada yang bisa menahan Jepang dalam hal ini. Sebaliknya, mereka harus bekerja sama dengan Jepang untuk mencapai kemakrnuran dalam bidang ekonorni. Ada juga yang bergantung pada Jepang untuk membangun dan memajukan negaranya. Kesempatan ini digunakan oleh Jepang untuk mengenalkan nilai-nilai negaranya.

    Dalam hal ini, kekaisaran memainkan peranan cukup penting. Tanpa dukungan dan langkah proaktif pemimpinnya mustahil para pengusaha Jepang dapat bekerja dengan begitu agresif mencari peluang baru di negara lain. Dukungan kekaisaran juga membantu rakyatnya pulih dari ?luka? dalam waktu yang singkat. Kejatuhan, krisis keuangan dan ketidak tentuan ekonomi global tidak meninggalkan dampak berarti bagi Jepang dalam mempertahankan pertumbuhan ekonominya. Prestasi Jepang merupakan yang terbaik di kalangan negara-negara maju dan negara industri.

    Meskipun ada pengamat ekonomi yang mengatakan bahwa Jepang mulai letih, tetapi indeks waktu menunjukkan pertumbuhan ekonomi negara itu masih berada di tempat yang positif. Jepang sekarang berada dalam kelasnya sendiri dan tidak ada yang bisa menggugatnya, selain perubahan iklim politik dan dasar negara itu sendiri. Hubungan kekaisaran Jepang dengan perkembangan ekonomi Jepang sangat erat. Selama kekaisaran mengikuti dasar yang telah ditetapkan, ekonomi Jepang akan terus mantap, meski barisan pemimpinnya berubah-ubah.

    [ Fakta Menarik ]
    Bidang yang dimasuki Jepang :
    ? Tekstil
    ? Perkapalan
    ? Besi baja
    ? Industri berat

    _______

    Jepang juga masih ditakuti pihak barat
    karena meluasnya kekuatan ekonomi
    mereka dengan cepat.

    _______

    Kejatuhan, krisis keuangan, dan
    ketidaktentuan ekonomi global tidak
    meninggalkan dampak berarti bagi Jepang
    dalam mempertahankan pertumbuhan ekonominya.

    _______

    Selama kekaisaran mengikuti dasar
    yang telah ditetapkan,
    ekonomi jepang akan terus mantab,
    meski barisan pemimpinnya berubah-ubah.

    Hari Penting Lambert

    Berita soal tersingkirnya klub Championship Division, Southampton, memang tidak sesanter tergulingnya Liverpool di putaran kelima Piala FA pekan lalu. Ini lantaran The Saints disingkirkan klub asal divisi yang hanya terpaut satu level di bawah Championship, Bristol Rovers (League One).

    Selain itu kekalahan 0-1 Southampton juga terjadi di kandang Bristol, The Memorial, pada Sabtu (16/2). Akan tetapi, kekalahan bagi Soton tetap terasa menyesakkan apalagi gol tuan rumah dicetak pada ujung laga yang semula diramalkan hasilnya bakal ditentukan lewat replay tersebut.

    Untuk The Pirates, kelolosan mereka ke babak keenam alias perempatfinal itu patut dirayakan secara meriah lantaran menjadi sebuah milestone dalam lima dekade terakhir. Ya, terakhir kali Bristol melaju hingga delapan besar Piala FA memang 50 tahun silam.

    Lebih khusus lagi, penentu kemenangan Pirates adalah Richard Lambert, yang pada hari itu tepat merayakan hari ulang tahun ke-26! Berkat kombinasi beberapa fakta menarik di atas, tidaklah mengherankan bila kelak pemain yang akrab disapa Rickie ini pun dijagokan sebagai nomine player of the round oleh panel FA.

    Gol Rickie dijaringkan lewat sebuah tendangan bebas setinggi lutut yang membentur kaki gelandang Jermaine Wright. Bola yang berubah arah pun tak pelak membuat kiper Kelvin Davis terkecoh.

    Sebelumnya Rickie pun telah menciptakan beberapa kemelut di depan gawang Saints. Salah satu sundulannya pun berhasil menggetarkan jala Davis di awal babak kedua, namun wasit menganulirnya lantaran sang striker dianggap bertumpu pada bahu bek Soton, Darren Powell, saat melakukan sundulan.

    Secara umum, skuad Paul Trollope memang dianggap pantas meraih kemenangan karena dominan di sebagian besar durasi pertandingan. Menurut Trollope, Saints amat terlihat mengincar hasil imbang untuk memaksakan replay karena kemudian mereka bisa bangkit dalam lima menit terakhir.

    Hal ini pun diamini Rickie. ?Kami pantas menang, tapi mungkin pertandingan bisa berjalan ketat bila gol terjadi lebih awal. Saya juga beruntung karena bola berubah arah sebelum masuk ke gawang,? katanya pada situs resmi FA. (toen)

    Hitam di Depan Roma

    Kekalahan 0-1 dari Juventus membuat Roma semakin jauh ditinggal Inter, yakni 11 poin. Jangankan Lo Scudetto, untuk berada di posisi kedua saja bakal berat bagi I Lupi.

    Roma langsung mengakui hal tersebut setelah dipukul Juventus di Olimpico di Torino, Sabtu (16/2). ?Akan sulit buat kami untuk dapat berada di peringkat kedua,? kata bek I Giallorossi, Philippe Mexes, seperti dikutip Il Romanista.

    Periode hitam ada di depan Roma. Sangat terbuka kemungkinan pada pekan depan, giornata 24, Si Serigala kehilangan tempat di posisi kedua, yang mereka duduki hampir sepanjang musim sampai sejauh ini.

    Pada giornata 24, Roma bertemu lawan berat Fiorentina di Olimpico. Sementara itu, peringkat ketiga, Juventus, berjumpa lawan yang lebih ringan, Reggina. Sekarang I Lupi hanya unggul satu poin atas La Vecchia Signora.

    Jika tidak pada giornata 24, pertukaran posisi antara Roma dengan Juventus masih berpotensi besar terjadi pada pekan ke-25. Saat itu, I Giallorossi bertandang ke Inter, sedangkan I Bianconeri berduel dengan Torino.

    Juventus mengidamkan posisi kedua, yang memberikan tiket langsung ke babak utama Liga Champion. ?Posisi dua akan menjadi penghargaan utama buat Juventus musim ini,? kata Presiden Giovanni Cobolli Gigli.

    Sudah Dibaca

    Melihat permainan pada Sabtu lalu dan hasil pertemuan musim ini, Roma tak layak ada di atas Juventus. Pada 45 menit pertama, I Lupi tak dapat menandingi La Vecchia Signora, yang menahan mereka 2-2 di Olimpico pada September lalu.

    Pada babak kedua, permainan Roma lebih baik, tapi pasukan Luciano Spalletti sulit menembus pertahanan Alessandro Del Piero dkk.

    ?Saat menyerang, kami harus menampilkan sesuatu yang baru karena lawan-lawan sekarang sudah memahami gaya kami,? ujar gelandang serang Rodrigo Taddei.

    ?Francesco Totti, Amantino Mancini, dan saya tidak dapat terus bermain seperti ini. Kami harus memperbaiki penampilan kami untuk dapat menang lagi,? tambah pemain asal Brasil itu.

    Ya, skema permainan yang bergantung pada Totti atau kombinasi satu dua yang melibatkan Totti dan Mancini sudah mudah dibaca lawan. Tanpa perbaikan, ini jadi alasan lain kenapa Roma berpotensi kehilangan tempat di posisi kedua.

    ?Kami mesti berpikir untuk dapat melewati periode ini dan mempertahankan posisi kedua,? kata Mexes.

    Sementara itu, Inter melaju setelah mengalahkan Livorno 2-0 melalui dua gol David Suazo. (Riemantono)

    Semua Masih Ingin Ronie

    Ronaldo mendapat dukungan moril setelah untuk kesekian kali cedera. Sesudah menjalani operasi di Paris pada 14 Februari, banyak tokoh yang menyatakan keyakinan penyerang Milan asal Brasil itu dapat bermain lagi.

    Ronaldo mengalami cedera tendon lutut kiri pada saat baru tampil tiga menit dalam laga tunda Serie A melawan Livorno (13/2) di San Siro. Banyak yang menyebut karier bomber berusia 31 tahun itu tamat gara-gara cedera itu.

    Tim dokter yang mengoperasi Ronaldo yakin bintang Brasil saat menjuarai Piala Dunia 2002 itu masih dapat beraksi.

    ?Perlu banyak energi untuk dapat kembali bermain. Yang terpenting adalah motivasi Ronaldo. Dia tidak dapat berlari sebelum enam bulan dan tidak akan berada dalam kondisi baik sebelum sembilan bulan,? kata Eric Rolland, dokter yang membedah Il Fenomeno, kepada Milan Channel.

    Untuk memacu motivasi Ronie, Milan siap memperbarui kontrak pemain terbaik dunia 1996, 1997, dan 2002 itu. Kontrak eks pemain PSV, Barcelona, Inter, dan Real Madrid itu di I Rossoneri berakhir pada Juni nanti.

    ?Sebagai pencinta sepakbola, saya tahu kamu akan membuat orang-orang Italia dan Brasil dapat kembali melihat aksi-aksi luar biasa kamu,? kata Presiden Brasil, Lula da Silva.

    ?Ronaldo layak mendapatkan akhir karier yang lebih baik,? kata penyerang Lyon, Karim Benzema, ikut memberikan dukungan kepada pemain pujaannya itu.

    Sementara itu, dokter federasi sepakbola Brasil (CBF), Bernando Santi, menyebut Ronie sering cedera karena melakukan doping saat remaja, ketika di PSV. Tuduhan itu dibantah PSV dan CBF langsung memecat Santi. (man)

    PERJALANAN CEDERA RONIE
    -------------------------------------------------
    25 September 1998: Problem di lutut. Ini masalah pertama Ronie setelah penyakit misterius menjelang final PD 1998.
    21 November 1999: Cedera tendon lutut kanan saat berbaju Inter melawan Lecce. Ronaldo naik meja bedah.
    12 April 2000: Tampil lagi setelah operasi. Baru tujuh menit membela Inter melawan Lazio, tempurung lutut kanan Ronie bergeser. Il Fenomeno dioperasi lagi.
    16 Oktober 2005: Cedera tulang betis kiri saat derby Madrid kontra Atletico. Absen tiga bulan membela El Real.
    Juli 2007: Cedera otot paha kiri saat acara presentasi Milan di San Siro. Baru main lagi pada 25 November 2007.
    28 November 2007: Cedera otot betis kiri pada pemanasan menjelang laga melawan Benfica. Absen dua bulan.
    13 Februari 2008: Cedera tendon lutut kiri saat baru tiga menit bermain melawan Livorno.

    Bye Bye Monica

    Keinginan untuk come back belum kesampaian, Monica Seles sudah memutuskan untuk menggantung raket. Padahal, Desember silam ia baru saja mengaku terinspirasi oleh kembalinya pemain AS lain, Lindsay Davenport, ke arena, yang membuat pemain 34 tahun ini ingin kembali mengayun raket setelah vakum selama empat tahun lebih karena rangkaian cedera di kaki.

    Monica Seles, batal come back.

    "Saya beberapa kali berencana untuk kembali bermain, tapi sekarang saya memutuskan tak akan melanjutkan niat tersebut," begitu keterangan yang diberikan Seles di situs WTA setelah menyatakan pensiun, Selasa (12/2).

    Seles termasuk pemain yang cepat melesat. Pemain kelahiran Yugoslavia ini terjun ke pro saat berusia 14 tahun. Pada usia 16 tahun, ia berhasil meraih titel grand slam di Prancis Terbuka, yang diulanginya dua kali berturut-turut.

    Malapetaka menimpanya pada April 1993. Ketika sedang melawan bintang tuan rumah yang juga rival utamanya, Steffi Graf, di Hamburg, Jerman, ia ditikam dari belakang oleh penggemar Graf, Guenther Parche. Cedera dan trauma membuat Seles absen dari arena selama 2,5 tahun.

    Aneka cedera membuat prestasi Seles menurun. Ia terakhir bertanding resmi di Prancis Terbuka 2003. Meski sudah tak aktif, kolektor sembilan mahkota grand slam itu mengaku tetap akan aktif di olahraga yang sangat dicintainya itu.

    "Saya akan terus bermain ekshibisi, pertandingan amal, dan mempromosikan cabang ini, tapi saya tak akan ikut turnamen lagi," jelas Seles.

    "Saya ingin berterima kasih kepada para penggemar setia atas dukungan mereka selama bertahun-tahun. Mereka telah menjadi inspirasi saya di saat-saat susah dan senang," tambah kolektor empat titel juara Australia Terbuka, tiga Prancis Terbuka, dan dua AS Terbuka itu.

    Ketua WTA, Larry Scott, mengaku sangat kehilangan Seles, figur yang sangat menonjol selama dekade 1990-an.

    "Seles adalah salah satu pemain terbesar dalam sejarah dan menjadi inspirasi dan panutan buat jutaan pendukungnya di seluruh dunia," komentar Scott. (yuk/Foto: Getty Images)

    FAKTA TENTANG SELES
    --------------------------------------------
    Lahir: Novi Sad, Yugoslavia, 2 Desember 1973
    1988: Melakukan debut pro di Boca Raton, Florida, dalam usia 14 tahun 3 bulan.
    1989: Menjuarai turnamen pro pertamanya di Houston, AS.
    1990: Meraih mahkota grand slam pertama di Prancis Terbuka.
    1991-92: Menjadi nomor satu dunia dengan menjuarai tiga grand slam pada 1991, Australia, Prancis, dan AS Terbuka, prestasi yang diulanginya lagi pada 1992.
    1993: Ditusuk dari belakang oleh Guenther Parche saat bertanding melawan rival utamanya, Steffi Graf, di Hamburg, Jerman, dan kemudian absen selama 28 bulan.
    1994: Menjadi warga AS.
    1995: Kembali ke arena dan menjuarai Kanada Terbuka.
    1996: Menjuarai Australia Terbuka, gelar grand slam yang ke-9 dan terakhir.
    2003: Rentetan cedera membuat Seles keluar dari deretan 10 besar untuk pertama kali dalam 14 tahun. Kalah di babak pertama dari Nadia Petrova asal Rusia dan itu menjadi pertandingan resmi terakhirnya.

    Tim Piala Thomas dan Uber
    Dukungan Terus Berdatangan

    Saat pertarungan masih 87 hari lagi, pasukan Indonesia untuk putaran final Piala Thomas dan Uber di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, terus dipompa semangatnya. Kali ini suntikan motivasi dan dukungan datang dari para mantan ketua umum PB PBSI dan mantan pemain.

    Dukungan tersebut diwujudkan dalam acara tumpengan di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (15/2) siang. Acara ini memang dimaksudkan untuk memberikan tambahan semangat dan membangun kebersamaan tim bulutangkis Indonesia sebelum bertarung ke medan laga, 11-18 Mei.

    ?Hidup itu seperti perang, yang ada hanya kalah atau menang. Saya doakan semoga menang. Namun, semua itu tergantung bagaimana usaha dan persiapan kita. Kekompakan dan soliditas itu sangat penting untuk semua, entah itu pemain, pelatih, pengurus, atau ofisial. Saya doakan bisa mencapai prestasi optimal,? pesan Try Sutrisno, Ketua Umum PBSI periode 1985-1993.

    Faktor kebersamaan tersebut memang sangat penting dan kerap menjadi kunci keberhasilan Tim Merah-Putih. Hal ini diakui Ketua Umum PBSI 1993-1997, Soerjadi. ?Dunia memang berubah. Namun, yang namanya kekompakan dan kebersamaan selalu menjadi kunci kemenangan kita di banyak kejuaraan beregu,? sebutnya.

    Dijelaskan Ketua Umum PBSI, Sutiyoso, sebelum bertanding di Piala Thomas dan Uber, semua pebulutangkis terbaik Indonesia akan diterjunkan ke sejumlah turnamen penting. Di antaranya turnamen All England dan Swiss Super Series, awal Maret. Turnamen ini selain untuk memburu poin ke Olimpiade Beijing juga sebagai uji kekuatan terakhir.

    ?Dua turnamen Eropa itu untuk menguji sejauh mana kekuatan orang per orang. Hasilnya untuk membaca bagaimana peta kekuatan kita di perebutan Piala Thomas dan Uber nanti,? kata Bang Yos.

    Dengan menggelar acara tersebut, kebersamaan dan kekompakan tim diharap makin terjalin. Pasalnya, seperti dikeluhkan Taufik Hidayat, faktor ini memang kurang terasa. Sebelumnya, pada acara-acara kebersamaan, banyak pemain yang tidak datang dengan alasan jelas.

    ?Kalau untuk acara-acara kecil begini saja susah untuk kompak, bagaimana menghadapi pertarungan nanti?? ujar Taufik.

    Menurut manajer tim Piala Thomas, Lutfi Hamid, untuk menjalin kebersamaan, tim akan menggelar pertandingan simulasi di Bandung, Sabtu (23/2). Selama di sana, pemain akan diajak kumpul, makan, menonton, dan jalan-jalan bersama.

    28 Pemain Pratama

    Sementara itu, sebanyak 28 pemain muda, bukan 32 pemain, hasil Seleksi Nasional akan dipanggil ke Pelatnas Pratama. Informasi ini merupakan ralat berita yang dimuat di BOLA No. 1801, edisi Jumat, 15 Februari. Komposisinya adalah masing-masing enam pemain tunggal putra-putri serta empat pasangan putra dan putri.

    Para juara otomatis langsung lolos ke pelatnas. Mereka adalah Engga Setiawan (Djarum), Linda Weni Fanetri (Ragunan), Erwin Wihardi/Rizy Delli Nugraha (Djarum), dan Annisa Wahyuni/Nimas Rani (Djarum). Sementara itu sisanya akan ditentukan tim Binpres PBSI.

    ?Lima pemain tunggal dan tiga ganda putra-putri lain yang lolos seleksi tak otomatis berdasarkan urutan peringkat akhir, tapi dinilai berdasarkan potensi, postur, teknik, fisik, dan mental oleh tim dari Binpres,? sebut Jacob Rusdianto, Ketua Bidang Organisasi dan Daerah PBSI. (Broto Happy W.)

    HALAMAN M
    Tottenham vs Slavia
    White Hart Lane (21/2)
    ------------------------------
    Tak Ada Alasan

    Berkat kemenangan tandang di laga pertama, Tottenham seharusnya bisa lebih bersantai di White Hart Lane, Kamis (21/2). Namun, Slavia masih berpeluang terutama jika mampu merepotkan Spurs seperti di babak kedua di Praha.

    Kemenangan Tottenham di Evzena Rosickeho, kandang Slavia, menjadi yang ketiga dalam tiga pertemuan. Tak berlebihan jika Spurs kemudian menargetkan rekor sempurna melawan tim Rep. Ceska dengan dukungan catatan pertemuan tersebut.

    Namun, klub London Utara ini mendapat peringatan dari pasukan Karel Jarolim itu. Robbie Keane menyebut Spurs mesti berkaca pada performa bagus Slavia di 45 menit kedua.

    ?Kami tahu mereka akan habis-habisan dan menyulitkan kami,? kata striker Rep. Irlandia ini kepada AFP. ?Masih ada kekurangan dari partai ini. Kami akan membayarnya di White Hart Lane. Tak ada alasan kami tidak melaju,? ujarnya.

    Toh dengan setengah kaki sudah ada di perdelapanfinal, Juande Ramos mungkin bakal sedikit bereksperimen. Darren Bent punya kesempatan memperlihatkan lagi ketajamannya.

    Ramos mungkin pula menempatkan kembali Paul Robinson di bawah mistar. Apalagi, Radek Cerny membuat kesalahan yang berakibat terciptanya satu gol untuk eks klubnya itu sehingga menjadi beban bagi langkah yang sebenarnya ringan. (chrs)

    PRAKIRAAN FORMASI
    ---------------------------------------
    SLAVIA (4-5-1) 28-Vaniak; 19-Krajcik, 3-Brabec, 17-Suchy, 4-Hubacek; 11-Smicer, 8-Janda, 23-Volesak, 2-Tavares, 16-Pudil; 20-Ivana Cadangan: 1-Vorel, 6-Latka, 13-Sourek, 25-Kalivoda, 30-Jarolim, 10-Gaucho, 14-Senkerik. Pelatih: Karel Jarolim.

    TOTTENHAM (4-4-2) 1-Robinson; 2-Chimbonda, 5-Kaboul, 20-Dawson, 3-Lee Y.P.; 4-Zokora, 17-Boateng, 22-Huddlestone , 15-Malbranque; 10-Keane, 23-D. Bent Cadangan: 12-R. Cerny, 39-Woodgate, 6-Tainio, 24-O?Hara, 8-Jenas, 25-Lennon, 9-Berbatov. Absen: Bale, Assou-Ekotto (cedera). Pelatih: Juande Ramos (Spa).

    Muenchen vs Aberdeen
    Allianz Arena (21/2)
    ------------------------------
    Tuntaskan Misi di Kandang

    Tahun lalu, Presiden Bayern Muenchen, Franz Beckenbauer, dengan sombong menyebut Piala UEFA hanyalah turnamen bagi para pecundang alias Loser's Cup. Kini justru FC Hollywood yang harus tertatih-tatih untuk bisa menyabet gelar juara kompetisi kelas dua di Eropa tersebut.

    Jutaan euro yang dihambur-hamburkan Muenchen sepanjang musim 2007/08 guna mendatangkan pemain bintang seakan tidak ada artinya. Kamis (14/2), Miroslav Klose dkk. ternyata hanya mampu menorehkan hasil imbang 2-2 ketika bertandang ke markas klub nonunggulan, Aberdeen.

    Namun, pelatih Muenchen, Ottmar Hitzfeld, sudah menyiapkan segudang alasan. Salah satunya adalah faktor absennya sejumlah pemain bintang, termasuk gelandang asal Prancis, Franck Ribery, yang mengalami cedera hamstring, dan kiper gaek Oliver Kahn, yang terpaksa kembali ke Jerman karena mengalami flu.

    Hitzfeld juga menganggap hasil di kandang lawan sebagai sesuatu yang wajar. ?Kami berpikir hasil 2-2 di laga tandang sama baiknya dengan kemenangan,? ucap Hitzfeld dalam situs resmi Muenchen.

    ?Aberdeen mengerahkan seluruh tenaga mereka, sedangkan permainan kami sedang-sedang saja. Namun, jangan khawatir karena kami akan menuntaskan misi di kandang,? lanjut arsitek tim yang bakal hengkang dari Allianz Arena pada ujung musim 2007/08 tersebut.

    Kekuatan Penuh

    Hiztfeld dan anak buahnya menjanjikan kemenangan pada laga second leg, yang digelar pada Kamis (21/2). Dukungan publik tuan rumah tentu akan memacu semangat para pemain Muenchen. Apalagi Ribery dan Kahn diprediksikan sudah cukup fit untuk kembali merumput.

    ?Tidak ada yang namanya pertandingan mudah di tingkat Eropa. Namun, kami sudah mempelajari pergerakan Aberdeen secara seksama dan kami tahu bagaimana cara kerja mereka,? ujar bomber Muenchen, Miroslav Klose.

    ?Lagipula kami akan bermain di kandang. Kemenangan berada di tangan kami,? imbuh striker tim nasional Jerman kelahiran Polandia tersebut.

    Muenchen boleh saja sesumbar. Namun, memandang Aberdeen sebelah mata haram hukumnya mengingat klub tersebut berhasil mematahkan prediksi dengan menyingkirkan Muenchen di babak perempatfinal Piala Winner 1982/83.

    Muenchen berhasil menahan imbang Aberdeen 0-0 di kandang, lantas tersingkir setelah menelan kekalahan 3-2 di partai tandang. (Wieta Rachmatia)

    PRAKIRAAN FORMASI
    ---------------------------------------
    MUENCHEN (4-4-2) 1-Kahn; 30-Lell, 6-Demichelis, 3-Lucio, 23-Jansen; 8-Hamit Altintop, 16-Ottl, 15-Ze Roberto, 31-Schweinsteiger; 18-Klose, 9-Toni Cadangan: 22-Rensing, 11-Podolski, 19-Schlaudraff, 20-Sosa, 21-Lahm, 5-Van Buyten, 39-Kroos Cedera: Sagnol, Van Bommell, Ribery * (cedera) Pelatih: Ottmar Hitzfeld

    ABERDEEN (4-4-2) 1-Langfield; 28-Maybury, 21-Considine, 5-Diamond, 18-Mair; 8-Nicholson, 6-Severin, 27-Walker, 26-Aluko; 10-Mackie, 16-Miller Cadangan: 20-Soutar, 9-Lovell, 15-Touzani, 17-Smith, 22-Maguire, 23-Bus, 24-De Visscher. Absen: Byrne, Foster, McNamara (cedera) Pelatih: James Calderwood

    Fiorentina vs Rosenborg
    Artemio Franchi (21/2)
    ------------------------------
    Tepis Rasa Takut

    Satu gol belum cukup untuk mengamankan langkah Fiorentina ke babak perdelapanfinal Piala UEFA. Pelatih I Viola, Cesare Prandelli, bertekad memaksa pasukannya bermain lebih agresif pada duel second leg babak 32 besar Piala UEFA melawan Rosenborg di kandang mereka, Stadion Artemio Franchi, Kamis (21/2).

    ?Rosenborg tim hebat. Mereka bermain dengan tempo tinggi sehingga kami sulit mengoper bola. Saya mencoba membangkitkan semangat para pemain untuk berusaha mencetak lebih banyak gol, tetapi mereka terlalu takut kubu Rosenborg bakal melancarkan serangan balasan,? jelas Prandelli seperti dilansir situs Goal seusai pertandingan first leg, yang berakhir 1-0 untuk kemenangan Viola.

    ?Rasa takut seperti itu harus dihilangkan. Apalagi partai selanjutnya akan digelar di kandang kami,? imbuhnya.

    Adrian Mutu dipastikan akan kembali menjadi ujung tombak Fiorentina pada pertemuan kedua Fiorentina versus Rosenborg. Bomber berkewarganegaraan Rumania ini sebenarnya baru saja pulih dari cedera otot. Namun, ia tetap mampu menunjukkan kepiawaiannya dengan mencetak gol tunggal ke gawang Rosenborg pekan lalu.

    Kubu Rosenborg sendiri belum bersedia mengaku kalah. Sang pelatih, Trond Henriksen, menegaskan peluang tim arahannya untuk melaju ke babak perdelapanfinal tetap terbuka lebar.

    ?Kami hanya tertinggal satu gol. Kami akan mengubah keadaan di pertandingan selanjutnya,? tukas Henriksen melalui situs resmi klubnya. (wta)

    PRAKIRAAN FORMASI
    ---------------------------------------
    FIORENTINA (4-4-2) 1-Frey; 21-Ujfalusi, 5-Gamberini, 2-Kroldrup, 19-Gobbi; 7-Semioli, 22-Kuzmanovic, 18-Montolivo, 20-Jorgensen; 29-Pazzini, 10-Mutu Cadangan: 25-Avramov, 3-Dainelli, 6-Potenza, 23-Pasqual, 24-Mario Alberto Santana, 27-Di Carmine, 99-Cacia. Absen: Liverani, Osvaldo, Lupatelli, Vieri (cedera) Pelatih: Cesare Prandelli

    ROSENBORG (4-4-2) 12-Jarstein; 4-Stoor, 30-Demidov, 26-Kvarme, 22-Nordvik; 6-Strand, 15-Skjelbred, 20-Traore, 27-Sapara; 14-Iversen, 7-Kone Cadangan: 28-Hansen, 5-Basma, 8-Ya, 17-Storflor, 18-Lago, 29-Pelu, 11-Aas. Absen: - Pelatih: Trond Henriksen

    Angin Segar di Tengah Krisis

    Penurunan performa Hamburger SV di Bundesliga terbukti tidak menular ke ajang Piala UEFA. Hamburg mampu mempermalukan tuan rumah FC Zurich 3-1 pada partai first leg babak 32 besar Piala UEFA yang digelar di Letzigrund.

    Bagi pelatih Hamburg, Huub Stevens, kemenangan ini bak angin segar di tengah krisis yang melanda timnya. Sejak awal Desember 2007, klub yang berdiri pada September 1887 itu gagal memetik satu pun kemenangan di Bundesliga. Akibatnya posisi mereka merosot dari peringkat tiga ke lima.

    ?Saya tentu saja senang dengan hasil positif ini. Meski menang besar, kami tidak boleh memandang FC Zurich dengan sebelah mata. Mereka akan berusaha mengubah hasil pertandingan,? ujar Stevens dalam situs resmi Hamburg.

    ?Hanya dengan berkonsentrasi kami bisa sukses. Namun, saat ini kami juga mempersiapkan diri menghadapi duel Bundesliga selanjutnya. Saya harap kami bisa mengulang permainan yang kami suguhkan hari ini,? imbuh arsitek tim berkewarganegaraan Belanda tersebut.

    Sesuai prediksi, Rafael van der Vaart menjadi motor serangan Hamburg di babak pertama. Sayang, playmaker yang dikabarkan bakal segera hijrah ke Juventus itu terpaksa keluar dari lapangan pada menit ke-32 setelah ditekel dengan keras oleh pemain belakang FC Zurich. Posisinya digantikan Jose Paolo Guerrero.

    Namun, tanpa Van der Vaart, Hamburg tetap terlalu perkasa bagi FC Zurich. Hamburg membukukan tiga gol yang masing-masing disumbangkan David Jarolim, Ivica Olic, dan Piotr Trochowski. Gol FC Zurich dibukukan Alain Rochat.

    Kejutan Non-Unggulan

    Hamburg bukan satu-satunya klub yang berhasil mencatat kemenangan signifikan pada pertandingan first leg babak 32 Besar Piala UEFA. Rival sekota mereka, Werder Bremen, juga sukses menggebuk Braga 3-0.

    Begitu pula dengan wakil Prancis, Marseille, yang berhasil menumbangkan Spartak Moskva dengan tiga gol tanpa balas.

    Sementara itu, sejumlah kejutan juga terjadi pekan lalu. Raksasa Jerman, Bayern Muenchen, hanya mampu membukukan skor imbang 2-2 ketika bertandang ke markas Aberdeen.

    Unggulan asal Spanyol, Villarreal, harus pasrah menelan kekalahan 0-1 dari Zenit. Begitu pula dengan Atletico Madrid, yang tunduk di hadapan Bolton Wanderers dengan skor 1-0. (Wieta Rachmatia)

    DATA-FAKTA PIALA UEFA
    ---------------------------------------------
    Rabu (13/2)
    Zenit St. Petersburg vs Villarreal 1-0 (Pogrebnyak 63?) ; Galatasaray vs Bayer Leverkusen 0-0 ; AEK Athens vs Getafe 1-1 (Blanco 90?+3?; De la Red 86?) ; Brann vs Everton 0-2 (Osman 59?, Anichebe 88?) ; Werder Bremen vs Braga 3-0 (Naldo 5?, D. Jensen 27?, Hugo Almeida 90?+5? pen) ; Anderlecht vs Bordeaux 2-1 (Polak 79?, Mbo Mpenza 90?+5?; Jussie 69? pen) ; Marseille vs Spartak Moskva 3-0 (Cheyrou 62?, Taiwo 68?, Niang 79?) ; PSV Eindhoven vs Helsingborg 2-0 (Simons 7? pen, Lazovic 33?) ; Rangers vs Panathinaikos 0-0 ; Sporting Lisbon vs Basel 2-0 (Vukcevic 8?, 58?)

    Kamis (14/2)
    Aberdeen vs Bayern Muenchen 2-2 (Walker 24?, Aluko 41?; Klose 29?, Hamit Altintop 55?) ; Zurich vs Hamburger SV 1-3 (Rochat 88?; Jarolim 49?, Olic 67?, T

  • Mid Life Crises ... Solved ...

    my-gurlb7u

    When I was married 25 years, I took a look at my wife one day and said,

    "Honey, 25 years ago we had a cheap apartment, a cheap car, slept on a sofa bed and watched a 10-inch black and white TV, but I got to sleep every night with a hot 25-year-old blonde.

    "Now we have a nice house, nice car, big bed and plasma screen TV, but I'm sleeping with a 50-year-old woman. It seems to me that you are not holding up your side of things."

    My wife is a very reasonable woman.

    She told me to go out and find a hot 25-year-old blonde, and she would make sure that I would once again be living in a cheap apartment, driving a cheap car, sleeping on a sofa bed and watching a 10-inch black and white TV."

    Aren't older women great? They really know how to solve your mid life crisis.

    The Perspective Song

    One day, not long ago, I decided to re-send the attitude-changing philosophy in "A Course in Miracles." Three years before, in its simple to follow lesson-a-day, the Course had helped me cultivate new levels of inner peace. I figured I could use more of the same. Within the first few weeks, I came upon a lesson that showed me I'd figured well.

    The lesson was: "There is another way of looking at this." The idea is to apply the lesson as often as possible throughout the day, to whatever situation is before you.

    Okay, I thought. Simple enough. I'll go apply "There is another way of looking at this," to my day. No problem.

    The trouble with this was that every situation I faced that day was challenging. And there was not another darn way to look at things. Thank you very much.

    From a crashed computer to people not being available on the phone, to running out of shampoo in the middle of a shower, my day was filled with frustrations. It held little, if any, opportunity for me to look at things anew. And no New Age self-help affirmation was going to convince me otherwise!

    So I pulled on my panty hose, zipped up my dress, dried my un-shampooed wet hair, and left for an appointment that was only 20 minutes away. Or so I thought.

    Okay, the traffic is always crazy at the end of a workday. But I did not expect a bumper-to-bumper gridlock in the middle of the afternoon. Sitting there in my car, I did my best to repeat the day's lesson to myself, hoping that I could find "another way of looking at this" freeway parking lot.

    After an eternity, I decided there was no way out and that I'd be better off letting go of my plans and forgetting about making the appointment on time. One cell phone call later, assuring my colleague that I'd meet her the following day instead, I sat back in the car to wait things out.

    As I did, something caught my attention at the side of the road. Pulled over onto the shoulder of the highway was an old, yellow, Ford pickup truck. It was lopsided. When I looked closer, I could see that the front tire was as flat as the plains of Texas. Since I wasn't moving anywhere, I had plenty of time to stare.

    The driver of the truck was sitting on the rusted and beat up tailgate. He was a young man with a ponytail, wore well-splattered painter's pants and a matching, torn t-shirt. While waiting for a tow truck, or perhaps some divine intervention, he had pulled out his guitar and looked to be moving his mouth as if in song.

    I rolled down my window. He was singing at the top of his lungs. My mouth hung open as I saw the peace on his face.

    He'd found "another way of looking at this." His music made me smile. His attitude cleared the traffic jam in my head.

    I think he understood the lesson for the day. And finally, so did I.

    Erica Ross-Krieger

    Roberto Carlos
    Menatap Semifinal

    Apakah sebuah kejutan bila Fenerbahce berhasil melaju hingga perdelapanfinal Liga Champion 2007/08? Benarkah karena banyaknya pemain Brasil di Fenerbahce (7), begitu pula pelatih beken bernama Zico?

    Roberto Carlos, memuji sepakbola Turki.

    Tak pelak sosok Roberto Carlos menjadi sorotan kesuksesan Fenerbahce. Pengalamannya dianggap mampu menaikkan level permainan tim berjuluk Sary Kargalar alias Si Burung Kenari Kuning itu.

    Berikut rangkuman jawaban Roberto Carlos atas sejumlah pertanyaan pengunjung situs UEFA.

    Bagaimana peluang Fenerbahce melawan Sevilla di Liga Champion?

    Kami punya peluang. Situasi akan lebih buruk bila Fenerbahce bertemu AC Milan. Sevilla memang lebih difavoritkan, tapi kami bisa terus melaju asal mampu memetik hasil baik di kandang. Fenerbahce butuh menang setidaknya 2-0.

    Bila kami berhasil lolos dari hadangan Sevilla, selanjutnya hasil undian akan menentukan apakah kami bisa mencapai semifinal.

    Seperti apa rasanya bermain di bawah pimpinan Zico and Fabio Capello?

    Zico tak terlalu pusing dengan taktik. Dia memberi pemain kebebasan lebih dari Capello. Zico sangat menyukai suguhan sepakbola yang baik.

    Apakah kehadiran pemain-pemain asal Brasil, Alex, Aurelio, Deivid, Edu, dan pelatih Zico memengaruhi keputusan Anda bermain di Turki?

    Ya, hal itu sangat penting. Kalau tak banyak pemain Brasil di Turki, saya tak tahu apakah mau datang ke sini. Bukan hanya karena kewarganegaraan mereka, melainkan kualitas para pemain.

    Seperti apa kualitas pesepakbola Turki setelah Anda pernah bermain di Spanyol? Apakah Anda bahagia di Turki?

    Saya sangat bahagia di sini. Lihat, level klub Fenerbahce tak kalah dengan tim di Spanyol. Struktur klub ini pun luar biasa. Hanya, sepakbola Turki kurang menyerang dan cuma ada sedikit klub yang baik dibanding liga milik Spanyol.

    Bagaimana Anda melihat duel Galatasaray vs Fenerbahce?

    Saya menempatkannya sama dengan Real Madrid vs Barcelona di Spanyol. Bahkan, rivalitas keduanya lebih besar. Menyenangkan bisa bermain di pertandingan seperti ini.

    Siapa pemain terbaik yang pernah Anda hadapi?

    Pemain terbaik yang pernah saya hadapi adalah Luis Figo. Untuk rekan setim, tak ada yang seperti Zinedine Zidane. Dia membuat segalanya lebih mudah untuk semua.

    Kapan Anda mencapai puncak karier?

    Tahun 2002, ketika saya meraih gelar Liga Champion dan kemudian Piala Dunia. Saya pikir saya layak terpilih sebagai Pemain Terbaik Eropa atau dunia tahun itu.

    Bagaimana kisahnya Anda menjadi bek kiri? Apakah karena pelatih atau Anda memang merasa nyaman di posisi itu?

    Semua karena pelatih bernama Adailton Ladeira. Dia yang pertama meminta saya bermain sebagai bek kiri. Kejadiannya tahun 1988. Saat itu posisi saya di Uniao Sao Joao, klub pertama, adalah sayap kiri. Tapi, bek kiri kami cedera. Pelatih meminta saya mengisi pos itu. Saya bilang “Tak masalah,” dan sejak itu saya bermain sebagai bek kiri.

    Rasanya Anda masih layak bermain untuk timnas Brasil. Masih berminat?

    Bila Brasil membutuhkan, saya siap kembali. Tapi kalau memang diminta, saya hanya ingin bermain dalam sebuah turnamen, bukan partandingan persahabatan.

    Selama ini saya tak punya waktu berlibur. Jadi, saya hendak menikmati hari-hari bebas ketika ada waktu libur kompetisi.

    Berapa lama lagi Anda bermain?

    Saya ingin bermain untuk 2 tahun lagi. Sesudah itu selesai.

    Setelah gantung sepatu, apakah Anda menjadi pelatih? Liga mana yang Anda pilih?

    Ya, saya ingin menjadi pelatih setelah pensiun nanti. Saya tak tahu akan bekerja di mana. Kita lihat saja siapa yang mengajukan penawaran pertama kali. (Weshley Hutagalung/Foto: AFP)

    Mathieu Flamini
    The Running Man

    Awalnya gelandang ini mendapat perhatian besar karena kerja kerasnya. Perkembangan pesat si pemain tak hanya soal lari, tapi hampir di segala aspek, dan menjadi faktor utama yang mengangkat Arsenal musim ini.

    Mathieu Flamini, lahir kembali.

    “Perhatikan saja saat ia bermain. Ke mana pun ia tak pernah berjalan. Ia selalu berlari,” ucap Arsene Wenger. Mathieu Flamini adalah pemain yang dimaksud bos The Gunners itu.

    Analisis komputer menunjukkan Flamini berlari rata-rata 10 km di setiap laga. Tak mengherankan jika gelandang bertahan ini mendapat julukan The Running Man sejak masih di Marseille, klub yang melesatkannya di dunia profesional.

    Pujian Arsene tersebut memang tercetus saat perekrutan sang gelandang dari klub kota kelahirannnya, Marseille, pada musim panas 2004. Penilaian itu terbukti berefek ampuh pada lesatan anak-anak muda Gunners belakangan ini.

    Sekarang Flamini menjalani tugas barunya sebagai penyeimbang lini tengah klub London utara ini dengan apik. Saat Cesc Fabregas, Tomas Rosicky, dan Alexander Hleb lebih ofensif, The Running Man tampil sebagai petarung di tengah.

    Flamini kini sebagai aset Gunners yang paling berkembang. Tak cuma mampu mengingatkan fan Gunners pada kerja Patrick Vieira, pemain 23 tahun ini menjadi pengoper bola terbanyak di Premier League di belakang rekan seklubnya, Fabregas.

    Fisik Penting

    Wenger bisa jadi bersyukur telah menahan pemain berayah orang Italia dan ibu Korsika itu dari keinginan cabut di awal musim ini. Ya, meski dinilai tinggi saat direkrut Arsene dari OM, Flamini kerap menghuni bangku cadangan.

    Flamini juga enggan berlama-lama di posisi bek kiri. Toh sebenarnya pemilik cap 2 di timnas Prancis ini tampil oke sebagai bek kiri meski berkaki aktif kanan.

    Flamini pun ganti bersyukur Wenger telah mengubah niatnya. “Saat itu ia menyimak saya, lalu berkata tak ingin saya pergi dan mengutarakan keyakinan bila saya terus bekerja keras, kesempatan itu akan datang,” ucap pria yang baru merasakan satu titel, Piala FA 2005, ini pada Guardian.

    Keputusan Mathieu memperjuangkan tempat di tim utama berbuah manis. Ia telah terlahir kembali. “Ini musim yang menggembirakan selama saya di sini,” katanya.

    Rekan-rekan di Arsenal belakangan malah membandingkan kemampuan tekel, stamina, dan kerja keras Flamini dengan milik Gennaro Gattuso, gelandang pengangkut air milik Milan.

    “Arsenal mengutamakan teknik dan operan bola. Namun, penting untuk menang dalam pertarungan fisik di Inggris. Itulah tugas saya. Mereka memanggil saya ‘Gattuso’ karena ia menjalankan peran serupa,” tutur pemain yang juga mengaku banyak belajar dari rivalitas keras tapi penuh respek antara Vieira dan Roy Keane ini.

    “Flamini tampil luar biasa sepanjang musim. Saya penggemar beratnya. Ia punya gairah bermain yang besar dan benci kekalahan. Ia juga punya tenaga sedemikian besar yang entah dari mana datangnya. Dengan ketangguhannya, kami bermain lebih baik,” ucap Fabregas sambil berharap sang teman diikat Gunners lebih lama lagi.

    Walau batal musim panas lalu, Flamini bisa jadi hengkang dari Emirates akhir musim ini saat kontraknya di Arsenal habis. Dengan peningkatan sedemikian tinggi, The Running Man akan menjadi kehilangan besar bagi Arsenal jika klub ini gagal menahannya sekali lagi. (Christian Gunawan/Foto: Getty Images)

    MATHIEU FLAMINI
    ---------------------------------------
    Lahir: 7 Maret 1984 di Marseille
    Tinggi: 178 cm
    Berat: 67 kg
    Karier Klub
    2003/04 Marseille (14 tampil/0 gol)
    2004/05 Arsenal (21/1)
    2005/06 Arsenal (31/0)
    2006/07 Arsenal (20/3)
    2007/08 Arsenal (23/3)

    Patron Eks Pengkhianat

    Jose Anigo mengaku terkesan saat mengangkat Mathieu Flamini dari Marseille B ke tim senior pada 2003/04. “Ia memiliki temperamen dingin dan fokus yang tak mudah terganggu,” puji pelatih OM saat itu.

    Namun, ketika Mathieu dinilai telah melanggar kesepakatan verbal dengan dirinya dan memilih pindah ke Arsenal, Anigo memberi label “la belle trahison”, pengkhianatan besar, untuk sikap pemuda kelahiran 7 Maret 1984 tersebut.

    Toh kedinginan itu ternyata hanya terjadi saat pria 23 tahun melakoni tugas sebagai pemain. Flamini dengan hangat bersedia menerima tugas sebagai patron, semacam duta, The Lowe Syndrome Trust yang berupaya menggalang dana amal untuk riset medis dan kewaspadaan pada penyakit ini.

    Lowe Syndrome adalah penyakit genetis langka yang menyebabkan keterbelakangan fisik dan mental penderitanya. Organ tubuh yang diserang sindrom ini antara lain otak, mata, ginjal, tulang, dan otot.

    Flamini juga dapat diperkirakan dekat dengan keluarganya. Ketika ingin hengkang dari Arsenal akhir musim lalu, Mathieu mencari solusi pada keluarga. Flamini lalu meminta bantuan pamannya agar menelepon harian L’Equipe di Prancis untuk memberitahu bahwa ia siap pindah.

    “Itu benar, tapi semua telah lewat dan menjadi masa lalu,” ucapnya soal permintaan bantuan itu. Untuk kasus terakhir tersebut, The Running Man tampaknya menyimpan pula sedikit rasa malu meski tak menyangkal. (chrs)

    Program Anti-Doping
    Kini Pakai Tes Darah

    Disahkannya program antidoping Euro 2008 oleh Komite Eksekutif UEFA akhir pekan lalu semakin menegaskan niat dan keseriusan badan sepakbola tertinggi Eropa itu dalam memerangi penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

    Selain isu, rasisme yang seperti tak kunjung berakhir, Michel Platini (Presiden UEFA) dan rekan-rekannya, memang paling getol menyuarakan masalah doping. Selagi di bawah pengawasannya, Platini mencoba segala upaya untuk menggulirkan ajang Euro sebersih mungkin.

    Wajar jika dalam draft terbaru yang ditekennya, Platini menyertakan tes darah segala. Maklum, dengan tes ini, para pakar laboratorium bisa mengecek adanya kandungan ilegal yang selama ini tak terpantau jika hanya diperoleh melalui tes urine.

    Padahal kandungan yang tak terdeteksi pada air seni ini bisa didapat lewat transfusi darah serta bisa berupa hemoglobin atau sel darah merah sintetis dan suntikan hormon pertumbuhan di luar batas kewajaran. Tampak aneh, tapi tim antidoping kerap menemukan pelanggaran ini.

    “Sepakbola memiliki reputasi yang amat bagus dalam memerangi doping. Sekarang dengan keputusan untuk memperkenalkan tes darah selama Euro 2008, baik di dalam maupun di luar kompetisi, kami mencoba melangkah lebih jauh lagi,” ungkap Platini seperti dikutip situs UEFA.

    Menurut Platini, momok doping tak akan pernah boleh meneteskan nila di dalam dunia sepakbola. “Ini (tes darah) merupakan senjata baru di dalam gudang amunisi kami,” kata mantan kapten Prancis yang ikut mengantar Les Bleus menjuarai Piala Eropa 1984 ini.

    Dua tipe tes ini akan diberlakukan selama turnamen berlangsung, 7-29 Juni mendatang. Artinya di akhir setiap partai yang totalnya berjumlah 31 itu, setiap negara peserta harus bersedia “merelakan” dua pemainnya diuji tim antidoping secara acak.

    Selain itu, di luar waktu reguler ini, ke-16 tim juga akan disambangi menimal sekali. Di setiap inspeksi dadakan bakal ada 10 pemain yang dites. Agar tidak ada protes di saat turnamen berjalan, sebelumnya UEFA akan menggelar konferensi pers dan team workshop di Wina (12-13 Maret).

    Di sini, UEFA, yang bekerja sama dengan WADA (World Anti-Doping Agency), bakal menerangkan secara rinci maksud, prosedur, dan regulasi dari tes darah ini. Supaya kuat, seluruh presiden federasi diminta menandatangani charter atau piagam pada saat acara tersebut. (Sapto Haryo Rajasa)

    Intip Host City

    Setelah dinyatakan sebagai pemenang dalam penawaran menghelat Euro 2008, Swiss dan Austria seolah tak pernah berhenti berbenah. Delapan stadion yang tersebar di dua negara itu sibuk mempermulus fasilitas.

    Seluruh host city, bahkan ditambah lima kota di luar venue, Lucerne, Lugano, Graz, Linz, dan Lausanne, juga asyik mempercantik diri. Kebetulan, kelima kota ini ikut dipercaya menggelar EURO Experience Tour.

    Sejauh ini, Basel, Jenewa, Zurich, Bern, Wina, Innsbruck, Klagenfurt, dan Salzburg sama-sama mengklaim sebagai kota yang paling siap. Namun, selama ini tak ada perhitungan baku yang mampu mencari jawaban konkret soal siapa dari delapan host-city tersebut yang pantas unggul.

    Namun, akhirnya salah satu stasiun televisi Swiss membuat program kuis bertajuk City Challenge. Dalam acara stripping setiap hari tersebut, kesiapan delapan kota penyelenggara ini benar-benar diadu.

    Pertanyaan muncul berbentuk isu seputar tim peserta, asal-usul negara peserta, dan tentunya sejarah tentang kota mereka sendiri. Sebanyak 12 hingga 15 peserta dibolehkan untuk mewakili setiap kota guna mengisi acara yang langsung mendapat rating tinggi itu.

    Di antara mereka semua, kapten kota ditunjuk dari kalangan selebritas. Antara lain komedian Rene Rindlisbacher (Zurich), presenter TV Andrea Jansen (Bern), anchor TV Lolita Morena (Jenewa), aktor Gilles Tschudi (Basel), artis cabaret Viktor Haid (Innsbruck), mantan atlet ski Sonja Nef (Salzburg), President TV ORF Markus Pohanka (Wina), dan aktris Dagmar Koller (Klagenfurt).

    Tentu ini juga tidak bisa menjawab secara gamblang pertanyaan siapa kota yang paling siap. Namun, setidaknya sang pemenang sudah dipastikan paling siap dari segi ilmu pengetahuan, bukan? (shr)

  • How White is a White Lie?

    Pak, Bu, Bro, Sis….. Anda pernah berdusta?

    Apakah masih ada di antara kita yang tidak pernah berdusta?

    Menurut Bapak dan Ibu sekalian, seberapa boleh kita berdusta?

    Saya sering mendengar orang berkata:

    “Jangan bilang kalau ini begini…. nanti beliau marah”

    “Jangan bilang itu begitu…. nanti dia sedih”

    “Lebih baik kita bilang begini saja.. bla bla bla…supaya mereka tidak kecewa”

    “Harusnya kalau kamu tidak bilang bla bla bla…anak itu pasti tidak akan rewel”

    Sering orang membenarkan sebuah kebohongan karena jika mengatakan sesuatu hal yang sebenarnya maka orang tersebut takut yang menerima berita akan bereaksi negatif. Terkadang dengan dalih untuk memberi motivasi atau semangat, kita suka berdusta. Dengan dalih untuk kebaikan, kita berdusta. Orang tua berdusta kepada anak. Anak berdusta kepada orang tua. Boss berdusta kepada anak buah. Bawahan berdusta kepada atasan. Pimpinan perusahaan berdusta kepada pelanggannya. Kita berdusta kepada kawan.

    Ada yang setuju bahwa Lie is a Lie… there is no such white lie. Bohong ya bohong. Ada yang setuju bahwa berdusta untuk kebaikan itu dibenarkan.

    Sebenarnya.. seberapa jauh kita dapat ‘dibenarkan’ dalam berdusta? Manakala kita melakukan “white lie?” buat kepentingan siapakah itu? Apakah buat kepentingan orang yang kita dustai? Atau itu untuk kepentingan kita……… karena kita tidak sanggup menerima respon negatif dari orang yang kita dustai itu? Karena kita tidak sanggup menerima akibat buruk jika kita mengatakan yang sesungguhnya?

    Saya bukan ahli komunikasi apalagi ahli agama..…J oleh karena itu mohon tanggapan Bapak, Ibu, Bro dan Sis….? Mohon tanggapannya.

    Schalke vs Porto
    Auf Schalke Arena (19/2)
    ------------------------------
    Optimis, Merendah, Siaga

    Meski kedua kubu meninggalkan kesan optimistis dengan mengklaim undian yang menyandingkan mereka adalah undian yang bagus, Schalke memilih sikap merendah, sementara Porto waspada. Akan berpihak pada siapa Arena Auf Schalke pada Selasa (19/2)?

    Pelatih Schalke, Mirko Slomka, berusaha merendah dengan mengatakan bahwa pasukannya tertinggal beberapa tahun dibanding Porto, yang sudah dua kali merebut trofi Liga Champion. Namun, si peracik strategi berharap skuadnya bisa mengejutkan dari posisi tak diunggulkan. Memaksimalkan keuntungan di rumah adalah jalannya.

    “Kami harus mendapat hasil bagus dari laga kandang dan kemudian kita akan melihat apa yang akan terjadi. Mengapa tidak kami membuat kejutan?” ucap Slomka di Reuters.

    Kevin Kuranyi senada dengan sang bos. Eks Stuttgart itu siap melakoni peran sebagai senjata utama dalam membongkar pertahanan Porto yang mungkin diperketat untuk memudahkan laga di Do Dragao dua pekan berselang.

    “Undian ini bagus bagi kami. Jika bisa tampil baik dan memberikan segala yang kami miliki, kami punya kesempatan melaju. Namun, Porto adalah tim berkelas. Kami harus berada di posisi bagus setelah laga kandang,” ucap penyerang yang telah mencetak dua gol, terbanyak di Schalke, pada arena ini.

    Meski terkesan masih kaget dengan kesuksesan melangkah ke 16 besar, Schalke membuktikan diri mampu meningkatkan performa partai demi partai.

    Kenyamanan

    Di fase grup, Die Knappen membuka performa kandang dengan kekalahan dari Valencia. Hasil ini membaik dengan skor imbang melawan Chelsea.

    Laga terakhir menjamu Rosenborg berakhir kemenangan bersejarah. Inilah penampilan pertama Schalke di fase knockout Liga Champion setelah tiga percobaan sebelumnya gagal. Peringatan untuk tamu juga diberikan The Royal Blue dalam bentuk empat kemenangan berturut-turut di Bundesliga.

    Porto dengan pengalaman segudang bukannya tak sadar dengan ancaman Die Koenigsblauen. “Selain tangguh dalam serangan, Schalke juga terorganisasi baik dalam pertahanan, terbukti dengan hanya kebobolan empat gol di fase grup. Meski kami menatap laga dengan optimisme, kami tahu ini akan menjadi ujian berat,” sebut Vitor Baia.

    Baia, kini menjabat Direktur Porto, pernah membawa klub ini mengangkat trofi perak Liga Champion empat tahun silam. Auf Schalke adalah arenanya. Jadi, kandang bisa jadi bukan nilai positif Schalke kali ini.

    Treinador Jesualdo Ferreira pun menyertakan kemungkinan keuntungan saat datang ke Gelsenkirchen. “Fakta di stadion ini kami mencatatkan sejarah sudah memberikan kami kenyamanan,” ucap bos gaek berusia 61 tahun itu di Mais Futebol.

    Pengalaman dan kenyamanan adalah faktor-faktor penting bagi sebuah klub untuk bisa sukses di Liga Champion. Apakah memang Porto masih terlalu besar untuk debutan macam Schalke? (Christian Gunawan)

    Memori Fantastis 2004

    Ketika undian perdelapanfinal mempertemukan Porto dengan Schalke, Vitor Baia menyunggingkan senyum simpul. Pria berusia 38 tahun ini punya kenangan indah sehubungan dengan Stadion Auf Schalke, yang dari namanya saja dapat diketahui adalah rumah Die Koenigsblauen Schalke.

    “Saya gembira karena Porto akan kembali ke tempat yang saya kenal dengan baik di mana saya menikmati momen fantastis menjadi juara Eropa,” ucap Baia, yang kini menjabat sebagai direktur klub asal kota Oporto tersebut.

    Ingatan Baia langsung melayang pada peristiwa 26 Mei 2004, ketika ia memakai kostum bernomor punggung 99 bisa menjaga gawang Porto tak kebobolan saat rekan-rekannya membuat tiga gol ke gawang Monaco di partai puncak.

    Selain Pedro Emanuel, yang masih menjadi pemain, si mantan kiper praktis menjadi satu-satunya figur tersisa di Porto dari tim 2004 yang turun di Arena Auf Schalke ini. Kala itu Emanuel bahkan hanya tampil di lima menit terakhir.

    Seluruh pemain yang turun saat itu sudah hijrah ke berbagai klub atau gantung sepatu, seperti yang dilakukan Baia dan Jorge Costa. Karena itu tidak berlebihan jika pemain yang sempat tiga tahun memperkuat Barcelona ini merasa punya kesan khusus di kota Gelsenkirchen.

    Anak Gawang

    Kenangan tentu saja bukan hanya monopoli Baia dan Porto. Pihak Schalke sebagai si empunya stadion pun menjadi saksi kesuksesan kedua klub Portugal tersebut.

    Salah seorang pemain Die Knappen bahkan berada di pinggir lapangan ketika Os Dragoes yang kala itu diarsiteki Jose Mourinho. Namun, saat itu ia bahkan masih belum diperhitungkan untuk masuk tim inti Schalke.

    “Saya melihat Porto di final Liga Champion sebagai anak gawang,” ujar Manuel Neuer, yang kebetulan kini bertugas menjaga gawang Schalke. Sekarang Neuer adalah andalan klub dan diharapkan akan menjadi kiper timnas Jerman.

    Hmm..., bisa saja sudut pandang ball boy ketika itu dijadikan masukan penting ketangguhan Porto di level antarklub Benua Biru. Paling tidak Schalke paham tim yang mesti dihadapi nanti pernah menaklukkan Eropa di kota mereka. (chrs)

    Telaah Taktik Schalke

    Dengan komposisi mantap di belakang, Mirko Slomka kerap membolak-balik lini tengah dan depan Schalke. Maklum, dua lini diisi banyak pemain yang bertalenta oke. Berbagai pola kerap dicoba Slomka.

    Namun, dari beberapa partai fase grup, Die Knappen tampak lebih mantap dengan pola 4-4-2. Di sektor gelandang, Fabian Ernst diandalkan untuk mengatur ritme permainan dengan Jermaine Jones lebih berperan sebagai jangkar.

    Dua bek sayap dan dua gelandang sayap juga bakal memanjakan para penyerang. Ze Roberto, pemain yang baru didatangkan dari Botafogo, dapat tampil sebagai faktor kejutan. Bantuan dari lini kedua ini tak pelak mempertegas Schalke sebagai tim yang gemar menyerang.

    Kevin Kuranyi adalah pilihan utama di depan. Satu posisi lain diperebutkan tiga pemain. Ketika sudah mentok, Slomka tak jarang beralih ke tiga penyerang. Di sisi stok penyerang inilah letak keunggulan Schalke dibanding Porto.

    Klub yang juga beralias Die Koenigsblauen itu memiliki pilihan macam Halil Altintop, Gerald Asamoah, dan Peter Lovenkrands untuk mendampingi Kuranyi.

    SCHALKE (4-4-2)
    ---------------------------------------
    Kiper: 1 Neuer; Bek: 18 Rafinha, 20 Krstajic, 5 Bordon, 2 Westermann; Gelandang: 10 Rakitic, 13 Jones, 8 Ernst, 3 Kobiashvili; Penyerang: 22 Kuranyi, 14 Asamoah Cadangan: 33-Schober, 21-Grossmuller, 23-Howedes, 25-Bajramovic, 15-Ze Roberto, 11-Lovenkrands, 19-Halil Altintop. Pelatih: Mirko Slomka.

    Telaah Taktik Porto

    Permainan menyerang juga menjadi kesukaan Jesualdo Ferreira, pelatih Porto. Sang arsitek adalah penggemar berat komposisi 4-3-3 yang sukar disebut defensif. Preferensi Ferreira itu pun didukung penuh skill individu-individu Os Dragoes dari belakang hingga ke depan.

    Jika Schalke lebih mantap di sisi pemain cadangan, Porto bisa disebut mapan untuk tim inti. Kerja sama antarlini yang telah terjalin setidaknya dalam dua musim terakhir menjamin kekompakan yang lebih baik dibanding sang lawan.

    Dari tengah, peran Paulo Assuncao selalu penting sebagai gelandang bertahan. Dua gelandang lain lebih terfokus pada penyerangan. Jika ada pemain tengah yang pantas diwaspadai lawan karena kemampuannya membuat gol dari lini kedua, dialah Lucho Gonzalez.

    Trio penyerang berteknik mumpuni adalah senjata paling berbahaya milik Os Dragoes. Pergerakan aktif ketiganya dipastikan bakal merepotkan Schalke.

    Fokus besar pada Lisandro Lopez dan Ricardo Quaresma bisa menjadi bumerang bagi Schalke. Tarik Sektioui beberapa kali membuat gol ketika luput dari perhatian.

    PORTO (4-3-3)
    ---------------------------------------
    Kiper: 1 Helton; Bek: 12 Bosingwa, 3 Pedro Emanuel, 2 Bruno Alves, 13 Fucile; Gelandang: 8 Lucho, 6 Paulo Assuncao, 16 Raul Meireles; Penyerang: 17 Sektioui, 9 Lisandro, 7 Quaresma Cadangan: 33-Nuno, 5-M. Cech, 11-Mariano Gonzalez, 14-Joao Paulo, 18-Bolatti, 28-Adriano, 21-Helder Barbosa. Pelatih: Jesualdo Ferreira.

    Arsenal vs AC Milan
    Emirates (20/2)
    ------------------------------
    Gunners Bukan Celtic!

    Ayo, bicara blakblakan. Siapa yang dengan telak berani mengunggulkan Arsenal menang atas AC Milan di Stadion Emirates pada Rabu (20/2) ini? Meski mayoritas rumah taruhan Eropa mengunggulkan The Gunners, kedua kubu masih sama-sama jadi unggulan kedelapan.

    Mereka terpaut tujuh posisi dari Barcelona sebagai kandidat terkuat dan hanya berselisih satu posisi dari Internazionale Milano, yang menempati unggulan ketujuh.

    Well, Arsenal dan Milan memang punya peluang sama untuk melaju ke perempatfinal dengan sejumlah hitungan sejarah dan perimbangan kekuatan terkini.

    Cederanya Ronaldo Nazario jelas jadi masukan penting bagi para pengamat dan penggemar, tapi I Rossoneri masih punya kartu as dalam diri sang debutan Alexandre Pato. Bila digabungkan dengan fakta bahwa Milan adalah juara bertahan yang sempat kalah dari sebuah klub asal Britania di putaran grup, Celtic, peta kekuatan juga semakin buram.

    Walhasil, Arsenal, yang kini tengah menjadi league leader dengan perbedaan lima angka atas Manchester United di Inggris, pun menjadi tim yang diunggulkan akan menang pada first leg pekan ini. Benar?

    Salah! Pertama, menyamakan Celtic dengan Arsenal jelas merupakan sebuah kebodohan. Gaya permainan Gunners yang banyak mengandalkan skill individu untuk memeragakan operan pendek justru lebih berbau kontinental ketimbang beraroma Britania.

    Kedua, langkah Milan yang tertatih-tatih menuju zona Liga Champion di Serie A tidak bisa disejajarkan dengan kiprah gemilang Arsenal di Premier League. Arsene Wenger sendiri mengakui kesulitan pasukan Carlo Ancelotti di laga domestik lebih banyak karena lawan-lawan tradisional Milan bermain defensif setiap kali menghadapi Filippo Inzaghi dkk.

    Uniknya, Emmanuel Adebayor cs. justru tidak direkomendasikan Wenger bermain negatif untuk menghambat Il Diavolo Rosso. Menurut the Frenchman, syarat Arsenal untuk menjadi juara Eropa musim ini memang harus mengalahkan salah satu unggulan seperti Milan, dengan tetap mempertahankan karakter bermain agresif.

    Peringatan Media Italia

    Sebaliknya, untuk mengatasi The North Londoners, Ancelotti jelas bakal mempelajari video pertandingan ketika Arsenal kalah 1-3 dari Sevilla pada putaran grup lalu.

    Akan tetapi, Ancelotti pun tidak akan tertipu rekaman dari matchday kelima tersebut lantaran kala itu Arsenal hanya menurunkan para youngster-nya. Media Italia pun sudah mengingatkan pelatih berumur 48 tahun itu mengenai kemustahilan Wenger menurunkan tim serupa minggu ini.

    Ancelotti terbukti tidak bodoh dengan raupan dua trofi Liga Champion sebagai pelatih, namun pria kelahiran Reggiolo ini juga mewaspadai kejeniusan Wenger. Menurut frontman Milan itu, Wenger adalah pelatih hebat yang tinggal menunggu waktu untuk membawa klubnya menjadi kampiun Eropa.

    Ya, meski Wenger memang tidak pernah berprestasi di Eropa, ia terbukti sudah pernah meloloskan tiga klub ke final kompetisi antarklub UEFA. AS Monaco dibawanya ke final Piala Winner 1992, sedangkan Arsenal ke final Piala UEFA 2000 dan partai puncak Liga Champion 2006.

    So, dengan kehadiran dua pelatih karismatik, semua bumbu untuk menjadikan laga ini sebagai tontonan terasyik di perdelapan final memang semakin lengkap. (Darojatun)

    Plus-Minus
    ARSENAL
    (+) Tidak pernah kalah di Emirates pada level Eropa.
    (+) Unggul dalam hal kecepatan karena didominasi pemain yang relatif lebih muda.
    (-) Sulit keluar dari situasi sulit tiap kali bermain di kandang, terutama bila kebobolan lebih dahulu.
    (-) Sering sulit mengoordinasikan pertahanan menghadapi lawan yang menggunakan satu striker murni.
    MILAN
    (+) Memiliki pola permainan dan taktik yang lebih beragam setelah Ancelotti mengutak-atik tim dalam dua bulan terakhir.
    (+) Punya persentase jumlah dan akurasi tembakan jarak jauh yang bagus di Liga Champion.
    (-) Kaka, Pato, dan Gattuso belum 100% pulih dari cedera.
    (-) Umur beberapa bek yang lebih dari 30 tahun jadi kendala untuk mengimbangi para penyerang andalan tuan rumah.

    Catatan dari Boban dan Massaro

    Duel seru yang rancak antara Arsenal dan Milan baru pernah berlangsung dua kali saja. Pertemuan langka ini terjadi di perebutan Piala Super 1994/95, yang kala itu masih dilakukan dengan sistem home and away.

    Tak banyak yang bisa dikenang Carlo Ancelotti mengenai clash sejarah tersebut mengingat ia tepat dua musim sebelumnya baru menggantung sepatu alias pensiun sebagai gelandang dan meninggalkan I Rossoneri.

    Saat Milan menyabet Piala Super itu, Ancelotti tengah getol menyempurnakan pendidikan kepelatihannya dan sedang menimbang tawaran untuk menangani Reggiana.

    So, sang pelatih pun kini diberitakan Tuttosport sempat menelepon para pemain seangkatannya untuk mengingat momen penting melawan Arsenal tersebut.

    Sosok yang punya catatan penting ketika menggulingkan Gunners tepat 13 tahun lampau itu adalah playmaker Zvonimir Boban dan striker Daniele Massaro. Masukan Boban dan Massaro bakal jadi faktor krusial bagi Ancelotti lantaran mereka adalah para pembobol gawang Arsenal yang dulu masih dijaga David Seaman (2-0, agregat 2-0).

    Kesuksesan di Giuseppe Meazza tersebut menandai salah satu dari 11 kedatangan klub Inggris di kandang Milan. Seluruh laga home tersebut tidak pernah membuat Rossoneri kalah dan Ancelotti sendiri berniat untuk mempertahankan rekor bagus itu tetap tak bercela.

    Mengingat musim lalu Milan memenangi Liga Champion dengan melewati dua klub Inggris, Manchester United dan Liverpool, bursa taruhan di Italia pun tetap mengunggulkan skuad Ancelotti lolos melewati Arsenal kali ini.

    Uniknya, Massaro dan Boban justru mengatakan klub Italia bakal tetap mengalami kesulitan setiap kali merumput di tanah Britania. Hal ini sejalan dengan fakta sejarah bahwa Milan pun hanya sekali menang di Inggris, yaitu saat mengalahkan Manchester United di 2004/05 (1-0, first leg perdelapanfinal 2004/05).

    Skor 5-1 di Giuseppe Meazza

    Kemenangan dengan skor besar Arsenal di Milano ini bakal membuat pendukung Il Diavolo Rosso bergidik. Ya, Gunners pada 2003/04 pernah mencetak kemenangan 5-1 di Stadion Giuseppe Meazza, kandang AC Milan!

    Membalas Kekalahan di London

    Untung bagi Rossoneri, kemenangan pada 25 November 2003 itu tidak diraup Thierry Henry dkk. atas Milan, tapi atas Inter. Kala itu Inter memang tidak berdaya melayani permainan superior pasukan Arsene Wenger di Grup B.

    Lewat sejumlah pertukaran posisi pemain yang cepat dan aliran bola-bola pendek, saat itu Henry, Fredrik Ljungberg, Eduardo Gaspar, dan Robert Pires bergantian membobol gawang Francesco Toldo.

    Hal ini jelas terkait langsung dari sikap Javier Zanetti cs. yang sedikit memandang enteng The North Londoners setelah dua bulan sebelumnya, pada laga pertama, Arsenal berhasil mereka tekuk 3-0 di Highbury.

    Total Enam Kemenangan

    Well, kekalahan Arsenal dari klub Italia di London memang bukan baru. Selain keok dari Inter, Wenger juga sempat mengecam pahitnya ditekuk Fiorentina 0-1 di Wembley pada Liga Champion 1999/00. Secara keseluruhan, Gunners berpengalaman 10 kali menjamu klub Serie A dan 10 kali melawat ke bumi Tricolore.

    Berlaga di kandang, Arsenal mencatat tiga kemenangan atas para wakil Serie A itu dan, uniknya, mereka juga hanya pernah mencatat total tiga kemenangan di Italia. Untuk Wenger, statistik ini menunjukkan bahwa Gunners memang selalu sulit meraih kemenangan atas klub Serie A, tanpa mempertimbangkan apakah laga itu digelar di London atau Italia.

    Telaah Taktik Arsenal
    Idealnya 4-4-1-1

    Banyak pengamat kerap kecele ketika mendapati Arsene Wenger menurunkan formasi 4-4-1-1. Mereka menilai skema ini adalah pilihan terakhir Gunners lantaran The Professor kekurangan amunisi berupa striker asli di lini depan.

    Faktanya, Wenger justru secara implisit pada media Inggris mengakui lebih suka menempatkan Aleksandr Hleb di belakang bomber tunggal dalam formasi 4-4-1-1 ketimbang memakai pola 4-4-2. Pola ini pun diakuinya lebih pas untuk menghadapi partai-partai ketat di Liga Champion.

    Dalam laga ketat seperti saat menjamu Milan, pemasangan satu striker murni akan membuat dua gelandang tengah Arsenal lebih berkonsentrasi menutup lubang-lubang yang terjadi ketika Gael Clichy atau Bacary Sagna membantu serangan.

    Sialnya, keinginan untuk turun dengan formasi idaman tersebut terbentur kenyataan Tomas Rosicky belum pulih untuk beroperasi di sayap kiri. Walhasil Hleb pun didaulat kembali ke kiri dan meninggalkan posisi favoritnya sebagai shadow striker seperti ketika ia masih bermain di Stuttgart.

    Bila terus berpatokan bahwa Gunners akan turun dengan 4-4-2, Francesc Fabregas dan Mathieu Flamini harus bekerja keras untuk bolak-balik ke segala arah guna menutup ruang gerak trisula Milan dan sekaligus membantu serangan. Gol mungkin sekali lahir dari tendangan jarak jauh. (toen)

    ARSENAL (4-4-2):
    ---------------------------------------
    Kiper: 24-Almunia; Bek: 22-Clichy, 10-Gallas, 5-K. Toure, 3-Sagna; Gelandang: 16-Flamini, 4-Fabregas, 13-Hleb , 27-Eboue; Penyerang: 25-Adebayor, 9-Eduardo Cadangan: 1-Lehmann; 6-Senderos, 30-A. Traore, 17-A. Song, 32-Walcott, 26-Bendtner. Absen: Gilberto*, Diaby, Rosicky, Denilson, Van Persie, Djourou (cedera). Pelatih: Arsene Wenger (Prancis).

    Telaah Taktik Milan
    Godaan Trio Baru

    Hadirnya Alexandre Pato di Januari membuat terbitnya trisula Kaparo di lini depan I Rossoneri. Ya, gabungan Kaka-Pato-Ronaldo dianggap mendatangkan kesegaran ketika lawan-lawan di Serie A rapat menutup gerbang gawangnya dengan bermain bertahan tiap kali menghadapi Milan.

    Dengan terulangnya cedera lutut yang dulu membuat Ronaldo lama tersingkir, peran Ronnie bisa digantikan Alberto Gilardino maupun Filippo Inzaghi. Pertanyaannya, seberapa berani Carlo Ancelotti menurunkan dua penyerang murni dalam formasi 4-3-2-1?

    BOLA berspekulasi Ancelotti berani bereksperimen menurunkan Kapa-Inzaghi atau Kapa-Gilardino melawan Arsenal. Hal yang jadi bahan pertimbangan adalah kecenderungan agresifnya permainan Gunners di Stadion Emirates. Ya, api harus dilawan dengan api karena pada dasarnya Il Diavolo Rosso memang juga enggan main bertahan.

    Selain itu, hipotesis di atas muncul lantaran rapuhnya permainan Milan bila Ancelotti mendorong Massimo Oddo, Paolo Maldini, Marek Jankulovski, atau siapa pun bek sayapnya terlalu ke depan. Hadirnya trisula yang bakal jarang menjemput bola dari tengah praktis membuat empat bek Milan mematung pasif di belakang.

    Kiprah Andrea Pirlo sebagai distributor bola ke depan akan diimbangi kehadiran dua penjagal di kedua sayap, Massimo Ambrosini dan Gennaro Gattuso. Bila cedera Kaka dan Pato kembali mengganggu, masih ada Clarence Seedorf, yang siap masuk dari bangku cadangan. Jadi, Milan tetap solid meski Ancelotti tergoda untuk menurunkan trio anyar di depan. (toen)

    MILAN (4-3-2-1):
    ---------------------------------------
    Kiper: 16-Kalac; Bek: 18-Jankulovski, 3-Maldini & 13-Nesta, 44-Oddo; Gelandang: 21-Pirlo, 23-Ambrosini, 8-Gattuso; Striker Bayangan: 22-Kaka, 7-Pato; Striker: 9-Inzaghi Cadangan: 1-Dida; 4-Kaladze, 19-Favalli, 20-Gourcuff, 10-Seedorf, 32-Brocchi, 11-Gilardino. Absen: Ronaldo (cedera). Pelatih: Carlo Ancelotti.

    Prediksi
    Sulit bagi Rossoneri

    Musim ini Arsenal baru sekali dibobol pada level Liga Champion. Pelakunya adalah penyerang andalan Steaua Bucuristi, Dorel Zaharia. Faktanya memang baru empat pemain yang sanggup menodai kesakralan Stadion Emirates di pentas Eropa.

    Selain Zaharia, musim lalu gawang Gunners di London juga sempat dibuat tidak steril oleh Eduardo “Dudu” da Silva (Dynamo Zagreb), Rafael van der Vaart (Hamburg), dan Alex (PSV Eindhoven). Beruntunglah Wenger karena kini Dudu sudah berbaju Arsenal, tapi ancaman lebih besar kini justru datang dari striker berdarah Brasil yang lain, Alexandre Pato.

    Bila Pato berhasil membuat Arsenal takluk, berarti ini untuk pertama kalinya Gunners kalah pada level Eropa di Emirates. Sebelumnya, CSKA Moskva dan PSV maksimal hanya bisa menahan imbang Arsenal di sana.

    So, peluang I Rossoneri untuk menang saat ini sangat kecil. Sang juara bertahan bahkan bisa kecolongan dan kalah di leg pertama ini.

    Tapi, mereka bisa mencetak gol away yang penting karena tipe serangan Milan, yang sering mengandalkan kemunculan mendadak para penyerang di kotak penalti lawan, amat sulit diantisipasi bek tengah dan jangkar Arsenal. (toen)

    Prakiraan Peluang
    Bet Brain : 1(2,30) X(3,30) 2(3,60)
    William Hill : 1(2,17) X(3,16) 2(3,24)
    Soccerstats : 1(42%) X(29%) 2(28%)

    Olympiacos vs Chelsea
    Georgios Karaiskakis (19/2)
    ------------------------------
    Tidak Minder Lagi

    Di masa lalu, Olympiacos akan merasa jeri bertemu tim sekuat Chelsea. Sekarang, jagoan Yunani ini merasa lebih siap apabila bertemu klub papan atas Eropa.

    Penyebabnya adalah keberhasilan Darko Kovacevic dkk. mematahkan rekor buruk mereka di partai tandang Liga Champion dengan mendapatkan kemenangan tandang atas Werder Bremen dan Lazio di fase grup musim ini.

    Klub berjulukan Erythrolefki (Tim Merah-Putih) ini sempat tidak pernah menang dalam 31 partai away Liga Champion. “Setelah mampu menang away, kami lebih percaya diri,” tukas pelatih Panagiotis Lemonis di situs UEFA.

    Strategi Olympiacos mendatangkan pemain-pemain top di bursa transfer, dari Darko Kovacevic sampai Luciano Galletti, terbukti berbuah manis. Pemain-pemain ini dapat menularkan pengalaman mereka ke dalam tim.

    Sekarang Olympiacos tidak takut lagi menghadapi laga away melawan Chelsea di babak 16 besar. Mereka juga siap meraih hasil bagus di partai pertama, Selasa (19/2).

    “Chelsea memang masih ada di atas kami. Kansnya mungkin 40-60 untuk mereka. Tapi, kami akan menyulitkan mereka. Yang penting adalah level performa kami menjelang hari-H,” ucap gelandang Ieroklis Stoltidis, di situs UEFA.

    Form Bagus

    Olympiacos mendapatkan keinginan mereka, yaitu form yang bagus menjelang melawan Chelsea. Sejak pergantian tahun, Erythrolefki hanya kalah sekali dalam enam laga. Kovacevic pun tampil tajam dengan membuat empat gol.

    Grafik penampilan yang oke perlu dimiliki Olympiacos karena Chelsea pun tidak kalah bagus. Kekuatan terbaik The Blues kembali menyusul pulihnya sejumlah pemain inti dari cedera, seperti Michael Ballack dan Frank Lampard.

    Chelsea juga bisa diperkuat lagi oleh Michael Essien dan Didier Drogba, yang sudah pulang dari tugas negaranya di Piala Afrika. Essien, yang selalu berapi-api jika tampil di Liga Champion, yakin The Blues bakal sukses.

    “Ini bisa menjadi musim yang besar buat kami. Kami masih ‘hidup’ dalam persaingan mencari empat gelar dan akan berusaha meraih sebanyak-banyaknya. Quadruple masih mungkin,” katanya kepada situs BBC Sports. (Dwi Widijatmiko)

    100% dari Stoltidis

    Ini namanya tahu diri. Gelandang Olympiacos, Ieroklis Stoltidis, secara halus menolak panggilan tim nasional Yunani karena ingin fokus 100% membantu klubnya.

    Gelandang bertahan berusia 33 tahun itu tampil sangat konsisten musim ini. Imbasnya, pelatih Hellas, Otto Rehhagel, untuk pertama kalinya memanggil Stoltidis. Namun, pemain yang telah mencetak tiga gol di Liga Champion 2007/08 ini justru menampik kesempatan emas tersebut.

    “Saya berterima kasih pada Rehhagel dan HFF. Saya merasa dihargai karena dipanggil ke tim nasional. Tapi, maaf, saya sudah cukup sibuk dengan Olympiacos. Saya sudah tidak berada di usia di mana saya bisa tampil baik di semua ajang,” kata Stoltidis seperti dirilis situs resmi UEFA.

    Stoltidis memastikan apabila pemanggilan ini datang saat usianya masih di bawah 30 tahun, ia akan menerimanya tanpa rasa ragu. “Saya tetap mendukung Hellas. Semoga mereka sukses di Euro 2008,” tambah Stoltidis. Selasa nanti, totalitas Stoltidis sudah ditunggu Olympiacos. (wid)

    Telaah Taktik Olympiacos

    Masuknya pemain-pemain Argentina, seperti Cristian Raul Ledesma, Luciano Galletti, dan Fernando Belluschi, membuat Olympiacos mulai lebih mengedepankan permainan cantik. Mereka berani berlama-lama menguasai bola.

    Bola yang didapatkan di lini tengah kerap dialirkan ke sayap. Di sisi kanan-kiri ada Galletti dan Lomana Lua Lua, yang gemar bergerak melebar kemudian menusuk ke dalam atau mengirim umpan silang. Permainan standar ini terbukti efektif digunakan Olympiacos sepanjang fase grup.

    Darko Kovacevic punya keunggulan menyambut bola-bola atas sehingga Olympiacos bakal terus mencoba mengirim bola matang kepadanya. Kovacevic juga tipe predator yang sering berada di posisi yang tepat saat ada bola muntah. Chelsea harus fokus memperhatikan pergerakannya.

    Lini belakang Olympiacos banyak bergantung pada kiper Antonios Nikopolidis. Kombinasi empat bek di depan sang penjaga gawang sebenarnya rawan ditembus. (wid)

    OLYMPIACOS (4-3-3)
    ---------------------------------------
    Kiper: 71 Nikopolidis; Bek: 35 Torosidis, 14 Zewlakow, 18 Antzas, 30 Pantos; Gelandang: 11 Djordjevic, 28 Ledesma, 6 Stoltidis; Penyerang: 7 Galletti, 9 Kovacevic, 32 Lua Lua Cadangan: 87-Sifakis, 4-Leonardo, 19-Mendrinos, 77-Sisic, 22-Mitroglou, 10-Nunez, 25-Belluschi. Pelatih: Panagiotis Lemonis

    Telaah Taktik Chelsea

    Belakangan Avram Grant sering memakai pola 4-3-3. Dua sayap bisa berfungsi ganda. Mereka bisa ikut menyerang atau turun ke bawah membantu lini tengah sehingga membuat Chelsea terkadang memainkan 4-5-1.

    Pada dasarnya tiga gelandang tengah Chelsea sangat jago dalam merebut bola sekaligus mendistribusikannya sehingga 4-3-3 cocok dipakai untuk memulai serangan.

    Saat bermain away, 4-3-3 yang bisa berubah menjadi 4-5-1 juga dirasakan cukup efektif untuk mengamankan hasil. Yang penting Chelsea harus lebih dominan menguasai bola. Tidak perlu khawatir daya gedor bakal jadi minimal.

    Agresivitas The Blues ditambah dua fullback yang sering maju ke depan. Tendangan jarak jauh Michael Ballack serta Frank Lampard melengkapi kekayaan daya gempur Chelsea. Dalam kondisi genting, misalnya tertinggal, Chelsea bisa memainkan dua striker. Didier Drogba dan Nicolas Anelka merupakan duet yang gayanya saling mengisi. (wid)

    CHELSEA (4-3-3)
    ---------------------------------------
    Kiper: 1 Cech; Bek: 35 Belletti, 6 Carvalho, 33 Alex, 3 A. Cole; Gelandang: 4 Ballack, 5 Essien, 8 Lampard; Penyerang: 24 Wright-Phillips, 11 Drogba, 10 J. Cole Cadangan: 23-Cudicini, 18-Bridge, 22-Ben Haim, 12-Mikel, 15-Malouda, 21-Kalou, 39-Anelka. Pelatih: Avram Grant.

  • Knowing What You Do & Doing What You Know…

    my-gurlb7u

    From: Colin Cox (New Zealand)

    Re: The Training Mastery Series #1

    Introduction

    If you'd like to improve your training delivery of NS or break into the corporate sector using NS as the unique point of difference and would like to know how this is done then this trainers series of which this is the first of 21 emails I'll be sending out bi-weekly to this egroup. I have had the good fortune and opportunity to train trainers to work in what some would consider very difficult situations i.e. with youth at risk; prisoners or ex-cons; gang members and long term unemployed through to national & international Corporate Executives. I regularly speak at Learning Conferences & present on a wide variety of topics from accelerated learning techniques & presentation skills through to all of the foundational NS Certification Trainings. Why have I chosen to tell you this? Not to impress you but to impress upon you that the next 21 emails will be of value to you if you are wanting to grow and develop your training expertise and pursue the pathway of Mastery as a Trainer.

    What I suggest you do is create a new folder in your email inbox and call it "Training Mastery". As each of the emails come through copy them into that folder. You are welcome to use the emails by copying them in part or whole to add to your own material as a trainer and it isn't necessary to credit my name when you use them. This is often a concern for some trainers I have worked with. Can I use the material you've presented? I'll credit you as the originator etc…? Make the 21 techniques & principles I present to as your own and add in your own unique way of presenting them. My greatest joy would be to know that you use the techniques I present in this series.

    #1: Awareness

    You're about to read my first description of what I consider is the place to start to move towards training mastery is "knowing what you do and doing what you know". If you are doing that then you are indeed moving towards mastery as a trainer. There are some exceptional trainers out in the world – only a few will be able to consciously tell you what they do and know how they do what they do. Therefore the place to start is to know that training is about being aware, purposeful and deliberate in all that you do.

    Consider the following:

    Ø Do you know what you do when presenting?

    Ø Are you able to monitor multiple things in succession while training? i.e. audience acceptance; resistance; room temperature; the time remaining; the next topic and supporting music…?

    Ø Are you purposeful in all you do or do you do whatever comes to mind?

    Ø Can you present the topic when you're slideshow fails or your manuals don't arrive?

    Ø Do you wonder where are you going next in your training?

    Ø Do you get lost at times and ask the group – "now where were we?"

    Ø Do you find your own trainings boring and blame the content?

    Ø Do you know how to start the training?

    Ø Do you believe that mastery is all about "winging it!" and being able to ad-lib?

    Ø Do you know how you will break them into groups and call them back?

    Ø Do you know how to deal with resistance in the group?

    Ø Do you know what your hands are doing as you talk?

    Ø Are you aware of whether you sway from side to side or scratch your crotch as you click through your power point slides?

    So your first task is to become aware of what you do. No not as you're doing it but prior to doing it! Thinking and doing at the same time is not the best approach when training. First think and then do. Plan out what you will do in your presentation. Mentally rehearse how you will present your material and how you will address some or all of the bulleted points I've listed above and add your own points if necessary. Become aware before your delivery of what you will be doing and how you will be doing it and (pay attention now!) … what affect what you do - has on the learner. Many trainers (read this description carefully) know what they do and do what they know yet do not know what they do does to the learner!!! That description is an extension on what I spoke of earlier as my description of what training mastery is all about. Read the description of mastery again and make plans for you to become more aware of what you do and the impact that has on those you are presenting to.

    Summary:

    My final and complete description of training mastery is: "Knowing what you do and doing what you know while knowing what you do is doing to the learner". Did you get that? That means training is about applying to self. It's about consciousness. It's about being purposeful and it's about knowing cause & effect.

    Apply this principle to what you're currently doing in your training rooms and make the appropriate adjustments if necessary and the positive results you gain in your training will increase. All of the exceptional trainers I have met have a burning desire to make a difference with those they present to. They fulfil this by being aware of what they are doing and use exceptional techniques which I will share with you in this series.

    This is where I want you to begin – to become increasingly aware of what you do as a trainer.

    Releasing Control

    Training Mastery Series #4

    To date I have set a platform in writing the previous 3 sections from a total series of 21 articles on Training Mastery which I am presenting exclusively to this forum. The previous articles have been presented deliberately to lay the foundation for this the 4th in the series which will be, from my own experience, will be your greatest challenge in pursuit of Mastery as a Trainer. Applying what I present to you here will provide you with the challenge of "…how do I introduce this to my training?…" and I hope that you would be willing to make the adjustments necessary to do so.

    By the title alone you can tell this article has to do with releasing control. Specifically it has to do with you releasing "external" control. This article is an adaptation of 2 specific writers Dr. William Glassers' work and his book Choice Theory and Dr. L. Michael Halls' Neuro Semantic model the 4 Personal Power Zones as presented in his book titled Secrets of Personal Mastery.

    I will present to you how external control is present in our personal lives and outline the behaviours of external control so you can tell when you have fallen into, what I consider one of the most basic needs of human kind, to have or gain control. Then I will present how external control is portrayed in the training room and in a later article provide you with tips on what you can do to minimise it and in doing so further enhance the learning experience for your participants while increasing your effectiveness as a Trainer.

    I have much to say about this topic and can only present a limited view of the consequences of external control in our lives. I've committed an entire chapter to it in my upcoming book titled "Hindsight" so keep an eye out for it in the earlier part of 2008.
    It's Everywhere!

    Whether, you're at the supermarket or walking in the park. Talking to a loved one on the phone or checking in at a motel. If you're at a local bar drinking Jack Daniels or stuck in rush hour traffic on the way home after a busy day or sipping on a hot chocolate at your local café. You'll find external control alive and well doing what only external control can do, and you'll most often find it where ever you'll find people interacting.

    External control is our attempt to take control of other people. To get them to behave a certain way, to speak a certain way, and more often than not it's to be "my way". To get others to think like I want them to and to say what I want them to say. This is what external control is about – control over others. External control starts out as a seemingly safe practice. As parents we tell our children what they will and what they will not do. What they will and will not wear and how they will or will not speak, as we raise them from childhood to adolescence in the hope they will become successful adults.

    External control is seductive from the basis that we soon realise as grow in age that we can gain power over others and therefore get more of whatever it is we want in life. Early in life as a child we realise that we can make others cry, be sad or happy by what we do and say to them. That we can control others by how we interact with them soon becomes a power tool to get what we want without realising that this power has negative consequences in a lesser or greater degree for all who use it. As we mature in years we become more creative in how we gain control over others and a long list of observable behaviours can be listed like the one that follows.
    External Control Symptoms

    Nagging

    Guilting

    Threatening

    Bullying

    Making others wrong

    Depressing

    Anger

    Hatred

    Ignoring

    Demeaning

    Criticising

    Fault finding

    Unforgiveness

    Yelling

    Ostracising

    Sulking

    Resentment

    Violence

    Lying

    Suicidal Threats

    These are only a few observable behaviours that demonstrate the presences of an attempt to gain external control. It appears to me that we have no limit in how creative we are at gaining control over others. We are in no way limited to gaining control by only using the negative list above! We can also use the more socially acceptable & deemed positive behaviours like love; affection; gifts and friendship etc… to gain control over others also. This is often the case where we do something positive for another with the expectation to receive pay back in kind or a favour, a loving comment or action in return. Rather than giving for the sake of giving unconditionally we give to gain control of others.
    Intentional Stance

    With the list of negative external control symptoms above it's quite clear that there is a desire to gain external control. Am I saying that the use of socially acceptable behaviours are in all cases, an attempt to gain external control? NO! What it comes down to is the highest intention of the person who is acting out the act of kindness. If it is acted out as an unconditional act of kindness with no recourse for payment in kind then external control is not present. When you act supportively, considerately, lovingly and forgivingly along with the many other positive behaviours that positively grow and contribute to others, with no hint of payment in kind you have freed yourself from the seduction of external control.
    The Training Connection

    OK, now let's get down to training! Over the years I have seen, and in the beginning I also had demonstrated, the behaviours of a trainer endeavouring to gain external control in the learning environment. External control is in my opinion at epidemic proportions worldwide in the training room. Trainers, who have no idea that in releasing external control of the learner and in building positive relationships with them, they actually accelerate learning and radically improve the learning experience for both the trainer and learner.

    I have seen all too many examples of external control and all too often by trainers who unknowingly have fallen into the trap of trying to overpower the learner. Often they do it unknowingly.

    Mirror, Mirror On The Wall…

    The list I'm about to present to you could so easily be missed if you are going to think that this is about everyone else and not you. What I'd like you to do as you read it is to be aware of the emotional or somatic response that presents itself as you read each of the bulleted points as though looking at yourself in a mirror.

    Here is a quick list of some but in no way all of the control behaviours I have observed in training rooms.

    Ø Attempting to make the learner feel guilty about having to leave class early

    Ø Nagging them that they haven't completed tasks on time

    Ø Locked out of the training room if you arrive late

    Ø Told to sing, dance or whistle a tune if you arrive late

    Ø Made wrong in front of the group

    Ø Ignored when wanting to ask a question

    Ø Told where to sit and how to behave in the class

    Ø The trainer has favourites in the group

    Ø Trainer demonstrates frustration with the group

    Ø Trainer raises their voice to speak over the person speaking at the time

    Ø Holding past negative experiences against the learner as a punishment

    Ø Trainer roles their eyes upward to demonstrate dislike for the learner

    Ø Diminutive comments about past learners to a current group of learners

    Ø Punishments of varying types used to gain control of the group or individual at times disguised as "fun"

    Ø Rewards for continued good work and the removal of rewards when work is not completed

    Did you notice anything while looking in the mirror? Do you relate to some of the points presented? I have deliberately refrained from writing the more demeaning and punishing methods of control I have seen in a training room.
    Time For A Change

    If you truly desire to be masterful as a trainer then you must move away from external control. I know that I haven't presented what you can replace it with. I haven't answered the questions and concerns that trainers have asked me, when I speak to them about being free from the seduction of training using control.

    If I have created more questions for you than answers – excellent! If I have created an opportunity for you to step back from how you deliver your trainings and ask "could it be true… could I be using covert external control methods in my training delivery…?" If that has happened and you'd be willing to consider what it is you may be doing that's controlling and what you need to do to change, then this article on releasing control has served its purpose.

    Check as soon as possible how you are contributing to this training control epidemic!

    How are you being seduced into battling for control over the learner?

    In future modules I will present proven alternatives to external control for trainers. Till then release control and let the learner regain personal control and the joy of learning!

    From: Colin Cox (NZ)

    Hi everyone out there in trainers land.

    Firstly an apology for the delay in getting this the 2nd in a 21 series of writings on Training Mastery – We have just completed NS Trainers Training here in NZ which saw an exceptional group of men and women from 13 countries become NS Certified Trainers. Congratulations to each of you from both myself and Lena. And we hope each of you are well recovered from your travels.

    The article below is a foundational principle for Trainers. Please do email me directly your feedback or suggestions on future articles in this series you'd like to know etc.. and thank you to those who have already done so and to those that asked me " …where is #2 in the series?..."

    Apologies for the delay and you can expect the next one by this time next week and then I'll be back on track for 2 articles a month on Training Mastery.

    Take care and enjoy!

    Who Cares Anyway?

    When I first started out as a trainer I was presented with a quote from another more experienced trainer. This quote was to become, as I was to later discover, an important quote that would grow to be a defining assumption that would direct me throughout my training development & career.

    Before I introduce that quote to you what I would like you to do is to think back to a person you had learnt from, a special person that most positively influenced you to learn easily and quickly. Take a moment and think of that person now.

    When I think of the people who have in the past have assisted me to learn easily there is a specific component that stands out. What I've found is that those people who had positively influenced me to learn easily have been people who I found demonstrated they cared for me at some personal level. Yes that's right, these people took an interest in me personally. They were supportive; encouraging and protective of my learning.

    There is no doubt in my mind that this is the unique quality that has been a key determinant of whether I or you learn or not. You learn faster and easier when you know that the trainer you're learning from cares for you. In my own opinion as trainers we must move away from the idea that the learner is not to get know you nor you them.

    In trainers training one of the very first assumptions that I teach is this one quote. This is the quote that has guided me and the many trainers I've trained. This quote you must learn to memorize and then act on. You'll recall in the first lesson of the Training Mastery Series I wrote that we must not only "…know what we do but we must do what we know…and know what we do does to the learner".

    Now… know layer this quote into your best training state and hold it in mind as a dominant frame for the advancement of your training skills. Here it is:

    "They do not care what you know until they know you care"
    Too Touchy and Feely!

    This quote will challenge you if you think that learning is a disconnected relationship between trainer and learner. A relationship where there is a clear separation between the 2 parties is not an option for those trainers choosing to pursue mastery. Learning is a collaborative partnership where we want transference to take place. For some this is big news – ..."you have to get to know the learner!"

    Learning will always take place when the learner knows that you have a professional interest in them and they know what you stand for.

    Ø Would you like to increase learner receptivity?

    Ø Would you like learners to absorb and recall what you taught them?

    Ø Would you like to break down any resistance to learning what you have to present to them?

    This is not some touchy-feely; wishy-washy; new age concept for trainers but a practical assumption that you must have if you truly want to be masterful as a trainer. It is a foundational principle which if you were willing to allow it to guide your success and the success of your learners, will take you training delivery to the next level.

    Ø Would you learn well from a trainer who you know has no interest in you?

    Ø Would you learn from a trainer who ignores your needs and values?

    Ø Would you learn from a trainer who cares more about themselves and the delivery of the content rather than your learning?

    Yes it is still possible to learn with a trainer like I have described in the bulleted points above. They learn not because of the trainer but in spite of the trainer! The learn because they want to learn the content and will overlook the trainers in adequacies. This is not acceptable!

    I'm hoping that you now realise that this quote is an important concept.

    "They do not care what you know until they know you care"

    I thought at the time as I progressed through the schooling system that the teachers I had each day materialized in the morning and travelled off to a distant planet at the end of each day to re-materialise the next day, specifically to piss me off on the days I went to school. I never considered they ever had a "life" that resembled anything like my own! That they loved or could love; cried; cared for others or existed in any shape or form outside of the school room. This is distanced approach is unacceptable if we are committed to increasing the learning experience.

    Allow the learner to get to know you. To know what you will and will not stand for and demonstrate how you care for them and their learning experience. Become transparent and share of yourself while showing you care for them. Do this consistently and learning will be the end result. Resistance to learning will be lowered and the joy of learning will be present in all that you do as a trainer.

    How do we show we care so that they will then be interested in what you have to say?

    Here a dozen ideas which you can begin to integrate into your training programs to show you care. The list consists of a mix of either, things you are to do or to stop doing immediately:

    1. Email them a visual map and written directions on how to get to the training venue.

    2. Have a sign easily seen from the car park leading them to the training room.

    3. Phone them personally once they register to chat with them and thank them for registering.

    4. Meet and greet them upon their arrival at the venue

    5. Arrive early at the venue and set the room up in adequate time so you can focus exclusively on them as they arrive and not be distracted with you finalising the days setup.

    6. Enquire of and provide special individual eating needs they may have.

    7. Provide them with a personalised handwritten card offering positive and encouraging statements for their continued growth. Give this to them at the end of a training or during a multiple day training.

    8. Provide your content using multiple sensory delivery techniques to match your delivery style with their learning style.

    9. Give them 3-5 minute breaks for rehydrating, restroom stops and stretching. I suggest 2-3 of these over a days' training not including the usual 15-20 minute breaks you have in the morning and afternoon.

    10. Eliminate all confrontational individual call-outs or any activity that may intimidate the learner. i.e. round the room stand up introductions of themselves or you putting them on the spot by asking them a direct question to answer in front of the group.

    11. Running overtime at breaks or finishing late at the end of the day.

    12. You arriving late to the venue and rushing in ignoring them as you quickly prepare to begin the day of training.

    There you have it. Simple really isn't it? All you need to do is think of ways that you will show the learner you care about them. I know that each of us will have our own personal limits to how far we are willing to take this principle.

    Begin now to consider how else, beyond what you are doing presently, will you show them you care so they will want to know what you have to share with them. What will you do to achieve this? Apply the answers that come to mind and I assure you - you will have an increase in learner receptivity and another milestone passed on the pathway to training mastery.

    Michael Mifsud
    Il Messi Di Malta

    Menjelang putaran kelima Piala FA pekan ini, nama Michael Mifsud kembali jadi buah bibir di kawasan midland Inggris. Striker Coventry asal Malta itu bisa jadi kembali terpilih sebagai pemain terbaik karena lagi-lagi tampil bagus di putaran keempat melawan Millwall.

    Michael Mifsud, mendapatkan julukan glamor di Italia.

    Sebelumnya, pria berumur 26 tahun itu sudah dinobatkan menjadi player of the round di putaran ketiga ketika dirinya membobol gawang Blackburn dua kali (4-1) di Ewood Park. Saat mengatasi Millwall 2-1, pemain yang sama mencetak satu gol lagi dan menjadi inspirator Sky Blues untuk terus melaju di Piala FA.

    Berkat serangkaian penampilan gemilang Mifsud, pelatih Coventry, Iain Dowie, Januari lalu bahkan bersumpah untuk tidak melepas top scorer Sky Blues itu sebelum mereka berpromosi ke Premier League.

    Hingga pekan ke-31 Championship Division, Mifsud telah menyumbang sembilan gol, namun Coventry masih terpuruk di papan bawah. Walhasil, pasukan Dowie musim ini hampir mustahil bisa mengikuti play-off promosi.

    Nama Mifsud sendiri berkibar melebihi para player of the round di Piala FA lainnya lantaran sebuah karakteristik unik yang dimilikinya. Ia pemain terpendek yang pernah terpilih sebagai favorit di ajang piala domestik tertua di bumi tersebut. Tingginya hanya 164 centimeter!

    Tidak mengherankan pula bila koran Italia, La Gazzetta dello Sport, sempat menjulukinya Il Messi Di Malta alias Messi asal Malta. Julukan bombastis yang berbasis dari kesamaan postur Mifsud dengan penyerang milik Barcelona, Lionel Messi, tersebut diberikan La Gazzetta pada September lalu.

    Kala itu, Mifsud dengan hebatnya menyingkirkan Manchester United pada babak ketiga Piala Carling. Coventry dibawanya menang di Old Trafford lewat borongan dua golnya (2-0).

    “Sesudah pertandingan itu, saya tidak bisa tidur. Manchester United klub impian saya sejak berusia delapan tahun dan kini saya justru membuat mereka tersingkir di Piala Liga,” kilah Mifsud seperti dikutip Sky Sport News.

    Bekas pemain Lillestorm tersebut adalah seorang selebritas di negerinya. Mifsud sempat terpilih menjadi Sport Person of the Year pada 2001 dan 2003 di Malta. Media lokal bahkan menyebutnya sebagai pemain paling berbakat yang pernah dilahirkan di Malta.

    Ketika berperan mengantar timnas mengalahkan Hongaria di kualifikasi Euro 2008, Mifsud masuk dalam buku sejarah sepakbola Malta karena kemenangan itu adalah yang pertama bagi Malta di kandang sejak 1982!

    Panggilan Berbau Satire

    Lelaki yang doyan berjoging di tepi pantai tanpa alas kaki ini mengenal sepakbola sejak usia lima tahun. Praktis mulai saat itu dirinya tidak pernah menempati posisi selain striker. Ini karena posturnya yang mungil tidak memungkinkannya bermain sebagai kiper atau bek tengah, dua peran lain yang disukainya dalam sepakbola.

    “Pilihan posisi saya terbatas. Saya bahkan harus selalu mencetak gol atau terlempar dari tim sekolah dulu. Mungkin itu sebabnya hingga sekarang saya selalu mengukur keberhasilan dalam setiap pertandingan lewat jumlah gol yang saya cetak,” katanya lagi.

    Mifsud kini biasa disapa “Micky”, bukan dari pelesetan nama depannya, “Michael”. Sejarahnya rada berbau satire lantaran ini menyangkut sejarah buruk yang menimpa Micky Adams, bekas manajer Coventry yang merekrut Mifsud.

    Mifsud mulai merumput di Inggris sejak tahun lalu karena dianggap Adams sebagai salah satu materi bagus pada ajang kualifikasi Euro 2008 dan Liga Norwegia. Ironisnya Adams justru dipecat Coventry hanya dua hari setelah memboyong Mifsud dari Lillestrom karena menyangkut prestasi klub.

    Nah, itulah sebabnya sekarang sang striker identik dengan panggilan “Micky”, alias orang yang berjasa dan sekaligus dilanda kesialan setelah mendatangkan sang pemain ke Coventry.

    Eh, Mifsud pernah berjanji pada Adams, setelah pemecatan terjadi, bahwa dirinya tidak akan menggantung sepatu sebelum mencicipi bermain di level Premier League. Adams jelas berharap janji itu segera terwujud, meski sang pemain baru sekadar tersohor di ajang cup competitions. (Darojatun/Foto: Getty Images)

    BIODATA
    --------------------
    Nama: Michael Mifsud
    Panggilan: Micky
    Lahir: Pieta, Malta/17 April 1981
    Ukuran tubuh: 164 cm/62 kg
    Posisi: Striker
    Cap: 55 (14 gol)
    Karier: SLIEMA WANDERERS (1997-2001 [80 penampilan/155 gol]); KAISERSLAUTERN (2001-’03 [21/2]); FC SLIEMA WANDERERS (2003-’04 [12/8]); LILLESTORM (2005-’07 [48/17]); COVENTRY CITY (2007-… [43/13])

    Modalnya Kecepatan

    Mifsud pertama kali tampil di timnas pada tahun 2000 lantaran pelatih Josip Ilic tidak tahan melihat ketajamannya di liga domestik. Bersama Sliema Wanderers, pria yang gemar mengenakan kombinasi sweater wol berleher tinggi dan jas itu mencetak 21 gol dalam 26 penampilannya pada musim 1999/00.

    Agilitas dan kecepatan tinggi sang pemain bersama Knights of St. John di kualifikasi Piala Dunia 2002 pun akhirnya membuat Kaiserslautern jatuh hati. Sayangnya ambisi Mifsud untuk menjadi pemain reguler Die Roten Teufel dalam kancah Bundesliga kandas lantaran masalah postur.

    Ya, Kaiserslautern memang lebih sering memasang Mifsud di skuad B, yang bermain di liga amatir. Meski terus produktif, dirinya hanya lima kali dipromosikan ke tim utama untuk menghadapi klub gurem Bundesliga. Lumayan, Mifsud sempat mencetak dua gol di divisi utama Jerman itu.

    “Sepertinya saya memang dibeli Kaiserslautern untuk bermain di skuad B. Alasan bahwa saya terlalu pendek untuk merumput di Bundesliga sungguh dicari-cari karena saat meneken kontrak di sana, umur saya sudah 20 tahun. Mereka pasti tahu bahwa tak mungkin lagi saya bertambah tinggi di usia itu,” katanya pada Kicker.

    Bermodalkan tinggi tubuh di bawah 170 centimeter, Mifsud ternyata tidak minder karena tetap menuntut penghargaan yang wajar dari pihak klub. Walhasil, di akhir 2004 pun ia memilih kembali ke Sliema Wanderers agar bisa bermain di skuad utama. Pada akhir 2004/05, Sliema dibawanya menjadi juara Malta. (toen)

    Emosi Gampang Tersulut

    Rekan seklub di Coventry menyebut Mifsud sebagai sosok yang ramah, bahkan cenderung “sok akrab”. Hal ini bisa dimaklumi lantaran budaya asli Malta memang bersifat sangat komunal alias berkekerabatan tinggi.

    Pengaruh budaya Italia di tempat lahir Mifsud, Pieta, juga sungguh kental. Ini terbukti lekatnya sang pemain dengan makanan yang mengandung pasta hingga sekarang.

    Akar karakter Mediterania juga dirasakan pria yang pandai bermain gitar itu. Pembawaannya jadi mudah marah dan kerap berteriak lantang bila dikecewakan keadaan dan pihak lain.

    “Tubuh saya mungkin kecil, tapi saya sering bicara keras. Tanpa maksud bersikap kasar, itu memang sudah jadi kebiasaan saya sejak kecil,” paparnya.

    Pada November lalu, sifatnya yang emosional itu akhirnya menjadi bumerang. Mifsud terkena kartu merah lantaran menyikut wajah bek West Brom, Carl Hoefkens. Sang pemain mengaku kesal karena baru sepuluh menit laga berjalan kausnya sudah beberapa kali ditarik Hoefkens.

    Hebatnya Mifsud tanpa banyak tingkah saat itu langsung bergegas meninggalkan lapangan. Sehari sesudah laga, ia pun menggelar konferensi pers untuk menyatakan penyesalan dan meminta maaf atas perbuatannya. Seusai menjalani skorsing dalam tiga pertandingan, Mifsud kembali bersinar dengan langsung mencetak dua gol pada awal Desember.

    “Saya lebih suka mengarahkan energi untuk mencetak gol ketimbang marah,” tandasnya kemudian. Salut! (toen)

    Pemain dan Media
    Hubungan Susah-Susah Gampang

    Ada yang ramah, ada yang judes. Ada yang komunikatif, ada pula yang membosankan. Itulah sikap pemain terhadap media, dua pihak yang semestinya saling membantu.

    Pemain terbaik dunia, Roger Federer, terkenal dengan ketenangannya. Petenis Swiss ini pun termasuk sabar menghadapi media, apalagi karena ia menguasai banyak bahasa. Sementara itu, James Blake dari AS terkenal cerdas dalam menjawab.

    Dalam sebuah jumpa pers, misalnya, setelah selesai dengan rentetan pertanyaan dalam bahasa Inggris, Federer akan meladeni para reporter berbahasa Jerman, kemudian yang berbahasa Prancis. Bahkan kadang-kadang ia juga melayani tanya-jawab dengan bahasa Swedia atau Italia. Padahal pertanyaan yang dilontarkan sama.

    Pertanyaan yang dilontarkan reporter sebenarnya bermacam-macam, bukan hanya soal di lapangan tapi juga di luar, dari yang sepele dan penuh canda sampai yang serius, seperti soal doping dan pengaturan skor. Ada pemain yang senang membicarakan masalah pribadi, ada yang tidak.

    David Nalbandian dari Argentina terkenal pelit kata. Jawabannya selalu lebih pendek dari pertanyaan, bahkan tak jarang hanya berupa "ya" atau "tidak".

    Bintang AS, Andy Roddick, termasuk yang tidak disukai media karena sikap yang angkuh dan sengak. Jika pertanyaan tidak berkenan di hati, Roddick akan menjawab dengan sarkastis. Bahkan tak jarang pertanyaan dijawab pertanyaan lagi, misalnya dengan kalimat, "Apakah itu pertanyaan?", sesuatu yang jelas membuat orang jengkel.

    Ivanovic Favorit

    Di bagian putri, Williams bersaudara, Venus dan Serena, selalu berusaha bersikap ramah dan penuh senyum. Namun, di antara banyak pemain, Ana Ivanovic termasuk yang paling difavoritkan. Dara Serbia ini memang tidak hanya dikenal cantik, tapi juga ramah. Hubungan dengan media dianggap peringkat kedua dunia ini sebagai sesuatu yang penting.

    "Ini hubungan rutin dan kita harus cepat terbiasa. Saya senang mendengar pertanyaan-pertanyaan baru yang menarik. Wawancara adalah bagian penting dari pekerjaan ini dan jika kita hanya membicarakan soal forehand dan backhand, sudah pasti membosankan," jelas Ivanovic, seperti dirilis AFP.

    Ratu tenis asal Belgia, Justine Henin, akan berbicara banyak jika ditanya soal tenis, tapi bakal tutup mulut bila disinggung soal pribadi. Sebelumnya, para pemain pro memang sudah diberi pembekalan cara menghadapi media. Namun, tampaknya tak semua pemain bisa menerapkan pembekalan itu. (Rahayu Widiyarti)

    Cari Poin di Beijing

    Dulu, para pemain top tidak menjadikan Olimpiade sebagai prioritas dalam jadwal turnamen mereka. Sekarang mungkin tidak begituu lagi, terutama setelah Asosiasi Tenis Pro (ATP) dan Asosiasi Tenis Putri (WTA) memberikan poin untuk mereka yang bermain di pesta olahraga itu.

    Tahun ini, pihak ATP dan WTA kembali akan memberi poin kepada para peserta cabang tenis di Olimpiade Beijing, 8-24 Agustus. Jadi para pemain akan menganggap pertandingan ini sama penting dengan turnamen perseorangan lain. Tradisi pemberian poin sudah dilakukan sejak Sydney 2000 dan Athena 2004.

    "Olimpiade tetap menjadi bagian penting dari cabang ini dan jadi tambahan yang bagus untuk kalender tahun ini," ujar Ketua Eksekutif ATP, Ettiene de Villiers, seperti dikutip AP.

    Menurut ATP dan Federasi Tenis Internasional (ITF), peringkat dunia akan dijadikan acuan untuk menentukan para pemain yang tampil di Beijing. Masing-masing ada 64 tempat yang tersedia untuk bertanding di tunggal putra dan putri, 56 di antaranya ditentukan lewat ranking.

    Enam pemain akan ditentukan oleh komite Olimpiade ITF, dua lagi dipilih oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) bekerja sama dengan komite Olimpiade berbagai negara dan ITF. Setiap negara dibatasi, mengirim maksimal enam pemain, dengan rincian maksimal empat di tunggal dan dua pasang ganda.

    "Olimpiade 2008 bisa menjadi yang terbaik untuk cabang tenis," komentar Presiden ITF, Francesco Ricci Bitti.

    Cabang tenis akan memulai pertandingan 10 Agustus--dua hari setelah pembukaan--dan berakhir 17 Agustus. Juara bertahan Olimpiade adalah Nicolas Massu dari Cili di putra dan Justine Henin asal Belgia di putri. Massu juga menjuarai ganda putra bersama Fernando Gonzalez, sedangkan juara ganda putri adalah duo Cina, Li Ting/Sun Tiantian. (yuk)

  • Apakah Anda Bos yang Baik?

    catik
    Bos yang baik, dalam tilikan yang paling sederhana bisa dikatakan adalah bos yang bisa memberi kemudahan bagi karyawannya. Yakni, membantu menciptakan situasi yang memungkinkan karyawan bekerja tanpa rintangan. Sederhana bukan? Tapi, implementasinya tentu tak sesederhana itu.

    David Sirota, pimpinan Sirota Survey Intelligence, sebuah lembaga riset di New York memberi panduan lewat buku yang dia tulis bersama dua rekannya, berjudul The Enthusiastic Employee: How Companies Profit by Giving Workers What They Want. Apakah Anda termasuk bos yang baik, atau buruk?

    Mulailah dengan pertanyaan mendasar: Apa yang membuat seorang bos baik di mata karyawan?

    Semua riset yang dilakukan Sirota atas ribuan karyawan sejak 1972, secara konsisten memperlihatkan bahwa secara umum orang punya tiga tujuan dalam bekerja. Pertama, keadilan –mereka ingin merasa bahwa keberadaan mereka diakui dan dihargai sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.

    Kedua, pencapaian –orang ingin bangga dengan perusahaannya dan tempat di mana ia berada. Ketiga, persahabatan, dalam arti hubungan kerja yang baik dan rasa ikut terlibat dalam tim. Jika tiga hal tersebut terpenuhi, Anda punya karyawan yang bersemangat.

    Masalahnya adalah, pada sebagian besar perusahaan, semangat karyawan baru begitu tinggi, tapi kira-kira 6 bulan kemudian menurun secara tajam. Manajemen telah merusaknya. Yang dilakukan oleh bos yang buruk adalah membuat karyawan merasa tidak aman dengan pekerjaannya. Juga, memperlakukan karyawan layaknya anak kecil atau pelaku kriminal daripada orang dewasa yang bisa bertanggung jawab.

    Tanda lain dari bos yang buruk adalah apabila karyawannya mengeluh, “Jika kami melakukan kesalahan, kami dimarahi tapi kalau kerjaan beres tidak ada ada ucapan terima kasih.”

    Tapi, mungkin Anda bertanya, mengapa perusahaan harus peduli apakah karyawannya (masih) bersemangat atau tidak –yang penting kan pekerjaan mereka selesai? Menurut Sirota, banyak bukti persuasif mengenai hubungan langsung antara moral (semangat) karyawan dengan kinerja secara keseluruhan dari perusahaan, termasuk harga sahamnya di pasar. Karyawan yang bersemangat akan memperlakukan customer dengan baik, dan itu akan sangat berbeda dengan karyawan yang sudah tidak bersemangat.

    Tidakkah sebagian besar bos –bahkan yang buruk- berpikir bahwa mereka telah melakukan hal yang benar? Jika Anda seorang manajer, bagaimana Anda mengatakan pada bawahan bahwa Anda bos yang baik, atau buruk?

    Cara yang paling meyakinkan untuk menjawab pertanyaan itu adalah meminta tanggapan dari karyawan. Apa yang mereka pikirkan atas apa yang Anda kerjakan? Di sinilah, evaluasi 360 derajat sangat berguna, karena cara itu memberi kesempatan pada setiap orang untuk mengkritisi Anda secara konstruktif. Jika perusahaan Anda secara formal tidak memiliki program 360 derajat itu, Anda harus mengumpulkan pendapat orang mengenai diri Anda.

    Tapi, berhati-hatilah dengan cara Anda bertanya. Sebab, orang sering takut untuk berkata jujur kepada bosnya. Mungkin Anda perlu sedikit training mengenai bagaimana memulai diskusi, sehingga Anda benar-benar bisa memetik pelajaran yang berharga dari sana. (portalhr)

    Have a positive day!

    The Hidden Power of Meaning - Part 5 - How To Transform Worries & Concerns

    Last week we played with changing frame size as a way of changing meaning to create greater resourcefulness & perspective. There's a connection between meaning & the way you feel about things. In this article, I'll show you some weird questions that can transform the way you feel about problems, worries or fears.

    Practitioners of "The Options Method" have a very interesting view about negative feelings. The idea is that the only reason people feel bad about things is because they think they're supposed to. In general, when people feel bad about something, it's because they think something along the lines of:

    · feeling bad about the thing means they're a good person, or

    · feeling bad about the thing will motivate them to sort it out

    · feeling bad about the thing is their punishment for being bad in some way

    The approach we're exploring here challenges those beliefs.

    1. Make a list of some concerns, things that may have been bothering you until now. This can include changes you may have found difficult to make, problems you haven't been able to solve, even "limiting" beliefs or "negative" feelings.

    For instance, a person's list might read something like this:

    - I'm angry at Bob because he was rude to me in front of my boss

    - I want to get fit, but haven't seemed able to motivate myself to go to the gym

    - I'm in debt, & I'm worried about it

    - I'm afraid of public-speaking, & I have to make a presentation at work

    2. Next, ask yourself how you feel about each item on the list, & make a note of it.

    For example...

    Concern

    Feeling

    I'm angry at Bob because he was rude to me in front of my boss.

    Angry

    I want to get fit, but I don't seem to be able to motivate myself to go to the gym.

    Depressed & frustrated

    I'm in debt, & I'm worried about it.

    Worried

    I'm afraid of public-speaking, & I have to make a presentation at work.

    Stressed

    3. Ask yourself "What connects all of these? What are all these concerns examples of?" Come up with a label, a name for this set of concerns, & make a note of it.

    (For my examples above, possible labels might be "Expectations" or "State Control".)

    4. Choose one of the concerns from the list, & brainstorm your answers to the following questions, making a note of your responses.

    a. What would it mean if I did not feel [feeling / state] about [issue]

    For example:

    Issue

    Feeling / State

    What would it mean if I did not feel worried about being in debt?

    I'm in debt, & I'm worried about it.

    Worried

    · It would mean that I won't be motivated to get out of debt

    · It would mean that I'm irresponsible

    · It would mean that I'm going to end up on the street

    b. What would it mean about ME if I did not feel [feeling / state] about [issue]

    c. What would it mean about THE WORLD if I did not feel [feeling / state] about [issue]

    d. What would it mean about THIS ISSUE if I did not feel [feeling / state] about [issue]

    e. What would it mean about THIS FEELING if I did not feel [feeling / state] about [issue]

    f. Who would I BE if I did not feel [feeling / state] about [issue]

    As you look at the list of possible meanings you've come up with, you might like to remind yourself that you've made these up. They're not actually 'true' per se - they're merely stories that you've been telling yourself until now. And isn't it nice to know that the fact that you've made up these stories means that you can make up new, more empowering stories?

    5. As you look over the list of possible meanings that you've made, ask yourself "What else could this
    mean?"

    Issue

    Feeling / State

    What else could this mean?

    I'm in debt, & I'm worried about it.

    Worried

    · It could mean that I trust that everything's going to be OK.

    · It could mean that I understand that what you focus on increases, so my priority is to start having good feelings about financial matters as I get my spending under control.

    6. Take a few moments to allow your useful learnings & realisations from exploring this particular issue to generalise to the other concerns you identified.

    Semiliar Penonton, 600 Juta Rumah, 202 Negara

    Sejak Arsene Wenger menangani Arsenal pada 30 September 1996, The Gunners selalu menjadi pesaing terberat untuk Manchester United baik di Premier League maupun Piala FA. Sir Alex Ferguson, yang berada di Old Trafford mulai 1986, pun merasakan sikutan-sikutan keras dari The Professor.

    Di Premier League, persaingan kedua manajer dimenangi Sir Alex dengan merebut gelar juara enam kali pada 1997, 1999, 2000, 2001, 2003, dan 2007. Wenger hanya bisa tiga kali menghentikan dominasi United di Premier League dengan menjadi juara pada 1998, 2002, dan 2004.

    Di Piala FA, Wenger unggul dengan empat trofi pada 1998, 2002, 2003, dan 2005, sebaliknya Sir Alex hanya mengoleksi dua gelar pada 1999 dan 2004. Sukses terakhir Arsenal pada 2005 bahkan diraih dengan mengalahkan United di final lewat adu penalti.

    Tapi, di Piala FA 2007/08, United dan Arsenal sudah harus bertemu di putaran kelima alias babak 16 besar. Bisa dianggap final kepagian karena keduanya merupakan tim terkuat di Inggris saat ini. Tengok saja klasemen di Premier League, mereka terus beriringan di posisi pertama dan kedua.

    Aturan Piala FA yang tidak mengenal tim unggulan selalu memungkinkan untuk menghasilkan undian yang mempertemukan tim-tim besar sejak babak-babak awal. Pertarungan The Red Devils dengan The Gunners di putaran kelima ini menjadi gambaran dari tradisi tersebut.

    Pertemuan Sir Alex dengan Wenger kali ini adalah yang ke-34. Dalam 33 duel sebelumnya di berbagai ajang, statistiknya sangat ketat, yakni United menang 12 kali, Wenger menang 11, kali dan sisanya 10 kali imbang. Jumlah menghasilkan gol pun hanya terpaut satu gol, yakni Arsenal di bawah arahan The Professor membuat 39 gol dan United bersama Fergie melesakkan 38 gol.

    Potensi Pasar

    Meski para pemain telah banyak berganti muka serta bintang demi bintang telah datang dan pergi, sosok di pinggir lapangan dalam pertemuan United kontra Arsenal pada satu dekade ini tetap tak berubah, Sir Alex vs The Professor.

    Pertemuan terakhir kedua tim terjadi di Premier League pada 3 November 2007 di Emirates Stadium dengan hasil imbang 2-2. Menurut laporan BBC Sport dan Premiershipglory, pertandingan tersebut disaksikan 1 miliar orang di 600 juta rumah di 202 negara!

    Hal itu pula yang memicu Premier League berencana menambah liga dari 38 pekan menjadi 39 pekan dan satu pekan tambahan atau 10 pertandingan digelar di luar Inggris mulai 2010/11. Meski tergolong kontroversial dan mendapat banyak kritikan, termasuk dari Sir Alex, FA mendukung rencana tersebut karena melihat potensi uang besar yang bisa dikeruk khususnya dari penjualan hak siar.

    Urusan duit bisa mengalahkan segalanya karena sepakbola Inggris kini benar-benar menjadi primadona di jagat raya meski tak berbanding lurus dengan prestasi tim nasionalnya. Benua Asia dan Amerika menjadi target market yang bakal kian diekspansi oleh Premier League.

    Indikasinya, pendapatan dari penjualan hak siar terasa sangat fantastis. Pada 2001, keuntungan dari hak siar adalah 178 juta pound atau 3,2 triliun rupiah. Kini hingga 2010, uang yang dihasilkan dari penjualan hak siar adalah 625 juta pound atau 11,3 triliun rupiah! Jumlah itu hampir setengahnya dari anggaran pemerintah untuk Polri pada 2008 yang mencapai 23 triliun rupiah di mana 60%-nya untuk gaji.

    Sebagian besar pendapatan dari hal siar tersebut datang dari Asia. Sebanyak 16 % di antaranya bahkan hanya didapat dari salah satu pembeli, yakni Broadcaster Now TV yang berani membayar 100 juta pound untuk hak siar hanya di Hong Kong! Belum-belum Hong Kong bahkan sudah melamar untuk menjadi salah satu dari lima tempat yang akan dipilih menjadi host Premier League di luar Inggris.

    Melihat dukungan penuh FA terhadap Premier League dan potensi pasar di Asia, bukan tidak mungkin suatu saat Piala FA pun digelar di luar Inggris. Untuk sementara, bermimpi saja Premier League atau Piala FA digelar di Senayan.

    Kalau PSSI sudah kredibel alias bisa dipercaya, penonton yang datang bukan perusuh hingga pembunuh, infrastruktur dijamin lancar, misalnya tidak ada lagi lampu mati tepat saat pertandingan seperti kala Piala Asia lalu, serta tentunya ada sponsor, bukan tidak mungkin suatu saat kita datang ke Senayan untuk menonton Cristiano Ronaldo dkk. vs Cecs Febregas cs. Tapi, sebelum bermimpi, kita saksikan saja tayangan langsung United kontra Arsenal dari Old Trafford. Dijamin seru! (Yudhi F. Oktaviadhi)

    Giggsy Kenang Gol Terbaik

    Majalah bulanan Shoot di Januari lalu memuat pernyataan tujuh pemain Premier League mengenai gol terbaik versi mereka masing-masing di sepanjang kariernya.

    Kebetulan sekali salah satu yang diwawancarai adalah Ryan Giggs, yang menyatakan gol terbaik versinya sendiri adalah ketika pria Wales itu membobol Arsenal di replay semifinal Piala FA 1998/99!

    Bukan Psy War

    Saat pernyataan ini dikeluarkan bulan lalu, Giggsy belum tahu bahwa lawan Manchester United di putaran kelima adalah Arsenal. Red Devils bahkan saat itu baru bersiap-siap bertandang ke Villa Park untuk menghadapi Aston Villa di babak ketiga Piala FA.

    Jadi, ini bukan sebuah psy war, melainkan benar-benar pernyataan tulus dari si kidal berumur 34 tahun itu.

    Pertandingan pada 1998/99 itu berlangsung di Villa Park setelah laga pertama di stadion yang sama berakhir 0-0. Giggsy mencetak gol lewat solo run pada menit ke-109 extra time (1-1) dan mengantar United menang 2-1.

    “Ketika menerima bola, aku tidak sadar bahwa aku ada di daerah pertahanan United. Tidak ada seorang pun di depanku, sehingga aku berlari membawa bola seorang diri sejauh 40 meter dan berhasil mencetak gol,” kenang Giggs.

    Hampir Kehilangan Kaus

    Menurut pemain bernama tengah Joseph ini, gol tersebut menjadi yang terbaik lantaran membuka peluang Setan Merah untuk meraih treble winner. Saat merayakan gol, ia melepas kaus putih yang dikenakannya lalu memutar-mutarnya di atas kepala.

    Giggs hampir kehilangan kausnya itu setelah beberapa pendukung United memasuki lapangan untuk memeluk dan berusaha mengambil kausnya. “Untung mereka tidak berhasil. Bila tidak, aku akan bertelanjang dada dalam sisa pertandingan itu!” katanya lagi.

  • Wah, Sama-sama Wanita

    Rabu 13 Februari 2008, Jam: 8:59:00

    Berhubungan intim sebelum jadi suami istri, jelas aib dan merupakan perbuatan zina. Tapi ketika sang pacar ternyata perempuan seperti dirinya, Indah, 18, tanpa malu-malu melaporkan Eva, 20, ke polisi. Uniknya, laporan itu ditanggapi dan kini si wanita berjiwa pria tersebut tengah diadili di PN Temanggung.

    Eva secara phisik wanita, tetapi jiwanya lelaki. Karenanya, dia tak pernah tertarik pada pria ganteng yang dikenalinya. Dia baru kontak pendulumnya, ketika bertemu dengan sesama jenisnya. Sayangnya, dia tak pernah berterus terang akan kelainan jiwanya tersebut. Walhasil, keluarganya di Temanggung tetap menganggap Eva sebagai gadis 100 persen, yang siap dipacari dan …..dihamili.

    Lalu, sebagai anak muda di era gombalisasi, Eva juga suka main hape-hapean dan chating di internet. Belum lama ini di dunia maya dia nyangkut pada kenalan baru bernama Indah, asal kota Magelang. Asyiklah mereka bercurhat ria tentang dirinya masing-masing, sehingga keduanya pun lalu bersepakat untuk bisa bertatap muka secara langsung. Dalam pertemuan tersebut, ternyata keduanya cocog. Apa lagi penampilan Eva juga seperti kaum lelaki, suaranya juga berat sebagaimana kaum Adam.

    Indah terus berhubungan dengan “pria” kenalan barunya. Dari kopi darat keduanya melanjutkan dengan kopi ranjang. Indah yang sudah kadung jatuh cinta pada Eva, menuruti saja ajakan mesum tersebut. Di sebuah tempat di kota Temanggung, mereka bersepakat berhubungan intim bak suami istri. Keduanya pun segera

    warming up” sebagaimana lazimnya. Cuma yang aneh, ibarat ngetik Eva ternyata lebih asyik dengan sistem “dua jari” saja, tanpa serangan mematikan di organ intim Indah.

    Begitu terus menerus, membuat Indah penasaran. Saking penasarannya, gadis tersebut segera membetot pakaian yang dikenakan Eva. Nah lho, “pria” yang sangat disayangi selama ini, ternyata juga wanita seperti dirinya. Ibarat listrik, sama-sama bermuatan arus negatif. Jadi kapan nyetromnya? “Ah, kamu penipu, pembohong,” kata Indah merepet-repet, karena kecewa.

    Uniknya, Indah tak menganggap hal itu sebagai aib. Agaknya hubungan intim sebelum nikah dianggapnya sebagai hal biasa. Buktinya, dengan mengatasnamakan rasa kecewanya dia sempat-sempatnya mengadukan kasus tersebut ke Polres Temanggung. Entah pasal apa yang diusungnya. Penipuan, perbuatan tidak menyenangkan, atau pasal kebohongan publik?

    Namun ternyata pihak polisi juga meladeni pengaduan Indah, sehingga akhirnya kasus ini bergulir ke Pengadilan Negri Temanggung. Dalam sidang yang diketuai Hakim Mukhlis SH tersebut, Jaksa Ny. Hermin SH membacakan keterangan medis dari dokter. Isinya menyatakan bahwa organ intim Indah mengalami kerusakan akibat Eva selalu memainkan jari-jemarinya di tempat tersebut.

    Gelisahkah Eva menjadi terdakwa di Pengadilan? Tidak. Justru tempat itu dijadikannya sebagai ajang curhat atas kelainan dirinya sedari kecil. Katanya, meski fisik wanita, tapi dia secara kejiwaan merasa sebagai kaum lelaki. Karenanya dia tertarik pada kaum Hawa. “Saya memang berbuat tak senonoh pada Indah, sehingga dia tahu siapa aslinya saya,” kata Eva dengan tanpa malu-malu.

    Amit-amit, perempuan sama perempuan. Kalau bebek namanya kan gandok.

    Polisi bongkar penjualan wanita
    Tanggal : 13 Feb 2008
    Sumber : Harian Terbit

    JAKARTA - Mabes Polri, Selasa malam (12/2), membongkar sindikat penjualan manusia (trafficking) dengan modus menjadikan mereka sebagai tenaga kerja di Malaysia. Seorang tersangka berinisial Ir atau Am beralamat di Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat, diamankan untuk diamintai keterangan.

    Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Drs Sisno Adiwinoto ketika dihubungi Harian Terbit pagi tadi membenarkan terbongkarnya jaringan penjualan manusia tersebut.

    Modusnya, korban dijanjikan bekerja sebagai penyanyi di sebuah karaoke di Malaysia dengan gaji besar. Tergiur gaji besar, para korban terlena lalu berangkat ke Malaysia. Tapi kenyataannya, mereka dipekerjakan sebagai pelacur.

    Pelaku mengurus dokumen korban tanpa biaya, tapi kemudian para korban diwajibkan melunasi utangnya itu sebesar 4.350 hingga 5.400 ringgit Malaysia setelah menerima gaji/honor sebagai pelacur.

    Informasi yang diperoleh menyebutkan, para korban yang diberangkatkan ke Kuala Lumpur sesampai di Bandara KLIA, dijemput oleh warga Malaysia bernama Al (etnis Cina). Mereka kemudian diinapkan di sebuah rumah khusus yang dikunci dari luar dan paspornya disimpan AI.

    Para korban setiap hari dijemput oleh seorang supir kemudian dibawa ke hotel untuk ditawarkan kepada laki-laki hidung belang. Mereka di antaranya beroperasi di hotel Allson Genesis, Hotel Pudu Raya, Hotel Malaya, dan Hotel Nova Kuala Lumpur.

    "Tarif untuk melayani satu orang tamu biayanya 168 ringgit, diserahkan kepada taukenya Al. Dari tarif itu, 80 ringgit untuk biaya kantor, 40 ringgit untuk tauke, dan 40 ringgit (sekitar Rp100.000) untuk korban," kata Kombes Setyo Wasisto SH, yang merupakan petugas penghubung Polri LSO (liaison senior officer) Polri di KBRI Kuala Lumpur, Rabu.

    Terbongkarnya kasus penjualan manusia tersebut berawal dari laporan masyarakat yang melaporkan ada anggota keluarganya berinisial RN hilang. Setelah dicek ternyata RN telah dipenjarakan oleh polisi Malaysia di penjara Pudu, Kuala Lumpur, karena kasus pelacuran. Tapi vonisnya hanya sampai 5 Februari 2008.

    Setelah bebas ia diserahkan ke KBRI. Di penampungan KBRI, RN bertemu dengan kawannya yang berhasil kabur dari sindikat pelacuran Malaysia. Mulailah mereka mengungkapkan jaringan sindikat ini.

    "Kami (Satgas KBRI) bersama dengan polisi Kuala Lumpur melakukan penggrebekan, Senin malam, di Hotel Malaya, Kuala Lumpur dan berhasil menangkap enam wanita Indonesia yang menjadi korban dan anak buah sindikatnya di Malaysia," kata Setyo.

    Dari hasil penyelidikan, enam wanita Indonesia diamankan dan akan dipulangkan Rabu sore (13/2) ini.

    Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Nasional Solidaritas Perempuan, Salma Sahfitri Rahayan, mengatakan kasus perdagangan wanita di Indonesia sudah puluhan tahun berlangsung dan sesekali terbongkar secara sporadis seperti sekarang ini.

    Tetapi yang penting para pelaku trafficking tersebut harus diseret ke pengadilan untuk diadili dengan UU No21 Tahun 2007 tentang Trafficking.

    UU tersebut mengancam pelaku perdagangan wanita dengan hukuman dan denda cukup berat. Sementara, korban harus diberi kompensasi, rehabilitasi dan ganti rugi.

    Pasal 2 UU 21 Tahun 2007 menyebutkan pelaku traficking diancam hukuman penjara 3-15 tahun dan denda Rp 120-160 juta. Bahkan kalau korbannya sampai meninggal dunia , pelaku diancam hukuman 5 tahun sampai seumur hidup dengan denda Rp 200 hingga Rp 5 miliar.

    Salma mengatakan penanggulangan perdagangan wanita ini juga diatur dalam UU 21 Rahun 2007 pasal 56 yang mengamanatkan pemembentukan gugus tugas baik di pusat mau pun daerah.

    Personal gugus tugas tadi meliputi wakil pemerintah, penegak hukum, ormas, LSM, organisasi profesi dan akademisi. Biaya operasional dibebankan pada APBN mau pun APBD. Ketua gugus tugas di pusat Meneg Pemberdayaan Perempuan dan di daerah dipimpin Kabiro/ Kabag Pemberdayan Perempuan di daerah-dearah.

    Namun demikian, kata Salma, tidak gampang memberantas trafficking karena terkait dengan kemiskinan dan rendahnya pendidikan masyarakat.

    Untuk menekan/menghapus perdagangan wanita ini selain upaya kuratif dan preventif, harus ada perbaikan nyata fundamental ekonomi negara. Selama warga banyak miskin kasus ini tetap ada. (lam/

    Jelang Liga Champions
    Akhir Perjuangan Liverpool?

    Jakarta - Perjuangan Liverpool untuk meraih tropi tersisa di musim ini bisa berakhir lebih cepat. Kedatangan Inter Milan midweek lusa di ajang Liga Champions berpeluang mengubur asa The Reds.

    Kekalahan 1-2 atas tim divisi Championship, Barnsley, di Piala FA akhir pekan lalu adalah bukti terakhir betapa mengkhawatirkannya kondisi Liverpool saat ini. Apalagi kekalahan tersebut mereka derita di Anfield yang merupakan stadion kebesarannya dan terkenal angker itu.

    Sudah jauh-jauh hari Liverpool dicoret dari persaingan Liga Inggris, sementara di Piala Liga mereka juga out menyusul kekalahan atas Chelsea di perempatfinal. Tinggalah Liga Champions jadi satu-satunya tempat Rafael Benitez mengais mencari tropi.

    Sayangnya, satu yang bisa diprediksikan dari perjuangan Liverpool saat ini adalah ekstra berat. Liga Champions adalah arena buat klub terbaik Eropa, dan yang akan membuat langkah pertama mereka babak di knock out makin berat adalah lawan yang akan mereka hadapi yang tak lain merupakan juara Italia, Inter Milan.

    Dilihat dari statistik, mudah saja membandingkan penampilan kedua tim. Selain masih memuncaki klasemen dengan nol kekalahan, pasukan Roberto Mancini baru sekali menelan kekalahan sepanjang musim ini saat bertandang ke Fenerbahce dengan skor 0-1.

    Di Premier League sudah tiga kali Liverpool tumbang, sementara di fase grup Liga Champions mereka dua kali bertekuk lutut. Tambahkan pula kegagalan mereka di Piala Liga Inggris dan FA Cup.

    "Kami harus bermain dengan jauh lebih baik dan mengeluarkan kemampuan terbaik untuk bisa terus melangkah. Itu akan menjadi ujian besar buat kami. Start baik di kandang sendiri akan sangat krusial," ungkap Jamie Carragher di situs resmi klubnya.

    Kenyataan bahwa Liverpool sudah lebih dari sekali tumbang di Anfield sepanjang musim ini membuat Inter datang dengan kepercayaan diri yang tinggi. Tak mau membuang peluang, Nerazzurri memasang target menang di leg pertama, Rabu (20/2/2008).

    "Kami harus berpikir kalau ini bisa menjadi keuntungan. Kami harus mencoba melakukan yang terbaik tanpa berpikir tentang leg kedua di kandang, dan mencoba memastikan lolos sebelum bermain di kandang," seru Julio Cruz.

    Ingat pula bahwa Liverpool lolos ke babak 16 besar dengan mati-matian setelah hanya meraih satu angka dari tiga pertandingan pertama fase knock out. Hanya tiga kemenangan beruntun di laga-laga terakhir yang akhirya mengantar mereka lolos sebagai runner-up Grup A di bawah FC Porto. (din/a2s)

    Kolom Sepakbola
    Tamak (Memang) Tanpa Batas

    London - Anda tidak akan mengerti arti cukup hingga Anda mengerti apa arti berlebihan. Begitu kata pujangga Inggris ternama William Blake hampir 200 tahun silam.

    Kita bisa bercanda dengan mengatakan para pengurus/penyelenggara Liga Inggris divisi utama alias Premier League sudah membaca puisi William Blake berjudul The Marriage of Heaven and Hell -- asal kutipan itu diambil. Dan usulan untuk meregang kompetisi lebih panjang dan memainkan satu pertandingan di luar Inggris adalah upaya untuk memahami apa yang disebut berlebihan, untuk kemudian mengerti apa arti cukup. Satu proses untuk menjadi lebih bijak.

    Namun kita juga bisa mengartikan usulan penyelenggara Premier League itu dengan lebih sederhana, tak usah sok filosofis-puitis: mereka ini memang tamak dan serakah. Titik.

    Logika apalagi yang bisa dikatakan kecuali dua kata itu. Mereka mengerti, dengan adanya teknologi satelit dan televisi, Premier League adalah tontonan olahraga global paling makmur di seluruh dunia. Statistik bisnis jelas membuktikan itu.

    Akan tetapi itu tidak cukup. Mereka ingin mengeksploitirnya lebih lanjut. Ingin mengeruk lebih banyak uang, sekalipun berarti menyerabut apa yang selama ini menyebabkan Premier League menjadi tontonan olahraga yang menarik. Menyerabut nyawa tontonan itu sendiri.

    Liga Inggris menarik karena setiap pertandingan, tak peduli klub kecil atau besar, tak peduli stadion besar atau kecil, selalu dipenuhi oleh atmosfer yang khas. Ada passion -- bolehlah kita terjemahkan sebagai semangat --, cinta, antusiasme, dan juga kadar kebencian terhadap lawan, yang bercampur baur menjadi satu, dari penontonnya.

    Passion inilah yang membentuk atmosfer yang khas itu dan kemudian menyetrum para pemain di lapangan, lalu menjadi proses reciprocal antara pemain dan penonton. Itu semua menjelma menjadi kesatuan irama tontonan yang menggairahkan; menjelma menjadi proses ritual untuk membangkitkan gairah baik untuk pemain maupun penonton.

    Gairah itulah sebenarnya menu utama --ingredient dasar-- tontonan sepakbola Inggris. Vibrasi gairahlah yang sebenarnya menembus ratusan juta layar televisi di seluruh dunia dan dirasakan pemirsanya.

    Para pemain top dunia selalu mengatakan atmosfer kegairahan stadion di Inggris memang khas dan tidak terkalahkan. Di negara Eropa lain tentu saja ada atmosfer semacam itu tetapi tidak merata. Tidak di setiap pertandingan. Bermain di stadion Inggris, kata pemain ini, membuat lupa akan bermain sepakbola sebagai semata sebuah pekerjaan. Ada kenikmatan dalam bekerja.

    Tetapi bayangkan kalau pertandingan Liga Inggris dimainkan di luar negeri. Pertanyaan hipotetis ini setidaknya harus dijawab terlebih dahulu. Masih akan adakah atmosfer itu? Masih akan adakah gairah itu? Masihkah intensitasnya sama? Kalau jawabnya tidak, maka Premier League akan kehilangan elemen paling mendasar dari daya tarik mereka.

    Lebih bijak bagi penyelenggara Premier League mendengarkan keberatan badan sepakbola Inggris FA, badan sepakbola Eropa UEFA, badan sepakbola dunia FIFA, dan terutama tentunya fans sepakbola Inggris sendiri. Kecuali tentu saja kalau uang adalah segalanya. Apa boleh buat.

  • Semua orang bisa jadi PR, di Media?

    my-gurl002
    Pada dasarnya, SEMUA ORANG BISA JADI PR - karena PR adalah profesi
    yang
    terbuka karena dalam praktek, sekarang terjadi mekanisme pasar.Hanya
    ditingkat mana kita bermain.

    Ada 3 tingkatan Technical, Managerial dan Strategis.
    Di tingkat Tehnisi yang dihasilkan adalah produk komunikasi - PRODUK
    berkaitan dengan distribusi, media coverage, dan tanggapan publik. Di
    tingkat ini cukup dilakukan oleh seorang tehnisi komunikasi.

    Di tingkat Managerial yang dihasilkan Kesadaran, Pengetahuan,
    Pemahaman, Sikap dan Perubahan Prilaku. Di tingkat ini perlu seorang
    Manager yang dapat membuat program Komunikasi - PROGRAM

    Di tingkat Strategis, yang dihasilkan adalah peningkatan reputasi,
    brand equity, relationship dan leadership atau kepemimpinan
    organisasi
    - diperlukan program PR atau CAMPAIGN
    Di tingkat ini diperlukan seorang profesional yang mengerti arti
    'positioning' untuk satu lembaga.

    Kemudian kita menggunakan mashab apa, siapa tokoh dibelakang si
    praktisi
    - Kalau PRnya hanya sebatas mengandalkan opini publik, biasanya
    berdasarkan konsep Edward Bernays, kalau praktek PRnya hanya
    mengandalkan media relations, kiblatnya ke Ivy Lee. Kemudian kalau
    arahnya ke Marketing, tokohnya Philip Kotler. Atau kalau PR-nya
    pragmatis saja, tokohnya Frank Jefkins. Kalau PR-nya sudah mengarah
    ke
    strategic management function - tokohnya James Grunig.
    Saya penganut yang terakhir, karena konsep inilah yang menggambarkan
    'futuristik' tantangan PR yang sekarang sedang terjadi.

    Di banyak kampus, keseluruhan praktek PR dalam manajemen, tidak
    banyak
    dibahas kecuali kampus yang sudah menggabungkan konsep PR sebagai
    fungsi manajemen. Di kampus, kebanyakan bergulat dengan teori dan
    pengembangan teori - risetnya kurang, bagaimana aplikasi teori dalam
    praktek?
    Karena itu kampus tidak dapat memberikan solusi total - praktisi
    harus
    masuk ke organisasi profesi yang kredibel - dimana anggota didalamnya
    bergelut dengan PERKEMBANGAN, bukan mandeg dengan kekukuhannya
    sendiri.
    Boleh senior, tapi jam terbangnya kurang bertambah.

    Sekolah lagi untuk apa? Hanya untuk dapat gelar? Cari kampus yang
    miring-miring. Kalau untuk gengsi, cari kampus yang punya Brand,
    untuk
    dapat ilmu dan bisa mempraktekan - lihat kurikulumnya - siapa
    dosennya,
    bagaimana komposisi akademisi dan praktisi.

    Sampai tahap tertentu tidak perlu tahu teori, tabrak jadi aja -
    tetapi
    kalau sudah mau masuk ke 'koalisi dominan' ingin didengar atasan,
    ingin
    punya klien yang berbobot, praktisi harus tahu teori dan
    pengembangannya - untuk dapat menganalisa - kenapa bisa terjadi dan
    bgm
    solusinya.

    BAGAIMANA PR DI MEDIA

    Saat ini sedang terjadi degradasi idealisme media karena persaingan.
    Media bukan lagi berfungsi sebagai 'social control' tetapi sudah
    menjadi bisnis yang penuh persaingan. Faham idealisme lama
    seperti filosofi, moral values dan norma nasional/internasio nal -
    berhadapan dengan tantangan untuk survival, profit, tuntutan pasar,
    rating - sementara di sisi lain, ada peraturan bisnis, kode etik dan
    opini publik.

    Tugas PR di Media - bagaimana memberikan kesadaran kepada publik
    bahwa media sekarang berubah paradigmanya - sehingga program itu,
    ini,
    yang
    dilakukan. Bagaimana media dapat meraih dukungan publik, pemirsa -
    untuk memanfaatkan media itu sebagai sarana informasi.
    Pernahkah kita tahu bahwa mengelola media itu 'berdarah-darah' -
    apalagi untuk TV, hitungan detik. Bisnis media tidak akan
    menguntungkan kalau tidak ditunjang iklan. Bagaimana kita mau
    beriklan
    di media
    tersebut, kalau pembacanya tidak sesuai dengan target market kita,
    karena rubrik yang disampaikan sangat beragam? Fokus, fokus dan
    sekali lagi fokus - kita tidak bisa menjangkau semua publik. PR di
    Media
    harus lebih fokus dengan menganalisa pembacanya - prosesnya timbal
    balik.
    Analisa situasi - redaksi mau kemana - analisa pembacanya - baru buat
    programnya. Ngga gampang yah - perlu pengetahuan, pengalaman dan jam
    terbang.
    Banyak media yang mengatakan 'kami tidak perlu PR' - karena media itu
    sudah berita sendiri - ternyata keyakinan ini keliru dan bertahun
    tahun tidak dapat meningkatkan positioningnya. Datang pendatang baru,
    punya
    uang banyak, strategi bisnis mantap, mulai menggeser pasarnya.
    Semuanya perlu penguasaan - management - bukan prakteknya saja.

    Salam dan selamat berkarya.
    Elizabeth Goenawan Ananto - EGA

    Liga Spanyol Pekan ini
    Sengit di Bawah Madrid-Barca

    Jakarta - Real Madrid dan Barcelona masih mendominasi persaingan di puncak klasemen sementara Liga Spanyol. Namun tiga klub di bawah mereka juga terlibat kompetisi yang ketat.

    Madrid dalam posisi sangat nyaman untuk melakoni pekan ke-23 liga domestiknya minggu ini karena punya jarak cukup jauh untuk dikejar Barca. Berkat kemenangan sensasional mereka atas Valladolid pekan lalu -- menang 7-0 -- dan El Barca ditahan Sevilla 1-1, maka selisih mereka sudah delapan.

    Artinya Bernd Schuster boleh melakukan sedikit perubahan komposisi skuadnya saat menghadapi Real Betis hari Sabtu (16/2/2008) besok. Tujuannya hanyalah agar Raul Gonzalez dkk lebih bugar untuk melakoni agenda Liga Champions-nya melawan AS Roma di hari Selasa.

    Adapun Barca sedikit berbeda. Walaupun dijamin takkan tergusur dari peringkat dua minimal sampai minggu depan, tapi Frank Rijkaard tetap menghadapi tekanan untuk tidak membuat kecewa suporternya.

    Pelatih asal Belanda ini masih diuji lantaran performa Rafael Marquez dkk belum setinggi yang diharapkan. Alhasil, laga melawan Celtic di Eropa tentu saja penting, tapi hasil positif melawan Real Zaragoza pun tetap didambakan fans Blaugrana.

    Yang menarik adalah pertarungan di antara tim peringkat tiga Villarreal (42 poin) dengan Atletico Madrid (41) dan Espanyol (39). Empat klub di bawahnya lagi pun dalam keadaan bersaing, yaitu Racing Santander (34), Sevilla, Almeria dan Valencia, yang sama-sama mengantongi 33 poin.

    Kecuali Almeria yang akan bertemu tim papan bawah Murcia, klub-klub tersebut bakal melakukan pertandingan yang takkan mudah. Villarreal, misalnya, akan dijajal Racing Santander di El Madrigal. Yellow Submarine belum konstisten karena hanya mendulang satu kemenangan dalam liga laga terakhirnya. Racing setali tiga uang. Walaupun lolos untuk pertama kalinya ke semifinal Copa del Rey, tapi mereka tak pernah menang dalam empat laga terakhirnya di liga.

    Duel ketat juga akan berlaku untuk partai Espanyol versus Sevilla, yang seperti ulangan final Piala UEFA tahun lalu. Espanyol kalah empat kali dari lima game terakhirnya, sedangkan Sevilla mulai bangkit setelah menahan Barca 1-1 minggu lalu.

    Tim lain yang perlu diberi perhatian khusus adalah Valencia. Setelah meraih dua kemenangan berturut-turut untuk pertama kalinya sejak November, pasukan Ronald Koeman akan melawat ke kandang Getafe.

    Jelang MU vs Arsenal
    Wenger Dipusingkan Cedera

    London - Arsenal mengalami masalah dengan cedera dalam persiapannya bertemu Manchester United di babak V Piala FA. Dua pemain masuk skuad lagi, tapi ada tiga yang absen. The Gunners bisa tanpa 10 pemain.

    Melawat ke Stadion Old Trafford, Manchester, Sabtu (16/2/2008), Arsenal sudah bisa diperkuat lagi oleh Emmanuel Eboue dan Kolo Toure. Dua pemain itu sudah kembali ke Inggris seusai memperkuat Pantai Gading di Piala Afrika.

    Namun di sisi lain, manajer Arsene Wenger justru dipastikan tidak akan bisa menampilkan Gael Clichy dan Bacary Sagna. Bila Clichy didera cedera hamstring, maka absennya Sagna adalah karena persoalan pribadi. Sementara Philippe Senderos juga diragukan karena cedera lutut dan pahanya belum pulih.

    "Tidak ada yang masuk skuad lagi setelah Senin malam," ujar Wenger merujuk pada partai kontra Blackburn Rovers seperti dilansir situs resmi Arsenal. "Kami punya skuad yang sama ditambah Toure dan Eboue."

    Bila Senderos, Clichy dan Sagna akhirnya tidak bisa pulih maka Arsenal akan memiliki 10 pemain yang harus diparkir karena sejumlah alasan. Tujuh pemain lain yang terpaksa minggir adalah Johan Djorou, Robin van Persie, Abou Diaby, Manuel Almunia, Denilson, Tomas Rosicky dan Theo Walcott.

    Khusus bagi Walcott, cedera yang didapat sebelum melawan Blackburn tersebut benar-benar merugikannya. Pasalnya, ia sebetulnya memiliki kesempatan untuk bermain menghadapi MU.

    "Theo disiapkan bermain melawan Blackburn tapi dia mengalami masalah dengan pahanya. Dia tidak tampil Sabtu nanti meski saya ingin memainkannya di sana," keluh Wenger.

    Dengan situasi sulit seperti ini, skuad macam apa yang akan diterjunkan Wenger akhir pekan nanti?

    "Sekuat mungkin. Agar kami memiliki kesempatan yang besar untuk menang tanpa merisikokan sisa musim ini dengan cedera. Saya akan sangat sibuk memikirkan apa yang akan saya lakukan dan bagaimana melakukannya," tutup Wenger.

    Irit Tenaga Demi Eropa

    Jakarta - Inter dan AC Milan boleh jadi tidak akan menghabiskan semua tenaganya di akhir pekan ini karena punya agenda lebih penting: Liga Champions. Sedikit pengecualian untuk AS Roma.

    Inter boleh dibilang tak punya beban apapun saat menghadapi Livorno hari Sabtu (16/2/2008) besok, kecuali "malu" jika kalah dari sebuah tim papan bawah, di kandang sendiri pula. Juga, hal terburuk apabila ditekuk Livorno adalah rekor tak terkalahkan mereka berakhir.

    Tapi itu menjadi kurang penting karena Inter sudah jauh meninggalkan lawan-lawannya di persaingan Seri A. Delapan poin adalah jarak yang cukup nyaman untuk sedikit "berpaling" ke kompetisi besar yang menjadi incaran lain Nerazzurri.

    Setelah meladeni Livorno, pada hari Selasa nanti Javier Zanetti dkk akan menghadapi Liverpool di pertandingan pertama babak knockout. Pertarungan ini tentu sangat penting dan berat untuk dilakoni karena digelar pula di markas lawannya, Anfield.

    Tak berlebihan jika Roberto Mancini mengistirahatkan banyak pemain intinya saat melawan Livorno di Giuseppe Meazza. Dua di antaranya sudah dinyatakan takkan main, yaitu Zlatan Ibrahimovic dan Julio Cruz. Ini sekaligus memberi ruang bagi penyerang belia Mario Balotelli untuk menunjukkan bakatnya lagi.

    Memarkir regular squad mungkin dilakukan pula oleh Milan yang pada Rabu nanti harus menjajal Arsenal di Emirates Stadium. Mutlak anak-anak Carlo Ancelotti harus dalam kondisi terbaik untuk menghadapi klub tangguh Inggris itu, apabila tak mau kehilangan lebih cepat tropi Eropa yang mereka rebut musim lalu.

    Pekan ini Rossoneri melawat ke Parma, yang juga masih beredar di zona papan bawah. Meski demikian Milan pun akan tetap ngotot menguber kemenangan untuk mendekati targetnya finis minimal di posisi empat besar. Hasil seri 1-1 melawan Livorno kemarin tidak membantu mereka pada percepatan itu.

    Wakil Italia lain yang akan tampil di kelas Eropa, Roma, semestinya bisa mengirit sedikit tenaga. Hanya saja mereka bertemu tim kuat, yang sedang membidik tempat mereka di peringkat dua: Juventus.

    Walaupun pelatih Luciano Spalletti mulai tak yakin Roma mampu mengejar Inter, tapi posisi dua takkan ia lepaskan begitu saja. Menjadi runner up liga membuat mereka otomatis lolos ke fase grup Liga Champions tanpa melalui babak kualifikasi.

    Itu pula yang memotivasi Juventus untuk meraih hasil positif di Stadio Olimpico Grande, Turin. David Trezeguet cs punya kesempatan untuk memanfaatkan konsentrasi Il Lupo yang mungkin sedikit terpecah karena tiga hari kemudian akan menghadapi klub besar Real Madrid di Liga Champions.

    Fabregas Ingin Makin Lama di Arsenal

    London - Gelandang Arsenal Cesc Fabregas mengungkapkan dirinya tengah bicara dengan klubnya soal perpanjangan kontrak, walaupun kontrak terakhirnya saja masih berlaku sampai 2014.

    Tahun 2006 silam Fabregas menandatangani kontrak dengan durasi delapan tahun. Namun derasnya minat dari dua klub raksasa Spanyol, Barcelona dan Real Madrid, membuat Arsenal berupaya memagari aset berharganya itu.

    Bahkan sejumlah media di Spanyol melempar spekulasi bahwa petinggi-petinggi Barcelona tengah mendekati manajer Arsenal, Arsene Wenger, untuk menjadi pelatih mereka musim depan. Hal ini membuat Fabregas makin potensial pindah.

    Tapi Fabregas berusaha menenangkan Arsenal dan menyatakan dirinya tidak tertarik untuk pulang ke Spanyol. Ia sepertinya ingin makin lama mengabdi kepada The Gunners.

    "Saya punya kontrak yang mengikat hingga tahun 2014. Masih ada enam tahun tersisa dan saya tengah bicara dengan klub saya yang tertarik menegosiasikannya," ucap Fabregas kepada Cadena Ser dan dikutip Sky.

    Gelandang berusia 20 tahun itu datang ke Arsenal selepas menjalani masa pendidikannya di akademi Barcelona. Karena itu Fabregas tak mengelak bahwa dirinya menyukai Barca.

    "Saya bangga dikait-kaitkan dengan Barcelona. Saya berasal dari sana dan pernah bermain di sana," imbuh pemain yang sudah mencetak 11 gol dari 29 penampilannya bersama klub London utara itu di musim ini.

    "Tapi sekarang yang saya pikirkan hanyalah memenangi sebanyak mungkin gelar bersama Arsenal," tutup Fabregas kalem.

  • Kiai Organik v Kiai Karbitan

    Oleh Abd A’la

    Fenomena sosial keulamaan di Indonesia memperlihatkan adanya -minimal dua kategori ulama Indonesia- kiai organik dan kiai karbitan. Munculnya kategori itu sampai derajat tertentu tidak bisa dilepaskan dari seluk beluk kehidupan sosial politik yang berkembang di Indonesia akhir-akhir ini.

    Kiai adalah ulama khas Indonesia yang merujuk kepada para tokoh yang alim dalam bidang keagamaan Islam dan sekaligus memiliki akar kuat dalam tradisi dan budaya lokal Nusantara.

    Selain berwawasan luas mengenai ilmu-ilmu "agama" dan memiliki aura ilahiyah, mereka juga memiliki kearifan yang tecermin dalam pandangan dan sikapnya yang menyejukkan dalam merespons suatu atau beragam persoalan. Kiai memiliki kemampuan untuk mendialogkan prinsip-prinsip ajaran Islam dengan realitas temporal dan lokal.

    Dalam menyelesaikan atau memberikan pertimbangan mengenai suatu masalah, kiai sering memberikan solusi alternatif dan sejauh mungkin menghindari pemberian keputusan hitam-putih.

    Sebelum itu, kiai pada umumnya lebih banyak mendengarkan dibandingkan dengan mendominasi pembicaraan. Kiai semacam itu adalah kiai organik, yang dibentuk, dibesarkan, serta bersikap dan bertindak atas nilai-nilai keulamaan dan keindonesiaan.

    Karakteristik kiai organik ini menjadikan hubungan kiai dengan masyarakat begitu dekat, tapi sekaligus tidak lebur. Pada satu sisi, kiai dengan berpegang teguh pada prinsip ajaran, selalu menyambut dengan terbuka kehadiran masyarakat dengan keragaman budaya dan tradisi yang dibawa mereka, dan pada sisi yang lain, masyarakat -karena keramah-tamahan dan aura moralitas kiai- selalu merindukan untuk "dekat" dengan kiai.

    Karena itu, kiai organik selalu mengedepankan langkah-langkah yang penuh kearifan. Tindakan KH Hasyim Asy’ari (w. 1947) dalam pendirian Pesantren Tebuireng Jombang bisa diambil sebagai contoh menarik.

    Pada saat itu, Tebuireng dikenal sebagai daerah yang penuh kriminalitas dan jauh dari nilai-nilai moral agama. Penduduknya banyak yang tidak agamis, perampok, pejudi, pemabuk, dan sejenisnya.

    Untuk "mengislamkan" mereka, Hasyim tidak melakukan tindak kekerasan melawan mereka, tapi justru melalui pendirian pesantren. Melalui pesantren itu, Hasyim mengenalkan nilai-nilai moral Islam secara bijak sebagaimana telah dilakukan Wali Songo dalam melakukan dakwah kepada masyarakat Jawa pada masa sebelumnya.

    Kearifan kiai itu terus berlanjut hingga Indonesia berada dalam alam kemerdekaan. Misalnya, dalam perspektif para kiai, yang awalnya dimotori antara lain oleh KH Ahmad Siddiq, Pancasila telah diterima sebagai dasar yang absah bagi negara Indonesia yang berpenduduk mayoritas muslim.

    Kiai Karbitan

    Namun, akhir-akhir ini beberapa orang yang bergelar kiai tidak menampakkan jati diri mereka yang organik dan genuine. Pada sebagian mereka, nilai-nilai luhur yang dulunya nyaris menjadi bagian intrinsik kepribadian kiai, sekarang mulai memudar.

    Itu tampak jelas pada munculnya sikap, pernyataan, atau tindakan segelintir kiai yang membuat gerah bukan hanya kalangan nonmuslim, tapi juga umat Islam sendiri.

    Dalam mengeluarkan pernyataan atau tindakan, mereka sering kehilangan kearifan yang dapat mencerminkan keluasan wawasan pandangan dan kesabaran mereka. Alih-alih, mereka terjebak pada pengedepanan sikap apriori dan gampang membuat pernyataan yang beroposisi biner, dikotomis hitam-putih. Mereka mulai senang membuat kriteria sendiri mengenai fenomena yang berkembang, dan pada gilirannya gampang menuduh negatif orang atau kelompok lain secara simplistis.

    Keterjebakan mereka ke dalam sikap yang sarat dengan nuansa reaktif itu berpulang kepada berbagai kemungkinan. Salah satunya adalah kekurangluasan wawasan mereka mengenai tradisi dan budaya Indonesia atau seluk-beluk kehidupan sosial-budaya global. Mereka jadi kurang mampu memilah antara aspek sosial dan aspek teologis, atau antara nilai-nilai universal agama dan nilai agama yang bersifat partikular. Di antara mereka -tidak diragukan lagi- banyak yang hafal Alquran dan hafal beribu-ribu Hadits, tapi pemahaman mereka parsial dan kurang memiliki kemampuan untuk melakukan kontekstualisasi.

    Kemungkinan yang lain, mereka selain lemah dalam bidang pemahaman keagamaan yang holistic -serta lemah dalam pemahaman tradisi dan budaya lokal- mereka juga memiliki pandangan pragmatis dan jiwa avonturisme. Dunia politik yang menjanjikan dan masih kuatnya politisasi agama -di mana kiai memiliki peran besar dalam dunia keagamaan, terutama pada masyarakat pedesaan- mengantarkan orang-orang tertentu menjadikan simbol kiai sebagai alat mengeruk keuntungan.

    Mereka itu juga tidak memiliki konsistensi pandangan sebagaimana dulu dianut para kiai. Ke mana angin bertiup, ke sana langkah diayuhkan. Ironisnya lagi, kiai model ini mulai memisahkan diri dari masyarakat kecuali jika punya kepentingan tertentu yang lebih banyak bersifat subjektif.

    Tokoh semacam itu merupakan kiai karbitan karena tidak memahami seutuhnya budaya dan tradisi Indonesia, sebagaimana pula kurang menguasai seluk beluk persoalan global. Di atas semua itu, integritas moralnya sangat diragukan. Mereka tampak seperti kiai, bahkan matang di permukaan, padahal moralitas di dalamnya bukan hanya tidak manis, tapi bahkan mengarah kepada pembusukan.

    Abd A’la, staf pengajar pada Program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya

    Inilah yang harus kita tiru.

    Syallom teman teman PARTAI DAMAI SEJAHTERA,

    E mail ini kami tujukan khusus untuk seluruh PENGURUS, baik dari Pusat sampai ke Cabang, lalu kepada seluruh Anggota Partai Damai Sejahtera berikut seluruh simpatisannya baik yang tinggal di Indonesia maupun dimancanegara.

    Dua hari yang lalu bangungan yang telah berusia 600 tahun yang bernama Nam Dae Moon itu terbakar di tengah kota Seoul, Republik Korea, hal ini sungguh mengejutkan seluruh bangsa Korea, tak seorangpun yang bisa menganalisa, tentang sebab musabab kebakaran itu, kalau kebakaran itu diperkirakan karena adanya hubungan pendek arus listrik, hal itu dapat dikatakan amat tidak mungkin, karena pemasangan jaringan listrik di Korea itu tepat sesuai dengan prosedur pemasangan listrik dan tidak ada seorang Instalatir listrik pun yang berani berani menyelewengkan prosedur itu.

    Kalau kita katakan bahwa bangungan itu dibakar oleh seseorang, tentunya siapa yang mau membakar bangunan bersejarah itu yang tetap berdiri teguh walaupun terjadi perang di Korea, dan dengan motiv apa orang itu berani beraninya membakar bangunan yang menjadi kebanggaan bangsa Korea itu?

    Namun dalam waktu dua hari saja, Polisi Korea sudah bisa menangkap pelaku pembakaran itu dan pelaku itu telah mengaku bahwa dia adalah orang yang membakar bangunan itu.

    Nah, hebat bukan? Hal demikian harus kita acungi jempol dan harus kita tiru.

    Bagaimana caranya Polisi Korea dengan mudah menangkap pelakunya? Itulah yang harus kita selidiki dengan cermat dan harus kita terapkan di Indonesia untuk membuat Indonesia sehat walafiat seperti yang selalu didengungkan oleh PARTAI DAMAI SEJAHTERA, yaitu DAMAI NEGERIKU, SEJAHTERA BANGSAKU.

    Marilah kita pelajari setapak demi setapak:

    Seluruh bangsa Korea sejak dari Sekolah Taman Kanak Kanak sampai ke tingkat lanjutan yang paling atas, selalu diberi pelajaran CINTA PADA TANAH AIRNYA, dan mereka itu semuanya sudah dilatih dari kecil untuk selalu disiplin dan tidak mau main tipu menipu, walaupun hal itu sungguh sulit untuk dipraktekkan dalam kehidupan sehari hari.

    Setiap bangsa Korea mengetahui bahwa walaupun tidak ada yang tahu, tetap TUHAN tahu akan segala sesuatu yang kita lakukan, dan tak segan segan, PRESIDEN KOREA pun tak luput dari PENJARA kalau memang beliau berbuat sesuatu yang curang kepada bangsanya, dan hal ini perlu diterapkan di Indonesia, agar seluruh rakyat amat mempercayai kepemimpinan dari negara itu, dan untuk kita yang berada didalam PARTAI DAMAI SEJAHTERA, kami harapkan system ini sudah kita terapkan mulai dari sekarang juga, sehingga seluruh Anggota dan Simpatisan PARTAI DAMAI SEJAHTERA bisa benar benar mempercayai kepemimpinan dari Dewan Pimpinan Pusat PARTAI DAMAI SEJAHTERA dan tidak main selonong selonongan yang bukan bukan.

    Kita akui bahwa PARTAI DAMAI SEJAHTERA pun pernah diselonong oleh seseorang yang imbasnya sampai di Dewan Pimpinan Komisariat PARTAI DAMAI SEJAHTERA di Republik Korea, tetapi demi ketertiban yang selalu kita emban bersama, PARTAI DAMAI SEJAHTERA ini tetap bisa berdiri teguh, bahkan sekarang sudah bisa bergabung dengan Partai Partai lain yang sehaluan sehingga PARTAI DAMAI SEJAHTERA ini boleh menjadi PARTAI pengikut PEMILIHAN UMUM di tahun 2009 nanti.

    Memang kadang kadang kita harus terpaksa merasa sakit, kalau kita menghadapi selonong selonongan seperti itu, tetapi kalau kita sendiri itu tertib dalam segala hal, kesalahan sedikit yang dengan tak disengaja terjadi, itupun bisa diluruskan oleh Tuhan kita, karena kita memiliki Tuhan yang tidak suka menyelonong.

    Berbicara tentang Tuhan, kita bisa mengetahui dengan jelas, bahwa jarak antara bumi dan matahari itu tidak pernah berubah, karena kalau bumi itu berjauhan sedikit dari Matahari, maka bumi akan menjadi dingin, dan kalau bumi mendekati Matahari sedikit saja, maka Bumi akan menjadi panas. Dalam hal ini hanya ulah kita sendiri yang kurang konsisten, sehingga kita banyak bertindak secara kurang bijaksana, yaitu memotong pohon pohonan karena hanya kepingin mendapatkan uang saja, mengambil hasil tambang tanpa perhitungan juga akan menghasilkan hal hal yang kurang baik, oleh karena itu kami anjurkan kepada seluruh teman teman di PARTAI DAMAI SEJAHTERA, marilah kita selalu tertib dalam segala bidang, dan menggunakan akal sehat kita untuk mengatasi semua tindakan kita yang kurang bijaksana ditahun tahun yang lalu.

    Kembali kepada bangsa Korea, mereka dengan amat tertib melatih seluruh anak anak mereka untuk mencintai bangsa dan negaranya, hal inilah yang perlu kita terapkan di Indonesia mulai sekarang juga.

    Dengan bekal itulah maka Polisi Korea dengan mudah mengetahui siapa pelaku dari pembakaran bangunan Nam Dae Moon itu, setelah melihat dengan teliti, bahwa sebelum bangunan itu terbakar, ada seseorang yang dengan tangga telah menaiki bangunan itu, kemudian orang tersebut naik taxi yang nomernya juga tercatat dalam rekaman CCTV itu.

    Dari situlah awal mula dari praduga tidak bersalah dari seluruh Polisi di Korea, dan dari rekaman CCTV itu bisa dikembangkan pencarian pelakunya dengan amat jeli dan cepat dengan system yang telah mereka kuasai bersama, oleh karena itu dalam waktu hanya dua hari saja, pelakunya sudah bisa ditampilkan di layar Televisi Korea.

    Kita semua harus bisa melakukan hal hal yang sama seperti bangsa Korea ini, karena bangsa Indonesia juga memiliki kemampuan yang sama dengan bangsa Korea, jika kita memiliki ketertiban yang sama pula.

    Selamat berjuang teman temanku, mari kita sukseskan negara kita, karena hanya kita sendirilah yang bisa menyelesaikan masalah itu, bukan bangsa lainnya.

    Salam dalam kasihNYA

    Health Tip: Don't Use a Hot Tub During Pregnancy
    (HealthDay News) - While a hot bath may sound like a great way to soothe aching muscles during pregnancy, becoming overheated in a hot bath or a hot tub poses risks for a developing fetus, the American Pregnancy Association says.

    So using a hot tub is generally not recommended for pregnant women.

    If you decide to take a bath, the association offers this advice on how to do it safely:

    * Don't let the water get too hot, whether it's in a bath or hot tub.
    * If you do choose to use a hot tub, don't stay for more than 10 minutes.
    * Body temperatures of 102.2 degrees Fahrenheit or higher can be dangerous for a fetus, so take your temperature regularly to be sure it is not too high.
    * If you start to feel uncomfortable, sick, or notice that you've stopped sweating, get out of the water as quickly as possible.

    Source: Yahoo! News

    Indonesia Harus Lepas dari Ketergantungan Asing
    Sabtu, 9 Februari 2008 | 04:31 WIB

    Jakarta, Kompas - Untuk membangun pertahanan nasional yang memadai, Indonesia sebaiknya mulai melepaskan diri dari ketergantungan pengadaan senjata dari luar negeri. Perwujudan langkah itu merupakan upaya menjawab satu persoalan dasar tentang lemahnya kondisi pertahanan nasional.

    Hal itu diungkapkan peneliti dari LIPI Sri Yanuarti, Jumat (8/2) di Jakarta. Selain minimnya anggaran pertahanan, persoalan lain yang dihadapi adalah pengembangan industri militer dalam negeri.

    Indonesia, ujarnya, memiliki modal besar untuk pengembangan industri militer. Selain bahan material, Indonesia juga memiliki banyak ahli. Namun, pemerintah harus berani menyediakan diri untuk riset yang serius dan memadai serta waktu yang cukup agar misi itu terwujud.

    Selain itu, Yanuarti mengakui, diperlukan komitmen yang kuat dari pemerintah. DPR sebagai representasi warga dan memiliki wewenang terhadap anggaran negara dapat mendorongnya.

    Desain pertahanan

    Namun, untuk itu, pemerintah pun harus siap dengan desain postur pertahanan nasional yang hendak dicapai. Dengan desain itu, pemenuhan kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) sesuai dengan kondisi geografis dan bentuk ancaman yang mungkin terjadi.

    Untuk jangka pendek, Yanuarti memahami jika Indonesia masih harus tergantung kepada produsen senjata di luar negeri. Namun, untuk jangka panjang, dengan adanya desain itu, Indonesia dapat memenuhi kebutuhannya sendiri.

    Dihubungi secara terpisah, anggota Komisi I DPR Yudi Chrisnandi setuju dengan gagasan bahwa Indonesia harus mengurangi ketergantungan kepada pihak asing dalam persoalan persenjataan. Minimnya anggaran pertahanan harus disikapi dengan pengelolaan anggaran yang efisien. Ia juga meragukan pemenuhan kebutuhan alutsista selama ini sesuai dengan kebutuhan.

    Menurut dia, ada unsur kepentingan pemasok yang memengaruhi proses pembelian senjata. ”Kondisi seperti itu tentu menggerogoti anggaran pembelian senjata yang hanya sekitar 45 persen dari total anggaran untuk pertahanan,” kata Yudi.

    Bagi anggota Fraksi Partai Golkar itu, memperkuat industri pertahanan dalam negeri adalah kewajiban. Baginya, semua persenjataan yang dapat diproduksi di dalam negeri harus dibuat di dalam negeri. Industri pertahanan di Indonesia sudah mampu memproduksi senjata serbu, kapal patroli cepat, hingga kendaraan berlapis baja.

    Peralatan di Kodam

    Dari Palembang, Sumatera Selatan, dilaporkan, sejumlah persenjataan berat berupa artileri pertahanan udara milik Komando Daerah Militer (Kodam) II/ Sriwijaya tak terpakai lagi karena usianya relatif tua. Selain itu, mobilitas kendaraan tempur lapis baja, berupa panser dan tank, juga tidak maksimal karena termakan usia.

    Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Mochammad Sochib, Jumat di Palembang, mengatakan, kondisi senjata perorangan sejauh ini tidak ada masalah. Tetapi, senjata artileri pertahanan udara, yang dibuat sebelum tahun 1960-an, sudah tidak bisa digunakan lagi.

    ”Dengan adanya instruksi Presiden, kami sementara tak mempergunakan senjata artileri pertahanan udara itu. Maksimal hanya digunakan untuk latihan menembak sangat terbatas,” kata Sochib. (jos/wad)

  • Soeharto pun Tandatangani "Kontrak Mati" di Bosnia

    Oleh Arnaz Ferial Firman

    Jakarta (ANTARA News) - Sejak berkuasa di Indonesia dengan berbekal Supersemar hingga wafatnya, Soeharto terus menjadi bahan pembicaraan kontroversial.

    Sepekan setelah wafatnya presiden kedua RI, yang memimpin Indonesia selama 32 tahun itu, giliran sampul majalah Tempo yang diprotes umat Katolik.

    Soalnya, sampul itu bergambar keluarga Soeharto yang berkegiatan mirip dengan lukisan "Perjamuan Terakhir" dan hal itu oleh umat Katolik dianggap menghina kepercayaan mereka.

    Ketika Soeharto dirawat di rumah sakit sejak 4 Januari hingga wafatnya pada 27 Januari, pendapat pro dan kontra juga terus bermunculan, termasuk pro dan kontra mengenai peliputan oleh media massa yang gencar hingga pemakaman Soeharto pada 28 Januari.

    Bagi banyak orang, kenyataan itu juga cermin bahwa selama Soeharto menjadi presiden kedua, mulai 1967 hingga 21 Mei tahun 1998, banyak yang terjadi di sekitar dia, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

    Kegiatan Soeharto yang banyak mendapat perhatian, salah satunya, adalah ketika pada awal dasawarsa 1990-an dia berkunjung ke kawasan Bosnia saat perang saudara Bosnia-Herzegovina bergolak.

    Ketika itu, dia ingin menunjukkan simpati kepada kaum Muslim di sana, yang dalam posisi sebagai minoritas menjadi bulan-bulanan kelompok etnis lain.

    Walaupun ketika itu di sana terdapat banyak faksi yang sulit ditebak posisinya, Soeharto memutuskan pergi ke Bosnia untuk menengahi konflik yang telah menimbulkan korban jiwa ribuan orang itu.

    Pada awal Maret 1995, Soeharto, yang seperti biasa didampingi beberapa pembantu terdekatnya, seperti Mensesneg Moerdiono dan Menlu Ali Alatas mengadakan lawatan ke Eropa.

    Dalam agenda kunjungan itu, Soeharto juga akan ke Sarajewo, ibukota Bosnia, yang ketika itu menjadi kawasan perang yang brutal.

    ABRI mengirimkan pasukan pendahulunya untuk menyiapkan kedatangan Soeharto beserta rombongan ke Bosnia, termasuk melakukan pendekatan kepada pemerintah Bosnia serta berbagai faksi yang sedang berseteru.

    Ketika rombongan Presiden RI tiba di Eropa, belum ada kepastian bisa tidaknya rombongan itu ke Bosnia. Dalam suasana belum pasti itu, sebuah pesawat milik PBB yang melintas di Bosnia ditembak jatuh pada 11 Maret 1995.

    Kejadian itu memberikan tekanan yang tinggi bagi rombongan Indonesia yang ingin ke Bosnia tersebut.

    Namun, Soeharto memutuskan tetap pergi ke medan tempur itu pada 13 Maret, atau dua hari setelah pesawat PBB ditembak jatuh.

    Persiapan pun terus dilaksanakan, mulai menyiapkan substansi pertemuan hingga persiapan pengamanan.

    Puluhan wartawan yang menjadi bagian rombongan kunjungan presiden pun berharap bisa ikut penerbangan "berani mati" ke kawasan yang ketika itu sedang diwarnai pertumpahan darah itu.

    Maka, mulai lah banyak rayuan yang disampaikan ke Moerdiono, penanggung jawab perjalanan, agar bisa masuk dalam daftar yang ikut ke Sarajevo, ibukota Bosnia.

    Upaya rayu-merayu itu berjalan alot, karena sudah dipastikan bahwa jumlah rombongan yang akan ikut Soeharto ke Bosnia itu sangat terbatas.

    Akhirnya Moerdiono memutuskan bahwa hanya dua wartawan yang akan ikut terbang ke Bosnia, yakni dari LKBN ANTARA serta RRI.

    Alasan pemilihan itu akhirnya dapat diterima oleh puluhan wartawan lainnya. Dua wartawan itu kemudian mendapat tugas untuk membuat laporan kepada teman-teman wartawan yang tidak ikut dalam penerbangan itu, walaupun ketika itu belum diketahui cara melaporkan berita kepada mereka dan kepada redaksi masing-masing.

    'Kontrak mati'

    Akhirnya Presiden Soeharto berangkat dari Kroasia ke Sarajevo, ibu kota Bosnia Herzegovina, pada 13 Maret 1995.

    Jumlah penumpang pesawat buatan Rusia itu hanya 15 orang yang terdiri atas seorang wanita petugas PBB, serta 14 orang Indonesia.

    Soeharto, didampingi Moerdiono, Ali Alatas, diplomat senior Nana Sutresna, ajudan Kolonel Soegijono, Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden Kolonel Sjafrie Sjamsoeddin, juru foto kepresidenan Saidi, serta beberapa orang lainnya, termasuk ANTARA dan RRI.

    Para wartawan yang tinggal di Kroatia kemudian menyalami ANTARA dan RRI di tangga pesawat dan pada wajah-wajah mereka tampak jelas kekhawatiran atau ketakutan akan nasib rombongan ini. Mungkin juga, perasaan kurang beruntung karena mereka tidak bisa turut.

    Tidak lama setelah pesawat PBB itu tinggal landas dari Kroasia, seluruh rombongan mendapat sebuah formulir berbahasa Inggeris yang harus ditandatangani semua orang, termasuk Soeharto.

    Formulir itu berupa penegasan bahwa PBB tidak akan bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam penerbangan itu.

    Walau sempat ragu-ragu, tidak ada lagi yang bisa dilakukan kecuali menandatangani kontrak itu. Terlihat juga Soeharto, Moerdiono, Ali Alatas membubuhkan tanda tangannya dalam formulir tersebut.

    Setelah terbang sekitar satu jam, akhirnya pesawat buatan Rusia itu mendarat dengan mulus di Sarajevo.

    Sambil mengenakan rompi anti peluru ANTARA pun dengan tergesa keluar pesawat agar bisa memotret Soeharto turun dari pesawat.

    Ketika itu, Soeharto mendapat pengawalan sangat ketat oleh pasukan bersenjata PBB serta Paspampres.

    Kemudian anggota rombongan diperintahkan segera masuk ke kantor PBB di bandara itu sambil menunggu persiapan ke kantor pemerintah setempat di tengah kota.

    Untuk rombongan itu, PBB menyediakan beberapa kendaraan lapis baja pengangkut personel (armoured personel carrier/APC) .

    Soeharto yang juga naik APC disertai ajudan dan pengawal serta seluruh anggota rombongan kemudian berangkat ke pusat kota Sarajevo dengan mendapat pengawalan yang super ketat.

    Begitu sampai di pusat pemerintahan Bosnia, Soeharto langsung mengadakan pertemuan tertutup dan anggota rombongan lainnya tidak diperkenankan pergi ke tempat lain agar terhindar dari kemungkinan serangan bersenjata dan penembak gelap.

    Sambil menunggu, ANTARA dan RRI mulai gelisah karena tidak tahu cara untuk mengirim berita. Akhirnya berkat bantuan juru foto Saidi, kedua wartawan ini bisa berbicara dengan Dan Grup A Paspampres Kolonel Sjafrie untuk memakai pesawat telepon langsung yang disiapkan untuk Soeharto.

    Tanpa memakai kode akses lokal atau internasional, giliran pertama diberikan kepada wartawan RRI untuk langsung menelepon ke kantornya di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

    Ketika itu dia langsung bisa mengudara dan laporan berita olah raga yang ketika itu, sekira pukul 20.10 WIB, sedang disampaikan RRI di sela laporan langsung dari Bosnia.

    Kemudian giliran ANTARA menelepon ke Jakarta dan dilanjutkan ke wartawan-wartawan yang menunggu di Kroasia untuk memberikan laporan mengenai kunjungan Soeharto di negeri yang sedang berperang itu.

    Pengalaman mengirim berita dari medan perang itu bakal tak terlupakan.

    Setelah Soeharto berunding dengan pejabat-pejabat tinggi Bosnia, akhirnya rombongan kembali ke bandara untuk selanjutnya terbang lagi ke Kroasia.

    Namun ANTARA dan RRI ternyata tidak bisa lagi satu pesawat dengan Soeharto karena ada dua jenderal TNI yang datang mendahului Soeharto harus ikut satu pesawat dengan presiden.

    Dengan bantuan seorang letnan kolonel Paspampres, ANTARA dan RRI hari itu juga bisa bergabung dengan menggunakan pesawat PBB yang mengangkut ratusan prajurit PBB yang akan istirahat di Kroasia.

    Malam itu juga, kedua wartawan ini tiba di Kroasia. Tepuk tangan meriah diberikan wartawan lain ketika mereka melihat dua wartawan itu sudah berada di lobi hotel dengan selamat.

    Perjalanan Soeharto ke medan perang itu, walaupun tidak diikuti dengan konperensi internasional mengenai penyelesaian masalah Bosnia seperti direncanakan, semula tetap dikenang sebagai sebuah perjalanan bersejarah.

    Lawatan itu akhirnya menghasilkan berdirinya sebuah mesjid megah di ibu kota Bosnia yang merupakan hasil penyaluran bantuan banyak dermawan asal Indonesia.

    Presiden Megawati Soekarnoputri dan suaminya Taufiq Kiemas beberapa tahun kemudian mengunjungi masjid tersebut. (*)

    COPYRIGHT © 2008

    'Kuyt yang Tak Henti Berlari'

    Liverpool - Mampu menahan imbang Chelsea, penampilan Liverpool memuaskan pemain legendaris "Si Merah", Ian Rush. Pujian khusus lantas diberikan kepada Dirk Kuyt, Martin Skrtel dan Jamie Carragher.

    Menghadapi The Blues di Stamford Bridge, The Reds sukses memaksakan hasil seri tanpa gol. Tambahan satu poin memang tak mampu mengatrol posisi Liverpool ke posisi empat besar klasemen, namun buat Rush performa Steven Gerrard cs tetap patut dibanggakan.

    "Saya sangat terkesan dengan penampilan Liverpool saat menghadapi Chelsea dan kini mereka harus mampu mengulanginya tiap pekan. Usaha yang ditunjukkan setiap pemain sangat luar biasa dan saya yakin fans Liverpool yang datang ke London untuk menyaksikan langsung laga itu, dan mereka yang menyaksikan lewat TV, sangat menghargai penampilan tersebut," beber Rush seperti dikutip situs resmi Liverpool, Rabu (13/2/2/2008).

    Mantan pemain bintang asal Wales itu kemudian menggarisbawahi kinerja luar biasa yang ditunjukkan Kuyt. Dalam pertandingan tersebut penyerang asal Belanda itu bermain penuh selama 90 menit plus waktu injury time. Memang, Kuyt musim ini baru mencetak lima gol dan yang terakhir diciptakannya akhir November lalu. Namun itu tak mengurangi signifikansi Kuyt.

    "Tingkat kinerja Dirk Kuyt sangat menakjubkan. Dia tak pernah berhenti berlari dari menit pertama sampai menit terakhir dan ketika Anda bermain berdampingan dengan pemain seperti itu, komitmennya menular. Saya tahu Dirk mulai dikritik musim ini karena dia tak mencetak gol sebanyak harapan, tapi Anda tak akan pernah bisa kecewa mengingat usaha yang ditunjukkannya."

    Skrtel yang baru didatangkan Liverpool bulan Januari lalu turut menuai pujian. Rush berpandangan kalau bek tengah berkebangsaan Slovakia itu mulai menunjukkan ketangguhan menjaga lini pertahanan The Kop, di bawah pengaruh positif Jamie Carragher.

    "Skrtel adalah salah satu pemain bintang Liverpool melawan Chelsea, saya pikir banyak dari pujian itu harus dilayangkan kepada Jamie Carragher. Saat Anda jadi orang baru di tim, apalagi datang dari luar negeri, tak mudah untuk bisa cepat betah, jadi Anda butuh banyak bantuan."

    "Skrtel beruntung punya Carragher di sisinya karena dia pembicara yang baik dan itulah yang dibutuhkannya saat ini. Saya selalu yakin Carragher adalah seorang pemain yang selalu pantas jadi pilihan karena kemampuannya memimpin, meski permainannya sedang tak sedang maksimal. Caranya membantu Skrtel dalam laga menghadapi Chelsea adalah buktinya," tandas Rush.

    Adebayor: CR7 Mirip Karakter Playstation
    Doni Wahyudi - detikSport

    London - Sedang bersaing memperebutkan status topskorer, Emmanuel Adebayor tak sungkan menyatakan kekeguman pada Cristiano Ronaldo. "Dia seperti pesepakbola di playstation," puji Adebayor.

    Di Liga Inggris musim ini bukan cuma Arsenal dan Manchester United yang sedang sikut-sikutan untuk bisa memuncaki klasemen. Di daftar pencetak gol, kedua klub juga mengirimkan wakilnya untuk bersaing memperebutkan Sepatu Emas.

    Awalnya Ronaldo sempat memimpin sendirian di puncak klasemen. Namun dengan 10 gol yang dicetak Adebayor dalam tujuh pertandingan terakhir di Premiership, keduanya kini berbagi tempat di puncak daftar topskorer setelah masing-masing membukukan 19 gol.

    Meski diliputi aroma persaingan, tapi Adebayor tak sungkan untuk mengungkapkan kekagumannya pada Ronaldo. Gerakan-gerakan yang dilakukan si winger Portugal di atas lapangan disebutnya seperti melihat pemain sepakbola di playstation.

    "Saya menyukai melihat Ronaldo bermain. Menyaksikannya bermain adalah sesuatu yang berbeda - seperti melihat pemain di playStation. Dia punya banyak kualitas dan saya menghormati apa yang sudah dia dapat saat ini," ungkap Adebayor di TheSun, Rabu (13/2/2008).

    Peluang menggondol gelar pemain tersbur masih terbuka lebar buat Adebayor. Tapi kalau boleh memilih, striker yang dibeli dari AS Monaco lebih ingin gelar juara Premiership.

    "Akan menyenangkan mendapat Sepatu Emas - tapi saya juga ingin memenangi titel. Jika saya memenangi Sepatu Emas saya belum benar-benar memenangi sesuatu. Semuanya soal memenangi titel. Itulah yang paling utama," pungkas Adebayor. (din/krs)

  • Sang Diplomat Urung Naik Lamborghini

    hoyyyt

    Refleksi: Bukankah Indonesia adalah negara yang mempunyai milioner dollar terbanyak nomor 3 dalam skala dunia. Jadi tidak mengherankan kalau diplomat-diplomatny a mempunyai mobil Lambrogini. Jadi panjatkan syukur dan pujian kepada Allah bahwa para diplomat NKRI tidak mencemarkan rakyatnya di mata dunia sebagai diplomat negara miskin nan papah.

    http://www.gatra. com/artikel. php?id=112171

    Fasilitas Diplomatik
    Sang Diplomat Urung Naik Lamborghini

    Lamborghini Gallardo Spyder (Yahoo! News/AP Photo/Kiichiro Sato)Tiga mobil supermewah yang masih kinyis-kinyis itu urung menggelinding di jalanan Jakarta yang semrawut dan kadang dilanda banjir. Sedianya sih, setidaknya untuk sementara, mobil-mobil berharga milyaran rupiah itu bakal menjadi tunggangan diplomat negara sahabat di negeri ini.

    Tapi, lantaran dirasa sarat ketidakwajaran, termasuk dugaan penyalahgunaan fasilitas diplomatik, ketiga mobil tersebut dilarang masuk Indonesia. Setelah hampir dua bulan tersimpan di gudang Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara, mobil-mobil itu akhirnya diekspor kembali ke negeri pengirimnya, akhir Januari lalu.

    Pupuslah tekad Bea dan Cukai untuk mengusut importasi mobil tadi, yang diduga melibatkan sindikat penyelundupan mobil mewah. "Ada skenario terselubung secara sistematis yang sengaja mengirimkan kembali mobil supermewah itu agar tidak diusut lebih lanjut," ujar sumber Gatra di Bea dan Cukai, kecewa.

    Tiga mobil mahal itu, Ferrari, Lamborghini, dan Rolls-Royce Phantom, masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Priok, November tahun lalu. Ketiga mobil itu dikirim dari alamat yang sama di Singapura: Aloha Trading, PTE, Ltd. 400 Orchad Road # 02-07 Orchad Tower.

    Pengirim juga menyebut jati diri penerimanya di Indonesia. Yakni, mobil Rolls-Royce ditujukan kepada H.E. Ali Baz, Duta Besar (Dubes) Pakistan, mobil Ferrari untuk Maria Fernanda Villa Pireart, Sekretaris III Dubes Cile, sedangkan mobil Lamborghini buat M.T. Azizullah Omar, Sekretaris II Dubes Afghanistan.

    Anehnya, selama beberapa waktu, kontainer-kontainer berisi mobil itu dibiarkan saja di gudang tempat penyimpanan sementara di Tanjung Priok. Belum ada pihak yang mengurusnya. "Seharusnya ada yang bertanggung jawab mengambil barang tersebut," kata Heru Sulastiono, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok.

    Ada dugaan, importir sengaja "tiarap" atau menunggu waktu yang tepat. Soalnya, Bea dan Cukai sedang ketat mengawasi impor mobil mewah yang memanfaatkan fasilitas diplomatik (bebas bea masuk). Pada kurun 2003-2007, Bea dan Cukai mencatat, 208 mobil mewah dimasukkan menggunakan fasilitas diplomatik. Sebagian besar diyakini disalahgunakan.

    Pihak Bea dan Cukai lantas membuka kontainer itu, disaksikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Ketika itu, Sri Mulyani sampai berdecak kagum menyaksikan kilapan mobil canggih tersebut. "Wah, ini luar biasa. Ini mobil supermewah," katanya ketika melakukan inspeksi mendadak di Terminal Peti Kemas JITC I, Tanjung Priok, November lalu.

    Di negara asalnya saja, harga mobil-mobil itu sudah selangit. Ferrari dibanderol Rp 2 milyar, Lamborghini Rp 3,8 milyar, dan Rolls-Royce Phantom Rp 6 milyar. Yang mencengangkan, diplomat yang hendak menggunakannya ternyata berasal dari negeri yang relatif tergolong miskin. Asas kepatutan pun patut dipertanyakan.

    Inilah yang membuat Bea dan Cukai mencurigai mobil itu sengaja diselundupkan dengan menunggangi fasilitas diplomatik. Sebab biasanya mobil tanpa bea masuk tersebut pada akhirnya pasti jatuh ke pihak lain. Maklum, Keputusan Menteri Keuangan Nomor 90/KMK.04/2002 memang memungkinkan mobil kedutaan dipindahtangankan.

    Syaratnya, kendaraan itu telah digunakan pihak kedutaan selama dua tahun, atau masa tugas sang diplomat telah berakhir sebelum dua tahun. Bisa juga apabila kendaraan rusak. Celakanya, celah ini kerap pula ditukangi. Sudah bukan rahasia lagi, sebagian mobil eks kedutaan dipindahtangankan tanpa mengacu pada ketentuan tadi.

    Disinyalir, masuknya tiga mobil supermewah itu karena adanya campur tangan oknum kedutaan besar yang bekerja sama dengan pihak importir. "Kemungkinan pelaku adalah pemain lama yang merasa aman selama ini," kata Agung Kuswandono, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok.

    Atas temuan itu, Menteri Sri Mulyani memerintahkan Bea dan Cukai mengusut dan jika mungkin menyitanya untuk negara. Tapi upaya ini tak mulus. Menurut Heru Sulastiono, pihak kedutaan bersangkutan secara resmi mengonfirmasikan bahwa mereka memang mendatangkan mobil-mobil dimaksud. Artinya, belum ada persoalan hukum selain faktor asas kepatutan tadi.

    Walhasil, ketiga mobil yang jadi masalah itu akhirnya hanya direekspor, menyusul surat dari Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Departemen Luar Negeri, Handriyo Kusumo Priyo, yang ditujukan pada Bea dan Cukai. "Mobil tersebut tidak dapat dimasukkan ke Indonesia dan dikembalikan ke negeri pengirim," begitu, antara lain, bunyi surat bernomor 006/PK/I/2008, tanggal 7 Januari 2008, itu.

    "Kita enyahkan (mobil-mobil itu) untuk dikembalikan, " ujar Menteri Luar Negeri, Hassan Wirajuda, kepada Gatra. Keputusan itu, antara lain, didasarkan pada asas kepatutan. Menurut Hassan, mobil-mobil tersebut terlalu mewah sehingga dianggap tidak patut untuk digunakan menunjang misi diplomatik yang bersangkutan.

    Hassan tidak memungkiri bahwa keputusan itu sangat sensitif, terlebih dalam hubungan diplomatik antar-negara. "Saya memang hati-hati untuk mengeluarkan statemen tentang hal itu. Makanya, saya tidak menyebutnya sebagai penyelundupan, " kata Hassan.

    Bea dan Cukai tak dapat berbuat banyak. Begitu juga pihak Kejaksaan Agung, yang sebelumnya menaruh perhatian besar pada kasus itu. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Kemas Yahya Rahman, mengatakan bahwa semua kewenangan dikembalikan pada Bea dan Cukai.

    "Ini masih kewenangan Bea Cukai. Jadi, silakan diselesaikan dengan cara mereka," kata Kemas Yahya kepada Elmy Diah Larasati dari Gatra. "Apabila terjadi penyelundupan, sebagai penuntut umum, kami siap mem-back-up," ia menambahkan.

    Urungnya pengusutan kasus impor mobil yang menunggangi fasilitas diplomatik tersebut --berganti dengan tindakan mereekspor-- membuat kecewa Ibrahim Fahmi Badoh, Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch. "Sepatutnya kali ini kasus itu diusut secara hukum, siapa yang bermain di balik itu," katanya.

    Soalnya, Ibrahim Fahmi mengingatkan, kasus serupa sering terjadi dan terbukti fasilitas diplomatik disalahgunakan. "Jadi, kalau sekadar direekspor, itu tidak berefek jera. Kasus serupa pasti terulang terus karena pelaku merasa aman dari hukum," katanya lagi.

    Kegalauan Ibrahim Fahmi bisa dimaklumi, meski langkah reekspor juga tak bisa disalahkan. Yang jelas, ke depan, kegelisahan ala Ibrahim Fahmi mungkin tak perlu terjadi lagi. Tim Departemen Luar Negeri dan Departemen Keuangan yang membahas masalah ini telah menghasilkan kesepakatan melarang impor barang mewah dan supermewah yang menggunakan fasilitas diplomatik.

    Dengan demikian, diplomat asing yang ingin mendatangkan mobil mewah dan supermewah ke Indonesia harus melalui prosedur importasi biasa. "Mobil-mobil tersebut harus membayar bea masuk," kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Anwar Supriadi. Baguslah.

    Taufik Alwie, Anthony, dan Bernadetta Febriana
    [Hukum, Gatra Nomor 13 Beredar Kamis, 7 Februari 2008]

    Malaysia: Capres RI Harus Bisa Bernyanyi, Kami Tidak

    REFLEKSI: Capres RI harus bisa menyanyi, karena tidak mempunyai program politik dan ekonomi untuk mensejahterakan rakyatnya. Kalau mereka menyanyi ini esensi politiknya supaya rakyat ninabobo. Bila diteliti apa yang mereka menyanyikan adalah tidak lain dari pada mengadung lagu cinta mesra dan penghianatannya dibawah sinar bulan purnama dengan kata-kata seperti : "memang lindah tak bertulang, cintaku, akau menyanyi, aku sumpa dan berjanji, seribu tahun kau menunggu, sabar subur sampai kau masuk kubur". Arti politk dari kata-kata tsb dilukiskan oleh salah seorang petinggi partai pendukung alm. Suharto baru-baru ini bahwa yang mencalonkan diri adalah untuk kepentingan pribadi.

    url=http://www. detiknews. com/index. php/detik. read/tahun/ 2008/bulan/ 02/tgl/12/ time/225333/ idnews/892918/ idkanal/10

    13/02/2008 06:35 WIB
    Laporan dari Kuala Lumpur

    Malaysia: Capres RI Harus Bisa Bernyanyi, Kami Tidak
    Iin Yumiyanti - detikcom

    Kuala Lumpur - Malaysia sebentar lagi akan menggelar Pemilihan Umum. Bagaimana pandangan mereka terhadap Pemilu di Indonesia? Ternyata mereka mempunyai persepsi yang sangat sederhana tentang Pemilu Indonesia.

    "Di Indonesia calonnya harus bisa bernyanyi. Di Malaysia tidak, kami harus turun dari rumah ke rumah untuk meyakinkan rakyat agar memilih kami," seloroh anggota parlemen Malaysia dari Kelantan, Dato Mustofa Mohammed dalam dialog dengan wartawan Indonesia yang mengikuti Malaysia Internasional Visitors' Programme di Kantor Kementerian Malaysia, Putrajaya, Selasa (13/2/2008).

    Sekitar 20 wartawan Indonesia yang mengikuti dialog itu pun langsung dibuat mesem-mesem. Dalam Pemilu 2004 lalu, sejumlah calon presiden memang seperti berlomba bernyanyi. SBY terkenal dengan lagu "Pelangi di Matamu saat berkampanye. Amien Rais mengeluarkan album campur sari. Megawati berlatif vokal khusus untuk bisa bernyanyi.

    Dato Mustafa, selain menjadi anggota parlemen juga menjabat sebagai Menteri Pendidikan Malaysia. Terkait dengan pendidikan, Pria asal Kelantan itu juga menepiskan anggapan mahasiswa sebagai agent of change yang sering didengung-dengungka n di Indonesia.

    Di Indonesia, mahasiswa memang sangat identik sebagai agen of change alias agen perubahan. Anggapan itu merujuk pada sejarah aksi mahasiswa baik semasa reformasi yang bisa menggulingkan Soeharto ataupun era Orde Lama yang juga sukses menjatuhkan Soekarno.

    Malasyia tidak menginginkan agen perubahan itu ditanggung oleh mahasiswanya. Mahasiswa Malaysia harus fokus pada kuliahnya. Mereka dilarang untuk terlibat dalam gerakan politik. "Kami memang mengontrol mahasiswa agar tidak terjadi agresi. Mereka untuk fokus pada study," kata Dato Mustafa

    Kebijakan mengontrol mahasiswa, menurut Dato Mustafa, tidak mendapat perlawanan dari mahasiswa. Data yang dipegang Kementerian Pendidikan Malaysia, jumlah mahasiswa yang terlibat dengan aktivitas politik hanya 5 persen.

    Pengontrolan tersebut justru untuk menjaga kepentingan mahasiswa sendiri dan juga kepentingan masyarakat yang membayar pajak untuk mensubsidi biaya mahasiswa. "Jadi tidak fair jika hanya 5 persen sampai menentukan masa depan negara," tegas Dato Mustafa.

    Untuk mencegah terjadinya demonstrasi, Dato Mustafa mengaku pemerintah sangat responsif mengatasi tuntutan mahasiswa. Menteri Pendidikan sering melakukan dialog langsung dengan mahasiswa untuk menyelesaikan kasus yang ada.

    "Kamilah (pemerintah) yang menjadi agent of change, bukan mahasiswa. Jika pemerintah tidak menjadi agent of change maka kami akan kehilangan suara dan kalah dalam Pemilu berikutnya," tegas pria yang juga masuk menjadi anggota parlemen Malaysia tersebut. ( iy /

    Liga Premier Go International
    'Nihil Dukungan di Dalam Negeri'
    Arya Perdhana - detikSport

    Ferguson (ist)
    Johannesburg - Rencana Premiership untuk menggelar pertandingan di luar Inggris masih menemui pro dan kontra. Sir Alex Ferguson menilai, ide ini tidak akan didukung para pihak di Inggris.

    Pekan lalu, terlontar sebuah ide untuk menggelar laga Liga Inggris di luar Inggris demi memperluas pasar Premiership, utamanya di Asia, Amerika Tengah atau bahkan di Afrika.

    Ferguson sebetulnya tidaklah anti sekali dengan ide ini. Namun yang membuat manajer Manchester United itu meradang adalah karena dirinya tidak diajak bicara soal ini.

    "Ide brilian ini muncul di koran-koran pada hari Jumat, hanya beberapa saat sebelum konferensi pers saya (soal pertandingan melawan Manchester City--red). Benar-benar mengejutkan," ungkap Fergie yang dengan sinis memperkenalkan frasa "ide brilian" dalam sebuah acara di Afrika Selatan, Selasa (12/2/2008) waktu setempat.

    "Semua klub seharusnya bisa mendiskusikan ide ini sebelum suatu keputusan diambil," lanjut manajer berusia 66 tahun itu.

    Meski sikap Ferguson terkesan mendua antara mendukung atau menentang, tapi ia menilai rencana itu tidak akan mendapat dukungan di dalam negeri.

    "Ide untuk memainkan pertandingan ke-39 Liga Inggris tidak akan mendapat sedikitpun dukungan di Inggris, untuk saat ini," ucap Ferguson ketus seperti dilansir oleh AFP.

    Resep Dua Kemenangan Eriksson Atas MU

    Manchester - Dua kali menundukkan Manchester United dalam semusim tentu bukan prestasi sembarangan. Sebagai pelatih dengan segudang pengalaman, Sven Goran Eriksson memang punya resep khusus.

    Mungkin banyak yang menilai kalau kemenangan City atas MU di pertemuan pertama 19 Agustus lalu lebih karena keberuntungan. Saat itu gol tunggal kemenangan tuan rumah yang dicetak Deiberson Geovanni lebih dulu membentur badan Nemanja Vidic sebelum menjebol jala Edwin van der Sar

    Tapi di Old Trafford, Minggu (10/2/2008) kemarin Eriksson membuktikan kalau tiga angka yang diraihnya lebih dari sekedar keberuntungan. Bermain di tempat yang dalam 34 tahun tak pernah dimenangi City, dua gol dari Benjani Mwaruwari dan Darius Vassell cuma mampu dibalas satu gol oleh Michael Carrick. City pun menang 2-1.

    Jadilah Eriksson pelatih pertama yang mampu mengalahkan Fergie dua kali musim ini. Selain memberi klubnya kemenangan di Old Trafford yang sudah 34 tahun tak dirasakan, The Citizen juga dihadiahi kemenangan ganda pertama di Liga Inggris sejak 1970.

    Meski mengaku tak punya trik khusus untuk meraih dua kemenangan tersebut, pelatih berkebangsaan Swedia itu ternyata punya resep untuk meredam permainan atraktif "Setan Merah".

    "Tak ada trik untuk mengalahkan MU. Anda hanya harus bekerja keras. Anda tahun jika bertemu dengan tim seperti ini, maka Anda harus mempunya kekuatan. Terus bayangi mereka dan jangan biarkan mengembangkan permainan," ungkap Eriksson di TheSun.

    Soal Cristiano Ronaldo yang jadi momok menakutkan buat banyak tim, Eriksson juga punya pendekatan khusus.

    "Jika Anda membiarkan pemain seperti Cesc Fabregas di Arsenal dan Ronaldo memegang bola... mereka sangat bagus. Anda harus menjadi agresif dan tetap menjaga kekompakan tim. Itu rahasia -- jangan beritahu siapapun," seloroh mantan pelatih timnas Inggris itu.

    Jelang Piala UEFA
    Pertempuran 32 Besar di Hari Kasih Sayang

    Jakarta - Piala UEFA kembali bergulir pekan ini dengan memasuki babak 32 besar. Masihkah tim-tim tangguh macam Bayern Munich, Atletico Madrid, dan Tottenham Hotspur terus menjaga peluang?

    Leg pertama babak 32 besar akan berlangsung pertengahan pekan ini, yakni Rabu (13/2/2008) dan Kamis (14/2/2008), dengan nuansa hari Valentine alias Hari Kasih Sayang. Sedangkan leg kedua akan berlangsung sepekan mendatang pada hari Kamis (21/2/2008).

    Dalam kompetisi musim ini, Juande Ramos yang membesut Tottenham Hotspur masih terus memelihara peluang untuk menciptakan hat-trick menjuarai Piala UEFA. Selama dua musim belakangan racikan Ramos memang terbukti sukses membawa Sevilla jadi jawara.

    Pada babak 32 besar, bidikan Ramos itu akan menghadapi ujian dari Slavia Praha yang pada leg pertama menanti di Evzena Rosickeho Stadium. Meski Spurs diunggulkan, Jermaine Jenas cs masih harus berhati-hati akan semangat juang Slavia yang kini jadi satu-satunya wakil Republik Ceko di kompetisi Eropa. Kehormatan negara pasti diperjuangkan oleh pasukan Karel Jarolim tersebut.

    Sementara itu Bayern Munich yang musim lalu gagal mendapatkan tiket Liga Champions sehingga harus berjuang di Piala UEFA akan ditantang Aberdeen. Pada leg pertama, Aberdeen yang pernah menjuarai Piala Winners musim 1982/1983 tersebut akan bertindak jadi tuan rumah untuk menjamu sang juara Liga Champions empat kali.

    Melihat performa Die Roten yang melaju relatif tanpa kesulitan dan belum pernah kalah dalam perjalanannya di Piala UEFA musim ini, Aberdeen jelas tak diunggulkan. Apalagi wakil Skotlandia tersebut lolos dengan susah payah dan hanya menduduki posisi ketiga fase grup berkat hasil satu kali menang, satu kali imbang dan dua kali kalah.

    Wakil Spanyol Atletico Madrid juga dijagokan bakal mengatasi lawannya di babak ini, Bolton Wanderers. Catatan Atletico, yang kini menempati posisi empat di kompetisi liga domestiknya, untuk sampai ke babak 32 besar bisa jadi tolok ukur.

    Di fase grup, Los Rojiblancos menjadi pemuncak grup tanpa menderita kekalahan. Kontras dengan Bolton yang hanya menempati posisi tiga di grupnya. Meski begitu, Atletico yang dalam leg pertama ini akan berkunjung ke Reebok Stadium harus waspada karena di babak grup Bolton mampu menahan imbang Bayern Munich 2-2.

    Pertandingan 32 Besar Piala UEFA:

    Aberdeen vs Bayern Munich
    AEK vs Getafe
    Bolton Wanderers vs Atletico Madrid
    Zenit St. Petersburg vs Villarreal
    Galatasaray vs Bayer Leverkusen
    Anderlecht vs Bordeaux
    Brann vs Everton
    Zurich vs Hamburg
    Rangers vs Panathinaikos
    PSV Eindhoven vs Helsingborg
    Slavia vs Tottenham Hotspur
    Rosenborg vs Fiorentina
    Sporting Lisbon vs Basel
    Werder Bremen vs Sporting Braga
    Benfica vs Nuremberg
    Marseille vs Spartak Moscow. (krs/din)

  • The poverty of nations

    CANTIK-SLALU6

    Jeremy Seabrook

    February 10, 2008 11:00 AM

    Why do the richest societies on earth constantly harp on their poverty? There is apparently never enough money to do all the things we would like to do. Every institution in Britain complains about "resources" (a word always qualified by "limited" and now a synonym for money) - the BBC, universities, the health service, educational provision, policing, the fight against crime, and especially, of course, the war on poverty. Scarcely a day goes by without some sombre warning about budgetary constraints, the non-existence of the bottomless purse and the illusion of the free lunch.

    To a visitor from outside our market society (an increasingly implausible tourist in a globalised system), the rhetoric of perpetual indigence might come as a shock, given the highly material excesses that accompany it. We are always having to tighten our belts, make sacrifices, go without, cut our coat according to our cloth. There is always some privation to be endured, some penny-pinching measure to take, some curtailment of our plans. Treats must be foregone, merited rewards postponed. The present panic over the impending (or avoidable) "recession" has expressed itself in apocalyptic terms - this is a time of mortgage famine and credit drought, a tsunami of bad loans, people drowning in debt, "the stench of fear and insecurity" according to one market analyst, an imagery of sickness and debility, of plagues, contagion and collapse.

    This solemn perspective is bound to be reflected in people's view of the world. There is never, even at the best of times, enough of anything to go round, and not only money: there is also a lack of recognition, a want of respect, an insufficiency of regard, an absence of consideration, a shortage of appreciation. Celebrities never get quite enough attention; the famous are always in search of more publicity. Even the rich - whose incomes have grown prodigiously in our time - dwell, not upon the power their money bestows upon them, but on all the things they still cannot afford. There is always someone in a better position, with greater prestige, of higher status and regard in the world. A state of chronic wanting, if not want, is now the common condition of early 21st century humanity.

    The most privileged people on earth dwell upon the coveted goods, sensations and experiences from which the slenderness of their means estranges them. Why has the wealth of the rich world set up such an unassuagable obsession with what remains always just out of reach? How does our plenty produce such a feeling of penury, our prosperity of deprivation?

    Of course, economists, like philosophers, have answers. The satisfaction of basic needs, it is claimed, simply reveals second-order wants and desires, while the fulfilment of these only uncovers new, hitherto unsuspected layers of need. The answering of these, in turn, lays bare yet more abstruse yearnings. It is all perfectly explicable. This, the grim justification goes, is human nature, the one, the only, unalterable in a world in which every other aspect of nature is supremely malleable.

    Human longing has always been without limits. Throughout recorded time, the richest have professed themselves unsatisfied, even when their wealth and power were absolute. They lamented that they could not command love or longevity; they could not acquire characteristics they did not possess; could not purchase health or attain contentment. This serves as a useful last word, and sets a term to argument.

    Questioning this last resting place of conventional wisdom is overdue. The limitlessness of human desire has rarely been a preoccupation of the poor, whose longings have concentrated on the material qualities of the full belly and protection against the elements. Aspirations towards the infinite have, in any case, usually been taken care of by religion, which traditionally warned against attempts to aim for what cannot be realised in this world; exhortations to which the mighty have usually assented, although this has rarely prevented them from seeking the satisfaction of their own every whim in the here and now.

    What are the insistent fangs of insufficiency that gnaw at the heart and psyche of everyone in the rich world, if not the internalised mechanisms of the need for perpetual economic growth? Human need and economic necessity have changed places, so that no one can say with any certainty where the circulation of the blood ceases and the cashflow begins, whether the rhythms of the heart mimic moments of boom and bust, or how the rise and fall of our life's breath follows the seasons of production and consumption. Our version of "human nature" is a very particular one, for it demands conformity with the nature of capitalism.

    The universal sense of impoverishment in rich societies is simply the subjective expression of an objective need for more; a need as vast as it is impersonal, for it is the essential characteristic of a system and not of humanity. We are all poor in this scheme of things, for our own frail individuality is pitted against measureless engines of global production. It is now our destiny to gain as much of this abundance as we can cram into one poor limited lifetime. To frame our response in moral terms, as some do, is mistaken. Greed, avidity, eagerness for experience, sensation and novelty are names, not of vices or virtues, but of the urgencies that we inhabit and which inhabit us - the impulse towards perpetual growth and increase; "development" it is sometimes called.

    This is the mirror image of a now archaic urge not to lay up treasures on earth where moth and rust do corrupt; for the amassing of treasures in this life is now our human purpose, the using up of as much of the earth's substance as can be contained in that cramped, overcrowded space that our lives have become; for in this way, we serve the greatest need of all, which is the unstoppable energy of economic growth. The cultivation of continuous dissatisfaction and constant disappointment is the motor of this majestic machine.

    "The poor you shall have with ye always" used to be regarded as a sorrowing biblical comment on the natural state of things. Whether or not it ever was "natural", it has certainly been brought to a high art by human contriving; so much so that we have, through the mysterious alchemy of wealth, all become poor; a poverty destined to remain forever incurable, since it is inseparable from the peculiar dogmas of wealth-creationism; a faith from which few people in the world now dissent.

    100 Kalimat dari ?The Secret? - Bagian 5

    100 Kalimat dari ?The Secret? - Bagian 5
    Filed Under (Articles) by Okky Sulistijo on February-10- 2008

    1. Anda adalah satu-satunya orang yang menciptakan kenyataan.
    2. Tidak ada seseorangpun yang berpikir atau merasakan apa yang Anda alami ?. Itu adalah Anda sendiri ?.HANYA ANDA!
    3. Kesehatan: berterimakasihlah pada alam semesta untuk kesembuhan Anda pribadi. Senyum, bebas dari stres dan kebahagiaan akan menjaga Anda tetap sehat.
    4. Sistem imun akan menyembuhkan secara otomatis.
    5. Bagian dari tubuh kita selalu diganti setiap hari, minggu, bulan dan seterusnya ?. dalam sedikit tahun tubuh kita benar-benar baru!
    6. Lihatlah diri Anda hidup dalam tubuh yang baru. Harapan = penyembuhan. Kebahagiaan = secara biokimia lebih bahagia. Stres menurunkan kondisi tubuh.
    7. Hilangkan stres dan tubuh beregenerasi secara otomatis. Anda dapat menyembuhkan diri Anda sendiri.
    8. Belajarlah untuk menjadi tenang/kalem ?. Lepaskan perhatian Anda dari apa yang tidak Anda inginkan dan tempatkan perhatian Anda pada apa yang Anda ingin alami.
    9. Ketika suara dan pandangan dalam diri Anda menjadi lebih jelas dan tajam daripada opini dari luar diri Anda, maka Anda telah menguasai hidup Anda.
    10. Anda tidak berada di sini untuk mengubah dunia seperti yang Anda inginkan. Anda berada di sini untuk menciptakan dunia yang Anda pilih.

    MU Tersandung Lagi, Arsenal Juara

    Manchester - Untuk bisa menjadi juara, Arsenal hanya butuh satu kali ketidakberuntungan Manchester United di Premiership, itulah yang diyakini Ryan Giggs.

    Perburuan juara Liga Premier hingga saat ini dikuasai The Gunners. Keunggulan lima poin dari MU yang masih mengumpulkan 58 angka menjadi faktor utama.

    Bagi Giggs, selisih lima poin terbilang cukup besar. Bahkan jika sekali lagi terjegal, winger asal Wales itu beranggapan MU patut melupakan gelar Premiership musim ini.

    "Kami harus memastikan bahwa tidak akan ada lagi performa lain yang muncul seperti hari Minggu kemarin. Malah kami sebaiknya tidak lagi melepas satu poin pun," tegas Giggs seperti dikutip AFP.

    Diakui salah satu pemain veteran MU itu, penampilan tim besutan Alex Ferguson ini memang sedikit berbeda dari sebelumnya. "Tim ini tidak tampil seperti di laga-laga sebelumnya."

    Bisa jadi pernyataan Giggs tersebut menjadi PR (pekerjaan rumah, red) bagi Fergie untuk laga berikutnya, tentu saja jika tidak ingin kehilangan titel juara Premiership.

    Ranieri Akui Roma Lebih Baik

    Turin - Claudio Ranieri merendah menjelang laga melawan AS Roma akhir pekan ini. Pelatih Juventus ini mengakui Roma punya sesuatu yang lebih dari skuadnya saat ini.

    I Bianconeri saat ini berada di peringkat ketiga klasemen Seri A. Meskipun mereka tertinggal 12 poin dari pimpinan klasemen, Inter Milan namun mereka hanya terpaut empat poin dari peringkat kedua Roma.

    Kini Old Lady punya kesempatan untuk memangkas jaraknya menjadi satu poin saat menjamu Roma di Turin akhir pekan ini. Namun Ranieri mencoba merendah mengatakan bahwa timnya belum selevel dengan Roma.

    "Roma memiliki sesuatu yang lebih daripada kami. Spalleti telah tiga musim bekerja dengan rencananya dan tiap tahun menambah kekuatan. Saya di sini baru enam bulan," kata Ranieri seperti dilansir Goal.

    Juve memiliki pemain lama yang tetap loyal meskipun mereka terdegradasi ke Seri B karena skandal Calciopoli pada musim lalu. "Mereka semua dikenal sebagai juara," tegas pelatih Juventus ini.

    Ballack: Dengan Lampard, Tak Masalah

    London - Michael Ballack merasa tidak ada masalah dengan Frank Lampard. Gelandang internasional Jerman ini merasa yakin dia dapat bekerjasama dengan Lampard di lini tengah Chelsea.

    Banyak yang meragukan bahwa dua pemain ini dapat dimainkan bersama karena keduanya memiliki gaya menyerang. Namun Ballack menepis keraguan tersebut. Ia sangat yakin bahwa Lampard dengan akan saling mengisi untuk membawa Chelsea meraih sukses.

    Ballack dan Lampard untuk pertama kalinya di musim ini telah dimainkan bersama saat menghadapi Liverpool akhir pekan kemarin. Kini Ballack menyatakan siap membuktikan bahwa anggapan bahwa dia tidak dapat dimainkan dengan Lampard itu salah.

    "Frank adalah pemain yang sangat bagus dan kami membutuhkan dia. Dia telah mencetak banyak gol dan ini bukan hanya mengenai dia, saya atau siapa saja di lapangan tengah," ungkap Ballack seperti dilansir Goal.

    "Saya tak masalah bermain dengan pemain lain. Akan sangat baik saat memiliki pemain yang sangat bagus. Saya rasa kami dapat menyingkirkan semua keraguan itu. Kami memainkan banyak pertandingan bersama dan itu bukan masalah," tukasnya. (key/ian)

    AFC Tolak Rencana Ekspansi Premiership

    Singapura - Tak selamanya rencana ekspansi Premiership ke luar Inggris mendapat sambutan. Federasi Sepakbola Asia (AFC) malah sudah menyatakan penolakan.

    "Menurut keyakinan saya, bukan hal yang bagus menggelar kompetisi domestik di wilayah negara lain," terang presiden AFC Mohamed bin Hammam dalam rilisnya.

    FA memang memunculkan ide menambah kalender laga mereka dalam satu musim kompetisi untuk menggelar pertandingan di luar Inggris. Namun tak seperti beberapa negara lain yang menyambut rencana tersebut, AFC yang mewakili Asia mengambil sikap menolak.

    Ada kekhawatiran dari AFC bahwa rencana Liga Premier tersebut akan mengganggu jalannya kompetisi domestik di negara yang akan dijadikan tuan rumah. Padahal seharusnya, negara-negara Asia fokus pada pembangunan sistem kompetisinya sendiri yang rata-rata belum cukup bagus.

    "Rekomendasi saya kepada komite eksekutif AFC untuk menolak rencana tersebut," tegas Bin Hammam.

    "Jikapun diterima, maka federasi sepakbola Inggris (FA) harus menerima kesepakatan timbal balik dengan wilayah mereka sendiri. Untuk saat ini, saya tidak melihat rencana bijak dari rencana tersebut," pungkasnya.

    Keterangan Foto: Rencana menggelar duel seru Premiership macam Chelsea kontra Liverpool ini ditolak AFC (AFP/Adrian Dennis).

  • Belajar dari kata-kata mutiara

    oleh : Anthony Dio Martin

    "Kata adalah senjata"
    (Subcomandante Marcos, pejuang Zapatista Brazil)

    Pekan lalu, seorang wartawan sebuah tabloid bisnis mewawancarai saya seputar perjalanan saya menjadi seorang penulis dan pembicara. Saya menceritakan kebiasaan saya di masa kecil. Saya punya hobi mengumpulkan kalimat serta kata-kata mutiara.

    Pada masa itu, kalimat serta kata-kata mutiara itu sangat tidak mudah diperoleh sehingga harus mencari di perpustakaan. Mencari di koran maupun majalah yang penerbitannya tidak rutin. Tetapi, yang jelas, sejak kelas empat SD, saya senang mengumpulkan kalimat serta kata ajaib itu.

    Saat duduk di kelas enam SD, penulis pujaan saya adalah Orison Swett Marden serta Dale Carnegie. Tulisan-tulisan mereka begitu menginspirasi. Salah satu kalimat dari Orison Swett Marden yang masih saya ingat adalah "Think big if you want to be BIG!" (Berpikirlah besar, jika kamu ingin menjadi orang besar!). Sampai-sampai, saya masih ingat ketika di kelas enam SD saya pernah mendapat nilai yang buruk di caturwulan II-nya.

    Tapi, saya tahu itu karena kesalahan saya yang terlalu meremehkan dan tidak berusaha. Maka, saya pun menuliskan sebuah kata mutiara dalam hidup saya, "Orang yang tidak pernah berusaha, tidak boleh meratapi kegagalannya. "

    Kalimat mutiara adalah intisari kehidupan orang besar yang dirangkum dalam pendek dan berbobot. Tetapi, di balik sebuah kalimat yang pendek, ada pengalaman jatuh bangun kehidupan mereka yang luar biasa. Kita ambil contoh kisah Charles Sherwood Noble (1873-1957), seorang inovator pertanian terkemuka dari Alberta pada masanya.

    Dia dibesarkan oleh tetangganya lantaran ibunya meninggal. Dia pernah sukses dan memiliki ribuan hektar tanah pada 1920. Tapi, akibat salah manajemen, dia jatuh pailit. Dia terpaksa bekerja pada sebuah bank untuk memberinya kredit. Tapi, dalam setahun dia mampu bangkit dari keterpurukannya.

    Dia menulis, "You must have long term goals to keep you from being frustrated by short term failures." (Kamu harus punya tujuan jangka panjang, untuk menghindari dirimu dari frustrasi terhadap kegagalan jangka pendek).

    Siapa pun membutuhkan motivasi dalam hidupnya. Kata-kata mutiara bisa membantu orang membangkitkan motivasinya. Bisa tentang cinta, persahabatan, kreativitas, orang tua, pendidikan, pemimpin, marketer, pebisnis, dan sebagainya.

    Tak heran jika sebagian orang doyan mengumpulkannya. Orang besar macam Winston Churchill, mantan PM Inggris, juga menjadi kolektor kata-kata ini. Kata-kata itu dia baca berulang-ulang saat kesepian datang.

    Memetik manfaat

    Dari tokoh besar hingga orang kecil bisa memetik manfaat kata mutiara itu. Di buku motivasi sampai kertas teka-teki silang yang dibaca di warung-warung kopi pun terserak kata-kata ajaib itu. Bahkan, ada yang membuat saya terkekeh renyah. Di balik badan truk, ada ragam tulisan menarik. Misalnya, "Putus cinta, sudah biasa. Putus Rokok, jadi merana. Putus rem, matilah kita." Ada juga yang menulis, "Pergi karena tugas, pulang karena beras." Saya pikir kalimat itu mencerminkan filosofi sederhana dari hidup mereka di jalanan.

    Melalui tulisan kali ini, saya ingin memberikan beberapa tips bagi Anda untuk mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dari kata-kata mutiara.

    Pertama, kalau kata dan kalimat mutiara tersebut menggugah Anda, segera ketik atau pun simpan kalimat tersebut. Biasanya otak kita mudah melupakannya. Biasanya kita terinspirasi saat itu, tetapi pada saat kita ingin mengingat kalimat persisnya, kita jadi lupa.

    Jadi, ada baiknya dicatat, diketik, dan disimpan. Pensil yang tajam masih lebih baik daripada pikiran yang tajam, kata pepatah. Bagaimana pun, kalau disimpan, kapan pun bisa kita buka dan baca kembali. Menariknya, kalimat-kalimat mutiara ini tidak akan pernah bosan untuk dibaca berulang-ulang. Bahkan, semakin lama semakin dalam maknanya.

    Kedua, jika ingin dikoleksi, simpanlah sesuai dengan temanya. Misalkan temanya adalah soal kegagalan, soal pertemanan atau soal menjadi orang tua. Pada saat Anda mengalami suatu masalah, dengan mudah kalimat mutiara ini bisa menjadi semacam motivator untuk Anda. Lagipula, menariknya koleksi ini kadang bisa kita pakai dalam pembicaraan, presentasi ataupun sambutan kita sehingga kalimat yang kita ucapkan menjadi lebih berbobot.

    Ketiga, supaya bisa belajar lebih dalam dari kata-kata mutiaranya, adalah lebih menarik jika Anda kenal siapa yang mengatakannya. Misalkan ada kata bijak dari Sir Edmund Hillary, "Hai gunungku. Kamu sudah berhenti bertumbuh, sementara dalam diriku masih ada kemampuan dan kemauanku yang terus bertumbuh. Aku akan mengalahkanmu" . Siapa Sir Edmund Hillary? Dialah orang yang pertama kali menaklukkan puncak Mount Everest bersama Tanzing Norgay. Dan kalimat itu diucapkan waktu pertama kali dia gagal dalam ekspedisinya.

    Keempat, sebenarnya Anda sendiri bisa menciptakan kalimat mutiara Anda sendiri. Inilah yang juga saya lakukan dengan 'Diary Kehidupan' saya. Setiap hari, Anda boleh merumuskan dalam satu kalimat, apakah pelajaran penting yang Anda dapatkan dalam satu hari ini. Tidak perlu kalimat panjang. Cukup suatu kalimat yang mengintisarikan nilai pelajaran kehidupan yang baru saja Anda dapatkan hari ini, dari Tuhan. Suatu ketika, saat Anda baca kembali Anda akan kaget betapa banyak intisari hidup yang telah Anda kumpulkan.

    Kelima, akhirnya, simpan dan bacalah secara periodik kalimat yang Anda kumpulkan. Percayalah, dibaca sekali, Anda akan dapat hiburan. Baca dua kali, Anda mendapat pemahaman dan bacalah tiga kali, dan Anda akan mendapatkan pencerahan. Bahkan tulisan-tulisan dalam rubrik motivasi ini pun bisa dikliping dan menjadi kekayaan hidup yang berharga.

    Piala Davis Indonesia vs Hong Kong
    Selamat, tapi Mengkhawatirkan

    Tim Piala Davis Indonesia memang selamat dan tak perlu khawatir terdegradasi ke Grup III Asia/Oseania. Namun, kemenangan tipis 3-2 atas Hong Kong di kandang sendiri bisa dibilang mengkhawatirkan.

    Sebelumnya Indonesia selalu menang 5-0 bila bermain di kandang: di Jakarta 1973 dan Surabaya 2006. Kemenangan 3-2 biasanya terjadi jika bermain di Hong Kong: pada 1994 dan 2007.

    Namun, pada pertemuan terakhir di Senayan, Jakarta, 8-10 Februari, Indonesia hanya unggul 3-2. Malah, Hong Kong sempat memimpin 0-1 terlebih dulu pada pertandingan babak I Grup II Asia/Oseania ini setelah Elbert Sie menyerah di tangan si bule Martin Sayer.

    "Dibandingkan pada 2006, hasil ini jelas kemajuan," kata kapten tim Hong Kong, Derek Ling.

    Walau Ling tak berani menjanjikan bila bertemu lagi di Hong Kong mereka bakal menang, kemenangan tipis ini bisa menjadi alarm buat Indonesia agar lebih berhati-hati jika kedua tim bertemu lagi. Namun, tim Indonesia juga patut diberi pujian atas keberanian menurunkan para pemain muda dan tak lagi mengandalkan muka-muka lama.

    Tiga angka Indonesia didapat Christopher Rungkat (18) di tunggal dan ganda bersama muka baru Andery Setyawanto (23). Indonesia memastikan kemenangan 3-1 setelah Elbert (20) menundukkan Yu Hiu Tung dalam pertarungan panjang lima set yang dua kali tertunda hujan hingga berakhir selama hampir 6,5 jam.

    "Senang bisa menang di hadapan publik sendiri," sebut Elbert.

    Indonesia kehilangan satu angka lagi setelah di partai terakhir, yang sudah tak menentukan, Ayrton Wibowo (19) dikalahkan Michael Lai. Sebagai debutan, Ayrton mendapat pengalaman berharga bisa menjajal kebolehan di ajang sepenting Piala Davis, mengikuti jejak ayahnya, Tintus Wibowo, yang pernah menjadi andalan di tim, pelatih, dan kapten.

    Cina Menunggu

    Tugas pertama tahun ini sudah diselesaikan dengan susah payah. Berikutnya sudah menunggu lawan yang lebih berat, Cina, yang menang telak 5-0 atas Lebanon. Pertemuan akan berlangsung di Indonesia pada 11-13 April.

    Dari tujuh kali bertemu, Indonesia lima kali kalah. Apa saja yang perlu dilakukan dalam dua bulan ini?

    Elbert berjanji untuk memperbaiki fisik yang kelihatan sangat kedodoran ketika menghadapi Hong Kong. Itu pula yang dijanjikan Ketua Umum PB Pelti Martina Widjaja.

    "Fisik harus benar-benar dipersiapkan," ujarnya. (Rahayu Widiyarti)

    HASIL PERTANDINGAN
    ---------------------------------------
    Indonesia vs Hong Kong (3-2)
    Elbert Sie vs Martin Sayer 0-6, 4-6, 6-7 (4)
    Christopher Rungkat vs Goran Bosalevski 6-2, 6-2, 6-1
    Andery Setyawanto/Chistopher vs Sayer/Michael Lai 6-3, 6-4, 3-6, 7-5
    Elbert vs Yu Hiu Tung 6-4, 2-6, 6-3, 3-6, 6-2
    Ayrton Wibowo vs Lai 2-6, 6-3, 3-6

    Seleksi Nasional
    Kok Enggak Ada yang Memantau?

    Seleksi nasional (seleknas) tinggal menyisakan satu hari lagi. Siapa yang bakal lolos langsung masuk ke Pelatnas Pratama di Cipayung akan ditentukan pada hari terakhir, Senin (11/2). Salah satu pemain yang punya harapan besar itu adalah Linda Weni.

    Pemain asal Sekolah Ragunan itu sejak pertandingan pertama, 6 Februari, hingga akhir pertandingan pada Minggu (10/2) selalu tampil maksimal. Pemain berusia 18 tahun itu juga tidak pernah kalah dalam 10 pertandingan yang dijalani.

    “Linda memang sedang tampil bagus. Dalam 10 pertandingan, dia belum pernah kalah,” sebut pelatih Ragunan, Verawaty Fajrin, saat dihubungi pada Minggu malam.

    Meski selalu unggul dan belum ternoda, bukan berarti pemain yang pernah memperkuat tim Bina Bangsa Jakarta pada Liga Bulutangkis 2007 itu bisa tenang-tenang saja. Pasalnya ada juga pesaing yang belum terkalahkan, Alfa Vivianita asal Djarum.

    Jadi, partai yang akan digelar pada Senin ini di Pelatnas Cipayung menjadi ajang penentuan siapa di antara Linda dan Alfa yang bakal menjadi pemenang. Partai ini pasti akan berjalan seru. Maklum, sang pemenang dipastikan akan secara otomatis lolos ke kawah candradimuka bulutangkis nasional itu.

    Pasalnya Lius Pongoh, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI, sebelumnya menyebut bahwa sang juara dipastikan bakal dipanggil ke pelatnas. “Kalau mau aman, berebutlah menjadi juara. Sang juara bisa dipastikan secara mutlak akan dipanggil masuk pelatnas,” tegas Lius.

    Linda sendiri sempat menyebut sangat berambisi masuk ke pelatnas. Menurut pelatih Verawaty, sebenarnya Linda termasuk terlambat. Seharusnya dia sudah tahun lalu ke Cipayung. “Namun, bagaimana lagi? Tahun lalu kan enggak ada seleknas,” tutur Verawaty.

    Tak Ada Pemantau

    Cuma, ada kejanggalan dari ajang ini. Yang pertama, sebelum menggelar seleknas, seharusnya PBSI menyiapkan lebih dulu siapa-siapa yang bakal menjadi pelatih pemain baru ini di Cipayung. Nyatanya hingga kini tidak ada pelatih baru yang direkrut.

    “Kami merasa heran. Pelatih belum ada, lalu besok siapa yang akan menangani para pemain hasil seleknas ini? Tidak mungkin posisi pelatih nanti akan dirangkap oleh pelatih yang ada di Cipayung sekarang,” sebut Agus Dwi Santoso, pelatih klub Djarum Kudus.

    Kecuali itu, selama seleknas berlangsung, tidak ada pelatih Cipayung yang ikut nongkrong di pinggir lapangan. Tidak ada yang secara intens memantau penampilan pemain muda di lapangan. Pemain dibiarkan bertanding saja, sementara pelatih Cipayung sibuk dengan kegiatan rutin melatih pemainnya.

    Hal ini juga menjadi sorotan tajam Verawaty. Menurutnya PBSI seharusnya menugaskan pelatih Cipayung untuk mengamati performa pemain seleknas. Dengan begitu, setelah seleknas selesai, PBSI sudah memiliki bank data siapa-siapa saja pemain potensial yang memiliki kelebihan, kendati tidak menjadi juara.

    “Mungkin PBSI hanya ingin enak-enak saja, tidak mau melihat proses pembinaan. Maunya pemain yang sudah jadi dan tinggal poles-poles dikit saja,” ucap Vera.

    Padahal, seperti dikatakan Lius sebelumnya, memang berapa pemain yang bakal direkrut belum jelas. Hanya, pemain yang dipanggil tersebut harus memiliki potensi yang sangat baik, entah dari segi fisik, teknik, ketrampilan, mental, dan keunggulan-keunggulan yang lain.

    Di luar sang juara seleknas yang langsung lolos, bagaimana PBSI mau merekrut pemain lain kalau tidak memiliki bank data yang akurat? Dari mana mereka akan bergerak? Apa dasar yang menjadi landasan kuat untuk memanggil pemain baru?

    Selama seleksi tidak ada pelatih atau orang yang ditugaskan untuk memonitor penampilan peserta. Kalau tidak memiliki data akurat, bisa dipastikan organisasi bulutangkis nasional itu menyeleksi pemain lain hanya dengan meraba-raba. Bisa jadi pula mereka melakukannya hanya berdasarkan intuisi sang penentu kebijakan kelak!

    Yang pasti nanti akan timbul masalah baru seandainya PBSI menjaring lebih dari satu pemain masuk ke Pelatnas Cipayung. Sang juara memang sudah sahih tak bisa diganggu gugat. Namun, siapa pemain berikut yang dipanggil? Apakah akan langsung urut kacang dari hasil peringkat akhir seleknas?

    Kita ingat bahwa yang namanya bibit potensial tidak hanya datang dari pemain yang menjadi juara ketika muda. Ada faktor-faktor lain yang ikut mempengaruhi perjalanan dan kemajuan pemain di masa datang. Nah, darimana PBSI akan menilai pemain itu memiliki potensi hebat kalau tidak punya gambaran utuh tentang sang pemain muda tersebut?

    Mungkinkah jawabannya akan ditanyakan kepada rumput yang bergoyang? (Broto Happy W.)

    Arif Perkuat Malaysia

    Langkah berani sudah dilakukan negeri jiran. Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM) memutuskan memanggil pemain belia dalam skuad tim Piala Thomas dan Uber dalam menghadapi babak Kualifikasi Zona Asia di Ho Chi Minh City, Vietnam, 19-24 Februari.

    Dalam tim Piala Thomas dan Uber mereka, terdapat pemain muda, Mohd. Arif Abdul Latif di putra dan Lydia Cheah Li Ya di putri. Arif, pemain yang baru berusia 19 tahun, bergabung bersama tiga pemain senior, yaitu Lee Chong Wei, Wong Choong Hann, dan Mohd. Hafiz Hashim, yang dipersiapkan Malaysia ke kualifikasi.

    Untuk nomor ganda, Malaysia menyertakan Koo Kien Keat/Tan Boon Heong, Choong Tan Fook/Lee Wan Wah, dan Mohd. Fairuzizuan Mohd. Tazari/Mohd. Zakry Abdul Latif.

    Sementara itu, Lydia nantinya akan bergabung bersama pemain senior Malaysia yang diperkuat Wong Mew Choo, Julia Wong, Anita Raj Kaur (tunggal) serta Chin Eei Hui/Wong Pei Tty, Lim Pek Siah/Haw Chiou Hwee, dan Ng Hui/Goh Liu Ying (ganda).

    Memang bakal lawan-lawan yang dihadapi Malaysia di Ho Chi Minh City termasuk enteng. Sebagai unggulan pertama tim Thomas, di atas kertas mereka akan merebut salah satu tiket ke putaran final di Jakarta, 11-18 Mei. Namun, demi pembinaan masa depan, Malaysia mulai berani menerjunkan pemain muda untuk menimba pengalaman di ajang yang prestisius tersebut.

    Arif memang salah satu pemain harapan Malaysia. Pemain ini memiliki prestasi bagus. Di antaranya adalah pernah memenangi turnamen Milo Indonesia Terbuka Junior 2007 di Bandung.

    Malaysia sudah melakukannya, kapan kita? (bhw)

    Keseriusan 95 Nama

    Piala UEFA boleh jadi kalah gemerlap dibanding Liga Champion. Namun, tak sedikit klub yang mengincar trofi ini. Salah satu bukti nyata keseriusan adalah pendaftaran pemain baru untuk bisa tampil bagus di ajang ini.

    Tercatat ada 95 nama baru tersebar di 31 tim yang siap turun di arena ini. Bordeaux adalah satu-satunya peserta yang tak memperpanjang daftar pemainnya di Piala UEFA. Kebanyakan dari pemain-pemain baru itu adalah yang diboyong klub-klub peserta saat jendela transfer Januari terbuka lebar.

    Beberapa nama yang sebelum Januari berada di tim yang tampil di kompetisi antarklub Eropa bahkan bisa memperkuat klub anyarnya sesuai Artikel 17.07. Syaratnya si pemain tidak diturunkan tim lamanya, termasuk dari bangku cadangan.

    Mateus Alberto “Manucho” Contreiras Goncalves adalah contoh tergampang. Ia langsung dipinjamkan Man. United ke Panathinaikos hingga klub Yunani ini bisa menurunkan pemain Angola ini di Piala UEFA.

    Sayangnya tidak semua rekrutan baru itu bisa tampil di arena yang dulu bernama Piala Fair ini. Salah satu transfer profil tinggi yang mesti terlempar adalah Alan Hutton.

    Hutton tidak bisa tampil membela Tottenham, yang membelinya dengan 9 juta pound. Rangers, klub asal si bek sayap, kini hadir di ajang yang sama, Piala UEFA, meski Gers memainkan Hutton di Liga Champion.

    Ketiadaan Hutton mungkin akan melemahkan Spurs. Namun, klub Inggris yang kini dilatih arsitek yang memberikan trofi untuk Sevilla, Juande Ramos, bisa menampilkan Jonathan Woodgate, yang juga diboyong dengan nilai mahal dari Middlesbrough.

    Spurs bahkan sampai mengincar tiket Piala UEFA dari arena Piala Intertoto jika tidak bisa menjadi kampiun musim ini. Namun, dengan amunisi terbaru, termasuk coach Ramos, klub London Utara ini siap berbicara hingga ke tangga juara. (Christian Gunawan)

    DAFTAR PEMAIN BARU
    ---------------------------------------
    Nuernberg Jan Koller, Jacques Abardonado, Michael Kammermeyer
    Aberdeen Dave Bus, Josh Walker, Alan Maybury, Jonathan Crawford
    Fiorentina Vlada Avramov, Daniele Cacia, Alessandro Potenza
    AEK Mohamed Kallon, Panagiotis Lagos
    Leverkusen David Thiel, Kerim Arslan, Fabian Giefer, Oliver Petersch
    Bolton Ivan Campo, Matthew Taylor, Gary Cahill
    Atletico Juan Valera
    Everton Manuel Fernandes*, Daniel Gosling, Stephen Connor, Darren Dennehy, Shaun Densmore, Aidan Downes, Steven Morrison
    Basel Marko Perovic, Beg Ferati
    Bayern Muenchen Breno
    Bordeaux -
    Spartak Moskva Alexander Pavlenko, Cristian Maidana, Soslan Dzhanaev, Oleg Dineev
    Zenit Roman Shirokov, Victor Fayzulin
    Zurich Andres Vasquez, Dusan Djuric, Emra Tahirovic, Adrian Nicki
    Galatasaray Emre Gungor, Ahmed Apimah Barusso*, Hakan Kadir Balta, Harun Temur, Erhan Senturk, Ilker Cihan
    Getafe Jaime Gavilan*, Manuel Tena
    Hamburg Vadis Odjidja-Ofoe
    Helsingborg Mike Sserumaga, Tobias Holmqvist
    Marseille Juan Angel Krupoviesa, Charles Kabore, Leyti N'Diaye, Jean-Philipe Sabo
    Panathinaikos Filippos Darlas, Helder Postiga, Manucho
    PSV Balazs Dzsudsak*
    Rangers Alexander Neil, Christian Dailly, Steven Davis
    Rosenborg Rune Almenning Jarstein, John Pelu, Vadim Demidov
    Anderlecht Thomas Chatelle, Guillaume Gillet, Oleksandr Yakovenko, Cor Gillis, Quentin Crommen
    Braga Miguelito, Pablo Contreras, Matheus
    Brann Njugo Demba Nyren, Gylfi Einarsson, Michael Thwaite
    Slavia Praha David Strlhavka, Marek Jarolim, Jaroslav Cerny
    Benfica Laszlo Sepsi, Ariza Makukula, Pedro Manuel
    Sporting Leandro Grimi, Rodrigo Tiui, Vitor Golas
    Tottenham Gilberto, Jonathan Woodgate, Tomas Pekhart, Jamie O'Hara
    Villarreal David Fuster, Edu Caballer
    Bremen Ivan Klasnic, Peter Niemeyer, Mesut Ozil*, Max Kruse
    Ket.: * Telah tampil di kompetisi Eropa musim ini, tapi bisa membela klub barunya berdasarkan artikel 17.07 Regulasi Piala UEFA.

  • China outdoes Europeans in Congo

    NUANSA-ORIENTALsr

    by John Vandaele

    BRUSSELS - The massive deal that China signed with the Democratic Republic of Congo last year is not the "second colonization" that some Europeans allege it is. The agreement appears, in fact, a promising way to kick-start an economy.

    The agreement on developing infrastructure through "resource-backed finance" certainly gives China a lot of influence in a country where Europeans are used to dealing the cards. European countries now look with a certain envy at what China has achieved.

    President Joseph Kabila's political future depends on this Sino-Congolese deal, and, with that, at least a part of the economic future of Congo itself.

    The Democratic Republic of Congo has been endowed with tremendous natural resources, but 40 years of mismanagement have brought the country down. The DRC is now one of the poorest countries on earth - even the most basic of infrastructure has succumbed to four decades of neglect.

    The announcement in September 2007 that China would take on big infrastructure projects in the DRC, to be paid for with Congo's immense copper and cobalt reserves, inevitably attracted a lot of attention. But it created also a lot of suspicion: what exactly were the Chinese up to?

    The Chinese companies will, for one thing, start work on infrastructure projects in 2008 more or less along the lines of the five priorities Kabila has set: water, electricity, education, health, and transport.

    These works will cost more than US$9 billion. That is a lot of money, considering that the 2007 government budget was a mere $1.3 billion, most of which was needed just to pay the salaries of government staff. So how will the DRC pay off these Chinese loans?

    The basic idea is that Congolese and Chinese state-owned enterprises (SOEs) set up a joint venture, Socomin. This mining company will invest $3 billion in mainly new mining areas. The profits of Socomin will be used to repay these mining investments and the investments in the big infrastructure works.

    Broad agreement was reached in September last year. It was then fine-tuned through two months of negotiations in Beijing in November and December.

    "It took a long time, that's for sure," said French-born Paul Fortin, chief executive of Gécamines, the Congolese state-owned mining company. "We had to agree on an economic model that stipulates how the Chinese investments will be repaid with the revenue of Socomin. Apart from that, these were normal business negotiations comparable to those I did for the many partnerships of Gécamines with private companies."

    One of the agreements was that over a 15-year period Socomin will raise about ten million tonnes of copper to pay off eventually $12 billion in investments in mining and infrastructure.

    The Chinese have hedged their position quite aggressively. The first profits will be used to repay the mining investment, something that is typical of most private joint ventures with Gécamines. The agreement also says that "the Congolese government has to guarantee the safety of the investments, and the repayment of the infrastructure works". Any disputes would be settled by the arbitration tribunal of the International Chamber of Commerce in Paris, and not through Congolese courts, which have a reputation of being corrupt.

    Under the agreement, only one in five workers can be Chinese. In each of the projects half of 1% of the investment must be spent on transfer of technology and on training Congolese staff; 1% has to be spent on social activities in the region, and 3% to cover environmental costs; 10-12% of the work has to be sub-contracted to Congolese companies.

    How all this will work out for the DRC remains to be seen. And what will be the quality of the work? Is the Congolese government capable of controlling that?

    One thing is obvious: this is not the black and white story some wanted to make of it. It is neither a colonial horror story, nor some idealistic investment on the part of China.

    To be sure, China is interested because it needs the natural resources. But Fortin thinks the DRC has a lot to gain too. "Congo doesn't have to wait for its infrastructure until it has the money. Building starts immediately with the natural resources as guarantee. Except in oil-rich states, I know of no other deal quite like this."

    One well-informed European diplomat admitted that "if carried out well, this can be positive for Congo".

    The deal seems like a lifeline for Congolese President Joseph Kabila. After more than a year in power, there's not a lot he can show to the Congolese people, who have started to criticize him. Something has to begin quickly if he wants to get re-elected in three-and-a- half years.

    The Congo-China deal seems a good way to move forward, also because the money does not have to be channeled through a corrupt Congolese bureaucracy. Loans from China's state-owned Eximbank go directly to the Chinese state-owned enterprises China Railway Engineering Company and Sinohydro.

    Kabila alluded very clearly to this in a recent speech. "The Chinese banks are prepared to finance our Five Works (water, electricity, education, health, and transport). For the first time in our history, the Congolese will really feel what all that copper, cobalt and nickel is good for."

    The exchange agreement with the Chinese appears to be a satisfactory solution in the short term. A better-run state is still a must though and a necessary precondition for making good use of (and maintaining) all the new roads, railways, hospitals and schools that are planned.

    The Europeans are finding China's role frustrating. Through their projects, the Chinese gain access to copper and cobalt. "This at a time when we ought to be mindful of long-term provisioning [of commodities to Europe]," a diplomat told Inter Press Service (IPS). "Would the European development aid community tolerate us operating like the Chinese?"

    And that is just one question. There are others. Which other nation is able to take on such gigantic projects as cheaply and quickly as the Chinese? And, which European country still possesses the publicly owned enterprises to undertake such ventures?

    If Kabila is now politically dependent on the Chinese, that means that Beijing's influence in this crucial African country has grown very strong. The Congolese, like many other Africans, have had it with the often paternalistic Europeans telling them how they must behave and how they must improve governance.

    To be sure, the government of the DRC is notoriously weak and corrupt. Researchers found that typically a container entering the country in the eastern town Bukavu is "attacked" by 20 different government services, each requiring the right papers - or some kind of payment.

    The Congolese state is dysfunctional, and governance problems are one reason why Western countries have been slow to finance the Congolese government after the elections. "We had no choice but to go to the Chinese," a well-placed source in Congo told IPS.

    With thanks to the Belgian magazine Mo for making this research possible.

    Lagi, Gol Kontroversial Inter

    Gol kontroversial kembali mewarnai kemenangan Inter. Gol pertama I Nerazzurri ke gawang tuan rumah Catania, Minggu (10/2) di Angelo Massimino, tidak sah jika dalam sepakbola dikenal ada tinjauan pada tayangan ulang televisi.

    Dalam tayangan ulang jelas terlihat Esteban Cambiasso berada dalam posisi off-side saat Javier Zanetti melepas umpan pada sesama pemain Argentina itu lewat sundulan. Cambiasso, yang ada di muka gawang, dengan mudah mencetak gol.

    Sebelum pada giornata 22, gol penalti Inter ke gawang Parma (giornata 19) dan Empoli (21) seharusnya tidak terjadi. Ketua penunjuk wasit, Pierluigi Collina, menyebut semestinya La Beneamata tak memperoleh dua penalti karena bola lebih dulu mengenai bagian tubuh yang lain sebelum menyentuh tangan pemain Parma dan Empoli.

    Catania pasrah. “Ada kesalahan-kesalahan yang harus kita terima. Jika tidak, akan selalu terjadi kontroversi,” ujar pelatih Silvio Baldini, seperti dikutip Datasport.

    Komentar Inter? “Stefano Farina memimpin pertandingan dengan baik,” kata allenatore Roberto Mancini.

    Kedudukan 1-0 membuat kondisi permainan berubah. Catania, yang awalnya berkonsentrasi pada pertahanan, bermain lebih terbuka. Akibatnya, hanya tiga menit setelah gol Cambiasso atau pada menit ke-67, David Suazo mencetak gol. Skor 2-0 bertahan sampai akhir laga.

    Suazo baru dimainkan Mancini pada menit ke-55. Kehadiran Suazo membuat pola Inter berubah dari 4-4-2 menjadi 4-3-3. Perubahan dilakukan Mancio lantaran I Nerazzurri kesulitan menembus pertahanan I Elefanti.

    Suazo menjadi pemain ketiga Inter dalam daftar pencetak gol La Beneamata di Serie A tahun 2008. Sebelum Suazo, hanya Zlatan Ibrahimovic dan Cambiasso yang mencetak gol. Ibra mengemas lima gol, sedangkan Cambiasso tiga. (man)

    Landon Donovan
    Pemimpin Muda Amerika

    Susah dipercaya, dalam usia 25 tahun, Landon Donovan sudah memiliki cap 48 pertandingan untuk tim nasional Amerika Serikat. Bahkan ia merupakan top scorer dengan 35 gol. Angka itu memecahkan catatan seniornya, Eric Wynalda.

    Landon Donovan, selalu berusaha mencetak gol dengan cepat.

    Dalam usia muda, Donovan memang memiliki segudang pengalaman. Dua Piala Dunia diikutinya (2002 dan 2006), tiga gelar juara MLS (Major League Soccer), serta tiga gelar juara Piala Emas Concacaf. Dua kali pula ia dinobatkan sebagai pemain terbaik Amerika Serikat.

    Bagaimana ia menyikapi semua itu? Simak wawancaranya dengan situs resmi FIFA.

    Banyak pemain bilang rekor individu tak begitu penting. Bagaimana bagi Anda, yang telah memecahkan rekor gol untuk timnas AS?

    Secara umum memang bukan sesuatu yang besar, tetapi sebagai pribadi jelas saya merasa bangga. Saya akan mengenangnya sepanjang hidup.

    Setelah mencetak gol ke-35 melawan Swedia (19 Januari dari titik penalti), Anda langsung meraih bola dan membawanya ke titik tengah.

    Saya ingin terus memegangnya. Saya ingin punya kenangan visual tentang momen tersebut.

    Sudah bicara dengan Eric Wynalda, yang rekornya Anda pecahkan?

    Saya berlari ke arahnya setelah mencetak gol dan ia bilang ”Congratulation” serta menjabat tangan saya. Eric pemain berkarakter, sulit mengetahui apa yang ada dalam pikirannya. Saya tak terkejut jika ia mengutuk di belakang saya (Donovan tertawa).

    Dari 35 gol untuk AS, mana yang paling berkesan?

    Saya punya gol favorit. Sulit melupakan gol yang saya cetak ketika AS menang 1-0 atas Meksiko di Piala Dunia 2002.

    Anda mengenakan ban kapten saat melawan Swedia, tampaknya akan terus memegang peran sebagai pemimpin di lapangan. Seperti apa rasanya?

    Ketika beberapa pemain senior, seperti Claudio Reyna dan Brian McBride, meninggalkan tim, saya mendapat peran yang sedikit berubah. Pelatih Bob Bradley berharap lebih banyak dari saya.

    Sepertinya peran di lapangan tengah juga berubah.

    Benar, Bob menginginkan saya bermain lebih ke belakang, meski saya juga diharapkan bisa mencetak gol dan mengalirkan bola. Hanya, peran ini nyaris tak memberikan perbedaan mencolok di lapangan. Jadi, ini bukan tantangan berat.

    Dengan kemenangan atas Swiss, Swedia, dan Afrika Selatan, yakinkah Anda bahwa timnas AS bisa sukses di babak kualifikasi dan menuju Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan?

    Tiga pertandingan tersebut cukup bagus buat Amerika. Kami bisa mengendalikan permainan. Swedia tim tangguh, dan itu merupakan pertandingan pertama kami di tahun yang baru. Tapi, kami bisa melakukannya dengan baik.

    Bagaimana dengan prakualifikasi home and away melawan Barbados atau Dominika?

    Sangat adil jika kami melakukan prakualifikasi melawan tim yang lebih lemah. AS dan Meksiko sudah membuktikan statusnya di Piala Dunia.

    Amerika pasti menang?

    Tak bisa jadi jaminan. Sepakbola kadang berakhir tidak seperti yang Anda diharapkan. Segala sesuatu bisa terjadi, mungkin saja tendangan Anda delapan kali menerpa mistar dan mereka memainkan permainan terbaik sepanjang hidupnya. Anda tak bisa memastikan segalanya.

    Bagaimana pendekatan Anda pada satu pertandingan di mana setiap orang yakin tim AS akan menang dengan mudah?

    Anda perlu selalu menjaga sense of urgency setiap saat. Anda harus berusaha mencetak gol secepat mungkin. Semakin lama pertandingan berjalan tanpa gol, rasa percaya diri lawan akan meninggi. Itu berbahaya. (Roosyudhi Priyanto/Foto: Getty Images)

  • Ibu Rumah Tangga di Banten Kurangi Jatah Makan

    Cantik-super37
    Akibat Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok
    Ibu Rumah Tangga di Banten Kurangi Jatah Makan

    Oleh
    Iman Nur Rosyadi

    Serang-Sebagian besar ibu rumah tangga di Banten mengaku mengurangi jatah makan bagi keluarganya akibat kenaikan harga kebutuhan pokok yang dinilai sulit dijangkau oleh kondisi keuangannya. Pengurangan itu antara lain dalam sehari makan hanya dua kali dan lauk-pauknya dibatasi setiap anggota keluarga.

    ”Sarapan berupa nasi dan lauk-pauk terpaksa kami hilangkan. Kami ganti dengan mi instan yang harganya Rp 1.200 per bungkus,” kata Surtini, ibu rumah tangga di Cipare, Kota Serang, Jumat (8/2). Konsumsi telur ayam yang biasanya satu orang mendapatkan jatah 1 telur, kini 1 telur untuk 2-3 anggota keluarga. Keluarga Surtini terdiri dari suaminya dan empat anaknya. Tindakan Surtini yang bersuamikan seorang pekerja pabrik di Cikande, Kabupaten Serang ini dilakukan dalam waktu empat bulan terakhir, setelah harga kebutuhan pokok, terutama beras terus mengalami kenaikan.

    ”Bayangkan, beras IR 64 yang dulu bisa dibeli dengan harga Rp 3.500 per kg terus naik. Kemarin, saya membeli Rp 7.600 per kg. Waduh, bagaimana saya mengatur gaji suami saya,” katanya.
    Upah suaminya sebagai pekerja pabrik diterima sekitar Rp 1,5 juta per bulan. Untuk keperluan dapur dan ongkos anak sekolah, paling tidak Surtini harus membelanjakan uang Rp 50.000-60.000, berarti pengeluaran sebulan mencapai Rp 1,5-1,8 juta ”Pantas keluarga saya kelabakan ketika harus bayar listrik, beli buku sekolah, bayar uang her registrasi sekolah dan sebagainya. Uang tabungan sudah habis dan sekarang tak bisa menabung lagi,” tambahnya.

    Hal yang sama dialami Ny Muharam yang tinggal di Perumahan Citra Gading, Kota Serang. Dia kebingungan ketika membeli bawang merah Rp 2.000 hanya mendapatkan 2-3 buah. Hal serupa ketika membeli bawang putih. Harga cabai merah sudah mencapai Rp 23.000 per kg, minyak goreng curah Rp 12.000 per kg. ”Gaji suami saya cuma Rp 850.000 per bulan. Maklum, buruh pabrik Pak,” katanya.

    Sejumlah pedagang di Pasar Rawu, Kota Serang mengemukakan, pembelian harga kebutuhan pokok memang sudah naik. ”Enggak tahu kenapa Pak, bisa jadi di daerah-daerah lain mengalami banjir sehingga bawang, cabai, dan lain-lain sulit didapatkan, jadi harganya naik,” kata Embad, pedagang sayuran di Pasar Rawu.

    Pengemis
    Bersamaan dengan melambungnya harga kebutuhan pokok, pengemis di Kota Serang semakin merajalela. Pengemis yang semula hanya mangkal di sekitar perempatan atau lampu lalu lintas kini mendatangi rumah ke rumah, terutama lingkungan perumahan yang dibangun dengan fasilitas KPR. Setiap satu rumah bisa didatangi 3-4 kali pengemis yang berlainan.

    ”Kule sing Cilowong Pak. Kule ne terpaksa jeh. Engku wargi kule ore mangan. Sampun nape-nape kule babariman, napik wargi kelaparan (Saya dari Cilowong Pak. Saya terpaksa mengemis karena keluarga saya sering tidak makan. Tidak apa-apa, saya mengemis asal keluarga jangan kelaparan,” kata Ipah yang ditemui saat mengemis di Kompleks KPN Serang.

    Ipah dan dua wanita yang diperkirakan berumur 35-an tahun mengaku sebelumnya berkerja sebagai pembuat kasur dari bahan kapuk. Namun order pembuatan kasur itu semakin sepi. ”Mau jadi buruh tani, sawah-sawah kan sudah tidak ada di sini,” katanya seraya menyebutkan suaminya berkerja serabutan mulai dari tukang becak, buruh bangunan, dan lain-lainnya.

    Menurut pengamatan, jumlah pengemis di setiap perempatan jalan atau lampu merah pun semakin banyak. Pengemis tidak hanya wanita dan lelaki dewasa, tetapi anak-anak.
    Misalnya, di perempatan Pisang Emas, setidaknya ditemukan 6-8 pasang pengemis. Mereka berbaur dengan pengamen jalanan yang menggunakan alat musik seperti gitar, okulele, botol air mineral, atau sekadar kecrekan, yakni tutup botol seng yang dipaku menjadi satu
    __._,_.___

    Wenger Puji Konsentrasi Tim

    London - Arsene Wenger adalah manajer yang paling berbahagia saat ini. Bukan hanya karena unggul lima poin dari rivalnya, ia juga puas dengan sikap para pemainnya saat mengalahkan Blackburn Rovers.

    Arsenal mulai memperlebar jarak dengan Manchester United menjadi lima poin setelah mengalahkan Blackburn dengan skor 2-0, Selasa (12/2/2008) dinihari WIB. Wenger menegaskan bahwa para pemainnya saat ini sudah dapat bermain dengan sangat fokus untuk meraih kemenangan.

    "Bijaksana dalam fokus, ya (itu sangat hebat), kefasihan kami juga sudah lebih baik. Namun saya merasa di sana ada keinginan yang besar memenangi pertandingan dan tidak ingin membiarkannya begitu saja," kata Wenger seperti dilansir Sky.

    Menanggapi selisih lima poin dengan MU, Wenger masih belum mau sesumbar bicara soal gelar. "Kita tidak terlalu berharap setelah pekan ini. Memimpin lima poin memberikan kami dorongan untuk fokus dan membuat kami lebih tangguh," ujarnya.

    "Masih ada 12 pertandingan dan perjalanan masih panjang. Namun Anda bisa melihat hasil bahwa liga ini sangatlah ketat dan kualitas teratas. Saat performa Anda tidak berada di atas, Anda dapat dikalahkan siapa saja," kata Wenger.

    Unggul Lima Angka, Adebayor Tak Jumawa

    London - Berhasil mengalahkan Blackburn 2-0 dan mantap di puncak klasemen, Arsenal boleh berbangga hati. Tetapi Emmanuel Adebayor mengingatkan bahwa sisa pertandingan masih banyak dan oleh sebab itu timnya harus tetap fokus.

    Ketika ditanya seusai pertandingan, penyerang internasional Togo itu mengaku senang atas keberhasilan yang diraih oleh klubnya. Meski kini mereka unggul lima angka atas Manchester United, ia mengatakan masih ada 12 pertandingan sehingga konsentrasi di setiap laga adalah hal yang mutlak.

    "Tentu saja kami sangat bahagia. Kemarin merupakan pertandingan yang penting (ketika MU dan Chelsea kehilangan angka), tapi kami harus bermain dulu baru menikmatinya," ujarnya seperti dilansir Goal. "Sekarang kami masih memiliki 12 pertandingan tersisa dan kami harus tetap fokus."

    Mengenai pertandingan melawan Blackburn Rovers, striker yang kini telah mengemas 19 gol itu mengaku bahwa skuad besutan Mark Hughes itu sebenarnya tampil sangat baik dan bukan tidak mungkin mereka bisa menyamakan kedudukan setelah gol pertama The Gunners tercipta.

    "Saya pikir kami bermain sangat baik, tetapi kami tahu mereka bisa saja mencetak gol. Karena itulah kami terus mencari gol kedua," tukasnya.

    Adalah Adebayor sendiri yang mencetak gol kedua tersebut sekaligus menutup laga dengan skor 2-0. Ia pun bersyukur dengan hal itu karena akhirnya Arsenal bisa meraih kemenangan penting. "Alexander Hleb mengoper bola pada saya, saya hanya mengarahkannya ke tiang dekat. Dan akhirnya kami bisa meraih kemenangan penting," pungkasnya. (key/key)

    Jelang Liga Champions
    Inter Tetap Waspadai Liverpool

    Milan - Inter Milan tak ingin memandang enteng Liverpool. Meskipun The Reds sedang bermasalah dengan performanya di liga domestik, namun Inter tetap mewaspadai sejarah lawannya itu.

    Inter yang saat ini masih memimpin klasemen Seri A sedang mempersiapkan diri menghadapi Liga Champions pekan depan. Kondisi I Nerazzurri masih jauh lebih baik dari Liverpool yang sedang berjuang memperbaiki posisinya di Premier League, yang saat ini masih berada di posisi kelima.

    Inter menolak melihat posisi Liverpool di kompetisi lokalnya karena tim ini memiliki tradisi kuat di Liga Champions. Juara Eropa lima kali ini itu bahkan mampu lolos ke final dua kali dalam tiga tahun terakhir. Musim lalu mereka kalah di final dari AC Milan.

    "Obyektifnya mereka tampak sedang berjuang. Namun Anda perlu pertimbangkan sejarah klub, fans mereka dan juga semangat Inggris. Contohnya di final melawan Milan. Kita harus berada 110 persen di pertandingan itu," kata manajer teknik Inter Marco Branca seperti dilansir AFP.

    Di leg pertama skuad Roberto Mancini ini akan lebih dulu bertandang ke Anfield pada 19 Februari. Sedangkan di leg kedua Inter yang akan menjamu Liverpool di Stadion Giuseppe Meazza pada 11 Maret.

    Farina Akui Buat Kesalahan

    Catania - Gol pertama Inter yang dicetak Esteban Cambiasso ke gawang Catania diakui Stefano Farina sebagai bentuk kesalahan yang dibuatnya.

    Laga Inter kontra Catania di Estadio Massimino Senin (12/2/2008) dinihari WIB berkesudahan 2-0 untuk Inter. Sempat muncul keputusan kontroversial seputar gol pertama Nerrazzurri itu, yaitu Cambiasso sebagai pencetak gol berada dalam posisi offside.

    Adapun Silvio Baldini, pelatih Catania, mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut. Sementara dari pihak yang diuntungkan, Roberto Mancini lebih memilih bersikap netral.

    Sementara Farina, malah mengaku membuat kesalahan dengan mensahkan gol tersebut. "Baru sekarang saya melihat gol Cambiasso di TV untuk pertama kalinya dan saya akui bahwa saya membuat kesalahan," tegasnya kepada RAI.

    Apapun itu, Inter tetap sah menjadi pemenang pertandingan tersebut. Namun dengan adanya pengakuan sang wasit, tidaklah mengherankan kita kontroversi soal wasit akan makin kencang.

    Farina Jawab Kritik Collina

    Sedangkan mengenai kritik Pierluigi Collina, Farina memiliki alasan tersendiri untuk melewatkan 'terzo tempo'. Menurutnya, ia tak ingin memancing kontroversi lain dengan tetap berada di lapangan lebih lama dari biasanya.

    "Saya pribadi berpikir bukan keputusan yang bijak untuk tetap berada di lapangan, tapi pada saat itu saya menilai bahwa keputusan saya (melewatkan aksi jabat tangan antarpemain dan ofisial tim) adalah yang paling benar," tandasnya.

    "Saya mencoba bersikap fair play, sebagaimana barisan wasit lainnya, tapi setelah peluit panjang dibunyikan, saya berharap tak ingin memantik kontroversi lain dengan tetap di lapangan, makanya saya langsung pergi," ungkap Farina.

    Robinho Absen Lawan Roma

    Madrid - Cedera yang dialami Robinho membuat pemain asal Brasil itu harus beristirahat setidaknya dua pekan. Ia pun diragukan bisa tampil melawan AS Roma di Liga Champions pada 19 Februari mendatang.

    Seperti diberitakan oleh situs resmi Real Madrid, pemain bernama lengkap Robson de Souza itu mengalami cedera otot perut dalam laga melawan Real Valladolid hari Minggu (10/2/2008) lalu. Akibatnya pesepakbola berusia 24 tahun itu pun dijadwalkan absen selama 15 hari.

    Memang ada kemungkinan Robinho hanya diharuskan beristirahat 10 hari saja, tapi hal itu tidak membuatnya bisa tampil melawan Roma. Karena jika perhitungannya tepat, ia baru dinyatakan pulih sehari setelah pertandingan babak 16 besar Liga Champions tersebut.

    Selain melawan Roma, pemain bernomor punggung 10 itu kemungkinan besar juga akan absen pada jornada ke-24 ketika Madrid berhadapan dengan Real Betis, Sabtu (16/2/2008).

    Sejauh ini penampilan Robinho bisa dibilang mengilap. Dari 17 laga di La Liga ia sudah menyumbangkan sembilan gol. Raihan tersebut membuatnya menjadi pencetak gol ketiga terbanyak bagi Los Blancos setelah Ruud van Nistelrooy (12 gol) dan Raul Gonzalez (11). (key/key)

    Collina Kritik Farina

    Roma - Aksi Stefano Farina membuat dedengkot wasit Italia Pierluigi Collina angkat suara. Ia menyindir bukan pada kepemimpinannya di atas lapangan, melainkan sikap yang ditunjukkan Farina pascalaga.

    Usai memimpin laga Catania kontra Inter yang berkesudahan 0-2 untuk Nerrazzurri, Farina memang menunjukkan aksi yang lain dari biasanya. Ia memilih langsung ngacir ke ruang ganti, bukannya menunggu 'terzo tempo', alias aksi salam-salaman antara ofisial dan pemain kedua tim.

    Sikap itulah yang membuat Collina mengeluarkan kritik keras. "Wasit harusnya menjabat tangan pemain setelah pertandingan. Hal seperti itu bisa menurunkan tensi ketegangan," tandas Collina seperti dikutip Yahoosports.

    Di lapangan Farina membuat satu keputusan yang kontroversial saat mengesahkan gol Esteban Cambiaso, meski pemain saat itu terperangkap offside. Protes sempat dilayangkan kubu Catania, namun ia bergeming pada keputusannya.

    Fergie: Penentuan di Bulan April

    Manchester - Manchester United dalam keadaan tertinggal dari Arsenal. Akan tetapi The Red Devils belum menyerah dan tetap optimistis. Penentuan pemenang dijanjikan Sir Alex Ferguson baru terjadi di bulan April.

    Selasa (12/8/2008) dinihari WIB, The Gunners akan menjamu Blackburn Rovers di Emirates Stadium, London. Di atas kertas pasukan arahan Arsene Wenger itu berpeluang besar untuk meraih kemenangan atas Rovers. Performa Cesc Fabregas cs pun bisa dibilang konsisten karena belum pernah kalah lagi sejak ditaklukkan Middlesbrough 1-2, 9 Desember lalu.

    Jika tim "Gudang Peluru" berhasil meraih angka penuh maka selisih angka mereka dengan MU akan melebar menjadi lima, sebuah keunggulan yang bisa dibilang krusial mengingat keduanya tinggal menyisakan 12 pertandingan menuju mahkota juara. Namun, para punggawa "Setan Merah" belum menganggap keadaan itu adalah kiamat dan masih menyuarakan optimisme.

    Ferguson mengatakan bahwa penentuan juara baru benar-benar akan ditentukan pada bulan April. Kedua tim akan bertemu di Old Trafford pada tanggal 12 April, dan berselang dua pekan kemudian Cristiano Ronaldo dkk. akan bertandang ke Stamford Bridge untuk menghadapi Chelsea.

    "Tidak diragukan lagi, pertandingan melawan Chelsea dan Arsenal akan sangat menentukan. Fakta bahwa liga mendekati akhir telah memberikan perbedaan besar. Semua tim teratas sudah pernah kehilangan beberapa poin," tutur Fergie, seperti dilansir Goal.

    "Banyak tim berhasil mencuri poin dari tim-tim teratas lebih banyak dari biasanya. Tapi pertandingan kandang kami melawan Arsenal dan melawan Chelsea akan memberikan perbedaan besar," lanjutnya.

    Senada dengan sang bos, Ryan Giggs juga menyatakan keyakinan bahwa peluang mereka belumlah habis. Winger asal Wales itu pun mengatakan bahwa timnya tidak boleh lagi kehilangan poin. "Kami jelas-jelas tidak bisa kehilangan poin lagi sekarang. Kami harus memastikan tidak akan tampil seperti itu (ketika melawan City) lagi," ujarnya.

    Berbeda dengan keduanya, meski juga optimistis, Michael Carrick justru yakin Arsenal akan kehilangan poin dalam beberapa pertandingan selanjutnya sehingga MU bisa menyalip mereka. "Saya tidak percaya Arsenal akan melanjutkan sisa musim tanpa kehilangan poin. Masih akan ada turun-naik posisi dalam perebutan titel. Dan saya berharap kami lebih sering di atas dan bisa menyalip mereka," tukasnya ketika diwawancarai MUTV.

    Sebuah optimisme yang menandakan MU belumlah habis. Tetapi semua akan terlihat di lapangan di mana masih ada beberapa laga tersisa dan di sanalah kekuatan tekad mereka akan dibuktikan. Bisa, MU? (key/ian)

  • World champion boxer warns that Barack

    NUANSA-ORIENTAL00
    World champion boxer warns that Barack will be assassinated within months if he wins presidency

    By Alan Hubbard
    Sunday, 10 February 2008

    World champion boxer Bernard Hopkins, who will fight the undefeated Briton Joe Calzaghe in April, believes black Democratic contender Barak Obama would be assassinated "within months" if he became US president in November.

    Hopkins, the world light-heavyweight boxing champion, told The Independent on Sunday: "I don't think America is ready for an African-American in the White House. If he gets the nomination they won't let him become president, but if they do, it will be for a short time, maybe less than a month or two. His life would be in jeopardy.

    "People may say it is time for change but when it comes down to it, I don't think America is ready for that type of heat."

    Hopkins, 43, arguably the most politically controversial figure in US sport since Muhammad Ali, has been accused of being racially motivated for saying he would "never lose to a white boy". He refused to retract the comment when he came face to face this week with Calzaghe, the undefeated world super-middleweight champion, in London.

    In a week that saw British sport angered by the racist abuse in Spain of Lewis Hamilton, Hopkins said: "I make no apology. People who know me know why I said it. I don't know what kind of world you live in here, but over there, across the Atlantic, I know racism exists and you can't convince me otherwise."

    However, the Philadelphia- born Hopkins, known in the ring as "The Executioner" , insists he is not racist, and says he hopes Hillary Clinton is the next president. "I want Hillary to win. As I said, I do not think Obama would survive for too long if he won and Hillary seems the best person for the job, even though I call myself a Republicrat.

    "For me, she has the experience – she has already been a president for eight years. Bill had the title but there was a lot of pillow-talk at night so when she gets into the White House, hopefully, we'll be getting two for one. I don't really care what happens as long as they get Bush out of there. They talk about terrorism, but we've got a terrorist in the White House who picks the troops up by saying 'We're going to war – rumble young man, rumble."

    As an 18-year-old ghetto kid, Hopkins served a jail term for "beating up pimps and prostitutes" but reconstructed his life through boxing, setting up a foundation which builds playgrounds in Philadelphia for underprivileged children.

    For rolling comment on the US elections visit: independent. co.uk/campaign08

    Gerro: Liverpool Masih Bisa Kejar... Chelsea

    London - Sampai pertandingan ke-25, Liverpool masih duduk di posisi lima klasemen Premiership. Steven Gerrard pun melupakan gelar Liga Inggris dan mencetuskan target lain: mengejar Chelsea.

    Pekan lalu The Reds akhirnya mampu meraih kemenangan setelah melalui serangkaian hasil tak memuaskan --empat kali imbang dan sekali kalah sejak akhir Desember.

    Akan tetapi pekan ini tim besutan Rafael Benitez itu kembali kehilangan dua poin setelah hanya bermain 'kacamata' dalam lawatannya ke kandang Chelsea di Stamford Bridge. Ini adalah hasil imbang kesebelas --terbanyak di antara tim Premiership lainnya-- Liverpool musim ini.

    "Saya pikir kami semua kini cukup realistis mengenai peluang juara kami. Sepertinya musim ini hal itu mulai memudar lagi," keluh Gerrard seperti dikutip dari situs resmi Liverpool, Senin (11/2/2008).

    "Kami kehilangan arah karena terlalu banyak bermain imbang. Kami telah dihukum karena tak bisa langsung menyudahi perlawanan tim tamu di kandang kami dan tak bisa mengejar saat tertinggal oleh gol lawan dalam lawatan kami. Sepanjang 38 partai dalam sembilan bulan, kalau Anda punya kelemahan, liga ini akan menemukannya dan jelas kami tak berada di posisi yang seharusnya," lanjut skipper "Si Merah" itu.

    Meski begitu Stevie G masih yakin timnya bisa mengejar "Si Biru" sekaligus memastikan posisi papan atas klasemen, walaupun bukan yang teratas. "Tapi saya yakin kami bisa mengejar Chelsea. Kalau kami bisa melakukannya, kami akan bercokol dengan nyaman di posisi empat, yang merupakan hal penting."

    Sayang tekad Gerrard menundukkan Chelsea itu pada akhirnya tak jadi kenyataan. Setidaknya, ada tekad lain yang dikemukakannya, yakni memberikan kompensasi jika timnya benar-benar gagal berjaya di Liga Inggris. Adalah trofi Piala FA atau Liga Champions yang dibidiknya.

    "Kini kami butuh penampilan dahsyat untuk mengatrol kepercayaan diri dan saya lihat jadwal seperti ini merupakan peluang ideal untuk membuat kami melaju lagi. Kalau kami bisa menang di Piala FA atau Liga Champions, bahkan kalau kami gagal di Liga, kami akan punya sesuatu yang dibanggakan musim ini," tandasnya.

    God intended every individual to succeed. It is God's purpose that man should become great. It is God's will that man should not only use, but enjoy every good in the universe. The Law of God denies man nothing.

    Man is born to be rich. The powers inherent in him are inexhaustible. Each normal person is endowed with a complete set of faculties which, if properly developed and scientifically applied, will ensure success, ever-growing success.

    Man is made for progress. Every man contains within himself the capacity for endless development. Advancement into all things is the Law's great purpose. By learning to work with the Law in promoting that aim, man may build himself into greater and greater success.

    All the processes of Nature are successful. Nature knows no failures. She never plans anything but success. She aims at results in every form and manner. To succeed in the best and the fullest sense of the term we must, with Nature as our model, copy her methods. In her principles and laws we shall discover all the secrets of success.

    Infinite resources are at man's disposal. There are no limits to his possibilities. He focuses and individualizes the elements, forces, and principles of the whole world. He can develop a wonderful intelligence; thus, all life's questions may be answered, all Nature's secrets discovered, and all human problems solved. Nothing is impossible.

    Higher faculties, remarkable talents, superior insight, and greater power are dormant in all, and by special psychological methods, these exceptional elements can be developed to an extraordinary degree for actual and practical use. Every mind can develop greatness. It is simply a matter of knowing how. True self-help, self-discovery, self-knowledge, and the proper instruction in applying one's faculties and using one's forces will advance any person. Practice will ensure efficiency; use will bring forth results. Success, therefore, is within the reach of every aspiring man.

    Do you wish to succeed? You can. You possess all the essentials within yourself; all you need is to gain a right understanding of the principles and laws upon which success is based, and then to apply the right methods of operating these causes until success is earned.

    Zidan: Pilihan Kedua Tepat

    Accra - Salah satu pemain bintang Mesir di Piala Afrika 2008 adalah Mohamed Zidan. Tidak seperti dua tahun lalu, pilihan striker klub Hamburg SV itu kali ini membuahkan hasil yang manis.

    Zidan lebih memilih klubnya saat itu, Mainz, ketimbang memperkuat negaranya pada perhelatan Piala Afrika 2006. Akibatnya ia tak bisa ikut menjadi pemenang, menyusul sukses Mesir menjadi juara di kandang sendiri.

    Tak mau kehilangan kesempatan dua kali, Zidan tahun ini memilih timnas dan rela kehilangan beberapa pertandingan di Bundesliga -- walaupun faktanya ia lebih sering dimainkan dari kursi cadangan.

    Keputusan pemain berusia 26 tahun itu kali ini tak salah. Mesir berhasil mempertahankan titel juaranya, dan Zidan pun bisa mengangkat langsung tropi supremasi tertinggi sepakbola Afrika itu.

    "Memilih klub adalah sebuah keputusan yang sulit waktu itu, dan saya kehilangan titel di Kairo. Keputusan kali ini juga sulit karena saya baru pindah ke Hamburg. Tapi saya memutuskan membantu Mesir karena saya pun ingin memperoleh kesempatan untuk merasakan menjadi juara," ujar Zidan seusai pertandingan seperti dikutip AFP.

    Zidan di turnamen Piala Afrika tahun ini mencetak dua gol. Di final, saat Mesir menekuk Kamerun 1-0, ia memberi assist buat dituntaskan Mohamed Aboutraika di menit 77. Gol pertama Zidan di gawang Kamerun di babak grup dinominasikan sebagai yang terbaik di kompetisi ini.

    "Sebuah kehormatan menjadi anggota tim ini, tim terkuat di Afrika," tukasnya. "Kami sedang menjalani mimpi kami sekarang."

    Kemenangan Mesir Angkat Beban Hidup

    Kairo - Sukses Mesir menjuarai Piala Afrika 2008 meledakkan euforia di ibukota negara itu, Kairo. Semua berpesta dan semua beban hidup yang berat pun sejenak serasa terangkat.

    Sebiji gol dari Mohammed Aboutrika ke gawang Kamerun di Stadion Ohene Djan, Ghana, Senin (11/2/2008) dinihari WIB, cukup untuk mengantar tim berjuluk The Pharaohs (Firaun) tersebut untuk mempertahankan gelar juara yang juga mereka rebut tahun 2006.

    Sesaat pasca pertandingan di Ghana usai, ribuan orang di Kairo segera turun ke jalan merayakan kemenangan itu. Perempuan-perempuan yang biasanya mengenakan cadar, kini memilih bendera merah-putih-hitam Mesir sebagai bentuk ekspresi diri.

    Laki-laki-perempuan, tua-muda, semua larut dalam kegembiraan. Beberapa orang menyalakan kembang api dan sebagian lainnya menangis terharu.

    Tapi bagi seorang warga Kairo bernama Mohammed Saed, kemenangan itu bukan sekedar kemenangan pertandingan sepakbola, tapi setitik kegembiraan dalam hidup warga Mesir.

    "Akhirnya sesuatu yang menggembirakan terjadi pada kami. Sesuatu yang menyenangkan," seru Saed sembari mengibar-ngibarkan bendera Mesir berkata kepada AFP.

    "Dengan Pemerintahan sekarang, semua hal menyedihkan. Harga-harga (naik), kapal tenggelam dan tabrakan kereta. (Gelar) ini adalah satu-satunya hal yang memberi kami kegembiraan," lanjut Saed yang menonton partai final Piala Afrika itu di pusat kota.

    Selain persoalan kehidupan sehari-hari, gelar keenam Mesir di Piala Afrika ini ternyata bisa menjadi sarana persatuan bangsa.

    Tak diragukan lagi, sepakbola memang sesuatu yang universal. Terbukti, masyarakat Mesir yang mayoritas Muslim bisa membaur dengan warga beragama Kristen Koptik yang minoritas. Semuanya tak lain dan tak bukan adalah dalam bungkus bernama sepakbola.

    "Ini adalah kesempatan langka, di mana tidak ada Islam dan Koptik. Yang ada hanyalah warga Mesir," ucap seorang penganut Koptik bernama Adel Zaki. "Kami merasa bersatu dan ini adalah satu-satunya hal yang kami rayakan bersama."

    Foto: Kapten Mesir, Ahmed Hassan, mengangkat Piala Afrika (AFP/Gianluigi Guercia)

    Real Madrid Mematikan

    Jakarta - Real Madrid mencetak tujuh gol untuk menciptakan jurang delapan poin dengan Barcelona. Dan tujuh gol itu menunjukkan bahwa pasukan Los Blancos sangat mematikan.

    Adalah Valladolid yang merasakan ketangguhan pasukan Bernd Schuster itu, setelah dibantal 7-0 di Santiago Bernabeu, Senin (11/2/2008) dinihari WIB.

    Inilah skor terbesar yang pernah dihasilkan Madrid dalam empat tahun terakhir. Uniknya, kali terakhir mereka mendulang tujuh gol adalah juga ke gawang Valladolid, yakni saat menang 7-2 pada 13 September 2003.

    Kemenangan sensasional tersebut memantapkan posisi Madrid di puncak klasemen sementara La Liga. Dengan 15 partai tersisa, mereka telah mengambil jarak delapan poin dengan Barcelona.

    "Madrid punya kualitas bermain, baik dengan ruang maupun tanpa space. Mungkin kami bisa saja kebobolan gol lebih banyak, tapi mereka memang benar-benar mengalahkan kami," ujar pelatih Valladolid Jose Luis Mendilibar.

    "Mereka tahu bagaimana harus bermain, juga konsisten. Serangan balik mereka sungguh mematikan," sambungnya seperti dikutip Marca.

    Sementara itu Schuster mengekspresikan kemenangan besar timnya dengan menggaribawahi karakter pasukannya. Selain menghasilkan skor besar, paling tidak mereka bisa melupakan hasil pekan lalu saat dipecundangi Almeria 0-2.

    "Aspek paling positif dari pertandingan ini adalah, ketika ada situasi mendesak, tim ini memberi respons. Ini sangat positif," tandas pelatih berkebangsaan Jerman itu.

    Berbatov Kencani Model Top

    Jakarta - Gosip seputar kehidupan pribadi Dimitar Berbatov beredar. Striker Tottenham Hotspur itu dikabarkan sedang menjalin hubungan istimewa dengan seorang model papan atas Bulgaria.

    Model tersebut bernama Tedi Velinova, yang di negaranya digolongkan sebagai selebritis papan atas. Dengan Berbatov yang juga figur terkenal, isu mereka berpacaran pun menjadi hidangan menarik untuk penikmat gosip.

    "Tedi itu wanita terseksi di negeri kami, Berbatov pun bintang terbesar. Dia benar-benar terpikat oleh Tedi," ujar seorang teman Velinova seperti dikutip The Sun.

    Yang menjadi dasar rumor tersebut adalah Velinova konon ditengarai sering mengunjungi Berbatov di London tiap akhir pekan. Mereka pun sering jalan bareng.

    Disebutkan bahwa Velinova pernah menjalin hubungan dengan anak seorang ahli bedah plastik. Uniknya, sang ayah itulah yang pernah membantu dia "mereparasi" beberapa anggota tubuhnya sehingga lebih seksi.

    Gara-gara rajin berpacaran dengan Velinova, seorang komentator sepakbola Bulgaria sampai berseloroh, "Ini mungkin menjelaskan kenapa Berbatov kurang banyak bikin gol di lapangan."

    Ah, apa hubungannya. (a2s/krs)

  • Saya Ini Pantas Jadi Entrepreneur Gak Ya?

    yh4
    Tips 180: Saya Ini Pantas Jadi Entrepreneur Gak Ya?

    Warning: Tulisan ini mungkin bisa disturbing dan membuat Anda menjadi gelisah. Memang itu tujuannya.

    Semuanya dimulai dari BDSA. Belief, Dream, Strategy, Action. Mulai dari memutuskan apakah Anda memang pantas menjadi entrepreneur, sampai Anda benar-benar terjun menjadi entrepreneur. Semuanya, dimulai dengan BDSA. Tulisan ini bisa membantu Anda untuk memutuskan apakah Anda cocok menerjuni dunia entrepreneurship, dan membantu Anda juga jika Anda memang sudah berada di dalamnya.

    Saya sadur dari tulisan menarik dari "The Lazy Way To Success", saya terjemahkan dengan bebas, dan kemudian saya tambahkan opini dan cara pandang saya sendiri. Isinya, tentang sepuluh tanda apakah Anda memang cenderung lebih cocok menjadi entrepreneur, atau sebaliknya lebih tepat menjadi pegawai pada perusahaan, organisasi, atau orang lain.

    Tulisan ini pun tidak ditujukan untuk menohok apapun profesi yang sedang Anda geluti sekarang. Juga, tidak untuk menohok dunia profesional itu sendiri. Apapun yang Anda kerjakan dan terjuni saat ini, pastilah sesuatu yang baik dan pantas dihargai. Semoga bermanfaat.

    Saya akan memulainya dengan inspirasi dari Robert T. Kiyosaki.

    Rata-rata entrepreneur, memulai kerajaan bisnisnya dari bawah. Mereka mengalami masa-masa sulit, saat dalam kesendirian, saat dunia tak tertarik dengan apapun yang ditawarkan oleh mereka. Saat segala macam dan jenis kesulitan mereka alami, saat segala kendala mereka hadapi, dan saat berbagai kekurangan dan ketidakcukupan masih menjadi menu mereka sehari-hari.

    Lucunya saat mereka sukses, mereka malah "memaksa" generasi penerusnya, anak dan cucunya, untuk memahami, menerjuni, dan menyelami dunia entrepreneurship dan hanya sedikit yang merekomendasi mereka untuk menjadi pekerja atau menjadi bawahan.

    Kontradiktif? Tidak sama sekali.

    Para entrepreneur sangat memahami sejarah kerajaan bisnis mereka. Mereka juga tak akan pernah lupa dengan segala sakit dan derita yang mereka rasakan di masa-masa awalnya. Justru itulah, mereka berharap bahwa generasi penerus dan anak cucunya, tidak boleh menjalani proses dan prosedur yang sama menyakitkannya. Mereka ingin, generasi penerus dan anak cucu mereka menjadi entrepreneur yang tidak lagi memulai dari bawah seperti mereka sendiri. Mereka, menginginkan anak cucu mereka memulai dunia entrepreneurshipnya , dari atas.

    Jika kita sendiri membangun bisnis dari nol, atau dari status sebagai pegawai pada orang lain, masihkah kita ingin anak dan keturunan kita memulainya dari titik yang sama? Dengan segala sakit dan penderitaan yang sama? Tentu tidak. Kita ingin anak cucu kita memulai kerajaan bisnisnya di titik yang lebih tinggi dari tempat kita memulainya dulu.

    Jika kita direktur, kita ingin anak kita memulainya dengan menjadi direktur. Dulu bisa jadi kita memulainya dari office boy. Kalau toh menurut kita itu juga harus mereka jalani, itu cuma plot dan mencari pengalaman atau pengetahuan. Intinya, kita tidak ingin mereka menderita dengan cara yang sama.

    Kita ingin mereka menjadi "penerus" kesuksesan bukan "pengulang" kesuksesan.

    Mengapakah mereka begitu ngotot agar generasi penerus dan anak cucu mereka juga menjadi entrepreneur? Di antara alasannya adalah yang berikut ini.

    "Sepuluh Alasan Untuk Tidak Menjadi Pegawai"
    "Sepuluh Miskonsepsi Tentang Posisi Sebagai Pegawai"

    Berikut ini adalah "Sepuluh Tanda Bahwa Anda Lebih Cocok Menjadi Entrepreneur".

    10. Jika Anda adalah jenis manusia yang tidak bisa dipekerjakan. Anda sulit memegang jabatan. Anda tidak menginginkannya, seperti seekor kucing yang diminta mandi.

    09. Jika Anda anti otoritas. Anda pembangkang atau pemberontak. Di kepala Anda, Anda hanya ingin menjadi boss, presiden, presdir, kaisar, raja, atau baginda.

    08. Jika Anda punya semacam kharisma yang bisa membuat orang lain bergerak. Cobalah telusuri lagi diri Anda dan pengaruh Anda pada lingkungan terdekat di sekitar Anda.

    07. Jika Anda tidak pernah lelah untuk terus mencari segala alternatif peluang ekonomis, di manapun dan kapanpun. Anda bisa melakukannya karena kepepet, atau karena memang suka saja. Anda sering terjebak, bukan oleh event tapi oleh berbagai analisis ekonomis. Di bioskop, Anda bukan menonton film, eh malah sibuk menghitung-hitung berapa keuntungan pemilik bioskop, penghasilan aktor film itu, atau produsennya di Hollywood.

    06. Jika Anda terus memikirkan berbagai hal dalam konteks lebih mudah, lebih cepat, lebih murah, lebih efisien, lebih efektif, ketimbang cara-cara yang sudah biasa.

    05. Jika Anda bisa dengan senang hati melepaskan berbagai keamanan dan kenyamanan, untuk menerjuni dunia lain yang dipenuhi petualangan dan teror.

    04. Jika Anda bisa melihat dan meyakini bahwa keterbatasan uang, pengetahuan, atau pengalaman bukanlah penghalang. Anda sanggup bersaing.

    03. Jika Anda lebih senang pada faktor kali ketimbang faktor tambah. Anda lebih suka 2x2 ketimbang 2+2.

    02. Jika Anda bisa dengan senang hati menggadaikan rumah Anda atau rumah mertua Anda, saat memulai sebuah bisnis. Hati-hati dengan yang satu ini.

    01. Jika Anda bisa memprediksi, bahwa dalam lima tahun Anda bisa membeli Argentina dan kemudian menjualnya kepada Brazil.

    00. Jika Anda sudah E.D.A.N. sehingga Anda memang benar-benar secara total sudah merasa N alias Nothing To Lose.

    Cobalah Anda pertimbangkan kecocokan profil Anda dengan sebelas poin di atas. Jika Anda masih belum merasa memiliki karakteristik di atas, maka ada dua opsi untuk Anda.

    1. Anda memang bukan orang yang cocok menjadi entrepreneur. Anda boleh menjadi pegawai orang lain dengan syarat Anda memang nyaman dengan dunia itu.

    Jalani, dan tunggulah saat pensiun datang. Ketika itu, Anda sekali lagi akan dihadapkan pada profilisasi dengan sebelas poin di atas sekali lagi. Saat itu, Anda tak akan punya pilihan lain kecuali memutuskan untuk menjadi entrepreneur.

    Anda mungkin senang hanya duduk di kursi goyang seharian dan menikmati tabungan di saat pensiun. Tapi ingat, Anda mungkin sudah 30 tahun lebih terbentuk menjadi orang yang bekerja setiap hari. Anda tidak mungkin lagi menganggur, karena sifat itu sudah hilang dari diri Anda. Anda tak bisa hanya tinggal diam. Anda pasti punya mimpi lanjutan.

    2. Anda ingin atau telah memiliki sepuluh karakteristik di atas, tapi Anda masih diliputi keraguan dan kebimbangan. Jika ini yang Anda rasakan, Anda harus mundur dua langkah ke belakang plus Anda harus mendapatkan karakteristik yang nomor "00" di atas.

    Sebelas poin di atas, sebagian besarnya sudah termasuk dalam wilayah "strategi". Mundurlah kembali saat ini juga, untuk memperbaiki "beliefs" dan memperkuat "dreams" Anda.

    Untuk manapun yang Anda pilih, dan untuk manapun yang menjadi posisi Anda saat ini, mulailah menjadi pembelajar entrepreneurship dengan BDSA sekarang juga.

    *" Bukan Tidak Bisa Hanya Belum Dicoba!!! "

    Banyak orang bilang, bisnis itu susah, berisiko tinggi, harus memiliki darah keturunan, harus berpendidikan tinggi dan sebagainya. Padahal sebenarnya bisnis itu mudah kok, memang sih risikonya lebih tinggi daripada seorang karyawan, namun ada satu hal yang harus Anda ingat, bahwa rezeki itu berbanding lurus dengan risiko.

    Jadi kalau Anda ingin mendapatkan hasil yang tinggi, Anda juga harus siap menanggung risiko yang tinggi pula. Itu hukum alam loh!.

    Jika Anda hanya berani mengambil risiko yang kecil-kecilan maka Anda pun juga harus siap mendapatkan hasil yang kecil-kecilan pula.

    Tentang garis keturunan, memang banyak juga sih pengusaha sukses yang berasal dari kalangan pengusaha sukses pula, misalnya di group-group usaha para konglomerat memang pengecualian. Mereka yang sekarang menjadi pengusaha sukses memang memiliki darah keturunan orang-orang sukses dimasa yang lalu. Namun itu tidak berlaku mutlak. Banyak lho, sekarang ini muncul pengusaha-pengusaha sukses yang sama sekali tidak memiliki darah keturunan pengusaha. Ada anak petani, anak pegawai negeri, anak tukang ojeg dan lain sebagainya yang sukses menjadi pengusaha besar. Jadi “darah keturunan” itu tidaklah penting dalam rangka untuk memulai bisnis.

    Sekarang tentang pendidikan, rasanya banyak pengusaha sukses yang tidak berpendidikan tinggi namun sukses menjadi pengusaha besar. Katakanlah I Nyoman Londen, Bos Edola Burger yang hanya berpendidikan “S.III” , yaitu SD, SMP dan SMA namun sukses mengelola usaha Burger hingga mencapai 400 outlet. Ada juga H. Mas Nur Huda yang “hanya” berpendidikan di Pesantren namun sukses mengelola bisnis Waralaba Es Cendol dengan omset mencapai 5 juta rupiah per-hari.

    Nah, dengan demikian sebenarnya nggak ada alasan bagi Anda untuk berkata tidak bisa berbisnis, karena saya yakin bahwa sebenarnya Anda bukannya tidak bisa berbisnis, melainkan belum mencoba untuk berbisnis.

    Salam

    Grant Kecewa Berat

    London - Chelsea membuang kesempatan memperpendek jarak poin dengan Arsenal dan Manchester United. Maka tak salah jika Avram Grant mengaku kecewa berat karena kegagalan timnya itu.

    Laga terakhir Chelsea di Premiership memang tak menuai hasil memuaskan. Menjamu Liverpool di Stamford Bridge, Senin (11/2/2008) The Blues hanya mengukir satu poin, torehan dari hasil imbang tanpa gol.

    Tambahan satu angka pastinya tak membuat koleksi poin Chelsea mengalami perubahan drastis, demikian juga dengan peluang menggeser MU, yang kalah 2-1 dari Manchester City.

    "Saya sangat kecewa, kami memiliki kesempatan untuk memperpendek selisih poin di papan atas, tapi malah gagal," ujar Grant seperti dikutip BBC.

    "Masalah utama yang kami miliki adalah kualitas passing kami yang cukup buruk," imbuh dia.

    Namun demikian, bukan berarti peluang Chelsea merebut gelar juara, atau setidaknya menggeser MU, sepenuhnya tertutup. "Kami masih yakin ada kesempatan berikutnya, mengingat kami masih akan menjamu Arsenal dan United."

    "Bukan laga mudah. Yang kami butuhkan adalah usaha ekstra keras untuk memperpendek jarak, semuanya masih mungkin terjadi. Setelah hasil ini, saya tidak bertambah optimis atau malah berkurang. Kami tahu semua itu tidak akan mudah, tapi kami yakin bisa melakukannya," tegas Grant.

    Kemenangan Mesir Angkat Beban Hidup

    Kairo - Sukses Mesir menjuarai Piala Afrika 2008 meledakkan euforia di ibukota negara itu, Kairo. Semua berpesta dan semua beban hidup yang berat pun sejenak serasa terangkat.

    Sebiji gol dari Mohammed Aboutrika ke gawang Kamerun di Stadion Ohene Djan, Ghana, Senin (11/2/2008) dinihari WIB, cukup untuk mengantar tim berjuluk The Pharaohs (Firaun) tersebut untuk mempertahankan gelar juara yang juga mereka rebut tahun 2006.

    Sesaat pasca pertandingan di Ghana usai, ribuan orang di Kairo segera turun ke jalan merayakan kemenangan itu. Perempuan-perempuan yang biasanya mengenakan cadar, kini memilih bendera merah-putih-hitam Mesir sebagai bentuk ekspresi diri.

    Laki-laki-perempuan, tua-muda, semua larut dalam kegembiraan. Beberapa orang menyalakan kembang api dan sebagian lainnya menangis terharu.

    Tapi bagi seorang warga Kairo bernama Mohammed Saed, kemenangan itu bukan sekedar kemenangan pertandingan sepakbola, tapi setitik kegembiraan dalam hidup warga Mesir.

    "Akhirnya sesuatu yang menggembirakan terjadi pada kami. Sesuatu yang menyenangkan," seru Saed sembari mengibar-ngibarkan bendera Mesir berkata kepada AFP.

    "Dengan Pemerintahan sekarang, semua hal menyedihkan. Harga-harga (naik), kapal tenggelam dan tabrakan kereta. (Gelar) ini adalah satu-satunya hal yang memberi kami kegembiraan," lanjut Saed yang menonton partai final Piala Afrika itu di pusat kota.

    Selain persoalan kehidupan sehari-hari, gelar keenam Mesir di Piala Afrika ini ternyata bisa menjadi sarana persatuan bangsa.

    Tak diragukan lagi, sepakbola memang sesuatu yang universal. Terbukti, masyarakat Mesir yang mayoritas Muslim bisa membaur dengan warga beragama Kristen Koptik yang minoritas. Semuanya tak lain dan tak bukan adalah dalam bungkus bernama sepakbola.

    "Ini adalah kesempatan langka, di mana tidak ada Islam dan Koptik. Yang ada hanyalah warga Mesir," ucap seorang penganut Koptik bernama Adel Zaki. "Kami merasa bersatu dan ini adalah satu-satunya hal yang kami rayakan bersama."

    Foto: Kapten Mesir, Ahmed Hassan, mengangkat Piala Afrika (AFP/Gianluigi Guercia)

    Gol Paloschi Sudah Diramalkan

    Milan - Gol penentu kemenangan AC Milan atas Siena oleh Alberto Paloschi ternyata sudah diramalkan, setidaknya itulah pendapat dari dua allenatore Carlo Ancelotti dan Mario Beretta.

    "Sepertinya sudah ditakdirkan, karena ia telah mencetak tiga gol di pertandingan resmi yang ia mainkan. Di antara striker-striker kami, dialah yang paling produktif," puji Carletto seperti dikutip Football Italia.

    "Dia adalah pemain bagus dan anak yang baik. Ketika ia masuk ke lapangan, saya sempat berujar bahwa ia akan mencetak gol. Lain kali, saya akan diam," sambung Beretta.

    Itulah pendapat dua pelatih kawakan yang menjadi saksi mata lahirnya calon bintang baru Italia pada Minggu (10/2/2008) malam. Dengan performanya itu, maka tak salah jika Paloschi mendapat tempat tersendiri di hati Ancelotti.

    "Sekarang dia akan tinggal bersama tim senior karena kami membutuhkannya saat ini, tapi ia akan mendapat kesempatan untuk tumbuh," tegas pelatih Milan itu.

    Seperti diketahui, kemenangan 1-0 Milan atas Siena datang dari Paloschi. Baru 15 detik berada di lapangan, ia langsung membuat perubahan besar dengan sentuhan pertamanya.

    Berkat kemenangan tersebut, peluang Milan masuk zona Champions terbuka lebar. Ada kesempatan menggeser Fiorentina mengingat selisih angka Milan dengan La Viola hanya dua poin, sementara Rossoneri mengantongi satu laga lebih banyak.

    Madrid & Valencia Tak Terbendung

    Madrid - Real Madrid kembali menjauh dari kejaran Barcelona setelah menang atas Valladolid. Tidak tanggung-tanggung, Madrid membantai tamunya itu dengan skor telak, 7-0.

    Stadion Santiago Bernabeu, Senin (11/2/2008) dinihari WIB, benar-benar menjadi ajang pesta bagi Madrid. Menjamu Valladolid yang menduduki papan tengah, tim racikan entrenador Bernd Schuster itu menggelontorkan tujuh gol tanpa kebobolan satu pun.

    Pertandingan baru berjalan delapan menit, saat Madrid sudah selangkah di depan. Julio Baptista mencetak gol setelah mendapat umpan matang dari Arjen Robben.

    Meski mendominasi penguasaan bola, Madrid baru bisa memetik gol keduanya tepat saat jangka waktu setengah jam terlampaui. Raul Gonzalez membobol gawang kiper Sergio Asenjo dengan sebuah sontekan kaki kanan.

    Dua menit kemudian, Madrid kembali mencetak gol. Kali ini giliran Robben yang sukses menyarangkan bola. Patut dicatat bahwa ini adalah gol pertama Robben untuk Madrid di ajang Liga Spanyol.

    Raul mencetak gol keduanya sekaligus gol keempat Los Merengues dari titik penalti di menit ke-38. Tendangan hukuman dijatuhkan kepada Valladolid karena Asenjo menjatuhkan Baptista di kotak penalti.

    Madrid mengunci Valladolid 5-0 di akhir babak pertama dengan sebuah gol sumbangan Guti Hernandez. Gol Guti ini dicetak melalui sebuah tendangan kaki kiri yang tidak terlalu keras.

    Memasuki babak kedua, Madrid sedikit mengendurkan tekanan. Meski demikian, Madrid berhasil menambah gol lagi di menit 62. Guti menuliskan namanya lagi di daftar pencetak gol.

    Madrid bagai berada di surga tingkat ketujuh saat gol ke-7 mereka hadir di bilangan menit ke-79. Royston Drenthe menjebol gawang Valladolid dengan sebuah sepakan kaki kiri.

    Kemenangan spektakuler ini membuat Madrid menjauh dari kejaran Barcelona. Tiga angka dari Valladolid membuat Los Blancos sudah mengoleksi 56 angka, unggul delapan poin di depan Barcelona yang kemarin diimbangi Sevilla 1-1.

    Sementara itu di Stadion Mestalla, Valencia harus berterima kasih kepada duet David --David Villa dan David Silva-- yang memborong gol-gol kemenangan tim asuhan Ronald Koeman itu.

    Villa mencetak gol pembuka di menit ke-16 dan Silva menggandakan keunggulan Los Ches dengan golnya 12 menit setelah gol pertama.

    Di awal babak kedua, Betis sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Edu. Namun gol Villa di menit penghabisan laga mengamankan tiga angka ke kubu tuan rumah.

    Dengan kemenangan ini, Valencia melompat dua peringkat dari posisi 10 menjadi posisi delapan dengan 33 angka. Sedangkan Betis dilompati Athletic Bilbao yang menang 1-0 atas Levante.

    Arsenal Pole Position

    Jakarta - Manchester United dan Chelsea mengalami nasib yang kurang baik dalam dua laganya di bulan Februari. Arsenal pun meraih pole position dalam perebutan gelar juara Liga Inggris.

    Itulah kesimpulan bersyarat sementara setelah peta persaingan di papan atas Premier League berubah cukup signifkan di pekan ke-26, menyusul kekalahan MU atas Manchester City dan ditahannya Chelsea oleh Liverpool tadi malam, Minggu (10/2/2008).

    MU, yang bermain dalam spirit Tragedi Munich 1958, malah takluk di kandangnya sendiri. Dibobol dua kali oleh Darius Vassell dan Benjani Mwaruwari, The Red Devils hanya bisa membalas satu kali via gol Michael Carrick di menit 90.

    Kekalahan memalukan ini membuat MU kehilangan lima poin dari dua pertandingan terakhirnya. Pekan lalu mereka bahkan nyaris kalah juga kalau saja tidak ada Carlos Tevez yang mencetak gol penyama kedudukan melawan Tottenham Hotspur. Gol striker Argentina di injury time itu membuat MU kembali dari White Hart Lane dengan skor 1-1.

    Nasib serupa dialami Chelsea. Mereka mengawali perjalanan di bulan Februari dengan tidak kencang. Indikasinya adalah The Blues selalu seri dalam dua partai berturut-turut -- dan itu memberikan kerugian dalam upaya mereka mengejar MU dan Arsenal.

    Minggu lalu tim asuhan Avram Grant itu ditahan Portsmouth 1-1. Setelah itu, beberapa jam yang lalu, giliran Liverpool yang dapat mengimbangi mereka, 0-0 di Stamford Bridge.

    Alhasil Arsenal berpeluang memimpin dengan lebih tenang. Jika malam nanti mampu mengalahkan Blackburn Rovers di Emirates Stadium, berarti anak-anak "Gudang Peluru" itu akan berada lima poin di depan MU dan unggul delapan angka dari Chelsea.

    Dalam kompetisi yang mendekati sepertiga akhir, setiap keunggulan poin amatlah berarti. Sebaliknya, kehilangan satu angka pun bisa mendatangkan kerugian yang bisa berujung pada kegagalan.

    Yang menarik, Arsenal pekan depan akan bertarung melawan MU di babak perdelapan final Piala FA. Setelah itu keduanya akan melanjutkan perjuangan di Liga Champions. Arsenal menghadapi juara bertahan AC Milan, sedangkan MU ditantang jawara Prancis, Lyon.

    Sementara itu Chelsea memiliki jadwal yang tidak sekeras dua rivalnya itu dalam dua partai berikutnya. Di Piala FA lawan mereka adalah tim gurem Huddersfield, sedangkan di Liga Champions mereka bertemu Olympiakos.

    Kembali ke Liga Inggris, kompetisi masih menyisakan 13 pertandingan. Selama itu apapun masih bisa terjadi. Namun saat ini yang berada di grid terdepan dan memegang pole position adalah Arsenal.

  • MENCIPTAKAN KESEMPATAN

    Delapan puluh persen penduduk di muka bumi ini menunggu kesempatan yang datang dan memanggilnya untuk bergerak. Namun hanya sekitar dua puluh persen yang menciptakan kesempatan untuk dirinya sendiri. Hal ini melampaui batas-batas budaya dan geografis, yang sangat menarik untuk diperhatikan dan diterapkan bagi kita semua. Di Indonesia, yang jumlah penganggurannya mencapai angka 20 persen, sampai kapan kita mesti menunggu kesempatan yang memanggil kita?

    Tidak ada waktu lagi. Waktu untuk bergerak adalah sekarang juga.

    Dibandingkan dengan di negara-negara maju, seperti AS dan Kanada, mendirikan perusahaan sangatlah ribet dan berbelit-belit, begitu banyak izin yang perlu diambil. Contohnya yang paling sederhana adalah membuka salon potong rambut. Di Indonesia, hampir setiap kota dan desa ditemui banyak sekali salon potong rambut. Izin apa yang diperlukan untuk membuka salon tersebut? Tidak ada sama sekali. Cukup punya gunting dan tempat duduk serta cermin saja. Bahkan di bawah pohon rindang pun bisa saja.

    Bandingkan dengan di AS. Di setiap negara bagiannya ada yang disebut Cosmetology Licensing Bureau (Biro Izin Ilmu Kosmetologi, yang di sini maksudnya adalah "Persalonan" bukan kosmetika.) Biro ini mensyaratkan setiap orang yang hendak membuka salon untuk membawa ijazah dan transkrip kursus pelatihan salon yang biasanya sepanjang 6 bulan sampai 1 tahun. Setelah itu, ia harus mengikuti ujian negara bagian teori dan praktik. Setelah itu barulah bisa mengajukan permohonan untuk mendapatkan izin untuk membuka salon.

    Setelah mendapatkan izin salon, barulah bisa mengajukan izin usaha. Prosesnya sendiri memakan waktu satu sampai dua tahun dari sejak pelatihan sampai mendapatkan izin usaha dan siap untuk menerima klien. Setelah salon dibuka, jelas ada isyu-isyu lainnya seperti inspeksi mendadak dari Badan Kesehatan untuk memastikan bahwa alat-alat cukur yang dipakai bersih dan sesuai standar.

    Sangat ribet dan berbelit-belit, bukan? Ini baru untuk bisnis ringan yang di Indonesia bisa dilakukan di bawah pohon rindang. Anda bisa bayangkan untuk bisnis-bisnis lainnya yang jauh lebih sophisticated.

    Dengan lingkungan bisnis yang serba tertib seperti ini, saya dan suami membangun beberapa perusahaan yang sekarang sudah mulai memperlihatkan hasil. Sangat berbeda dengan di Indonesia, yang dengan sekejap mata sudah bisa memulai bisnis dengan proses yang sederhana saja.

    Mungkin ini pula mengapa banyak perantau asal Indonesia yang "ogah" mendirikan perusahaan sendiri, lebih baik menunggu saja kesempatan untuk mengetuk pintunya. Di Indonesia, juga demikian. Mayoritas lebih baik pasif (alias terus melamar pekerjaan yang tidak tahu prospeknya di kemudian hari) daripada membangun usaha sendiri yang dalam satu atau dua tahun sudah menghasilkan jauh melebihi karyawan baru tahun kedua.

    Menciptakan kesempatan memang kedengarannya sangatlah riskan, namun sebenarnya ini hanyalah salah satu bentuk survival skill yang dimiliki setiap orang. Mulailah dengan tahap-tahap berikut ini, niscaya Anda bisa menjadi lebih berani dalam melihat kebutuhan yang urgen serta lantas terpacu untuk menciptakan kesempatan bagi diri sendiri:

    1. Hitunglah jumlah pengeluaran ideal Anda dalam satu bulan. Masukkan semua pengeluaran, seperti: makanan, sewa atau cicilan rumah tinggal, uang sekolah, pakaian, entertainment, donasi, dll.

    2. Bagi pengeluaran tersebut dengan 30 hari (per bulan). Lantas bagi lagi dengan 10 jam kerja. Anda akan mendapatkan jumlah uang yang perlu Anda hasilkan per jamnya.

    Misalnya:

    Kebutuhan per bulan adalah Rp5.000.000, -.
    Pengeluaran per hari (rata-rata) adalah Rp5.000.000, - : 30 hari = Rp166.700,-
    Penghasilan per jam (asumsi 10 jam kerja) yang diperlukan untuk mencukupi di atas adalah Rp16.700,- untuk asumsi kerja 30 hari per bulan. Jika Anda bekerja 20 atau 25 hari per bulan, gunakan angka yang dimaksud.

    Mulailah dari angka ajaib per jam ini. Camkan di dalam benak bahwa Anda tidak bisa mempertahankan gaya hidup jika tidak menghasilkan sekian tersebut. Jadikan ini patokan Anda dalam memilih jenis bisnis dan menjalankannya dengan antusiasme.

    Siapa bilang menciptakan kesempatan itu sulit? Mulai saja dari angka penghasilan per jam dan jalankan dengan blue print ini. Sukses tidak ditanggung, lho.[]

    * Jennie S. Bev adalah penulis buku laris "Rahasia Sukses Terbesar" (seluruh royalti yang diterima penulis akan disumbangkan kepada anak-anak terlantar dan yatim piatu). Ia telah menerbitkan lebih dari 60 buku elektronik dan tercetak, serta lebih dari 900 artikel di Indonesia, Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Perancis, Jerman, dan Singapura. Ia dikenal juga sebagai pengusaha serial serta pengajar retorika di sebuah universitas di AS

    Have a positive day!

    Piala Afrika
    Kamerun ke Final

    Accra - Kamerun berpeluang menjuarai Piala Afrika untuk kali kelima. Itu terjadi setelah Indomitable Lions meraih kemenangan 1-0 atas Ghana yang memastikan langkah mereka ke final.

    Setelah memastikan tiket ke final, peluang Kamerun utuk menjuarai Piala Afrika 2008 ini memang sangat besar. Faktanya, dari lima kesempatan melangkah ke partai puncak, empat di antaranya berhasil diselesaikan dengan perayaan selebrasi juara.

    Buat Ghana kegagalan melangkah ke final berarti mengubur ambisi meraih dua sukses sebagai tuan rumah sekaligus menjadi juara. Michael Essien dkk pun harus melupakan memberi negaranya gelar Piala Afrika kelima.

    Bertanding di Accra Sports Stadium, Jumat (8/2/2008) dinihari WIB, laga Kamerun versus Ghana berlangsung dalam tempo sedang.

    Adalah Kamerun yang lebih dulu memiliki peluang saat tendangan Samuel Eto'o meneruskan umpan Alexandre Song tepat mengarah ke kiper Richard Kingson. Sementara tendangan voli Achille Emana di menit 20 juga belum menghasilkan gol, usahanya masih menyamping dari gawang Ghana.

    Ghana yang mendapat dukungan penuh dari fansnya bukannya tidak punya peluang. Namun selain akselerasi solo Dede Ayew yang dengan mudah diantisipasi Idriss Kameni dan tandukan Andrew Ayew jelang turun minum, tuan rumah tak memiliki peluang yang benar-benar matang.

    Memasuki babak kedua, Ghana berusaha meningkatkan tekanannya. Namun solidnya lini pertahanan Kamerun membuat serangan yang dibangun lebih sering tumbang sebelum sampai kiper Kameni.

    Malang buat Ghana, saat mampu mendominasi mereka justru kecolongan gol di menit 71 lewat serangan balik. Mendapat umpan terobosan cantik dari Eto'o, Alain Nkong melepaskan tembakan yang tak kalah brilian untuk memperdaya Richard Kingson dan membawa Kamerun unggul 1-0.

    Black Stars mencoba bereaksi setelah gol tersebut, namun lagi-lagi serangan mereka terbentur tembok kokoh pertahanan Kamerun. Peluang emas Ghana baru datang 10 menit kemudian meski kemudian urung menjadi gol karena tembakan Agogo dari tengah kotak penalti dalam posisi tak terkawal melayang jauh dari sasaran.

    Di menit 90 Kamerun terpaksa bermain dengan 10 orang setelah Andre Bikey dikartu merah wasit karena dianggap melakukan kekerasan terhadap seorang petugas stadion. Namun karena pendeknya waktu yang tersisa, keunggulan jumlah pemain tetap tak mampu dimanfaatkan Ghana untuk mencetak gol penyama.

    Di final Kamerun akan berhadapan dengan pemenang pertandingan antara Pantai Gading kontra Mesir yang akan berlangsung beberapa jam lagi.

    Susunan Pemain
    Ghana: 22-Richard Kingson; 2-Hans Sarpei, 4-John Paintsil, 8-Michael Essien, 18-Eric Addo; 6-Anthony Annan, 12-Andre Ayew (15-Ahmed Barusso 87), 11-Sulley Muntari, 20-Quincy Owusu Abeyie (13-Baffour Gyan 62); 23-Haminu Dramani, 9-Junior Agogo

    Cameroon: 1-Idriss Carlos Kameni; 8-Geremi, 23-Andre Bikey, 4-Rigobert Song, 5-Timothee Atouba; 10-Achille Emana (2-Augustin Binya 77), 15-Alexandre Song, 19-Stephane Mbia; 21-Joseph-Desire Job (12-Alain Nkong 63), 17-Mohamadou Idrissou (14-Joel Epalle 46), 9-Samuel Eto'o (din/din)

    Rossi Sudah Jadi

    Jakarta - Ramalan bahwa Giuseppe Rossi akan menjadi penyerang hebat tampaknya mulai terbukti. Striker muda Italia ini sedang memperlihatkan ketajamannya mencetak gol.

    Indikasi Rossi sudah jadi adalah produktivitasnya di Villarreal. Dari 16 pertandingan di La Liga ia telah menghasilkan 10 gol dan menjadi topskorer kedua klubnya setelah Nihat Kahveci.

    Jumlah gol tersebut menunjukkan Rossi mampu beradaptasi dengan kompetisi seketat Liga Spanyol. Ia bahkan memenangi persaingan internal dengan penyerang kawakan Denmark Jon Dahl Tomasson dan bomber Meksiko Guillermo Franco.

    Orang mulai mengenal Rossi ketika ia menimba ilmu di Manchester United. Pada usia 17 tahun ia diboyong pemandu bakat MU setelah dua tahun mengasah talentanya bersama tim muda AC Parma.

    Di musim 2005/2006 Rossi didaftarkan ke tim senior MU. Akan tetapi ia belum sering dimainkan, hanya 12 kali di semua kompetisi dengan torehan empat gol. Di musim berikutnya ia dipinjamkan ke Newcastle United, di mana ia cuma mengukir satu gol dari 13 pertandingan.

    Pada Januari 2007 MU mengirim Rossi kembali ke Parma dengan status pinjaman. Di kampung halamannya itu pemuda kelahiran 1 Februari 1987 tersebut membantu Gialloblu terhindar dari degradasi. Ia mendulang 9 gol dari 19 pertandingan Seri A.

    Performa itu yang menjadikan nilai Rossi meningkat. Beberapa klub mendaftarkan diri sebagai calon pembeli dia. MU akhirnya melepas Rossi ke Villarreal dengan harga 10 juta euro. Pada debutnya, ia langsung mencetak gol ke gawang Valencia pada 26 Agustus lalu.

    Di level internasional Rossi tercatat sebagai punggawa Azzurrini alias timnas Italia U-21. Hari Rabu (6/2/2008) lalu ia bahkan menjadi bintang lapangan. Dalam laga ujicoba melawan Belanda, Rossi memborong kedua gol kemenangan Italia yang unggul 2-1.

    "Rossi? Dia pemain yang luar biasa. Saya ikut senang buat dia. Dia sedang menunjukkan bahwa dia seorang penyerang kelas dunia," puji pelatih Italia U-21, Pierluigi Casiraghi.

    Jakarta - Henri Michel adalah pelatih bertangan dingin dengan banyak negara diberinya prestasi. Namun karena tak mampu meloloskan Maroko dari babak pertama Piala Afrika, dia harus terima diberhentikan.

    Tergabung di Grup A, Maroko cuma meraih satu kemenangan dari tiga pertandingan yang mereka lakoni. Laga pertama mereka memang meyakinkan setelah menundukkan Namibia 5-1, namun Lions de l'Atlas kemudian bertekuk lutut 0-2 atas Ghana dan menyerah 2-3 dari Guinea yang memaksa Hicham Mahdoufi dkk duduk di posisi tiga klasemen dan gagal melangkah ke babak selanjutnya.

    Makin membuat Asosiasi Sepakbola Maroko yakin untuk memutuskan kontrak dengan Henri Michel adalah prilaku sang pelatih saat menggelar konferensi pers usai kembali dari Ghana yang justru menyerang pemainnya sendiri.

    "Saya pikir kami punya cukup kualitas untuk menghadapi turnamen ini, yang akan membantu kami dengan banyak solusi. (Namun) kami menyadari kalau itu bukanlah maslahnya. Kami tidak berada di level untuk bisa kompetitif," ungkap pelatih asal Prancis itu beberapa waktu lalu.

    Atas serangkaian ketidakpuasan itulah, Asosiasi Sepakbola Maroko akhirnya memutuskan kontrak dengan Michel yang sedianya baru berakhir 2010 mendatang.

    "Sudah diputuskan untuk mengakhiri kontrak si pelatih Prancis. Bukan hanya karena buruknya hasil yang kami dapat, tapi juga untuk sikap yang ditunjukkan saat konferensi pers usai kembali dari Piala Afrika," demikian pernyataan resmi asosiasi seperti diberitakan Yahoosport, Kamis (7/2/2008).

    Michel sebelumnya mengecap sukses saat mengantar Prancis duduk di posisi tiga Piala Dunia 1986. Dalam perjalanannya dia juga sempat membesut Kamerun, Tunisia dan Pantai Gading. Dua negara yang disebut terakhir berhasil dibawanya ke Piala Dunia 2002 dan 2006. (din/din)

    London - Dalam beberapa tahun mendatang, laga Premiership berpeluang digelar di Hongkong, Dubai atau bahkan Indonesia. Itu memungkinkan setelah muncul wacana untuk menggelar pertandingan di luar Inggris.

    Rencana yang tergolong radikal itu muncul menyusul pertemuan 20 klub yang kini menjadi kontestan Premier League, Kamis (7/2/2008) ini. Demi mewujudkan pertandingan di luar Inggris itu, seluruh klub bahkan sudah mencapai kata sepakat untuk menambah jumlah laga menjadi 39.

    Diberitakan BBC, pertandingan tambahan itu nantinya akan digelar di beberapa negara yang berbeda. Kota-kota di Asia, Timur Tengah dan Amerika Utara yang selama ini menjadi pasar Premiership diyakini akan punya ketertarikan besar untuk menggelar pertandingan ini.

    Setiap kota yang terpilih menjadi tuan rumah diyakini akan menggelar dua pertandingan sekaligus di akhir pekan. Sementara sistem pemilihan kota yang akan menjadi tuan rumah akan dilakukan melalui proses penawaran.

    Klub-klub mana yang akan saling berhadapan di pertandingan tambahan itu akan ditentukan melalui drawing. Namun untuk lima klub penghuni papan atas dipastikan tidak akan saling berhadapan.

    Presiden Eksekutif Liga, Richard Scudamore rencananya akan membeberkan detil rencana tersebut dalam beberapa jam ke depan. Namun seluruh keputusan terkait rencana tersebut hampir bisa dipastikan baru akan diambil pada pertemuan tahunan yang digelar musim panas mendatang. Kalaupun kemudian disetujui, rencana ini baru akan bisa dilaksanakan pada musim 2010-2011.

    Namun karena hasil pertandingan tambahan ini juga akan dimasukkan dalam penghitungan klasemen, muncul beberapa resistensi. Meski pemilihan lawan dilakukan dengan drawing, namun dikhawatirkan muncul ketidakadilan. Misalnya MU ternyata berhadapan dengan Derby County, sementara Arsenal yang juga berburu gelar harus berhadapan dengan lawan yang relatif tangguh semisal Everton.

    Jika jadi terealisasi, Premiership bukan satu-satunya cabang olahraga yang menggelar liga di luar negaranya sendiri. Sebelumnya NFL sudah melakukan hal yang sama saat Miami Dolphins dan New York Giants saling berhadapan di Wembley Oktober lalu.

    Benitez Tanpa Torres Hadapi Chelsea

    Liverpool - Liverpool dipastikan tidak membawa Fernando Torres saat bertandang ke Stamford Bridge. Striker Spanyol itu diperkirakan absen selama sepuluh hari karena mengalami cedera hamstring.

    Perjuangan The Reds untuk dapat masuk ke zona Liga Champions rupanya akan semakin berat. Manajer Rafael Benitez sudah dipastikan tidak bisa memainkan penyerang handalnya, Torres, saat menghadapi Chelsea di lanjutan Premier League, Minggu (10/2/2008).

    "Fernando memang langsung menemui staf medis kami ketika dia kembali ke Melwood," ungkap jurubicara The Reds Ian Cotton seperti dilansir Goal.

    "Hasil pemindaian selanjutnya mengkonfirmasikan diagnosa tim medis bahwa dia mengalami cedera sobek pada hamstring di lutut kanannya. Fernando kemungkinan absen selama 10 hari," lanjut Cotton mengenai striker yang telah mencetak 12 gol di Premiership musim ini.

    Ini artinya Torres tidak akan bermain di Stamford Brige, begitu pula di Piala FA saat menghadapi Barnsley pada 16 Februari. Namun Liverpool berharap dia sudah pulih saat menghadapi Inter Milan pada 19 Februari di ajang Liga Champions.

  • Kebenaran

    britney-spears
    The Truth about His name "Jesus"
    Kebenaran akan nama Yesus

    Apakah anda tahu tentang fakta2 ini? Saya yakin anda belum
    Mengetahuinya sampai saat ini.

    Kematian adalah pasti, namun Alkitab menuliskan tentang kematian
    Yang tidak dapat ditentukan kapan waktunya tiba. Buatlah kajian
    Pribadi tentang ini.. Sangatlah menarik.. Bacalah sampai selesai.

    Dalam Galatia 6:7, Alkitab mengatakan: "Jangan sesat! Allah tidak
    Membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu
    Juga yang akan dituainya"

    Here are some men and women who mocked God:
    Inilah fakta atas beberapa orang yang telah mengolok-olok Tuhan:

    JOHN LENNON (Singer) - - - JOHN LENNON (Penyanyi kelompok the Beatles):

    Beberapa tahun yang lalu, saat wawancara dengan sebuah majalah
    Amerika, John Lennon berkata: "Kekristenan akan berakhir, Dan akan
    Menghilang. Saya yakin hal itu tidak dapat diragukan lagi. Yesus sih
    Lumayan, tapi tujuan-tujuanNya terlalu sederhana. Hari ini kami (the
    Beatles) lebih terkenal dari Dia." (1966)

    John Lennon setelah mengatakan bahwa the Beatles lebih terkenal dari
    Yesus Kristus, dibunuh oleh penggemarnya dengan 6 kali tembakan.

    TANCREDO NEVES (Presiden Brasil)
    Selama masa kampanye kepresidenannya, dia berkata bahwa jika IA
    Mendapatkan 500,000 suara pemilih dari partainya, maka Tuhan pun
    Tidak akan bisa menyingkirkan dia dari posisi kepresidenannya.

    Tancredo Neves memang berhasil mendapatkan suaranya, namun dia jatuh
    Sakit sehari sebelum pelantikannya sebagai presiden, Dan kemudian
    Meninggal.

    CAZUZA (Bi-sexual Brazilian composer, singer and poet) - - - CAZUZA
    (komposer Brasil penganut bi-sexual, penyanyi and penulis puisi):

    Selama show-nya di Canecio ( Rio de Janeiro ), ketika IA sedang
    Menghisap rokok, dia menghembuskan beberapa ASAP rokoknya ke udara
    Dan berkata" "Tuhan, ini (ASAP rokok) untuk-Mu."

    Dia meninggal dalam keadaan yg sangat mengerikan karena AIDS pada
    Usia 32 tahun.

    Orang yang membuat TITANIC

    Setelah pembangunan kapal Titanic, seorang reporter bertanya
    Seberapa amankah kapal Titanic tersebut
    Dengan nada mengejek dia menjawab: "Tuhan pun tidak akan bisa
    Menenggelamkannya."

    Hasilnya: Saya rasa anda semua tahu apa yang terjadi dengan Titanic.

    MARILYN MONROE (Aktris):

    Dia dikunjungi oleh Billy Graham pada saat sebuah pertunjukan show.
    Billy Graham berkata bahwa Roh Tuhan telah mengutusnya untuk
    Memberitakan Injil kepada Marilyn Monroe.

    Setelah mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh Billy Graham,
    Dia berkata" "Saya tidak perlu Yesus-mu."
    Seminggu kemudian Marilyn Monroe ditemukan tewas di apartemennya.

    BON SCOTT (Singer) - - - BON SCOTT (Penyanyi):

    Mantan vokalis AC/DC. Dalam salah satu lagu yg dinyanyikannya tahun
    1979 berbunyi: "Jangan hentikan saya, saya akan terus turun, turun
    Ke jalan neraka."

    Pada tgl 19 Februari 1980, Bon Scoot ditemukan tewas karena tersedak
    Oleh muntahnya sendiri.

    CAMPINAS (in 2005) - - - CAMPINAS (tahun 2005):

    Di Campinas, Brasil, sekelompok sahabat yang mabuk pergi untuk
    Menjemput seorang temannya.

    Pada saat ibu anak tersebut mengantar anaknya ke Mobil, dia sangat
    Kuatir dengan kemabukan teman2nya; sambil memegang tangan anaknya yg
    Duduk di Mobil dia berkata: "Anakku, pergilah bersama dengan Tuhan,
    Dan kiranya Dia melindungimu.."

    Anaknya menjawab: "Ya jika Tuhan mau duduk di bagasi, sebab di dalam
    Sini sudah penuh."

    Beberapa jam kemudian, Ada berita/informasi yang mengabarkan bahwa
    Anak-anak muda tersebut mengalami sebuah kecelakaan yang fatal, Dan
    Semuanya tewas. Mobilnya bahkan tidak dapat dikenali lagi
    Jenisnya.., namun anehnya bagasi Mobil tersebut utuh.

    Polisi berkata bahwa tidak mungkin bagasi mobil tersebut bisa utuh.
    Yang lebih mengejutkan mereka, di dalam bagasi tersebut ada 1 peti
    telur, namun tidak ada satu pun yang pecah.

    CHRISRTINE HEWITT (Jurnalis Jamaica & penghibur)
    Berkata bahwa Alkitab (Firman Tuhan) adalah buku terburuk yang
    pernah ditulis.

    Juni 2006, dia ditemukan tewas terbakar di motornya dan tak dapat
    dikenali lagi.
    Banyak orang-orang penting yang lupa bahwa tidak ada nama lain yang
    pada-Nya diberikan kuasa penuh selain nama Yesus. Banyak yang telah
    mati, namun hanya Yesus yang mati dan bangkit kembali, dan Dia tetap
    hidup selamanya.

    [Mungkin jika artikel ini sebuah lelucon, anda sudah langsung
    mengirimkannya ke setiap orang. Apakah anda memiliki keberanian
    untuk mengirimkan email ini (tentang Yesus) kepada orang lain? Saya
    telah melakukan bagian saya, Yesus berkata, "Jika kamu menyangkal
    aku dihadapan manusia, maka juga akan menyangkal kamu di hadapan
    Bapa-Ku."]

    GBU ,

    'Piala Eropa Beda Tanpa Inggris'

    London - Hati Jakob 'Kobi' Kuhn rupanya terusik saat skuadnya akan menghadapi Inggris. Pelatih timnas Swiss ini mengakui bahwa Piala Eropa tanpa The Three Lions akan sangat berbeda.

    Salah satu tuan rumah Piala Eropa 2008 ini akan menjadi lawan pertama Inggris di era baru Fabio Capello. Inggris akan kembali ke Wembley setelah tiga bulan lalu mereka kalah dari Kroasia, yang membuat peluangnya ke Euro 2008 pupus dan Steve McClaren harus kehilangan jabatannya sebagai pelatih .

    Dalam persiapan menghadapi pertandingan ujicoba melawan Inggris, Kuhn pun mengaku terkejut atas kegagalan Inggris lolos ke Swiss dan Austria musim panas nanti. "Ini sebuah kejutan yang cukup besar," tukas dia seperti dilansir Sporting Life.

    "Sebuah kekecewaan bagi Swiss karena para pemain besar dari Inggris akan absen di Piala Eropa nanti. Saya pikir setiap orang akan merindukan Inggris sebagai ibu dari sepakbola, namun itulah sepakbola," lanjut Kuhn.

    Bukan hanya itu, Kuhn juga mengaku terkejut FA kembali menunjuk pelatih asing lainnya setelah Sven Goran Eriksson pada 2001. "Bagi saya ini sebuah kejutan. Ini adalah negara sepakbola yang besar, tapi kenapa harus mengambil pelatih dari negara lain?"

    "Namun jalannya sudah seperti itu, itu sepakbola saat ini. Itu adalah sebuah pikiran internasional. Saya tidak mengetahui banyak mengenai (Fabio) Capello. Saya hanya tahu seperti kebanyakan orangdi sepakbola mengenal dia," tukas Kuhn.

    Pertandingan melawan Inggris ini akan menjadi persiapan bagi Kuhn sebelum berlaga di Piala Eropa 2008. Yang pasti Kuhn tidak akan dengan mudah memberikan Capello sebuah awal yang indah dalam melakukan debutnya bersama The Three Lions.

    "Ini tim yang bagus, namun tak terlalu tangguh karena banyak pemain cedera. Kami bisa lebih baik dari laga malam nanti, namun tim Swiss tetap pantas menerima penghormatan besar," ujar pelatih yang bersiap digantikan Ottmar Hitzfeld pasca Euro 2008. (key/a2s)

    Maafnya Maradona Buat Boca, Bukan Inggris

    Madrid - Maafnya Diego Maradona soal gol "Tangan Tuhan" ternyata bohong belaka. Kalaupun ada ucapan maaf dari "Si Boncel", itu hanya buat fans Boca Junior dan bukan Inggris. Kini giliran Maradona yang menodong ucapan maaf.

    Dalam suatu wawancara eksklusifnya dengan Maradona, The Sun memberitakan kalau pemain legendaris Argentina itu akhirnya minta maaf atas gol kontroversial ketika menghadapi Inggris di Piala Dunia 1986.

    Nyatanya? Ucapan seperti yang dimaksud sama sekali tak pernah keluar dari mulut Maradona. "The Sun suka bikin masalah," ketus Maradona seperti dilansir Goal, Rabu (6/2/2008).

    Terhadap pemberitaan soal kata-kata maaf darinya buat Inggris atas gol "Tangan Tuhan", dia menjelaskan, "Tidak (pernah) karena Anda tak bisa mengubah sejarah. Ketika Gary Lineker datang ke rumah saya di Buenos Aires, kata-kata yang sama saya katakan kepadanya."

    "Saya cuma minta maaf kepada pendukung Boca Juniors karena pernah lima kali beruntun gagal mengeksekusi tendangan penalti, tidak ada (ucapan minta maaf) yang lain," lanjut dia.

    Maradona juga tak kalah geram karena komentarnya tentang David Beckham juga disalahartikan. "Mereka memaparkan perkataan buruk saya tentang Beckham. Yang saya bilang adalah dia pemain sepakbola hebat, yang bisa menembak dengan amat bagus. Mereka malah menulis kalau saya bilang dia hanya sekadar pemain biasa."

    Alhasil, saat ini Maradona tengah menunggu permintaan maaf dari media bersangkutan.

    "Di Spanyol, saya baca kalau orang-orang Argentina marah dengan Maradona karena saya minta maaf kepada mereka (Inggris). Tak bisa dipercaya," tuntas pemain yang sukses membawa "Tim Tango" jadi juara dunia tahun 1986 tersebut.

    Wasit Rugikan Juventus

    Milan - Italia masih menyibukkan diri dengan kontroversi wasitnya. Koran olahraga terbesar di Negeri Pizza itu, Gazzetta dello Sport, sampai membuat analisis sendiri yang berpotensi kontroversial.

    Kesimpulannya saja sensasional karena menganggap Juventus layak memimpin klasemen sementara Seri A, bukannya Inter Milan. Dasarnya? Ya itu tadi: kepemimpinan wasit di lapangan.

    Dilansir Goal, harian tersebut membuat tabel "tandingan" dengan memperhitungkan keputusan-keputusan wasit yang dinilai keliru dan akibatnya merugikan tim-tim tertentu. Nah, di situ mereka menganggap Juve yang paling tidak beruntung.

    Tim asuhan Claudio Ranieri itu dianggap kehilangan tujuh poin karena keputusan-keputusan wasit. Itu berarti mereka "seharusnya" sudah mengantongi 48 angka sejauh ini dan berhak berada di puncak.

    Sebaliknya, Inter dinilai baru "sah" dengan 45 poin, bukan 53 seperti fakta saat ini. Mereka beranggapan klub besutan Roberto Mancini itu, yang belakangan seperti dijadikan "tersangka" utama dalam kontroversi wasit, memperoleh keuntungan delapan poin dari kepemimpinan wasit.

    Tim lain yang dinilai cukup sering dirugikan wasit adalah AC Milan. Harga dari kerugian itu ditaksir delapan poin, sehingga Paolo Maldini cs dianggap pantas bertengger di peringkat empat saat ini.

    Dari 20 kontestan, hanya lima tim yang dianggap "netral" alias pertandingan mereka berlangsung "sebagaimana mestinya", tanpa kontroversi keputusan wasit. Lima tim tersebut adalah AS Roma, Palermo, Sampdoria, Napoli, dan Parma.

    Catatan tabel tandingan versi Gazzetta ini diperkirakan menambah sengit perdebatan soal wasit di Italia -- dan bakal menyulut kemarahan tifosi Inter. Yang cukup unik, Gazzetta berbasis di kota Milan dan dinilai memainkan peran cukup besar dalam membongkar skandal Calciopoli dua tahun lalu, yang menjadikan Jventus sebagai "terpidana" utama karena kerap menyogok wasit.

    Berikut ini tabel tandingan tersebut. Poin yang pertama disebutkan adalah versi Gazzetta, sedangkan yang di dalam kurung adalah fakta saat ini:

    1. Juventus 48 poin (41)
    2. Inter 45 (53)
    3. Roma 45 (45)
    4. Milan 41 (33)
    5. Fiorentina 36 (37)
    6. Atalanta 33 (29)
    7. Palermo 28 (28)
    8. Sampdoria 28 (28)
    9. Udinese 28 (33)
    10. Napoli 27 (27)
    11. Genoa 26 (28)
    12. Reggina 25 (18)
    13. Lazio 24 (23)
    14. Livorno 23 (21)
    15. Catania 21 (23)
    16. Siena 21 (20)
    17. Parma 19 (19)
    18. Torino 18 (21)
    19. Cagliari 16 (14)
    20. Empoli 15 (16)

  • Faster – Harder – Smarter (Generasi Transisi)

    “Saya tertawa ketika mengetahui bahwa ikan merasa haus di kolamnya. Anda tidak dapat mengerti bahwa kehidupan yang paling mendasar ada di dalam rumah Anda sendiri, sehingga Anda tidak perlu berjalan dari satu kota suci ke kota suci lainnya dengan pandangan kosong. Kabir telah mengatakan kebenaran : pergilah ke manapun kau suka, ke Calcuta atau Tibet , jika engkau tidak pernah menemukan letak persembunyian jiwamu, maka dunia ini tidak akan pernah nyata.”

    The Kabir Book : Fourty-Four

    of The Ecstatic Poems of Kabir,

    Dalam hidup keseharian kita, kita sering menjadi terlalu sibuk untuk memikirkan kesempatan baru atau tujuan jangka panjang. Siapa yang punya waktu untuk menjadi kreatif ? ketika kita terlalu sibuk, kita lupa pada hal – hal yang kelihatannya kurang penting, di antaranya adalah proses belajar dan bertumbuh dalam hidup kita.

    Waktu dan enerji selalu kita gunakan untuk mengatasi segala tuntutan yang membutuhkan perhatian. Hidup ini seperti masa olimpiade – tiada hari tanpa bertanding. Untuk mengatasi semua tuntutan itu, kita mulai mengerjakan segala sesuatu lebih cepat, lebih giat dan lebih cerdas, tetapi tanggung jawab kita semakin berat seperti air yang masuk ke dalam kapal bocor, yang kian berat dan akhirnya menenggelamkan kapal sebelum kita berhasil membuang air dari kapal. Sayangnya semua keahlian yang telah kita pelajari tidak dapat membantu kita. Ketika kita mulai meningkatkan kecepatan, intensitas dan efisiensi, kita sedang mempertaruhkan resiko secara personal maupun professional. Kadang – kadang kita perlu menjadi terarah secara otomatis, tetapi teknik “faster, harder, smarter” tidak pernah membawa kita ke arah yang kita inginkan. Yang paling kita butuhkan sekarang ini adalah memperluas kapasitas kita untuk menjadi lebih kreatif.

    Dunia ini telah mengikat kita dengan tuntutan yang akan membuat kita berpikir keras dan pada akhirnya kalah. Kita perlu mengeluarkan kekuatan kreativitas yang tersembunyi. Untuk menjadi ahli atas apa yang kita ciptakan, kita harus mengenal kekuatan yang menghalangi kita. Ketika kita tidak tahu harus merespon seperti apa, dan tidak dapat merekonsiliasi kekuatan yang berlawanan, maka kita berada pada posisi menang-kalah, atau tidak ada kemenangan sama sekali. Dan ketika membutuhkan kreativitas, kita kembali kepada masa lalu kita yang lebih cepat, lebih giat, dan lebih cerdik.

    Bila :

    · Level 1 untuk tekanan dan masalah sehari – hari yang kita alami.

    · Level 2 untuk situasi yang tak terduga baik situasi buruk maupun baik.

    · Level 3 untuk tujuan jangka panjang pribadi dan tujuan professional.

    Maka :

    Para pekerja keras tidak akan beristirahat sampai mereka berhasil melewati level 1 dan 2. Mereka ini benar – benar ahli dalam menggunakan teknik “faster, harder-smarter” dan mereka melihat semua masalah sebagai tantangan yang harus diselesaikan. Jika Anda ingin sukses, anda harus bekerja lebih cepat, lebih giat, dan lebih pandai dari orang lain.

    “Hanya orang yang ingin tahu yang akan belajar, dan hanya orang yang belajar mengatasi masalah yang akan belajar. Pencarian makna selalu lebih membuat saya tertarik daripada pencarian ilmu.”

    Eugene S. Wilson

    Tuntutan level 1 dan 2 dapat mengeringkan enerji Anda bahkan sebelum Anda memulai tujuan jangka panjang Anda. Jadi, bagaimana dapat membuang semua tugas dan masalah ? Anda perlu menggunakan “kacamata level 3”. Ketika sedang menghadapi tuntutan pada level 1 dan 2 , Anda dapat menggunakan kacamata ini untuk memutuskan apa yang penting untuk mewujudkan impian, harapan dan tujuan jangka panjang Anda.

    Dari mana Anda mendapatkan kacamata level 3 Anda ? Andalah yang menciptakannya dengan cara sebagaimana orang – orang yang selalu bersuka cita dan kreatif dalam merespon tantangan. Cara tersebut dikenal sebagai “enam langkah untuk meraih tujuan”.

    Keenam langkah tersebut, dapat diuraikan sebagai berikut :

    Langkah 1 : BUKALAH MATA ANDA

    Melihat Yang Tidak Anda Lihat

    Sebelum memutuskan yang harus Anda lakukan, langkah pertama adalah melihat gambar besar (melihat secara eksternal) dan menyadari emosi Anda (melihat secara internal).

    Langkah 2 : BERSIKAP OPTIMIS

    Bagaimana Melihat Potensi, Bukan Masalah

    Sekaranglah waktunya untuk melihat hasil, tujuan dan solusi yang terbaik, dan bersemangatlah untuk hal itu.

    Langkah 3 : BUAT MASA DEPAN TERJADI DALAM DIRI ANDA

    Melakukan Yang Telah Anda Rencanakan

    Anda perlu membuat rencana yang konkret tetapi tetap fleksibel untuk mencapai tujuan Anda, dan menghentikan ide atau kebiasaan yang tidak baik yang mungkin menyabotase enerji Anda.

    Langkah 4 : LIBATKAN ORANG LAIN

    Berbicara dan Bertindak dari Dalam Hati Anda

    Kita tidak dapat menyelesaikan apa pun sendirian. Libatkanlah orang yang Anda sayangi dan Anda butuhkan dalam rencana Anda.

    Langkah 5 : BUANG SEMUA RINTANGAN

    Membangun Momentum Anda

    Ini merupakan lanjutan dari langkah sebelumnya. Di sinilah Anda mengimplementasikan rencana Anda, mengawasi kemajuan Anda, menyelesaikan masalah, dan belajar menggunakan kesempatan dalam suatu konflik.

    Langkah 6 : RAYAKAN SETIAP KEMENANGAN

    Kemenangan Besar Maupun Kecil

    Mendongkrak kesuksesan Anda, dan bersiap – siap akan apa yang terjadi selanjutnya.

    Nikmatilah hasil yang Anda capai … dan lakukan sekali lagi !

    Selanjutnya hanya apabila Anda mengimplementasikan secara bersungguh - sungguh, keenam langkah tersebut akan membantu Anda membentuk sebuah agenda kreatif yang tidak akan memaksa Anda mengorbankan tujuan jangka panjang Anda, dan menyingkatnya menjadi tujuan jangka pendek. Keenam langkah ini juga akan menciptakan lingkungan kreatif yang Anda butuhkan agar menjadi efektif, dan juga akan membantu Anda membangun hubungan dengan orang lain.

    Ketika Anda membersihkan kacamata level 3 Anda, Anda sadar bahwa Andalah yang bertanggung jawab untuk menciptakan arah ke mana Anda akan bergerak dan keuntungan yang Anda dapatkan dari harapan yang ingin Anda capai. Yang terpenting Anda harus tahu keinginan hati Anda, sehingga setiap langkah yang Anda ambil merupakan langkah yang tepat.

    “Jadikanlah ini sebagai contoh pengertian tentang pengetahuan, kebaikan, dan kekayaan. Air yang jatuh setetes demi setetes membuat pot akan terisi penuh.”

    The Hitopadesa

    Disarikan dari : When Faster, Harder, Smarter is Not Enough, oleh Kathryn D. Cramer, Ph.D.

    Kemenangan Ditentukan Mental

    Selama ini, dalam setiap kegagalan yang dialami pebulutangkis Indonesia, selalu saja masalah mental dianggap sebagai kambing hitam. Namun, bila menang, tidak pernah ada yang mengungkap bahwa kesuksesan tersebut juga karena faktor mental.

    Persoalan mental itulah yang coba diungkap Lilik Sudarwati dalam buku berjudul Mental Juara, Modal Atlet Berprestasi, yang diluncurkan di Wisma Karsa, Senayan, Jakarta, Kamis (31/1). Buku tersebut disusun mantan pemain era 1980-an itu selama dua tahun lebih.

    “Buku ini merupakan rangkuman praktik saya sebagai mantan pemain bulutangkis dengan masalah yang dihadapi di lapangan dan digabungkan dengan ilmu yang saya dapatkan dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia,” sebut Lilik.

    Lilik menambahkan bahwa selama ini dirinya tergelitik dengan gejala mengapa prestasi bulutangkis Indonesia kian menurun. Selalu saja persoalan faktor mental menjadi alasannya. Padahal selama ini persoalan mental belum dilatih secara sistematis dan terstruktur.

    Menurut M.F. Siregar, Sekjen PB PBSI, saat ini secara teknis kemampuan pemain seluruh dunia cukup merata. Akhirnya yang kemudian menjadi penentu kemenangan adalah faktor mental. Padahal, 80 persen dari keberhasilan seorang atlet itu lebih ditentukan faktor mental.

    “Saya berharap buku ini bisa menjadi pegangan buat atlet dan pelatih untuk menghadapi pertandingan yang padat,” tutur Siregar.

    Ditambahkan Siregar bahwa mental juara itu sudah ditunjukkan Bjorn Borg (Swedia) saat berlangsung final turnamen Wimbledon 1977 melawan Jimmy Connor (AS). “Tekad dan semangat untuk menang kala itu lebih banyak dimiliki Borg. Wajar dia kemudian menjadi juara,” sebut Siregar dalam acara bedah buku bersama pemimpin Redaksi BOLA, Ian Sutumorang, dan pakar psikologi asal Universitas Tarumanagara, Monty Setyadarma.

    Lilik setelah pensiun dari bulutangkis pada 1993 kemudian meneruskan kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Tahun lalu, dia lulus dan kini aktif sebagai Sekretaris Badan Liga Bulutangkis dan aktif sebagai konsultan psikologi olahraga. Dari pernikahannya dengan Wiku Adisasmito, Lilik dikaruniai dua anak, Prana dan Shitta. (bhw)

    Piala Fed Zona Asia/Oseania
    Sebatas Penuhi Target

    Sejak berangkat memang tak ada target muluk yang dicanangkan tim Piala Fed Indonesia. Sasarannya cukup bertahan di Grup I Asia/Oseania. Target itu memang tercapai pada kualifikasi yang dilaksanakan di Muang Thong Thani, Thailand, pekan silam.

    Hasil tiap pertandingan yang didapat Indonesia sebenarnya bisa dibilang cukup menggembirakan. Apalagi jika mengingat Tim Merah-Putih baru saja lepas dari hukuman setahun tak boleh bertanding, menyusul penolakan bermain di Israel pada 2006.

    Selain itu, para pemain yang diturunkan bukan lagi para senior seperti Wynne Prakusya atau Angelique Widjaja. Juara SEA Games 2007, Sandy Gumulya, menjadi ujung tombak, didampingi Ayu Fani Damayanti, Lavinia Tananta, dan Vivien Silvany.

    Semula memang sempat muncul kekhawatiran kita akan menduduki posisi terbawah di pul, sehingga harus menang melawan juru kunci pul lain untuk tetap bertahan di Grup I. Kualifikasi ini diikuti delapan negara dan dibagi menjadi dua pul.

    Untunglah hasil-hasil mengejutkan bisa dibuat Sandy dkk. dengan mengalahkan India dan Australia, masing-masing dengan skor 2-1. Sayang pada pertandingan pul terakhir melawan Selandia Baru, Indonesia menyerah 0-3. Padahal jika menang, kita bisa jadi juara pul dan bertemu juara pul lain untuk memperebutkan tiket ke play-off Grup II dunia. Menurut Kabid Pertandingan PB Pelti, Enggal Karjono, ketika melawan Selandia Baru, para pemain Indonesia mengalami cedera.

    "Ayu mengalami kram kaki saat menghadapi Sacha Jones dan otot kaki Sandy sempat tertarik sebelum pertandingan," jelas Enggal lewat pesan singkatnya.

    Indonesia akhirnya harus puas berada di peringkat ketiga pul setelah Australia menang 3-0 atas India. Dalam perebutan tempat ke-5 dan 6 zona, Indonesia diuntungkan dengan malas tampilnya para pemain tuan rumah, terutama ganda Nudnida Luangnam dan Tamarine Tanasugarn, yang memberi kemenangan WO buat Sandy/Ayu. Indonesia pun menempati posisi kelima. Para pemain Thailand lebih memilih berkonsentrasi ke turnamen WTA Pattaya Terbuka di Thailand, yang berlangsung pekan ini.

    Uzbekistan, peringkat pertama pul B, keluar sebagai juara Grup I zona, setelah menundukkan peringkat ke-1 pul A, Selandia Baru, 2-1 di final, Sabtu (2/2). Uzbekistan berhak ke play-off Grup II dunia April nanti bersama juara zona Amerika, Kolombia, dan dua wakil zona Eropa/Afrika, Swiss dan Serbia. (yuk)

    DUA PARTAI TERAKHIR INDONESIA
    --------------------------------------------------------------
    vs Selandia Baru (0-3)
    Ayu Fani Damayanti vs Sacha Jones 4-6, 5-7; Sandy Gumulya vs Marina Erakovic 3-6, 1-6; Lavinia Tananta/Vivien Silfany vs Erakovic/Leanne Baker 2-6, 0-6

    vs Thailand 2-1
    Vivien vs Suchanun Viratpraset 6-7 (5), mundur; Lavinia Tananta vs Nudnida Luangnam 6-4, mundut; Sandy/Ayu vs Napaporn Tongsalee/Tamarine Tanasugarn WO

    Posisi Akhir
    Grup I
    1. Uzbekistan (ke play-off Grup II dunia)
    2. Selandia Baru
    3. Taiwan
    4. Australia
    5. Indonesia
    6. Thailand
    7. India
    8. Hong Kong (degradasi ke Grup II)

    Grup II
    1. Korsel (promosi ke Grup I zona)
    2. Kazakstan
    3. Filipina
    4. Singapura
    5. Turkmenistan
    6. Suriah
    7. Sri Lanka

  • sukses

    cantiku2
    Prestasi kerja sangat kuat dipengaruhi oleh Kompetensi. Kompetensi = Integrasi KSA (Knowledge, Skill & Attitude)

    Banyak istilah untuk hal ini :

    Prestasi Kerja = (Knowledge + Skill) X Attitude

    = Hard Competence X Soft Competence

    = Kemampuan X Kemauan

    = Can Do X Will do X Opportunity

    = (Pengetahuan + Keterampilan) X (Kebutuhan (motivasi) + Perilaku)

    = Technical Skill X People Skill

    Jika dilihat seksama, ada hal yang mendasari :

    Sebelah kiri = teknis

    Sebelah kanan = Perilaku

    Juga ada kata-kata integrasi.

    Jika diharuskan memilih mana yang lebih penting..., saya lebih memilih faktor attitude yang lebih penting, dengan pertimbangan : dengan memiliki faktor people skill / positive attitude, kita lebih mudah mengembangkan kemampuan teknis dan mudah mendapatkan dukungan /penerimaan orang lain (hal ini merupakan suatu kunci keberhasilan juga = manusia adalah mahluk sosial). Namun sebaliknya, jika memiliki kemampuan teknis dan kurang memiliki people skill – Bapak dapat membayangkan seorang yang pintar, tetapi tidak baik dalam berhubungan dengan orang lain...

    Rahasia Bisnis Orang Jepang
    Oleh : Ann Wan Seng
    Belajar dari :
    Langkah Raksasa Sang Nippon Mengusai Dunia
    47. Mengikuti Keativitas [2]
    Daya kreativitas bangsa Jepang dapat dilihat dari cara pengelolaan perusahaannya. Perusahaan-perusaha an Jepang juga mementingkan kreativitas dengan memberikan penghargaan kepada pekerja yang kreatif. Untuk memanfaatkan proses kreativitas pekerjanya dengan maksimal, kebanyakan perusahaan Jepang menciptakan tim-tim kerjanya dalam berbagai nama. Salah satu tim kerjanya disebut Goningumi. Tim tersebut terdiri dari lima orang yang bekerja sama mencari ide-ide baru. Tim ini bekerja melalui lima tahap: pencernaan ide, pengembangan ide, pemecahan ide, penjernihan ide, dan mengupas kembali ide. Proses ini juga disebut lingkaran inovasi yang berusaha menerjemahkan ide tersebut dalam bentuk yang nyata dan praktis.
    Kemajuan pesat dalam bidang industri mendorong bangsa Jepang mengembangkan kreativitas mereka untuk memudahkan pekerjaan yang dilakukan. Di samping juga meningkatkan produktivitas. Desakan dan permintaan yang tinggi terhadap produk Jepang mendorong penciptaan robot untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. Robot juga dijadikan permainan untuk mengurangi tekanan di tempat kerja. Di Jepang, fungsi robot sudah memasuki berbagai aspek, sehingga muncullah hewan peliharaan berbentuk robot untuk menghibur keluarga. Untuk menambah kreativitas, pertandingan robot diadakan untuk menemukan bibit-bibit pencipta muda. Hasilnya, terciptalah berbagai robot untuk membantu pekerjaan rumah dan tugas yang seharusnya dilakukan oleh manusia.
    Robot juga digunakan secara meluas dalam sektor perindustrian, sehingga tenaga manusia semakin terpinggir. Banyak proses kreatif dan inovatif diambil alih komputer robot, serta tenaga mekanik. Juga muncul permainan yang membuat orang-orang Jepang lupa waktu, seperti Pachinko. Permainan ini dikhawatirkan akan melunturkan daya kreativitas dan meruntuhkan nilai intelektual masyarakat. Tetapi hal yang dikhawatirkan itu tidak dipikirkan lagi ketika penciptaan robot dan permainan mekanik ternyata membuka ruang bisnis baru untuk meraup keuntungan besar. Pachinko merupakan sejenis mesin permainan seperti pinball. bola-bola dimasukkan di dalam media yang kemudian menggerakkan bola-bola lainnya agar keluar sebanyak mungkin.
    Permainan itu mendatangkan keuntungan kira-kira US$ 194 miliar setiap tahunnya. Banyaknya waktu yang digunakan untuk permainan ini membuat banyak waktu dan tenaga terbuang percuma. Jadi pantas saja permainan ini dikatakan mengubah orang Jepang menjadi malas. Jika sebelumnya Jepang dikenal sebagai bangsa yang paling giat bekerja, kini gejala-gejala kemalasan mulai tampak dalam kehidupan mereka, khususnya generasi muda. Fenomena ini tidak hanya menghilangkan daya kreativitas dan produktivitas mereka, tetapi juga dapat menghilangkan kedudukan mereka sebagai penguasa ekonomi yang utama.
    Apakah suatu hari nanti proses kreativitas akan membunuh daya kreatif bangsa Jepang? Hal ini mungkin tidak berlaku karena kreativitas menghasilkan pemikiran yang lebih kreatif untuk menyelesaikan sebuah masalah. Untuk menghindari kesan buruk dan aktivitas kreativitas itu sendiri, beberapa ciri dan faktor sebuah bangsa yang sukses tidak boleh dihilangkan. Faktor tersebut diantaranya rajin, berdisiplin, dan konsisten dalam melakukan pekerjaan. Ketiga elemen ini membantu bangsa Jepang untuk tetap sukses dan kreatif. Tanpa hal tersebut, Jepang tidak akan dapat mempertahankan kemakmuran dan kemewahan ekonomi yang dicapainya sejak Iebih dari setengah abad yang lalu.
    [ Fakta Menarik ]
    Bangsa Jepang menerjemahkan buku dari bahasa :
    • Cina
    • Belanda
    • Perancis
    • Spanyol
    • Inggris

    Kekeluargaan Milan

    Menjelang pertandingan Fiorentina melawan Milan, Minggu (3/2), halaman pembuka situs resmi I Rossoneri didominasi warna hitam. Itu adalah tanda Milan sedang berduka.

    Beberapa jam sebelum tendangan pertama di Artemio Franchi, ibunda Presiden Milan, Silvio Berlusconi, tutup usia. Rosa Bossi Berlusconi meninggal dalam usia 97 tahun.

    Mengheningkan cipta selama satu menit dilakukan sebelum duel dimulai. Para pemain Milan, yang Ahad lalu berseragam serbaputih, memakai ban hitam di lengan mereka.

    Pemandangan demikian normal bagi klub yang sedang berduka. Bagi Milan, situasi ini dipakai untuk kembali menunjukkan karakter kekeluargaan yang kuat di klub.

    Ya, hubungan antaranggota keluarga skuad Milan sangat baik. Istri dan anak-anak pemain berkeliaran di markas latihan adalah pemandangan yang biasa untuk Milan.

    “Jika hanya mengoleksi prestasi maka tidak ada gunanya bila hal itu tidak dirasakan juga oleh keluarga,” kata Clarence Seedoorf di Voetbal International.

    Di Firenze, Paolo Maldini dkk. berjuang keras demi hasil yang dapat membuat Berlusconi tersenyum di tengah duka karena ditinggal Mamma Rosa. Milan menang 1-0 berkat gol Pato pada menit 77.

    Sayang beberapa menit kemudian Pato, yang menggantikan Seedorf pada menit ke-66, ditandu keluar arena karena cedera engkel. Ini kabar buruk buat Milan.

    Maldini dkk. tidak terlalu gembira menyambut kemenangan. Saat anggota keluarga berduka dan ada yang mengalami bencana cedera, tak sepantasnya menunjukkan sikap senang berlebihan. Itulah keluarga besar Milan. (man/*)

    Hafiz Pindah ke KLRC

    Mantan juara All England, Muh. Hafiz Hashim, mengundurkan diri dari klub yang membesarkannya, Nusa Mahsuri. Hafiz selama sembilan tahun bergabung dengan klub ini. Seperti dilansir New Straits Times, Hafiz akan bergabung dengan klub Kuala Lumpur Racquet Club (KLRC), mengikuti jejak Lee Tsuen Seng dan Sairul Amar Ayob.

    Kepindahan Hafiz disayangkan Ketua Majlis Sukan Negara (MSN) Dato’ Zolkples Embong. “Hafiz salah satu pemain yang diandalkan Malaysia ke Olimpiade Beijing. Ia masih berpeluang lolos kualifikasi ke Beijing nanti,” ujar Embong kepada BOLA di Kuala Lumpur, Sabtu petang.

    “Sekarang saya sedang berusaha menyelesaikan masalah itu,” tegas Embong sembari menelepon Jailani Sidek, salah satu pengelola klub Nusa Mahsuri. Klub Nusa Mahsuri dijalankan oleh keluarga Sidek, nama yang melegenda di Malaysia.

    “Saya sudah memutuskan akan pindah klub. Kontraknya akan ditandatangani dalam waktu dekat,” ungkap Hafiz, pemain berperingkat 23 dunia.

    Setelah memenangi gelar prestisius All England 2003, prestasi pemain kelahiran Kelantan, 13 September 1982 ini terbilang merosot. Hafiz terus didera kegagalan demi kegagalan. Mahkota terakhir yang dimenanginya adalah turnamen Filipina Terbuka 2006 dengan mengalahkan Boonsak Ponsana (Thailand) 21-9, 21-10.

    “Saya memerlukan penyegaran. Klub baru itu bersedia membantu saya dalam menggapai target saya, termasuk urusan finansial,” sebut Hafiz.

    Kepindahan Hafiz ke KLRC juga dicemaskan kepala pelatih nasional, Yap Kim Hock. Kim Hock berharap Hafiz tetap bersedia membela Malaysia pada kualifikasi Piala Thomas zona Asia di Vietnam, 19-24 Februari.

    “Kami memilih Hafiz karena meletakkan harapan besar kepadanya. Saya juga berharap ia tetap berlatih untuk tim nasional,” tambah Kim Hock. “Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM) tak akan menyisihkannya hanya gara-gara ia pindah dari Nusa Mahsuri ke KLRC. Namun, kami tak mau berkomentar lebih banyak sebab ia belum mengirimkan surat resmi kepindahan ke BAM,” tutur Kim Hock. (eko/bhw)

    Dukung Tim Piala Uber!

    “Kami mendukung tim Piala Uber Indonesia!” Itulah pesan heroik yang dilontarkan para mantan pemain bulutangkis putri Indonesia. Sayangnya, pemain yang diberi semangat malah tidak hadir!

    Kamis (31/1) petang, di Sport Club Kelapa Gading, Jakarta Utara, digelar reuni. Acaranya memang hanya kumpul-kumpul sambil bertanding. Namun, semangat yang diusung para mantan pemain tim Piala Uber Indonesia adalah memberi dukungan motivasi kepada Maria Kristin Yulianti dkk. untuk tampil terbaik pada putaran final Piala Thomas-Uber di Jakarta, 11-18 Mei.

    Hitung mundur perhelatan putaran final Piala Thomas-Uber tinggal 96 hari lagi. Di sisa waktu yang ada itulah para bekas pemain yang dulu memperkuat tim Uber Indonesia hanya bisa memberikan dukungan semangat dan motivasi. Selebihnya, soal teknik, fisik, dan keterampilan, diserahkan kepada pelatih di Pelatnas Cipayung.

    “Acara ini memang hanya untuk memberikan tambahan semangat bahwa pemain tidak perlu berkecil hati. Kami akan terus mendukung kalian,” sebut Susy Susanti, yang bersama Elizabeth Latif ditunjuk sebagai pimpro tim Uber Indonesia.

    Itje, sapaan akrab Elizabeth Latif, menambahkan acara itu pun digelar dengan maksud untuk lebih membuat penyelenggaraan Piala Thomas dan Uber, yang sepertinya adem ayem di masyarakat, lebih bergaung. “Kami mengingatkan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Thomas dan Uber,” tutur Itje.

    Ivana Lie pun memberi suntikan semangat bagi skuad Cipayung. Tampil di depan publik sendiri adalah sebuah keuntungan yang harus dimaksimalkan. Dukungan penonton harus membuat semangat pemain tampil lebih kesetanan lagi.

    “Seperti dulu, kami juga selalu tampil penuh semangat saat tampil di Jakarta. Karena itu, pemain harus memanfaatkan keuntungan tampil di depan pendukung sendiri,” pesan Ivana.

    Pemain yang datang di antaranya Ruth Damayanti, Maria Fransiska, Verawaty Fajrin, Chosatun, Ivana Lie, Ratih Komala Dewi, Holly Tanjung, Yanti Kusmiyati, Mery Harlim, Tieke Budiarti, Rabiah, Rosiana Tendean, Elizabeth Latief, Finarsih, Lili Tampil, Eliza Nathanael, Dede Hasanah, Indarti Issoliana, dan Susy.

    Yang disesalkan adalah dalam acara tersebut, pemain-pemain putri Cipayung justru tidak diundang. “Nanti kalau digelar acara serupa, pemain putri akan kami undang,” ucap Susy. (bhw)

  • Perangkap Pendidikan Gratis

    Refleksi: Kalau NKRI tidak berambisi mempunyai politik pendidikan gratis kepada penduduknya seperti di Kuba, negeri-negeri Skandinavia [Denamrk, Finland, Norwegia dan Swedia] dan sebahagian besar negeri-negeri Europa ex Komunis, maka tentu sekali sulit dijalankan.

    Patut dicatat bahwa di negeri-negeri Skandinavia bagi yang belajar dikasi uang saku. Selain itu juga disediakan makan siang gratis bagi sekolah dasar dan menengah.

    http://www.suarapem baruan.com/ News/2008/ 02/11/index. html

    SUARA PEMBARUAN DAILY
    Perangkap Pendidikan Gratis

    Oleh Edy Priyono

    Ada pameo no such a thing as a free lunch, tidak ada makan siang gratis. Pameo tersebut penting untuk direnungkan kembali, terutama terkait dengan pendidikan gratis yang cenderung menjadi komoditas politik.

    Dalam kampanye pilkada beberapa kandidat secara "gagah berani" menjanjikan pendidikan gratis jika terpilih. Beberapa kepala daerah yang sudah menjabat bahkan tidak ragu mengeluarkan kebijakan sekolah gratis.

    Sebenarnya hal itu (tentu saja) tidak dilarang, karena sesungguhnya kebijakan merupakan masalah pilihan. Setiap kebijakan mengandung konsekuensi tertentu. Masalahnya, apakah semua pihak menyadari apa konsekuensi kebijakan tersebut.

    Yang dimaksud dengan "pendidikan gratis" di sini adalah penyelenggaraan pendidikan tanpa mengikutsertakan masyarakat (orang tua) dalam pembiayaan, khususnya untuk keperluan operasional sekolah. Dalam pengertian seperti itu, konsekuensi kebijakan pendidikan gratis sangat bergantung pada perhitungan tentang biaya satuan (unit cost) di sekolah. Biaya satuan memberikan gambaran berapa sebenarnya rata-rata biaya yang diperlukan oleh sekolah untuk melayani satu murid.

    Besarnya biaya satuan kemudian harus dibandingkan dengan dana BOS (bantuan operasional sekolah) yang sejak 2005 diterima sekolah dari pemerintah (pusat). Untuk 2007, dana BOS bernilai Rp 21.000 per siswa per bulan untuk SD/MI dan Rp 29.500 untuk SMP/MTs.

    Pertanyaan pertama, apakah sebelum mencanangkan atau menjanjikan pendidikan gratis para (calon) pimpinan daerah sudah menghitung biaya satuan? Pertanyaan kedua, jika ternyata biaya satuan di tingkat sekolah lebih besar dibandingkan dengan dana BOS, siapa yang akan menutup kekurangan tersebut?

    Kebijakan pendidikan gratis jelas tidak membebankan kekurangan biaya tersebut kepada masyarakat (orang tua). Alternatifnya hanya dua, yaitu dipenuhi oleh pemerintah (pemda) atau dibiarkan tanpa satu pihak pun yang menutupnya. Jika pemda yang akan menutup kekurangan biaya di sekolah berarti diperlukan alokasi APBD sesuai dengan jumlah murid. Sebagai gambaran, selisih antara biaya satuan dan BOS adalah Rp 15.000 dan di suatu kabupaten terdapat 200.000 murid SD maka diperlukan tambahan APBD senilai Rp 3 miliar untuk tingkat SD saja. Semakin besar selisih antara BOS dengan biaya satuan dan semakin besar jumlah murid di suatu daerah semakin besar alokasi APBD yang diperlukan.

    Jika pemda tidak mau (atau tidak mampu) mengalokasikan anggaran yang diperlukan dan tetap konsisten dengan kebijakan pendidikan gratis, itu artinya sekolah dibiarkan untuk beroperasi dengan dana yang lebih rendah dari kebutuhannya. Berarti pula sekolah tidak akan mampu memberikan pelayanan kepada siswa sesuai standar.

    Fakta Lapangan

    Dalam buku Panduan BOS Tahun 2007 dinyatakan bahwa pemda tetap harus mengalokasikan APBD-nya untuk keperluan operasional sekolah. Selain itu, BOS masih memperbolehkan sekolah untuk menerima sumbangan dari orangtua yang mampu. Yang dengan tegas harus "gratis" adalah bagi siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu.

    Secara implisit, hal itu menunjukkan bahwa pengelola BOS menyadari dana BOS sebenarnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional di sekolah. Meskipun demikian, tidak semua orang menyadari hal itu.

    Fakta di lapangan menunjukkan bahwa berbagai "model" kebijakan pembiayaan pendidikan di daerah. Pertama, pemda menganggap BOS tidak cukup, sehingga mengalokasikan dana APBD dalam jumlah cukup besar sebagai "pendamping BOS", kemudian menggratiskan pendidikan.

    Sebagai ilustrasi, sampai 2007 DKI Jakarta mengalokasikan Rp 50.000 per siswa per bulan untuk SD dan Rp 100.000 untuk SMP. Contoh lain, Kota Bekasi juga mengalokasikan APBD 2008 cukup besar untuk pendamping BOS, sekitar Rp 30.000 per siswa per bulan untuk SD.

    Ini merupakan kondisi yang mendekati "ideal". Sekolah tercukupi kebutuhannya, sementara masyarakat menikmati pelayanan pendidikan tanpa harus membayar.

    Kedua, pemda menganggap dana BOS sudah cukup bagi sekolah, sehingga menggratiskan sekolah, tetapi tidak mengalokasikan (atau mengalokasikan dalam jumlah kecil) APBD-nya untuk keperluan operasional sekolah. Ini merupakan kondisi yang sangat menyulitkan banyak sekolah dan dikhawatirkan berimplikasi buruk bagi kualitas pendidikan. Di sisi lain, masyarakat "menikmati" sekolah gratis, meskipun ada "ancaman" penurunan kualitas (yang belum tentu dirasakan dengan segera).

    Ketiga, pemda menganggap BOS tidak cukup, tidak mengalokasikan (atau mengalokasikan dalam jumlah kecil) APBD-nya, tetapi masih memperbolehkan sekolah menarik dana partisipasi dari masyarakat.

    Langkah ini tidak "populer", karena masyarakat masih dibebani dengan biaya pendidikan. Tetapi, sekolah tidak "menderita", karena kekurangan dana operasional masih bisa ditutup dengan kontribusi dari orang tua/masyarakat.

    Situasi di atas menunjukkan bahwa pendidikan gratis tidak selalu "baik" bagi masyarakat. Masyarakat memang memerlukan pendidikan yang murah, tetapi pada saat yang sama juga memerlukan pendidikan yang bermutu. Dan sayangnya, kedual hal itu (murah dan bermutu) tidak selalu bisa berjalan seiring.

    Dalam kasus tertentu, di mana pemda tidak mengalokasikan APBD dalam jumlah yang cukup untuk keperluan operasional sekolah, kebijakan pendidikan gratis justru menjadi perangkap. Kualitas pendidikan, yang sudah sering diragukan, akan semakin terpuruk akibat tidak terpenuhinya kebutuhan operasional sekolah.

    Oleh karena itu, masyarakat harus cukup cerdas untuk mencermati wacana pendidikan gratis, khususnya yang dijanjikan oleh para kandidat dalam pilkada. Caranya, antara lain, dengan menuntut penjelasan yang lebih rinci tentang bagaimana kebijakan tersebut hendak diimplementasikan.

    Hal lain yang perlu dilihat secara kritis adalah wacana pendidikan gratis yang dilontarkan oleh para calon gubernur. Mengapa demikian? Karena pengelolaan pendidikan (selain pendidikan tinggi) merupakan kewenangan wajib kabupaten/kota. Kabupaten/kota yang pada akhirnya bertanggung jawab untuk menggratiskan (atau tidak menggratiskan) pendidikan.

    Kalau seorang (calon) gubernur menyatakan bahwa di provinsinya pendidikan akan digratiskan, itu sama saja dengan melemparkan "bola panas" ke tangan para bupati/walikota. Jika akhirnya masyarakat menuntut realisasi pendidikan gratis, yang harus bertanggung jawab adalah kabupaten/kota, bukan provinsi!

    Penulis adalah Direktur Pusat Kajian Kebijakan Publik Akademika dan Dosen FEUI

    Almeria vs Madrid 2-0
    Terus Bermimpi

    Almeria terus bermimpi. Melalui sebuah penampilan yang mengundang pujian, Union Deportivo Almeria mengirim Real Madrid pulang ke ibu kota dengan dua gol tanpa balas, Sabtu (2/2). Hasil yang tentu saja disambut hangat rival Madrid.

    Bagi pendukung Madrid, mungkin muncul pertanyaan, kenapa harus Almeria? Ya, kenapa kekalahan ketiga Madrid itu datang dari tim promosi? Dua kekalahan sebelumnya terjadi di kandang Espanyol dan Sevilla. Hasil yang masih bisa diterima. Tapi Almeria?

    Jangan mengecilkan buah kerja keras. Inilah pesan yang disampaikan Unai Emery dan pasukannya. Ya, selama Januari 2008, Almeria memetik hasil memuaskan berkat keinginan mereka bertahan di Primera Division di tahun ke-3 keikutsertaannya.

    Cermati ucapan Emery pada Sportec. Katanya, “Sebuah kemenangan yang membuat kami pantas untuk terus bermimpi. Ini adalah peragaan hasil kerja keras dari sebuah tim. Target kami adalah bertahan di Primera Division.”

    Kemenangan ini menambah catatan memukau Almeria sejak Januari. Dalam lima jornada, Los Almeriense tak terkalahkan. Bahkan, tim ini cuma sekali kebobolan. Kalau zona Eropa tak terlalu jauh, bukankah Almeria layak bermimpi lebih indah lagi?

    Jadi, dengan predikat mereka saat ini, pertanyaan kenapa Almeria mampu menekuk Madrid terjawab.

    Bernd Schuster tahu bagaimana menyikapi dua gol yang bersarang ke gawang Iker Casillas oleh Juanito (15’) dan tendangan penalti Alvaro Negredo (46’). Ia mencoba mengajak timnya berpikir positif menyikapi hasil di Stadion Juegos Medierraneos.

    “Perjalanan masih panjang. Kekalahan ini mungkin berguna bagi kami,” ujar Schuster. Pelatih asal Jerman itu ingin memakai hasil di Almeria untuk mengingatkan pemainnya jangan terpengaruh pada pujian atas pencapaian Madrid saat ini.

    Ya, belakangan muncul penilaian bahwa Madrid sulit dihadang menuju singgasana juara. Ternyata Los Blancos bukannya tak terkalahkan dan itu yang harus membuat Raul Gonzelez dkk. tetap tenang serta menjaga performanya. Termasuk ketika harus kehilangan salah satu pemain pilar, seperti Ruud van Nistelrooy, di pertandingan.

    Direktur Olahraga Madrid, Predrag Mijatovic, mengaku tidak menyangka timnya bakal kalah dari tim promosi. Namun, mantan striker Los Blancos itu memuji perjuangan dan motivasi Almeria selepas mengalahkan Valencia pekan sebelumnya.

    “Permainan kami berkembang di babak II dan menciptakan lebih banyak peluang, tapi kami tak beruntung dalam mencetak gol,” tutur pria yang akrab disapa Pedja itu. “Kemenangan ini baik untuk Almeria. Mereka lawan yang membuat kami tidak nyaman.”

    Mahamadou Diarra

    Tapi, menarik juga membedah komposisi Madrid. Setelah Fernando Gago menjalani hukuman, kenapa Schuster memaksakan Mahamadou Diarra mengawal lini tengah Madrid?

    Gelandang asal Mali itu baru saja pulang dari Piala Afrika 2008. Ia tampil tanpa sempat berlatih bersama rekan-rekannya. Padahal, Schuster sempat mencoba pola 4-3-3, minus gelandang bertahan, dalam latihan terakhir. Tiga tempat di tengah diberikan kepada Julio Baptista, Guti, dan Wesley Sneijder.

    “Dia bermain baik. Kekalahan ini bukan mutlak karena Diarra,” kata Schuster membela sang gelandang bertahan. “Dia tak perlu latihan karena menjadi pemain starter di tim Mali.”

    Meski sejumlah pemain memuji kemampuan Almeria, Guti menyinggung faktor lapangan dan wasit sebagai penyebab kenapa Madrid gagal membangun serangan lebih baik, begitu pula saat bertahan.

    Guti mengeluhkan keputusan wasit yang memberi empat pemain Madrid kartu kuning. “Wasit seharusnya lebih fokus pada sepakbola ketimbang ucapan atau gerakan pemain.”

    Faktor lain? Licinnya rumput di stadion akibat terlalu banyak disiram sebelum pertandingan. Gerakan yang tak sigap dan sering menahan diri agar tak jatuh memang diperlihatkan Fabio Cannavaro cs.

    Well, keluhan Guti mungkin menjadi inspirasi bagi lawan-lawan Madrid berikutnya. (Weshley Hutagalung)

    Barcelona vs Osasuna 1-0
    Panas-Dingin Angin Baru

    Kombinasi dingin karena hujan yang membasahi Camp Nou dan panas yang dihasilkan Almeria sehari sebelumnya ketika mengalahkan Madrid nyaris menjadi sekadar demam untuk Barcelona. Barca pantas merasa beruntung memiliki pemain pengganti yang mumpuni.

    Pasukan Azulgrana memang tampak panas-dingin ketika menjamu Osasuna, Ahad (3/2). Kebuntuan dalam membongkar pertahanan klub asal Pamplona ini terlihat hampir di sepanjang laga di atas rumput basah.

    Ketangguhan pertahanan dan kiper Ricardo berkali-kali mementahkan peluang Barcelona. Anulir gol Gabriel Milito pada babak pertama karena sang bek off-side saat menerima umpan Lionel Messi menambah demam panggung Barca.

    Performa klub Catalan ini tidak banyak berubah pada sepertiga babak kedua. Frank Rijkaard mencoba melakukan pergantian pemain untuk mengubah daya dobrak. Messi dan Henry ditarik sebelum memasuki menit ke-70.

    Kejelian pelatih asal Belanda ini pun berbuah manis. Giovani mengawali proses terjadinya gol dengan tusukan di sisi kanan kotak penalti. Setelah mengecoh Cesar Azpilicueta, pengganti Thierry Henry ini menyodorkan umpan yang dihajar Iniesta dengan tembakan keras.

    Bola mental setelah mengenai bek Osasuna mengarah ke Xavi Hernandez, pemain pengganti lainnya. Xavi langsung mengirim bola ke dalam gawang yang sudah ditinggal Ricardo, yang terlambat kembali ke tengah gawang setelah bergerak mengantisipasi tembakan Iniesta.

    Kelegaan Ches

    “Kerja keras kami banyak yang terpatahkan. Konsentrasi kami juga sempat menurun. Namun, anak-anak terus mencoba. Saya gembira atas kemenangan yang pasti mendongkrak moral ini,” ucap Rijkaard di Marca.

    Jarak Barca dengan El Real kini tinggal enam angka. “Saya tidak memperhatikan Madrid. Mereka masih unggul dan saat ini adalah yang terbaik,” tutur Rijkaard. Bagaimanapun, persaingan La Liga kembali ketat.

    Tim yang juga merasakan angin baru musim ini adalah Valencia. Angka penuh didapat Los Ches di kandang Valladolid. Ronald Koeman menyebut kunci kemenangan ini ada pada sikap pemain-pemainnya.

    “Mereka telah merasakan penderitaan dan mulai menutupinya dengan kemenangan. Kami pantas berlega hati, tapi harus melanjutkan kerja keras tanpa euforia karena masih banyak yang mesti dibenahi,” tutur orang Belanda ini. (Christian Gunawan)

  • Demi WAKTU...Sebagai Sumber Berharga

    FH4

    Dear All,

    Jumlah waktu yang kita punyai dalam sehari pastilah sama, yaitu 24 jam. Waktu merupakan barang unik yang diberikan secara bersamaan kepada siapapun tanpa memandang umur ataupun kedudukan. Waktu juga selalu berjalan dengan laju tertentu dan konstan, tetapi tampaknya sebagian besar dari kita merasa tidak mempunyai cukup waktu.

    Oleh sebab itu, kita wajib berhemat dengan waktu yang diberikan kepada kita, karena kita tidak mungkin menciptakan waktu lebih banyak lagi. Waktu seringkali dianggap sebagai sesuatu yang sudah seharusnya ada. Sehingga sikap pengelolaan waktu dan praktiknya seringkali santai dan tidak ketat, atau sambil lalu saja. Jika kita menganggap "waktu adalah uang", maka seharusnya waktu diperlakukan sebagai sumber yang berharga. Sudah sepatutnya waktu mendapatkan pemantauan ketat, yang sama dengan barang milik kita lainnya.

    Pada umumnya, mengelola waktu dipersepsikan sebagai sinonim dengan kerapian, organisasi, dan rutinitas sehari-hari yang sangat tersusun. Namun sesungguhnya pengelolaan waktu lebih kompleks daripada itu. Waktu merupakan suatu kerangka pikiran, dan juga merupakan sikap dari komitmen pribadi.

    Hal ini memberikan arti penting, bahwa waktu merupakan penyusunan kembali secara sangat tegas dan sangat proporsional dari kebiasaan bekerja dan prioritas. Pengelolaan waktu memusatkan perhatian pada perhitungan waktu secara cermat. Jika waktu tidak dapat dikelola, maka apapun tidak dapat dikelola!

    Meningkatnya pengelolaan waktu memang akan menambah produktivitas dan kinerja keseluruhan. Bagi perusahaan kita, maka peningkatan pengelolaan waktu tersebut juga dapat memperbaiki moral-mental pegawai, karena pegawai menjadi lebih efektif dan lebih puas dengan penggunaan waktu mereka.

    Dalam era penuh persaingan ketat saat ini, jika kita selaku owner ataupun pimpinan perusahaan tidak dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, maka bisa dipastikan kita akan sangat ketinggalan jauh dari para pesaing bisnis kita, dan itu menunjukkan bahwa kita kurang unggul!

    Bagi kita selaku owner ataupun pimpinan perusahaan, maka maksud dari mengelola waktu adalah untuk menciptakan lebih banyak waktu bebas. Waktu bebas ini perlu untuk menyusun konsep, merencanakan, dan memecahkan masalah secara kreatif. Ingat! Pengelolaan waktu tidak menyediakan pemecahan masalah manajemen. Tetapi dengan mengelola waktu, maka kita akan mempunyai waktu bebas lebih banyak, untuk menemukan pemecahan masalah-masalah apapun, merencanakan masa depan, dan mengkaji kemajuan-kemajuan kita secara menyeluruh.

    Tanpa Mobil di Zurich

    Pertimbangan akan lingkungan memaksa Zurich membuat sebuah konsep unik soal transportasi selama Euro 2008 berlangsung. Pengunjung kota terbesar di Swiss ini diminta tak membawa kendaraan mereka ke dalam kota.

    Zurich menempatkan transportasi umum sebagai yang utama. Mobil-mobil pribadi bakal diwajibkan parkir di luar kota sehingga arus lalu lintas dalam kota ditekan ke angka minimum. Harapannya polusi dapat dikurangi.

    “Tujuan kami dengan konsep ini adalah memastikan semua pengunjung merasakan antusiasme dan kenyamanan. Dengan lalu lintas kendaraan yang minimum, fan bisa tiba ke stadion atau pusat keramaian suporter dengan lebih cepat,” ujar Wali Kota Elmar Ledergerber pada swissinfo.org.

    Stadion Letzigrund dipastikan akan steril dari mobil-mobil pribadi pada tiga matchday di mana stadion itu menggelar pertandingan penyisihan grup. Sebagai gantinya, transportasi umum ditambah dan jam operasinya juga dimaksimalkan untuk melayani lebih dari 1,4 juta pengunjung.

    Sistem parkir luar kota akan dibuat karena di dalam kota tidak akan ada tempat untuk menaruh kendaraan. Fasilitas parkir akan disediakan di Bandara Zurich di sebelah utara kota dan Allmend I di sebelah selatan. Sebuah hotline khusus dibuka mulai bulan lalu untuk menjawab pertanyaan seputar sistem transportasi baru selama Euro 2008 ini. (wid)

    >> Kembali ke Atas

    11.000 Pekerjaan Baru di Austria

    Sebagai salah satu negara tuan rumah Euro 2008, Austria menyambut pesta sepakbola terbesar Eropa ini dengan optimistis. Ada perkiraan Euro 2008 bakal menciptakan 11.000 pekerjaan baru untuk masyarakat Austria.

    Pekerjaan-pekerjaan itu sebagian besar terfokus pada industri keamanan dan katering. Sektor komersial, transportasi, dan hiburan juga akan terangkat. Ahli finansial meramal ekonomi nasional Austria akan mendapatkan pemasukan ekstra 380 juta euro selama turnamen diadakan pada Juni.

    Di bidang keamanan, sebanyak 5.300 posisi diperkirakan akan muncul karena Euro 2008. Sementara itu, di sektor katering, ada sekitar 4.400 pekerjaan baru yang tercipta di empat kota: Wina, Salzburg, Innsbruck, serta Klagenfurt.

    Sebanyak 11.000 pekerjaan baru yang akan tercipta setara dengan 6.000 jam kerja full-time selama setahun. “Enam ribu jam kerja itu berasal dari organisasi dan realisasi Euro 2008,” ungkap Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan Austria, Reinhold Mitterlehner, seperti dikutip situs UEFA.

    Warga Austria pun menyambut Euro 2008 dengan antusias. Dalam jajak pendapat yang diluncurkan Asosiasi Sepakbola Austria dan Euro 2008 SA, sebanyak 88% suara yakin Euro 2008 akan membawa pengaruh positif bagi ekonomi. (wid)

    Pembalasan Fossati

    Pelatih Qatar, Jorge Fossati, punya ambisi besar untuk mengalahkan Australia pada Rabu (6/2) di Melbourne. Arsitek asal Uruguay ini ingin sebuah pembalasan.

    Jorge Fossati.

    Tiga tahun lalu saat menukangi Uruguay, Fossati gagal ke Piala Dunia 2006 karena dikalahkan Australia melalui adu penalti. Adu penalti digelar setelah The Socceroos arahan Guus Hiddink mampu membalas kekalahan 0-1 dari Los Celestes di Montevideo dengan skor sama di Sydney.

    Kekalahan lewat adu penalti mengakibatkan Fossati kehilangan pekerjaan. Bekas kiper itu lalu hijrah ke Qatar menangani Al Saad. Setelah Qatar gagal di Piala Asia 2007, ia dipercaya menangani timnas.

    Bagaimana kans Fossati melakukan pembalasan. Dalam tiga uji coba terakhir, lini depan Qatar terlihat lemah. Juara Asian Games 2006 ini seri 0-0 dengan Iran dan Suriah dan kalah 0-1 dari Denmark.

    “Itu masalah besar dalam pertandingan persahabatan terakhir. Qatar tak dapat mencetak gol. Tapi, para penyerang kami harus terus mencoba. Mungkin mereka menunggu untuk menunjukkan apa yang mampu mereka lakukan pada 6 Februari,” kata Fossati di situs goal. (man/Foto: AFP)

    Iran Tumpul

    Pim Verbeek, arsitek Australia yang sangat memahami peta kekuatan di Asia karena lama berada di tim nasional Korea Selatan sebagai asisten pelatih dan pelatih kepala, menjagokan Iran sebagai peraih salah satu dari empat tiket milik Benua Kuning ke Piala Dunia 2010.

    “Australia, Korea, dan Iran adalah yang terkuat,” kata Verbeek, seperti dikutip situs FFA.

    Khusus Iran, prediksi pelatih asal Belanda itu dapat diperdebatkan. Iran memang punya tradisi kuat di Asia, tapi belakangan kurang memuaskan. Dalam empat uji coba terakhir, yakni kontra Korsel, Hansa Rostock, Qatar, dan Kosta Rika, Team Melli gagal mencetak gol.

    Iran tak boleh membuang kesempatan saat menjamu Suriah di Teheran pada Rabu (6/2). Masalahnya penyerang andalan Vahid Hashemian absen. Jadi, Iran kian mengkhawatirkan. “Iran mengalami krisis di lini penyerangan,” tulis Iran Sport Press setelah hasil 0-0 dengan Kosta Rika pekan lalu.

    Iran baru dilatih Javier Clemente beberapa hari sebelum duel kontra Suriah. Pelatih asal Spanyol itu baru tiba di Teheran pada Sabtu lalu. Ia terlambat tiba karena sakit punggung. (man)

  • Kini saatnya untuk melepas emas

    10-02-2008 / 08:58:41 PM Komoditas

    Meskipun pasokan emas ke pasaran internasional berkurang akibat tingginya permintaan melampaui kemampuan produksi tambang, investor disarankan untuk segera melepas emas.

    Kinilah saatnya, menurut analis, investor mengambil untung karena harga emas tidak mungkin melonjak lebih jauh.

    Bahkan jika paket stimulus ekonomi berjalan baik dan krisis pasar finansial teratasi, kemungkinan besar harga emas kembali turun.

    Aksi ambil untung dipekirakan akan meramaikan pasar emas pekan ini setelah Jumat di London ditutup pada %919,20 atau lebih rendah dibanding harga 29 Januari $924,50 per ons.

    Harga emas naik 40 persen dari tahun lalu atau naik tiga kali lipat sejak 2001. Permintaan emas melonjak karena investor memandang logam mulai itu sebagai investasi aman di tengah ketidakpastian pasar finansial global.

    Dewan Emas Dunia (WGC) yang bermarkas di London mengakui pasokan emas melemah akibat tingginya permintaan pasar.

    Harga emas cencerung melemah dikala ekonomi menguat dan begitu pula sebaliknya harga naik ketika ekonomi melesu, kata Robert Yockey, perencana finansial pada Ceres.

    Menurutnya, harga emas akan kembali turun. Karena itu dia menyarankan agar investor tidak terlalu lama terjebak di dalamnya.

    Para perencana finansial umumnya hanya berani mengalokasikan empat hingga lima persen dari total portfolio ke emas sebagai penyeimbang semata.

    Tapi yang jelas, sampai ekonomi AS membaik, pasar masih lebih percaya pada emas ketimbang dolar.

    Yen akan terus menguat terhadap dolar

    10-02-2008 / 08:44:47 PM Valuta Asing

    Pasar valuta asing dan bursa saham menjadi agenda utama pembicaraan kelompok tujuh negara (G7) yang berkumpul di Tokyo sejak akhir pekan.

    Salah satu pesan yang disampaikan pertemuan itu adalah keluarnya komunike bersama yang mendesak China untuk segera memperkuat nilai tukar yuan.

    Para menkeu dari tujuh negara industri itu juga mendesak perbankan untuk menutup semua kredit macet dan membenahi laporan keuangan untuk membantu menormalkan fungsi pasar kredit.

    Menurut Tsuyoshi Segawa dari Shinko Securities, dampak pertemuan itu tidak begitu besar terhadap pasar.

    Sejumlah analis lain memperkirakan pasar akan mengabaikan imbauan G7 dan ada kemungkinan nilai tukar yen terhadap dolar akan menguat dalam tiga pekan ke depan.

    “Risiko penguatan yen terhadap dolar masih sangat tinggi,” komentar Masafumi Yamamoto, Kepala Strategi Valas pada Royal Bank of Scotland.

    Menurutnya, yen bisa menguat hingga 104 terhadap dolar menjelang akhir Maret atau level tertinggi sejak Maret 2005.

    Pada transaksi akhir pekan kemarin, yen bertengger pada level 107,35 terhadap dolar disbanding 104,95 pada Januari.

    Pasar keuangan di China dan Taiwan masih tutup hingga Senin ini karena liburan Tahun Baru China sementara pasar Jepang juga akan tutup karena hari libur nasional.

    Menurut Toru Tanaka, Manajer Senior – Bendahara & Valas pada Mitsubishi Corp., fokus perhatian analis saat ini adalah langkah yang akan diambil dalam menyikapi gejolak pasar finansial.

    “Pasar valas sepertinya bergerak dengan cara ini dan bergantung pada tiap berita yang muncul,” kata Tanaka.

    OPEC ganti dolar dengan euro untuk transaksi minyak

    10-02-2008 / 08:29:53 PM Valuta Asing

    OPEC secara bertahap akan mengganti mata uang dolar dengan euro dalam transaksi ekspor minyak.

    Menurut Sekjen OPEC, Abdullah Al-Badri, anjloknya nilai tukar dolar menggembosi kekuatan beli eksportir minyak.

    Karena itu, beberapa negara anggota mendesak agar transaksi dilakukan dengan euro sebagai pengganti dolar.

    “Kami mungkin akan menghargai minyak dengan euro,” kata Badri seraya menambahkan hal itu dilakukan secara bertahap karena perlu waktu.

    OPEC sudah menyiapkan rencana pergantian dolar ke euro dalam delapan tahun ke depan.

    Euro naik tajam hingga $1,4547 dibanding $1,4500 sebelumnya dan kemudian akhir pekan lalu bertengger di level $1,4515.

    Iran dan Venezuela adalah dua negara anti-AS yang ingin membuang dolar dari kas penerimaan ekspor minyak mereka dan menggantinya dengan euro.

    OPEC beranggotakan 13 negara pengekspor minyak dengan pangsa pasar hamper separuh pasokan minyak mentah dunia.

    Sissoko, Pemain Termahal

    Siapa pemain termahal di calciomercato II Serie A 2007/08? Predikat tersebut diambil Mohamed Sissoko. Gelandang tim nasional Mali ini dibeli Juventus dari Liverpool seharga 11 juta euro (sekitar 150 miliar rupiah).

    Harga Sissoko memang masih kalah dari Alexandre Pato, yang dibeli Milan dari Internacional Porto Alegre seharga 22 juta euro. Namun, Pato sudah dibeli pada awal musim lalu. Ia baru didaftarkan Milan di calciomercato II.

    Harga yang tinggi itu dengan sendirinya menghadirkan beban buat Sissoko. Ia harus sukses. Tekanan semakin besar karena dua gelandang mahal rekrutan Juventus pada bursa transfer tahap pertama (Sergio Almiron [9 juta euro] dan Tiago Mendes [13 juta euro]) adalah mercato gagal.

    “Saya seorang pejuang. Target saya adalah menjadi gelandang hebat dan bersama Juventus saya bisa mencapainya. Ini akan menjadi pengalaman yang krusial dan langkah penting dalam karier saya,” kata Sissoko di Channel4. (wid)

    Teknologi Hawk Eye Merambah Bulutangkis

    Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) tengah mengkaji dengan serius kasus yang terjadi pada final tunggal putra turnamen Korea Super Series yang berlangsung di Seoul, 27 Januari. Pada final itu, Lin Dan (Cina) bersitegang dengan pelatih Korsel asal Cina, Li Mao. Bahkan, Lin Dan sampai melempar raket ke arah Li Mao.

    Inilah drama paling buruk dalam dunia bulutangkis. Super Dan juga memprotes keputusan-keputusan aneh hakim garis, meski sering dikoreksi umpire, yang membuat pemain tuan rumah, Lee Hyun-ill, menjadi juara.

    Buntut dari kejadian itu pun direspons positif oleh BWF. Ketua Komite Olahraga BWF, Anne Smillie, mengatakan akan melakukan investigasi serius mengenai hal itu. “Semua pelaku bulutangkis harus memperhatikan kode etik di lapangan. Semua keputusan berdasarkan peraturan yang ada, bukan siapa yang berteriak paling kencang,” ungkap Smillie.

    Menurut Smillie, bukan tidak mungkin bulutangkis akan menggunakan kemajuan teknologi sebagai pembanding atas keputusan wasit. BWF mulai berpikir untuk menggunakan teknologi mata elang atau hawk eye yang telah digunakan di kancah turnamen grand slam tenis dunia. Di tenis, keputusan penjaga garis bisa di-overruled jika ternyata tayangan ulang pertandingan menunjukkan hal sebaliknya.

    Dengan teknologi ini, pemain diberi kesempatan untuk melihat tayangan ulang jatuhnya shuttlecock (kok) jika keputusan hakim garis diragukan pemain.

    Demikian juga di basket NBA yang sudah menggunakan video sebagai penentu sah tidaknya bola masuk ke keranjang pada detik-detik akhir pertandingan.

    Kasus Lama

    Selama ini sudah menjadi rahasia umum bahwa turnamen yang berlangsung di Korea selalu diwarnai keputusan yang menguntungkan pemain tuan rumah. Banyak hakim garis yang membuat keputusan keliru demi memenangkan pemainnya. Meski kini sudah ada usaha-usaha BWF untuk mengeliminasi keputusan miring tersebut, tidak jarang pemain tamu merasa dikerjai habis.

    Bahkan, pada turnamen Korea Terbuka 2002, pemain-pemain Cina melakukan boikot dengan tidak datang. Aksi ini sebagai balas dendam terhadap perlakuan buruk yang diterima pemain Cina dalam cabang bulutangkis Asian Games 2002 Busan.

    Yang terakhir dirasakan pemain Indonesia pada turnamen Korea Super Series, pekan lalu. Nova Widianto/Lilyana Natsir merasakan pahitnya diperlakukan tidak adil oleh hakim garis saat bertemu pasangan tuan rumah, Lee Yong-dae/Lee Hyo-jung. Kendati keputusan keliru itu sudah dikoreksi umpire, pasangan Indonesia itu sudah kehilangan konsentrasi.

    Untuk mengurangi keputusan yang tidak adil itu, BWF pun harus cepat mengambil keputusan. Apalagi, Olimpiade Beijing, Agustus nanti, kalau tidak dicermati bisa menjadi ajang balas dendam terhadap pemain-pemain tamu, terutama asal Korea.

    “Pada Olimpiade di Beijing nanti, pasti para peserta menginginkan keputusan seadil mungkin. Kami tengah mempertimbangkan menggunakan teknologi sebagai jaminan rasa aman bagi para peserta,” ungkap Datuk Punch Gunalan, Deputi Presiden BWF.

    “Bulutangkis termasuk olahraga yang menggunakan bola cepat. Jadi, keputusan hakim garis bisa saja salah. Namun, dengan penggunaan teknologi, pasti banyak keuntungan yang bisa diperoleh. Saya sangat sepakat dengan rencana penggunaan teknologi itu di bulutangkis,” ujar Ketua Majlis Sukan Negara (MSN), Dato’ Zolkples Embong.

    Rencananya, pada All England Super Series, Maret, nanti akan dibicarakan penggunaan teknologi itu. Selain itu juga akan diusulkan menggunakan hakim garis independen dalam pertandingan semifinal dan final.

    Kalau demi perbaikan, kenapa tidak segera dicoba? (Broto Happy W./Eko Widodo, dari Kuala Lumpur)

    Disambut Positif Skuad Cipayung

    Rencana Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) untuk mulai mengadopsi teknologi hawk eye seperti di pertandingan tenis disambut hangat pemain-pemain Pelatnas Cipayung. Teknologi ini diharapkan membuat pertandingan bulutangkis berlangsung adil dan menihilkan kecurangan.

    Selama ini pemain kerap mendapat perlakukan tidak adil akibat keputusan hakim garis dan umpire. Adanya teknologi yang memberi kesempatan kepada pemain yang dirugikan untuk kembali melihat tayangan ulang jatuhnya bola tentu sebuah usaha yang sangat bagus dan perlu didukung.

    “Saya setuju adanya teknologi ini. Paling tidak dengan teknologi ini tidak ada kecurangan-kecurangan lagi di lapangan,” sebut Nova Widianto.

    Hal senada meluncur dari pasangan Nova di tengah lapangan. Menurut Lilyana Natsir, rencana BWF untuk mengadopsi teknologi mata elang seperti di dunia tenis harus didukung semua pemain. Pasalnya, dengan penerapan teknologi ini, pertandingan menjadi makin menarik.

    “Yang lebih lagi, dengan teknologi ini hakim garis yang selama ini keputusannya selalu menguntungkan pemain tuan rumah tidak bisa curang lagi. Makanya saya setuju BWF mulai menerapkan teknologi mata elang itu,” ujarnya.

    Ganda juara dunia 2007, Markis Kido dan Hendra Setiawan, pun sangat antusias atas rencana BWF untuk menggunakan teknologi dalam perwasitan. Dengan teknologi ini dipastikan pertandingan akan berlangsung adil dan tidak ada keputusan kontroversial hakim garis yang menguntungkan salah satu pihak, terutama pemain tuan rumah.

    “Saya sangat setuju kalau memang benar BWF akan menerapkan teknologi ini. Dengan adanya sistem baru yang menggunakan teknologi tayangan ulang ini, pertandingan akan jauh lebih adil,” sebut Hendra.

    Setali tiga uang dengan Hendra, Kido pun menyebut sangat senang kalau BWF memang benar-benar mau segera mengadopsi teknologi hawk eye. “Saya setuju banget, Mas,” komentarnya pendek.

    Respons positif sudah mencuat dari kubu Cipayung, tinggal kita tunggu bagaimana realisasi BWF! (bhw)

  • Tanjung Priok Bertahan di Tengah Kesulitan

    india-glitz

    Refleksi: Perkembangan pelabuhan tergantung antara lain dari perdagangan dalam dan luarnegeri, sistem infrastruktur dalam negeri serta perkembangan dan pertumbuhan ekonomi negeri tsb. Kalau ekonomi lemah perkembangan dan pertumbuhannya serta sistem infrastruktur dalam negeri tidak beres, maka bisa jadi kapasitas pelabuhan tidak dipenuhi dan dengan begitu pendapatan pelabuhan pun berkurang, jadi investisi untuk pemeliharaan dan perkembangan pelabuhan bisa terbengkalai karena laba berberkurang dan apabila tidak disuntik oleh bujet negara. Pada pihak lain juga apabila politik transportasi hanya diutamakan pada Tg Priok dengan pulau Jawa sebagai yang disebut "hinterland" , maka politik demikian bukan saja mengabaikan daerah luar pulau Jawa tetapi juga mempunyai segi negatif untuk perkembangan dan pertumbuhan ekonomi daerah-daerah tsb.

    http://www.sinarhar apan.co.id/ berita/0802/ 11/opi01. html

    Tanjung Priok Bertahan di Tengah Kesulitan

    Oleh
    Saut Gurning

    Walau dililit oleh keterbatasan infrastruktur, pelabuhan terbesar Indonesia, Tanjung Priok pada tahun 2007 ternyata berada di jajaran 30 pelabuhan kontainer top dunia. Mengalami penurunan peringkat dari urutan 23 (tahun 2006) menjadi 24 dengan besaran pertumbuhan sekitar 3,7% atau penambahan 141.630 unit kontainer berukuran 20-feet (TEU, twenty feet equivalen unit).

    Tingkat pertumbuhannya memang sedikit lebih baik dibandingkan 2006 yang hanya 2,2%, namun ini belumlah memuaskan apalagi progresif bila dibandingkan dengan pelabuhan-pelabuhan negara tetangga seperti Singapura (12,7%), Laem Chabang, Thailand (12,6%) Tanjung Pelepas (14,5%), dan Klang Malaysia (12,3%).

    Dalam persaingan global penyediaan jasa layanan kontainer di pelabuhan, Singapura masih merajai dengan volume kontainer hampir sebesar 28 juta TEUs disusul dengan Shanghai (24,8 juta), Hong Kong (23,8 juta), Shenzen (21 juta), dan Busan (13,2 juta).

    Posisi pelabuhan Shanghai yang menggeser posisi Hong Kong dari urutan kedua di tahun 2006 menjadi posisi ke-3 menandai sebuah babak baru semakin kuatnya posisi China daratan dalam menguasai kompetisi container-handling dunia khususnya di wilayah Asia.

    Diperkirakan di seluruh wilayah dataran China, seluruh pelabuhan kontainernya di tahun 2007 mampu membukukan sekitar sekitar 112 juta TEUs atau 20% dari volume kontainer global yang sekitar 496,7 juta TEUs. Tahun lalu, sejumlah terminal kontainer China dataran tersebut menguasai 18,6% dari sekitar 440 juta TEUs kontainer dunia. Menurut laporan kementerian perhubungan China, saat ini negara itu memiliki sekitar 5.000 dermaga kontainer dengan kapasitas 61,5 juta TEUs dan mampu menangani paling tidak 90% perdagangan luar negeri mereka.

    Shanghai, Singapura, Tanjung Priok
    Dari 30 terminal kontainer terbaik dunia ini sekitar 22 unit pelabuhan berada di Asia. Dan seperti yang telah diperkirakan banyak ahli di awal 2007 lalu, benua Asia masih menjadi barometer transportasi kontainer dunia dengan China sebagai pemimpinnya. Besaran rasio volume kargo kontainer Asia dan di luar Asia sekitar 80:20. Suatu perbandingan yang fantastis. Diperkirakan peta pergerakan kontainer dunia kita ini sekitar 9% berada di wilayah Eropa, 5% di Amerika Utara, 3% di Afrika, 2% di Amerika Selatan, dan 1% di Australia, Selandia Baru dan Oseania. Sementara yang berada di Asia sebesar 80%.

    Fenomena Asia dan China-factor mendominasi bahasan dan topik industri angkutan laut dunia. Perkembangan sangat progresif bisnis terminal kontainer di negara komunis modern ini tidak lepas dari proaktifnya pelaku usaha, pemilik barang, sekaligus pemerintah China melakukan lima strategi ekspansi besar-besaran seperti penyediaan lapangan kontainer baru, memperdalam kolam sandar kapal, menambah jumlah peralatan angkat-angkut, menyediakan jalan tol atau akses khusus ke pelabuhan dan penciptaan jaringan feeder-service yang kuat dan sistemik.

    Pelabuhan Shanghai, umpamanya, yang berambisi kuat menggeser posisi Singapura paling lambat pada 2010, melakukan serangkaian pengembangan dengan membangun pelabuhan baru di sekitar Yangshan untuk 16 lapangan kontainer modern dalam dua fase.
    Ini berbarengan dengan perluasan kawasan perdagangan di sepanjang Sungai Yangtze. Tapi Singapura juga tidak tinggal diam, di tahun 2008 ini manajemen PSA Singapore Terminal mempercepat pengembangan terminal di Pasir Panjang, serta pengembangan lapangan kontainer eksis di Brani, Keppel, dan Tanjong Pagar. Semuanya akan dilengkapi dengan super post-panamax crane yang mampu menjangkau 22 lajur kontainer dengan daya angkat dua unit kontainer 40 kaki bersamaan secara tandem.

    Strategi dan pengalaman yang sama terjadi di pelabuhan kontainer negara lainnya yang juga bertumbuh progresif, walau dengan takaran berbeda. Namun sesuatu yang bertolak-belakang terjadi di Tanjung Priok. Di tahun 2007, hampir di semua terminal kontainer pelabuhan ini dapat dikatakan tidak melakukan ekspansi fasilitas yang berarti yang mampu mendongkrak perolehan trafik kontainer baru. Dari sekitar 3,96 juta TEUs yang berhasil dicapai pada tahun 2007, diperkirakan berasal dari beberapa dermaga konvensional (1,17 juta), terminal JICT (1,98 juta), TPK Koja (0,66 juta), terminal MTI dan lainnya (0,15 juta). Di tahun ini hanya terminal JICT yang mampu mendapatkan kenaikan trafik sekitar 11% dibanding tahun sebelumnya.

    Resesi Ekonomi
    Secara umum pengelola sejumlah terminal di Priok hanya melakukan strategi bertahan di tengah kepungan pelbagai permasalahan yang langsung dan tidak langsung mempengaruhi kinerja pelabuhan mereka. Mulai dari kacaunya tata-ruang antarterminal dan dermaga, terbatasnya jumlah dermaga dan peralatan, keluhan atas kehandalan prosedur keamanan pelabuhan, waktu tunggu, kongesti, biaya tinggi, ketenagakerjaan, sampai akutnya akses darat dari dan ke pelabuhan. Tidak ada kebijakan atau strategi mendasar dan tuntas terhadap problematika ini. Cuma sesekali ditangani dengan pola ”sidak” dan tambal-sulam.

    Potensi dan prospek trafik kontainer Indonesia masih relatif besar. Diperkirakan tahun 2008 ini, volume kontainer yang dilayani lewat 25 pelabuhan strategis Indonesia sekitar 6,4 juta TEUs dan terus akan meningkat bersamaan dengan kenaikan rasio kontainerisasi di Indonesia. Ini ditambah potensi kontainer alih-muat nasional sekitar 9 juta TEUs yang selama ini masih dimanfaatkan oleh pelabuhan-pelabuhan di Singapura dan Malaysia.

    Namun perkembangan Tanjung Priok masih lebih baik dibanding dengan situasi bisnis pelabuhan di Amerika Serikat. Di tahun 2007, akibat tekanan perekonomian Amerika berkaitan dengan persoalan kredit perumahan, gonjangan perbankan nasional mereka hingga efek resesi ekonomi akibat menaiknya harga minyak.

    Ini menyebabkan secara rata-rata volume kontainer di hampir semua pelabuhan di sana mengalami penurunan sekitar 1,5%. Pelabuhan Long Beach misalnya hanya mencatat peningkatan kecil sekitar 0,3%. Pelabuhan pelabuhan Los Angeles dan New-York/New- Jersey mengalami kemunduran sampai 1,4% hingga 3%.

    Berkaitan dengan hal ini, banyak opini dan perdebatan menyangkut pengaruh resesi ekonomi Amerika terhadap stabilisasi ekonomi dunia dan efeknya kepada bisnis angkutan dan layanan pelabuhan kontainer. Bila di tahun 2006 pertumbuhan kontainer dunia sekitar 12%, kemudian 13% di tahun 2007, maka faktor resesi Amerika memang secara logis sedikit-banyak akan menghambat laju kenaikan di tahun ini. Namun tidak lebih dari 2%, alasannya: masih kuatnya motor ekonomi dan mata uang China serta masih tingginya permintaan pengangkutan barang lewat laut dengan orientasi pasar Eropa.

    Penulis adalah pengamat Maritim, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya

    Tutut cs Ahli Waris Perkara Soeharto

    Senin, 11 Februari 2008 20:52:11 WIB

    JAKARTA,SENIN--Keenam putraputri mantan Presiden (alm) Soeharto belum memutuskan apakah akan menjadi ahli waris perkara gugatan Yayasan Supersemar atau tidak. Namun jaksa pengacara negara (JPN) tetap berkeyakinan bahwa keenam anak Soeharto ini adalah ahli waris perkara Yayasan Supersemar.

    "Ahli warisnya, ya keenam anakanaknya itu," tegas anggota JPN Kejagung Yoseph Suardi Sabda di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (11/2).

    Menurut Yoseph, pihaknya sudah memperoleh surat keterangan dari Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat, yang menyatakan keenam putraputri Soeharto tersebut benar sebagai ahli waris Soeharto. "Suratnya sudah kita dapat," lanjut Yoseph.

    Oleh karena itu, pada persidangan hari Selasa besok, tim JPN akan mengajukan keenam anak Soeharto tersebut ke majelis hakim untuk ditetapkan sebagai ahli waris.

    Apakah mereka akan dihadirkan ke persidangan? "Kalau untuk menghadirkan, itu kewenangan hakim. Dalam kasus perdata ini kan, kita bukan jaksa, tapi jaksa pengacara negara," imbuhnya.

    Saat ditanya apakah pihak JPN juga akan mengajukan permohonan untuk penyitaan aset Soeharto, Yoseph mengatakan bahwa dalam gugatan ini pihaknya hanya mengajukan penyitaan Gedung Granadi.

    Mantan kuasa hukum Soeharto, Juan Felix Tampubolon sebelumnya mengatakan, keenam anak Soeharto belum menentukan sikap apakah akan menjadi ahli waris dalam perkara gugatan Yayasan Supersemar atau tidak.

    Felix meminta, sebelum anakanak Soeharto ditetapkan sebagai ahli waris perkara ini, JPN wajib mengajukan ke hakim apakah gugatan dilanjutkan atau tidak pasca meninggalnya Soeharto pada 27 Januari lalu.

    Jika sidang dinyatakan berlanjut, maka keenam putraputri Soeharto harus dipanggil terlebih dulu ke Pengadilan untuk ditanyakan kesiapan mereka apakah bersedia menjadi ahli waris atau tidak.

    Dalam perkara gugatan terhadap Soeharto dan Yayasan Supersemar, JPN menuntut kedua tergugat membayar ganti rugi materiil sebesar 420 juta dolar AS dan Rp 185,9 miliar. Dan ganti rugi imateriil sebesar Rp 10 trilyun.(*)

    Pertaruhan Australia

    Australia akan mengawali sebuah pertaruhan. Ya, melihat apa yang dialami The Socceroos pada Piala Asia 2007, keputusan pindah ke zona Asia bisa berakibat fatal.

    Pada Piala Asia, Australia gagal memperlihatkan kemampuan sebagai favorit. Dalam turnamen pertama yang diikuti Negeri Kanguru sejak masuk Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) pada Januari 2007 itu, Socceroos gagal masuk empat besar.

    Langkah Australia terhenti di babak perempatfinal. Mark Viduka dkk. dikalahkan Jepang lewat adu penalti. Gagal karena masalah dewi fortuna? Tidak juga. Pada fase grup, Australia dihajar Irak 1-3 dan ditahan Oman 1-1.

    Hasil di Piala Asia 2007 menyadarkan Australia. Ternyata Benua Kuning tidak semudah yang mereka bayangkan. Salah satu alasan The Down Under hijrah dari Oseania ke Asia adalah soal kesempatan meraih tiket ke Piala Dunia.

    Sebelumnya, juara Oseania, yang hampir selalu dikuasai Australia, mesti bertemu wakil Conmebol (Amerika Selatan). Socceroos sering mentok di sana, meski pada kesempatan terakhir, Piala Dunia 2006, mampu mengatasi Uruguay.

    Di Asia, jalan meraih tiket Piala Dunia terkesan lebih mudah. Benua ini memiliki jatah empat tiket otomatis ke Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Jika gagal, masih ada kesempatan dalam play-off melawan juara Oseania.

    Akan tetapi, dari pengalaman Piala Asia, tidak ada jaminan Australia pasti meraih salah satu dari empat tiket. Apalagi Socceroos di grup maut bersama juara Asia, Irak, Cina, dan Qatar. Setelah grup ini masih ada satu fase lagi. Di tahap itu bakal ada Arab Saudi, Jepang, Korea Selatan, dan Iran.

    Faktor Persiapan

    Australia unggul dalam pengalaman, teknik, dan kekuatan fisik. Hampir semua pemain Socceroos ditempa di Eropa. Namun, tim asuhan Pim Verbeek berpotensi tidak maksimal pada setiap laga kualifikasi karena masalah persiapan.

    Untuk laga perdana Grup 1 melawan Qatar di Melbourne pada Rabu (6/2), banyak pemain Socceroos Eropa baru tiba pada Senin. Verbeek memastikan gelandang pekerja Vince Grella tak tampil. Grella absen karena pada hari Minggu masih harus membela Torino melawan Reggina di Serie A.

    “Jika dia datang di sini pada hari Selasa, itu sudah terlambat,” kata eks pelatih Korea Selatan itu di situs FFA.

    Gelandang andalan Tim Cahill diragukan dapat tampil karena punya masalah pada hamstring. “Menurut saya menggelikan seseorang harus terbang setengah perjalanan mengelilingi dunia. Tapi, Tim yang memutuskan ia bermain atau tidak,” kata pelatih Cahill di Everton, David Moyes.

    Persiapan yang mepet dan atmosfer Asia yang berbeda dengan Eropa menjadi rintangan Australia. Keputusan pindah zona sebuah pertaruhan, tapi Socceroos suka tantangan.

    “Inilah keindahan berada di Asia. Kami akan memainkan partai-partai yang berat. Jika kami lolos, hal yang kami yakini terjadi, maka kami memiliki persiapan yang lebih baik ke Piala Dunia,” kata penyerang John Aloisi. (Riemantono)

    DATA-FAKTA
    -----------------------------
    Pembagian Grup Zona Asia
    Grup 1 Australia, Cina, Irak, Qatar
    Grup 2 Jepang, Bahrain, Oman, Thailand
    Grup 3 Korea Selatan, Korea Utara, Yordania, Turkmenistan
    Grup 4 Arab Saudi, Uzbekistan, Lebanon, Singapura
    Grup 5 Iran, Kuwait, Uni Emirat Arab, Suriah

    Jalan ke Afrika Selatan
    Juara dan runner-up setiap grup maju ke babak IV. Pada babak tersebut, 10 peserta dibagi dalam dua grup yang masing-masing dihuni lima tim. Juara dan runner-up maju ke Piala Dunia 2010. Dua peringkat tiga bertemu. Pemenangnya melawan juara Oseania untuk memperebutkan tike ke Piala Dunia.

    Jadwal Matchday 1 (6/2)
    Iran vs Suriah, Teheran
    Irak vs Cina, Dubai
    Yordania vs Korea Utara, Amman
    Lebanon vs Uzbekistan, Beirut
    Oman vs Bahrain, Muskat
    Uni Emirat Arab vs Kuwait, Abu Dhabi
    Jepang vs Thailand, Saitama
    Australia vs Qatar, Melbourne
    Korea Selatan vs Turkmenistan, Seoul
    Arab Saudi vs Singapura, Riyadh

    Sarana Kemarahan Irak

    Irak kecewa dan marah. Penyebabnya adalah gelandang Nashat Akram gagal bergabung ke Manchester City karena tidak mendapat izin kerja dari pemerintah Inggris. Izin tak diberikan karena Irak di luar 70 besar peringkat FIFA.

    Hal tersebut menggelikan. Irak adalah juara Piala Asia 2007. Nashat Akram adalah salah satu pemain yang berperan besar membawa Singa-Singa Mesopotamia menjadi kampiun Benua Kuning.

    “Saya kecewa. Begitu juga orang-orang Irak,” kata gelandang berusia 24 tahun itu, seperti dikutip Football Asia.

    Ambil sisi positifnya. Penolakan itu dapat memotivasi Nashat Akram dan Lions of Mesopotamia untuk membuktikan kepada dunia tentang kehebatan mereka. Kualifikasi Piala Dunia 2010 menjadi sarana Nashat Akram dkk. untuk menyalurkan kemarahan dan kekecewaan mereka.

    Irak berada di Grup 1 bersama Australia, Cina, dan Qatar. Singa-Singa Mesopotamia tidak lagi ditangani Jorvan Vieira, yang membawa Irak juara Asia. Irak dilatih Egil Olsen, eks pelatih Norwegia.

    Kualifikasi Piala Dunia juga dapat menjadi sarana Irak untuk mempromosikan kemampuan mereka. Enam bulan setelah jadi juara Asia, bintang seperti Nashat Akram dan Younis Mahmoud masih bermain di Asia.

    “Saya ingin mencari klub lain di negara di mana saya diterima dengan baik,” kata Nashat Akram. b

  • Panser Naas Masih Layak Pakai

    KOMPAS/ WISNU DEWABRATA
    Panser amfibi BTR-50P milik Pasukan Marinir TNI.
    Artikel Terkait:

    * Lima Marinir Tewas, Satu Tenggelam Bersama Panser Amphibi

    Minggu, 3 Februari 2008 | 17:04 WIB

    JAKARTA, MINGGU--Kondisi panser amphibi yang tenggelam di Situbondo dan menewaskan enam anggota Marinir, ternyata dibuat tahun 1962. Panser itu dulu dibeli dari Rusia. Sebenarnya, panser tersebut masih layak digunakan untuk pertempuran. Karena itu dalam latihan pertepuran Sabtu (2/2) kemarin, panser tersebut diterjunkan.

    Saat ini Korps Marinir memiliki 96 panser jenis tersebut di dua tempat, Jakarta dan Surabaya. Jumlah panser terbanyak adalah di Surabaya, mencapai 63 panser. Sisanya, 33 panser ditempatkan di Korps Marinir Jakarta. Menurut Kepala Dinas Korps Marinir, Letkol Marinir Novarin Gunawan, kondisi panser yang naas tersebut masih layak. "Dalam waktu dekat kita akan mendapatkan 42 unit panser dari Korea Selatan," katanya.

    Seperti diberitakan, Korps Marinir melakukan uji coba roket RM Grad 70 MM buatan Ceko di pusat latihan tempur Karang Tekok, perbatasan Kabupaten Situbondo dengan Banyuwangi, Jatim. Uji coba kemarin, merupakan rangkaian dari latihan puncak TNI AL bersandi Armada Jaya XXVII/2007.

    Roket RM Grad, mampu menghancurkan sasaran seluas tiga hektar dengan jangkauan sekitar 60 kilometer dari pusat penembakannya. Roket milik Marinir itu sudah ada sejak dua tahun lalu dan bisa diluncurkan satu kali dalam satu laras -- 40 unit. Bersamaan dengan kegiatan itu, ada sekitar 1.300 prajurit Marinir melakukan pendaratan di Pantai Banongan, Situbondo.

    Pendaratan dinihari itu bagian dari simulasi penyerangan terhadap kekuatan musuh. Ada 23 kapal perang dari berbagai jenis yang dilibatkan dalam simulasi. Sebenarnya, tempat pendaratan Marinir direncanakan di Kaimana, Papua sebagai puncak latihan. Tetapi, kemudian dipindah ke Karang Tekok. Tanggal 30 Januari, puluhan kapal perang TNI AL dan ribuan Marinir telah berlayar dari Surabaya ke arah Situbondo.

    Ingin Hubungan Awet, Seks Kuncinya

    Kamis, 31 Januari 2008 | 18:27 WIB

    LONDON, KAMIS - Ingin hubungan Anda dengan pasangan tetap awet sampai tua? Sebuah survey memberikan kunci jawabannya : berciuman, berpelukan dan lakukan seks secara spontan.

    Kunci dari keawetan hubungan tersebut diungkap oleh sebuah survey terhadap anggota Women's Institute (WI), komunitas relawan terbesar di Inggris belum lama ini. Para anggota WI, yang pernah terkenal dengan pose bugilnya untuk pembuatan kalender amal, mengungkapkan sedikit rahasia mengenai kehidupan seksual mereka.

    Jika sebelumnya sebagian besar mereka terbiasa mendapat pertanyaan mengenai cara membuat kue, kali ini para anggota WI harus mengungkapkan beberapa rahasia untuk memelihara sebuah hubungan tetap mesra. Sejumlah anjuran pun mereka usulkan di antaranya adalah mencium dan memeluk pasangan, membuat sebuah hubungan tetap bahagia dan menciptakan seks yang spontan dan menyenangkan.

    Dari survey, yang memang ditujukan meneliti kehidupan cinta para wanita ini, terungkap bahwa sembilan dari 10 anggota WI memandang sangat penting arti penampilan. Di mata pasangan, mereka harus tampak sempurna dan atraktif secara seksual.

    Setengah dari dari total wanita yang ditanya dalam survey juga mengatakan bahwa mereka melakukan seks setidaknya seminggu sekali, dan tiga perempat atau 77% persen mengaku akan sangat terpukul jika tidak pernah bisa berhubungan seks lagi.

    "Ketika kita matang, begitu penting artinya bahwa kita tetap bersentuhan dengan diri kita dn tubuh pasangan kita. Seks adalah kunci untuk memastikan bahwa kita tetap dekat , intim dan berkomunikasi dengan yang lain," ungkap Dr Miriam Stoppard, ahli kesehatan seksual

    Kalender pada tahun 2000 yang pernah mambuat organisasi ini terkenal, memuat gambar-gambar telanjang dari para anggota Rylstone Women's Institute, Yorkshire. Kalender ini diperkirakan terjual hingga ratusan kopi di sekitar wilayah Yorkshire. Dalam kegiatan yang juga sempat menggemparkan dunia tersebut, WI berhasil mengumpulkan dana sekitar £1 juta untuk Riset Leukaemia. Tindakan yang berani dari WI juga menjadi inspirasi sebuah film box office.

    __._,_.___

    Gerrard Kapten Baru Inggris

    London - Fabio Capello akhirnya menunjuk kapten pertamanya di timnas Inggris. Seperti banyak diprediksi sebelumnya, Steven Gerrard dipercaya memimpin The Three Lions untuk laga kontra Swiss.

    "Gerrard adalah pemain penting karena dia mampu menjadi medium berbagai hal, menyampaikan berbagai hal dan menjadi inspirasi buat pemain," ungkap Capello seperti diberitakan BBC, Selasa (5/2/2008).

    Terpilihnya Gerrard memang bukan kejutan lagi menyusul tidak dipanggilnya David Beckham kembali ke timnas. Apalagi John Terry yang menjadi langganan menjabat posisi tersebut saat masih dibesut Steve McClaren belum akan bermain karena didera cedera.

    Namun Capello juga memastikan kalau gelandang Liverpool itu bukan kapten tetap di skuadnya. Hingga laga menghadapi Andorra pada Kualifikasi Piala Dunia 2010 pada September mendatang, Don Fabio akan memilih beberapa pemain yang dianggapnya layak menjadi kapten, sebelum benar-benar memilih skipper tetap.

    "Saya belum akan mengumumkan kapten permanen sampai dimulainya Kualifikasi Piala Dunia menghadapi Andorra pada September," lanjut Capello.

    Terpilihnya Gerrard sebagai kapten timnas Inggris melengkapi penghargaan lain yang baru saja dia raih yaitu pemain pilihan fans untuk tahun 2007. Dari 42 kandidat, Gerrrard mengumpulkan 22 persen suara polling, mengungguli bek Manchester City, Micah Richards, di posisi dua.

    Tahun lalu Gerrard tercatat 11 kali membela Inggris dengan lima pertandingan di antaranya menjadi kapten, termasuk pada laga pembuka Inggris di tahun 2007 saat menghadapi Spanyol. (din/ian)

    Beckham Kecewa, Tapi Terima

    London - David Beckham mengaku kecewa dengan keputusan Fabio Capello 'mendepaknya sementara' dari timnas Inggris, namun ia menilai keputusan pelatih dari Italia itu adalah yang paling adil.

    "Saya belum pernah bermain sejak Desember, jadi kalau saya dipanggil, mungkin keputusan tersebut sangat tidak adil," tandasnya kepada Sky Sport, Selasa (6/2/2008).

    Ya, itulah komentar pertama Beckham pascakeputusan Capello tiga hari lalu. Diakui pemain Los Angeles Galaxy ini, keputusan tersebut membuatnya kecewa, namun ia sangat menghormati apa yang sudah ditetapkan oleh mantan pelatihnya di Real Madrid itu.

    "Jika menurut dia Anda tidak dalam kondisi fit dan siap untuk bermain, maka Anda tidak akan masuk dalam tim. Saya sangat menghormati keputusan tersebut dan sepenuhnya mengerti," ujar Beckham.

    Selain itu, tambah dia, masih banyak pemain lain yang mungkin lebih siap, baik dalam kondisi fisik ataupun kesiapan bermain. Namun jika berbicara masalah loyalitas, Beckham menegaskan bahwa kualitas loyalitas dirinya dengan pemain lain untuk Inggris sama tingginya.

    Alvaro Recoba
    Respek untuk Pelatih

    Setelah satu dekade bersama Internazionale, Alvaro Recoba kini meneruskan kariernya bersama Torino. Recoba sadar tak banyak tempat tersisa baginya di skuad Nerazurri saat ini.

    Alvaro Recoba, menilai Hector Cuper adalah pelatih paling fair.

    Itulah sebabnya Recoba bergabung bersama Torino di tangan alenatore Walter Novellino yang bekerja sama dengannya ketika Inter meminjamkan pemain asal Uruguay ini ke Venezia pada 1998/99.

    Recoba memang tak selalu menjadi pilihan utama, cedera juga kerap menderanya, tapi Recoba tetap berusaha. Berikut petikan wawancara pemain berjuluk El Chino ini dengan Calcio Italia. Saat wawancara, baru saja ia menjalani operasi di bagian mulut.

    Soal cedera, Anda sepertinya kurang beruntung…

    Saya memang kurang beruntung, dan itu selalu menerpa di saat kurang tepat.

    Contohnya?

    Semifinal Liga Champion 2002/03. Christian Vieri cedera dan Hector Cuper berpikir Obafemi Martins dan Mohamed Kallon masih terlalu muda. Kemudian Cuper meminta Hernan Crespo dan saya bermain meski sedang cedera. Mungkin bila saya dalam kondisi fit dan di puncak performa, kami sudah bisa bicara tentang juara Liga Champion.

    Tahun-tahun belakangan ini saya terlalu banyak menderita cedera otot. Orang dengan mudah bisa bicara bahwa latihanku kurang bagus, tapi sungguh bukan cuma itu sebabnya. Saya baru tahu bahwa rahang dan caraku makan berpengaruh pada cedera saat ini.

    Bagaimana kota Torino?

    Kota indah. Saya membeli apartemen di sini, tapi tidak menjual rumahku di Como. Saya pergi ke sana jika ada waktu bersama keluarga. Anakku, Nathalie, sudah mulai sekolah dan menikmati di sini. Tapi, Milan dan lingkungan Nerazzurri tak ada bandingnya.</