Search blog.co.uk

Posts archive for: 4 March, 2008
  • We have to know factors of The Friendship

    at-bus
    The Communication Process
    The ancient Greeks taught that all conversation involved three ingredients:
    Ethos, or the character of the speaker; Pathos, connecting with the
    emotions; and Logos. The logos discussed by the Greeks refers to the
    factual content of a message, the words used. It refers to the argument that
    you present on behalf of your point of view. (However, we know that the
    facts themselves, although they are important, are not as powerful or as
    influential as the emotions are).

    The Selling Process
    In selling, we know that there are three parts to the process. These are,
    first, establishing rapport with the prospective customer, second, identifying
    the problem or need that the prospective customer has and, third,
    presenting the solution. These are the ethos, the pathos and the logos of
    selling to someone.

    Build Good Relationships
    Your success in every area of life will be based largely on the quality and
    quantity of relationships that you can initiate and develop over time. In the
    world of business and sales today, relationships are everything. We often
    call this the "friendship factor." We have discovered that a person will not do
    business with you until he or she is convinced that you are his or her friend
    and are acting in his or her best interest. In other words, you cannot
    influence someone unless he or she likes you in some way. Of course, it's
    often possible for you to influence a person if he fears you, but that type of
    influence lasts only until the person can rearrange his situation and escape
    from the circumstances that enable you to have control over him.

    How to Influence and Persuade Others
    The way to influence people, then, is to earn their liking and respect, to
    appeal to the friendship factor. This requires spending time with him, caring
    for him and respecting him. The more time that you are willing to spend with
    the person, the greater will be his tendency to trust you and to feel that you
    are acting in his best interest. The more obvious it is that you care about the
    person, about what he really needs, the more likely it is that he will be open
    to your influence. This is even more important in your personal
    relationships, with your family and friends. The more that people feel you
    care about them, the more open they will be to your influence.

    Action Exercises
    First, slow down when you first meet a person in a business or sales
    situation. Take some time to build a relationship with him or her before you
    proceed to business matters.

    Second, appeal to the friendship factor that underlies all good business and
    personal relationships. Ask questions about the person and his or her life
    and concerns. Listen attentively to the answers. Focus on the relationship
    first.

    Tusuk Dulu Urusan Belakang

    Minggu 2 Maret 2008, Jam: 6:55:00
    Tatkala suami tergila-gila pada perempuan lain, bagaimana istri tidak sewot? Itu pula yang dilakoni wanita dari Bojonegoro (Jatim) ini. Sementara suami mbregudul (keras kepala) dan perempuannya nyosorrr terus, Warti, 38, bertindak tegas. Musuh bebuyutan itu ditusuk pisau jusss, dan urusan belakanganlah!

    Agaknya Bripka Widyo, 43, sebagai polisi tak hanya jeli pada tindak kejahatan. Pada wanita cantik berpantat gede yang menjanjikan kenikmatan, dia semakin jeli lagi. Dari gerak gerik dan sorot mata perempuan itu, Widyo bisa memastikan bahwa wanita di depannya tersebut bisa “diolah” sedemikian rupa. Tinggal masalahnya, ada keberanian atau tidak? Soalnya, keberanian di sini bukan sekedar dari sisi onderdil, tapi juga sisi materil untuk mendukung Operasi Cinta si anggota bayangkara.

    Kawan kita dari Desa Pasinan Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro ini memang tengah dilamun asmara. Dia terpikat pada senyum manis cewek bernama Hesti Ambarwati, 27. Cantik namanya, cantik pula orangnya. Pendek kata bisa mengingatkan pada lagunya Lilis Suryani di tahun 1960-an. “Oo….Hesti, mengapa wajahmu mirip dia, dia yang selalu menawan hatiku, kau datang di kala aku rindu. Bila kupandang wajahmu, hatiku tersayat sedih, karena teringat selalu, dia yang telah pergi….!

    Pada paruh waktu perjalanan hidupnya, Bripka Widyo memang pernah jatuh cinta pada cewek mirip Hesti yang kini ada di depannya itu. Seakan gadis masa lalu tersebut kembali hadir di depannya, dan sengaja dikirimkan Tuhan untuknya. Kenapa beramsumsi demikian? Sebab lagak dan gayanya, si Hesti ini sangat pasrah. Diapakan saja mau, pendek kata: minakjingga, miring penak njengking mangga (miring enak, nungging hayo saja).

    Ada cewek cantik kok dianggurkan, ora ilok (pantangan) bagi Bripka Widyo. Setelah berkenalan disusul tawaran jalan bareng, ternyata si Hesti memang tidak menolak. Selanjutnya oknum polisi ini jadi lupa pada yang di rumah. Pada kesempatan jalan bareng berikutnya, Hesti tak hanya dipandangi sebagaimana kata Lilis Suryani, tapi langsung digauli bak seorang istri. Dan karena selingkuh itu enak full deg-deg plas, akhirnya jadi rutinitas. Setiap ada kesempatan pastilah Hesti diajak kelon dengan segala dinamikanya.

    Sering dikeloni oknum polisi, lama-lama perut Hesti menggelembung. Sebagai lelaki tanggungjawab Widyo segera mengawininya secara siri, bahkan ditempatkan di sebuah rumah kontrakan. Celakanya, karena hanya bertetangga kampung, dengan pede-nya Hesti sering minta uang pada Widyo di jalan. Ini dilakukan juga ketika Hesti sudah melahirkan bayinya. Lama-lama tentu saja, ada tetangga yang tahu dan praktis segera dilaporkan pada Ny. Warti selaku pihak terkait.

    Tak pelak lagi Ny. Warti naik pitam, suaminya diinterogasi, dipaksa menjawab 10 pertanyaan. Tapi dia tetap tak mengaku, bahkan berani sumpah dijejeli apem (mulut disumpal apem) bila berbohong. Gagal menekan suaminya, gantian Ny. Widyo mendatangi Hesti, minta jangan sekali-kali mengganggu suaminya. “Gara-gara kamu, yang terbagi bukan hanya si entong tapi juga kantong. Tahu nggak kamu ha….?” Tegur Warti keras.

    Ironisnya, Hesti tak juga gentar dengan teguran keras. Asal ada kesempatan, selalu saja minta duit pada Bripka Widyo. Jelas istrinya yang baku semakin nyap-nyap. Gila, uang bulanan tekor, suami masih juga disosor. Beberapa hari lalu Ny. Warti jadi nekad. Saat melihat gendakan suami jalan menggendong anak, amarahnya berkobar. Tanpa ampun lagi Hesti ditusuk jusss. Sementara Hesti dilarikan ke RSU Bojonegoro, istri Bripka Widyo ditangkap polisi Polsek Baurena untuk mempertanggungjawab kan perbuatannya. Ketika diberi tahu Hesti masuk rumahsakit, komentarnya pendek saja: kok gak modar sisan, wong wedok gatele eram (kepana nggak mati sekalian, perempuan kok gatel amat). Gatel ya digaruk lah iyauwwww

    *
    How a BOY withdraws cash from ATM

    1. Park the car
    2. Go to ATM Machine
    3. Insert card
    4. Enter PIN
    5. Take money out
    6. Take ATM Card out
    7. Drive away

    How a GIRL withdraws cash from ATM

    1. Park the car
    2. Check makeup
    3. Turn off engine
    4. Check makeup
    5. Go to ATM
    6. Hunt for ATM card in the purse
    7. Insert card
    8. Hit Cancel
    9. Hunt in purse for chit with PIN written on it
    10. Insert card
    11. Enter PIN
    12. Take cash
    13. Go to car
    14. Check makeup
    15. Start car
    16. Stop car
    17. Run back to ATM
    18. Take ATM card
    19. Back to car
    20. Check makeup
    21. Start car
    22. Check makeup
    23. Drive for 1/2 mile
    24. Release handbrake

    Detik Penentuan

    Satu pekan bisa mengubah sejarah. Dalam konteks olahraga, setiap menit, bahkan setiap detiknya, bisa menjadi momen yang paling menentukan.

    Ketika duel first leg babak perdelapanfinal Liga Champion antara Arsenal versus AC Milan berakhir tanpa gol, kedua kubu langsung berkoar bahwa pertarungan belum berakhir.

    Baik I Rossoneri maupun The Gunners punya keyakinan kuat bahwa mereka bakal menorehkan kemenangan di San Siro. Namun, cedera mengancam akan menghancurkan ambisi tersebut.

    Pihak Milan mengatakan bahwa gelandang sekaligus bintang mereka, Kaka, sebagai target perlakuan kasar di Serie A. Pihak lawan secara bergantian berusaha mencelakai pemain asal Brasil tersebut di kompetisi itu.

    Konon peristiwa yang sama juga dialami Marco van Basten, yang terpaksa mengakhiri masa-masa terbaiknya pada awal 90-an. Mantan striker tim nasional Belanda itu pensiun sebelum usia 30 tahun karena pergelangan kakinya ditendang hingga mengalami cedera parah.

    Sekali lagi, Milan khawatir perlakuan yang sama kini tengah dialami Kaka. Dia adalah seorang kreator serangan. Akan tetapi gol-gol yang lahir dari kakinya kerap membuat perubahan sehingga lawan bersedia melakukan apa saja demi menghentikan Kaka.

    Satu-satunya langkah pencegahan yang bisa dilakukan pelatih I Divollo Rosso, Carlo Ancelotti, adalah dengan tidak menurunkan Kaka dalam pertandingan Serie A. Kenyataannya, Milan sepertinya tidak akan mampu meraih scudetto musim ini.

    So, sang arsitek tim bisa berkonsentrasi total menghadapi perjuangan penuh gengsi dan keuntungan di tingkat Eropa. Hal serupa juga dilakukan Milan pada musim 2006/07.

    Berkat Kaka, sang pemain terbaik dunia, Milan mungkin bisa menaklukkan Arsenal. Tanpanya, peluang kubu tuan rumah tidak terlalu baik.

    Tidak heran jika Ancelotti berusaha menjauhkan aset berharganya dari lapangan hijau sebelum malam yang menentukan tersebut.

    Tragedi Eduardo

    Arsenal, sialnya, tidak dapat melakukan apa pun demi menyelamatkan Eduardo da Silva guna menjalani sisa musim 2007/08. Seperti halnya Kaka, Eduardo juga lahir di Brasil, tetapi kariernya terancam berakhir tahun ini.

    Kurang dari satu detik, sepatu bek Birmingham City, Martin Taylor, mengenai betis dan mengakibatkan ligamen pada pergelangan kaki Eduardo cedera. Saya pribadi tidak yakin bahwa Taylor dengan sengaja mematahkan kaki rivalnya.

    Taylor bertubuh besar, ceroboh, dan tidak mampu bergerak segesit atau setajam Eduardo. Namun, pelanggaran yang dilakukannya hanyalah sebuah kecelakaan yang harus dihadapi baik oleh Taylor maupun Eduardo.

    Sepanjang pengetahuan saya, satu-satunya pemain yang berani sesumbar bahwa dirinya dengan sengaja mencederai lawan adalah Roy Keane.

    Si keras yang sempat memperkuat Manchester United itu menuliskan dalam autobiografinya bahwa dirinya sengaja menyerang lutut Alf Inge Haaland. Tujuannya guna membalas dendam atas pelanggaran yang dilakukan pemain asal Norwegia itu terhadap dirinya empat tahun sebelumnya.

    Haaland tidak pernah merumput lagi. Keane kini sudah tidak berstatus sebagai seorang pemain, tetapi ia mengajarkan bagaimana cara bermain sepakbola di Sunderland.

    Andai saya seorang penuntut atau ofisial, saya akan menghukum siapa pun yang berani mengaku bahwa dirinya sengaja mencederai lawan. Oknum tersebut tidak akan boleh berpartisipasi di semua kompetisi sepakbola, apa pun statusnya.

    Absennya Eduardo, ancaman buat Kaka adalah peristiwa yang menyedihkan. Namun, Arsenal masih punya tiga alternatif.

    Niklas Bendtner adalah sosok raksasa, tapi tak cukup cepat dan lincah untuk mengambil alih peran Eduardo. Masa depannya adalah menjadi pesaing Adebayor sebagai striker utama. Robin van Persie paling berpotensi, tetapi kerap didera cedera.

    Kesempatan Walcott

    Saya akan memilih Theo Walcott. Saya rasa pelatih Arsenal, Arsene Wenger, terlalu lama menunggu waktu yang tepat bagi Walcott untuk berlari menerobos Paolo Maldini pada duel first leg.

    Remaja itu baru berusia 18 tahun dan Maldini sudah menginjak 39 tahun. Ketika Arsenal memberikan waktu dua menit bagi Walcott untuk menginjakkan kaki di lapangan, kecepatan dan umpan-umpannya menciptakan peluang bagi Adebayor untuk mencetak gol.

    Kala Walcott tampil sebagai pemain pengganti Eduardo pada duel melawan Birmingham, dia berhasil mencetak dua gol. Kondisi fisik dan kepercayaan dirinya pasti tengah berada di level tertinggi.

    Bukan tidak mungkin Walcott juga mampu melakukan hal yang sama ketika menggantikan Eduardo mendampingi Adebayor di Milan pekan ini.

    Tidak ada gunanya bermain defensif. Arsenal tahu betul bahwa mereka wajib mencetak gol. The Gunners juga sadar bahwa jika Kaka tampil malam itu, ada kemungkinan besar ia akan mencetak gol bagi Milan.

    Saya punya firasat bahwa Arsenal masih bisa membawa pulang trofi Liga Champion musim ini. Pasukan muda terkadang terlalu lincah untuk bisa dibendung para pemain tua.

  • Call of Love

    MODEL-ASIA32

    Come, come and see how I am living
    Come and see the pain you have let me in

    Come to feel the gasp of air am taking
    Come and live the moment am having

    Come darling, still am waiting
    Come to quench the thirst, am begging

    Come to bring back the joy you once got me in
    come to make me fly in the sky,
    like you did to me when you were in

    Come to make my day a marvel
    Come to make my night a dream

    Come sweetheart, come back to the one
    whom you once called love

    Come to him who, you said was your world
    Come my love, I am waiting
    Come before its too late and I am gone
    Come my love, come I am waiting......

    Written by Shah of Mauritius.[/size]

    FRIENDSHIP Is…..

    Friendship is not important with whom you have it…
    Friendship is… how deep you have it,

    Friendship is not how much you know….
    Friendship is… how much you care,

    Friendship is not how much you make happy…
    Friendship is… how much you share sorrows,

    Friendship is not how many times you reach your hand…
    Friendship is… how many times you touch the heart,

    Friendship is not how precious thing you give…
    Friendship is… how much sensitive things you offer,

    Friendship is not an achievement…
    Friendship is…one beyond your destination,

    Friendship is not just sharing the joy…
    Friendship is… love in sharing the tears,

    Long live our Friendship…..
    Ever ending one… To YOU

    Administrator
    Full Member
    *
    Offline Offline

    Gender: Male
    Posts: 163

    How to Unlock Your Nokia Cell Phone
    « on: February 21, 2008, 01:57:47 AM »

    How to Unlock Your Nokia Cell Phone
    Typically when you purchase a cell phone, the company that sold you the phone 'locked' the phone before you bought it, so you can only use it on their network. This means that you can't use your phone on any other network, even if you change the SIM (which is an abbreviation for Subscriber Identity Module) card. The SIM card is the little piece of plastic that identifies your phone to the cellular network. Changing your SIM card to have your phone work on another network is useful especially if you want to travel to another country and want to buy a pre-paid SIM card so you can have cell phone access without roaming charges. There are services that offer to provide unlocking capabilities for a fee, but don't pay for them! You can do it yourself for free, which is the perfect price.

    Steps

    1. Before trying anything else, contact your service provider and ask for an unlock code. Usually, if you've been a customer of theirs for some time, they will provide you with an unlock code for free. This is, by far, the best way to get your phone unlocked.
    2. Download software to generate the unlocking code. Software is available on some websites for free and some pay websites that also offer support if things go wrong. See external links below.
    3. Find the Serial number of the cell phone, also known as your IMEI number. This can be done by either removing the back of your cell phone and looking underneath the battery, or simply by typing in *#06# into your cell phone. It should be something like: 030057361439976/05429508118
    4. Using the software you have downloaded, enter in your Manufacturer (which is in this case Nokia), your model number, and your IMEI number. Also enter your country and the Network. Calculate the code, this may be different depending on which software you are using. If your phone is the Nokia 3390 phone, select the model 3310, they are the same phone.

    * #pw+403927744443466+7#

    5. Remove the SIM card from your Nokia phone. This is typically done by removing the back cover of the phone and removing the battery and sliding the card out. Put the battery back in and power the phone on.
    6. You will see a message "Insert SIM Card". Enter all of the characters you see in your code, including the # symbols. To get a 'p' press * 3 times, to get a '+' press the * key 2 times, to get a 'w' press the * key 4 times. Disregard any spaces in the code.
    7. In order to unlock your phone you generally need to enter only one code. Start with the first one. If your phone is not unlocked by typing the first code (MCC+MNC), use code "7" (Multilock)
    8. Once you have finished entering a code that works you should see a message that says "SIM is not restricted" or "Restriction off" message depending on your model. If not, try entering another code. Message "Cannot undo restrictions" means the phone is "hard-locked" and cannot be unlocked by code.

    Tips

    * Unlocking only applies to GSM phones, phones using other cellular technologies, cannot be unlocked without special software and hardware.
    * Switch off the phone. Hold the keys "3", "*" and "Call" and switch the phone on. Keep the buttons held down till you see the word "Formatting..." on the screen. Make sure that the battery is full charged before you attempt this. This should reset the phone lock code.

    Warnings

    * Attempting to unlock your phone is done at your own risk. Although unlocking your phone is legal, some cell phone operators might choose to void your warranty should you unlock your phone (then again, some cell phone operators won't mind).
    * Most phones only allow you to try a certain number of unlock tries, Nokia phones have a limit of 5 tries. After that, the phone becomes "hard-locked", meaning it cannot be unlocked without using special equipment.
    * Most of the newer phones will not work with the codes generated by the free unlock programs.

    * Home
    * Forum
    * Help
    * Search
    * Calendar
    * Login
    * Register

    Welcome, Guest. Please login or register.

    Login with username, password and session length

    Some abbreviations that we hear, read, and use and we don't know their meanings

    *****

    GPRS

    (General Packet Radio Service)

    *****

    FM

    (Frequency Modulation)

    *****

    AM

    (Amplitude Modulation)

    *****

    IP

    (Internet Protocol)

    *****

    TCP/IP

    (Transmission Control Protocol and Internet Protocol)

    *****

    ISP

    (Internet Service Provider)

    *****

    VHF

    (Very High Frequency)

    *****

    UHF

    (Ultra High Frequency)

    *****

    LCD

    (Liquid-Crystal Display)

    *****

    MPEG

    (Moving Pictures Experts Group)

    *****

    MP3

    (MPEG-1 Audio Layer 3)

    *****

    RAM

    (Random Access Memory)

    *****

    WAN

    (Wide Area Network)

    *****

    LAN

    (Local Area Network)

    *****

    3D

    (3 Dimensional)

    *****

    3G

    (3rd Generation)

    *****

    CD

    (Compact Disc)

    *****

    DVD

    (Digital Versatile/Video Disc)

    *****

    DVDR

    (Recordable DVD)

    *****

    DVDW

    (Rewriteable DVD)

    *****

    SMS

    (Short Messaging Service)

    *****

    MMS

    (Multimedia Messaging Service)

    *****

    IT

    (Information Technology)

    *****

    FAQ

    (Frequently Asked Questions)

    7 Secrets I found in my room
    « on: February 19, 2008, 01:24:50 AM »

    Roof said: Aim high

    Fan said: Be cool

    Clock said: Every min. is precious

    Mirror said: Reflect before you act

    Window said: See the world

    Calender said: Be up-to-date

    Door said: Push hard to achieve ur goals.

    Top 50 Things To Do To Stop Global Warming
    « on: February 18, 2008, 01:32:54 AM »

    Global warming is a dramatically urgent and serious problem. We don't need to wait for governments to find a solution for this problem: each individual can bring an important help adopting a more responsible lifestyle: starting from little, everyday things. It's the only reasonable way to save our planet, before it is too late.
    Here is a list of 50 simple things that everyone can do in order to fight against and reduce the Global Warming phenomenon: some of these ideas are at no cost, some other require a little effort or investment but can help you save a lot of money, in the middle-long term!

    1. Replace a regular incandescent light bulb with a compact fluorescent light bulb (cfl)

    CFLs use 60% less energy than a regular bulb. This simple switch will save about 300 pounds of carbon dioxide a year.

    2.Install a programmable thermostat

    Programmable thermostats will automatically lower the heat or air conditioning at night and raise them again in the morning. They can save you $100 a year on your energy bill.

    3. Move your thermostat down

    2° in winter and up 2° in summer
    Almost half of the energy we use in our homes goes to heating and cooling. You could save about 2,000 pounds of carbon dioxide a year with this simple adjustment. The American Council for an Energy Efficient Economy has more tips for saving energy on heating and cooling.

    4. Clean or replace filters on your furnace and air conditioner

    Cleaning a dirty air filter can save 350 pounds of carbon dioxide a year.

    5. Choose energy efficient appliances when making new purchases

    Look for the Energy Star label on new appliances to choose the most efficient models available.

    6. Do not leave appliances on standby

    Use the "on/off" function on the machine itself. A TV set that's switched on for 3 hours a day (the average time Europeans spend watching TV) and in standby mode during the remaining 21 hours uses about 40% of its energy in standby mode.

    7. Wrap your water heater in an insulation blanket

    You’ll save 1,000 pounds of carbon dioxide a year with this simple action. You can save another 550 pounds per year by setting the thermostat no higher than 50°C.

    8. Move your fridge and freezer

    Placing them next to the cooker or boiler consumes much more energy than if they were standing on their own. For example, if you put them in a hot cellar room where the room temperature is 30-35ºC, energy use is almost double and causes an extra 160kg of CO2 emissions for fridges per year and 320kg for freezers.

    9. Defrost old fridges and freezers regularly

    Even better is to replace them with newer models, which all have automatic defrost cycles and are generally up to two times more energy-efficient than their predecessors.

    10. Don't let heat escape from your house over a long period

    When airing your house, open the windows for only a few minutes. If you leave a small opening all day long, the energy needed to keep it warm inside during six cold months (10ºC or less outside temperature) would result in almost 1 ton of CO2 emissions.

    11. Replace your old single-glazed windows with double-glazing

    This requires a bit of upfront investment, but will halve the energy lost through windows and pay off in the long term. If you go for the best the market has to offer (wooden-framed double-glazed units with low-emission glass and filled with argon gas), you can even save more than 70% of the energy lost.

    12. Get a home energy audit

    Many utilities offer free home energy audits to find where your home is poorly insulated or energy inefficient. You can save up to 30% off your energy bill and 1,000 pounds of carbon dioxide a year. Energy Star can help you find an energy specialist.

    13. Cover your pots while cooking

    Doing so can save a lot of the energy needed for preparing the dish. Even better are pressure cookers and steamers: they can save around 70%!

    14. Use the washing machine or dishwasher only when they are full

    If you need to use it when it is half full, then use the half-load or economy setting. There is also no need to set the temperatures high. Nowadays detergents are so efficient that they get your clothes and dishes clean at low temperatures.

    15. Take a shower instead of a bath

    A shower takes up to four times less energy than a bath. To maximise the energy saving, avoid power showers and use low-flow showerheads, which are cheap and provide the same comfort.

    16. Use less hot water

    It takes a lot of energy to heat water. You can use less hot water by installing a low flow showerhead (350 pounds of carbon dioxide saved per year) and washing your clothes in cold or warm water (500 pounds saved per year) instead of hot.

    17. Use a clothesline instead of a dryer whenever possible

    You can save 700 pounds of carbon dioxide when you air dry your clothes for 6 months out of the year.

    18. Insulate and weatherize your home

    Properly insulating your walls and ceilings can save 25% of your home heating bill and 2,000 pounds of carbon dioxide a year. Caulking and weather-stripping can save another 1,700 pounds per year. Energy Efficient has more information on how to better insulate your home.

    19. Be sure you’re recycling at home

    You can save 2,400 pounds of carbon dioxide a year by recycling half of the waste your household generates.

    20. Recycle your organic waste

    Around 3% of the greenhouse gas emissions through the methane is released by decomposing bio-degradable waste. By recycling organic waste or composting it if you have a garden, you can help eliminate this problem! Just make sure that you compost it properly, so it decomposes with sufficient oxygen, otherwise your compost will cause methane emissions and smell foul.

    21. Buy intelligently

    One bottle of 1.5l requires less energy and produces less waste than three bottles of 0.5l. As well, buy recycled paper products: it takes less 70 to 90% less energy to make recycled paper and it prevents the loss of forests worldwide.

    22. Choose products

    that come with little packaging and buy refills when you can
    You will also cut down on waste production and energy use!

    23. Reuse your shopping bag

    When shopping, it saves energy and waste to use a reusable bag instead of accepting a disposable one in each shop. Waste not only discharges CO2 and methane into the atmosphere, it can also pollute the air, groundwater and soil.

    24. Reduce waste

    Most products we buy cause greenhouse gas emissions in one or another way, e.g. during production and distribution. By taking your lunch in a reusable lunch box instead of a disposable one, you save the energy needed to produce new lunch boxes.

    25. Plant a tree

    A single tree will absorb one ton of carbon dioxide over its lifetime. Shade provided by trees can also reduce your air conditioning bill by 10 to 15%. The Arbor Day Foundation has information on planting and provides trees you can plant with membership.

    26. Switch to green power

    In many areas, you can switch to energy generated by clean, renewable sources such as wind and solar. The Green Power Network is a good place to start to figure out what’s available in your area.

    27. Buy locally grown and produced foods

    The average meal in the United States travels 1,200 miles from the farm to your plate. Buying locally will save fuel and keep money in your community.

    28. Buy fresh foods instead of frozen

    Frozen food uses 10 times more energy to produce.

    29. Seek out and support local farmers markets

    They reduce the amount of energy required to grow and transport the food to you by one fifth. You can find a farmer’s market in your area at the USDA website.

    30. Buy organic foods as much as possible

    Organic soils capture and store carbon dioxide at much higher levels than soils from conventional farms. If we grew all of our corn and soybeans organically, we’d remove 580 billion pounds of carbon dioxide from the atmosphere!

    31. Eat less meat

    Methane is the second most significant greenhouse gas and cows are one of the greatest methane emitters. Their grassy diet and multiple stomachs cause them to produce methane, which they exhale with every breath.

    32. Reduce the number of miles you drive by walking, biking, carpooling or taking mass transit wherever possible

    Avoiding just 10 miles of driving every week would eliminate about 500 pounds of carbon dioxide emissions a year! Look for transit options in your area.

    33. Start a carpool with your coworkers or classmates

    Sharing a ride with someone just 2 days a week will reduce your carbon dioxide emissions by 1,590 pounds a year. ERideShare.com runs a free national service connecting commuters and travelers.

    34. Don't leave an empty roof rack on your car

    This can increase fuel consumption and CO2 emissions by up to 10% due to wind resistance and the extra weight - removing it is a better idea.

    35. Keep your car tuned up

    Regular maintenance helps improve fuel efficiency and reduces emissions. When just 1% of car owners properly maintain their cars, nearly a billion pounds of carbon dioxide are kept out of the atmosphere.

    36. Drive carefully and do not waste fuel

    You can reduce CO2 emissions by readjusting your driving style. Choose proper gears, do not abuse the gas pedal, use the engine brake instead of the pedal brake when possible and turn off your engine when your vehicle is motionless for more than one minute. By readjusting your driving style you can save money on both fuel and car mantainance.

    37. Check your tires weekly to make sure they’re properly inflated

    Proper inflation can improve gas mileage by more than 3%. Since every gallon of gasoline saved keeps 20 pounds of carbon dioxide out of the atmosphere, every increase in fuel efficiency makes a difference!

    38. When it is time for a new car, choose a more fuel efficient vehicle

    You can save 3,000 pounds of carbon dioxide every year if your new car gets only 3 miles per gallon more than your current one. You can get up to 60 miles per gallon with a hybrid! You can find information on fuel efficiency on Fuel Economy and on Green Cars websites.

    39. Try car sharing

    Need a car but don’t want to buy one? Community car sharing organizations provide access to a car and your membership fee covers gas, maintenance and insurance. Many companies – such as Flex car - offer low emission or hybrid cars too!

    40. Try telecommuting from home

    Telecommuting can help you drastically reduce the number of miles you drive every week. For more information, check out the Telework Coalition.

    41. Fly less

    Air travel produces large amounts of emissions so reducing how much you fly by even one or two trips a year can reduce your emissions significantly. You can also offset your air travel by investing in renewable energy projects.

    42. Encourage your school or business to reduce emissions

    You can extend your positive influence on global warming well beyond your home by actively encouraging other to take action.

    43. Join the virtual march

    The Stop Global Warming Virtual March is a non-political effort to bring people concerned about global warming together in one place. Add your voice to the hundreds of thousands of other people urging action on this issue.

    44. Encourage the switch to renewable energy

    Successfully combating global warming requires a national transition to renewable energy sources such as solar, wind and biomass. These technologies are ready to be deployed more widely but there are regulatory barriers impeding them. Take action to break down those barriers with Vote Solar.

    45. Protect and conserve forest worldwide

    Forests play a critial role in global warming: they store carbon. When forests are burned or cut down, their stored carbon is release into the atmosphere - deforestation now accounts for about 20% of carbon dioxide emissions each year. Conservation International has more information on global warming and forests.

    46. Consider the impact of your investments

    If you invest your money, you should consider the impact that your investments and savings will have on global warming. Check out Social Invest and Ceres to can learn more about how to ensure your money is being invested in companies, products and projects that address issues related to climate change.

    47. Make your city cool

    Cities and states around the country have taken action to stop global warming by passing innovative transportation and energy saving legislation. 194 cities nationwide representing over 40 million people have made this pledge as part of the U.S. Mayors Climate Protection Agreement. Find out how to make your city a cool city.

    48. Tell Congress to act

    The McCain Lieberman Climate Stewardship and Innovation Act would set a firm limit on carbon dioxide emissions and then use free market incentives to lower costs, promote efficiency and spur innovation. Tell your representative to support it.

    49. Make sure your voice is heard!

    Americans must have a stronger commitment from their government in order to stop global warming and implement solutions and such a commitment won’t come without a dramatic increase in citizen lobbying for new laws with teeth. Get the facts about U.S. politicians and candidates at Project Vote Smart and The League of Conservation Voters. Make sure your voice is heard by voting!

    50. Share this list!

    Send this page via e-mail to your friends! Spread this list worldwide and help people doing their part: the more people you will manage to enlighten, the greater YOUR help to save the planet will be

    Soundtrack Mr. Boombastic

    Panitia Euro 2008 menjadikan musik sebagai salah satu komponen hiburan utama pada musim panas nanti. “Kami ingin membuat standar baru dalam hal hiburan untuk fan di stadion,” tutur Martin Kallen, Chief Operating Officer Euro 2008, seraya mengatakan adanya program hiburan menarik.

    Niat ini terlihat pada saat perayaan 100 hari menjelang pergelaran ajang besar Eropa ini dan peluncuran situs resmi turnamen, www.euro2008.com, di Berne. Seorang bintang musik dunia, Shaggy, hadir di sana dengan keterlibatan besar.

    Penyanyi pop dan reggae berusia 39 tahun ini bakal bersanding dengan maskot Flix dan Trix merekam soundtrack berjudul Like A Superstar. “Saya ingin lagu ini menjadi penuh gairah dan gerak sehingga orang bisa mudah merasakan iramanya,” ucap penyanyi berdarah Jamaika-Amerika yang dikenal luas berkat lagu Mr. Boombastic itu.

    Tak sekadar mengajak pendukung merasa seperti bintang super, pria bernama asli Orville Richard Burrell itu mengungkapkan satu lagu lagi bertajuk Feel the Rush yang akan dilepas pada April mendatang. “Ini adalah lagu yang amat energik,” tuturnya.

    Sesuai kemauan panitia, Shaggy pasti ingin gairah berpesta banyak orang terangkat. Mari berpesta di Austria-Swiss! (chrs)

    Menghindari Titik Putih

    Fase hidup-mati! Duel kedua perdelapanfinal Liga Champion memang bak hidup dan mati bagi pesertanya. Seberapa baik mereka menabung di partai pertama, keuntungannya bisa dipetik minggu ini--kecuali Internazionale dan Liverpool, yang baru memainkan duel pada 11 Maret.

    Jalan terjal menuju Moscow, tempat final 21 Mei 2008, mulai terbentang di hadapan 16 peserta. Barcelona tergolong lebih aman karena menabung kemenangan 3-2 di kandang Celtic. Klub lain? Skor 1-1 yang dipetik Manchester United dari markas Lyon cukup baik. Begitu pula Real Madrid dengan celengan gol away setelah kalah 1-2 dari AS Roma.

    Namun, siapa yang bisa menduga jalannya pertandingan? Segalanya mungkin terjadi. Berbagai faktor dapat mengikis keuntungan di laga pertama.

    Hasil undian seharusnya menempatkan klub yang bertindak sebagai tamu di perjumpaan pertama punya peluang lebih besar lolos ke perempatfinal.

    Sejarah bisa meunggulkan prediksi tersebut. Tahun lalu, hanya PSV Eindhoven dan AS Roma yang berhasil lolos meski menjamu lawannya lebih dahulu.

    Musim 2005/06, Benfica adalah wakil tunggal perempatfinalis yang lepas dari perdelapanfinal dengan status tuan tumah pertama.

    Well, bagaimana kalau Selasa dan Rabu ini Anda mencermati kiprah Schalke, Liverpool, dan Arsenal pada duel 2nd leg. Schalke dan Liverpool bisa menang di kandang dengan penampilan menjanjikan peningkatan kualitas. Sementara itu, Arsenal mengumbar keyakinan mampu menekuk AC Milan di markas lawan, walau bermain 0-0 di Emirates.

    Di partai hidup-mati ini pula peran kiper dan pemain pengganti bisa sangat menonjol. Mereka yang duduk di bangku cadangan punya kesempatan menjadi pahlawan ketika timnya terimpit dan terdesak waktu.

    Walau pemaknaan supersub kian terkikis kebiasaan para pelatih, peserta di perdelapanfinal punya nama-nama yang mampu menjadi pahlawan dari bangku cadangan.

    Begitu pula para penjaga gawang. Ketika harus berpacu dengan waktu, peluit wasit pertanda akhir laga menempatkan mereka yang berdiri di bawah mistar sebagai dewa penyelamat.

    Kalau sudah mencapai tahap ini, siapa kiper yang layak disebut jago ketika algojo-algojo maut berdiri di hadapan mereka? Peluang tetap 50-50, tak peduli sang kiper dipuji setinggi langit.

    Jadi, menghindari duel di titik putih dengan memaksimalkan waktu 90 menit plus extra time bila dibutuhkan adalah keputusan tepat. Namun, tahukah Anda bahwa tak ada kiper asal Inggris yang menjadi pilihan utama keempat pelatih klub negeri Pangeran Charles itu? (Weshley Hutagalung)

    Dicari: The Real Supersub!

    Pada 1970-an, Liverpool memperkenalkan pada dunia seorang striker bernama David Fairclough. Predikat supersub diberikan karena meski jarang tampil sebagai starter, penyerang berbakat itu kerap mengubah keadaan melalui golnya.

    Belakangan, beberapa nama kerap disebut dengan predikat Fairclough itu. Dari Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United, striker AC Milan Filippo Inzaghi, Michael Owen semasa di Real Madrid, hingga Alessandro Del Piero di Piala Dunia 2006. Semua hanya memiliki sedikit waktu di lapangan.

    Bagaimana dengan di Liga Champion? Meski dengan situasi berbeda, Rafael Benitez di Liverpool pernah menunjukkannya saat membalikan keadaan tertinggal 0-3 untuk kemudian unggul melalui adu penalti di final 2004/05.

    Pemilihan Dietmar Hamman sebagai pemain yang masuk di awal babak II mengunci permainan AC Milan, yang sudah unggul 3-0. Otak serangan Milan, Kaka, punya bayang-bayang yang mengesalkan asal Jerman. Namanya Hamman. Hanya, ia bukan seorang penyerang.

    Musim 2006/07, Liga Champion mencatat sebanyak 32% pergantian pemain terjadi 10 menit terakhir. Rupanya, para pelatih yang bergaji besar itu mulai ragu-ragu atas pilihannya untuk mengubah permainan dengan menarik keluar pemain utama.

    Risikonya, bila sang pengganti tampil melempem, tak hanya rasa kecele yang dirasakan pelatih. Tekanan dari petinggi klub dan pendukung bisa membuat ia menjadi seorang peragu.

    Pelatih peragu? Masa depan arsitek permainan yang tak berani mengambil sikap dan mudah dipengaruhi dari luar hanya cerah dalam sepakbola imajiner.

    Namun, bila ia menemukan seorang supersub yang cukup bermain 10 menit terakhir untuk menjadi juru selamat, si pelatih dielu-elukan. Keputusannya akan dikenang lama dan ia digolongkan sebagai seorang tactician ulung.

    Baiklah kita vonis para pelatih itu dengan keputusan pertama. Sikap ragu-ragu arsitek permainan telah memberi makna lain pada mitos supersub. Ya, pemain pengganti semakin sulit menjadi pahlawan tim akibat minimnya waktu yang diberikan di lapangan.

    Adu Penalti

    Ambil contoh Peter Crouch. Si jangkung ini sangat jarang mencetak gol bila tidak bermain sejak awal. Kebiasan Crouch, seperti pujian Sven-Goran Eriksson, adalah sanggup berlari sejauh 13 km setiap ia menjadi pilihan utama coach Benitez. Lalu, berapa menit yang nanti ia punya di Giuseppe Meazza pada 11 Maret?

    Tambahan lagi, dalam sistem knock-out ini, pemain pengganti yang dibutuhkan juga harus bermental baik untuk duel di titik putih. Bukankah dengan kaki yang lebih segar mereka layak mengemban tugas sebagai eksekutor dalam adu penalti?

    Namun, Jose Mourinho dan kubu Chelsea punya mimpi buruk tentang supersub di titik putih. Musim lalu, di semifinal, Mourinho memasukkan Arjen Robben pada menit ke-98, lalu Geremi saat perpanjangan waktu (118). Hasilnya? Dua pemain ini gagal menjalankan tugasnya sebagai algojo titik putih.

    Kegagalan seperti ini yang menyebabkan munculnya asumsi di benak pelatih bahwa pemain pengganti tidak selalu menjadi jalan keluar. (Weshley Hutagalung)

  • TIPS BELAJAR MENGENALI TANDA-TANDA KEDEWASAAN

    MODEL-ASIAj-perez-mandi
    TIPS BELAJAR MENGENALI TANDA-TANDA KEDEWASAAN PADA DIRI SEORANG EKSEKUTIF
    Mortimer R. Feinberg, Ph.D.

    7. Dia mempunyai ketabahan, keuletan, dan daya tahan.

    Orang dewasa bukannya orang yang bebas dari beban. Namun dia selalu mampu bangkit dari goncangan-goncangan hidup, dan tidak berpura-pura seolah-olah semuanya baik. Dia menerima kenyataan bahwa rasa sakit harus dipikul, kesalahan harus diperbaiki, dan tidak perlu menghabiskan waktu untuk menyesali keadaan. Kegagalan mungkin meremukkan orang yang lemah, namun bagi mereka yanng dewasa, kegagalan menjadi pelajaran yang berharga.

    8. Dia dapat membuat keputusan-keputusan .

    Orang yang dewasa, meski harus dengan sabar mengumpulkan fakta untuk memecahkan persoalan, dapat mengambil keputusan berdasarkan data-data yang kurang lengkap. Dia sadar bahwa terkadang dia harus mengambil tindakan berdasarkan keyakinan terhadap dirinya sendiri. Dia bersedia memikul resiko, namun tetap berdasarkan perkiraan-perkiraan yang terbaik yang dapat diperolehnya. Dia tahu, jika harus menunggu semua kepastian, mungkin sekali dia akan ketinggalan kapal.

    9. Dia memiliki integritas.

    Seseorang yang matang bukanlah orang yang mudah beralih dan menyimpang karena keinginan-keinginan yang muncul tiba-tiba, namun ia dapat beralih dari satu topik ke topik lain tanpa menjadi kacau dan bingung. Dia bukan orang yang menyerak-nyerakkan enerjinya sia-sia.

    10. Dia senang bekerja.

    Seseorang yang beremosi sehat dan berkepribadian matang tahu bagaimana menikmati pekerjaannya. Dia jarang bermalas-malasan. Dia menghargai pekerjaannya sehingga mendapatkan kepuasan dalam melakukan sesuatu yang baik. Namun demikian banyak orang yang bekerja sebagai bentuk pelarian atau persembunyian dari persoalan berat dan kekecewaan dalam kehidupan pribadinya. Dorongan yang tidak sehat ini memang bisa membuat perusahaan tempat mereka bekerja mendapat keuntungan, tetapi tidak adil bagi diri mereka sendiri. Bagi mereka yang dewasa, bekerja adalah jalan untuk membangun monumen masa depan mereka. Bekerja merupakan jalan untuk menunjukkan dedikasi mereka, dan menjaga diri untuk tidak berkubang dalam kecemasan-kecemasan dan persoalan mereka sendiri.

    11. Dia mempunyi prinsip-prinsip yang kuat.

    Seseorang yang matang dan dewasa tidak mudah menyerah dalam memegang teguh prinsip-prinsipnya, namun ia luwes jika itu bukan untuk kepentingan pribadinya. Dia mempunyai perasaan nilai yang kuat yang menjadi pembimbingnya dalam bertingkah laku. Bagi mereka yang dewasa, perusahaan dipandang sebagai sebuah mahluk hidup yang perlu untuk diasuh dan
    dilindungi. Ini menjadikan mereka begitu keras dalam menghadapi orang lain jika keberadaan perusahaan perlu diselamatkan.

    12. Dia seimbang.

    Seseorang yang sudah berkepribadian dewasa akan hidup dalam suatu kehidupan yang berkeseimbangan. Dia sanggup bekerja keras namun juga mampu melepaskan diri dari tekanan-tekanan serta menikmati waktu senggangnya. Dia menyadari perannya dalam perspektif yang lebih besar dan lebih luas.

    BAGAIMANA MENGUKUR KEDEWASAAN ANDA

    Kedewasaan adalah proses menjadi (a process of becoming). Untuk menilai tingkat kedewasaan anda sendiri, anda perlu melihat dan mencari tanda-tanda pertumbuhan. Bacalah pertanyaan-pertanya an di bawah ini dan jawablah dengan "ya" atau "tidak". Ingat tidak ada skor dan tidak ada juga jawaban yang benar atau salah. Daftar pertanyaan ini dapat membantu anda melihat diri anda sendiri secara obyektif, bila anda mampu melakukannya, anda sudah melangkah kaki menuju langkah pertama yang penting bagi pendewasaan diri anda; yaitu menerima diri sendiri.

    1. Apakah anda mau menerima tanggung jawab atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh bawahan anda?

    2. Apakah bisa mendengarkan orang lain dengan sabar walaupun anda tidak setuju dengannya?

    3. Apakah anda mau memeriksa kembali pendapat diri anda sendiri yang biasanya anda anggap sebagai sebuah kebenaran dan hal yang pasti?

    4. Apakah anda mengambil satu atau dua minggu libur setiap tahunnya?

    5. Apakah anda sanggup menerima reaksi atau umpan balik tentang diri anda, termasuk kritik yang tidak menyenangkan perasaan anda?

    6. Apakah anda tidak begitu mengalami perasaan dongkol pada teman-teman sekerja anda? Apakah anda mudah menghadapi mereka?

    7. Apakah anda berani mengambil sebuah keputusan yang tidak populer mengenai sesuatu yang anda yakini kebenarannya?

    8. Apakah anda menyambut gembira saran-saran dan diskusi dengan bawahan anda?

    9. Apakah anda merasa percaya diri bahwa anda dapat menangani persoalan-persoalan anda?

    10. Apakah anda merasa tenang dalam pertemuan-pertemuan dan konferensi-konferen si?

    11. Apakah anda secara sukarela menerima suatu tantangan baru atau tanggung jawab tambahan baru?

    12. Apakah anda berusaha untuk memperbaiki keahlian dengan cara membaca buku bermutu, seminar dan belajar?

    13. Apakah anda membina pembantu sehingga dapat mengambil alih sebagian pekerjaan dan tangung jawab anda?

    14. Apakah anda mengembangkan minat baru dalam organisasi sosial, hobi dan lain-lain.

    15. Apakah anda cenderung menolong orang lain ketimbang mengkritiknya?

    16. Apakah anda senantiasa memperbaiki kemampuan anda dalam merencanakan dan menggunakan waktu anda?

    17. Apakah anda belajar mewakilkan atau mendelegasikan tugas-tugas anda?

    18. Apakah anda merasa baik dalam bergaul dengan bawahan anda dan tidak merasa terancam oleh mereka?

    19. Apakah anda jarang marah?

    20. Apakah anda mampu melihat segi-segi humor dalam kebanyakan peristiwa?

    21. Apakah anda mempunyai waktu yangn cukup untuk keluarga anda?

    22. Apakah anda mempunyai pendapat-pendapat baru mengenai diri anda sendiri?

    23. Apakah anda mempunyai sahabat-sahabat baru?

    24. Apakah anda mengubah pendapat dan perasaan anda mengenai beberapa hal?

    25. Apakah anda bisa hidup tenang dengan persoalan yang belum anda temukan pemecahaannya?

    26. Apakah cukup banyak orang yang minta dan mencari nasehat dan bantuan dari anda?

    27. Apakah anda semakin banyak melakukan sesuatu dengan lebih sedikit usaha?

    28. Apakah anda mempunyai sesuatu keyakinan yang semakin kuat tentang kebenaran-kebenaran dasar, mengenai agama, filsafat, yang anda yakini?

    [

    The 'laptop of mass destruction'
    By Gareth Porter

    WASHINGTON - The George W Bush administration has long pushed the "laptop documents" - 1,000 pages of technical documents supposedly from a stolen Iranian laptop - as hard evidence of Iranian intentions to build a nuclear weapon. Now charges based on those documents pose the only remaining obstacles to the International Atomic Energy Agency (IAEA) declaring that Iran has resolved all unanswered questions about its nuclear program.

    But those documents have also been regarded with great suspicion by US and foreign analysts. German officials identified the source of the laptop documents in November 2004 as the Mujahideen e-Khalq (MEK), which along with its political arm, the National Council of Resistance in Iran (NCRI), is listed by the US State Department as a terrorist organization.

    There are some indications, moreover, that the MEK obtained the documents not from an Iranian source but from Israel's Mossad.

    In its latest report on Iran, circulated on February 22, the IAEA, under strong pressure from the Bush administration, included descriptions of plans for a facility to produce "green salt", technical specifications for high explosives testing and the schematic layout of a missile re-entry vehicle that appears capable of holding a nuclear weapon. Iran has been asked to provide full explanations for these alleged activities.

    Tehran has denounced the documents on which the charges are based as fabrications provided by the MEK, and has demanded copies of the documents to analyze, but the United States has refused to do so.

    The Iranian assertion is supported by statements by German officials. A few days after then-secretary of state Colin Powell announced the laptop documents, Karsten Voight, the coordinator for German-American relations in the German Foreign Ministry, was reported by the Wall Street Journal on November 22, 2004, as saying that the information had been provided by "an Iranian dissident group".

    A German official familiar with the issue confirmed to this writer that the NCRI had been the source of the laptop documents. "I can assure you that the documents came from the Iranian resistance organization, " the source said.

    The Germans have been deeply involved in intelligence collection and analysis regarding the Iranian nuclear program. According to a story by Washington Post reporter Dafna Linzer soon after the laptop documents were first mentioned publicly by Powell in late 2004, US officials said they had been stolen from an Iranian whom German intelligence had been trying to recruit, and had been given to intelligence officials of an unnamed country in Turkey.

    The German account of the origins of the laptop documents contradicts the insistence by unnamed US intelligence officials who insisted to journalists William J Broad and David Sanger in November 2005 that the laptop documents did not come from any Iranian resistance groups.

    Despite the fact that it was listed as a terrorist organization, the MEK was a favorite of neo-conservatives in the Pentagon, who were proposing in 2003-2004 to use it as part of a policy to destabilize Iran. The United States is known to have used intelligence from the MEK on Iranian military questions for years. It was considered a credible source of intelligence on the Iranian nuclear program after 2002, mainly because of its identification of the facility in Natanz as a nuclear site.

    The German source said he did not know whether the documents were authentic or not. However, Central Intelligence Agency (CIA)analysts, and European and IAEA officials who were given access to the laptop documents in 2005, were very skeptical about their authenticity.

    The Guardian's Julian Borger last February quoted an IAEA official as saying there is "doubt over the provenance of the computer".

    A senior European diplomat who had examined the documents was quoted by the New York Times in November 2005 as saying, "I can fabricate that data. It looks beautiful, but is open to doubt."

    Scott Ritter, the former US military intelligence officer who was chief United Nations weapons inspector in Iraq from 1991 to 1998, noted in an interview that the CIA has the capability to check the authenticity of laptop documents through forensic tests that would reveal when different versions of different documents were created.

    The fact that the agency could not rule out the possibility of fabrication, according to Ritter, indicates that it had either chosen not to do such tests or that the tests had revealed fraud.

    Despite its having been credited with the Natanz intelligence coup in 2002, the overall record of the MEK on the Iranian nuclear program has been very poor. The CIA continued to submit intelligence from the Iranian group about alleged Iranian nuclear weapons-related work to the IAEA over the next five years, without identifying the source.

    But that intelligence turned out to be unreliable. A senior IAEA official told the Los Angeles Times in February 2007 that, since 2002, "pretty much all the intelligence that has come to us has proved to be wrong".

    Former State Department deputy intelligence director for the Near East and South Asia Wayne White doubts that the MEK has actually had the contacts within the Iranian bureaucracy and scientific community necessary to come up with intelligence such as Natanz and the laptop documents. "I find it very hard to believe that supporters of the MEK haven't been thoroughly rooted out of the Iranian bureaucracy, " says White. "I think they are without key sources in the Iranian government."

    In her February 2006 report on the laptop documents, the Post's Linzer said CIA analysts had originally speculated that a "third country, such as Israel, had fabricated the evidence". They eventually "discounted that theory", she wrote, without explaining why.

    Since 2002, new information has emerged indicating that the MEK did not obtain the 2002 data on Natanz itself but received it from the Israeli intelligence agency Mossad. Yossi Melman and Meier Javadanfar, who co-authored a book on the Iranian nuclear program last year, write that they were told by "very senior Israeli Intelligence officials" in late 2006 that Israeli intelligence had known about Natanz for a full year before the Iranian group's press conference. They explained that they had chosen not to reveal it to the public "because of safety concerns for the sources that provided the information" .

    Shahriar Ahy, an adviser to monarchist leader Reza Pahlavi, told journalist Connie Bruck that the detailed information on Natanz had not come from the MEK but from "a friendly government, and it had come to more than one opposition group, not only the Mujahideen".

    Bruck wrote in the New Yorker on March, 16, 2006, that when he was asked if the "friendly government" was Israel, Ahy smiled and said, "The friendly government did not want to be the source of it, publicly. If the friendly government gives it to the US publicly, then it would be received differently. Better to come from an opposition group."

    Israel has maintained a relationship with the MEK since the late 1990s, according to Bruck, including assistance to the organization in beaming broadcasts by the NCRI from Paris into Iran. An Israeli diplomat confirmed that Israel had found the MEK "useful", Bruck reported, but the official declined to elaborate.

    Gareth Porter is an historian and national security policy analyst. The paperback edition of his latest book, Perils of Dominance: Imbalance of Power and the Road to War in Vietnam, was published in 2006.

    Tevez, The New Cantona

    Manchester - Bagi Manchester United, Eric Cantona adalah raja di Old Trafford. Jika kini ada "Cantona baru" di Theatre of Dreams, maka Carlos Tevez-lah orangnya.

    Setidaknya hal itu berada dalam pandangan Sir Alex Ferguson yang menilai keduanya memiliki gaya permainan yang sama. "Carlos mengingatkan saya kepada Eric Cantona dengan ketrampilannya menciptakan peluang untuk mencetak gol, tepat ketika dibutuhkan," ujar Fergie seperti dilansir Yahoosports.

    "Dia sering muncul dengan penampilan yang bagus dalam pertandingan tandang. Saya yakin tidak ada yang mengganggunya dan dia belum menunjukkan seluruh kehebatannya," imbuhnya.

    Tevez yang sudah mencetak 15 gol sepanjang musim ini bersama MU memang beberapa kali menjadi penyelamat The Red Devils dengan golnya. Terakhir ia menjadi pahawan ketika menyamakan kedudukan saat melawan Lyon di Liga Champions dua pekan silam.

    "Tevez telah mebuktikan bahwa dia adalah ahli dalam membuat gol penting untuk memberikan kemenangan atau menyamakan kedudukan, terutama ketika bermain tandang. Dia melakukannya ketika bertandinga melawan Tottenham untuk memaksakan kedudukan menjadi 1-1. Dia mencetak gol kemenangan 1-0 ketika melawan Liverpool dan dia menyelamatkan kami lagi dengan golnya ketika Lyon memimpin 1-0," tandas Fergie.

    Itu baru dari segi permainan, dari segi prestasi Tevez--yang baru menjalani musim pertama bersama "Setan Merah"--jelas belum sebanding dengan Cantona yang telah memberikan empat titel Premier League dan dua gelar juara Piala FA.

    Tetapi, mantan pemain West Ham itu pernah mengatakan bahwa dirinya ingin langsung membawa MU juara Liga Champions, salah satu gelar yang belum pernah diraih oleh Cantona. (din/din)

    Putaran Final Piala Thomas-Uber
    Undian Minta Diundur

    Keinginan penggemar bulutangkis untuk segera mengetahui hasil pembagian grup Putaran Final Piala Thomas dan Uber, 11-18 Mei di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, kembali tertunda. Rencana awal, BWF menyetujui undian berlangsung pada 8 Maret, tapi tuan rumah Indonesia minta diundur.

    “Kita sudah mengirim surat dan menelepon langsung ke BWF. Undian Piala Thomas-Uber tanggal 8 Maret rasanya kurang pas,” sebut Ketua Panitia Putaran Final Piala Thomas-Uber, G. Sulistiyanto, Minggu (2/3) malam.

    Menurutnya, pada tanggal tersebut, tidak ada satu pun pemain Indonesia bisa hadir karena tengah mengikuti All England. Selain itu, waktunya juga tidak tepat. Saat itu banyak warga Indonesia sedang menikmati libur panjang menyambut Hari Raya Nyepi, yang jatuh sehari sebelumnya.

    “Kalau undian digelar saat orang banyak tengah liburan, gemanya pasti kurang mengena. Karena itu saya usulkan agar undian ditunda hingga tanggal 12 Maret,” ujar Sulis, yang juga Direktur Hubungan Luar Negeri PB PBSI.

    Rencananya, undian bakal berlangsung di Studio Trans TV, di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, pukul 15.00 WIB. Acara undian ini bakal disiarkan langsung lewat stasiun televisi yang juga menjadi saluran resmi Putaran Final Piala Thomas-Uber.

    Menurut Sulis, saat undian, selain wakil BWF dan PBSI, juga akan diundang sejumlah duta besar negara-negara yang lolos merebut tiket ke Jakarta. Putaran final Piala Thomas-Uber bakal diikuti 12 tim putra dan 12 tim putri. Mereka ini adalah tuan rumah Indonesia, juara bertahan Cina, serta wakil-wakil yang lolos dari ajang kualifikasi zona Asia, Eropa, Pan Amerika, Afrika, dan Oseania. (bhw)

  • Different faces of men.

    « on: February 28, 2008, 11:18:23 PM »

    A man was seated in his newly built office when he heard a knock on the door.A young man walked in.Wanting to impress the visitor , the man in the office picked up his phone and shouted,
    "Yes,don't u understand simple English? Pass the message to the President," and slammed the phone down.Then looking irritably at the visitor who was patiently waiting, he barked ,
    "What do u want?"
    Nothing sir, "the young man replied,
    "I just came to install your telephone." Lips sealed

    Two men walked into an Electronic shop.Pointing at one of the salesman, one man told the other,
    'Don't seek help from that guy.Once I asked him about colour TVs,and he asked me what colour." Cheesy

    The changes of men .Pls note that this is only for fun.Be coooooooool!!!!!!!!!!! dear boys... Wink

    After engagement - Superman
    After marriage - Gentleman
    After 10 years - Watchman
    After 20 years - Doberman

    Job Search Tips
    « on: February 27, 2008, 12:10:54 PM »

    How prepared are you for planning and conducting an effective job search?

    Successful job seekers must have both good information and well-developed job hunting skills.
    Three important factors for a successful job search are
    An awareness of your goals and skills
    An understanding of the labor market, and
    A well planned job search campaign.
    Experts recommend that you begin an active job search six to nine months in advance of your target employment date.
    You can begin the process by visiting the Career Center early (for students, nine months to a year before graduation).

    Ten Time Saving Tips to Speed Up Your Job Search

    Be Prepared.
    Have a telephone answering machine or voice mail system in place and sign-up for a professional sounding email address. Put your cell phone number on your resume so you can follow up in a timely manner.
    Be More Than Prepared.
    Always have an up-to-date resume ready to send - even if you are not currently looking for work. You never know when an opportunity that is too good to pass up might come along. Have a supply of good quality resume paper, envelopes and stamps on hand.
    Don't Wait.
    If you are laid-off, file for unemployment benefits right away. You may be able to file online or by phone. Waiting could delay your benefits check.
    Get Help.
    Utilize free or inexpensive services that provide career counseling and job search assistance such as college career offices, state Department of Labor offices or your local public library.
    Create Your Own Templates.
    Have email and paper versions of your resume and cover letter ready to edit. That way you can change the content to match the requirements of the job you're applying for, but, the contact information and your opening and closing paragraphs won't need to be changed.
    Use Job Search Engines.
    Search the job search engines. Use the sites that search the major job banks, employer sites and electronic news groups for you.
    Jobs by Email. Let the jobs come to you. Use job search agents to sign up and receive job listings by email. All the major job sites have search agents and some web sites specialize in sending announcements.
    Use Your Network. Be cognizant of the fact that many, if not most, job openings aren't advertised. Tell everyone you know that you are looking for work. Ask if they can help

    Why men are so happy:
    « on: February 27, 2008, 11:03:52 AM »

    Why men are so happy:

    Your last name stays forever.

    The garage is all yours.

    The world is your urinal.

    Chocolate is just another snack.

    You can be President.

    You can never be pregnant.

    You can wear a white T-shirt to a water park.

    You can wear NO T-shirt to a water park.

    Car mechanics tell you the truth.

    You don't have to stop and think of which way to turn a nut on a bolt.

    Same work, more pay.

    Wrinkles add character.

    The occasional well-rendered belch is practically expected.

    New shoes don't cut, blister, or mangle your feet.

    One mood -- all the time.

    Phone conversations are over in 30 seconds flat.

    A five-day vacation requires only one suitcase.

    You can open all your own jars.

    You get extra credit for the slightest act of thoughtfulness.

    If someone forgets to invite you, he or she can still be your friend.

    Three pairs of shoes are more than enough.

    You are unable to see wrinkles in your clothes.

    Everything on your face stays its original color.

    The same hairstyle lasts for years, maybe decades.

    You can play with toys all your life.

    Your belly usually hides your big hips.

    One wallet and one pair of shoes one color for all seasons.

    You can wear shorts no matter how your legs look.

    You can "do" your nails with a pocketknife.

    You have freedom of choice concerning growing a mustache.

    You can do festive shopping for 25 relatives in 25 minutes.

    NO WONDER MEN ARE HAPPIER !!

    The Trump Way, 33 Rahasia Sukses Donald Trump
    ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
    -----------

    http://hariansumutp os.com/index. php?v=lihat& newsid=16472

    MEDAN-Di awal karir, kita sering mengira bahwa kita sudah menghadapi
    segala rintangan. Ternyata tidak. Tidak lama setelah suatu masalah
    terpecahkan, muncul masalah lain. Cara kita menangani masalah
    menunjukkan siapa diri kita yang sebenarnya. Situasi yang
    menghancurkan sebagai orang malah membuat orang lain berkembang.
    Karena masalah selalu muncul, kita perlu mengetahui cara
    menanganinya.

    Inilah salah satu filosofi berharga dari seorang Donald Trump,
    miliader paling terkemuka dunia saat ini. Bagaimana ia bisa berhasil
    keluar dari kemelut usahanya, dari belitan utang maju menuju
    imperium bisnis raksasa.

    Donald Trump merupakan simbol mimpi Amerika, ikon keberhasilan dan
    insprirasi bagi jutaan orang di seluruh dunia. Fakta bahwa dia
    berhasil membangkitkan kembali kerajaan bisnisnya dan menjadi
    miliader setelah tenggelam dalam utang sebesar $9 miliar membuat
    kisah hidupnya menjadi semakin luar biasa.

    Trump mengenal dunia bisnis dari segala prespektif, dari segala
    sudut atas maupun bawah, dari dalam maupun luar. Semua perjalanan
    ini disajikannya dalam buku yang ditulisnya bersama rekannya
    Meredith Mclver , The Trump Way- The Way To Success.

    Dalam buku yang dirilis Daras Book ini, Trump berbagi banyak prinsip
    praktis yang selama ini memandu kariernya. Buku ini dipenuhi
    pandangan, kisah, perspektif dan saran Trump bagaimana mencapai
    sukses. Trump sang Presiden Komisaris dan Presiden Direktur
    Organization serta Rektor Trump University ini dipandang sebagai
    pebisnis kelas satu yang terus tanpa henti meningkatkan standar
    kesempurnaan kerjanya. Ada 33 rahasia sukses Donald Trump yang
    diurai dalam buku setebal 340 halaman ini. Diantaranya, pesan untuk
    selalu mencintai pekerjaan. ''Saya sangat suka lahan yasa (real
    estate), melakukan transaksi, membangun proyek besar dan mambawa
    acara The Apprentice. Siapa yang tidak suka? Pekerjaan ini membuat
    saya berinteraksi dengan orang-orang paling menarik dan berhasil.
    Karena saya sangat menyukai pekerjaan ini, saya melakukannya dengan
    semangat. Karena saya melakukannya dengan penuh antusiasme dan
    kegairahan, pekerjaan ini tidak terasa sebagai sebuah pekerjaan.
    Gairah saya menular ke orang-orang di sekeliling saya dan memotivasi
    mereka untuk melakukan yang terbaik,''papar Trump dalam Bab
    Pendahuluan buku ini.

    Pesan selanjutnya, Tetapkan Standar Tinggi-Buat Orang Lain Terpana.

    ''Saat saya memutuskan membangun property di Manhattan, ayah saya
    tidak dapat memahami putusan itu. Beliau selama ini sukses di
    Brooklyn dan Queens dan beliau berpendapat seharusnya saya juga
    bekerja di sana. Namun pindah ke Manhattan sudah lama menjadi tujuan
    saya. Manhattan adalah pusat bisnis,budaya dan social dunia dan
    kesanalah saya ingin melangkah,'' tulis Trump. Bertahun-tahun
    kemudian, Trump sukses menorehkan nama di Manhattan dan berhasil
    membangun Trump Tower. Saat Trump Tower dibuka dan mendapat penilain
    bagus dan segera menjadi landmark, jelaslah bahwa standar saya telah
    diterima dengan sangat baik,''urainya. Intinya, tetapkan standar
    tinggi dan berusahalah sekuat tenaga untuk menggapainya. Jangan
    bergantung pada orang lain dan berpeganglah pada visi sendiri.
    Pelajari orang-orang terbaik di bidang Anda dan belajarlah dari
    mereka. Identifikasi hikmah apa yang dapat Anda petik dari para
    jawara dan gabungkan ke dalam pekerjaan Anda. Lalu, cobalah
    menambahkan sentuhan pribadi. Masih banyak pesan dan pengalaman
    berkesan yang diurai dalam buku ini. Layaklah kiranya jadi
    referensi. Daras Book (Lini Zahra Group) memang konsisten
    menerbitkan buku-buku bisnis, manajemen, kesehatan dan sebagainya
    yang akan menambah khasanah ilmu bagi pembacanya. Pembaca yang ingin
    mengetahui informasi buku-buku Daras Book dapat melalui SMS ke
    0817373737. Atau bisa secara on line melalui www.zahra.co, id. (sih)

    Jelang Madrid vs Roma
    Berharap kepada Robinho

    Madrid - Beberapa pemain Real Madrid tengah cedera dan tidak bisa bermain saat Los Merengues bersua AS Roma. Untuk membalikkan kekalahan 1-2, Madrid pun berharap besar kepada Robinho.

    Pada putaran pertama di Olimpico Roma, Madrid harus menelan kekalahan 1-2. Untuk bisa lolos ke delapan besar, Raul Gonzalez dkk wajib menang di leg dua, Kamis (6/3/2008) dinihari WIB, setidaknya dengan skor 1-0.

    Madrid kehilangan bomber andalan pada sosok Ruud van Nistelrooy. Penyerang tajam itu bahkan tidak bermain saat Los Blancos mengatasi Recreativo Huelva 3-2 di Liga Spanyol akhir pekan lalu. Satu andalan lain yang harus minggir adalah Arjen Robben yang juga dihajar cedera.

    Tanpa dua pemain pilar itu, Madrid akan bertumpu kepada Robinho. Bukti sudah tersaji, pemain Brasil itu mencetak dua gol yang membawa timnya menang 3-2 atas Recreativo.

    "Robinho adalah pemain yang sangat penting bagi kami. Kami membutuhkan dia," ujar punggawa Madrid, Guti Hernandez kepada Marca dan dikutip YahooSports.

    Menurut Guti, Robinho adalah pemain yang mampu mengubah situasi. "Saat dia bermain, kami bisa tenang. Dia bisa mengubah pertandingan dan mencetak gol-gol. Dia fenomenal," lanjut sang gelandang.

    Kemenangan 1-0 atas Roma akan cukup bagi Madrid untuk menyabet satu tiket ke perempatfinal. Tapi membuat gawang Iker Casillas tetap clean-sheet juga bukan tugas mudah.

    "Menang 1-0 sudah mencukupi, tapi kami tahu kami bertanding melawan tim yang bagus. Kami tidak boleh berbuat kesalahan. Kuncinya adalah tidak membiarkan Roma mencetak gol," tuntas Guti.

  • Motivation of The Day : " Just Think. "

    MODEL-ASIA-sempurna

    Berangkat dari rumah jam 5.30, sampai di kantor bertemu dengan semua teman dan keluargaku. Mulai dari para security yang ramah dan penuh rasa hormat, sampai dengan para officce boy yang selalu siap untuk membantu kapanpun bagaikan serdadu perang yang hanya menunggu sepatah kata dari petingginya dan siap untuk mati memperjuangkannya. Sampai di ruangan bertemu dengan teman seperjuangan yang bahkan sudah bisa di bilang keluarga kedua selain yang di rumah ( ha... ha...ha... lucu bukan) and at the end kembali ke my lovely cubilcle yang sudah dua setengah tahun aku tempati…

    Hari ini di mulai lagi dengan kegiatan rutinitasku untuk membelai komputerku yang mungkin sudah bosan melihat wajaahku yang sok serius ini selallu memandanginya dan menjadi saksi kesenangan, kesedihan dan perjuanganku dalam mengarungi masa ini. Mungkin dialah benda yang paling sering melihat wajahku di banding semua benda yang ada di sekeliling ku akhir-akhir ini. Mulai lagi dengan printer lq-800 ku yang selalu menghiburku dengan bunyi-bunyinya yang seakan menujukkan kepada dunia berapa banyak kerjaan yang kubuat( huhhh….. bunyi yang menyesakkan jiwa). Dan yang terlupa adalah teleponku tersayang sang penyambung hidupku dengan dunia luar sana yang hampir aku tidak tahu apa yang terjadi di luar sana . Untung dia ada dan menghiburkan sepanjang hari. Terima kasih kepada seluruh vendorku yang selalu menyapaku dengan nada tinggi dan bentakan-bentakan sayang. Teman-temanku tadi menemaniku sepanjang hari dengan saling bergantian mengisi kekosongan dan kecilnya duniaku ini. Untunglah teman-teman seperjuanganku dan jam makan siang yang selalu memberikan jalan bagi ku untuk dapat tertawa bahagia dan bersyukur dengan apa yang kupunya.

    Aha!…. Sudah jam 4! Waktu di mana perusahaan sudah mengasih permit untuk aku pulang dan menemui kehidupan ku yang lainnya.... but of courseee.... jam 6 adalah waktu yang paling sering aku gunakan sebagai start untuk pulang ke istanaku yang menunggu ku di sana. Kembali ke kemacetan yang menunjukkan kepada kita betapa bermacam-macamnya orang dengan penampilannya berjuang hanya untuk menuju rumahnya.

    Ya begitulah hidup.... yang setiap hari kita jalani....sore ini aku mendobrak kebosanan ku dan menjalankan sepeda mudaku (sepeda tuakan hanya punya umar bakri) menuju pusat perbelanjaan di daerah ku yang sangat besar. Langkah pertama yang menarik mengantarku berkeliling mall sambil window shopping yang seakan-akan membawa ratusan juta rupiah di dompet untuk di belanjakan kesemua barang ( don’t laugh in front on me......qe qe qe qe qe). But at the end kaki ku tertuju ke Gunung Agung, sang jendela ilmu di muka bumi ini. Di tengah interest ku untuk mengetahui buku-buku baru aku membuka suatu buku yang membahas bagaimana mengelola bisnis restoran.

    Wuahh..!! Dengan pedenya aku ambil buku itu dengan harapan untuk di bawa kekasir, dibayarkan dan di baca di rumah. Namun di tengah perjalanan aku ingat bahwa budget bulan ini untuk buku sudah habis, maka kuhentikan langkahku dan berbalik arah ketempat buku itu kuambil. Dan ku berdiri sejenak untuk memutuskan untuk apakah aku akan keliling dan melihat lihat judul buku lainnya atau berhenti dan membaca buku itu? Just to take the point.. Lembar demi lembar kubuka mulai dari bab satu yang memberitahukan orang-orang yang terkenal di dunia makanan, lalu bisnis makanan apa saja yang paling sering dilakukan, terus dan terus bahasan demi bahasan kubaca. Di tengah keasikan ku membaca, terngangahku melihat sebuah judul ”Now Or never”.

    Wah... judul yang menarik. Make me so courious, untuk membelah isi artikel yang akan di ceritakan buku ini. Kata pertama yang dia keluarkan, kenapa anda bangga dengan diri anda sekarang. Wah... semakin tertantang diriku untuk membuka lembar selanjutnya. Next pagenya adalah, laporan keuangan yang secara gamblang dia paparkan. Lalu di situ dia menggambarkan, bahwa dia adalah pegawai dengan gaji 5 juta rupiah sebulan dengan keluarga yang memiliki anak satu, lalu dia menjabarkan:

    1. Gajiku 5.000.000
    2. Biaya Hidupku

    - Transportasiku 600.000

    - Makan Ku 450.000

    - Makan Keluargaku 1.200.000

    - Kontrakan ku yang indah 750.000

    - Biaya Anak Ku kedokter 250.000

    - Biaya Sekolah Anakku 500.000

    - Hiburan Untuk keluargaku 250.000

    - Baju untukku dan keluarga 200.000

    - Biaya Pemeliharaan Rumah ku 100.000

    - biaya tak terduga 200.000

    - Total Biaya (4.500.000)

    3. Simpananku 500.000

    Ha... ha dia tertawa.... apa yang ku kerjakan selama sebulan penuh selama dua belas bulan hanya untuk 6.000.000? Belum lagi ada satu dan lain hal yang mendesakyang membuat kita harus mengurangi uang yang kita tabungkan perbulan. Lalu apakah masih pantaskah kita membusungkan dada untuk membanggakan kita siapa? Lalu mencari dasi-dasi bagus untuk menempelkannya di dadaku yang terlalu busung yang menutupi pandangan mata kita terhadap perut kita yang terlalu buncit hingga malas berkembang dan menutupi kekurangan.

    Di artikel ini dia menyentak apakah ini yang anda harapkan atas diri anda selama anda hidup? anda di lahirkan dengan sebegitu sempurnanya dengan berbagai keahlian hanya untuk mengabdi menjadi pegawai dan di berikan makan lalu hiburan 6 juta setahun.

    Tidak anda tidak serendah itu, maka sekarang hargailah diri anda dan rubahlah mindset anda untuk tidak hanya menunggu orang yang menentukan gaji anda akan tetapi diri anda sendiri. Sekarang bukalah mata anda dan berubah. Ingat kalau tidak sekarang kapan lagi?

    Kata-kata yang sangat menarik membuat saya terkagum dan terenyuh melihat dada saya yang masih terlalu busung dan menghalangi mata saya untuk melihat diri saya. Saya terlalu berbesar hati dan terlalu cepat puas dengan apa yang saya miliki sekarang. Sementara di sana ada segenggam emas yang menunggu saya untuk mengambilnya.

    Setelah membaca itu saya lalu menutup buku itu dan melangkahkan kaki saya pulang, dan merasakan angin segar baru merasuk jiwa saya bahwa mulai besok saya akan menurunkan kebusungan dada saya, menurunkan kepala saya dan menjadi orang yang lebih baik lagi.

    Mudah-mudahan pengalaman ini dapat juga menginspire anda untuk menghargai diri anda lebih dari yang bisa di hargai perusahaan atas diri anda yang begitu sempurna.

    Segelas Air dan Setetes Tinta

    Seorang cendekiawan Cina mengatakan
    Jepang itu seperti segelas air yang dapat
    mengeruhkan air dengan hanya setetes tinta.

    BANGSA JEPANG memiliki rasa keingintahuan yang cukup kuat. Mereka bukan saja bersikap fleksibel, melainkan sanggup mempelajari ide-ide baru negara lain. Sikap ini berbeda dengan bangsa Cina yang bersikap agak statis dan memiliki sikap etnosentrisme yang telalu tinggi. Walaupun Cina dikenal sebagai bangsa yang terbuka, tetapi mereka masih bersikap konservatif dalam menghadapi masalah. Mereka tidak mudah menerima ide orang lain karena mereka beranggapan ide mereka lebih baik, unggul, dan praktis. Itu alasannya ide baru lebih mudah tersebar di Jepang. Seorang cendekiawan Cina mengatakan Jepang itu seperti segelas air yang dapat mengeruhkan air dengan hanya setetes tinta.

    Bangsa Jepang bisa menyesuaikan diri dengan segala nilai dari luar tanpa menghilangkan budaya dan identitas bangsa. Mereka juga pandai mengolah nilai itu sehingga terlihat seperti budaya sendiri. Arus modern dan kemajuan tidak mengubah bangsa Jepang. Mereka masih menggunakan bahasa dan budaya mereka saat melakukan hubungan bisnis dengan negara-negara lain.

    Jika berbisnis dengan orang Jepang, kita harus tahu budaya mereka. Kegagalan memahami budaya orang Jepang seringkali menjadi alasan utama kegagalan perundingan dengan mereka. Karena itu, sebelum berurusan dengan orang Jepang, kita harus lebih dulu tahu bahasa dan budaya mereka.

    Bahasa Jepang memang berbelit-belit dan sangat sulit dipahami bagi yang mendengarnya. Cara orang Jepang menjalankan urusan bisnisnya juga penuh taktik. Kelebihan mereka adalah mereka mampu memuaskan selera pelanggannya. Berurusan dengan orang Jepang pasti menguntungkan karena mereka sangat teguh dalam memegang prinsip dan janji. Sebelum orang Jepang melakukan perjanjian bisnis dengan rekannya, ia mempelajari terlebih dahulu sisi psikologis rekannya itu sebelum dan sesudah urusan bisnis itu dilakukan. Pada setiap perundingan dan pertemuan kebanyakan pertemuan itu diawali percakapan yang santun.

    Semua pihak diberi kesempatan untuk berbicara, mengemukakan pendapat dan menceritakan kepentingannya. Setelah itu, barulah perundingan sesungguhnya dilakukan. Percakapan itu mungkin memakan waktu yang lama. Di Jepang percakapan seperti itu biasanya selalu diiringi dengan minum teh hijau atau disebut juga ‘o-cha’. Hal itu dapat menimbulkan suasana santai dan tidak membuat mereka tegang. Orang Jepang tidak suka dengan suasana yang terlalu formal. Pendekatan orang Jepang hampir sama dengan orang Cina. Dalam budaya Cina, semua bentuk perundingan selalu ditemani oleh makanan dan teh Cina. Mereka senang berbicara dan berunding dengan makanan dan minuman. Selain lebih akrab, perundingan dan perbincangan itu dapat mewujudkan komunikasi yang lebih jujur.

    Dalam masyarakat Jepang dan Cina, teh merupakan hidangan wajib di pesta-pesta pernikahan atau pertemuan penting. Semakin rumit sebuah masalah yang diperbincangkan maka semakin banyak teh yang dihidangkan selain itu, masyarakat Timur percaya daun teh dapat meredakan ketegangan, melekatkan lagi hubungan, dan memberikan ketenangan. Dengan kata lain, minuman teh memiliki nilai sosial yang tinggi dan memba manfaat tersendiri.

    Perbincangan dan perundingan yang terlalu serius bisa menimbulkan pertengkaran dan konflik. Selama melakukan perundingan orang Jepang biasa melontarkan gurauan atau lelucon untuk menimbulkan suasana nonformal. Keadaan ini berbeda dengan masyarakat Barat yang melakukan hubungan bisnis dengan mengadakan perundingan secara serius. Mereka hanya bersenda gurau jika urusan selesai.

    Perbincangan seperti itu juga sering dilakukan oleh para eksekutif Jepang dengan pekerjanya. Kedua golongan tersebut sering berbincang untuk mendapatkan ide dan masukan yang baru. Perbincangan yang sering dilakukan juga bisa mengakrabkan hubungan pekerja dan pengelola orang Barat hanya berbincang jika dianggap perlu dan hanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Di Jepang, perbincangan dilakukan kapan saja dan di sembarang tempat.

    Perbincangan juga dapat menyelesaikan banyak masalah karena mereka tidak memiliki mekanisme tersusun untuk menyuarakan pandangan dan perasaan yang tidak berkenan seperti di Barat. Oleh karena hal itulah, kita sering kali mendengar pihak Barat menuduh pihak pengelola Jepang mengeksploitasi para pekerjanya.

    Tuduhan itu dibuat tanpa memahami sistem kerja di Jepang. Walaupun waktu bekerja di Jepang panjang, tetapi kepentingan para pekerjanya tidak diabaikan. Pekerjanya diberi hak bersuara dan mengemukakan pendapat melalui jalur yang telah ditetapkan. Di Barat, mereka harus memakai badan perlindungan pekerja dan menuntut perusahaan untuk bisa mendapatkan sesuatu.

    Bangsa Jepang memiliki cara tersendiri untuk melahirkan dan menyalurkan rasa tidak puas dalam hati mereka. Mereka tidak berdemonstrasi atau mogok kerja untuk menyuarakan protesnya seperti yang dilakukan orang Barat. Karena itu, organisasi di Jepang dapat berfungsi baik dan lancar dengan produktivitas tinggi dan keuntungan yang banyak. Itu karena tidak semua ide Barat digunakan oleh bangsa Jepang.

    [ Fakta Menarik ]

    Khasiat daun teh bagi masyarakat Timur :
    • Meredakan ketegangan
    • Memberikan ketenangan
    • Mengeratkan hubungan

    _______

    Kebanyakan pertemuan itu diawali dengan
    percakapan yang santun

    _______

    Di Jepang percakapan biasanya
    selalu diiringi dengan minum teh hijau
    atau disebut juga ‘o-cha’

    _______

    Semakin rumit masalah yang diperbincangkan,
    semakin banyak teh yang dihidangkan

    Jelang Milan vs Arsenal
    San Siro Kuburan Tim Inggris

    Jakarta - Masalah cedera dan kelelahan pemain dihadapi AC Milan jelang menjamu Arsenal. Tapi di kandang sendiri Rossoneri bisa tetap optimistis mengingat San Siro adalah kuburan buat tim Inggris.

    Bekal Milan untuk meraih tiket ke babak delapan besar Liga Champions jelas sangat besar. Hasil 0-0 yang didapat di Emirates Stadium dua pekan lalu membuat Rossoneri cuma butuh kemenangan dengan selisih satu gol dalam laga, Kamis (6/3/2008) lusa.

    Banyak yang bilang kalau pasukan Carlo Ancelotti cuma beruntung bisa pulang dengan tanpa gol bersarang di gawang mengingat mereka lebih banyak ditekan sepanjang pertandingan. Tapi sang juara bertahan bisa membuktikan kalau tuduhan tersebut salah dengan memetik kemenangan di laga kedua.

    Terlalu pagi untuk membuat prediksi? Bisa jadi begitu karena Carletto terang-terangan menyatakan kalau laga ini akan sangat berat. Tapi dengan rekor yang sangat baik di kandang jika berhadapan dengan tim Inggris, sah-sah saja kalau optimisme Milan lebih tinggi.

    Dari 11 pertandingan kompetitif menghadapi tim Inggris di San Siro, tujuh di antaranya diselesaikan Milan dengan kemenangan. Tercatat cuma empat hasil imbang didapat dan rekor belum pernah kalah.

    Manchester United sebagai klub Inggris terakhir yang datang ke San Siro dipaksa pulang dengan kepala tertunduk dalam. Berbekal kemenangan 3-2 di leg pertama yang digelar di Old Traffrord, The Red Devils kalah dengan skor telak 0-3 di babak semifinal musim lalu dan gagal melangkah ke final.

    "Ini adalah pertandingan di mana pemain mendapatkan energi (tambahan) mengingat itu sekaligus akan menampilkan karakter, keberanian dan semangat untuk melangkah ke babak selanjutnya," ungkap Ancelotti.

    Tapi Arsene Wenger bukannya tanpa bekal jelang lawatannya ke Milan. Meski menjalani laga tandang, Arsenal justru terlihat sangat positif, di tempat yang sama tim tamu malah sempat mencatatkan kemenangan fantastis saat menundukkan Inter Milan dengan 5-1 pada musim 2003/04 dan mempecundangi AS Roma dengan 3-1 musim sebelumnya.

    "Kami harus menjadi kuat, memainkan permainan kami dan mencetak satu gol lebih banyak dari mereka. Kami punya beberapa kesempatan (di leg pertama) jadi kami tahu kalau kami bisa mencetak gol. Kami punya kualitas untuk melakukan itu dan saya pikir kami akan bisa melakukannya," seru Mathieu Flamini positif. (din/din)

  • A Leader and Motivator -

    MODEL-ASIA30

    Leadership, according to JRD meant motivating others. 'As chairman, my main responsibility is to inspire respect.' Sometimes referred to as the 'chairmen's chairman,' JRD adopted a management by consensus style: 'When a number of persons are involved I am definitely a consensus man,' he once said, adding: 'but that does not mean that I do not disagree or that I do not express my views. Basically it is a question of having to deal with individual men heading different enterprises. You have to adapt yourself to their ways and deal accordingly and draw out the best in each man. If I have any merit it is getting on with individuals according to their ways and characteristics. In fifty years I have dealt with a hundred top directors and I have got on with all of them. At times it involves suppressing yourself. It is painful but necessary. To be a leader you have got to lead human beings with affection.'

    Be that as it may, Tata spotted talent easily. And once he was confident that a manager would perform, he gave him a long rope. If they wanted to be on their own, like Sumant Moolgaokar, he left them to it. If they occasionally wanted a shoulder to cry on, like Darbari Seth, JRD was there.

    The supportive climate he built developed entrepreneurs such as Sir Homi Mody, Sir Ardeshir Dalal, Sir Jehangir Ghandy, Russi Mody, Sumant Moolgaokar and Darbari Seth, and others who created billions in wealth for the group and the country.

    It was an environment where scientists of international repute such as Homi Bhabha, leading lawyers such as J D Choksi and Nani Palkhivala, and economists such as John Matthai, A D Shroff, D R Pendse and Freddie Mehta could flourish.

    This attitude contrasted sharply with the prevailing management styles of other Indian business leaders. Large Indian companies tend to fall into three categories: public sector ones run by the government, multinational affiliates, and those promoted by family dynasties. While the Tata Group firmly remained a family concern -- to date, four out of its five chairman have been Tatas -- JRD's professionalism stood out from the crowd.

    Moreover, in most of the family firms, the top management tended to belong to the same community as the promoter family. With the Tatas, it was different: only merit counted.

    Tata's role model in management was the British civil service. How was it, he wondered 'that a young Briton straight from college, could come to a foreign country and administer various departments with such distinction?'

    The Tata Group faced a constant shortage of managers, and JRD carried out many experiments to expand and improve the pool of talent. His first attempt -- the formation of the Superior Staff Recruiting Committee -- failed when none of the recruits stayed with the corporation.

    Eventually he formed the Tata Administrative Service and the Tata Management Training Centre at Pune. This commitment to professionalism served the group well. In 1971, for example, when the coal industry was nationalised, Mohan Kumaramangalam, the then industry minister, left Tata Steel's coal mines untouched on the ground that these efficiently run mines would provide a model for the nationalised mines.

    Professionalism -

    JRD's respect for his managers bound the group. 'I am a firm believer that the disintegration of the Tata Group is impossible,' he once declared.

    Most business groups have disintegrated or drifted apart because of family ownership and management, with rival family members wanting to go their own way. In contrast, the Tata Group companies are run by professionals who firmly believe in the trusteeship concept laid down by J N Tata as also by Mahatma Gandhi.

    A university dropout, JRD was something of a self-taught technocrat, and died long before the phrase 'war for talent' was coined. Yet, almost every senior Tata director from the 1930s onwards held a degree from a foreign university. Tata willingly financed bright young boys who wanted to go abroad for further education.

    He was also a vital bridge between the scientific establishment and the government through his founding of the Tata Institute of Fundamental Research, and as the longest serving member of the Atomic Energy Commission.

    Tata's personal interest in technology, combined with India's isolation in the 1950s and 1960s, spurred several group companies, particularly Tata Steel and Tata Chemicals, to innovate in their fields. At Tata Steel, a Research and Control Laboratory had been opened in 1937, and its researchers developed an extensive variety of special steels for applications as varied as parachute harnesses and razor blades.

    The lab also developed a high-tensile alloy steel -- Tiscrom -- which made it possible for the Howrah Bridge in Calcutta to be built entirely from Indian materials. Another corrosion resistant, low-alloy high-yield strength steel -- Tiscor -- was used for the manufacture of all-metal steel coaches on the Indian railways.

    Quality First -

    According to JRD, quality had to match innovation. He intensely disliked the laid-back Indian attitude, and much of his fabled short temper was triggered by the carelessness of others. He stressed: 'If you want excellence, you must aim at perfection. I know that aiming at perfection has its drawbacks. It makes you go into detail that you can avoid. It takes a lot of energy out of you but that's the only way you finally actually achieve excellence. So in that sense, being finicky is essential. A company, which uses the name Tata, shares a tradition. The symbol 'T' has to be a symbol of quality.'

    The achievements of the Tata Group would not have been possible without the support of its workforce. Before JRD took over, the labour situation at key Tata plants was frequently tense despite the fact that management had poured millions into subsidised housing for workers, offered free medical and hospital treatment, as well as free education and was miles ahead of government legislation in terms of labour practices.

    For example, Tata Steel pioneered the eight-hour day in 1912, long before the principle had been accepted in the United States or Europe (Britain introduced the twelve-hour day in 1911).

    Tata Steel introduced leave with pay in 1920, and in India this was established by law in 1945. Tata Steel set up a provident fund in 1920, which was not legalised until 1952.

    Tata asked the question: if the workers were being treated exceptionally well, why were they frequently discontented and mistrustful and hostile towards the company?

    Benign Boss -

    According to Tata, the crux of any successful labour policy lay in making workers feel wanted. One of the inherent drawbacks of modern industry with its large and concentrated labour forces was that each man felt 'that instead of being a valued member of a friendly and human organisation, he was a mere cog in a soulless machine.' 'Because of this, a worker's attitude towards management becomes one of indifference, mistrust and coldness often tinged with hostility. He is easily led to feeling himself the victim of callous and unfair treatment and little is needed to make him look upon his employers as his enemies and break out into open conflict.'

    Tata Steel became one of the earliest companies in India to have a dedicated human resources department. Expressing surprise that the company had functioned for so long without one, Tata commented: 'If our operations required the employment of, say, 30,000 machine tools, we would undoubtedly have a special staff or department to look after them, to keep them in repair, replace them when necessary, maintain their efficiency, protect them from damage, etc.'

    'But when employing 30,000 human beings each with a mind and soul of his own, we seem to have assumed that they would look after themselves and that there was no need for a separate organisation to deal with the human problems involved.'

    Jehangir Ratanji Dadabhoy Tata died in Geneva on November 29, 1993. Few addressed him using his full name, with which he was born; he was simply 'JRD' to the world, and 'Jeh' to his friends.

    JRD was India's most well known industrialist, widely respected for his enormous contribution to the development of Indian industry and aviation in particular.

    Tata headed India's largest industrial conglomerate with uncommon success. But this was only one aspect of his life. He was also a man of great sensitivity and was pained by the poverty he saw around him and sought vigorously to alleviate it.

    He also was a philanthropist who wanted India to be a happy country and did all he could to make it so; a patron of the sciences and the arts; and a man with a passion for literature, fast cars, skiing, and flying.

    SUCCESS DOES NOT HAPPEN IN ISOLATION !!!
    « on: February 29, 2008, 04:50:57 AM »

    There was a farmer who grew superior quality and award-winning corn.

    Each year he entered his corn in the state fair where it won honour and prizes.

    One year a newspaper reporter interviewed him and learnt something interesting about how he grew it. The reporter discovered that the farmer shared his seed corn with his neighbours'.

    "How can you afford to share your best seed corn with your neighbours when they are entering corn in competition with yours each year?" the reporter asked.

    "Why sir, "said the farmer, "didn't you know? The wind picks up pollen from the ripening corn and swirls it from field to field. If my neighbours grow inferior, sub-standard and poor quality corn, cross-pollination will steadily degrade the quality of my corn.

    If I am to grow good corn, I must help my neighbours grow good corn."

    The farmer gave a superb insight into the connectedness of life. His corn cannot improve unless his neighbour's corn also improves. So it is in the other dimensions!

    Those who choose to be at harmony must help their neighbours and colleagues to be at peace. Those who choose to live well must help others to live well. The value of a life is measured by the lives it touches....

    SUCCESS DOES NOT HAPPEN IN ISOLATION. IT IS VERY OFTEN A PARTICIPATIVE AND COLLECTIVE PROCESS.
    So share the good practices, ideas, new learnings with your family, friends, team members, neighbours....

    As they say " Success breeds Success "....

    The Power of Holding Hands
    « on: January 16, 2008, 05:18:44 AM »

    I was sitting on a beach one summer day, watching two children, a boy and a girl, playing in the sand.

    They were hard at work building an elaborate sandcastle by the water's edge with gates and towers and moats and internal passages.

    Just when they had nearly finished their project, a big wave came along and knocked it down, reducing it to a heap of wet sand.

    I expected the children to burst into tears, devastated by what had happened to all their hard work. But they surprised me.

    Instead, they ran up the shore away from the water, laughing and holding hands, and sat down to build another castle.

    I realized that they had taught me an important lesson. All the things in our lives, all the complicated structures we spend so much time and energy creating, are built on sand.

    Only our relationships to other people endure. Sooner or later, the wave will come along and knock down what we have worked so hard to build up.

    Kisah Yang INDAH

    Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Dia selalu dalam semangat yang baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan. Jika seseorang bertanya kepadanya
    tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan selalu menjawab, " Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar!"

    Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja, sehingga mereka dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran yang lain. Alasan mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry adalah karena sikapnya.

    Jerry adalah seorang motivator alami. jika karyawannya sedang mengalami hari yang buruk, dia selalu ada di sana , memberitahu karyawan tersebut bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialami.

    Melihat gaya tersebut benar-benar membuat aku penasaran, jadi suatu hari aku temui Jerry dan bertanya padanya, "Aku tidak me ngerti! Tidak mungkin seseorang menjadi orang yang berpikiran positif sepanjang waktu.

    Bagaimana kamu dapat melakukannya? " Jerry menjawab, "Tiap pagi aku bangun dan berkata pada diriku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih untuk ada di dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang jelek. Aku selalu memilih dalam suasana yang baik. Tiap kali sesuatu terjadi, aku dapat memilih untuk menjadi korban atau aku belajar dari kejadian itu. Aku selalu memilih belajar dari hal itu. Setiap ada sesorang menyampaikan keluhan, aku dapat memilih untuk menerima keluhan mereka atau aku dapat mengambil sisi positifnya. Aku selalu memilih sisi positifnya."

    "Tetapi tidak selalu semudah itu," protesku. "Ya, memang begitu," kata Jerry, "Hidup adalah sebuah pilihan. Saat kamu membuang seluruh masalah, setiap keadaan adalah sebuah pilihan. Kamu memilih bagaimana bereaksi terhadap semua keadaan. Kamu memilih bagaimana orang-orang disekelilingmu terpengaruh oleh keadaanmu. Kamu memilih untuk ada dalam keadaan
    yang baik atau buruk. Itu adalah pilihanmu, bagaimana kamu hidup."

    Beberapa tahun kemudian, aku dengar Jerry mengalami musibah yang tak pernah terpikirkan terjadi dalam bisnis restoran: membiarkan pintu belakang tidak terkunci pada suatu pagi dan dirampok oleh tiga orang bersenjata. Saat mencoba membuka brankas, tangannya gemetaran karena gugup dan salah memutar nomor kombinasi. Para perampok panik dan menembaknya. Untungnya, Jerry cepat ditemukan dan segera dibawa ke rumah sakit.

    Setelah menjalani operasi selama 18 jam dan seminggu perawatan intensif, Jerry dapat meninggalkan rumah sakit dengan beberapa bagian peluru masih berada di dalam tubuhnya. Aku melihat Jerry enam bulan setelah musibah tersebut.

    Saat aku tanya Jerry bagaimana keadaannya, dia menjawab, "Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar. Mau melihat bekas luka-lukaku? " Aku menunduk untuk melihat luka-lukanya, tetapi aku masih juga bertanya apa yang dia pikirkan saat terjadinya perampokan.

    "Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah bahwa aku harus mengunci pintu belakang," jawab Jerry. "Kemudian setelah merekamenembak dan aku tergeletak di lantai, aku ingat bahwa aku punya dua pilihan: aku dapat memilih untuk hidup atau mati. Aku memilih untuk hidup."

    "Apakah kamu tidak takut?" tanyaku. Jerry melanjutkan, " Para ahli medisnya hebat. Mereka terus berkata bahwa aku akan sembuh. Tapi saat mereka mendorongku ke ruang gawat darurat dan melihat ekspresi wajah para dokter dan suster aku jadi takut. Mata mereka berkata 'Orang ini akan mati'. Aku tahu aku harus mengambil tindakan."

    "Apa yang kamu lakukan?" tanya saya. "Disana ada suster gemuk yang bertanya padaku," kata Jerry. "Dia bertanya apakah aku punya alergi. 'Ya' jawabku..

    Para dokter dan suster berhenti bekerja dan mereka menunggu jawabanku. Aku menarik nafas dalam-dalam dan berteriak, 'Peluru!' Ditengah tertawa mereka aku katakan, ' Aku memilih untuk hidup. Tolong aku dioperasi sebagai orang hidup, bukan orang mati'."

    Jerry dapat hidup karena keahlian para dokter, tetapi juga karena sikapnya hidupnya yang mengagumkan. Aku belajar dari dia bahwa tiap hari kamu dapat memilih apakah kamu akan menikmati hidupmu atau membencinya.

    Satu hal yang benar-benar milikmu yang tidak bisa dikontrol oleh orang lain adalah sikap hidupmu, sehingga jika kamu bisa mengendalikannya dan
    segala hal dalam hidup akan jadi lebih mudah.

    'Ke Milan Saja, Adriano'

    Milan - Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi, menyanjung tinggi Adriano yang disebutnya pemain yang hebat. Bahkan menurutnya, akan semakin baik lagi jika pemain asal Brasil itu bergabung dengan Milan.

    Striker Inter Milan itu memang kehilangan tempat di Nerazzurri setelah penampilannya tak kunjung memuaskan pelatih Roberto Mancini. Akibatnya ia pun dipinjamkan ke Brasil untuk bermain bersama Sao Paulo hingga akhir musim demi mengembalikan performanya seperti semula.

    Tetapi Berlusconi percaya jika Rossoneri lebih mampu memoles kembali Adriano sehingga kemampuannya bisa kembali seperti sedia kala, karena itu ia menganjurkan pemain bernama lengkap Adriano Leite Ribeiro itu untuk bergabung dengan Milan.

    "Adriano adalah pemain yang hebat dengan kemampuan fisik yang sangat bagus," ujarnya seperti dilansir Goal. "Saya yakin Milan merupakan lingkungan yang ideal untuknya sehingga kita bisa melihat kembali Adriano yang seperti di Parma dulu," imbuhnya.

    Berlusconi menambahkan bahwa dirinya juga yakin jika peminjaman pemain berusia 26 tahun itu ke Sao Paulo merupakan sebuah langkah positif, meskipun dirinya ragu akan bisa mendapatkan Adriano sekembalinya sang pemain ka tanah Italia.

    "Saya berharap periode di Brasil mampu membuatnya kembali ke jalur semula, tetapi saya ragu jika Inter akan mau menjualnya ke Milan," pungkas sang supremo.

    Well, hal tersebut memang sangat sukar terjadi walaupun bukannya tidak mungkin. Sudah banyak pemain yang dulu pernah membela Inter sekarang berseragam Milan. Contohnya adalah Andrea Pirlo, Clarence Seedorf, Christian Brocchi, bahkan Ronaldo yang dulu sempat menjadi bintang La Beneamata kini juga berbaju "Merah-Hitam". (din/din)

    Jelang Inter vs Liverpool
    The Reds Mimpi Buruk Inter?

    Milan - Sampai sebelum berhadapan dengan Liverpool, Inter Milan sangat perkasa di semua kejuaraan dan berpeluang meraih treble. Usai kekalahan di leg I segalanya berubah, The Reds mimpi buruk Inter?

    Tak terkalahkan di Seri A, melangkah ke semifinal Coppa Italia dan cuma menelan satu kekalahan di Liga Champions adalah raihan fantastis yang diraih Inter Milan. Tapi itu semua di dapat Nerazzurri sebelum berhadapan dengan Liverpool, setelah kekalahan 0-2 di leg pertama lalu pasukan Roberto Mancini menderita kegagalan beruntun.

    Sejak laga di Anfield 20 Februari lalu, Inter belum sekalipun meraih kemenangan. Berturut-turut mereka ditahan imbang Sampdoria, AS Roma sampai akhirnya Napoli menodai rekor tak terkalahkan di Seri A.

    Saat akan kembali berhadapan dengan The Reds kekhawatiran kalau raksasa Inggris itu bakal jadi mimpi buruk pun muncul, meski Massimo Moratti lebih memilih untuk menyebut kekhawatiran itu sebagai "ketidaknyamanan".

    "Setiap pemain Inter akan mengatakan tidak, tapi mungkin sebenarnya ada sedikit (ketidaknyamanan), karena laga dengan Liverpool terlihat seperti sebuah perjanjian yang penting," ungkap Moratti saat ditanya soal Liverpool usai kekalahan atas Napoli seperti diberitakan Yahoosport.

    Meski demikian bos besar Inter itu mengaku dirinya tak terlalu khawatir dengan tren penampilan pasukannya. Dengan Luis Figo cs yang baru akan bertanding Rabu pekan depan -- karena midweek ini San Siro akan lebih dulu dipakai AC Milan menjamu Arsenal -- dia yakin masih ada waktu untuk memperbaiki keadaan.

    "Mungkin pendekatan untuk pertandingan itu dilakukan dengan sesuatu yang berbeda. Kami harus kembali ke tensi yang tepat, yang sudah kami tunjukkan di pertandingan-pertandingan sebelumnya. Kekalahan ini normal saja. Setelah tak terkalahkan, saya tak akan terlalu membesar-besarkannya," pungkas taipan minyak Italia itu.

  • There was once love....

    « on: February 13, 2008, 08:09:28 PM »

    There was once a girl whom I loved
    There was once "love " which I loved

    I was living for her, my reason of living was only for her
    I was dying for her, my life had no reason without her

    She was the only one I loved, she was the only peace of my heart
    my heart was beating only for her, her's too was only for me she said

    On Valentine day will miss her a lot
    it reminds me once on this day we made a plot

    There was once "love " which i loved
    There was once peace which resided with love

    There was once deep in my heart, the cherished one
    There was once in my life, the beloved one

    There was once a girl whom I loved
    There was once "love" which I loved

    (dedicated to a lost love on Valentine day)

    written by Shah of Mauritius.

    Lovely lesson of life!!!
    « Reply #4 on: December 22, 2007, 08:11:59 AM »

    A student asks a teacher: What is love?
    The teacher said: in order to answer your question, go to the paddy field and choose the biggest paddy and come back. But the rule is: you can go through them only once and cannot turn back to pick. The student went to the field, go through first row, he saw one big paddy,but he wonders.... may be there is a bigger one later. Then he saw another bigger one... but may be there is an even bigger one waiting for him Later, when he finished more than half of the paddy field, he start to realize that the paddy is not as big as the previous one he saw, he know he has missed the biggest one, and he regretted. So, he ended up went back to the teacher with empty hand. The teacher told him, this is love... you keep looking for a better one, but when later you realize, you have already miss the person.

    The student asked: What is marriage then?
    The teacher said: In order to answer your question, go to the corn field and choose the biggest corn and come back. But the rule is: you can go through them only once and cannot turn back to pick. The student went to the corn field, this time he is careful not to repeat the previous mistake, when he reach the middle of the field, he has picked one
    medium corn that he feel satisfied, and came back to the teacher. The teacher told him, this time you bring back a corn.... you look for one that is just nice, and you have faith and believe this is the best one you get.... this is marriage

    Jelang MU vs Lyon
    Momok 'Zidane' Buat MU Khawatir

    Manchester - Sejak tahun 2004 Manchester United belum pernah kalah di Old Trafford untuk ajang Liga Champions. Tapi saat akan menjamu Lyon ada kekhawatiran yang muncul terkait keberadaan "Zidane".

    Zidane yang dimaksud tentu saja bukan Zinedine Zidane alias Zizou. 'Zidane' yang ini tak lain adalah Karim Benzema, striker andalan Lyon yang disebut-sebut punya skil sehebat seniornya yang sudah pensiun itu.

    Sebuah gol yang dilesakkan Benzema di leg pertama lalu menunjukkan kalau striker 20 tahun itu bisa saja menjungkirbalikkan prediksi dalam laga di Old Trafford, Kamis (6/3/2008) lusa.

    "Dia mendapatkan bola, membuat sentuhan dan dalam satu gerakan membuka ruang serta mencetak gol. Penyelesaian yang fantastis. Semoga besok malam kami tidak memberinya banyak ruang," ungkap Rio Ferdinand di Yahoosport.

    Entah memang tertarik atau sekedar ingin memecah konsentrasi Benzema, yang pasti dalam beberapa pekan terakhir Sir Alex Ferguson sudah terang-terangan menyatakan keinginannya untuk menjadikan striker Les Bleus itu salah satu anak didiknya.

    Meski kemudian menyulut perseteruan dengan bos Lyon, Jean-Michel Aulas, Fergie bergeming dan tetap mengeluarkan rayuan dengan memuji kehebatan Benzema.

    "Dia sangat kuat. Kondisi fisik dia mengingatkan saya pada Zidane, juga semangatnya. Saya pikir dia striker tengah yang alami. Semua orang sudah mengetahuinya, dia kini bermain di timnas Prancis jadi tingkat kehebatannya sudah dikenali," ungkap Fergie.

    Jika berhasil mematikan Benzema, tiket ke babak delapan besar rasanya sudah bisa dipastikan skuad The Red Devils. Selain punya skuad yang lebih kuat dan hanya Ryan Giggs yang terancam absen, tuan rumah punya rekor hebat di kandangnya sendiri.

    Dalam empat tahun terakhir Setan Merah belum pernah kalah di kandang. Adalah AC Milan yang terakhir menaklukkan mereka di depan publiknya sendiri melalui gol tunggal Hernan Crespo di musim kompetisi 2004-2005. (din/din)

  • Christians without Bibles

    MODEL-ASIA34
    DOCTORS and other Cuban health professionals and technicians constitute an exceptional force. No other country has anything like it; like the internationalist soldiers from our island, they were trained in combat. In their missions abroad they abide by rigorous ethical standards. Their services are provided free of charge or for a cost, according to the circumstances of the receiving country. They are not exportable.

    However, there are not enough books. It is not enough that there are sufficient books in the libraries for the incessant consultations that take place. All of our professionals should possess a classic textbook in their respective specialties, and if they work in or practice two, three or more missions in a hospital or polyclinic, they should have a classic copy of each one of those specialties.

    A graduate in Comprehensive General Medicine receives that title after nine years of intensive upper-level theoretical and practical studies. More than 50 different specialties are applied in our health centers. Many of them require the grounding of being a graduate in Comprehensive General Medicine. Aptitudes are detected much earlier in, for example, surgery, cardiology, oncology, hematology, imaging, transplants and sports medicine, providing the future expert with the opportunity for simultaneous preparation.

    What does a doctor do without the updated textbook that is considered ideal on that knowledge? What does he or she do, if a surgeon, without an additional text on surgery? What does he or she do if he or she works as a general practitioner in a general hospital attended, moreover, by many older patients? Three personal classic books should be in his or her hands: as a general comprehensive doctor, as a general practitioner and as a geriatrist.

    Today, specialties are intertwined and combined. Knowledge of nutrition, and the nervous, cardiac and bone systems; the appropriate medicines, in constant transformation, require a large accumulation of individual or collective knowledge among the specialists who generally comprise the medical teams.

    In medicine, many problems are urgent, and emergencies require immediate decisions. My compatriots understand what I am saying to them, because they know centers for attention and services, where they are located and who attends them, at the local, regional and national levels, more than anyone can imagine. In addition to the specialist’s basic knowledge must be added the intensive use of computers for information and interconsultation.

    In our national legislation, the right is established to use any text published in the world for educational purposes, from The Iliad to One Hundred Years of Solitude. That is not the case in printing works for commercial purposes, which are protected by legislation on author’s rights. Some sort of encouragement must be offered to those who make the effort to create art and science; in other words, assets for spiritual and material life.

    Just a few days ago, someone made available to me a non-professional filming of the well-known ballet Swan Lake, a subject on which I am far from being an expert, but which in the current circumstances is an agreeable form of almost completely losing track of time. For almost two hours, I observed the incredible performance of someone who is currently perhaps the best at performing that ballet in the world: Viengsay, the daughter of a Cuban diplomatic couple, who named her in honor of a region in Lao, where they represented Cuba.

    There are performances that are unrepeatable! exclaimed a European critic. I agree. I could not conceive of such amazing elegance and flexibility, without the slightest inaccuracy. This is the fruit of an entire school guided by Alicia Alonso, the brilliant inspirer of the National Ballet, an artistic company that was at the height of its performers.

    I knew that behind the ballerina there was a physical therapist, now retired, who for 36 years worked in a general hospital in the city, and who, at the end of every one of the artist’s exhausting days of training, worked with her for one hour daily to guarantee the elasticity and strength of each muscle involved in her movements. "I’m avoiding the risk of strains," Viengsay exclaimed several years ago.

    I called him an artistic physical therapist in a brief message, in which I urged him to write a book about his experience with the notable ballerina.

    According to what they themselves told me afterwards, they had both thought the same thing about five years ago, but among the many daily tasks, nobody could take care of the matter. I think that this time I got him to commit to it seriously.

    This digression perhaps may serve to transmit the idea that I am sustaining. This past January, I mentioned Elena Pedraza, the 97-year-old Chilean physical therapist who helped us so much in developing that specialty, which barely existed in Cuba before the Revolution. After my "Reflection, " she sent a copy of a book written by Debra J. Rose, a physical therapist from California, published by a Spanish publishing house. We published 10,000 copies of that book for those who provide those services in Cuba, including students who have recently graduated, and 500 are to be acquired from the publishing house for Cuban physical therapists working in Venezuela.

    From that textbook, we selected basic exercises for general application among the over-50 population, given that it is necessary to educate the people in health-related activities that are being generalized. It is impossible to have a physical therapist for each of the millions of people who need to apply those exercises.

    Wouldn’t the European and U.S. hierarchs like to buy Cuban doctors, the way they do with graduates from countries in Africa, Latin America and other parts of the Third World, depriving those countries of the professionals that they train with so much sacrifice!

    In a village in Africa —as we have said and will say as many times as necessary— a Cuban internationalist doctor can simultaneously train several excellent doctors together with him or her in the greatest laboratory in the world, which is the community, and in it combat the concrete illnesses of each specific region of Africa. The books that that doctor carries with him or her will serve as a common pool of knowledge.

    A health professional without a specialized textbook in his hands is like a Christian without a Bible.

    As I write these lines on Sunday afternoon, I reiterate the idea, if time allows me to do so, of writing some memoirs. If anybody pays for them, I would allocate those funds for the printing in Cuba of textbooks for our health professionals. Meanwhile, there are more than 100,000 previously guaranteed ones, which in the coming months will be distributed, not in fat and heavy volumes like the imported ones, but divided into smaller volumes by groups of chapters.

    Tomorrow the Conference on Globalization and Problems of Development begins. Its main speaker on the first day was to be our dear friend the president of Ecuador, Rafael Correa. He will be unable to attend. The trumpets of war can be heard loudly in the south part of our continent, as a consequence of the genocidal plans of the Yankee empire.

    Nothing is new! It was foreseen!

    Fidel Castro Ruz

    March 2, 2008

    JRD Tata - The Legend lives on....
    « on: March 01, 2008, 08:16:36 AM »
    J. R. D. Tata
    Born : July 29, 1904(1904-07-29)
    Place : Paris, France
    Died : November 29, 1993 (aged 89)
    Place : Geneva, Switzerland
    Occupation : Industrialist
    Spouse : Thelma Vicaji

    Jehangir Ratanji Dadabhoy Tata (July 29, 1904–November 29, 1993) was a pioneer aviator and important businessman of India. He was one of the few people who were awarded Bharat Ratna during their life time. He was a member of the Parsi-Zoroastrian community of India.

    Early life -

    Born in Paris on July 29, 1904, Jehangir Ratanji Dadabhoy Tata was the second child of Ratanji Dadabhoy Tata and his French wife Suzanne Briere . Established in 1859, the Tata Group was already India's biggest business conglomerate when Tata became its fourth chairman in 1938. He was then just 34 years old.

    Under his leadership, the Tata assets climbed from Rs 62 crore (Rs 620 million) in 1939 to over Rs 10,000 crore (Rs 100 billion) in 1990.

    In 1939 the group included fourteen companies with sales of Rs 280 crore (Rs 2.80 billion); in 1993, the year of his death, sales were Rs 15,000 crore (Rs 150 billion) contributed by over fifty large manufacturing companies, besides innumerable holding, investment, subsidiaries and associate concerns, making it India's biggest business group.

    Diversification of Tata Group -

    During the last half of the twentieth century Tata entered several new businesses, many of them unconventional, and produced a vast range of products -- from airlines to hotels, trucks to locomotives, soda ash and other heavy chemicals to pharmaceuticals and financial services, tea and air conditioning to lipsticks and cologne.

    The group seemed to make everything and do everything. One of Tata's earliest achievements was to cajole ten rival cement companies to merge and form the Associated Cement Companies, run by the Tatas.

    JRD strengthened existing businesses such as steel, power and hotels. At the same time, the group lost interest in some of its older core businesses.

    As an industrialist, JRD Tata is credited with placing the Tata Group on the international map. As an aviator and pioneer flier, he brought commercial aviation to India.

    As a patron of the arts, he was revered by India's artists, sculptors and performing artists; under JRD's tutelage, the Tatas became the biggest buyers, promoters and supporters of the art world in India.

    And as a philanthropist, he was respected for keeping alive and building up the tremendously active Tata charitable trusts.

    Against all Odds -

    His achievements have to be seen through the lens of India's economic and political history. Under British colonial rule until 1947, India was strait-jacketed by a foreign exchange crunch for almost forty years after independence, which gravely limited industrial entrepreneurship.

    From 1964 to 1991 severe government controls on big business further curbed the growth of the Tata Group. Analysing his own performance, JRD Tata insisted that his only real contribution to the group of companies was Air-India. For the rest, he generously gave credit to his executives.

    Any chronicle of the Tata Group's growth therefore has to take the contribution of these larger than life men into account.

    JRD's story is, in many ways, as much theirs as his own. Yet, it would be a mistake to under-assess JRD's role. As one of the senior Tata executives, Darbari Seth, once said, 'Mr Tata was able to harness a team of individualistic executives, capitalizing upon their strengths, downplaying their differences and deficiencies; all by the sheer weight of his leadership.'

    Jelang MU vs Lyon
    'Setan Merah' Ingin Mimpi Indah

    Manchester - Manchester United siap memberi mimpi buruk buat para pemain Lyon, dengan menyungkurkan mereka di Old Trafford, atau bahkan mengulangi pembantaian seperti melawan AS Roma. Di "Theater of Dreams", mimpi indah memang hanya boleh jadi milik "Setan Merah".

    Pasca kemenangan 7-1 atas AS Roma di Liga Champions musim lalu, Old Trafford jadi lebih angker. Siapa pun yang bertamu ke sana sekarang bakal dihantui oleh rasa khawatir bakal kembali jadi korban amukan "setan-setan" yang berseragam kebanggaan warna merah tersebut.

    Pun demikian dengan para pemain Lyon yang bakal melawat dalam leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (5/3/2008) dinihari WIB. Para pemain dari klub wakil Prancis itu diklaim bek kiri MU Patrice Evra, sedang gemetar ketakutan.

    "Aneh, namun banyak tim bisa begitu takut ketika datang ke Old Trafford. Kami tak boleh meremehkan efek yang bisa ditimbulkannya," jelas Evra seperti dikabarkan The Sun, Selasa (4/3/2008).

    "Saya sudah bicara dengan beberapa pemain Lyon. Penjaga gawangnya, Gregory Coupet, bercanda dengan saya kalau dia tak mau jadi korban skor 7-1 seperti lawan Roma! Saya pikir partai itu terpatri di benak banyak pemain yang datang ke sini dalam laga Eropa. Itu unik tapi bisa memengaruhi tim," lanjut bek asal Prancis tersebut.

    Bermain di kandang sendiri diiringi gegap gempita sorakan dari fans juga bikin Evra kian yakin Red Devils bakal meraih kemenangan, sementara sang lawan semakin terintimidasi dan tampil buruk.

    "Sejujurnya saat bermain di Old Trafford saya merasa lebih bertenaga, kaki saya lebih berenergi, lebih berkarakter. Ini adalah stadion besar, sisi lapangannya luas dan kami bermain dengan kecepatan. Banyak tim tak menyukai itu dan mereka bisa kesulitan," jelas dia.

    Evra pun menegaskan keyakinannya kalau MU bakal memupus impian Lyon, sekaligus memperpanjang mimpi indah tim Sir Alex Ferguson di Liga Champions dalam laga nanti. "Ini disebut Theatre of Dreams, namun itu hanya berlaku buat United, bukan buat tim lain!"

    Foto: Carlos Tevez pencetak gol MU ke gawang Lyon dalam pertemuan pertama (AFP/Jean-Philippe Ksiazek).

    Jelang Milan vs Arsenal
    Tuah San Siro di Level Eropa

    Milan - AC Milan termasuk raja besar di kompetisi Eropa. Mereka punya tuah tersendiri berupa Stadion San Siro. Bisakah menyingkirkan Arsenal pula?

    Stadion kebanggaan Milan itu, yang dihuni bersama rival sekota Inter Milan, ibisa dibilang sudah menjelma jadi kuburan klub-klub Inggris. Sebelas kali menjajal tim Inggris, Rossoneri tujuh kali jadi pemenang dan empat kali imbang, tanpa pernah kalah.

    Akan tetapi The Gunners tak gemetar ketakutan. Mereka harus menang di leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (4/3/2008), demi mengamankan satu tiket ke perempatfinal mengingat pertemuan pertama di Emirates berakhir dengan skor 0-0.

    Lalu bagaimana Arsene Wenger harus menyikapi laga tandang di markas lawan yang punya rekor bagus terhadap klub Inggris tersebut? Pertama dia mengibarkan kewaspaadan ekstra terhadap para pemain Milan, agar timnya tidak lantas kecolongan.

    "Mereka punya pemain seperti (Filippo) Inzaghi, (Alexandre) Pato, Kaka atau (Andrea) Pirlo yang bisa menohok Anda jika posisi Anda terlalu ke dalam, jadi kami harus disiplin namun juga berani," tegas Wenger seperti dilansir Timesonline, Selasa (4/3/2008).

    Selain itu, The Professor juga tak ingin ketangguhan Milan plus rekor positifnya di kandang mengintimidasi Arsenal. Maka manajer Prancis tersebut turut mencoba melahirkan kepercayaan diri dengan bercermin kepada kompetisi domestik Il Diavolo Rossi.

    Di ajang Seri A Italia San Siro memang sudah tak suci lagi karena Milan sudah dua kali menderita kekalahan, yakni atas Empoli dan AS Roma. Kalau dua tim itu bisa, kenapa Arsenal tidak? "Saya merasa banyak tim yang sudah memberikan mereka (Milan) masalah, terutama di San Siro," ceplos Wenger.

    Memang, Milan dijamin tak bakal dengan mudah membiarkan skenario yang sama terulang di Liga Champions. Namun setidaknya Arsenal bisa belajar dari situ. "Kami sadar, mereka akan menaikkan level untuk partai ini. Mereka adalah tim yang bisa memilih kompetisi ini, namun kami harus bisa jadi lebih semangat karena ada tim lain yang bisa tampil bagus di San Siro."

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.