Untuk berkomunikasi dengan efektif pada saat presentasi, membawakan acara, menjadi presenter atau host sebuah acara diperlukan skill khusus. Dibawah ini diberikan jurus jitu agar membuat komunikasi anda menjadi jauh lebih efektif.
1. Strategy
Strategi ini mencakup bagaimana cara mengatasi kegugupan, menerima umpan balik, memperjelas citra diri serta menepis bias ketika menyampaikan informasi. Kata kunci disini adalah pahami bahwa proses komunikasi adalah proses 2 arah, memahami dan menguasai pesan yang akan disampaikan serta pahami bagaimana berbicara bukan apa yang akan dibicarakan.
2. High Energy
Walaupun style setiap orang berbeda dalam presentasi tetapi presentasi dengan high energy dan high focus adalah syarat yang tidak bisa ditawar.
3. Intensity of Eye Contact
58% keberhasilan proses komunikasi ditentukan oleh komunikasi visual. Selalu pandang mata audience anda dengan intensitas mata yang cukup.
4. Transfer Of Feeling
Berkomunikasi dengan baik membutuhkan kasih tanpa syarat. Anda tidak mungkin berkomunikasi dengan baik jika anda tidak jujur. JIka ada hal yang tidak mengenakkan untuk disampaikan ingat speak always the truth but do it in love.be patient, be humble and be kind.
5. Body Languange
Komunikasikan pesan anda dengan bahasa tubuh yang sesuai dengan kondisi pesan yang disampaikan serta tidak berlebihan.
Belajar marketing bab satu : 1, Seorang marketing harus Punya Produk entah produk itu populer atu tidak. 2, Seorang marketing haris punya modal. Modal a, insting. b,metode. c, ulet d, terampil. 3, Seorang marketing harus punya target, (sasaran) kemana produk dia akan laku. pupuk yah ke petani, besi yah ke tukang las dll. 4,realisasikan yang mudah pending yang sukar.
Is The Customer -- and Always Will Be -- King ?
Leadership Strategies used the following story as an example to try to make
a case that customers "aren't always right":
"When Citizens Financial Group CEO Larry Fish heard that a customer had
treated one of his tellers poorly, he called the customer and suggested
that she close her account. Although the customer had $172,000 deposited at
the bank, Fish arranged for a check to be mailed to her."
Leadership Strategies praised Fish not only for protecting his teller but
also for making the happiness of his employees his No. 1 priority. "People
work for more than their pocket," Fish told Ronald Alsop at
CareerJournal. com. "You can't have a successful business without happy
employees."
I don't know the details -- I'm definitely looking at this as an outsider
-- but it seems to me that Larry Fish, CareerJournal. com, and Leadership
Strategies have gotten things mixed up. Businesses do not exist to make
employees happy.
Businesses provide products and/or services to customers. It is the
customer who, ultimately, pays the employees' wages. The employees are
getting paid to service the customer. Toward that end, their main job is to
make the customer happy.
When we say, "The customer is always right," we aren't naive enough to
think that this is literally always true. There are many times when a
customer may be uninformed, out of line, unrealistic, or downright
unpleasant. What we mean is that in any employee-customer transaction, the
end result must please the customer, not necessarily the employee.
If you think otherwise, you will destroy your business. If you begin with
the idea that your business is about your employees, it's only a short leap
to believing that if your customer interferes with your employees'
happiness, you ought to "fire" him.
That sounds like what might be happening at Mr. Fish's bank.
You can see this employee-first mentality on most airlines today. Whereas
once the cabin attendants (Don't call them stewardesses! ) were pleasant and
bend-over-backward helpful, they are now self-centered and often
belligerent (see "Word to the Wise," below) Hollywood wannabes who have no
idea how to do their jobs. (They are, after all, nothing more than
glorified waiters and waitresses.)
"One more word out of you, you filthy swine, and I'll have you manacled and
dragged off the plane!"
I recently "softly" fired (i.e., relocated) a business manager who had that
kind of attitude. She was hardworking and eager to please her bosses, but
she treated her customers as if they had the plague -- and within a few
short months, every member of her staff was treating them the same way.
Eventually, they were treating me like something the cat dragged in. And I
was paying their salaries!
Turki
Julukan
Ay-Yildizlilar (Bintang Sabit)
Asosiasi Turkish Football Federation (TFF)
Pelatih Fatih Terim
Kapten Hakan Sukur
Penampil terbanyak
Rustu Reçber (114 caps)
Top skorer Hakan Sukur (59 gol)
Team colours
First kit
Skuad Turki saat ini banyak didominasi pemain muda. Pemain veteran yang tersisa hanya Rustu Recber, kiper karismatik Turki yang sudah mengantongi 115 caps dan Hakan Sukur, topskorer sepanjang massa dengan 51 gol.
Para pemain yang dipanggil masuk timnas juga banyak yang berasal dari tim-tim liga domestik. Total dari 54 pemain yang tercatat aktif sebagai anggota timnas Turki, hanya 15 pemain saja yang berkiprah di kompetisi di luar Liga Turki.
Karena faktor tersebut, timnas Turki banyak mendapat keuntungan. Waktu adaptasi antarpemain dalam teknik permainan lebih sedikit mengingat banyak pemain yang sudah bermain bersama di kompetisi lokal.
Piala Dunia 1950 menjadi turnamen internasional pertama bagi Timnas Turki. Namun, setelah memastikan lolos ke putaran final setelah menundukkan Suriah 7-0, mereka malah memutuskan mundur karena alasan keuangan.
Turki kembali ke persaingan dunia saat tampil di Piala Dunia 2002. Di sini mereka menciptakan sensasi berkat kesuksesan menembus babak semifinal, sebelum dihentikan Jerman. Di akhir turnamen anak-anak "Bintang Sabit" finis sebagai juara tiga.
Sementara di ajang Piala Eropa, timnas Turki telah tampil di 13 perhelatan akbar pesta sepakbola di benua biru. 95 laga sudah dilakoni dengan rekapitulasi hasil 35 kemenangan, 22 hasil seri dan 38 kekalahan dengan 110 kali mencetak gol ke kandang lawan dan 135 kali kebobolan.
Turki baru merasakan putaran final di tahun 1996, karena dalam rentang waktu 1960 hingga 1992 mereka selalu gagal lolos dari putaran grup.
Akan tetapi, penampilan mereka di Inggris yang saat itu menjadi tuan rumah Euro 1996 berakhir tragis karena dalam tiga laga di babak grup, Turki selalu kalah. Bahkan mereka gagal mencetak satu gol pun ke gawang lawan.
Baru di tahun 2000 Turki mulai menunjukkan geliatnya. Kalah 2-1 dari Italia, Turki mampu menahan imbang Swedia 0-0 dan mengalahkan tuan rumah Belgia untuk bisa pertama kalinya melangkah ke perempatfinal.
Namun di delapan besar, Portugal menyudahi laju Turki dengan kemenangan 2-0. Tahun 2004 menjadi perjalanan anti klimaks. Turki gagal lolos ke putaran final karena di laga playoff takluk dari Latvia.
Faktor pelatih
Fatih terim adalah sosok fenomenal di timnas Turki. Pelatih berjuluk "Imparator" inilah yang pertama kali mengantar Turki melangkah ke putaran final Piala Eropa, tepatnya di tahun 1996.
Tak berakhir sukses memang, bahkan bisa dibilang Turki babak belur di ajang tersebut. Namun untuk negara sekelas Turki saat itu, lolos ke putaran final dan berkompetisi dengan 15 negara terbaik kontestan Piala Eropa 1996 lainnya adalah suatu prestasi tersendiri.
Demikian juga saat ia ditunjuk untuk kali kedua menangani Turki tahun 2005. Setelah menangani klub di level liga domestik seperti Galatasaray, Fiorentina dan AC Milan, pria yang dulunya menjadi pemain berposisi sebagai bek itu membawa kesuksesannya di timnas Turki.
Strategi Total Football ala Rinus Michels diadopsi nyaris sempurna oleh Terim. Dengan pola 4-3-1-2, ia menjadikan timnas Turki sebagai tim yang tak patut dipandang sebelah mata lagi.
"Ketika kami gagal memaksimalkan peluang kami, seseorang harus bertanggung jawab dan saya pasti akan melakukannya juga. Dan sekarang kami lolos, maka saya akan terus bersama tim. Saya berjanji kami akan lolos dan akan memberi kontribusi signifikan di putaran final," ungkap Terim.
Rekor di turnamen besar
Piala Dunia
1930 - Tidak ikut
1934 - Mundur
1938 – Tidak ikut
1950 - Mundur
1954 – Babak I
1958 - Mundur
1962 s/d 1998 – Tidak lolos
2002 – Peringkat tiga
2006 – Tidak lolos
Piala Eropa
1960 s/d 1992 – Tidak lolos
1996 – Babak I
2000 - Perempatfinal
2004 – Tidak lolos
Road to Euro 2008
vs Malta (Home) 2-0
vs Hungaria (Away) 1-0
vs Moldova (H) 5-0
vs Yunani (A) 4-1
vs Norwegia (H) 2-2
vs Bosnia-Herzegovina (A) 2-3
vs Malta (A) 2-2
vs Hungaria (H) 3-0
vs Moldova (A) 1-1
vs Yunani (H) 0-1
vs Norwegia (A) 2-1
vs Bosnia- Herzegovina (H) 1-0
No. Posisi Pemain Tgl Lahir (umur)
Caps Gol Klub
1. GK Jens Lehmann November 10, 1969 (1969-11-10) (age 38) 2 0 Flag of England Arsenal F.C.
2. GK Timo Hildebrand April 5, 1979 (1979-04-05) (age 28) 1 0 Flag of Spain Valencia CF
3. GK Jens Lehmann November 10, 1969 (1969-11-10) (age 38) 3 0 Flag of England Arsenal F.C.
4. GK Timo Hildebrand April 5, 1979 (1979-04-05) (age 28) 3 0 Flag of Spain Valencia CF
5. GK Jens Lehmann November 10, 1969 (1969-11-10) (age 38) 2 0 Flag of England Arsenal F.C.
6. GK Timo Hildebrand April 5, 1979 (1979-04-05) (age 28) 2 0 Flag of Spain Valencia CF
7. GK Jens Lehmann November 10, 1969 (1969-11-10) (age 38) 2 0 Flag of England Arsenal F.C.
8. GK Timo Hildebrand April 5, 1979 (1979-04-05) (age 28) 2 0 Flag of Spain Valencia CF
9. GK Jens Lehmann November 10, 1969 (1969-11-10) (age 38) 2 0 Flag of England Arsenal F.C.
10. GK Timo Hildebrand April 5, 1979 (1979-04-05) (age 28) 2 0 Flag of Spain Valencia CF
11. GK Jens Lehmann November 10, 1969 (1969-11-10) (age 38) 2 0 Flag of England Arsenal F.C.
12. GK Timo Hildebrand April 5, 1979 (1979-04-05) (age 28) 2 0 Flag of Spain Valencia CF
13. GK Klinsmann 98 januari 198773 2 3 arsenal
14. GK anu 98 jan 2 3 kjish
15. GK askj 989 jkjadf 4 5 kjdj
16. MID kjd 425hfh 4 6 kajd
17. GK ljkadk 35hh f 5 6 sffsf
18. GK dkajdkajs 87 fkad 4 6 nfkajdj
19. GK jdkjas kasjd 5 6 fakdj
20. GK daskk dasdkj 5 6 fsad
21. Tengah dadfsdd 4sgs ggdg 6 7 bdgd
22. depan dad fasdg 56 6 7 fkjf
23. djk da 36gdgdg 5 7 bdgdg
Sembilan Laga Final bagi Madrid
Madrid - Selisih angka yang hanya tinggal empat dengan Barcelona tak membuat Real Madrid gentar. Sembilan laga sisa akan dimanfaatkan mereka untuk terus meraih poin penuh.
Kekalahan 2-3 dari Valencia akhir pekan lalu membuat puncak klasemen yang kini ditempati oleh Los Blancos tak lagi aman. Pada saat bersamaan Barcelona berhasil menghacurkan Valladolid dengan skor telak 4-1, mengakibatkan jarak di antara keduanya pun semakin menipis.
Dengan sudah tersingkirnya mereka di ajang Copa del Rey dan Liga Champions, otomatis satu-satunya titel yang bisa mereka harapkan kini hanya tinggal berasal dari La Liga. Praktis sembilan pertandingan tersisa ibarat sebuah pertandingan final bagi Los Merengues, terpeleset lagi maka bersiaplah disalip oleh Barca.
Tetapi kondisi tersebut tidak menyurutkan mental skuad asuhan Bernd Schuster. Seperti dikatakan oleh sang kapten, Raul Gonzalez, mereka akan terus menatap ke depan dan melupakan kekalahan dari Valencia.
"Kami masih berada dalam situasi yang bagus. Kami sudah mulai memikirkan pekan berikutnya sehingga kami bisa tetap mempertahankan keunggulan kami," tandasnya seperti dilansir Goal, Senin (24/3/2008).
"Kami masih memiliki banyak saingan dan tak ada satupun dari Barcelona atau Villareal yang kami anggap remeh. Kami akan terus berjuang. Masih ada sembilan pertndingan tersisa dan kami akan menganggapnya seperti pertandingan final. Tim lain akan merangkak naik jika Anda mengalami kekalahan dan kami bertiga tidak bisa kalah pada saat bersamaan," pungkasnya. (din/ian)
Kini Barca Optimistis Lagi
Barcelona - Sempat tertinggal tujuh poin, Barcelona kini hanya terpaut empat angka dengan pimpinan klasemen Real Madrid. Tak salah jika optimisme meraih gelar kembali muncul.
Kemenangan atas Real Valladolid dan terpuruknya El Real saat menjamu Valencia menjadi faktor utama munculnya rasa optimis itu. Apalagi Barca baru saja kehilangan kesempatan mencatat treble setelah takluk dari El Che di ajang Copa del Rey.
"Kami bisa memenangi semuanya. Kami bisa mengangkat gelar La Liga dan Liga Champions karena masih ada kesempatan di sana, masih ada harapan," tandas Samuel Eto'o seperti dikutip Goal.
Namun ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu tetap fokus dan menjaga konsistensi performa dari seluruh anggota tim Barcelona.
"Itulah yang akan menjadi kunci sukses kami jika ingin memenangi dua kompetisi tersebut," tandasnya lagi.
Jelang Brasil vs Swedia
Kesempatan untuk Anderson dan Pato
London - Cedera yang dialami oleh Kaka membuat gelandang Manchester United, Anderson, dipanggil untuk menggantikannya. Sedangkan Alexandre Pato berpeluang untuk melakukan debutnya dalam pertandingan ini.
Pelatih Selecao, Carlos Dunga, akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Kaka yang hingga kini masih dibekap cedera. Menurut Dunga, playmaker berusia 25 tahun itu tak akan sembuh tepat waktu pada saat hari pertandingan.
Imbas dari ketidakhadiran Kaka adalah dipanggilnya gelandang muda milik MU, Anderson. Kini pemuda berusia 19 tahun yang pernah memperkuat FC Porto itu berkesempatan untuk menambah jumlah caps-nya bersama Brasil menjadi empat. Sebelumnya pemain bernama lengkap Anderson Luis de Abreu Oliveira itu belum pernah mendapat kesempatan untuk bermain sebagai pemain inti.
Selain Kaka, Ronaldinho kemungkinan besar juga tidak akan dibawa mengingat gelandang Barcelona itu kini juga tengah didera cedera. Hal ini membuat wonderkid Milan, Alexandre Pato, yang telah mendapat panggilan dari Dunga berpeluang untuk mencetak debutnya.
Ibra Diistirahatkan
Sementara itu dari kubu Swedia penyerang milik Inter Milan, Zlatan Ibrahimovic, juga tak disertakan dalam skuad yang dipersiapkan untuk melawan Brasil. Federasi Sepakbola Swedia menginginkan Ibra untuk bisa beristirahat dan menyembuhkan kondisi lututnya.
"Kami telah sepakat bahwa yang terbaik bagi dirinya saat ini adalah beristirahat dan memulihkan kondisi lututnya. Dia telah bermain dengan penawar rasa sakit dalam beberapa pertandingan terakhir," ujar pelatih Swedia, Lars Lagerback, seperti dilansir Goal, Senin (24/3/2008).
Pertandingan antara Brasil melawan Swedia akan dilangsungkan di Emirates Stadium, London, untuk memperingati 50 tahun pertemuan mereka di final Piala Dunia 1958. Ketika itu Brasil menang 5-2 di mana dua gol di antaranya dicetak oleh Pele.









No Comments/Trackbacks for this post yet...