Search blog.co.uk

BANK KAUM MISKIN

by jakarta @ 2008-03-25 - 17:19:37

wqqq

Belajar dari :
Kisah Muhammad Yunus dan Grameen Bank, dalam
Memerangi Kemiskinan

Oleh : Muhammad Yunus
Peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2006
Bersama Alan Jolis

06. Bencana Kelaparan

TAHUN 1974 Bangladesh jatuh ke dalam cengkeraman bencana kelaparan.

Universitas tempat saya mengajar dan menjabat sebagai dekan Fakultas Ekonomi berada di ujung paling tenggara Bangladesh. Awalnya kami tidak terlalu menaruh perhatian pada berita-berita koran mengenai kematian dan kelaparan yang terjadi di desa-desa terpencil wilayah utara. Tetapi kemudian orang-orang sekurus-kering tengkorak mulai bermunculan di stasiun kereta api dan terminal bis ibukota Dhaka. Dengan cepat kedatangan mereka meluap bak air bah. Orang lapar ada di mana-mana. Seringkali mereka duduk begitu diam sampai sulit bagi kita untuk membedakan apakah mereka masih hidup atau sudah mati. Mereka semuanya kelihatan mirip: bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak. Orang tua terlihat seperti anak-anak, dan anak-anak terlihat seperti sudah tua.

Pemerintah membuka dapur-dapur umum darurat. Tapi setiap dapur umum baru langsung kehabisan beras. Wartawan-wartawan surat kabar mencoba mengingatkan masyarakat tentang luasnya bencana kelaparan ini. Lembaga-lembaga riset mengumpulkan statistik tentang sumber dan penyebab migrasi penduduk ke perkotaan. Organisasi-organisa si keagamaan memobilisir kelompok-kelompok warga untuk mengangkati mayat-mayat dari jalanan dan menguburkannya dengan ritual selayaknya. Tetapi segera saja kegiatan sederhana mengumpulkan mayat ini berubah menjadi tugas berat yang membuat kelompok-kelompok ini kewalahan menanganinya.

Orang-orang lapar itu tidak meneriakkan slogan apapun. Mereka tidak menuntut apapun dari kami, penduduk kota yang berkecukupan pangan ini. Mereka hanya terbaring dengan begitu sunyi di pintu-pintu rumah kami dan menunggu mati.

Ada banyak cara untuk mati, tapi bagaimanapun, mati akibat kelaparan adalah yang paling tidak bisa diterima. Kematian yang berjalan dengan lamban. Detik demi detik, jarak antara hidup dan mati menjadi susut dan kian susut, sampai keduanya menjadi begitu rapat dan kita tidak bisa lagi membedakannya. Ibarat tidur, mati akibat kelaparan berlangsung begitu senyap, tanpa bisa dihindari, orang, yang melaluinya pun bahkan tidak bisa merasakannya. Dan semua ini gara-gara tidak adanya sekepal nasi pada saat makan. Di dunia yang berlimpah ini seorang bayi mungil yang belum memahami sengsara dunia dibiarkan menangis dan menangis sampai akhirnya tertidur tanpa susu yang dibutuhkan untuk hidup. Esoknya, bayi mungil itu mungkin tidak memiliki kekuatan untuk melanjutkan hidupnya.

Saya biasa merasakan gelora dalam menguliahi mahasiswa-mahasiswa saya mengenai teori-teori ekonomi elegan yang dianggap bisa mengatasi segala macam persoalan kemasyarakatan. Tetapi di tahun 1974 itu, saya mulai muak dengan apa yang saya ajarkan. Apa hebatnya teori-teori rumit itu manakala orang-orang tengah sekarat kelaparan di trotoar dan emperan seberang ruang kuliah tempat saya mengajar? Kuliah-kuliah saya menjadi seperti film-film Amerika di mana orang baik selalu menang. Tetapi begitu saya keluar dari kenyamanan ruang kelas, saya dihadapkan pada realitas yang berlangsung di jalanan kota. Di sini orang-orang baik dihajar dan terhempas tanpa ampun. Kehidupan sehari-hari semakin memburuk, dan yang miskin jadi bertambah miskin.

Tak sedikit pun teon-teoni ekonomi yang saya ajarkan mencerminkan kehidupan yang tengah berlangsung di sekitar saya. Bagaimana saya bisa terus mengajarkan kisah bohong-bohongan ini ke pada mahasiswa saya atas nama ilmu ekonomi? Saya ingin kabur dari kehidupan akademis. Saya perlu melarikan diri dari teori-teori ini dan buku-buku mengajar saya, dan menemukan kehidupan ekonomi riil dari diri seorang miskin.

Saya beruntung karena letak desa Jobra kebetulan dekat dengan kampus. Tahun 1958, Marsekal Muda Ayub Khan, yang kemudian menjadi Presiden Pakistan, mengambil alih kekuasaan dalam sebuah kudeta militer. Karena takut terhadap pembangkangan mahasiswa, dia memutuskan agar setiap universitas baru dibangun jauh dari pusat kota. Ketakutannya terhadap agitasi politik membuat Chittagong University yang baru, tempat saya mengajar, di bangun di wilayah perbukitan di distrik Chittagong, bersebelahan dengan desa Jobra.

Dekatnya desa Jobra menjadikannya sebuah pilihan sempurna bagi mata kuliah saya yang baru. Saya memutuskan menjadi mahasiswa lagi, dan warga Jobralah yang akan menjadi dosen-dosen saya. Saya bersumpah akan belajar sebanyak mungkin tentang desa. Universitas- universitas yang ada sekarang menciptakan kesenjangan hebat antara mahasiswanya dengan kenyataan hidup sehari-hari di Bangladesh. Alih-alih belajar dari buku seperti yang biasa dilakukan, saya ingin mengajari mahasiswa saya cara memahami kehidupan seorang miskin. Saat Anda menggenggam dunia di tangan Anda dan mengamatinya dari atas laksana burung, Anda cenderung menjadi arogan. Anda tidak menyadari bahwa segala sesuatunya menjadi buram jika dipandang dari jarak yang sangat jauh. Sebaliknya, saya memilih “pandangan mata cacing.” Saya harap bila saya mempelajari kemiskinan dari jarak dekat, saya akan memahaminya dengan lebih tajam.

Perjalanan berulang kali ke pedesaan di sekitar kampus Chittagong University membuahkan temuan-temuan yang penting dalam mendirikan Grameen Bank. Kaum miskin mengajarkan saya ilmu ekonomi yang sepenuhnya baru. Saya mempelajari masalah-masalah yang mereka hadapi dari perspektif mereka sendiri. Saya menjajal banyak hal. Ada yang berjalan, ada yang tidak. Salah satu yang berjalan baik adalah menawari sedikit pinjaman kepada masyarakat untuk membangun usaha mandiri. Pinjaman ini menyediakan titik awal bagi industri rumah tangga dan kegiatan-kegiatan lain untuk meningkatkan pendapatan yang memanfaatkan keterampilan yang sudah dimiliki oleh masyarakat peminjam itu sendiri.

Saya tidak pernah membayangkan bahwa program kredit mikro ini akan menjadi basis bagi “bank untuk kaum miskin” berskala nasional yang melayani 2,5 juta orang. Saya juga tidak pernah membayangkan bahwa program ini akan diadaptasi di lebih dan 100 negara di 5 benua. Saya hanya mencoba menghapus perasaan bersalah saya dan memuaskan hasrat saya untuk bisa bermanfaat bagi beberapa orang yang tengah kelaparan. Tapi ternyata ini tidak berhenti hanya pada beberapa orang. Mereka yang pernah meminjam dan berhasil tidak membiarkan program ini hanya untuk beberapa orang saja. Dan setelah sekian waktu, saya pun juga tidak akan membiarkannya. ..!

The Hidden Power of Meaning - Part 9 - The Magic of Symbolic Loading & Unloading

Last week, we played with tuning in to messages from your deep unconscious mind. This week we're going to explore what I call "Symbolic Loading & Unloading". If you've ever found yourself struggling to achieve goals in the areas of money, health, success, happiness, relationships or mastery, what I'm going to reveal today may fascinate you.

My mum used to tell the following Christmas-cracker joke:

Question: "When is a door not a door?"

Answer: "When it's ajar."

I didn't say it was a good joke! But there's a serious point, which I'll demonstrate by asking these questions:

Question: When is money not money?

Question: When is health & fitness not health & fitness?

Question: When is your ideal partner not your ideal
partner?

Answer: When they're heavily symbolised.

You may already be familiar with the phrase "The map is not the territory", relating to the idea that our maps & models are not the things they represent. Well, in Western society, there are certain "goals" which are highly symbolised - they are heavily symbolically loaded.

What do I mean by "symbolically loaded"?

I mean that they carry a bunch of "meaning" that isn't evident in the word itself.

Here are some examples:

Situation

Things that are likely to be Symbolically Loaded

Things that are less likely to be Symbolically Loaded

A person in theUK who is struggling to make ends meet so they can feed their family.

· Money & Wealth

· Holidays

· Oxygen

· Blinking

· Newspapers

An entrepreneur who's trying to build their first business after leaving their job

· Success

· Jobs

· Money

· Sandwiches

· Notepads

· Doing the laundry

A woman who's trying to find a new partner

· Men

· Women

· Relationships

· Toast

· Teachers

· Bricks

Here's a fun way to find out how semantically loaded your goal is:

1) Brainstorm your ideas about your goal, people who have already achieved your goal, & the process of getting your goal. Don't think about it - just answer off the top of your head, with the first thing that comes into your mind:

Your answers might look something like this.

· Becoming wealthy will make me happy.

· People who have money are mean.

· Whenever I think about money I feel stressed.

· People who are fit & healthy are boring

· Getting fit & healthy is painful

· If I was fit then I'd have more fun.

· The problem with men / women is that they only want one thing

· People in relationships have dull lives

2) For any of the statements which feel "negative", replace your "goal-word(s)" with something that is not symbolically loaded (see examples below).

Category

Things that are less likely to be Symbolically Loaded

Static Things & Objects

Spoons, tables, wheelbarrows

Flowing things & objects

Air, water

Behaviours

Blinking, walking,

People

Engineers, Pen Manufacturers

Human qualities

Tanned, brown-eyed

For instance:

· People who have spoons are mean.

· Whenever I think about spoons I feel stressed.

· People who have brown eyes are boring

· Getting tanned is painful

· If I was tanned then I'd have more fun.

· The problem with engineers is that they only want one thing

· Pen manufacturers have dull lives

Have fun with this (I got the idea from Paul McKenna's adaptation of Patricia Remele's exercise from her book Money Freedom).

3) Compare your two lists, & notice any shifts in your
thoughts or feelings.

Of course, there are reasons why certain concepts (money & sexuality for instance) get given so much attention by society, as they relate so directly to issues of survival and replication. But people often attach a bunch of meaning to them that they don't even have. For instance:

· I'll be happy when I get money / health / relationship / success etc

When we "unload" these symbols (because that's what a given goal is - a symbol), you may find that you start to notice an increasing sense of freedom to go for what you want.

Harapan Adalah Jawaban Terbaik Saat Gagal "

Tiga anak kecil bermain lompat tali. Aturannya sederhana. Dua anak memegangi tali. Sedang yang seorang berusaha melompatinya. Bila ia gagal atau tersangkut, ia harus ganti memegangi tali. Dan, yang lain mengambil giliran melompat. Ketika tali masih rendah, ia mampu melompatinya. Saat sedikit-demi- sedikit tali meninggi, ketidakyakinan mulai datang.

Keraguan merambah.

Namun, tekad untuk tidak kalah lebih kuat sehingga ia harus mencoba. Keyakinan diri membara saat ia mampu melompatinya meski ujung kaki menyentuh tali. Semua anak bertepuk tangan. Namun, ketika tali sejajar pandangan, ia gagal. Dengan sedikit kecewa ia ganti memegangi tali.

Tahukah anda apa yang ada dalam benak anak kecil itu? Saat memegangi tali, ia menunggu ada temannya yang gagal sebagaimana ia pernah gagal. Dan berharap ia bermain lagi agar bisa melompati ketinggian yang gagal ia lalui. Menjadi pemain selalu menyenangkan karena bisa merasakan keberhasilan. Namun, hanya bila anda tak kehilangan harapan di sela-sela kegagalan, anda layak menantikan saat untuk bermain kembali.

Bahkan kita pun harus tahu bagaimana menjadi gagal. Tanpa itu, kita tak tahu bagaimana menjadi menang.

Suatu ketika para setan berkumpul mengadakan kongres setan se dunia.

Pada pidato pembukaannya, sang pemimpin berkata:
"Kita nggak mungkin menjauhkan umat Kristiani dari gereja.
Kita tidak bisa mencegah mereka membaca Alkitab dan mengetahui
kebenarannya.Kita bahkan tidak bisa mencegah mereka berhubungan dengan Sang Penyelamat. Sekali mereka memperoleh kontak dengan Jesus, maka kekuasaan kita akan hancur."

" Biarkan saja mereka ke gereja. Begitu mereka selesai makan malam,
curilah waktunya, sehingga mereka tidak punya waktu untuk membangun hubungan dengan Jesus Kristus."

"Inilah yang harus kalian lakukan," kata setan.

"Jauhkan mereka dari Sang Penyelamat, dan konsentrasilah ke
jaringan-jaringan vital yang mengatur hidup mereka sepanjang hari ."

"Apa yang harus kami lakukan ?" teriak setan-setan yang hadir.

"Buat mereka sibuk untuk hal-hal yang sepele dalam hidup mereka dan
dapat mempengaruhi jalan pikiran mereka," jawab Sang Pemimpin.

" Perbanyak waktu luang mereka dan sibukkan. Usahakan ibu2 rumah tangga bekerja lebih lama dan suaminya juga bekerja 6 - 7 hari seminggu, 10 - 12 jam sehari, sehingga mereka tidak sempat bersosialisasi.

Buat mereka tidak punya waktu luang buat anak.

Begitu keluarga mereka terpecah, maka kesibukan menjadi tempat
pelarian."

"Arahkan jalan pikiran mereka sehingga tidak mendengar hati nurani lagi.

Usahakan mereka memutar kaset atau mendengarkan radio pada saat
mengemudi.

Jaga agar TV, VCD Player, CD dan komputer tetap diputar terus menerus di rumah mereka dan usahakan tidak terdengar lagu-lagu rohani di setiap toko maupun restoran yang ada didunia.

Ini akan mempengaruhi pikiran mereka dan memutuskan hubungan dengan Kristus."

"Isi ruang tamu mereka dengan majalah dan suratkabar.

Penuhi pikiran mereka dengan berita selama 24 jam.

Pasang billboard / iklan disepanjang jalan, agar terbaca pada saat
berkendaraan.

Banjiri kotak suratnya dengan katalog barang, promosi barang, undian dan segala macam penawaran barang gratisan dengan janji-janji palsu."

"Percantik semua model yang muncul di majalah - majalah dan TV, sehingga para suami merasa kecantikan lahiriah lebih penting dan merasa kecewa dengan penampilan istri sendiri."

" Buat para istri kelelahan, sehingga tidak ada waktu romantis dengan
suaminya. Jika mereka tidak bisa saling memberikan kasih sayang sebagai suami istri seperti layaknya, maka mereka akan berpaling ke orang lain alias selingkuh. Ini akan mempercepat keluarga tersebut berantakan."

Buat mereka sakit kepala juga.

"Berikan kepada mereka Sinterklas, agar para orang tua tidak memahami & tidak sempat menerangkan arti Natal yang sebenarnya kepada anak-anaknya.

Berikan mereka telur Paskah, sehingga mereka bingung & tidak pernah
berbicara tentang arti sebenarnya dari kuasa penebusan dari darah
Kristus atas dosa dan maut.

Bahkan saat rekreasi, biarkan mereka bertingkah berlebihan & terjadi
konflik2, sehingga begitu mereka pulang dari rekreasi, maka badan &
pikiran mereka akan kecapaian. jangan Biarkan mereka pergi ke alam bebas yang bisa membuat mereka kagum atas ciptaan Tuhan.

Usahakan mereka tetap sibuk dan kirim mereka ke taman bermain, tempat berolahraga, mal, konser musik dan bioskop.

"Pokoknya bikin mereka sibuk, sibuk, sibuk terus terutama sibuk mencari & mengumpulkan uang, buat mereka terus kuatir akan hari depannya, supaya mereka menjadi sakit & melakukan ber-macam2 dosa dengan bebas & kreatif !"

"Biarkan saja mereka menghadiri kebaktian atau persekutuan doa, tapi
libatkan mereka dalam gossip dan basa basi, jangan sampai pikirannya
terfokus kepada Allah & hatinya terbuka untuk dibentuk ulang & menjadi berubah, tapi buat mereka menjadi orang yang munafik, pura2 rohani & sehingga mereka hanya ber-main2, cuek & tidak sadar apalagi takut sekalipun sedang berada di hadapan Allah saat itu.

Paling baik lagi, bila mereka " diakali " agar merasa tidak puas &
kecewa oleh orang2 gereja sendiri, sehingga dengan penuh kesadaran tidak mau datang lagi ke gereja.

Kacaukan tujuan hidup mereka dengan harta benda yang menyebabkan mereka tidak punya waktu utk bersandar, berharap & meneladani kehidupan dari Jesus.

Ini akan membuat mereka bekerja dengan kekuatan sendiri mengorbankan kesehatan mereka dan keluarga hanya utk harga benda atau materi."

Biarkan harta itu dibawanya kekuburan atau menjadi biang keributan
diantara anak2nya nanti.

" Ini pasti berhasil.... .. ! " "Ini pasti berhasil.... .! "

BUSY (sibuk) berarti : Being Under Satan's Yoke

[ berada di bawah kuk yang dipasang setan ]

Walaupun ini adalah sebuah rencana sederhana.

Nampaknya setan2 ini telah berhasil melaksanakan tugas mereka, sehingga banyak umat Kristiani di dunia ini terlihat begitu sibuk pontang panting ke sana ke mari, sehingga hanya mempunyai waktu sedikit saja dengan Tuhan dan keluarga!!!! ...

Bahkan dibuat sampai tidak punya waktu untuk menceritakan tentang kuasa Tuhan yang telah menyelamatkan & merubah hidup mereka kepada orang lain.

Apakah setan telah sukses dengan rencananya kepada Anda juga ? Don't let this happen.

Semoga hikmat dari Tuhan kita Yesus Kristus menyertaimu saat ini !

[ Teruskan e-mail ini... jika anda tidak terlalu sibuk ]

God bless...... :)

Thank you.

Beckham Tak Ingin Berhenti di 100

London - David Beckham senang dengan terbukanya peluang mencapai 100 caps bersama timnas Inggris. Namun gelandang Inggris ini tidak berencana karirnya berhenti hanya sampai di situ.

Pemain berusia 32 tahun ini sebelumnya sempat tak masuk dalam skuad Fabio Capello pada bulan lalu. Kini peluang mantan kapten timnas Inggris ini mencapai 100 caps kembali terbuka setelah dipanggil masuk skuad Inggris guna menghadapi Prancis.

Meski demikian Beckham memperjelas bahwa dia belum berencana pensiun dari ajang internasional setelah 100 kali penampilannya. Bahkan pemain LA Galaxy ini masih ingin terlibat dalam skuad The Three Lions hingga Piala Dunia 2010.

"Ini bukan hanya mengenai 100 kali pertandingan dan kemudian akan pensiun. Ini mengenai bagaimana mengemban tugas dan mencoba bermain dengan baik untuk negara saya," ungkap Beckham sepertui dilansir Yahoo Sport.

"Setahun atau dua tahun lalu, saya tidak pernah berpikir akan bisa membela timnas sebanyak 95 kali, apalagi 100 kali. Saya merasa terhormat akhirnya bisa melewati angka itu, apalagi jika mencapai angka 100," lanjutnya .

Beckham pun berharap masih bisa bermain hingga Piala Dunia 2010. "Itu adalah sesuatu yang saya ingin capai. Saya sangat suka bermain dan bisa menjadi bagian di 2010. Namun saya bicara ini jika waktunya telah datang."

Jika Beckham dimainkan Capello di Paris itu, maka ia akan bergabung dengan Bobby Moore, Bobby Charlton, Billy Wright dan Peter Shilton yang telah membela timnas Inggris 100 kali atau lebih. Rekor terbanyak dipegang Shilton dengan 125 kali. (key/krs)

Hukuman Mascherano Bisa Ditambah

London - Gelandang Liverpool Javier Mascherano terancam hukuman tambahan dari FA, menyusul insiden dalam laga kontra Manchester United, saat dia tak segera keluar lapangan usai dikartumerah.

Dalam laga di Old Trafford, Minggu, (23/3/2008), protes Mascherano kepada wasit Steve Bennet dua menit menjelang jeda menuai kartu kuning kedua alias kartu merah buat pemain asal Argentina tersebut.

Usai dikartumerah, Mascherano tak serta merta menyingkir ke luar lapangan dan malah terus melancarkan protes atas keputusan wasit tersebut. Dia bahkan harus ditahan pemain dan staf Liverpool, serta ditenangkan Manajer "Si Merah" Rafael Benitez.

Untuk kartu merah tersebut Mascherano secara otomatis akan terkena hukuman larangan bermain dalam satu partai. Untuk protesnya usai dikartumerah wasit, hukuman tambahan bisa saja diterimanya.

"Ketika pemain menolak segera meninggalkan lapangan, kami punya mekanisme (untuk hukuman lebih lanjut. Kami bisa bertindak atas semua yang tak dilihat wasit atau di luar yurisdiksinya," jelas Petugas Pers FA Andrin Cooper seperti dikutip Yahoosport, Selasa (25/3/2008).

Terkait dengan pemberian kartu merah buat Mascherano, Cooper menegaskan kalau wasit sudah bertindak tepat. Jikapun ada hukuman-hukuman tambahan nantinya, sekarang akan menjadi wewenang FA untuk memutuskannya.

"Sampai titik itu, wasit sudah berbuat yang bisa diperbuatnya sesuai dengan aturan (pertandingan). Tindakan lebih lanjut ada di luar yurisdiksi wasit. (Tindakan lebih lanjut) adalah kemungkinan namun kami tak bisa mengatakan apapun tentang itu sampai besok (Selasa waktu setempat)," tandas Cooper.


 
 

Trackback address for this post:

authimage

Comments, Trackbacks:

No Comments/Trackbacks for this post yet...

Comments are closed for this post.

Footer

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.